V. T. HOUTEFF
Agar setiap orang yang berhaus akan kebenaran
dapat memperolehnya, maka buku-buku kecil ini disebarkan dengan cuma-cuma. Hanya satu permohonan yang dimintanya, yaitu setiap jiwa wajib memeriksa segala perkara dan berpegang teguh pada mana yang baik. Hanya benang-benang
untaian keemasan Eden dan tali-tali pengikat Golgota yang berwarna darah -- ikatan-ikatan yang mengikat itu yang merupakan pita pengikat buku
gratis yang kecil ini.
Kami sangat menghargai nama dan alamat anggota
MAHK yang dikirimkan.
1AMARAN
SEKARANG
Satu-Satunya Kedamaian Pikiran
Peristiwa-Peristiwa Yang Sedang Berlangsung, Situasi Palestina, Dan Berapa
Dekatkah Pemisahan Itu?
Apa Yang Akan Terjadi Selama Masa
Akhir Zaman
VICTOR T. HOUTEFF
Universal Publishing Association
P. O. Box 6965/JAT-PK, Jakarta 13710
e-mail : gadsdaid@yahoo.com
2Naskah Untuk Berdoa
Saya akan membaca dari buku Christ’s Object Lessons, dimulai pada halaman 130 dengan paragraf yang kedua :
“Pengalaman ini memberikan kepada setiap guru kebenaran kecakapan-kecaka- pan yang pantas yang akan membuatnya menjadi seorang wakil Kristus. Semangat dari ajaran Kristus akan memberikan suatu dorongan dan pengarahan bagi se- mua komunikasinya dan semua doanya. Kesaksiannya kepada Kristus tidak akan merupakan suatu kesaksian yang sempit dan mati. Pendeta tidak akan meng- khotbahkan berulang-ulang pidato-pidato yang mengecilkan hati. Pikirannya akan terbuka terhadap penerangan Roh Suci yang tetap ada.....
“Bilamana kita memakan daging Kris- tus dan minum darah-Nya, maka unsur hidup kekal itu akan ditemukan dalam pe- layanan. Tidak akan ada simpanan maka- 3 nan basi, yaitu pendapat-pendapat yang sering diulang-ulang. Khotbah, yang me- manjakan dan yang tidak menarik akan berakhir. Kebenaran-kebenaran yang lama akan dikemukakan, tetapi semua itu akan kelihatan dalam suatu terang baru. Akan ada suatu pengertian kebenaran yang ba- ru, suatu kejelasan dan suatu kemampuan yang semua orang akan melihat. Barang- siapa yang berkesempatan duduk di bawah suatu tugas pelayanan yang sedemikian ini, jika dapat dipengaruhi oleh pengaruh Roh Suci, mereka akan merasakan kuasa penggerak dari suatu hidup yang baru. Api dari kasih Allah akan dinyalakan di da- lam diri mereka. Kemampuan-kemampuan penglihatannya akan dihidupkan untuk melihat keindahan dan kebesaran dari kebenaran.”
Di sini kepada kita diceritakan bahwa kebenaran-kebenaran lama akan dikemukakan dalam hidup yang baru; juga bahwa lambang-lambang dari Alkitab akan diungkapkan. Inilah perkara penting yang kita 4 lihat sekarang dengan mata kita sendiri. Kita harus berdoa agar kiranya umat Allah dapat mampu mengenali bahwa kebenaran lama itu kini telah dikemukakan dalam sebuah terang baru, dan bahwa hidup baru sedang diberikan kepadanya.
Copyright, 1949
Hak Cipta Dijamin
V. T. HOUTEFF
2
5PERISTIWA-PERISTIWA
YANG SEDANG
BERLANGSUNG, SITUASI
PALESTINA, DAN BERAPA
DEKATKAH PEMISAHAN ITU?
Oleh :
Victor T. Houteff
Pendeta dari Persekutuan Davidian
Masehi Advent Hari Ketujuh
Sabat, 6 November 1948
Kapel Gunung Karmel, Waco, Texas
Saya telah diminta untuk memberikan suatu pelajaran mengenai peristiwa-peristiwa yang sedang berlangsung, mengenai situasi Palestina, dan mengenai pemisahan yang ditimbulkan oleh pembantaian yang diramalkan dalam khayal nabi Yehezkiel.
6Saya ingin kiranya saya dapat menceritakan kepadamu semua yang anda ingin ketahui, namun saya tidak dapat mengatakan berapa dekatnya pemisahan itu, pembersihan sidang, (Testimonies for the Church, vol. 5, p. 80) itu akan digenapi. Hanya Allah sendiri yang mengetahui masanya. Dari semuanya yang saya ketahui ialah bahwa ia itu tidak akan jadi sebelum kita mempersiapkan jalannya, sebelum tugas yang diberikan Allah kepada kita yang berhubungan dengan Yehez- kiel pasal 9 itu terlaksana. Kemudian akan jadi kelak bahwa Tuhan akan tibatiba datang kepada kaabah-Nya (sidang) lalu menyucikan bani Lewi, yaitu pihak kependetaan (Maleakhi 3 : 1 – 3). Tetapi barangsiapa yang tidak memperoleh tanda itu akan mati dibantai dengan senjatasenjata yang membinasakan dari malaikatmalaikat seperti yang dialami “anak-anak sulung” dari mereka yang tidak setia pada malam Paskah di tanah Mesir dahulu.
Tetapi bagaimanapun, saya yakin bahwa Allah tidak akan mau membiarkan kita 7 tetap bodoh mengenai segala perkara yang patut untuk diketahui oleh kita. Jika ia itu perlu bagi kita untuk diketahui mendahului masanya mengenai hari dan jam dari pembersihan sidang itu, maka tentunya kita akan diberitahu mengenai Paskah contoh saingan itu. Ya, kita akan mengetahui sedikit-dikitnya sama banyak sebelumnya seperti yang diketahui oleh Musa dari hal Paskah di masa hidupnya. Berbulan-bulan sebelumnya ia tidak tahu mengenai hari dan jam dari peristiwa-peristiwa yang akan jadi pada waktu itu, tetapi kepadanya telah diberi petunjuk mengenai kewajiban-kewajiban pribadinya maupun dari orang banyak itu dan mengenai apa yang harus ditunggu dari hari ke hari. Ia juga tidak mengetahui sebelumnya bahwa mereka akan maju menantang Laut Merah, tetapi karena awan membawa mereka ke sana, maka barulah ia diberitahu tentang apa yang harus dilakukan. Lagi pula, pada waktu mereka menyeberangi Laut itu ia tidak mengetahui bahwa mereka akan menghabiskan empat 8 puluh tahun lamanya di padang belantara ataupun bahwa orang-orang dewasa dari antara mereka itu akan binasa sementara dalam perjalanan mereka itu menuju ke Tanah Perjanjian.
Demikian pula hal itu harus berlaku pada waktu ini, sebab “segala perkara yang rahasia adalah milik Tuhan Allah kita : tetapi segala perkara yang diungkapkan itu adalah bagi kita dan bagi anak-anak kita untuk selama-lamanya, supaya dapat kita melaksanakan semua kata-kata dari hukum Torat ini.” Ulangan 29 : 29. Allah tahu bagaimana memimpin dan bagaimana menyelamatkan. Oleh sebab itu, saya tidak dapat, memberikan kepadamu terang melampaui apa yang diberitahukan oleh Ilham. Saya hanya dapat berbicara dari hal segala perkara yang sudah diungkapkan.
Peristiwa yang sedang berlangsung yang sangat menarik yang kita ketahui ialah pemilihan presiden yang hanya tinggal dua hari lagi. Seperti yang di saksikan oleh bangsa kita, inilah sekarang perkara yang 9 terbesar di dunia, walaupun banyak orang tidak akan memperoleh apa yang mereka ingini, karena setiap orang dari partai yang berbeda telah menyebutkan satu nama pilihan partainya sendiri pada suara pemilihan presiden itu, dan hanya satu peresiden yang akan dipilih.
Semua orang tampaknya mengira bahwa damai dan sejahtera tergantung pada orang yang mereka dudukkan di Gedung Putih. Walaupun demikian, oleh kuasa Firman, saya berdiri menegaskan kepadamu, bahwa siapapun yang dipercayakan kepada jabatan itu, tidak akan ada damai dan sejahtera yang langgeng yang dirindukan, karena Allah tidak diikutsertakan dalam membuat semua rencana mereka itu walaupun sesungguhnya hanya Dialah yang dapat mengaruniakan semua yang dirindukan. Dan sekarang bagaimanakah dapat kita mengetahui bahwa Allah tidak diikut sertakan? Kunci yang akan memberikan jawabannya adalah sebagai berikut :
10Jika anggota-anggota sidang sendiri meninggalkan Allah dalam mempertimbangkan sesuatu lalu pergi kepada manusia meminta nasehatnya gantinya pergi kepada Allah, maka bagaimana orang dapat mengharapkan dunia untuk pergi kepada-Nya? Pada saya ada beratus-ratus surat yang datang dari Organisasi Gereja kita sendiri yang membuktikan hal yang penting ini! Mereka memberikan kepada saya pernyataan ini dengan mengatakan : 4
“Saya tidak pernah membaca literatur anda, dan saya tidak akan pernah mau; pendeta-pendeta kami telah menyelidiki semua ajaranmu dan mereka telah menemukan semuanya itu palsu. Kami sudah memiliki semua Kebenaran; kami tidak memerlukan apa-apa lagi. Keluarkanlah nama saya dari daftar pengiriman anda.”
Secara praktis semua saudara-saudara ini telah terjerat oleh pikiran Laodikea “tidak memerlukan apa-apa lagi” mencoba untuk menolak pekabaran Kebenaran sekarang dengan mengemukakan beberapa 11 kalimat dari tulisan-tulisan Nyonya White, walaupun pada kenyataannya kutipankutipan kata-kata Roh Nubuat mereka itu adalah tidak ada hubungannya dengan pokok masalah dan salah mengerti di dalam pikiran mereka sendiri. Semua menyebutkan kalimat-kalimat yang oleh saudara-saudara pemimpin Gereja dengan liciknya telah diberikan kepada mereka di dalam brosur-brosur mereka melawan kami, lalu semua mereka itu menyanyikan lagu Laodikea yang sama yang oleh Saudara-Saudara pimpinan telah dimasukkan ke dalam mulut mereka.
Semua perkara ini berulang kali membuktikan bahwa gantinya mereka mempergunakan alasan pikiran karunia Allah mereka sendiri, orang banyak itu malahan telah dikendalikan oleh pikiran-pikiran dari hanya beberapa saudara musuh kebenaran. Walaupun demikian, kalimat-kalimat, yang seperti beberapa yang akan saya bacakan kepada anda berikut ini, telah disembunyikan dari mereka.
12Biarlah sekarang saya membacakan beberapa kalimat Tulisan Ilham yang tegas dan sederhana yang tidak memerlukan komentar lain :
“Janganlah mengemukakan apapun yang akan menimbulkan perpecahan, tanpa bukti yang jelas bahwa di dalamnya Al- lah sedang memberikan sebuah pekabaran istimewa bagi zaman ini.
“Tetapi berhati-hatilah terhadap menolak apa yang adalah kebenaran. Bahaya besar dengan umat kita ialah karena bergantung kepada manusia, dan menjadikan daging sebagai pegangannya. Orang-orang yang tidak biasa menyeli- diki Alkitab bagi dirinya sendiri, atau menimbang-nimbang kenyataan, mereka menaruh harap hanya kepada para pemim- pin, lalu menerima saja apapun keputusan yang mereka buat; maka dengan demikian banyak orang akan menolak pekabaran- pekabaran penting yang Allah kirimkan kepada umat-Nya, kalau saja saudara- 13 saudara pemimpin ini tidak mau mene- rimanya.
“Tidak seorangpun boleh menyatakan, bahwa ia telah memiliki semua terang yang ada bagi umat Allah. Tuhan tidak akan membiarkan hal ini.” -- Testimonies to Ministers, pp. 106, 107.
“Kita harus menyelidiki kebenaran bagi diri kita sendiri. Jangan sekali bergantung kepada siapapun untuk berpikir bagi kita. Siapapun orangnya, atau apapun jabatan yang mungkin didudukinya, janganlah kita memandang kepada seorangpun un- tuk menjadi teladan bagi kita. Kita harus saling menasehati, dan harus tunduk satu terhadap lainnya; tetapi pada waktu yang sama kita harus menunjukkan ke- mampuan yang Allah telah karuniakan kepada kita, supaya mempelajari apa kebenaran itu. Masing-masing kita harus memandang kepada Allah memohonkan penerangan Ilahi. Kita harus secara pri- badi mengembangkan suatu tabiat yang dapat tahan uji dalam hari Allah. Kita 14 tidak boleh tetap terpaku dalam penda- pat-pendapat kita, lalu mengira bahwa tidak seorangpun lagi boleh mencampuri pendapat-pendapat kita.” -- Testimonies to Ministers, pp. 109 – 110.
“Allah menghendaki kita supaya ber- gantung kepada-Nya, dan bukan kepada manusia. Ia mengingini kita supaya me- miliki suatu hati yang baru; Ia hendak memberikan kepada kita ungkapan- ungkapan terang yang berasal dari tahta Allah.” -- Testimonies to Ministers, p. 111.
“..... Apapun mungkin jabatan kekua- saannya, tidak seorangpun berhak untuk menghalangi terang dari umat. Bilamana suatu pekabaran datang dalam nama Tu- han kepada umat-Nya, maka tidak se- orangpun boleh memaafkan dirinya untuk tidak menyelidiki tuntutan-tuntutan yang terkandung di dalam pekabaran itu.” -- Counsels on Sabbath School Work, p. 28.
Bukankah kecenderungan yang sesat dari Organisasi Gereja sendiri dalam me- 15 nemukan Kebenaran ungkapan Surga yang membuktikan kepada anda bahwa Allah telah ditinggalkan, bahwa di tempat- Nya telah didudukkan orang-orang yang disangka adalah hamba-hamba-Nya? Apa lagi yang dapat terjadi kalau saja gantinya Roh Allah justru manusia yang dimintai nasehat? Bukankah kita telah diberitahu oleh Alkitab, bahwa Roh itu sendiri yang akan memimpin kita secara pribadi ke dalam semua Kebenaran? Bahwa kita tidak boleh menjadikan daging sebagai pegangan kita dengan cara bergantung kepada seseorang untuk memutuskan bagi kita mana Kebenaran dan mana yang salah? Bukankah kita menyangkal Roh dan hubungan kita dengan Surga apabila kita mengambil seseorang sebagai pengganti- Nya? Bahkan lebih celaka lagi ialah pergi meminta nasehat kepada seseorang yang
6 sedianya sudah menentang akan apa yang anda harapkan daripadanya untuk membuktikan benar atau salahnya masalah itu. Kalau saja Allah dapat mengajarkan kepada binatang-binatang ternak itu secara 16 sendiri-sendiri untuk mencari air di tanahtanah yang rendah, bukan di puncakpuncak gunung dan bukit-bukit, dan untuk mencari tempat yang hangat dimana angin tidak mengganggu, maka mengapakah tidak dapat Ia secara pribadi menunjukkan kepada kita mana Kebenaran dan mana yang salah?
Benarkah para pendiri sidang telah diarahkan ke dalam Kebenaran oleh petunjuk para imam dan ahli-ahli Torat, ataukah oleh Roh Allah yang terdapat di dalam hati mereka? Bukankah kita secara pribadi telah diberitahu : “Hai kekasihku, janganlah percaya setiap roh, melainkan ujilah roh-roh itu apakah itu dari Allah datangnya : sebab banyak nabi palsu te-lah keluar ke dalam dunia. Dengan inilah dapat kamu mengetahui Roh Allah : Se-tiap Roh yang mengaku bahwa Yesus Kristus telah datang secara daging ialah dari Allah asalnya.” 1 Yohanes 4 : 1, 2. “Janganlah padamkan Roh itu. Janganlah meremehkan kata-kata nubuatan. Bukti-17 kanlah segala perkara; peganglah teguh mana yang baik.” 1 Tesalonika 5 : 19 – 21.
Lagi pula, Amos oleh penglihatan Ilham memandang jauh ke depan berabadabad lamanya, sampai kepada sejarah Kristen, lalu ia menyatakan :
“Tuhan akan menderu-deru dari Sion, dan mengeluarkan suara-Nya dari Yerusa-lem; maka segala pondok gembala akan meratap, dan puncak Karmel akan layu.”
Kata-kata firman ini, anda saksikan, menggambarkan peristiwa tragis yang terjadi pada puncak Karmel di masa sejarah Eliyah. Di sini kepada kita diberikan petunjuk bahwa akan ada suatu pertikaian yang lain di antara nabi Allah dan nabinabi Baal. Nabi-nabi Baal dalam sejarah kita bahkan membanggakan diri bahwa mereka bukan diilhami, bahwa apa yang diajarkan dan dikhotbahkan mereka itu adalah apa yang mereka sendiri telah temukan melalui penyelidikan dan usaha- 18 usaha penggalian yang mendalam! Mereka malahan mengejek orang-orang yang mengaku telah diilhami oleh Tuhan! Mereka tampaknya mengira bahwa Allah telah meninggalkan bumi; bahwa Ia tidak lagi menghiraukan untuk mengirimkan Roh-Nya seperti di masa yang lalu; bahwa manusia kini adalah cukup bijaksana sehingga apa yang dapat dilakukan oleh Roh bagi mereka, mereka sendiripun dapat melakukannya dengan lebih baik! Sungguhpun demikian, kebenaran ialah, bahwa 7 jika pernah ada kebutuhan terhadap para penterjemah Alkitab yang diilhami, maka sekaranglah masanya sementara banyak angin ajaran sedang menghembus dari semua arah, membawakan kekacauan, perpecahan, dan bencana dimana-mana. Tidak seorangpun yang sama pandangannya.
Dari hal keadaan yang menyedihkan ini Roh Nubuat mengamarkan :
“Barangsiapa yang membiarkan kera- gu-raguan menghalangi pikirannya untuk tidak menerima kebenaran tidak akan da- 19 pat memperoleh penerangan Ilahi. Namun, apabila suatu gambaran dari Alkitab di- kemukakan, maka banyak orang tidak akan bertanya, Benarkah itu, serasihkah itu dengan firman Allah? melainkan, Sia- pakah yang mengajarkannya? Dan jika itu tidak datang melalui saluran yang memuaskan hati mereka, maka mereka ti- dak mau menerimanya. Demikianlah me- reka sepenuhnya puas dengan pendapat- pendapatnya sendiri, sehingga mereka tidak mau memeriksa kenyataan Alkitab, dengan kerinduan untuk belajar, melain- kan menolak untuk menyukai, hanya ka- rena keragu-raguan mereka.
“Tuhan seringkali bekerja dimana kita hampir-hampir tidak mengharapkan- Nya; Ia membuat kita tercengang oleh menyatakan kuasa-Nya melalui peran- tara-perantara pilihan-Nya sendiri, seba- liknya Ia mengabaikan orang-orang yang umumnya kita sangka sebagai orang-orang yang melalui siapa terang harus datang. Allah menghendaki kita supaya menerima 20 kebenaran sebagaimana patutnya, yaitu karena itulah kebenaran.” Testimonies to Ministers, pp. 105, 106.
Dunia belum pernah menyaksikan suatu kelompok orang beragama, ataupun suatu umat yang lebih alim dan lebih setia dan penuh berdoa seperti halnya para imam, ahli-ahli Torat, dan orang-orang Farisi di zaman Yesus. Tetapi justru mereka adalah orang-orang yang menentang ajaran-ajaran Kristus, yang menyebarkan keragu-raguan dan kekacauan di antara umat dan yang tetap mempertahankan mereka itu dalam kegelapan. Ya, merekalah yang menyesatkan seluruh bangsa. Pada akhirnya, jika penguasa Sanhedrin Yahudi tidak akan dapat dipercaya pada kedatangan Kristus yang pertama dahulu, maka bagaimanakah dapat kita ketahui, bahwa penguasa Sanhedrin Kristen pada kedatangan Kristus yang kedua kali akan pasti benar? Adalah Sanhedrin-Sanhedrin dari abad-abad pertengahan turun sampai kepada hari ini yang telah berperang me- 21 lawan setiap Reformasi yang dikendalikan Tuhan. Maka marilah ku bacakan kepadamu dari hal itu yang terjadi dalam masamasa permulaan dari Organisasi :
“Tetapi gereja-gereja pada umumnya tidak mau menerima amaran. Pendeta-pen- deta mereka itu, yang bagaikan ‘pengawal- pengawal bagi isi rumah Israel’, yang sudah seharusnya pertama sekali melihat akan tanda-tanda dari kedatangan Yesus, mereka telah gagal mempelajari kebena- ran, baik dari kesaksian para nabi maupun dari tanda-tanda zaman. Karena harapan- harapan dan ambisi dunia telah memenuhi hati mereka, maka kasih kepada Allah dan iman dalam firman-Nya telah menjadi dingin; maka pada waktu ajaran tentang kedatangan Yesus itu disampaikan, ia itu hanya menimbulkan keragu-raguan dan ketidakpercayaan mereka saja. Kenyataan bahwa pekabaran itu bagian terbesarnya, telah dikhotbahkan oleh anggota-anggota biasa, telah mendorong menjadi alasan untuk menentangnya. Seperti halnya di 22 masa dahulu, kesaksian firman Allah yang jelas itu telah disambut dengan pertanya- an, ‘Adakah salah seorang penguasa atau salah seorang Farisi mempercayainya?’ Dan karena menemukan betapa sukarnya tugas itu untuk menolak berbagai argu- mentasi yang diambil dari masa periode- periode nubuatan, maka banyak orang me- larang menyelidiki nubuatan-nubuatan; sambil mengajarkan bahwa buku-buku nubuatan itu telah disegel, dan tidak akan dapat dimengerti. Orang banyak, karena menaruh kepercayaan penuh pada pendeta-pendeta, mereka telah menolak untuk mendengar kepada amaran; dan la- innya, walaupun yakin akan kebenaran itu, mereka tidak berani mengakuinya, supaya tidak ‘mereka dikeluarkan dari gereja.’ Pekabaran yang sudah Allah ki- rimkan bagi ujian dan pembersihan si- dang, mengungkapkan dengan sangat pasti betapa besarnya jumlah orang-orang yang telah menetapkan hatinya kepada dunia ini gantinya berharap kepada Kristus. Tali-tali yang mengikat mereka itu ke 23 bumi adalah jauh lebih kuat daripada penarikan-penarikan ke surga. Mereka memilih untuk mendengar kepada suara kepintaran dunia ini, lalu kembali me- ninggalkan pekabaran kebenaran yang menyelidiki hati.” -- The Great Contro-
Jika yang sedemikian ini telah menjadi pengalaman masa yang lalu, dan jika kita semua harus mempersiapkan pikiranpikiran kita sendiri untuk menerima atau menentang kebenaran tentang kedatangan Kristus itu melawan keputusan-keputusan dari para imam dan para pendeta di dalam gereja-gereja kita yang dahulu itu, dan jika hanya inilah satu-satunya metode untuk menemukan Kebenaran, maka mengapakah tidak demikian seharusnya sekarang? Apakah kita sekarang telah menjadi kurang mampu daripada kita sewaktu sebelum menjadi orang-orang Advent?
9 Apakah doa-doa kita sekarang sedang gagal untuk membawa hasil-hasil yang diharapkan? Apakah Roh telah meninggalkan 24 kita? atau mungkin kita yang telah meninggalkan Dia? Hanya ada satu jawaban yang jujur yang dapat diberikan :
Sidang sedang hanyut bersama-sama dengan dunia dan ia, juga sedang mengharapkan orang-orang besar dunia ini, bukan Roh Allah, untuk menceritakan kepadanya mana Kebenaran itu dan mana yang salah, siapa yang harus didudukkan pada jabatan dan siapa yang tidak boleh. “Marilah kita periksa dan menguji se-mua jalan kita, lalu kembali lagi kepada Tuhan.” Ratapan 3 : 40.
Pendapat bahwa kita, sebagai orangorang Masehi Advent Hari Ketujuh, telah memiliki semua Kebenaran yang diperlukan, bahwa kita adalah ‘kaya dan bertambah-tambah dalam kekayaan’, sehingga tidak memerlukan apa-apa lagi, adalah pendapat yang oleh penguasa Sanhedrin di masa Kristus dahulu telah ditanamkan ke dalam pikiran umat, dan sampai kepada hari ini bangsa Yahudi belum juga sembuh dari akibat-akibatnya. Bukankah 25 saudara-saudara kita umat Masehi Advent Hari Ketujuh karena sebab itu sedang mempertahankan juga pendirian yang sama yang telah diturunkan itu dengan cara menolak setiap terang yang Allah kirimkan, jika ia itu tidak sejalan dengan pendapat-pendapat mereka? Dan bahkan kalaupun Kristus sendiri yang akan turun membawakannya, dan jika ia itu tidak sejalan dengan pendapat-pendapat mereka, maka tidakkah mereka kelak seperti halnya orang-orang Yahudi yang dahulu itu akan dicobai secara berbahaya untuk jika mungkin kembali menyalibkan Dia? Oh, sesungguhnya kita memerlukan suatu pembangunan dan reformasi. Maka jika yang sedemikian inilah keadaan umat di dalam sidang kita, maka apakah yang dapat diharapkan dimana-mana? Kembalilah kepada-Ku, karena mengapakah hendak kamu binasa? Demikianlah seruan dari Surga.
Semua ini adalah beberapa dari peristiwa-peristiwa yang sedang berlangsung 26 yang menunjukkan bahwa manusia sedang hanyut makin jauh dari Allah dan sedang menariknya makin dekat dan dekat kepada kepentingan dirinya sendiri. Jika kita mengambil Allah ke dalam persekutuan kita, maka kita akan memperoleh damai, aman, dan sejahtera. Tetapi seperti halnya sekarang, kita sebagai suatu bangsa dan sebagai suatu umat sedang menuju kepada bahaya dan ketidakpastian di dalam negeri, dan menuju kepada perang di luar negeri, sementara sidang terus tidur nyenyak.
Sekarang mengenai apa yang saya pikirkan dari hal situasi Palestina itu sendiri : Saya pikir orang-orang Yahudi itu perlu memiliki suatu tempat untuk pergi ke sana, tetapi saya tidak yakin Allah sedang memimpin mereka itu. Jika 10 Allah menghalau orang-orang Yahudi itu keluar dari tanah-Nya karena sebab kejahatan mereka, sebab Ia tidak lagi dapat membiarkan mereka, maka adalah pasti bahwa Ia sedang tidak memimpin mereka 27 kembali ke sana pada waktu ini sementara mereka masih memiliki pikiran yang sama dan masih tetap saja memusuhi satu-satunya Anak-Nya itu seperti yang mereka musuhi dua ribu tahun yang lalu. Oleh sebab itu, orang-orang Yahudi itu, sedang merebut tanah itu atas tanggung jawab mereka sendiri, maka apabila “segala masa” dari segala bangsa Kafir (Lukas 21 : 24) berakhir, maka negara Israel yang baru, seperti yang mereka sebutkan terhadap dirinya itu, akan kelak mengosongkan tanah itu lebih cepat lagi daripada yang dapat mereka merebutnya pada waktu ini, jika tidak mereka membawa serta Allah bersama-sama mereka ke dalam tanah itu.
Allah bagaimanapun juga akan memiliki suatu umat di sana, tetapi mereka itu akan merupakan jenis umat yang diceritakan-Nya di dalam Alkitab, beberapa dari antaranya akan saya bacakan sekarang :
“Demikianlah firman Tuhan, Bahwasa-nya, Aku akan membawa kembali tawa-28 nan dari semua perkemahan Yakub, dan Aku akan mengasihani segala tempat ke-diamannya; dan negeri itu akan dibang-un kembali di atas timbunan bukitnya sendiri, dan kedudukan istananya akan tetap seperti keadaannya semula. Maka dari dalam mereka itu akan keluar puji-pujian dan bunyi suara mereka yang bersukaria: maka Aku akan memperlipat-gandakan mereka itu, dan mereka tidak akan sedikit jumlahnya; Aku juga akan memuliakan mereka itu dan mereka tidak akan dihina. Semua anaknya pun akan jadi seperti dahulu adanya, dan perhimpunan mereka akan diperdirikan di hadapan-Ku, maka Aku akan menghu-kum semua orang yang menganiayakan mereka itu. Maka semua penghulunya akan datang dari antara mereka sendiri, dan pemerintah mereka itu akan keluar dari tengah-tengah mereka; maka Aku akan membuat dia datang hampir, dan ia akan datang hampir kepada-Ku : karena siapakah orang ini yang tergerak hatinya untuk datang hampir kepada-Ku? Demi-29 kianlah firman Tuhan. Maka kamu akan menjadi umat-Ku, dan Aku akan menjadi Allahmu.”
“Karena akan ada suatu hari, apabila segala pengawal di atas gunung Efraim akan berseru-seru, Bangkitlah kamu, dan marilah kita naik ke Sion kepada Tuhan Allah kita. Karena demikianlah firman Tuhan; Bersorak-soraklah bagi Yakub, dan berserulah di antara penghulu segala bangsa : Pujilah dengan suara yang nya-ring, beritakanlah, dan katakanlah, Ya Tuhan, selamatkanlah umat-Mu, sisa
11 orang Israel itu. Tengok, Aku akan menghantarkan mereka itu dari negeri utara, dan menghimpunkan mereka itu dari segala ujung bumi, maka bersama-sama mereka itu orang-orang buta dan timpang, wanita dengan anaknya dan wanita yang mengandung bersama-sama anaknya; suatu perhimpunan besar akan kembali ke sana. Mereka akan datang sambil menangis, dan sambil memohon 30 akan Ku hantarkan mereka itu. Aku akan membuat mereka itu berjalan melalui air-air sungai pada jalan yang rata, di mana mereka tidak akan terantuk kakinya : karena Aku adalah Bapa bagi Israel, dan Efraim adalah anak-Ku yang pertama. Dengarlah olehmu Firman Tuhan, hai segala bangsa dan nyatakanlah dia kepada segala pulau yang jauh-jauh, dan katakanlah, bahwa Dia yang telah mencerai-beraikan Israel, Ia juga akan menghimpunkan mereka itu, dan meme-liharakannya, seperti halnya seorang gembala menghimpunkan kawanan dombanya.... Dan tiada lagi mereka itu akan mengajarkan seorang akan seorang, dan saudara akan saudaranya dengan mengatakan, ketahuilah olehmu akan Tuhan; karena mereka semuanya akan mengenal Aku, semenjak dari yang ter-kecilnya sampai kepada yang terbesar-nya, demikianlah firman Tuhan : karena Aku akan mengampuni segala kejahatan mereka itu, dan tiada Aku ingat lagi akan segala dosanya.” 31 “Karena bani Israel akan tinggal bebera-pa hari lamanya tanpa seorang raja pun, dan tanpa seorang penghulu pun, dan tanpa korban, dan tanpa patung, dan tan-pa efod, dan tanpa teraphim: Kemudian daripada itu bani Israel akan kembali, dan mencari Tuhan Allah mereka, dan Daud raja mereka; dan mereka akan takut akan Tuhan dan kebaikan-Nya di akhir zaman.”
Allah hendak memiliki suatu umat di tanah itu dengan segera, tetapi mereka semuanya akan mengenal Tuhan. Oleh sebab itu, mereka, yang kini sedang mencoba menegakkan dirinya sendiri di Palestina itu bukanlah umat yang dimaksudkan itu. Untuk mengetahui siapa umat itu yang akan mempusakai tanah itu, bacalah Buku Kecil Traktat No. 8, Gunung Sion Pada Jam Kesebelas.
Tetapi, anda mengatakan, tidak adakah nubuatan yang meramalkan tentang apa yang sedang dilakukan orang-orang Yahu- 32 di itu pada waktu ini di Palestina? Tentu saja harus ada sebuah nubuatan untuk itu. Marilah ku bacakan nubuatan itu bagi anda :
12
“Berhimpunlah kamu bersama-sama, ya, berhimpunlah bersama-sama, hai bang-sa yang tidak disukai; sebelum keluar keputusan, sebelum hari itu berlalu bagaikan sekam, sebelum murka Tuhan yang bernyala-nyala datang atas kamu, sebelum hari murka Tuhan itu datang ke atasmu. Carilah olehmu akan Tuhan, hai kamu semua yang rendah hati di bumi, yang melaksanakan hukum-Nya; carilah kebenaran, carilah kerendahan hati : ada-lah mungkin kamu kelak diluputkan da-lam hari murka Tuhan itu.”
Ayat-ayat Alkitab ini, sebagai anda catat, akan menemui kegenapannya tepat sebelum ‘hari itu berlalu bagaikan sekam’, sebelum murka Tuhan yang bernyalanyala itu pecah atas bangsa yang tidak disukai itu. Maka sementara bangsa yang 33 tidak disukai ini berhimpun bersama-sama, maka pada waktu itulah bahwa segala orang yang rendah hati di bumi, yaitu mereka yang membawakan pekabaran Tuhan “sebelum hari Tuhan yang besar dan mengerikan itu” (sidang), akan dinasehati untuk terus mencari kerendahan hati. Oleh sebab itu, ada dua umat yang dikemukakan di dalam ayat-ayat ini -- yaitu bangsa yang tidak disukai itu dan segala orang yang rendah hati di bumi.
Kini karena pada kenyataannya hanya ada satu bangsa sedemikian ini yang tidak disukai, yaitu bangsa Yahudi, dan tidak ada lagi yang lain, yang dibenci oleh segala bangsa, maka kata-kata Injil ini tidak mungkin berlaku terhadap bangsa yang lain. Juga dari kenyataan bahwa kini sementara kita sedang memberitakan pekabaran tentang hari Tuhan yang besar dan mengerikan itu, yaitu hari yang mendahului hari murka Tuhan itu, maka orangorang Yahudi yang tidak disukai itu dari seluruh dunia sedang berkumpul bersama- 34 sama di Palestina -- saya katakan karena segala perkara ini kini secara bersamaan waktunya sedang berlangsung, maka kebenaran Alkitab membuktikan dengan jelas, menunjukkan bahwa murka Tuhan akan jatuh atas orang-orang Yahudi itu jika tidak mereka bertobat; dan bukannya mereka, melainkan justru “semua orang yang rendah hati di bumi” yang akan mempusakai tanah itu. Dan demikianlah menurut Alkitab, baik Yahudi maupun Arab bersama-sama mereka itu akan keluar dari Tanah Perjanjian itu, dan orangorang yang rendah hati di bumi akan berbaris masuk ke dalamnya.
Bagaimanakah mereka itu akan sampai ke sana, dan siapakah yang akan membuka jalan? Jawaban terhadap semua pertanyaan ini akan kita jumpai di dalam, 13
“Maka pada hari itu kaki-Nya akan ber-jejak di atas bukit Zaitun, yang terdapat di depan Yerusalem pada sebelah timur, maka bukit Zaitun itu akan terbelah dua 35 di tengah-tengahnya arah ke timur dan arah ke barat, maka akan terdapat suatu lembah yang sangat luas; maka setengah dari gunung itu akan berpindah arah ke utara, dan setengahnya arah ke selatan. Maka kamu akan berlari ke lembah gu-nung-gunung itu; karena lembah gu-nung-gunung itu akan kelak sampai ke Azal; ya, kamu akan lari bagaikan kamu melarikan diri dari hadapan gempa bumi pada zaman Uzia raja Yehuda : maka Tuhan, Allahku akan datang, dan segala orang suci bersama-sama denganmu.”
Tuhan sendiri, anda saksikan, akan membuka jalan bagi perjalanan kembali umat-Nya.
“Maka akan jadi kelak pada hari itu, bahwa Tuhan akan merentangkan ta-ngan-Nya kembali pada kedua kalinya untuk menyambut mereka yang lagi tinggal daripada umat-Nya, yang akan tertinggal dari Assiria, dan dari Mesir, dan dari Patros, dan dari Kush, dan dari 36 Elam, dan dari Shinar, dan dari Hamath, dan dari segala pulau yang di lautan. Maka Ia akan menegakkan suatu tanda alamat bagi segala bangsa, dan akan menghimpunkan semua Israel yang ter-buang, dan menghimpunkan bersama-sama Yehuda yang tercerai-berai dari se-luruh empat penjuru bumi.... Maka akan ada suatu jalan raya bagi semua umat-Nya yang sisa, yang akan tertinggal dari Assiria; seperti halnya dengan Israel pada hari ia itu keluar dari negeri Mesir.”
“Maka akan jadi kelak pada hari itu, bah-wa Tuhan akan menghalau dari saluran sungai itu sampai ke aliran sungai Mesir, maka kamu akan dihimpunkan satu de-mi satu, Hai bani Israel. Dan akan jadi kelak pada hari itu, bahwa sangkakala yang besar itu akan ditiup, dan mereka akan datang yaitu yang sedianya sudah akan binasa di tanah Assiria, dan semua orang yang terbuang di negeri Mesir, maka mereka akan menyembah sujud 37 kepada Tuhan di atas bukit yang suci di Yerusalem.”
Tuhan akan membuka jalan, dan Tuhan akan menghimpunkan umat-Nya.
Sekarang dari hal perang seperti halnya yang ada pada waktu ini. Buku Traktat No. 14, Kabar-Kabar Perang Meramalkan, yang telah terbit beberapa tahun lalu, menceritakan kebenaran tentang Perang Dunia No. 2 dan akibatnya. Traktat itu memperoleh terangnya dari nubuatan Nahum. Perang yang diramalkan di sana itu, seperti yang dijelaskan oleh nabi itu, telah berlangsung dalam zaman automobil, yaitu dalam zaman manusia “berlari-lari ke sana ke mari”, sementara “kereta-kereta ..... melaju di jalan-jalan, ..... melanggar satu terhadap lainnya di jalan-jalan raya …. sambil (berlarian) bagaikan kilat-kilat -- yaitu dalam masa sejarah kita. Appendix dari Traktat itu yaitu yang berkepala -- Waktu dan Kesempatan Memecahkan Rahasia-Rahasia -- membuktikan, bahwa perang itu adalah Perang Dunia No. 2. 38 Nabi itu melihat seseorang yang menghancurkan berkeping-keping (Hitler) membuat berani segala musuhnya untuk mempersiapkan diri melawan dia. Kemudian nabi itu melihat para panglima dari dia yang menghancurluluhkan itu (para panglima dari Hitler) terantuk jatuh dalam perjalanan mereka (kalah perang karena kesalahan mereka dalam mengejar kemenangan). Maka dengan begitu terjadilah bahwa sesudah Hitler membuka senjata-senjatanya melawan bangsa-bangsa yang ada di sekitarnya, lalu mulai menghancurluluhkan segala-galanya, maka bangkitlah negara-negara sekutu mempersiapkan diri berperang.
Hitler telah membuat segala panglima perangnya terantuk jatuh karena membuka perang melawan Rusia sementara masih dalam peperangan dengan Britania Raya, dan karena mengejar Yunani dan Mesir gantinya menyeberangi terusan Inggris yang pada waktu itu tidak diketahuinya sudah hampir akan menyerah kalah. Demi- 39 kianlah segala panglima perangnya telah jatuh dan tidak pernah bangkit kembali. Akhirnya Hitler menghilang dan permusuhan berakhir. Tetapi menurut nubuatan Nahum, dan juga menurut peristiwa-peristiwa yang sedang berlangsung seperti yang disiarkan oleh berita-berita radio di mana-mana, perang itu masih tetap berlangsung; ia itu belum sungguh-sungguh berakhir, tetapi justru sedang beralih bagi suatu perang yang lebih berbahaya lagi, ya, dan itu hanya menunggu waktu sebelum ia itu akan menjadi lebih panas daripada sebelumnya Hitler menghilang.
Lagi pula, belum ada satupun deklarasi yang resmi yang menyatakan bahwa perang itu sudah berakhir. Belum ada penyelesaian yang lengkap yang dicapai di antara kekuatan-kekuatan yang ikut ber-
15 perang di dalam peperangan itu. Setiap orang dapat melihat juga, bahwa dunia sedang mempersiapkan diri dengan begitu cepatnya untuk melanjutkan peperangan itu dengan pukulan terakhir yang lebih 40 dahsyat lagi jika mungkin. Juga setiap orang dapat melihat, bahwa kemenangan dari peperangan itu tidak membawa untung bagi Britania Raya, melainkan bagi Rusia, dan bahwa menyusul berakhirnya semua permusuhan itu berbagai kondisi keadaan telah mendorong dunia untuk menggabungkan diri ke dalam dua blok besar yang bermusuhan, yaitu blok Timur dan blok Barat, belum terhitung peperangan dan berita-berita perang di sekeliling kita. Ini terjadi karena Britania Raya bersekutu dengan Rusia yang atheis, yaitu suatu pemerintahan yang menentang Allah dan sidang-Nya. Dengan demikian Britania Raya menaruh harapan lebih besar kepada musuh Allah daripada kepada Tuhan Allah sendiri, dan itulah sebabnya peperangan itu masih akan terjadi lagi.
Dan kini sementara perang dingin di antara timur dan barat masih terus berlangsung, maka gereja-gereja pun, melalui konfederasi Amsterdam, sedang memperbesar luas dari masing-masing blok. 41 Baik siaran radio maupun surat-surat kabar memberitakan bahwa semua gereja terkecuali Roma Katholik dan Russian Orthodox, telah mengirim wakil-wakilnya ke pertemuan Amsterdam itu. Gereja Russian Orthodox, anda ketahui, adalah gereja Orthodox Yunani. Dan mengapakah anda mengira gereja yang berada di Yunani itu menggabungkan diri dengan konfederasi itu, tetapi gereja yang berada di Rusia tidak? Hanya karena takut terhadap “blok” di mana mereka itu berada. Gerejagereja itupun mengambil sikap berpihak kepada blok-bloknya yang bersangkutan, apakah itu blok Timur atau blok Barat. (Apakah yang akan dilakukan oleh Roma Katholik? Dia pun, karena kebutuhan pada akhirnya menggabungkan diri kepada blok Barat.)
Tidakkah ia itu kelihatan bagimu seolah-olah dunia sedang bersiap-siap menghadapi sebuah pemerintahan gereja dan negara? Sudah berulang kali saya tunjukkan bahwa dunia tanpa disadari 42 sedang berusaha dengan sekuat-kuatnya untuk membenahi binatang yang berwarna merah kermizi dari Wahyu pasal 17 itu dan untuk menaikkan ke atasnya BABIL YANG BESAR itu. Kita sedang menuju kepada pemerintahan gereja dan negara yang dilambangkan dengan BABIL YANG BESAR itu yang menunggangi binatang yang berwarna merah kermizi, dan bilamana perang itu meningkat menjadi “panas” lagi, maka Babil mungkin kelak sesudah itu akan menggeserkan Perserikatan Bangsa- Bangsa. Begitulah kelihatannya bahwa 16 dunia, dalam usahanya untuk mengatasi segala halangan yang dihadapinya, adalah seolah-olah meloncat keluar dari api lalu jatuh ke dalam wajan penggoreng, hanya karena Allah tidak diikutsertakan dalam persekutuan mereka.
Dunia melihat kepada komunisme itu bagaikan suatu binatang raksasa berkepala ular di balik semak belukar, dan bangsabangsa sudah saling memukul lutut satu terhadap lainnya sementara memandang 43 kepadanya, demikianlah dimisalkan. Tetapi, keselamatan mereka itu, bukanlah bergantung pada takut dan mempersenjatai diri, ataupun kepada orang yang kita pilih menjadi presiden, melainkan kepada Allah, yaitu kepada Dia yang memegang bumi di dalam angkasa, dan Dia yang masih mengatur segala persoalan manusia. Semenjak dari permulaan sejarah yang lalu sampai kepada hari ini bangsa-bangsa besar telah jatuh, mereka jatuh pada waktu mereka dipersenjatai dengan baik dan pada waktu mereka sama sekali lepas dari Allah. Ini hendaklah menjadi pelajaran penting bagi semua orang, tetapi siapakah yang mau menyadarinya!
Oleh sebab itu, Allah, demi untuk kepentingan-Nya sendiri akan menggerakkan hati orang-orang komunis, ataupun penguasa-penguasa sejenis komunis lainnya (sepuluh tanduk dari binatang merah kermizi yang membenci perempuan, membenci agama, seperti yang dianut oleh paham komunisme) untuk “memberikan ke-44 rajaan mereka kepada binatang itu sam-pai kelak semua firman Allah digenapi.”
Sekarang, sebutan yang berbunyi “memberikan kerajaan mereka” mengandung arti bahwa mereka mempunyai sebuah kerajaan untuk diberikan. Tetapi, di dalam ayat 12, kita diberitahu bahwa mereka “belum memiliki kerajaan tetapi mereka memperoleh kuasa sebagai raja-raja satu jam lamanya bersama-sama dengan binatang itu.” Apabila kedua sebutan itu digabung bersama-sama, maka kedua sebutan itu mengatakan bahwa komunisme dapat memiliki sebuah Kerajaan, dapat memerintah dunia, tetapi “Allah telah menggerakkan hati mereka untuk menggenapi kehendak-Nya, dan untuk bersepakat, dan memberikan kerajaan mereka kepada binatang itu, sampai kelak semua firman Allah akan digenapi.” Oleh sebab itu, mereka hanya memperoleh kuasa sebagai raja-raja satu jam lamanya bersama-sama dengan binatang itu, sesudah mana mereka 45 akan membinasakan perempuan itu, yaitu sistem gereja dan negara itu, lalu merebut kerajaan itu bagi dirinya sendiri (Wahyu 17 : 17). (Bagi penyelidikan yang lebih terperinci terhadap Wahyu pasal 17 ini agar bacalah Buku Traktat No. 12, Dunia Kemarin, Hari Ini, Esok).
17
Tetapi bagaimana ini akan jadi, saya tidak tahu; namun saya yakin bahwa perang yang terbesar dari semua peperangan yang pernah ada akan jadi kira-kira di tanah suci; “Tengoklah”, demikianlah firman Tuhan, “hari Tuhan itu datang, maka harta rampasanmu akan dibagi-bagi di tengah-tengahmu. Karena Aku akan menghimpunkan segala bangsa untuk berperang melawan Yerusalem; maka kota itu akan direbut, dan segala rumah akan dirampok, dan wanita-wanita akan digagahi; maka setengah dari kota itu akan masuk tawanan, dan sisa dari orang banyak itu tidak akan ditumpas dari kota
Kata-kata nubuatan ini, “Allah masuk- 46 kan ke dalam hati mereka ..... supaya bersepakat, dan memberikan kerajaan mereka kepada binatang itu”, membuktikan dengan tepat apa yang saya coba mengatakan beberapa saat yang lalu : Bahwa apabila sesuatu bangsa menjadi besar dan oleh kekuatannya sendiri, tanpa ikut serta Allah, membangun sebuah mesin perang raksasa bagi pertahanan dan melakukan agresi, maka kelak bahwa bangsa itu akan datang kepada ajalnya. Oleh sebab itu, ketentraman dan kemakmuran dari setiap bangsa dan umat, tergantung kepada berdirinya mereka itu dengan Allah, bukan pada kekuatan militer mereka.
Marilah ku ingatkan kepadamu sekarang mengenai apa yang akan dikatakan Ilham tentang persekutuan bangsa-bangsa dan orang-orang menurut peristiwa-peristiwa yang sedang berlangsung. Supaya terang terhadap pokok masalah ini kita melihat pasal delapan dari nubuatan Ye- saya. Waktu tidak mengijinkan kepada saya untuk mempelajari kembali bersama- 47 sama dengan anda seluruh pasal itu, dan saya kira hal itu tidak perlu, sebab kita telah mempelajarinya belum lama. Anda ingat bahwa pasal itu mengungkapkan suatu konfederasi yang mana Israel kuno, kerajaan sepuluh suku itu (sidang) bersama-sama dengan Siria kuno, telah membangun suatu penguasa dunia yang merdeka, untuk berperang melawan Yehuda, sebuah kerajaan saudaranya (sidang). Ilham membuat sebuah contoh konfederasi sidang dan negara itu, maka dengan itu menunjukkan dengan pasti kecenderungan yang akan ditempuh sekarang, sebagai contoh saingannya, oleh gereja-gereja pada umumnya dan penguasa-penguasa dunia yang merdeka. Lagi pula, telah diberitahukan, bahwa mereka tidak akan makmur bahagia di dalamnya.
Saya akan membaca sekarang bagimu apa yang Allah sendiri pikirkan mengenai hal itu :
“Maka ia akan berjalan melalui Yehuda; 48 ia akan melampaui dan melewati, ia akan mencapai sampai ke leher; maka pengembangan kedua sayapnya akan memenuhi luas tanahmu, hai Immanuel. Bersekutulah kamu, hai kamu orang banyak, maka kamu akan dihancurkan berkeping-keping; dan dengarkanlah, hai kamu dari negeri-negeri yang jauh : sandangkanlah pedangmu, maka kamu akan dihancurkan berkeping-keping. Be-rembuklah bersama-sama, maka ia itu akan sia-sia jua; bicarakanlah perkataan-mu, maka ia itu tidak akan jadi, karena Allah adalah menyertai kami.”
Menurut Rasul Matius, pada pasal 1, ayat 23, nama Immanuel adalah milik Kristus, dan jika diterjemahkan berarti “Allah beserta kita.” Maka jelaslah, panggilan “hai Immanuel”, menunjukkan, bahwa Ilham sedang berbicara kepada Kristus. Dan karena Ia tidak mungkin dapat dipanggil sedemikian itu sebelum Ia dilahirkan oleh seorang wanita lalu memperoleh nama Immanuel itu, maka jelas 49 bahwa persekutuan bangsa-bangsa ini akan dijumpai dalam sejarah Kristen, yaitu dalam sejarah dimana Immanuel hidup.
Sekarang sebutan “Berembuklah bersama-sama, maka ia itu akan sia-sia jua; bicarakanlah perkataanmu, maka ia itu tidak akan jadi : karena Allah adalah beserta kami”, mengatakan dengan jelas apa yang telah saya coba untuk menceritakan kepadamu -- yaitu bahwa segala bangsa, termasuk pula gereja-gereja, telah meninggalkan Immanuel, “Allah beserta kita”, dari segala rencana-rencananya, bahwa apa yang sedang mereka coba lakukan semua itu sedang mereka perbuat menurut inisiatifnya sendiri; maka sumber-sumber yang mengeluarkan katakata “Allah beserta kita” itu datang dari seseorang yang bukan berada di dalam persekutuan orang banyak itu, jelas mengandung arti bahwa Immanuel tidak berada dengan mereka, dan bahwa oleh karena itulah pekerjaan mereka akan kelak sia-sia.
50Dari semua kata-kata firman ini terlihat bahwa peristiwa-peristiwa yang sedang berlangsung yang ditimbulkan oleh dua blok yang bertentangan itu, yaitu blok Barat dan blok Timur, sedang tidak dikerjakan sesuai rencana manusia, sehingga semua rencana yang dibuat oleh konfederasi bangsa-bangsa dan semua umat itu akan 19 kelak sia-sia saja adanya terkecuali mereka meminta petunjuk Allah dan mengajak- Nya ke dalam persekutuan mereka.
Marilah kita sekarang mendengarkan apa yang Tuhan menghendaki kita untuk dilakukan, yaitu pendirian yang Ia ingin umatnya untuk dipegang :
“Karena demikianlah firman Tuhan ke-padaku dengan tangan-Nya yang kuat, dan memerintahkan kepadaku supaya janganlah aku berjalan di dalam jalan orang banyak ini, sambil mengatakan, Janganlah kamu katakan, Sebuah konfe-derasi, kepada semua mereka kepada si-apa orang banyak ini akan mengatakan, 51 Sebuah konfederasi; janganlah kamu ta-kut akan barang yang ditakuti mereka itu, dan janganlah kamu gentar.”
Apa yang ditakuti oleh orang banyak itu janganlah menjadi ketakutan kita; semua yang direncanakan mereka janganlah menjadi rencana kita. Kewajiban kita ialah:
“Kuduskanlah hanya Tuhan serwa se-kalian alam; dan biarlah Dia yang men-jadi ketakutanmu, dan biarlah Dia yang menjadi kegentaranmu.”
Menguduskan Tuhan berarti menjadi sepenuhnya bagi Dia, tidak mempunyai orang lain lagi sebagai pengganti-Nya, menaruh harapanmu sebulat-bulatnya kepada Dia, tidak menjadikan daging sebagai pegangan, karena hanya Dia saja yang mampu mengawasi anda dengan aman. Maka walaupun anda harus sendirian menjadi satu-satunya orang di seluruh dunia yang mengambil pendirian yang sedemikian ini, Ia tidak akan melalaikan 52 anda. Jika yang sedemikian inilah keadaanmu, maka anda akan menjadi seorang pahlawan Surga yang terbesar.
“Maka Ia akan menjadi bagimu sebuah tempat suci; tetapi Ia akan menjadi batu sandungan dan bukit gelincuhan bagi kedua isi rumah Israel, Ia akan menjadi jaring dan jerat bagi penduduk Yerusa-lem.”
Kebenaran ini, anda catat, seperti juga halnya dengan setiap kebenaran ungkapan Ilahi pada setiap masa yang lalu, kini akan menjadi sebuah bukit gelincuhan dan sebuah jerat bagi banyak orang -- ya, seperti halnya Kristus sendiri telah menjadi yang sedemikian ini bagi orang-orang Yahudi -- sebab gantinya mereka mengambil pendirian teguh memihak kebenaran Ilahi, mereka malahan telah makin memusuhi kebenaran seperti halnya orang-orang Yahudi di zaman Kristus. Oleh karena nubuatan ini berlanjut terus sampai ke pasal sembilan, maka kita akan membaca -- 53 “Maka ia akan merampas pada sebelah kanan, dan tetap juga lapar; dan ia akan makan pada sebelah kiri, maka mereka tidak juga dapat dikenyangkan : mereka akan makan masing-masingnya akan le-ngannya sendiri : Manasye, Efraim; dan Efraim, Manasye : maka mereka bersama-sama akan menentang Yehuda. Karena semua inilah murka-Nya tidak akan undur, melainkan tangan-Nya akan tetap terkedang.”
Sedemikian inilah kelak merupakan akibat-akibat dari menolak Allah dan nasehat-Nya. Semua orang yang mengambil pendirian berpihak kepada orang banyak itu melawan umat Allah akan mendapatkan diri mereka sendiri dalam kesulitan sama seperti halnya orang-orang Midian mengalami bencana di zaman Gideon -- karena terang memancar mereka akan saling membunuh antar sesamanya, tetapi orang-orang setia akan diselamatkan. Tetapi inipun belum seluruhnya : 54 “Maka banyak dari antara mereka itu akan terantuk dan jatuh, dan binasa, dan terjerat, dan dikalahkan.”
Menurut kata-kata firman ini banyak dari antara mereka akan menemukan “kegembiraan itu” tidak sesuai dengan kesukaan mereka dan tidak sesuai dengan ajaran mereka tentang itu. Perintah Tuhan adalah :
“Ikatkan kesaksian itu, meteraikanlah hukum itu di antara segala murid-Ku.”
Seorang “murid” ialah seseorang yang mengikuti Kristus terus-menerus dalam Kebenaran ungkapan Ilahi yang diterimanya bukan karena orang lain berbuat begitu, atau tidak berbuat begitu, melainkan karena Bapa yang di dalam Surga oleh perantaraan Roh-Nya secara pribadi telah menginsafkan dia untuk itu (Matius 16 : 17) -- sebab terlepas dari apa yang diperbuat atau dikatakan orang ia 55 secara pribadi telah diyakinkan oleh Roh. Dan “kesaksian” itu ialah firman-Nya yang hidup yang diteruskan oleh utusanutusan pilihan-Nya yang dipenuhi Roh -yaitu “Roh Nubuat” yang bekerja (Wahyu 19 : 10). Oleh karena itu mengikatkan kesaksian itu di antara murid-murid-Nya ialah mengukuhkan “Roh Nubuat” di antara mereka dan hanya mereka saja. Dan memeteraikan hukum di antara mereka ialah menguasakan dan meneguhkan hu-
21 kum itu dengan Kebenaran, membuat mereka melihat perlunya memeliharakan hukum itu, dan mendorong mereka mengatakan dengan tenang --
“Maka aku hendak berharap pada Tuhan, yang telah menyembunyikan wajah-Nya dari isi rumah Yakub, maka aku hendak mencari Dia.”
“Tengoklah, Aku dan anak-anak yang Tuhan telah karuniakan kepadaku ada-56 lah bagi tanda-tanda dan bagi keajaiban-keajaiban di Israel dari Tuhan serwa se-kalian alam, yang bersemayam di Gunung Sion.”
Tak lama lagi akan terlihat, bahwa orang-orang yang mengambil pendirian teguh pada pihak Kebenaran akan berguna bagi tanda-tanda dan keajaiban-keajaiban.
“Maka apabila mereka mengatakan kepa-damu, Carilah kepada orang-orang yang memiliki roh-roh tenung, dan kepada tukang-tukang sihir yang dapat melihat dan berkomat-kamit : bukankah patut suatu umat bertanyakan kepada Allah mereka? Patutkah ditanyakan kepada orang mati akan halnya orang hidup?”
Di sini dunia diperlihatkan menaruh perhatian yang lebih besar kepada paham Spiritualisme daripada kepada sesuatu “demikianlah firman Tuhan.” 57 “Akan Torat dan akan kesaksian : jika mereka berbicara tidak sesuai dengan Firman ini, maka itu adalah karena tidak ada terang di dalam diri mereka.”
Umat Allah akan mengetahui bahwa orang-orang yang mengambil pendirian lain daripada apa yang dikemukakan Kebenaran di sini, mereka sedang berbuat begitu karena Roh Kebenaran tidak tinggal di dalam hatinya. Maka hendaklah kita ingat bahwa menjadikan daging sebagai peganganmu, yaitu meminta nasehat kepada manusia apabila seharusnya meminta nasehat dari Allah, ialah sama jeleknya dengan meminta nasehat kepada roh-roh Kegelapan.
“Oleh sebab itu sekarang juga, de-mikianlah firman Tuhan, hendaklah ka-mu berbalik kepada-Ku dengan sebulat-bulat hatimu, dan dengan berpuasa, dan dengan meratap tangis, dan dengan ber-sedih hati : maka koyakkanlah hatimu, dan bukan pakaianmu, dan kembalilah kepada Tuhan Allahmu : karena Ia adalah 58 pengasih dan penyayang, tidak cepat murka, dan besar kebaikan-Nya, dan ber-sesallah Ia karena kejahatanmu.” Yoel 2 : 12, 13.
* * *
23
59APA YANG AKAN TERJADI
SELAMA MASA AKHIR
ZAMAN
Oleh :
Victor T. Houteff
Pendeta dari Persekutuan Davidian
Masehi Advent Hari Ketujuh
Sabat, 27 November 1948
Kapel Gunung Karmel, Waco, Texas
Untuk mengetahui apa yang akan terjadi selama masa akhir zaman, maka kita harus pertama-tama sekali mengetahui kapan masa akhir zaman itu dimulai dan kapan ia itu berakhir. Kita harus mengetahui kedua ujung pangkalnya jika kita hendak mengetahui apa yang akan jadi di antara kedua ujung pangkalnya itu. Sekarang, untuk menemukan kapan “masa 60 akhir zaman itu” dimulai marilah kita lihat kepada,
“Dan pada masa akhir zaman raja dari selatan itu akan menyerang menekan dia; dan raja dari utara akan datang mela-wan dia bagaikan sebuah angin puyuh, dengan kereta-kereta, dan dengan orang-orang berkuda, dan dengan banyak kapal; maka ia akan memasuki negeri-negeri, dan ia akan meliputi dan melewatinya.”
Di dalam ayat Alkitab ini terdapat lima kunci pembuka untuk diperhatikan dengan seksama, yaitu : (1) bahwa peperangan yang disebut di dalam ayat ini adalah pertikaian yang terakhir di antara dua orang raja yang tercatat di dalam nubuatan Daniel pasal 11; (2) bahwa itu adalah peperangan yang membawa kekalahan bagi raja dari selatan; (3) bahwa peperangan itu jadi pada masa akhir zaman, bukan sebelumnya, dalam, ataupun sesudah masa akhir zaman; (4) bahwa raja dari utara menjadi besar sementara raja dari selatan 61 itu menurun; dan (5) bahwa sebutan yang berbunyi : “pada akhir zaman raja dari selatan akan menyerang menekan dia”, jelas sekali menandai permulaan dari “masa akhir zaman itu.”
Oleh sebab itu jika kita menemukan tahun dimana perang nubuatan ini dimulai, maka kita sudah akan dapat menetapkan permulaan dari ‘masa akhir zaman.’
Oleh karena raja dari selatan itu menyerang menekan raja dari utara, maka itu memperlihatkan bahwa raja dari selatan
24 itu adalah yang menyerang, ia merasa dirinya kuat untuk menyerang. Tetapi bagaimanapun juga ia ternyata kalah, dan raja dari utara itu melindasnya, menjadi besar merebut banyak negeri, termasuk pula yang berikut ini :
“Ia akan masuk juga ke dalam tanah yang permai itu, dan banyak negeri akan dikalahkan, tetapi yang berikut ini akan lolos dari tangannya, yaitu Edom, dan 62 Moab, dan ibu negeri dari bani Ammon.”
Di sini terlihat bahwa raja dari utara itu bertumbuh menjadi amat besar selama masa akhir zaman. Ia merebut “tanah yang permai itu” (Palestina) dan di samping merebut banyak negeri yang lain, ia juga merebut Edom dan Moab dan Ammon (negara-negara Arab) yang ternyata kemudian “meloloskan diri dari tangannya” -- membebaskan diri. Dan lagi Injil mengatakan :
“Ia juga akan membentangkan tangan-nya untuk mencapai beberapa negara; dan negeri Mesir pun tidak akan lolos.”
Ini secara pasti menunjukkan bahwa “dalam masa akhir zaman” sesuatu kuasa yang besar yang telah memerintah negaranegara ini, di antara mana termasuk juga Mesir dan Palestina, ia akan kehilangan mereka ini dan menjadi kecil, sementara sebaliknya suatu penguasa yang lain akan merebut mereka itu lalu bertumbuh men- 63 jadi makin lebih besar.
Berabad-abad lamanya kekaisaran Ottoman telah memerintah atas semua negara ini, dan sejarah mencatat bahwa pertama kali Turki mengembalikan tanah terjadi kira-kira pada tahun 1699. Semenjak itu Turki telah menjadi makin kecil dan bangsa-bangsa Kristen makin menang, tetapi itu adalah khusus Britania Raya (Inggris) yang telah merebut negara-negara yang disebut namanya di dalam nubuatan. Dia adalah negara yang telah merebut banyak negara lainnya di samping negara-negara ini, dan dia telah bertumbuh menjadi besar selama runtuhnya kekaisaran Ottoman itu.
Oleh sebab itu jelaslah, dari fakta-fakta sejarah ini, di samping fakta-fakta lainnya yang belum kami sebutkan, membuktikan
25 bahwa yang telah naik keluar dari hutanhutan selatan Palestina adalah kekaisaran Ottoman, yang telah keluar setelah Ptolemies, ialah yang memegang gelar “raja dari selatan itu”; maka bangsa-bangsa dari 64 sebelah utara Palestina, yakni bangsabangsa Kristen yang keluar dari kekaisaran Romawi (dan kini khususnya Britania Raya), dialah yang memegang gelar “raja dari utara itu.” Oleh karena runtuhnya kekaisaran Ottoman itu dimulai dalam tahun 1699, dan bertumbuhnya kerajaan Inggris dimulai juga pada waktu yang sama, maka oleh karena itu permulaan dari abad ke delapan belas ialah permulaan dari “masa akhir zaman itu.”
Akhirnya, oleh karena kita kini melihat bahwa peperangan antara bangsa-bangsa Islam dan bangsa-bangsa Kristen itu disebutkan di dalam nubuatan dengan tekanan khusus, bahwa selama masa akhir zaman Mesir dan Palestina menyerah kepada raja dari utara itu sebagai bagian dari tanda kemenangan baginya, maka raja-raja ini jelas dapat dikenal. Maka dengan jatuhnya raja yang satu dan naiknya raja yang lainnya sesudah adanya Perjanjian Corlowitz dalam tahun 1699 oleh mana “Raja Mustafa II setuju untuk melepaskan tuntutannya 65 terhadap Transylvania dan sebagian besar dari Hongaria, untuk menyerahkan daerah Marea kepada orang-orang Venetia untuk mengembalikan daerah Polalia dan Ukraina kepada Polandia, dan untuk meninggalkan Azov kepada orang-orang Rusia” (Twentieth Century Cyclopaedia, vol. 6, p. 247) jelas menguatkan permulaan dari masa akhir zaman itu.
“Tetapi ia akan berkuasa atas perbenda-haraan emas dan perak, dan atas semua barang berharga dari Mesir; maka orang-orang Libya dan orang-orang Ethiopia akan mengikuti jejaknya. Tetapi kabar-kabar dari sebelah timur dan dari sebelah utara akan menyusahkan dia; oleh sebab itu ia akan keluar dengan kemarahan yang dahsyat hendak membinasakan dan menumpas banyak orang.”
Ayat-ayat ini mengungkapkan bahwa sesudah merebut Mesir dan Palestina, maka raja dari utara itu akan memasuki suatu perang yang lain, bukan karena raja 66 dari selatan, bukan dengan Turki, melainkan karena kabar-kabar berita dari sebelah timur dan dari sebelah utara yang menyusahkan dia. Semua ini membuat dia pergi keluar dengan kemarahan yang dahsyat hendak membinasakan banyak orang. Te-26 tapi ia tidak berhasil menaklukkan apapun yang pantas disebutkan, dan menurut ayat selanjutnya ia kemudian terancam dengan akan mencapai ajalnya. Oleh sebab itu perang yang khusus ini membawakan suatu kemunduran yang pertama bagi raja dari utara itu semenjak kemunduran raja dari selatan dalam tahun 1699.
Jerman dan Rusia dari utara, juga Jepang dari timur, kabar-kabar berita yang telah membuat Britania Raya dan sekutusekutunya terjun masuk dalam Perang Dunia II, oleh karenanya telah merupakan “kabar-kabar berita” yang telah menimbulkan perang itu yang walaupun disangka perang itu akan dimenangkan ternyata sebaliknya telah melemahkan Kerajaan Inggris. 67 “Maka ia akan menanamkan tempat iba-dahnya di antara kedua laut di dalam bu-kit kesucian yang mulia; namun ia akan mencapai ajalnya, dan tidak seorangpun akan menolongnya.”
Hanya sebagian dari Daniel pasal 11 yang belum digenapi ialah ayat ini, ayat yang terakhir dari pasalnya, dan karena semua nubuatan ini telah dibuat untuk dapat dimengerti hanya apabila semua itu sementara digenapi atau sesudah kegenapannya, maka ayat 45 ini belum sejelas apa yang kita kehendaki. Akibatnya mengenai tempat dari semua tempat ibadahnya berikut ajalnya, juga mengenai apakah sesuatu penguasa Kristen lain lagi akan kelak mewarisi gelar “raja dari utara” sebelum ayat 45 digenapi, hanya waktu sajalah yang akan menggambarkan seluruh kebenaran itu secara pasti.
Perkara yang Ilham ikut juga menjelaskan ialah kenyataan bahwa keadaan berikutnya dari raja itu ialah ajalnya, se- 68 mentara semua orang memandang dan mendengarkan, tetapi tidak seorangpun datang memberi bantuan kepadanya.
Oleh karena kita telah menetapkan waktu dari permulaan “masa akhir zaman itu”, maka marilah kita sekarang menetapkan akhir dari “masa akhir zaman itu.” Untuk memperoleh terang mengenai pokok masalah ini kita melihat kepada :
“Maka aku tampak binatang itu, dan segala raja di bumi, dan tentara mereka, berhimpun bersama-sama hendak ber-perang melawan dia yang duduk di atas 27 kuda itu, dan melawan bala tentaranya. Maka binatang itu tertangkaplah, dan bersama-sama dengannya nabi palsu itu yang telah melakukan berbagai tanda ajaib di hadapannya, dengan mana ia te-lah menyesatkan orang-orang yang telah menerima tanda binatang itu, dan mereka yang menyembah sujud kepada patung-nya. Keduanya ini dibuang hidup-hidup ke dalam lautan api yang bernyala-nyala 69 dengan belerang. Maka mereka yang si-sanya dibunuh dengan pedang dari Dia yang duduk di atas kuda itu, pedang ma-na keluar dari mulut-Nya; maka semua burung menjadi kenyang oleh makan daging mereka itu.”
“Binatang itu”, “nabi palsu itu”, dan “mereka yang sisa” adalah disebutkan di sini. Siapakah mereka itu?
Pertama-tama binatang itu dan nabi palsu itu dan kemudian mereka yang sisa, yaitu orang-orang yang lagi tinggal, akan dicampakkan ke dalam lautan api. Oleh karena “binatang itu” dan “nabi itu” adalah kesatuan-kesatuan khusus yang memang ada di dunia, maka mereka yang sisa itu (mereka yang lagi tinggal) tentunya melambangkan orang-orang dunia sisanya yang tidak bertobat yang bersimpati kepada binatang itu dan kepada nabi palsu itu. Oleh sebab itu pembinasaan terhadap nabi itu, binatang itu, dan mereka yang sisa itu, akan merupakan berakhirnya dunia -yaitu akhir dari masa akhir zaman itu.
70Di samping ayat-ayat Alkitab ini, maka pasal yang kedua puluh dari kitab Wahyu mengungkapkan bahwa dengan peristiwa yang terakhir ini mendahului masa seribu tahun itu dalam drama dosa, pemerintahan Kristus bersama sidang-Nya selama masa seribu tahun dimulai (Wahyu 20 : 1 – 3), dan pada akhir dari masa seribu tahun itu akan bangkit semua orang yang tidak memperoleh “bagiannya dalam kebangkitan yang pertama.” Ayat 5, 6.
Kini dapat kita lihat, bahwa “masa akhir zaman itu” terhitung semenjak dari permulaan runtuhnya kekaisaran Ottoman sampai kepada akhir sejarah dunia, dan bahwa akhir sejarah dunia ialah berakhirnya semua umat manusia terkecuali Sidang -- yaitu “mereka yang hidup dan memerintah bersama dengan Kristus seribu tahun lamanya.”
Marilah kita lihat sekarang apa yang jadi di antara dua tonggak penunjuk itu. Kita akan melanjutkan dengan nubuatan Daniel sampai ke pasal dua belas. 71 “Maka pada masa itu akan bangkit berdiri Mikhael, Penghulu besar yang membela bani bangsamu; maka akan ada suatu masa kesukaran yang sedemikian itu belum pernah ada semenjak adanya sesuatu bangsa sampai kepada masa itu; maka pada masa itu bangsamu akan di-lepaskan, yaitu setiap orang yang akan didapati namanya di dalam buku.”
“Maka pada masa itu” -- artinya, pada masa raja dari utara datang menemui ajalnya (pasal 11, ayat 45) -- akan bangkit berdiri Mikhael dan melepaskan umat-Nya, Sidang, yaitu semua orang yang tertulis namanya di dalam buku. Apalagi yang akan jadi?
“Maka banyak dari mereka yang tidur di dalam lebu bumi akan bangkit, sebagian kepada hidup yang kekal, dan sebagian kepada malu dan kehinaan yang kekal.”
Disini dikemukakan suatu kebangkitan 72 campuran orang banyak, orang jahat dan orang benar -- mereka yang bodoh dan mereka yang bijaksana. Jadi, kebangkitan ini bukanlah “kebangkitan yang pertama” sebelum masa seribu tahun itu, juga bukan kebangkitan orang jahat sesudah masa seribu tahun itu (Wahyu 20 : 5, 6), melainkan adalah suatu kebangkitan istimewa. Jika orang-orang bijaksana yang membalikkan banyak orang kepada kebenaran itu adalah dari antara orang-orang yang dibangkitkan dalam kebangkitan istimewa ini, dan jika mereka itu bersinar-sinar bagaikan bintang-bintang di langit untuk selamalamanya, maka kebangkitan istimewa ini akan jadi dalam masa kasihan.
“Tetapi akan dikau, hai Daniel, tutuplah olehmu segala perkataan ini dan mete-raikanlah kitab ini, sampai kepada masa akhir zaman; banyak orang akan berlari-lari ke sana ke mari, dan pengetahuan akan dipertambahkan.”
Pengertian terhadap buku ini dan ter- 73 hadap segala perkataannya akan dimeteraikan sampai kepada masa akhir zaman. Oleh sebab itu, selama masa akhir zaman buku itu akan dibukakan. Pengetahuan juga akan dipertambahkan. Lagi pula banyak orang akan berlari-lari ke sana ke mari; artinya, komunikasi akan berkembang cepat sekali. Semua ini sudah kita saksikan terjadi selama “masa akhir zaman.” Jadi tidak perlu diragukan lagi karena waktu dimana kita hidup sekarang ialah -- masa akhir zaman itu.
29
“Dan ku dengar, tetapi tidak aku me-ngerti; maka kataku, Ya Tuhanku, apa-kah kelak akhir dari segala perkara ini? Lalu katanya kepadaku, Pergilah hai Daniel, karena segala perkataan ini adalah tertutup dan termeterai sampai kepada akhir zaman. Banyak orang akan disucikan, dan diputihkan, dan dicobai; tetapi orang jahat akan makin melaku-kan kejahatan, dan tidak seorang pun dari orang jahat itu akan mengerti; tetapi 74 orang-orang bijaksana akan mengerti.”
Di sini Ilham sendiri menjelaskan, bahwa tidak seorangpun, bahkan Daniel sendiripun tidak akan mungkin dapat memahami buku itu sebelum masa akhir zaman. Dan juga, sementara orang-orang jahat terus melakukan kejahatan dengan makin jahatnya, maka banyak orang akan disucikan, diputihkan dan dicobai; yaitu pembersihan sidang, penyucian Tempat Suci (Daniel 8 : 14) akan jadi selama masa akhir zaman itu. Dalam kata-kata dari nabi Maleakhi penyucian Tempat Suci itu akan didahului oleh pemberitahuan sebagai berikut :
“Tengoklah, Aku hendak mengirim utu-san-Ku, maka ia akan menyediakan jalan di hadapan-Ku; maka Tuhan yang kamu cari itu akan tiba-tiba datang ke kaabah-Nya, yaitu utusan perjanjian yang kamu senangi itu; tengoklah, Ia akan datang, de-mikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam. Tetapi siapakah yang dapat tahan 75 pada hari kedatangan-Nya itu? Dan siapa-kah yang dapat tahan berdiri apabila ke-lihatanlah Ia? Karena Ia adalah bagaikan api pembersih dan bagaikan sabun bina-ra; maka Ia akan duduk bagaikan pem-bersih dan pemurni perak; maka Ia akan membersihkan bani Lewi, dan menyuci-kan mereka itu bagaikan emas dan perak, sehingga mereka dapat mempersembah-kan kepada Tuhan suatu persembahan dalam kebenaran.”
Gantinya mengatakan “Tempat Suci”, Ilham dalam hal ini menggunakan katakata “Kaabah.” Dan gantinya mengatakan “penyucian”, Ilham di sini menggunakan sebutan pembersihan dan pemurnian. Sungguhpun demikian, Rasul Petrus memilih untuk menyebutkan penyucian Tempat Suci itu dengan kata-kata, “Pehukuman” dalam “isi rumah Allah” :
“Karena waktunya akan datang bahwa pehukuman harus mulai terhadap isi ru-mah Allah; maka jika ia itu pertama-tama 76 mulai terhadap kita, apakah kelak akhir dari segala orang yang tidak mematuhi Injil Allah? Dan jika orang benar saja jarang sekali yang dapat diselamatkan, maka dimanakah kelak orang-orang yang tidak percaya dan orang-orang berdosa itu terlihat?”
Tetapi, dalam perumpamaan-perumpamaan, Yesus menjelaskan penyucian Tempat Suci itu sebagai berikut :
“Biarkanlah keduanya bertumbuh bersa-ma-sama sampai kepada masa penuaian; maka dalam masa penuaian Aku akan mengatakan kepada para penyabit: Kum-pulkanlah dahulu olehmu lalang-lalang itu, dan ikatkanlah semuanya dalam ber-kas-berkas untuk dibakar; tetapi himpun-kanlah gandum itu ke dalam lumbung-Ku.”
Di sini telah dibuat jelas, bahwa dalam contoh ini orang-orang jahat yang berada di antara orang-orang benar diumpamakan 77 dengan lalang, dan masa dari penyucian itu sendiri, yaitu Pehukuman, disamakan dengan “penuaian”, tetapi bahwa penyucian itu sendiri adalah disamakan dengan suatu pemisahan gandum dari lalang.
Kembali di dalam ayat-ayat 47 dan 48 Kristus menarik suatu garis yang sejajar di antara Sidang sebagai sebuah “pukat”; umat dipersamakan-Nya dengan “ikan”, dan pembersihan dipersamakan-Nya dengan suatu pemisahan, sebaliknya di dalam Matius 25 Ia menyebut Sidang yang dibersihkan itu sebagai Kerajaan Allah, dan umat dipersamakan-Nya dengan “anak-anak dara”, dan penyucian itu digambarkan-Nya dengan sebuah pintu yang memberi masuk kepada anak-anak dara yang bijaksana, tetapi menolak masuk mereka yang tergolong bodoh itu. Tetapi perumpamaan-Nya yang kedua dari Matius 25 itu, kepada kita diberitahu, bahwa pemisahan itu adalah bagaikan seorang tuan yang datang membuat perhitungan dengan hamba-hambanya. Orang- 78 orang yang tidak berbuat apapun yang baik bagi kemajuan kerajaan-Nya (mereka yang tidak berdagang dan meningkatkan talenta-talenta yang diberikan-Nya Matius 25 : 27) akan dicampakkan keluar, untuk di sana menggeretakkan giginya di dalam “kegelapan.” (Matius 25: 30). Dalam perumpamaan-Nya yang ketiga Ia mempersamakan pemisahan itu dengan seorang gembala yang memisah-misahkan kambing-kambing dari domba-domba (orangorang berdosa dari orang-orang suci); kambing-kambing itu dihukum untuk mati tetapi domba-domba itu diberikan hak untuk masuk Kerajaan.
Tetapi nabi Yehezkiel menjelaskan penyucian Tempat Suci itu dari segi yang lain lagi :
31
“Ia berseru juga pada pendengaranku de-ngan suara besar, mengatakan, Biarkan-lah mereka yang berkuasa atas kota itu datang kemari, yaitu setiap orang dengan senjatanya yang membinasakan di dalam 79 tangannya. Maka tengoklah, enam orang datang dari jalan pintu gerbang yang le-bih tinggi, yang terletak arah ke utara, maka masing-masingnya ada sebuah senjata yang membinasakan di dalam tangannya; maka salah seorang di antara mereka itu berpakaian kain khasah, de-ngan sebuah pena penulis pada lambung-nya : maka masuklah mereka, lalu ber-diri di samping mezbah tembaga. Maka Tuhan mengatakan kepadanya, Berjalan-lah kamu di tengah-tengah kota itu, ya-itu di tengah-tengah Yerusalem, dan bubuhlah sebuah tanda pada dahi segala orang yang berkeluh kesah dan mena-ngis karena segala kekejian yang dibuat di tengah-tengah kota itu. Dan kepada mereka yang lainnya Ia mengatakan pa-da pendengaranku, Pergilah kamu meng-ikuti dia melalui kota itu, dan bunuhlah, janganlah matamu melewati, janganlah hatimu menaruh sayang, bunuhlah se-luruhnya baik tua maupun muda, baik wanita maupun anak-anak, dan orang-orang perempuan, tetapi janganlah kamu 80 datang hampir kepada setiap orang yang padanya terdapat tanda itu, dan mulailah pada tempat kesucian-Ku. Maka mulailah mereka itu terhadap orang-orang bangsa-wan yang ada di depan rumah itu. Lalu kata-Nya kepada mereka itu, Najiskan-lah rumah itu, dan penuhilah semua ruangannya dengan orang-orang yang mati dibunuh : keluarlah kamu. Maka keluarlah mereka itu, lalu membunuh di dalam negeri itu.”
Di samping gambaran yang cukup jelas ini, maka Ilham oleh perantaraan nabi Daniel mengungkapkan, bahwa Tempat Kesucian itu akan disucikan bukan saja dari orang-orang berdosa, melainkan juga dari doktrin-doktrin yang salah, karena salah seorang malaikat bertanya :
“...... Berapa lamakah kelak khayal me-ngenai korban yang sehari-hari itu, dan pelanggaran yang membuat sunyi itu, memberikan Tempat Kesucian maupun orang banyak itu diinjak-injak di bawah 81 kaki? Maka kata-Nya kepadaku, Sampai dua ribu tiga ratus hari; maka kelak Tempat Kesucian itu akan disucikan ….. Pahamilah hai anak Manusia, karena pada akhir zaman kelak akan jadi khayal itu.”
Yang sehari-hari itu, kesunyian itu, juga Tempat Kesucian dan orang banyak itu adalah berkenan kepada ajaran-ajaran dan umat itu. Keduanya akan disucikan. Maka malaikat itu menjelaskan, bahwa penyucian Tempat Suci itu (menyucikannya baik
32 dari kekeliruan maupun kemunafikan) akan jadi sesudah 2300 hari itu, yaitu selama masa akhir zaman.
Lagi pula melalui nabi Zakharia Tuhan membuat sebuah gambaran lain yang lebih nyata lagi yang menunjukkan, bahwa orang-orang suci itu sendiri juga akan disucikan :
“Maka Ia menunjukkan kepadaku Yosua imam besar itu yang berdiri di hadapan 82 malaikat Tuhan, dan Setan berdiri pada sisinya sebelah kanan hendak melawan dia. Maka firman Tuhan kepada Setan, Tuhan mencela kamu, hai Setan; yaitu Tuhan yang telah memilih Yerusalem mencela kamu; bukankah ini adalah sebuah puntung yang dipetik dari da-lam api? Sekarang Yosua berpakaikan pakaian yang kotor, dan ia berdiri di depan malaikat itu. Maka Ia menjawab dan berbicara kepada orang-orang yang berdiri di hadapannya, dengan mengata-kan, Tanggalkanlah pakaian-pakaian yang kotor itu daripadanya. Lalu kepa-danya Ia mengatakan, Tengoklah, Aku sudah memaafkan semua kejahatanmu daripadamu, maka Aku akan memakai-kan kepadamu pakaian yang lain. Lalu kata-Ku, Biarkanlah mereka memakai-kan ke atas kepalanya destar yang indah. Demikianlah mereka meletakkan sebuah destar yang indah ke atas kepalanya, dan dan memakaikan kepadanya pakaian-pakaian. Dan malaikat Tuhan berdiri di situ.”
83Sementara kita sudah melihat, bahwa isi rumah Allah akan disucikan dari kesalahan dan dari kemunafikan, maka di sini dalam nubuatan Zakharia kita saksikan, bahwa orang-orang suci itu sendiri disucikan dari semua dosa mereka -- pakaianpakaian mereka yang kotor itu ditanggalkan dan pakaian-pakaian yang bersih dan indah diberikan sebagai gantinya. Fase penyucian ini kembali dilukiskan dengan cara pakaian kawin. (Matius 22 : 11).
Dan sekarang marilah ku ingatkan kepadamu, bahwa sesudah lalang-lalang itu disingkirkan, maka “gandum” tidak akan dibiarkan begitu saja di ladang dimana ia bertumbuh (artinya, orang-orang suci itu tidak dibiarkan begitu saja dimana mereka berada), melainkan ia itu akan dimasukkan ke dalam “lumbung.”
Selanjutnya, sesudah “ikan-ikan yang jelek” (orang-orang munafik) dibuang, maka “ikan-ikan yang baik” (orang-orang suci) akan kemudian dimasukkan ke dalam “keranjang-keranjang”, mereka tidak 84 dibiarkan saja di dalam “pukat” (tidak dibiarkan begitu saja di tempat penyucian itu berlangsung). Akibatnya apabila sidang dibersihkan sedemikian ini, maka orangorang suci akan dipindahkan dari tempat mereka yang semula, lalu ditaruh di dalam suatu tempat yang aman -- yang jauh dari pengaruh-pengaruh dunia dan pengaruhpengaruh lingkungan. Sesudah selesai disucikan, maka mereka sedemikian ini perlu dipertahankan dalam keadaan bersih. Maka di manakah tempat itu? Pewahyu memberikan jawabannya sebagai berikut :
“Maka aku tampak, dan heran, seekor Anak Domba berdiri di atas Gunung Si-on, dan bersama-sama dengan-Nya sera-tus empat puluh empat ribu orang, yang memiliki nama Bapa-Nya tertulis pada dahi mereka. Mereka ini adalah orang-orang yang tidak tercemar dengan wani-ta-wanita, karena mereka adalah anak-anak dara. Mereka inilah yang mengikuti Anak Domba itu ke mana saja Ia pergi. 85 Mereka ini telah ditebus dari antara se-gala manusia, merupakan buah-buah per-tama bagi Allah dan bagi Anak Domba. Maka di dalam mulut mereka tidak di-dapati satupun tipu, karena mereka ada-lah tanpa salah di hadapan tahta Allah.”
Orang-orang yang disucikan itu, sebagai anda saksikan, adalah mereka yang 144.000 itu, maka mereka dibawa ke Gunung Sion.
Maka jelaslah, bahwa penyucian itu terdapat dalam dua bagian. Seratus empat puluh empat ribu orang suci yang tidak bercacat cela itu dimeteraikan dari antara suku-suku bangsa Israel (Wahyu 7 : 4 – 7), sidang, adalah hanya buah-buah pertama. Mereka dibawa ke Gunung Sion. Akhirnya sesudah pembersihan, atau penyucian sidang itu terlaksana, maka orang banyak dari Wahyu 7 : 9 akan dihimpunkan keluar dari segala bangsa. Mereka akan membentuk buah-buah kedua, sebab dimana tidak terdapat yang kedua tidak akan terdapat juga yang pertama.
86Di manakah Gunung Sion itu? Biarlah nabi Mikha menceritakannya kepada kita di bawah ini :
“Sebab itu oleh karena kamu, Sion akan dibajak seperti ladang, dan Yerusalem akan menjadi timbunan puing-puing, dan gunung Bait suci akan menjadi se-perti bukit yang berhutan. Tetapi di akhir zaman akan jadi kelak, bahwa gunung rumah Tuhan akan diperdirikan di atas puncak segala gunung, dan ia itu akan ditinggikan di atas segala bukit; maka orang banyak akan mengalir datang ke-padanya. Dan banyak bangsa akan da-34 tang, dan mengatakan, Marilah kita naik ke gunung Tuhan, dan ke rumah Allah Yakub; maka Ia akan mengajarkan kepa-da kita segala jalan-Nya, dan kita akan berjalan dalam segala lorong-Nya; karena dari Sion akan terbit hukum, dan Firman Tuhan dari Yerusalem.”
Ini adalah penjelasan dari Ilham sendiri mengenai tempat itu dimana sidang yang 87 dibersihkan itu akan didiami. Di sini kita diberi tahu, bahwa walaupun kerajaan kuno itu, yaitu orang-orang Yahudi, yang istananya berdiri di atas Gunung Sion, akan dihancurkan sejak dari dasarnya sampai ke atas, namun bagaimanapun kita pada waktu yang sama dijanjikan, bahwa Kerajaan itu akan dikembalikan di akhir zaman, dan bahwa ia itu akan ditinggikan di atas segala kerajaan lainnya, di atas semua “gunung-gunung” dan “bukit-bukit.”
Kembali Tuhan mengatakan :
“Maka Aku akan menyucikan nama-Ku yang besar itu, yang sudah dicemarkan di antara segala bangsa kafir, yang su-dah kamu cemarkan di tengah-tengah mereka itu; maka orang-orang kafir itu akan mengetahui, bahwa Akulah Tuhan, demikianlah firman Tuhan Hua, apabila aku akan disucikan di dalam kamu di depan mata mereka itu. Karena Aku akan mengambil kamu dari antara orang-orang kafir itu, dan menghimpunkan kamu ke-88 luar dari semua negeri, maka Aku akan membawa kamu ke dalam negerimu sendiri. Kemudian Aku akan memercik-kan air bersih ke atasmu, dan kamu akan menjadi suci dari semua kekotoranmu, dan dari semua berhala akan Ku sucikan kamu.”
Di sini diberitahu bahwa pembersihan terakhir dari orang-orang suci itu, yaitu penyucian yang menyingkirkan semua tanda dosa, dilaksanakan sesudah Allah mengambil umat-Nya dari antara bangsabangsa kafir dan dari semua negeri, lalu membawa mereka itu ke dalam negerinya sendiri.
Yehezkiel 36 : 26 :
“Suatu hati yang baru juga akan Ku ka-runiakan kepadamu, dan suatu roh yang baru akan Ku masukkan ke dalam kamu; maka Aku akan mengeluarkan hati batu dari dalam dagingmu, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu suatu hati daging.”
89Apabila orang-orang suci sampai ke Tanah Perjanjian, maka hati yang memanjakan dosa, yaitu hati batu, akan disingkirkan dan suatu hati yang merindukan kebenaran, suatu hati daging, akan dikaruniakan. Tidak lagi umat Allah akan memerangi pencobaan-pencobaan dari dalam untuk melakukan kebenaran. Bagi mereka, dalam masa periode hati daging itu, adalah biasa secara alami dengan sendirinya melaksanakan kebenaran sebaliknya sekarang ini selama masa periode hati batu adalah biasa secara alami melaksanakan pelanggaran-pelanggaran.
Yehezkiel 36 : 27 :
“Maka Aku akan menaruh Roh-Ku di dalam kamu, lalu membuat kamu berja-lan dalam syariat-syariat-Ku, maka kamu akan memeliharakan semua hukum-Ku dan melakukan dia.”
Lagi pula Roh Allah akan dengan bebas dikaruniakan kepada orang-orang suci, lalu dengan demikian inilah mereka akan menjadi mahluk-mahluk kekal yang sem- 90 purna, mampu secara sempurna berjalan dalam syariat-syariat Allah dan hukumhukum-Nya.
Yehezkiel 36 : 28 :
“Maka kamu akan tinggal di dalam ne-geri yang Ku karuniakan kepada nenek moyangmu; maka kamu akan menjadi umat-Ku, dan Aku akan menjadi Allah-mu.”
Mereka akan tinggal, bukan di sesuatu tanah yang lain, demikianlah firman Tuhan, melainkan di tanah air mereka sendiri, yaitu di negeri yang dahulu telah dikaruniakan Tuhan kepada para leluhur mereka itu. Mereka akan tinggal di Palestina.
Sekarang anda dapat melihat dengan jelas, bahwa orang-orang Yahudi yang tidak bertobat yang sedang berusaha merebut tanah Palestina bukanlah umat yang dibicarakan oleh bagian-bagian Alkitab ini. Sekarang anda melihat, bahwa orangorang Arab, Yahudi, atau orang-orang Ka- 91 fir, semuanya kelak pada akhirnya harus keluar dan memberikan tempat kepada umat Allah yang bersih dan yang sudah disucikan itu.
“Karena, tengoklah, bahwa pada masa itu, dan dalam waktu itu, apabila kelak Aku akan membawa kembali para tawanan Yehuda dan Yerusalem, Aku akan juga menghimpunkan segala bangsa, lalu akan membawa turun mereka itu ke dalam lembah Yehosafat, dan Aku akan membujuk mereka di sana demi karena umat-Ku dan karena bagian pusaka-Ku Israel, yang sudah mereka cerai-berai-kan di antara segala bangsa, dan sudah mereka membagi-bagikan tanah-Ku.”
36
Di sini anda melihatnya diucapkan dengan sejelas mungkin, bahwa apabila Allah membawa kembali umat-Nya yang tertawan itu, maka Ia akan mengumpulkan segala bangsa di dalam lembah Yehosafat dan Ia akan membujuk mereka demi karena umat-Nya -- yaitu karena buah-buah 92 kedua milik-Nya -- sesudah Ia membawa buah-buah pertama ke Gunung Sion.
“Maka banyak orang akan pergi dan me-ngatakan, Datanglah kamu, dan marilah kita naik ke gunung Tuhan itu, ke rumah Allah Yakub; maka Ia akan mengajar-kan kita segala jalan-Nya, dan kita akan berjalan dalam segala lorong-Nya; karena dari dalam Sion akan terbit hukum, dan Firman Allah dari dalam Yerusalem.”
“Tetapi Yehuda akan tinggal untuk sela-ma-lamanya, dan Yerusalem dari generasi ke generasi. Karena Aku akan menyuci-kan darah mereka, yaitu yang belum Ku sucikan; karena Tuhan berdiam di Sion.”
Demikianlah kelak orang-orang suci itu akan dimungkinkan hidup untuk selamalamanya.
“Maka penduduknya tidak akan lagi me-93 ngatakan, Saya sakit; karena umat yang tinggal di sana itu akan kelak diampuni segala kejahatannya.”
Dan apakah lagi yang dapat dikatakan sesudah umat itu dikumpulkan dan disucikan? Hanya ini :
“Orang yang jahat, biarlah ia terus ber-tambah jahat, dan orang yang keji, biar-lah ia terus bertambah keji; dan orang yang benar, biarlah ia terus bertambah benar; dan orang yang suci, biarlah ia terus bertambah suci.”
Kelengkapan dari pekerjaan penyucian itu akan mengakhiri masa kasihan -- orang berdosa akan terus tinggal berdosa untuk selamanya, dan orang benar akan terus benar untuk selama-lamanya. Kemudian orang-orang yang mendapatkan dirinya di luar tanah suci akan menangis dan menggeretak giginya. Mereka dengan penuh penderitaan akan mengatakan : 94 “Masa penuaian sudah berlalu, musim panas sudah berakhir, dan kita tidak juga selamat.”
Lagi pula, tanah itu akan dibagi-bagikan di antara segala suku bangsa itu tetapi bukan seperti yang dibagikan pada zaman dahulu. Waktu tidak mengijinkan saya untuk membaca seluruh cara pembagian itu, tetapi di sini saya telah mengemukakan dalam sebuah peta yang menunjukkan, bahwa tanah itu belum pernah dibagi-bagi seperti ini. Masing-masing suku bangsa akan memperoleh sebidang tanah penuh panjangnya dari sebelah timur sampai ke barat. Bagian dari suku Dan adalah yang pertama di sebelah utara, dan bagian dari suku Gad adalah yang terakhir di sebelah selatan. Di dalam pasal-pasal 47 dan 48 dari kitab Yehezkiel anda akan menemukan gambaran yang lengkap dari pembagian-pembagian tanah ini.
95
Selanjutnya, tanah itu sendiri akan disucikan; karena Tuhan berfirman :
“Oleh sebab itu hai anak Manusia, ber-nubuatlah olehmu dan katakanlah kepa-da Gog, Demikianlah firman Tuhan Hua; pada masa itu apabila umat-Ku Israel me-netap dengan selamat sentosa, tidakkah kamu mau mengetahuinya? Maka kamu datang hendak melawan umat-Ku Israel, bagaikan suatu awan yang menudungi ta-nah itu; ia itu akan jadi di akhir zaman, maka Aku akan membawa kamu datang melawan tanah-Ku, supaya orang kafir dapat mengenal Aku, apabila Aku akan disucikan di dalam kamu, hai Gog, di hadapan mata mereka itu ..... Kamu akan rebah mati di atas segala gunung Israel, baik kamu, baik segala bala tentaramu, berikut semua orang yang menyertaimu; Aku akan memberikan kamu kepada segala jenis burung yang lapar, dan ke-pada segala binatang di padang untuk makanannya. Demikianlah Aku akan 97 membuat nama-Ku yang suci menjadi termasyur di tengah-tengah umat-Ku Israel; maka Aku tidak akan membiar-kan lagi mereka mencemarkan nama-Ku yang suci; dan segala orang kafir akan mengetahui, bahwa Akulah Tuhan, Yang Maha Suci di Israel. Maka mereka yang tinggal di dalam kota-kota Israel akan keluar, dan mereka akan menyalakan api dan membakar semua senjata, baik peri-sai maupun selukung, busur, dan anak panah dan lembing dan tombak, maka mereka akan membakar semuanya itu dengan api tujuh tahun lamanya, sehing-ga tiada lagi mereka akan mengambil kayu dari ladang, ataupun memotong sesuatu dari hutan; karena mereka akan membakar senjata-senjata itu dengan api, dan mereka akan menjarah orang-orang yang pernah menjarah mereka, dan merampok orang-orang yang pernah merampok mereka, demikianlah firman Tuhan Hua. Maka akan jadi kelak pada hari itu, bahwa Aku akan memberikan kepada Gog suatu tempat dimana ia akan 98 dikubur di Israel, yaitu lembah dari para pengikut di sebelah timur dari laut; maka ia itu akan menghentikan hidung para pengikut; dan di sanalah mereka akan menguburkan Gog berikut semua orang banyak pengikutnya; maka mereka akan menamainya Lembah Hammon-Gog. Ma-ka tujuh bulan lamanya isi rumah Israel akan kelak menguburkan mereka itu, supaya mereka dapat menyucikan tanah itu. Dan semua orang di tanah itu akan menolong menguburkan mereka, maka ia itu akan menjadi termasyur bagi mere-ka pada hari Allah akan dipermuliakan, demikianlah firman Tuhan Hua. Dan mereka akan mengasingkan orang-orang yang terus bekerja, berjalan melewati tanah itu untuk menguburkan bersama-sama dengan orang-orang perjalanan itu mereka yang masih tertinggal di permu-kaan bumi, untuk menyucikannya; sesu-39 dah lewat masa tujuh bulan itu mereka akan memeriksa tanah itu.”
Bahkan selanjutnya anda dapat men- 99 catat sekarang, bahwa semua keajaiban ini Allah lakukan bagi umat-Nya, bukan karena mereka tadinya baik adanya, atau karena mereka sekarang baik, melainkan demi karena nama Allah sendiri yang besar itu. Dengarkanlah kepada apa yang Tuhan sendiri katakan :
“Oleh sebab itu katakanlah kepada isi rumah Israel, Demikianlah firman Tuhan Hua; bukannya Aku melakukan ini kare-na kamu, hai isi rumah Israel, melainkan demi karena nama-Ku yang suci, yang sudah kamu cemarkan di antara segala bangsa kafir ke mana kamu sudah pergi. Maka Aku hendak menguduskan nama-Ku yang besar yang sudah dicemarkan di antara bangsa-bangsa kafir, yang su-dah kamu cemarkan di tengah-tengah mereka itu; maka orang-orang kafir akan mengetahui, bahwa Akulah Tuhan, de-mikianlah firman Tuhan Hua, apabila Aku akan dikuduskan di dalam kamu di depan mata mereka itu. Karena Aku akan 100 mengambil kamu dari antara bangsa ka-fir, dan menghimpunkan kamu keluar dari segala negeri, maka Aku akan mem-bawa kamu ke dalam tanah airmu sen-diri.”
Sesuai kata-kata firman di atas ini, Allah akan mengembalikan tanah itu kepada umat pilihan-Nya, bukan karena mereka sebagai suatu bangsa adalah baik, melainkan karena Ia ingin memulihkan nama-Nya sendiri di antara bangsa-bangsa kafir.
Karena waktu terus mendekat bagi terlaksananya pekerjaan penyucian itu maka sebuah panggilan bagi kebangkitan rohani akan dibuat sebagai berikut :
“Bangunlah, bangunlah; pakailah kuat-mu, hai Sion, pakailah pakaian-pakaian-mu yang indah, hai Yerusalem, kota suci; karena kemudian daripada ini tidak akan lagi masuk ke dalammu mereka yang tidak bersunat dan yang najis.”
101Ilham di sini menyatakan, bahwa sesudah panggilan bagi pembangunan dan reformasi ini diserukan, maka sesudah itu dan seterusnya orang-orang berdosa tidak lagi akan diijinkan memperoleh satupun bagian di antara umat yang sudah disucikan itu.
Nabi Nahum juga adalah seorang saksi dari panggilan Reformasi ini. Ia menulis sebagai berikut :
40
“Tengoklah di atas gunung-gunung kaki dari orang yang membawakan kabar-ka-bar baik, yang memberitakan damai! Hai Yehuda, laksanakanlah pesta perayaan-perayaanmu yang besar, sampaikan sega-la nazarmu; karena orang jahat tidak akan lagi berjalan lalu daripadamu; ia akan ditumpas habis.”
Di sini anda saksikan, bahwa pemberitahuan mengenai peristiwa yang sudah lama di tunggu-tunggu ini akan dibuat melalui penyiaran-penyiaran dari sese- 102 orang. Lagi pula, orang itu akan menyiarkan damai dan dengan demikian ia memberitakan pengembalian dari Kerajaan itu. Ini adalah satu-satunya damai yang dunia dapat miliki. Tidak akan ada yang lain lagi. Orang-orang yang melaksanakan “pesta perayaan-perayaan” Allah yang besar dan yang menyampaikan nazarnazar mereka akan memiliki damai ini. Tidak seorang yang lain akan memilikinya.
Dalam penyelidikan kita pada hari ini kita telah menyimpulkan beberapa dari perkara-perkara yang akan jadi selama masa akhir zaman, namun perkara yang terpenting sejauh yang berhubungan dengan diri anda, ialah keputusan yang kini diserahkan kepada anda untuk diambil.
* * *
41
103Surat dialamatkan kepada:
Universal Publishing Association
(Kantor Pusat)
Waco, Texas 76714
U S A
Universal Publishing Association
(Divisi Indonesia)
P. O. Box 6965/JAT-PK
Jakarta 13710
e-mail:
gadsdaid@yahoo.com
dikerjakan oleh:
Penerbitan 2018
104UNIVERSAL PUBLISHING ASSOCIATION
P.O. BOX 7613
WACO, TX 76714
+1 800-729-7494
www.davidiantoday.org