Perpustakaan PDF
Amaran Sekarang - Jilid 1 - No. 33, 34, 35

Penyebaran, Waktu, dan KelepasanHasil Rampasan si Perampas yang Dirampas oleh yang Pincang dan LemahBangsa-Bangsa Menyaksikan Edom Binasa, Padang Tandus Berbunga, dan Sebuah Jalan Raya ke Sion

1AS33 / 1AS34 / 1AS35

V. T. HOUTEFF

Agar setiap orang yang berhaus akan kebenaran

dapat memperolehnya, maka buku-buku kecil ini disebarkan dengan cuma-cuma. Hanya satu permohonan yang dimintanya, yaitu setiap jiwa wajib memeriksa segala perkara dan berpegang teguh pada mana yang baik. Hanya benang-benang

untaian keemasan Eden dan tali-tali pengikat Golgota yang berwarna darah -- ikatan-ikatan yang mengikat itu yang merupakan pita pengikat buku

gratis yang kecil ini.

Kami sangat menghargai nama dan alamat anggota

MAHK yang dikirimkan.

1

AMARAN
SEKARANG

Satu-Satunya Kedamaian Pikiran

Penyebaran, Waktu, dan Kelepasan

Hasil Rampasan Si Perampas Yang Dirampas Oleh Yang Pincang dan Lemah

Bangsa-Bangsa Menyaksikan Edom Binasa, Padang Tandus Berbunga, dan Sebuah

Jalan Raya Ke Sion

VICTOR T. HOUTEFF
Universal Publishing Association

P. O. Box 6965/JAT-PK, Jakarta 13710

e-mail : gadsdaid@yahoo.com

2

Naskah Untuk Berdoa

Saya akan membaca dari buku “The Mount of Blessing,” halaman 190, dimulai dengan paragraf yang terdapat pada pertengahan halaman itu.

Mount of Blessing, p. 190 :

“Setiap janji yang terdapat di dalam firman Allah memperlengkapi kita dengan masalah pokok untuk berdoa, mengemu- kakan kepada kita penegasan jaminan Allah sebagai pegangan kepastian kita. Apapun berkat rohani yang kita perlukan, adalah hak kewajiban kita untuk memin- tanya melalui perantaraan Yesus. Kita boleh memberitahukannya kepada Tuhan dengan kesederhanaan seorang anak kecil sesuai dengan apa saja yang sebenarnya kita perlukan. Kita boleh mengemukakan kepada-Nya masalah-masalah kita yang ada: memohon kepada-Nya roti dan pakai- an seperti juga akan roti hidup dan akan jubah kebenaran Kristus. Bapa samawimu 3 mengerti, bahwa engkau memerlukan se- mua perkara ini, maka kamu diundang untuk memohonkannya kepada-Nya. Ada- lah oleh perantaraan nama Yesus, maka semua yang berkenan dapat diperoleh. Allah akan menghargai nama itu, dan Ia akan menyediakan bagimu semua keperlu- an itu dari kekayaan-kekayaan kerelaan hati-Nya.”

Marilah kita sekarang simpulkan apa saja yang akan kita doakan pada sore hari ini. Kita perlu berdoa untuk mendapatkan iman yang kokoh terhadap jaminan bahwa tanpa memandang apakah itu berkat-berkat rohani ataupun badani yang mungkin kita perlukan, adalah hak dan kewajiban kita untuk pergi kepada Tuhan dengan kesederhanaan seorang anak kecil lalu memohon semua berkat ini di dalam nama Yesus. Kita perlu berdoa memohonkan pertolongan meminta kepada Allah supaya memenuhi janji-Nya; berdoa agar Ia merealisasikan janji-Nya sesuai dengan yang dikatakan-Nya apabila Ia berjanji 4 untuk menghargai nama Yesus dan untuk memenuhi semua kebutuhan kita dari semua kelimpahan kekayaan-Nya.

Copyright, 1953

Hak Cipta Dijamin

V. T. HOUTEFF

2

5

PENYEBARAN, WAKTU, DAN
KELEPASAN

Oleh :
Victor T. Houteff
Pendeta dari Persekutuan Davidian
Masehi Advent Hari Ketujuh
Sabat, 22 Maret 1947
Kapel Gunung Karmel, Waco, Texas

Pada sore hari ini kita akan mempelajari buku Yesaya, pasal 31 dan pasal 32. Dalam pasal-pasal ini akan kita saksikan sebabsebab dari tertawannya Sion di bawah bangsa-bangsa Kafir, batas waktunya, dan kelepasan Israel contoh saingan.

“Celakalah orang-orang yang pergi ke Mesir minta pertolongan, yang mengan-dalkan kepada kuda-kuda, yang percaya kepada keretanya yang begitu banyak, 6 dan kepada pasukan berkuda yang begi-tu besar jumlahnya karena mereka sangat kuat, tetapi tiada memandang kepada Yang Maha Kudus, Allah orang Israel, dan tiada mencari Tuhan. Akan tetapi Dia yang juga bijaksana dan akan mendatang-kan malapetaka, dan tidak akan menarik firman-Nya; Ia akan bangkit melawan kaum penjahat, dan melawan bala bantu-an orang-orang lalim. Sebab orang Mesir adalah manusia bukan Allah, dan kuda-kuda mereka adalah daging, bukan Roh. Apabila Tuhan mengacungkan tangan-Nya, tergelincirlah yang membantu dan jatuhlah yang dibantu, dan mereka seka-liannya gagal bersama-sama. Sebab begi-nilah firman Tuhan kepadaku: Seperti seekor singa atau singa muda mengge-ram untuk mempertahankan mangsanya, dan tidak terkejut mendengar teriakan seluruh pasukan gembala yang dikerah-kan melawan dia, dan tidak mengalah terhadap keributan mereka, demikianlah Tuhan semesta alam akan turun berperang untuk mempertahankan Gunung Sion 7 dan bukitnya.”

Walaupun Tuhan mengijinkan kerajaan kuno-Nya yang dahulu itu ditaklukkan oleh bangsa-bangsa Kafir, kata-kata fir-

3 man ini menunjukkan bahwa Ia tak lama lagi akan melepaskannya. Bukan saja akan dilepaskan-Nya umat-Nya dan Gunung Sion, melainkan juga Ia akan mempertahankannya.

“Seperti burung terbang, demikian pun Tuhan serwa sekalian alam akan melin-dungi Yerusalem; dipeliharakannya dan juga dilepaskannya, dimerdekakannya dan diluputkannya. Bertobatlah kamu kepada-Nya dari Siapa bani Israel telah mendurhaka dengan hebatnya.”

Setelah sampai kini pada masa kelepasan mereka itu, maka Tuhan kini sedang menghimbau kepada umat-Nya untuk kembali kepada-Nya -- untuk bereformasi. 8 “Karena pada hari itu masing-masing mereka akan membuang semua berhala-nya yang daripada perak, dan berhalanya yang daripada emas yang telah dibuat oleh tangan-tanganmu sendiri bagimu akan suatu dosa.”

Ia tegaskan, bahwa kembali kepada- Nya, ialah dengan jalan membuang setiap berhala. Bilamana pembangunan dan reformasi yang sedemikian besar ini terlaksana di antara umat Allah, maka Ia tambahkan :

“Assiria akan rebah oleh pedang, tetapi bukan oleh pedang orang perkasa, dan akan dimakan habis oleh pedang, tetapi bukan pedang manusia licik, mereka akan melarikan diri dari pedang, dan taruna-tarunanya akan ditaklukkan. Maka ia akan lari karena sangat ketakutan, dan segala penghulunya akan lari ketakutan karena alamat itu, demikianlah firman Tuhan yang mempunyai api di Sion dan dapur api di Yerusalem.”

9

Karena penyembahan berhala, maka orang-orang Assiria diperkenankan untuk menaklukkan umat Allah zaman dahulu berikut tanahnya yang permai itu. Dan adalah pasti, bahwa orang-orang Assiria akan mengusai tanah itu selama umat Allah zaman dahulu masih melanjutkan penyembahan berhala mereka. Tetapi segera setelah semua berhala disingkirkan, ya, segera setelah pembangunan besar dan reformasi terlaksana di dalam hati umat itu, maka orang-orang Assiria itu (kekuasaan

4 yang kini sedang menguasai mereka) akan pasti runtuh, dan demikian pula umat Allah akan pasti kembali. Orang-orang Assiria itu akan jatuh sedemikian ini, bukan oleh pedang orang kuat perkasa, dan bukan oleh pedang orang licik, melainkan “oleh perantaraan suara Tuhan orang-orang Assiria itu akan dihancurkan, yaitu dipalu dengan tongkat.” Yesaya 30 : 31.

“Bahwasanya, seorang raja akan me-merintah dengan kebenaran dan semua 10 penghulu akan memimpin dengan ke-adilan. Maka seorang akan menjadi se-perti perlindungan daripada angin dan persembunyian daripada badai, dan se-perti sungai di tempat yang kering, dan seperti naungan batu besar di tanah yang tandus. Pada masa itu mata orang yang melihat tiada akan tertutup, dan telinga orang yang mendengar akan memperha-tikan. Juga hati orang yang gegabah itu akan memahami pengetahuan, dan lidah orang yang gagap itu akan dapat berbica-ra dengan jelas.

“Orang keji tiada lagi akan dikata-kan dermawan, dan orang kasar tidak lagi dikatakan pemurah. Sebab orang jahat akan berkata jahat, dan hatinya akan berbuat jahat, untuk melaksanakan kemunafikan, dan akan mengucapkan kesalahan melawan Tuhan, mengosong-kan jiwa orang yang lapar, dan ia akan menjauhkan minuman dari orang yang haus. Orang kasar itu pun segala renca-nanya jahatlah adanya : ia merencanakan 11 berbagai tipu untuk membinasakan orang miskin dengan kata-kata bohongnya, walaupun orang yang miskin itu sudah berkata benar. Tetapi orang dermawan itu merencanakan segala kebajikan, ma-ka oleh perkara-perkara kebajikannya ia akan tetap berdiri.”

Kembali kepada umat-Nya yang dahulu, Ilham menyatakan, bahwa walaupun kerajaan mereka itu nasibnya harus runtuh, namun pada suatu masa seorang Raja akan bangkit memerintah dengan kebenaran, dan semua penghulunya akan memimpin dengan keadilan; bahwa pada hari itu Seseorang akan menjadi seperti tempat berlindung, bagaikan air di tempat yang kering, dan bagaikan tempat bernaung di bawah batu besar di tanah yang kekeringan (Yesaya 32 : 2); sehingga walaupun umat itu secara rohaniah buta dan tak dapat melihat, namun akan datang suatu hari apabila orang-orang yang memiliki penglihatan akan menyaksikan dengan jelas, dan mereka yang bertelinga akan 12 mendengar dengan jelas; sehingga hati orang yang gegabah kelak akan memahami pengetahuan dan lidah orang yang gagap akan siap untuk berbicara dengan jelas; sehingga orang fasik akan kelak dikenal sebagai orang fasik, dan orang kasar tidak akan lagi disebut dermawan; sehingga orang-orang jahat dan orang-orang munafik akan dikenal sebagai orang-orang yang berbicara salah melawan Tuhan dan yang berusaha menipu jiwa-jiwa yang lapar dan haus secara rohaniah; sehingga kelak pada lain pihak orang-orang penipu akan terlihat sebagai orang-orang yang menciptakan cara-cara yang akan membuat orang miskin makin lebih miskin. (Ye-

“Bangkitlah kamu, hai wanita-wanita yang bersenang-senang, dengarlah oleh-mu akan suara-Ku, hai kamu puteri-puteri yang alpa, perhatikanlah pembicaraan-Ku. Berhari-hari dan bertahun-tahun ka-mu akan susah, hai wanita-wanita yang 13 alpa : karena panen buah anggur akan gagal, hasil-hasil pengumpulan tidak akan ada. Gementar, kamu wanita-wanita yang bersenang; susah, kamu yang alpa: tanggalkanlah bajumu dan kenakanlah kain berkabung pada pinggangmu.

“Mereka akan meratap karena sebab susu dan bendang-bendang yang indah-indah dan karena sebab segala kebun anggur yang subur. Pada tanah umat-Ku akan tumbuh duri dan onak; bahkan pada segala rumah kesukaan yang di dalam mahligai yang penuh kesenangan itu; semua puri negeri itu akan ditinggalkan; benteng-benteng dan tugu-tugunya akan menjadi tempat lapang untuk selamanya, yaitu tempat keledai hutan bersukaria dan kawanan binatang mencari makan.”

“Wanita-wanita” yang disebut di sini tentunya ialah “Ahola” dan “Aholibah” (Yeheskiel 23), yaitu nama samaran dari Yehuda dan Israel. Di sini digambarkan tersebarnya mereka itu di antara orangorang Kafir dan hukuman yang harus 14 mereka pikul.

“Sampai dicurahkan kepada kita Roh dari atas, dan padang gurun menjadi kebun 6 buah-buahan, dan kebun buah-buahan itu dianggap sebagai hutan.”

Di sini kepada kita diceritakan, bahwa umat itu akan berada di antara bangsabangsa Kafir, dan tanah itu tetap sunyi sampai kelak Roh dicurahkan ke atas mereka dari atas. Kemudian mereka akan kembali.

Sekarang kita telah saksikan sebab alasan dari tersebarnya mereka itu dan bahwa turunnya Roh itu menandai kelepasan mereka. Benar, maka kemudian tanah mereka tidak akan lagi dikuasai orang, rumah-rumah mereka tidak akan lagi sunyi ditinggalkan. Bahkan padang tandus pun akan menjadi padang buah-buahan, dan padang buah-buahan akan dianggap sebagai hutan -- pada masa itu akan ada kelimpahan penuaian jiwa-jiwa. 15 “Pada masa itu di padang belantara juga akan ada keadilan, dan di padang buah-buahan akan tetap ada kebenaran. Maka pekerjaan kebenaran adalah damai dan sejahtera, dan akibat dari kebenaran ialah ketenangan dan jaminan untuk selama-lamanya. Maka bangsa-Ku akan diam di tempat yang damai, di tempat tinggal yang tenteram, di tempat peristirahatan yang aman, apabila akan datang hujan air beku ke atas hutan rimba, dan kota akan direndahkan serendah-rendahnya. Berbahagialah kamu yang menabur pada tempat yang banyak air, yang membiar-kan sapi dan keledainya pergi ke sana.”

Sekarang apakah yang telah dapat kita peroleh dari kedua pasal buku Yesaya ini? Sesungguhnya kita telah memiliki suatu kesimpulan dari pokok masalah yang telah disajikan oleh pasal-pasal yang terdahulu. Sekarang bahkan lebih jelas kita saksikan daripada sebelumnya, bahwa penyembahan berhala Israel kuno yang lalu 16 telah mendorong Allah untuk membiarkan mereka dikuasai oleh orang-orang Assiria. Namun Ia adalah sangat mampu untuk melepaskan mereka apabila umat-Nya mendengar akan panggilan-Nya dan melepaskan semua berhala mereka; apabila mereka kembali kepada Tuhan, apabila pembangunan dan reformasi yang besar ini yang dianjurkan di dalam pasal ini pada akhirnya berhasil. Demikian inilah, bahwa “melalui suara Tuhan bangsa Assiria 7 akan dijatuhkan, yaitu mereka yang telah memalu dengan tongkat.” Yesaya 30 : 31. Kemudian daripada itu seorang Raja akan memerintah dengan kebenaran. Kemudian orang-orang jahat dan orang-orang munafik akan diperlakukan juga demikian. Pada hari itu akan ada suatu penuaian jiwa-jiwa yang besar dan gilang-gemilang. Sekarang karena kita telah menyaksikan dengan jelas akan waktu itu, keperluannya, dan kelepasannya, maka marilah Saudarasaudariku, kita percepatkan kedatangan hari itu dengan cara meninggalkan semua berhala kita, lalu mengembalikan hati kita 17 sebulat-bulatnya kepada Allah kita.

8

18

Naskah Untuk Berdoa

Datanglah Kepada Allah Seperti Anak-

Anak Kecil

Pada sore hari ini kita akan melanjutkan pembacaan kita dari buku “The Mount of Blessing.” Kita akan melanjutkan dari apa yang kita tinggalkan pada minggu yang lalu, yaitu pada halaman 191.

Mount of Blessing, p. 191 :

“Namun janganlah lupa, bahwa dalam menghampiri Allah sebagai seorang bapa, engkau mengakui hubunganmu dengan Dia sebagai seorang anak. Engkau tidak saja menaruh harap kepada kebaikan- Nya, tetapi dalam segala hal engkau harus berserah kepada kehendak-Nya, mema- hami bahwa kasih-Nya adalah tidak ber- obah. Serahkanlah dirimu kepada peker- jaan-Nya. Adalah bagi mereka Ia telah menghimbau untuk mencari dahulu ke- rajaan Allah dan kebenaran-Nya, sehingga Yesus telah memberikan janji, “Pintalah, 19 maka kamu akan memperoleh.”

“Karunia-karunia dari Dia yang me- miliki semua kuasa di dalam Sorga dan di bumi adalah tersimpan bagi anak-anak Allah. Karunia-karunia yang demikian bernilai yang semuanya itu datang ke- pada kita melalui pengorbanan darah Juruselamat yang sangat berharga itu; karunia-karunia yang akan memuaskan keinginan-keinginan hati yang terdalam; karunia-karunia yang kekal selama- lamanya yang akan diperoleh dan di- nikmati oleh semua orang yang hendak datang kepada Allah sebagai anak-anak kecil. Tagihlah janji-janji Allah sebagai janji-janjimu sendiri, kemukakanlah se- mua itu ke hadapan-Nya seperti akan kata-kata-Nya sendiri, maka engkau akan memperoleh kegembiraan sempurna.”

Marilah kita berdoa supaya menjadi kenyataan, bahwa hubungan kita dengan Allah adalah bagaikan hubungan anak kecil dengan orangtuanya; bahwa kita menaruh harap kepada Allah dalam segala 20 perkara seperti seorang anak kecil menaruh harap kepada orangtuanya; bahwa kita mengerti jika kita pasrahkan diri kita sepenuhnya kepada kehendak dan pekerjaan-Nya, maka kita boleh memohon dan akan menerima; bahwa Ia menyimpan bagi kita karunia-karunia yang akan memuaskan keinginan hati yang terdalam, karuniakarunia yang kekal selama-lamanya; dan bahwa jika kita pergi hanya kepada-Nya sebagai anak-anak kecil lalu berpegang pada kata-kata-Nya, maka semua janji ini yang di dalam Firman-Nya akan menjadi milik kita.

* * * 9

21

HASIL RAMPASAN
SI PERAMPAS
DIRAMPAS OLEH YANG
PINCANG DAN LEMAH

Oleh :
Victor T. Houteff
Pendeta dari Persekutuan Davidian
Masehi Advent Hari Ketujuh
Sabat, 29 Maret 1947
Kapel Gunung Karmel, Waco, Texas

Pokok pembicaraan ini terdapat di dalam Yesaya pasal 33. Kita akan memulaikan penyelidikan dengan,

“Celakalah engkau, hai perusak yang tidak dirusak sendiri, dan engkau hai penggarong yang tidak digarong sendiri. Apabila engkau selesai merusak, engkau sendiri akan dirusak; apabila engkau 22 habis menggarong, engkau sendiri akan digarong.”

Dengan mempertimbangkan akan apa yang menyusul di dalam pasal ini serta di dalam dua pasal berikutnya (karena pasal 34 dan pasal 35 adalah sebagian dari pokok masalah yang terdapat di dalam pasal 33), maka jelaslah bahwa “celaka” itu diucapkan terhadap dia, yaitu sidang yang ada sebelum “hari Tuhan yang besar dan hebat itu,” yaitu saat mana orang-orang berdosa di Sion binasa, saat mana orangorang yang bertobat memperoleh upah mereka, -- “hari pembalasan Tuhan, dan tahun bagi pengganjaran semua perkara Sion.” Yesaya 34 : 8.

Khusus kepada sidang ditunjukkan melalui kenyataan, bahwa tidak seperti halnya Sidang Wasiat Lama, ia telah merampas membinasakan tetapi ia sendiri tidak dirampas dibinasakan; bahwa ia telah bertindak dengan khianat tetapi ia sendiri tidak ditindak sedemikian itu. Tetapi Ilham selanjutnya meramalkan suatu kebalikan 23 daripada keadaan ini sebagai berikut: Sidang akan dirampas dibinasakan dan akan ditindak dengan khianat. Tetapi orangorang setianya yang terdapat di tengahtengahnya akan memperoleh kemurahan, sebab mereka bermohon sebagai berikut :

“Ya Tuhan, kasihankanlah kami; kami te-lah menanti-nantikan Dikau. Lindungi-lah mereka setiap pagi dengan tangan-Mu, dan peliharakanlah kami pada masa kesusahan.”

Ayat ini menunjukkan, bahwa sementara pemberitahuan celaka itu (ayat 1) disampaikan, maka pada masa yang sama suatu reformasi yang kuat akan terjadi di antara umat penyelidik Kebenaran Allah. Mereka sedang berdoa, bukan hanya bagi dirinya saja, melainkan juga bagi saudarasaudara mereka. Mereka sepenuhnya menyadari bahwa mereka sedang mendekati masa kesusahan itu, dan harapan mereka terletak pada kenyataan, bahwa mereka telah menunggui Tuhan. Kuasa Allah akan 24 dirasakan di seluruh bumi.

“Oleh bunyi gemuruh berlari-larilah bangsa itu; oleh bangkit berdiri Engkau segala bangsa tercerai-berailah.”

Ayat ini menyatakan, bahwa bilamana Allah menyatakan kuasa-Nya di antara umat-Nya, maka dunia akan merasakan akibat-akibatnya.

“Maka semua rampasanmu akan dikum-pulkan bagaikan pengumpulan makan-an oleh ulat bulu, mereka menyerbunya seperti serbuan kawanan belalang.”

Barang-barang rampasan yang didapat oleh sidang itu, Ia kumpulkan bagaikan pengumpulan oleh ulat bulu. Kemudian akan dikatakan,

“Tuhan ditinggikan, karena Ia bersema-yam pada tempat yang tinggi : Ia telah memenuhi Sion dengan keadilan dan 25 kebenaran.”

Apabila semua perkara ini jadi, maka Sion (sidang yang sudah disucikan) akan dipenuhi dengan keadilan dan kebenaran. Lagi pula, bahwa umat Allah yang setia akan memiliki jaminan berikut ini,

“Maka hikmat dan pengetahuan akan menjadi kepastian segala masamu dan kekuatan selamatmu : takut akan Tuhan ialah harta-Nya.”

Tetapi dari hal orang-orang kuat mereka yang tidak bertobat Ilham menyatakan :

“Bahwasanya segala orang sombong me-reka itu akan berseru-seru diluar : Semua utusan damai akan meratap tersedu-sedu.”

Di sini kita saksikan, bahwa orangorang yang memberitakan damai sebagai gantinya hari Allah itu, akan “meratap tersedu-sedu.” 26 “Segala jalan raya menjadi sunyi, seorang perjalanan pun tiada lalu daripada jalan itu: sudah dirombaknya perjanjian, sudah diremehkannya semua negeri, tiada lagi diindahkannya seorang manusia pun.”

Dalam bahasa hari ini ayat ini akan berbunyi sebagai berikut : Rute-rute perjalanan penginjilan telah menjadi sunyi; penginjilan itu sendiri berhenti; ia telah melanggar ikatan perjanjiannya; ia telah meremehkan semua negeri; ia tidak menghargai seorangpun.

“Bumi berkabung dan merana : Libanon telah menjadi malu dan mati rebah Sharon sudah seperti padang belantara; dan Bashan dan Karmel luruh semua buahnya.”

Semua kata benda dalam ayat ini merupakan lambang yang mengandung arti yang dalam, dan masa kegenapannya masih jauh di depan; kita belum siap untuk 27 memberikan sesuatu komentar.

“Sekarang Aku akan bangkit berdiri, de-mikianlah firman Tuhan; sekarang Aku akan ditinggikan; sekarang Aku hendak mengangkat diri-Ku sendiri.”

12

Pada masa semua keadaan yang digambarkan di sini menjadi kenyataan, maka kelak Tuhan akan bangkit dan ditinggikan dan diangkat. Tetapi bagi mereka yang bersalah Ia amarkan,

“Kamu akan mengandung merang, kamu akan memperanakkan jerami : nafasmu seperti api akan makan habis dirimu.”

Kembali kepada orang-orang berdosa dan orang-orang munafik di antara umat- Nya, terhadap siapa celaka dari ayat satu telah diucapkan dengan sebenarnya, Allah menyatakan bahwa hasil dari semua perbuatannya akan merupakan merang dan jerami, sehingga nafasnya sendiri 28 akan menelan mereka seolah-olah itu api adanya. Lagi pula dari hal pengikut-pengikut mereka Ia tambahkan:

“Maka orang banyak itu akan jadi seper-ti pembakaran kapur : seperti duri-duri yang ditebas mereka itu akan dibakar di dalam api.”

Oleh memulaikan pekerjaan penyucian- Nya di Sion, Ia menyatakan :

“Dengarlah olehmu, hai kamu yang jauh, apa yang telah Ku perbuat; dan kamu yang dekat, akuilah olehmu akan kuasa-Ku. Bahwa takutlah segala orang berdosa di Sion; kegentaran berlaku atas semua orang munafik. Siapa gerangan di antara kita akan duduk bersama-sama dengan api yang memakan habis? Siapa gerangan di antara kita yang akan duduk bersama-sama dengan nyala api yang kekal sela-manya?

29

Apabila Hakim yang adil bangkit untuk menampi orang banyak itu, maka orang-orang munafik tidak akan menyombongkan diri, bahwa mereka “adalah orang-orang Kristen yang baik sama seperti lainnya.” Mereka juga tidak akan lagi berkata, “Kami tidak lagi memerlukan Kebenaran.” Sebaliknya, ketakutan dan kekejutan akan menimpa mereka. Pertanyaan yang terbesar dan yang sangat terhormat pada waktu itu kelak ialah, “Siapakah di antara kita akan dapat duduk bersama-sama dengan api yang memakan habis? Siapakah di antara kita akan duduk bersama-sama dengan nyala api yang kekal selamanya?” Maka di sinilah keseluruhan jawaban itu.

13

“Orang yang hidup dalam kebenaran, yang berbicara dengan jujur, yang menolak untung hasil pemerasan, yang mengebaskan tangannya supaya jangan menerima suap, yang menutup telinga-nya supaya jangan mendengarkan ren-30 cana penumpahan darah, yang menutup matanya supaya jangan melihat kejaha-tan; ia akan tinggal pada tempat-tempat yang tinggi : tempat berlindungnya ia-lah kubu di atas bukit batu : roti akan diberikan kepadanya; airnya akan terse-dia. Matamu akan memandang Raja di dalam kemuliaan-Nya: mereka akan me-mandang negeri yang terbentang jauh.”

Setelah pernyataan tentang pengawasan Ilahi serta pemandangan yang indah, kepada mereka selanjutnya diceritakan bahwa,

“Dalam hatimu engkau akan memikir-mikirkan kengerian. Dimanakah juru tulis, dimanakah orang yang memungut bea, dimanakah dia yang menghitung segala menara?”

Betul-betul mengerikan kenyataan itu, bahwa orang-orang yang didapati tanpa pakaian kawin (di antara siapa terdapat orang-orang yang menduduki jabatan- 31 jabatan tertinggi gereja, sekretaris dan bendahara) tercampak keluar menangis dan menggeretak giginya. Tetapi mereka yang sisanya, yaitu orang-orang yang tertinggal akan ditinggikan. Kepada mereka Tuhan mengatakan :

“Tidak lagi akan kau lihat suatu bangsa yang bengis, suatu bangsa yang amat dalam bahasanya, sehingga tidak dapat dipahami, dan yang berlidah gagap, se-hingga tak seorangpun mengerti.”

Para tamu yang melewati pemeriksaan Tuan itu sesungguhnya akan dijadikan orang besar. Apakah mereka itu orangorang yang berbahasa sangat dalam, ataukah mereka itu orang-orang yang berlidah gagap, tak seorangpun yang akan lebih besar dari mereka. Mata segala orang yang setia itu selanjutnya diarahkan kepada kota Allah :

“Pandanglah akan Sion, kota pertemuan 32 raya kita. Matamu akan memandang Yerusalem suatu tempat kediaman yang tenteram, sebuah kemah tempat sembah-yang yang tidak terpindahkan, yang pa-saknya sampai kekal tiada tercabut, dan tali-talinya pun tiada akan putus.”

Sesudah para pengacau disingkirkan, maka kemudian umat Allah akan tampak berdiri teguh dan pasti, berdiri dengan tidak sedikitpun kemungkinan untuk dapat diganggu. Maka orang-orang suci akan penuh dengan kegembiraan. Bahkan pada waktu inilah mereka mengatakan :

“Melainkan di sana Tuhan yang mulia itu akan menjadi bagi kami suatu tempat yang penuh sungai-sungai dan aliran-aliran air yang lebar; sebuah perahu ber-dayungpun tiada dapat menyeberangi dia dan sebuah kapal besarpun tiada dapat melaluinya. Karena Ia adalah hakim kita, Tuhan adalah pemberi hukum kita, Tuhan adalah raja kita; Ia akan menyelamatkan kita.”

33

Segala perkara ini akan menjadi milik kita jika kita betul-betul setia sampai kepada kesudahan. Kembali berbicara kepada sidang yang sedang mendekati hari Tuhan yang besar dan hebat itu, Ia menyatakan :

“Semua talimu sudah kendor; semua tali itu tidak dapat mengikat dengan te-guh tiang layar pada tempatnya, semua itu tidak dapat membentangkan layar : kemudian dibagi-bagikan orang barang rampasan yang amat limpah; orang pin-cang akan mengambil jarahan itu.”

Mereka yang tidak mematuhi suara Tuhan adalah di sini diamarkan, bahwa hari itu sudah dekat apabila mereka akan mendapatkan dirinya sendiri tidak lagi mampu untuk mengumpulkan barang rampasan. Kemudian ialah, bahwa semua barang rampasannya itu akan dibagi-bagi, dan orang pincang -- orang-orang yang tampaknya lemah dan tak berdaya -- akan mengambil barang rampasan itu. 34 “Maka seorang isi negeripun tiada akan berkata, Aku sakit, karena bangsa yang duduk di dalamnya itu akan diampuni segala kesalahannya.”

15

Jadi pikirkanlah! Hanya sebentar lagi, jika kita setia, tidak lagi seorangpun daripada kita akan mengatakan, ‘Saya sakit.’

Sekarang kita menyimpulkan kembali beberapa hal yang terpenting dari pokokpokok penyelidikan kita itu sebagai berikut :

Terhadap orang-orang yang tidak setia yang sedang mendekati “hari Tuhan yang besar dan hebat itu,” Allah menyatakan suatu kutuk : Sidang akan ditelanjangi dari semua barang rampasan yang telah didapatnya dan ia akan dilakukan dengan khianat sama seperti dia juga sudah lakukan terhadap orang-orang lain.

Jelas sekali, pada masa pernyataan ini dibuat, terjadilah suatu reformasi yang 35 sangat berakar di antara umat penyelidik Kebenaran Allah. Mereka mengenali akan kenyataan, bahwa mereka sedang mendekati masa kesusahan itu, dan mereka kembali memperoleh jaminan, bahwa stabilitas dan kekuatan keselamatan mereka itu ditemui hanya dalam hikmah dan pengetahuan, dalam Roh dan dalam Kebenaran bagi hari itu. Takut akan Tuhan akan menjadi harta mereka yang terbesar.

Bilamana Allah menyatakan kuasa-Nya di antara umat-Nya, maka bahkan dunia pun akan merasakan akibat-akibatnya. Rute-rute perjalanan penginjilan akan menjadi sunyi, penginjilan itu sendiri akan berhenti, ia tidak menghargai siapapun. Allah menyatakan, bahwa buah dari orangorang berdosa dan orang-orang munafik di antara umat-Nya akan merupakan merang dan jerami; nafas mereka sendiri akan menelannya seolah-olah ia itu api yang memakan habis. Ketakutan dan kekejutan akan menguasai mereka itu.

Kemudian ialah, bahwa Sion, sidang 36 yang sudah disucikan itu, akan dipenuhi dengan keadilan dan kebenaran. Allah pada masa itu akan dipuja dan ditinggikan. Umat-Nya yang telah berjalan dengan benar akan diberkahi dengan pengawalan Ilahi. Mata mereka akan melihat Raja dan keindahan-Nya; sidang akan menjadi kokoh dan pasti, tidak lagi diganggu; barangbarang rampasan yang diperoleh Organi-16 sasi akan dirampas oleh mereka yang pincang -- yaitu umat Allah yang sebenarnya. Mereka akan diampuni segala dosanya, dan kesehatannya akan dipulihkan. Sesungguhnya janji kepadamu itu adalah pasti : .....kesehatanmu akan tumbuh dengan segeranya : dan kebenaranmu akan berjalan di depanmu; kemuliaan Tuhan akan menjadi pengiringmu (Yesaya 58 : 8), jika engkau mau mendengarkan amaran yang sungguh-sungguh ini dan tetap setia kepadanya saja.

* * *

37

Sewaktu meminta edisi “buku” “tambahan” Daun-daun Berguguran,” ini, tolong sebutkan Jilid dan nomor pelajaran daripada tanggal atau Judul. Ini dapat memudahkan untuk memenuhi permintaan Saudara tanpa tertunda.

Jangan Lewatkan Ini

Jika anda belum dikirimkan salinan terbitan yang banyak diperbincangkan, 96 halaman buku kesehatan (Memasuki Pertarakan) yang telah menimbulkan pergolakan besar di seluruh dunia Advent dan telah membuat Lembaga Pertarakan (The Entering Wedge Society) menjadi pusat perhatian, maka janganlah mengabaikannya jika kesehatanmu, rumahmu, dan kebahagiaanmu memiliki suatu arti bagimu. Menurut pendapat kami buku ini adalah buku yang terbaik yang pernah kami temui mengenai subjek itu. Kami sungguh menyadari bahwa buku ini adalah kiriman 38 Allah, dan bahwa satu salinan harus ada dalam setiap rumah tangga. Kami beritahukan bahwa anda dapat memperolehnya tanpa bayaran. Kirimkanlah nama, alamat, dan nama gereja dimana anda terdaftar (anda diminta untuk menuliskan), ke alamat yang tertera di halaman belakang.

17

39

Naskah Untuk Berdoa

Perbuatlah Juga Demikian Olehmu
Kepada Mereka

Bacaan kita pada sore hari ini terdapat pada halaman 192 dan 193 dari buku “The Mount of Blessing” --

“Dengan jaminan kasih Allah terhadap kita, Yesus menghubungkan kasih antara satu terhadap lainnya, di dalam suatu prinsip yang berarti yang meliputi semua hubungan antar manusia.”

“Orang-orang Yahudi memikirkan tentang apa yang mereka akan peroleh; keinginan hatinya adalah untuk mengum- pulkan apa yang mereka kira adalah ke- kuasaan milik mereka, dan hormat dan pelayanan. Tetapi Kristus mengajarkan, bahwa keinginan hati kita janganlah hen- daknya, Berapa banyak yang akan kita peroleh? melainkan, Berapa banyak yang dapat kita beri? Standar ukuran bagi ke- wajiban kita terhadap orang-orang lain terdapat dalam apa yang kita sendiri akan 40 menganggap sebagai kewajiban mereka terhadap kita.”

“Setiap orang yang telah dijadikan penatalayan dari sekian banyak kemura- han Allah dipanggil untuk memberikan kepada jiwa-jiwa yang dalam kebodohan dan kegelapan, sama seperti juga, jika ia berada pada tempat mereka, ia ingin me- reka memberikan kepadanya.....

“Demikian pula dengan karunia- karunia dan berkat-berkat dari hidup ini : apapun juga yang mungkin anda miliki melebihi semua sesamamu, ia itu menem- patkan kamu di tempat berhutang, yang sebanyak itu, kepada semua orang yang kurang beruntung.”

Apakah yang akan kita doakan bagi sore hari ini? Agar supaya kita dapat menghirup prinsip utama dari Peraturan Keemasan itu, dan menyadari bahwa kepentingan kita hendaknya bukanlah berapa banyak yang harus kita terima, melainkan seberapa banyak yang dapat kita 41 kita memberi. Marilah kita berdoa memohonkan pengertian agar supaya standar ukuran dari kewajiban kita terhadap orang lain terdapat dalam apa kita secara pribadi akan menganggap sebagai kewajiban mereka terhadap kita; dan juga supaya apapun juga yang kita miliki melebihi orang-orang sesama kita itu akan menempatkan kita pada tingkat ukuran yang sama kita berhutang kepada mereka yang kurang beruntung itu.

* * *

18

42

BANGSA-BANGSA
MENYAKSIKAN EDOM
BINASA, PADANG TANDUS
BERBUNGA, DAN SEBUAH
JALAN RAYA KE SION

Oleh :
Victor T. Houteff
Pendeta dari Persekutuan Davidian
Masehi Advent Hari Ketujuh
Sabat, 5 April 1947
Kapel Gunung Karmel, Waco, Texas

Pokok pembicaraan kita untuk sore hari ini terdapat dalam Yesaya pasal 34 dan 35. Saudara ingat, minggu lalu kita mempelajari pasal yang ke 33, tanggung jawab Tuhan terhadap sidang sementara ia mendekati masa “penuaian,”-- masa dimana “gandum” akan dimasukkan ke dalam lumbung, dan “lalang” dibakar (Matius 13 : 30); masa dimana “ikan yang baik” di- 43 masukkan ke dalam keranjang-keranjang dan “ikan yang jelek” dibuang (Matius 13 : 47 – 49) seperti juga orang-orang yang tidak berpakaian “pakain kawin” (Matius 22 : 1 – 13). Melanjutkan sekarang kepada pasal 34, kita akan menyaksikan di sana Allah mengundang semua bangsa di dunia untuk datang dekat dan mendengarkan pekerjaan penyucian-Nya yang penuh kuasa :

“Marilah mendekat, hai bangsa-bangsa, dengarkanlah dan perhatikanlah olehmu hai orang banyak: hendaklah bumi berikut semua isinya mendengarkan; dunia, dan segala perkara yang datang daripadanya. Karena murka Tuhan berada atas segala bangsa, dan geram-Nya atas semua bala tentara mereka : Ia telah menumpas habis mereka itu, Ia telah menyerahkan mere-ka untuk dibantai. Orang-orangnya yang mati terbunuh juga akan dilempar keluar, dan bau busuk akan naik dari bangkai-bangkai mereka itu, dan gunung-gunung 44 akan kebanjiran dengan darah mereka.”

Mengapakah Allah mengundang bangsa-bangsa di seluruh bumi untuk datang dekat dan untuk mendengarkan? -- Agar supaya mereka itu dapat mempertimbangkan murka-Nya terhadap orangorang jahat yang di dalam sidang-Nya dan mengetahui apa yang diharapkan apabila Pehukuman-Nya menyebar sampai kepa-19 da segala bangsa; agar mereka dapat mengetahui apa yang diharapkan apabila pekerjaan pembersihan-Nya dimulai di antara mereka itu; oleh sebab itu supaya mereka sebelumnya dapat menghitunghitung akan akibatnya. Ia menyatakan, bahwa pehukuman-Nya sudah diucapkan terhadap semua balatentara dunia -- “Ka-rena masalahnya sudah sampai, bahwa pehukuman harus dimulai pada isi ru-mah Allah : maka jika ia itu dimulai pada kita, maka apakah kelak akhir daripada orang-orang yang tiada mendengar akan Injil Allah?” 1 Petrus 4 : 17. 45 “Maka segenap tentara langit akan han-cur, dan segala langit akan digulung ba-gaikan segulungan kertas : maka semua tentara mereka itu akan gugur seperti da-un yang gugur dari pokok anggur, dan seperti gugurnya ara dari pohon ara.”

Sementara ayat 3 menunjukkan, bahwa peristiwa-peristiwa besar dari pasal ini terjadi dalam suatu hari dari program persenjataan raksasa sedunia yang menyeluruh, ayat 4, yang sejajar dengan Wahyu 6 : 14, menyatakan bahwa semua itu akan jadi di dalam periode sejarah meterai yang keenam, dalam masa pemeteraian mereka yang 144.000 itu dan pengumpulan orang banyak yang tak terhitung jumlahnya itu dari antara segala bangsa, yaitu meterai dimana kita sekarang hidup. Meterai keenam mungkin saja melintasi meterai yang ketujuh.

“Karena pedang-Ku akan mengamuk di dalam Sorga : bahwasanya ia itu akan turun ke atas Edom, dan ke atas orang-46 orang yang sudah Ku kutuki, yaitu kepa-da pehukuman. Pedang Tuhan itu penuh dengan darah, berlumurlah ia itu dengan lemak dan dengan darah anak-anak domba dan anak-anak kambing, dengan lemak buah pinggang kambing-kam-bing jantan: Karena Tuhan mengadakan korban penyembelihan di Bosra, dan suatu pembantaian besar di tanah Edom. Dan binatang bertanduk satu akan turun bersama-sama mereka itu, dan juga lembu-lembu jantan yang muda dan lembu-lembu yang gagah; maka tanah mereka itu akan basah kuyub dengan darah, dan habu tanahnya penuh dengan lemak. Karena itulah hari pembalasan Tuhan, dan tahun pengganjaran bagi perkara Sion. Maka semua aliran airnya akan berobah menjadi gala-gala, dan 20 habu tanahnya menjadi belerang, dan tanahnya akan menjadi seperti damar yang bernyala-nyala. Ia itu tiada akan dipadamkan baik siang ataupun malam; asap apinya akan naik untuk selama-lamanya : dari generasi kepada generasi 47 ia itu akan tetap sunyi; tak seorangpun akan berjalan lalu daripadanya untuk selama-lamanya. Melainkan ia itu akan menjadi pusaka burung buas dan bu-rung sebangsa bangau; burung hantu dan burung gagak akan juga tinggal di dalamnya : maka Ia akan merentangkan atasnya tali batas yang kacau, dan batu-batu yang tak berarti.”

Kutuk yang segera itu, seperti kita saksikan, adalah terhadap Edom. Berbicara secara contoh saingan, ia itu adalah tanah dari keturunan Esau contoh saingan -- yaitu orang-orang yang seharusnya berhak untuk menduduki jabatan yang telah diambil dari mereka oleh keturunan Yakub contoh saingan. Mereka demikian meremehkan nilainya, sehingga mereka seperti halnya Esau dahulu, menjual semua haknya demi untuk sepiring kacang merah saja; demikianlah misalnya. (Untuk penyelidikan selanjutnya terhadap masalah ini, lihatlah buku “The Sheperd’s 48 “Mereka akan memanggil semua orang bangsawannya untuk datang ke Kerajaan, tetapi tak seorangpun akan berada disana, dan semua Pangerannya akan menjadi sia-sia.”

Terbukti sesudah penumpasan itu jatuh atas Edom, maka tak seorangpun daripada apa yang disebut orang-orang bangsawannya itu akan ditemui disana ikut dalam exodus itu (Yesaya 11 : 11) menuju kepada Kerajaan contoh saingan itu (sidang yang sudah disucikan), dan pangerannya pun akan tidak ada. Jadi, haruslah orangorang yang luput dan masuk ke dalam Kerajaan itu adalah umumnya dari antara orang-orang biasa, yaitu mereka yang dari jalan-jalan dan lorong-lorong (Lukas 14 : 16 – 21). ”.... Dalam pekerjaan besar yang terakhir hanya sedikit orang-orang besar yang ikut bergabung. Mereka ada- lah orang-orang yang merasa kecukupan sendiri, mereka tidak bergantung kepada Allah, maka Ia tak dapat menggunakan 49 mereka.” Testimonies for the Church, vol. 5, p. 80. “....Hanya orang-orang yang telah melawan pencobaan di dalam kekuatan Dia Yang Maha Tinggi akan diijinkan un- tuk mengambil bagian dalam memberita- kannya (Pekabaran Malaikat Yang Ketiga itu) apabila ia itu akan kelak berkembang

21 menjadi Seruan Keras.” – Review and Herald, November 18th, 1908).

“Maka duri-duri akan bermunculan di dalam segala istananya, jelatang dan puteri malu akan tumbuh di dalam tem-pat-tempatnya yang berkubu, maka ia itu akan menjadi tempat segala ular naga, dan sebuah lapangan bagi anak burung hantu. Binatang-binatang liar di padang pasir juga akan bertemu dengan binatang-binatang liar dari pulau itu, dan Setan pun berseru seorang akan seorang, lagi pun hantu malam akan berhinggap di sana dan mendapatkan tempat perhentian-nya. Di sanalah kelak burung hantu yang besar akan membuat sarangnya, bertelur, 50 dan menetas, lalu mengumpulkan anak-anaknya di bawah bayangannya: disana-pun berhimpunlah burung-burung nasar, masing-masingnya dengan pasangan-nya.”

Allah tidak meninggalkan bumi. Ia tidak melepaskan kuasa-Nya ataupun kepentingan-Nya di dalam Kebenaran dan Keadilan. Ia tidak membiarkan dunia pergi masuk ke dalam ketidaksadaran. Walaupun apa yang diperbuat-Nya adalah memberikan teladan oleh beberapa saja demi untuk menyelamatkan banyak yang lainnya, karena apabila hukuman-hukuman Allah terdapat di atas bumi, maka semua penduduk akan mempelajari kebenaran. (Yesaya 26 : 9).

Jadi apakah itu persenjataan yang dibutuhkan bangsa-bangsa pada waktu ini untuk perdamaian dan keamanan? Apakah perang atom yang akan menjadi ketakutan mereka itu? -- Apa yang mereka perlu takutkan ialah “pedang Tuhan,” karena “pedang-Nya akan mengamuk di dalam 51 Sorga,” “ia itu akan turun ke atas Edom, dan ke atas orang-orang yang kena kutuk- Nya.” Hendaklah mereka itu takut akan Dia, yaitu pelindung mereka dan yang menakutkan mereka (Yesaya 8 : 13). Maka Ia memerintahkan :

“Selidiklah olehmu dari kitab Tuhan, dan bacalah : tak satupun dari semua ini akan gagal, tak satupun akan kurang dari pasangannya, karena mulut-Ku sendiri yang telah berfirman, dan Roh-Nya yang telah menghimpun semuanya.”

Di sini Allah menasehatkan kepada kita untuk menyelidiki Alkitab dan supaya percaya sepenuhnya, bahwa tak satupun daripada nubuatan-nubuatan-Nya akan

22 gagal, -- tidak ada satupun yang gagal pada gilirannya untuk mengikuti lainnya. Dan mengapakah harus kita memiliki keyakinan ini? -- Sebab Allah sendiri yang telah memerintahkan begitu, dan sebab Roh-Nya, bukan kepintaran atau usahausaha manusia yang telah menghimpun- 52 kannya ke dalam sebuah jilid tunggal, yaitu tulisan-tulisan para nabi yang lalu, yakni “kitab Tuhan” -- Alkitab yang tidak terikat sekte seperti yang kita mengenal- Nya sekarang.

“Ia sendiri telah membuang undi dan ta-ngan-Nya telah membagi-bagikan negeri itu di antara mereka dengan tali pengukur : mereka akan mempusakainya sampai selama-lamanya, dari generasi ke gene-rasi mereka akan tinggal di dalamnya.”

Tanpa memandang apakah kita mengambil ayat ini untuk mengatakan, bahwa binatang-binatang liar itu “akan mempusakainya untuk selama-lamanya,” atau apakah kita mengambilnya untuk mengatakan, bahwa orang-orang yang menyelidiki “dari dalam kitab Tuhan itu” “akan mempusakainya untuk selama-lamanya,” kepentingan kita yang terbesar seharusnya memperkenalkan diri kita sendiri secara pribadi kepada Tuhan dan Kebenaran-Nya, 53 jika kita ingin memenangkan kasih sayang-Nya serta mendapatkan sebuah perlindungan di dalam masa kesusahan.

“Bahwasanya, seorang Raja akan me-merintah dengan kebenaran, dan semua pangeran-Nya akan memimpin dengan keadilan. Maka Seseorang akan menja-di bagaikan sebuah tempat berlindung daripada angin, dan sebuah tempat ber-teduh daripada angin topan; bagaikan sungai-sungai yang penuh air di tempat yang kering, bagaikan tempat bernaung di bawah sebuah batu karang besar di tanah yang kekeringan.” Yesaya 32 : 1, 2.

Sekarang kita akan maju terus ke pasal yang ke-35 dari kitab Yesaya, yang hanya merupakan kelanjutan dari pasal yang ke- 34.

“Bahwa padang belantara dan tempat yang sunyi pun akan bergirang bagi me-reka; dan padang tandus akan bersorak gembira dan berbunga seperti bunga 54 mawar.”

Alangkah bedanya apabila Allah menyatakan kuasa-Nya dan menyucikan sidang-Nya! Kemudian negeri-negeri bangsa-bangsa Kafir (padang belantara) dan tanah orang Kafir (tempat yang sunyi) keduanya akan bergembira menyaksikan 23 umat Allah yang suci. Akhirnya sebagaimana Kebenaran Allah bagi masa ini menerobos ke seluruh tanah-tanah dimana sama sekali tidak terdapat orang Kristen, maka tempat-tempat yang tandus pun akan berkembang bagaikan bunga mawar, demikianlah kita misalkan, dan sedemikianlah akan menghasilkan penuaian jiwajiwa yang berlimpah-limpah banyaknya.

“Ia itu akan berbunga-bunga dengan lebatnya, dan bersukaria bahkan dengan kegembiraan dan nyanyian : kemuliaan Libanon akan diberikan kepadanya, yang terbaik dari Carmel dan Sharon, mereka akan menyaksikan kemuliaan Tuhan, serta keelokan Allah kita. Kuatkanlah 55 tangan yang lemah lesu, dan perteguh-kanlah lutut-lutut yang goyah. Katakan-lah kepada mereka yang hatinya ketaku-tan, ‘Pertetapkanlah hatimu, jangan takut : bahwasanya Allahmu akan datang de-ngan pembalasan, bahkan dengan gan-jaran Allah; Ia akan datang dan menye-lamatkan kamu.”

Penugasan dan kesempatan yang besar ini untuk memberitakan pembalasan Allah yang segera akan datang itu adalah milik kita. Kita tak boleh lalai mengambil keuntungan dari kesempatan-kesempatan yang baik ini. Dengan pekabaran yang penuh kuasa bagi zaman ini kita harus menguatkan mereka yang lemah; kita harus perteguhkan lutut-lutut yang sedang melapuk. Mereka yang tidak mampu untuk berdiri dan untuk tahan dengan kekuatannya sendiri harus dikuatkan. Kita harus memperbaharui kembali jaminan kepada mereka yang ketakutan, bahwa Allah akan datang dengan pembalasan- Nya melawan orang-orang yang tidak per- 56 caya dan dengan ganjaran-Nya bagi orangorang yang setia.

“Kemudian semua mata orang-orang buta akan dicelekkan, dan semua telinga orang-orang yang tuli akan dibukakan. Kemudian orang-orang timpang akan meloncat seperti anak rusa, dan lidah orang yang bisu akan menyanyi : karena di padang belantara akan keluar air yang banyak, dan aliran-aliran air (dari kebenaran) di tanah yang kekeringan.”

Apabila semua perkara ini jadi, maka kelak secara alamiah orang buta akan melihat, orang tuli akan mendengar, orang timpang akan meloncat-loncat, dan orang bisu akan menyanyi, ya, sealamiah bungabungaan akan menyusul dengan buah. Kebenaran Allah bagi zaman ini akan tersebar kemana-mana dan akan memetik hasil penuaian jiwa-jiwa yang besar jumlahnya.

“Saya menyaksikan pancaran-panca- 57 ran terang yang bersinar-sinar dari kota- kota dan kampung-kampung, dan dari tempat-tempat yang tinggi dan tempat- tempat yang rendah di bumi. Firman Al- lah telah dipatuhi, dan sebagai hasilnya terdapat peringatan-peringatan bagi-Nya di setiap kota dan kampung. Kebenaran- Nya telah diberitakan di seluruh bumi.” -- Testimonies, vol. 9, p. 28. Jika hanya satu jiwa saja diselamatkan dari setiap kota dan kampung, maka akan terdapat beberapa banyak kali 144.000 jiwa yang hidup.

“Dan tanah pasir yang kekeringan (tempat-tempat dimana kini seluruhnya belum terdapat Kebenaran) akan berobah menjadi sebuah kolam air, dan dari tanah gersang (tanah yang haus terhadap Kebenaran Allah) akan menjadi sumber air : di tempat kediaman ular-ular naga di-mana masing-masingnya berbaring akan tumbuh tebu dan pandan.”

Anda saksikan, bahwa akan terdapat kesuburan, walaupun di tempat berbaring 58 ular-ular naga itu.

“Maka di sana akan ada suatu jalan raya, dan sebuah jalan, maka ia itu akan di-sebut Jalan Kesucian; seorang najis pun tak boleh lalu daripadanya; tetapi ia itu akan tersedia bagi mereka : musafir wa-laupun orang-orang bodoh sekalipun me-reka tidak akan kesasar di dalamnya.”

Tak seorangpun dibiarkan di dalam “hutan rimba,” karena di sana akan terdapat sebuah jalan raya bagi semua pengikut Kebenaran Allah. Tidak perduli bagaimanapun keadaannya orang yang setia itu, apakah ia buta huruf ataupun sebaliknya, mereka tidak akan keliru di dalamnya. Sesungguhnya, semua “gandum” akan dikumpulkan dan dimasukkan ke dalam “lumbung,” yaitu Kerajaan. (Lihat Traktat No. 3, “Pehukuman dan Penuaian.”)

“Di sana tiada akan ada singa, dan sesua-tu binatang yang ganaspun tiada akan 59 sampai ke sana, ia itu tidak akan dite-mukan di sana; tetapi orang-orang te-busan akan berjalan di sana.”

Sekali orang-orang munafik diambil keluar, mereka tidak akan lagi diijinkan untuk kembali dan untuk membahayakan

25 perdamaian umat Allah. Hanya orangorang tebusan yang akan berjalan pada Jalan Raya Kesucian itu. Dan ke manakah Jalan Raya itu akan membawa? -- Ayat berikutnya akan memberikan jawabannya :

“Maka segala orang tebusan Tuhan akan kembali, dan akan datang ke Sion dengan nyanyian-nyanyian dan kegembiraan ke-kal pada kepala mereka : mereka akan memperoleh kesukaan dan kegembira-an, maka kesusahan dan keluhan akan berlalu.”

Ya, Jalan Raya itu membawa ke Sion. Dengan nyanyian-nyanyian dan kesukaan kekal orang-orang tebusan itu akan masuk ke sana, tidak lagi bersusah hati ataupun 60 mengeluh. “Karena Ia datang, untuk mengadili bumi : Ia akan mengadili dunia dengan benar, dan umat itu dengan ke- benaran-Nya.” Mazmur 96 : 13.

Saudara-saudari, pengorbanan-pengorbanan yang mungkin diminta dari kita untuk dilakukan itu adalah tak berarti dibandingkan kepada hak-hak istimewa kita untuk menuju ke Sion melalui Jalan Raya Kesucian. Renungkanlah hal ini, lalu bertindak. Janganlah ada sesuatu menghalangi kamu dari menyesuaikan diri kepada Kebenaran Allah bagi zaman ini -hari dimana bangsa-bangsa menyaksikan Edom binasa dan padang tandus berkembang. Bertindaklah sekarang sementara jalan raya ke Sion itu sedang dipersiapkan.

“Kami semua pergi ke bawah pohon dan duduk memandang pada kemuliaan tempat itu, apabila saudara-saudara Fitch dan Stockman, yang telah mengkhotbah- kan Injil kerajaan, dan yang Allah telah letakkan di dalam kubur untuk menyela- 61 matkan mereka, telah datang kepada kami dan menanyakan apa yang telah kami lalui sementara mereka itu tidur. Kami mencoba untuk mengingat kembali cobaan-cobaan kami yang terbesar, na- mun semua itu tampaknya sangat kecil di- bandingkan dengan kemuliaan yang jauh lebih besar dan kekal yang lebih berbobot yang mengelilingi kami sehingga kami tak dapat membicarakannya, lalu kami semua serentak berseru, ‘Haleluyah, Sorga ada- lah cukup murah!’ Lalu kami menyentuh alat-alat musik kami yang mulia dan membuat kegembiraan Sorga mendering.” Early Writtings, p. 17.

* * *

26

62

Catatan:

63

Surat dialamatkan kepada:

Universal Publishing Association

(Kantor Pusat)

Waco, Texas 76714

U S A
Universal Publishing Association

(Divisi Indonesia)

P. O. Box 6965/JAT-PK

Jakarta 13710

e-mail:

gadsdaid@yahoo.com

dikerjakan oleh:

Penerbitan 2018

64

UNIVERSAL PUBLISHING ASSOCIATION
P.O. BOX 7613
WACO, TX 76714
+1 800-729-7494
www.davidiantoday.org

Teks dikonversi dari edisi PDF. Nomor halaman sesuai dengan buku cetak.