Perpustakaan PDF
Amaran Sekarang - Jilid 2 - No. 13, 14

Di Mana Meterai-Meterai dan Trompet-Trompet Itu Dimulai dan Berakhir?Penempatan secara Kronologis Pasal demi Pasal dari Buku Wahyu — Ringkasan

2AS13 / 2AS14

V. T. HOUTEFF

Agar setiap orang yang berhaus akan kebenaran

dapat memperolehnya, maka buku-buku kecil ini disebarkan dengan cuma-cuma. Hanya satu permohonan yang dimintanya, yaitu setiap jiwa wajib memeriksa segala perkara dan berpegang teguh pada mana yang baik. Hanya benang-benang

untaian keemasan Eden dan tali-tali pengikat Golgota yang berwarna darah -- ikatan-ikatan yang mengikat itu yang merupakan pita pengikat buku

gratis yang kecil ini.

Kami sangat menghargai nama dan alamat anggota

MAHK yang dikirimkan.

1

AMARAN
SEKARANG

Satu-Satunya Kedamaian Pikiran

Dimana Meterai-Meterai Dan Trompet-

Trompet Itu Dimulai Dan Berakhir?

Penempatan Secara Kronologis Pasal Demi

Pasal Dari Buku Wahyu – Ringkasan

VICTOR T. HOUTEFF
Universal Publishing Association

P. O. Box 6965/JAT-PK, Jakarta 13710

e-mail : gadsdaid@yahoo.com

2

Naskah Untuk Berdoa

KESUCIAN SEJATI IALAH

KEBULATAN DALAM PERIBADATAN

Saya akan membaca dari buku Christ’s Object Lessons, halaman 48, dimulai dengan paragraf 2 :

“Banyak orang merasakan suatu pera- saan jauh tersesat dari Allah, suatu kesa- daran akan keterikatan mereka kepada diri sendiri dan dosa; mereka melakukan berbagai usaha untuk pembaharuan; teta- pi mereka tidak menyalibkan diri sendiri. Mereka tidak menyerahkan dirinya sendiri selengkapnya kepada tangan Kristus, atau berusaha mencarikan kuasa Ilahi untuk melaksanakan kehendak-Nya. Mereka ti- dak rela untuk dibentuk sesuai menurut persamaan Ilahi. Dalam hal yang umum mereka mengakui ketidaksempurnaan mereka, namun mereka tidak melepaskan dosa-dosa mereka yang tertentu...... Satu- satunya harapan bagi jiwa-jiwa ini ialah 3 menyadari di dalam diri mereka sendiri akan kebenaran kata-kata Kristus kepada Nikodemus, ‘Kamu harus dilahirkan kem- bali.’ ‘Terkecuali seseorang dilahirkan dari atas, maka ia tak akan dapat melihat kerajaan Allah.’ Kesucian yang sejati ia- lah kebulatan dalam peribadatan kepada Allah. Inilah persyaratan dari hidup Ke- kristenan yang benar. Kristus mengan- jurkan suatu penyerahan yang bulat, bagi peribadatan yang tidak terbagi-bagi. Ia menuntut dari manusia hati, pikiran, jiwa, kekuatan. Janganlah tunduk kepada diri sendiri. Barangsiapa yang hidup bagi diri sendiri bukanlah seorang Kristen.”

Kita diperintahkan di sini supaya datang dekat kepada Kristus dan supaya menjauh dari diri sendiri, dan bahwa sebelum kita dapat “dilahirkan kembali” patutlah kita pertama sekali mati kepada dosa. Marilah kita berdoa agar kita dapat menyadari, bahwa jika kita merasakan kita telah jauh tersesat dari Allah, maka kesalahannya adalah milik kita, dan bahwa 4 kita patut berbuat sesuatu untuk memperbaiki keadaan itu; agar kita harus menerima undangan kemurahan Kristus yang berbunyi : ‘Marilah kepada-Ku semua kamu yang ...... menanggung beban berat, maka Aku akan memberikan kepadamu istirahat’ -- Perdamaian.

Copyright, 1948 Reprint

Hak Cipta Dijamin

V. T. HOUTEFF

2

5

DIMANA METERAI-METERAI
DAN TROMPET-TROMPET ITU
DIMULAI DAN BERAKHIR?

Oleh :
Victor T. Houteff
Pendeta dari Persekutuan Davidian
Masehi Advent Hari Ketujuh
Sabat, 1 November 1947
Kapel Gunung Karmel, Waco, Texas

Pada sore hari ini kita akan menyaksikan dimana masing-masing Meterai dan Trompet itu dimulai dan berakhir. Marilah kita pertama-tama membaca gambaran dari lima meterai yang pertama sebagai berikut :

“Maka aku tampak apabila Anak Domba itu membuka salah satu dari meterai-me-6 terai itu, lalu kudengar, salah satu dari empat binatang itu mengatakan, seperti suara guntur, Marilah dan lihatlah. Maka aku tampak, dan tengoklah seekor kuda putih : dan dia yang duduk di atasnya itu memiliki sebuah panah; maka sebuah mahkota dikaruniakan kepadanya : lalu keluarlah ia dengan kemenangan dan untuk memenangkan lagi. Dan setelah ia membukakan meterai yang kedua, aku dengar binatang yang kedua itu mengatakan, Marilah dan lihatlah. Dan keluarlah seekor kuda merah : maka kepada orang yang duduk di atasnya itu dikaruniakan kuasa untuk mengambil perdamaian dari bumi, sehingga orang berbunuh-bunuhan : dan sebilah pedang yang besar dikaruniakan kepadanya. Maka setelah Anak Domba itu membuka meterai yang ketiga, aku dengar binatang yang ketiga itu mengatakan, Marilah dan lihatlah. Dan aku tampak, adalah seekor kuda hitam; dan orang yang duduk di atasnya itu memiliki sepasang neraca timbangan dalam tangannya. Maka aku 7 dengar suatu suara di tengah-tengah ke-empat binatang itu mengatakan, Secu-pak gandum sedinar harganya, dan tiga cupak jelai sedinar harganya; tetapi per-hatikanlah olehmu agar minyak dan air anggur jangan kau rusakkan. Maka sete-lah ia membuka meterai yang keempat, aku dengar suara binatang yang keempat itu mengatakan, Marilah dan lihatlah. Maka aku tampak, adalah seekor kuda kelabu: dan orang yang duduk di atasnya itu Maut namanya, maka alam maut itu

3 mengikutinya. Maka kuasa dikaruniakan kepada keduanya atas seperempat bumi, untuk membunuh dengan pedang, dan dengan kelaparan, dan dengan kematian, dan dengan segala binatang yang di bumi. Maka setelah ia membuka meterai yang kelima, aku tampak di bawah medzbah jiwa-jiwa dari mereka yang telah mati di-bunuh karena Firman Allah, dan karena kesaksian yang dipegangnya : maka mereka itu berseru dengan suara besar, katanya, Berapa lamakah lagi, ya Tuhan, yang suci dan benar, tiadakah Engkau 8 mengadili dan membalas semua darah kami ke atas mereka yang tinggal di bumi itu? Maka kepada masing-masing mereka dikaruniakan sebuah jubah putih; dan dikatakan kepada mereka itu, bahwa me-reka hendaknya beristirahat dalam sedi-kit masa lamanya, sampai semua sesama hamba mereka pun dan semua saudara mereka yang akan dibunuh seperti me-reka itu, akan digenapi.”

9
Ilustrasi
10

Untuk menemukan dimana Meterai- Meterai itu dimulai, maka kita hendaknya memperhatikan dengan seksama bahwa Sejarah mencatat adanya hanya satu periode mati sahid sedemikian seperti yang digambarkan di dalam meterai keempat dan kelima -- yaitu mati sahid yang dimulai dengan Yohanes Pembaptis dan, kemudian setelah tertunda sementara, dilanjutkan lagi ke kira-kira dalam pertengahan abad kedelapan belas.

Jadi, jelaslah, bahwa meterai keempat dibuka dengan berakhirnya masa sejarah Wasiat Lama dan dimulainya masa sejarah Wasiat Baru. Oleh karena hal ini adalah demikian, dan karena Meterai-Meterai itu adalah berurutan saling menyusul, maka tiga meterai yang pertama menemukan kegenapannya, tidak di dalam periode sejarah Wasiat Baru, melainkan di dalam periode sejarah Wasiat Lama.

Sekarang marilah kita lihat kapan meterai yang kedua itu mulai. Kepada kita telah diceritakan, bahwa pengendara 11 kuda dari meterai yang kedua itu adalah “mengambil perdamaian dari bumi”, ini mengandung arti bahwa sebelumnya pernah terdapat perdamaian. Oleh sebab itu, untuk mengetahui masa dari meterai yang kedua itu, kita perlu menjawab pertanyaan yang berikut ini : Kapankah perdamaian diambil dari bumi? --

Kita semua mengetahui bahwa belum pernah ada sesuatu peperangan yang terjadi sebelum air bah, bahwa peperangan itu dimulai setelah kekacauan bahasabahasa yang terjadi di tugu Babil, yaitu sesudah keluarga-keluarga manusia terbagi-bagi ke dalam berbagai macam bahasa, bangsa-bangsa, dan suku-suku bangsa. Perang yang pertama tercatat di dalam sejarah Alkitab, adalah peperangan di masa Abraham, maka peperangan terus berkelanjutan sampai dengan kita sekarang terhitung semenjak itu. Sebelum hari itu terdapat perdamaian. Jadi, dimana lagi, meterai yang kedua itu berlaku kalau bukan sesudah air bah, yaitu masa setelah 12 perdamaian diambil dari bumi? Akhirnya, sejarah dari meterai yang pertama harus dapat ditemukan di dalam masa periode sebelum air bah. Warna (putih) dari kuda itu sendiri berbicara dari hal perdamaian, maka dengan begitu jelaslah meterai-meterai itu dimulai dengan kejadian dunia. 5

Apakah yang dilambangkan oleh kuda-kuda yang ditunggangi orang-orang itu? Mereka dapat melambangkan hanya sesuatu yaitu apa yang diperintah oleh manusia, karena seorang penunggang selalu mengatur atas apa yang ditungganginya. Jadi penunggang kuda, harus melambangkan pemerintahan manusia atas ciptaan Allah.

Warna dari kuda-kuda dan pekerjaanpekerjaan dari para penunggangnya menunjukkan kemajuan dalam gelojoh dan kejahatan. Ternyata dari lambang itu bahwa pemerintahan manusia atas dunia ini sama sekali tidak membawa perbaikan.

Kuda putih menunjukkan perdamaian 13 dan kemurnian yang hanya terdapat pada permulaan kejadian Allah. Dari penunggang kuda putih itu terlihat citacita manusia yang terbesar untuk menaklukkan dan memenuhi bumi. Dan dari kuda merah dan penunggangnya kita melihat pertumpahan darah dan berbagai peperangan. Kejahatan ini membuka jalan bagi kuda hitam untuk muncul ke depan. Warna hitam adalah berarti penindasan atas bangsa-bangsa, maka neraca timbangan memperlihatkan ciptaan cara-cara perdagangan untuk memperoleh kekayaan. Kuda yang keempat, yang berwarna abu-abu, menggambarkan suatu sistem tabiat yang tidak dapat didefinisikan, artinya sukar untuk dibedakan apakah Kristen atau Kafir -- munafik. Meterai yang kelima menunjukkan bahwa aniaya terhadap umat kesucian terus berlangsung sampai kepada pembukaan meterai keenam. Bukankah semua ini adalah garis-garis besar dari sejarah? Oleh sebab itu, Meterai- Meterai itu, dimulai dengan permulaan dari semua perkara ini. 14 “Maka aku tampak setelah Anak Dom-ba itu membuka meterai yang keenam, maka, heran, terjadilah suatu gempa bumi besar; dan matahari menjadi hitam seperti suatu kain kabungan daripada rambut, dan bulan menjadi seperti darah; dan bintang-bintang di langit bergugur-an ke bumi, seperti pohon ara meluruh-kan buah-buah buruknya, apabila ia di-goncangkan angin yang keras. Dan langit berlalu bagaikan sebuah gulungan surat 6 apabila ia itu tergulung bersama-sama; dan setiap gunung dan pulau berpindah dari tempat-tempatnya. Maka segala raja di bumi dan orang-orang besar, dan orang-orang kaya, dan para panglima, dan orang-orang perkasa, dan setiap orang baik hamba ataupun orang merdeka, sekaliannya menyembunyikan diri di dalam lubang-lubang dan di dalam batu-batu karang dari gunung-gunung lalu mengatakan kepada gunung-gunung dan batu-batu karang, Timpalah kami, dan sembunyikanlah kami dari wajah Dia 15 yang duduk di atas tahta, dan dari murka Anak Domba itu : karena hari besar mur-ka-Nya itu sudah tiba, maka siapakah yang kelak dapat berdiri?

Meterai yang keenam berisikan tandatanda zaman dan menghantarkan akhir sejarah dunia. Dan karena pasal yang keenam dari buku Wahyu membawa kita kepada akhir sejarah dunia, dan karena perkara-perkara dari pasal yang ketujuh itu jadi sebelum akhir sejarah, maka jelaslah bahwa pokok masalah dari pasal 7, yaitu pemeteraian 144.000 orang yang berasal dari suku-suku bangsa Israel itu, dan pengumpulan rombongan besar orang banyak dari antara segala bangsa (buahbuah pertama dari sidang, dan buah-buah kedua dari segala bangsa) -- mundur ke belakang ke dalam periode meterai keenam. Apalagi, bahwa meterai yang ketujuh itu dimulai dengan pasal 8.

Sekarang, dimanakah meterai yang ketujuh itu dimulai? Pertama-tama sekali hendaklah kita ingat bahwa meterai yang 16 keenam membawa kita sampai kepada akhir sejarah dunia. Olehnya itu, jelaslah, bahwa meterai yang ketujuh yang meliputi sejumlah pokok masalah, harus saling bertautan dengan meterai keenam. Marilah kita perhatikan, bahwa permulaan dari meterai yang ketujuh membukakan Tujuh Trompet itu.

7

17
Ilustrasi
18

Angka tujuh di dalam Alkitab selalu membawakan arti tambahan mengenai kelengkapan. Dengan demikian seperti halnya Tujuh Meterai, maka Tujuh Trompet, juga membawakan suatu pokok masalahnya sendiri yang lengkap. Sebutan “trompet” adalah berarti memberitakan suatu pekabaran. Dengan begitu Tujuh Trompet itu khususnya mendemonstrasikan akibat-akibat yang diderita oleh orang-orang yang tidak mematuhi semua pekabaran ini semenjak dari mula pertama sampai kepada akhirnya. Bahwa trompet yang ketujuh melambangkan pekabaran yang terakhir dapat segera terlihat dari bacaan berikut ini :

“Maka malaikat yang ketujuh itu meniup-kan trompetnya; lalu terdengarlah bebe-rapa suara besar di surga, yang mengata-kan, Kerajaan-kerajaan dunia ini menjadi kerajaan-kerajaan Tuhan kita, dan kera-jaan-kerajaan Kristus-Nya; maka Ia akan memerintah untuk selama-lamanya.”

19

Di sini kita melihat, bahwa pekabaran yang terakhir di bumi ialah pekabaran yang memberitahukan berakhirnya semua pemerintahan di bumi.

Trompet-trompet itu berada dalam dua bagian -- tiga trompet yang terakhir adalah trompet-trompet “celaka”, empat trompet yang pertama adalah tidak. Bahwa Tujuh Trompet itu meliputi baik sejarah Wasiat Lama maupun sejarah Wasiat Baru dapat dengan mudah terlihat dalam penyelidikan singkat terhadap trompet yang kelima --

“Maka malaikat yang kelima itu meniup-kan trompetnya, lalu aku tampak sebuah Bintang jatuh dari langit ke bumi : maka kepada-Nya dikaruniakan kunci dari lubang yang tak terduga dalamnya itu. Maka Ia pun membuka pintu lubang yang tak terduga dalamnya itu; lalu naik-lah asap keluar dari lubang itu seperti asap dari tanur yang besar; sehingga ma-tahari dan udara menjadi gelap karena asap dari lubang itu. Maka keluarlah 20 dari asap itu belalang-belalang ke atas bumi : maka kepada belalang-belalang itu dikaruniakan kuasa sama seperti ku-asa kalajengking yang di bumi. Maka diperintahkan kepada mereka itu bahwa mereka tidak boleh merusakkan rumput di bumi, atau pun sesuatu tumbuhan hijau, atau pun sesuatu pohon kayu; me-lainkan hanya orang-orang yang tiada 9 memiliki meterai Allah di dahi mereka.”

Kepada Bintang itu yang telah turun dari langit telah digunakan kata pengganti laki-laki “He.” Kepada-Nya kunci dari lubang yang tak terduga dalamnya itu dikaruniakan. Siapakah yang dapat dilambangkan dengan Bintang itu? Marilah kita kembali kepada Wahyu 20 : 1.

“Maka aku tampak seorang malaikat tu-run dari langit, yang memiliki anak kunci dari lubang yang tak terduga dalamnya itu dan sebuah rantai besar di dalam tangan-Nya.”

21

Di sini kepada kita diceritakan bahwa malaikat yang perkasa ini, yaitu musuhnya Setan, telah memiliki “kunci dari lubang yang tak terduga dalamnya itu.” Jika Ia memilikinya, maka kepada-Nya kunci itu harus sudah terlebih dulu ‘dikaruniakan.’ Oleh sebab itu, Bintang yang menerima kunci itu juga adalah lambang dari malaikat ini.

Lagi pula, hendaklah diperhatikan bahwa karena kunci itu telah membuka lubang yang tak terduga dalamnya itu, maka belalang-belalang itu telah terlepas. Akhirnya, dari kenyataan bahwa belalangbelalang itu adalah musuh-musuh dari mereka yang tidak memiliki meterai Allah di dahi mereka, maka “Bintang itu” (malaikat) yang telah turun dari langit dan yang telah membuka pintu lubang yang tak terduga dalamnya itu untuk melepaskan belalang-belalang itu tentunya adalah seorang teman mereka dan adalah seorang perkasa yang dimusuhi Setan. Oleh sebab itu tidak dapat dipungkiri lagi bahwa ke- 22 simpulannya ialah : Bintang dari surga itu melambangkan seorang Mahluk utusan dari surga, yaitu “malaikat” yang sama itu juga, yang dari hal-Nya sudah kita baca lagi di dalam pasal 20 : 1, dan semua belalang itu adalah orang banyak yang diselamatkan oleh Surga. Jadi, siapa lagi, yang dapat dilambangkan oleh “Bintang” dan semua belalang itu, kalau bukan hanya Kristus dan orang-orang Kristen? Setan telah memenjarakan seluruh bangsa Yahudi ke dalam lubang yang tak terduga dalamnya, yaitu satu-satunya bangsa yang sebelumnya berada di luar lubang itu. Oleh karenanya maka Kristus telah datang untuk membuka lubang itu dan membiarkan semua orang tawanan itu pergi bebas. Kepada dunia yang sedemikian inilah Tuhan Samawi telah diutus, dan pada waktu Ia datang segeralah Ia menyatakan :

10

“Roh Tuhan adalah di atas-Ku, karena Ia sudah mengurapi akan Daku untuk mem-beritakan Injil kepada orang miskin; Ia 23 telah mengutus Aku untuk menyembuh-kan orang-orang yang hancur hatinya, untuk memberitakan kelepasan kepada semua orang yang tertawan, dan mengem-balikan penglihatan segala orang yang buta, untuk memerdekakan mereka yang terluka, untuk memberitakan tahun pe-nyambutan Tuhan.”

Di sini anda memperolehnya dalam kata-kata rahasia mistik kepunyaan Ilham sendiri yang diungkapkan dengan segar bahwa Yesus Kristus betul-betul adalah Utusan dari surga, Juruselamat dunia.

Sekarang nyata jelas bahwa era sejarah Kristen dimulai dengan ditiupnya trompet yang kelima, maka kebenaran dari hal empat trompet yang pertama harus ditemukan di dalam era sejarah Wasiat Lama.

Kita kini telah menyaksikan keadaan dan masa di mana Tujuh Meterai dan Tujuh Trompet itu dimulai dan berakhir, maka barangsiapa yang hendak mengetahui pokok-pokok masalah ini keseluruhan- 24 nya secara lebih terperinci dapat mempelajarinya pada buku-buku kecil yang berjudul: “Amaran Terakhir”, dan “Pemecahan Tujuh Meterai,” -- yang akan dikirimkan dengan cuma-cuma sesuai permintaan.

* * * 11

25

Naskah Untuk Berdoa

IBADAH YANG SETENGAH HATI

MENIMBULKAN KETIDAKSTABILAN

Saya akan membaca halaman 49 dari buku Christ’s Object Lessons :

“Jika kita mencintai Yesus, maka kita akan suka hidup bagi Dia, suka memberi- kan persembahan-persembahan syukur kita kepada-Nya, suka untuk bekerja bagi- Nya. Pekerjaan yang utama akan menjadi ringan. Karena demi Dia kita akan me- nyukai menderita dan kerja keras dan pe- ngorbanan. Kita akan ikut merasa senang bersama-sama dengan kerinduan-Nya bagi keselamatan manusia. Kita akan merasa- kan kerinduan yang sama terhadap jiwa- jiwa seperti yang dirasakan-Nya.

“Inilah agama dari Kristus. Apa saja yang kurang daripada ini ialah penipu- an. Bukan saja teori kebenaran atau pe- ngakuan diri sebagai murid akan dapat 26 menyelamatkan sesuatu jiwa. Kita tidak akan menjadi milik Kristus jika tidak kita sepenuhnya adalah milik-Nya. Adalah oleh karena tidak sepenuh hati dalam ke- hidupan Kristen sehingga manusia telah menjadi lemah dalam tujuan dan selalu berubah-ubah dalam keinginan. Usaha un- tuk mengabdi kepada kedua-duanya ba- ik diri sendiri maupun Kristus membuat seseorang menjadi pendengar dari jenis tanah yang berbatu-batu, maka ia tidak akan lama bertahan apabila datang se- suatu ujian atas dirinya.”

Kita akan bertelut sekarang dan berdoa kiranya kita tidak akan lupa bahwa apa saja yang kurang dari pengorbanan bagi jiwa-jiwa ia itu bukanlah agama Kristus; bahwa jika kita setengah hati dalam melaksanakan kewajiban-kewajiban kita, maka kita makin hari makin akan menjadi tidak tetap; bahwa ibadah yang sepenuh hati dan perbuatan-perbuatan yang sepenuh hati dapat menjadi satu-satunya bukti bahwa darah Kristus telah berhasil melak- 27 sanakan tugasnya di dalam kita, dan satusatunya perkara yang menjaminkan hak kita untuk masuk ke Kota Suci itu.

* * *

12

28

PENEMPATAN SECARA
KRONOLOGIS PASAL DEMI
PASAL DARI BUKU WAHYU --
RINGKASAN

Oleh :
Victor T. Houteff
Pendeta dari Persekutuan Davidian
Masehi Advent Hari Ketujuh
Sabat, 8 November 1947
Kapel Gunung Karmel, Waco, Texas

Penyelidikan-penyelidikan kita yang terdahulu telah menunjukkan bahwa semua buku-buku dari Alkitab bertemu dan berakhir di dalam Buku Wahyu (Acts of the Apostles, p. 585); bahwa Buku Wahyu meliputi seluruh sejarah umat manusia.

Dalam penyelidikan-penyelidikan ini 29 kita juga dapat mempelajari bahwa peristiwa yang telah membuat buku dengan Tujuh Meterai itu dibukakan, telah mengungkapkan Buku Wahyu itu sendiri, dan secara terbatas disebut, “Wahyu dari Yesus Kristus yang dikaruniakan Allah kepada- Nya” dimulai dengan pasal 6 dan berakhir dengan pasal 22, keseluruhannya delapan belas pasal, yang telah diungkapkan oleh pemecahan Meterai-Meterai itu. Kita juga telah mempelajari bahwa perkara-perkara yang akan jadi “kemudian” dari masa hidupnya Rasul Yohanes, setelah tahun 96 Tarikh Masehi, adalah perkara-perkara itu juga yang dikemukakan oleh peristiwa itu, yaitu pertemuan besar itu sendiri pada sekeliling Tahta itu yang sedang bertemu untuk memeriksa segala perkara yang terdapat di dalam Buku itu.

Sekarang saya ingin anda mencatat bahwa Buku Wahyu itu berisikan banyak pokok masalah, masing-masingnya sudah lengkap tersendiri, walaupun sesuatu pasal atau pokok masalah mungkin saling 30 bertautan atau saling memotong dengan yang lainnya; artinya, tidak semua pokok masalah dan semua pasal tersusun secara kronologis antara sesamanya. Kenyataankenyataan ini akan terlihat sementara kita 13 terus maju dalam penyelidikan kita.

Kita sudah menemukan sebelumnya bahwa peristiwa yang seperti sidang pengadilan itu telah dibuka dengan Wahyu dari Yesus Kristus yang telah dikaruniakan Allah kepada-Nya, yaitu buku yang tersegel dengan tujuh meterai itu. Peristiwa itu telah mengemukakan Wahyu itu, dan bersamaan dengan itu sidang samawi itu memulai tugasnya meninjau orangorang dari masa lalu, masa sekarang, dan masa yang akan datang. Sekarang kita akan membaca ayat-ayat terakhir dari pasal enam :

“Dan langit berlalu bagaikan sebuah gu-lungan surat apabila ia itu tergulung ber-sama-sama; dan setiap gunung dan pulau berpindah dari tempatnya. Maka segala 31 raja di bumi, dan orang-orang besar, dan orang-orang kaya, dan para panglima, dan orang-orang perkasa, dan setiap orang baik hamba, ataupun orang merdeka, sekaliannya menyembunyikan diri di dalam lubang-lubang dan di dalam batu-batu karang dari gunung-gunung; lalu mengatakan kepada gunung-gunung dan batu-batu karang, Timpalah kami dan sembunyikanlah kami dari wajah Dia yang duduk di atas tahta, dan dari murka Anak Domba itu: karena hari besar mur-ka-Nya itu sudah tiba; maka siapakah yang kelak dapat berdiri?”

Oleh karena pasal enam mengakhiri ceritanya dengan akhir sejarah dunia, maka jelaslah bahwa secara kronologis pasal tujuh tersisip di antara peristiwa dari permulaan pasal enam, dan peristiwa dari akhir pasal enam.

Pasal yang ketujuh dimulai dengan pemeteraian 144.000 orang itu, dan berakhir dengan pengumpulan rombongan 32 besar besar orang banyak, sambil menyentuh kekekalan.

Pasal delapan, pembukaan dari meterai yang ketujuh. Dimulai dengan memperkenalkan suatu pokok masalah yang lain, yaitu pokok masalah tentang Tujuh Trompet. Trompet-trompet itu seperti yang kita pelajari dalam penyelidikan-penyelidi- 14 kan kita sebelumnya tersebar melalui pasal 9 sampai pasal 11.

Kita selanjutnya telah pelajari bahwa Trompet-Trompet itu mengemukakan pekabaran-pekabaran Allah dan akibat-akibatnya bagi orang-orang berdosa yang tidak bertobat; bahwa Trompet-Trompet itu memulai dengan pekabaran sedemikian yang pertama, yaitu pekabaran dari Nuh, dan berakhir dengan pekabaran terakhir di dalam masa kasihan, yaitu pekabaran yang memberitakan bahwa Rahasia Allah, pekerjaan Injil, telah selesai, bahwa masa kasihan sudah berakhir. Ini akan selanjutnya terlihat dari kenyataan bahwa orang-orang yang lagi tinggal yang tidak 33 terbunuh oleh api, asap, dan belerang yang telah keluar dari mulut kuda-kuda itu (Wahyu 9 : 18) tidak juga bertobat. Sesungguhnya, itu tak mungkin dapat disebut, “Mereka tidak bertobat”, jika masa kesempatan bertobatnya belum berakhir. Jadi jelas bahwa pasal 8 dan pasal 9 membawa kita sampai ke berakhirnya masa kasihan. Akibatnya jelas pasal 10 dan pasal 11 tersisip di dalam pasal 8 dan pasal 9.

Trompet-trompet itu sendiri diperlihatkan berada dalam dua bagian, empat di dalam sejarah Wasiat Lama, dan tiga di dalam sejarah Wasiat Baru; artinya, ketiga Trompet yang terakhir itu adalah Trompet-Trompet “celaka.” Yang pertama dari Trompet-Trompet celaka itu memperkenalkan turunnya Bintang dari langit kepada Siapa telah dikaruniakan kunci dari lubang yang tak terduga dalamnya itu. Jelaslah Bintang itu adalah lambang dari Malaikat yang pada permulaan masa seribu tahun yang telah mengunci Setan ke dalam lubang yang tak terduga dalamnya itu, karena Ia, yaitu Malaikat dari Wahyu 34 20 : 1 itu, adalah Malaikat yang memiliki kunci dari lubang yang tak terduga dalamnya itu. Ia tidak mungkin memiliki kunci itu jika sekiranya kunci itu telah diberikan kepada orang lain.

Pasal 10 mengungkapkan bahwa malaikat yang membuka (memecahkan meterai) “buku kecil” itu adalah malaikat yang membawakan hujan rohani bagi perkembangan dan masaknya biji-bijian rohani (karena itulah yang diartikan oleh awan dan pelangi). Ia juga membuat buku 15 kecil itu supaya dimakan (dimasukkan ke dalam hati), yang kemudian menjadi pahit di dalam perut si pemakan.

Rasa manisnya madu sementara buku itu dimakan jelas menunjukkan bahwa segala perkara yang tersurat di dalamnya itu telah diterima dengan riang gembira. Namun bagi si pemakan buku itu ia itu kemudian telah menimbulkan gangguan pencernaan, demikianlah kita misalkan, maka demikianlah telah terjadi kekecewaan; artinya, segala perkara di dalam buku 35 itu tidak sepenuhnya dapat dimengerti, maka dengan demikian pada akhirnya kegirangan itu lenyap, dan kekecewaan merayap masuk. Sesudah ini para pemakan buku itu ditugaskan kembali untuk “bernubuat lagi”, mengkhotbahkan kembali.

Oleh sebab itu, malaikat ini dalam perjalanan sejarah telah muncul pada waktu pengungkapan buku Daniel, karena hanya buku inilah dari seluruh Alkitab yang pernah disegel, dan tidak pernah dibuka semenjak dari masa penulisannya sampai “pada masa akhir zaman.”

Pokok masalah dari pasal 10 berakhir dengan ayat kedua dari pasal sebelas, yaitu ayat yang membawa kita sampai kepada masa pengukuran (perhitungan) dari orang banyak itu, yang ternyata adalah perhitungan jumlah mereka yang 144.000 itu (pasal 7 : 3 – 8), karena mereka adalah satu-satunya kelompok umat di dalam rangkaian nubuatan yang dihitung jumlahnya. Jadi jelaslah bahwa pasal 10, 36 termasuk ayat 1 dan ayat 2 dari pasal 11, dimulai pada “masa akhir zaman”, dan berakhir dengan penghitungan jumlah mereka yang 144.000 itu.

Pasal yang kesebelas (terkecuali bagi dua ayat pertama yang secara kronologis termasuk kepada pasal yang kesepuluh itu) masih menjangkau jauh ke belakang dalam masa yang lebih jauh daripada yang dijangkau oleh pasal yang kesepuluh. Ia berisikan pokok masalah tentang kedua saksi yang telah bernubuat selama 1260 hari nubuatan itu. Ia, juga, membawa kita ke depan sampai kepada akhir sejarah dunia, 16 yaitu masa dimana semua kerajaan dunia ini “menjadi kerajaan-kerajaan Tuhan kita dan Kristus-Nya.” Ayat 15.

Pasal 12 membawa kita lebih jauh lagi ke belakang dalam masa yang lebih jauh dari pasal 11, jauh sebelum kelahiran Kristus, kemudian ke depan sampai kepada masa bumi mengangakan mulutnya lalu menelan air bah itu, dan sampai kepada masa dari umat yang sisa (umat yang sisa 37 ialah orang-orang yang tertinggal setelah orang-orang lainnya ditelan oleh bumi). Mereka sebagai umat memeliharakan perintah-perintah Allah, dan memiliki kesaksian Yesus Kristus. Mereka dianiaya oleh naga segera sesudah bumi menelan air bah itu.

Karena kita masih belum mengetahui tentang adanya suatu umat di dalam sejarah dunia, yang oleh Ilham dapat dikatakan bahwa mereka sebagai suatu umat (semua mereka itu) betul-betul memeliharakan perintah-perintah Allah. Satu-satunya kelompok umat yang sedemikian itu yang mungkin dapat ditemui pada waktunya adalah mereka yang 144.000 itu.

Ilham menjelaskan, bahwa kesaksian Yesus Kristus itu ialah “Roh Nubuat.” Wahyu 19 : 10. Memiliki Roh Nubuat, ialah memiliki Roh Yang mengungkapkan nubuatan-nubuatan itu dan yang hanya dapat mengungkapkan pengertian-pengertiannya, sebab “tak ada sesuatu nubuatan di dalam Alkitab yang datang dari akal 38 orang sendiri”, ataupun tanpa diilhami oleh Roh yang sama.” “Karena tiada per-nah ada nubuatan yang jadi di masa lalu oleh kehendak manusia : melainkan di-ucapkan oleh orang-orang suci milik Al-lah karena mereka digerakkan oleh Roh Suci.” (2 Petrus 1 : 20, 21), maka akibatnya hanya orang-orang suci milik Allah dalam Roh dapat menginterpretasikan Alkitab.

Demikian inilah maka pasal 12 mengakhiri ceritanya dengan umat yang sisa itu, yaitu hamba-hamba Allah, buah-buah pertama, 144.000 orang itu. Mereka menjadi umat yang sisa setelah orang-orang munafik yang terdapat di antara mereka ditelan oleh bumi, demikianlah dikatakan. Umat yang sisa ini sebagai suatu umat 17 akan memeliharakan perintah-perintah Allah, dan tidak akan terdapat tipu di dalam mulut mereka. Mereka merupakan buah-buah pertama, maka Ilham dengan demikian menunjukkan bahwa akan ada buah-buah kedua, sebab tanpa yang kedua tak akan mungkin ada yang pertama. 39 Dan begitulah kita saksikan bahwa pasal 12 membawa kita sampai kepada masa pembersihan sidang, yaitu masa dimana perempuan itu sebagai sebuah sidang akan sungguh-sungguh memeliharakan perintah-perintah Allah.

Kapan saatnya pasal dua belas itu dimulai? -- Ia itu dimulai semenjak hari perempuan yang disebutkan di dalam pasal itu mengandung seorang anak lakilaki. Secara lebih tentu mengandungnya perempuan itu menunjuk ke belakang kepada masa semenjak Ilham menjanjikan untuk mengutus Penebus kepada Sidang.

Pasal 13 dimulai dengan bubarnya kekaisaran Romawi, dan dimulai dengan raja-raja yang bangkit daripadanya, yang kemudian telah memakaikan mahkotamahkota mereka, seperti yang dilambangkan oleh tanduk-tanduk yang bermahkota dari binatang yang menyerupai macan tutul itu. Pasal ini berakhir dengan keluarnya keputusan dari binatang yang bertanduk dua, yaitu keputusan untuk membunuh 40 semua orang yang berani untuk tidak menerima tanda binatang itu. Demikianlah naga itu marah akan perempuan itu, dan demikianlah ia akan menganiaya umat yang sisa.

Pasal yang keempat belas dimulai dengan 144.000 orang itu yang sedang berdiri bersama-sama dengan Anak Domba di atas Gunung Sion. Kemudian menyusul Pekabaran-pekabaran Tiga Malaikat yang digunakan secara langsung dan terakhir bagi pengumpulan buah-buah kedua itu. Dengan demikian pasal ini berakhir dengan penuaian bumi. Pasal itu sendiri menunjukkan bahwa penuaian itu terdapat dalam dua bagian, penuaian yang pertama dilakukan oleh “Anak Manusia”, dan yang kedua dilakukan oleh seorang malaikat. Jelaslah kedua penuaian ini menghasilkan buah-buah pertama dan buah-buah kedua. 18

Pasal 15 menggambarkan peristiwaperistiwa yang menghantarkan masa kasihan sampai kepada akhirnya, dan pasal 16 41 menceritakan tentang tujuh celaka yang terakhir.

Pasal 17 dimulai dengan bangkitnya Babil yang Besar itu berikut pemerintahannya. Secara kiasan, binatang yang berwarna merah kermizi itu, binatang yang ditungganginya, yang diperintahnya itu, adalah kerajaannya. Pemerintahan dunia agama ini berkembang sesudah binatang simbolis yang menyerupai macan tutul (pasal 13) mengakhiri pekerjaannya, karena tanduk-tanduk dari binatang yang berwarna merah kermizi itu tidak bermahkota, sebaliknya tanduk-tanduk dari binatang yang menyerupai macan tutul itu bermahkota. Tanduk-tanduknya yang bermahkota itu menunjukkan dunia yang diperintah oleh raja-raja yang bermahkota, yang sudah akan berlalu, dan tanduk-tanduk yang tak bermahkota dari binatang yang berwarna merah kermizi menunjukkan suatu dunia yang tidak bermahkota yang diperintah oleh Babil yang menunggangi binatang itu, yang memerin- 42 tah atasnya. Ilham menyatakan, bahwa binatang ini, “dahulu ada, lalu tidak ada, dan akan datang.” Artinya, ia hidup sebelum masa 1000 tahun itu, maka oleh karenanya disebut “dahulu ada”; ia tidak hidup selama masa 1000 tahun itu, maka karenanya disebut “tidak ada”; ia hidup karena kebangkitan sesudah masa seribu tahun itu, maka oleh karenanya disebut “ada lagi.”

Ia adalah yang kedelapan dan berasal dari tujuh binatang; artinya, empat binatang dari Daniel pada pasal 7, dan dua binatang dari Yohanes pada pasal 13, seluruhnya enam, sebab itu binatang yang berwarna merah kermizi dari pasal 17 adalah yang ketujuh pada permulaan masa seribu tahun itu, dan adalah yang kedelapan setelah masa seribu tahun itu. Ia berasal dari tujuh binatang itu karena, sebagaimana sudah saya katakan sebelumya, bahwa ia akan mati pada kematiannya yang pertama pada permulaan masa seribu tahun, dan dalam kebangkitan setelah masa seribu 43 tahun itu ia akan hidup kembali untuk sedikit masa lamanya sebelum ia menemui kematiannya yang kedua, maka itulah yang membuatnya menjadi yang kedelapan dalam fasenya yang kedua, dan yang ketujuh dalam fasenya yang pertama. Oleh karena itu pasal 17 dimulai dengan Babil yang Besar itu menunggangi binatang itu, dalam fasenya yang pertama, dan berakhir pada seberang sana dari masa seribu tahun itu, yaitu fase kedua dari binatang itu.

19

Sebagai hasil dari pembersihan sidang, pemeteraian mereka yang 144.000 itu, hamba-hamba Allah itu, maka bumi diterangi dengan kemuliaan dari malaikat itu (Wahyu 18 : 1), dengan “Injil yang kekal itu” (Wahyu 14 : 6). Umat Allah kemudian dipanggil keluar dari pemerintahan Babil supaya mereka tidak akan terbabit dengan segala dosanya (Wahyu 18 : 4). Kemudian mereka akan dibawa ke dalam suatu tempat di mana tidak ada dosa, dimana terdapat umat yang sisa yang memeliharakan perintah-perintah Allah, dan dimana 44 tidak ada ketakutan terhadap celaka-celaka yang pernah turun (Wahyu 18 : 4). Maka dengan begitu pasal 18 dimulai sesudah pemeteraian hamba-hamba Allah selesai, dan berakhir dengan pembinasaan terhadap perempuan itu, yaitu Babil yang Besar itu. Ini terjadi setelah orang-orang suci dipanggil keluar dan dibawa pulang.

Pasal yang kesembilan belas mengungkapkan kehancuran binatang itu dan nabi palsu itu, dan juga orang-orang yang tersisa (mereka yang tertinggal di Babil, sisa dunia ini). Jadi, seribu tahun, yang dikemukakan dalam pasal dua puluh, dimulai sesudah binatang dan nabi palsu itu, juga sisa dari dunia yang tidak bertobat, binasa. Maka hanya penduduk-penduduk yang tertinggal di bumi pada permulaan masa seribu tahun itu adalah buah-buah pertama dan buah-buah kedua (orang-orang suci) yang berasal dari ladang penuaian bumi yang luas, dan “mereka yang berbahagia dan suci” yang bangkit dalam kebangkitan yang pertama. Demikianlah, maka Setan 45 tidak dapat menipu bangsa-bangsa selama masa seribu tahun itu, dan demikianlah bahwa masa seribu tahun itu adalah suatu masa damai. Tetapi semenjak dari bangsa-bangsa dibangkitkan pada akhir dari masa seribu tahun itu sampai kepada kematiannya yang kedua, pendurhaka besar dari segala zaman itu akan kembali menipu mereka. Kemudian, orang-orang mati, yang tidak muncul keluar dari kubur-kuburnya dalam kebangkitan yang pertama (Wahyu 20 : 5), mereka tidak akan hidup kembali sebelum masa seribu tahun itu berakhir.

20

Dari semua ini kita saksikan bahwa dimana pasal sembilan belas berakhir, maka pasal dua puluh dimulai.

Pasal dua puluh satu menggambarkan bumi yang diperbaharui dan Yerusalem baru.

Pasal dua puluh dua menggambarkan tahta Allah dan sungai kehidupan, dan berakhir dengan amaran-amaran terhadap 46 orang-orang yang dalam interpretasiinterpretasi pribadi mereka melakukan penambahan-penambahan dan pengurangan-pengurangan dengan maksud untuk menyusun teori-teori mereka. Larangan melawan sesuatu penambahan atau pengurangan menunjukkan bahwa Buku Wahyu sudah lengkap sebagaimana adanya, bahwa ia itu tidak memerlukan lagi kepandaian manusia, ataupun bantuannya. Jika mereka melanggar perintah ini, maka Allah akan mengeluarkan bagian mereka dari buku kehidupan.

Untuk menggambarkan secara bagan dan secara kronologis apa yang sudah saya coba menyampaikan kepada anda, maka saya akan persilahkan anda sekarang mempelajarinya pada waktu-waktu senggangmu dengan bantuan bagan berikut ini.

(Mereka yang mungkin ingin mempelajari Buku Wahyu dengan lebih terperinci dapat kiranya membaca buku kecil yang berjudul : Kepada Tujuh Sidang. Tetapi 47 pokok masalah tentang Tujuh Trompet yang lengkap secara terperinci, dapat anda baca dalam Traktat No. 5, Amaran Terakhir).

21

48

BUMI BARU

KEBANG-KITAN

KEDUA

MILLENIUM

Pasal 20 TATA URUTAN WAKTU DARI PASAL-PASAL BUKU WAHYU

AKHIRAT

Pasal 16Pasal 19

MASA KASIHAN

BERAKHIR

Pasal 15

Pasal 14Pasal 17Pasal 18

KESUSAHAN

Pasal 7MASA BESAR

Pasal 11

PEMETERAIAN MEREKA YANG

Pasal 8 dan 9

Pasal 6

PERMULAAN MASA AKHIR

ZAMAN

Pasal 12

KERUNTUHAN

ROMAWI

AIR BAH

KEJADIAN

49

Surat dialamatkan kepada:

Universal Publishing Association

(Kantor Pusat)

Waco, Texas 76714

U S A
Universal Publishing Association

(Divisi Indonesia)

P. O. Box 6965/JAT-PK

Jakarta 13710

e-mail:

gadsdaid@yahoo.com

dikerjakan oleh:

Penerbitan 2018

50

UNIVERSAL PUBLISHING ASSOCIATION
P.O. BOX 7613
WACO, TX 76714
+1 800-729-7494
www.davidiantoday.org

Teks dikonversi dari edisi PDF. Nomor halaman sesuai dengan buku cetak.