V. T. HOUTEFF
Agar setiap orang yang berhaus akan kebenaran
dapat memperolehnya, maka buku-buku kecil ini disebarkan dengan cuma-cuma. Hanya satu permohonan yang dimintanya, yaitu setiap jiwa wajib memeriksa segala perkara dan berpegang teguh pada mana yang baik. Hanya benang-benang
untaian keemasan Eden dan tali-tali pengikat Golgota yang berwarna darah -- ikatan-ikatan yang mengikat itu yang merupakan pita pengikat buku
gratis yang kecil ini.
Kami sangat menghargai nama dan alamat anggota
MAHK yang dikirimkan.
1AMARAN
SEKARANG
Satu-Satunya Kedamaian Pikiran
Anak-Anak Yang Dilahirkan Seorang Ibu Sundal Membawakan Damai Dan Bahagia
Di Dalam Rumah Tangga
Paradoks Besar Dari Segala Zaman
VICTOR T. HOUTEFF
Universal Publishing Association
P. O. Box 6965/JAT-PK, Jakarta 13710
e-mail : gadsdaid@yahoo.com
2Naskah Untuk Berdoa
Tipu Daya Setan Dalam Pertarungannya
Melawan Jiwa-Jiwa
Saya akan membaca dari buku “Christ’s Object Lessons,” halaman 55, dimulai dengan paragraf yang kedua :
“Berbagai kepentingan, kekayaan, ke- senangan, semuanya digunakan oleh Se- tan dalam mempermainkan pertarungan hidup bagi jiwa manusia. Amaran telah diberikan, ‘Janganlah mengasihi dunia, ataupun perkara-perkara yang terdapat di dalamnya. Jika seseorang mengasihi dunia, maka kasih Bapa tidak terdapat di dalamnya.....’ Dia yang membaca hati manusia bagaikan sebuah buku yang terbuka mengatakan, ‘Berjaga-jagalah akan dirimu, karena jika tidak demikian pada sesuatu saat hatimu akan dipenuhi dengan gelojoh, mabuk dan memikirkan kepentingan-kepentingan hidup ini.’ Maka 3 rasul Paulus oleh perantaraan Roh Suci menulis, ‘Mereka yang hendak menjadi kaya jatuh ke dalam jerat dan cobaan, dan ke dalam banyak keinginan hati yang bodoh dan merusak, yang menghanyut- kan manusia dalam kebinasaan dan ke- hancuran. Karena cinta akan uang adalah akar dari segala kejahatan; yang mana, masih banyak orang menginginkannya, maka mereka telah sesat dari iman, dan mereka telah terbawa dengan banyak sengsara’.”
Kita supaya berdoa untuk menang atas kasih akan dunia ini dan untuk ingat, bahwa Setan sedang mempermainkan pertarungan hidup bagi jiwa-jiwa daripada umat Allah; untuk dikaruniai rahmat untuk bekerja dan berdoa yang belum pernah sebelumnya; untuk menang atas semua tipu daya Iblis; untuk mengetahui bahwa ia bukanlah musuh yang dapat diremehkan, dan bahwa Yesus adalah Penghulu yang tidak pernah kalah perang; bahwa jika kita memerlukan pertolongan-Nya Ia 4 akan memperhatikan kita selengkapnya.
Copyright, 1954, Reprint
Hak Cipta Dijamin
V. T. HOUTEFF
2
5ANAK-ANAK YANG
DILAHIRKAN SEORANG IBU
SUNDAL MEMBAWAKAN
DAMAI DAN BAHAGIA DI
DALAM RUMAH TANGGA
Oleh :
Victor T. Houteff
Pendeta Dari Persekutuan Davidian
Masehi Advent Hari Ketujuh
Sabat, 3 Januari 1948
Kapel Gunung Karmel, Waco, Texas
Pokok pembicaraan kita untuk hari ini terdapat di dalam buku Hosea, pasal 1 dan pasal 2. Perkara yang pertama dan terpenting untuk ditekankan mengenai pasal-pasal ini adalah masa sejarah dalam mana inti nubuatannya di sini diungkapkan. Untuk menyelidikinya, maka kita akan membaca dari : 6 “Maka pada masa itu Aku akan membuat suatu perjanjian bagi mereka itu dengan binatang-binatang di padang, dan dengan burung-burung di udara, dan dengan se-gala binatang yang melata di atas bumi: dan Aku akan mematahkan busur dan pedang dan perang dari atas bumi, dan Aku akan membuat mereka itu berbaring dengan aman.”
Sampai kepada hari ini umat Allah belum pernah mengalami kesentosaan dan kemerdekaan yang sedemikian sempurna dan lengkap sebagaimana yang dikemukakan di dalam ayat Firman ini. Oleh karena itu, dengan cepat pula terlihat bahwa permasalahan pada pasal ini adalah menjangkau jauh ke depan masa sejarah kita. Sementara kita mempelajari pasal-pasal ini ayat demi ayat, maka unsur waktu itu akan tampak makin hari makin jelas terlihat.
“Firman Tuhan yang telah datang kepa-da Hosea, anak Beeri, pada zaman Uzia, 7 Yotham, Ahaz, dan Heskiah, raja-raja Yehuda, dan pada zaman Yeroboam, anak Yoas, raja Israel. Permulaan dari firman Tuhan yang disampaikan oleh Hosea. Maka firman Tuhan kepada Hosea, Per-
3 gilah, ambillah akan dirimu seorang is-teri dari perempuan-perempuan sundal dan anak-anak sundal : karena negeri ini sangat berbuat zinah, dan berpaling dari Tuhan.”
Nabi Hosea telah diperintahkan untuk mengambil seorang isteri dari antara perempuan-perempuan sundal tidak lain adalah sebagai alasan untuk menggambarkan keadaan kekejian dan yang menyedihkan yang pada waktu itu terdapat di Israel.
Perkawinan ini, tentunya, hanya berupa khayalan, sama seperti halnya nabi Yehezkiel yang berbaring selama 40 hari pada sisinya yang satu, dan 390 hari pada sisinya yang lain (Yehezkiel 4 : 4 – 6).
“Demikian, maka pergilah ia diambilnya 8 akan Gomer, anak perempuan Diblaim; maka mengandunglah perempuan itu, lalu melahirkan baginya seorang anak laki-laki. Maka firman Tuhan kepadanya, Namailah akan dia Yizriel; karena sedi-kit masa lagi, maka Aku akan membalas darah Yizriel ke atas isi rumah Yehu, dan Aku akan memberhentikan kerajaan Is-rael. Maka akan jadi pada hari itu, bah-wa Aku akan mematahkan busur Israel di lembah Yizriel.”
Anak laki-laki pertama dari perkawinan khayal nabi itu, anda saksikan, telah dinamai Yizriel supaya membayangkan apa yang akan menimpa bangsa itu, yakni meramalkan tidak saja tentang berakhirnya kerajaan itu, tetapi juga tentang tempatnya yang tepat dimana bala tentaranya akan dikalahkan, yaitu di lembah Yizriel. Dan kejahatan yang membinasakan ini sudah seharusnya datang ke atas mereka karena pertumpahan darah Yizriel, tetapi jelas bukanlah Yizriel yang baru saja dilahirkan dan diberi nama ini. Siapakah 9 Yizriel yang sudah terbunuh itu, akan kita saksikan kemudian di dalam penyelidikan ini.
“Dan mengandunglah kembali perempu-an itu, lalu melahirkan seorang anak pe-rempuan. Maka firman Tuhan kepada-nya, Namailah akan dia, Lo-ruhama : karena Aku tidak akan lagi mengasihani isi rumah Israel, tetapi Aku akan menye-rakkan mereka seluruhnya. Tetapi Aku akan mengasihani isi rumah Yehuda,
4 dan Aku akan menyelamatkan mereka oleh Tuhan Allah mereka, dan Aku akan menyelamatkan mereka itu bukan oleh busur, ataupun oleh pedang, ataupun oleh peperangan, ataupun oleh kuda, ataupun oleh orang-orang pengendara kuda.”
Kerajaan sepuluh suku itu, yaitu Israel, telah dipertahankan sampai kepada kelahiran Lo-ruhama, tetapi nama dari anak yang kedua ini menerangkan dengan sebenarnya bahwa Allah kelak tidak akan lagi mengasihani isi rumah Israel, sehingga 10 akhir nasibnya telah tiba. Tetapi, Ia akan mengasihani isi rumah Yehuda, kerajaan dua suku itu, dan Ia akan melepaskannya oleh suatu keajaiban. Dan demikianlah apa yang telah jadi : seorang malaikat telah memalu 185.000 tentara Assiria, dan demikian itulah Allah telah memeliharakan isi rumah Yehuda (2 Raja-raja 19 : 35).
“Kini apabila sudah dilepaskannya Lo-ruhama daripada susu, mengandunglah kembali perempuan itu, lalu melahirkan seorang anak laki-laki. Lalu firman Tu-han, Namailah akan dia Lo-ammi : karena kamu ini bukanlah umat-Ku; dan Aku tidak mau menjadi Allahmu.”
Anak yang ketiga dinamai Lo-ammi menunjukkan bahwa kemurahan Allah akan beralih juga dari isi rumah Yehuda. Namun daripada membiarkan mereka ditaklukkan sebagai umat-Nya, Ia pertamatama menolak mereka, oleh mana mereka tidak lagi menjadi umat-Nya. Rasul Petrus mengungkapkan ayat Injil ini sambil me- 11 nunjuk kepada orang-orang Yahudi yang tidak percaya; sebagai suatu bangsa mereka telah ditolak sesudah penyaliban Kristus, dan dengan demikian itu tidak lagi menjadi umat-Nya (1 Petrus 2 : 9, 10). Walaupun demikian, secara perorangan, barangsiapa yang percaya di dalam Tuhan akan diterima kembali, dan mereka menjadi ‘anak-anak Allah yang hidup.’ (Lihat
Sekarang perhatikanlah bahwa lambang ini sejauh itu telah membawa kita baik secara nubuatan maupun sejarah semenjak dari zaman isi rumah Israel sampai kepada sejarah Kristen.
“Namun demikian bilangan bani Israel akan kelak bagaikan pasir di laut, yang
5 tidak dapat diukur ataupun dihitung ba-nyaknya; maka akan jadi kelak bahwa di tempat dimana pernah dikatakan ke-pada mereka, Kamu bukanlah umat-Ku, disanalah akan dikatakan kepada mereka, 12 Kamulah anak-anak laki-laki dari Allah yang hidup.”
“Namun demikian”; artinya, walaupun kenyataannya bahwa bani Israel akan tersebar ke dalam segala bangsa, dan ditolak, tidak lagi menjadi umat Allah, namun meskipun segala perkara ini, baik keturunan dari isi rumah Israel maupun isi rumah Yehuda (semua keturunan Yakub) akan diperlipatgandakan banyaknya bagaikan pasir di laut pada masa mereka akan diterima kembali dan dengan demikian itu mereka menjadi anak-anak laki-laki Allah yang hidup melalui Penebus, Yesus Kristus.
Dari firman Injil ini anda saksikan bahwa orang banyak keturunan Yakub ini bukanlah orang-orang Yahudi yang dikenal sekarang, melainkan sebaliknya keturunan-keturunan Yehuda dan Israel yang sudah hilang itu, yaitu dari antara mereka yang telah berasimilasi (bercampur kawin) dengan bangsa-bangsa Kafir dengan sidang Kristen yang mula-mula dengan cara menamakan dirinya “orang- 13 orang Kristen”, dari antara orang-orang yang sedemikian itu telah kehilangan ciriciri keturunan maupun kebangsaannya. Dari semua ini, setelah tercerai-berai di antara seluruh bangsa Kafir, dan setelah kehilangan ciri-cirinya, akan datang anakanak laki-laki Allah yang akan muncul keluar di dalam gambaran nubuatan ini. Demikian inilah banyak dari antara kita yang mungkin berasal dari bangsa-bangsa Kafir dapat saja pada akhirnya diketahui bahwa kita adalah berasal dari suku-suku Yehuda dan Israel yang telah hilang itu, dan dari orang-orang Yahudi Kristen di zaman rasul-rasul dahulu. Walaupun ada di antara kita sesungguhnya tidak mengetahui garis keturunan kita sampai jauh ke belakang, namun Allah Yang Maha mengetahui sampai kepada jumlah rambut pada kepala orang itu memiliki suatu catatan garis keturunan yang tepat dari masing-masing kita. Olehnya itu Ia mengatakan : “Aku akan menyebutkan Rahab dan Babil di antara mereka yang mengenal akan Daku : bahwasanya orang Philistine, dan Tsur, 14 dengan orang Ethopia; orang ini lahir di sana. Dan dari hal Sion akan dikatakan, Bahwa orang ini dan orang itu telah lahir di dalamnya : maka Allah yang maha tinggi juga yang akan meneguhkan dia. 6 Tuhan akan menghitung, apabila didaf-tarkan-Nya umat itu, bahwa orang ini telah lahir di sana. Sela.” Mazmur 87 : 4 – 6.
“Pada masa itu kelak segala bani Israel dan segala bani Yehuda berhimpun bersama-sama, lalu diangkatnya seorang penghulu atasnya, maka mereka akan datang keluar dari dalam negeri : karena kelak besarlah hari Yizriel itu.”
Di sini kepada kita diceritakan dengan pasti bahwa pada akhir zaman, umat kesucian Allah, tanpa seorang berdosapun di antaranya, akan dikumpulkan bersamasama dari seluruh empat penjuru bumi, lalu diorganisir ke dalam sebuah pemerintahan Theokrasi, oleh mana Daud contoh saingan akan menjadi raja. Demikian itu- 15 lah, bahwa “..... pada zaman segala raja ini (bukan sesudah zaman mereka itu) Allah yang di surga itu akan mendirikan sebuah kerajaan, yang mana tidak per-nah akan binasa : dan Kerajaan itu tidak akan diserahkan kepada bangsa lain, melainkan Ia akan menghancurkan dan menghabiskan semua kerajaan ini, dan Ia akan berdiri untuk selama-lamanya. Oleh karena sebagaimana tuanku lihat bahwa batu itu telah terpotong keluar dari gunung tanpa pertolongan tangan, dan bahwa ia menghancurluluhkan besi, tembaga, tanah liat, perak, dan emas; Al-lah yang besar itu telah memberitahukan kepada raja apa yang akan jadi kemudi-an : maka mimpi itu adalah pasti, dan interpretasinya pun benar.” Daniel 2 : 44, 45.
Dalam gambaran nubuatan lainnya, dalam hubungannya dengan yang satu ini, kepada kita kembali diceritakan :
“Karena bani Israel akan tinggal beberapa 16 hari lamanya tanpa seorang raja, dan tan-pa seorang penghulu, dan tanpa korban, dan tanpa suatu patung, dan tanpa efod, dan tanpa teraphim : kemudian daripada itu bani Israel akan kembali, lalu mencari Tuhan Allahnya, dan Daud rajanya; ma-ka mereka akan takut akan Tuhan dan kebaikan-Nya pada hari-hari terakhir.” 7
Di sini kembali janji-janji itu diucapkan sejelas kata-kata itu sendiri bahwa sesudah penyebaran dan penawanan itu, “beberapa hari lamanya”, umat Allah yang terceraiberai pada masa itu akan kembali ke tanah airnya, dan kemudian akan mencari Tuhan Allahnya, dan Daud rajanya. Oleh karena itu, anak-anak laki-laki Allah ini bukanlah orang-orang Yahudi yang tidak beriman dan yang dikenal sekarang yang kini sedang berusaha mendirikan tanah air yang tetap di Tanah Perjanjian itu.
Umat Kristen selama berabad-abad lamanya mengkhotbahkan tentang Kerajaan Allah, tetapi itu belum cukup jelas bagi kebanyakan mereka itu apakah itu akan 17 merupakan sesuatu yang dapat dijamah bagaikan bumi ini, ataukah itu sesuatu yang berupa buih, ataukah itu sesuatu yang berayun-ayun di angkasa, atau bagaimana? Tetapi, Ilham, secara jelas telah membukakan bahwa Kerajaan Kristus itu (Sidang yang telah dibersihkan -- disucikan, Daniel 8 : 14) kelak akan nyata seperti halnya setiap kerajaan di bumi ini.
Sekarang kita akan melanjutkan penyelidikan kita melalui Hosea pasal 2, sebab, sebagaimana sudah saya katakan sebelumnya, isinya adalah merupakan kelanjutan dari yang terdapat dalam pasal 1.
“Katakanlah olehmu kepada saudara-saudaramu laki-laki, Ammi; dan kepada saudara-saudaramu perempuan, Ruha-ma. Mohonkanlah kepada ibumu, mo-honkanlah : sebab ia bukanlah isteri-Ku, Akupun bukanlah suaminya: olehnya itu hendaklah ia meninggalkan segala per-sundalannya dari pemandangan mata-nya, dan segala perzinahan dari antara 18 buah dadanya; jika tidak Aku akan me-nelanjangi dia, lalu kutaruh akan dia se-perti pada masa ia dilahirkan, dan mem-buatnya seperti suatu padang belantara, dan menaruhnya bagaikan suatu tanah yang tandus, dan Kupalu akan dia dengan kehausan.”
Hendaklah kita ingat bahwa pasal yang pertama telah membawa kita sepanjang aliran sejarah, sampai kepada sejarah Kristen. Kini, di dalam pasal dua perhatian kita kembali diarahkan langsung kepada anak-anak khayal Hosea itu, tetapi kata depan “Lo” telah dihilangkan dari namanama Lo-ruhama dan Lo-ammi sedemikian itu, sehingga telah merubah pula arti dari tidak dikasihani dan bukanlah umat- Ku, menjadi “dikasihani”, dan “umat-Ku.” Di sini di dalam lambang yang unik ini 8 tergambar tahun-tahun sebelum sejarah Kristen, Ilham membayangkan kemurahan yang akan diberikan kepada umat di dalam sejarah Kristen, dan bahwa sebagai gantinya terus-menerus disebut Yahudi, 19 mereka akan disebut dengan gelar yang lain, yakni orang-orang Kristen, yaitu yang Dikasihani, dan Umat-Ku.
Perintah yang berbunyi, “Katakanlah olehmu kepada saudara-saudaramu lakilaki Ammi; dan kepada saudara-saudaramu perempuan, Ruhama”, dengan sendirinya menunjukkan bahwa Allah sedang berbicara kepada Yizriel, (kakak laki-laki dari Ammi dan Ruhama), dan bahwa Yizriel selanjutnya harus berbicara kepada Ammi dan kepada Ruhama. Dan dari kenyataan bahwa Allah memanggil akan isteri Hosea di dalam khayal ini sebagai isteri-Nya sendiri, maka masalah ini menjadi makin jelas. Hosea, sebagai anda saksikan, adalah melambangkan Allah, dan isteri Hosea melambangkan sidang Allah; Yizriel, yaitu seseorang kepada siapa Allah berbicara adalah melambangkan juru kabar-Nya, yaitu seorang nabi; dan saudara-saudaranya Yizriel, Ammi dan Ruhama, melambangkan anggota-anggota sidang, baik laki-laki maupun perempuan. 20 Sekarang, sebagaimana halnya Ammi dan Ruhama melambangkan pihak anggota biasa, maka jelaslah bahwa ibu mereka itu tentunya melambangkan pihak kependetaan, yaitu orang-orang yang telah membawa masuk orang-orang bertobat ke dalam sidang. Di sinilah kita memiliki lambang yang lengkap dari rumah tangga Allah.
Kenyataan bahwa Yizriel harus menganjurkan kepada saudara-saudaranya, yaitu para anggota biasa, untuk memohonkan kepada ibu (kepada pihak pemimpin, kepada mereka yang memasukkan anggota-anggota baru yang bertobat), agar supaya ia meninggalkan persundalannya, maka kebenaran membuktikan dengan jelas bahwa pembangunan dan reformasi ini bukanlah datang kepada pihak anggota melalui pemimpin, melainkan kepada pihak pemimpin melalui anggota-anggota biasa.
Pihak anggotalah yang akan menjelaskan bahwa jika para pendeta gagal be- 21 reformasi, maka Allah akan menelanjangi mereka -- sama telanjangnya pada hari sewaktu mereka dilahirkan.
“Dan tiada akan kusayangi anak-anak-nya; sebab mereka itu anak-anak sundal adanya. Karena ibu mereka itu telah melakukan persundalan : ia yang mem-
9 peranakkan mereka itu amat memalukan kelakuannya : karena katanya, aku hen-dak mengikuti kekasih-kekasihku, yang memberikan kepadaku rotiku dan airku, bulu dombaku dan kain khasahku, mi-nyak dan minumanku.”
Ayat-ayat ini mengemukakan pengertian kemurahan Allah: bahwa jika “ibu” itu gagal mereformasikan dirinya, jika ia gagal menghentikan persundalannya dengan dunia berikut semua praktek perbuatannya, maka bukan saja ibu tetapi juga semua anaknya yang bersimpati terhadapnya akan kehilangan kemurahan untuk selamalamanya.
22Kepada kita diceritakan, di sini, bahwa ibu itu menyangka bahwa kekasihkekasihnya yang tidak sah itu adalah orang-orang yang menyediakan baginya kebutuhan-kebutuhan hidupnya, maka dapatlah dimaafkan kepadanya jika ia berhubungan dengan mereka.
Lagi pula, kepada kita kembali diceritakan bahwa sementara sedemikian itu ia melacurkan diri, maka ia pun melahirkan anak-anak yang tidak sah, yaitu orangorang bertobat yang palsu. Disinilah terdapat amaran yang dengan kata-kata yang pasti memerlukan suatu reformasi atau sebaliknya seluruh keluarga sidang, terkecuali mereka yang bereformasi, akan dibinasakan selengkapnya seperti halnya Yerusalem yang dahulu telah dibinasakan beberapa tahun setelah penyaliban Kristus.
“Oleh karena itu, bahwasanya, Aku akan memagari jalanmu dengan duri, dan Aku akan membuat sebuah tembok, sehingga tiada ia akan menemui segala jalannya. 23 Maka ia akan mengikuti segala kekasih-nya, tetapi tiada ia akan berhasil men-dapatkan mereka; dan ia akan mencari mereka, tetapi ia tidak akan berhasil men-jumpai mereka : lalu ia akan mengatakan, Aku hendak pergi dan kembali kepada suamiku yang pertama; karena dahulu adalah lebih baik bagiku daripada yang sekarang. Karena tidak diketahuinya bahwa dahulu Aku juga yang memberi-kan dia gandum, dan air anggur dan mi-nyak, dan telah melipatgandakan emas dan peraknya, yang sudah mereka per-sembahkan kepada Baal. Olehnya itu Aku akan kembali, dan akan Ku lalukan gandum-Ku pada masanya, dan air ang-gur-Ku pada musimnya, dan akan me-ngambil kembali bulu domba-Ku dan 10 kain khasah-Ku yang pernah diberikan untuk menutupi ketelanjangannya. Ma-ka sekarang Aku hendak membukakan segala persundalannya di hadapan mata segala kekasihnya, maka tak seorang pun yang akan melepaskan dia daripada tangan-Ku. Aku juga akan mengakhiri 24 segala kegembiraannya, segala hari-hari perayaannya, segala bulan barunya, dan segala Sabatnya, dan semua perayaan-perayaannya yang hikmat meriah. Maka Aku akan membinasakan segala pokok anggurnya dan segala pokok aranya, de-ngan mana ia telah mengatakan, Semua ini adalah upahku yang telah diberikan kepadaku oleh segala kekasihku : maka Aku akan menjadikan mereka sebuah hutan, maka segala binatang di padang akan memakan mereka. Maka Aku akan membalas kepadanya sekadar segala hari Baal, kepada siapa ia telah membakar dupa bagi mereka, dan ia telah memper-lengkapi dirinya dengan anting-anting serta dengan perhiasan-perhiasannya, dan ia telah pergi mengikuti segala ke-kasihnya, lalu melupakan Aku, demikian-lah firman Tuhan.”
Ayat-ayat ini menjelaskan cara-cara dan kuasa Allah untuk menyelamatkan: Sebelum Ia menyerukan untuk bereformasi Ia mempersiapkan jalannya, yaitu : Ia meng- 25 hantarkan sidangnya kepada suasana yang penuh cobaan dan kacau dari mana ia tak akan mudah dapat melepaskan sendiri dirinya. Ia membawa perempuan itu kepada suatu situasi yang sama seperti halnya Ia membawa anak yang terhilang itu. Ia melakukan ini dengan maksud agar supaya perempuan itu dapat dibuat insyaf dari mana sebenarnya bantuan kepadanya akan datang, untuk diketahuinya dengan pasti, bahwa bantuan itu tidak akan datang dari kekasih-kekasihnya. Demikian dan hanya demikianlah, kiranya ia melakukan perkara yang sangat penting yang telah dilakukan oleh anak yang terhilang itu pada waktu anak itu kembali kepada dirinya sendiri.
Untuk kegenapan nubuatan yang terkandung dalam ayat sebelas, maka Allah membiarkan tanduk kecil dari Daniel pasal tujuh itu untuk merubah masa dan hukum, dan Ia membiarkan umat kesucian dari Yang Maha Tinggi berada dalam tangannya sampai kepada “satu masa dan 26 dua masa dan setengah masa.” Daniel 7 :
“Oleh karena itu, tengoklah, Aku akan membujuk dia, dan Aku akan memba-wanya ke dalam padang belantara, dan berbicara dengan santai kepadanya di sana. Maka Aku akan memberikan kepa-danya kemudian segala kebun anggur-nya, dan Lembah Akhor pun bagi sebuah pintu pengharapan : maka ia akan me-11 nyanyi di sana seperti pada masa muda-nya, dan seperti pada hari sewaktu ia keluar dari negeri Mesir.”
Dengan membawa perempuan itu ke dalam keadaan yang sempit dan menyusahkan seperti halnya seseorang dapat merasakannya, maka Allah berjanji akan membujuknya, dan akan membawanya ke dalam padang belantara, untuk berbicara dengan santai kepadanya di sana. Secara lebih terperinci dikatakan, bahwa oleh muncul keluar dari “kesusahan besar, yang sedemikian itu belum pernah ada 27 semenjak permulaan dunia” (Matius 24 : 21), maka Allah membawanya, bukan ke dalam kebun anggurnya, bukan di Tanah Perjanjian itu, melainkan ke dalam “padang belantara” (ke dalam negeri-negeri orangorang Kafir), untuk berbicara dengan santai kepadanya di sana, dan untuk menolongnya bereformasi. Sesudah terselenggaranya pertemuan yang menyenangkan ini, maka semenjak itu perempuan itu akan memperoleh kebun anggurnya, dan Lembah Akhor bagi pintu pengharapannya; di sanalah ia akan bernyanyi dan bersuka ria seperti pada masa mudanya, dan seperti pada masa ia keluar dari Mesir.
Lembah Akhor, anda perhatikan, adalah pintu pengharapannya itulah satusatunya jalan keluar dari malapetakanya. Lembah itu mempunyai hanya sebuah pengertian : ia menjadi pelambang bagi suatu pembersihan yang menyeluruh, bagi pembinasaan orang-orang berdosa yang terdapat di tengah-tengah perempuan itu sebelum menguasai tanah itu, yaitu hara- 28 pan satu-satunya untuk menjadi seorang yang patut, seorang isteri yang terhormat dari Allah.
Adalah di Lembah Akhor maka Yosua telah melempari orang-orang berdosa yang terakhir dari orang-orang berdosa Israel, yaitu Akhan berikut seluruh keluarganya. Kemudian daripada itu barulah bangsa Israel diperbolehkan untuk menguasai tanah perjanjian itu, yaitu kebun anggur. Jadi pembersihan yang sedemikian inilah yang merupakan satu-satunya “pintu pengharapan” sidang, demikianlah kata Ilham, yaitu satu-satunya jalan keluarnya dari kesukarannya yang ada sekarang. Kemudian ia akan kembali kepada kedudukan dan kemuliaannya yang semula. Lalu ia akan memperoleh berkat perjanjian itu sama seperti halnya Israel kuno memperoleh berkat-berkatnya di masa lalu. Peristiwa yang terkenal di Lembah Akhor itu kini tampaknya melambangkan pembersihan bagi pemilikan kembali tanah perjanjian itu -- mencontohkan Pehukuman bagi orang- 29 orang Hidup, yaitu pengumpulan orangorang suci, dan pembinasaan orang-orang berdosa, yaitu pemisahan gandum dari lalang, pemisahan kambing-kambing dari domba, pemisahan ikan yang baik dari ikan yang jelek. “Lumbung” (Matius 13 : 30) yang juga berarti Kerajaan di sini digambarkan sebagai hak milik Tuhan, dan demikian juga dengan keranjang-keranjang.
“Maka akan jadi pada hari itu, demikian-lah firman Tuhan, bahwa engkau akan memanggil akan Daku Ishi; dan tiada lagi engkau memanggil akan Daku Baali.”
Ya, bukan lagi Ia menjadi tuannya, tetapi Allah akan sesungguhnya menjadi suaminya, karena seseorang dapat memiliki banyak tuan, tetapi hanya seorang suami.
“Karena Aku akan lalukan daripada mu-lutnya segala nama Baal, sehingga ia itu tidak akan lagi teringat.”
30Nama-nama dari Baal adalah ditandai oleh orang-orang yang memiliki tabiattabiat mementingkan diri seperti misalnya Bileam, -- guru-guru agama, nabinabi yang lebih menyukai mengutuki Israel daripada kehilangan kesempatan memperoleh keuntungan uang, atau kebodohan-kebodohan lain, yaitu promosipromosi pribadi yang lainnya yang bersifat meninggikan diri dan memuji diri. Yang sedemikian ini kelak akan tidak lagi dikenal pada masa itu oleh gelar-gelar mereka yang ningrat, tinggi dan terhormat itu.
Apabila Sidang sedemikian itu dibersihkan daripada segala berhalanya, maka kemudian ia akan mendapatkan damai yang kekal.
“Maka pada masa itu Aku akan membu-at suatu perjanjian bagi mereka dengan binatang-binatang di padang, dan dengan burung-burung di udara, dan dengan se-gala binatang yang melata di atas bumi : 31 dan Aku akan memecahkan busur dan pedang dan perang dari atas bumi, dan Aku akan membuat mereka itu berba-ring dengan aman. Maka Aku akan ber-tunangan dengan dikau untuk selama-lamanya; ya, Aku akan bertunangan dengan dikau dalam kebenaran, dan da-lam keadilan, dan dalam kasih sayang, dan dalam berbagai kemurahan. Aku bahkan akan bertunangan dengan di-kau dalam kesetiaan : maka engkau akan mengenal Tuhan. Maka akan jadi pada
13 hari itu, bahwa Aku akan mendengar, demikianlah firman Tuhan, Aku akan mendengar akan segala langit, dan me-reka akan mendengar akan bumi; dan bumi akan mendengarkan gandum, dan air anggur, dan minyak; maka mereka se-muanya akan mendengarkan Yizriel.”
Ayat-ayat ini menunjukkan dengan jelas bahwa kehadiran Allah pada waktu itu akan berada di dalam sidang-Nya, bahwa bahkan segala langit pun akan mendengarkan suara Allah sewaktu Ia berbi- 32 cara kepada umat-Nya di sini di bumi. Bumi akan juga mendengar akan “gandum, dan air anggur, dan minyak”; artinya, bumi akan mendengarkan Kebenaran, yaitu Kebenaran yang memuaskan jiwa seperti halnya, makanan bergizi yang menyehatkan. Lagi pula, bukan saja gandum, air anggur, dan minyak, yaitu keseluruhan kelengkapan Kebenaran itu, melainkan juga Yizriel yang akan didengar oleh bumi. Jelaslah, bahwa semua janji ini kelak akan digenapi dalam masa kasihan, karena semuanya itu tak mungkin dapat membawa sesuatu pun kebaikan kepada bumi sesudah berakhir masa kasihan.
Yizriel yang darahnya telah dibebankan kepada kesalahan Israel kuno, anda saksikan, adalah melambangkan nabinabi yang telah ditolak dan dibunuh oleh Israel. Demikian itulah bahwa isi rumah Israel pembenci nabi-nabi itu menemukan kehancuran mereka di Lembah Yizriel, yaitu yang diartikan sebagai lembah pembantaian nabi-nabi. 33 “Maka Aku akan menaburkan perempu-an itu bagi diri-Ku di bumi; dan Aku akan mengasihani dia yang tadinya tidak dikasihani; dan Aku akan mengatakan kepada mereka yang tadinya bukan umat-Ku, kamulah umat-Ku; maka mereka akan mengatakan, Engkaulah Allahku.”
“Menaburkan perempuan itu bagi diri-Ku di bumi”, berarti memperlipatgandakan anak-anaknya sesuai dengan petunjuk-petunjuk Allah setelah ia memperoleh semua berkat-berkat perjanjian ini. Kemudian ia akan betul-betul dikasihani Allah, sedemikian besar kasih yang belum pernah diperolehnya sebelumnya. Demikianlah kepada mereka yang kepadanya dikatakan, “Kamu bukanlah umat-Ku”, kelak pada waktu itu, dengan keagungan nyata dikatakan, “Kamulah anak-anak le-
14 laki Allah yang hidup.”
Kini bahwa keseluruhan kebenaran dari pasal-pasal ini telah dibukakan untuk pertama kalinya semenjak nabi itu menu- 34 liskannya, dan oleh karena tidak ada sesuatu nubuatan Alkitab datang oleh interpretasi sendiri, bukan oleh kehendak manusia, melainkan oleh kehendak Roh itu (2 Petrus 1 : 20, 21), maka kenyataannya ialah bahwa Allah telah memiliki kita di dalam pikiran (kita kepada siapa pasal-pasal ini telah dibukakan) pada waktu Ia mengendalikan semua perkara ini untuk ditulis. Lagi pula, oleh karena ayat-ayat permulaan dari pasal yang kedua membawa kita sampai kepada masa pembangunan dan reformasi digenapi di dalam sejarah kita, yang disponsori oleh Tuhan Allah Sendiri dan dibukakan melalui Yizriel, kemudian disampaikan kepada sidang oleh anggotaanggota biasa, maka adalah suatu tugas yang akan terpenuhi sendiri hanya oleh pergerakan anggota-anggota biasa yang kini sedang menyapu di seluruh dunia Masehi Advent Hari Ketujuh. Oleh karena itu, Kebenaran ini, berdiri tegak sama seperti sebuah gunung yang Allah sedang lakukan, bahwa segala perkara akan bergerak sesuai dengan kehendak Keilahian- 35 Nya. Demikian itulah bahwa “mereka akan mendengarkan Yizriel”, dan bahwa Allah Sendiri akan berkata kepada mereka, “Kamulah umat-Ku”, dan mereka, juga, akan mengatakan, “Engkaulah Allah kami.”
Demikianlah Ilham menunjukkan bahwa semua usaha kita untuk pekabaran ini adalah betul-betul pasti untuk menggerakkan reformasi yang terbesar dari segala zaman; bahwa teguran anak-anak terhadap ibunya adalah pasti untuk membawakan perdamaian dan kesentosaan bagi isi rumah Allah. Oleh karena itu, kita, memiliki setiap alasan yang positif baik untuk menang maupun untuk bekerja dengan sungguh-sungguh, seperti halnya Daud dahulu sewaktu ia menghadapi raksasa Goliat. Adalah jelas bahwa anak-anak (pihak anggota) yang telah lahir dari seorang wanita sundal (sidang) membawakan damai dan kesentosaan di dalam rumah tangga Allah. Oleh karena itu, anda harus, dengan sebulat-bulat hati dan dengan sungguh- 36 sungguh menggabungkan diri kepada pergerakan anggota biasa yang besar ini bagi pembangunan dan reformasi di seluruh Laodikea dan menyelesaikan pekerjaan Injil dengan sebuah sidang yang ”..... Indah bagaikan bulan, cerah seperti matahari, dan hebat bagaikan sebuah balatentara dengan panji-panjinya, ia akan maju terus ke seluruh dunia, dengan kemenangan dan untuk memenangkan.” -- Prophets and Kings, p. 725. Anda tak mungkin gagal.
* * *
15
37Naskah Untuk Berdoa
MEMECAHKAN TANAH YANG
TANDUS
Saya akan membaca pada halaman 56 dari buku “Christ’s Object Lessons”:
“Dalam seluruh perumpamaan me- ngenai penabur, Kristus menunjukkan berbagai hasil dari penaburan sebagai bergantung pada tanah. Dalam setiap hal penabur dan benih adalah sama. Dengan demikian Ia mengajarkan bahwa jika fir- man Allah gagal menyelesaikan tugasnya, di dalam hati dan kehidupan kita, maka alasannya akan ditemukan dalam diri kita sendiri. Tetapi hasilnya tidaklah berada di luar pengawasan kita. Benar, kita tak dapat mengubah diri kita sendiri; tetapi kuasa untuk memilih adalah milik kita, maka ia itu tergantung pada kita untuk memutuskan kita ingin menjadi apa. Para pendengar dari jenis tanah di tepi jalan, dari jenis tanah yang berbatu-batu, dari 38 jenis tanah semak duri tidak perlu terus tinggal sedemikian itu.... Tanah yang per- nah sekali ditumbuhi oleh duri-duri da- pat diperbaiki hanya dengan kerja keras. Demikianlah semua kecenderungan jahat dari hati alamiah hanya dapat dikuasai oleh usaha yang sungguh-sungguh dalam nama dan kekuatan Yesus. Tuhan meminta dari kita melalui perantaraan nabi-Nya: ‘Pecahkanlah tanahmu yang tandus itu, dan janganlah menabur di antara duri- duri.’ ‘Taburlah bagi dirimu sendiri dalam kebenaran; tuailah dalam kemurahan.’ Pe- kerjaan ini ingin Ia selesaikan bagi kita, maka Ia mengundang kita untuk beker- jasama dengan-Nya.”
Kita akan bertelut sekarang dan berdoa kiranya kita dapat selalu berjaga terhadap Suara dari Roh Allah; untuk mengetahui bahwa walaupun kita tak dapat merubah diri kita sendiri, namun kuasa untuk memilih adalah milik kita; untuk senantiasa ingat bahwa Allah telah menciptakan kita menjadi perantara-perantara moral yang 39 merdeka, bahwa kita sendiri bertanggung jawab bagi kekerasan hati kita; untuk membiarkan Dia memecahkan tanah tandus kita sehingga kita dapat menabur bagi diri kita sendiri kebenaran; untuk mengetahui bahwa melalui doa dan belajar kita dapat terus menjaga kerinduan kita bagi perkaraperkara rohaniah.
* * *
16
40PARADOKS BESAR DARI
SEGALA ZAMAN
Oleh :
Victor T. Houteff
Pendeta dari Persekutuan Davidian
Masehi Advent Hari Ketujuh
Sabat, 10 Januari 1948
Kapel Gunung Karmel, Waco, Texas
“Dan kembali pula, kuangkat mataku, dan kulihat, bahwasanya, adalah keluar empat buah kereta dari antara dua buah gunung; dan gunung-gunung itu adalah gunung-gunung tembaga. Pada kereta yang pertama terdapat kuda-kuda merah; dan pada kereta yang kedua terdapat kuda-kuda hitam; dan pada kereta yang 17 ketiga kuda-kuda putih; dan pada kereta yang keempat terdapat kuda-kuda yang berwarna dauk dan kuda-kuda yang ber-warna teji. Kemudian aku menjawab dan mengatakan kepada malaikat yang berkata-kata dengan aku itu, Apakah arti-nya semua ini, Tuanku? Maka sahut ma-laikat itu katanya kepadaku, Semua ini adalah empat Roh dari segala langit, yang keluar berdiri di hadapan Tuhan seluruh bumi. Adapun kereta yang berkuda hitam itu keluar ke tanah utara; dan kereta yang berkuda putih keluar menyusulnya dari belakang; dan kereta yang berkuda dauk itu keluar arah ke tanah selatan. Dan kere-ta yang berkuda teji itu keluar, dan beru-saha pergi supaya mereka dapat berjalan pulang balik di seluruh bumi : lalu kata-Nya, Pergilah kamu, berjalanlah pulang balik di seluruh bumi itu. Demikianlah mereka itu berjalan pulang balik di se-luruh bumi. Kemudian berserulah Ia ke-padaku, katanya, Bahwasanya, mereka ini yang pergi arah ke tanah utara telah mendiamkan Roh-Ku di tanah utara itu.”
18
Paradoks dalam simbol nubuatan ini terdapat pada kereta yang keempat, anda lihat : Kereta itu ditarik oleh dua pasang kuda, yaitu yang berwarna dauk dan teji, pasangan yang satu berusaha menarik kereta itu ke arah yang satu (selatan), dan pasangan yang lainnya berusaha menariknya ke arah yang lain lagi (pulang pergi di seluruh bumi)! Apakah yang akan jadi dengan kereta itu, dan pasangan kuda manakah yang mungkin dapat berhasil menariknya? Itulah paradoksnya, karena tak mungkin kedua pasangan kuda itu dapat menguasai kereta itu jika tidak mereka berjalan bersama-sama. Karena ini adalah sebuah simbol yang berlawanan arah atau asas maka ia telah menjadi rahasia semenjak nabi itu menuliskannya, dan karena ia itu kini untuk pertama kalinya diungkapkan, maka jelas Ilham sedang memperingatkan kepada seseorang tentang sesuatu yang amat serius yang sedang terjadi pada masa ini. Apa yang dapat terjadi dengannya?
Sebagaimana kita juga ingin sekali me- 44 ngetahui, maka nabi Zakharia rindu sekali mengetahui sehingga ia bertanya, “Apakah artinya semua ini, Tuan?” Maka terhadap pertanyaannya ini datanglah jawaban sebagai berikut, “Semua ini adalah empat Roh dari segala langit, yang keluar dari hadapan Tuhan seluruh bumi.”
Jawaban malaikat itu adalah pasti. Dijelaskan-Nya, bahwa kereta-kereta itu, adalah Roh-roh dari segala langit yang berdiri di hadapan Tuhan, Yang diutus pergi pulang di seluruh bumi. Jadi, jelaslah, bahwa keempat rombongan berikut kereta-keretanya ini adalah melambangkan empat pekabaran (empat Roh) yang dikirim dari hadirat Allah. Dan karena semua pekabaran yang berasal dari Allah dibawakan pergi pulang di seluruh bumi oleh pihak Kependetaan dan Sidang, maka sebab itu, kereta-kereta dan pasangan-pasangan kudanya itu terlihat melambangkan sidang dalam tugasnya dalam empat periode sejarah yang berbeda.
Pertanyaan berikutnya ialah, Dimana- 45 kah dari sepanjang aliran sejarah yang ada akan kita carikan sidang pembawa pekabaran dan penanggung kekacauan ini? Dalam sejarah kitakah, dalam sejarah yang lampau, atau yang mana? Gununggunung tembaga itulah yang memberikan kuncinya, karena kereta-kereta itu datang dari antara kedua gunung itu. Oleh sebab itu, kita hendaknya, pertama-tama mencari tahu apa yang dilambangkan oleh gunung-gunung itu, dan dimana berdiri gunung-gunung itu dalam sejarah. Dan ka-
19 rena kereta-kereta itu datang dari antara kedua gunung itu, yang satu berdiri pada sebelah kiri mereka (dalam masa yang akan datang) dan yang lainnya berdiri pada sebelah kanan mereka (dalam masa yang lalu), maka perlu pertama-tama mencari dahulu tempat dari gunung-gunung itu. Interpretasi Alkitab mengenai gunung simbolis adalah sebagai berikut: “Yerusa-lem akan disebut orang kota Kebenaran; dan gunung Tuhan serwa sekalian alam akan disebut gunung kesucian.” Zakharia 8 : 3. Oleh karena itu, gunung-gunung di 46 dalam nubuatan Zakharia ini, seperti halnya di tempat lain Alkitab, terlihat melambangkan dua pemerintahan, sidang-sidang, keadaannya benar-benar sama (keduanya daripada tembaga) dan berada pada dua periode yang berbeda (periode yang satu pada sebelah kanan kereta-kereta itu dan periode yang satunya pada sebelah kiri kereta-kereta itu). Berasal dari tembaga, suatu logam yang kualitasnya tahan lama, yang tidak mudah rusak, menunjukkan bahwa gunung-gunung itu melambangkan sesuatu yang bersifat kekal. Lagi pula gunung-gunung itu berasal dari bahan simbolis yang sama dengan kaki Kristus (Wahyu 1 : 15) telah ditunjukkan seperti itu (tembaga), menempatkan gunung-gunung itu dalam sejarah Kristen.
Hanya ada dua pemerintahan Allah yang sedemikian ini di dalam sejarah Kristen, yang satu di masa yang lalu dan yang satu lagi dalam masa yang akan datang di antara mana terbentang jalan raya dari kereta-kereta itu, yaitu sidang dari Penta- 47 kosta pertama dengan 120 orang murid yang dipenuhi Roh, yang dilambangkan dengan gunung yang berada pada sebelah kanan kereta-kereta itu, dan sidang pada Pentakosta kedua (Yoel 2 : 28, 29, yang masih akan datang) dengan 144.000 orang murid yang dipenuhi Roh yang berdiri di atas Gunung Sion bersama-sama dengan Anak Domba (Wahyu 14 : 1), yang dilambangkan dengan gunung yang berada pada sebelah kiri kereta-kereta itu.
Dapatlah dipahami, bahwa sidang pada waktu itu dibentuk terdiri dari berbagai jenis bahan, bukan dari tembaga yang keras, bukan hanya dari orang-orang Kristen yang sejati, melainkan bercampur antara yang baik dan yang jelek -- gandum dan lalang. Oleh sebab itu kebenarannya jelas: Bahwa akan ada suatu pemerintahan Theokrasi yang lain lagi yang membinasakan dosa dan menyaring orang-orang berdosa sedemikian ini, sama seperti di masa Ananias dan Saphira dahulu yang telah jatuh menghembuskan nafas mereka 20 48 karena berdosa di kaki rasul (Kisah Para
Jelaslah, bahwa kereta-kereta itu melambangkan sidang yang berjuang dalam tugasnya di antara kedua Pentakosta itu.
Kereta yang keempat merupakan yang terakhir, ia akan didapati bekerja pada menjelang datangnya Pentakosta yang kedua itu.
Oleh karena kereta-kereta itu ditarik oleh kuda-kuda, maka kuda-kuda itu sendiri harus melambangkan kepemimpinan dari kereta (Sidang), dan para penumpang di dalam kereta-kereta itu harus melambangkan para anggota.
Sungguhpun demikian, lambang itu, akan mengungkapkan situasi keadaan yang berlawanan arah atau asas yang terdapat pada kereta yang keempat, yaitu yang terakhir, dan karena itulah sidang Laodikea dengan pekabaran Pehukuman, seperti yang ditunjukkan oleh namanya sendiri.
49Kereta yang pertama, anda ingat, ditarik oleh kuda merah; kereta yang kedua oleh kuda hitam; kereta yang ketiga oleh kuda putih; dan kereta yang keempat oleh dua jenis kuda -- kuda dauk dan kuda teji. Warna dari masing-masing kuda merupakan tanda dari jenis keturunan, itu merupakan petunjuk dari akibat alamiah dan keadaan. Dan seperti yang dikemukakan terdahulu, kuda-kuda itu adalah melambangkan dinas kependetaan dalam setiap bagian dari sejarah gereja. Merah ternyata menunjukkan mati sahid; hitam menunjukkan perhambaan; putih menunjukkan kebebasan; warna dauk (suatu warna yang tidak tegas, hitam tidak dan putih juga tidak) melambangkan para pendeta yang bukan orang-orang Kristen sejati dan juga bukan orang-orang Kafir -- orangorang munafik. Tetapi, warna teji menunjukkan kekuatan, seperti yang ditunjukkan oleh petunjuk yang marginal.
Nubuatan simbolis ini terlihat menguatkan sejarah. Ia menunjukkan bahwa 50 Gereja Kristen pada mulanya mengalami mati sahid, terlihat oleh warna, merah. Kemudian menyusul Zaman Kegelapan agama pada waktu sidang berada dalam perhambaan (hitam). Menyusul ini datanglah 21 periode Protestan, yaitu periode kebebasan agama (pasangan kuda putih). Dan pada akhirnya datang kereta yang keempat dengan pasangan-pasangan kudanya yang berwarna dauk dan yang berwarna teji. Pasangan-pasangan kuda itu terlihat memiliki perjuangan yang bertentangan untuk menarik kereta itu. Warna dauk merupakan suatu warna yang tidak tegas -- hitam tidak dan putih pun tidak, menunjukkan kemunafikan, jenis yang sampai pada hari ini tidak dikenal, sebaliknya warna, teji, menunjukkan kekuatan rohani (batas tertinggi) jenis yang sampai pada hari ini tidak dikenal.
Oleh karena Sidang berasal dari Asia, khususnya Yerusalem, maka kereta yang pertama itu terlihat tetap tinggal di sana, karena ia tidak pergi kemana-mana. “Tanah 51 Utara”, yang secara geografis terletak di sebelah utara Palestina adalah tempat di mana kereta-kereta lainnya itu pergi; yaitu, negeri-negeri yang kini didiami oleh bangsa-bangsa Kristen. Sungguhpun demikian, kereta yang keempat itu, diperkirakan akan pergi pulang di seluruh bumi -- kepada setiap bangsa, dan suku bangsa, dan bahasa, dan umat. Tetapi berlawanan dengan ini, pasangan kuda dauk itu “pergi keluar arah ke negeri selatan”, yang secara simbolis merupakan Mesir rohani -- keduniawian.
Roh Allah didiamkan di negeri utara, menunjukkan bahwa pekabaran-pekabaran Allah di negeri utara pada umumnya telah ditolak, terutama pekabaran dari kereta yang keempat, yang telah membuat Roh Kebenaran dialihkan dan tidak lagi membawakan Kebenaran melalui mereka -- menjadi diam di sana -- dan bahwa, oleh karena itu, tidak dapat diharapkan lagi datangnya sesuatu Kebenaran apapun melalui mereka.
52Dua pasang kuda, dengan kedua jenis warnanya, yang saling menarik kereta itu ke arah yang berbeda dengan cepat terlihat melambangkan dua kelompok kepemimpinan sidang (para pemimpin Masehi Advent Hari Ketujuh dan para pemimpin Davidian Masehi Advent Hari Ketujuh) yang berbeda dalam tabiat dan cita-cita. Secara nubuatan dikatakan, bahwa pasangan kuda dauk, yaitu mereka yang pertama sekali terlihat pada lukisan nubuatan itu, sedang menarik kereta itu 22 menuju masuk ke Mesir -- yaitu keduniawian dari mana mereka seharusnya keluar dan bukan kembali ke sana. Sungguhpun demikian, pasangan kuda teji, sedang berusaha untuk menarik keluar kereta itu dari sana lalu pergi pulang di seluruh bumi seperti yang diperintahkan, yaitu untuk menyelesaikan pekerjaan Injil sesuai dengan rencana Allah. Tetapi ini tidak akan bisa terjadi selama kedua pasangan kuda itu masih terikat pada kereta itu, sebab kereta tidak mungkin dapat bergerak ke sesuatu arah sementara pasangan-pasangan 53 kuda itu masih tetap menarik ke arahnya sendiri-sendiri.
Oleh sebab itu, yang diperlukan segera, ialah melepaskan ikatan pasangan kuda yang satu, sehingga pasangan yang lainnya itu dapat dengan bebas pergi pulang di seluruh bumi secepat mungkin seperti yang diperintahkan kepada mereka untuk ”Pergi.” Apabila ini jadi maka paradoks ini tidak akan lagi merupakan paradoks.
Apakah yang menempatkan dua jenis perbedaan dari hal para pemimpin yang bekerja pada cita-cita yang bertentangan itu? Saya akan membacakan jawabannya dari Roh Nubuat. Berikut ini gambaran dari salah satu kelompok pemimpin sidang:
“..... Mereka yang menaruh pengharga- an tertinggi kepada “ilmu pengetahuan yang disebut palsu”, tidak akan menjadi pemimpin-pemimpin kelak. Mereka yang menaruh harap kepada kecerdasan berpi- kir, kemampuan istimewa ataupun bakat, tidak akan kelak berdiri pada waktu itu 54 dalam barisan pemimpin. Mereka tidak mengikuti kemajuan terang itu. Mereka yang telah membuktikan dirinya tidak setia, tidak akan dipercayakan kepada mereka pada waktu itu dengan kawanan domba..... ” -- Testimonies, vol. 5, p. 80.
Jelaslah, bahwa para pemimpin yang mementingkan diri ini, yang suka tidurtiduran di dalam negeri yang suam, adalah yang dilambangkan dengan pasangan kuda yang berwarna dauk itu.
Sekarang kita akan membaca dari hal para pemimpin yang digambarkan oleh pasangan kuda teji, yaitu orang-orang yang 23 terakhir terlihat pada gambaran nubuatan itu :
“.....Tuhan memiliki hamba-hamba- Nya yang setia, yang dalam masa kegon- cangan, dan ujian akan muncul keluar. Ada orang-orang yang berharga yang kini masih tersembunyi yang tidak pernah menyembah sujud kepada Baal. Mereka belum memperoleh terang yang sudah ber- 55 cahaya dalam suatu penyinarannya yang terpusat atas kamu. Tetapi, adalah mung- kin sekali di bawah keadaan lahiriah yang kasar dan tidak menarik kecerahan yang murni dari suatu tabiat Kristen yang seja- ti akan dinyatakan. Pada siang hari kita memandang ke langit, tetapi tidak dapat melihat bintang-bintang. Mereka itu ada di sana, terpaku dalam bentangan langit, tetapi mata tak dapat membedakannya. Dalam malam hari kita memandang cerah cahaya yang asli dari bintang-bintang itu.” -- Testimonies, vol 5, pp. 80 - 81.
Inilah tepatnya yang sedang terjadi sekarang : Orang-orang yang sedang menentang pekabaran yang memberitakan Pehukuman bagi Orang Hidup; orangorang yang “tidak mengikuti kemajuan dari terang itu”, dan yang merasa puas untuk tetap tinggal di Mesir contoh saingan; dinas kependetaan dari Masehi Advent Hari Ketujuh akan dibebas tugaskan (dilepaskan dari kereta); dan orang-orang yang “tersembunyi” itu, mereka yang dilam- 56 bangkan oleh pasangan kuda teji, yaitu dinas kependetaan dari Davidian Masehi Advent Hari Ketujuh, sedang datang ke depan. Mereka kini sedang “muncul keluar”, dan sedang bersiap-siap untuk mengambil kereta itu! Kemudian segera setelah mereka diperintahkan untuk “Pergi”, maka mereka dengan cepat tanpa ragu-ragu akan bergerak maju ”untuk pergi pulang di seluruh bumi” dengan pekabaran dari hal jam, yaitu Pehukuman bagi Orang-orang Hidup.
Sekarang dipersilahkan kepada pendiri dari Organisasi Masehi Advent Hari Ketujuh untuk menjelaskan dengan tegas apa dan dimana terdapat negeri selatan itu :
“Saya dipenuhi dengan kesedihan apa- bila saya pikirkan akan keadaan kita se- bagai suatu umat.... Sidang telah berbalik dari mengikuti Kristus Pemimpinnya, dan sedang terus-menerus mundur menuju Me- sir. Namun ada sedikit yang terjaga atau tercengang karena kebutuhan mereka akan kuasa rohani. Keragu-raguan dan bahkan 57 ketidakpercayaan terhadap kesaksian-ke- saksian dari Roh Allah, sedang meracuni gereja-gereja kita dimana-mana. Setan menghendakinya demikian. Para pendeta yang mengkhotbahkan diri sendiri sebagai pengganti Kristus menghendakinya demi- kian. Tulisan-tulisan kesaksian-kesaksian itu adalah tidak dibaca dan tidak disu- kai. Allah telah berbicara kepadamu. Te- rang sedang bersinar-sinar dari firman- Nya dan dari tulisan kesaksian-kesaksian itu, tetapi kedua-duanya telah diremeh- kan dan ditinggalkan. Akibatnya adalah jelas dalam kehilangan kemurnian dan pe- nyerahan dan iman yang sungguh-sungguh di antara kita.” -- Testimonies, vol. 5, p. 217.
Apakah yang akan melepaskan pasangan kuda dauk itu dari kereta? Nabi Yesaya memberikan jawabannya :
“Karena oleh api dan oleh pedang-Nya Tuhan akan menghukumkan segala ma-58 nusia: maka besarlah kelak bilangan segala orang yang dibunuh oleh Tuhan... Lalu Aku akan menaruh suatu tanda di antara mereka itu, dan Aku akan me-ngutus orang-orang yang sudah luput dari antara mereka itu kepada segala bangsa, ke Tarsis, ke Pul, dan ke Lud, orang pemanah ke Tubal, dan ke Yawan, kepada pulau-pulau yang jauh, yang belum pernah mendengar nama baik-Ku dan yang belum pernah melihat kemulia-an-Ku; maka mereka akan memberitakan kemuliaan-Ku di antara segala bangsa Kafir. Dan mereka akan menghantarkan semua saudaramu bagi suatu persemba-han bagi Tuhan dari segala bangsa dengan mengendarai kuda, dan dengan kereta-kereta, dan dengan kendaraan onta, dan dengan menunggang keledai, dan dengan kuda semberani, ke gunung kesucian-Ku Yerusalem, demikianlah firman Tuhan, seperti bani Israel membawakan persem-bahan dalam beja-na yang bersih ke da-lam rumah Tuhan.”
59Di sini dikemukakan suatu pembantaian, yang terjadi di antara orang-orang yang telah diberi petunjuk untuk menjauhkan diri dari daging-daging yang haram, tetapi di antara mereka banyak yang melanggar perintah Allah. Orang-orang durhaka, yaitu mereka yang dewa-dewanya adalah perutnya, termasuk pula orangorang yang menyucikan dan membersihkan diri mereka sendiri, (mereka yang
25 merasa benar sendiri) di dalam tamantaman di belakang sebatang pohon (di belakang pendeta mereka yang membenci Kebenaran, ayat 17 bagian akhir) oleh Tuhan sendiri disingkirkan dari antara orangorang-Nya yang mencari Kebenaran.
Sesudah orang-orang durhaka itu disingkirkan sedemikian, maka mereka yang tertinggal, mereka yang sisa, yaitu mereka yang luput itu, menjadi hamba-hamba Allah dan akan diutus kepada segala bangsa, khususnya kepada orang-orang yang belum mendengar baik mengenai kebesaran nama Allah maupun dari hal 60 berita-berita baik tentang kerajaan-Nya. Orang-orang yang luput ini akan menghantarkan ke rumah Tuhan semua saudara mereka, yaitu semua orang yang mau bertobat kepada Kristus -- “suatu rombo-ngan besar orang-orang, yang tak seorang-pun dapat menghitungnya, dari segala bangsa, dan suku-suku bangsa, dan umat, dan bahasa-bahasa.” Mereka akan berdiri “di hadapan tahta, dan di hadapan Anak Domba, berpakaian jubah-jubah putih, dan daun palm di dalam tangan mereka.”
Demikianlah kelak Injil akan diselesaikan oleh orang-orang yang luput dari pembantaian Tuhan itu (Yesaya 66 : 15, 16) dan umat Allah dengan cepat akan dihimpunkan dari seluruh empat penjuru bumi, dengan berbahagia dihantarkan sebagai suatu persembahan kepada rumah Tuhan (ayat 19, 20).
Sekaranglah kesempatan bagi setiap orang untuk memutuskan untuk berada dengan pihak yang satu atau dengan pihak 61 yang lainnya, apakah akan bereformasi, dan dibawa oleh orang-orang setia dari pasangan kuda teji itu, atau akan tetap berpegang kepada pasangan kuda dauk yang mementingkan diri itu lalu tetap tinggal bersamanya di negeri selatan, untuk binasa di sana. Sekaranglah betulbetul saat yang menentukan bagi setiap anggota Gereja. Hal ini menyerukan bagi suatu tindakan yang menentukan nasib hari depan dari para anggota maupun para pendeta.
Sekaranglah kesempatanmu untuk bertindak, dan adalah kerinduan saya dan doa agar kiranya anda, dan setiap anggota Gereja memilih untuk berada pada pihak yang dianjurkan secara pasti dan jelas oleh
26 ungkapan dari paradoks segala zaman ini. Jangan lagi membiarkan dirimu ditipu oleh pasangan kuda dauk itu. Hadapilah ucapan-ucapan muluk mereka itu dengan “Demikianlah firman Tuhan.” Mintakanlah tanggung jawab mereka kepada Kebenaran Alkitab yang tegas ini.
62Catatan:
63Surat dialamatkan kepada:
Universal Publishing Association
(Kantor Pusat)
Waco, Texas 76714
U S A
Universal Publishing Association
(Divisi Indonesia)
P. O. Box 6965/JAT-PK
Jakarta 13710
e-mail:
gadsdaid@yahoo.com
dikerjakan oleh:
Penerbitan 2018
64UNIVERSAL PUBLISHING ASSOCIATION
P.O. BOX 7613
WACO, TX 76714
+1 800-729-7494
www.davidiantoday.org