Perpustakaan PDF
Amaran Sekarang - Jilid 2 - No. 23, 24

Melaksanakan Semua Perintah, Hati Batu dan Pikiran DagingOrang-Orang yang Sukar Memperoleh Kesempatan

2AS23 / 2AS24

V. T. HOUTEFF

Agar setiap orang yang berhaus akan kebenaran

dapat memperolehnya, maka buku-buku kecil ini disebarkan dengan cuma-cuma. Hanya satu permohonan yang dimintanya, yaitu setiap jiwa wajib memeriksa segala perkara dan berpegang teguh pada mana yang baik. Hanya benang-benang

untaian keemasan Eden dan tali-tali pengikat Golgota yang berwarna darah -- ikatan-ikatan yang mengikat itu yang merupakan pita pengikat buku

gratis yang kecil ini.

Kami sangat menghargai nama dan alamat anggota

MAHK yang dikirimkan.

1

AMARAN
SEKARANG

Satu-Satunya Kedamaian Pikiran

Melaksanakan Semua Perintah, Hati Batu

dan Pikiran Daging

Orang-Orang Yang Sukar Memperoleh

Kesempatan

VICTOR T. HOUTEFF
Universal Publishing Association

P. O. Box 6965/JAT-PK, Jakarta 13710

e-mail : gadsdaid@yahoo.com

2

Naskah Untuk Berdoa

PARA PENABUR BENIH

Saya akan membaca dari buku Christ’s Object Lessons dimulai pada halaman 57.

“Para penabur benih mempunyai suatu tugas untuk dilaksanakan dalam mem- persiapkan hati untuk menerima Injil. Dalam pelayanan firman terdapat terlalu banyak pemberian khotbah, dan terlalu sedikit pekerjaan dari hati ke hati yang nyata... Dengan begitu para penabur wajib melaksanakan sesuatu supaya benih-benih itu tidak dirusak oleh duri atau binasa karena dangkalnya tanah.... Setiap orang percaya ....hendaknya diajarkan supaya ia tidak saja diselamatkan oleh pengorbanan Kristus, melainkan juga supaya ia akan membuat kehidupan Kristus itu menjadi kehidupannya sendiri dan tabiat Kristus menjadi tabiatnya sendiri. Hendaklah se- mua orang diajarkan bahwa mereka ha- rus memikul berbagai beban dan harus me- 3 nyangkal kecenderungan-kecenderungan badani. Hendaklah mereka mempelajari akan berkat dari bekerja bagi Kristus, mengikuti Dia dalam penyangkalan diri, dan tabah mengalami kesusahan sebagai prajurit-prajurit. Hendaklah mereka bela- jar percaya kepada kasih-Nya dan me- nyerahkan kepada-Nya segala persoalan mereka. Hendaklah mereka merasakan kegembiraan memenangkan jiwa-jiwa bagi-Nya. Dalam kasih mereka dan perha- tian mereka bagi orang-orang yang hilang, mereka tidak akan melihat pada dirinya sendiri. Semua kesenangan dunia akan kehilangan kuasanya untuk menarik dan beban-bebannya akan mengecewakan..... ”

Kita akan berdoa supaya kita dapat menyadari bahwa kita tidak selamat hanya oleh pengorbanan Kristus melainkan bahwa kita akan berjuang untuk menjadi seperti Dia dalam kehidupan dan tabiat, dan sebagaimana kepentingan kita terus bertumbuh bagi keselamatan orang lain, maka kehidupan kita sendiri akan di- 4 segarkan; bahwa kita akan berbuat lebih banyak pekerjaan dari hati ke hati; bahwa kita memikul beban-beban hidup dan menyangkal kecenderungan alamiah kita. Dengan demikian kelak segala kepelesiran dunia akan hilang kekuatannya untuk menarik, dan segala bebannya akan hilang kuasanya untuk mengecilkan hati kita.

Copyright, 1948

Hak Cipta Dijamin

V. T. HOUTEFF

2

5

MELAKSANAKAN SEMUA
PERINTAH, HATI BATU DAN
PIKIRAN DAGING

Oleh :
Victor T. Houteff
Pendeta dari Persekutuan Davidian
Masehi Advent Hari Ketujuh
Sabat, 17 Januari 1948
Kapel Gunung Karmel, Waco, Texas

Naskah dari Firman bagi kita hari ini terdapat dalam Wahyu 22 : 14, 15.

“Berbahagialah mereka yang melaksana-kan perintah-perintah-Nya, sehingga me-reka itu berhak akan pohon alhayat, dan mereka boleh masuk terus melalui pintu-pintu gerbang ke dalam kota itu. Karena 6 di luar terdapat anjing-anjing, dan segala ahli sihir, dan orang-orang berzinah, dan para pembunuh, dan orang-orang pe-nyembah berhala, dan siapa saja yang cinta akan dusta.”

Di sini kita saksikan bahwa hanya orang-orang yang melaksanakan perintahperintah-Nya akan memperoleh hak untuk masuk ke Kota itu. Apabila pekerjaan penyelamatan diselesaikan dan semua umat telah berhimpun pulang, maka seperti biasanya mereka akan memeliharakan perintah-perintah Allah, sama seperti halnya mereka kini dengan biasa melanggarnya. Dosa tidak akan pernah dapat dihapuskan sementara hukum itu masih dilanggar, karena pelanggaran terhadap hukum adalah dosa (1 Yohanes 3 : 3, 4). Anda saksikan, bahwa perintah-perintah Allah, adalah kekal, dan hanya apabila orang-orang Kristen memulai suatu kehidupan yang mana Firman Allah itu menjadi penasehatnya, maka mereka akan menemukan diri mereka hidup di atas hukum; dengan de- 7 mikian mereka akan bebas dari pelanggaran hukum.

Akhirnya, jika perintah-perintah Allah itu adalah kekal, maka semua itu harus selalu ada. Hari Sabat yang telah diciptakan dan disucikan dalam minggu kejadian dunia itu, sebelum datang dosa, adalah terdapat di dalam perintah-perintah itu. Dan, juga, Adam tentunya tidak dapat berdosa jika perintah yang berbunyi, “Jangan ada padamu allah-allah yang lain di hadapan hadirat-Ku”, tidak terdapat pada waktu itu.

“Apakah yang akan kita katakan seka-rang? Apakah Hukum Torat itu dosa? Se-kali-kali tidak. Aku tidak mengenal dosa, tetapi melalui Hukum Torat itu : karena tiada aku tahu akan hal zina, terkecuali Hukum Torat yang telah mengatakan, Janganlah kamu ingin.”

Anda saksikan, pernyataan ilham dari rasul Paulus menempatkan sepuluh perin- 8 tah itu, dalam kerangka terpenting dari Injil. Ia menegaskan, bahwa tanpa adanya perintah-perintah itu, maka para pengikut Injil tidak akan mengetahui apa artinya dosa.

“Tetapi dalam perintah itu dosa mengam-bil kesempatan untuk membangkitkan di dalam diriku berbagai keinginan. Karena tanpa adanya Hukum Torat dosa telah mati. Karena dahulu aku hidup tanpa Hukum Torat : tetapi apabila perintah itu datang, dosa mulai hidup, dan aku mati; dan perintah, yang seharusnya memba-wa kepada hidup, ternyata bagiku justru membawa kepada kematian.”

Di sini kita saksikan bahwa Hukum Torat itu tidak menyelamatkan melainkan Ia mempersalahkan; bahwa tanpa adanya Hukum Torat tidak mungkin ada dosa. Hukum Torat itu tidak menyelamatkan Adam dan Hawa, melainkan Ia mengadili mereka sebagai tidak pantas mereka memiliki tempat tinggal di Eden dan berhak 9 kepada Pohon Alhayat itu. Ia kenyataannya, menghukum mati mereka berdua. Hukum adalah hanya merupakan guru kebenaran. Hanya itu. Ia itu bukan seorang Juruselamat.

“Oleh sebab itu Hukum Torat itu adalah suci dan perintah itupun suci, adil, dan baik. Jika demikian adakah yang baik itu membawakan kematian bagiku?

4 Dijauhkan Allah kiranya. Melainkan dosa, supaya ia itu dapat nyata terlihat dosa, yang melakukan kematian dalam diriku oleh apa yang baik itu; supaya oleh perintah itu dosa lebih nyata lagi keadaannya sebagai dosa. Sebab kita tahu bahwa Hukum Torat adalah rohani : tetapi aku adalah daging, terjual ke bawah dosa.”

Orang-orang yang mematuhi semua hukum negara berpikir, bahwa semua itu adalah suatu lambang kemerdekaan yang terbaik, tetapi orang-orang yang senang dalam dosa semua hukum itu bagi mereka 10 merupakan kutukan. Setiap pembunuh yang dihukum mati oleh undang-undang, umumnya tidak senang terhadap undangundang yang menghukumnya, ataupun orang yang menjalankan hukuman matinya. Kalau saja orang yang sedemikian ini mempunyai caranya sendiri, ia sudah akan menghapuskan undang-undang itu. Juga, semua kejahatan akan melenyapkan Hukum Allah, karena hukum-Nya adalah rohani, dan mereka adalah badani, terjual di bawah kuasa dosa.

Apakah yang akan terjadi sekiranya tidak ada hukum di dalam Kerajaan Allah, tidak ada hukum menentang pembunuhan dan pencurian, atau menentang iri hati dan sangka-sangka jahat? Siapakah yang rindu tinggal di dalam Kerajaan itu walau hanya untuk sesaat? Jika kiranya demikian halnya, maka tentu kita akan lebih baik tinggal di dalam kerajaan-kerajaan dunia ini.

Lagi pula, Kedua Log Batu itu, bukan saja merupakan suatu peraturan moral, 11 melainkan juga peraturan fisik, karena dosa melawan Hukum Torat meliputi juga keturunan-keturunannya. Ia itu membalas segala kejahatan “dari segala bapa kepada anak-anaknya sampai kepada gilir yang ketiga dan keempat pun.” Keluaran 20 : 5.

Kemudian, juga, setiap keturunan dari Adam secara alamiah lahir dalam dosa, adalah cenderung untuk berbuat dosa :

“Karena apa yang ku lakukan itu tidak ku kehendaki: karena apa yang ku kehen-daki, itu tidak ku lakukan; melainkan apa yang kubenci itulah yang ku lakukan.”

5

Demikian inilah yang merupakan nasib manusia, manusia daging membenci hukum Allah, karena Ia itu bertentangan dengan kemauannya.

“Maka jikalau aku perbuat apa yang ti-dak aku sukai, aku menyetujui bahwa Torat itu baik adanya.”

12

Jika seseorang menjauhkan diri dari mencuri, ia menyetujui bahwa Hukum Torat itu baik adanya dan tepat, sungguh pun secara alamiah ia mungkin sekali suka mencuri.

“Maka sekarang bukan lagi aku yang melakukannya, melainkan dosa yang tinggal di dalam diriku itu. Karena aku mengetahui bahwa di dalam diriku (arti-nya, di dalam dagingku), tiada tinggal sesuatu yang baik : karena kemauan ada padaku; tetapi bagaimanakah untuk melaksanakan apa yang baik itu tidak kutemukan. Karena yang baik yang aku gemar itu tiada aku perbuat : tetapi yang jahat yang tiada aku gemar itulah, yang kuperbuat. Sekarang jika aku perbuat ba-rang yang tiada kugemari, maka bukan lagi aku ini yang melakukannya, me-lainkan dosa yang tinggal di dalamku. Kemudian aku menemukan suatu hu-kum, bahwa, apabila aku ingin berbuat yang baik, maka jahat itu sudah hadir di 13 sampingku. Karena aku suka akan Hu-kum Allah menurut batin manusia : tetapi aku melihat suatu hukum yang lain di dalam para anggotaku, yang berperang melawan hukum dari pikiranku, lalu menghantarkan daku ke dalam tawanan di bawah hukum dosa itu yang terdapat di dalam para anggotaku.”

Di sini, anda saksikan, bahwa kita dilahirkan dengan hukum dosa yang ada di dalam kita, dan bahwa adalah mutlak perlu bagi Hukum Allah untuk menahan kita dari berbuat dosa.

“Oh celakalah aku ini! Siapakah yang akan melepaskan daku dari tubuh maut ini? Aku mengucap syukur kepada Allah oleh perantaraan Yesus Kristus Tuhan kita. Maka dengan begitu dengan piki-ranku aku sendiri melayani Hukum Allah; tetapi dengan daging aku tunduk ke bawah hukum dosa.”

Benar, Allah dan Hukum Torat-Nya be- 14 rada dalam pikiran kita, yang kita peroleh dengan jalan mempelajari Firman Allah adalah satu-satunya harapan kita bagi kemenangan atas hukum dosa dan daging.

“Oleh sebab itu sekarang tidak ada lagi tuduhan terhadap mereka yang berada dalam Yesus Kristus, yang tidak berjalan mengikuti kehendak daging, melainkan mengikuti kehendak Roh.”

Pada saat kita menerima Kristus sebagai Juruselamat kita, maka semua pelanggaran kita melawan Hukum Torat dihapuskan, dan telah dibayar lunas oleh kematian Kristus. Sekiranya tidak demikian halnya maka kita sendiri harus membayar sanksi hukuman mati itu, dari mana tidak akan ada lagi kebangkitan kepada hidup yang kekal.

“Karena hukum daripada Roh yang mengaruniakan hidup dalam Kristus Ye-sus telah memerdekakan aku dari hukum 15 dosa dan kematian.”

Di sini rasul itu memperkenalkan suatu hukum yang lain, yaitu hukum Roh yang memberikan hidup -- keseluruhannya ada tiga hukum : (1) hukum dari sepuluh perintah, (2) hukum dari daging, (3) hukum Roh yang mengaruniakan hidup. Tetapi hendaklah kita ingat, bahwa hukum yang ketiga ini, terdapat di dalam Kristus, dan ia itu memerdekakan kita dari hukum dosa dan kematian hanya jika kita berada di dalam Dia.

“Karena apa yang tak dapat diperbuat oleh hukum Torat, sebab lemah oleh ka-rena tabiat daging, maka Allah mengirim-kan Anak-Nya sendiri dalam kesamaan daging yang penuh dosa, dan karena do-sa, dengan menjatuhkan hukuman ke atas dosa dalam daging : supaya kebenaran dari hukum itu dapat dipenuhi dalam ki-ta, yang berjalan tidak menurut kehendak daging, melainkan menurut kehendak Roh. Karena mereka yang mengikuti ke-16 hendak daging memikirkan segala per-kara dari daging; tetapi mereka yang mengikuti kehendak Roh memikirkan segala perkara Rohani. Karena pikiran tabiat duniawi itu adalah maut; tetapi memikirkan hal rohani itu adalah hidup dan perdamaian.

“Karena pikiran daging adalah mu-suh melawan Allah : karena ia itu tidak tunduk kepada Hukum Allah, sungguh 7 tidak mungkin ditundukkan. Dengan demikian mereka yang berada dalam tabiat daging tidak dapat berkenan ke-pada Allah. Tetapi kamu ini bukan di dalam tabiat daging, melainkan di dalam Roh, yaitu jikalau Roh Allah ada berdi-am di dalam dirimu. Sekarang jikalau barangsiapa tiada memiliki Roh Kristus, maka ia bukanlah kepunyaan Kristus. Dan jika Kristus berada dalam kamu, ma-ka tubuh itu mati karena dosa; tetapi Roh itu hidup karena kebenaran. Tetapi jika Roh-Nya yang membangkitkan Yesus dari mati itu tinggal di dalam kamu, maka 17 Dia yang membangkitkan Kristus dari mati itu akan juga menghidupkan tubuh-tubuhmu yang fana oleh Roh-Nya yang diam di dalam kamu itu.”

Adalah kesempatan kita yang istimewa untuk memiliki Roh yang sama yang terdapat di dalam Kristus itu. Pada kenyataannya, kita harus memiliki Roh itu jika kita hendak berjalan dalam kehidupan yang baru, dan jika kita hendak memiliki bagian dalam kebangkitan orang-orang benar.

Saudara saksikan dari khotbah Paulus itu bahwa untuk menjadi seorang Kristen berarti memperhatikan setiap langkah yang anda tempuh, dan berperang melawan keinginan dagingmu sendiri, kalau tidak anda akan jatuh ke dalam lubang dari mana tidak akan ada kelepasan. Karena itu, orang Kristen, tidak dapat berdosa; kebenarannya dalam Kristus adalah mutlak terjamin, karena Kristus telah membayar sanksi hukumannya untuk dosa-dosa yang lampau. Lagi pula, jika ia secara kebetulan 18 berdosa lagi, maka ia mempunyai seorang Pembela untuk memperjuangkan perkaranya, yaitu Yesus Kristus, kebenaran itu. Demikianlah bahwa sungguhpun seorang benar itu jatuh tujuh kali sehari, ia akan bangkit, dan terus melanjutkan perlombaan sampai pada akhirnya menang.

Tetapi andaikata bahwa anda harus memiliki perjuangan untuk memelihara perintah-perintah Allah di dalam Kerajaan Allah sepanjang zaman kekekalan, haruskah anda berjuang sama seperti perjuangan anda sekarang? Seandainya hukum daging akan tetap tinggal dengan anda selamanya? -- Lalu bagaimana? Maukah anda kemudian menjadi sama kuatirnya 8 seperti keadaan anda sekarang ini bagi suatu tempat di dalam Kerajaan? Allah memberitahukan kepada kita apa yang harus diharapkan.

“Tengoklah, hari-hari itu datang, demiki-anlah firman Tuhan, bahwa Aku akan membuat sesuatu perjanjian baru dengan 19 isi rumah Israel, dan dengan isi rumah Yehuda, bukan seperti perjanjian yang sudah Ku perbuat dengan nenek moyang mereka itu pada hari Aku memegang tangan mereka untuk menghantarkan mereka itu keluar dari Mesir; yang per-janjian-Ku itu sudah dirombak mere-ka, walaupun Aku adalah suami bagi mereka itu, demikianlah firman Tuhan : tetapi ini akan merupakan perjanjian yang akan Ku perbuat dengan isi rumah Israel; Kemudian daripada hari-hari itu, demikianlah firman Tuhan, Aku akan menaruh hukum-Ku dalam batin mereka, dan menuliskannya dalam hati mereka; dan Aku akan menjadi Allah mereka, dan mereka akan menjadi umat-Ku. Dan tiada lagi mereka itu akan mengajar seorang akan seorang, dan saudara akan saudara-nya sambil mengatakan, Kenalilah oleh-mu akan Tuhan : karena sekalian mereka itu akan mengenal Aku, semenjak dari yang terkecil di antara mereka sampai ke-pada yang terbesar, demikianlah firman Tuhan : karena Aku hendak mengampuni 20 segala kejahatannya, dan tiada Aku ingat lagi akan segala dosa mereka.”

Di sini adalah suatu janji dari sebuah perjanjian yang baru, suatu perikatan yang baru. Ini bukan sejenis yang Allah perbuat dengan nenek moyang kita pada hari mereka itu keluar dari negeri Mesir, pada hari Ia menuliskan semua perintah-perintah itu pada dua log batu lalu memerintahkan kepada mereka supaya mematuhinya. Melainkan Ia membuat sebuah perjanjian yang baru, suatu perjanjian yang dituliskan pada hati kita yang sesungguhnya. Kemudian setiap orang dengan sendirinya akan mengenal Dia tanpa perlu diajar.

Perhatikanlah, walaupun, Ia tidak membuat suatu hukum yang baru, melainkan suatu perjanjian yang baru, suatu perjanjian untuk memelihara hukum. Perbedaannya adalah daripada Ia menuliskan hukum pada kedua log batu itu, lebih baik Ia akan menuliskannya pada log hati daging manusia, yaitu tempat dimana hukum dosa itu sekarang berada.

21

Saudara perhatikan, bahwa perjanjian ini akan dibuat dengan isi rumah Israel dan isi rumah Yehuda, yaitu dengan seluruh umat Allah.

Ingatlah, bahwa Injil, tidak mengatakan bahwa kita tak dapat memelihara hukum torat itu sementara ia itu masih tertulis di atas log-log batu, melainkan ia itu menyatakan bahwa kita dapat memeliharakannya, karena barangsiapa yang merombak hukum itu dihukum karena perbuatannya. Oleh karena itu, kita dapat, mematuhi perintah-perintah itu sekarang walaupun hukum itu masih tertulis pada dua log batu. Adalah demi kemudahan maka kebanyakan orang-orang Kristen menginginkan agar hukum torat itu dihapuskan saja, dan sebagian orang membuat keyakinannya sendiri bahwa ia itu telah dihapuskan, walaupun satu-satunya hukum yang sudah dihapuskan itu ialah hukum upacara, hukum upacara-upacara korban, hukum bayangan dari Anak Domba Allah.

22

Apakah perbedaan hukum yang ditulis pada log batu, dan pada hati kita? -- Pengalaman Nebukadnezar, raja Babilon memberikan jawabannya.

Raja itu telah dipaksa untuk hidup dengan kawanan ternak, dalam suatu kandang atau di padang, maka ia sudah akan melakukan bunuh diri jika mungkin. Tetapi segera setelah Allah mengambil hati manusianya lenyap daripadanya, dan menaruh hati lembu di dalamnya, maka raja itu dengan sangat senang berada bersama-sama dengan kawanan ternak, dan ia sama sekali tidak senang untuk tinggal di dalam istananya.

Sekiranya hal yang sama telah terjadi pada siapapun dari antara kita, kerinduankerinduan kita akan sama seperti yang dimiliki oleh raja itu. Dalam perkara yang sama, apabila hati batu itu diambil dari kita, dan hati daging bersama hukum Allah tertulis di dalam kita, kemudian kita akan menemukan bahwa semuanya itu pun tidak menyenangkan kepada dosa, maka 23 yang paling disukai adalah untuk memelihara perintah-perintah Allah. Dengan demikian anda tidak perlu takut memiliki suatu perjuangan untuk memelihara hukum Allah di dalam Kerajaan, sebagaimana yang anda lakukan di sini sekarang. Kemudian anda kelak dengan sepenuhnya senang untuk tinggal dalam suatu kehidupan tanpa dosa. Dalam kenyataannya keinginan anda untuk berbuat dosa tidak ada lagi dibandingkan dengan keinginan anda sekarang untuk mati.

Sungguh ajaib! Tetapi kapankah dapat kita mengharapkan terlaksananya keajaiban ini? Untuk mendapatkan jawabannya terhadap pertanyaan ini, kita perlu menghubungkan nubuatan Yeremia dengan nubuatan Yehezkiel mengenai peristiwa yang sama :

“Bahwasanya Aku akan menghantarkan mereka itu dari negeri utara, dan meng-himpunkan mereka dari semua pesisir 24 bumi, dan bersama-sama dengan mereka itu orang-orang buta dan orang-orang timpang, wanita yang mengandung dan wanita dengan anak kecil bersama-sama : suatu rombongan besar akan kembali ke sana.”

“Karena Aku akan mengambil kamu dari antara segala orang kafir, dan meng-himpunkan kamu dari segala negeri, dan Aku akan menghantarkan kamu ke dalam negerimu sendiri. Kemudian Aku akan memercikkan air bersih ke atas kamu, maka kamu akan menjadi bersih : dari semua kekotoranmu, dan dari se-mua berhalamu, Aku akan menyucikan kamu. Suatu hati yang baru juga akan Kukaruniakan kepadamu, dan suatu roh yang baru akan Kumasukkan ke dalam dirimu : maka Aku akan keluarkan hati batu dari dagingmu, dan Aku akan me-ngaruniakan kepadamu suatu hati da-ging. Dan Aku akan memasukkan Roh-Ku ke dalam kamu, dan membuat kamu 25 berjalan menurut segala hukum-Ku, maka kamu akan memeliharakan semua hukum-Ku, dan melaksanakannya. Dan kamu akan tinggal di tanah yang sudah Ku karuniakan kepada nenek moyangmu : maka kamu akan menjadi umat-Ku, dan Aku akan menjadi Allahmu.”

11

Catatan dari kedua nabi itu dengan jelas menyatakan saat dalam mana keajaiban ini akan dilaksanakan pada hati dari semua umat Allah. Kedua nabi itu telah membuatnya cukup jelas sama seperti yang dilakukan bahwa perubahan hati ini akan digenapi di Tanah Suci, di Palestina, pada permulaan kerajaan yang mana Allah berjanji untuk memperdirikan “pada zaman raja-raja” (Daniel 2 : 44), bukan setelah zaman mereka. Ia selanjutnya mengatakan bahwa Ia akan membawa kita dari antara orang kafir dan menghimpunkan kita dari semua negeri, dan membawa kita ke dalam negeri kita sendiri (ayat 24), negeri yang telah diberikan kepada nenek moyang kita (ayat 28). “Kemudian”, pada saat itu, Ilham 26 mengatakan, bukan sebelumnya, Ia akan memercikkan air bersih atas kita, menyucikan kita dari segala kekotoran kita, dan dari segala berhala kita. Juga, suatu hati yang baru kemudian akan dikaruniakan di dalam kita (ayat 26). Ia akan mengaruniakan kepada kita Roh-Nya dan menyebabkan kita untuk menuruti segala ketetapan-ketetapan-Nya, dan memelihara segala hukum-Nya (ayat 27). Pelajarilah ayat-ayat firman ini bagi dirimu sendiri dan saksikanlah kalau ayat-ayat itu mengatakan semua yang sedang saya coba untuk menjelaskannya kepadamu tentang apa yang dikatakannya.

“Demikianlah firman Tuhan, yang me-ngaruniakan matahari bagi penerangan pada siang hari, dan tata tertib bulan dan bintang-bintang bagi penerangan pada malam hari, yang membelah laut apabila segala ombaknya bergelora; Tuhan serwa sekalian alamlah nama-Nya : jika kiranya semua peraturan itu berlalu dari hadapan-27 Ku, demikianlah firman Tuhan, maka barulah bani Israel juga akan berhenti menjadi suatu bangsa di hadapan-Ku untuk selama-lamanya. Demikianlah Fir-man Tuhan; jikalau kiranya langit di atas dapat diukur, dan segala alas bumi di bawah dapat diduga, maka Aku pun akan membuang segenap benih Israel karena sebab semua yang telah diperbuatnya, demikianlah firman Tuhan. Tengoklah, hari-hari itu datang, demikianlah firman Tuhan, bahwa kota itu akan dibangun bagi Tuhan dari menara Hananiel sam-pai kepada pintu gerbang ujungnya. Maka dari sana pun akan diukur dengan tali pengukur sampai ke atas bukit Gareb di hadapannya, dan akan lewat balik ke

12 Goat. Maka segenap lembah dari mayat-mayat, dan habu dan semua tanah datar sampai ke sungai Kidron, sampai ke sudut pintu gerbang kuda arah ke timur, semua itu akan menjadi suci bagi Tuhan; ia itu tiada akan lagi dicabut, ataupun dibuang selama-lamanya.”

28

Orang dapat percaya setiap perkara yang ingin mereka percayai, tetapi kita hendaknya percaya Alkitab. Saya tahu bahwa ini adalah apa yang Alkitab ajarkan, dan bahwa ini adalah rencana Allah bagi peristiwa-peristiwa ini. Dan karena ini adalah rencana Allah untuk menyucikan umat-Nya, dan bagi diterimanya hati yang baru, maka pekabaran kita ini menjadi sangat penting bagi semua yang rindu untuk berada dalam Kerajaan. Sesungguhnya, kita hanya dapat memberikan hati kita dan jiwa kita dalam pekerjaan itu, dan menyerahkan hasil-hasilnya kepada Allah. Sekiranya kita pernah berusaha penuh bagi Allah dan bukan bagi diri sendiri, sekaranglah masanya.

* * *

29

ORANG-ORANG YANG
SUKAR MEMPEROLEH
KESEMPATAN

Oleh :
Victor T. Houteff
Pendeta dari Persekutuan Davidian
Masehi Advent Hari Ketujuh
Sabat, 24 Januari 1948
Kapel Gunung Karmel, Waco, Texas

Pokok pembicaraan kita untuk sore hari ini terdapat dalam Amsal 29 : 18.

“Dimana tidak ada khayal, binasalah umat : tetapi barangsiapa yang memeliharakan hukum, berbahagialah dia.”

Pada permulaan penyelidikan kita ini marilah kita memastikan betapa luasnya 30 firman ini telah digenapi. Anda ingat, dimasa Musa dahulu, orang-orang Mesir tidak memiliki khayal, tetapi orang-orang Ibrani mempunyai suatu khayal, dan seorang nabi untuk menginterpretasi khayal itu. Dengan adanya karunia ini di antara mereka maka pada waktu mereka datang menghadapi laut Merah orang-orang Ibrani itu telah diselamatkan, namun orangorang Mesir itu binasa. Anda saksikan, “orang bijaksana” tidak mengira apabila ia mengatakan: “Dimana tidak ada khayal, umat itu binasa.”

Sungguhpun, andaikata, umat itu akan memiliki suatu khayal, namun tidak ada penterjemah khayal itu. Lalu bagaimanakah? Marilah kita lihat : Anda ingat Nebukadnezar, raja Babil, memperoleh suatu mimpi pada malam hari, tetapi ia tidak punya seorang penterjemah pun, tidak, tidak ada di antara semua orang pandainya di dalam kerajaan itu. Akibatnya karena mereka tidak mampu untuk menterjemahkan mimpi itu (Daniel pasal 2), maka telah 31 dikeluarkan keputusan bahwa semua mereka itu harus dibunuh, dan mereka sudah akan binasa kalau saja Daniel, hamba Allah itu, tidak terdapat di negeri itu untuk menterjemahkan arti dari mimpi raja.

14

Firaun, juga, memperoleh suatu mimpi tetapi tidak mempunyai penterjemahnya. Dan jika Yusuf tidak berada di negeri Mesir untuk menterjemahkan arti dari mimpi raja itu, maka orang-orang Mesir dan seluruh dunia yang lalu sudah akan binasa pada masa kelaparan tujuh tahun itu. Anda saksikan, bahwa apa yang Alkitab katakan, ia itu seratus persen benar.

Sekarang saya akan menanyakan kepadamu suatu pertanyaan yang sederhana. Jika umat tidak memiliki suatu khayal, dan tidak memiliki penterjemah binasa, maka bagaimanakah dengan mereka yang memperoleh khayal dan memiliki penterjemah? Rasul Petrus memberikan kuncinya :

“Kita juga memiliki perkataan nubuatan 32 yang lebih pasti; maka sebaiknya kamu perhatikan dia, seperti kepada sebuah pe-lita yang bercahaya di dalam tempat yang gelap, sampai hari siang, dan bintang timur terbit di dalam hatimu : terutama sekali hendaklah kamu ketahui, bahwa tiada suatu nubuatan di dalam Alkitab datang dari akal orang sendiri.”

Di sini kepada kita diberitahukan bahwa nubuatan, suatu khayal, adalah merupakan test asam kimia untuk menguji sesuatu yang disebut kebenaran Alkitab; artinya, jika perkara itu tidak ada dalam nubuatan, jika tidak ada khayal dari hal perkara itu ditemukan di dalam tulisantulisan para nabi, maka tidak akan ada kebenaran dalamnya. Ya, khayal-khayal dari para nabi itu harus menjadi khayal-khayal milik kita jika kita memang harus dilindungi. Sungguhpun demikian, nubuatan, ia berpendapat bahwa tidaklah berasal dari interpretasi pribadi sama seperti khayalkhayal dari Nebukadnezar dan Firaun, sehingga orang-orang pandai dari bangsa 33 manapun tidak ada yang mampu untuk memecahkan rahasia nubuatan-nubuatan Allah yang tersembunyi. Mengapa?

“Karena nubuatan tidak datang di masa lalu oleh kehendak manusia : melainkan orang-orang suci dari Allah yang mengu-capkannya karena mereka itu digerakkan oleh Roh Suci.”

15

Inilah tepatnya mengapa nubuatan tidak dapat diungkapkan pengertiannya dengan kehendak sendiri, bukan tanpa bantuan Roh yang telah mendiktekan nubuatan-nubuatan itu kepada orang-orang suci di masa lalu. Maka demikianlah, nubuatan-nubuatan tidak akan diinterpretasi oleh kehendak manusia, melainkan oleh kehendak Roh Kebenaran, “Roh Nubuatan”, yaitu Roh yang sama yang telah mendiktekan nubuatan-nubuatan itu. Saudara lihat, ini, bukanlah pendapat saya. Ini adalah jelas bahasa dari Alkitab sendiri. Namun jika sekiranya masih terdapat sesuatu keragu-raguan dalam pikiran anda, 34 dan sekiranya demikian kami akan memberikan bukti Alkitab yang lain lagi.

Oleh sebab itu, marilah kita, kembali meninjau raja-raja dari Babil dan Mesir itu. Raja-raja dari negeri-negeri kuno itu telah memberikan kepada orang-orang pandainya kesempatan untuk menterjemahkan arti dari khayal-khayal mereka yang kita temukan sekarang dalam Alkitab. Raja-raja dari negeri-negeri kuno ini telah memberikan kepada orang-orang pintarnya bukan hanya diumpani dengan penghargaan yang melimpah untuk mengartikan mimpi-mimpi itu, tetapi juga mengancam untuk membunuh mereka jika mereka gagal untuk mengartikannya. Ini khususnya terjadi di Babil. Semua orang pandai mereka itu telah gagal dan bahkan secara terbuka dan dengan bijaksana mereka mengakui bahwa bukanlah pekerjaan mereka untuk mengungkapkan perkaraperkara Allah yang rahasia.

Bukankah bukti-bukti ini cukup kuat untuk meyakinkan setiap orang bahwa 35 perkara-perkara rahasia dari Allah, seperti yang sedemikian telah mengunci nubuatan-nubuatan, adalah bukan diungkapkan oleh manusia yang fana, -- bukan, bukan juga oleh Setan, bahwa apabila Allah menginginkan sesuatu perkara menjadi rahasia, maka ia itu tetap tertutup sampai Ia Sendiri yang mengungkapkannya? Kemudian, apabila ia itu telah diungkapkan semuanya untuk diketahui maka Allah sendirilah yang mengerjakannya. Oleh karena itu bukankah orang-orang pintar pada waktu itu membodohi dirinya sendiri oleh menerangkan Firman yang tertutup itu dengan interpretasi-interpretasi pribadinya?

Jika adalah cukup sukar bagi rata-rata pikiran manusia untuk mengakui bahwa ia salah, maka mohon beritahukanlah kepadaku bagaimana gampangnya kelak

16 hal itu bagi orang-orang pandai kita, yang menyangka dirinya berdiri tanpa ada bandingannya, untuk mengakui kesalahankesalahan mereka? Karena inilah yang 36 tepat yang harus mereka perbuat kepada para pendengarnya jika mereka sendiri senantiasa menerima kebenaran itu apabila Ia itu diungkapkan sendiri oleh Roh Suci. Dan jika mereka tidak melepaskan semua interpretasi pribadinya lalu mengambil hasil interpretasi dari Roh Suci, tidakkah mereka itu kelak berdosa melawan Roh Suci?

Orang-orang pandai dari Kasdim dan Mesir itu tidak mengutarakan pendapatpendapat pribadi mereka mengenai apa yang dapat diartikan dari khayal-khayal raja itu, dengan begitu mudah saja bagi mereka untuk mengatakan, “Kami tidak tahu.” Tetapi hal itu sama sekali tidak mudah bagi para imam, ahli-ahli torat, dan orang-orang Farisi di masa Kristus dahulu untuk menarik kembali apa yang telah mereka ajarkan kepada umat, dan juga tidak akan mudah bagi para penterjemah pribadi masa kini, bahkan walaupun mereka cukup mengetahui bahwa pengakuan yang jujur dan teruji yang sedemikian itu 37 akan membuat mereka menjadi pahlawanpahlawan besar.

Pada masa ini hasil-hasil dari berbagai interpretasi pribadi telah merusak dan mengacaukan dunia lebih besar dari masa manapun juga yang lain. Lihat saja kepada timbulnya berbagai sekte pada waktu ini. Ia itu telah memecah belah dunia Kristen menjadi beratus-ratus sekte agama, semuanya sama jenis, yang satu dan lainnya tidak sepaham. Siapakah yang dapat mengatakan bahwa interpretasi Alkitab mereka yang bermacam-macam itu adalah diilhami, dapat dipercaya, atau bermanfaat bagi apa saja, kalau bukan menimbulkan pertentangan dan perselisihan di antara mereka sendiri dari hal teori-teori dan ajaran-ajaran? Adakah para penterjemah Alkitab yang berdasarkan kira-kira ini sedang mempersatukan paham semua orang Kristen, serta mempersiapkan mereka bagi suatu pentakosta kedua yang akan datang? Ataukah mereka justru sedang memecah belah dan sedang melemahkan mereka? 38 Tidakkah mereka itu sedang membodohi dirinya sendiri di depan mata seluruh dunia yang bukan Kristen? Adalah jelas terlihat bahwa mereka adalah tidak sebijaksana orang-orang di masa Yusuf ataupun di masa Daniel dahulu. Saya tahu, memang ke- 17 ras terdengar, namun akan lebih berbahaya lagi membiarkan mereka terus tidur tanpa berbuat sesuatu untuk membangunkan mereka. Tak akan ada orang yang dapat berdiri diam sambil melihat seseorang buta berjalan masuk ke dalam jembatan terbuka tanpa berbuat sesuatu untuk mencegahnya jatuh ke dalam sungai. Jika mereka tidak mau membuka matanya sekarang, maka siapakah yang dapat mengatakan, bahwa mereka bukanlah orang-orang yang sukar mendapat kesempatan?

Interpretasi-interpretasi teoritis mereka terhadap Alkitab telah menimbulkan perpecahan di dalam setiap organisasi gereja, dan pada waktu yang sama pengikut-pengikutnya berdoa dan berbicara dari hal sedang menerima, atau mengharapkan 39 untuk menerima karunia Roh! Mereka berdoa, bukan memohon untuk memiliki karunia interpetasi yang diilhami, bukan memohon untuk memiliki interpretasi sendiri yang benar, atau untuk mengetahui Kebenaran dengan sepenuhnya, melainkan mereka berdoa supaya memperoleh karunia melakukan berbagai keajaiban! Ya, demikianlah semua yang mereka kejar. Alangkah sombongnya! Betapa hinanya bagi kepandaian!

Keajaiban-keajaiban untuk maksud apakah? -- Tak lain daripada untuk mengacau lebih banyak lagi orang-orang dengan interpretasi-interpretasi pribadinya. Mereka dapat saja membodohi orangorang untuk masa ini, tetapi saya tegaskan kepadamu mereka tidak akan pernah dapat membodohi Allah, dan sebaiknya jangan lagi mereka berbuat begitu.

Sekarang, andaikata kita memiliki suatu khayal dan juga seorang penterjemah, tetapi tidak memiliki iman. Lalu bagaimanakah? -- Jika demikian masalahnya, maka 40 saya percaya bahwa dalam keadaan pikiran yang tidak berbahagia sedemikian ini kita lebih baik tidak memiliki khayal ataupun penterjemah, sebab jika kita memiliki khayal dan penterjemah, tetapi tidak memiliki iman maka tidakkah kita memiliki tanggung jawab karena telah menolak keduanya, dengan demikian dua kali berdosa melawan Roh Suci? Dan tidakkah kita akan menemukan diri kita di tempat yang lebih dibenci daripada orang-orang 18 Yahudi?

Tidak ada keampunan bagi dosa melawan Roh Suci, yaitu dosa melawan Ilham, sebab sekali menolak maka tidak akan ada lagi sesuatu yang lain dengan mana orang berdosa dapat dibawa kepada Kristus. Akibatnya tidak akan ada lagi harapan bagi orang yang seperti ini, karena tidak ada lagi apapun yang Surga dapat perbuat untuk membangkitkan dia dari kemelaratannya, dan lagi tidak ada lagi obatnya, tidak ada keampunan dosa.

Tetapi orang dapat saja mengatakan, 41 “Saya memiliki iman terhadap Alkitab, dalam firman Allah.” Kita dapat saja memiliki lebih banyak iman dalam Alkitab daripada yang dimiliki oleh orang-orang Yahudi, tetapi jika iman yang berat yang sedemikian ini telah merupakan suatu kerugian bagi orang-orang Yahudi, maka apakah akan jadi terhadap orang-orang lainnya? Tidak, orang-orang Yahudi bukanlah dihukum karena kurang iman mereka dalam Alkitab, melainkan karena tidak memiliki iman terhadap jurukabarjurukabar dari Allah, tidak memiliki iman terhadap nabi-nabi dan terhadap semua interpretasi Firman dari mereka. Lagi pula, iman dalam Alkitab tanpa diikuti iman terhadap penterjemah-Nya Yang mendiktekan Alkitab itu adalah praktis untuk diakui bahwa sesungguhnya roti adalah tongkat kehidupan, tetapi orang menolak menggigit sedikitpun daripadanya! Marilah kita lihat apa yang Alkitab sendiri harus katakan dari hal orang-orang malang yang sedemikian ini :

42

“Selain itu segala penghulu imam, dan orang banyak, telah membuat kejahatan amat banyak mengikuti segala perbuatan kekejian orang kafir; dan dinajiskannya rumah Tuhan yang telah disucikan-Nya di Yerusalem. Dan Tuhan Allah nenek moyang mereka itu mengirimkan juru-kabar-jurukabar-Nya, untuk membang-kitkan mereka, dan mengutusnya kepada mereka; karena sayanglah Ia akan umat-Nya, dan akan tempat kediaman-Nya : tetapi mereka telah mengolok-olok utu-san-utusan Allah itu, dan diremehkannya akan segala firman-Nya, dan menghina segala nabi-Nya, sehingga bangkitlah murka Tuhan melawan umat-Nya, sampai ia itu tiada terobati lagi. Oleh sebab itu didatangkan oleh-Nya atas mereka itu raja orang Kasdim, yang membunuh semua 19 orang muda mereka dengan pedang di dalam kaabah kesucian mereka itu, tiada disayanginya akan orang-orang muda mereka itu atau akan semua anak dara, atau akan orang tua, atau akan orang yang sudah bungkuk karena tuanya : sekalian 43 mereka itu diserahkan-Nya kepada ta-

Orang-orang durhaka yang disebutkan di sini, anda saksikan, tidak dibiarkan dibantai hanya karena mereka adalah orang-orang yang amat berdosa; Allah sayang akan mereka itu sementara mereka masih berdosa, maka Ia mengirimkan kepada mereka itu jurukabar-jurukabar- Nya untuk memperbaiki dan untuk menerangi mereka. Tetapi sesudah mereka menolak pekabaran-pekabaran-Nya, dan membunuh semua utusan-Nya yang dipenuhi Roh itu, maka mereka berdosa melawan Roh Suci, dan kemudian tidak ada lagi apa-apa yang dapat diperbuat-Nya terkecuali membiarkan mereka dibinasakan oleh semua musuh mereka.

Marilah kita mempertimbangkan contoh yang lain, contoh ini terdapat di masa Yesus. Orang-orang Yahudi di masa-Nya dahulu memiliki bahkan lebih besar iman dalam Alkitab daripada orang-orang yang hidup sebelum mereka. Dengan Alkitab 44 itu mereka menuduh, mencobai, dan menyalibkan Tuhan. Perkara dalam mana mereka tidak memiliki keyakinan terhadap interpretasi-interpretasi Alkitab dari Yesus. Sebagai akibatnya, maka beberapa tahun kemudian kota mereka telah dihancurkan, dan setiap orang yang ditemukan di dalamnya terbakar bagaikan tikus-tikus, hanya karena mereka telah gagal memperhatikan akan semua petunjuk Yesus :

“Dan apabila kamu melihat Yerusa-lem dikepung oleh musuh-musuh, maka ketahuilah olehmu bahwa kebinasaan-nya sudah dekat. Pada masa itu hen-daklah mereka yang di tanah Yudea lari ke gunung-gunung; dan orang-orang yang di dalam negeri itu supaya melarikan diri, dan orang-orang yang berada di luar negeri itu supaya jangan masuk ke dalamnya. Karena itulah hari-hari pem-balasan, supaya semua perkara yang ter-surat itu dapat digenapi.” -- Lukas 21 : 20

45

Anda saksikan, tanpa khayal, maka umat itu binasa. Dan juga tanpa penterjemah dan tanpa iman mereka juga akan binasa. Maka inilah sebabnya mengapa

20 “Roh Nubuat” adalah mutlak perlu bagi umat Allah pada setiap generasi.

Anda tahu, orang-orang Laodikea pada waktu ini, berada dalam kedudukan yang terjelek daripada setiap umat yang pernah hidup dalam setiap masa, karena oleh menentang bahwa tidak lagi diperlukan nabi-nabi, tidak lagi diperlukan tambahan Kebenaran, maka mereka telah menolak, ya, sungguh-sungguh mereka membunuh semua nabi. Jika mereka tidak lagi memerlukan tambahan Kebenaran dan jika Yesus Kristus sendiri akan datang dengan membawakan tambahan Kebenaran maka akankah mereka tidak menyalibkan Dia juga? Saya sadar bahwa saya bukan membuat pernyataan yang tergesa-gesa, saya juga tidak berlebih-lebihan, dan saya pun mengetahui bahwa Alkitab menunjang saya dalam apa yang saya katakan, karena 46 jika tidak saya tidak akan mengatakannya.

Sudah kita ketahui bahwa Alkitab itu bukan berasal dari hasil interpertasi sendiri, dan bahwa dunia Kristen pada umumnya tidak memiliki ilham penterjemah yang ditunjuk Ilahi, bahkan menyatakan tidak memiliki salah satunya, dan bahwa para umatnya pada waktu ini sedang kacau sama seperti para pendiri tugu Babil yang bodoh dahulu setelah tak seorang pun mampu untuk memahami bahasa sesamanya.

Maka, sekarang, jika yang membebaskan orang-orang berdosa adalah Kebenaran, dan jika Ia itu datang hanya oleh perantaraan Ilham, jika dunia Kristen gagal untuk mengenali hal ini dan dengan demikian menjadikan Allah tiada memiliki kesempatan untuk menyelamatkannya, lalu bagaimanakah kelak nanti nasibnya, dan juga nasib sidang itu sendiri? Anda tahu jawabannya.

Meskipun, akar dari kesalahan terbesar 47 ini, dipancarkan dari hati sidang yang mengaku menjadi terang dunia, karena ia mengira kaya dan telah bertambah kekayaannya, tidak memerlukan lagi tambahan Kebenaran ataupun nabi-nabi yang kendatipun dalam kenyataannya bahwa Tuhan Sendiri mengatakan kepadanya bahwa ia adalah malang, sengsara, miskin, buta, dan telanjang, akan diludahkan, sehingga harus membutuhkan segala perkara (Wahyu 3 : 14 - 18). Mengabaikan tuduhan ini dan bahkan mengatakan

21 bahwa kami tidak membutuhkan apa-apa adalah menghina Tuhan, dan menuduh Allah telah mengabaikan bumi, Sidang, dan umat, dan meninggalkan mereka semua untuk melakukan yang terbaik yang dapat mereka lakukan dalam kekacauan dan kesejahteraan lahiriah, mengharapkan keluar dari kesesatannya oleh tali ikatan keyakinan mereka!

Namun adalah suatu perkara yang telah diajarkan kepada umatnya untuk mengharap, dan supaya berhati-hati terhadap 48 nabi-nabi palsu, dan karena umat itu tidak menyadari bahwa dimana tidak terdapat kebenaran tidak mungkin ada kepalsuan, dapatkah anda melihat ketidakkonsistenan ini? Betapa mengerikan suatu kesesatan bagi suatu umat yang berpikir bahwa mereka adalah benar padahal mereka semuanya adalah keliru! -- Testimonies for the Church, vol. 3, p. 253. Saya katakan mengerikan, sungguh mengerikan, karena jika mereka terus menyangka bahwa mereka adalah kaya dan bertambah-tambah kekayaannya, tidak memerlukan apa-apa lagi, padahal mereka membutuhkan segala perkara, mereka pasti akan “diludahkan keluar.”

Jika sebagai umat mereka bangun menyadari akan kemelaratan mereka itu, maka itu akan merupakan suatu keajaiban terbesar semenjak kejadian dunia. Saya katakan ia itu akan menjadi yang terbesar, karena mereka merasa bahwa mereka tidak memerlukan Allah melalui Ilham, yaitu pengharapan satu-satunya, syakwasangka, 49 curiga, dan sangat ketakutan terhadap setiap orang yang tidak setuju dengan pendapat-pendapat yang sudah mereka pegang sebelumnya. Oleh sebab itu adalah jauh lebih sukar untuk menjangkau mereka itu dengan Kebenaran yang menyelamatkan bagi zaman ini daripada terhadap orangorang Yahudi di masa lalu.

Akankah Sidang selamanya tinggal dalam kesesatannya, atau akan bangkitkah ia menyadari akan kebutuhannya yang besar? Kita akan memperoleh jawaban terhadap semua pertanyaan ini jika kita membuka buku Wahyu :

“Dan bumi telah menolong perempu-an itu, dan bumi mengangakan mulutnya, lalu menelan semua air bah yang telah

22 disemburkan dari mulut naga itu. Maka naiklah amarah naga akan perempuan itu, lalu pergi memerangi mereka yang lagi tinggal dari benih perempuan itu, yaitu segala orang yang memeliharakan perintah-perintah Allah, dan yang me-miliki kesaksian Yesus Kristus .... karena 50 Kesaksian Yesus itu ialah Roh Nubuat.”

Inilah jawabannya dari Alkitab itu sendiri, yang mengatakan bahwa yang menjadi suatu umat adalah mereka yang memiliki Kesaksian Yesus Kristus pada waktu bumi mengangakan mulutnya menelan air bah itu, yaitu orang-orang munafik. Dan karena peristiwa ini masih di depan, ia itu menunjukkan bahwa harus ada seorang nabi di dalam Sidang, karena interpretasi Alkitab sendiri mengenai “Kesaksian Yesus”, adalah “Roh Nubuat” (Wahyu 19 : 10). Bagian pertama dari pasal 19 anda perhatikan menjelaskan bahwa Roh Nubuat telah dibawa kepada mereka oleh seseorang, seorang “sesama hamba”, yaitu mereka yang menerima dia yang merasakan seperti berbakti kepadanya, tetapi ia memerintahkan mereka untuk menyembah Allah, bukan manusia.

Orang-orang yang lagi tinggal itu, orang-orang suci yang tidak ikut ditelan oleh air bah Naga itu karena bumi menga- 51 ngakan mulutnya, yang anda ketahui memiliki “Kesaksian Yesus Kristus”, yaitu Roh Nubuat yang hidup aktif di tengahtengah mereka. Oleh sebab itu Sidang tidak akan tidur untuk selamanya, umat Allah yang sejati akan bangkit menyadari akan kemelaratan mereka, mereka akan mengambil keuntungan dari seruan pembangunan ini, tetapi air bah Naga itu akan masuk ke dalam perut bumi.

Sekarang janganlah seorangpun menyesatkan dirinya sendiri oleh berpikir bahwa Alkitab itu Sendiri adalah Roh Nubuat yang aktif. Hendaklah kita menjadi umat Allah yang sesungguhnya, pemikir-pemikir yang logis, bukan pemburupemburu umpan. Anda ketahui, Alkitab, tanpa melalui saluran manusia, sepertinya tidak aktif walaupun Ia itu hanya berupa tinta dan kertas. Lagi pula, Roh itu juga, bagian dari manusia, adalah juga tidak aktif : Ia, juga, bekerja melalui saluran manusia. Oleh karena itu tanpa seorang penterjemah nubuatan-nubuatan yang tersem- 52 bunyi yang diilhami maka Roh yang mengungkapkan semuanya itu adalah tidak aktif. Selanjutnya, bagaimana mungkin dapat dikatakan mengenai seseorang yang berasal dari kelompok pengikut yang memiliki Roh Nubuat, apabila seluruh sekte-sekte dalam dunia Kristen memiliki Alkitab?

Yang lagi tinggal itu, yang memiliki Roh Nubuat di antara mereka telah diperintahkan untuk memelihara perintahperintah Allah, sementara dunia ini akan menuju akhirnya, melalui pengaruh Naga itu, untuk menganiaya mereka. Dalam terang ini, anda kembali menyaksikan bahwa suatu umat yang lagi tinggal akan luput dari penipuan yang ada sekarang telah mengacaukan dunia Kristen seluruhnya.

Akhirnya, apakah yang dimaksudkan dengan air bah Naga itu yang disemburkan dari mulutnya kalau bukan Naga itulah yang mendesak penterjemah-penterjemah Alkitab melalui siapa ia harapkan untuk menyebabkan Sidang hanyut?

53

Sesungguhnya nabi-nabi yang mengangkat dirinya sendiri di Israel pada saat ini adalah lebih banyak jumlahnya daripada nabi-nabi di masanya Eliyah. Disini adalah suatu kenyataan yang mana hanya orang-orang tuli dan buta saja yang mencoba untuk menyangkalnya. Tidak, saya tidak mau mengambil kesenangan dalam membuka selubung Kebenaran ini, saya melakukannya hanya karena saya wajib berbuat begitu. Allah menghendaki umat-Nya supaya memiliki Kebenaran, maka dengan begitu saya tidak mempunyai pilihan lain terkecuali memberitakannya.

Kami telah katakan, bahwa air bah ini yang menentang Sidang yang hidup itu yang sedang berjuang menempuh jalannya, telah ditelan oleh bumi. Peristiwa ini pernah terjadi seperti terhadap nabi-nabi yang telah mengangkat dirinya sendiri di zaman Musa : yaitu Korah, Dathan, dan Abiram, “penghulu-penghulu perhimpunan itu, orang-orang yang terkenal di dalam jemaat, orang-orang yang terkemuka.” Bilangan 16 : 2. Mereka ini dan semua pe- 54 ngikut mereka beserta simpatisan-simpatisannya telah dibinasakan: “Bumi menga-ngakan mulutnya, lalu menelan mereka semuanya, dan rumah-rumah mereka, dan semua kaum kerabat Korah, dan semua harta benda mereka.” Bilangan 16 : 32.

Disini kita juga memiliki contoh, dan teladan, yang ditekankan supaya apa yang pernah dialami pada zaman Musa dengan orang-orang yang mencoba untuk mempromosikan diri mereka kepada pekerjaan Roh Nubuat, akan sama dilaksanakan terhadap orang-orang yang menginginkan jabatan yang sama di masa kita. Mereka adalah orang-orang yang sukar memperoleh kesempatan.

Demikianlah supaya setiap orang yang telah dipanggil untuk mengajarkan apa yang Roh Nubuat itu ungkapkan kepada mereka, janganlah menginginkan untuk menginterpretasi sendiri Alkitab itu tanpa diilhami. Jika mereka melakukan, mereka berikut semua pengikut mereka akan memperoleh upahnya terkecuali mereka 55 bertobat.

“Hai orang-orang Galatia yang bodoh, siapakah yang telah mempesonakan eng-kau, supaya engkau tidak harus menurut kebenaran....? Engkau telah memulainya dalam Roh, apakah engkau sekarang akan menyempurnakannya di dalam daging? Apakah oleh karena itu aku telah menja-di musuhmu, karena aku menyampaikan kepadamu kebenaran?” Galatia 3 : 1 - 3; 4 : 16.

Biarkanlah sekali lagi saya tunjukkan kepada anda orang yang berada dalam bahaya terbesar gagal untuk melayani Tuhan sebagaimana yang ditunjukkan oleh Roh. Hal ini dapat kita saksikan lagi dari contoh-contoh dari masa lampau. Saya mengajak anda kembali ke zamannya Kain dan Habel. Kain adalah anak sulung dilahirkan oleh Adam, dan sesuai dengan peraturan Alkitab, bahwa anak sulung akan menjadi pemimpin, yaitu imam. Dari pengalamannya yang kita ketahui bahwa ia, pemimpin itu, adalah imam di dalam 56 keluarga, yaitu orang yang pertama sekali dalam sejarah beribadah menurut agama interpretasinya sendiri. Dan karena Habel gagal untuk mengikuti jalan perbaktian Kain, maka Habel telah dibunuh oleh tangan Kain sendiri.

25

Berikutnya saya akan membawa anda ke masanya Abraham. Anda ketahui bahwa Ismael adalah anak sulung Abraham, dan Ishak adalah anak yang kedua. Ismael, anak sulung, yang dilahirkan oleh keinginan daging telah menganiaya Ishak, ia yang telah dilahirkan oleh Roh.

Kemudian, sampailah kepada anak kembar Ishak, Esau dan Yakub : Esau adalah orang yang kuat pada waktu itu, dan anak sulung yang dilahirkan di dalam keluarga itu, ia telah memperoleh hak kesulungan untuk memimpin dalam perbaktian kepada Allah. Tetapi ia, juga, lebih tertarik dalam perburuan daripada dalam pekerjaan Roh. Demikianlah sedikit penghargaannya itu ia telah meletakkan pekerjaan Roh itu sehingga ia telah menjual 57 hak kesulungannya untuk semangkuk kacang merah. Dalam kedengkian ini, ia masih mengharapkan janji-janji berkat dari ayahnya, tetapi Takdir telah turut campur tangan! Tentunya, ketika ia menyadari bahwa ia telah kehilangan, sebagaimana Kain dahulu, ia telah berusaha untuk membunuh saudaranya.

Di masa Musa kita menemukan pekerjaan Roh yang sama melalui anak sulung, karena semua orang yang berusia duapuluh lima tahun atau di atasnya ketika mereka meninggalkan Mesir, telah dibinasakan di padang belantara, terkecuali Yosua dan Kaleb.

Dari semua contoh-contoh inilah merupakan contoh-contoh dalam masa kita, kita lihat bahwa mereka yang sulung, dan mereka yang perkasa, yaitu mereka yang memiliki hak kesulungan di dalam sidang dikaruniai kepada mereka kesempatan untuk memimpin umat, sedang berada dalam bahaya terbesar terhadap kekeliruan dan kehilangan jiwanya. Tetapi melalui 58 gambaran contoh-contoh Alkitab ini yang begitu jelas sedemikian, kita harapkan supaya mereka akan berbalik melawan Naga tua itu dan keluar dari keadaannya yang kritis. Jika mereka keluar, mereka akan sungguh-sungguh menjadi seorang terhormat sama seperti pahlawan-pahlawan Allah seperti tiga pemuda Ibrani yang keluar dari dalam perapian yang bernyala-nyala dan seperti Daniel yang telah keluar dari dalam lubang singa.

“Berhentilah bergantung kepada ma-nusia, yang nafas hidupnya berada dalam lubang hidungnya: karena dalam hal apa-26 kah ia akan dipertanggung jawabkan?” Yesaya 2 : 22. Saudara, saudari, kebenaran Ilham, adalah satu-satunya perkara yang berharga, dan hanya apabila anda menyelidiki sendiri dan secara pribadi memutuskan untuk berdiri membelanya walaupun seluruh dunia menolaknya dan menentang kamu. Oleh karena itu hendaklah kita jangan lebih lama lagi hanyut bersama air pasang seperti batu kerikil 59 hanyut bersama dengan gelombang laut. Kita harus menjadi pria dan wanita yang kuat dan teguh jika kita ingin mengikuti Allah dan Kebenaran-Nya.

Kita telah melihat dengan jelas sekarang bahwa orang-orang yang mengambil pendirian sedemikian ini seperti yang dikemukakan di sini oleh Kebenaran adalah para pahlawan Allah dari masa silam, maka sedemikian ini pula harus berlaku dengan para pahlawan-Nya masa kini, walaupun mereka dianiaya, diejek, dan dibuang seperti halnya orang-orang yang telah mendahului mereka itu.

Kemenangan atas setiap pertikaian dapat dicapai oleh khayal Ilahi, hasil interpretasi Ilahi, iman Ilahi. Saudara lihat, bahwa ketiganya ini, tidak dapat dipisahkan, dan hanya ketiganya inilah yang menghantarkan kepada Kristus dan hidup yang kekal. Inilah sesungguhnya, adalah kebenaran Kristus itu, tidak dicemarkan oleh ciptaan manusia.

60

Tentu saja, anda akan menghadapi tantangan, namun demikian itu juga yang Tuhan sendiri telah hadapi. Apakah anda lebih besar daripada-Nya? Tetapi bagaimanapun, adalah, sesuatu perkara yang tidak dapat dilakukan oleh musuhmusuh Kebenaran, dan itu ialah, mereka tidak dapat menang dalam argumentasi melawan Kebenaran, biarkanlah segala sesuatu disampaikan sebagaimana adanya. Tujuan mereka satu-satunya ialah membuang daripadamu permatamu yang mahal itu. Maka sebab itu tujuanmu hendaknya mempertahankan permata itu sekuat-kuatnya walaupun mungkin kamu harus kehilangan segala perkara lainnya jika kamu harus melepaskan diri dari orang-orang yang sukar memperoleh kesempatan itu dan jika kamu hendak memenangkan perlombaan bersama-sama dengan semua Orang Benar. Khayal Ilahi, hasil-hasil interpretasi Ilahi, dan iman yang tidak gagal, semuanya inilah yang kita perlu miliki, jika tidak kita semua akan binasa.

61

Surat dialamatkan kepada:

Universal Publishing Association

(Kantor Pusat)

Waco, Texas 76714

U S A
Universal Publishing Association

(Divisi Indonesia)

P. O. Box 6965/JAT-PK

Jakarta 13710

e-mail:

gadsdaid@yahoo.com

dikerjakan oleh:

Penerbitan 2018

62

UNIVERSAL PUBLISHING ASSOCIATION
P.O. BOX 7613
WACO, TX 76714
+1 800-729-7494
www.davidiantoday.org

Teks dikonversi dari edisi PDF. Nomor halaman sesuai dengan buku cetak.