Perpustakaan PDF
Amaran Sekarang - Jilid 2 - No. 19, 20

Baptisan dan Tuhan Kebenaran Kita — Pintu Gerbang Menuju ke SidangOrang-Orang Laodikea Binasa tanpa “Pekabaran kepada Orang-Orang Laodikea”?

2AS19 / 2AS20

V. T. HOUTEFF

Agar setiap orang yang berhaus akan kebenaran

dapat memperolehnya, maka buku-buku kecil ini disebarkan dengan cuma-cuma. Hanya satu permohonan yang dimintanya, yaitu setiap jiwa wajib memeriksa segala perkara dan berpegang teguh pada mana yang baik. Hanya benang-benang

untaian keemasan Eden dan tali-tali pengikat Golgota yang berwarna darah -- ikatan-ikatan yang mengikat itu yang merupakan pita pengikat buku

gratis yang kecil ini.

Kami sangat menghargai nama dan alamat anggota

MAHK yang dikirimkan.

1

AMARAN
SEKARANG

Satu-Satunya Kedamaian Pikiran

Baptisan Dan Tuhan Kebenaran Kita --

Pintu Gerbang Menuju Ke Sidang

Orang-Orang Laodikea Binasa Tanpa

“Pekabaran Kepada Orang-Orang

Laodikea”?

VICTOR T. HOUTEFF
Universal Publishing Association

P. O. Box 6965/JAT-PK, Jakarta 13710

e-mail : gadsdaid@yahoo.com

2

Naskah Untuk Berdoa

BERBAGAI HIBURAN
MENDATANGKAN KEBANJIRAN
BERBAGAI GODAAN

Bacaan kita pada hari ini dimulai pada halaman 54 dari buku Christ’s Object Les-sons.

“Bahkan sidang pun, yang seharusnya menjadi tonggak dan lantai dari kebenaran, didapati sedang memajukan cinta kepada kepelesiran yang bersifat mementingkan diri. Apabila uang harus dikumpulkan un- tuk maksud-maksud ibadah, maka untuk tujuan apakah banyak gereja merencana- kan penggunaannya? -- Untuk pengadaan bazar-bazar, untuk makan-makan bersa- ma, untuk berbagai pertunjukan, bahkan untuk melaksanakan lotre, dan berbagai rencana sejenis. Seringkali tempat yang telah diasingkan bagi perbaktian kepada Allah telah dinajiskan dengan cara me- ngadakan pesta dan minum-minum, me- 3 lakukan pembelian-pembelian dan pen- jualan-penjualan dan melaksanakan aca- ra riang gembira.... Mengejar kepelesiran dan kesenangan umumnya terdapat di kota-kota besar. Banyak orang tua yang memilih tinggal di kota bagi kepentingan anaknya mengira demi untuk memberikan kepada mereka manfaat yang lebih besar, ternyata telah menemui kekecewaan, se- hingga sudah sangat terlambat untuk me- rubah kekeliruan mereka yang besar itu. Kota-kota pada zaman ini cepat sekali menjadi seperti Sodom dan Gomora...... Orang-orang muda hanyut dibawa oleh arus kepopulerannya. Orang-orang yang belajar mencintai hiburan demi untuk kepentingan hiburan itu sendiri, membuka pintu bagi datangnya kebanjiran berbagai godaan..... Mereka dibawa dari bentuk pemborosan yang satu kepada bentuk pemborosan lainnya, sampai akhirnya mereka kehilangan baik cita-cita maupun kemampuan bagi suatu hidup yang berguna.”

Marilah kita berdoa sekarang baik bagi 4 para orang tua maupun bagi anak-anak, bagi Sidang itu sendiri dalam keadaan surutnya yang terendah sementara ia memajukan keduniawian dengan caracaranya mengumpulkan uang; rumah Allah dicemarkan, dan kota-kota menjadi bagaikan Sodom dan Gomora. Marilah kita berdoa agar kiranya kita sebagai orangtua dan sebagai pengawal-pengawal akan selalu dekat kepada Majikan dan selalu berusaha mencarikan bantuan Ilahi dalam menghantarkan anak-anak menurut petunjuk-petunjuk Allah, karena keselamatan mereka yang utama sedang terancam.

Copyright, 1948

Hak Cipta Dijamin

V. T. HOUTEFF

2

5

BAPTISAN DAN TUHAN
KEBENARAN KITA -- PINTU
GERBANG MENUJU KE
SIDANG

Oleh :
Victor T. Houteff
Pendeta dari Persekutuan Davidian
Masehi Advent Hari Ketujuh
Sabat, 20 Desember 1947
Kapel Gunung Karmel, Waco, Texas

“Maka kata Petrus kepada mereka itu, Bertobatlah, dan masing-masing dari kamu dibaptis dalam nama Yesus Kristus bagi pengampunan segala dosa, maka kamu akan memperoleh anugerah Rohulkudus.” Kisah Para Rasul 2 : 38.

Kita saksikan, tiket untuk baptisan ialah pertobatan. Oleh karena itu baptisan 6 adalah pintu gerbang menuju ke Sidang. Kemudian menyusul anugerah Rohulkudus.

Oleh sebab itu kini timbul pertanyaan, Dari apakah seseorang harus bertobat? -- Berbicara secara luas, maka jawabannya ialah, Bertobat dari berbuat dosa. Ini benar, tetapi bagaimanakah dapat kita mengetahui apa artinya dosa itu? Kita oleh diri kita sendiri tidak mengetahui, demikianlah pernyataan Ilham:

“Hendaklah orang jahat itu mening-galkan jalannya, dan orang fasik itu me-ninggalkan semua pikirannya : dan hen-daklah ia kembali kepada Tuhan, maka Ia akan mengasihaninya; dan kepada Allah kita, karena Ia akan mengampuni dengan limpah-Nya. Karena segala kepikiran-Ku itu bukanlah kepikiranmu, dan segala jalanmu itu bukanlah jalan-jalan-Ku, de-mikianlah firman Tuhan. Karena seperti tinggi segala langit daripada bumi, de-mikian pun lebih tinggi segala jalan-Ku daripada segala jalanmu, dan segala ke-7 pikiran-Ku daripada segala kepikiran-mu. Karena seperti hujan dan salju turun dari langit, dan tiada lagi kembali ke sana, melainkan diairinya bumi, dan dija-dikannya ia itu berhasil dan mengeluar-kan tunas, sehingga ia dapat memberi-

3 kan benih-benih kepada si penabur, dan roti kepada orang yang makan : demikian pula halnya kelak firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku : ia itu tiada akan kembali kepada-Ku dengan hampa, melainkan ia akan menyelesaikan apa yang Ku kehen-daki, dan ia itu akan beruntung dalam segala sesuatu kemana ia Ku suruhkan.”

Dan lagi Ilham, menunjukkan bahwa oleh mempelajari Alkitab Yesus Sendiri dapat mengetahui perbedaan di antara yang benar dan yang salah :

“Oleh sebab itu Tuhan sendiri akan memberikan kepadamu suatu tanda; Bah-wasanya, seorang anak dara akan me-ngandung, dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan akan diberi nama kepada-8 Nya Immanuel. Keju dan madu akan dimakan-Nya, sehingga Ia dapat menge-tahui bagaimana menolak yang jahat, dan memilih mana yang baik.” Yesaya 7 : 14, 15.

Ayat-ayat ini tentunya meramalkan kedatangan Kristus yang pertama, tetapi Alkitab juga mengatakan bahwa Kristus telah memakan makanan apa saja yang halal yang disajikan kepada-Nya : “Bahwa Yohanes sudah datang dengan tiada makan dan tiada minum, maka mereka mengatakan, bahwa ia kemasukan Iblis. Anak Manusia datang sambil makan dan minum, maka mereka mengatakan, Te-ngoklah, seorang gelojoh dan peminum anggur, sahabat orang pemungut cukai dan orang-orang berdosa. Tetapi hikmat dibenarkan daripada perbuatan anak-

Sebab itu, keju dan madu, merupakan lambang, maka apakah yang dapat dilambangkannya kalau bukan Firman Allah, sumber dari mana Yesus telah memperoleh 9 pengetahuan untuk memilih mana yang baik dan menolak mana yang jahat? Ia telah memberikan teladan, maka Ilham dengan jelas mengamarkan, bahwa “keju dan madu akan dimakan oleh setiap orang yang tertinggal di negeri itu.” Yesaya 7 : 22. Jelaslah, barangsiapa yang tidak memakan keju dan madu rohaniah ini kelak akan dikeluarkan dari perjalanan, mereka tidak akan tertinggal di negeri itu. “Oleh karena itu semua penduduk bumi akan dibakar, dan hanya sedikit yang tertinggal.” Yesaya 24 : 6.

4

Benar, bahkan sesudah orang-orang berdosa disingkirkan keluar dari negeri itu, orang-orang benar dalam Tuhan, yaitu mereka yang tertinggal itu, akan terus menyelidiki Firman Allah yang tak habishabisnya itu. Kemudian, jelaslah, bagi setiap orang yang menyimpulkan bahwa ia sudah memahami Alkitab, sehingga tidak ada lagi baginya untuk dipelajari, sementara gulungan surat-surat terus terbuka, sesungguhnya adalah hujat.

10

Bagaimanakah Firman memberikan defenisi dari hal dosa? Kita menemukan jawabannya dalam kata-kata firman berikut ini :

“Barangsiapa berbuat dosa ia juga melanggar hukum : sebab dosa adalah pe-langgaran hukum. Maka kamu menge-tahui bahwa Kristus telah dinyatakan untuk menyingkirkan semua dosa kita; maka di dalam Dia tidak terdapat dosa. Barangsiapa yang tinggal di dalam Dia tiada berdosa : barangsiapa yang berbuat dosa belum melihat Dia, dan juga belum mengenal akan Dia. Hai anak-anakku, ja-nganlah ada seorang menyesatkan kamu: barangsiapa yang melakukan kebenaran adalah benar, yaitu seperti Kristus benar adanya. Barangsiapa yang berbuat dosa ialah daripada Iblis asalnya; karena Iblis telah berdosa semenjak mula per-tama. Karena maksud inilah Anak Allah telah dinyatakan, supaya Ia dapat mem-binasakan semua perbuatan Iblis itu. Barangsiapa yang lahir daripada Allah 11 tidak akan berbuat dosa; karena benih-Nya tinggal di dalam dia : dan ia tak dapat berdosa, sebab ia lahir dari Allah. Dalam hal inilah anak-anak Allah dinyatakan, dan juga anak-anak Iblis : barangsiapa yang tidak berbuat kebenaran bukan berasal dari Allah, demikian juga orang yang tiada mengasihi akan saudaranya.”

“Dengan yang demikian inilah kita mengetahui bahwa kita mengenal Dia, jika kita memeliharakan semua perintah-Nya. Barangsiapa yang mengatakan, Aku kenal Dia, tetapi tidak memeliharakan segala perintah-Nya, ialah seorang pem-bohong, maka Kebenaran tidak terdapat didalamnya. Tetapi barangsiapa yang me-meliharakan Firman-Nya, sesungguhnya di dalam dialah kasih Allah itu menjadi sempurna : Dengan demikian inilah kita mengetahui, bahwa kita berada di dalam Dia. Orang yang mengatakan bahwa ia tinggal di dalam Dia, sepatutnya ia me-lakukan juga dirinya sama seperti Kristus 12 sudah melakukan diri-Nya.” 1 Yohanes 2:

“Janganlah menyangka bahwa Aku ini datang untuk menghapuskan hukum torat, atau kitab nabi-nabi : Aku bukan datang untuk menghapuskan, melainkan untuk menggenapinya. Karena sesung-guhnya Aku berkata kepadamu, Sampai langit dan bumi berlalu, satu noktah atau satu titik pun sekali-kali tiada akan berlalu daripada hukum torat itu, sam-pai kelak semuanya digenapi. Sebab itu barangsiapa yang akan merombak satu hukum yang terkecil dari antara semua hukum ini, lalu mengajarkan demikian itu kepada orang, ia akan disebut yang terkecil di dalam kerajaan surga : tetapi barangsiapa yang akan melakukan semua hukum itu dan mengajarkannya, ialah yang akan disebut besar di dalam keraja-an surga. Karena Aku berkata kepadamu, bahwa jikalau tidak kebenaranmu itu melebihi daripada kebenaran segala ahli torat dan orang Farisi, sekali-kali tiada 13 dapat kamu masuk ke dalam kerajaan surga. Kamu sudah mendengar bahwa telah dikatakan oleh orang dahulu kala, Janganlah kamu membunuh, maka ba-rangsiapa yang akan membunuh, ia akan terkena hukuman.” Matius 5 : 17 – 21.

“Karena memiliki pikiran tabiat duniawi ialah kematian : tetapi memiliki pikiran rohani ialah hidup dan damai. Sebab pikiran tabiat duniawi itu adalah musuh melawan Allah: karena ia itu ti-dak tunduk kepada hukum Allah : atau-pun dapat sungguh-sungguh tunduk.”

“Karena yang baik yang aku gemar itu tiada aku perbuat : melainkan yang jahat yang tiada aku gemar itulah yang aku perbuat. Kini jikalau aku perbuat barang yang tiada aku gemar itu, maka bukan lagi aku yang melakukannya, melainkan do-sa yang diam di dalam diriku. Kemudian aku menemukan suatu hukum, yang mana, apabila aku menghendaki berbuat baik, maka jahat itu sudah hadir di sam-14 pingku. Karena aku suka akan hukum Allah menurut batin manusia : tetapi aku tampak sesuatu hukum yang lain diantara para anggotaku, yang berperang melawan hukum pikiranku dan yang membawaku ke dalam tawanan di bawah hukum dosa yang terdapat di antara para anggotaku itu. Oh celakalah aku ini! Siapakah yang akan melepaskan aku keluar dari tubuh 6 maut ini? Aku mengucap syukur kepada Allah oleh perantaraan Yesus Kristus Tuhan kita. Maka demikianlah dengan pikiranku aku sendiri melayani hukum Allah; tetapi dengan daging aku tunduk ke bawah hukum dosa.” Roma 7 : 19 – 25.

Dari semua ayat Injil ini anda saksikan bahwa hukum dari sepuluh hukum Torat itu, yaitu hukum kekal yang senantiasa ada di masa lalu dan akan selalu ada, ialah hukum yang memberikan definisi dari hal dosa, dan yang memutuskan apakah seseorang benar atau bersalah. Kini, oleh karena semua manusia sudah merombak hukum ini, maka semua mereka dihukum 15 dengan hukuman mati yang kekal, tetapi bersyukur kita kepada Allah karena Yesus telah mati menggantikan kita lalu bangkit kembali, memerdekakan kita dari sanksi hukuman dari hukum itu. Benar, kematian-Nya dan kebangkitan-Nya membuat kita semua bebas daripada kematian yang dituntut dari pelanggaran hukum itu.

Semua orang yang bertobat daripada melanggar hukum, lalu menerima Dia sebagai Juruselamat mereka, mereka bangkit berjalan di dalam kehidupan baru. Suatu kehidupan yang selaras dengan hukum adalah sesungguhnya kebenaran Kristus. Dan lagi, mereka tidak lagi berdosa, keselamatan mereka sudah pasti, sebab rasul Yohanes mengatakan, Hai, anak-anakku, segala perkara ini kutuliskan kepadamu, supaya kamu tidak berdosa. Maka jika-lau seseorang berdosa, kita mempunyai seorang pembela bersama-sama dengan Bapa, yaitu Yesus Kristus yang benar itu. 1 Yohanes 2 : 1. Oleh karena itu Ia tak dapat berdosa, ataupun tinggal dalam dosa. 16 Ia adalah benar dalam Tuhan.

Sungguhpun demikian, sebelum Tuhan membawa kembali kita ke negeri kita sendiri, untuk di sana merubah hati kita dan untuk menuliskan pada hati kita hukum- Nya (Yeheskiel 36 : 24 – 28), sebelum itu perjuangan dimana rasul Paulus sendiri telah memperjuangkan dirinya -- yaitu suatu perjuangan untuk mematuhi hukum Rohaniah sementara hukum daging masih menentangnya -- masih tetap menjadi beban kita. Tetapi kita bersyukur kepada Allah yang memberikan kuasa kepada kita untuk menang setiap hari dalam Tuhan Juruselamat kita.

7

Walaupun kita jatuh tujuh kali dalam sehari, walaupun kita berdosa dengan tidak sengaja, jika kita bangun kembali lalu berlari mengikuti perlombaan itu kita akan menang. Kita tidak akan kalah, sebab kita mempunyai seorang Pembela, yaitu Yesus Kristus, Kebenaran itu. Oleh karena itu jaminan keselamatan kita adalah pasti.

17

Kemudian daripada itu, Yohanes Pembaptis memperingatkan, janganlah kita hendaknya seperti para ahli Torat dan orangorang Farisi : “Tetapi apabila dilihatnya banyak dari antara orang-orang Farisi dan Saduki itu datang kepada baptisannya, maka berkatalah ia kepada mereka itu, katanya : Hai bangsa ular, siapakah yang telah mengamarkan kepadamu supaya melarikan diri dari murka yang akan datang? Sebab itu keluarkanlah buah-buah yang sepadan bagi pertobatan : Dan janganlah kamu menyangka dalam hatimu dengan mengatakan, Kami memi-liki Abraham sebagai bapa kami : karena aku mengatakan kepadamu, bahwa Allah berkuasa menjadikan daripada batu-batu ini anak-anak bagi Abraham.” Matius 3 : 7 – 9.

Di sini anda melihat bahwa orang-orang yang ingin dibaptiskan harus pertamatama membuktikan diri mereka sebagai orang-orang bertobat, orang-orang yang pantas. Ini harus terlihat bahwa mereka 18 sudah meninggalkan dosa-dosa mereka, dan sedang hidup dalam kehidupan yang baru. Dan lagi mereka hendaknya tidak menyangka bahwa Allah membutuhkan mereka itu, bahwa Ia tak dapat berbuat sesuatu tanpa mereka, melainkan bahwa merekalah yang memerlukan Dia, karena jika diperlukan Ia dapat saja menciptakan manusia dari batu-batu yang ada.

Mencari baptisan sebagai jalan untuk menghindari diri dari kebinasaan, adalah sama saja dengan mengulangi perbuatanperbuatan dari orang-orang Farisi yang lalu. Baptisan harus dicari sebagai jalan untuk menjadi seorang anak Allah, untuk menjadi suatu mahluk kekal yang tidak pernah mati. Anda saksikan, baptisan, adalah suatu pernyataan meninggalkan dosa di depan umum, dan pengukuhan baptisan; dengan karunia kebenaran Tuhan, terbukalah pintu gerbang menuju ke Sidang.

Untuk mempersiapkan calon-calon baptisan harapan-Nya, Yesus pertama-tama telah mengajarkan segala perkara yang ter- 19 catat di dalam Matius pasal 5, 6, dan 7, yaitu khotbah di atas gunung. Walaupun sesudah baptisan kita harus berusaha membacakan pasal-pasal ini berulang kali dengan baik, supaya jangan kita lupa.

Sesudah kita menerima dengan sepatutnya baptisan oleh air kita harus dengan sabar dan yakin menantikan baptisan oleh Rohulkudus dan oleh api. Janji ini, kita akan saksikan sekarang, para murid itu menerimanya pada hari Pantekosta yang lalu.

“Maka tatkala Yesus berhimpun de-ngan mereka itu, maka dipesankan-Nya kepada mereka supaya jangan mereka itu meninggalkan Yerusalem, melainkan me-nantikan perjanjian Bapa yang kata-Nya, Kamu telah mendengar daripada-Ku. Ka-rena Yohanes betul telah membaptiskan dengan air; tetapi kamu ini akan dibap-tiskan dengan Rohulkudus dalam sedikit hari lagi.” Kisah Para Rasul 1 : 4, 5.

“Setelah itu kembalilah rasul-rasul itu 20 ke Yerusalem dari gunung yang berna-ma Bukit Zaitun, yang dari Yerusalem berjarak satu hari Sabat perjalanan. Se-telah mereka tiba, maka naiklah mereka itu ke dalam ruangan yang di atas, yaitu tempat kediaman Petrus dan Yakobus dan Yohanes dan Andreas, Philipus, dan Tomas, Bartholomeus, dan Matius, Yakub anak Alpheus, dan Simon Silotus, dan Yudas saudara Yakub. Semua mereka ini terus bertekun dengan sehati berdoa, bersama-sama dengan perempuan-pe-rempuan itu, dan Maria ibu Yesus, dan bersama-sama dengan saudara-saudara-Nya.” Kisah Para Rasul 1 : 12 – 14.

“Maka kelihatanlah kepada mereka itu beberapa lidah seperti api rupanya yang berbelah-belah, dan Ia itu hinggap di atas masing-masing mereka itu. Maka mereka sekaliannya penuh dengan Ro-hulkudus, dan mulailah mereka berbica-ra dengan berbagai bahasa, seperti yang dikaruniakan kepada mereka oleh Roh untuk diucapkan.” Kisah Para Rasul 2 : 3,

21

Belum pernah ada semenjak dari hari itu pernah orang dibaptiskan sedemikian dengan Rohulkudus dan api. Sesungguhnya belum ada, sebab belum pernah se-

9 menjak itu terdapat sesuatu kelompok orang-orang Kristen, sebuah sidang, yang pernah mencapai kesepakatan. Tetapi bagaimanapun juga ada suatu janji dari hal suatu baptisan lain yang sedemikian itu sesudah “hujan awal, dan hujan akhir” turun ke atas umat Allah, yaitu sesudah umat-Nya mencapai kematangan rohani yang sempurna.

“Bersukacitalah pada masa itu, hai kamu anak-anak Sion, dan bergemarlah kamu dalam Tuhan Allahmu: karena su-dah dikaruniakan-Nya kepadamu hujan awal itu dengan lunaknya, dan Ia akan menurunkan kepadamu hujan, yaitu hu-jan awal dan hujan akhir dalam bulan per-tama... Maka akan jadi kelak kemudian, bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku atas segala manusia; maka anak-anakmu laki-laki dan anak-anakmu perempuan 22 akan bernubuat, orang tua-tuamu akan bermimpi berbagai mimpi, taruna-taru-namu akan melihat berbagai khayal : dan juga atas hamba-hambamu laki-laki dan hamba-hambamu perempuan pada masa itu akan Kucurahkan Roh-Ku.” Yoel 2 : 23, 28, 29.

Sebutan yang berbunyi, “atas segala manusia”, menunjukkan bahwa sebagai suatu umat tanpa kecuali, semua orang akan kembali menerima baptisan Rohulkudus itu.

Juga, kata-kata firman ini menunjukkan, bahwa manifestasi Roh itu, dalam Pantekosta kedua akan lebih banyak daripada yang pertama, sehingga sebagai perbandingan yang pertama itu hanyalah merupakan sebuah contoh.

Kapankah hal ini jadi? Ini akan jadi segera setelah Allah dapat menemukan suatu rombongan umat yang “sepaham” (Yesaya 52 : 8) sehingga apa yang disebut semua perbuatan baik mereka itu sendiri 23 akan hanya merupakan gombal yang kotor, dan dengan demikianlah mereka sepaham. Anda ketahui, bahwa rombongan yang sedemikian ini dalam nubuatan hanyalah mereka yang 144.000 itu, yaitu buah-buah pertama, hamba-hamba Allah yang berdiri di atas Gunung Sion bersama-sama dengan Anak Domba dengan tiada terdapat tipu di dalam mulut mereka (Wahyu 14: 1, 4, 5). Untuk mencapai keadaan suci berbahagia yang sedemikian ini Sidang harus menjalani suatu pembangunan dan reformasi yang besar, suatu kegoncangan,

10 suatu penyaringan, sedemikian rupa yang belum pernah dialaminya sebelumnya. Ya, jika setiap orang akan membuang semua pendapat pribadinya dan pemikiranpemikirannya, maka betul-betul akan datang pembangunan dan reformasi yang besar semenjak hari Pantekosta yang lalu. Justru inilah yang harus terlaksana sekarang, dan ia itu akan jadi tepat seperti yang diungkapkan Injil sebagai berikut: “Ia juga berseru pada pendengaranku de-ngan suara besar, katanya, Suruhkanlah 24 mereka yang memegang kuasa atas nege-ri itu supaya datang, masing-masingnya dengan senjata yang membinasakan da-lam tangannya. Maka, tengoklah, enam orang datang dari arah pintu gerbang yang tertinggi, yang terletak arah ke utara, dan masing-masingnya dengan senjata yang membinasakan dalam tangannya; maka seorang di antara mereka itu berpakaikan kain khasah, dengan sebuah botol tinta penyurat pada lambungnya, maka mereka itu masuk lalu berdiri di samping medz-bah tembaga. Lalu kata Tuhan kepada-nya, Pergilah kamu di tengah-tengah negeri itu, di tengah-tengah Yerusalem, dan bubuhlah suatu tanda pada dahi dari orang-orang yang berkeluh-kesah dan menangis karena segala kekejian yang dibuat di tengah-tengahnya. Maka kepada mereka yang lainnya kata-Nya pada pendengaranku, Pergilah kamu me-ngikuti dia melalui negeri itu, lalu bu-nuhlah : janganlah matamu menaruh sa-yang, atau menaruh kasihan, Bunuhlah seluruhnya baik tua maupun muda, baik 25 anak-anak wanita maupun anak-anak kecil, maupun orang-orang perempuan : tetapi janganlah kamu hampir kepada se-tiap orang yang padanya terdapat tanda itu; maka mulailah pada tempat kesucian-Ku. Maka mulailah mereka itu terhadap orang-orang bangsawan yang berada di depan rumah itu." Yeheskiel 9 : 1, 2, 4 – 6.

“Aku menanyakan arti daripada ke- goncangan yang telah kulihat itu, maka ditunjukkan kepadaku bahwa ia itu akan disebabkan oleh kesaksian yang tegas yang berasal dari nasehat Saksi Yang Setia kepada orang-orang Laodikea. Ini akan membawa pengaruhnya pada hati orang-orang yang menerimanya, lalu akan mengendalikan mereka meninggikan stan- dard dan mengeluarkan kebenaran yang tegas itu. Banyak yang tidak akan mau membawakan kesaksian yang tegas ini. Mereka akan bangkit menentangnya, dan inilah yang akan menyebabkan suatu ke- goncangan di antara umat Allah.” -- Early Writings, p. 270.

26

“Allah menyerukan bagi suatu pem- bangunan rohani dan suatu reformasi rohani. Jika ini tidak terlaksana, maka orang-orang yang suam itu akan terus- menerus bertumbuh makin menjijikkan kepada Tuhan, sampai kelak Ia akan menolak mengakui mereka sebagai anak- anak-Nya.

“Suatu pembangunan dan suatu refor- masi harus terlaksana di bawah pengen- dalian Roh Suci. Pembangunan dan re- formasi adalah dua perkara yang berbeda. Pembangunan berarti suatu pembaharu- an kehidupan rohani, suatu kebangkitan dari semua kuasa pikiran dan hati, suatu kebangkitan kembali dari mati rohani. Reformasi berarti suatu reorganisasi, sua- tu perubahan dalam pendapat-pendapat dan teori-teori, kebiasaan-kebiasaan dan perbuatan-perbuatan. Reformasi tidak akan menghasilkan buah kebenaran yang baik tanpa ia itu dihubungkan dengan pembangunan dari Roh. Pembangunan dan reformasi akan melaksanakan tugasnya 27 yang telah ditentukan, maka dalam me- lakukan tugas ini keduanya harus berga- bung.” -- Christ Our Righteousness, p. 121.

Dengan sebuah rombongan hambahamba yang tidak bercela sedemikian dihantarkan ke depan, maka masalahnya menjadi jelas tak terbantah lagi. Mereka dapat dengan kuasa memberitakan “Injil kekal itu”, yaitu Injil kerajaan ke dalam seluruh dunia bagi suatu kesaksian kepada segala bangsa. Dari hal mereka yang luput dari pembantaian itu (Yesaya 66 : 16), yaitu orang-orang yang tiada bercela itu, Tuhan mengatakan :

“Aku akan menaruh suatu tanda di antara mereka itu, dan Aku akan me-ngutus orang-orang yang luput dari mereka itu kepada segala bangsa, ke Tarsis, ke Pul, dan ke Lud, orang-orang pemanah, ke Tubal, dan ke Yawan, ke pulau-pulau yang jauh-jauh, yang belum mendengar nama baik-Ku, ataupun me-lihat kemuliaan-Ku; maka mereka akan memberitakan kemuliaan-Ku di antara 28 segala orang Kafir. Dan mereka akan menghantarkan semua saudaramu bagi suatu persembahan bagi Tuhan keluar dari segala bangsa di atas kuda-kuda, dan dalam kereta-kereta, dan dengan unta, dan dengan keledai, dan dengan kuda sembrani, ke gunung kesucian-Ku Yerusalem, demikianlah firman Tuhan, seperti halnya bani Israel membawakan 12 persembahan dalam bejana yang suci ke dalam rumah Tuhan.” Yesaya 66 : 19, 20.

“Sesudah ini aku tampak, dan, heranlah, suatu rombongan besar, yang tak seorang pun dapat menghitungnya, berasal dari segala bangsa, dan suku-suku bangsa, dan umat, dan bahasa-bahasa, berdiri sekaliannya di hadapan tahta itu, dan di hadapan Anak Domba itu, berpakaikan jubah-jubah putih, dan daun-daun palm terdapat dalam tangan mereka.” Wahyu 7 : 9.

Sekarang marilah kita dengar bagaimana Yesus dibaptis, dan apa yang dapat kita harapkan setelah baptisan daripada air 29 dan sebelum baptisan daripada Roh itu :

“Dan Yesus, setelah Ia dibaptis, ke-luar dari air dengan segera : maka, he-ranlah, segala langit terbuka bagi-Nya, lalu dilihat-Nya Roh Allah turun seperti seekor burung merpati ke atas-Nya, lalu menerangi di atas-Nya : maka terdengar-lah suatu suara dari langit, mengatakan, Inilah Anak-Ku yang kekasih, dalam Dialah Aku berkenan.” Matius 3 : 16, 17.

Sesudah dibaptis secara diselamkan, lalu segera keluar dari dalam air, maka Yesus segera dibawa untuk dicobai oleh Iblis :

“Kemudian daripada itu Yesus di-bawa oleh Roh masuk ke dalam padang belantara untuk dicobai oleh Iblis. Sete-lah sudah Ia berpuasa empat puluh hari empat puluh malam lamanya, maka akhirnya laparlah ia. Maka datanglah penggoda itu kepada-Nya, katanya, Jika-lau Engkau Anak Allah suruhkanlah se-mua batu ini menjadi roti. Tetapi jawab-30 Nya dengan berkata, Ada tertulis, Bahwa manusia tidak akan hidup oleh hanya roti saja, melainkan oleh setiap firman yang keluar dari mulut Allah. Kemudian Iblis membawa Yesus ke dalam kota suci, lalu mendudukkan-Nya di atas bumbungan Bait Allah, lalu berkata ke-pada-Nya, Jikalau Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu ke bawah : karena 13 ada tertulis, Bahwa Allah akan berfirman kepada segala malaikat-Nya dari hal-Mu : maka mereka akan menahan Engkau dalam tangan-tangan mereka, supaya ja-ngan terantuk kaki-Mu pada batu. Maka kata Yesus kepadanya, Ada tertulis juga, Janganlah kamu mencobai Tuhan, Al-lahmu. Kembali, Iblis membawa Yesus ke atas sebuah gunung yang amat ting-gi, lalu memperlihatkan kepada-Nya se-mua kerajaan dunia ini, berikut segala kemuliaannya; lalu berkata kepada-Nya, Sekaliannya ini akan kuberikan kepada-Mu, jikalau Engkau sujud menyembah aku. Lalu kata Yesus kepadanya, Enyah-lah engkau dari sini hai Setan: karena ada 31 tertulis, Engkau harus menyembah Tuhan Allahmu, dan hanya Ialah yang harus kau sembah. Setelah itu undurlah Iblis daripada-Nya, dan tengoklah, malaikat-malaikat datang dan melayani Dia.”

Di sinilah teladan bagi kita. Sesudah baptisan dengan air, cobaan-cobaan dan kemenangan-kemenangan akan menjadi juga bagian kita. Saudara lihat, Yesus, menantang Iblis dengan sebuah “Demikianlah firman Tuhan”, dengan apa yang tertulis. Jika kita tidak dapat membuat diri kita sendiri tertarik kepada Alkitab seperti halnya Dia sendiri begitu tertarik kepada-Nya, jika kita tidak mau mempelajari untuk mengetahui apa yang Ia ingin dari kita untuk berbuat, maka, bagaimanakah, dapat kita menghadapi berbagai cobaan kita lalu keluar dengan kemenangan? Adakah sesuatu keanehan bahwa banyak orang sesudah baptisan telah jatuh keluar dari perjalanan? Perkara yang utama yang dapat membuat mereka itu kuat dalam 32 iman seperti mereka saksikan bagaimana Allah memberikan kepada mereka kemenangan yang gemilang, mereka tinggalkan, tidak mereka ketahui bahwa sesudah hujan deras dan angin, datang sinar matahari dan ketenangan. Ayub telah dicobai sampai kepada puncak batasnya, tetapi ia telah mencapai kemenangan, dan akhirnya ia menerima dua kali ganda untuk semua kerugiannya. Mengapakah kita tidak bisa?

Setelah memperoleh kemenangan atas pencobaan-Nya, maka Yesus tidak pernah lagi diganggu oleh Iblis. Dan Ayub dan semua orang-orang besar kepunyaan Allah oleh pengalaman menemukan penghiburan yang sama dari Setan. Oleh karena itu, kedudukan kita melawan dosa harus 14 pasti, tanpa sedikit pun ragu-ragu. Kita, juga, harus membiarkan Iblis mengetahui bahwa kita sungguh-sungguh berusaha, jika kita hendak mendapatkan perdamaian.

“Oleh sebab itu baiklah kita berhen-ti membicarakan prinsip-prinsip ajaran 33 Kristus itu, hendaklah kita terus menuju kepada kesempurnaan; jangan lagi mem-bentangkan landasan pertobatan dari perbuatan-perbuatan yang membawa ke-pada mati, dari hal iman kepada Allah, dari hal ajaran baptisan, dan dari hal meletakkan tangan atas orang, dan dari hal kebangkitan dari orang mati, dan dari hal hukuman yang kekal. Ini akan kita lakukan, jika Allah ijinkan. Karena adalah tidak mungkin untuk memper-baharui kembali mereka kepada perto-batan, yaitu mereka yang pernah sekali diterangi hatinya, dan yang telah me-rasakan karunia semawi, dan yang sudah sama-sama beroleh bagian dari karunia Rohulkudus, dan yang telah merasakan Firman Allah yang baik itu, berikut dengan segala kuasa dunia yang akan datang, jika mereka itu kembali jatuh keluar, oleh sebab mereka menyalibkan kembali kepada dirinya sendiri Anak Allah secara segar, dan membuat-Nya malu secara terbuka.” Ibrani 6: 1 - 6. Mempersiapkan cadangan untuk dosa ialah 34 seolah-olah menggali bagimu sendiri kubur yang kekal.

Sekarang, kita hendak mengetahui berapa banyak baptisan yang diajarkan oleh Alkitab. “Ada satu tubuh, dan satu Roh, yaitu seperti yang kamu sudah dipang-gil dalam satu harapan dari panggilanmu itu; satu Tuhan, satu iman, satu baptisan.”

Benar, hanya terdapat satu jenis baptisan, dan orang perlu dibaptis hanya satu kali, jika ia dibaptiskan dengan benar. Tentu saja jika orang kembali jatuh daripada iman, lalu menjadi seperti halnya sebelum dia dibaptis, -- seorang kafir -- mungkin dapat diijinkan untuk dibaptiskan kembali jika orang itu hendak menemukan pertobatan, lalu bertobat kembali.

Walaupun demikian, baptisan kembali tidak dipersyaratkan apabila seseorang melakukan sesuatu langkah maju ke dalam Kebenaran. Misalnya andaikata Rasul Paulus berhasil hidup terus semenjak dari 35 hari ia dibaptis sampai kepada hari ini. Ia tentunya akan menjadi anggota dari sidang-sidang dalam Reformasi, -- pertama dari sidang Lutheran, kemudian sidang Presbyterian, sidang Methodist, sidang Baptist, sidang Adventist dan seterusnya, sesuai dengan Kebenaran yang terus diungkapkan yang telah memimpinnya dari satu organisasi kepada organisasi lainnya. Walaupun demikian ia tidak akan perlu memperoleh baptisan kembali karena maju terus dari organisasi sidang yang satu kepada yang lainnya bersama-sama dengan terus terungkapnya Kebenaran itu.

Dalam siapakah kita harus dibaptis?

“Sebab itu pergilah kamu, dan ajar-kanlah segala bangsa, baptiskanlah me-reka itu dalam nama Bapa, dan nama Anak dan nama Rohulkudus.” Matius 28: 19.

“Inilah Dia yang sudah datang dengan air dan darah, yaitu Yesus Kristus; bukan oleh air saja, melainkan oleh air dan da-16 rah. Maka adalah Roh itu yang menjadi saksi, sebab Roh itu ialah Kebenaran. Karena adalah tiga yang memegang ca-tatan di dalam surga, yaitu Bapa, Firman, dan Rohulkudus : dan ketiganya ini ada-lah satu.” 1 Yohanes 5 : 6, 7.

Apabila kita dibaptis dalam nama (tunggal, bukan nama-nama) Bapa, Anak, dan Rohulkudus, maka kita dibaptis dalam Pencipta kita, darah dan Kebenaran, maka ketiganya ini adalah Satu. Demikianlah kita dibaptis dalam “nama”, bukan nama-nama, sebab ketiganya ini adalah satu -- Trinitas -- Penciptaan, Penebusan, Kebenaran.

Sungguhpun demikian, kebanyakan orang, bertindak seolah-olah mereka itu dibaptis untuk sidang, bagi suatu masyarakat, bagi Paulus atau bagi Apolos, misalnya, tetapi kita sebagai orang-orang reformasi dan orang-orang percaya kepada Kebenaran Sekarang, harus terus maju bersama-sama Kebenaran kemana pun kita di bawanya, sambil selalu ingat bahwa kita 17 telah dibaptis kepada Bapa, Anak dan Rohulkudus.

Jika ini bukan kebenaran kita, maka adalah pasti bahwa kita tidak akan pernah lagi maju sedikit pun dalam pengetahuan akan Allah, Kristus, atau Kebenaran-Nya, -- tidak, tidak lebih jauh daripada keadaan kita pada hari kita dibaptis. Barangsiapa yang melakukan ini akan menjadi kerdil gantinya menjadi orang-orang Kristen yang dewasa, tidak pernah mencapai kesempurnaan tubuh Krisus, karena mereka itu telah merasa puas dengan keadaannya yang ada; mereka merasa tidak memerlukan apa-apa lagi daripada apa yang telah diperolehnya pada waktu baptisan; mereka seolah-olah tidak bergerak seperti halnya imam-imam, para ahli torat, dan orang-orang Farisi di masa Yesus. Kiranya dijauhkan Allah bahwa salah seorang daripada kita akan hilang dengan cara sedemikian ini.

* * *

38

ORANG-ORANG
LAODIKEA BINASA TANPA
“PEKABARAN KEPADA
ORANG-ORANG LAODIKEA”

Oleh :
Victor T. Houteff
Pendeta dari Persekutuan Davidian
Masehi Advent Hari Ketujuh
Sabat, 27 Desember 1947
Kapel Gunung Karmel, Waco, Texas

“Aku tahu segala perbuatanmu, bahwa engkau adalah dingin tidak panas pun tidak. Aku ingin supaya engkau dingin atau panas. Oleh sebab engkau begitu suam, dan panas pun tidak dingin pun tidak, maka Aku hendak meludahkan 39 engkau dari dalam mulut-Ku. Sebab ka-tamu, aku kaya dan sudah bertambah segala kekayaanku, dan tidak lagi me-merlukan apapun; padahal tiada engkau mengetahui bahwa engkaulah orang ma-lang, dan yang tiada terkasihan, dan mis-kin, dan buta dan bertelanjang.”

“Betapa besarnya kesesatan dapat datang atas pikiran manusia daripada su- atu keyakinan bahwa mereka adalah be- nar, sementara mereka semuanya adalah keliru! Pekabaran dari Saksi Yang Benar menemukan umat Allah dalam suatu ke- sesatan yang menyedihkan, namun jujur di dalam kesesatan itu. Mereka tidak me- ngetahui bahwa keadaan mereka adalah sangat menyedihkan dalam pemanda- ngan Allah. Sementara orang-orang yang ditujukan ini memuji-muji dirinya bahwa mereka berada dalam kondisi kerohanian yang tinggi, maka pekabaran dari Saksi Yang Benar itu memecahkan ketenangan mereka dengan tuduhan yang mengejutkan mengenai kondisi mereka yang sesungguh- 40 nya, yaitu buta rohani, miskin, dan me- nyedihkan. Kesaksian, yang begitu tajam dan keras ini, tidak mungkin keliru, sebab adalah Saksi Yang Benar itu sendiri yang mengucapkannya, maka kesaksian-Nya itu pastilah benar.” – Testimonies, vol.3,

Bilamana orang dalam keadaan malang, sengsara, miskin, buta, dan telanjang seperti halnya orang-orang Laodikea, lalu tidak menyadarinya, maka satu-satunya 18 gelar yang dapat diberikan kepada mereka ialah “Sesat”, tetapi secara bertentangan sekali orang-orang Laodikea adalah orang-orang yang sangat takut terhadap kesesatan! Mereka menyangka dirinya tidak memerlukan apa-apa lagi, walaupun Tuhan sendiri mengatakan bahwa mereka adalah kekurangan dalam segala perkara. Mereka menyangkakan dirinya kaya dan telah bertambah-tambah kekayaannya. Kekayaan-kekayaan apakah ini? Saya yakin, bukanlah uang, karena langsung saja kita mendengar mereka berteriak-teriak me- 41 minta uang, bahkan memohon-mohon untuk mendapatkannya.

Adalah dengan kebenaran Alkitab yang diperkirakan cukup sehingga mereka telah merasa puas. Mereka yakin bahwa mereka telah memiliki semua Kebenaran yang telah dibuka yang mereka perlukan untuk membawa mereka langsung sampai ke Kerajaan itu. Inilah kesesatan mereka yang besar. Mereka tidak mengetahui kebutuhan mereka yang besar terhadap Kebenaran pada waktu ini sementara Sidang sedang akan memasuki fase terakhir tugas pekerjaannya. Mereka tidak menyadari bahwa fase tugas pekerjaan Sidang yang selanjutnya ini tidak akan dapat diteruskan dengan fase Kebenarannya yang lama itu. Sidang pada waktu ini tidak lagi dapat berbuat tanpa pekabaran tambahan (Early Writings, p. 277) daripada yang dapat ia lakukan pada penutupan sejarah Wasiat Lama memasuki sejarah Kristen dengan Kebenaran upacara bayang-bayang Wasiat Lama yang dipisahkan dari Injil itu.

42

Tetapi, sedih untuk mengatakan, untuk berbicara kepada orang-orang Laodikea mengenai lebih banyak lagi kebenaran dari apa yang sudah mereka miliki ialah menimbulkan kejengkelan mereka yang terbesar : dan pendapat bahwa mereka tidak lagi memerlukan Kebenaran, bahwa mereka memiliki semuanya itu, dan bahwa seseorang akan selalu mencoba menyesatkan mereka, telah ditanamkan kedalam diri mereka sedalam-dalamnya. Inilah yang telah membuat mereka raguragu dan curiga terhadap setiap orang yang berani mendekati mereka dengan membawakan sesuatu yang baru. Inilah yang menjerumuskan mereka ke dalam suatu kedudukan yang sama jeleknya dengan kedudukan umat Yahudi di masa lalu. Jelaslah halnya bahwa jika orangorang Laodikea itu memilih yang sedemikian untuk tetap tinggal suam, tetap puas di dalam kesesatan mereka, maka mereka kelak akan diludahkan keluar dan untuk selama-lamanya akan ditinggalkan tanpa harapan. 43 “Aku menasehatkan kepadamu untuk membeli kepada-Ku emas yang sudah teruji dengan api supaya engkau kaya; dan pakaian putih supaya engkau ber-pakaian, dan supaya jangan kelihatan malu ketelanjanganmu; dan supaya me-minyaki matamu dengan salp mata agar supaya kamu dapat melihat.”

Emas yang sudah teruji dalam api itu jelaslah melambangkan Kebenaran yang diilhami bagi masa kini, yaitu satu-satunya Kebenaran yang menyelamatkan, satu-satunya yang Allah hendak jual. Dan apakah yang diumpamakan dengan pakaian putih itu yang telah dianjurkan oleh Saksi Yang Benar kepada mereka untuk dibeli, kalau bukan kebenaran Kristus?

Dan apakah yang harus diperbuat seseorang untuk dapat memperoleh semuanya ini? Kita akan mendapatkan jawabannya di dalam : 44 “Hai umat-Ku, ingatlah sekarang akan apa yang ditanyakan oleh Balak raja Moab itu, dan akan apa yang disahut ke-padanya oleh Bileam bin Beor dari hal segala perkara yang jadi dari Sitim sam-pai ke Gilgal; supaya diketahui olehmu akan segala kebenaran Tuhan.”

Di sini kita dinasehatkan untuk mengenangkan pertanyaan Balak dan jawaban Bileam jika kita mau mengetahui Kebenaran Tuhan. Marilah kita kembali kepada,

“Bahwa aku akan melihat Dia, tetapi bu-kan sekarang : aku akan memandang Dia, tetapi tidak dekat: maka akan datang se-buah Bintang dari dalam Yakub, dan se-buah Tongkat Kerajaan akan keluar dari dalam Israel, dan akan dipalunya segala penjuru Moab, dan akan dibinasakan-nya segala anak Seth. Maka Edom akan menjadi sebuah milik pusaka, Seir pun akan menjadi milik pusaka bagi musuh-musuhnya; maka Israel akan bertindak 45 dengan beraninya. Dari dalam Yakub akan datang Dia yang akan memiliki kerajaan, dan akan membinasakan dia yang lagi tinggal dari negeri itu. Maka apabila ia memandang pada Amalek, diambillah olehnya perumpamaan lalu katanya, Amalek adalah yang pertama

20 dari segala bangsa itu; tetapi nasib akhir-nya ialah bahwa ia akan binasa untuk se-lama-lamanya. Lalu memandang ia pada orang-orang Keni, maka dimisalkannya, dengan kata-kata, Teguh kedudukanmu, dan sudah kamu membuatkan sarang-mu di atas bukit batu. Tetapi bagaimana pun juga orang-orang Keni itu akan di-habiskan, sehingga bangsa Asyur akan membawa kamu pergi dengan tertawan. Lalu diambilnya perumpamaan, sambil mengatakan, Celaka, siapa gerangan yang dapat hidup apabila Allah melakukan semuanya ini! Maka kapal-kapal akan datang dari pantai Chitim, dan akan mengganggu menyusahkan Asyur, dan akan menyusahkan Eber, dan ia pun akan binasa untuk selama-lamanya.”

46

Jelaslah bahwa ini adalah suatu nubuatan tentang Kristus yang akan “memegang pemerintahan di dalam tangan-Nya.” Tes-timonies to Ministers, p. 300. Demikian inilah kebenaran-Nya yang kepada kita dianjurkan untuk mengetahui. Berbicara secara tegas, maka dengan mengetahui kebenaran Kristus ialah mengetahui dengan sebulat hati bahwa pada hari-hari kemudian Ia akan memegang Tongkat Kerajaan, sehingga Ia akan memerintah; bahwa pada permulaannya Ia akan memalu “segala penjuru Moab, dan membinasakan semua anak Seth”; bahwa Edom dan Seir akan menjadi suatu milik pusaka bagi semua musuh-Nya; bahwa Israel akan berlaku dengan beraninya; bahwa Ia akan memiliki kekuasaan-Nya, dan seterusnya. Sesuai dengan Alkitab, maka inilah kebenaran Kristus jika kita mengetahuinya. Maka barangsiapa yang menyadari bahwa pemerintahan Kristus dan kerajaan-Nya itu bukanlah sesuatu yang tak dapat dijangkau, bukanlah sesuatu yang secara khayal mengapung di angkasa, seperti misalnya, ba- 47 gaikan melewati neraka, melainkan sesuatu yang nyata, seperti kenyataannya kerajaan-kerajaan pada waktu ini, maka mereka akan segera bertanya, seperti halnya rasul Paulus, “Apakah yang patut saya lakukan Tuhan?” Ini akan sekali lagi kita saksikan dari nubuatan Mikha --

“Dengan apa boleh aku menghadap Tu-han, dan menyembah sujud di hadapan Allah yang Maha Tinggi? Bolehkah aku datang ke hadirat-Nya dengan korban bakaran, dengan lembu muda yang se-tahun umurnya? Dapatkah Tuhan ber-

21 kenan oleh domba jantan yang beribu-ribu, atau dengan berpuluh ribu sungai daripada minyak wangi? Bolehkah aku mempersembahkan anak sulungku un-tuk semua pelanggaranku, atau buah pe-rutku karena dosa jiwaku?”

Pertanyaan seperti ini dari orang-orang oleh adanya pembukaan firman ini menunjukkan apa yang dipikirkan mereka yang terbaik agar berkenan bagi Tuhan. 48 Mereka menyangka sesuatu pemberian yang berupa benda-benda materi mungkin merupakan pemberian yang sangat dapat diterima yang dapat ditawarkannya bagi penebusan dosa-dosa mereka. Kita dengan mata kepala sendiri menyaksikan semua perkara ini di dalam seluruh gereja-gereja kita. Keadaan yang sama ini ditemukan di hari-hari kedatangan Kristus yang pertama dahulu: Orang-orang Yahudi sangat teliti dari hal membayar perpuluhan sampai kepada yang sekecil-kecilnya dari penghasilan mereka, seperti misalnya daun mint, adas manis dan jintan, tetapi mereka lalaikan “hal-hal yang terpenting dari Torat, keadilan, kemurahan dan iman.” Matius 23 : 23. Membayar perpuluhan dengan jujur adalah kewajiban mereka, demikianlah firman Tuhan, tetapi pembayaran perpuluhan hendaknya tidak menggantikan keadilan, kemurahan, dan iman. Jawaban yang sama ini pun datang kepada kita pada hari ini melalui nabi Mikha : 49 “Bahwa sudah diberitahukan kepadamu, hai manusia, mana yang baik maka apa gerangan yang dituntut Tuhan daripada-mu, terkecuali berbuat benar, dan men-cintai kemurahan, dan berjalan dengan rendah hati bersama dengan Allahmu.”

Sekali memperoleh gambaran dari hal keperluan utama bagi pembangunan dan reformasi, maka umat Allah akan terus rela untuk melakukan apa saja, bahkan walaupun sampai kepada mengorbankan anak sulung mereka.

Bagi penjelasan selanjutnya Ilham menasehatkan :

“.... Dengarlah olehmu akan Tongkat, dan Dia yang telah menentukannya.”

22

Inilah jawaban-jawaban Tuhan terhadap pertanyaan, “Dengan apakah boleh aku menghadap ke hadirat Tuhan, dan 50 menyembah sujud di hadirat Allah yang Maha Tinggi?”

Oleh karena kita diminta untuk melakukan “yang benar, dan untuk mencintai kemurahan, dan untuk berjalan dengan rendah hati bersama Allah kita”, maka ini harus berarti, bahwa kita sebagai umat sedang tidak mempraktekkan segala perkara ini, bahwa terdapat ketidakjujuran, tidak ada kemurahan, dan kesombongan. Namun demikian, kita bersyukur, bahwa kita masih mempunyai harapan untuk tidak dihukum begitu saja untuk semua kejahatan kita, melainkan kita diundang untuk melepaskan semua itu, untuk meninggalkan semuanya itu, jika kita berharap untuk berdiri di atas Gunung Sion bersama-sama dengan Anak Domba itu.

Oleh perantaraan nabi Yeheskiel kita ditunjukkan dimana kita telah menyalahgunakan karunia kemurahan dan keadilan itu : 51 “Sebab sudah kamu tusuk dengan siku dan bahumu, dan sudah kamu dorong se-mua yang sakit-sakit itu dengan tanduk-mu, sehingga sudah kamu mencerai-beraikan mereka itu keluar; maka oleh karena itu Aku hendak menyelamatkan kawanan domba-Ku, maka tidak lagi me-reka itu akan menjadi mangsa; maka Aku akan mengadili antara domba dengan domba. Maka kamu kawanan domba-Ku, kawanan domba dari padang rumput-Ku, yaitu orang-orang, dan Akulah Allahmu, demikianlah firman Tuhan Allah.”

Mereka yang sakit-sakit, yang lemah, tentunya adalah orang-orang yang kurang berpengaruh luas, maka untuk satu dan lain hal tak mungkin untuk berpegang sendiri. Mereka ini didorong dan ditanduk dengan lebih kuat, yaitu kelas orangorang yang tidak adil, yang tidak memiliki kemurahan, yaitu kelas orang-orang yang menguasai pekerjaan itu. Bagaimanapun juga kelas inilah yang kelak akan diadili.

Hanya terdapat satu jalan yang aman 52 untuk diikuti jika kita ingin memperoleh restu Tuhan, maka jalan itu dilukiskan oleh nabi Yesaya berikut ini :

“Maka akan jadi pada hari itu bahwa se-seorang akan memelihara seekor lembu muda, dan dua ekor domba; maka akan jadi kelak, bahwa karena berkelimpahan susu yang akan dihasilkannya sehingga ia akan memakan keju : karena keju dan madu akan dimakan oleh setiap orang yang masih tertinggal di dalam negeri itu.”

Bayangkan seekor lembu dan dua ekor domba memberikan hasil keju dan madu kepada semua orang yang masih tertinggal di negeri itu! Oleh karena secara nyata tidak mungkin seekor lembu dan dua ekor domba dapat mampu melakukan semuanya ini, maka kita harus setuju bahwa mereka itu adalah lambang dari hal sesuatu yang bukan saja mampu untuk menghasilkan kelimpahan susu, tetapi ju- 53 ga mampu untuk mempertahankan kehidupan dari orang-orang pelindungnya.

Hanya ada satu perkara yang terdiri dari tiga bagian yang sedemikian itu (dua ekor domba dan satu lembu muda) yang mampu mempertahankan dunia ini hidup, dan itulah Alkitab -- yang dibukakan oleh Roh Nubuat, yaitu Roh yang memimpin ke dalam segala Kebenaran. Kedua ekor domba itu, tidak berada dalam umur muda, dan kedua-duanya dari jenis yang sama, harus melambangkan Alkitab itu sendiri, baik Wasiat Lama maupun Wasiat Baru. Lembu itu karena masih muda dan ukurannya lebih besar, jelas melambangkan sesuatu yang baru muncul kemudian, dan yang lebih luas isinya dari Alkitab itu sendiri. Oleh karena itu tidak ada lagi yang lain dari hasil-hasil penerbitan Roh Nubuat yang hidup itu, -- yaitu interpretasi-interpretasi Ilham dari firman Allah.

Oleh karenanya, orang-orang yang masih tertinggal di negeri itu, apabila Kristus memegang tongkat Kerajaan-Nya dan me- 54 merintah, adalah orang-orang yang hidup oleh keju dan madu yang hanya Alkitab dan Roh Nubuat dapat menghasilkannya. Semua orang lainnya akan binasa bersamasama dengan orang-orang Edom dan Moab modern itu.

Dalam lambang nubuatan yang sama kepada kita ditunjukkan bahwa Kristus sendiri mengetahui perbedaan antara be- 24 nar dan salah itu oleh mempelajari firman Allah.

“Oleh karena itu Tuhan sendiri akan memberikan kepadamu suatu tanda; Bah-wasanya, seorang anak dara kelak akan mengandung, dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan akan dipanggil nama-Nya, Immanuel. Keju dan madu akan dimakan-Nya, sehingga Ia dapat menge-tahui bagaimana menolak yang jahat dan memilih mana yang baik.”

Tak seorangpun dapat menyangkal, sebagaimana yang disebut pada penyelidi- 55 kan kita minggu yang lalu, bahwa ini adalah sebuah nubuatan dari hal kedatangan Kristus yang pertama. Dan sebagaimana catatan yang kita miliki bahwa makanan-Nya bukanlah keju dari tempat pemeliharaan hewan dan madu, bukanlah dibatasi seperti hal makanannya Yohanes Pembaptis, juga kenyataannya bahwa bukanlah keju dan madu yang sesungguhnya memiliki tenaga dorongan yang mujarab terhadap setiap orang untuk memilih mana yang baik dan menolak mana yang jahat, maka semuanya itu membuktikan bahwa “keju dan madu” adalah melambangkan firman Allah, yang Kristus sendiri telah mempelajarinya dari Kitab suci untuk memilih mana yang baik dan menolak mana yang jahat.

Di sinilah anda saksikan bahwa setiap orang memerlukan persediaan keju dan madu rohaniah setiap harinya jika ia ingin mempertahankan kehidupan kerohaniannya : artinya, makanan kemarin tidak dapat digunakan menggantikan makanan untuk 56 hari ini -- tidak, tidak lebih dari halnya pekabaran ilham dari Nuh untuk masanya di masa lalu itu tidak dapat menggantikan pekabaran ilham dari hal Kerajaan itu di waktu ini.

Hanya pekabaran kiriman surga untuk hari inilah yang dapat menyelamatkan orang di waktu ini. Inilah adil dan nyata dan benar dan yang masuk akal seperti juga yang akan dikatakan, bahwa orang hidup tak mungkin diadili dengan pekabaran pehukuman bagi orang mati. Ya, “berbahagialah hamba yang setia dan bijaksana itu, yaitu dia yang oleh Tu-hannya telah diangkat menjadi kepala ru-mah tangga-Nya untuk menyajikan ke-pada mereka makanan pada waktunya.” 25

Untuk selanjutnya dapat disadari, bahwa kita perlu belajar supaya mengenali berbagai kekejian yang sedang mengelilingi kita, dan untuk mengetahui bagaimana menjauhkan diri daripada semuanya 57 itu, maka saya akan membacakan dari buku Testimonies to Ministers, p. 445 :

“Pemeteraian hamba-hamba Allah ini (144.00 itu) adalah sama seperti yang ditunjukkan kepada Yeheskiel di dalam khayal. Yohanes juga menyaksikan wahyu yang sangat mengejutkan ini.”

“Lalu firman Tuhan kepadanya, Berjalan-lah engkau di tengah-tengah negeri itu, yaitu di tengah-tengah Yerusalem, dan bubuhlah suatu tanda pada dahi segala orang yang berkeluh kesah dan mena-ngis karena segala kejian yang dilaku-kan di tengah-tengahnya itu. Dan kepada mereka yang lainnya itu firman-Nya da-lam pendengaranku, Berjalanlah kamu mengikuti dia didalam negeri itu, sambil membunuh : janganlah matamu menaruh sayang, dan janganlah kamu kasihan : Bunuhlah semuanya orang tua dan orang muda, dan anak-anak dara, dan anak-anak, dan perempuan-perempuan : teta-pi janganlah kamu menghampiri kepada 58 segala orang yang padanya ada tanda itu; dan hendaklah kamu mulai dari tempat kesucian-Ku. Maka mulailah mereka itu dengan segala orang bangsawan yang be-rada di depan rumah itu.”

Apabila hari itu makin dekat bagi kegenapan kata-kata firman ini, maka kebenarannya itulah yang merupakan “makanan pada waktunya” bagi umat pada masa itu. Tidak ada yang lain yang boleh menggantikannya. Dan demikian itulah kita saksikan bahwa seperti halnya kota Niniwe telah diselamatkan oleh pekabaran yang dikirimkan kepadanya, maka demikian pula orang-orang Laodikea hanya dapat diselamatkan oleh “Pekabaran kepada orang-orang Laodikea.”

Dari kata-kata berikut ini akan kita saksikan bahwa pekabaran kepada orangorang Laodikea akan membawa hasil, supaya banyak orang dapat belajar bagaimana memilih yang baik dan menolak mana yang jahat :

59

“Pada masa apabila murka-Nya kelak akan keluar di dalam sidang pehukuman, maka pengikut-pengikut Kristus yang sederhana dan yang setia ini, akan dapat dikenal dari antara orang-orang dunia lainnya oleh kesedihan jiwa mereka yang terlihat dalam tangis dan ratap, teguran- teguran dan amaran-amaran mereka. Se- mentara orang-orang lain berusaha untuk menutup-nutupi kejahatan yang ada, ser- ta memaafkan berbagai kejahatan besar yang merajalela di mana-mana, maka orang-orang yang memiliki semangat bagi kehormatan Allah dan cinta bagi jiwa- jiwa, tidak mau tinggal diam untuk mem- peroleh simpati siapapun juga. Jiwa-jiwa mereka yang penuh kebenaran itu kesal setiap hari oleh karena perbuatan-perbu- atan dan pembicaraan-pembicaran yang tidak suci dari orang-orang yang tidak be- nar itu. Mereka tidak mampu untuk meng- hentikan arus kejahatan yang memuncak, dan karenanya mereka dipenuhi dengan kesedihan dan takut. Mereka menangis kepada Allah karena melihat bagaimana 60 agama diremehkan di dalam setiap ru- mah tangga orang-orang yang memiliki terang besar. Mereka meratap dan sedih jiwanya, sebab kesombongan, tamak, sifat mementingkan diri, dan penipuan pada hampir segala bentuk terdapat di dalam sidang.” – Testimonies, vol. 5, p. 210.

Oleh karena kita kini menyaksikan dengan jelas bahwa orang-orang Laodikea itu binasa tanpa pekabaran kepada orangorang Laodikea itu, maka kita supaya hendaklah berpegang teguh kepada Kebenaran bagi masa kini, dan supaya kita memenangkan mahkota kehidupan kita, dan sebagai tambahan untuk itu kita akan diberikan suatu penuaian jiwa-jiwa yang berhasil dan disertai dengan pujian “Baiklah kerjamu, hai hamba yang baik dan setia.” Matius 25 : 23.

* * *

61

Surat dialamatkan kepada:

Universal Publishing Association

(Kantor Pusat)

Waco, Texas 76714

U S A
Universal Publishing Association

(Divisi Indonesia)

P. O. Box 6965/JAT-PK

Jakarta 13710

e-mail:

gadsdaid@yahoo.com

dikerjakan oleh:

Penerbitan 2018

62

UNIVERSAL PUBLISHING ASSOCIATION
P.O. BOX 7613
WACO, TX 76714
+1 800-729-7494
www.davidiantoday.org

Teks dikonversi dari edisi PDF. Nomor halaman sesuai dengan buku cetak.