Perpustakaan PDF
Amaran Sekarang - Jilid 2 - No. 15, 16

Apa yang Akan Jadi selama Trompet Keenam sementara Pintu Kasihan Masih TerbukaKekalahan Tiga Rangkap dari Setan Mendatangkan Masa Kesusahan Besar yang Sedemikian Itu Belum Pernah Ada

2AS15 / 2AS16

V. T. HOUTEFF

Agar setiap orang yang berhaus akan kebenaran

dapat memperolehnya, maka buku-buku kecil ini disebarkan dengan cuma-cuma. Hanya satu permohonan yang dimintanya, yaitu setiap jiwa wajib memeriksa segala perkara dan berpegang teguh pada mana yang baik. Hanya benang-benang

untaian keemasan Eden dan tali-tali pengikat Golgota yang berwarna darah -- ikatan-ikatan yang mengikat itu yang merupakan pita pengikat buku

gratis yang kecil ini.

Kami sangat menghargai nama dan alamat anggota

MAHK yang dikirimkan.

1

AMARAN
SEKARANG

Satu-Satunya Kedamaian Pikiran

Apa Yang Akan Jadi Selama Trompet Keenam Sementara Pintu Kasihan Masih

Terbuka

Kekalahan Tiga Rangkap Dari Setan Mendatangkan Masa Kesusahan Besar Yang Sedemikian Itu Belum Pernah Ada

VICTOR T. HOUTEFF
Universal Publishing Association

P. O. Box 6965/JAT-PK, Jakarta 13710

e-mail : gadsdaid@yahoo.com

2

Naskah Untuk Berdoa

“DOSA SIMPANAN MENOLAK
KEBENARAN KELUAR”

Christ’s Object Lessons, halaman 50 :

“Juga dia yang memperoleh benih itu di antara duri-duri adalah dia yang mendengarkan firman; dan perhatian ter- hadap dunia ini, dan penipuan dari ber- bagai kekayaan, menusuk-nusuk firman itu, maka ia menjadi tidak berbuah. Be- nih Injil itu seringkali jatuh di antara duri-duri dan rerumputan yang merusak; maka jika tidak terdapat suatu peruba- han moral di dalam hati manusia, jika kebiasaan-kebiasaan dan perbuatan-per- buatan lama dan kehidupan dosa yang terdahulu tidak ditinggalkan di belakang, jika tabiat-tabiat Setan tidak dibuangkan dari jiwa, maka tumbuhan gandum yang muda itu akan didesak sampai mati. Du- ri-duri itulah yang akan muncul merupa- kan tumbuhan muda, dan akan mematikan 3 gandum itu..... Jika hati tidak dipelihara di bawah pengawasan Allah, jika Roh Suci tidak bekerja secara terus-menerus untuk memperindah dan mempermuliakan tabiat, maka kebiasaan-kebiasaan lama akan muncul dengan sendirinya di dalam kehidupan..... Kristus memperinci segala perkara yang berbahaya itu kepada jiwa. Seperti yang dicatat oleh Markus ia me- nyebutkan segala perhatian kepada dunia ini, penipuan-penipuan dari berbagai ke- kayaan, dan tamak terhadap perkara-per- kara lainnya. Lukas memperinci perha- tian-perhatian dunia, kekayaan-kekayaan, kesenangan-kesenangan terhadap hidup ini. Semua inilah yang mendesak-desak firman itu, yaitu pertumbuhan rohani dari benih itu. Jiwa akan berhenti menarik makanan dari Kristus, maka kerohanian akan mati menghilang dari dalam hati.”

Bacaan ini memerintahkan kepada kita untuk berdoa agar supaya benih yang ditaburkan di dalam hati kita itu boleh jatuh pada tanah yang baik, supaya ia boleh me- 4 ngeluarkan akar; supaya kita boleh dapat bebas dari segala perhatian terhadap hidup ini dan daripada dosa, karena bagaimanapun juga berkesannya Kebenaran itu yang pergi masuk ke dalam telinga seseorang, Ia tak akan pernah dapat sampai ke hati, jika terdapat sesuatu dosa tersimpan di dalamnya.

Copyright, 1942

Hak Cipta Dijamin

V. T. HOUTEFF

2

5

APA YANG AKAN JADI
SELAMA TROMPET KEENAM
SEMENTARA PINTU KASIHAN
MASIH TERBUKA

Oleh :
Victor T. Houteff
Pendeta dari Persekutuan Davidian
Masehi Advent Hari Ketujuh
Sabat, 15 November 1947
Kapel Gunung Karmel, Waco, Texas

Pokok dari penyelidikan kita terdapat di dalam Buku Wahyu, pasal 10 dan 11. Kita akan memulai dengan :

“Dan aku tampak seorang malaikat per-kasa lainnya turun dari surga, berjubah-kan awan : dan sebuah pelangi terdapat di atas kepalanya, dan mukanya seperti 6 matahari, dan kakinya seperti tiang-tiang dari api.”

Malaikat ini memiliki semua ciri dari sesuatu kuasa yang mengirimkan ke bawah “hujan akhir itu”, dan yang menyebabkan biji-bijian rohani itu berkembang dengan sempurnanya, karena itulah yang ditunjukkan oleh awan, cahaya matahari, dan pelangi. Sebagaimana pelangi tidak akan pernah muncul tanpa adanya hujan, maka oleh karenanya malaikat itu adalah malaikat yang akan membawa hujan dan cahaya matahari bagi perkembangan penuaian yang terakhir.

“Dan ia memiliki di dalam tangannya sebuah buku kecil yang terbuka : maka kaki kanannya berpijak di laut, dan kaki kirinya di bumi.”

Terdapat hanya sebuah buku di dalam Alkitab yang masih harus dibuka, dan itu ialah buku Daniel (Daniel 12 : 4). Dan karena perkara yang pertama yang dilakukan 7 oleh malaikat itu adalah membuka buku itu, maka dari analisa membuktikan bahwa ia sesungguhnya muncul pada peristiwa pada permulaan dari masa akhir zaman, yaitu masa di mana buku itu akan

3 dibukakan (Wahyu 10 : 2).

Saudara ketahui bahwa manusia secara alamiah memulai berjalan dengan kaki kanannya. Sekarang, oleh karena kaki kanan malaikat itu berpijak di laut, dan kaki kirinya berpijak di bumi, maka lambang itu menunjukkan bahwa ia memulai berjalan di laut, di daerah binatangbinatangnya Daniel (Daniel 7), kemudian di bumi, di daerah dari binatang bertanduk dua (Wahyu 13 : 10 – 18). Oleh karena itu, pekerjaannya, dimulai di Negeri Lama (Old Country), dan akan meliputi kebenaran yang pertama sekali dibukakan dari buku Daniel. Segala-galanya dari pekabaran dan kuasanya itu membuktikan akan kelak tersebar luas ke seluruh dunia -- di laut dan di bumi. 8 “Maka berserulah ia dengan suara besar, seperti suara singa meraung : dan tatkala ia berteriak, ketujuh guruh pun membu-nyikan bunyinya masing-masing. Tatkala ketujuh guruh sudah berbunyi itu, se-mentara aku hendak menuliskannya : lalu aku dengar suatu suara dari langit, me-ngatakan kepadaku, Meteraikanlah sega-la perkara yang dikatakan oleh ketujuh guruh itu, dan jangan dituliskan.”

Disini kita saksikan bahwa terdapat lagi sesuatu kebenaran lain yang seharusnya sudah dapat dicatat, tetapi kepada Yohanes diperintah untuk tidak menuliskannya. Kita tidak mengetahui berapa luas kebenaran yang dibawakan oleh Tujuh Guruh itu, namun mungkin sama banyak atau lebih banyak daripada yang dibawa oleh Tujuh Trompet. Tetapi, terlepas daripada itu, terdapat sesuatu hal yang muncul mencolok, dan itu ialah bahwa oleh karena kebenaran Tujuh Guruh itu dilewati maka terdapatlah sesuatu kekosongan dalam rantai hubungan Kebenaran itu. Dan ka- 9 rena Tujuh Guruh itu tidak dicatat, maka segala kebenarannya tidak dapat dibuka secara diinterpretasikan, karena tidak terdapat apapun yang tertulis dari halnya, dan karena itu tidak ada yang dapat diinterpretasikan daripadanya. Jika, kemudian, kita akan pernah dapat mengetahui kebenaran dari Tujuh Guruh itu, maka itu mungkin akan ditunjukkan kepada kita mungkin dengan cara yang sama seperti halnya Wahyu telah ditunjukkan kepada Yohanes.

4

“Maka malaikat yang tampak berdiri di laut dan di bumi itu mengangkat tangan-nya ke langit, serta bersumpah demi Dia yang hidup selama-lamanya, Yang telah menciptakan langit, dan segala perkara yang di dalamnya, dan bumi berikut se-gala perkara yang di dalamnya, dan laut berikut segala perkara yang di dalamnya, bahwa tidak akan ada waktu lagi : tetapi pada masa suara malaikat yang ketujuh itu, apabila ia hendak meniup trompet-10 nya, maka Rahasia Allah akan genap, sebagaimana yang telah dibukakan oleh-Nya kepada segala nabi hamba-hamba-Nya itu. (Pada permulaan bunyi trompet yang ketujuh itu, maka Rahasia Allah akan diselesaikan).”

Dari hal apakah sebutan, “tidak akan ada waktu lagi?” Jawabannya terdapat dalam pasal 6, yang secara nyata akan membuktikan bahwa tidak akan ada waktu lagi bagi Rahasia Allah untuk diselesaikan; bahwa hari-hari yang masih tinggal dari trompet yang keenam, yaitu waktu menjelang bunyi trompet yang ketujuh itu, adalah waktu yang diperuntukkan bagi Rahasia Allah, yaitu Injil Kristus, untuk diselesaikan. Sesungguhnya, pengumuman yang pertama sekali dari malaikat yang ketujuh itu adalah, bahwa kerajaan-kerajaan dunia ini telah menjadi kerajaan-kerajaan Tuhan kita, artinya bahwa pekerjaan Injil selesailah sudah.

“Maka suara yang sudah kudengar dari 11 langit itu kembali berkata kepadaku, katanya, Pergilah dan ambillah buku kecil yang terbuka di dalam tangan malaikat yang berpijak di laut dan di bumi itu. Lalu pergilah aku kepada malaikat itu, dan kataku kepadanya, Be-rikanlah kiranya kepadaku buku kecil itu. Lalu katanya kepadaku, Ambillah dan makanlah semuanya; dan ia akan memahitkan perutmu, tetapi di dalam mulutmu akan terasa manis seperti madu. Maka kuambillah buku kecil itu dari tangan malaikat itu, lalu kumakan semuanya; maka itu di mulutku terasa manis seperti madu, dan segera sesudah aku memakannya, maka perutku terasa pahit.”

5

Memakan buku itu sebagaimana hakekatnya, ialah ‘menelan’ semua perkataannya. Madu yang manis seharusnya berarti kegembiraan yang datang dari janji-janji, yang terkandung di dalamnya, dan jelaslah kepahitan menunjukkan kepada ketidakmampuan untuk mencerna, yaitu un- 12 tuk memahami semuanya, dan demikianlah suatu kekecewaan. Semua ini, Saudara ketahui, telah memenuhi kegenapannya di masa Pergerakan Advent Yang Pertama, yaitu sewaktu oleh perantaraan penyelidikan terhadap buku Daniel, mereka temui bahwa pembersihan Kaabah (Daniel 8 : 14) akan dimulai dalam tahun 1844, tetapi mereka telah salah mengartikan pembersihan itu kepada akhir sejarah dunia dan kedatangan kembali Kristus. Kekecewaan itu datang setelah tanggal yang telah ditetapkan itu berlalu dan setelah semua harapan umat itu gagal menemui kenyataannya.

“Lalu dikatakannya kepadaku, Kamu harus bernubuat lagi ke hadapan banyak umat, dan banyak bangsa, dan banyak bahasa dan banyak raja.”

Sesudah kekecewaan itu mereka diperintahkan untuk bernubuat kembali; artinya, kembali memberitakan dari hal pembersihan Kaabah itu. Pekerjaan ini akan 13 mereka lakukan di antara banyak umat, banyak bangsa, banyak bahasa, dan banyak raja, jelaslah bukan untuk semua.

Demikian itulah maka Pergerakan Advent yang pertama itu kembali direorganisir dan diberi nama, Masehi Advent Hari Ketujuh. Oleh karena itu, organisasi Masehi Advent Hari Ketujuh, tidak akan menyelesaikan pekerjaan itu. Pekabarannya tidak akan pergi kepada segala umat, kepada segala bangsa, segala bahasa, dan segala raja. Dengan sendirinya, Sidang, juga akan harus direorganisir kembali jika Injil Kerajaan akan diberitakan kepada segala bangsa. “Suatu pembangunan dan suatu reformasi harus terlaksana di ba- wah pengendalian Roh Suci. Pembangunan dan reformasi adalah dua perkara yang berbeda. Pembangunan berarti suatu pem- baharuan kehidupan rohani, suatu kebang- kitan daripada kuasa-kuasa pikiran dan hati, suatu kebangkitan dari mati rohani. Reformasi berarti suatu reorganisasi, su- atu perubahan dalam pendapat-pendapat 6 14 dan teori-teori, kebiasaan-kebiasaan dan praktek-praktek.” -- Christ Our Righteous-

Bagaimanakah reorganisasi itu akan dapat terjadi?

“Karena, sesungguhnya, Tuhan akan datang dengan api, dan dengan segala kereta-Nya bagaikan suatu angin puyuh, untuk membalas murka-Nya dengan ge-ram, dan membalas teguran-Nya dengan nyala api. Karena oleh api dan oleh pe-dang-Nya Tuhan akan memutus hukum atas segala manusia : maka pembunuhan Tuhan itu akan besar jumlahnya.

“Mereka yang menyucikan dirinya sendiri, dan yang membersihkan diri sendiri dalam taman-taman di balik se-buah pohon yang di tengah-tengahnya, yang memakan daging babi, dan segala yang keji, dan tikus, akan dihapuskan semuanya secara bersama-sama, demiki-anlah firman Tuhan.

“Maka Aku akan memberikan suatu 15 tanda di antara mereka itu, dan Aku akan mengutus orang-orang yang luput dari antara mereka itu kepada segala bangsa, ke Tarsis, ke Pul, dan ke Lud, orang pe-manah, ke Tubal, dan ke Yawan, kepada segala kepulauan yang jauh, yang belum pernah mendengar kebesaran nama-Ku, yang belum melihat kemuliaan-Ku; maka mereka akan memberitakan kemuliaan-Ku di antara segala orang Kafir.

“Maka mereka akan menghantarkan semua saudaramu bagi suatu korban ke-pada Tuhan keluar dari segala bangsa dengan mengendarai kuda, dan kereta, dan unta berpelana, dan bagal, dan kuda semberani, menuju ke bukit kesucian-Ku Yerusalem, demikianlah firman Tuhan, bagaikan bani Israel membawakan suatu korban dalam bejana yang suci ke dalam

Di dalam ayat-ayat ini kita saksikan terjadinya suatu pembantaian, suatu pembantaian yang menyingkirkan pelanggarpelanggar kebenaran. Orang-orang yang 16 luput dari pembantaian Tuhan akan dikirim kepada segala bangsa yang belum pernah menyaksikan kemuliaan Allah, atau mendengar dari hal kebesaran nama- Nya, maka mereka akan menghantarkan semua saudaranya keluar dari “segala bangsa.” Jelaslah, pada waktu itu, bahwa pembantaian terjadi di dalam Sidang, karena orang-orang yang luput akan dikirim untuk berkhotbah kepada bangsabangsa Kafir yang belum mendengar apapun dari hal Allah. Pengiriman orangorang setia kepada segala bangsa, setelah pembantaian terhadap orang-orang yang tidak setia, mensyaratkan suatu reorganisasi kembali. Dan perintah itu pada akhirnya dikeluarkan untuk pergi, bukan hanya kepada banyak bangsa, melainkan kepada semua bangsa. Jika mereka adalah yang akan membawa segala saudaranya keluar dari antara segala bangsa, maka mereka haruslah yang terakhir, yaitu orangorang yang akan menyelesaikan pekerjaan itu, yaitu “Rahasia Allah itu”, yang akan menghantarkan berakhirnya masa kasihan 17 dan dunia kepada akhir sejarahnya.

“Maka diberikan kepadaku sejenis buluh pengukur yang seperti tongkat : maka berdiri malaikat itu, sambil mengatakan, Bangkitlah, dan ukurlah olehmu akan Kaabah Allah itu, dan mezbah itu, dan mereka yang berbakti di dalamnya.”

Pelaksanaan pengukuran terhadap orang-orang yang berbakti itu adalah sesungguhnya dimaksudkan kepada penghitungan jumlah mereka itu. Dan begitulah saudara saksikan bahwa menyusul Pergerakan Masehi Advent Hari Ketujuh akan terjadi suatu penghitungan yang akan dilakukan terhadap umatnya. Dan oleh karena terdapat hanya sebuah rombongan orang yang telah terhitung jumlahnya, yaitu 144.000 (Wahyu 7 : 3) itu, yaitu buahbuah pertama (Wahyu 14 : 4), hamba-hamba Allah (7 : 3), menunjukkan bahwa merekalah orang-orang yang telah dihitung itu, yang luput, dan juga yang dikirim kepada segala bangsa. Ya, merekalah orang-orang 18 yang akan menyelesaikan Rahasia Allah karena mereka menghantarkan semua saudaranya keluar dari segala bangsa (Wahyu 7 : 9), yaitu buah-buah kedua itu.

“Tetapi pelataran luar kaabah supaya dibiarkan, jangan diukur akan dia; ka-rena itu diberikan bagi segala bangsa Kafir : dan kota suci itu akan dipijak-pi-jak mereka itu empat puluh dua bulan lamanya.”

Orang-orang yang berbakti, yaitu anggota-anggota sidang, segala suku Israel itu, kelak akan dihitung, tetapi orang-orang 8 yang akan memenuhi halaman, yaitu mereka yang berasal dari bangsa-bangsa Kafir itu, adalah tak terhitung jumlahnya : “Sesudah ini aku tampak, dan, terlihat-lah, suatu jumlah besar orang banyak, yang tak seorang pun dapat menghitung, berasal dari segala bangsa, segala suku, segala umat, segala bahasa, berdiri di hadapan tahta itu, dan di hadapan Anak Domba, berpakaikan jubah-jubah putih, 19 dan daun palm berada dalam tangan mereka.” Wahyu 7 : 9.

Tujuh kali tujuh, empat puluh sembilan, menunjukkan tahun Kesukaan, pembebasan umat itu dan negeri mereka, contoh daripada Kerajaan yang lengkap itu. Di samping adanya sesuatu pengertian yang lain, maka empat puluh dua bulan itu adalah hanya enam kali tujuh bulanan, itu menunjukkan bahwa kota suci, Yerusalem, tidak akan ‘dipijak-pijak’ sepanjang perjalanannya sampai kepada masa raya Tahun Kesukaan contoh saingan, -- dimana orang-orang Kafir akan diusir keluar dari dalamnya, sebelum Rahasia Allah diselesaikan, sebelum malaikat yang ketujuh memulai meniup trompetnya.

“Maka Aku akan memberikan kuasa kepada kedua saksi-Ku, maka mereka akan bernubuat seribu dua ratus enam puluh hari lamanya, berkainkan kain goni. Mereka ini ialah kedua pohon zaitun itu, dan kedua kaki dian itu yang 20 berdiri di hadapan Allah yang empunya bumi itu.”

Pada waktu nabi Zakharia menanyakan apa yang dilambangkan oleh pohon-pohon zaitun khayalnya itu, maka malaikat itu menjawab, “Firman Tuhan.” Zakharia 4 : 6.

Kedua pohon zaitun itu, oleh karenanya, adalah melambangkan Wasiat Lama dan Wasiat Baru, yaitu Alkitab (The Great Controversy, p. 267). Sebagaimana lambang daripada kaki dian-kaki dian itu Tuhan sendiri menunjukkan bahwa mereka itu adalah melambangkan sidang-sidang (Wahyu 1 : 20). Kedua kaki dian itu dalam hubungannya dengan pohon-pohon zaitun itu oleh karenanya adalah melambangkan sidang-sidang Wasiat Lama dan Wasiat Baru, yang memberikan kepada kita Alkitab itu.

9

“Maka jikalau seseorang hendak menya-kiti mereka, api akan keluar dari dalam mulut mereka, lalu menelan semua mu-21 suh-musuhnya : dan jika seseorang hen-dak menyakiti mereka, maka ia patut di-bunuh dengan cara ini.”

Dari ini kita saksikan bahwa walaupun Alkitab itu adalah kawan terdekat bagi semua kawan-kawan-Nya, Itu pun merupakan suatu musuh yang sangat berbahaya terhadap semua musuh-Nya. Apabila Kebenaran tak dapat menyelamatkan, maka Ia akan membinasakan.

“Keduanya ini memiliki kuasa untuk me-nutup langit, sehingga tidak akan turun hujan selama keduanya bernubuat itu : dan memiliki kuasa atas segala air untuk mengubahnya menjadi darah, dan untuk memalu bumi dengan segala belanya, se-berapa sering mereka kehendaki.

Dan apabila sudah mereka menyele-saikan semua kesaksiannya, maka bina-tang yang keluar dari dalam lubang yang tak terduga dalamnya itu akan berperang melawan keduanya, dan akan menang 22 atas keduanya, lalu membunuh keduanya. Maka mayat-mayat keduanya itu akan bergelimpangan di jalan raya negeri besar itu, yang secara rohaniah disebut Sodom dan Mesir, di tempat mana Tuhan kita pun telah disalibkan.

Maka mereka yang berasal dari segala umat dan suku dan bahasa dan bangsa akan menyaksikan mayat-mayat kedua-nya itu tiga setengah hari lamanya, dan tidak akan dibiarkan mereka kedua mayat itu dimasukkan ke dalam kubur. Maka mereka yang berdiam di atas bumi akan bersukaria karenanya, lalu bergembira ria, dan saling memberikan hadiah antar sesamanya; sebab kedua nabi ini sudah menyiksa mereka yang berdiam di atas bumi itu. Dan sesudah tiga setengah hari Roh Kehidupan dari Allah memasuki me-reka, maka berdirilah mereka pada kaki-kakinya; maka datanglah ketakutan yang amat sangat ke atas orang-orang yang me-lihat kedua mereka itu.”

Tidak perlu lagi saya membicarakan 23 dari hal ayat-ayat ini karena anda akan mendapatkan penjelasannya secara terperinci dalam Buku Kecil Traktat No. 2, Para-doks Besar Sepanjang Zaman, halaman 47 – 48, Edisi baru.

“Maka orang-orang itu mendengar suatu suara besar dari langit yang mengatakan kepada keduanya itu, Naiklah kemari. Maka naiklah keduanya ke langit di da-lam sebuah awan; maka segala musuhnya memandang akan keduanya. Dan pada jam yang sama itu juga terjadilah suatu gempa bumi besar, maka sepersepuluh daripada negeri itu rubuh, dan dalam gempa bumi itu telah terbunuh tujuh ribu orang; maka mereka yang lagi ting-gal itu ketakutanlah amat sangat, lalu me-muliakan Allah yang di surga.”

Alkitab menekankan bahwa hanya ada sebuah lubang yang tak terduga dalamnya yang terbuka, yaitu lubang dari mana belalang-belalang keluar (Wahyu 9 : 2), dan adalah Bintang surga itulah yang telah 24 membuka lubang itu untuk membebaskan semua orang tawanannya, -- belalangbelalang itu yang akan menyakiti hanya orang-orang yang tidak memiliki meterai Allah pada dahinya. Oleh karena belalangbelalang itu mampu mengenali siapa-siapa yang memiliki dan juga siapa-siapa yang tidak memiliki meterai Allah itu pada dahi-dahi mereka, dan karena mereka sendiri adalah teman-teman dari umat Allah yang termeterai itu, maka jelaslah kebenaran itu : Bintang yang membebaskan mereka keluar dari lubang itu adalah Kristus, dan belalang-belalang itu adalah orangorang Kristen, yaitu umat yang telah diselamatkan dari Paham ajaran Yahudi yang menyeleweng itu.

Lagi pula, kenyataannya bahwa Malaikat dari Wahyu 20 : 1 (musuh Setan yang terbesar), adalah Dia Yang memiliki kunci dari lubang yang tak terduga dalamnya itu, maka itu menunjukkan bahwa Malaikat dari Wahyu 20 : 1 dan Bintang dari Wahyu 9 : 1 itu adalah sama, karena Dia kepada 25 siapa kunci itu diberikan adalah Satu-satunya yang dapat memilikinya.

Sekarang bolehlah kita bertanya siapakah binatang yang berasal dari lubang yang tak terduga dalamnya itu? Jika Bintang yang turun dari surga dan yang telah membuka lubang itu adalah Kristus, dan jika belalang-belalang yang keluar dari lubang itu adalah orang-orang Kristen, maka tak dapat dipungkiri lagi bahwa kesimpulannya ialah binatang yang keluar

11 dari lubang yang tak terduga dalamnya itu adalah melambangkan dunia Kristen. Demikian itulah bahwa Tuhan telah disalibkan di sana.

Sekarang, oleh karena kota itu secara rohaniah disebut Mesir, maka itu menunjukkan bahwa kota itulah yang memperbudakkan umat Allah. Nama dari Sodom menunjukkan bahwa umat Allah yang sebenarnya kelak akan diselamatkan daripadanya seperti akan halnya Lot.

Sepersepuluh bagian dari kota itu ha- 26 rus melambangkan bagian milik Tuhan, yaitu perpuluhan, begitulah disebut. Oleh karena itu gempa bumi melambangkan suatu kegoncangan di dalam sidang Tuhan Allah. Umat yang sisa yang memuliakan Allah itu, hanya dapat merupakan orangorang yang setia yang luput dari kegoncangan itu. Demikian inilah Sidang disucikan. Olehnya itu, gempa bumi ini, melambangkan pembantaian Yeheskiel sembilan, dan sama dengan yang disebut pada Yesaya 66 : 16.

Lagi pula, kenyataannya bahwa Rahasia Allah akan genap apabila malaikat yang ketujuh itu mulai meniupkan trompetnya, dan juga kenyataannya bahwa kegoncangan yang ditunjukkan di sini akan jadi selama bunyi trompet yang keenam, maka Kebenaran ini membuktikan bahwa kegoncangan itu jadi sebelum pekerjaan Injil selesai. Roh Nubuat di dalam sejarah kita juga meramalkan kegoncangan ini sebagai berikut :

“Saya menanyakan arti daripada ke- 27 goncangan yang telah saya lihat itu, maka ditunjukkan kepada saya bahwa itu akan disebabkan oleh kesaksian yang tegas yang datang dari nasehat Saksi Yang Setiawan itu kepada orang-orang Laodikea. Ini akan membawakan pengaruh pada hati penerimanya, dan akan memimpinnya untuk menjunjung tinggi standar dan menyampaikan kebenaran yang tegas. Be- berapa orang tidak akan tahan terhadap kesaksian yang tegas ini. Mereka akan bangkit berdiri menentangnya, maka ini- lah yang akan menyebabkan suatu ke- goncangan di antara umat Allah.” – Early

12 Writings, p. 270.

“Celaka yang kedua sudah berlalu; maka, tengoklah, celaka yang ketiga itu datang dengan segeranya.

Maka malaikat yang ketujuh itu pun meniup trompetnya; lalu kedengaranlah beberapa suara besar di surga, mengata-kan, Kerajaan-kerajaan dunia ini menjadi kerajaan-kerajaan Tuhan kita, dan keraja-28 an-kerajaan Kristus-Nya; maka Ia akan memerintah selama-lamanya.

Lalu kedua puluh empat tua-tua, yang duduk di kursi-kursinya di hadapan hadirat Allah itu, bersujud menyembah Allah, sambil berkata, Kami ucapkan syukur kepada-Mu, ya Tuhan Allah yang Maha Kuasa, Yang ada, Yang sudah se-dianya ada, dan Yang akan datang; sebab Engkau telah mengambil bagi diri-Mu kekuasaan-Mu yang besar itu, dan telah memerintah. Dan segala bangsa telah naik amarahnya, dan telah sampailah murka-Mu, dan telah tiba masa segala orang mati itu, agar supaya mereka itu diadili, dan supaya Engkau memberikan pahala kepada semua hamba-Mu segala nabi-nabi itu, dan kepada semua orang suci, dan kepada mereka yang takut akan nama-Mu, baik besar maupun kecil; dan supaya Engkau membinasakan orang-orang yang membinasakan bumi.

Maka terbukalah Kaabah Allah yang di dalam surga, maka terlihat di sana di 29 dalam kaabah-Nya itu tabut perjanjian-Nya itu; maka terjadilah kilat-kilat, dan suara-suara, dan guntur-guntur, dan suatu gempa bumi, dan hujan batu yang lebat.”

Jika Saudara ingin mempelajari pasal sebelas dari buku Wahyu ini secara mendetail, maka bacalah Traktat yang berjudul “Kepada Tujuh Sidang.”

* * *

13

30

Naskah Untuk Berdoa

BERBAGAI KEKUATIRAN DI DUNIA

INI

Saya akan membaca dari Buku Christ’s Object Lessons, halaman 51, paragraf yang kedua :

“Tidak ada kelas orang-orang yang bebas dari pencobaan terhadap kekua- tiran duniawi. Bagi orang miskin, kerja keras, kehilangan dan ketakutan karena kekurangan membawa berbagai kebingu- ngan dan beban. Bagi orang kaya datang ketakutan terhadap rugi dan sejumlah besar kekuatiran terhadap keinginan- keinginannya. Banyak dari pengikut-pe- ngikut Kristus lupa akan ajaran yang telah dianjurkan-Nya kepada kita untuk dipelajari dari bunga-bunga di padang. Mereka tidak mengharapkan pengawasan- Nya yang terus-menerus. Kristus tak da- pat memikul beban mereka, sebab mere- ka tidak membebankannya kepada Dia. 31 Sebab itu berbagai kekuatiran hidup, yang hendaknya mendorong mereka datang ke- pada-Nya untuk bantuan dan penghibur- an, justru memisahkan mereka daripada- Nya.”

Di dalam bacaan ini kita diberi petunjuk supaya jangan memikul sendiri beban kita, melainkan biarkanlah semua itu di bawa oleh Tuhan bagi kita. Adakah kita memiliki perasaan seperti kuda, maka kita seharusnya lebih baik daripadanya. Sebagai anda ketahui, kuda tidak tahu kuatir dari hal makanannya yang akan datang. Tujuannya hanyalah melayani kehendak tuannya. Kuda membiarkan semua tanggung jawab untuk makanan dan kandangnya kepada tuannya. Ia tahu bahwa ia berhak memperolehnya karena pemakaian tenaganya.

Kuda, anda saksikan lebih memiliki iman kepada tuannya daripada kebanyakan orang Kristen memiliki iman kepada Allah.

32

Sekarang marilah kita bertelut dan berdoa agar kita sepenuhnya menyadari akan semua perkara ini dan supaya kita menaruh penuh harapan kepada Tuhan kita. Kita mempunyai seorang Tuan yang baik, dan kita adalah anak-anak-Nya, bukan kuda-kuda-Nya, kenangkanlah.

* * * 14

33

KEKALAHAN TIGA
RANGKAP DARI SETAN
MENDATANGKAN MASA
KESUSAHAN BESAR YANG
SEDEMIKIAN ITU BELUM
PERNAH ADA

Oleh :
Victor T. Houteff
Pendeta dari Persekutuan Davidian
Masehi Advent Hari Ketujuh
Sabat, 29 November 1947
Kapel Gunung Karmel, Waco, Texas

Pokok pembicaraan kita pada sore hari ini terdapat dalam Wahyu pasal 12, dan digambarkan pada bagan yang dibawah ini --

34
Ilustrasi
35

“Maka kelihatanlah suatu keajaiban be-sar di langit; seorang perempuan ber-pakaian matahari, dan bulan berada di bawah kakinya, dan di kepalanya ber-mahkotakan sebuah mahkota dengan dua belas bintang : dan ia itu mengandung dan berteriak sebab sakit dan sengsara hendak melahirkan. Maka kelihatan pula sebuah keajaiban yang lain di langit; dan tengoklah ada seekor naga merah besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepala-kepalanya bermahkota tujuh. Dan ekornya menye-ret sepertiga dari segala bintang di langit, lalu dicampakkannya ke bumi : maka berdirilah naga itu di hadapan perem-puan yang sudah sedang siap melahir-kan itu, untuk dapat menelan anaknya segera setelah ia itu dilahirkan. Maka ia memperanakkan seorang anak laki-laki, yang akan memerintah segala bangsa dengan tongkat besi : maka anaknya itu pun disambar dibawa kepada Allah dan kepada tahta-Nya. Maka perempuan itu 36 melarikan diri ke padang belantara, di sana ada suatu tempat disediakan Allah baginya supaya dipeliharakan orang akan dia di situ seribu dua ratus enam puluh hari lamanya.”

Saya yakin, kita semua setuju, bahwa perempuan dari Wahyu 12 ini adalah melambangkan Sidang; bahwa Naga itu adalah melambangkan Setan; dan bahwa anak kecil itu melambangkan Kristus. Tetapi karena sama halnya kita mungkin tidak sepaham mengenai apakah perempuan itu melambangkan sidang Wasiat Lama atau sidang Wasiat Baru ataupun keduaduanya, maka adalah penting agar kita mempelajari untuk melihat dalam satu pengertian.

Sekarang, dengan sendirinya pertanyaan-pertanyaan akan timbul, Jika Kristus adalah Seorang Yang melahirkan sidang Kristen, maka bagaimanakah mungkin perempuan itu adalah ibu-Nya? Dan bukankah Kristus lahir sedikit-dikitnya tiga puluh tahun sebelum adanya sidang Kris- 37 ten? Bukankah telur lebih dulu keluar sebelum ayam ditetaskan? Dan akhirnya, bukankah benar bahwa jika kita terus keliru dengan sesuatu pegangan yang salah maka kita akan menemukan diri kita makin hari makin jauh dari kebenaran mengenai pokok masalah ini? Tentu saja. Jadi, marilah kita,

16 mencari landasan yang pasti di atas mana kita akan membangun.

Kita semua mengetahui bahwa Kristus telah lahir, bukan bagi sidang Kristen, melainkan bagi sidang Yahudi. Demikianlah halnya, maka bagaimanakah dapat kita menghindari diri dari kebenaran bahwa perempuan bermahkota yang berisikan dua belas bintang ini terutama adalah sidang Yahudi yang gelisah kesakitan lalu melahirkan “Penebus dunia” dalam periode sejarah Wasiat Lama?

Lagi pula, sebelum anak itu lahir, dan sebelum Injil Kristus datang kepada Sidang, perempuan itu sudah bersalutkan matahari, dan bulan berada di bawah kakinya. Oleh karena itu tidak dapat dima- 38 afkan sedikit pun bagi siapapun untuk menyimpulkan, bahwa perempuan itu adalah melambangkan Sidang yang bersalutkan Injil Kristus. Dan jika sekiranya matahari pakaiannya itu bukan melambangkan Injil Kristus, maka apakah yang dilambangkannya?

Oleh karena perempuan itu sudah berpakaian matahari sebelum Kristus lahir, dan sebelum Injil datang, maka pakaian mataharinya itu harus melambangkan Alkitab, Firman Allah yang menyelubunginya dalam periode sejarah nabi-nabi.

Apakah yang dilambangkan oleh bulan di bawah kakinya itu? Dari kenyataan bahwa bulan dari segala langit memantulkan cahaya yang berasal dari matahari kepada bumi, maka sebab itu bulan simbolis itu yang berada di bawah kaki perempuan itu, dan matahari bercahaya langsung menyinarinya, bukan oleh pantulan melalui bulan, menunjukkan bahwa saluran pembawa terangnya itu, yaitu bulan, sedang berlalu, tidak di- 39 perlukan lagi, sehingga matahari sendiri, sebagai sumber cahayanya bersinar langsung ke atasnya menyelubunginya dengan cahaya-cahayanya yang cerah. Apalagi yang dapat dilambangkan oleh bulan kalau bukan masa periode sejarah sebelum Alkitab muncul, yaitu masa sejarah sebelum Musa, dimana Firman Allah tidak

17 menyinari langsung atas umat seperti halnya di waktu ini (sebab mereka belum memiliki Alkitab di waktu itu), melainkan telah dipantulkan kepada mereka itu oleh hamba-hamba Allah, sebagai perantara, artinya para nabi sebelum Musa tidak pernah menuliskan pekabaran-pekabaran dari Allah melainkan meneruskannya secara lisan saja.

Walaupun perempuan bermahkota yang berisikan dua belas bintang ini melambangkan sesuatu dalam sejarah Wasiat Lama, seperti yang kita saksikan, namun bagaimanapun ia terlihat juga melambangkan sesuatu di dalam sejarah Wasiat Baru. Ini dapat kita saksikan dari kenyataan bahwa 40 sesudah anak kecil itu lahir, dan sesudah sidang Kristen datang, perempuan itu dikaruniakan sayap-sayap dari burung garuda, lalu dengan demikian memungkinkannya untuk terbang ke dalam padang belantara, di sana ia dipelihara “selama satu masa, dua masa, dan setengah masa.” Lagi pula ditinggalkannya kebun anggurnya itu (tanah airnya -- Palestina) lalu pergi ke dalam padang belantara (negeri-negeri bangsa-bangsa Kafir, karena itulah yang dilambangkan oleh padang belantara sebagai lawan kata dari kebun anggur), kembali menunjukkan bahwa perempuan itu masih terus ada setelah anaknya lahir.

Dengan mengambil semua titik persoalan ini menjadi suatu kesatuan yang menyeluruh, maka semua itu secara positif menunjukkan bahwa perempuan itu adalah melambangkan Sidang Allah yang kekal bagi segala zaman, dan bahwa ia adalah penyimpan Kebenaran-Nya, yaitu isteri-Nya yang sejati, Kebenaran yang telah melahirkan Kristus dan yang telah 41 melahirkan semua “saudara-saudara-Nya” (semua pengikut-Nya), “yang sisa dari benih perempuan itu.” Ayat 17.

Pada waktu dijanjikan tentang akan datangnya, Juruselamat, maka pada waktu itulah naga itu mengetahui bahwa Sidang akan melahirkan “seorang bayi laki-laki”, dan semenjak itu ia terus mengamatamati perempuan itu dengan teliti, dengan harapan untuk membinasakan Penebus dunia itu segera setelah kelahiran-Nya. Ini diusahakannya untuk dapat diselesaikan melalui Herodes pada waktu ia menyuruh membantai sejumlah besar anak-anak ke-

18 cil. Anak Kristus, bagaimanapun telah meloloskan diri, maka Iblis dalam hubungan ini telah menemui kegagalannya yang pertama.

Kini Naga itu sambil diperkuat dengan tujuh kepala dan sepuluh tanduk, menunjukkan bahwa ia menguasai semua penguasa sipil maupun agama pada hari itu (karena lambang dari angka “sepuluh” menunjukkan universal, sama seperti hal- 42 nya yang dilambangkan oleh sepuluh jari kaki dari Daniel pasal 2, sepuluh tanduk dari binatang-binatang Alkitab lainnya, dan sepuluh anak dara dari Matius pasal 25).

Tanduk-tanduk melambangkan semua penguasa sipil, sementara kepala-kepala melambangkan semua penguasa agama, karena angka Alkitab “tujuh” menunjukkan kelengkapan. Lagi pula, dari kenyataan bahwa Sidang (orang-orang Yahudi), satu-satunya perantara melalui siapa Allah bekerja sampai kepada masa itu, telah menyalibkan Tuhan, maka cukup terbukti dengan sendirinya, bahwa Sidang sudah murtad, bahwa ia telah menjadi kepala yang ketujuh dari tubuh Naga itu, dan bahwa demikianlah Naga itu telah dipersenjatai dengan sepuluh tanduk dan tujuh kepala, -- dengan semua penguasa sipil maupun agama. Dan begitulah, sebagai anda saksikan, maka Naga dengan tanduktanduknya dan kepala-kepalanya itu melambangkan dunia yang telah ditaklukkan oleh Iblis.

43

Demikianlah bahwa dunia telah hilang pada hari itu, dan demikianlah bahwa Kristus telah datang untuk menyelamatkannya. Untuk melaksanakan semuanya ini Ia telah memulaikan sebuah organisasi sidang yang baru. Dalam terang inilah kita melihat Kristus, Penebus dunia, dan misi-Nya menjadi makin lebih penting daripada yang pernah kita melihatnya sebelumnya.

Terseretnya dari langit sepertiga bagian dari segala bintang oleh Naga itu (malaikat-malaikat, ayat 9) dengan ekornya, bukan dengan gigi-giginya, menunjukkan bahwa pada permulaan pemberontakan umum Setan malaikat-malaikat itu dengan suka rela telah mengikuti pemimpin pemberontak itu, lalu menggabungkan diri dengannya dalam pekerjaan jahatnya me-

19 lawan keluarga manusia.

“Maka terjadilah peperangan di dalam surga, Mikhail dan segala malaikat-Nya berperang melawan Naga itu; dan Naga 44 dan semua malaikatnya berperanglah, maka Naga dan malaikat-malaikatnya itu tiada menang; dan tempat mereka pun sudah hilang di surga. Maka ter-campaklah Naga besar itu, yaitu ular tua, yang dinamakan Iblis, dan Setan, yang telah menyesatkan seluruh isi dunia : ia telah tercampak ke bumi, dan segala malaikatnya pun sudah tercampak beserta dengan dia. Maka aku dengar suatu suara besar mengatakan di dalam surga bunyinya, Sekarang sampailah ke-selamatan, dan kekuatan dan kerajaan Allah kita, dan kuasa dari Kristus-Nya : karena sudah tercampak ke bawah Penuduh semua saudara kita itu, yang telah menuduh mereka itu di hadapan hadirat Allah siang dan malam. Sekalian mereka itu sudah mengalahkan dia oleh darah Anak Domba, dan oleh perkataan kesaksian mereka; maka mereka itu tiada menyayangi nyawanya walaupun sam-pai mati. Sebab itu bersoraklah kamu, hai segala langit, dan semua kamu yang diam di dalammya. Celakalah bagi semua 45 penduduk bumi dan laut sebab Iblis sudah turun kepadamu dengan besar amarahnya, sebab ia mengetahui bahwa masanya sudah dekat. Dan ketika Naga itu melihat dirinya sudah tercampak ke bumi, maka ia lalu menganiaya pe-rempuan itu yang telah melahirkan anak laki-laki. Maka dikaruniakanlah kepada perempuan itu kedua sayap bu-rung garuda yang besar, supaya ia dapat terbang ke dalam padang belantara, yaitu ke tempatnya, di sana ia akan di-pelihara selama satu masa, dua masa dan setengah masa, jauh dari hadapan ular itu. Maka ular itu menyemburkan air dari dalam mulutnya seperti banjir me-ngikuti perempuan itu dari belakang, supaya ia dapat dihanyutkan oleh banjir air ular itu. Tetapi bumi telah menolong perempuan itu, dengan mengangakan mulutnya, lalu menelan air banjir yang telah disemburkan dari mulut Naga itu. Maka naiklah amarah Naga itu akan perempuan itu, lalu pergi memerangi yang lagi tinggal dari benihnya, yang me-46 meliharakan perintah-perintah Allah, dan yang memiliki kesaksian Yesus Kristus.”

Titik masalah penting yang harus dicatat dari ayat-ayat ini ialah bahwa setelah naga itu dan malaikat-malaikatnya terbuang keluar dari Surga (kekalahan Setan yang kedua), dan sesudah ia menganiaya Sidang, dan perempuan itu melarikan diri ke dalam padang belantara, maka naga itu telah menyusulnya ke sana, tetapi bukannya ia menganiaya perempuan itu di sana, melainkan ia bahkan menyemburkan “air yang bagaikan banjir mengikuti perempuan itu dari belakangnya”, sambil berharap untuk membuat perempuan itu hanyut terbawa air semburan itu. Dengan kata lain, sesudah ia menyaksikan bahwa ia tak mungkin dapat menghentikan pertumbuhan Sidang Kristen dengan cara menganiaya para pengikutnya, maka ia mengubah siasatnya dan sebagai gantinya ia mendorong orang-orang Kafir untuk menggabungkan diri dengan perempuan itu, dengan begitu ia mengharap untuk 47 mengkafirkan perempuan itu -- “menghanyutkan dia.”

Sungguhpun demikian, Naga itu, kembali gagal mencapai tujuannya, karena bumi akan membukakan mulutnya dan menelan air banjir itu; artinya, Ilham secara meyakinkan meramalkan, bahwa orang-orang yang menggabungkan diri dengan Sidang untuk maksud-maksud tertentu yang lain daripada mengikuti dan mempraktikkan Kebenaran, akan kelak dibuang keluar dengan cara ajaib, yaitu seolah-olah, ditelan oleh bumi. Maka apabila peristiwa ini jadi Setan akan kelak menemui kekalahannya yang ketiga kalinya. Kesimpulannya, di sinilah ketiga kekalahannya itu sebagai berikut : No. 1 : Kegagalannya untuk menelan anak kecil itu; No. 2 : Kekalahannya dalam peperangan di dalam surga; No. 3 : Kegagalannya untuk mengkafirkan Sidang dengan cara membanjiri perempuan itu dengan orangorang yang tidak bertobat.

Bilamana ia menemui kekalahannya 48 yang ketiga, apabila semua lalang yang ditaburnya itu terbakar (karena sebagai banjir mereka itu akan ditelan oleh bumi, tetapi sebagai lalang mereka akan dibakar oleh malaikat-malaikat), kemudian ialah bahwa Sidang akan muncul “‘Indah bagai- kan bulan, cerah bagaikan matahari, dan menakutkan bagaikan suatu bala tentara dengan panji-panjinya,’ ia akan maju terus ke seluruh dunia, dengan kemenangan dan untuk memenangkan lagi.” Prophets and 21

Setelah menemui kekalahan besar yang sedemikian, dan setelah melihat bahwa Sidang telah bebas dari air banjir semburannya, maka murka Naga itu akan makin hebat meningkat. Ia akan naik amarahnya terhadap perempuan itu lalu “memerangi mereka yang lagi tinggal dari benihnya, yaitu mereka yang memeliharakan pe-rintah-perintah Allah dan yang memiliki kesaksian Yesus Kristus” (ayat 17) yaitu “Roh Nubuat” (Wahyu 19 : 10).

49

Jelaslah, bahwa mereka yang lagi tinggal itu adalah orang-orang yang tertinggal sesudah bumi mengangakan mulutnya dan menelan air banjir itu. Mereka sebagai sebuah badan memeliharakan perintahperintah Allah, dan memiliki Roh Nubuat yang hidup, yaitu Roh yang mengucapkan Alkitab, yang telah menghantarkan umat Allah ke dalam segala Kebenaran sepanjang segala zaman, dan yang masih tetap ada. Demikianlah bahwa murka Naga itu, dan kesucian Sidang, yang disebabkan oleh kekalahan Naga itu yang ketiga kalinya, akan mendatangkan masa kesusahan besar yang sedemikian itu belum pernah ada :

“Maka pada masa itu akan bangkit berdiri Mikhail, Penghulu besar itu yang akan berdiri membela semua bani bangsamu : maka akan ada suatu masa kesukaran besar yang sedemikian itu belum pernah ada semenjak berdirinya sesuatu bangsa sampai kepada masa itu : maka pada masa itu bangsamu akan dilepaskan, yaitu setiap orang yang akan 50 didapati namanya tercatat di dalam buku.” Daniel 12 : 1.

Tidak ada apapun di dalam dunia ini yang lebih berharga daripada memiliki nama kita tertulis di dalam buku itu. Maka di sanalah kita boleh memiliki nama kita tertulis di dalamnya jika kita memilih untuk mengikuti Roh Kebenaran itu dan memeliharakan perintah-perintah Allah. Disinilah kita saksikan bahwa orang-orang yang menyangka bahwa hukum, sepuluh perintah itu, telah “dihapus”, bahwa kehidupan mereka tidak mesti sesuai dengan hukum itu; dan orang-orang yang me- 22 nyangka, bahwa Roh Nubuat adalah sesuatu perkara dari masa silam, bahwa Allah telah membiarkan dunia ini mengikuti apa saja yang terbaik yang dapat diikutinya, bahwa Ia tidak mau lagi menyusahkan diri-Nya untuk mengutus seorang nabi; bahwa semua orang yang sedemikian itu akan kelak mendapatkan diri mereka bergabung dengan Babil yang besar itu, yaitu tempat duduknya Naga itu, maka 51 gantinya memiliki nama mereka tertulis di dalam buku, mereka akan memiliki tanda binatang itu, lalu mengambil bagian dalam melaksanakan aniaya terhadap umat yang sisa yang memeliharakan perintahperintah Allah, dan memiliki kesaksian Yesus Kristus.

Sekaranglah waktunya bagi semua orang untuk mengambil keputusan apakah untuk ditelan oleh bumi -- dicampakkan ke dalam api, atau supaya dilepaskan oleh Mikhail, Penghulu Besar kita itu.

Sebab itu marilah kita memilih kelepasan dan bukan kekalahan. “Kasihilah olehmu akan Tuhan, hai segala orang saleh-Nya: karena Tuhan memeliharakan segala orang yang setia, dan dibalas-Nya dengan kelimpahan akan segala orang yang berlaku dengan sombong.” Mazmur 31 : 23.

52

Catatan:

53

Surat dialamatkan kepada:

Universal Publishing Association

(Kantor Pusat)

Waco, Texas 76714

U S A
Universal Publishing Association

(Divisi Indonesia)

P. O. Box 6965/JAT-PK

Jakarta 13710

e-mail:

gadsdaid@yahoo.com

dikerjakan oleh:

Penerbitan 2018

54

UNIVERSAL PUBLISHING ASSOCIATION
P.O. BOX 7613
WACO, TX 76714
+1 800-729-7494
www.davidiantoday.org

Teks dikonversi dari edisi PDF. Nomor halaman sesuai dengan buku cetak.