V. T. HOUTEFF
Agar setiap orang yang berhaus akan kebenaran
dapat memperolehnya, maka buku-buku kecil ini disebarkan dengan cuma-cuma. Hanya satu permohonan yang dimintanya, yaitu setiap jiwa wajib memeriksa segala perkara dan berpegang teguh pada mana yang baik. Hanya benang-benang
untaian keemasan Eden dan tali-tali pengikat Golgota yang berwarna darah -- ikatan-ikatan yang mengikat itu yang merupakan pita pengikat buku
gratis yang kecil ini.
Kami sangat menghargai nama dan alamat anggota
MAHK yang dikirimkan.
1AMARAN
SEKARANG
Satu-Satunya Kedamaian Pikiran
Suatu Pucuk Yang Mati, Suatu Cabang Yang Terlepas, Atau Suatu Tunas -- Yang
Manakah?
Tanda-Tanda Kedatangan Kristus Kedua Kali Ataukah Tanda-Tanda Dari Kerajaan
Itu -- Yang Manakah?
VICTOR T. HOUTEFF
Universal Publishing Association
P. O. Box 6965/JAT-PK, Jakarta 13710
e-mail : gadsdaid@yahoo.com
2Naskah Untuk Berdoa
KETAATAN KEPADA PRINSIP
Untuk renungan doa kita pada sore hari ini saya akan membaca dari buku Testimonies, vol. 5, p. 43, paragraf yang pertama sebagai berikut :
“Kami memiliki gambaran-gambaran nyata tentang kuasa penunjang dari prinsip agama yang kokoh.... Kandang singa yang menganga lebar tidak dapat menghalangi Daniel daripada acara doanya sehari- hari, dapur api yang bernyala-nyala pun tidak juga dapat membujuk Sadrak dan teman-temannya untuk jatuh tersungkur menyembah dewa yang dibangun oleh Nebukadnezar. Orang-orang muda yang memiliki prinsip-prinsip yang kokoh, mau menjauhkan diri dari keplesiran, tahan menghadapi kesakitan, dan berani meng- hadapi kandang singa dan dapur api yang bernyala-nyala sekalipun, daripada di- dapati tidak benar kepada Allah. Perhati- 3 kanlah tabiat dari Yusuf. Kebaikan diuji dengan sungguh-sungguh, namun kemena- ngannya adalah lengkap. Pada setiap hal orang muda yang terhormat itu menjalani ujian. Prinsip yang sama yang tinggi dan yang tidak dapat dibengkokkan itu terlihat pada setiap cobaan. Tuhan ada bersama dia, dan kata-katanya adalah hukum.”
Marilah kita sekarang berdoa agar kiranya kita akan dapat memiliki ibadahnya Daud, ibadahnya Daniel, ibadahnya Yusuf. Orang-orang ini adalah hanya orang-orang muda pada waktu mereka masuk pada pekerjaan-pekerjaannya yang bersangkutan, namun mereka adalah sedemikian kokohnya dalam keyakinan-keyakinannya sama seperti jarum terhadap kutub. Mereka tidak menyimpang dari satupun kewajiban kebenaran atau prinsip, tanpa memperdulikan tekanan ataupun keadaan. Ketetapan tabiat dan semangat mereka untuk membuat dunia lebih baik, telah mendorong Tuhan untuk mengangkat mereka menjadi raja-raja. Sekarang kita 4 harus berdoa agar kita tidak akan menjadi orang-orang penghalang, melainkan agar kita menjadi pembangun-pembangun dalam jalan raya peradaban; agar gantinya merasa puas dengan hanya terbatas, kita akan menjadi tanaman anggur yang berhasil limpah di dalam kebun anggur Allah yang luas.
Copyright, 1950
Hak Cipta Dijamin
V. T. HOUTEFF
2
5SUATU PUCUK YANG MATI,
SUATU CABANG YANG
TERLEPAS, ATAU SUATU
TUNAS -- YANG MANAKAH?
Oleh :
Victor T. Houteff
Pendeta dari Persekutuan Davidian
Masehi Advent Hari Ketujuh
Sabat, 1 Januari 1949
Kapel Gunung Karmel, Waco, Texas
Semua umat sepanjang zaman sampai pada waktu ini yang pernah menganut suatu pekabaran yang segar yang berasal daripada Allah telah dicap sebagai “cabang-cabang yang terlepas” dan dianggap berbahaya -- yaitu sesuatu yang mana orang harus berhati-hati supaya jangan ia tertembak, demikianlah dimisalkan, tertu- 6 suk, terjerat, atau sesuatu yang sama jeleknya, atau apa saja yang sukar untuk disebut.
Sebagai anda ketahui, kita pun telah dicap sedemikian ini dan telah dituduh meninggalkan Organisasi Gereja sama seperti juga rasul-rasul telah dituduh meninggalkan paham Yudaisme lalu memeluk paham Kristen. Sesungguhnya rasulrasul itu tidak meninggalkan sesuatu paham pun, sebab mereka bukan saja membawa serta kebenaran yang dimiliki oleh paham Yudaisme, melainkan mereka maju lebih jauh lagi dengan Kebenaran segar yang juga daripada Allah, sebaliknya paham Yudaisme telah jatuh ketinggalan. Lagi pula rasul-rasul itu sesungguhnya ingin tetap tinggal dalam kaabah kalau saja orang-orang Yahudi tidak mengusir mereka keluar. Karena inilah rasul-rasul itu telah dipanggil dengan sebutan “cabangcabang yang terlepas”, ataupun yang sejenisnya.
Kita pun demikian, kita tidak menarik 7 diri meninggalkan Organisasi Gereja, tetapi kita telah dibuang keluar dari masingmasing gereja kita yang bersangkutan, dan dipaksa untuk berjalan dengan memakai suatu nama yang lain, yaitu Davidian Masehi Advent Hari Ketujuh, -dan semua ini tak lain dari hanya karena memeluk Kebenaran tambahan kelahiran
3 surga yang memberikan kuasa dan tenaga bagi pekabaran Advent (Early Writings, p. 277), dan yang membuat kita menjadi orang-orang Masehi Advent Hari Ketujuh yang lebih baik daripada keadaan kita sebelumnya atau daripada sebaliknya.
Sekarang, jika kita adalah merupakan “cabang-cabang yang terlepas” karena berjalan dalam terang yang dikirim oleh surga dari waktu ke waktu untuk memimpin umat Allah dalam jalan Kebenaran dan Keadilan, maka saya ingin tahu apa yang disangka oleh Saudara-Saudara kita itu mengenai dirinya sendiri, karena oleh contoh yang sama yang masuk akal Organisasi Gereja Induk, yaitu Masehi Advent 8 Hari Ketujuh sendiri pun merupakan sebuah cabang yang terlepas dari organisasi gereja yang lain. Lagi pula, ini pun sama saja dengan semua organisasi gereja Protestan yang ada karena mereka adalah cabang-cabang yang terlepas dari Gereja Katholik; dan gereja Rasul-rasulpun adalah cabang dari Gereja Yahudi. Maka siapakah yang di luar daripada orang-orang Yahudi itu yang bukan merupakan cabang yang terlepas? Sesungguhnya, jika kita melihat kembali ke belakang sampai ke zaman Abraham, maka kita akan menemukan bahwa bahkan orang-orang Yahudi itu pun adalah merupakan cabang dari sesuatu yang sudah ada sebelum zaman mereka. Jika oleh karena itu cabang-cabang yang terlepas harus dibuang, dibenci, dan dianggap jijik, maka bagaimanakah masih ada orang-orang Kristen sekarang? Maka jika hal ini adalah merupakan pencelek mata bagi orang-orang yang menyangka dirinya lain daripada sesuatu cabang yang terlepas, maka hendaklah mereka sekarang juga sebelum terlambat berusaha 9 masuk sebagai anggota dari Sinagog, atau sebaliknya supaya mulai mereka berlaku sebagai umat Allah.
Tidakkah Saudara melihat, Saudara- Saudariku, bahwa kalau bukan karena mereka yang telah merupakan cabang-cabang yang terlepas itu yang telah menjadi tulang punggung untuk mempertahankan Kebenaran sekarang, untuk mempertahankan “makanan pada waktunya” (Matius 24 : 45), maka tak seorang pun dari kita akan pernah berkesempatan untuk menjadi orang Kristen -- orang-orang Protestan, orang-orang Adventist, atau pun orang-orang Davidian. Kita semua sudah akan menjadi anggota-anggota dari Gereja Sinagog yang ditinggalkan Allah itu, kalau saja memang demikian halnya. Sesungguhnya, kita sudah tidak akan lagi memiliki agama Alkitab apapun juga, ka-
4 rena orang-orang Yahudi itu sendiri telah menyimpang dari apa yang telah dianutnya walaupun sedikit semenjak dari 2000 tahun yang lalu. Jadi, tidakkah kita 10 merasa berterima kasih kepada kesetiaan dari orang-orang yang merupakan cabang-cabang yang terlepas itu yang telah mendahului kita dan kepada Kristus sendiri sebagai pelopornya? Untuk inilah saya merasa bangga disebut cabang yang terlepas bersama-sama dengan Tuhan saya. Oleh karena itu saya senang menjadi cabang yang terlepas, tetapi saya tidak suka menjadi pucuk yang mati.
Sungguhpun demikian, Saudara-saudara kita yang bermusuhan secara keliru telah memanggil kita “cabang-cabang yang terlepas.” Adalah lebih tepat jika kita dipangil “tunas”, karena itulah yang dilakukan oleh Kebenaran tambahan bagi Sidang dan bagi setiap orang yang menerimanya. Pohon yang tidak mengeluarkan tunas dalam musim tunasnya, ia itu sedang akan mati atau memang sudah mati. Jadi jelaslah, bahwa tanpa kita sebagai “cabang-cabang yang terlepas”, saudarasaudara itu tidak akan berkesempatan untuk lolos dari malapetakanya Laodikea, 11 dan tidak akan memperoleh kesempatan untuk mencapai Kerajaan yang mulia itu. Sambil terus tidur mereka akan selamanya memimpikan keadaan kaya dan bertambah-tambah dalam kekayaan, walaupun pada kenyataannya Tuhan sendiri telah menunjukkan, bahwa mereka adalah “merana, dan sengsara, dan miskin, dan buta, dan bertelanjang” (Wahyu 3 : 17), dan mereka tidak menyadarinya. Mereka seharusnya berterima kasih kepada kita yang telah menahan semua anak panah api bagi mereka itu demi karena Kebenaran!
Di dalam Matius pasal dua puluh kita menemukan lima tunas yang sedemikian ini. Maukah anda mengetahui siapakah mereka yang disebut tunas-tunas ini? Untuk memudahkan penyelidikan terhadap mereka itu, maka saya telah menyediakan sebuah bagan, dan sekaranglah kesempatan bagimu untuk memandangnya dengan seksama dan dengan setia mempelajarinya.
12
Bagan ini adalah sebuah hasil dari perumpamaan yang terdapat dalam buku 13 Matius pasal dua puluh, dimana di sana Tuhan menujukkan, bahwa Penunggu rumah, yaitu Allah, dalam jangka waktu yang panjang telah mengupah pekerja-pekerja pada lima kesempatan yang berbeda.
6
Marilah kita membaca sekarang perumpamaan itu sebagai berikut :
“Karena kerajaan Surga itu adalah se-umpama seorang tuan rumah yang keluar pada pagi-pagi hari hendak mengupah orang untuk bekerja di kebun anggur-nya. Setelah ia bersetuju dengan orang-orang upahan itu untuk sedinar sehari, maka disuruhnya mereka itu masuk ke kebunnya itu. Maka keluarlah ia kira-kira pada pukul tiga, maka dilihatnya pula orang lain berdiri menganggur di pasar dengan sia-sia, lalu katanya kepa-da mereka itu : Pergilah kamu juga ke kebun anggur itu, maka apapun yang pantas akan Ku berikan kepadamu. Maka pergilah mereka itu. Kemudian pergi lagi tuan itu keluar kira-kira pada pukul enam 14 dan pada pukul sembilan, lalu diperbuat-nya demikian pula. Dan kira-kira pada pukul sebelas pergilah ia keluar lalu didapatinya orang-orang lain berdiri me-nganggur, maka katanya kepada mereka itu: Mengapa kamu berdiri di sini sepan-jang hari dengan menganggur? Maka kata mereka itu kepadanya : oleh sebab tak se-orangpun yang mengupah kami. Maka katanya kepada mereka itu : Pergilah juga kamu ke dalam kebun anggur itu, maka apa saja yang pantas, ia itu akan kamu peroleh.”
Tentu saja, bahwa pekerja-pekerja yang pertama itu tak lain adalah orang-orang Yahudi di zaman Musa. Kini oleh karena yang berikutnya itu, yaitu orang-orang yang diupah pada pukul sembilan pagi adalah orang-orang Kristen, maka jelaslah bahwa hari itu (yaitu dua belas jam simbolis dari perumpamaan dimana pengupahan ini betul-betul telah dilaksanakan) adalah melambangkan suatu jangka waktu. Itulah jangka waktu dimana Firman Allah 15 yang tertulis, yaitu Alkitab, telah muncul dan bersinar-sinar secara langsung kepada manusia -- periode sejarah semenjak dari zaman Musa.
Oleh karena pekerja-pekerja upahan yang pertama itu, orang-orang Yahudi itu, adalah orang-orang yang diupah “pagipagi sekali” pada hari itu, hari dimana Musa mulai menulis Alkitab (terang dari Allah) lalu membuatnya bercahaya ke atas dunia, memulai hari itu, maka oleh karena itu kata-kata “pagi-pagi sekali” mengandung arti bahwa masa periode sebelum munculnya Alkitab, ialah malam
7 secara simbolis, yaitu pada waktu belum ada satupun Alkitab dibumi ini. Belum ada terang rohani yang langsung, melainkan hanya secara tidak langsung -- yaitu cahaya bulan. Maka pada akhirnya, periode sebelum Musa dan periode sesudah Musa (yaitu periode tanpa Alkitab dan periode bersama Alkitab) melengkapi siklus dua puluh empat jam simbolis itu dimana Tuhan telah melandasi perumpamaan-Nya, 16 dan oleh mana gambar bagan di atas adalah merupakan hasilnya.
Kita telah melihat sekarang bahwa tidak adanya terang Alkitab pada sebelum zaman Musa telah membuat zaman itu dilambangkan dengan malam, maka dengan adanya terang Alkitab mulai semenjak zaman Musa, telah membuat zaman itu disebut siang hari.
Kelompok pekerja yang pertama adalah orang-orang Yahudi, dan kelompok yang kedua adalah orang-orang Kristen, maka tiga panggilan berikutnya itu tentunya menunjuk kepada tiga kelompok lainnya yang berada di dalam sejarah Kristen yang ditugaskan untuk pergi masuk ke dalam kebun anggur. Di sana mereka akan mengkhotbahkan sesuatu yang asli sama seperti keasliannya upacara-upacara bayangan yang dahulu dikhotbahkan oleh Musa; dan juga yang sama aslinya dengan keaslian dari penyaliban, kebangkitan, dan kenaikan Kristus yang dikhotbahkan oleh para rasul, karena pekabaran dari yang 17 satu harus sebanding dengan pekabaran dari yang lainnya; artinya, jika dua pekabaran yang pertama itu adalah asli, maka tiga pekabaran yang terakhir itupun harus juga asli. Satu-satunya pekabaran asli yang sedemikian ini yang diberitakan sesudah khotbah-khotbah dari para rasul adalah nubuatan 2300 hari dari Daniel 8 : 14. Nubuatan ini pertama sekali dikhotbahkan oleh orang-orang Adventist Hari Pertama tak lama sesudah tahun 1820 Tarikh Masehi (The Great Controversy, p. 331), dan merupakan pekabaran yang ketiga dalam garis perumpamaan panggilan-panggilan orang-orang upahan, menunjukkan bahwa dalam aliran waktu perumpamaan itu jarum jam memukul angka enam dalam tahun 1820 Tarikh Masehi.
8
Panggilan orang-orang upahan selanjutnya untuk memberitakan sesuatu yang baru maupun asli telah datang dalam tahun 1844. Itu adalah mengenai pembersihan Tempat Kesucian sesudah 2300 hari nubuatan berlalu, dan yang telah dikhot- 18 bahkan dalam kaitannya dengan Sabat hari yang ketujuh. Kelompok orang-orang upahan itu menamakan diri mereka orangorang Masehi Advent Hari Ketujuh. Mereka memberitakan: “Takutlah akan Allah, dan hormatilah Dia; karena jam pehuku-man-Nya sudah tiba; maka sembahlah Dia yang telah menjadikan langit, dan bumi, dan laut, dan semua pancaran air.”
Oleh sebab itu jarum jam memukul angka sembilan nubuatan itu bersamaan waktunya dengan bangkitnya orangorang Masehi Advent Hari Ketujuh itu. Tetapi dari kenyataan bahwa masih ada satu panggilan orang-orang upahan lagi, yang dari jam kesebelas, yang terakhir, menunjukkan bahwa sesudah pekabaran tahun 1844 itu masih akan ada lagi satu pekabaran asli yang sedemikian ini dan juga suatu kelompok orang-orang upahan untuk memberitakannya. Lagi pula, pekabaran ini, yaitu pekabaran jam kesebelas, akan kelak merupakan suatu pergerakan 19 anggota-anggota biasa, karena orang-orang upahan itu ditemukan dalam keadaan menganggur dan sedang mencari-cari pekerjaan di pasar.
“Pasar”, dimana Tuan Rumah dikatakan telah pergi mencari orang-orang upahan, tentunya adalah sidang, karena Tuhan memilih hamba-hamba-Nya hanya dari antara umat-Nya yang berpengetahuan.
Haruskah kita diingatkan berulang kali, bahwa dalam memperkenalkan setiap pekabaran Tuan Rumah itu terpaksa mengupah pekerja-pekerja baru dari antara para anggota biasa? Dan tidakkah para pendeta selalu berdiri menyendiri dari jauh, sambil berbuat apa saja yang mungkin untuk menghalangi orang lain datang berhubungan dengan pekabaranpekabaran itu? Betapa pentingnya kita memahami akan hal ini! Betapa besarnya tanggung jawab yang terletak pada saudara-saudara itu yang kini sedang menggembalakan kawanan domba!
20Pertanyaan yang berbunyi, “Mengapakah kamu berdiri sepanjang hari menganggur? Adalah dengan pasti menegaskan, bahwa orang-orang yang diupah itu adalah bukan dari antara mereka yang sedang bekerja, bukan dari antara para pendeta. Dan jawaban yang berbunyi, “Sebab tak seorangpun yang mau mengupah kami”, menekankan, bahwa orang-orang pekerja jam kesebelas itu adalah dari anggotaanggota gereja biasa yang setia, dari antara mereka yang sedang menunggu dengan bersungguh-sungguh hati hendak bekerja bagi Tuhan, tetapi mereka belum memperoleh kesempatan sebelumnya.
Dari pekabaran yang terakhir ini Ilham mengamarkan kepada Organisasi Gereja dengan cara meninggalkan beberapa baris tulisan yang akan saya bacakan sebagai berikut :
Nyonya E. G. White mengatakan, “Saya melihat malaikat-malaikat bergegas-ge- gas pergi datang di dalam surga, turun ke bumi, dan kembali lagi ke surga, bersiap- 21 siap bagi kegenapan sesuatu peristiwa penting. Kemudian saya melihat seorang malaikat perkasa lainnya bertugas turun ke bumi, untuk menggabungkan suaranya dengan malaikat yang ketiga, dan mem- berikan kuasa dan kekuatan bagi pekaba- rannya..... Pekabaran ini tampaknya me- rupakan suatu tambahan bagi pekabaran yang ketiga itu, menggabungkan diri de- ngannya seperti halnya seruan tengah malam yang menggabungkan diri dengan pekabaran malaikat yang kedua dalam tahun 1844.” -- Early Writings, p. 277. Maka pekabaran apakah itu kalau bukan suatu persiapan yang mendesak bagi pehukuman terhadap orang-orang hidup?
Sekali lagi saya membaca :
Biarlah Surga Memimpin
“Nubuatan harus digenapi. Tuhan mengatakan : “Tengoklah, Aku akan me- ngutus kepadamu Eliyah nabi itu dahulu daripada datang hari Tuhan yang besar 22 dan mengerikan itu.” Seseorang akan datang dalam roh dan kuasa Eliyah, maka apabila ia muncul, orang akan mengata- kan: 'Kamu terlalu bersungguh-sungguh, kamu tidak menginterpretasikan Alkitab itu dalam cara yang sepatutnya. Marilah ku beritahukan kepadamu bagaimana ca- ranya mengajarkan pekabaranmu itu.'” -- Testimonies to Ministers, p. 475.
(Jika anda ingin mempelajari perumpamaan ini secara terperinci, maka anda dapat membacanya pada Buku Tongkat
Sekarang anda melihat bahwa yang disebut “cabang-cabang yang terlepas atau pasilan” itu oleh Kristus sendiri disebut hamba-hamba Allah. Oleh karena itu kita dapat dengan setia dan jujur bertanya, Dapatkah sidang dan dunia maju bersamasama tanpa “pasilan-pasilan” yang tidak terkenal itu? Jawabannya adalah sederhana : Kalau saja mereka dapat maju bersamasama tanpa adanya orang-orang upahan dari pagi-pagi hari itu, dan tanpa adanya 23 orang-orang upahan dari jam tiga, jam enam, dan jam sembilan, maka sidang dan dunia dapat juga maju tanpa orang-orang upahan dari jam kesebelas itu (mereka yang disebut pasilan-pasilan itu). Tetapi dalam kondisi menyedihkan yang sedemikian itu, maka seperti apakah kelak dunia ini nanti?
Lagi pula, oleh karena pemberitahuan tentang pemisahan orang-orang suci dari orang-orang berdosa itu datangnya dari orang-orang upahan jam kesebelas, dan karena merekalah yang akan menyerukan dengan suara besar sambil mengatakan, “Bangunlah, bangunlah; kenakanlah kuatmu, hai Sion; kenakanlah pakaian-pakaian perhiasanmu, hai Yerusalem, kota suci, karena kemudian dari seka-rang tidak akan lagi masuk ke dalammu seorang kulup pun ataupun mereka yang najis” (Yesaya 52 : 1); dan juga mengatakan, “Tengoklah di atas gunung-gunung kaki orang yang membawakan kabar-kabar baik, yang memberitakan damai! Hai Yehuda, laksanakanlah pesta-pesta 11 24 perayaanmu yang besar, sampaikanlah segala nazarmu; karena orang jahat tidak akan lagi berjalan lalu daripadamu; ia akan ditumpas habis” (Nahum 1 : 15); maka akibatnya bahwa tanpa pekabaran jam kesebelas berikut orang-orang upahannya, Sidang, Sion, akan tetap dibiarkan tidur untuk selama-lamanya, ia tidak akan pernah melihat kaki orang yang membawakan kabar-kabar baik ini, dan dia yang memberitakan damai, dan ia tidak akan pernah mengenakan pakaian-pakaian perhiasannya, tidak pernah menjadi pantas bagi Kerajaan itu.
Saya mengatakan bahwa jika dibiarkan dalam keadaan menderita dan tidak suci yang sedemikian ini, maka orang-orang pilihan itu akan selamanya tetap kotor dan tidak suci -- yaitu sesat. Dan karena orang-orang upahan jam kesebelas itu, orang-orang Davidian, adalah orangorang kepada siapa pekabaran tentang pembersihan ini, “Pehukuman Orangorang Hidup”, telah dipercayakan, maka 25 orang-orang yang akan disingkirkan oleh pekabaran ini ialah musuh-musuh kita, yaitu mereka yang sedang berusaha dengan sekuat tenaga untuk tetap mempertahankan semua anggota dalam kebodohan terhadap Kebenaran dan daripada berhubungan dengan Kebenaran itu. Mereka adalah orang-orang yang sedang berusaha untuk sedapat mungkin menyesatkan bahkan jika mungkin “orangorang pilihan itu.” Bersyukurlah kepada Allah karena hal ini tidak akan terjadi.
Oleh sebab itu, kita harus sekarang juga memberitakan kabar-kabar baik tentang perdamaian ini dengan semangat yang lebih besar lagi daripada sebelumnya. Karena Tuhan memerintahkan sebagai berikut :
“Katakanlah kepada isi rumah Israel," sidang, “Demikianlah firman Tuhan Hua;... Aku hendak menguduskan nama-Ku yang besar, yang sudah dicemarkan di antara bangsa-bangsa Kafir, yang sudah kamu cemarkan di tengah-tengah mereka 26 itu; maka bangsa-bangsa Kafir itu akan mengetahui, bahwa Akulah Tuhan, de-mikianlah firman Tuhan Hua, apabila Aku akan dikuduskan di dalam kamu di depan mata mereka itu. Karena Aku akan mengambil kamu keluar dari antara bangsa Kafir itu, dan menghimpunkan kamu keluar dari semua negeri, dan Aku akan membawa kamu ke dalam negerimu 12 sendiri. Kemudian Aku akan memercik-kan air bersih ke atas kamu, dan kamu akan menjadi bersih dari semua keko-toranmu, dan dari semua berhalamu Aku akan menyucikan kamu. Suatu hati yang baru juga akan Ku karuniakan ke-padamu, dan suatu roh yang baru akan Ku taruh di dalam kamu; maka Aku akan mengeluarkan hati batu dari dalam dagingmu, dan Aku akan mengarunia-kan kepadamu suatu hati daging. Dan Aku akan menaruh Roh-Ku di dalam kamu, lalu membuatmu berjalan dalam semua syariat-Ku, maka kamu akan me-meliharakan semua hukum-Ku, dan me-laksanakannya. Dan kamu akan tinggal 27 di negeri yang sudah Ku karuniakan kepada nenek moyangmu; dan kamu akan menjadi umat-Ku, dan Aku akan menjadi Allahmu.” Yehezkiel 36 : 22 – 28.
Adalah tidak mudah bagi kita dengan begitu saja melewati ayat-ayat Alkitab ini seperti yang kita dan Organisasi pernah lakukan sampai sekarang. Kita semua harus dengan teliti mencatat, bahwa Tuhan hendak menguduskan diri-Nya sendiri dengan cara mengambil orang-orang pilihan-Nya keluar dari antara bangsabangsa Kafir, dan keluar dari semua negeri, lalu menghantarkan mereka itu ke dalam tanah airnya sendiri, yaitu ke negeri nenek moyang mereka. “Kemudian”, setelah mereka kembali ke dalam tanah nenek moyangnya, demikianlah Injil mengatakan, Ia akan memercikkan air bersih ke atas mereka, lalu dengan sedemikian itu mereka akan menjadi suci dari semua kekotoran mereka dan dari semua berhala mereka. Kemudian di sana mereka akan dikaruniakan suatu hati yang baru, dan 28 suatu roh yang baru, dan mereka akan dibuat berjalan dalam syariat-syariat Allah dan memeliharakan hukum-hukum-Nya. Terhadap semua ini Tuhan menambahkan :
“Bukan karena kamu Aku melakukan ini, demikian firman Tuhan Hua, hendak-lah diketahui olehmu : hendaklah kamu malu dan kena bera muka karena segala kelakuanmu, hai isi rumah Israel. Demi-kianlah firman Tuhan Hua, pada hari Aku hendak menyucikan kamu kelak dari semua kejahatanmu Aku juga akan membuat kamu tinggal di dalam segala negeri, dan segala yang terbengkalai akan didirikan kembali. Dan tanah yang su-dah terasing itu akan diusahakan kem-bali, supaya tidak ia itu tetap terasing di 13 hadapan mata segala orang yang berjalan lalu.
“Maka mereka akan mengatakan, Ta-nah ini yang tadinya terasing telah men-jadi bagaikan taman Eden; dan segala kota yang dahulu sunyi dan rusak kini telah didiami dan dipagari. Kemudian 29 orang-orang Kafir yang masih tinggal di sekitar kamu itu akan mengetahui, bahwa Akulah Tuhan yang membangun kembali tempat-tempat yang rusak itu, dan menanami apa yang telah ditinggal-kan sunyi itu; Akulah Tuhan yang su-dah berbicara begitu, maka Aku akan melaksanakannya.
“Demikianlah firman Tuhan Hua; dalam hal ini juga Aku menginginkan supaya isi rumah Israel meminta dari-pada-Ku apa yang hendak Ku lakukan bagi mereka, bahwa Aku akan memper-lipatgandakan mereka itu kelak seperti kawanan domba banyaknya. Bagaikan kawanan domba yang suci, seperti ka-wanan domba Yerusalem dalam pesta-pesta perayaannya yang besar; demikian-lah kelak segala kota yang terbengkalai itu akan dipenuhi dengan kawanan-kawanan manusia; maka mereka akan mengetahui bahwa Akulah Tuhan.”
30Tidak seorang pun berani mengatakan bahwa semua janji ini telah jadi, dan tidak seorang pun berani mengatakan bahwa semua ini merupakan peristiwa-peristiwa sesudah masa seribu tahun milenium yang akan datang. Pikirkanlah hal itu dan pelajarilah semua itu kembali, Saudara- Saudariku! Janganlah meremehkannya, karena semua itulah kehidupanmu. Semua itu mempunyai arti keselamatan bagimu, nasibmu, hidup kekalmu. Tidak seorangpun pantas untuk hidup dan memerintah bersama dengan Kristus selama masa seribu tahun millenium itu, jika tidak ia mengambil bagian dalam pembersihan ini.
Akhirnya, barangsiapa yang membuang kita keluar, dan yang berbicara jahat melawan kita, yaitu orang-orang yang secara nekad berjuang untuk menghalangi pekabaran itu dari semua umat, saya yakin anda sekarang telah menyaksikannya dengan jelas, mereka adalah orang-orang yang dipakai oleh pemimpin pendurhaka itu untuk menyesatkan “bahkan jika 31 mungkin orang-orang pilihan sekalipun” (Matius 24 : 24). Mereka adalah orangorang yang memecat kita dari gereja-gereja yang kita pun telah membantu mendiri-
14 kannya; yaitu orang-orang yang sedang mengancam para anggota, melarang mereka membaca bahan-bahan bacaan, dan memerintahkan mereka untuk memasukkan bacaan-bacaan itu ke dalam api dengan maksud untuk tetap mempertahankan mereka bodoh dari pekabaran Allah mengenai jam pehukuman itu. Sungguhpun demikian, semua usaha mereka itu akan kelak sia-sia saja, sama seperti halnya para pemimpin Yahudi yang melawan Kristus pada kedatangan-Nya yang pertama dahulu.
Karena alasan yang jelas inilah sidang tidak mungkin dapat maju tanpa kita sebagai “pasilan-pasilan” atau sebaliknya “tunas-tunas”, lalu pun diselamatkan bagi hidup yang kekal. Marilah saya bacakan sekarang janji-janji Allah dan dorongan- Nya bagi kita semua sebagai berikut :
32“Dengarkanlah firman Tuhan, hai kamu yang gentar akan Firman-Nya; saudara-saudaramu yang membenci kamu, yang membuang kamu karena demi nama-Ku itu, mengatakan, bahwa supaya Tuhan dipermuliakan; namun Ia akan kelihatan bagi kesukaan kamu, dan mereka itu akan kelak malu.” (Yesaya 66 : 5).
Adakah Orang-Orang Davidian
Itu, Pekabaran Mereka, Dan
Keberhasilan Mereka, Terdapat
Dalam Nubuatan?
Sekarang terhadap pertanyaan ini saya mengatakan, bahwa semua ini harus ada kalau memang Allah bertanggung jawab bagi kemunculan mereka itu. Marilah kita bersama-sama membaca pada :
“Tetapi kelak angka bilangan bani Israel akan bagaikan pasir di pantai laut yang 33 tidak dapat diukur dan dihitung banyak-nya; maka akan jadi kelak, bahwa di tempat dimana telah dikatakan kepada mereka itu, Kamu bukanlah umat-Ku, di sana akan kelak dikatakan kepada mereka, Kamu adalah putera-putera Allah yang hidup. Kemudian kelak bani Yehuda dan bani Israel akan berkumpul bersama-sama, lalu memilih bagi dirinya
15 seorang pemimpin, maka mereka akan datang keluar dari tanah itu; karena besarlah kelak hari Yizriel itu.”
Di sini anda saksikan, bahwa orangorang Yahudi ditolak menjadi umat Allah, dan anda cukup mengetahui bahwa peristiwa itu sudah jadi pada waktu Tuhan mengatakan kepada mereka : “Tengoklah, rumahmu telah dibiarkan bagimu dengan sunyi.” Matius 23 : 38.
Namun bagaimanapun nubuatan itu masih berlanjut dan menggambarkan masa pengumpulan yang akan datang, yaitu masa dimana umat Allah yang bertobat akan memilih bagi dirinya sendiri seorang 34 kepala, yaitu seorang raja. Semua ini tentunya bukanlah orang-orang Yahudi yang tidak bertobat yang ada sekarang, melainkan mereka adalah keturunan-keturunan dari antara orang-orang yang telah berasimilasi dengan segala bangsa dan dengan sidang Kristen, dari mana mereka telah kehilangan ciri-ciri mereka pada waktu ini adalah “bagaikan pasir di pantai laut” banyaknya, tetapi mereka kini adalah bagaikan orang-orang Kafir (orangorang Kafir terhadap diri mereka sendiri dan terhadap pengetahuan penglihatan dunia yang pendek) yang telah menerima Kristus. (Saudara-saudara yang mungkin tidak mengikuti pelajaran-pelajaran saya yang lalu terhadap pokok masalah ini, dapat membacanya pada Buku Amaran Sekarang, Jilid I, No. 29 dan buku kecil Traktat No. 8, yang berjudul Gunung Sion Pada Jam Kesebelas.)
Siapakah dia pemimpin dari bumi itu, raja, yang oleh Alkitab dikatakan akan “dipilih” oleh umat pada masa pengumpulan 35 yang akan datang? -- Marilah kita baca di bawah ini,
“Karena bani Israel akan tinggal banyak hari tanpa raja, tanpa penghulu, dan tan-pa korban, dan tanpa patung, dan tanpa efod, dan tanpa teraphim : kemudian dari-pada itu kelak bani Israel akan kembali, lalu mencari Tuhan Allah mereka, dan Daud raja mereka; maka mereka akan
16 takut kepada Tuhan dan akan kebaikan-Nya di akhir zaman.”
Dalam bagian ini dari nubuatan itu, sebagai anda saksikan, kepada kita di beritahu bahwa sesudah mereka merantau di antara bangsa-bangsa Kafir untuk “banyak hari” tanpa raja, dan tanpa sesuatu ciri pengenal apapun (sama sekali tidak lagi dikenal sebagai suatu bangsa dan sebagai suatu umat), mereka pada akhirnya akan memiliki Daud contoh saingan yang akan memerintah atas mereka itu. Ini bukanlah Daud yang kuno itu karena ia telah mati pada waktu nubuatan ini dibuat. Juga 36 Daud yang dijanjikan ini bukanlah pribadi Kristus sendiri, karena Kristus adalah anak dari Daud (Matius 22 : 42), Daud sendiri pun tidak; maka lagi pula jika Ia harus duduk di atas tahta Daud (Lukas 1 : 32), maka Daud harus mempunyai sebuah tahta bagi-Nya untuk Ia duduk di atasnya.
Selanjutnya anda dapat mencatat, bahwa Hosea 1 : 11 menjanjikan bahwa hari Yizriel akan kelak besar adanya. Dan siapakah Yizriel itu? -- Di dalam pasal ini anda menemukan, bahwa ia adalah putra sulung dari Hosea dalam kiasan itu. Dalam bagian kiasan itu yang berlaku bagi periode sejarah Yehuda, dan yang terdapat di dalam Hosea pasal yang pertama, nama-nama dari kedua anak yang lebih muda telah disisipi dengan kata “Lo.” Tetapi dalam bagian kiasan yang berlaku bagi periode sejarah Kristen, terhadap masa pengumpulan itu, seperti yang terlihat di dalam pasal 2, kata-kata “Lo” itu telah dibuang, sama seperti halnya gelar “orangorang Yahudi” kita temukan telah dibuang 37 oleh sidang Wasiat Baru dan gelar “orangorang Kristen” telah dipakai sebagai gantinya. (Anda dapat menemukan suatu pelajaran yang terperinci mengenai pasalpasal ini di dalam Buku Kecil Traktat No. 4, yang berjudul Berita-Berita Terakhir Bagi “Ibu”). Buku Hosea pasal yang kedua dimulai dengan perintah yang berbunyi :
17 “Katakanlah olehmu kepada saudara-saudaramu laki-laki, Ammi; dan kepada saudara-saudaramu perempuan, Ruha-mah. Mohonlah dengan sangat pada ibu-mu, mohonlah : karena ia bukanlah istri-Ku, Aku juga bukanlah suaminya : sebab itu hendaklah ia menanggalkan segala persundalannya dari pemandangannya, dan segala perzinahannya dari antara ke-dua buah dadanya; supaya jangan Aku menelanjanginya, dan menaruh akan dia sama seperti pada hari ia lahir, dan mem-buatnya seperti sebuah padang belan-tara, dan menaruhnya seperti suatu tanah yang kering, lalu membunuhnya dengan 38 kehausan. Dan Aku tidak akan menaruh kasihan terhadap anak-anaknya; karena mereka itu adalah anak-anak dari persun-dalan. Karena ibu mereka telah berbuat zinah : ia yang melahirkan mereka itu telah berbuat malu : karena katanya, aku hendak pergi mengikuti kekasih-kekasihku yang memberi kepadaku ro-tiku dan airku, bulu dombaku dan kain khasahku, minyakku dan minumanku.”
Jelaslah, bahwa Allah sedang memerintahkan kepada Yizriel, putra sulung dari ketiga anak-anak itu untuk berbicara kepada saudara-saudara laki-lakinya Ammi, dan kepada saudara-saudara perempuannya Ruhamma, yang di dalam kiasan ini adalah melambangkan para anggota sidang, baik laki-laki maupun perempuan. Ibu kepada siapa mereka diperintahkan untuk mereformasikan, tentunya, melambangkan pihak kependetaan, yaitu mereka yang telah melahirkan (membaptiskan) orang-orang bertobat ke dalam keluarga besar sidang. Oleh karena itu, Yizriel ke- 39 pada siapa Allah berbicara itu, adalah melambangkan seseorang nabi. Di sini anda melihat dengan jelas, bahwa “pembangunan dan reformasi” itu bukan datang melalui pihak pendeta (ibu) melainkan melalui pihak para anggota, yaitu anakanak, dan bahwa pihak pendeta (ibu) adalah justru memerlukan lebih besar reformasi daripada para anggota, karena ibu mereka itu sedang dituduh tidak setia dan oleh anak-anaknya sedang dinasehatkan supaya bertobat. Ini betul-betul merupakan suatu pergerakan anggota yang dikendalikan oleh Roh Nubuat, yaitu oleh usaha dan pekabaran Yizriel yang diilhami surga.
Kenyataan bahwa hari Yizriel itu akan kelak besar adanya, bersama-sama dengan kenyataan bahwa ia adalah melambang-
18 kan seorang nabi, membuktikan bahwa bukan saja pekabaran Davidian itu sendiri terdapat di dalam nubuatan, tetapi demikian juga keberhasilannya dan perlunya reformasi tercatat juga di dalam nubuatan. Di sini anda melihat, bahwa usaha jahat 40 dari Musuh untuk membungkamkan pekabaran itu dan untuk menggagalkan pekerjaan Yizriel akan kelak sia-sia saja, sebab “besarlah kelak hari Yizriel itu”, demikianlah firman Tuhan Yang Maha Kuasa, sementara Ia menghantarkan semua umat-Nya keluar dari negeri itu (Hosea 1 : 11).
Pekabaran kepada orang-orang Laodikea pun adalah ditujukan kepada pihak pendeta, karena Tuhan mengatakan :
“Dan kepada malaikat sidangnya orang-orang Laodikea tuliskanlah.... Aku tahu segala perbuatanmu, bahwa engkau ada-lah dingin tidak panas pun tidak; Aku ingin engkau dingin atau panas. Maka sebab itu karena engkau adalah suam, dan dingin tidak panas pun tidak, maka Aku akan meludahkan kamu keluar dari mulut-Ku.”
Di sini pun, malaikat itu (pihak kependetaan), yang bertugas mengawasi sidang 41 kembali ditegur dan dengan jelas diminta untuk bereformasi.
Yehezkiel juga menyaksikan “wahyu yang mengejutkan” ini, karena ia menyatakan, bahwa pembersihan itu dimulai terhadap “orang-orang bangsawan yang terdapat di depan rumah itu” (Yehezkiel 9 : 6). Marilah kita lihat kepada nubuatan Yehezkiel itu di bawah ini :
“Ia berseru juga pada pendengaranku dengan suara besar, mengatakan, Biar-kanlah mereka yang berkuasa atas kota itu datang kemari, yaitu setiap orang yang senjatanya yang membinasakan di dalam tangannya. Maka tengoklah, enam orang datang dari jalan pintu gerbang yang lebih tinggi yang terletak arah ke utara, maka masing-masingnya ada sebuah senjata yang membinasakan di dalam tangannya; dan salah seorang dari antara mereka itu berpakaian kain linen, dengan sebuah pena penulis pada lambungnya : 42 maka masuklah mereka, dan berdirilah mereka itu di samping medzbah tem-baga. Maka kemuliaan dari Allah Israel naiklah dari atas kerubium, dimana Ia berada di atasnya, menuju ke ambang pintu rumah itu. Maka dipanggil-Nya-lah akan orang yang berpakaian kain linen, yang memiliki pena penyurat pada sisinya itu; maka firman Tuhan kepada-nya, ‘Berjalanlah kamu di tengah-tengah kota itu, yaitu di tengah-tangah Yeru-salem, dan bubuhlah sebuah tanda pada dahi orang-orang yang berkeluh kesah dan berseru karena segala kekejian yang dibuat di tengah-tengahnya.
Dan kepada yang lainnya firman-Nya pada pendengaranku : Pergilah kamu mengikuti dia melalui kota itu, dan bu-nuhlah : janganlah matamu menaruh sayang, dan janganlah kamu menaruh kasihan. Bunuhlah semuanya baik tua maupun muda, baik gadis, anak-anak kecil, maupun kaum wanita: tetapi ja-nganlah kamu datang dekat kepada se-43 tiap orang yang padanya terdapat tanda itu; maka mulailah kamu terhadap tempat kesucian-Ku. Maka mulailah mereka itu terhadap orang-orang bangsawan yang berada di depan rumah itu.
Maka firman-Nya kepada mereka itu, Najiskanlah rumah itu, dan penuhilah semua serambinya dengan bangkai orang yang mati dibunuh : pergilah kamu keluar. Maka keluarlah mereka itu dan membunuh di dalam kota. Maka jadilah kelak, bahwa sementara mereka itu mem-bunuh orang, dan aku ini dibiarkan hi-dup, maka sujudlah aku dengan muka-ku ke tanah, dan berserulah aku dengan mengatakan : Ya Tuhan Hua! Hendakkah Engkau membinasakan segala orang yang lagi tinggal daripada Israel oleh men-curahkan murka-Mu ke atas Yerusalem?
“Maka firman-Nya kepadaku, bahwa kejahatan isi rumah Israel dan Yehuda sangatlah besarnya, dan tanah itu adalah penuh dengan darah, dan kota itu penuh 44 dengan pendurhakaan: karena kata me-reka itu, bahwa Tuhan telah meninggal-kan bumi, dan Tuhan pun tiada me-lihatnya. Maka sebab itu pun, mata-Ku tiada boleh menaruh sayang, dan Aku pun tiada mau menaruh kasihan, melainkan Aku akan membalas segala jalan mereka itu ke atas kepalanya.”
Bukan di dalam dunia, melainkan di dalam Yehuda dan Israel, yaitu di dalam sidang, kejahatan adalah besar, maka di sa- 20 nalah pembantaian itu akan berlaku. Lagi pula, orang banyak yang sedang menimbulkan dan melakukan semua kekejian itu adalah tidak sadar, bahwa mereka sedang bertindak seolah-olah Tuhan telah meninggalkan bumi, seolah-olah Ia telah membiarkan bumi kepada mereka untuk diaturnya dan untuk mereka berbuat sekehendak hatinya terhadap umat-Nya.
Di sini anda melihat apa artinya mendengarkan Tongkat itu, dan apa artinya menutup kedua telingamu daripadanya.
45Pembersihan Sidang (pehukuman orang-orang hidup) melalui perantaraan Daniel di dalam pasal 7 ayat 10 disebut pehukuman, dan di dalam pasal 8 ayat 14 disebut pembersihan Tempat Kesucian Walaupun demikian, Kristus di dalam salah satu perumpamaan-Nya mempersamakan pembersihan itu dengan suatu penuaian dimana lalang-lalang (orang-orang berdosa) dibakar, dan gandum (orangorang benar) dimasukkan ke dalam lumbung (ke dalam Sidang yang sudah disucikan -- yaitu Kerajaan). Selanjutnya Ia mempersamakan pembersihan itu dengan sebuah pukat, dari mana setelah ditarik ke pantai, maka ikan-ikan yang jelek (orangorang berdosa) dibuang, dan ikan-ikan yang baik (orang-orang benar) dimasukkan ke dalam keranjang-keranjang.
Apabila orang-orang yang tidak memperoleh tanda itu, dan sedemikian pula tidak memperoleh meterai, disingkirkan, maka sidang akan muncul kelihatan “indah bagaikan bulan, cerah bagaikan matahari, 46 dan hebat bagaikan sebuah bala tentara dengan panji-panjinya” (Prophets and Kings, p. 725), maka “hanya orang-orang yang telah berhasil menahan pencobaan dalam kekuatan Dia Yang Maha Tinggi akan diijinkan mengambil bagian dalam memberitakannya (Pekabaran Malaikat yang Ketiga itu) apabila ia itu kelak ber- kembang menjadi seruan keras.” -- Review and Herald, November 19, 1908.
21
Marilah kita sekarang melihat apa yang terjadi sesudah orang banyak pencinta kekejian itu jatuh ke bawah senjata-senjata pembantai dari malaikat-malaikat itu; marilah kita melihat apa yang dibuat bagi mereka yang tertinggal. Untuk melihat ini kita kembali kepada nubuatan Yehezkiel sebagai berikut :
“Adapun engkau, hai anak Adam, ambil-lah olehmu sepotong kayu, dan tulislah di atasnya: Untuk Yehuda, dan bagi bani Israel dan kawan-kawannya. Kemudian ambillah sepotong kayu yang lain, dan 47 tulislah di atasnya : Untuk Yusuf, kayu Efraim, dan bagi seluruh isi rumah Israel dan kawan-kawannya.”
“Dan gabungkanlah keduanya satu dengan yang lain menjadi satu potong, maka keduanya akan menjadi satu di dalam tanganmu. Maka apabila anak-anak bangsamu akan berbicara kepada-mu, sambil mengatakan : Tidakkah eng-kau mau memberitahu kami apa artinya semua ini?
“Katakanlah kepada mereka, Demi-kianlah firman Tuhan Hua; Tengoklah, Aku hendak mengambil kayu Yusuf, yang terdapat di dalam tangan Efraim, dan segala suku bangsa Israel kawan-kawannya, maka Aku akan menggabung-kan semuanya itu dengan dia, yaitu de-ngan kayu Yehuda, dan membuat mereka menjadi sebatang kayu jua, sehingga mereka kelak menjadi satu di dalam tangan-Ku.
“Maka kayu-kayu yang sudah kau 48 tulisi itu hendaklah berada di dalam tanganmu di depan mata mereka.
“Dan katakanlah kepada mereka itu, Demikianlah firman Tuhan Hua; Te-ngoklah, Aku hendak mengambil bani Israel dari antara segala bangsa kafir, ke mana mereka itu telah pergi, dan Aku akan mengumpulkan mereka pada segala sisi, lalu membawa masuk mereka ke dalam negerinya sendiri.
“Maka Aku akan menjadikan mereka itu satu bangsa di dalam negeri di atas pegunungan Israel, dan seorang raja akan 22 menjadi raja bagi mereka semuanya; maka mereka kelak tidak lagi dua bangsa, mereka juga tidak akan lagi terbagi menjadi dua kerajaan.
“Tiada lagi mereka akan mencemar-kan dirinya dengan berhala-berhala, atau pun dengan segala barangnya yang keji, atau dengan salah satu pelanggarannya, tetapi Aku Akan menyelamatkan mere-ka keluar dari tempat kediaman mereka 49 dengan mana mereka telah berdosa, dan Aku akan membersihkan mereka itu; de-mikianlah kelak mereka akan menjadi umat-Ku, dan Aku akan menjadi Allah-nya.
“Dan Daud hamba-Ku itu akan men-jadi raja atas mereka; maka semua mere-ka akan memiliki seorang gembala; mereka juga akan berjalan menurut hukum-hukum-Ku, dan mematuhi semua syariat-Ku, dan melaksanakannya.
“Dan mereka akan menetap di da-lam negeri yang sudah Ku karuniakan kepada Yakub hamba-Ku itu, dimana semua nenek moyangmu telah tinggal; maka mereka akan tinggal di dalamnya, yaitu mereka, anak-anaknya, dan cucu-cucunya, untuk selama-lamanya; dan hamba-Ku Daud akan menjadi penghulu mereka untuk selamanya.
“Lagi pula Aku membuat suatu per-janjian selamat dengan mereka; ia itu su-atu perjanjian yang kekal dengan mereka 50 itu; maka Aku akan menempatkan mere-ka itu, dan memperlipatgandakan mere-ka itu, dan akan Ku tempatkan tempat kesucian-Ku di tengah-tengah mereka itu untuk selama-lamanya.
“Kemah perbaktian-Ku pun akan berada dengan mereka, sesungguhnya Aku akan menjadi Allah mereka, dan mereka akan menjadi umat-Ku.
“Maka bangsa Kafir akan mengeta-hui, bahwa Akulah Tuhan yang me-nguduskan Israel, apabila tempat kesu-cian-Ku kelak berada di tengah-tengah mereka itu untuk selama-lamanya.”
23
Di sini anda saksikan, bahwa bukan saja Allah hendak membersihkan sidang- Nya (Yehuda dan Israel) dengan cara membuang semua orang yang mencemarkan rumah sembahyang-Nya, tetapi bahwa kemudian daripada itu Ia akan menghimpunkan ke dalam sidang-Nya yang sudah suci itu semua orang yang tercerai-berai yang berasal dari kedua Kerajaan Israel 51 (sepuluh suku) dan Kerajaan Yehuda (dua suku) -- yakni semua yang kini tersebar di antara segala bangsa, bukan di dalam sidangnya orang-orang Laodikea. Ia akan menjadikan mereka satu bangsa saja, mendahului masa seribu tahun millenium itu, dan mereka akan diperintahkan oleh Daud contoh saingan, yaitu raja mereka. Mereka tidak akan lagi diganggu oleh bangsa-bangsa Kafir; tidak lagi mereka akan berada di antara orang-orang berdosa, mereka tidak lagi akan diberi makan oleh para gembala yang besar jumlahnya, tetapi hanya oleh seorang -yaitu oleh gembala yang ditunjuk Allah, sungguh besarlah kelak hari Yizriel itu. Usaha-Nya dan semua usaha pembantupembantu-Nya, yaitu para anggota biasa sidang, akan kelak berhasil, walaupun ibu (pihak pendeta) menghalanginya atau menerimanya.
Jelaslah, sebagai anda saksikan, bahwa orang-orang Davidian itu, pekabaran mereka, maupun keberhasilannya, memang 52 terdapat di dalam nubuatan.
Adakah Buku-Buku Tongkat
Gembala Juga Terdapat Di Dalam
Nubuatan?
Terhadap pertanyaan ini nabi Mikha menjawabnya sebagai berikut :
“Suara Tuhan berseru-seru kepada ne-geri itu, dan orang bijaksana akan me-nyaksikan nama-Mu : Dengarlah olehmu akan Tongkat itu, dan Dia yang telah menentukan-Nya.”
Anda kini telah mendengar bagaimana Allah sendiri menganjurkan anda mendengarkan Tongkat itu -- ya, itulah Buku- Buku Tongkat Gembala, sebab semenjak dari zaman Mikha sampai sekarang hanya buku-buku Tongkat Gembala inilah satusatunya yang pernah berbicara, satu-satunya tongkat yang dapat dibaca dan dapat 53 didengar. Orang-orang bijaksana akan melihat namanya, dan akan mendengar suaranya dan juga Dia yang telah menentukannya. Mereka akan mengisi botol-botol minyaknya dengan “minyak” tambahan (Matius 25 : 4), demikianlah firman Tuhan.
Demikianlah terlihat, bahwa bukan saja buku-buku Tongkat itu terdapat di dalam nubuatan, melainkan juga bahwa anda dianjurkan untuk mendengarkannya. Jika anda melalaikan kesempatan ini, maka dengan sendirinya anda akan didapati bersama-sama dengan orangorang berdosa membina berbagai kekejian di dalam sidang. Tetapi jika anda sekarang menaruh perhatian kepada Suara Allah melalui Tongkat ini, maka anda akan memperoleh meterai persetujuan Allah.
Apakah Yang Akan Diperbuat
Oleh Orang-Orang Benar Sesudah
Pemisahan Itu?
54
Untuk jelasnya terhadap pokok masalah ini, maka kita kembali kepada nabi Yesaya sebagai berikut :
“Karena, Tengoklah, Tuhan akan datang dengan api, dan dengan segala kereta-Nya bagaikan suatu angin puyuh, untuk me-lampiaskan murka-Nya dengan kepana-san, dan hardik-Nya dengan nyala-nyala api. Karena dengan api dan dengan pe-dang-Nya Ia akan menghukum segala manusia, maka besarlah kelak bilangan segala orang yang dibunuh Tuhan....
“Maka Aku akan menaruh suatu tanda di antara mereka itu, dan Aku akan mengutus orang-orang yang luput dari antara mereka itu kepada segala bangsa, yaitu ke Tarsis, ke Pul, dan ke Lud, orang-orang pemanah ke Tubal, dan ke Yawan, kepada pulau-pulau yang jauh-jauh yang belum pernah mendengar kebesaran nama-Ku, dan yang belum melihat kemu-liaan-Ku; maka mereka akan memas-55 yurkan kemuliaan-Ku di antara segala bangsa Kafir.
“Maka mereka akan menghantarkan semua saudaramu bagi suatu persemba-han bagi Tuhan keluar dari segala bangsa dengan menunggang kuda, dan dengan kereta-kereta, dan dengan usungan di
25 atas bagal dan binatang yang cepat, ke gu-nung kesucian-Ku Yerusalem, demikian-lah firman Tuhan, sama seperti bani Isra-el menghantarkan suatu persembahan dalam bejana yang suci ke dalam rumah Tuhan.”
Sesudah pembantaian orang-orang berdosa yang mengatakan di dalam hati mereka bahwa Tuhan memperlambat kedatangan-Nya, dan yang makan minum bersama-sama dengan orang pemabuk (Matius 24 : 48, 49), maka kemudian Tuhan mengutus orang-orang yang lolos dari pembantaian Tuhan itu kepada suatu perjalanan penginjilan; Ia mengirim mereka, sebagai anda saksikan, kepada segala bangsa Kafir, yaitu kepada segala 56 bangsa yang belum pernah mengenal Allah dan pekabaran-Nya. Orang-orang yang lolos itu menghantarkan ke rumah Tuhan semua saudaranya, yaitu semua yang akan diselamatkan. Demikianlah pekerjaan Injil diselesaikan, dan sedemikian inilah umat Allah diselamatkan dan dipanggil keluar dari Babil contoh saingan (Wahyu 18 : 4) untuk masuk ke suatu tempat yang bersih di mana tidak lagi terdapat dosa dan tidak ada lagi bahaya dari segala celaka Babil yang akan jatuh ke atas mereka.
Saya yakin, bahwa anda sekarang menyaksikan dengan jelas mengapa orangorang Davidian Masehi Advent Hari Ketujuh itu bukanlah “pasilan-pasilan”, melainkan sebaliknya adalah “tunastunas”, dan apa tujuannya untuk mendengarkan Tongkat itu dan Dia yang telah menentukannya, demikian pula apa akibatnya jika anda berbalik melawan menentang Tongkat itu.
Anda sekarang dapat dengan bijaksana 57 memutuskan di dalam hati pada pihak mana anda hendak berdiri. Anda dapat saja berpihak kepada musuh-musuh Kebenaran dan reformasi, atau anda boleh berdiri membela Kebenaran Allah dan semua utusan-Nya, lalu dengan mereformasikan kehidupan anda, maka anda pun akan dapat memimpin orang lain untuk berbuat yang sama. Apapun pilihan anda, anda akan ketahui bahwa itulah pilihanmu sendiri. Sungguhpun demikian, Allah yang betul-betul tahu mana yang terbaik bagi kepentinganmu itu menasehatkan kepadamu supaya mengikuti Dia, untuk
26 berbuat sesuai apa yang ditunjukkan oleh Kebenaran. Saya berharap ini kelak akan merupakan pilihan hatimu yang bulat dan demikianlah kegembiraan bagi hidupmu, supaya jangan sekali anda mencita-citakan untuk menjadi suatu 'pucuk yang mati', melainkan supaya anda betul-betul memutuskan untuk menjadi suatu 'tunas.' Saya juga berharap agar jangan seorangpun daripada anda sekalian mau membiarkan musuh-musuh Allah menyesatkan anda 58 dari ungkapan-ungkapan kebenaran terhadap Injil yang dilalaikan orang ini, sebab anda sudah mengetahui bahwa musuhmusuh Kebenaran itu tidak memiliki apapun yang resmi, tidak memiliki kuasa apapun, dan tidak ada satu pun yang masuk akal dan berarti untuk ditawarkan kepadamu terhadap semua perkara ini yang sekian lamanya tersembunyi. Saya berharap kiranya anda tidak akan menjual “semua mutiara yang termahal ini” untuk hanya mendapatkan sampah dan jerami.
* * * 27
59TANDA-TANDA
KEDATANGAN KRISTUS
KEDUA KALI ATAUKAH
TANDA-TANDA DARI
KERAJAAN ITU -- YANG
MANAKAH?
Oleh :
Victor T. Houteff
Pendeta dari Persekutuan Davidian
Masehi Advent Hari Ketujuh
Sabat, 22 Januari 1949
Kapel Gunung Karmel, Waco, Texas
Kita sebagai siswa dan guru-guru Injil selama bertahun-tahun lamanya telah berpegang teguh kepada paham tentang tanda-tanda kedatangan Kristus kedua kali, tetapi sama sekali tidak berpegang kepada tanda-tanda dari Kerajaan itu. 60 Sebagai akibat dari hal ini, maka dunia Kristen secara teori telah mencampurkan tanda-tanda dari Kerajaan itu dengan tanda-tanda kedatangan Kristus yang kedua kali.
Sesuatu yang sama dengan ini ialah apa yang diajarkan oleh orang-orang Yahudi di masa lalu sewaktu mereka mengharapkan kedatangan Mesias yang pertama. Menurut paham mereka sendiri mereka telah mempelajari dengan mendalam tandatanda dari kembalinya Kerajaan itu, tetapi tidak sedemikian terhadap tanda-tanda kedatangan Mesias. Demikianlah sebabnya, maka pada waktu kepada mereka diberitahukan, bahwa Mesias sudah datang tetapi belum masanya untuk mengembalikan Kerajaan itu, maka para pemimpin Yahudi sambil menyangka bahwa interpretasi-interpretasi pribadi (yang tidak diilhami) mereka itu terhadap Alkitab tidak mungkin salah, mereka lalu menolak pekabaran pada hari itu. Kemudian dalam usahanya untuk mengamankan pengaruh- 61 pengaruh mereka terhadap umat yang banyak itu serta untuk menundukkan orang banyak itu kepada cara berpikir mereka, maka mereka menyalibkan Tuhan, Juruselamat dan Raja mereka sama seperti yang mereka juga lakukan dengan membunuh para nabi yang telah datang mendahului Dia. Tuntutan mereka ialah agar Kerajaan itu dipulihkan pada zaman mereka, walaupun hal itu tidak membawa manfaat apapun juga bagi mereka.
29
Dari kenyataan bahwa dunia Kristen sendiri telah terpecah-pecah dan kacau, yang satu mempercayai perkara yang satu dan yang lainnya percaya terhadap perkara yang lainnya, cukup membuktikan, bahwa di samping berada dalam kegelapan pekat terhadap tanda-tanda dari Kerajaan itu sebagai akibat dari interpretasi Alkitab ciptaan sendiri, dunia Kristen tak dapat tiada berada juga dalam kegelapan terhadap banyak perkara yang lain. Dalam keadaan iman yang kacau sedemikian ini, dunia Kristen pasti tidak lagi dipimpin oleh Roh 62 Kebenaran, seperti juga halnya orangorang Yahudi yang mendurhaka itu. Tetapi bagaimanapun juga pengalaman yang lalu itu mengajarkan, bahwa untuk mencoba meyakinkan orang banyak terhadap kenyataan ini akan juga merupakan tugas berat yang sama beratnya dengan usaha meyakinkan orang-orang Yahudi sampai kepada hari ini bahwa Kristus lah Mesias yang akan datang di masa mereka yang dahulu itu. Kesulitannya tentunya terletak pada kenyataan bahwa hampir tak ada seorang pun ahli theologi mau membiarkan paham Alkitabnya dikatakan keliru, dan bahwa Ilham hampir pada setiap saat mengungkapkan diri-Nya kembali, membuka gulungan suratan lalu mengeluarkan Kebenaran pada waktunya, yaitu “makanan pada waktunya”, lalu dengan demikian ini menelanjangi apa yang disebut kebenaran ramuan mereka sendiri itu.
Sekarang dengan segala hormat dan kejujuran, oleh kuasa Alkitab dan oleh per- 63 tolongan kenyataan-kenyataan yang ada di depan saya, saya tegaskan bahwa adalah jauh lebih mudah bagi seekor ayam untuk menemukan tempat bertengger dalam kegelapan malam yang buta daripada bagi pikiran yang tidak diilhami untuk dapat mengungkapkan nubuatan-nubuatan dan perumpamaan-perumpamaan. Perbedaan di antara keduanya itu ialah, bahwa ayam menyadari akan sia-sianya berusaha untuk menemukan tempat bertengger sesudah masuk matahari, tetapi manusia yang keras kepala tidak mau menyadari bahwa dirinya tidak mungkin dapat mengungkapkan Kebenaran dengan kehendak sendiri tanpa bantuan terang dari atas.
Kita sebagai orang-orang Kristen jelasjelas telah gagal mencatat, bahwa jika sekiranya segala perkara Allah yang rahasia itu, betapapun mudahnya, memang dapat diungkapkan pada segala masa oleh siapa
30 saja, Ilham tentunya tidak akan pernah merahasiakan semuanya itu dalam berbagai simbol dan perumpamaan-perumpamaan 64 sejak semula. Dunia Kristen masih tetap buta kepada kenyataan, bahwa berusaha mendobrak masuk ke dalam rahasia-rahasia Allah akan kelak merupakan usaha untuk mengalahkan segala rencana-Nya; berusaha mendobrak masuk ke dalam sistem rahasia Ilahi ialah mengusahakan sesuatu yang tidak mungkin. Sebagai contoh, walaupun pada waktu Kitab yang tersegel dengan tujuh meterai itu telah tiba masanya untuk dibukakan (Wahyu pasal 4 dan 5), ternyata tak seorang pun baik di dalam surga maupun di bumi yang mampu untuk membukakannya, terkecuali hanya “Singa dari suku Yehuda” yang dapat memecahkan semua segelnya lalu memandang ke dalam segala perkara itu yang kemudian daripada itu telah diperlihatkan kepada Yohanes, Pewahyu itu. Dan walaupun Yohanes telah menuliskan semuanya itu, ia sendiripun tidak dapat menjelaskannya sebelum sampai masanya. Jadi, bagaimanakah dapat kita berbuat yang sedemikian ini sebelum waktunya dan tanpa pertolongan Ilham dari Roh yang sama 65 yang telah menuntut semuanya itu? Firman Allah dengan jelas mengamarkan sebagai berikut :
“Kita memiliki juga suatu perkataan nu-buatan yang lebih pasti, maka baiklah kamu memperhatikan dia, seperti akan pelita yang bercahaya di dalam tempat yang gelap, sampai kepada hari pagi dan bintang siang bercahaya di dalam hatimu : terutama sekali ketahuilah ini, bahwa tidak ada satu pun nubuatan Alkitab yang berasal dari akal orang sendiri. Karena tidak pernah ada nubuatan yang datang oleh kehendak manusia, melainkan da-tangnya dari mulut orang-orang suci Allah, karena mereka dikendalikan oleh Roh Suci.”
Alkitab menegaskan, bahwa tidak seorang pun dapat dengan pikiran sendiri (tanpa di-Ilhami) memecahkan rahasia nubuatan-nubuatan, karena sebagaimana alasan-alasan yang dikemukakan rasul itu, maka tidak ada nubuatan yang datang 66 oleh hasil usaha sendiri, yaitu tidak oleh kehendak manusia, melainkan oleh orangorang suci dan Roh. Oleh sebab itu tidak ada juga nubuatan yang dapat diinterpretasikan dengan akal sendiri, melainkan hanya oleh orang-orang suci yang dipimpin oleh Roh Suci. Lagi pula, walaupun sesudah nubuatan berhasil dibukakan sedemikian 31 ini, maka hanya kepada orang-orang benar (orang-orang bertobat) diberikan karunia untuk memahaminya (Daniel 12 : 10).
Oleh karena kita sebagai umat mengenali beberapa dari tanda-tanda kedatangan Kristus kedua kali itu, tetapi tidak satupun dari tanda-tanda tentang Kerajaan itu kita ketahui, maka adalah lebih baik kita sekarang memusatkan perhatian kita kepada tanda-tanda dari Kerajaan itu.
“Suatu perumpamaan yang lain pula di-bentangkannya di hadapan mereka itu, katanya : Bahwa Kerajaan surga itu dium-pamakan dengan seorang yang menabur benih yang baik di ladangnya; tetapi se-67 mentara orang tidur datanglah musuh-nya menabur pula benih lalang di antara gandum itu, lalu pergilah ia. Apabila tu-nasnya muncul keluar, dan mengeluar-kan buah, maka terlihatlah juga lalang-lalang itu. Dengan begitu datanglah segala hamba dari Tuan pemilik ladang itu lalu mengatakan kepada-Nya : Tuan, bukankah Tuan telah menabur benih yang baik di ladang Tuan? Dari manakah datang lalang-lalang itu? Maka sahut-Nya kepada mereka itu : Bahwa musuhlah yang telah melakukan hal itu. Maka kata hamba-hamba itu kepada-Nya : Maukah Tuan agar kami pergi mencabut semua lalang itu? Tetapi kata-Nya : Jangan, ja-ngan sampai sementara kamu mencabut lalang-lalang itu, akan tercabut juga olehmu gandum sertanya. Biarkanlah ke-duanya bertumbuh bersama-sama sam-pai pada musim menuai, maka dalam musim menuai itu Aku akan mengatakan kepada para penuai : Kumpulkan dahulu olehmu semua lalang itu, dan ikatkanlah berberkas-berkas untuk dibakar; tetapi 68 kumpulkanlah gandum itu ke dalam lum-bung-Ku.”
Perumpamaan mengenai Kerajaan ini, sebagai anda catat adalah berisikan tiga masa periode. Pertama, masa periode menabur benih -- yaitu masa pelayanan dari Kristus; kedua, masa periode pertumbuhan -- yaitu semenjak dari kenaikan Kristus ke surga sampai kepada masa penuaian; ketiga, masa periode penuaian -- yaitu suatu jangka waktu pendek “pada akhir dunia” (Matius 13 : 49), yaitu masa pe- 32 riode di mana bumi ini akan diterangi dengan kemuliaan dari malaikat (Wahyu 18 : 1), dan dalam mana semua umat Allah akan dipanggil keluar dari Babil (ayat 4). Kemudian barangsiapa yang tidak menyambut akan seruan panggilan untuk berhimpun ini akan kelak berseru dengan mengatakan : “Penuaian telah berlalu, musim panas telah berakhir, dan kami tidak juga selamat.” Yeremia 8 : 20. Oleh karena itulah, “penuaian” itu ialah “akhir dunia” (ayat 49). Ia itu dimulai di dalam 69 sidang dan berakhir di dalam Babil.
Jelas sekali, bahwa pekerjaan penuaian itu adalah sama dengan Pehukuman yang akan memutuskan siapa tergolong lalang dan siapa yang tergolong gandum -siapa yang akan dibakar dan dibinasakan bagaikan rerumputan liar pengganggu itu, dan siapa yang akan tergolong gandum yang mahal yang akan kelak diterima di dalam “lumbung”, Kerajaan itu. Demikianlah kelak halnya, bahwa Pehukuman itu ialah pembersihan tempat suci (Daniel 8 : 14), yaitu “rumah Allah”, atau kaabah yang akan didatangi secara tiba-tiba oleh Tuhan untuk membersihkan hamba-hamba-Nya, orang-orang Lewi itu. Inilah caranya mengenai yang terakhir itu yang diceritakan sebagai berikut :
“Tengoklah, Aku akan mengirimkan utusan-Ku, maka ia akan menyediakan jalan di hadapan-Ku; maka Tuhan, Yang kamu cari itu, akan tiba-tiba datang ke kaabah-Nya, yaitu utusan perjanjian, 70 yang di dalamnya kamu berkenan; te-ngoklah, ia akan datang, demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam. Te-tapi siapakah yang dapat tahan pada hari kedatangan-Nya itu? Dan siapakah yang akan berdiri apabila kelihatanlah Ia? Karena Ia adalah bagaikan suatu api pembersih, dan bagaikan sabun binara; maka Ia akan duduk bagaikan seorang pemurni dan pembersih perak; dan Ia akan menyucikan bani Lewi, dan mem-bersihkan mereka itu bagaikan emas dan perak, supaya mereka dapat kelak mempersembahkan kepada Tuhan suatu persembahan dalam kebenaran..... Maka Aku akan datang hampir kepadamu untuk berhukum; dan Aku akan menjadi saksi yang cepat melawan segala tukang sulap, dan melawan segala orang yang 33 berbuat zinah, dan melawan segala orang yang bersumpah palsu, dan melawan orang-orang yang menindas orang upa-han dengan upahnya, yang menindas perempuan janda dan anak-anak piatu, dan yang mengabaikan orang dagang 71 daripada haknya, dan yang tidak takut akan Daku, demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam.”
Berapa banyak hasil buah yang akan diberikan oleh penuaian itu? Jika mereka yang 144.000 itu adalah “buah-buah pertama” (Wahyu 14 : 4), maka tak dapat tiada harus ada “buah-buah kedua”, karena dimana tidak terdapat yang kedua tidak akan terdapat juga yang pertama. Katakata “buah-buah pertama” secara mutlak memerlukan juga buah-buah kedua.
Dari manakah datang buah-buah yang pertama itu, dan dari manakah datang buah-buah kedua itu? Kepada kita telah dijelaskan, bahwa buah-buah pertama itu adalah orang-orang Israel -- yaitu semua orang yang berasal dari dua belas suku bangsa Israel (Wahyu 7 : 4 – 8). Israel tentunya melambangkan keanggotaan sidang pada waktu mereka itu dimeteraikan. Gelar “Israel” itu tidak mungkin dapat ditafsirkan untuk dimaksudkan kepada dunia. Oleh karena itu buah-buah pertama 72 itu adalah hasil penuaian dari dalam sidang sendiri pada waktu pemisahan itu dimulai. Kata-kata “termeterai” berarti telah ditempatkan di dalam suatu tempat yang aman -- tersegel. Inilah yang tepat seperti yang dikatakan oleh rasul Petrus sebagai berikut :
“Karena waktunya akan datang bahwa pehukuman itu harus dimulai terhadap isi rumah Allah; maka jika ia itu perta-ma dimulai terhadap kita, apakah kelak akhir daripada orang-orang yang tidak mematuhi Injil Allah? Dan jika orang benar pun sukar dapat diselamatkan, ma-ka dimanakah kelak berada orang fasik dan orang-orang berdosa itu?”
Maka sekaranglah, jikalau Pehukuman itu pertama-tama dimulai di dalam “isi rumah Allah”, di dalam sidang, maka ia itu akan berakhir di dalam dunia, yaitu di luar lingkungan sidang. Perumpamaan tentang “pukat” itu berikut Wahyu dari Yohanes menghantarkan dengan sangat singkat dan 73 tepat kebenaran ini dengan lebih baik lagi ke depan sebagai berikut :
“Kembali Kerajaan surga itu adalah se-umpama sebuah pukat yang dilabuh-kan orang ke laut, dan mengumpulkan berjenis-jenis ikan. Setelah penuh di-tarik orang lah pukat itu ke pantai, lalu mereka itu duduk memilih, yang baik dikumpulkannya ke dalam keranjang-ke-ranjang, tetapi yang jelek dibuangkan-nya. Demikianlah kelak akan jadi pada akhir dunia : malaikat-malaikat akan ke-luar memisahkan orang-orang jahat dari antara orang-orang benar, dan mereka itu akan dicampakkan ke dalam dapur api; di sana akan ada tangisan dan keretak gigi.
Jelaslah, bahwa pukat itu adalah melambangkan sidang Injil ke dalam mana tertangkap baik orang-orang munafik maupun orang-orang benar. Dengan begitu dalam masa penuaian buah-buah pertama (Pehukuman di dalam “isi rumah Allah”) “pada akhir dunia” (ayat 49), malaikat- 74 malaikat memisahkan orang-orang jahat dari antara orang-orang benar, bukan orang-orang benar dari antara orang-orang jahat. Tetapi dalam penuaian buah-buah kedua (Pehukuman di dalam dunia) pemisahan itu adalah terbalik, yaitu orangorang benar diambil keluar dari antara orang-orang jahat, bukan orang-orang jahat dari antara orang-orang benar, demikianlah yang dikatakan oleh kitab Wahyu sebagai berikut: “Maka aku dengar suatu suara yang lain dari langit mengatakan: “Keluarlah daripadanya, hai umat-Ku, supaya jangan kamu terbabit dengan se-gala dosanya dan supaya jangan kamu ikut menerima segala belanya.” Wahyu 18 : 4. Jelaslah, bahwa Pehukuman “di dalam isi rumah Allah” ialah penuaian dimana orang-orang munafik sebagai “lalanglalang” dibakar, tetapi sebagai “ikan” yang jelek mereka itu dibuangkan. Sungguhpun demikian, dalam Pehukuman di dalam Babil (di dunia), bukannya yang jelek diambil keluar, melainkan yang baik yang diambil keluar lalu dibawa masuk ke 75 dalam rumah Allah yang sudah bersih di mana tidak lagi terdapat dosa maupun orang berdosa, dan dimana tidak lagi terdapat bahaya dari bela-bela itu. Kebenaran yang sama ini mengenai rumah Allah itu sekali lagi dikemukakan kepada kita dengan kata-kata di bawah ini :
35
“Karena, tengoklah, Tuhan akan datang dengan api dan dengan segala kereta-Nya bagaikan suatu angin puyuh, untuk melampiaskan murka-Nya dengan keha-ngatan, dan hardik-Nya dengan nyala-nyala api. Karena dengan api dan dengan pedang-Nya Ia akan menghukum segala manusia; maka besarlah kelak bilangan segala orang yang dibunuh Tuhan..... Maka Aku akan menaruh suatu tanda di antara mereka itu, dan Aku akan mengu-tus orang-orang yang luput dari antara mereka itu kepada segala bangsa, yaitu ke Tarsis, ke Pul, dan ke Lud, orang-orang pemanah ke Tubal dan ke Yawan, kepada pulau-pulau yang jauh-jauh, yang belum 76 pernah mendengar kebesaran nama-Ku, dan yang belum melihat kemuliaan-Ku; maka mereka akan memasyurkan kemu-liaan-Ku di antara segala bangsa Kafir. Maka mereka akan menghantarkan se-mua saudaramu bagi suatu persembah-an bagi Tuhan keluar dari segala bangsa dengan menunggang kuda, dan dengan kereta-kereta, dan dengan usungan, diatas bagal dan binatang yang cepat, ke bukit kesucian-Ku Yerusalem, demikianlah firman Tuhan, sama seperti bani Israel menghantarkan suatu persembahan da-lam bejana yang suci ke dalam rumah Tuhan.”
Kembali kita saksikan disini bahwa mereka yang luput dari pembantaian Tuhan “di dalam rumah Allah” itu (jelas buahbuah pertama itu, yaitu “hamba-hamba Allah”), diutus kepada segala bangsa yang belum mengenal Allah, dan dari sanalah mereka akan menghantarkan segala saudaranya (buah-buah kedua) ke rumah Allah yang sudah disucikan di mana tidak lagi 77 terdapat dosa maupun orang berdosa di dalamnya, dan dimana bela-bela Babil oleh karenanya tidak lagi akan menimpa mereka.
Sekarang kita telah menyaksikan dengan pasti bahwa ada buah-buah pertama dan buah-buah kedua; yang satu berasal dari sidang -- yaitu 144.000 anak-anak Yakub; dan yang satunya berasal dari segala bangsa -- yaitu rombongan besar orang-orang yang tidak seorang pun dapat menghitungnya (Wahyu 7 : 9).
36
Siapakah yang menghimpunkan buah-buah pertama itu jikalau buah-buah pertama itulah yang menghimpun buahbuah kedua? Marilah kita mencarikan jawabannya dengan membaca :
“Maka aku tampak, dan lihatlah sebuah awan putih, dan di atas awan itu duduk Seseorang yang bagaikan Anak Manusia, bermahkota emas di kepala-Nya, dan di dalam tangan-Nya ada sebilah sabit yang 78 tajam. Maka keluarlah pula seorang malaikat lain dari dalam kaabah sambil berseru dengan suara besar kepada Dia yang duduk di atas awan itu, katanya : ‘Ayunkanlah sabit-Mu dan mulailah menuai, karena masanya sudah sampai bagi-Mu untuk menuai; karena tuaian bumi sudah masak. Maka Ia yang duduk di atas awan itu pun mengayunkan sabit-Nya ke bumi, lalu bumi itu pun dituailah. Maka keluarlah seorang malaikat yang lain lagi dari dalam kaabah yang di dalam surga, ia pun memiliki sebuah sabit yang tajam. Dan keluarlah seorang malaikat yang lain dari medzbah yang berkuasa atas api; sambil berseru dengan suara be-sar kepada Dia yang memegang sabit yang tajam itu, katanya, Ayunkanlah sabit-Mu yang tajam itu, dan kumpulkanlah segala gugusan anggur bumi, karena buahnya sudah cukup masak. Maka malaikat itu menyembatkan sabit-Nya ke bumi, lalu mengumpulkan buah anggur bumi, lalu dicampakkannya ke dalam irikan anggur yang besar dari murka Allah.”
79Di sini kepada kita kembali diceritakan, bahwa ada dua penuaian, yang satu dilakukan oleh Anak Manusia, dan yang lainnya oleh seorang malaikat. Penuaian oleh Anak Manusia dilakukan mendahului penuaian oleh malaikat itu. Oleh karena itu “Anak Manusia” itu mengumpulkan buah-buah pertama, dan malaikat itu mengumpulkan buah-buah kedua. (Buah-buah anggur, bukan buah-buah yang cukup masak, dicampakkannya ke dalam irikan anggur). Jelas Anak Manusia sendiri yang menuai buah-buah pertama itu, sebab hamba-hamba-Nya (yang dilambangkan oleh malaikat sidangnya orang-orang Laodikea itu) ternyata sedang tidak melaksanakan pekerjaan yang sedemikian ini, karena mereka sendiri sedang berada dalam keadaan “melarat, dan sengsara, dan miskin, dan buta, dan telanjang”, dan mereka tidak menyadarinya (Wahyu 3 : 14 – 18).
Sambil memandang jauh ke depan sampai kepada masa sekarang ini, Roh 80 Nubuat di zaman Yesaya dahulu mengatakan :
“Lalu Ku pandang, maka tak seorangpun yang akan menolong-Ku, lalu Aku terte-gun karena tidak seorangpun yang mem-bantu; oleh sebab itu lengan-Ku sendiri membawakan keselamatan bagi-Ku; dan kehangatan murka-Ku, itulah yang mem-bantu-Ku.”
Di sini anda mencatat, bahwa pada waktu masa itu tiba tidak terdapat seorang pun di antara hamba-hamba-Nya “untuk membantu” tugas pekerjaan penuaian itu, akibatnya Tuhan sendiri telah melakukan pekerjaan itu tanpa mereka.
Tetapi bagi penyabitan yang kedua Ia akan menggunakan “hamba-hamba-Nya” yang tidak bercacad cela, yaitu “buahbuah pertama”, yaitu mereka yang 144.000 itu, seperti yang dilambangkan oleh malaikat yang memegang sebilah sabit yang tajam itu (Wahyu 14 : 17, 18). Dan justru 81 karena adanya dua kelompok buah dan dua penuaian yang diambil dari dua tempat yang berbeda, yaitu sidang dan dunia, maka terdapat juga seperti yang diperlihatkan sebelumnya adanya dua cara penuaian, pertama sekali yang jelek dibuang dari antara yang baik, dan pada akhirnya yang baik dipanggil keluar dari antara yang jelek.
Semua ini adalah beberapa dari tandatanda dan peristiwa-peristiwa yang mendahului datangnya Kerajaan kemuliaan itu, yaitu kedatangan Kristus yang kedua kali. Kemudian juga, ada tanda-tanda lainnya, yang pertama dari antaranya dapat terlihat dari perumpamaan Matius pasal 25.
“Pada ketika itu Kerajaan surga kelak seumpama sepuluh anak dara yang membawa pelitanya, lalu keluar hendak menyambut pengantin laki-laki. Maka
38 dari antara mereka itu ada lima orang yang bodoh, dan lima orang yang bijak-sana. Mereka yang bodoh itu membawa 82 lampu-lampunya, tetapi tidak membawa minyak sertanya. Tetapi mereka yang bi-jaksana itu membawa minyak di dalam botol-botolnya bersama-sama dengan lampu-lampu mereka. Maka pada ketika pengantin itu terlambat datang, mengan-tuklah mereka itu sekalian lalu tertidur. Sekonyong-konyong pada tengah ma-lam kedengaranlah seruan : ‘Tengoklah, pengantin itu datang! Keluarlah kamu menyambut dia. Kemudian bangunlah semua anak dara itu lalu menyediakan pelitanya masing-masing. Maka kata yang bodoh itu kepada yang bijaksana : Berilah kepada kami minyakmu karena pelita kami hendak padam. Tetapi sahut mereka yang bijaksana itu, katanya : Jangan begitu, sebab nanti tidak akan cukup bagi kami dan kamu; lebih baik kamu pergi kepada orang yang menjual, lalu belilah bagi dirimu sendiri. Maka sementara mereka itu pergi membeli minyak, datanglah pengantin laki-laki itu; maka mereka yang telah bersedia itu pun masuklah bersama-sama dengan 83 pengantin itu ke perjamuan kawin, lalu pintu ditutup. Kemudian daripada itu datang pula lima anak dara yang lainnya sambil berkata : Tuan, Tuan, bukakanlah kiranya pintu bagi kami. Tetapi ia men-jawab dan mengatakan : Sesungguhnya aku mengatakan kepadamu, aku tidak mengenal kamu.”
Dalam perumpamaan ini terlihat, bahwa sidang telah diumpamakan dengan sepuluh anak dara, lima dari antaranya tidak membawa minyak tambahan bagi diri mereka -- yaitu Kebenaran khusus bagi zaman ini, artinya, kelima dara yang bodoh ini tidak menaruh perhatian kepada kebenaran tentang Pehukuman bagi orang-orang hidup, yaitu pemisahan atau pembersihan sidang. Apabila seruan itu datang, “Tengoklah, Pengantin itu datang; pergilah kamu menyambut Dia”, maka keseluruhan sepuluh anak dara itu melihat bahwa lampu-lampu mereka sudah hampir mati; mereka melihat bahwa pekabaran tentang Pehukuman bagi orang-orang mati 84 itu sudah akan berlalu. Maka segeralah, kelima dara yang bijaksana itu mengisi kembali lampu-lampu mereka dengan minyak tambahan yang dibawanya di dalam botol-botol mereka, lalu pergi hendak menyambut Pengantin itu. Tetapi lima dara yang bodoh itu, yaitu mereka yang menyangka tidak diperlukan minyak tambahan lagi, tidak memerlukan sesuatu pekabaran tambahan lagi, yaitu pekabaran tentang Pehukuman bagi orang-orang hidup, mereka yang mendapatkan diri 39 mereka dalam kegelapan yang buta. Ya, mereka mendapatkan diri mereka tanpa terang yang diungkapkan oleh pekabaran tentang Pehukuman bagi orang-orang hidup itu. Pada waktu menemukan kelalaian kebodohan diri mereka, maka bergegas-gegaslah mereka pergi mencari minyak, yaitu terang yang menerangi masalah itu, namun dalam pada itu juga pintu telah ditutup (masa kasihan bagi anak-anak dara, sidang, telah berakhir). Bilamana mereka berseru meminta masuk, maka kepada mereka diberitahu oleh 85 Tuhan sendiri dengan cukup sopan, “Aku tidak mengenal kamu.”
Tanda kedatangan Kerajaan itu yang dikemukakan oleh perumpamaan ini jelas adalah pekabaran istimewa itu (minyak tambahan) yang memberitahukan Pehukuman bagi orang-orang hidup, pekabaran yang membangunkan penyelidik-penyelidik Kebenaran yang bersungguh hati, dan yang menghukum para penentangnya, yaitu orang-orang munafik dan suam yang di dalam sidang -- yaitu mereka yang sudah merasa puas dan menyangkakan dirinya kaya dan bertambah-tambah dalam kekayaan, sehingga tidak memerlukan apa-apa lagi (tidak memerlukan lagi Kebenaran pada waktunya), yaitu orangorang yang tidak pernah bangun kepada kenyataan, bahwa mereka secara mutlak adalah melarat. Perhatikanlah, semua ini bukanlah kata-kata saya, bacalah apa yang Tuhan firmankan kepada Laodikea seperti di bawah ini : 86 “Dan kepada malaikat sidangnya orang-orang Laodikea tuliskanlah sebagai berikut : Inilah sabda dari Dia yang ber-nama Amin, yaitu Saksi yang setia dan benar, awal segala ciptaan Allah. Aku ta-hu segala perbuatanmu, engkau itu panas pun tidak dingin pun tidak. Aku suka jikalau engkau panas atau dingin. Oleh sebab engkau begitu suam, dan panas pun tidak, dingin pun tidak, maka Aku hendak meludahkan kamu dari dalam mulut-Ku. Sebab katamu : Aku kaya dan bertambah-tambah dengan kekayaan, dan satupun tidak ku perlukan lagi; pa-dahal tiada engkau ketahui, bahwa eng-kau adalah orang yang malang, dan seng-sara, dan miskin, dan buta, dan telanjang : sebab itu Aku menganjurkan kepadamu membeli kepada-Ku emas yang sudah teruji di dalam api, supaya engkau boleh menjadi kaya, dan pakaian putih supaya engkau dapat berpakaian, dan supaya malu ketelanjanganmu itu tidak terlihat; dan supaya menggosok matamu dengan 87 salep mata supaya engkau dapat melihat.”
Sebuah pandangan lain tentang kebenaran yang tragis ini diberikan di dalam :
“Maka kata Yesus kepadanya : Ada se-seorang membuat suatu perjamuan be-sar, lalu mengundang banyak orang; ma-ka pada ketika saatnya perjamuan itu disuruhkan-Nya hamba-Nya pergi me-ngatakan kepada mereka yang diundang itu : ‘Datanglah, karena segala-galanya sudah siap.’ Maka mereka itu sekalian tanpa kecuali mulai berdalih-dalih. Maka kata yang pertama kepadanya: Aku sudah membeli sebidang tanah, maka aku harus pergi untuk melihatnya; mohon kiranya aku dimaafkan. Maka kata yang lain-nya : aku sudah membeli lembu lima pa-sang, maka aku hendak pergi mencoba-nya; mohon kiranya aku dimaafkan. Dan yang lainnya mengatakan : Aku baru saja kawin, maka sebab itu aku tak da-pat datang. Maka kembalilah hamba itu melaporkan segala perkara ini kepada 88 Tuannya. Maka marahlah Tuan itu lalu mengatakan kepada hamba-Nya itu : Per-gilah segera ke jalan-jalan dan lorong-lorong negeri itu, dan bawalah kemari orang-orang miskin, dan orang-orang timpang, dan orang-orang kudung, dan orang-orang buta. Maka kata hamba itu : Tuan, sudah ku lakukan sesuai yang diperintahkan, tetapi ruangan masih cukup luas. Maka kata Tuan itu kepada hamba-Nya itu, Pergilah kamu ke jalan-jalan raya dan tempat-tempat semak, dan paksakanlah mereka itu datang, supaya rumah-Ku dapat dipenuhi. Karena Aku mengatakan kepadamu, bahwa tidak se-orangpun dari mereka yang diundang itu boleh menikmati perjamuan-Ku.”
Dalam perumpamaan ini terlihat dua masa periode. Masa periode pertama ialah sementara Injil masih “mengundang banyak orang” (ayat 16) ke perjamuan perkawinan itu, yaitu masa periode semenjak dari para Rasul yang lalu sampai kepada masa hamba-Nya yang terakhir memba- 89 wakan pekabaran yang terakhir yang dikirim Allah kepada umat-Nya, yaitu masa dimana segala perkara telah ‘siap.’ Masa periode berikutnya ialah masa di mana hamba-Nya yang terakhir bekerja (ayat 17). Kepada kita diceritakan, bahwa hamba ini dikirim pada “ketika saatnya perjamuan” itu, yaitu pada akhir dari hari itu, menunjukkan bahwa ia membawakan pekabaran yang terakhir. Lagi pula, ia pada mulanya dikirim kepada orangorang yang sebelumnya telah lebih dulu “diundang”, artinya, kepada orang-orang yang sudah berada dalam kebenaran Injil, di dalam sidang. Pada waktu keluarnya itu ia akan menghubungi suatu kelas orang-orang yang sedang terlibat sepenuhnya perhatiannya kepada berbagai kekhawatiran hidup ini, dan ia akan memberitahukan kepada mereka, bahwa “segala-galanya kini sudah siap”, sehingga jika mereka mau, mereka sekarang dapat bersiap-siap pergi ke perjamuan kawin itu, untuk di sana menikmati hidangan dari mempelai laki-laki itu. Ini adalah 90 panggilan terakhir bagi perjamuan itu.
Tetapi apa yang terjadi? -- Semua mereka menolak dengan berbagai alasan untuk ikut mengambil bagian apapun dengan hidangan yang telah disediakan itu. Ada yang mempersalahkan pekerjaannya sebagai alasan tidak ikut serta, sementara yang lainnya membuat alasan tidak ikut serta, sementara yang lainnya membuat alasan karena mencari nafkah bagi keluarga. Oleh karena itulah Tuan rumah itu dengan marah lalu mengutus hamba- Nya kepada orang-orang miskin dan kepada mereka yang susah, kepada orangorang yang lapar dan yang tidak terlalu sibuk untuk menaruh perhatian kepada undangan itu, kepada orang-orang yang tidak terbebani dengan kesibukan dan rumah tangga yang dapat menghalangi mereka dari panggilan-Nya itu. Justru perkara ini terjadi di dalam ‘negeri” -- yaitu sidang. Orang-orang miskin, orang-orang yang menyadari bahwa mereka tidak “kaya” dan bertambah-tambah dalam ke- 91 kayaan, masuk menghadiri, namun ruangan masih cukup luas bagi lebih banyak lagi orang-orang lainnya.
Kemudian daripada itu Tuan dari hamba itu memerintahkan agar ia harus pergi kepada orang-orang yang berada di jalan-jalan raya dan semak-semak belukar -- yaitu kepada mereka yang di luar lingkungan sidang, yaitu ke seluruh penjuru bumi (semak-semak belukar). Tetapi sebelum hamba itu pergi ke jalanjalan raya dan semak-semak belukar pada misinya yang terakhir itu, Tuan itu memberitahukan kepadanya dengan
42 tegas sekali, bahwa orang-orang yang telah lebih dulu diundang itu dan yang telah menolak untuk datang, akan kelak sama sekali dikecualikan dari pesta itu; bahwa tak seorang pun dari mereka akan diijinkan walaupun hanya untuk mencicipi hidangan-Nya sekalipun; bahwa oleh memalingkan telinganya daripada mendengarkan seruan mereka ini telah mengakhiri masa kasihannya sendiri, dan 92 bahwa kini tidak ada lagi apapun yang dapat merubah keadaannya. Sesudah ini seruan yang mendesak dari hamba itu keluar kepada segala bangsa lalu rumah Tuan itu dipenuhi, perjamuan kawin itu berlangsung, dan Mempelai laki-laki melayani semua orang yang berada di dalam rumah itu.
Peristiwa yang sama ini kembali diberikan dari sudut pandang yang lain. Kali ini oleh nabi Injil yang dikemukakannya sebagai berikut :
“Jagalah, jagalah kenakanlah kuatmu, hai Sion, kenakanlah pakaian-pakaian perhiasanmu, hai Yerusalem, kota suci; karena tiada lagi akan masuk ke dalam-mu barang seorang kuluppun atau yang najis. Kebaskanlah habu daripadamu, bangunlah dan duduklah, hai Yerusalem : Lepaskanlah segala pengikat lehermu, hai puteri Sion yang tertawan.”
Nubuatan yang istimewa ini mengung- 93 kapkan, bahwa sementara sidang, yakni Yerusalem dan Sion, tidur dan bertelanjang dengan berbagai kekejian di tengahtengahnya, dan berada dalam perhambaan di antara segala bangsa Kafir (jauh dari negerinya sendiri), maka sebuah seruan pembangunan, sebuah pekabaran, datang menganjurkan kepadanya untuk bangun dan supaya ia memakaikan pakaian-pakaian perhiasannya, karena orang-orang jahat tidak akan lagi masuk ke dalamnya, karena mereka itu akan selengkapnya ditumpas habis, demikianlah bunyi seruan itu.
43
Tanda-tanda dari Kerajaan itu, sebagai anda saksikan, adalah bahkan lebih penting bagi seseorang untuk diperhatikan daripada tanda-tanda dari hal kedatangan Kristus. Jika seseorang melalaikan tandatanda dari Kerajaan ini, maka pengetahuan tentang tanda-tanda kedatangan Kristus tidak akan bermanfaat apapun juga, karena semua yang sedemikian ini akan dikejutkan pada saat kemunculan-Nya dan 94 mengatakan “kepada segala gunung dan batu-batu karang, Timpalah atas kami, sembunyikanlah kami daripada wajah Dia yang duduk di atas tahta itu, dan dari murka Anak Domba; karena hari besar murka-Nya itu telah sampai; dan siapakah yang mampu berdiri?” Wahyu 6 : 16, 17.
Adakah semua usaha untuk mendirikan sebuah Kerajaan pada sebelum masa seribu tahun itu -- yaitu sidang yang sudah disucikan itu -- diikuti oleh tandatanda dan keajaiban-keajaiban yang besar, oleh bunyi dan kemegahan yang besar? Terhadap pertanyaan ini Tuhan memberikan jawabannya sebagai berikut:
“Kerajaan surga itu adalah semumpama sebutir benih sesawi yang diambil orang lalu ditaburkannya di ladangnya. Sung-guhpun ia itu adalah terkecil daripada segala jenis benih, tetapi apabila ia ber-tumbuh ialah yang terbesar dari antara segala pokok sayuran dan menjadi se-batang pohon, sehingga burung-burung 95 di udara pun datang bersarang pada ca-bang-cabangnya. Dan lagi sebuah pe-rumpamaan yang lain dibicarakan-Nya kepada mereka itu; bahwa Kerajaan sur-ga itu adalah seumpama ragi yang diam-bil seorang wanita dibubuhnya di dalam tepung tiga sukatan, sampai keseluruhan-nya teragi.”
Zakharia 4 : 6 :
“Bukan oleh kuat, bukan oleh kuasa, me-lainkan oleh Roh-Ku, demikianlah fir-man Tuhan serwa sekalian alam.”
Bukanlah sesuatu letusan atau sesuatu dentuman, dan bukan pun sesuatu pendobrakan, Saudara-Saudariku, melainkan Kebenaran yang diam yang jelas itu yang menyelamatkan anda dan yang mendatangkan Kerajaan itu menjadi kenyataan.
44
Seperti apakah kelak Kerajaan sebelum seribu tahun itu nanti? Dan tanda-tanda yang lain apakah yang akan datang mendahului berdirinya? Jawaban terhadap per- 96 tanyaan ini datang melalui Yehezkiel seperti di bawah ini :
“Maka Aku akan menguduskan nama-Ku yang Besar itu yang telah dicemar-kan di antara segala bangsa Kafir, yang telah kamu cemarkan di tengah-tengah mereka itu; maka orang-orang Kafir itu akan mengetahui, bahwa Akulah Tuhan, demikianlah firman Tuhan Hua, apabila Aku dikuduskan di dalam kamu di ha-dapan mata mereka itu. Karena Aku akan mengambil kamu dari antara segala orang Kafir, dan menghimpunkan kamu keluar dari segala negeri, dan akan menghan-tarkan kamu ke dalam negerimu sendiri. Kemudian Aku akan memercikkan air bersih ke atasmu, dan kamu akan menjadi suci dari semua kecemaranmu, dan dari semua berhalamu, Aku akan menyucikan kamu. Aku akan mengaruniakan kepada-mu juga suatu hati yang baru, dan suatu roh yang baru akan Ku masukkan ke dalammu; maka hati batu itu akan Ku 97 buangkan daripada dagingmu, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu suatu hati daging. Maka Aku akan memasuk-kan Roh-Ku ke dalam bathinmu, se-hingga membuat kamu berjalan menurut segala syariat-Ku, maka kamu akan memeliharakan segala hukum-Ku, dan melaksanakan semuanya. Maka kamu akan tinggal di dalam negeri yang sudah Ku karuniakan kepada nenek moyangmu, dan kamu akan menjadi umat-Ku, dan Aku akan menjadi Allahmu.”
Semua ini adalah tanda-tanda tambahan, yaitu tanda-tanda yang ditunjukkan di dalam dan di luar diri orang itu sendiri. Semua goresan dan cacat yang ditulis oleh dosa pada tubuh-tubuh umat Allah dicuci bersih; juga hati yang diperkeras oleh dosa akan dipahat keluar dari mereka itu lalu sebuah hati yang baru yang lembut yang menyukai kepada pemeliharaan terhadap syariat-syariat dan hukum-hukum Allah akan dipasang sebagai gantinya.
Kapankah semua ini terjadi? -- Yaitu 98 sesudah Allah mengambil keluar orangorang suci-Nya “dari antara segala orang Kafir”, “keluar dari semua negeri”, lalu menghantarkan mereka itu ke dalam negerinya sendiri, demikianlah kata Alkitab. Demikianlah mereka akan tinggal di tanah itu yang dahulu telah dikaruniakan Allah kepada nenek moyangnya, lalu demikianlah mereka akan menjadi umat-Nya dan Ia menjadi Allah mereka. Di sini anda saksikan, bahwa tak seorang pun dapat menjumpai Allah muka dengan muka lalu hidup bersama-Nya untuk selamalamanya tanpa terlebih dulu memiliki tubuhnya yang bersih dan pengalaman hatinya yang sudah berubah.
Jelaslah, bahwa tak seorang pun yang tetap bodoh terhadap tanda-tanda kedatangan Kerajaan ini akan kelak memiliki juga pengalaman ini, dan akibatnya mereka tidak akan pernah masuk ke dalamnya, tidak pernah menjadi pantas untuk hidup dan memerintah bersama dengan Kristus.
Oleh karena tanda-tanda ini adalah 99 demikian pentingnya bagi keselamatan, maka semuanya ini tidak boleh lagi dilalaikan, melainkan harus memperoleh perhatian yang utama jika kita mengharapkan kedatangan Kristus yang kedua kali itu menjadi kebaikan bagi kita, dan bukan menjadi bencana bagi kita. Justru karena alasan yang jelas inilah, maka pada jam yang terakhir ini pekabaran yang penting ini dikemukakan kepada perhatian kita.
Kebenaran yang besar ini kembali diramalkan dalam kata-kata nabi Zakharia sebagai berikut :
“Maka segala pemimpin Yehuda akan berkata dalam hatinya, bahwa orang isi Yerusalem akan menjadi kuatku dalam Tuhan serwa sekalian alam Allah me-reka itu. Maka pada hari itu Aku akan jadikan segala pemimpin orang Yehuda bagaikan perapian di antara kayu-kayu, dan bagaikan obor yang bernyala di da-lam sebuah berkas; maka mereka akan menelan semua orang sekelilingnya, baik 100 pada sebelah kanan maupun pada se-belah kirinya; maka Yerusalem akan didiami kembali di tempatnya semula, yaitu di Yerusalem. Tuhan juga akan per-tama-tama menyelamatkan segala per-kemahan Yehuda, supaya kemuliaan isi 46 rumah Daud dan kemuliaan penduduk Yerusalem tidak akan membesarkan diri mereka melawan Yehuda.
“Maka pada hari itu Tuhan akan mempertahankan penduduk Yerusalem; maka barangsiapa yang lemah di antara mereka itu pada hari itu akan jadi seperti Daud; maka isi rumah Daud akan jadi seperti Allah, seperti malaikat Tuhan di hadapan mereka itu. Maka akan jadi kelak pada hari itu, bahwa Aku akan mencari membinasakan semua bangsa yang datang melawan Yerusalem. Dan Aku akan menuangkan atas isi rumah Daud, dan atas semua penduduk Yeru-salem, oleh rahmat dan permintaan doa; maka mereka akan memandang kepada-Ku yang sudah mereka tusuk, dan me-101 reka akan meratap karena Dia, seperti seseorang menangisi anak tunggal, dan mereka akan menangisi Dia dengan pe-nuh kegetiran, seperti orang menangisi anaknya yang sulung.
“Maka pada hari itu akan ada suatu ratap besar di Yerusalem, seperti ratap Hadadrimmon di lembah Megidon. Maka negeri itu akan meratap, setiap keluarga sendiri-sendiri; keluarga isi rumah Daud sendiri-sendiri, dan isteri-isteri mereka sendiri-sendiri; keluarga dari isi rumah Nathan sendiri-sendiri, dan isteri-isteri mereka sendiri-sendiri; keluarga dari isi rumah Lewi sendiri-sendiri, dan isteri-isteri mereka sendiri-sendiri; keluarga Shimei sendiri-sendiri, dan isteri-isteri mereka sendiri-sendiri; semua keluarga yang lainnya, setiap keluarga sendiri-sendiri, dan isteri-isteri mereka sendiri-sendiri.
“Maka pada hari itu sebuah pancaran air akan kelak terbuka bagi isi rumah Daud dan bagi semua penduduk Yeru-102 salem untuk membasuh segala dosa dan kecemaran. Maka akan jadi kelak pada hari itu, demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam, bahwa Aku akan menghapuskan dari tanah itu segala nama berhala, sehingga semua itu tidak akan diingat lagi; dan juga Aku akan lalukan 47 segala nabi dan roh yang najis pergi dari tanah itu. Maka akan jadi kelak, bahwa apabila seseorang masih akan bernu-buat, maka ayah ibunya yang melahirkan dia itu akan mengatakan kepadanya, Tak boleh kamu hidup, karena kamu berbicara dusta dalam nama Tuhan; ma-ka ayah ibunya yang melahirkan dia itu akan menusuk dia apabila ia ber-nubuat. Maka akan jadi kelak pada hari itu, bahwa nabi-nabi itu akan kelak malu masing-masingnya oleh khayalnya, apa-bila ia sudah bernubuat; mereka pun tidak akan lagi memakaikan baju selimut kembali untuk menyesatkan; tetapi ia akan mengatakan : Aku bukanlah nabi, aku ini seorang peladang; karena orang mengajarkan kepadaku semenjak dari 103 masa mudaku untuk menggembalakan ternak.”
Pembangunan dan reformasi yang dikemukakan di sini -- yaitu ratap dan keluhan hati yang ditimbulkan oleh berkenannya kebaikan dan kemurahan Allah -- akan jadi dalam masa para pemimpin Yehuda mengatakan: “Para penduduk Yerusalem akan menjadi kuatku”, yaitu dalam masa dimana Tuhan membuat orang yang terlemah di antara mereka itu menjadi seperti Daud, dan isi rumah Daud seperti Allah, yaitu seperti malaikat Tuhan.
Apabila reformasi yang menyeluruh ini jadi, maka mata air pembersih itu akan terbuka bagi seluruh isi rumah Daud. Pada masa itu orang jahat akan ditumpas dan disingkirkan jauh dari isi rumah Daud, dan guru-guru yang palsu, “para nabi itu” akan merasa malu karena telah mengajarkan interpretasi-interpretasi Alkitab ciptaan mereka sendiri. Kemudian orang-orang akan menyadari sepenuhnya, 104 bahwa sungguhpun mereka dapat diajar oleh orang-orang untuk menggembalakan ternak, namun tak seorangpun dapat mengajarkan kepada mereka untuk bernubuat; bahwa jabatan ini adalah hanya terbatas kepada Roh Nubuat, bahwa tidak ada satupun nubuatan Alkitab yang datang dari hasil interpretasi sendiri.
48
Adakah pembersihan ini, Kerajaan sebelum seribu tahun yang pantas bagi surga itu, diperdirikan dalam masa kasihan? Untuk menemukan jawabannya kita akan melihat kepada nubuatan Mikha sebagai berikut :
“Oleh sebab itu demi karenamu Sion akan dibajak seperti sebuah ladang, dan Yerusalem akan menjadi timbunan-timbunan kerubuhan batu, dan bukit rumah itu akan menjadi seperti tempat-tempat yang tinggi di dalam hutan. Tetapi di akhir zaman akan jadi kelak, bahwa bukit rumah Tuhan akan diperdirikan di atas puncak segala gunung, dan ia itu 105 akan ditinggikan di atas segala bukit; maka banyak orang akan mengalir datang masuk ke dalamnya. Dan banyak bangsa akan datang, dan mengatakan : Datanglah, dan marilah kita naik ke bukit Tuhan, dan ke rumah Allah Yakub; maka Ia akan mengajarkan kepada kita segala jalan-Nya, dan kita akan berjalan di dalam lorong-lorongnya; karena dari dalam Sion akan terbit hukum, dan Firman Tuhan dari Yerusalem.”
Di sini kepada kita diceritakan, bahwa di akhir zaman, yaitu di zaman kita, Kerajaan kuno yang telah dibinasakan dahulu itu akan diperdirikan kembali dan ditinggikan di atas segala Kerajaan lainnya. Kemudian orang banyak akan “mengalir masuk ke dalamnya” sebab “hukum akan terbit dari dalam Sion, dan Firman Tuhan dari Yerusalem.” Oleh sebab itu, pekerjaan Injil akan diselesaikan sementara markas besarnya berdiri di Tanah Suci. Demikianlah Kerajaan itu diperdirikan dalam periode masa kasihan, yaitu dalam masa 106 penyelamatan dan pembersihan secara hukum, karena sesudah kerajaan itu berdiri orang lain yang berasal dari segala bangsa akan mengalir masuk ke dalamnya.
Inilah yang dikatakan oleh Alkitab, dan inilah yang pasti akan jadi, karena Iblis sekalipun tidak akan dapat menggagalkan 49 rencana-rencana Allah ataupun menipu umat-Nya. Ya, benar, Iblis akan mencoba menjelaskan secara menyesatkan semua yang dikatakan oleh Firman ini, tetapi ia tidak pernah dapat mengatakan sesuatu yang lain daripada apa yang sudah dikatakan oleh Firman. Di samping itu, setiap orang yang memegang kata-kata Iblis sebagai gantinya firman Allah, berhak memperoleh penghargaan dari Iblis, maka saya yakin ia tidak akan mau ditipu karenanya.
Oleh karena tanda-tanda zaman ini, sebagai tambahan terhadap yang lain-lainnya, adalah jauh lebih penting daripada “Gempa bumi Lisabon”, “hari kegelapan itu”, dan “kejatuhan bintang-bintang”, 107 maka adalah lebih baik kita bangkit menyadari akan tuntutan yang oleh kesemuanya itu diminta daripada kita, yang kesemuanya dapat mengikat kita untuk membuat kita pantas bagi kedatangan Kristus yang kedua kali dan bagi sebuah rumah di dalam Kerajaan-Nya jika semua itu diperhatikan. Tetapi jika semua tandatanda ini pun tidak dapat membangunkan kita, maka adalah pasti bahwa semua itu akan membuat kita tergelincir jatuh ke dalam lubang yang tak terduga dalamnya itu sementara terus bermimpi merasa kaya dan bertambah-tambah dalam kekayaan, sehingga tidak memerlukan apa-apa lagi, sambil menyangka sedang berada pada jalan yang menuju ke negeri yang mulia. Betapa kecewanya dan betapa sedihnya dan keretak gigi kelak nanti!
Siapakah yang akan mengusir keluar orang-orang Kafir dari negeri itu? Jawabannya terdapat di dalam,
“Lalu kata malaikat yang berbicara 108 dengan aku itu : Berserulah engkau, dan katakanlah, Demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam; bahwa cemburulah Aku karena Yerusalem dan karena Sion dengan suatu kecemburuan yang besar adanya. Dan sangatlah geram murka-Ku terhadap orang-orang Kafir itu yang sedang bersenang-senang: karena sewak-tu murka-Ku sedikit, maka mereka telah membantu memajukan kesukaran. Oleh karena itu, demikianlah firman Tuhan; Aku kembali ke Yerusalem dengan ber-bagai kemurahan : rumah-Ku akan diba-ngun di dalamnya, demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam, dan sebuah tali pengukur akan dibentangkan di atas 50 Yerusalem. Serukanlah lagi dan kata-kan, Demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam; segala negeri-Ku melalui kelimpahan masih akan tersebar ke mana-mana; dan Tuhan masih akan menghibur Sion, dan masih akan memilih Yerusalem. Maka Tuhan menunjukkan kepadaku empat tukang kayu. Kemudian kataku, Untuk apakah mereka ini datang? Maka 109 berbicaralah Ia, sambil mengatakan : Me-reka inilah tanduk-tanduk yang telah mencerai-beraikan Yehuda, sehingga ti-dak seorangpun berani mengangkat ke-palanya; tetapi semua ini telah datang untuk mengejutkan mereka itu, untuk membuang tanduk-tanduk dari bangsa-bangsa Kafir, yang telah mengangkat tanduk-tanduk mereka atas negeri Yehu-da untuk mencerai-beraikannya.”
Jelaslah satu pihak dari bangsa-bangsa Kafir itu akan datang melawan pihak yang berada di Tanah Suci itu, lalu mengusir mereka keluar untuk menyediakan cukup tempat bagi umat Allah. Kemudian kaki Tuhan akan berdiri di atas Gunung Zaitun dan Gunung itu akan terbelah di tengahtengahnya lalu membuat di sana sebuah lembah yang luas sekali. Demikianlah Tuhan akan membuka jalan bagi umat-Nya untuk melarikan diri ke sana ke “lembah” itu dimana kaki Tuhan berdiri, dan semua orang suci beserta-Nya (Zakharia 14 : 4, 5).
Kebenaran ini, sebagai anda saksikan, 110 adalah melebihi semua kebenaran, karena tanpa kebenaran ini, maka semua kebenaranmu yang lain tidak akan bermanfaat apapun bagi anda, tidak akan dapat membawa anda masuk ke dalam Kerajaan itu. Inilah kilometer yang terakhir dari semua kilometer perjalanan iman kita sepanjang kehidupan yang membawa kita pulang ke Rumah. Kita telah berjalan sejauh ini; maka sebab itu, marilah kita terus berjalan dengan lurus terus sampai ke negeri yang mulia, yang tidak lagi berada jauh di seberang sana khatulistiwa. Kilometer yang di depan adalah benarbenar kilometer yang terakhir yang akan membawa kita pulang ke Rumah.
* * * 51
111Surat dialamatkan kepada:
Universal Publishing Association
(Kantor Pusat)
Waco, Texas 76714
U S A
Universal Publishing Association
(Divisi Indonesia)
P. O. Box 6965/JAT-PK
Jakarta 13710
e-mail:
gadsdaid@yahoo.com
dikerjakan oleh:
Penerbitan 2018
112UNIVERSAL PUBLISHING ASSOCIATION
P.O. BOX 7613
WACO, TX 76714
+1 800-729-7494
www.davidiantoday.org