V. T. HOUTEFF
Agar setiap orang yang berhaus akan kebenaran
dapat memperolehnya, maka buku-buku kecil ini disebarkan dengan cuma-cuma. Hanya satu permohonan yang dimintanya, yaitu setiap jiwa wajib memeriksa segala perkara dan berpegang teguh pada mana yang baik. Hanya benang-benang
untaian keemasan Eden dan tali-tali pengikat Golgota yang berwarna darah -- ikatan-ikatan yang mengikat itu yang merupakan pita pengikat buku
gratis yang kecil ini.
Kami sangat menghargai nama dan alamat anggota
MAHK yang dikirimkan.
1AMARAN
SEKARANG
Satu-Satunya Kedamaian Pikiran
Hamba-Hamba Allah Dalam Masa
Pengumpulan
Masa Kesusahan Yakub; Yehuda dan Israel
Pulang
Jaminan Allah Untuk Membangkitkan,
Menyucikan, dan Menggabungkan
Yehuda dan Israel
VICTOR T. HOUTEFF
Universal Publishing Association
P. O. Box 6965/JAT-PK, Jakarta 13710
e-mail : gadsdaid@yahoo.com
2Naskah Untuk Berdoa
DIDIRIKAN DI ATAS BATU KARANG
Saya akan membaca dari buku The Mount of Blessing, dimulai pada halaman 211 --
“Orang banyak itu sangat tergerak hatinya oleh kata-kata firman dari Kristus... Firman-Nya telah mengena pada akar dari semua pikiran dan pendapat- pendapat mereka yang semula; untuk me- matuhi ajaran-Nya akan membutuhkan suatu perubahan dalam semua kebiasaan berpikir dan tindakan mereka. Ini akan membawa mereka kepada pertentangan terhadap guru-guru agama mereka.....”
Oleh karena ajaran-ajaran Kristus memerlukan suatu perubahan dalam pikiran dan tindakan, maka kita tidak perlu heran jika itulah juga pekabaran-Nya pada masa ini yang memerlukan suatu perubahan daripada kita. Marilah kita akhiri bacaan 3 kita hari ini dengan membuka pada hala-man 216.
“..... Barangsiapa yang seperti halnya orang-orang Yahudi di masa Kristus yang lalu membangun di atas pondasi pikiran dan pendapat-pendapat manusia, dari bentuk-bentuk dan upacara-upacara ciptaan manusia, atau pada sesuatu pe- kerjaan yang dapat ia lakukan terlepas dari kemurahan Kristus, ialah mendirikan susunan tabiatnya di atas pasir yang goyah. Topan-topan cobaan yang dahsyat akan menghanyutkan pondasi pasir itu, dan meninggalkan rumahnya berupa se- buah kehancuran di seberang pantai masa sejarah.”
Marilah kita berdoa memohon bantuan Allah bagi kita untuk memastikan bahwa pondasi iman kita telah didirikan di atas Firman Allah, yaitu Batu Karang yang teguh itu; agar kita dapat mengetahui bahwa sesuatu yang kurang dari ini cepat atau pun lambat pasti akan jatuh; agar kita membiarkan Tuhan mengendalikan kita 4 kepada jalan-Nya; agar kita membiarkan Dia merubah semua kebiasaan dan perbuatan-perbuatan kita daripada yang ada sekarang kepada yang sepatutnya.
Copyright, 1953
Hak Cipta Dijamin
V. T. HOUTEFF
2
5HAMBA-HAMBA
ALLAH DALAM MASA
PENGUMPULAN
Oleh :
Victor T. Houteff
Pendeta dari Persekutuan Davidian
Masehi Advent Hari Ketujuh
Sabat, 21 Juni 1947
Kapel Gunung Karmel, Waco, Texas
Kita akan mempelajari Buku Yesaya pasal yang keempat puluh sembilan. Pasal ini menunjukkan hamba-hamba Allah dalam masa pengumpulan, garis keturunan kebangsaan mereka, dan keperluan mereka bagi perluasan daerah teritorialnya. Kita akan memulai penyelidikan terhadap tiga ayat yang pertama.
6“Dengarlah olehmu akan Daku, hai segala pulau; berilah telinga, hai segala bangsa yang jauh-jauh! Bahwa Tuhan sudah memanggil aku sejak dari kandungan ibuku, dan daripada rahim ibuku sudah disebut-Nya namaku. Ia te-lah membuat mulutku bagaikan sebuah pedang yang tajam, dan membuat aku berlindung dalam naungan tangan-Nya. Ia telah membuat aku menjadi sebuah anak panah yang runcing, dan menyem-bunyikan aku dalam tabung panah-Nya. Dan firman-Nya kepadaku : ‘Engkau ada-lah hamba-Ku, hai Israel, maka olehmu juga Aku akan dipermuliakan.”
Roh Allah di dalam pribadi Israel, melalui perantaraan nabi Yesaya menyatakan, bahwa Israel telah lahir tak lain untuk menjadi hamba Allah, dan menganjurkan bahwa kenyataan ini harus sekarang juga diumumkan kepada seluruh dunia, juga sampai kepada semua pulau di lautan.
Oleh karena Yakub sendiri sudah meninggal jauh sebelum nabi Yesaya menulis, 7 maka kebenaran membuktikan dengan jelas bahwa Roh Allah dalam kata-kata Injil ini berbicara bukan secara pribadi langsung kepada Yakub sendiri, melainkan kepada para keturunannya, yaitu orang-orang kepada siapa Kebenaran ini diberitahukan, dan yang kini memikul tanggung jawab untuk memberitakan-Nya ke mana-mana.
3 Jadi jelaslah, bahwa orang-orang oleh siapa Tuhan akan dipermuliakan, dan yang akan kembali menghantarkan Yakub kepada- Nya (ayat 3, 5) mereka sendiri juga akan dibuat terkenal di seluruh dunia. Mereka adalah orang-orang yang menyelesaikan pekerjaan Injil -- yang paling terakhir. Kepada mereka Tuhan mengaruniakan mulut yang tajam bagaikan pedang.
Mereka inilah yang akan menjadi hamba-hamba-Nya selama masa pengumpulan umat itu, yaitu hari dimana Tuhan akan dipermuliakan. Adanya mereka itu seolaholah terlindung di dalam tabung panah- Nya menambahkan pengertian, bahwa kemunculan mereka itu menjadi pusat 8 perhatian akan sepenuhnya merupakan kejutan bagi semua orang. Untuk pertama kalinya dunia akan mengetahui, bahwa hamba-hamba Allah ini adalah ujung ekor terakhir dari keturunan-keturunan Yakub, yaitu hamba-hamba-Nya yang tersembunyi, orang-orang yang akan menghimpunkan umat-Nya juga dari semua pulau di lautan.
Kembali, adalah tertulis -- “Dalam pekerjaan terakhir yang besar itu hanya sedikit orang-orang besar yang akan ikut serta. Mereka adalah orang-orang yang merasa kecukupan sendiri, lepas dari Allah, maka Ia tak dapat menggunakan mereka. Tuhan memiliki hamba-hamba-Nya yang setia, yang dalam masa kegoncangan dan ujian akan muncul ke depan. Ada banyak orang-orang yang berharga kini tersem- bunyi yang tidak menyembah sujud kepa- da Baal. Mereka belum memiliki terang itu yang telah bersinar dalam pemusatan cahaya ke atasmu. Tetapi, adalah mungkin sekali dari keadaan lahiriah yang kasar 9 dan tidak menarik, kecerahan yang murni dari suatu tabiat Kristen yang sejati akan muncul keluar.” -- Testimonies, vol. 5, pp. 80, 81.
“Maka kataku: “Aku sudah berlelah-lelah dengan percuma, dan sudah menghabis-kan kekuatanku dengan sia-sia dan tak berguna; tetapi keputusanku berada dengan Tuhan, dan hasil pekerjaanku adalah dengan Allahku.”
Pada permulaan pekerjaan mereka hasil-hasilnya adalah harus sedemikian seolah-olah membawakan hampir keseluruhan kekecewaan saja. Tetapi bagaimanapun juga mereka mengetahui, bahwa
4 mereka telah dipilih oleh Allah, maka dengan begitu mereka menyerahkan keputusan mereka, pekerjaan mereka dan keberhasilan mereka kepada-Nya saja.
“Maka sekarang, firman Tuhan yang te-lah membentuk aku semenjak dari rahim 10 untuk menjadi hamba-Nya, untuk mem-bawa kembali Yakub kepada-Nya : Wa-laupun Israel tidak terhimpun, namun aku akan menjadi mulia dalam peman-dangan Tuhan, dan Allahku akan menjadi kuatku.”
Bagi dorongan semangat mereka -mereka diberitahu, bahwa sungguhpun Israel tidak terhimpun (tetapi bagaimanapun Ia ingin supaya dapat dihimpunkan), namun mereka akan menjadi mulia dalam pemandangan mata Tuhan, dan Tuhan Allah akan menjadi kuat kuasa mereka. Oleh karena mereka itu kini (bukan pada masa yang lain, melainkan pada hari nubuatan ini digenapi) dipanggil untuk membawa Yakub kembali kepada Tuhan, maka ini menunjukkan bahwa Yakub (umat Allah dalam keadaan sifat-sifat Yakub mereka) harus sudah meninggalkan Tuhan. Kini mereka harus dibawa kembali kepada-Nya melalui suatu pembangunan dan reformasi yang kuat. 11 “Maka firman-Nya : Adalah suatu hal yang gampang bahwa kamu akan men-jadi hamba-Ku untuk membangkitkan suku-suku bangsa Yakub itu dan untuk mengembalikan Israel yang terpelihara; Aku akan juga membuatmu menjadi terang bagi bangsa-bangsa Kafir; supaya kamu boleh menjadi selamat-Ku kepada seluruh hujung bumi.”
Sebagai contoh dari kata-kata firman ini ialah masa sewaktu para Rasul pada akhirnya diperintahkan untuk memberitakan Injil kepada bangsa-bangsa Kafir sama seperti juga kepada orang-orang Yahudi. Kini untuk membangkitkan semua suku Yakub itu, ialah pertama-tama membangkitkan buah-buah pertama, yaitu 144.000 orang itu -- 12.000 dari masingmasing suku bangsa Israel (Wahyu 7 : 3). Kemudian, untuk menjadi terang dan selamat kepada seluruh hujung bumi, berarti bahwa hamba-hamba Allah akhir zaman ini akan menyelesaikan pekerjaan Injil, akan mengkhotbahkan Injil Kerajaan 12 kepada seluruh dunia untuk menjadi saksi kepada segala bangsa, dan dengan demikian datanglah kesudahan (Matius 24 : 14). 5
Oleh sebab itu adalah hak kewajiban istimewa kita bukan saja membawakan Terang Allah kepada Organisasi gereja dimana terdapat “buah-buah pertama” (mereka yang 144.000 -- Wahyu 14 : 4) hasil penuaian rohani yang besar itu berada, melainkan juga untuk membawakan terang yang sama kepada buah-buah kedua, yaitu kepada jumlah besar orangorang yang akan dikumpulkan keluar dari segala bangsa, yaitu jumlah besar yang tak seorangpun dapat menghitungnya (Wahyu 7 : 9).
Orang-orang yang diberi hak kewajiban yang sedemikian ini seperti yang Allah sendiri buktikan adalah keturunanketurunan dari Yakub, yaitu “suku-suku bangsa Israel yang hilang itu” yang kini sedang datang kepada terang. 13 “Demikianlah firman Tuhan, Penebus orang Israel, dan Yang Maha Suci-Nya, kepada dia yang dicela segala orang, ke-pada dia yang dijijikkan oleh bangsa itu, kepada seorang hamba dari penguasa-penguasa, Raja-raja akan melihat dan bangkit berdiri, penghulu-penghulu juga akan menyembah sujud, oleh karena Tuhan yang setia, dan Yang Maha Suci Israel, maka Ia akan memilih kamu.”
Tuhan disini tampak berbicara kepada suatu umat yang dihina oleh orang-orang, kepada mereka yang dijijikkan oleh bangsa itu, kepada hamba-hamba dari para penguasa -- yaitu kepada para anggota biasa, bukan kepada para pendeta yang diakui oleh Organisasi. Injil menjelaskan, bahwa hamba Tuhan ini adalah dihina dan dijijikkan sangat sama seperti yang dialami Tuhan sendiri. Jadi, kebencian itu yang ditumpukkan kepada kita oleh saudarasaudara Laodikea kita hendaknya tidak mematahkan semangat kita, melainkan harus merupakan dorongan besar. Dan 14 mengapa? -- Sebab Roh Tuhan sendiri membuktikan, bahwa kita adalah hambahamba Allah bagi zaman ini, sehingga Ia akan memberkati pekerjaan kita sedemikian rupa sehingga bahkan raja-raja akan menyaksikan kebangkitan kita dan juga para penghulu akan datang dan menyembah sujud.
“Demikianlah firman Tuhan, pada suatu masa Aku berkenan sudah Aku men-dengar akan dikau, dan pada suatu hari keselamatan sudah Aku menolong akan dikau; maka Aku akan memeliharakan dikau, dan memberikan engkau bagi suatu perjanjian bagi umat, untuk mene-6 gakkan bumi, untuk membuat semua harta pusaka yang ditinggalkan supaya dipusakai.”
Allah telah mendengar akan kita dalam masa kasihan, yaitu masa di mana kita dapat dimeteraikan dan dipelihara bagi suatu perjanjian bagi umat untuk menegakkan bumi, untuk mempusakai segala 15 harta yang ditinggalkan -- yaitu untuk mengembalikan segala perkara.
“Supaya kamu dapat mengatakan ke-pada semua orang tawanan, Keluarlah; kepada mereka yang dalam kegelapan, Tampillah. Mereka akan diberi makan sepanjang jalan, dan padang-padang rumput mereka akan terdapat di tempat-tempat yang tinggi.”
Tidak dihiraukan dimana pun saja umat Allah berada, atau dalam keadaan apapun mereka itu ditempatkan, mereka bagaimanapun juga sekaliannya akan mendengar hamba-hamba-Nya memberitakan Tahun Perayaan yang terakhir, dan semua orang akan dibiarkan bebas keluar, semua akan mengambil bagian pada perayaan rohani besar yang senantiasa meningkat ini.
“Tiada mereka itu akan berlapar atau berdahaga dan panas terik atau panas 16 matahari juga tidak akan menyengat me-reka; karena Dia yang pemurah terha-dap mereka itu akan memimpin mereka bahkan dekat pancaran-pancaran air akan dibawa-Nya mereka itu. Maka Aku akan menjadikan semua gunung-Ku sebuah jalan rata, dan semua jalan-jalan-Ku akan ditinggikan.”
Tuhan di sini menjaminkan, bahwa kini dalam masa pengumpulan tidak akan ada halangan jenis apapun, bahwa Ia adalah Pengawas dari semua keadaan.
“Tengoklah, mereka ini akan datang dari jauh; dan lihatlah, mereka ini dari sebelah utara dan dari sebelah barat; dan mereka ini dari tanah Sinim.”
Jalan raya Allah akan dipenuhi dan ditinggikan, maka sejumlah besar orangorang yang dihimpunkan dari seluruh empat penjuru bumi akan berjalan dengan aman di dalamnya. 17 “Menyanyilah, hai segala langit, dan ber-sukarialah, hai bumi, dan bergembiralah dan menyanyi, hai segala gunung, karena Tuhan sudah menghiburkan umat-Nya, dan Ia akan menyayangi orang-orang su-sah milik-Nya.”
Bukan bahwa Tuhan akan menghiburkan umat-Nya, melainkan bahwa Ia sudah menghiburkan mereka, Ia sudah mengisi mereka dengan Kebenaran.
“Tetapi Sion mengatakan : Tuhan sudah meninggalkan aku, dan Tuhanku sudah melupakan daku.”
Sebelum mereka itu dimeteraikan, orang-orang yang akan menjadi penghuni Sion itu (mereka yang 144.000 itu) menyangka Allah sudah meninggalkan mereka. Walaupun demikian jawaban Allah kepada mereka adalah sebagai berikut :
“Dapatkah seorang wanita melupakan 18 anak penyusunya, sehingga ia tidak akan menaruh kasihan terhadap anak dari rahimnya itu? Sesungguhnya, mereka mungkin saja lupa, tetapi Aku tidak akan melupakan kamu.”
Walaupun ada banyak orang, gantinya mereka berdoa memohon ditegakkannya Sion, mereka sedang sungguh-sungguh berdoa menentangnya, tetapi bagaimanapun juga mereka akan segera menyaksikan bahwa Allah adalah sepenuhnya di pihak Sion.
“Bahwasanya, Aku sudah mengukir kamu pada telapak-telapak tangan-Ku; semua pagar tembokmu adalah senantiasa di depan-Ku.”
Dari semua yang terlihat secara alamiah tampaknya bahwa Allah sudah melupakan Sion, yaitu tempat tahta-Nya di bumi; bahwa Ia telah membiarkan musuhmusuh-Nya menyia-nyiakan umat-Nya dan merusak wajah bukit Sion yang ditinggi- 19 kan, tetapi Tuhan sendiri menjaminkan bahwa demi karena Sion dan karena kebebasan umat penghuni Sion Ia telah dipaku pada kayu salib.
“Bahwa anak-anakmu akan bergegas-gegas, semua pembinasamu dan mereka yang merampok kamu itu akan lari me-
8 ninggalkan kamu.”
Anak-anak Sion akan rindu sekali berkumpul kepadanya, tetapi musuh-musuhnya, yaitu orang-orang berdosa akan diusir pergi meninggalkannya.
“Angkatlah matamu berkeliling, dan te-ngoklah; mereka ini semuanya berkum-pul bersama-sama, dan datang kepada-mu. Demi Aku yang hidup, demikianlah firman Tuhan, sesungguhnya mereka semuanya itu akan kamu pakai sebagai perhiasan, dan mereka akan kau lilitkan padamu seperti yang dilakukan pengantin perempuan. Karena semua kerusakanmu 20 dan semua tempatmu yang ditinggalkan, dan negeri kerusakanmu itu, sekarang bahkan akan terlalu sempit karena terlalu banyak penduduknya, dan mereka yang menelan engkau itu akan dihalau jauh-jauh.”
Kata-kata “tengoklah” meminta perhatian kepada sejumlah besar jiwa-jiwa berharga yang sudah siap-siap untuk datang. Dalam merekalah akan terdapat kemuliaan hamba-hamba Allah. Lagi pula meskipun adanya jumlah besar orangorang berdosa yang tidak bertobat yang akan disingkirkan, tanah itu bahkan akan terlalu sempit, sebab banyaknya orang yang mengalir datang.
“Anak-anak yang akan kamu miliki, setelah kamu kehilangan yang lainnya, akan kembali mengatakan pada pende-ngaranmu, Tempat ini terlalu sempit bagiku, berilah aku tempat supaya aku boleh tinggal.”
Dari ayat ini kita kumpulkan, bahwa 21 anak-anak yang Sion akan lepaskan adalah orang-orang yang menolak untuk bertobat, sungguhpun demikian kehilangannya ini akan diganti dengan sejumlah besar yang akan datang dari segala bangsa lalu dengan sedemikian itu tanah itu akan menjadi sangat sempit. Ayat-ayat yang menyusul mengukuhkan pandangan ini sebagai berikut :
“Maka akan kamu katakan dalam hatimu, Siapa gerangan yang sudah melahirkan
9 sekaliannya ini bagiku? Karena aku telah kehilangan anak-anakku, dan aku adalah sunyi, seorang tawanan, yang terbuang kesana-kemari, maka siapakah yang telah membesarkan mereka ini? Tengoklah, aku tertinggal seorang diri; mereka ini, dimanakah mereka berada? Demikianlah firman Tuhan Hua, Tengoklah, Aku akan mengangkat tangan-Ku kepada segala bangsa Kafir, dan menegakkan standard-Ku kepada orang banyak itu; maka mere-ka akan menghantarkan anak-anakmu 22 laki-laki dalam gendongannya, dan anak-anakmu perempuan akan dibawanya pada bahu-bahu mereka. Maka raja-raja akan menjadi bapa-bapa asuhmu, dan permaisuri-permaisuri mereka menjadi ibu-ibu asuhmu; mereka akan menyem-bah sujud ke hadapanmu dengan muka sampai ke bumi, dan menjilat debu kaki-mu; maka akan diketahui olehmu, bahwa Akulah Tuhan; karena mereka yang me-nunggui Aku tidak akan malu.”
Walaupun mungkin kita pada waktu ini dibenci atau pun tidak dikenal, masanya akan datang apabila kita akan dihiburkan. Orang-orang besar bumi ini pada waktunya kelak, katakanlah seolah-olah, akan “menjilat debu” dari kaki kita.
“Dapatkah jarahan dirampas dari tangan orang yang kuat, atau dapatkah tawanan dilepaskan? Tetapi demikianlah firman Tuhan, bahwa bahkan tawanan-tawanan milik orang gagah perkasa sekali pun akan dirampas daripadanya, dan jarahan 10 milik orang yang menakutkan sekalipun akan dilepaskan; karena Aku akan me-lawan orang yang melawan akan dikau, dan Aku akan menyelamatkan anak-anakmu.”
Tidak ada kuasa di dunia yang masih mampu untuk menahan umat Allah berada di dalam debu.
“Maka Aku akan memberi makan segala orang yang menganiaya akan dikau itu dengan dagingnya sendiri, dan mereka akan diberi minum dengan darahnya sendiri sampai mabuk bagaikan dengan air anggur yang manis; maka segala ma-nusia akan mengetahui bahwa Akulah Tuhan Juruselamatmu dan Penebusmu, yaitu Yang Maha Kuasa dari Yakub itu.”
Musuh-musuh kita akan saling membunuh sesamanya dengan bernafsu sama seperti seolah-olah mereka telah memabukkan dirinya sendiri dengan air anggur yang manis. Kemudian orang-orang yang 10 11 masih tinggal akan mengenal bahwa Tuhan, Yang Maha Kuasa dari Yakub itu adalah Juruselamat kita dan Penebus kita. Oleh karena itu akan terus tidurkah kita? Atau akan bangkitkah kita dalam kebenaran Kristus lalu bersiap-siap untuk menemui Tuhan dan tinggal bersama-sama Dia di dalam Kerajaan-Nya? Kesempatanmu dan saat keputusanmu kini telah tiba dan tidak dapat dielakkan, saudara patut mengambil suatu pendirian yang kokoh dan aktif bersama-sama dengan pergerakan anggota ini, dalam mana pekerjaan ini adalah pertama-tama diarahkan bagi sidang, kemudian baru bagi dunia.
Bilamana saudara meminta edisiedisi tambahan “Daun-daun Berguguran” ini, tolong sebutkan jilid dan nomor pelajaran daripada tanggal atau judul. Ini akan memudahkan untuk memenuhi permintaan saudara tanpa tertunda.
25Naskah Untuk Berdoa
HIMBAUAN KEMURAHAN ALLAH
Saya akan membaca dari buku The Mount of Blessing, halaman 217 dimulai dengan paragraf yang pertama --
“Tetapi pada waktu ini kemurahan menghimbau orang-orang berdosa. ‘Demi Aku yang hidup, demikianlah firman Tu- han Hua, Aku tidak menyukai kematian orang jahat itu, melainkan supaya orang jahat itu berbalik daripada jalannya dan hidup; berbaliklah kamu, berbaliklah ka- mu daripada segala jalanmu yang jahat; karena mengapakah kamu hendak mati?’ Suara yang berbicara kepada orang- orang yang tidak bertobat pada waktu ini adalah suara dari Dia yang dalam hati- nya yang hancur berseru sementara Ia me- mandang kepada kota kesayangan-Nya : Hai Yerusalem, Yerusalem, yang telah membunuh segala nabi, dan yang telah melempari batu terhadap mereka yang 26 telah diutus kepadanya! Betapa sering Aku ingin menghimpunkan anak-anakmu bersama-sama, bahkan bagaikan seekor induk ayam menghimpunkan anak-anak- nya ke bawah sayap-sayapnya, tetapi kamu tidak mau. Tengoklah, bahwa ru- mahmu akan dibiarkan kepadamu sunyi.’ Dalam Yerusalem Yesus memandang kepada suatu lambang daripada dunia yang telah menolak dan meremehkan kemurahan-Nya. Ia menangis, hai kamu yang keras hati, karena kamu! Bahkan sewaktu air mata Yesus tertumpah di atas gunung itu Yerusalem masih dapat bertobat dan masih dapat menghindari nasib celakanya. Untuk suatu kurun waktu yang singkat Karunia Surga itu masih tetap menunggu akan penyambutannya. Begitulah, hai hati, kepadamu Kristus masih berbicara dalam tekanan kata-kata kasih : ‘Tengoklah, Aku berdiri di pintu dan mengetok; jika seseorang mendengar suara-Ku, lalu membuka pintu, maka Aku akan masuk kepadanya, dan Aku akan makan bersama-sama dengannya, dan 27 dia dengan Aku.’ ‘Sekaranglah masa Aku berkenan; tengoklah, sekaranglah hari selamat itu’.”
Kita hendaknya berdoa agar kita dengan senang hati menyambut akan himbauan kemurahan Allah; agar supaya kita menginsyafi bahwa tujuan-Nya ialah untuk menyelamatkan kita dari kebinasaan kekal; agar supaya kita akan menyambut sekarang juga dalam hari keselamatan; agar kita mengetahui bahwa Ia sedang menghimbau kita pada hari ini sama seperti Ia menghimbau Yerusalem pada kedatangan-Nya yang pertama dahulu; agar supaya pintu-pintu hati kita tidak akan pernah tutup daripada-Nya.
* * *
12
28MASA KESUSAHAN YAKUB;
YEHUDA DAN ISRAEL
PULANG
Oleh :
Victor T. Houteff
Pendeta dari Persekutuan Davidian
Masehi Advent Hari Ketujuh
Sabat, 28 Juni 1947
Kapel Gunung Karmel, Waco, Texas
Kita sekarang akan melanjutkan pokok pembicaraan yang sama yang sedang kita pelajari dari buku Yesaya, namun pada hari ini kita akan mempelajarinya dari buku Yeremia.
Untuk memulainya kita akan mencatat dahulu, bahwa pasal-pasal pertama dari buku itu adalah berhubungan dengan Yehuda dan Israel kuno yang dahulu, berikut 29 pula dosa-dosa mereka dan keras hati mereka, dan berikut pula dengan akibat tercerai-berainya mereka itu ke semua bangsa-bangsa Kafir. Tetapi pasal yang ketiga puluh tidak menyangkut terceraiberainya Yehuda dan Israel kuno yang dahulu itu, melainkan menyangkut pengumpulan Yehuda dan Israel di masa kita sekarang.
Kita akan memulai sekarang penyelidikan kita terhadap tiga ayat yang pertama --
“Firman yang datang dari Tuhan kepada Yeremia, bunyinya : Demikianlah firman Tuhan Allah Israel, bunyinya : Suratkan-lah olehmu semua firman yang telah Ku katakan kepadamu itu di dalam sebuah kitab. Karena sesungguhnya hari-hari itu akan datang kelak, demikianlah firman Tuhan, bahwa Aku akan menghantarkan lagi tawanan umat-Ku Israel dan Yehuda, demikianlah firman Tuhan; dan Aku akan membuat mereka itu kembali ke negeri 30 yang sudah Ku berikan kepada nenek moyang mereka itu, maka mereka akan memilikinya.”
Perhatikanlah, bahwa Yehuda dan Israel keduanya bersama-sama memperoleh janji untuk kembali ke tanah air mereka. Oleh karena hal ini belum pernah terlaksana, maka nubuatan ini masih belum digenapi. 13
“Maka inilah firman yang telah dikatakan Tuhan akan hal Israel dan Yehuda. Karena demikianlah firman Tuhan; Kami sudah mendengar sebuah suara gementaran, ketakutan, dan bukan perdamaian. Ta-nyakanlah olehmu sekarang, dan lihatlah apakah ada orang laki-laki menderita kesakitan hendak beranak? Mengapa ku lihat setiap orang laki-laki dengan tangan-nya di pinggang bagaikan seorang wanita sedang kesakitan hendak beranak, dan semua wajah berubah menjadi pucat?”
Sebab daripada ketakutan itu yang diramalkan di sini pada dasarnya adalah 31 tidak perlu dan sia-sia, demikianlah Tuhan tegaskan.
“Aduh, betapa hebatnya hari itu, sehing-ga tak ada taranya; bahkan itulah masa kesusahan Yakub itu; tetapi ia akan di-luputkan daripadanya.”
Orang-orang yang mencapai masa kesusahan contoh saingan ini sedang kembali ke tanah air mereka. Mereka akan dihiburkan. Kenyataannya adalah cukup mengerikan, namun nasehat daripada Allah adalah, “Janganlah takut.”
Jelaslah, bahwa isi dari pasal ini adalah mengenai kembali ke tanah air contoh saingan. Walaupun kesusahan itu tampaknya mungkin menakutkan sekali, namun hasil daripadanya akan kelak sama halnya seperti pada contoh. Sampai pada waktu ini penyelidikan ini mungkin tidak menarik perhatian kita seperti yang seharusnya, tetapi masanya akan segera datang dimana kita akan menggali dengan 32 cepat dan dengan sekuat-kuatnya untuk mendapatkannya sama seperti kita akan keluar dari bawah suatu timbunan es. Tetapi walaupun demikian orang-orang yang memiliki hanya sedikit iman dalam Firman Allah penyelidikan ini tidak akan membawa banyak manfaat bagi mereka. Sekaranglah waktunya untuk mulai membina iman yang kita perlukan untuk masa yang akan datang itu.
14
Contoh bagi kita, yaitu Yakub, ia cukup mengetahui bahwa Allah sudah menghantarkan dia kembali dari Padan-Aram ke tanah airnya, namun ia sangat gentar pada waktu didengarnya bahwa Esau bersamasama dengan empat ratus pengikutnya sedang dalam perjalanan untuk menjumpai dia. Di samping itu ia telah dibawa untuk bergumul dengan malaikat sepanjang malam. Ia berhasil menang hanya karena tidak dilepaskannya malaikat itu pergi sebelum Ia memberkati dia. Hasil akhirnya adalah, bahwa pada keesokan harinya gantinya Esau membinasakan seluruh 33 rombongan itu ia malahan menyambut Yakub dengan ramahnya sambil memberikan ciuman, lalu dengan akrabnya mengundang Yakub untuk pulang. Demikianlah setelah semuanya terlaksana dengan sendirinya, maka Yakub menyaksikan dengan jelas, bahwa adalah sama sekali tidak perlu memiliki takut. Betapa membesarkan hati bahwa “semua perkara ini telah jadi terhadap mereka sebagai contoh-contoh, dan semua itu telah di-tulis menjadi nasehat bagi kita terhadap siapa akhir sejarah dunia akan datang.” 1 Korintus 10 : 11. Apa yang telah jadi terhadap Yakub pasti akan jadi juga terhadap kita, maka betapa membesarkan hati jika kita mengetahui semua ini jauhjauh sebelumnya. Jika sebelumnya belum pernah kita tahu, maka kini akan kita saksikan, bahwa di mana terdapat contoh akan terdapat juga contoh saingannya, dan bahwa di mana tidak ada contoh, maka tidak akan ada Kebenaran. 34 “Karena akan jadi kelak pada hari itu, demikianlah firman Tuhan serwa sekali-an alam, bahwa Aku akan mematahkan kuknya daripada lehermu, dan Aku akan memutuskan semua tali pengikatmu, dan orang-orang asing tidak akan lagi memperhambakan dia.”
Ayat ini mengatakan dengan jelas, bahwa Allah akan memerdekakan umat- Nya dari semua kuk bangsa-bangsa Kafir, dan bahwa orang-orang asing (orangorang yang tidak bertobat) tidak akan lagi mengganggu mereka.
“Melainkan mereka akan melayani Tu-han Allah mereka, dan Daud raja mere-ka, yang akan Ku bangkitkan bagi mere-ka itu.”
Pengikut-pengikut Kebenaran tidak akan lagi melayani orang-orang lain, melainkan mereka akan melayani Tuhan, dan seorang raja yang Allah sendiri akan sediakan bagi mereka. 35 “Sebab itu janganlah engkau takut, hai Yakub hamba-Ku, demikianlah firman Tuhan; janganlah engkau cemas, hai Israel; karena sesungguhnya Aku akan melepaskan kamu dari jauh, dan segala anak cucumu dari tanah perhambaan me-reka itu; maka Yakub akan kembali dan akan bersenang sentausa, dan tenteram, maka tak seorangpun akan membuatnya takut.”
Oleh sebab itu tidak ada perlu takut, tetapi adalah diperlukan iman terhadap semua janji dari Allah.
“Karena Aku adalah besertamu, demi-kianlah firman Tuhan, untuk menyela-matkan dikau; sungguhpun Aku meng-habiskan segala bangsa kepada siapa sudah Aku mencerai-beraikan dikau, tetapi Aku tidak akan menghabiskan di-kau; melainkan Aku akan memperbaiki kamu dalam ukuran, dan tidak akan membiarkan kamu sama sekali bebas 36 hukuman.”
Hukuman yang diperhitungkan kepada Israel ialah tercerai-berainya mereka itu di antara bangsa-bangsa Kafir seperti yang dibesarkan di dalam ayat-ayat yang menyusul. Tetapi bagaimanapun juga masa kebebasan telah tiba, maka untuk inilah kita hendaknya bergembira dan memuliakan Allah.
“Karena demikianlah firman Tuhan, bah-wa bilurmu tidak dapat disembuhkan dan lukamu adalah sangat pedih. Seorang-pun tiada yang membicarakan halmu, sehingga boleh kamu tertolong, tak ada obat yang dapat menyembuhkanmu. Se-mua kekasihmu telah melupakan dikau, tiada mereka itu bertanya-tanya akan di-kau; karena sudah Ku lukai kamu dengan luka seorang musuh, dengan penyucian yang kejam, dari karena banyaknya sega-la kejahatanmu; karena semua dosamu telah bertambah-tambah. Mengapakah kamu menangis karena penderitaanmu? 37 Kesusahanmu tidak akan terobati dari sebab banyaknya kejahatanmu; sebab dosa-dosamu telah meningkat, maka Aku telah berbuat semua perkara ini kepadamu. Oleh sebab itu semua mereka yang menelan akan dikau akan ditelan; dan semua musuhmu, masing-masing mereka, akan masuk ke dalam tawanan; dan mereka yang merampok kamu akan menjadi barang rampasan, dan se-mua yang menjarahi engkau akan Ku biarkan menjadi jarahan. Karena Aku akan mengembalikan kesehatan bagi-mu, dan Aku akan menyembuhkan kamu
16 dari semua luka-lukamu, demikianlah firman Tuhan; karena sebab mereka me-manggil kamu seorang yang terbuang, sambil mengatakan, Inilah Sion yang tiada seorangpun memperdulikannya. Demikianlah firman Tuhan; bahwasanya Aku akan menghantarkan kembali para tawanan dari kemah-kemah Yakub itu, dan Aku akan mengasihani tempat-tempat tinggalnya; maka kota itu akan dibangun di atas tumpukannya sendiri, 38 dan tempat istana itu akan tetap menurut adatnya semula. Maka dari dalam mere-ka akan keluar ucapan syukur dan suara orang-orang yang membuat gembira; maka Aku akan memperlipat-gandakan mereka itu, maka mereka tidak akan sedikit jumlahnya; Aku juga akan mem-permuliakan mereka itu, dan mereka tidak akan diremehkan.”
Sesudah menjalani semua perhambaan mereka, umat itu akan menyadari sepenuhnya akan kemurahan Allah dan hikmah-Nya untuk menyelamatkan mereka. Mereka akan bergembira untuk selamanya, karena Ia akan memperlipatgandakan mereka di dalam negeri para leluhurnya, dan di sanalah Ia akan menjadikan mereka bangsa yang besar.
“Anak-anak merekapun akan jadi seperti dahulu kala, dan perhimpunan mereka akan diperdirikan di hadapan-Ku, maka Aku akan menghukum segala orang yang menindas mereka.”
39Kerajaan itu (sidang yang sudah disucikan dan sebagian dari dunia) akan kelak sama keadaannya dan sama kenyataannya seperti halnya kerajaan Israel kuno yang dahulu, tetapi tidak akan terdapat orang berdosa di dalamnya.
“Maka para penghulunya akan tampil dari antara mereka sendiri, dan peme-rintah mereka akan bangkit dari tengah-tengahnya; maka Aku akan membuatnya datang mendekat, dan ia akan mengham-piri datang kepada-Ku; karena siapakah ini yang mengikat hatinya untuk datang hampir kepada-Ku? Demikianlah firman Tuhan. Maka kamu akan menjadi umat-Ku, dan Aku akan menjadi Allahmu. Te-ngoklah angin puyuh Tuhan keluar de-ngan kehangatan murka-Nya, yaitu suatu angin topan yang berkepanjangan; maka ia itu akan menimpa kepala orang-orang jahat dengan penuh kesakitan.”
Para penghulu mereka itu akan berasal dari antara mereka sendiri; artinya 40 Kerajaan ini akan memerintah dirinya sendiri di bawah sistem pemerintahan teokrasi. Kata-kata “tengoklah” menarik perhatian kita kepada sesuatu yang terlihat dan oleh karena itu mengandung arti, bahwa angin puyuh Tuhan itu sudah melaksanakan tugasnya. Jadi, tak mengherankan, bahwa kita kini sedang menghadapi berbagai macam kekacauan, dan kerugian besar hidup dan harta benda pada seluruh bumi.
“Kehangatan murka Tuhan itu tiada akan undur sebelum disampaikan-Nya dan di-selesaikan-Nya segala niat hati-Nya; pada hari-hari terkemudian (akhir zaman) ka-mu akan memahaminya.”
Kenyataan yang sebenarnya bahwa kebenaran-kebenaran ini kini diungkapkan, dan juga kenyataan bahwa semua perkara yang diramalkan oleh Alkitab kini sedang terlaksana, jelas menunjukkan bahwa kita kini sedang hidup di hari-hari terkemudian itu, yaitu masa di mana kita harus me- 41 mahami sebab dari kejahatan-kejahatan yang meliputi seluruh dunia, dan membuat panggilan pilihan kita menjadi lebih pasti.
Betapa bersyukur kita hendaknya, bahwa Tuhan sedang menyajikan kepada kita sekarang “makanan pada waktunya”! Walaupun orang-orang membunuh sesamanya dengan berjuta-juta banyaknya dengan tujuan untuk membebaskan diri daripada ikatan bangsa lainnya, Musa di masa lalu membebaskan Israel kuno tanpa sesuatu kerusakan. Kita hendaknya kini memahami, bahwa iman memindahkan gunung-gunung, sementara keragu-raguan menghancurkan bangsa-bangsa. Kita hendaknya jangan lagi menjadi orang-orang bodoh dan berhati lamban untuk percaya akan semua yang sudah dituliskan oleh para nabi (Lukas 24 : 25). “Percaya” adalah motto dari Yesus, maka ini pun hendaknya merupakan milik kita juga. Tak seorang pun dari orang-orang yang ragu akan dapat masuk ke dalam Kerajaan-Nya.
Semua perkara ini telah ditulis “supaya 42 dapat kamu percaya....." Yohanes 20 : 31.
Hanya ada satu kesimpulan yang kena pada perasaan yang dapat kamu capai, maka itu ialah menyambut dan menyesuaikan diri dengan sepenuh hati terhadap semua tulisan para nabi. Janganlah hendaknya orang memalingkan perhatianmu daripada Kebenaran ini.
* * *
18
43Naskah Untuk Berdoa
PERDIRIKANLAH DI ATAS
LANDASAN YANG PASTI
Saya akan membaca dari buku “The Mount of Blessing”, halaman 217, dimulai dengan paragraf yang kedua. Kebetulan sekali ini adalah pasal yang terakhir di dalam buku itu.
“Anda yang sedang menaruh harap pada diri sendiri, sedang membangun di atas pasir. Namun adalah belum terlam- bat untuk menghindari kehancuran yang tak dapat dielakkan. Sebelum angin ribut datang, berlarilah anda kepada landasan yang pasti. ‘Demikianlah firman Tuhan Hua, Tengoklah, Ku taruh Sion menjadi sebuah landasan batu, yaitu suatu batu yang teruji, sebuah batu penjuru yang ma- hal dari landasan yang kokoh; barang- siapa yang percaya tidak akan bergegas- gegas.’ ‘Pandanglah kepada-Ku, maka kamu akan selamat, kamu dari seluruh 44 hujung bumi; karena Akulah Allah, dan tidak ada lagi yang lain.’ Janganlah ta- kut, karena Akulah sertamu; janganlah cemas, karena Akulah Allahmu; Aku akan menguatkan kamu; sesungguhnya Aku akan membantu kamu; sesungguhnya Aku akan menegakkan kamu dengan tangan kanan kebenaran-Ku.” ‘Kamu tidak akan malu, dan tidak akan disusahkan dunia tanpa batas.’ ”
Kita akan berdoa sekarang agar kita dapat meninggalkan diri sendiri lalu sepenuhnya bergantung pada Allah saja; agar supaya kita membangun tidak di atas landasan pasir, melainkan di atas Batu Karang yang kokoh, di atas suatu landasan yang pasti yang tidak akan dihanyutkan apabila datang angin ribut.
* * *
45JAMINAN ALLAH UNTUK
MEMBANGKITKAN,
MENYUCIKAN, DAN
MENGGABUNGKAN YEHUDA
DAN ISRAEL
Oleh :
Victor T. Houteff
Pendeta dari Persekutuan Davidian
Masehi Advent Hari Ketujuh
Sabat, 5 Juli 1947
Kapel Gunung Karmel, Waco, Texas
Pada sore hari ini kita akan mempelajari Yeremia pasal 31. Pasal ini berisikan jaminan Ilham bagi umat Allah untuk kembali ke tanah air mereka. Saudara akan mengenali, bahwa pasal ini berisikan sebuah nubuatan bagi akhir zaman.
“Pada waktu yang sama itu juga, demi-46 kianlah firman Tuhan, Aku akan menjadi Allah dari semua keluarga Israel, dan me-reka akan menjadi umat-Ku.”
Kalimat yang berbunyi, “pada waktu yang sama itu juga”, membawa pikiran kita kembali kepada pasal 30, ayat 24, di mana di situ dijelaskan, bahwa waktu itu ialah akhir zaman, masa sejarah kita. Oleh sebab itu tidak lama lagi Allah kita akan menjadi Allah dari semua keluarga Israel, yaitu Allah dari keseluruhan sidang. Orang-orang suci dan orang-orang berdosa selama masa Pehukuman bagi Orangorang Hidup tidak akan lagi bercampur.
“Demikianlah firman Tuhan, Orang-orang yang luput dari pedang menemu-kan kemurahan di padang belantara; sekalipun Israel pada waktu Aku mem-buatnya istirahat.”
Orang-orang yang luput dari tawanan mereka akan menemukan kemurahan di negeri-negeri bangsa-bangsa Kafir -- di 47 “padang belantara” jauh dari kebun anggur. (Oleh karena Tanah Perjanjian adalah kebun anggur -- Yesaya 5 -- maka apa lagi yang dimaksudkan dengan padang belantara kalau bukan negeri-negeri bangsa-bangsa Kafir?) Umat Allah akan menemukan kemurahan ini pada waktu
20 Tuhan membuat mereka beristirahat dari “pengembaraan” mereka -- yaitu sesudah berlaku “Pehukuman di dalam isi rumah
“Bahwa Tuhan sudah menampakkan diri sejak dari dulu kepadaku, dengan menga-takan, Sesungguhnya, Aku mencintai ka-mu dengan suatu cinta yang abadi; oleh sebab itu dengan kasih sayang sudah Aku menarik kamu.”
Pada masa kegenapan nubuatan ini orang banyak itu akan menyadari, bahwa Tuhan betul-betul mencintai mereka, dan bahwa Ia menarik mereka kepada diri-Nya sendiri dengan kasih sayang. 48 “Aku akan membangun engkau kemba-li, dan kamu akan berdiri, hai anak dara Israel; kamu akan kembali dihiasi de-ngan rebana-rebanamu, dan kamu akan tampil dalam tarian-tarian orang-orang yang bersukaria.”
Tuhan memberi jaminan kepada umat- Nya, bahwa walaupun bangsa-bangsa Kafir telah memporak-porandakan kerajaan mereka, Ia akan mengembalikannya kepada mereka, dan mereka akan kembali menjadi suatu bangsa yang mulia dan bersukaria. Semua janji ini mengandung arti, bahwa orang-orang itu kini belum dihiasi dan belum berbahagia. Kita mungkin tidak sepenuhnya menyadari akan hal ini, tetapi Allah lebih mengetahuinya daripada kita.
“Engkau masih akan menanam anggur di atas gunung-gunung Samaria; orang-orang yang menanam akan menanamkan dan akan memakannya sebagai hal-hal yang biasa.”
49Kebanyakan dunia mengira, bahwa karena sepuluh suku itu, Kerajaan Israel, telah hilang di antara segala bangsa Kafir, sehingga kerajaan mereka itu sudah hilang untuk selamanya, namun Allah yang berbuat sesuai dengan kehendak hati-Nya menerangkan dengan jelas, bahwa orangorang yang setia sesudah pemisahan mereka dari orang-orang yang tidak setia, mereka akan dihimpunkan lalu dibawa kembali ke gunung-gunung Samaria; dan bahwa mereka akan menanam dan memetik hasil tanaman mereka sendiri sebagai hal yang biasa.
21
“Karena kelak akan ada suatu hari; apa-bila para pengawal di atas Gunung Ef-raim akan berseru, Bangkitlah kamu, dan marilah kita naik ke Sion kepada Tuhan Allah kita.”
Para pengawal yang akan datang yang berasal dari Gunung Efraim, gantinya mereka memisahkan dirinya dari orang-orang yang berasal dari Gunung Sion seperti 50 yang diperbuatnya di masa lalu, mereka dengan gembira akan menghantarkan para anggota kembali ke Sion. Tidak lagi akan keluar pertanyaan, Mengapa begitu halnya, bahwa “nenek moyang kami menyembah di gunung ini; tetapi engkau mengata-kan, bahwa di Yerusalem adalah tempat orang patut menyembah?” Yohanes 4 : 20.
“Karena demikianlah firman Tuhan, Ber-nyanyi-nyanyilah dengan gembira bagi Yakub, dan berteriaklah di antara peng-hulu segala bangsa; beritakanlah olehmu, pujilah olehmu, dan katakan, Oh Tuhan, selamatkanlah umat-Mu, yang lagi ting-gal dari Israel itu.”
“Mereka yang lagi tinggal itu” adalah orang-orang yang luput dari “Pehukuman di dalam isi rumah Allah.” Umat Allah kini, sementara masih tinggal di antara penghulu bangsa-bangsa, didorong untuk memberitakan kabar baik ini di tengahtengah mereka itu dengan menyanyi, kegembiraan, dan pujilah, sambil mengata- 51 kan, “Oh Tuhan, selamatkanlah umat- Mu.” Kebenaran ini pada waktu ini adalah merupakan Kebenaran masa kini, dan ini akan diberitakan dan akan disambut. Bekerja dan berdoa untuk ini adalah yang disebut pekabaran dari hal jam itu.
“Tengoklah, Aku akan menghantarkan mereka ke sini dari negeri di sebelah utara, dan menghimpunkan mereka dari pesisir-pesisir bumi, maka bersama de-ngan mereka itu orang-orang buta dan yang timpang, wanita dengan anaknya dan dia yang sedang kesakitan hendak beranak bersama-sama; suatu rombongan besar akan kembali ke sana.”
Kita tidak perlu takut; semua usaha kita tidak akan sia-sia. Umat Allah yang jujur akan mendengar dan menyambut pekabaran hari ini, maka Tuhan akan mengumpulkan mereka sedemikian dari seluruh empat penjuru bumi. Apakah mereka itu buta ataupun timpang, apakah mereka itu wanita atau anak-anak, semua 52 mereka akan kembali kepada kebun anggur Tuhan.
“Mereka akan datang sambil menangis, dan dengan permohonan Aku akan meng-hantarkan mereka; Aku akan membawa mereka itu berjalan pada tepi-tepi sungai-sungai yang berair pada jalan yang rata, dimana mereka tidak akan terantuk kakinya; karena Aku adalah bapa bagi negeri Israel, dan Efraim adalah anak-Ku yang pertama.”
Ilham mengatakan, bahwa Efraim sendiri akan menjadi “sejumlah besar bangsa-bangsa.” Kejadian 48 : 19, 20.
“Dengarkanlah Firman Tuhan, hai kamu segala bangsa, dan nyatakanlah itu pada pulau-pulau yang jauh-jauh, dan kata-kanlah, bahwa Ia yang telah mencerai-beraikan Israel akan menghimpunkan dia, dan akan memeliharakan dia, seperti yang diperbuat seorang gembala terha-53 dap domba-dombanya.”
Allah sedang berbicara dan siapakah yang tidak berani memasukkan Firman- Nya ke dalam hatinya? Siapakah yang berani bersikap acuh tak acuh saja sambil berdiam diri? Supaya segala bangsa itu dapat mampu mengatakan, “Ia yang telah mencerai-beraikan Israel hendak menghimpunkan dia, dan hendak memeliharakan dia”, maka mereka harus merupakan bangsa-bangsa yang percaya, yaitu bangsa-bangsa yang memahami nubuatan-nubuatan dan janji-janji ini. Mereka akan melaksanakan apa yang sedang kita lakukan. Tetapi karena belum ada satu bangsa pun yang melakukan ini pada waktu sekarang ini, dan karena hanya kitalah orang-orang yang terlibat dengan pekerjaan ini, maka kebenaran menjadi nyata, bahwa pekabaran kita ialah untuk membangunkan bangsa-bangsa kepada kenyataan, bahwa kita, keturunan-keturunan yang terakhir dari dua belas suku bangsa Israel itu, adalah dipanggil untuk 54 menyatakan Kebenaran ini bukan hanya kepada semua saudara kita, melainkan juga kepada segala bangsa. Kemudian bangsa-bangsa itu akan memberitakannya kembali kepada bangsa-bangsa yang lain. Demikianlah yang dinyatakan oleh Alkitab. Mereka akan memberitakan, bahwa umat Allah akan dihimpunkan, dan juga akan dipelihara.
Oleh sebab itu kita tidak boleh gagal dalam kepercayaan kita. Kita harus membuktikan, bahwa panggilan kita adalah pantas.
“Karena Tuhan sudah menebus Yakub dan sudah melepaskan dia dari tangan orang yang lebih kuat daripadanya.”
23
Kita adalah tidak mampu untuk menebus diri kita sendiri; kita tidak mampu dengan kekuatan sendiri untuk kembali ke tanah air kita. Allah akan menyelesaikan semua ini bagi kita. Oleh sebab itu kita wajib berterima kasih, bahwa kemerdekaan 55 dan penebusan kita tidak bergantung pada diri kita sendiri. Tanggung jawab adalah pada Allah. Ia akan menebus kita dari dia yang lebih kuat daripada kita.
“Oleh sebab itu mereka akan datang dan menyanyi di atas bukit Sion, dan me-reka akan datang berkerumun kepada kebajikan Tuhan, karena gandum dan karena air anggur, dan karena minyak, dan karena domba-domba dan lembu-lembu muda; maka jiwa-jiwa mereka kelak akan jadi bagaikan taman yang disirami air; maka mereka tidak akan lagi bersusah hati. Kemudian kelak anak dara bersukaria dalam tari-tarian, baik orang-orang muda maupun orang-orang tua bersama-sama; karena Aku akan mengembalikan kesedihan mereka itu menjadi kegembiraan, dan Aku akan menghiburkan mereka, dan membuat mereka itu gembira dari kesusahannya. Maka Aku akan memuaskan jiwa segala imam dengan kelimpahan, maka umat-56 Ku akan dipuaskan dengan kebajikan-Ku, demikianlah firman Tuhan.
Saya yakin ayat-ayat ini tidak lagi memerlukan interpretasi atau pun penjelasan.
“Demikianlah firman Tuhan; bahwa ke-dengaranlah di negeri Rama bunyi suatu suara ratap dan tangis dan dukacita yang amat sangat; Rahel menangisi anak-anaknya, enggan ia dihiburkan karena anak-anaknya, sebab ketiadaan mereka itu. Demikianlah firman Tuhan, Tahani-lah suaramu daripada menangis, dan ma-tamu daripada mengeluarkan air mata, karena pekerjaanmu akan diberi pahala, demikianlah Firman Tuhan; maka mereka akan datang kembali dari negeri musuh.”
Untuk memahami ayat-ayat ini kita harus pertama-tama melihat kepada latar belakang sejarahnya. Rahel, isteri Yakub, hanya memiliki dua anak laki-laki, yaitu Yusuf dan Benyamin. Hanya kedua anak laki-laki ini yang telah dilahirkan bagi 57 Yakub di Tanah Perjanjian. Rahel meninggal sementara melahirkan Benyamin, maka dengan begitu ia sendiri tak mungkin menangis karena kehilangan anak-anaknya. Kedua anaknya berada dengan dia sewaktu ia meninggal. Oleh sebab itu satu-satunya kesimpulan yang dapat diambil ialah, bahwa Rahel dalam kata-kata firman ini adalah simbolis.
Sesudah kematian Salomo, kerajaan itu terbagi menjadi dua, sepuluh suku menempati sebelah utara, dan dua suku menempati sebelah selatan. Suku Yusuf berada dalam kerajaan yang satu, dan suku Benyamin berada dalam kerajaan yang satunya. Oleh sebab itulah Rahel harus melambangkan ibu dari anak-anak kedua kerajaan itu -- Yehuda dan Israel.
Kejadian ayat 15 dari Matius ini diaplikasikan kepada pembunuhan Herodes terhadap anak-anak dalam usahanya untuk membunuh Tuhan (Matius 2 : 18). Suatu penyelidikan terhadap ayat ini bersamasama dengan seluruh susunan dari pasal 58 akan mengungkapkan, bahwa aplikasi dari ayat itu lebih banyak dimaksudkan kepada tersebarnya kedua kerajaan itu, Yehuda dan Israel, dan dari hal kembalinya mereka itu dari negeri-negeri musuh mereka kepada tanah nenek moyang mereka.
“Maka adalah harapan pada akhir ma-samu, demikianlah firman Tuhan, bah-wa anak-anakmu akan datang kembali ke dalam perbatasan negerinya sendiri. Sesungguhnya sudah kudengar Efraim berkata dengan rawannya demikian; Engkau sudah menghukum daku, dan aku sudah dihukum seperti seekor lem-bu muda yang belum kenal akan kuk. Tobatkanlah aku, maka aku akan ber-tobat; karena Engkaulah Tuhan Allahku.”
Dua pikiran yang mencolok dikemukakan di dalam ayat ini; pertama, bahwa anak-anak dari Kerajaan itu akan datang kembali ke dalam perbatasan negerinya sendiri; dan kedua, bahwa mereka sebelumnya akan menjalani suatu pembangu- 59 nan dan reformasi besar. Mereka akan menyadari, bahwa hukuman Allah itu adalah bagi kebaikan mereka sendiri, dan bahwa Tuhan adalah Allah mereka. Reformasi ini, bersama-sama dengan kemurahan-kemurahan Allah, akan selanjutnya terlihat dalam ayat-ayat yang menyusul sebagai berikut :
“Sesungguhnya sesudah aku berbalik, aku menyesal; dan sesudah itu aku diajar, aku menepuk pinggang sebagai tanda berkabung; aku merasa malu dan kacau, sebab aku memikul celaan masa muda-ku. Adakah Efraim anak kesayangan-Ku? adakah ia seorang anak yang baik? Karena seberapa kali Aku berbicara me-lawannya, Aku masih mengenangnya dengan sungguh-sungguh; oleh sebab itu hati-Ku terharu akan dia; Aku pasti akan menyayanginya, demikianlah firman Tuhan.”
Ayat-ayat berikutnya berisikan perintah dan nasehat Allah bagi umat-Nya 60 sebagai berikut :
“Dirikanlah akan dirimu beberapa ram-bu jalan, taruhlah bagi dirimu timbunan tinggi; taruhlah hatimu pada jalan raya, ratakan jalan yang kamu tempuh; kem-balilah hai anak dara Israel, kembalilah ke kota-kotamu ini.”
Ilham di sini dengan penuh kepastian menganjurkan kepada umat Allah yang setia supaya bersiap-siap bagi kepulangan mereka ke Tanah Perjanjian, dan selanjutnya :
“Berapa lama lagi engkau hendak ber-lambatan, hai anak perempuan yang tia-da taat? Karena Tuhan telah menciptakan sesuatu yang baru di bumi, yaitu Seorang perempuan akan membatasi seorang laki-laki.”
Karena adalah tidak mungkin bagi seseorang perempuan betul-betul mampu 61 untuk membatasi seorang laki-laki, maka orang perempuan yang dibicarakan di sini harus merupakan simbol dari sidang. Dan orang laki-laki yang akan dibatasinya itu, menurut Ilham, adalah Tuhan sendiri. Oleh sebab itu, sidang akan dibuat membatasi Tuhan dan dengan begitu ia masuk ke dalam pengalamannya yang baru dan berbahagia.
“Menyanyi dan bersuka-sukaanlah, hai puteri Sion; karena sesungguhnya Aku datang, dan Aku akan tinggal di tengah-tengah kamu, demikianlah firman
26 Tuhan. Maka banyak bangsa akan meng-gabungkan diri kepada Tuhan pada hari itu, dan akan menjadi umat-Ku; maka Aku akan tinggal di tengah-tengah ka-mu, dan kamu akan mengetahui, bahwa Tuhan serwa sekalian alam telah me-ngutus aku kepadamu. Maka Tuhan akan mewarisi Yehuda sebagai pusaka bagian-Nya di Tanah Suci, dan Ia akan memilih kembali Yerusalem. Berdiamlah kamu, hai segala manusia, di hadapan hadirat 62 Tuhan; karena sudah bangkit Ia keluar dari tempat kediaman-Nya yang suci.”
“Demikianlah firman Tuhan serwa se-kalian alam, Allah orang Israel, bahwa kata-kata ini akan dipakai orang kem-bali di tanah Yehuda dan di dalam kota-kotanya, apabila Aku akan membawa kembali mereka dari perhambaannya; kiranya Tuhan memberkati engkau, hai tempat kediaman keadilan, dan gunung kesucian. Maka di sana akan tinggal di Yehuda itu sendiri dan di dalam semua kotanya bersama-sama para petani, dan orang-orang pengembara pembawa dom-ba-domba.”
Berulang kali kita diberi tahu, bahwa Kerajaan Tuhan, sidang yang sudah disucikan itu, yang bebas dari lalanglalang, bukanlah sesuatu yang mistik, melainkan bahwa ia itu adalah betul-betul nyata. 63 “Karena sudah Aku memuaskan dahaga jiwa yang berlelah, dan sudah Aku me-nyenangkan setiap jiwa yang penuh ke-susahan. Karena inilah Aku terbangun dan ku lihat; maka tidurku adalah me-nyenangkan bagiku.”
Terbukti bahwa bangunnya nabi itu menunjukkan kepada kebangkitan rohani umat. Dan kepuasan tidurnya itu menunjuk kepada kecintaan umat itu untuk terus dalam tidur mereka, yaitu keragu-raguan mereka untuk bangun kepada kenyataankenyataan ini.
“Tengoklah, hari-hari itu datang, demi-kianlah firman Tuhan, bahwa Aku akan menaburi tempat kediaman Israel dan tempat kediaman Yehuda dengan benih manusia dan dengan benih binatang.”
27
Sesudah Kerajaan ini selesai didirikan di tanah perjanjian, maka ia akan bertumbuh baik dengan manusia maupun dengan 64 binatang sama seperti yang dilambangkan di dalam Daniel pasal dua dengan penjelasannya sebagai berikut :
“Batu yang menghancurkan patung itu menjadi sebuah gunung yang besar, dan memenuhi seluruh bumi.” Daniel 2 : 35. “Dalam masa raja-raja ini”, bukan sesudah masa sejarah mereka, “Allah di surga akan mendirikan sebuah kerajaan, dan .....Ia (Kerajaan itu) akan menghan-curluluhkan dan menghabiskan semua kerajaan ini….” Daniel 2 : 44.
Bagaimanakah mereka itu akan meningkat berlipat ganda lalu memenuhi bumi? Biarlah nabi Yesaya memberikan jawabannya sebagai berikut :
“Maka akan jadi kelak di akhir za-man, bahwa bukit rumah Tuhan akan diperdirikan di atas puncak segala gu-nung, dan akan ditinggikan di atas segala bukit; maka segala bangsa akan mengalir datang kepadanya. Maka banyak orang akan pergi dan mengatakan, Datanglah, 65 dan marilah kita naik ke bukit Tuhan, ke rumah Allah Yakub; dan kita akan berja-lan di dalam segala lorong-Nya, karena dari dalam Sion akan terbit hukum, dan Firman Tuhan dari Yerusalem.” Yesaya 2: 2, 3.
“Maka akan jadi kelak, bahwa seperti halnya Aku sudah mengawasi akan me-reka itu, mencabut dan merobohkan, dan melemparkan, dan membinasakan, dan menyusahkan; demikian juga Aku akan mengawasi akan mereka itu untuk mem-bangun dan untuk menanam, demikian firman Tuhan.”
Dari kalimat-kalimat Alkitab ini kita saksikan bagaimana Tuhan akan membangun dan meningkatkan Kerajaan itu, dan membuatnya memenuhi bumi.
“Pada masa itu mereka tidak akan lagi mengatakan, bahwa bapa-bapa sudah memakan buah anggur yang masam, dan 28 66 gigi anak-anak sudah menjadi ngilu. Me-lainkan setiap orang akan mati karena kejahatannya sendiri; setiap orang yang makan buah anggur yang masam giginya akan ngilu.”
Kerajaan kuno yang dulu telah terpecah belah karena dosa-dosa orang-orang yang memimpin dan memerintah bangsa itu; maka dengan begitu semua orang, yang baik maupun yang jelek, sama-sama menderita. Salah seorang dari orangorang baik yang menderita karena dosadosa orang yang jahat adalah Daniel. Dan demikian itulah telah jadi. Tetapi kini kita sedang datang kepada hari itu apabila masing-masing orang akan mati untuk kejahatannya sendiri. Mikhael akan bangkit berdiri dan “setiap orang yang akan didapati namanya tertulis di dalam kitab” akan diselamatkan (Daniel 12 : 1).
“Tengoklah, hari-hari itu datang, demi-kianlah firman Tuhan, bahwa Aku akan membuat suatu perjanjian yang baru 67 dengan isi rumah Israel, dan dengan isi rumah Yehuda; bukan menurut seperti perjanjian yang sudah Ku perbuat dengan nenek moyang mereka tatkala Aku me-megang tangan mereka dan menghantar-kan mereka itu keluar dari negeri Mesir, yang mana perjanjian-Ku itu sudah di-rombaknya, walaupun Aku adalah suami bagi mereka itu, demikianlah firman Tu-han; tetapi ini akan menjadi perjanjian yang akan Ku buat dengan isi rumah Israel; sesudah hari-hari itu, demikianlah firman Tuhan, maka Aku akan memasuk-kan hukum-Ku ke dalam batin mereka, dan menuliskannya dalam hati mereka; dan Aku akan menjadi Allah mereka, dan mereka akan menjadi umat-Ku.”
Saudara saksikan, bahwa perjanjian baru ini akan mulai berlaku efektif pada masa pengumpulan. Kemudian semua umat Allah akan mengetahui bedanya antara yang baik dan yang jahat. Demikianlah akan mereka ketahui apa artinya kehendak dan jalan Tuhan. Dan dengan demikian 68 mereka akan mampu memperlihatkan yang baik itu dan meninggalkan yang jahat. Mereka akan secara alami dan dengan senang hati cenderung untuk berbuat baik, sama seperti mereka sekarang cenderung untuk berbuat jahat.
Nebukadnezar, raja Babil, adalah seorang raja yang amat hebat. Ia memerintah sebuah kerajaan yang besar, dan tinggal dalam sebuah istana yang mulia. Tetapi 29 segera sesudah hati manusianya diambil daripadanya dan hati seekor binatang dimasukkan ke dalamnya, maka segera itu juga semua keinginan dan jalan-jalannya sendiri meninggalkan dia dan keinginankeinginan dan jalan-jalan dari seekor binatang memasukinya. (Lihat Daniel 4 : 16). Demikian pula dengan umat Allah : segera setelah Ia memasukkan hukum-Nya ke dalam batin mereka, dan menuliskannya di dalam hati mereka, maka segera itu juga keinginan hati daging dan permusuhan melawan hukum Allah akan menghilang. Tidak lagi umat Allah akan perlu menga- 69 takan, Apabila kita “hendak berbuat baik, yang jahat adalah hadir.” “Oh, orang cela-ka aku ini; siapakah yang dapat melepas-kan aku dari tubuh maut ini?” Roma 7 : 24.
“Dan tiada lagi mereka itu akan me-ngajarkan setiap orang tetangganya dan setiap orang saudaranya dengan menga-takan, Hendaklah kamu mengenal akan Tuhan; karena mereka semuanya akan mengenal Aku, daripada yang terkecil-nya sampai kepada yang terbesarnya, demikianlah firman Tuhan; karena Aku akan mengampuni semua kejahatan me-reka dan dosa mereka tidak akan Ku ingat lagi.”
Perhatikan, bahwa orang-orang berdosa dan orang-orang yang tidak mengenal Allah tidak akan lagi terdapat di antara umat Allah. Pasti sesuatu perubahan akan datang. Keadaan perkara-perkara yang ada sekarang tidak akan berlangsung lama lagi, orang-orang berdosa akan disingkir- 70 kan untuk selama-lamanya. Dan betapa gembiranya kita sepatutnya, bahwa jika kita sekarang bertobat, maka semua dosa kita akan diampuni dan dilupakan, dan bahwa tak seorangpun lagi akan mengingatkan kita akan dosa-dosa itu.
“Demikian firman Tuhan yang mengaru-niakan matahari akan terang pada siang hari, dan peraturan-peraturan bulan dan bintang-bintang bagi terang pada malam hari, yang membelahkan laut apabila ombak-ombaknya menderu; Tuhan serwa sekalian alam adalah nama-Nya : Jika se-kiranya semua peraturan itu lenyap dari hadapan-Ku, demikian firman Tuhan, maka benih Israel pun akan berhenti da-ripada menjadi suatu bangsa di hadapan-Ku untuk selamanya.”
30
Di sini terdapat jaminan Allah yang terpercaya melawan semua keragu-raguan dan ketidakpercayaan. Sebagaimana orangorang yang ragu-ragu tidak mungkin dapat merubah peraturan-peraturan dari se- 71 gala langit, demikian pula halnya, bahwa umat Allah pasti akan sekali lagi menjadi suatu bangsa Teokrasi.
“Demikianlah firman Tuhan. Jika kiranya langit di atas dapat diukur, dan segala alas bumi di bawah dapat diduga, maka Aku akan juga membuang segala benih Israel karena sebab segala perbuatannya, demikianlah firman Tuhan. Tengoklah, hari-hari itu datang demikianlah firman Tuhan, bahwa kota itu akan diperdirikan bagi Tuhan dari menara Hananiel sampai kepada pintu gerbang ujung. Dan tali pengukur masih akan merentang terus sampai ke bukit Gareb, dan akan mem-belok ke Goath. Maka segenap lembah dari mayat, dan dari habu, dan semua ta-nah datar sampai ke anak sungai Kidron, sampai ke sudut pintu gerbang kuda arah ke timur itu, akan menjadi suatu kesucian bagi Tuhan; ia itu tidak akan lagi dicabut atau dibongkar untuk selama-lamanya.”
72Demi untuk membawa semua janji-janji Tuhan yang tidak terucapkan kebahagiaannya, yang telah diharapkan berabad-abad, pelajaran ini diterbitkan tanpa bayaran bagi yang ingin memilikinya. Kirimlah nama dan alamat anda pada alamat yang tertera pada sampul belakang buku ini.
* * *
31
73Surat dialamatkan kepada:
Universal Publishing Association
(Kantor Pusat)
Waco, Texas 76714
U S A
Universal Publishing Association
(Divisi Indonesia)
P. O. Box 6965/JAT-PK
Jakarta 13710
e-mail:
gadsdaid@yahoo.com
dikerjakan oleh:
Penerbitan 2018
74UNIVERSAL PUBLISHING ASSOCIATION
P.O. BOX 7613
WACO, TX 76714
+1 800-729-7494
www.davidiantoday.org