Perpustakaan PDF
Amaran Sekarang - Jilid 2 - No. 31, 32

Pembangunan Kembali dan MasanyaJika Seseorang Meninggal Dunia Bagaimanakah Dapat Ia Hidup Kembali? Dan Seperti Apakah Ia Kelak?

2AS31 / 2AS32

V. T. HOUTEFF

Agar setiap orang yang berhaus akan kebenaran

dapat memperolehnya, maka buku-buku kecil ini disebarkan dengan cuma-cuma. Hanya satu permohonan yang dimintanya, yaitu setiap jiwa wajib memeriksa segala perkara dan berpegang teguh pada mana yang baik. Hanya benang-benang

untaian keemasan Eden dan tali-tali pengikat Golgota yang berwarna darah -- ikatan-ikatan yang mengikat itu yang merupakan pita pengikat buku

gratis yang kecil ini.

Kami sangat menghargai nama dan alamat anggota

MAHK yang dikirimkan.

1

AMARAN
SEKARANG

Satu-Satunya Kedamaian Pikiran

Pembangunan Kembali Dan Masanya

Jika Seseorang Meninggal Dunia Bagaimanakah Dapat Ia Hidup Kembali?

Dan Seperti Apakah Ia Kelak?

VICTOR T. HOUTEFF
Universal Publishing Association

P. O. Box 6965/JAT-PK, Jakarta 13710

e-mail : gadsdaid@yahoo.com

3

Naskah Untuk Berdoa

LAKSANAKANLAH TUGASMU;

SERAHKANLAH HASILNYA KEPADA

ALLAH

Saya akan membaca dari Buku Christ’s Object Lessons, halaman 64, dimulai dengan paragraf yang terakhir :

“Tugas dari penabur adalah suatu tu- gas iman. Rahasia dari bertunas dan ber- tumbuhnya benih ia tak dapat mengerti. Tetapi ia memiliki keyakinan pada semua pengantara dengan mana Allah membuat semua tumbuhan itu berkembang. Oleh menabur benihnya ke dalam tanah, maka ia pada kenyataannya sedang membuang- buang butir-butir gandum yang mahal yang dapat memberikan roti bagi seluruh keluarganya. Tetapi ia hanya melepaskan sesuatu yang baik sekarang untuk menda- patkan suatu hasil yang lebih besar. Ia membuang benih itu, sambil berharap un- tuk mengumpulkannya kelak berlipat gan- 4 da dalam suatu penuaian yang berlimpah ruah. Demikianlah hamba-hamba Kristus harus bekerja, sambil mengharapkan suatu penuaian dari benih yang mereka tabur.... Dalam pekerjaan kehidupan kita tidak tahu yang mana akan berhasil, apakah yang ini ataukah yang itu. Ini bukanlah masalah bagi kita untuk diselesaikan. Kita harus melaksanakan tugas kita, dan serahkan semua hasilnya kepada Allah.”

Marilah kita berdoa memohonkan iman, lalu kemudian masuk ke dalam kebun anggur dengan penuh kegembiraan dan menabur benih yang Tuhan telah sediakan dengan demikian murah-Nya, sambil ingat akan janji-Nya, bahwa Kerja-Nya tidak akan kembali hampa kepada-Nya, melainkan bahwa ia itu akan melimpah dimana Ia telah mengirimkannya. Kita pun harus ingat, bahwa iman adalah anak tangga yang pertama menuju keselamatan, dan bahwa tanpa iman kita tak dapat berkenan kepada Allah.

* * *

5

PEMBANGUNAN KEMBALI
DAN MASANYA

Oleh :
Victor T. Houteff
Pendeta dari Persekutuan Davidian
Masehi Advent Hari Ketujuh
Sabat, 13 Maret 1948
Chapel Mount Carmel, Waco, Texas

Ayat kita terdapat dalam pasal yang ketiga dari kitab Kisah Para Rasul,

Kisah Para Rasul 3 : 19 – 21 :

“Sebab itu hendaklah kamu menyesal, dan bertobat, supaya dosamu dapat diha-puskan, apabila datang kelak masa penye-garan dari hadirat Tuhan; dan Ia mengu-tus Yesus Kristus, yang sebelumnya telah dikhotbahkan kepadamu : yaitu Dia yang 6 harus disambut oleh surga sampai ke-pada masa segala perkara dikembalikan, sama seperti yang difirmankan Allah melalui mulut segala nabi-Nya yang suci semenjak dari awal dunia ini.”

Di sini kepada kita diceritakan bahwa segala langit harus menerima Tuhan, bukan untuk selamanya, melainkan sampai tiba masa “segala perkara dipulihkan”. Oleh karena itu, pada masa kembalinya segala perkara itu, Ia akan kembali ke bumi.

Apakah kedatangan kembali ini akan kelak tidak diharap-harapkan? Ataukah Tuhan akan pertama-tama mengirimkan seseorang untuk mempersiapkan jalan bagi-Nya? Dan jika seseorang akan datang mendahului kedatangan-Nya, maka siapakah orang itu? -- “Maka jawab-Nya, dan kata-Nya kepada mereka itu, sesungguh-nya Eliyah akan datang lebih dulu, dan ia akan memulihkan segala perkara.” Markus 9 : 12. Dan juga, melalui perantaraan nabi Maleakhi Tuhan menyatakan : 7 “Tengoklah, Aku hendak mengutus utu-san-Ku, maka ia akan mempersiapkan jalan di hadapan-Ku : maka Tuhan, Yang kamu cari itu, akan tiba-tiba datang ke ka-abah-Nya, yaitu utusan perjanjian, yang kamu senangi itu : tengoklah, ia akan da-

3 tang, demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam. Tengoklah, Aku hendak mengutus kepadamu Eliyah nabi itu se-belum datang hari Tuhan yang besar dan mengerikan itu.”

Di sini Injil menunjukkan bahwa seseorang dalam roh dan kuasa Eliyah nabi itu akan pertama-tama muncul, dan ia tidak saja hendak mempersiapkan jalan, melainkan juga akan memulihkan segala perkara. Jelaslah, bahwa pekabaran Eliyah akan memulihkan segala perkara dalam hari Tuhan yang besar dan mengerikan itu, yaitu hari pemulihan, hari dimana Tuhan akan datang ke kaabah-Nya, yaitu Sidang. Roh Eliyah adalah suatu roh yang melawan penyembahan berhala, dan kuasanya ada- 8 lah suatu kuasa untuk membinasakan orang-orang yang memimpin penyembahan berhala itu, dan yang akan membawakan penyucian.

“Tetapi siapakah yang dapat bertahan pada hari kedatangan-Nya? Dan siapakah yang akan tahan berdiri apabila keliha-tanlah Ia? Karena Ia adalah bagaikan suatu api pembersih, dan seperti sabun pencuci : maka Ia akan duduk bagaikan pembersih dan pencuci perak: dan Ia akan menyucikan bani Lewi, dan membersih-kan mereka itu seperti emas dan perak, supaya mereka dapat mempersembahkan kepada Tuhan suatu persembahan dalam kebenaran.”

Pada kedatangan-Nya ini Ia tidak akan mengambil orang-orang suci-Nya untuk dibawa ke tempat-tempat kediaman yang di atas, melainkan Ia akan menyucikan bani Lewi, yaitu pihak kependetaan. Ia akan membinasakan para pemimpin dari penyembahan berhala. Oleh karena kesuci- 9 an dari para hamba-Nya akan pertama sekali harus dipulihkan, maka sebab itu pengembalian kesucian itu, akan pertama-tama dimulai didalam Sidang. Demikianlah suasana damai dan sejahtera Taman Eden yang dahulu itu akan dipulihkan, karena kepada kita diceritakan bahwa :

“Pada masa itu serigalapun akan tinggal bersama-sama dengan anak domba, dan macan tutul akan berbaring bersama-sama dengan anak kambing; anak lembu dan singa muda dan lembu jantan bersama-sama akan bergembalakan seorang anak

4 kecil. Dan lembu dan beruang akan ma-kan bersama-sama, dan anak-anaknyapun akan berbaring bersama-sama : dan singa pun akan makan rumput seperti lembu. Dan anak penyusu akan bermain-main pada lubang ular beludak, dan anak-anak yang baru lepas susu akan memasukkan tangannya ke dalam lubang ular tedung. Mereka itu tidak akan menyakiti ataupun merusak di dalam seluruh gunung kesu-10 cian-Ku; karena bumi akan penuh dengan pengetahuan dari Tuhan, sama seperti halnya segala air menutupi laut.”

Sebagaimana keadaannya dahulu di Eden, maka demikian pula ia itu harus kembali terjadi jika segala perkara sudah dipulihkan, dan jika semua nubuatan ini sudah digenapi.

“Maka pada hari itu akan terdapat suatu akar Isai, yang akan berdiri sebagai tan-da alamat dari umat itu; kepadanyalah segala bangsa Kafir akan mencari-cari : maka tempat perhentian-Nya akan mulia adanya.”

“Pada hari itu” -- artinya, pada hari kedamaian dan kesentosaan Eden ini dipulihkan -- maka pada waktu itulah, bukan sesudah itu, Kerajaan Yehuda dan Israel akan dipulihkan (Yehezkiel 37 : 16 – 28) dan diperdirikan sebagai suatu tanda alamat. Kepadanyalah segala bangsa Kafir kelak akan mencari-cari. Oleh sebab itu, 11 maka pengembalian Yehuda dan Israel ini akan terjadi dalam masa kasihan, karena segala bangsa Kafir akan berusaha mencari “tanda alamat” itu. Jadi, jelaslah, bahwa segala bangsa Kafir akan kelak masih berdiri sewaktu kedamaian dan kesejahteraan Eden dikembalikan kepada umat Allah dalam masa hari Tuhan yang besar dan mengerikan itu.

“Sebab itu oleh karena kamu Sion akan dibajak seperti ladang, dan Yerusalem akan menjadi timbunan puing, dan gu-nung rumahnya akan menjadi seperti tempat-tempat hutan belantara. Tetapi di akhir zaman akan jadi kelak, bahwa gunung rumah Tuhan akan diperdirikan di atas puncak segala gunung, maka ia itu akan ditinggikan di atas segala bukit; dan orang banyak akan mengalir datang

5 ke dalamnya. Maka banyak bangsa akan datang, dan mengatakan, Datanglah, dan marilah kita naik ke gunung Tuhan, dan ke rumah Allah Yakub itu; maka Ia akan mengajarkan kepada kita segala jalan-12 Nya, dan kita akan berjalan dalam segala lorong-Nya : karena dari dalam Sion akan terbit hukum, dan firman Tuhan dari Ye-

Jelaslah bahwa sesudah tercerai-berainya orang-orang Yahudi itu, dan sesudah kebinasaan Yerusalem Yang Tua, dalam sejarah Kristen, hari-hari yang terakhir itu, pada waktu itulah pemulihan segala perkara itu akan terjadi; dan dari kenyataan bahwa banyak bangsa pada waktu itu akan menggabungkan diri kepada Tuhan, maka oleh karenanya pemulihan itu akan jadi dalam masa kasihan, dalam hari Tuhan yang besar dan mengerikan itu. “Tanda Alamat” itupun, akan kelak berdiri pada waktu itu dan kepadanyalah akan dicari oleh segala bangsa Kafir. Hari itu akan merupakan hari besar bagi segala orang benar, dan mengerikan bagi segala orang berdosa.

“Pada hari itu kaki-Nya akan berpijak di Gunung Zaitun, yang terletak di depan 13 Yerusalem di sebelah timur, maka Gu-nung Zaitun itu akan terbelah dua di te-ngahnya arah ke timur dan arah ke barat, maka akan ada suatu lembah yang luas sekali; maka setengah dari gunung itu akan bergeser arah ke utara, dan setengah-nya arah ke selatan. Maka kamu akan me-larikan diri ke lembah gunung-gunung itu; karena lembah gunung-gunung itu akan sampai ke Azal : sesungguhnya, ka-mu akan lari, seperti kamu melarikan diri dari hadapan gempa bumi pada masa Uzia raja Yehuda : maka Tuhan Allahku akan datang, dan segala orang suci bersama-mu.”

“Pada hari itu.” Pada hari yang manakah? -- Pada hari segala bangsa berhimpun melawan Yerusalem yang ada sekarang, dan meruntuhkannya dari pemerintahan bangsa Kafir. Pada hari itu kaki Tuhan akan berpijak di atas Gunung Zaitun. Gunung Zaitun akan terbelah di tengah-tengahnya arah ke timur dan arah ke barat, maka akan terjadi suatu lembah yang luas 14 sekali; “maka setengah dari gunung itu akan bergeser arah ke utara, dan setengah-nya arah ke selatan.” Zakharia 14 : 4. Kedatangan Tuhan setelah seribu tahun millenium yang akan datang itupun, akan sama dengan ini. Bacalah Early Writings,

Hamba-hamba Allah kelak pada waktu itu akan melarikan diri ke lembah dari gunung-gunung itu, di mana kaki Tuhan akan berpijak, dan semua orang suci bersama-sama dengan mereka; artinya, “kaki” Tuhan akan membuka jalan bagi pemulihan Kerajaan itu, dan bagi pengumpulan orang banyak ke dalamnya.

“Maka akan jadi kelak pada hari itu, bahwa Tuhan akan kembali mengangkat tangan-Nya pada kedua kalinya untuk menghimpunkan mereka yang sisa dari-pada segala umat-Nya yang tertinggal dari Assiria, dan dari Mesir, dan dari Patros, dan dari Kush, dan dari Elam, dan dari Shinar, dan dari Hamath, dan dari 15 segala pulau di lautan. Maka Ia akan me-negakkan suatu tanda alamat bagi sega-la bangsa, dan Ia akan menghimpunkan segala orang Israel yang terbuang, dan mengumpulkan bersama segala orang Yehuda yang tercerai-berai dari seluruh empat penjuru bumi. Juga cemburu dari Efraim akan berlalu, dan semua musuh Yehuda akan dihapuskan : Efraim tidak akan mencemburui Yehuda, dan Yehuda tidak akan menyakiti Efraim. Tetapi ke-duanya akan menerkam bahu orang-orang Filistin sampai ke barat; mereka akan merampas mereka itu yang di se-belah timur bersama-sama; mereka akan memalu Edom dan Moab; maka bani Ammon akan tunduk kepada mereka.”

Di sini kita lihat bahwa akan terdapat damai di “lembah gunung-gunung” itu -- damai di antara binatang dengan binatang, dan juga di antara manusia dengan manusia, karena singa tidak akan menyakiti anak domba, dan Yehuda tidak akan menyakiti Efraim, dan Efraim pun 16 tidak akan cemburu terhadap Yehuda. Tetapi bagaimanapun Yehuda dan Efraim akan tetap berada dalam pertikaian melawan segala negeri yang mengelilingi tanah itu, karena mereka akan menerkam bahu-bahu orang-orang Filistin, dan mereka akan memalu Edom dan Moab. Walaupun demikian, segala orang Ammon akan tunduk kepada mereka.

“Maka Tuhan akan membinasakan sepe-nuhnya teluk laut Mesir; dan dengan angin-Nya yang dahsyat Ia akan meng-goncangkan tangan-Nya atas sungai, dan Ia akan memalunya menjadi tujuh aliran, dan memungkinkan orang-orang berjalan lalu dengan berkasut.”

Ya, Tuhan akan membuka jalan bagi pengumpulan umat-Nya. Oleh sebab itu, Eksodus masa kini, akan sama kelak dengan Eksodus yang lalu, hanya dalam ukuran yang lebih besar. Umat Allah dalam hari-hari yang terakhir ini akan dikumpulkan dari setiap negeri, bukan hanya 17 dari negeri Mesir saja.

“Maka akan ada kelak jalan raya bagi me-reka yang lagi tinggal dari segala umat-Nya, yang akan tertinggal, dari Assiria; sama seperti halnya Israel pada hari ia keluar dari negeri Mesir.”

Demikianlah kelak kerajaan Yehuda dan Israel dipulihkan, dan dikaruniakan kedamaian dan kelimpahan.

“Tetapi mereka akan duduk masing-ma-singnya dibawah pokok anggurnya dan di bawah pokok aranya; dan tak seorangpun akan membuat mereka itu takut : karena mulut Tuhan serwa sekalian alam telah mengucapkannya.”

Dan sekarang inilah terang Allah, dan himbauan-Nya ini adalah :

“Hai isi rumah Yakub, datanglah, dan ma-rilah kita berjalan dalam terang Tuhan.”

18

Pekabaran Eliyah yang memulihkan segala perkara adalah betul-betul merupakan suatu tambahan bagi Pekabaran Malaikat yang Ketiga, dan ia itu tentunya akan berkembang menjadi suatu seruan keras. Ia akan menghimpunkan umat Allah dari empat penjuru bumi, dan membawa mereka keluar dari Babil sementara bumi diterangi dengan kemuliaan dari malaikat itu (Wahyu 18 : 1 – 4). (Bacalah Early Writings, p. 277).

Seperti halnya bahtera Nuh telah melindungi setiap mahluk yang hidup yang akan mendiami bumi sesudah air bah itu, maka demikian pula Kerajaan Yehuda dan Israel yang telah dikembalikan itu akan mengumpulkan dan memeliharakan dari segala celaka setiap mahluk hidup yang akan mendiami bumi yang baru; Kerajaan yang dikembalikan itu akan menjadi bahtera dalam sejarah kita, dan orang-orangnya akan hidup dan memerintah seribu tahun lamanya bersama dengan Kristus (Wahyu 20 : 4), dan akhirnya kembali apa- 19 bila bumi sudah diperbaharui.

“Karena, tengoklah, Aku menciptakan segala langit yang baru dan suatu bumi yang baru : maka yang dahulu itu tidak akan diingat lagi, ataupun akan masuk ke dalam ingatan. Tetapi bersukacitalah dan bergembiralah kamu untuk selama-lamanya dalam apa yang sudah Ku cip-takan : karena, tengoklah, Aku mencip-takan bagi Yerusalem suatu kegembiraan dan bagi umatnya suatu kesukaan. Seri-gala dan anak domba akan makan bersa-ma-sama, dan singa akan makan rum-put seperti juga kerbau : maka abu akan menjadi makanan ular. Mereka tidak akan menyakiti ataupun merusak di dalam seluruh gunung-Ku, demikianlah firman Tuhan.”

Jelaslah mereka yang berusaha masuk ke dalam bahtera penyelamat ini akan kelak hidup dan memerintah bersama dengan Kristus selama seribu tahun lamanya, dan orang-orang yang menolaknya 20 akan tergeletak dengan tak bernafas di dalam “lubang yang tak terduga dalamnya” itu sampai pada kebangkitan orang mati pada sesudah masa seribu tahun millenium itu, yang hanya akan bangkit dalam malu dan kehinaan yang kekal, menghadapi penderitaan dalam kematian yang kedua.

Jadi, betapa pentingnya, agar kita tidak lagi tidur, melainkan supaya kita bangun dan memakaikan pakaian kawin itu sekarang juga supaya tidak kita mendapat- 9 kan diri kita kelak meratap dan menggeretak gigi, yang jauh lebih menderita daripada yang dialami orang-orang pada masa air bah yang dahulu di luar bahtera pada waktu hujan turun dan kilat guntur sambar-menyambar di sepanjang langit sementara segala mata air dari tubir yang dalam pecah berantakan.

Kita telah menyaksikan sekarang bahwa pemulihan “segala perkara” itu dimulai dengan pengumpulan orang banyak ke dalam Yehuda, dan bahwa Kerajaan itu 21 sudah lengkap apabila bumi sudah diperbaharui. Sebab itu marilah kita berbuat apa saja yang dapat kita perbuat untuk membantu membangun bahtera itu sekarang dan untuk masuk ke dalamnya dengan membawa sebanyak-banyaknya jiwa, karena ungkapan Ilham sendiri mengenai kebenaran ini menunjukkan bahwa kita sedang mendekati hari pengembalian segala perkara itu, bahwa inilah pekabaran dari hal jam itu.

* * *

10

22

Renungan Khidmat

Oh renungan khidmat! Dapat terjadi Jam Pehukuman itu, sekarang tiba, Yang mana harus segera menentukan nasib kita, Lalu memeteraikan orang berdosa dalam malapetaka yang menakutkan?

Ya, demikianlah; jam Pehukuman Adalah begitu cepat akan berakhir;

Lalu akan datang Hakim itu, dalam kuasa besar, Turun dalam murka atas segala musuh-Nya.

Ia yang telah datang ke bumi untuk mati, Suatu persembahan bagi dosa-dosa manusia, Kemudian telah naik ke tempat yang tinggi, Dan segera tidak akan lama kembali lagi, Saat ini berdiri di hadapan malaikat, Dan tahta kemurahan, dan cherubium, Untuk memohon dengan sangat darah-Nya bagi umat kesucian, dan membuat Kemenangan terakhir bagi dosa-dosa mereka.

Saat yang khidmat ini segera tiba Apabila yang memiliki pengakuan nama-Nya, Masing-masing dalam nasibnya berdiri dengan sukacita, Dan akhirnya selesai, ujian pemeriksaan.

Yesus! Hanya di dalam-Mu kami berharap; Dalam kemurahan sekarang kami memandang, Menyebut nama-nama kami di hadapan tahta, Maka segala dosa kami terhapus dari kitab-Mu. 23 Ya Juruselamat yang diberkati!

Mungkinkah kami merasa, Begitu penting saat ini. Ilhami hati kami dengan semangat yang suci, Dan bantulah kami oleh kuasa Roh-Mu, Sehingga kami, dalam kekuatan-Mu, menjadi kuat, Dan memenangkan pertikaian dengan gagah berani;

Lalu, di atas Gunung Sion, dengan nyanyian, Menyatakan nyanyian-nyanyian kemenangan.

-- R. F. Cottrell

11

24

JIKA SESEORANG
MENINGGAL DUNIA
BAGAIMANAKAH DAPAT
IA HIDUP KEMBALI? DAN
SEPERTI APAKAH IA
KELAK?

Oleh :
Victor T. Houteff
Pendeta dari Persekutuan Davidian
Masehi Advent Hari Ketujuh
Sabat, 20 Maret 1948
Chapel Mount Carmel, Waco, Texas

“Karena jikalau kita percaya bahwa Yesus telah mati dan telah bangkit kem-bali, maka kita percaya juga bahwa mereka yang tidur dalam Yesus akan di-kumpulkan Allah bersama-sama dengan 25 Dia. Untuk inilah kami katakan kepada-mu dengan Firman Allah, bahwa kita yang hidup yang masih tinggal sampai pada kedatangan Tuhan tidak akan men-dahului mereka yang sedang tidur itu. Karena Tuhan sendiri akan turun dari la-ngit dengan suatu sorak, dengan bunyi suara penghulu malaikat, dan dengan bunyi sangkakala Allah : maka segala orang yang mati dalam Kristus akan bang-kit lebih dulu: kemudian kita yang hidup yang masih ada akan diangkat bersama-sama dengan mereka di dalam awan-awan untuk bertemu dengan Tuhan di udara; maka demikianlah kita akan selamanya berada bersama dengan Tuhan. Karena itu hiburkanlah seorang akan yang lain dengan perkataan-perkataan ini.” 1 Tesa-

Di sini kita lihat bahwa orang-orang yang bangkit dalam kebangkitan yang pertama tidak saja akan hidup kembali, melainkan juga tidak akan mati lagi.

Sekarang untuk mendapatkan jawaban 26 kita bagi pertanyaan : Seperti apakah kelak manusia itu apabila ia hidup kembali? Kita harus pertama-tama melihat kepada buku Kejadian :

Kejadian 2 : 7 :

“Maka Tuhan Allah membentuk manusia dari abu tanah, dan Ia menghembuskan ke dalam lubang hidungnya nafas hidup; maka manusia menjadi suatu jiwa yang hidup.”

12

Dalam kata-kata firman ini kita diberitahu bahwa Allah membentuk manusia dari abu tanah. Kemudian nafas hidup dihembuskan ke dalam lubang hidungnya, maka demikianlah ia menjadi suatu jiwa yang hidup, maka nafas dan tubuh bersama-sama membentuk jiwa itu. Proses perkembangan ini adalah sama dengan proses pembuatan es -- yaitu temperatur yang rendah dan air membuat es sama dengan tubuh dan nafas membuat jiwa. Sebab itu apabila nafas meninggalkan tubuh, maka manusia tidak lagi merupakan suatu jiwa yang hidup, seperti juga es 27 tidak akan lagi merupakan es setelah ia itu kembali menjadi air. Manusia pada kenyataannya tidak lagi memiliki jiwa di dalamnya setelah nafas meninggalkan tubuhnya, sebab tubuh dan nafas samasama membentuk jiwa.

“Tahulah aku”, demikian kata Pengkhotbah, “bahwa, apapun yang Allah per-buat, ia itu akan kekal selama-lamanya : seorangpun tiada dapat menambahinya, atau menguranginya : maka Allah mem-buatnya, supaya manusia harus takut di hadapan hadirat-Nya.” -- Pengkhotbah 3 : 14.

Pengkhotbah 9 : 5, 6 :

“Karena orang yang hidup mengetahui akan hal ia mati kelak : tetapi orang yang sudah mati tidak tahu apa-apa, dan tiada lagi pahala baginya; sebab ingatan mere-ka itu sudah terlupa. Demikian juga kasih mereka, dan benci mereka, dan cemburu mereka kini sudah lenyap; juga tiada lagi mereka itu memiliki sesuatu bagiannya dalam alam ini daripada segala sesuatu 28 yang dibuat di bawah matahari.”

“Aku berkata dalam hatiku akan perihal segala anak Adam itu, bahwa dinyata-kan Allah kepada mereka itu kelak, dan mereka akan melihat dirinya adalah bi-natang. Karena apa yang menimpa anak-anak Adam itu juga menimpa segala bi-natang; yaitu satu perkara yang menimpa mereka itu : misalnya yang satu mati, de-mikian pula yang lainnya mati; ya, satu jua nafas pada sekaliannya; tiada barang kelebihan manusia daripada binatang : karena semuanya adalah sia-sia adanya. Sekaliannya pergi kepada satu tempat; sekaliannya berasal dari abu, maka seka-liannya kembali kepada abu. Siapakah yang mengetahui akan roh manusia itu yang naik ke atas, dan roh segala bina-13 tang itu yang turun ke bawah bumi?”

Saudara lihat Ilham, pertama-tama membicarakan kepada kita bagaimana manusia itu diciptakan dan seperti apa bentuknya, kemudian Ilham menanyakan : 29 “Siapakah yang mengetahui akan roh manusia itu yang naik ke atas, dan roh binatang yang turun ke bawah bumi?”-- Satu-satunya jawaban yang dapat diberikan ialah bahwa tak seorangpun yang tahu kecuali Allah. Dan karena Ia telah menceritakan kepada kita bahwa tubuh dan jiwa secara bersama-sama, bukan secara terpisah, membentuk jiwa, maka jelaslah bahwa manusia yang mati tidak memiliki jiwa, sehingga tubuhnya kembali kepada abu tanah, dan nafasnya kembali kepada hembusan, yaitu kepada angin. Dan juga, apapun yang menimpa binatang itupun menimpa manusia. Kedua-duanya mempunyai satu nafas, demikian penjelasan Ilham, dan tidak ada satupun yang lebih daripada yang lainnya.

Inilah yang dikatakan Allah dari hal jiwa, maka kita harus percaya kepada-Nya daripada membodohi diri sendiri dengan berbagai teori manusia yang tidak diilhami yang mengatakan secara berkhayal bahwa jiwa tidak pernah mati, walaupun 30 Allah mengatakan, “Jiwa yang berdosa itu, akan mati.” Yehezkiel 18 : 4. Karena, apabila manusia mati, maka jiwanya akan menghilang seperti halnya es batu menghilang apabila temperaturnya naik melebihi titik bekunya.

Selanjutnya untuk menemukan seperti apa manusia itu apabila ia itu dibuat hidup kembali dalam suatu kehidupan yang tidak berdosa, maka kita harus melihat seperti apakah manusia itu sebelum ia berdosa.

“Dan apabila dilihat oleh perempuan itu bahwa buah pohon itu baik untuk ma-kanan, dan bahwa ia itu menarik pada pemandangan mata, dan suatu pohon yang disukai untuk membuat seseorang menjadi bijaksana, maka diambilnya-lah buahnya, lalu dimakannya, dan juga diberikannya kepada suaminya bersama-sama dengan dia; dan ia pun memakan-nya. Maka mata keduanya lalu celeklah, lalu diketahuilah oleh mereka bahwa mereka bertelanjang; maka dianyamlah 31 olehnya daun-daunan ara bersama-sama, dan dibuat bagi dirinya baju. Lalu kede-ngaranlah oleh keduanya suara Tuhan Allah yang berjalan-jalan di dalam taman dalam kesejukan pada hari itu; maka Adam dan isterinya menyembunyikan diri mereka dari kehadiran Tuhan Allah di antara pohon-pohon taman itu.”

Segera sesudah Adam dan Hawa memakan buah pohon yang terlarang itu, maka suatu perubahan yang menakjubkan telah terjadi. Mereka secepatnya melihat, bahwa terang kehidupan dan keindahan yang menyelubungi diri mereka itu telah lenyap, dan mereka mendapatkan diri mereka dalam keadaan telanjang, jelek, dan memalukan pada pemandangan mata. Akibatnya mereka mencoba untuk menutupi diri mereka dengan daun-daunan dan bersembunyi di antara pohon-pohonan. Walaupun demikian, penutupan tubuh dengan daun-daunan itu adalah tidak cukup, dan karenanya Tuhan membuatkan bagi mereka "baju-baju dari kulit binatang."

32

Seperti apakah kelak manusia itu jika ia hidup kembali? -- Tentu saja tidak kurang daripada keadaannya pada mula pertama sebab semua yang telah hilang lenyap dahulu itu akan dikembalikan. Juga tidak akan ada yang akan lebih diperbaiki lagi bagi dirinya, sebab segala perkara yang Tuhan buat dahulu itu, Ia sendiri telah mengucapkannya “sangat baik.” Kejadian 1 : 31. Maka demikianlah jika seseorang hidup kembali, maka ia akan jadi tepat seperti keadaan Adam sebelum ia berdosa.

Sekarang untuk jawaban terhadap pertanyaan yang berbunyi, “Bagaimanakah ia akan hidup kembali?” Kita akan kembali kepada Yehezkiel sebagai berikut:

“Bahwa tangan Tuhan berada di atasku, maka dibawa-Nya aku keluar dalam Roh Tuhan, lalu diturunkan-Nya aku di tengah-tengah lembah yang penuh de-ngan tulang-tulang orang mati, dan di-suruh-Nya aku berjalan melewati semua tulang-tulang itu berkeliling : maka, te-33 ngoklah, ada banyak sekali tulang yang berserakan di lembah yang terbuka itu, dan, bahwasanya semua itu kering seka-li adanya. Maka katanya kepadaku, hai anak Manusia, dapatkah tulang-tulang ini hidup kembali? Maka jawabku, ya Tuhan Hua, Engkau juga yang maha tahu. Kembali lagi kata-Nya kepadaku, bernubuatlah akan hal tulang-tulang ini, dan katakanlah kepada mereka, hai ka-

15 mu tulang-tulang kering, dengarkanlah olehmu akan Firman Allah. Demikianlah firman Tuhan Hua kepada tulang-tulang ini. Tengoklah, Aku hendak menghem-buskan nafas masuk ke dalam kamu, maka kamu akan hidup kembali : dan Aku akan melapisi otot-otot atas kamu, dan memberikan daging padamu, dan menutupi kamu dengan kulit, dan me-masukkan nafas hidup ke dalammu, maka kamu akan hidup kembali; maka kamu akan mengetahui, bahwa Akulah Tuhan.

“Demikianlah aku bernubuat seperti 34 yang diperintahkan kepadaku; maka sementara aku bernubuat terdengarlah suatu bunyi, dan tengoklah terjadilah suatu goncangan, maka datanglah tulang-tulang itu bersama-sama, masing-masing tulang kepada pasangannya. Maka se-mentara aku mengamat-amatinya, heran, datanglah otot-otot dan daging ke atas tulang-tulang itu, maka kulit menutupi-nya dari atas : tetapi tidak ada nafas hi-dup terdapat didalamnya. Maka kata-Nya kepadaku, Bernubuatlah olehmu kepada angin, bernubuatlah hai anak manusia, dan katakanlah kepada angin, Demikian-lah firman Tuhan Hua; Datanglah dari empat penjuru angin, hai nafas hidup, dan hembuskanlah ke atas orang-orang yang terbunuh ini, supaya mereka da-pat hidup kembali. Demikianlah aku bernubuat seperti yang diperintahkan-Nya kepadaku, maka masuklah nafas hi-dup ke dalam mereka itu, lalu hiduplah mereka, dan berdiri mereka pada kaki-nya suatu bala tentara yang besar sekali jumlahnya.”

35

Di sini kita pelajari bahwa proses kebangkitan adalah sama dengan proses kejadian : pertama-tama kerangka dari manusia dibentuk, kemudian tubuhnya, daging, kulit, dan terakhir nafas hidupnya, lalu kembali ia menjadi suatu jiwa yang hidup. Saudara lihat, jiwa manusia atau roh bukanlah dipanggil turun dari surga, atau dipanggil naik dari neraka. Pada kenyataannya, sama sekali bukan sesuatu jiwa yang dipanggil, melainkan angin yang dipanggil dari keempat penjuru mata angin di bumi untuk mengisi paru-parunya sesuai dengan perintah Allah, dan demikianlah ia kembali menjadi suatu jiwa yang hidup. Kemudian, juga, dari bahan-bahan apa manusia pada dasarnya dibentuk, maka dari bahan-bahan itu juga ia akan kembali dibuat, karena tulang-tulang itu datang sambil sama-sama mencari pasangannya. Walaupun demikian, apabila ia diciptakan kembali sedemikian ini ataupun dibangkitkan kembali, ia akan tetap memegang pengetahuan dan ingatannya yang ia miliki pada saat kematiannya, sebab jika tidak, 16 36 maka manusia yang bangkit itu tidak mungkin adalah dia yang telah mati, dan jika yang sedemikian ini tidak akan menjadi miliknya, maka pengalaman-pengalaman yang diperoleh semasa hidup ini sudah akan lenyap.

Titik perhatian berikutnya ialah memperhatikan mengapa terdapat adanya dua kebangkitan, yang masing-masingnya berjarak seribu tahun (Wahyu 20 : 5, 6). Marilah kita lihat pada Injil kepada orangorang Roma :

“Maka jika Kristus ada di dalam kamu, maka tubuh itu mati karena dosa; tetapi Roh itu hidup oleh sebab kebenaran. Te-tapi jika Roh-Nya yang membangkitkan Yesus dari mati itu tinggal didalam kamu, maka Ia yang membangkitkan Kristus dari mati itu juga akan membangkitkan segala tubuhmu yang mati oleh peran-taraan Roh-Nya yang tinggal di dalam kamu.”

37

Orang-orang yang mati bersama-sama dengan Roh Kristus di dalam diri mereka, adalah mereka yang akan bangkit dalam kebangkitan orang-orang benar. Tetapi orang-orang yang di dalam diri mereka Roh Kristus tidak tinggal mereka akan bangkit dalam kebangkitan orang-orang berdosa, seribu tahun sesudah kebangkitan orang-orang benar.

“Berbahagialah dan kuduslah orang yang memperoleh bagian dalam kebangkitan yang pertama : terhadap yang sedemiki-an ini mati yang kedua itu tidak lagi ber-kuasa, tetapi mereka akan menjadi imam-imam Allah dan Kristus, maka mereka akan memerintah bersama dengan-Nya seribu tahun lamanya.”

Jika maksud ayat-ayat ini memang mengatakan terhadap orang-orang benar, maka terhadap orang-orang jahat tentunya sebaliknya akan dikatakan :

“Terkutuklah dan cemarlah orang yang 38 tidak memperoleh bagian dalam kebangkitan yang pertama : terhadap yang sedemikian ini mati yang kedua itu akan berkuasa; mereka tidak akan menjadi imam-imam Allah dan Kristus, dan mereka tidak akan memerintah bersama-sama dengan-Nya selama masa seribu tahun 17 itu.”

Jika kita menyambut Firman Allah seperti yang diberikan oleh Ilham kepada kita, dan jika kita adalah pelaksana-pelaksana dari Firman-Nya, maka kita akan hidup kembali, dan kita akan menjadi peta Allah yang sempurna seperti halnya Adam dan Hawa. Kita akan betul-betul kembali ke Taman Eden. Taman itupun, akan kembali berkembang seperti sediakala, dan pohon kehidupan akan mengeluarkan buah-buahnya pada setiap bulan. Maka demikianlah, sebagai anda saksikan, manusia akan hidup kembali, dan demikianlah ia akan hidup kekal untuk selamanya.

“Maka Allah akan menyapu air mata mereka itu dari matanya; dan tidak akan 39 ada lagi kematian, ataupun kesusahan, ataupun tangisan, juga tidak akan ada lagi kesakitan : karena segala perkara yang dahulu itu telah berlalu. Maka Ia yang duduk di atas tahta itu mengatakan, Tengoklah, Aku jadikan segala perkara baru. Maka kata-Nya kepadaku, Tulis-kanlah : karena semua perkataan ini adalah benar dan jujur. Dan kata-Nya kepadaku, Sudah dilaksanakan. Akulah Alpha dan Omega, yang awal dan yang terakhir. Aku hendak memberikan ke-pada orang yang berhaus itu minum dari mata air hidup dengan bebasnya. Bahwa orang yang menang akan mewarisi se-gala perkara; maka Aku akan menjadi Alllahnya, dan ia akan menjadi anak-Ku

“Tetapi apabila yang sempurna itu tiba, maka yang belum sempurna itu akan ditiadakan. Ketika aku masih anak-anak, aku berkata-kata seperti anak-anak, aku mengerti seperti anak-anak, aku berpikir seperti anak-anak : tetapi apabila aku su-40 dah dewasa, maka kubuangkan segala perkara anak-anak. Karena sekarang ini kita melihat melalui cermin, secara gelap; tetapi pada masa itu kelak muka dengan muka : sekarang pengetahuanku baru se-bagian; tetapi pada waktu itu kelak aku akan mengetahui sebagaimana aku juga telah diketahui. Maka sekarang tinggal-lah tetap iman, pengharapan, dan kasih, tiga perkara ini; tetapi yang terbesar dari semuanya ini ialah kasih.” -- 1 Korintus

* * *

18

41

Surat dialamatkan kepada:

Universal Publishing Association

(Kantor Pusat)

Waco, Texas 76714

U S A
Universal Publishing Association

(Divisi Indonesia)

P. O. Box 6965/JAT-PK

Jakarta 13710

e-mail:

gadsdaid@yahoo.com

dikerjakan oleh:

Penerbitan 2018

42

UNIVERSAL PUBLISHING ASSOCIATION
P.O. BOX 7613
WACO, TX 76714
+1 800-729-7494
www.davidiantoday.org

Teks dikonversi dari edisi PDF. Nomor halaman sesuai dengan buku cetak.