V. T. HOUTEFF
Agar setiap orang yang berhaus akan kebenaran
dapat memperolehnya, maka buku-buku kecil ini disebarkan dengan cuma-cuma. Hanya satu permohonan yang dimintanya, yaitu setiap jiwa wajib memeriksa segala perkara dan berpegang teguh pada mana yang baik. Hanya benang-benang
untaian keemasan Eden dan tali-tali pengikat Golgota yang berwarna darah -- ikatan-ikatan yang mengikat itu yang merupakan pita pengikat buku
gratis yang kecil ini.
Kami sangat menghargai nama dan alamat anggota
MAHK yang dikirimkan.
1AMARAN
SEKARANG
Satu-Satunya Kedamaian Pikiran
Jawaban Tuhan Terhadap Penyelidikan
Akan Allah
Seorang Gembala Akan Menyelesaikan Apa Yang Banyak Gembala Lainnya Gagal
Menyelesaikan
VICTOR T. HOUTEFF
Universal Publishing Association
P. O. Box 6965/JAT-PK, Jakarta 13710
e-mail : gadsdaid@yahoo.com
2Naskah Untuk Berdoa
Teladan Yesus Dalam Mengajar
Kita akan membaca dari buku “Perum-pamaan-Perumpamaan Tuhan Yesus,” paragraf satu, halaman 21 :
“Kembali Kristus membawakan kebe- naran-kebenaran tetapi umat itu belum siap untuk menyambutnya, atau bahkan belum dapat memahaminya. Karena alasan ini juga Ia telah mengajar mere- ka dengan perumpamaan-perumpamaan. Oleh menghubungkan ajaran-Nya dengan gambaran-gambaran dari kehidupan, pe- ngalaman, atau alam, maka Ia menarik perhatian mereka lalu mempengaruhi hati mereka. Kemudian, oleh memandang kepada objek-objek yang menggambarkan ajaran-ajaran-Nya, mereka teringat akan kata-kata firman dari Guru samawi. Un- tuk pikiran-pikiran yang terbuka bagi Roh Suci, arti daripada ajaran Juruselamat itu makin hari makin jelas terbuka. Rahasia- 3 rahasia makin menjadi jelas, dan apa yang pernah sukar ditangkap menjadi nyata. Yesus mencarikan suatu jalan masuk ke dalam setiap hati. Oleh menggunakan berbagai ilustrasi, Ia tidak saja mengemu- kakan kebenaran dalam berbagai tahap- nya yang berbeda-beda, tetapi juga meng- gugah kepada berbagai pendengar yang berbeda-beda... Tak seorangpun yang men- dengarkan Juruselamat merasakan bahwa mereka telah dilalaikan ataupun dilupa- kan. Yang terhina, yang penuh dosa, men- dengar di dalam ajaran-Nya suatu suara yang berbicara kepada mereka dengan penuh perasaan serta lemah lembut.”
Sebagaimana halnya umat di masa Yesus demikian pula umat di waktu ini, tidak ingin untuk menyelidiki Terang baru, maka Ia menggunakan Alam untuk menarik perhatian mereka. Para nabi telah dikendalikan untuk menggunakan metode yang sama. Olehnya itu, maka kita perlu berdoa untuk mendapatkan suatu kerinduan yang berapi-api untuk mengetahui 4 Kebenaran Allah bagi waktu ini. Kita perlu berdoa agar kita tidak menjadi orang yang bersifat percaya pada diri sendiri, lalu puas dengan semua perolehan kita akan Firman Allah; supaya kita mengesampingkan semua prasangka lalu rindu untuk belajar kepada yang “terhina dari yang hina.”
Copyright, 1953
Hak Cipta Dijamin
V. T. HOUTEFF
2
5JAWABAN TUHAN
TERHADAP PENYELIDIKAN
AKAN ALLAH
Oleh :
Victor T. Houteff
Pendeta dari Persekutuan Davidian
Masehi Advent Hari Ketujuh
Sabat, 9 Agustus 1947
Kapel Gunung Karmel, Waco, Texas
Pokok pembicaraan kita terdapat di dalam Yehezkiel pasal dua puluh. Di dalam pasal ini, akan kita jumpai, berisikan suatu ramalan sejarah Sidang semenjak dari masa perhambaannya di Mesir sampai kepada masa pemeteraian dari 144.000 itu.
“Maka pada sekali peristiwa pada tahun yang ketujuh, bulan yang kelima, pada 6 sepuluh hari bulan itu, datanglah bebera-pa orang tua-tua Israel hendak bertanya-kan Tuhan, lalu duduklah mereka itu di hadapanku. Maka pada masa itu datang-lah firman Tuhan kepadaku, bunyinya, Hai anak manusia, berkatalah kepada tua-tua Israel itu, dan katakanlah kepada mereka, Demikianlah firman Tuhan Hua; Apakah engkau datang bertanyakan Aku-kah? Demi Aku yang hidup, Aku tidak akan membiarkan kamu bertanyakan akan Daku. Demikianlah Firman Tuhan Allah. Maukah kamu menghakimi me-reka, hai anak manusia, maukah kamu menghakimi halnya? Beritahukanlah ke-pada mereka segala perbuatan keji bapa-bapanya : lalu katakan kepada mereka, demikianlah firman Tuhan Hua; Tatkala Aku memilih akan Israel, Ku angkat ta-ngan-Ku kepada benih isi rumah Yakub, dan Ku nyatakan diri-Ku kepadanya di tanah Mesir, bilamana Ku angkat tangan-Ku atas mereka, sambil firman-Ku, Aku ini Tuhan Allahmu; pada masa itu juga Ku angkat tangan-Ku atas mereka, hendak 7 menghantar mereka itu keluar dari nege-ri Mesir ke negeri yang telah Ku pilih bagi mereka, suatu negeri yang berke-limpahan susu dan madu, yang adalah kemuliaan segala negeri : lalu firman-Ku kepada mereka, Buanglah olehmu masing-masing akan barang yang keji dari pemandangannya, dan jangan kamu menajiskan dirimu dengan berhala tahi Mesir itu : bahwa Aku inilah Tuhan, Allahmu. Tetapi mereka itu mendurhaka
3 kepada-Ku, tiada mau dengar akan Da-ku : seorang pun tiada membuang barang yang keji dari pemandangannya atau me-ninggalkan berhala tahi Mesir: maka Aku berfirman, Aku hendak mencurahkan kehangatan murka-Ku atas mereka, dan menyempurnakan amarah-Ku kepada mereka di tengah-tengah negeri Mesir.”
Di dalam tulisan-tulisan Musa tidak kita jumpai sesuatu catatan mengenai adanya kesetiaan bangsa Israel di negeri Mesir. Apakah mereka itu baik atau buruk, Musa tidak menyatakannya. Tetapi di sini oleh 8 perantaraan Yehezkiel kepada kita diceritakan bagaimana keadaan mereka. Tidak semua dari mereka, dapat saudara catat, adalah umat Allah yang patuh. Katakata firman ini membuatnya jelas bahwa walaupun pada waktu Allah memanggil mereka keluar dari tanah Mesir kebanyakan daripada mereka adalah yang tidak setia di dalam perbaktiannya kepada Allah.
“Tetapi Ku lakukan itu oleh karena demi nama-Ku, supaya tiada ia itu menjadi kehinaan kepada pemandangan segala orang kafir, di antara siapa mereka itu pergi, supaya Ku nyatakan diri-Ku sen-diri di hadapan mereka, dalam membawa mereka keluar dari tanah Mesir. Olehnya itu Aku membuat mereka itu pergi keluar dari tanah Mesir, dan membawa mereka ke padang belantara.”
Kita telah membaca catatan dari sejarah orang-orang Ibrani, -- dari hal keadaan kerohanian mereka di tanah Mesir, dan dari hal alasan Allah membawa mereka keluar 9 dari Mesir. Selanjutnya kita akan membaca catatan tentang apa yang telah dilakukan mereka itu selama di padang belantara.
“Dan Aku memberikan kepada mereka segala syariat-Ku, dan Ku nyatakan se-gala hukum-Ku, yang jikalau mereka menurut, maka ia akan hidup. Dan lagi Ku berikan kepada mereka segala Sabat-Ku menjadi suatu tanda di antara Aku dan mereka, supaya mereka mengetahui bahwa Akulah Tuhan yang mengudus-kan mereka. Tetapi di padang belantara bangsa Israel mendurhaka kepada-Ku, tiada mereka itu menurut syariat-Ku, dan direndahkannya segala hukum-Ku, oleh mana jika orang menurut, maka ia akan
4 hidup; dan lagi dicemarkannya segala Sabat-Ku : sehingga Aku berfirman hen-dak mencurahkan kehangatan murka-Ku atas mereka itu di padang belantara, un-tuk menumpas mereka.”
Di sini kita saksikan bahwa perbuatanperbuatan daripada para turunan Yakub 10 adalah bahkan lebih jelek disebut di padang belantara daripada selama mereka berada di Mesir.
“Tetapi Aku lakukan demi nama-Ku, su-paya tiada ia itu menjadi kehinaan ke-pada pemandangan segala orang kafir, di hadapan siapa Aku sudah menghan-tarkan mereka itu keluar. Kini Ku angkat juga tangan-Ku kepada mereka di padang belantara, supaya tidak akan Ku bawa mereka ke dalam negeri yang telah Ku berikan kepada mereka, yang berkelim-pahan susu dan madu, yaitu kemuliaan dari segala negeri itu; sebab mereka te-lah memandang rendah segala hukum-Ku dan tiada menurut segala syariat-Ku, melainkan dicemarkannya segala Sabat-Ku : karena dengan hatinya mereka itu mengikuti segala berhalanya. Meskipun begitu mata-Ku juga sayang akan mereka sehingga tiada Ku binasakan mereka, dan tiada Ku akhiri nasib mereka itu di pa-dang belantara. Maka firman-Ku kepada 11 segala anaknya di padang belantara, Ja-nganlah kamu turut segala syariat bapa-bapamu, dan janganlah turut segala adat-nya, dan jangan cemarkan dirimu dengan segala berhala mereka itu : Aku inilah Tuhan, Allahmu; turutlah kamu akan segala syariat-Ku, dan peliharakanlah segala hukum-Ku, dan lakukanlah dia; dan sucikanlah segala Sabat-Ku; supaya ia itu menjadi suatu tanda di antara Aku dengan kamu, supaya diketahui olehmu bahwa Aku ini Tuhan, Allahmu. Tetapi anak-anaknya mendurhaka kepada-Ku : tiada mereka itu menurut segala syariat-Ku, dan tiada dipeliharakannya segala hukum-Ku untuk melaksanakannya, yang olehnya juga boleh hidup, tiap-tiap orang yang mematuhinya; mereka men-cemarkan segala Sabat-Ku : sehingga Aku berfirman hendak mencurahkan kehangatan murka-Ku kepada mereka, dan menghabiskan amarah-Ku ke atas mereka di padang belantara. Tetapi Aku juga menahankan tangan-Ku dan Ku bu-at begitu demi karena nama-Ku, supaya 12 tiada ia itu menjadi kehinaan di hadapan pemandangan orang kafir, di hadapan siapa telah Ku hantarkan mereka itu keluar. Di padang belantara juga sudah Ku angkat tangan-Ku, hendak mencerai-beraikan mereka itu di antara segala bangsa kafir, dan menghamburkan me-5 reka itu kepada segala negeri; sebab tiada dilakukannya segala hukum-Ku; melainkan meremehkan semua syariat-Ku, serta mencemarkan segala Sabat-Ku, dan matanya memandang kepada segala berhala tahi bapa-bapanya. Olehnya itu Ku berikan juga kepada mereka itu sya-riat yang tidak baik dan hukum yang olehnya tiada boleh mereka itu hidup; la-lu Ku cemarkan mereka itu di dalam se-mua persembahannya sendiri, oleh kare-na dijalankannya segala anak sulungnya terus daripada api, sehingga dapat Ku buat mereka itu sunyi, sampai akhirnya agar dapat diketahuinya bahwa Akulah Tuhan. Olehnya itu, hai anak manusia, berkatalah kepada isi rumah Israel, dan katakanlah kepada mereka, Demikianlah 13 firman Tuhan Hua; Bahkan dalam perkara ini pun segala bapamu sudah mendurha-ka kepada-Ku, mereka telah melakukan suatu pelanggaran melawan Aku. Karena pada waktu telah Ku hantarkan mereka ke dalam negeri, yang telah Ku janji pakai sumpah hendak Ku karuniakan kepada mereka, lalu dilihatnya segala bukit yang tinggi, dan akan segala pohon kayu yang rindang, di sanalah dipersembahkan se-gala korbannya, dan dibawanya segala persembahannya yang mempersakiti hati : di sana juga ditaruhnya dupanya yang harum, dan dituangkannya di sana per-sembahan-persembahan minumannya.”
Mereka tidak setia di Mesir, di padang belantara, dan di tanah perjanjian itu. Kita akan membaca kini bagaimana akibatakibatnya.
“Lalu Ku katakan kepada mereka, Apakah tempat yang tinggi itu yang kepadanya kamu pergi? Dan namanya adalah dise-but Bamah sampai kepada hari ini. Oleh-14 nya itu katakanlah kepada isi rumah Isra-el, Demikianlah firman Tuhan Hua; Ada-kah kamu tercemar seperti halnya bapa-bapamu? Dan adakah kamu ikut berzinah dengan berbagai kekejian mereka itu? Ka-rena sewaktu kamu mempersembahkan segala persembahanmu, sewaktu kamu menjalankan anak-anakmu melalui api, maka kamu telah mencemarkan dirimu sendiri dengan segala berhalamu, sampai kepada hari ini : maka bolehkah kamu bertanyakan Aku, hai isi rumah Israel? Sesungguhnya Aku ini hidup, tiada bo-leh kamu bertanyakan Aku, demikianlah firman Tuhan Hua. Dan lagi barang yang terbit dalam hatimu sekali-kali tiada akan jadi, sehingga kau katakan, Kami akan jadi bagaikan orang kafir, seperti 6 halnya segala bangsa negeri-negeri lain, hendak berbakti kepada kayu dan batu. Sesungguhnya Aku hidup, demikianlah firman Tuhan Hua, sesungguhnya dengan tangan kuat, dan dengan lengan yang terulur, dan dengan kehangatan murka yang tercurah, Aku akan memerintahkan 15 kamu : dan Aku akan menghantar kamu keluar dari segala bangsa, dan menghim-punkan kamu dari segala negeri kepada-nya juga kamu sudah dihamburkan, dengan tangan yang kuat, dan dengan lengan yang terulur, dan dengan keha-ngatan murka yang tercurah. Dan Aku akan membawa kamu ke padang belan-tara segala bangsa, dan di sanalah Aku akan berbicara dengan kamu muka dengan muka. Seperti halnya Aku telah berbicara dengan bapa-bapamu di pa-dang belantara di tanah Mesir, maka de-mikianlah Aku akan berbicara dengan kamu, demikianlah firman Tuhan Hua.”
Pada satu pihak kita saksikan alasanalasan bagi pengangkatan bangsa Ibrani dari perbudakan Firaun menjadi imamimam Allah, nabi-nabi, dan raja-raja. Di lain pihak kita melihat perpencaran mereka di antara segala bangsa-bangsa. Selanjutnya kita saksikan janji-janji Tuhan Allah tentang berkumpulnya mereka kembali dari segala negeri kemana mereka pernah 16 disebarkan. Inilah yang Ia janjikan akan dilaksanakan-Nya dengan tangan yang kuat, dan dengan lengan yang terulur.
Yehezkiel 20 : 37 :
“Dan Aku akan menyuruh kamu berjalan lalu dari bawah tongkat, dan membawa kamu ke dalam tambatan perjanjian.”
Ayat ini agaknya mengandung sesuatu di dalamnya dan perlu dijelaskan dengan bantuan sesuatu petunjuk firman yang lain. Marilah kita beralih ke buku Imamat.
“Dan mengenai perpuluhan daripada lembu atau daripada kambing domba, bahkan dari setiap apapun yang lalu dari bawah tongkat itu, maka yang kesepuluh yang akan menjadi suci bagi Tuhan.”
Untuk menunjukkan bagian milik Tuhan, yaitu perpuluhan, maka dombadomba, kambing-kambing, atau biri-biri kepunyaan Tuhan harus dibuat berjalan di bawah tongkat. Setiap yang kesepuluh 17 lalu diambil dan disendirikan bagi Tuhan. Sebutan pada Yehezkiel 20, ayat 37, “berjalan di bawah tongkat” dengan demikian dimaksudkan kepada pemisahan ter-
7 hadap pilihan-Nya dari antara yang banyak, yaitu dari antara “lalang”, (Matius 13 : 30) atau dari antara “ikan yang jelek” (Matius 13 : 47, 48). Dengan dipisahkan sedemikian, maka mereka akan dapat dihitung. Demikian inilah bahwa mereka
merupakan suatu rombongan terpisah dan dapat dihitung.
Kita kini dapat saksikan bahwa Yehez- kiel 20 berisikan suatu ramalan sejarah semenjak dari masa perhambaan mereka di Mesir sampai kepada masa pemeteraian 144.000 itu, dan mengenai pengumpulan kembali umat itu.
Bilamana Allah membuat umat-Nya sedemikian berjalan di bawah tongkat, maka Ia akan membawa mereka ke dalam ikatan “perjanjian yang telah dibuat-Nya dengan Abraham, dan yang telah diteguh-18 kan-Nya kepada Ishak pakai sumpah; dan yang dikuatkannya lagi kepada Ya-kub sebagai hukum, dan kepada Israel akan perjanjian yang kekal, firman-Nya, kepada kamulah akan Ku berikan tanah Kanaan, bagian pusakamu yang besar.” 1
Janji-janji yang mereka gagal memperolehnya, Tuhan menjanjikan sekali lagi bahwa Ia kini akan memungkinkan umat- Nya memperolehnya.
Yehezkiel 20 : 38 :
“Dan Aku akan menyucikan kamu dari segala orang durhaka, dan mereka yang melawan Aku : Aku akan membawa me-reka keluar dari dalam negeri tempat mereka itu tinggal, maka mereka tidak akan boleh masuk ke dalam negeri Israel : maka kamu akan mengetahui bahwa Akulah Tuhan.”
Di sini kepada kita dijelaskan bahwa hanya mereka yang terpilih akan dibawa- Nya “ke dalam ikatan perjanjian.” Hanya 19 mereka yang akan dibawa ke dalam tanah Israel. Orang-orang berdosa (lalang, ikan yang jelek atau kambing-kambing) yang kini terdapat di antara umat Allah akan disingkirkan keluar sehingga tidak akan ada lagi.
“Dan lagi, Kerajaan Surga itu seumpa-ma pukat”, kata Tuhan, “yang dilabuhkan orang ke laut, dan mengumpulkan ber-jenis-jenis ikan : yang bilamana penuh,
8 ditarik orang ke pantai, lalu mereka itu duduk memilih, yaitu yang baik ditaruh-nya di dalam keranjang, tetapi yang jelek dibuangkan. Demikian akan jadi pada kesudahan alam: malaikat-malaikat akan keluar, memisahkan orang jahat dari an-tara orang benar lalu membuangkan me-reka itu ke dalam dapur api: Di sanalah kelak tangisan dan kertakan gigi.” Matius 13 : 47 – 50. Pemisahan, Pehukuman bagi orang hidup, Anda ketahui, akan membawa sejarah dunia ini kepada akhirnya.
Yehezkiel 20 : 39 :
“Bagi kamu, hai isi rumah Israel, demi-20 kianlah firman Tuhan Hua; pergilah ka-mu, beribadahlah masing-masing kamu kepada berhala, dan juga, jikalau tiada kamu mau mendengar akan Daku: tetapi jangan lagi kamu mencemarkan nama-Ku yang suci itu dengan segala persem-bahanmu dan dengan segala berhalamu.”
Kini Allah membuat jelas “pekerjaan penyucian-Nya” yang hendak dilaksanakan-Nya, baik terhadap mereka yang bertobat maupun terhadap mereka yang tidak bertobat. Kini terserah kepada mereka untuk memutuskan apakah mau beribadah kepada-Nya atau kepada segala berhalanya -- mereka kini supaya tidak mengambil keputusannya secara bodoh. Jika mereka ingin binasa maka mereka meneruskan ibadahnya kepada semua berhala.
“Karena di gunung kesucian-Ku, di gu-nung Israel yang tinggi, demikianlah fir-man Tuhan Hua, di sana juga segenap bangsa Israel akan berbuat bakti kepada-21 Ku : yaitu segala orang yang di dalam negeri itu, di sana juga Aku berkenan akan mereka itu, dan di sana pun Aku akan menerima segala persembahan ta-tanganmu, dan segala hulu hasilmu serta dengan segala barang-barangmu yang suci. Aku akan menerima kamu berikut segala harum persembahanmu, setelah sudah Ku hantarkan kamu keluar dari antara segala bangsa, dan mengumpulkan kamu dari dalam segala negeri kepada-nya juga kamu sudah dihamburkan; dan Aku pun akan dikuduskan di dalam ka-mu dihadapan mata segala orang kafir.”
Saudara lihat, bahwa semua perkara ini, akan jadi di hadapan mata orang kafir.
9 “Maka kamu akan mengetahui bahwa Akulah Tuhan, apabila Aku membawa akan kamu ke dalam negeri Israel, ke dalam negeri yang telah Ku janji pakai sumpah hendak mengaruniakannya ke-pada nenek moyangmu. Maka di sana kamu kelak ingat akan segala jalanmu, 22 dan segala perbuatanmu, dimana engkau telah menajiskan dirimu; maka kamu kelak jijik akan dirimu karena segala kejahatan yang sudah kamu perbuat itu. Maka kamu akan mengetahui bahwa Aku ini Tuhan, apabila Aku berbuat akan kamu setuju dengan nama-Ku, dan bu-kan menurut segala jalanmu yang jahat, atau menurut segala perbuatanmu yang buruk itu, hai bangsa Israel, demikianlah firman Tuhan Hua.”
Semua perkara ini Allah lakukan bagi umat-Nya, bukan karena mereka pantas menerimanya, melainkan karena demi nama-Nya, karena janji-Nya tak boleh gagal. Anda lihat, Kerajaan Allah, bukanlah dimulai di surga, melainkan di atas bumi. Dan Kerajaan itu, sebagaimana anda kini saksikan, bukanlah dibentuk terdiri dari setan-setan, melainkan terdiri dari manusia-manusia, yaitu orang-orang suci, tak seorang berdosa pun terdapat di antaranya.
Ya, Eden yang telah hilang itu akan di- 23 kembalikan. Dengan sesungguhnya, Firman itu menyatakan dengan jelas bahwa Eliyah harus pertama-tama datang dan mengembalikan segala perkara (Markus 9: 12). Sebagaimana halnya Eden adalah sebuah rumah yang sesungguhnya semenjak mula pertama didiami oleh manusia-manusia yang sesungguhnya maka demikianlah pula keadaannya akan jadi kembali.
Ayat-ayat yang sisa dari Yehezkiel pasal 20 itu menyajikan sebuah perumpamaan yang lain lagi. Tetapi karena waktu tidak lagi memungkinkan kita untuk membicarakannya, maka kita akan mengakhiri penyelidikan kita di sini saja. Namun, pertama-tama, hendaklah dicatat bahwa ayat-ayat yang sisa dari pasal ini, dan juga ayat-ayat dari pasal 21, dengan pegangan terang ini, sudah akan jelas dengan sendirinya, maka anda akan dapat mempelajarinya sendiri pada waktu-waktu senggang. Walaupun demikian ayat 27 dari pasal 21, dapat saya singgung selanjutnya di sini. 24 Yehezkiel 21 : 27 :
“Aku akan membalikkan, membalikkan, membalikkannya: maka ia tiada akan ada lagi, sampai kelak akan datang Ia yang berhak atasnya; maka Aku akan memberi-kannya kepada-Nya.”
10
Di dalam pasal-pasal ini dikemukakan baik isi rumah Israel maupun isi rumah Yehuda. Di dalam ayat ini Allah menyatakan dengan jelas bahwa Ia akan membuat tiga pembalikan, dan bahwa setelah Kerajaan itu akan tidak ada lagi sampai “datang Ia yang berhak atasnya”, yaitu, sesudah tiga kali pembalikan itu, maka Ia “Yang berkuasa atasnya” kelak akan datang dan Kerajaan itu kelak akan dikembalikan.
Pembalikan yang pertama terjadi pada waktu Assiria membalikkan isi rumah Israel, kerajaan dari sepuluh suku itu; pembalikan kedua terjadi pada waktu raja dari Babilonia membalikkan isi rumah Yehuda, kerajaan dari dua suku itu; dan pembalikan yang ketiga terjadi pada waktu Jenderal Titus dalam tahun 70 Tarik Masehi meng- 25 hancurkan Yerusalem. Jadi terlihat bahwa kita kini hidup di dalam periode setelah pembalikan yang ketiga itu, yaitu periode dimana “Dia yang berkuasa atasnya” itu, akan datang lalu mendirikan Kerajaan- Nya.
Kenyataannya bahwa Ilham kini telah membuka nubuatan-nubuatan ini, dan telah menyajikannya ke hadapan perhatian sidang, membuat kita mengetahui dengan pasti bahwa masa bagi pengembalian Kerajaan itu sesungguhnya sudah dekat; bahwa kita kini berada dalam masa pemeteraian mereka yang 144.000 itu; dan bahwa jika kita betul-betul setia kita boleh tergolong di antara mereka, lalu berdiri bersama-sama dengan Anak Domba itu di Bukit Sion.
Saudara, Saudari, ini adalah jawaban Tuhan sendiri kepadamu.
Kewajibanmu kini adalah menyambutnya jika engkau ingin hidup untuk selamalamanya. Janganlah membiarkan musuh 26 Kebenaran memasukkan keragu-raguan ke dalam ingatanmu, dan janganlah membiarkan siapapun menjauhkan kamu daripada Kebenaran ini karena Setan tidak akan sia-sia berdiri di sampingmu. Ia akan berusaha dengan segala daya untuk menjatuhkan kamu. Periksalah berulangulang serta perhatikanlah apakah Alkitab mengajarkan Kebenaran ini sedemikian agar supaya dapat kamu memegangnya bagi dirimu sendiri. Saudara tidak akan 11 rugi karena masih ada waktu.
27Ini adalah Warta Mingguan kecil, yang tidak dipungut biaya, yang tak ternilai harganya bagi anda. Baca dan simpanlah dalam perpustakaan anda, karena waktunya sangat singkat bilamana anda akan sangat berterima kasih bahwa anda telah menerima salinannya. Jika anda berkerinduan untuk memberikan alamat dari teman-teman Adventist atau saudarasaudara anda, anda dapat meminta ekstra salinan atau kirimkan nama-nama dan alamat-alamat mereka maka kami akan mengirimkannya.
* * *
12
28Naskah Untuk Berdoa
Mengapa Yesus Mengajar Dalam
Perumpamaan-Perumpamaan
Saya akan membaca dari buku “Christ’s Object Lessons”, halaman 22, paragraf pertama :
“Dan Ia mempunyai suatu alasan lain untuk mengajar dalam perumpamaan- perumpamaan. Diantara orang banyak yang berkumpul mengelilingi-Nya, terda- pat imam-imam dan para rabi, orang- orang Farisi, dan para tua-tua, orang-orang pengikut Herodes serta para pemimpin, orang-orang pencinta kesenangan dunia, orang-orang keras kepala, orang-orang yang berambisi, yaitu orang-orang yang terutama ingin mendapatkan sesuatu tu- duhan untuk melawan Dia. Mata-mata mereka mengikuti setiap langkah-Nya setiap hari, berusaha mendapatkan dari ucapan-ucapan-Nya sesuatu yang dapat dituduhkan kepada-Nya, dan supaya men- 29 diamkan untuk selama-lamanya Dia yang tampaknya akan menarik seluruh dunia untuk mengikuti diri-Nya. Juruselamat memahami akan tabiat dari orang-orang ini, maka Ia mengemukakan Kebenaran dengan cara yang sedemikian ini supaya mereka tidak akan mendapatkan sesuatu oleh mana dapat meneruskan perkara-Nya ke hadapan Majelis Sanhedrin. Dengan perumpamaan-perumpamaan Ia menuduh berbagai kemunafikan serta perbuatan- perbuatan jahat dari orang-orang yang menduduki jabatan-jabatan tinggi, dan dalam bahasa simbolis diselubungi-Nya Kebenaran yang sangat tajam memotong tabiat mereka itu, yang kalau saja itu dituduhkan langsung kepada mereka, mereka tidak akan memperhatikan kata- kata-Nya, dan mungkin mereka akan mengakhiri pekerjaan-Nya dengan segera. Tetapi sementara Ia menghindari para mata-mata itu, Ia mengemukakan Kebena- ran dengan sedemikian jelasnya sehingga semua kepalsuan menjadi terbuka, dan semua yang jujur hatinya memperoleh 30 banyak manfaat dari ajaran-ajaran-
Marilah kita bertelut dan berdoa agar kita dapat menjadi waspada melawan sifat tidak terpengaruh terhadap Kebenaran sebagaimana yang dimiliki orang-orang Farisi, agar supaya kita boleh berhati jujur serta memperoleh manfaat dari Kebenaran yang datang kepada kita.
* * * 13
31SEORANG GEMBALA AKAN
MENYELESAIKAN APA YANG
BANYAK GEMBALA LAINNYA
GAGAL MENYELESAIKAN
Oleh :
Victor T. Houteff
Pendeta dari Persekutuan Davidian
Masehi Advent Hari Ketujuh
Sabat, 16 Agustus 1947
Kapel Gunung Karmel, Waco, Texas
Marilah kita kembali ke buku Yehezkiel pasal 34, pasal inilah yang akan kita pelajari hari ini.
“Maka datanglah firman Tuhan kepada-ku, bunyinya, Hai Anak manusia, hen-daklah engkau bernubuat melawan para gembala Israel, bernubuatlah, dan kata-32 kanlah kepada mereka, Demikianlah fir-man Tuhan Hua kepada para gembala; Celakalah bagi segala gembala Israel yang memberi makan bagi dirinya sendiri! Bu-kankah sepatutnya para gembala mem-beri makan kawanan domba?”
Yehezkiel, sebagaimana kita baca, telah diberikan suatu khayal dari hal gembalagembala yang mementingkan diri sendiri, yang rakus, dan yang tidak patut. Kini masalah pertama yang penting adalah menentukan apakah gembala-gembala yang suka mementingkan diri ini hidup di masa hidupnya Yehezkiel dahulu, sebelum masa hidupnya, atau sesudah masa hidupnya. Untuk mendapatkan keterangan ini, maka marilah kita baca --
“Maka Aku akan mengangkat atas mere-ka itu kelak seorang gembala, maka Ia akan memberikan makan kepada mereka, yaitu Daud hamba-Ku; maka ia akan memberikan makan kepada mereka dan ia akan menjadi gembalanya. Dan Aku 33 Tuhan akan menjadi Allah mereka, dan hamba-Ku Daud itu akan menjadi raja di tengah-tengah mereka; Akulah Tuhan yang sudah berfirman begitu.”
Para gembala yang mementingkan diri itu terhadap siapa nabi itu telah diperintahkan untuk menulis, kelak akan diganti oleh seorang gembala saja, yaitu Daud. Bilamana peristiwa ini jadi, maka umat Allah kelak akan mempunyai seorang gembala saja. Ini tentunya, tidak mungkin di-
14 maksudkan kepada Kristus sendiri, sebab tidak pernah Ilham memanggil nama-Nya Daud, melainkan justru sebaliknya Ilham memanggil-Nya Anak Daud. Oleh karena umat Allah selalu mempunyai, bahkan masih memiliki banyak gembala, maka kebenaran jelas membuktikan bahwa Daud dari ayat-ayat 23 dan 24 itu masih akan datang, dan bahwa para gembala kepada siapa Ilham menyampaikan kata-kata ini adalah khusus mereka yang kelak akan diganti oleh Daud.
Yehezkiel, di masa itu, tidak diberikan 34 khayal dari hal para gembala di masa hidupnya, maupun dari hal gembala-gembala sebelum masa hidupnya, melainkan dari hal gembala-gembala yang hidup sesudah masanya -- yaitu masa di mana Allah akan membangkitkan Daud contoh saingan ini untuk memberikan makan kepada kawanan domba-Nya yang lapar dan yang dilalaikan. Umat Allah kelak pada masa itu tidak lagi membaktikan diri kepada orang-orang asing, “Melainkan mereka akan berbakti kepada Tuhan Allahnya, dan kepada Daud raja mereka, yaitu yang akan Ku bangkitkan atas mereka.” -- Yeremia 30 : 9. Di sinilah dapat kita saksikan bahwa bukan saja Yehezkiel, melainkan juga Yeremia telah memperoleh suatu khayal mengenai kebenaran yang sama ini. Ya, bahkan semua nabi pun.
“Dan hamba-Ku Daud akan menjadi raja atas mereka itu; dan semua mereka akan memiliki seorang gembala saja : Mereka akan juga berjalan menurut hukum-Ku, 35 dan memeliharakan, dan melakukan se-gala syariat-Ku. Dan mereka akan diam di dalam negeri yang telah Ku karuniakan kepada Yakub hamba-Ku, di tempat mana telah diam segala nenek moyangmu; maka mereka itu pun akan diam di sana, baik mereka, baik anak cucunya, sampai selama-lamanya : dan Daud hamba-Ku akan menjadi penghulu mereka sampai selama-lamanya.”
Oleh karena ini merupakan tambahan kepada “Pekabaran malaikat yang ketiga” (Early Writings, p. 277), dan oleh karena ini adalah pekabaran dari hal jam, maka tentunya hari berdirinya Kerajaan Daud itu sudah dekat. Marilah kita melihat kepada --
“Karena bani Israel akan tinggal dengan sunyi beberapa hari lamanya tanpa raja, dan tanpa seorang penghulupun, dan tanpa sesuatu korban, dan tanpa sesuatu patung, dan tanpa sesuatu efod, dan tan-pa teraphim. Kemudian daripada itu bani 36 Israel akan kembali, lalu mencari Tuhan Allahnya dan Daud rajanya, dan mereka itu akan datang dengan gementar kepada Tuhan dan kepada kemurahan-Nya pada akhir zaman.”
Beberapa hari lamanya itu kini sudah hampir berakhir, dan saat bagi digenapinya janji-janji Allah adalah pasti telah sampai di depan pintu sejarah kita.
Yehezkiel 34 : 3 :
“Bahwa kamu mengenyangkan dirimu dengan susu, dan kamu berpakaikan dirimu dengan bulu domba, dan kamu bantai yang tambun-tambun : tetapi tiada kamu memberi makan akan kawanan domba itu.”
Para gembala pada hari Kerajaan itu akan diperdirikan telah dituduh oleh merampas apa saja yang dapat dirampasnya dari kawanan domba, dan oleh karena tidak memberikan pengawasan apapun kepada kawanan domba. Semuanya inilah agar tidak kita lakukan. 37 “Yang lemah tiada kamu kuatkan, dan yang sakit tiada kamu obati, dan yang luka tiada kamu bebati, dan yang ter-halau tiada kamu bawa balik, dan yang sesat tiada kamu cari; melainkan dengan kekerasan dan kekejaman sudah kamu memerintah atas mereka itu. Maka terce-rai-berailah mereka itu, karena tak ada gembala : maka mereka telah menjadi makanan segala margasatwa di padang, sewaktu mereka tercerai-berai.”
Sikap kelalaian ini pada pihak gembala-gembala itu telah menyebabkan para anggota mengembara dari paham yang satu ke paham yang lainnya dalam usaha mereka mencarikan makanan rohani serta pengawasan badaniah. Ya, begitulah kita sebut, mereka mengembara dari bukit yang satu ke bukit lainnya, banyak dari mereka secara simbolis telah menjadi makanan binatang-binatang (paham-paham), sebab tak ada gembala yang akan menggembalakan kawanan domba, melainkan terdapat 38 para tukang cukur yang akan mengambil bulu-bulu domba dari punggung mereka, dan susu dari bawah rusuk-rusuk mereka. Memalukan benar! Maka siapakah berani menolak memberitakan apa yang Allah katakan?
“Kawanan domba-Ku sesatlah di atas segala gunung, dan di atas puncak segala bukit : ya, kawanan domba-Ku telah ter-cerai-berai di seluruh muka bumi, maka seorangpun tiada yang peduli atau yang mencarikan akan dia. Sebab itu, hai kamu para gembala, dengarlah Firman Tuhan; Sesungguhnya Aku hidup, demi-kianlah firman Tuhan Hua, dengan se-sungguhnya karena kawanan domba-Ku telah menjadi mangsa, dan kawanan domba-Ku telah menjadi makanan bagi setiap binatang buas di padang, sebab tak ada seorang gembalapun, dan segala gembala-Ku tiada peduli akan segala ka-wanan domba-Ku, melainkan segala gem-bala itu memberi makan dirinya sendiri, 39 dan tidak memberi makanan akan kawa-nan domba-Ku; sebab itu, hai gembala-gembala, dengarlah Firman Tuhan; Demi-kianlah firman Tuhan Hua; Lihatlah, Aku akan melawan segala gembala itu; dan Aku akan menuntut kawanan domba-Ku dari tangan mereka, dan akan Ku pecat mereka dari tugasnya memberi makan kepada kawanan domba; dan tidak lagi para gembala itu akan memberi makan bagi dirinya sendiri; karena Aku akan melepaskan kawanan domba-Ku dari mulut mereka, sehingga tidak lagi mereka menjadi makanannya.”
Jangan lagi membiarkan diri kita bodoh. Allah tak dapat diperolok-olok. Ia tidak akan membiarkan domba-domba- Nya terus-menerus, dan Ia pun tidak akan mempertahankan gembala-gembala yang tak dapat dipercaya itu untuk selamanya menggembalakan domba-domba-Nya. Ia akan segera melepaskan mereka, dan akan menuntut agar mereka memberikan pertanggungjawabannya bagi ketidak setiaan- 40 nya. Demikian inilah bahwa apa yang banyak gembala gagal melaksanakan, maka seorang gembala jua, yaitu Daud, yang akan di dalam pengendalian Allah, dapat melaksanakannya.
Yehezkiel 34 : 13 :
“Maka Aku akan membawa mereka itu keluar daripada segala bangsa, dan Ku himpunkan mereka itu dari dalam segala negeri, dan akan membawa mereka ke negerinya sendiri, dan akan Ku gemba-lakan mereka itu di atas gunung-gunung Israel dan pada tepi segala sungai dan pada segala tempat yang didiami dinegeri itu.”
Di dalam sejarah Daud contoh saingan ini Allah akan mengumpulkan kawanan domba-Nya dari segala negeri dimana 17 mereka telah tercerai-berai, lalu membawa mereka kembali kepada tanahnya sendiri. Allah tidak lagi membiarkan mereka di gunung-gunung dan bukit-bukit orangorang Kafir. “Pada ketika itu bani Israel dan segala bani Yehuda akan berhimpun 41 bersama-sama, lalu diangkatnya seorang penghulu atasnya, lalu datang keluar dari dalam negeri : karena besarlah kelak hari Jizriel itu. Kemudian daripada itu bani Israel akan kembali, lalu mencari Tuhan Allah mereka, dan Daud rajanya; dan mereka itu akan takut kepada Tuhan dan kebaikan-Nya pada akhir zaman.” Hosea
“Karena demikianlah firman Tuhan Allah; Bahwasanya, Aku, bahkan Aku sendiri akan bertanya akan hal domba-Ku, dan Aku akan mencari dia. Bagaikan seorang gembala memeriksa kawanan dombanya pada hari ia berada di tengah-tengah dombanya yang tercerai-berai itu; demikian pula Aku akan memerik-sa kawanan domba-Ku, dan melepaskan mereka dari semua tempat dimana mere-ka telah tercerai-berai pada hari berkabut dan gelap. Dan Aku akan menghantar-kan mereka keluar dari segala bangsa, serta mengumpulkan mereka dari segala 42 negeri, dan membawa mereka itu ke dalam negerinya sendiri, dan Ku gemba-lakan mereka itu di atas segala gunung Israel pada tepi segala sungai, dan pada segala tempat tinggal negeri itu. Aku akan menggembalakan mereka itu pada tempat yang banyak rumputnya, dan pada gunung-gunung Israel yang tinggi itu akan terdapat kandangnya : di sana mereka itu akan berbaring dalam kan-dangnya yang baik, dan makan rumput di tempat-tempat yang gemuk di atas gunung-gunung Israel. Aku akan meng-gembalakan sendiri kawanan domba-Ku, dan Aku akan memberi tempat mereka berbaring, demikianlah firman Tuhan Hua. Maka yang sesat itu akan Ku cari, dan yang terhalau itu akan Ku bawa ba-lik, dan yang luka itu akan Ku bebat, dan yang lemah itu akan Ku kuatkan : tetapi Aku akan membinasakan yang gemuk dan yang kuat; Aku akan menggembala-kan mereka dengan adil.”
“....Allah telah berjanji bahwa dimana 43 gembala-gembala didapati tidak setia maka Ia sendiri akan mengawasi kawa- nan domba itu. Allah tidak pernah mem- biarkan kawanan domba itu bergantung sepenuhnya kepada alat-alat manusia saja. Tetapi hari-hari penyucian sidang itu sedang datang dengan segeranya. Allah hendak memiliki suatu umat yang bersih dan benar. Dalam penyaringan be-
18 sar yang segera akan jadi itu, kita akan lebih mampu untuk mengukur kekuatan Israel. Tanda-tanda menunjukkan bahwa masa itu sudah dekat bilamana Tuhan akan menyatakan bahwa kipas-Nya ada di dalam tangan-Nya, maka Ia akan selengkapnya membersihkan lantai-Nya.” -- Testimonies, vol. 5, p. 80.
Yehezkiel 34 : 17 :
“Dan akan kamu, hai segala domba-Ku, demikianlah firman Tuhan Hua; Bahwa sesungguhnya, Aku akan memutuskan hukum antara ternak dengan ternak yaitu antara domba-domba jantan dan kambing-kambing jantan.”
44Ilham kini berbalik dari para gembala itu lalu berbicara kepada kawanan domba, yaitu kepada para anggota biasa, lalu mengamarkan bahwa terdapat dua jenis ternak (dua kelas anggota biasa), yaitu domba-domba jantan dan kambing-kambing jantan. Oleh karenanya ini merupakan suatu amaran kepada mereka, maka kita tidak boleh gagal untuk memberitakannya, dan mereka semestinya tidak gagal untuk mendengarkannya dan untuk bertindak. Untuk alasan istimewa inilah, maka “Amaran Sekarang” telah diterbitkan dan disebar-luaskan bagaikan daun-daunan di musim gugur.
Yehezkiel 34 : 18 :
“Belum cukup bagimu mendapat maka-nan di tempat yang berkelimpahan rum-putnya, patutkah kamu mengirik-irik lagi sisa makananmu dengan kakimu? Dan setelah sudah kamu minum air yang du-duk itu, patutkah kamu keruhkan sisanya dengan kakimu?”
Sebagian dari ternak itu dituduh karena 45 terlalu memilih-milih, karena dimakannya dan diminumnya hanya dari apa yang disukainya, dan karena menginjak-injak sisa-sisa makanan dan minumannya. Mereka hanya menerima Kebenaran yang dapat disetujuinya sebagai Kebenaran, tetapi menolak yang selebihnya. Untuk ini kita ikuti suatu contoh :
“Pekerjaan saya telah banyak sekali mengecewakan, karena telah saya saksi- kan bahwa apa yang telah Allah rencana- kan tidak dapat terselesaikan.... Saudara- saudara ini mengambil pendirian : Kami percaya akan khayal-khayal itu, tetapi Sister White, dalam menuliskannya, telah memasukkan kata-katanya sendiri, maka kami akan mempercayai hanya bagian itu yang kami perkirakan berasal dari Allah, dan kami tidak akan mematuhi yang lain-
19 nya.” – Testimonies, vol. 1, p. 234.
Tuduhan yang berbunyi, Hai kamu “yang berkeras hati untuk mempercayai semua yang telah dikatakan oleh para nabi”, yang telah dilontarkan terhadap ke- 46 dua murid itu, adalah suatu tantangan bagi masing-masing kita. Tak seorang pun di antara kita adalah sama besarnya dengan Tuhan, namun Ia percaya akan semua yang ditulis para nabi. Percaya dengan selengkapnya terhadap segala nabi adalah yang membuat umat Allah suatu bangsa yang besar. Terlihat di sini bahwa “barangsiapa ... yang merendahkan dirinya ia itu ke-lak akan ditinggikan”, dan “barangsiapa yang meninggikan dirinya kelak akan direndahkan.” Lukas 14 : 11.
Sesungguhnya bagi saya, saya tidak akan mempermasalahkan apapun yang telah dibicarakan Allah melalui para nabi- Nya. Saya yakin bahwa Ia tidak akan berbohong; bahwa Ia sangat mampu untuk mengendalikan semua tulisan dari para nabi-Nya; sehingga Ia tak mungkin memberikan janji-janji yang sia-sia; bahwa Ia mampu untuk memenuhi semua yang dikatakan-Nya; bahwa semua nubuatan- Nya tidak pernah gagal. Saya menyambut dengan cepat semua janji-janji tuduhan- 47 Nya sebagaimana juga dengan semua janji-janji pujian-Nya. Saya mempelajari semua kewajiban saya dengan senang hati sebagaimana yang telah digariskan oleh- Nya sebagaimana juga saya mempelajari semua janji-janji kemuliaan-Nya.
Yehezkiel 34 : 19 :
“Dan karena bagi segala domba-Ku, me-reka telah memakan apa yang telah di-pijak-pijak dengan kakimu; dan memi-num apa yang telah kamu keruhkan dengan kakimu.”
Umat Allah yang sejati, yang sesungguhnya besar itu, menerima apa yang oleh mereka yang dikenal sebagai orang-orang pandai itu telah diinjak-injak dengan kakinya.
“Sebab itu demikianlah firman Tuhan Hua kepada mereka; bahwa sesungguh-nya, Aku, bahkan Aku sendiri, akan me-mutuskan hukum antara ternak yang tambun dan antara ternak yang kurus. 48 Oleh sebab kamu telah menekan yang lemah-lemah itu dengan pinggang dan bahumu, serta menanduk-nanduk mere-ka, sehingga kamu telah menghalaukan mereka itu pergi.”
Ada suatu kelas anggota-anggota sidang yang mendorong dengan sikut dan bahunya terhadap orang-orang yang tidak 20 disukainya, yaitu umumnya orang-orang yang tidak sama sifat sombongnya dengan mereka itu. Mereka inilah yang akan melaksanakan tindakan-tindakan hukumnya. Dan mereka yang akan mengalami penindasan-penindasan sedemikian agar hendaknya tidak perlu merasai luka, agar tidak perlu kecewa, karena merekalah yang empunya Kerajaan, selama mereka tidak “menekan” dan “menanduk” orang-orang lain. Para pembuat keragu-raguan dan para “penghalau” kelak akan menerima upahnya.
“Sebab itu Aku akan datang menyelamat-kan kawanan domba-Ku, maka mereka 49 kelak tidak akan lagi menjadi rampasan; maka Aku akan memutuskan hukum di antara ternak dengan ternak. Dan Ku angkat atasnya kelak seorang gembala, dan ia akan menggembalakan mereka itu, yaitu Daud hamba-Ku; maka ia akan menggembalakan mereka itu, dan ia akan menjadi gembalanya. Dan Aku ini Tuhan akan menjadi Allah mereka, dan hamba-Ku Daud akan menjadi penghulu di tengah-tengah mereka; bahwa Aku ini Tuhan sudah berfirman demikian. Dan Aku akan membuat suatu perjanjian selamat dengan mereka itu, dan Ku ha-puskan kelak segala binatang yang buas daripada tanah itu : sehingga mereka itu boleh tinggal di padang belantara dengan sentosa, dan boleh tidur di tengah-tengah hutan.”
Adanya pergolakan-pergolakan di antara kedua belah pihak, pihak kependetaan dan pihak anggota di waktu ini akan segera berakhir. Para pelanggar kelak akan tidak lagi bercampur bersama-sama mere- 50 ka yang setia. Kelak tidak akan ada lagi orang-orang munafik berjalan bersamasama dengan mereka yang jujur. Umat Allah kelak tidak akan lagi diwajibkan untuk mendengarkan setiap angin doktrin. Mereka kelak tidak lagi dilalaikan, atau pun ditinggalkan menderita dengan takut.
Oleh karena kita kini berhadapan muka dengan muka dengan Ilham, dan telah diberikan kepada kita perbedaan antara yang benar dan yang salah, maka kita telah ditinggalkan tanpa sehelai jubahpun untuk bersembunyi dibawahnya. Dapatlah kita kini dengan bijaksana memilih apakah berbakti kepada Allah atau berbakti kepada diri sendiri dan manusia, apakah berharap kepada Allah, untuk mempelajari firman-Nya bagi diri sendiri atau berharap kepada manusia mempercayakan orang lain, mempelajari firman itu bagi kita lalu menceritakan kepada kita apakah kebenaran itu dan apakah kepalsuan itu. Dapatlah kita kini memutuskan apakah membiarkan keragu-raguan menguasai 51 kita, atau membuka hati kita sehingga Kebenaran itu dapat mengambil tempat di dalamnya. Kini kita boleh menjadi bagaikan objek-objek yang gelap yang terdiri di sudut-sudut, ataupun bagaikan terangterang yang bercahaya pada puncak segala gunung. “Maka mereka yang bijaksana itu kelak akan bercahaya-cahaya bagai-kan terang cuaca di langit; dan mereka yang membalikkan banyak orang kepada kebenaran itu kelak bagaikan bintang-bintang kekal selama-lamanya.” Daniel 12 : 3.
Yehezkiel 34 : 26 :
“Dan Aku akan membuat mereka serta segala tempat yang mengelilingi bukit-Ku suatu berkat; dan Aku akan menurunkan hujan pada musimnya; akan turun hujan-hujan berkat.”
Kita sering menyanyikan nyanyian, “Akan Turun Hujan-Hujan Berkat”, tetapi kini terserah kepada kita -- kita dapat memperolehnya atau kita dapat lari menjauhinya. Orang-orang yang menerima semua 52 pemberian Allah, semua yang ditulis oleh para nabi, ke atas merekalah akan turun hujan berkat. “Hanya mereka yang berhasil melawan pencobaan di dalam Dia Yang Maha Kuasa akan diijinkan ikut mengambil bagian dalam memberita- kannya (Pekabaran malaikat yang ketiga) bilamana itu kelak berkembang menjadi seruan keras.” – The Review and Herald, November 19th, 1908.
Yehezkiel 34 : 27 :
“Maka segala pohon di padangpun akan memberi buah-buahnya, dan tanahpun akan memberi hasilnya, dan mereka itu akan selamat sentosa di bendangnya, dan kelak diketahuinya bahwa Aku ini Tuhan, bilamana sudah Ku putuskan segala ikatan bebannya dan bilamana sudah Ku lepaskan mereka dari tangan orang-orang yang telah memperhamba-kan mereka itu.”
Kelak akan turun hujan-hujan berkat yang limpah, dan juga, kelak akan terjadi penuaian yang limpah. Semua ini akan jadi 53 bilamana ikatan-ikatan beban kita telah diputuskan, bilamana kita telah dilepaskan dari tangan-tangan orang-orang yang telah menggembalakan dirinya sendiri gantinya menggembalakan kawanan domba itu.
“Dan tiada lagi mereka itu menjadi rampasan bagi orang kafir, dan tiada lagi mereka itu dimakan oleh binatang
22 buas yang di atas bumi; melainkan me-reka itu akan duduk dengan selamat sentosa, dan seorangpun tiada yang akan menakuti mereka itu. Maka Aku akan mempertumbuhkan bagi mereka itu suatu tanaman yang kenamaan, maka di dalam negeri itu mereka tidak akan lagi dihapuskan oleh lapar, dan tiada lagi mereka itu menanggung kecelaan segala orang kafir.”
Bukan saja Allah akan melepaskan umat-Nya dari tangan-tangan saudarasaudaranya yang tidak setia dan kejam itu, melainkan Ia juga akan melindungi mereka daripada menjadi mangsanya orang- 54 orang kafir, dan dari berbagai macam paham-paham lainnya.
“Demikian akan diketahuinya bahwa Aku ini Tuhan Allahnya adalah sertanya, dan bahwa mereka itu, yaitu isi rumah Israel adalah umat-Ku, demikianlah fir-man Tuhan Hua. Dan adapun akan kamu hai segala domba-Ku, kawanan domba dari padang-Ku, kamulah manusia, dan Akulah Allahmu, demikianlah firman Tuhan Hua.”
Allah tidak mengabaikan kawanan domba-Nya. Dengan lemah lembut Ia memanggil mereka “Kawanan domba-Ku”, dan menjaminkan kepada mereka sekali lagi bahwa Ia adalah Allah mereka. Dengan sungguh Ia akan, menetapkan bagi mereka itu seorang gembala untuk menyelesaikan apa yang banyak gembala lainnya telah gagal melaksanakan. Sekaranglah kesempatan bagi Saudara untuk berpesta pora dengan “makanan pada waktunya” yang terdapat pada tangan gembala pilihan 55 Allah, atau Saudara akan kelaparan dengan sisa-sisa kulit yang terdapat pada tangan sejumlah besar gembala-gembala lainnya itu.
Di dalam kewajiban untuk membawakan semua kegembiraan yang tak terkatakan dari janji-janji Allah, kerinduan segala zaman, maka buku-buku ini dicetak dan disebarkan tanpa bayar atau tanpa terikat kepada semua yang rindu mendapatkannya. Kirimkan nama dan alamat anda ke Universal Publishing Association, yang tertulis pada cover halaman belakang.
* * *
56Catatan:
57Surat dialamatkan kepada:
Universal Publishing Association
(Kantor Pusat)
Waco, Texas 76714
U S A
Universal Publishing Association
(Divisi Indonesia)
P. O. Box 6965/JAT-PK
Jakarta 13710
e-mail:
gadsdaid@yahoo.com
dikerjakan oleh:
Penerbitan 2018
58UNIVERSAL PUBLISHING ASSOCIATION
P.O. BOX 7613
WACO, TX 76714
+1 800-729-7494
www.davidiantoday.org