V. T. HOUTEFF
Agar setiap orang yang berhaus akan kebenaran
dapat memperolehnya, maka buku-buku kecil ini disebarkan dengan cuma-cuma. Hanya satu permohonan yang dimintanya, yaitu setiap jiwa wajib memeriksa segala perkara dan berpegang teguh pada mana yang baik. Hanya benang-benang
untaian keemasan Eden dan tali-tali pengikat Golgota yang berwarna darah -- ikatan-ikatan yang mengikat itu yang merupakan pita pengikat buku
gratis yang kecil ini.
Kami sangat menghargai nama dan alamat anggota
MAHK yang dikirimkan.
1AMARAN
SEKARANG
Satu-Satunya Kedamaian Pikiran
Kebenaran Yang Ditetapkan Di Bumi Itu
Juga Ditetapkan Di Dalam Surga
Pembangunan Dan Reformasi Dimahkotai
Dengan Penyucian Sidang
VICTOR T. HOUTEFF
Universal Publishing Association
P. O. Box 6965/JAT-PK, Jakarta 13710
e-mail : gadsdaid@yahoo.com
3Naskah Untuk Berdoa
KETERGANTUNGAN KITA ADALAH
KEPADA ALLAH
Saya akan membaca dari buku Christ’s Object Lessons, halaman 63 dimulai dengan paragraf yang pertama :
“Perumpamaan mengenai benih me- nyatakan bahwa Allah sedang bekerja di dalam alam. Di dalam benih itu sendiri terdapat suatu prinsip pertumbuhan, yaitu suatu prinsip yang Allah sendiri telah menanamkannya; namun jika dibiarkan sendiri benih itu tidak akan memiliki kuasa untuk bertumbuh keluar. Manusia mempunyai bagiannya untuk bertindak di dalam memajukan pertumbuhan dari biji itu. Ia harus mempersiapkan serta menyu- burkan tanah dan selanjutnya menabur benih. Ia harus mengerjakan tanah-tanah. Tetapi ada suatu batas sesudah mana ia tidak akan dapat melakukan apa-apa. Tak ada kekuatan maupun kebijaksanaan 4 manusia yang dapat membuat benih itu menjadi sebuah tanaman yang hidup. Hen- daklah manusia terus melaksanakan usa- ha-usahanya sampai kepada batas yang tertinggi, ia masih lagi harus bergantung kepada Seseorang yang menggabungkan penaburan dengan penuaian oleh hubu- ngan-hubungan yang indah dari maha kuasa-Nya sendiri.”
Kita akan bertelut dan berdoa bagi kebijaksanaan, keahlian, dan hikmat di dalam menanamkan benih-benih Kebenaran, untuk mengetahui yang melebihi dari ini kita tak dapat berbuat apa-apa. Seseorang yang Maha Kuasa itu oleh siapa kita hidup dan bergerak serta memiliki hidup ini Dialah yang akan melaksanakan yang selebihnya.
Copyright, 1953 Reprint
Hak Cipta Dijamin
V. T. HOUTEFF
5KEBENARAN YANG
DITETAPKAN DI BUMI ITU
JUGA DITETAPKAN DI
DALAM SURGA
Oleh :
Victor T. Houteff
Pendeta dari Persekutuan Davidian
Masehi Advent Hari Ketujuh
Sabat, 28 Februari 1948
Kapel Gunung Karmel, Waco, Texas
Pelajaran kita adalah terdapat dalam Injil Matius pasal yang ke 16. Saya akan memulai dengan ayat-ayat 13 dan 14.
“Setelah sampai Yesus ke Kaisaria, Filipi, bertanyalah Ia kepada murid-murid-Nya, kata-Nya, Menurut kata orang, siapakah 6 Anak Manusia? Maka berkatalah mereka itu, Ada yang mengatakan : Yohanes Pem-baptis : dan ada yang mengatakan Elia, yang lainnya, mengatakan Yeremia, atau seorang dari antara segala nabi.”
Yesus di sini menanyakan sebuah pertanyaan yang terpenting : Siapakah saya menurut kata orang? Jawaban yang diberikan kepada-Nya menunjukkan kebodohan orang-orang itu, karena tampaknya mereka sudah harus dapat mengetahui bahwa Kristus tidak mungkin adalah Yohanes Pembaptis. Mereka seharusnya pasti mengetahui bahwa Yohanes telah membaptis-Nya sejak permulaan Ia melaksanakan tugas-Nya. Lagi pula, Yesus telah menyampaikan khotbah-khotbah-Nya yaitu sebelum Yohanes dipancung kepalanya.
“Maka kata Yesus kepada mereka itu, Te-tapi menurut kamu siapakah Aku? Maka sahut Simon Petrus, katanya, Engkau ada-lah Kristus itu, Anak dari Allah yang hi-dup.”
7Murid-murid itu sendiri tampaknya tidak mengetahui dengan pasti siapa sesungguhnya Yesus itu. Hanya Petrus tanpa sedikitpun ragu-ragu lalu menjawab, “Engkaulah Anak dari Allah yang hidup.”
3 “Lalu jawab Yesus serta berkata kepada-nya, Berbahagialah engkau, hai Simon, anak Yohanes : Karena bukanlah daging dan darah yang menyatakan hal itu kepa-damu, melainkan Bapaku yang di Surga.”
Petrus memperoleh berkat karena ia adalah orang itu kepada siapa Bapa telah menyatakan anak-Nya, sebab ia telah digerakkan oleh Roh dari Kebenaran yang suci itu, dan sebab ia dengan bebas telah menyuarakan kebenaran itu. Dengan perolehan pemberian ini bagi tanggungannya, maka kepada Petrus dipesankan :
“Maka Aku pun berkata kepadamu, Bah-wa engkau adalah Petrus, dan di atas batu ini Aku akan membangun sidang-Ku; dan 8 segala pintu alam maut tiada akan dapat mengalahkan dia.”
Kata-kata “engkau” dan “ini” menunjukkan kepada dua objek, yaitu Petrus dan Kebenaran yang diucapkannya. Sebutan ‘Petrus’ di dalam bahasa Gerika adalah berarti ‘batu.’ Demikian inilah apa yang sesungguhnya dikatakan oleh Yesus itu bukanlah menyebutkan nama orang itu, melainkan mengatakan kepadanya bahwa ia terpilih menjadi salah satu dari batu-batu di dalam susunan rohani, yaitu sidang. Tetapi “pada batu karang ini (bukan pada sebuah batu) Aku akan membangun sidang- Ku,” demikianlah kata Yesus. Pada batu karang yang manakah? Tentunya pada batu karang kebenaran yang teguh, yaitu kebenaran yang diucapkan oleh Petrus itu -- kebenaran yang menyatakan bahwa Yesus Kristus adalah “Anak Allah.”
Lalu Yesus memberitahukan bahwa segala pintu alam maut tiada akan mengalahkan Kebenaran itu, bahwa segala pintu itupun tidak dapat menahan di dalam 9 alam maut (di dalam kubur) kematian di dalam Kristus itu, sehingga merekapun, akan merupakan bagian dari sidang yang kekal, yaitu sidang yang berdiri di atas Batu Karang Kebenaran yang teguh itu.
“Maka Aku akan memberikan kepadamu kunci-kunci Kerajaan Surga; dan apa saja yang engkau ikatkan di atas bumi itupun terikat juga di surga : dan apa saja yang engkau lepaskan di atas bumi itupun terlepas juga di surga.”
4
Disini Yesus menyatakan bahwa Petrus akan menjadi lambang, yaitu contoh, dari semua orang yang membawakan kebenaran-kebenaran Ilahi yang dinyatakan. Sebagaimana kepada Petrus, maka kepada mereka, diberikan kunci-kunci Kerajaan; yaitu, penyebar-penyebar Kebenaran yang diilhamkan itu dikuasakan untuk mengikat dan melepaskan oleh kuasa dari Kebenaran itu. Sehingga yang mereka ikat di atas bumi adalah demikian itu juga diakui di dalam surga. Eliyah mengikatkan bahwa 10 akan terjadi suatu masa kelaparan selama tiga setengah tahun, maka demikian itu juga telah jadi. Katanya, “bagi Ahab ..... tidak akan terdapat embun ataupun hujan selama tahun-tahun ini, terkecuali seperti yang kukatakan.” 1 Raja-raja 17 : 1.
“Lalu Ia berpesan kepada murid-murid-Nya, jangan mengatakan kepada seorang juapun bahwa Ia adalah Yesus Kristus.”
Oleh karena orang-orang itu tidak mengetahui bahwa Yesus adalah Anak dari Allah yang hidup itu, maka sadarlah Yesus bahwa dengan menceritakan kepada mereka berterus terang akan hanya membuat mereka makin bersyakwasangka saja. Olehnya juga, maka Ia, memesankan kepada murid-murid itu untuk melakukan yang sama sebagaimana halnya kita di waktu ini telah dipesankan untuk melakukan. Bukanlah dengan mengatakan berterus terang “Kami memiliki Kebenaran, pekabaran mengenai Jam Kesebelas itu.” Tetapi sebaliknya kita hendaknya menga- 11 jarkan Kebenaran Alkitab yang diilhami itu, dengan demikian memberikan kepada para pendengar kesempatan untuk mereka menarik kesimpulan-kesimpulannya sendiri, untuk membuat mereka memahaminya sendiri. Jika mereka adalah penyelidikpenyelidik Kebenaran yang jujur, maka Bapa Sendirilah yang akan menyatakan di dalam hati mereka bahwa inilah pekabaran Jam Kesebelas itu.
Olehnya itu kita hendaknya tidak mengemukakan secara berterus terang keseluruhan Kebenaran Allah yang penting itu. Kita harus mengambil keputusan dan kebijaksanaan yang baik. Kita harus menabur benih itu pada tanah yang telah dipersiapkan dengan baik jika kita mengharapkan berkat-berkat Allah, jika kita mengharapkan hujan-Nya serta cahaya matahari-Nya untuk mempertumbuhkannya dan menghasilkan buah-buah. Jika benih tidak ditaburkan cukup dalam, maka tanaman itu akan layu bersamaan dengan naiknya matahari; jika kita hanya menja- 12 tuhkan benih-benih itu pada permukaan tanah, maka burung-burung akan mematuknya habis.
“Sejak waktu itu mulailah Yesus menya-takan kepada murid-murid-Nya, bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem, lalu merasai banyak sengsara dari para tua-tua dan da-ri para kepala imam dan ahli-ahli Torat, lalu dibunuh, kemudian Ia bangkit pula pada hari yang ketiga. Maka Petrus mem-bawa Dia sertanya, lalu mulai menegur Dia, katanya, Dijauhkan Allah hal itu dari Engkau, ya Tuhan : Sekali-kali jangan perkara ini akan jadi pada-Mu. Tetapi berpalinglah Yesus sambil berkata kepa-da Petrus, Pergilah ke belakang-Ku hai Iblis : Engkaulah menjadi penyesat bagi-Ku : karena bukanlah engkau memikir-kan perkara-perkara daripada Allah, melainkan perkara-perkara daripada manusia.”
Di sinilah kebenaran yang disebutkan terdahulu diperbesarkan. Pengikatan atau- 13 pun pelepasan yang dilakukan Petrus di atas bumi dapat diterima di dalam Surga hanya bilamana dilakukan sesuai dengan petunjuk-petunjuk Kebenaran Ilahi yang dinyatakan. Bilamana berbicara hanya oleh desakan hatinya saja serta perasaannya, maka Petrus dengan tegas dipersalahkan, dan kepadanya dijelaskan bahwa semua pendapat-pendapatnya itu bukanlah Kebenaran, melainkan berasal dari Setan. Olehnya itu adalah jelas bahwa pengikutpengikut Kristus dapat mengikat ataupun melepaskan hanya dengan menggunakan kunci-kunci Kebenaran. Mereka akan menyadari bahwa hanya Kebenaranlah yang membuka semua pintu-pintu Surga.
Pada akhirnya, jika kita memiliki Kebenaran Surga pada jam ini sebagaimana Petrus memiliki-Nya di masanya dahulu, maka kita akan memiliki kunci-kunci Surga, dan dengan itu pula dapatlah kita mengikat ataupun melepaskan -- keputusan-keputusan Kebenaran di atas bumi adalah juga keputusan-keputusan di dalam Surga. 14 “Setelah itu berkatalah Yesus kepada murid-murid-Nya, Jikalau barangsiapa hendak mengikut Aku, hendaklah ia me-nyangkal dirinya, serta memikul salibnya, lalu mengikut Aku.”
Ayat ini secara tidak langsung menyatakan bahwa kepentingan Petrus adalah lebih utama bagi dirinya sendiri daripada bagi kehidupan Yesus, karena Petrus mengetahui bahwa jika Yesus dibunuh, maka hidupnya sendiri akan berbahaya. Olehnya itulah Petrus diberitahu bahwa jika seseorang hendak mengikut Yesus, maka iapun, hendaknya rela menyetujui untuk memikul salibnya sendiri jika kebenaran memutuskannya demikian. Kepada kita diceritakan, bahwa rasul-rasul ini, telah 6 melaksanakan perkara yang penting ini, dan telah didapati setia sampai kepada kematiannya.
“Karena barangsiapa yang hendak me-nyelamatkan nyawanya ia akan kehila-15 ngan nyawa : tetapi barangsiapa yang kehilangan nyawanya oleh karena Aku akan mendapatkannya. Apakah untung-nya kepada seseorang, jikalau ia mem-peroleh segenap dunia ini, tetapi jiwanya binasa? Atau apakah yang patut diberi orang akan menebus jiwanya? Karena Anak Manusia akan datang dengan ke-muliaan Bapa-Nya beserta dengan segala malaikat-Nya; pada masa itu Ia akan membalas kepada tiap-tiap orang sesuai perbuatan-perbuatannya.”
Pengikut-pengikut Kristus di sini diberitahu agar supaya tidak meninggalkan keputusan Kebenaran walaupun mereka diminta untuk menyerahkan nyawanya sekalipun, sebab oleh kehilangan nyawanya maka mereka sebenarnya akan menyelamatkan hidupnya bagi yang kekal -- mereka akan bangkit pada kebangkitan orang-orang suci. Tetapi bagi orang-orang yang menyangkal Kebenaran demi untuk menenteramkan musuh-musuh Kebenaran itu, lalu dengan demikian itu menyelamat- 16 kan hidupnya yang bersifat sementara ini kelak akan mati di dalam kematian yang mana tidak akan ada lagi kebangkitannya.
Hendaklah diketahui dengan penuh perhatian apakah rasul Petrus adalah yang pertama yang akan diberi Kunci- Kunci Surga, atau adakah orang-orang lain yang sudah memiliki Kunci-Kunci itu sebelumnya. Oleh karena Kebenaran Sekarang yang diberikan kepada seseorang adalah merupakan Kunci-Kunci Surga, dan mengingat bahwa ajaran-ajaran-Nya itu adalah mengikat maupun melepaskan perkara-perkara di atas bumi lalu dengan demikian itu dibenarkan di dalam surga, maka orang-orang lain pasti telah memiliki Kunci-Kunci itu sebelum Kunci-Kunci itu dapat diteruskan kepada Petrus, sebab bumi, sidang, dan Kebenaran Surga yang diungkapkan itu berada sebelum masa hidupnya Petrus.
Sebagai contoh ambillah Nuh. Ia mengabarkan bahwa kelak akan jadi suatu banjir besar, sehingga segala yang berada 17 di luar bahtera yang sedang dibangunkannya itu kelak akan binasa, dan bahwa semua yang masuk ke dalam bahtera itu akan hidup. Lalu kenyataan bahwa Surga telah mengirimkan banjir besar segera sesudah Nuh memberitakannya telah membuktikan sendiri bahwa apa yang telah
7 Nuh ikatkan di atas bumi adalah terikat juga di dalam Surga. Petrus, sebagaimana Saudara saksikan, bukanlah yang pertama sekali yang diberikan Kunci-Kunci Surga itu.
Sesudah Nuh, maka akan kita saksikan bahwa Kunci-Kunci itu telah diteruskan kepada Abraham, mengingat bahwa yang akan diikat ataupun dilepaskan di atas bumi itu harus juga terikat ataupun di lepaskan di dalam surga, maka ketiga jurukabar dari Surga itu telah menanyakan kepada Abraham mengenai pembinasaan Sodom dan Gomora. Lalu disepakati bahwa jika terdapat sepuluh orang benar saja di dalam kota dimana Lot tinggal, maka mereka tidak akan membinasakannya. Dan demi- 18 kian itulah halnya. Dapatlah dimengerti, bahwa sesudah Abraham, Kunci-Kunci itu sudah akan diteruskan kepada Ishak. Ishak telah mengatur bahwa Yakub akan menerima berkat-berkat perjanjian walaupun oleh hak kesulungan semuanya itu harus menjadi milik Esau. Dan kenyataannya bahwa Yakub telah memperoleh berkatberkat perjanjian itu dengan menipu, Surga masih membenarkan apa yang telah Ishak ikat di atas bumi -- Yakub telah menjadi leluhur dari Kristus.
Demikian inilah bahwa sepanjang garis keturunan dari Yakub telah datang Tuhan, dan demikian ini pula bahwa keturunanketurunan dari Yakub mewarisi Tanah Perjanjian itu. Dengan memiliki Kunci- Kunci Kerajaan Surga, maka Yakub pada menjelang saat-saat terakhir hidupnya telah menetapkan bahwa hak kesulungan dari Manasye harus diberikan kepada Efraim; untuk inilah Yusuf telah memprotesnya dengan berusaha membujuk ayahnya agar meletakkan tangan kanannya ke atas 19 kepala Manasye (Kejadian 48 : 17 – 19), tetapi apa yang Yakub ikat di atas bumi adalah terikat juga di dalam surga, karena bertahun-tahun kemudian, sesudah kematiannya Salomo, maka suku Efraimlah dan bukan suku Manasye, yang telah memerintah kerajaan Israel. Dapatlah kita saksikan, bahwa apa yang telah Yakub ikat di atas bumi adalah terikat juga di dalam Surga.
Bersamaan waktunya dengan Yakub, maka Yusuf oleh pengertian mimpinya Firaun telah mengikat bahwa akan terdapat tujuh tahun kelimpahan dan tujuh ta-
8 hun kelaparan. Demikianlah halnya bahwa penetapan Yusuf itu telah dilaksanakan (diikat) oleh Surga.
Lalu kata Musa, ”Jikalau orang-orang ini mati seperti matinya setiap manusia, atau jikalau didatangkan segala kesuka-ran atas mereka ini seperti halnya berla-ku atas segala manusia; maka bukanlah aku yang diutus Tuhan. Tetapi jikalau diadakan Tuhan barang sesuatu yang 20 baru, dan jikalau bumi mengangakan mulutnya, lalu menelan akan mereka ini, dan akan segala sesuatu yang ada padanya, dan jikalau secara hidup-hidup mereka ini turun ke dalam lubang, maka diketahuilah olehmu bahwa orang-orang ini telah mencela akan Allah.” -- Bilangan
Keputusan Musa adalah terikat didalam Surga, karena “bumi telah mengangakan mulutnya, lalu menelan mereka itu, dan akan segala tempat tinggalnya, dan segala kaum keluarga Korah, dan segala harta bendanya.” Ayat 32.
Kunci-Kunci Kerajaan Surga itu sebagaimana Saudara saksikan, terus-menerus diturunkan dari satu generasi kepada generasi yang lain -- dari para Kepala Suku kepada para Nabi-Nabi, kepada para Rasul-Rasul, dan terus-menerus turun sampai kepada masa kita sekarang. Sebagai contoh, kira-kira pada enampuluh tahun yang lalu pendiri Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh menyatakan bahwa General Con- 21 ference tidak lagi merupakan penguasa surga yang tertinggi di atas bumi (General Conference Bulletin, 34th Session, Vol.
& 2). Dan demikian inilah halnya bahwa bilamana tiba waktunya bagi pekabaran tambahan (yang akan memberikan kuasa dan kekuatan kepada pekabaran Malaikat Yang Ketiga -- Early Writings, p. 277) untuk disampaikan kepada sidang, maka itu telah datang, bukan melalui General Conference melainkan melalui anggota biasa. Ini merupakan bukti nyata bahwa Kunci- Kunci yang mana telah dipercayakan kepada Petrus itu kini sedang terus bekerja.
Jelaslah, sudah, bahwa Kunci-Kunci Kerajaan Surga itu terdapat dalam tangan orang-orang yang memiliki Kebenaran untuk waktunya. Akibatnya sejauh mana Surga telah menjelaskannya maka Kebenaran itu menunjukkan bahwa Kunci-
9 Kunci Kerajaan Surga pada waktu ini telah beralih dari tangan General Conference kepada tangan General Association of Da- 22 vidian Seventh-Day Adventists, sebagaimana juga halnya Kunci-Kunci itu telah beralih dari Sanhedrin kepada Petrus di masa kedatangan Kristus yang pertama dahulu. Demikian inilah bahwa Kebenaran yang ditetapkan di atas bumi itu juga ditetapkan di dalam Surga.
* * *
10
23PEMBANGUNAN DAN
REFORMASI DIMAHKOTAI
DENGAN PENYUCIAN SIDANG
Oleh :
Victor T. Houteff
Pendeta dari Persekutuan Davidian
Masehi Advent Hari Ketujuh
Sabat, 6 Maret 1948
Kapel Gunung Karmel, Waco, Texas
Naskah bagi pokok pembicaran kita pada sore hari ini adalah nubuatan Maleakhi. Nubuatan ini membicarakan tetang suatu pembangunan dan reformasi yang sedemikian ini belum pernah diketahui oleh dunia. Lagi pula, dari kenyataan bahwa nubuatan ini telah ditulis dengan cara sedemikian rupa dengan sebagiannya berlaku terhadap umat Israel kuno yang 24 lalu, dan juga jelas dan lebih tepat berlaku terhadap umat di akhir zaman, yaitu bagi mereka yang sedang mendekati hari Tuhan yang besar dan mengerikan itu, membuktikan bahwa reformasi yang diperlukan di masa Maleakhi dahulu itu diperlukan juga di waktu ini.
Tidak ada apapun yang amat rahasia dalam tulisan-tulisan Maleakhi itu terkecuali apa yang setiap siswa Alkitab dapat pahami oleh mempelajari kitab itu sendiri. Oleh sebab itu saya akan mempelajari bersama-sama anda dua pasal yang terakhir. Dua pasalnya yang pertama dapat anda pelajari sendiri dalam waktu senggang. Kita akan mulai dengan:
“Tengoklah, Aku hendak mengirim utu-san-Ku, maka ia akan menyediakan jalan di hadapan-Ku : maka Tuhan, Yang kamu cari itu akan datang dengan tiba-tiba ke kaabah-Nya, yaitu utusan perjanjian, yang kamu senangi : tengoklah, ia akan datang, demikianlah firman Tuhan serwa 25 sekalian alam. Tetapi siapakah yang dapat tahan pada hari kedatangan-Nya? Dan siapakah yang akan tahan berdiri apabila kelihatan Ia? Karena Ia adalah bagaikan api pandai emas, dan seperti sabun pembersih.”
Ada dua orang yang dikemukakan di sini, yaitu seorang utusan dan Tuhan. Utusan itu datang mendahului kedatangan
11 Tuhannya. Ia akan mempersiapkan jalan, kemudian Tuhan akan muncul. Dan siapakah kiranya utusan ini kalau bukan orang itu yang namanya Tuhan sebutkan? Ia katakan, “Tengoklah, Aku hendak me-ngutus kepadamu Eliyah nabi itu sebe-lum datang hari Tuhan yang besar dan mengerikan itu.” Maleakhi 4 : 5.
Utusan perjanjian ini (yang dijanjikan), yaitu nabi Eliyah contoh saingan akan mempersiapkan jalan; ia akan memulihkan segala perkara sebagaimana mestinya. Sementara ia mempersiapkan jalan, maka Tuhan akan datang dengan tiba-tiba ke kabaah-Nya, ke sidang-Nya. Dan apakah 26 yang akan Ia lakukan? Membersihkan atau menyucikan umat-Nya dengan cara menyingkirkan orang-orang berdosa yang tidak bertobat dari antara mereka itu. Pertanyaan yang berbunyi : “Tetapi siapakah yang dapat tahan berdiri pada hari kedatangan-Nya itu?” menyatakan dengan serius bahwa adalah lebih baik kita pada waktu ini berusaha dengan cara apa saja untuk memungkinkan kita dapat tahan berdiri menjelang dimulainya saat penyucian itu.
Siapakah yang khusus hendak disucikan-Nya itu? Marilah kita membaca,
Maleakhi 3 : 3 :
“Maka Ia akan duduk sebagai seorang pembersih dan penggosok perak : dan Ia akan menyucikan bani Lewi, dan mem-bersihkan mereka itu seperti emas dan perak, supaya mereka dapat mempersem-bahkan kepada Tuhan suatu persemba-han dalam kebenaran.”
Anda ketahui, bahwa orang-orang Lewi, 27 adalah suku bangsa dari mana telah datang orang-orang yang menduduki jabatan imam-imam, yaitu pendeta-pendeta dari Tuhan. Dan karena nubuatan ini akan menemukan kegenapannya yang lengkap dalam sejarah kita, maka lambang itu adalah jelas : bahwa orang-orang Lewi itu, yaitu para pendeta dari Tuhan dalam masa sejarah kita, sekarang akan kelak disucikan. Lalu bagaimanakah?
Maleakhi 3 : 4 :
“Kemudian semua persembahan Yehuda dan Yerusalem akan kelak berkenan ke-pada Tuhan, seperti di hari-hari dahulu kala, dan seperti di tahun-tahun yang da-
12 hulu-dahulu.”
Ayat ini mengandung arti bahwa semua persembahan yang kita kini persembahkan kepada Tuhan belum berkenan kepada-Nya, tidak memuaskan seperti dalam masa-masa dahulu kala.
Di sini kita memperoleh janji yang mulia, bahwa tidak lama lagi akan ada suatu 28 dinas pelayanan kependetaan yang bersih, yaitu suatu umat yang bersih, suatu umat yang tiada terdapat tipu dalam mulut mereka, tanpa cacat atau kerut, atau sesuatu perkara yang sedemikian itu (Efesus 5 : 27). Barangsiapa yang tidak dapat mencapai standar ukuran ini tidak akan dapat “tahan berdiri.” Kemudian daripada itu tidak seorang berdosapun dapat tahan berdiri di tengah-tengah mereka itu, sebab “kemudian daripada itu”, demikian firman Tuhan, “tidak akan lagi masuk ke tengah-tengah-mu orang-orang yang tidak bersunat dan segala yang najis.” Yesaya 52 : 1.
Dan lagi, hari depan yang gilang-gemilang ini, telah ditegaskan kembali oleh Roh Nubuat dalam sejarah kita.
“..... Hanya mereka yang telah berha- sil melawan pencobaan dalam kekuatan Dia Yang Maha Tinggi akan diijinkan ikut mengambil bagian dalam memberita- kannya (Pekabaran Malaikat yang Ketiga) apabila ia itu kelak berkembang menjadi Seruan Keras.” -- Review and Herald, 18 29 November 1908.
“Kita telah cenderung untuk mengira, bahwa dimana tidak terdapat pendeta- pendeta yang setia, maka tidak akan ada orang-orang Kristen yang sejati; tetapi bukan ini masalahnya. Allah telah berjanji bahwa dimana para gembala didapati ti- dak benar Ia akan mengawasi sendiri ka- wanan domba itu. Allah tidak pernah mem- biarkan kawanan domba itu sepenuhnya bergantung pada alat-alat manusia. Tetapi hari-hari penyucian sidang itu sedang mendekat dengan cepatnya. Allah hendak memiliki suatu umat yang suci dan benar. Dalam penyaringan yang maha kuat yang segera akan datang itu, kita akan lebih mampu untuk mengukur kekuatan Israel. Tanda-tanda mengungkapkan bahwa ma- sa itu sudah dekat apabila Tuhan akan memanifestasikan bahwa kipas-Nya ada dalam tangan-Nya, dan Ia akan mem- bersihkan seluruh lantai-Nya.
“Hari-hari itu sedang mendekat dengan cepatnya apabila kelak akan terjadi masa 30 yang mengejutkan dan kekacauan. Setan, dengan memakai jubah-jubah malaikat, hendak menipu, jika mungkin, orang- orang pilihan sekalipun. Akan terdapat dewa-dewa yang banyak sekali dan tuan- tuan yang banyak sekali. Setiap angin doktrin akan bertiup. Orang-orang yang menaruh penghargaan tertinggi kepada ‘apa yang disebut ilmu-ilmu pengetahuan palsu’ tidak akan menjadi pemimpin- pemimpin pada waktu itu. Barangsiapa yang menaruh harap kepada kemampuan berpikir, kecerdasan, atau talenta, tidak akan berdiri pada waktu itu pada barisan terdepan. Mereka tidak berjalan sesuai de- ngan terang itu. Barangsiapa yang mem- buktikan dirinya tidak setia pada waktu itu tidak akan dipercayakan kepada me- reka pengawasan atas kawanan domba. Dalam pekerjaan besar yang terakhir itu hanya sedikit orang-orang besar yang ikut terlibat. Mereka adalah orang-orang yang merasa cukup, lepas dari Allah, maka Ia tak dapat menggunakan mereka. Tuhan memiliki hamba-hamba-Nya yang setia, 31 yang dalam masa kegoncangan, dan ujian akan muncul keluar. Ada orang-orang yang berharga yang kini masih tersembunyi, yaitu orang-orang yang tidak menyembah sujud kepada Dewa. Mereka tidak mem- peroleh terang itu yang kini sedang berca- haya dengan sinarnya yang terpusat atas kamu.” -- Testimonies, vol. 5, p. 80.
Dalam masa penyaringan, yaitu masa kegoncangan itu (Testimonies, vol. 5, p. 80), kita akan lebih mampu untuk mengetahui berapa banyak orang yang betulbetul berbakti kepada Tuhan. Orang-orang yang mungkin kita menyangka akan menghantarkan sidang ke dalam Kerajaan itu mungkin sekali akan hilang, sebaliknya orang-orang lain yang sama sekali tidak kita kenal akan menggantikan tempat mereka.
Lagi pula, akan nyata kelak bahwa orang-orang yang senantiasa menanamkan ke dalam pikiran para anggota sidang bahwa tidak akan ada lagi juru-juru kabar yang akan datang dari Allah, tidak akan 32 ada lagi Kebenaran yang diperlukan, dan bahwa ada orang yang senantiasa mencoba untuk menyesatkan mereka; bahwa mereka harus menjauhkan diri dari setiap perkara yang tidak memenuhi keinginan pendeta, maka orang-orang yang berbuat sedemikian itulah mereka yang sudah menyesatkan para anggota secara tidak sadar, dan mereka sedang berusaha dengan sekuat tenaganya untuk tetap mempertahankan mereka itu dalam kesesatan. Sau- 14 dara saksikan, kenyataan ini, menjulang tinggi bagaikan mercusuar di atas bukit.
Jika tidak mereka itu bangun, maka satu-satunya perkara yang akan diselesaikan oleh kewaspadaan mereka yang tidak akan tersesat itu, ialah membuat diri mereka sendiri sesat untuk selamanya dan jauh dari Kebenaran. Mereka ini tidak akan mampu tahan berdiri apabila Tuhan kelihatan di dalam kaabah-Nya. Oleh sebab itu, pembangunan dan reformasi yang dikemukakan dalam kitab Maleakhi adalah jenis yang pertama dan terakhir, 33 dan yang betul-betul akan dimahkotai dengan penyucian Sidang. Oleh sebab itu barangsiapa yang tidak mau bangun sekarang, mereka kelak akan tidur untuk selamanya.
Kesesatan Laodikea yang berasal dari dalamnya sendiri hendaknya tidak merupakan hal-hal yang baru bagi anda, karena anda tentunya cukup mengetahui bahwa Sidang dalam setiap sejarahnya belum pernah ditipu oleh orang lain melainkan oleh dinas pelayanan kependetaannya sendiri, yaitu oleh orang-orang yang sudah dijunjung tinggi seperti halnya para anggota Sanhedrin yang lalu, yaitu mereka yang telah menyalibkan Tuhan, mereka yang telah membuat bangsa itu sesat sampai kemudian sudah sangat terlambat untuk bertobat. Demikianlah halnya di waktu itu, maupun sebelumnya, dan demikian pula halnya yang telah jadi semenjak itu sampai sekarang. Coba renungkanlah semuanya sejenak.
Saya tidak menceritakan kepadamu se- 34 suatu yang baru. Anda tahu sendiri hal ini demikian, namun anda tidak pernah memikirkannya sebelumnya, dan itulah pangkal kekacauan yang terdapat dengan seluruh Organisasi Gereja kita.
Tetapi bagaimanapun juga Sidang yang disucikan akan menang dan akan maju mencapai kemenangan. “‘Indah bagaikan bulan, cerah seperti matahari, dan hebat bagaikan suatu balatentara dengan panji- panjinya’, ia akan pergi keluar ke seluruh dunia, dengan kemenangan dan untuk memenangkan lagi.” Prophets and Kings, p. 725.
Marilah kita sekali dan untuk selamanya menyadari bahwa Iblis itu adalah jauh lebih lihai daripada yang dapat kita bayangkan. Ia tidak memperhatikan khusus terhadap apa yang anda percaya selama ia masih dapat membuat anda lalai terhadap Kebenaran yang diungkapkan. Inilah yang ia sedang kerjakan di dalam Sidang, dengan menggunakan orang-orang yang berpengaruh, orang-orang yang da- 35 pat berdiri di depan, orang-orang yang pandai, yang mengerti bagaimana menarik kepercayaan orang banyak, orangorang yang dengan mudah dan dengan diam-diam dapat mengalihkan Sidang dari pekabaran-pekabaran Allah bagi zaman ini, yaitu pekabaran dari hal Pehukuman bagi Orang Hidup -- penyucian sidang, pembersihan tempat suci. Setan sedang melaksanakan dengan sebaik-baiknya suatu tugas sekarang yang sama dengan yang dilakukannya pada masa hidup Kristus yang lalu.
Bukankah pengetahuan terhadap nubuatan Maleakhi, penyucian Sidang, Pehukuman bagi Orang Hidup, adalah lebih penting bagi Sidang daripada pengetahuan tentang Pehukuman bagi Orang Mati? Adakah ia itu tampak bagimu seolah-olah anda sedang ditipu melalui penyelidikan Alkitab ini, ataukah ia itu tampak bagimu seolah-olah anda perlu sekali bereformasi?
Oleh sebab itu dengarlah olehmu apa yang Tuhan hendak lakukan : 36 Maleakhi 3 : 5 :
“Maka Aku hendak menghampiri kamu untuk menghakimi; dan Aku akan segera menjadi saksi melawan tukang-tukang sihir, dan melawan orang-orang yang berzinah, dan melawan orang-orang yang bersumpah dusta, dan melawan orang-orang yang menindas orang-orang upah-an terhadap gajinya, janda, anak-anak piatu, dan yang mengesampingkan orang asing daripada haknya, dan yang tiada takut akan Daku, demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam.”
Semua ini hanya sebagian dari dosadosa yang ada di dalam Sidang dengan mana banyak orang sedang memanjakannya. Berbicara mengenai para pembawa pekabaran pada waktu ini dan mengenai keadaan sidang Ilham selanjutnya mengatakan : “..... Mereka itu meratap dan gelisah jiwanya sebab kesombongan, ge- lojoh, sifat mementingkan diri sendiri, dan penipuan dalam hampir segala bentuk ter- dapat di dalam sidang. Roh Allah, yang 37 mendorong untuk menegur telah diinjak- injak di bawah kaki, sementara hamba- hamba Setan terus menang. Allah diper- malukan, kebenaran dibuat menjadi tidak berdaya.” -- Testimonies, vol. 5, pp. 210, 211.
16
Anda akan memperoleh tanda kelepasan itu hanya jika anda berkeluh-kesah dan menangis melawan semua kekejian ini. Yehezkiel 9 : 4 – 6.
Terhadap daftar dari semua jenis dosa ini Tuhan meminta kita supaya perhatian kita kepada yang berikut ini, sambil meminta kita supaya bertobat :
“Karena Akulah Tuhan, Aku tiada ber-ubah; oleh sebab itu kamu bani Yakub belum ditumpas. Bahkan dari zaman nenek moyangmu pun kamu sudah un-dur daripada segala syariat-Ku, dan tiada kamu memeliharakan dia. Kembalilah kepada-Ku, maka Aku pun akan kembali kepadamu, demikianlah firman Tuhan 38 serwa sekalian alam. Tetapi katamu, Da-lam hal apakah kami harus kembali? Hendakkah seseorang merampok Allah? Namun kamu sudah merampok Aku. Tetapi katamu, Dalam hal apakah kami telah merampok Engkau? Yaitu dalam segala perpuluhan dan semua persem-bahan. Kamu disumpah dengan suatu kutuk : sebab kamu sudah merampok Aku, bahkan seluruh bangsa ini sudah merampok Aku.”
Ayat-ayat ini tidak mempersalahkan anggota-anggota sidang secara pribadi karena merampok Tuhan, melainkan seluruh organisasi sidang, yaitu “seluruh bangsa.” Lagi pula, anda dapat mencatat bahwa cerita dari Maleakhi pasal tiga ini dimulai dengan pasal dua. Di sana anda dapat mencatat bahwa Tuhan berbicara kepada pihak pendeta-pendeta, bukan kepada para anggota, mengatakan, “..... Hai segala imam, perintah ini adalah bagimu.” Maleakhi 2 : 1. Jadi jelaslah, kesulitannya terletak pada kenyataan bahwa sungguh- 39 pun para anggota sesuai peraturan membayar perpuluhan dan persembahan-persembahan dengan setia Allah bagaimanapun juga sudah dirampok sebab sementara Organisasi mengambil perpuluhan-perpuluhan itu bagi dirinya pada waktu yang sama ia juga sedang memerangi pekabaran Allah bagi zaman ini, dan bukan menyambut lalu memberitakan pekabaran itu -- yaitu Pehukuman bagi Orang Hidup. Uang Tuhan digunakan untuk membohongi umat-Nya dari Kebenaran-Nya dan bukan untuk menerangi mereka dengan Kebenaran itu -- tetap mempertahankan umat-Nya dalam kegelapan dan kesesatan, bahkan menghalangi mereka dari menyelidiki pekabaran dari hal jam itu bagi diri mereka sendiri. Alangkah kerasnya tuduhan itu!
Inilah apa yang Allah kehendaki agar para anggota lakukan :
Maleakhi 3 : 10 :
“Bawalah olehmu akan segala perpulu-han ke dalam rumah perbendaharaan-Ku, 40 supaya kiranya ada makanan di dalam rumah-Ku, dan cobailah demikian akan Daku sekarang, demikianlah firman Tu-han serwa sekalian alam, kalau-kalau ti-ada Aku membukakan kepadamu segala pintu langit, lalu mencurahkan kepadamu berkat, sehingga tidak akan ada cukup tempat untuk menampungnya.”
Dimanakah orang harus mencari rumah perbendaharaan Allah? -- Dimana saja Kebenaran Allah bagi zaman ini, dari mana “makanan pada waktunya” itu dapat diperoleh.
Sebutan yang berbunyi, “Bawalah olehmu akan segala perpuluhan ke dalam rumah perbendaharaan-Ku” mengandung arti, bahwa ada sebagian orang yang sudah membawa ke dalam perbendaharaan itu, tetapi belum semua. Hal ini, berikut pula tuduhan bahwa seluruh bangsa sedang merampok Allah, menunjukkan dengan pasti bahwa perpuluhan-perpuluhan itu kini telah dibawa bukan ke dalam rumah perbendaharaan Allah, melainkan ke 41 dalam sesuatu rumah yang lain. Sekali lagi, rumah perbendaharan Allah pernah berada, dan akan senantiasa berada dimana terdapat “pekabaran dari hal Jam” itu, dimana terdapat “Kebenaran Sekarang”, yaitu rumah dari mana “makanan pada waktunya”, dapat diperoleh pada saat segala perpuluhan dibayar.
Oleh karena pekabaran yang lama, yaitu “Pehukuman bagi Orang Mati” sudah berlalu seperti juga halnya dengan pekabaran tentang air bah dari Nuh itu, maka jelaslah terlihat bahwa karena Organisasi secara keseluruhan telah menolak dan sedang memerangi segala pekabaran dari hal jam, sementara sebaliknya masih terus memungut segala perpuluhan dari orang banyak, maka itu betul-betul sedang merampok Allah.
Oleh sebab itu, umat-Nya, diminta supaya mengirimkan segala perpuluhan mereka itu ke “rumah perbendaharaan- Nya” dari mana Kebenaran Sekarang dapat diperoleh, karena Kebenaran Sekarang 42 itulah yang kini dibutuhkan oleh kawanan domba. “Ada banyak kebenaran-kebenaran yang berharga terdapat di dalam firman Allah, namun “kebenaran sekarang” itulah diperlukan kawanan domba pada waktu ini.” -- Early Writings, p 63. Barangsiapa yang mematuhi permintaan Tuhan ini memperoleh janji sebagai berikut :
18
“Maka Aku akan menghukum bagimu belalang pelahap itu, maka ia tidak akan membinasakan segala hasil tanahmu; dan pokok anggurmu pun tidak akan gugur buahnya sebelum masanya di padang, de-mikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam. Maka segala bangsa akan menye-but kamu berbahagia : sebab kamu akan menjadi negeri kesukaan, demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam.”
Ia tidak menjanjikan berkat-berkat- Nya dengan persyaratan-persyaratan yang lain. Adakah anda sukar berhasil? Anda tak dapat bergantung hanya pada nasib. Mulailah membayar segala perpuluhanmu. 43 Perhatikanlah dengan seksama bahwa Allah meminta bukan hanya perpuluhan melainkan perpuluhan-perpuluhan; artinya, perpuluhan berikut semua persembahan. Ia tidak mau semua itu dibelanjakan ke-pada sesuatu menurut rencana hatimu sendiri. Anda harus membawanya ke dalam “rumah perbendaharaan-Nya.” “..... Mengenai perpuluhan yang pertama, Tuhan menyatakan, ‘Aku telah memberikan kepada bani Lewi semua perpuluhan (all the tenth) di Israel’.” Tetapi terhadap perpuluhan yang kedua Ia perintahkan, “Engkau harus makan di hadapan Tuhan Allahmu, di tempat yang akan dipilih- Nya untuk menaruh nama-Nya di sana, perpuluhan dari gandummu, dari air anggurmu, dan dari minyakmu, dan benihbenih pertama dari segala kawanan ternakmu dan dari segala kawanan dombamu; supaya kamu dapat belajar selalu takut akan Tuhan Allahmu.” Perpuluhan ini, atau yang sama nilainya dalam bentuk uang, harus mereka bawa selama dua tahun ke tempat dimana tempat suci itu di- 44 perdirikan. Sesudah menyampaikan suatu persembahan syukur kepada Allah, dan suatu bagian tertentu kepada imam, maka orang-orang para pemberi persembahan itu harus menggunakan yang sisanya bagi pesta perayaan agama, dimana orangorang Lewi, orang-orang asing, anak-anak piatu, dan para janda ikut mengambil bagian. Demikianlah persiapan-persiapan yang dibuat bagi persembahan-persembahan syukur dan pesta-pesta perayaan pada hari-hari besar setiap tahun, maka orang banyak itu dibawa bergaul dengan masyarakat para imam dan orang-orang Lewi, supaya mereka dapat memperoleh petunjuk dan dorongan-dorongan dalam pekerjaan Allah.
“Tetapi, setiap tiga tahun sekali, per- puluhan kedua ini harus digunakan di rumah, dalam menjamu orang-orang Lewi dan orang-orang miskin, seperti yang di katakan oleh Musa, “Supaya mereka itu dapat makan didalam gerbang-gerbangmu, dan dapat dikenyangkan.” Perpuluhan ini 45 akan menyediakan suatu dana bagi keper- luan-keperluan sosial dan kedermawan- an.” -- Patriarchs and Prophets, p. 530.
Bunyi perintah itu adalah, “.... jangan-lah orang menghadap hadirat Tuhan dengan hampa tangannya.” -- Ulangan 16 : 16.
Allah tidak berbohong. Ia melaksanakan janji-janji-Nya. Ia tidak pernah gagal. Tidak ada lagi yang lebih durhaka terhadap-Nya daripada ketidakpercayaan dan tidak setia kepada Firman-Nya.
“Segala perkataanmu sudah terlalu keras melawan-Ku, demikianlah firman Tuhan. Tetapi katamu, Apakah yang sudah kami katakan sedemikian keras itu melawan-Mu? Kamu telah mengatakan, Bahwa sia-sialah berbakti kepada Allah : dan apakah untungnya kita memeliharakan peraturan-Nya, dan bahwa kita telah ber-jalan dengan penuh kesedihan di hada-pan Tuhan serwa sekalian alam? Maka 46 sekarang kami menyebut orang yang sombong itu berbahagia, ya, mereka yang melakukan kejahatan itu sudah berdiri; dan mereka yang mencobai Allah itu sudah juga dilepaskan.”
Di sini ditunjukkan suatu kebutuhan reformasi yang lain : Kita sebagai suatu Organisasi dituduh karena menyangka bahwa orang-orang yang tidak beribadah itu adalah lebih maju daripada orangorang yang berbakti kepada Allah. Sebelum menarik suatu kesimpulan yang sedemikian, hendaklah setiap orang memeriksa dirinya sendiri dan melihat apakah ia benar-benar dan jujur berbakti kepada Allah.
“Maka mereka yang takut akan Tuhan itu selalu saling berbicara kepada sesa-manya : maka Tuhan mengamat-amati dan mendengarnya, maka sebuah buku peringatan ditulis di hadapan hadirat-Nya bagi mereka yang takut akan Tuhan, dan yang ingat akan nama-Nya, maka 47 mereka itu akan menjadi milik-Ku demi-kianlah firman Tuhan serwa sekalian alam, pada masa itu apabila Aku membe-nahi semua mutiara-Ku; maka Aku akan melindungi mereka itu seperti seorang bapa melindungi anaknya yang berbakti kepadanya.”
Jika kita menaruh perhatian sebulatbulatnya kepada Firman Allah, jika kita melakukan semua permintaan-Nya kepa-
20 da kita untuk dilakukan, maka kita betulbetul akan menjadi umat-Nya yaitu “mutiara-mutiara-Nya.” Maka sebuah buku peringatan akan ditulis dari hal kita, dan semua perbuatan baik dan kepahlawanan kita akan dibaca oleh semua orang tebusan sepanjang masa selama-lamanya!
Maleakhi 3 : 18 :
“Pada masa itu kamu akan kembali, dan melihat perbedaan antara orang benar dan orang jahat, di antara orang yang berbakti kepada Allah dan orang yang tidak berbakti kepada-Nya.”
48Kita mungkin tidak dapat melihat pada waktu itu perbedaan antara orang yang berbakti kepada Allah, dan orang yang tidak berbakti kepada-Nya, namun hari itu segera datang apabila perbedaan ini akan terlihat oleh semua.
“Karena, tengoklah, hari itu datang, yang akan bernyala-nyala seperti dapur api; maka segala orang sombong, ya, dan segala orang yang berbuat jahat, akan seperti jerami : maka hari yang datang itu akan membakar habis mereka itu, demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam, sehingga baik akar baik cabang tiada lagi akan tinggal dengan mereka itu..... Hendaklah kamu ingat akan Torat Musa hamba-Ku itu, yang sudah Ku perintahkan kepadanya di atas gunung Horeb bagi semua orang Israel, berikut semua peraturan dan hukum-hukumnya.”
Di sini kita diminta supaya ingat selalu kepada Torat Musa yang telah diperintah- 49 kan Allah di atas Gunung Horeb, yaitu sepuluh perintah itu, yaitu peraturan-peraturan dan hukum-hukum. (Ulangan 4 :
“Tengoklah, Aku akan mengirim kepa-damu Eliyah nabi itu sebelum datangnya hari Tuhan yang besar dan mengerikan itu; maka ia akan membalikkan hati bapa-bapa kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya, supa-ya tidak Aku datang dan memalu bumi dengan suatu kutuk.”
Kata-kata “tengoklah”, meminta perhatian kita kembali kepada pasal 3, ayat 1, dimana kepada kita telah diceritakan bahwa Tuhan hendak mengirim utusan- Nya untuk mempersiapkan jalan Tuhan bagi Pehukuman bagi Orang Hidup -bagi pelaksanaan penyucian. Jelaslah, di samping mempersiapkan jalan Tuhan, ma-
21 ka Eliyah, utusan Tuhan itu, akan mengumumkan bahwa hari Tuhan yang besar dan mengerikan itu sudah dekat.
50Saudara ketahui, bahwa tugas dari Eliyah kuno yang dahulu itu adalah tugas pekerjaan yang terakhir bagi Israel murtad contoh yang lalu -- Sidang. Sama halnya tugas pekerjaan dari Eliyah masa kini harus merupakan tugas pekerjaan contoh saingan yang terakhir bagi kaabah- Nya, yaitu Sidang, sebelum datang hari Tuhan yang besar dan mengerikan itu. (Testimonies, vol. 3, p. 266).
Lagi pula, jika Eliyah adalah seorang utusan, maka ia harus memiliki sebuah pekabaran. Pekabarannya harus merupakan pekabaran yang mempengaruhi hati orang, karena ia akan membalikkan hati bapa-bapa kepada anak-anaknya, dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya -- bapabapa akan rindu melihat anak-anaknya diselamatkan, dan anak-anak akan rindu melihat bapa-bapanya diselamatkan. Maka pembangunan dan reformasi ini akan kelak dalam kebenaran dimahkotai dengan penyucian Sidang, dengan pembantaian Tuhan terhadap nabi-nabi palsu contoh 51 saingan masa kini (Yesaya 66 : 16). “Ka-rena sudah sampai waktunya bahwa Pehukuman harus dimulai pada isi rumah Allah : maka jika ia itu pertama-tama berlaku atas kita, bagaimanakah ke-lak nasib mereka yang tidak mematuhi Injil Allah?” 1 Petrus 4 : 17. “Karena oleh api dan oleh pedang-Nya Tuhan akan menghukum segala manusia : maka besarlah kelak jumlah segala orang yang dibunuh oleh Tuhan...... Maka Aku akan menaruh suatu tanda di antara mereka itu, dan Aku akan mengutus orang-orang yang luput dari mereka itu kepada segala bangsa, ke Tarsis, ke Pul, dan ke Lud, orang pemanah ke Tubal, dan ke Yawan, ke pulau-pulau yang jauh-jauh, yang belum mendengar kebesaran nama-Ku, dan belum melihat kemuliaan-Ku; maka mereka akan memberitakan kemuliaan-Ku di antara segala orang Kafir. Dan mereka akan menghantarkan semua sau-daramu bagi suatu persembahan kepada Tuhan keluar dari segala bangsa dengan menunggang kuda, dan dengan kereta-52 kereta, dan dengan onta berpelana, dan di atas bagal, dan dengan kuda semberani, ke Bukit kesucian-Ku Yerusalem, demi-kianlah Firman Tuhan, seperti bani Israel membawa persembahan di dalam suatu bejana yang suci ke dalam rumah Tuhan.” 22
Saudara saksikan, bahwa pembantaian ini, akan jadi sebelum masa kasihan berakhir karena orang-orang yang luput itu diutus kepada orang-orang Kafir, untuk menyelesaikan pekerjaan Injil -- untuk menghimpun semua saudara mereka dari antara orang-orang Kafir itu.
“Sebab itu kita patut menaruh lebih perhatian yang sungguh-sungguh kepada segala perkara yang sudah kita dengar, supaya jangan pada sesuatu saat kita akan membiarkannya hilang. Karena jika firman yang diucapkan oleh malaikat-ma-laikat itu adalah tetap teguh, dan setiap pelanggaran pendurhakaan memperoleh upah balasannya yang adil; maka bagai-manakah dapat kita meloloskan diri, jika 53 kita melalaikan begitu besar keselama-tan; yang pada mulanya mulai diucapkan oleh Tuhan, dan telah disaksikan dengan teguh kepada kita oleh mereka yang telah mendengar Dia..... Oleh karena itu hendaklah kita takut, supaya janji yang telah ditinggalkan kepada kita untuk masuk ke dalam perhentian-Nya itu tidak akan dilalaikan oleh barang seorangpun
* * *
23
54Catatan:
55Surat dialamatkan kepada:
Universal Publishing Association
(Kantor Pusat)
Waco, Texas 76714
U S A
Universal Publishing Association
(Divisi Indonesia)
P. O. Box 6965/JAT-PK
Jakarta 13710
e-mail:
gadsdaid@yahoo.com
dikerjakan oleh:
Penerbitan 2018
56UNIVERSAL PUBLISHING ASSOCIATION
P.O. BOX 7613
WACO, TX 76714
+1 800-729-7494
www.davidiantoday.org