Perpustakaan PDF
Amaran Sekarang - Jilid 2 - No. 5, 6

Suatu Pesta yang Membuka Selubung, Membuka Pintu-Pintu Gerbang, dan yang Menyebabkan Kematian MenghilangPercabulan Menghilang karena Sanggahan Anak-Anak Pembangunan dan Reformasi Menang

2AS5 / 2AS6

V. T. HOUTEFF

Agar setiap orang yang berhaus akan kebenaran

dapat memperolehnya, maka buku-buku kecil ini disebarkan dengan cuma-cuma. Hanya satu permohonan yang dimintanya, yaitu setiap jiwa wajib memeriksa segala perkara dan berpegang teguh pada mana yang baik. Hanya benang-benang

untaian keemasan Eden dan tali-tali pengikat Golgota yang berwarna darah -- ikatan-ikatan yang mengikat itu yang merupakan pita pengikat buku

gratis yang kecil ini.

Kami sangat menghargai nama dan alamat anggota

MAHK yang dikirimkan.

1

AMARAN
SEKARANG

Satu-Satunya Kedamaian Pikiran

Suatu Pesta Yang Membuka Selubung, Membuka Pintu-Pintu Gerbang, Dan Yang

Menyebabkan Kematian Menghilang

Percabulan Menghilang Karena

Sanggahan Anak-Anak Pembangunan

Dan Reformasi Menang

VICTOR T. HOUTEFF
Universal Publishing Association

P. O. Box 6965/JAT-PK, Jakarta 13710

e-mail : gadsdaid@yahoo.com

2

Naskah Untuk Berdoa

Janganlah Berdebat; Kemukakan
Kebenaran

Saya akan membaca dari buku Christ’s Object Lessons dimulai pada halaman 40, paragraf yang terakhir :

“Daripada memperbincangkan teori- teori yang keliru, atau berusaha untuk menyerang musuh-musuh Injil, maka se- baiknya ikutilah teladan Kristus. Biar- kanlah kebenaran-kebenaran yang segar dari perbendaharaan Allah -- sumber cahaya ke dalam kehidupan. ‘Khotbahkan- lah firman itu.’ ‘Taburlah di segala tepi sungai.’ ‘Bertindak cepat dalam musimnya, ataupun di luar musimnya.’ ‘Barangsiapa yang memiliki firman-Ku, hendaklah ia membicarakan firman-Ku dengan setia- nya. Apakah sanga itu diperbandingkan kepada gandum? Demikianlah firman Tuhan.’ ‘Setiap firman Allah adalah mur- ni... Janganlah kamu menambah apa-apa 3 kepada firman-Nya, supaya tidak dihu- kumkan-Nya akan dikau, dan didapati engkau seorang pembohong.’ ”

Kita harus memohonkan pada sore ini untuk mendapatkan kemampuan untuk mengikuti teladan Kristus dalam mengajar. Kita wajib pula berdoa agar kita akan selalu ingat bahwa kita telah diperintahkan supaya tidak terlibat dalam perdebatan dengan orang-orang yang tidak sepaham dengan kita; bahwa Kristus tidak berdebat, dan kitapun tidak boleh berdebat jika kita hendak mencapai kemenangan; bahwa Allah akan memperlengkapi kita dengan kebenaran-kebenaran yang segar untuk disampaikan kepada umat; bahwa jika kebenaran-kebenaran ini tidak juga berhasil meyakinkan penentang-penentang pada “Injil yang kekal,” maka tidak akan ada apa-apa lagi yang akan dapat meyakinkan mereka, bahkan jika sekalipun orang mati harus bangkit untuk menjadi saksi melawan mereka; bahwa kita menjunjung tinggi Alkitab di atas segala buku lainnya; 4 bahwa kita mengukur segala-gala yang lainnya dengan tali pengukur Alkitab, dan selamanya mengalahkan semua tali pengukur lainnya.

Copyright, 1953

Hak Cipta Dijamin

V. T. HOUTEFF

2

5

SUATU PESTA YANG
MEMBUKA SELUBUNG,
MEMBUKA PINTU-PINTU
GERBANG, DAN YANG
MENYEBABKAN KEMATIAN
MENGHILANG

Oleh :
Victor T. Houteff
Pendeta dari Persekutuan Davidian
Masehi Advent Hari Ketujuh
Sabat, 6 September 1947
Kapel Gunung Karmel, Waco, Texas

Pokok penyelidikan kita pada sore hari ini adalah Yesaya pasal 25 dan 26. Untuk mengarahkan kita sebagaimana semestinya kepada pokok masalahnya, maka kita akan memulai dengan ayat yang ke-6 dari pasal 25. Kemudian kita akan mempelajari lima ayat yang pertama. 6 “Maka di atas gunung ini Tuhan serwa sekalian alam akan mengadakan suatu pesta bagi segala bangsa daripada ma-kanan yang lemak-lemak, suatu pesta da-ripada air anggur yang sedap, daripada makanan lemak-lemak yang penuh sum-sum, dan daripada air anggur hening yang telah dijernihkan.”

Pertama sekali kita harus menemukan kebenaran dari gunung simbolis ini. Untuk informasi ini, maka kita harus kembali kepada ayat yang terakhir dari pasal 24, sebab cerita dari pasal 25 dimulai dari pasal sebelumnya. Kita akan membaca ayatayat berikut ini yang berhubungan dengan itu :

“Kemudian bulan akan menjadi malu, dan matahari pun malu bilamana Tuhan serwa sekalian alam akan berkerajaan di atas Gunung Sion, dan di Yerusalem, dan di hadapan para tua-tuanya dengan 7 penuh kemuliaan. Maka di atas gunung ini (Gunung Sion) Tuhan serwa sekalian alam akan mengadakan suatu pesta bagi segala bangsa daripada makanan yang lemak-lemak, suatu pesta daripada air anggur yang sedap, daripada makanan lemak-lemak yang penuh sum-sum, dan daripada air anggur yang telah dijernih-kan.”

3

Di sini dapat saudara saksikan, bahwa “Gunung Sion” adalah gunung di atas mana Tuhan akan mempersiapkan suatu pesta bagi semua bangsa, suatu pesta daripada segala perkara yang menggoda. Di sana akan berkumpul segala bangsa bersama-sama.

“Maka Ia akan membinasakan di atas gu-nung ini tudung muka yang menudungi segala bangsa, dan kain selubung yang terhampar menutupi segala bangsa.”

Bilamana selubung itu di bawah mana segala bangsa kini berdiri, tersingkir, maka 8 pada masa itu mereka kelak akan mendapatkan diri mereka dalam keadaan terbuka -- dapat langsung disentuh “angin” dan “topan.” Ya, bilamana selubung yang kini menaungi segala penduduk bumi diturunkan, maka pada masa itu mereka akan saksikan apa yang kini mereka tidak dapat saksikan. Dan apa selanjutnya? --

“Ia akan melenyapkan maut dengan ke-menangan, dan Tuhan Allah akan meng-hapuskan segala air mata dari wajah me-reka; dan kecelaan daripada umat-Nya diseluruh bumi : karena demikianlah Firman Tuhan. Dan pada hari itu akan dikatakan, Lihatlah, inilah Allah kami; kami telah menantikan-Nya, sebab Ia akan menyelamatkan kami : inilah Tuhan; kami telah menanti-nantikan Dia, kami akan bersukaria dan bergembira di dalam keselamatan-Nya. Karena di atas gunung ini tangan Tuhan akan beristirahat, maka Moab akan dipijak di bawah kaki-Nya, bahkan seperti jerami yang dipijak-pijak 9 seperti timbunan kotoran.”

Untuk memungkinkan terjadinya peristiwa-peristiwa besar ini, maka bukan saja orang-orang yang kelak pada masa itu memerintah atas negeri itu, tetapi juga Moab, kita saksikan, kelak akan dipijakpijak. Dan siapakah kiranya Moab ini, kalau bukan segala bangsa Arab yang kini sedang menuntut haknya atas tanah Palestina? Segera dunia akan menyaksikan bahwa Allah tidak akan melalaikan bumi, dan bahwa Allah adalah pemimpin pekerjaan itu.

“Maka Ia akan mengembangkan tangan-Nya di tengah-tengah mereka, bagaikan

4 Dia yang berenang mengembangkan tangannya untuk berenang : maka Ia akan merendahkan segala kesombongan mereka itu bersama-sama dengan segala rampasan tangan mereka. Maka tembok-tembok dari segala kota bentengmu akan dirubuhkan-Nya, runtuh di bawah, dan diratakan-Nya sampai tanah, bahkan 10 sampai menjadi abu.”

Ayat-ayat ini menunjukkan bukti ke hadapan kita bahwa tak peduli jenis perbentengan yang manusia mungkin merencanakan, bagaimanapun juga akan dirubuhkan bagaikan jerami apabila Tuhan menyatakan kekuasaan-Nya. Dapatlah jelas terlihat sekarang keajaiban kebenaran Alkitab ini, maka biarlah engkau mengatakan :

“Oh Tuhan, Engkaulah Allahku; aku hendak meninggikan Dikau, aku hendak memuji-muji nama-Mu, karena Engkau telah melakukan perkara-perkara ajaib; segala teguran-teguran-Mu dari dahulu itu nyatalah benar dan amat adil.”

Di sini kepada kita ditunjukkan bahwa sebagai hasil dari ungkapan Kebenaran ini, beberapa orang akan menerima dengan sungguh-sungguh Tuhan dari Alkitab sebagai Allah mereka, dan akan berjanji untuk meninggikan Dia dan senantiasa me- 11 muji-muji nama-Nya yang mulia itu, sebab mereka saksikan, bahwa Ia telah melakukan perkara-perkara ajaib. Teguran-teguran-Nya dari dahulu itu tidak akan mereka lalaikan, sebab akan diketahui mereka dari pengalaman, bahwa segala teguran- Nya adalah keadilan dan Kebenaran. Pengalaman pribadi mereka mengenal kuasa Allah lalu mengatakan :

“Karena Engkau telah membuat dari se-buah negeri suatu kerubuhan batu; dari sebuah kota benteng suatu kehancuran : sebuah istana bagi orang-orang asing menjadi tiada berpenghuni; tak akan pernah dibangunkan kembali. Oleh ka-rena itu orang-orang kuat akan memper-muliakan Dikau, negeri dari bangsa-bangsa yang hebatpun akan takut akan Dikau.”

Negeri yang disebut pada ayat ini seharusnya adalah yang pertama disebut pada Yesaya pasal 24 :

12

“Negeri kacau itu sudah rubuh: setiap rumah tertutup, sehingga tak seorangpun dapat masuk. Terdengar raungan di jalan-jalan karena kekurangan air anggur; se-gala kegembiraan sudah digelapkan, segala ramai di ladang-ladang sudah hi-lang. Negeri itu telah ditinggalkan dalam kesunyian, dan pintu gerbangnya hancur rubuh. Apabila demikian akan terjadi di tengah-tengah negeri di antara orang-orang itu, maka akan terjadi bagaikan keguncangan sebuah pohon zaitun, dan seperti pungutan buah anggur sesudah habis musim petiknya.

“Mereka (orang-orang yang tidak terguncang jatuh), kelak akan mengangkat suaranya, mereka akan menyanyi bagi kebesaran Tuhan, mereka akan berseru dengan suara besar dari laut. Dimana na-ma Tuhan dipermuliakan di dalam api, bahkan nama Tuhan Allah Israel diper-muliakan pada segala pulau di laut. Dari hujung bumi kedengaranlah kepada ka-mi nyanyian-nyanyian yaitu kemuliaan 13 kepada mereka yang suci (sebagai hasilnya, maka akan terdapat orang-orang bertobat yang berasal dari keempat penjuru bumi).

“Tetapi kataku, kekurusanku, keku-rusanku, celakalah aku! Orang-orang pengkhianat telah berlaku khianat, bah-kan orang-orang pengkhianat itu telah bertindak sangat khianat. Ketakutan, lubang, dan jerat, terdapat di hadapanmu, hai segala penduduk bumi.” Yesaya 24 : 10 – 17.

Beberapa catatan Roh Nubuat berikut ini akan mempertambah terang kepada ayat-ayat di atas ini :

“Aku tampak pancaran-pancaran te- rang bersinar dari kota-kota dan kampung- kampung, serta dari tempat-tempat yang tinggi maupun yang rendah-rendah di bumi. Firman Allah telah dipatuhi, maka sebagai hasilnya terdapat di sana tanda- tanda peringatan akan Dia di setiap kota maupun kampung. Kebenaran-Nya akan disampaikan ke seluruh dunia.” -- 14 Testimonies, vol. 9, pp. 28, 29.

“Pada hari itu nyanyian ini kelak akan dinyanyikan orang di tanah Yehuda; kami memiliki suatu kota benteng yang 6 kuat; maka Allah akan menentukan ke-selamatan bagi segala tembok maupun benteng-benteng.”

Nyanyian itu bagi kebesaran Tuhan demikianlah kelak akan dinyanyikan di Tanah Perjanjian, dan di sanalah umat kesucian akan memiliki sebuah kota yang tidak lagi dapat diruntuhkan, sebab kelak terdapat di sana keselamatan bagi segala temboknya. Kemudian akan dikatakan :

“Bukakanlah segala pintu gerbangmu, supaya boleh masuk bangsa yang benar itu yaitu mereka yang memeliharakan Kebenaran.”

Diajarkan di sini bahwa kesemuanya ini kelak akan jadi pada hari keselamatan, yaitu pada suatu hari bilamana pintu-pin- 15 tu gerbang dapat terbuka untuk masuk ke dalamnya suatu bangsa yang benar. Ya, seluruh bangsa, yaitu mereka yang akan diselamatkan, tanpa seorang berdosapun di tengah-tengahnya, mereka yang pada masa itu akan menyambut panggilan, “Keluarlah daripadanya hai umat-Ku, supaya tidak kamu terbabit dengan segala dosanya, dan supaya tidak kamu ikut terkena segala celakanya.”

“Engkau akan memeliharakan dia di da-lam perdamaian sempurna, yaitu dia yang pikirannya selalu berharap kepada-Mu : sebab ia selalu menaruh percaya kepada-Mu. Percayalah selalu kamu kepada Tuhan, karena di dalam Tuhan adalah kekuatan yang kekal selamanya.”

Walaupun sepanjang tahun-tahun sejarah bangsa-bangsa telah berkembang menjadi kuat besar, namun tak satu pun yang berhasil mempertahankan kekuasaan itu untuk selamanya. Tetapi kepada kita di sini ditegaskan kembali bahwa orang- 16 orang yang berharap kepada Tuhan Jehovah kelak akan memiliki perdamaian kekal serta kekuatan kekal.

“Karena direndahkan-Nya orang-orang yang tinggal di tempat yang tinggi; negeri yang tinggi itu, diratakan-Nya menjadi rendah; direndahkan-Nya serendah-ren-dah-Nya, bahkan sampai ke tanah; dibu-at-Nya sampai menjadi abu. Kaki akan menginjak-injaknya, bahkan akan di-injak-injak oleh kaki-kaki orang miskin, serta langkah-langkah dari orang papah. Jalan orang benar itu rata : Engkau, yang 7 teramat rata, yang telah meratakan jalan orang benar, ya, pada jalan pehukuman-pehukuman-Mu, Oh Tuhan, kami telah menantikan Dikau; segala kerinduan ji-wa kami adalah terhadap nama-Mu, ser-ta untuk kenangan akan Dikau. Dengan jiwaku telah aku merindukan Dikau di malam hari; ya dengan roh-Ku yang ada di dalam diriku akan kucari akan Dikau semenjak pagi-pagi sekali : sebab bilamana segala pehukuman-Mu ada di 17 bumi, maka seluruh penduduk dunia kelak akan mempelajari kebenaran. Bi-arlah keharuman diperlihatkan kepada orang jahat, yaitu ia yang tidak mau mempelajari kebenaran : di dalam negeri benar itu ia akan berlaku dengan tidak adilnya, dan tidak mau ia memandang kepada kebesaran Tuhan.”

Ayat-ayat ini dengan jelas menceritakan kepada kita bahwa apabila pehukuman Allah ditegakkan di atas bumi, maka orang-orang yang berpikiran suci kelak akan mempelajari kebenaran; tetapi orang-orang berdosa yang tidak bertobat itu tidak mau mempelajari kebenaran dengan sungguh-sungguh apa yang akan jadi atas mereka. Dan inilah sebabnya mengapa mereka ditolak untuk bersamasama dengan perhimpunan orang-orang benar itu. Namun orang-orang benar itu, walaupun kini telah merasakan tangan kekuasaan Tuhan, mereka dengan gelisah menyatakan : 18 “Ya Tuhan, apabila tangan-Mu diangkat, mereka tidak akan melihat : tetapi mereka kelak akan melihat, dan akan malu ka-rena cemburunya mereka terhadap umat; bahkan api dari segala musuh-Mu akan kelak menelan mereka.”

Sesungguhnya, bilamana tangan Allah diangkat untuk melepaskan umat-Nya, orang-orang jahat itu tidak akan melihatnya. Tetapi sesudah orang-orang benar itu dilepaskan, maka orang-orang jahat itu akan melihat dengan jelas serta dengan cemburu, namun hal itu akan membawa malu kepada mereka dan sudah sangat terlambat untuk berbuat sesuatu yang baik bagi mereka. Bahkan kini sementara “hujan akhir itu” sedang turun, orang-orang yang merasa dirinya benar yang menyangka bahwa dirinya tidak memerlukan apa-apa lagi, mereka akan berlari meninggalkannya atau pun mereka akan menarik jas hujannya untuk menutupi kepala-kepala mereka. Walaupun demikian, para pencari kebenaran akan keluar di alam terbuka. 19 Dengan demikian mereka akan belajar untuk mengatakan --

“Ya Tuhan, Engkau akan mengukuhkan perdamaian bagi kami : karena Engkau juga yang telah melakukan segala peker-jaan kami di dalam diri kami.”

Ini dapat diucapkan hanya oleh mereka yang telah membiarkan Tuhan melaksanakan sendiri pekerjaan-Nya di dalam hati mereka, sehingga mereka dapat memuji-muji Dia :

“Ya Tuhan Allah kami, tuan-tuan lainnya selain daripada Engkau telah memerintah atas kami: tetapi hanya pada-Mu saja kami akan di sebut oleh nama-Mu. Mereka te-lah mati, mereka tidak akan hidup lagi; mereka telah menjadi mayat, maka mere-ka tidak akan bangkit lagi : oleh karena-nya Engkau telah datang dan membinasa-kan mereka, dan telah membuat semua kenangannya binasa. Engkau telah mem-20 perbanyakkan bangsa ini, Ya Tuhan, Engkau sudah memperbanyakkan bangsa ini : Engkaulah yang dimuliakan : Engkau telah memindahkannya jauh sampai kepada segala hujung bumi. Tuhan, pada masa kepicikan mereka telah datang kepada-Mu, mereka telah mencurahkan suatu doa pada masa pengajaran-Mu ber-laku atas mereka.”

Ayat-ayat ini menyatakan bahwa Israel yang dijanjikan itu, bukanlah orang-orang Yahudi yang tidak beriman, yang telah dipertambahkan jumlahnya semenjak mereka dipindahkan dari negeri mereka, semenjak mereka dicerai-beraikan ke segala hujung bumi. Sementara pengajaran ini (diusir keluar dari negeri mereka) masih tetap berlaku atas mereka, maka mereka mencurahkan doanya dan mengatakan :

“Seperti seorang perempuan yang me-ngandung, apabila hampir waktunya untuk melahirkan, dalam kesakitan, dan berteriak dalam sakitnya; demikianlah 21 hal kamipun di pemandangan mata-Mu, Ya Tuhan. Kami pun telah mengandung, kami pun telah kesakitan, kami seolah-olah sedang akan melahirkan angin; kami tidak membawakan sesuatu kelepasan di bumi, juga tidak ada penduduk bumi yang jatuh.”

9

Di sini ditunjukkan bahwa mata dari orang-orang yang bertobat kelak akan dicelekkan; mereka akan melihat dirinya sendiri seperti halnya Allah melihat mereka, dan mengakui bahwa mereka semenjak semula telah gagal segala usahanya, bahwa mereka telah kesakitan akan beranak, mereka telah kesakitan, tetapi hanya melahirkan “angin”, demikianlah misalnya, sementara sebaliknya orangorang yang tidak bertobat mengira bahwa mereka adalah kaya dan sedang bertambah-tambah kekayaannya, dan sedang melakukan pekerjaan besar, sehingga tidak lagi memerlukan apapun.

Ya, sidang kini boleh saja merasa sombong oleh karena semua yang telah dica- 22 painya, oleh karena besar jumlah keanggotaannya, tetapi sebentar lagi ia juga akan menemukan, bahwa ia telah gagal untuk menyelesaikan tugasnya, bahwa dunia masih terus membinasakan bumi, bahwa semua anggotanya adalah tidak terjamin selamatnya dan bahwa gantinya dia yang sedang membawakan keselamatan, ia malahan tidak membawa apa-apa selain “angin.”

“Di dalam penyaringan besar itu yang segera akan jadi, kita hendaknya lebih mampu untuk mengukur kekuatan Israel. Tanda-tanda menunjukkan, bahwa masa itu telah dekat apabila Tuhan akan menyatakan bahwa kipas-Nya berada dalam tangan-Nya, maka Ia akan mem- bersihkan keseluruhan lantai-Nya.” – Testimonies, vol. 5, p. 80.

“Segala orangmu yang sudah mati akan hidup, bersama-sama dengan mayat-Ku mereka semuanya akan bangkit. Bangkit-lah dan bernyanyilah, hai kamu yang ber-23 diam di dalam abu : karena embunmu seperti embun pada sayur-sayuran, maka bumi akan mengeluarkan semua orang mati.”

Tidak saja orang-orang hidup, melainkan juga orang-orang yang sudah mati akan dikumpulkan ke dalam “kota benteng yang kokoh” itu. Kita sudah mendengar bagaimana Tuhan telah mengundang kita semua, dengan kata-kata-Nya :

“Marilah, hai umat-Ku, masuklah kamu ke dalam bilik-bilikmu, lalu tutuplah se-gala pintumu pada sekelilingmu : sem-bunyikanlah dirimu barang sesaat jua, sampai berlalu segala murka itu.”

10

Undangan ini menunjukkan bahwa kita sedang mendekati masa kesusahan itu dan bahwa Allah ingin sekali agar kita berada di bawah perlindungan. Orangorang yang bijaksana akan mendengar Dia dan mereka akan menerima bilik-bilik itu, yaitu perlindungan yang disediakan-Nya 24 bagi mereka.

“Karena, lihatlah, bahwa Tuhan keluar dari tempat-Nya untuk menghukum se-gala penduduk bumi karena segala ke-jahatan mereka : maka bumi pun akan menyatakan darahnya, dan bumi tidak akan lagi menutupi segala orang yang terbunuh.”

Semua kebenaran ini yang kini disajikan Allah ke hadapan perhatian kita, menunjukkan kepada satu perkara : Bahwa hari Tuhan yang besar dan hebat itu sudah dekat, bahwa Ia akan segera menyatakan kekuasaan-Nya dan mengguncangkan bumi sehingga setiap perkara yang tidak dapat diguncangkan boleh bertahan. Tidakkah anda bergembira, saudara, saudari, bahwa Allah akan memberikan kepadamu kesempatan pertama untuk siap menghadapi hari Allah itu, untuk berpegang teguh kepada Kebenaran-Nya yang senantiasa bertambah itu?

25

Naskah Untuk Berdoa

Bagaimana Mendapatkan Pengetahuan

Yang Tidak Akan Binasa

Saya akan membaca dari buku “Christ’s Object Lessons, dimulai pada halaman 41, paragraf tiga --

“Oleh berbalik dari firman Allah un- tuk selanjutnya memberi makan dengan tulisan-tulisan orang-orang yang tidak di- ilhami, maka pikiran akan menjadi kerdil dan hina... Pengertian akan menyesuaikan dirinya untuk membandingkan segala per- kara dengan mana ia itu telah diketahui dengan baik, maka dalam perkara-perkara yang dalam kepada perkara-perkara yang terbatas pengertian akan menjadi lemah, kemampuannya akan menyusut, dan se- sudah sesuatu waktu ia akan menjadi tak mampu untuk berkembang. Semua ini adalah pendidikan yang palsu. Tugas dari setiap guru hendaklah memperteguhkan 26 pikiran anak-anak muda pada kebenaran- kebenaran besar dari firman yang diilhami. Inilah pendidikan yang terpenting bagi kehidupan ini serta untuk kehidupan yang akan datang. Dan janganlah hendaknya dikira bahwa ini akan menghalangi pe- nyelidikan terhadap ilmu-ilmu pengeta- huan, ataupun akan menyebabkan rendah- nya sesuatu standar dalam pendidikan. Pengetahuan akan Allah adalah sama tingginya dengan langit dan sama luasnya dengan alam semesta.... Hendaklah orang- orang muda berusaha berpegang kepada kebenaran-kebenaran pemberian Allah ini, maka pikiran mereka akan berkembang dan bertumbuh kuat di dalam segala usa- ha. Ia akan membawa setiap pelajar yang setia melaksanakan firman itu ke dalam suatu lapangan pemikiran yang lebih luas, dan mengumpulkan kepadanya suatu kekayaan pengetahuan yang tidak akan binasa..... Pendidikan yang sedemikian akan mengembalikan peta Allah ke dalam jiwa.”

27

Alangkah pentingnya pelajaran ini yang bukan saja bagi orang-orang muda melainkan juga bagi orang-orang dewasa! Marilah kita berdoa agar dapat kiranya kita menginsyafi betapa pentingnya mempelajari Kebenaran yang diilhami; agar dapat kita menyadari bahwa itu tidak akan menghapuskan penyelidikan ilmiah yang sebenarnya; bahwa mendalami kehidupan kita kepada firman Allah ialah memperoleh suatu perbendaharaan hikmat yang besar; bahwa yang sedemikian ini adalah pengembalian peta Allah di dalam jiwa.

* * *

12

28

PERCABULAN MENGHILANG
KARENA SANGGAHAN
ANAK-ANAK PEMBANGUNAN
DAN REFORMASI MENANG

Oleh :
Victor T. Houteff
Pendeta Persekutuan Davidian
Masehi Advent Hari Ketujuh
Sabat, 13 September 1947
Kapel Gunung Karmel, Waco, Texas

Pokok masalah kita terdapat di dalam pasal pertama dan kedua dari buku Hosea. Kita akan memulai dengan --

“Permulaan dari firman Tuhan yang di-sampaikan oleh Hosea. Maka firman Tuhan kepada Hosea, Pergilah engkau, ambillah akan dirimu seorang isteri dari 29 perempuan-perempuan sundal dan anak-anak sundal : karena negeri itu sangat ber-buat zinah, dan berpaling dari Tuhan.”

Kita segera melihat bahwa isteri ini serta anak-anak ini adalah melambangkan umat Allah yang berpaling dari Dia, dan bahwa perbuatan kejahatan yang sedemikian, disebut-Nya sundal.

“Demikian pergilah ia diambilnya akan Gomer anak perempuan Diblaim; maka mengandunglah perempuan itu, lalu me-lahirkan baginya seorang anak laki-laki. Maka firman Tuhan kepadanya, namailah akan dia Jizriel, karena sedikit waktu lagi, Aku akan membalas darah Jizriel ke atas isi rumah Yehu, dan Aku akan mem-berhentikan kerajaan Israel.”

Alasan Allah untuk memberi nama kepada anak laki-laki pertama khayal Hosea yang sedemikian itu, adalah untuk menunjukkan bahwa dalam sedikit waktu lagi Ia akan membalas darah Jizriel ke atas isi ru- 30 mah Yehu, yang pada waktu itu adalah raja Israel. Kemudian Tuhan menyatakan :

“Maka akan jadi pada hari itu, bahwa Aku akan mematahkan busur Israel di dalam lembah Jizriel.”

Mematahkan busur akan berarti mematahkan kekuatan militer dari bangsa itu. Sejarah dari kata-kata ini tercatat dalam buku 2 Raja-raja pasal 10 dan 11.

“Kemudian mengandunglah lagi perem-puan itu lalu melahirkan seorang anak perempuan. Dan Firman Tuhan kepada-nya : namailah akan dia, Lo-ruhamah : karena Aku tidak akan lagi mengasihani isi rumah Israel; tetapi Aku akan meng-halau mereka seluruhnya.”

Nama anak ini adalah menunjukkan kebinasaan lengkap terhadap isi rumah Israel, yaitu kerajaan sepuluh suku itu. Kebinasaan ini, sebagaimana kita ketahui, 31 telah dilakukan oleh raja Assiria, yang telah mencerai-beraikan bangsa itu ke segala negeri bangsa Mede. Sejarah dari peristiwa ini terdapat di dalam 2 Raja-raja 18 : 11 : “Maka raja Assiria membawa pergi bangsa Israel dengan tertawan ke Assiria, lalu ditempatkannya mereka itu di Halah dan di Habor di tepi sungai Gozan, dan di dalam negeri-negeri bangsa Mede.”

Tetapi Aku akan mengasihani isi rumah Yehuda, maka Aku akan menyelamatkan mereka oleh Tuhan Allah mereka itu, dan tiada Aku menyelamatkan mereka itu oleh busur, atau pun oleh pedang, atau pun oleh peperangan, atau pun oleh kuda, atau pun oleh orang-orang pengendara kuda.”

Tuhan berjanji untuk memelihara isi rumah Yehuda dari serbuan raja Assiria. Sejarah dari peristiwa ini tercatat di dalam 2 Raja- raja 19 : 35 : “Maka terjadi pada malam hari itu, bahwa keluarlah malaikat Tuhan, lalu dipalunya di dalam kemah-32 kemah orang-orang Assiria itu seratus de-lapan puluh lima ribu orang : maka pada waktu mereka bangun pagi-pagi sekali, bahwasanya mereka semuanya telah menjadi mayat.”

14

“Kini apabila sesudah disapihnya Lo-ru-hamah, mengandunglah kembali perem-puan itu lalu, melahirkanlah ia seorang anak laki-laki. Lalu firman Tuhan, namai-lah akan dia Lo-Ammi : karena kamu ini bukanlah umat-Ku, maka Aku tidak mau menjadi Allahmu.”

Nama dari anak yang ketiga adalah menunjukkan bahwa walaupun Israel dan Yehuda adalah umat pilihan Allah, namun hari itu sedang mendekat dengan cepatnya dalam mana mereka kelak tidak lagi disebut umat-Nya. Kegenapan dari tahap nubuatan ini akan membawa kita kepada sejarah Kristen.

“Namun demikian bilangan bani Israel 33 akan kelak bagaikan pasir di laut, yang tidak dapat diukur atau pun dihitung ba-nyaknya; maka akan jadi kelak, bahwa di tempat di mana pernah dikatakan kepada mereka, Kamu bukanlah umat-Ku, disanalah akan dikatakan kepada mereka, Kamulah anak-anak laki-laki dari Allah yang hidup.”

Walaupun malapetaka-malapetaka akan menguasai bani Israel, namun mereka akan menjadi sangat banyak jumlahnya. Dan bilamana mereka telah diperlipat-gandakan jumlahnya sedemikian, maka mereka akan kembali disebut putera-putera Allah. Dan demikian itulah kita saksikan di sini suatu nubuatan dari hal pendurhakaan umat Allah serta penolakan Allah terhadap mereka, sebagaimana juga pertobatan mereka lalu penerimaan kembali mereka oleh-Nya.

Marilah kita sejenak di sini membicarakan gelar-gelar daripada “Yehuda” dan “Israel.” Apabila dibaca secara tidak mendalam gelar-gelar ini secara semestinya 34 akan salah diartikan lalu dimaksudkan kepada ciri-ciri orang-orang Yahudi. Tetapi kita hendaknya tidak menjadi pembacapembaca maupun pemikir-pemikir yang dangkal. Kita hendaknya menjadi pelajarpelajar Alkitab yang mendalam. Sekarang, setiap orang mengetahui bahwa orangorang Yahudi yang dikenal di waktu ini hanyalah sejumlah kecil saja -- tentunya tidak sebanyak bagaikan pasir di laut. Oleh karena itu, orang-orang Israel yang tak terhitung jumlahnya itu, tidak mungkin di maksudkan kepada orang-orang Yahudi tak beriman yang ada sekarang. Lagi pula, orang-orang Yahudi yang ada sekarang 15 itu bukanlah turunan yang berasal dari kerajaan sepuluh suku, melainkan dari kerajaan dua suku itu. Lalu siapakah umat yang banyak ini yang dimaksudkan di dalam nubuatan Hosea?

Kita seharusnya tidak melewati kenyataan, bahwa Injil Kristus telah membagi isi rumah Yehuda menjadi dua golongan, masing-masing -- Yahudi dan Kristen, sehingga sidang Kristen untuk kira-kira em- 35 pat tahun lamanya sesudah kebangkitan Kristus praktis terdiri dari hanya orangorang Yahudi. Jelaslah, pada waktu itu, orang-orang Kristen yang asli adalah orang-orang yang berdarah Yahudi, -sidang Kristen hanya merupakan suatu cabang dari sidang Yahudi, tetapi mereka berikut semua keturunan mereka, selama bertahun-tahun lamanya, telah kehilangan ciri-ciri kebangsaannya. Juga, selama itu, keturunan-keturunan baik dari Israel maupun dari Yehuda sepanjang tahuntahun perhambaan mereka telah kehilangan ciri-ciri mereka sebagaimana halnya orang-orang Yahudi yang telah memeluk agama Kristen, sesuai dengan kata-kata nubuatan harus juga dilipat-gandakan jumlahnya dengan besar sekali. Jelaslah, pada waktu itu, banyak yang telah diambil sebagai orang-orang Kafir adalah hanya keturunan-keturunan yang tak dikenal dari Yehuda kuno, Israel kuno dan orangorang Kristen Yahudi. Sidang Kristen itu sendiri, sebagaimana kita saksikan, adalah suatu sidang Kristen -- Yahudi.

36

Keturunan-keturunan dari Yakub ini, yang telah berasimilasi dengan bangsabangsa Kafir oleh karenanya, akan kelak diperlipat-gandakan bagaikan pasir di pantai laut. Mereka adalah orang-orang yang, sesudah menjadi Kristen, akan kembali disebut putera-putera Allah yang hidup.

Dari mereka yang pertama sekali menganut iman Kristen, rasul Petrus berbicara sebagai berikut : “Yang di masa lalu adalah bukan umat, tetapi adalah kini umat Allah : yang sebelumnya tidak mem-peroleh kasihan, tetapi kini memperoleh kasihan.” 1 Petrus 2 : 10.

Kemudian rasul Yohanes, mengatakan: “Tetapi seberapa banyak orang yang me-nerima Dia, kepada mereka itulah diberi-Nya hak untuk menjadi anak-anak Allah, 16 yaitu kepada segala orang yang percaya akan nama-Nya.” Yohanes 1 : 12.

Kini kita saksikan bahwa nubuatan Hosea pasal 1 memulai dengan isi rumah Israel dan isi rumah Yehuda, lalu membawa 37 kita selanjutnya sepanjang masa sejarah sampai kepada sejarah Kristen. Untuk penerangan terhadap sidang di dalam sejarah Kristen, maka kita kembali kepada --

“Pada waktu itu kelak segala bani Israel dan segala bani Yehuda berhimpun bersa-ma-sama, lalu diangkatnya seorang peng-hulu atasnya, maka mereka akan datang keluar dari dalam negeri : karena kelak besarlah hari Jizriel itu.”

Demikianlah, Firman Allah, dengan tegas menyatakan bahwa rakyat dari kerajaan-kerajaan yang telah terpecah belah itu -- Yehuda dan Israel -- sebagian umat Kristen, bersama-sama dengan orangorang Kafir yang telah bergabung dengan mereka, akan kelak berhimpun bersamasama lalu mengangkat bagi dirinya seorang raja.

Dalam suatu lambang yang sama, kepada nabi itu telah dikatakan bahwa sesudah beberapa hari di dalam pengembaraan dan kegelapan, “kemudian kelak bani 38 Israel kembali, lalu mencari akan Tuhan Allahnya dan Daud rajanya (ternyata Daud adalah “seorang penghulu” yang mereka angkat), maka mereka kelak takut akan Tuhan serta akan kebaikan-Nya di hari-hari terkemudian.” Hosea 3 : 5.

Selanjutnya bersama-sama dengan gambaran keluarga yang sama ini, lalu menunjuk kepada sejarah Kristen, maka Tuhan berfirman :

“Katakanlah olehmu kepada saudara-sau-daramu laki-laki, Ammi; dan kepada sau-dara-saudaramu perempuan, Ruhamah.”

Di sini kita saksikan, bahwa namanama dari kedua anak itu yang terdapat pada pasal 1 kembali disebut, tetapi dua huruf pertama dari setiap nama itu telah dihilangkan : Lo-ruhamah telah menjadi Ruhamah, dan Lo-Ammi telah menjadi 17 Ammi. Kini kenyataannya bahwa mereka ini adalah saudara-saudara laki-laki dan perempuan dari Jizriel, membuktikan kebenaran bahwa dia yang disuruh Tuhan 39 untuk berbicara kepada mereka, adalah Jizriel, yaitu yang tertua dari ketiga anak itu. Ialah yang akan menyampaikan pesan itu kepada saudara-saudaranya, Ammi dan Ruhamah.

Sekarang, dari hal apakah semuanya itu? -- Ini tidak akan terlalu sukar untuk dimengerti. Dia kepada siapa Allah berbicara, yaitu Jizriel, adalah melambangkan seorang nabi. Saudara-saudaranya lakilaki dan perempuan, Ammi dan Ruhamah, hanya dapat melambangkan anggota-anggota sidang baik laki-laki maupun perempuan. Sesungguhnya Jizriellah yang harus menyampaikan pesan pekabaran Allah kepada mereka. Dan inilah pekabaran itu :

“Mohonkanlah kepada ibumu, mohon-kanlah: sebab ia bukanlah isteri-Ku, Aku-pun bukanlah suaminya: olehnya itu hendaklah ia meninggalkan segala per-sundalannya dan segala perzinahan dari antara kedua buah dadanya.”

Kenyataan bahwa Allah sendiri telah 40 memanggilkan isteri dari khayal nabi Hosea itu sebagai isteri-Nya, menunjukkan bahwa ia adalah melambangkan sidang, bahwa Hosea melambangkan Allah, dan bahwa sementara Jizriel melambangkan jurukabar Allah, maka Ammi dan Ruhamah tentunya melambangkan anggotaanggota sidang. Pada masa kanak-kanak (Hosea 1) mereka adalah melambangkan sidang Wasiat Lama, yaitu orang-orang Ibrani, tetapi pada masa mudanya, nama mereka berubah (Hosea 2), maka mereka melambangkan sidang Wasiat Baru, yaitu orang-orang Kristen.

Kini bahwa para anggota sidang, oleh mematuhi perintah Allah melalui seorang nabi akan bermohon kepada sidang, maka oleh karenanya diserukan di sini reformasi itu yang ditunjang oleh Ilham dan dibawakan oleh para anggota. Ini adalah pembangunan dan reformasi yang sudah lama dirindukan bagi umat Laodikea, maka kemudian suatu pergerakan anggota-anggota biasa akan bangkit terdorong oleh Roh Nubuatan.

41

Dari nubuatan ini, saudara saksikan, bahwa oleh Allah sendiri Organisasi telah dituduh dengan kata-kata “persundalan”, oleh karena memiliki hubungan-hubungan tidak sah dengan dunia. Percabulan inilah yang ia harus tinggalkan jika ia mau memperoleh hubungan baik dengan Allah.

Dapatlah saudara pahami, ini bukanlah kata-kata manusia, melainkan firman Allah sendiri. Maka tidakkah kita berterima kasih bahwa Ia sedang melakukan apa saja yang dapat dilakukan-Nya demi untuk menyelamatkan kita? Sidang harus bertobat, demikianlah firman Tuhan :

“Jika tidak Aku akan menelanjangi dia, lalu Kutaruh akan dia bagaikan pada masa ia dilahirkan, dan Kulakukan dia bagaikan suatu padang belantara, dan Kutaruh akan dia bagaikan suatu tanah yang kering, dan Kupalu akan dia dengan kehausan.”

Organisasi sering membanggakan diri karena keuntungannya dalam jumlah ke- 42 anggotaan (anak-anak), tetapi Allah menuduh bahwa orang-orang yang berhasil dibawanya masuk itu adalah anak-anak persundalan! Dan bagaimanakah hal itu dapat menjadi sebaliknya jika sidang sendiri didapati berkhianat bersama-sama dengan dunia? Apa pula yang akan jadi dengan orang-orang yang ditobatkannya? Apakah yang dapat membebaskan mereka dari pengaruh-pengaruh keduniawian, jika ia (pendeta) sendiri telah ternoda dengan berbagai tindak perbuatan dunia? Sesungguhnya orang-orang yang berhasil ditobatkannya itu tak mungkin bisa menjadi anak-anak yang sah.

“Karena ibu mereka telah melacur diri: dia yang telah melahirkan mereka itu telah berbuat malu : karena katanya, Aku hendak pergi mengikuti segala kekasih-kekasihku yang memberikan rotiku dan airku, yang memberikan bulu dombaku, kain khasahku, minyakku dan minuman-

43

Sidang telah pergi mengikuti dunia sebab ia telah keliru mengira bahwa bantuannya datang dari orang-orang dunia, dari “kekasih-kekasih”nya.

19

“Oleh karena itu, lihatlah, Aku akan memagari jalanmu dengan duri, dan Aku akan membuat sebuah tembok, sehingga tiada ia akan menemui segala jalannya.”

Di sini kita saksikan bahwa rencanarencana sidang, tetapi bahwa Allah jua yang menentukan; segala rencananya tidak akan dapat terlaksana sesuai dengan yang diharapkan -- dia akan kehilangan jalannya bagaikan sebuah kapal yang tanpa peta ataupun kompas terombang-ambing di lautan bebas.

”Maka dia akan mengikuti segala keka-sihnya, tetapi tiada ia akan berhasil men-dapatkan mereka; dan ia akan mencari mereka, tetapi ia tidak akan berhasil menjumpai mereka : pada masa itulah ia 44 akan mengatakan, Aku hendak pergi dan kembali kepada suamiku yang pertama, karena dahulu adalah lebih baik bagiku daripada sekarang ini.”

Kembali kita saksikan bahwa berbagai cobaan dan situasi adalah untuk kebaikan kita, karena demikianlah sidang dihantarkan kepada pengertian-pengertiannya yang benar.

“Karena tidak diketahuinya bahwa Aku telah memberikan dia gandum, air anggur dan minyak, dan telah kulipat-gandakan emas dan peraknya yang sudah diper-sembahkannya kepada Baal. Olehnya itu Aku akan kembali, dan akan Kulalukan gandum-Ku pada masanya, dan air ang-gur-Ku pada musimnya, dan Aku akan mengambil kembali bulu domba-Ku dan kain khasah-Ku yang pernah diberikan untuk menutupi ketelanjangannya. Maka sekarang Aku hendak membukakan se-gala persundalannya di hadapan mata segala kekasihnya, maka tak seorangpun 45 yang akan melepaskan dia dari tangan-Ku. Aku juga akan mengakhiri semua kegembiraannya, segala hari-hari pera-yaannya, segala bulan barunya, dan segala Sabatnya, dan semua perayaan-perayaannya yang hikmah meriah. Maka Aku akan membinasakan segala pokok anggurnya dan segala pokok aranya, dengan mana ia telah mengatakan, Semua ini adalah upahku yang telah diberikan kepadaku oleh segala kekasihku : maka Aku akan menjadikannya sebuah hutan, maka segala binatang di padang akan memakannya.”

Dari ayat-ayat ini kita saksikan bahwa adalah oleh berpaling yang sedemikian dari Allah telah menyebabkan sidang dalam permulaan sejarah Kristen yang lalu telah kehilangan jalannya serta semua harta miliknya, berikut pula semua hari-

20 hari perayaannya, bulan-bulan barunya, segala Sabatnya, dan semua perayaan-perayaannya yang hikmah meriah.

Ini secara tepatnya telah jadi pada wak- 46 tu ‘’Masa Kegelapan’’ agama dimulai. Kepausan dengan siapa sidang telah jatuh tertawan pada waktu itu tidak lagi dapat dipersalahkan karena masuknya sidang dalam zaman kegelapan sama seperti halnya bangsa Kasdim yang telah membinasakan Yehuda berikut kaabahnya di masa lalu. Kesalahan yang sebenarnya jatuh atas sidang itu sendiri. Dan ini hendaknya menjadi suatu pelajaran yang abadi bagi masing-masing kita, agar supaya kita hendaknya tidak lagi menjalin hubungan yang tidak sah dengan dunia, dan supaya kita tidak lagi berpaling daripada Tuhan.

Sekarang marilah kita membaca pengalaman-pengalaman lain apakah yang akan dilewati oleh sidang :

“Maka Aku akan mengunjungi dia pada hari Baalim, dimana siapa ia telah membakar dupa baginya, dan ia telah mempersiapkan dirinya dengan anting-anting serta dengan perhiasan-perhiasan-nya, dan ia telah pergi mengikuti segala 47 kekasihnya, lalu melupakan Aku, demi-kianlah firman Tuhan. Oleh karena itu, bahwasanya Aku akan membujuk dia, dan membawa akan dia ke dalam padang belantara, dan berbicara dengan santai kepadanya di sana.”

Perhatikanlah bahwa Tuhan mengunjungi sidang bukanlah pada waktu ia berada dalam keadaan kerohanian yang baik bersama Dia, melainkan pada waktu ia berada dalam penyembahan berhala yang sangat dalam. Bahwasanya, Ia tidak mungkin mengunjunginya pada suatu kesempatan yang lebih baik, sebab hanya apabila ia berada dalam kegelapan yang sangat adalah mungkin baginya untuk melihat terang. Dan keadaannya, sebagaimana saudara ketahui, tidak akan pernah menjadi baik jika tidak Ia datang kepadanya. Sedemikian inilah pernah jadi di masa Yohanes Pembaptis, juga pada waktu tibanya reformasi Protestan, dan demikian pula halnya sekarang. Allah mengetahui bagaimana caranya untuk menyelamatkan. 48 Usaha penyelamatan adalah perhatian- Nya yang utama.

“Allah mempersyaratkan beberapa per- kara tertentu dari umat-Nya; jika mereka mengatakan, saya tidak mau menyerah- 21 kan hatiku untuk melakukan perkara ini, maka Tuhan akan membiarkan mereka berjalan terus mengikuti keputusannya yang disangka bijaksana itu tanpa hik- mah kebijaksanaan surga, sampai kelak firman ini (Yesaya 28 : 13) digenapi. Engkau supaya tidak mengatakan, saya hendak mengikuti bimbingan Tuhan sampai kepa- da sesuatu titik tertentu selama itu masih sesuai dengan pikiran saya, lalu kemudian berpegang teguh kepada pendapat-penda- patmu sendiri, sambil terus menolak untuk diatur sama dengan kehendak Tuhan. Biar- lah pertanyaan yang ditanyakan, apakah ini kehendak Tuhan? Tidak, apakah ini pendapat atau keputusan dari______?” – Testimonies to Ministers, p. 419.

Dan apakah janji Allah kini bagi sidang- Nya? 49 “Maka Aku akan memberikan kepadanya segala kebun anggurnya kemudian, dan lembah Akhor pun bagi sebuah pintu pengharapan : maka ia akan menyanyi di sana, seperti pada hari-hari masa mu-danya, dan seperti pada hari sewaktu ia keluar dari negeri Mesir.”

Sebagai hasil dari pengembalian kebunkebun anggurnya, dan juga dari pemberian lembah Akhor itu kepadanya bagi suatu pintu pengharapan, maka sidang akan menyanyi-nyanyi seperti di hari-hari masa mudanya, seperti pada waktu ia keluar dari Mesir lalu berdiam di Tanah Perjanjian itu. Apakah yang dapat terjadi dengan kebun anggurnya kalau bukan itu adalah negerinya sendiri? Dan jika lembah Akhor merupakan sebuah pintu pengharapan baginya, maka bagaimana mungkin itu jadi kalau bukan seperti apa yang terjadi di masa Yosua dahulu -- penyingkiran Akhan-Akhan yang ada pada waktu ini dari tengah-tengahnya (Hosea 2 : 15)? Sesungguhnya, inilah satu-satunya harapan 50 baginya -- kenyataannya, bahkan lebih lagi daripada yang terjadi pada waktu kekalahan Israel di kota Ai, pintu gerbang ke Tanah Perjanjian itu.

“Kelas orang-orang yang tidak merasa sedih atas kemerosotan kerohanian mere- ka, ataupun menangis terhadap dosa-dosa orang-orang lain, kelak akan tertinggal tanpa meterai Allah. Tuhan menugaskan utusan-utusan-Nya, yaitu orang-orang de- ngan senjata-senjata yang membinasakan 22 di dalam tangan mereka : ‘Pergilah kamu mengikuti dia melalui kota itu, lalu bunuh- lah; janganlah matamu melewati, atau pun menaruh sayang; bunuhlah semuanya baik tua maupun muda, baik gadis maupun anak-anak kecil, dan perempuan-perem- puan; tetapi janganlah kamu mendekati setiap orang pada siapa terdapat tanda itu; dan mulailah di tempat kesucian- Ku. Kemudian mulailah mereka terhadap segala orang bangsawan yang berada di hadapan rumah itu.’

“Di sini kita saksikan bahwa sidang, -- tempat kesucian Tuhan – adalah pertama 51 sekali akan merasakan pukulan dari murka Allah. Orang-orang bangsawan, yaitu mereka kepada siapa Allah telah memberikan terang besar, dan yang telah berdiri sebagai pengawal-pengawal kepen- tingan kerohanian dari umat, telah meng- khianati kepercayaan yang diberikan mereka. Mereka telah mengambil tempat bahwa kita tidak perlu lagi mengharapkan keajaiban serta manifestasi-manifestasi nyata dari kuasa Allah seperti halnya di masa lalu. Zaman telah berubah. Kata-kata ini malahan menguatkan ketidakpercaya- an mereka, lalu mereka katakan, Tuhan ti- dak akan melakukan kebaikan, juga tidak akan Ia melakukan yang jahat. Ia ada- lah maha pengampun untuk mengunjungi umat-Nya pada masa pehukuman. Demi- kianlah damai dan sejahtera adalah teria- kan dari orang-orang yang tidak pernah lagi mengangkat suaranya bagaikan te- rompet untuk menunjukkan kepada umat Allah segala pelanggaran mereka dan isi rumah Yakub segala dosanya. Anjing-an- jing yang bisu ini, yang tidak mau menya- 52 lak adalah orang-orang yang merasakan pembalasan adil dari pehukuman Allah. Laki-laki, perempuan, dan anak-anak kecil, semuanya binasa bersama-sama.” Testimonies, vol. 5, p. 211.

“Maka akan jadi pada hari itu, demikian-lah firman Tuhan, bahwa engkau akan memanggil akan Daku Ishi; dan tiada lagi engkau memanggil akan Daku Baali.”

Demikianlah bahwa setelah orangorang munafik dan orang-orang berdosa disingkirkan keluar, maka sidang tidak akan lagi memanggil akan Juruselamat Baali (Tuhan), melainkan ia akan memanggil- Nya Ishi (Suami). Pengertiannya adalah bahwa pada waktu itu Ia akan betul-betul menjadi suaminya, sebaliknya sekarang Ia baginya seolah-olah hanya merupakan seorang yang mulia saja.

“Maka pada masa itu Aku akan membuat suatu perjanjian bagi mereka dengan bi-53 natang-binatang di padang, dan dengan burung-burung di udara, dan dengan segala binatang yang melata di atas bumi : dan Aku akan memecahkan busur dan pedang dan perang dari atas bumi, dan Aku akan memberikan mereka berbaring selamat sentosa.”

Di sinilah perdamaian, satu-satunya perdamaian yang orang dapat memperolehnya di waktu ini jika ia sangat merindukannya. Inilah perdamaian yang berlimpah ruah dengan selamat sentosa. Orang-orang suci, setelah orang-orang berdosa disingkirkan dari antaranya, tidak perlu lagi takut terhadap binatang-binatang buas, burung-burung atau pun binatang-binatang yang melata di atas bumi, begitu juga takut terhadap senjata-senjata perang atau pun pedang; mereka akan berbaring dengan tenang karena tidak ada sesuatupun yang akan menyakiti mereka, sebab Dia “Yang kipas-Nya berada di dalam tangan-Nya itu, ...kelak akan mem-bersihkan seluruh lantai-Nya, dan akan mengumpulkan gandum-Nya ke dalam 54 lumbung; tetapi Ia akan membakar sekam dengan api yang tak terpadamkan.”

“Maka Aku akan bertunangan dengan dikau untuk selama-lamanya; Ya, Aku akan bertunangan dengan dikau dalam kebenaran, dan dalam keadilan, dan da-lam kasih sayang, dan dalam segala ke-murahan. Aku bahkan akan bertunang-an dengan dikau dalam kesetiaan : maka engkau akan mengenal Tuhan. Maka akan jadi pada hari itu, bahwa Aku akan mendengar, demikianlah firman Tuhan, Aku akan mendengar akan segala langit, dan mereka akan mendengar akan bumi.”

Dalam perkataan bahwa Tuhan akan mendengar segala langit, dan segala langit akan mendengar bumi, Ilham sesungguhnya mengatakan bahwa apabila segala perkara ini jadi di bumi, maka Tuhan akan kelak berada di tengah-tengah umat-Nya, sehingga Ia akan berbicara dari bumi dan semua pengikut-Nya di dalam surga akan 55 mendengarkan Dia.

“Dan bumi akan mendengarkan gandum, dan air anggur dan minyak; maka mereka

24 akan mendengarkan Jizriel.”

Mendengar akan gandum, air anggur dan minyak ialah mendengarkan mereka berbicara, oleh karena gandum, air anggur dan minyak yang sebenarnya tak mungkin dapat berbicara, maka mereka harus merupakan lambang dari makanan dan minuman rohaniah -- yaitu lambang dari pekabaran besar di dalam hari Tuhan yang besar dan mengerikan itu. Dan oleh kenyataan bahwa umat di bumi kelak akan mendengar kepada Jizriel, yaitu jurukabar Allah, maka jelaslah bahwa panggilan, “Keluarlah daripadanya, hai umat-Ku, supaya kamu tidak terbabit dengan segala dosanya, dan supaya tidak kamu menerima segala belanya” (Wahyu 18 : 4) kelak akan menyelesaikan tugasnya yang telah ditentukan. Orang-orang yang akan keluar itu akan pergi ke tempat aman 56 sentosa yang telah disebut di depan. Dan mereka yang tidak mau mendengar akan Jizriel akan binasa seperti halnya orangorang Yahudi yang telah menolak para nabi di masa mereka dahulu.

Marilah kita kini meninjau kembali penyelidikan kita hari ini dengan mengikuti gambar grafik berikut :

Ilustrasi

Kita melihat di sini Jizriel, Lo-ruhamah, dan Lo-ammi sebagai anak-anak kecil digambarkan melambangkan kerajaan- 57 kerajaan Israel dan Yehuda dalam segala malapetakanya, secara lengkap walaupun dalam sejarah singkat dari sidang Wasiat Lama berikut umat-Nya.

Selanjutnya kita melihat, bahwa hurufhuruf ‘’Lo’’ telah dihilangkan dari namanama Ruhamah dan Ammi, menunjukkan suatu perubahan nama-nama -- Yahudi menjadi Kristen, -- yang berarti ‘‘kasihan’’ dan ‘‘umat-Ku’’ sebagai pengganti ‘‘tidak dikasihani’’ dan ‘’bukan umat-Ku.’’ Meskipun, nama Jizriel tetap sama, maka karena ia adalah melambangkan nabi-nabi Allah di dalam segala zaman, maka ini menunjukkan, bahwa mereka adalah turunan dari Yakub, dan oleh karenanya kita wajib mendengar dan mematuhi mereka.

Keluarga ini sebagai anak-anak kecil melambangkan umat dari sidang Wasiat Lama, dan sebagai orang-orang muda melambangkan sidang Wasiat Baru, menunjukkan bahwa pertumbuhan kerohanian telah jadi sedemikian rupa sepanjang masa sehingga mereka kini telah dewasa, 58 sanggup untuk memakan “makanan keras”, dan sesungguhnya untuk menjadi pejuang-pejuang reformasi bagi sidang, serta penginjil-penginjil bagi dunia.

Kita juga saksikan bahwa ibu yang sama dan ayah yang sama, bersama-sama dengan anak-anak yang sama itu, melambangkan baik sidang Wasiat Lama maupun sidang Wasiat Baru; bahwa keturunan-keturunan Yakub yang sesungguhnya adalah pohon zait yang tua itu (Roma 11 : 24), bahwa satu-satunya jalan orang-orang Kafir dapat masuk ke dalam Kerajaan ialah mereka dicangkokkan ke dalam batang pohon zait yang tua itu. Apakah Yahudi ataupun orang Kafir mereka semuanya harus menggabungkan diri kepadanya jika mereka ingin berada di dalam kerajaan itu. Ini dapat terlaksana hanya oleh kemauan dan tindakan kita sendiri di waktu ini juga sementara Roh masih berbicara dengan kita, dan sementara Tuhan masih berdiri siap untuk melakukan pekerjaan itu. Tak ada yang perlu dikecualikan. Tak ada yang 59 perlu tetap tinggal dalam kesuaman Laodikea jika tidak ia memilih yang sedemikian itu. Harapanku adalah agar supaya lebih baik memilih hidup daripada kematian.

Selanjutnya kita lihat bahwa sidang secara keseluruhannya, sebagai sebuah keluarga terdiri dari seorang ayah, seorang ibu, dan anak-anak laki-laki, dan seorang anak perempuan, bahwa ayah adalah Allah; bahwa isteri itu ialah para pendeta (orang-orang yang membawa masuk jiwajiwa baru), bahwa anak-anak adalah para anggota biasa. Kita saksikan juga bahwa sidang itu (perempuan) telah kawin dengan Tuhan pada masa mudanya, pada masa ia keluar dari Mesir; bahwa walaupun kependetaan secara keseluruhannya tidak pernah berkembang dari satu kebenaran kepada kebenaran lainnya, sidang (isteri) terus berlanjut dengan cara pergantian kepemimpinan dari waktu ke waktu secara terus-menerus. Dan kini bahwa ia berada dalam percabulan yang sangat mendalam maka nyatalah ia akan kembali diganti 60 oleh sebuah kependetaan yang baru, dan demikian ini baharulah ia akan setia kepada Bapa kita; bahwa ini akan terlaksana oleh menyingkirkan orang-orang berdosa dari tengah-tengahnya. Kemudian barulah kepadanya akan diberikan segala kebun anggurnya, dan pada masa itulah ia berikut semua anak-anaknya akan hidup di dalam damai dan sentosa.

Jelaslah, kemudian, percabulan akan betul-betul menghilang, maka pembangunan dan reformasi ini yang dibawakan oleh pergerakan anggota-anggota biasa sekarang kelak akan menyelesaikan tugasnya yang telah digariskan. Dan sedemikian itulah, saudara lihat, bahwa sebagai hasil dari sanggahan anak-anak, maka seluruh keluarga Allah kelak akan hidup dalam perdamaian dan kesentosaan yang berbahagia sampai selama-lamanya.

* * *

61

Surat dialamatkan kepada:

Universal Publishing Association

(Kantor Pusat)

Waco, Texas 76714

U S A
Universal Publishing Association

(Divisi Indonesia)

P. O. Box 6965/JAT-PK

Jakarta 13710

e-mail:

gadsdaid@yahoo.com

dikerjakan oleh:

Penerbitan 2018

62

UNIVERSAL PUBLISHING ASSOCIATION
P.O. BOX 7613
WACO, TX 76714
+1 800-729-7494
www.davidiantoday.org

Teks dikonversi dari edisi PDF. Nomor halaman sesuai dengan buku cetak.