V. T. HOUTEFF
Agar setiap orang yang berhaus akan kebenaran
dapat memperolehnya, maka buku-buku kecil ini disebarkan dengan cuma-cuma. Hanya satu permohonan yang dimintanya, yaitu setiap jiwa wajib memeriksa segala perkara dan berpegang teguh pada mana yang baik. Hanya benang-benang
untaian keemasan Eden dan tali-tali pengikat Golgota yang berwarna darah -- ikatan-ikatan yang mengikat itu yang merupakan pita pengikat buku
gratis yang kecil ini.
Kami sangat menghargai nama dan alamat anggota
MAHK yang dikirimkan.
1AMARAN
SEKARANG
Satu-Satunya Kedamaian Pikiran
Pembangunan dan Reformasi
Berbagai Paham dan Obatnya
VICTOR T. HOUTEFF
Universal Publishing Association P. O. Box 6965/JAT-PK, Jakarta 13710
e-mail : gadsdaid@yahoo.com
2Renungan dan Doa Pembuka
Saya akan membacakan paragraf yang terakhir dari buku The Mount of Blessing, halaman 163, setelah itu kita akan menggabungkan diri dalam suatu sembahyang musiman.
Mount of Blessing, p. 163 :
“Apabila kita berdoa, ‘Berikanlah ke- pada kami hari ini makanan harian kami,’ kita memohon pula untuk orang lain seper- ti akan diri kita sendiri. Maka kita akui, bahwa apa yang Allah berikan kepada kita adalah bukan bagi diri kita sendiri.... ‘Barangsiapa yang menabur sedikit akan menuai juga sedikit; dan barangsiapa yang menabur dengan limpahnya akan kelak juga menuai dengan limpahnya’ .... dengan mengajarkan kepada kita untuk memohon setiap hari bagi apa yang kita perlukan, baik berkat-berkat duniawi maupun ber- kat-berkat rohaniah, Allah mempunyai suatu maksud untuk di laksanakan bagi kebaikan kita.”
3Pengalaman dari Lembaga ini adalah suatu ilustrasi dari kenyataan bahwa barangsiapa yang memberkahi orang lain, mereka sendiripun akan juga diberkahi. Saudara ketahui bahwa lembaga ini mulai didirikan dalam tahun 1935, tepat di tengah-tengah masa depresi ekonomi dan bahwa pekerjaannya dimulai dengan tidak lebih dari hanya sebuah wahyu dari Tuhan. Dalam segala hal permulaannya adalah yang terkecil daripada semua yang kecil dan yang termiskin daripada semua yang miskin. Dan sementara banyak orang dan badan-badan usaha yang tak terhitung banyaknya jatuh bangkrut, ia malahan terus bertumbuh dan berkembang maju. Ia telah diberkahi sedemikian karena gantinya ia menimbun sendiri berkat-berkat karunia Allah yang diperolehnya, ia malah dengan sangat royal memberdayakan dirinya untuk menjadi berkat bagi orang lain. Oleh karena Lembaga ini sejak mulanya sampai kepada hari ini dengan cara tidak mementingkan diri sedang membawakan berkatberkat bagi orang-orang lain, bahkan saat 4 depresi sekali pun, ia telah menjadi sebagaimana adanya, maka setiap orang dapat pula menuai berkat-berkat, jika mereka mengikuti aturannya yang sama.
Sesuai dengan itu kita hendaknya berdoa supaya kita dikaruniakan pengertian dari hal apakah maksudnya mengatakan, “Berikanlah kepada kami hari ini makanan harian kami”; dan supaya mengetahui, bahwa mementingkan diri sendiri akan membawa kepada kemelaratan dan, bahwa manajemen dan kemurahan hati membawa kepada kelimpahan; supaya kita sebagai orang-orang Kristen memahami secara pasti, bahwa mengambil nama Kristus ialah melaksanakan apa yang diperbuat Kristus -- yaitu memberkahi manusia, membuat dunia supaya mengetahui, bahwa kita berada di sini untuk berbuat kebaikan baginya, bukan untuk menjadi beban baginya.
Copyright, 1953
Hak Cipta Dijamin
V. T. HOUTEFF
5PEMBANGUNAN DAN
REFORMASI
Oleh :
Victor T. Houteff
Pendeta dari Persekutuan Davidian
Masehi Advent Hari Ketujuh
Sabat, 2 November 1946
Kapel Gunung Karmel, Waco, Texas
Sore hari ini kita akan memulai penyelidikan kita terhadap apa yang telah kita tinggalkan dalam penyelidikan kita yang terdahulu terhadap nubuatan-nubuatan Hagai dan Zakharia. Marilah kita kembali kepada :
“Pada bulan yang ketujuh, pada hari yang kedua puluh satu dari bulan itu datang-lah firman Tuhan dengan perantaraan nabi Hagai, bunyinya : ‘Katakanlah seka-rang kepada Zerubabel bin Sealtiel, peng-6 hulu Yehuda, dan kepada Yosua bin Yo-zadak, imam besar, dan kepada orang-orang yang lagi tinggal itu demikian: Si-apakah yang masih tertinggal di antara kamu yang telah menyaksikan rumah ini dalam kemuliaannya yang dahulu itu? Dan bagaimanakah kamu menyaksikan-nya sekarang? Bukankah pada pemanda-nganmu seperti tidak ada artinya?
Seperti pada masa pendirian kaabah yang menjadi contoh itu, demikian pula akan jadi pada masa pendirian kaabah contoh saingan dalam sejarah kita. Dari contoh itu terlihat bahwa seperti halnya Firman Tuhan kemudian telah ditujukan kepada para penghulu, kepada imam besar, dan kepada orang-orang biasa, demikian pula pada waktu itu Firman Tuhan akan dibawakan kepada semua orang tanpa melihat kepada pangkat ataupun kedudukan dalam hidupnya.
Firman Tuhan kepada seluruh umat pada zaman Hagai dan Zakharia adalah supaya para tukang hendaknya memikirkan 7 kekecewaan hati mereka, bahwa kemuliaan dari kaabah yang sedang mereka bangun itu pada pemandangan mata mereka adalah sia-sia diperbandingkan dengan kemuliaan kaabah Salomo.
3
“Tetapi sekarang jadilah kuat, hai Zeru-babel, demikianlah firman Tuhan; Dan jadilah kuat, hai Yosua bin Yozadak, imam besar. Dan jadilah kuat, hai segala anak negeri, demikianlah firman Tuhan, bekerjalah, karena Aku ada menyertai kamu, demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam : sesuai dengan janji yang telah Ku ikat dengan kamu pada waktu kamu keluar dari Mesir, dan Roh-Ku akan tetap tinggal di tengah-tengahmu; janganlah kamu takut.”
Tuhan memberikan jaminan kepada umat-Nya, bahwa cinta yang Ia miliki bagi mereka itu tidak berkurang, dan bahwa kuasa-Nya untuk melepaskan dan menolong masih tetap sama seperti pada masa Ia membawa keluar leluhur mereka itu dari 8 Mesir; sebagaimana Ia tidak melalaikan umat-Nya di masa itu, maka Ia pun tidak akan melalaikan mereka itu, dan bahwa Roh-Nya akan tetap berada dengan mereka.
“Karena demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam : sekali lagi, sedikit waktu lagi, maka Aku akan menggoncangkan segala langit dan bumi dan laut dan darat. Dan Aku akan menggoncangkan segala bangsa, maka kegemaran segala bangsa itu akan datang : maka Aku akan mengisi rumah ini dengan kemuliaan, demikianlah firman Tuhan serwa sekali-an alam. Perak adalah milik-Ku, dan emas adalah milik-Ku, demikianlah firman Tu-han serwa sekalian alam.”
Bahwa nubuatan di dalam ayat-ayat ini masih akan digenapi, adalah sangat jelas, karena pada masa kaabah ini diperdirikan Allah akan menggoncangkan segala langit, bumi, dan segala bangsa; dan bahwasanya harapan mereka itu kemudian akan datang 9 dan bahwa kaabah itu akan dipenuhi dengan kemuliaan; bahwa para tukang tidak akan khawatir memikirkan keuangan.
Adalah benar bahwa orang-orang menguasai dan menggunakan perak dan emas, namun tidak boleh dilupakan bahwa semua itu adalah kepunyaan Allah, dan bahwa jika Ia memerlukannya, maka Ia mampu untuk mengambilnya dan berbuat apa saja yang dikehendaki-Nya dengan semuanya itu, bahwa para tukang tidak perlu takut akan kekurangan emas dan pe-
4 rak jika mereka menggunakannya sesuai dengan apa yang Allah kehendaki.
Oleh karena itu adalah jelas, bahwa kaabah yang kuno itu adalah contoh dari sebuah kaabah yang akan diperdirikan pada masa Allah menggoncangkan segala langit, bumi, dan segala bangsa, maka persoalan ini menjadi sangat jelas, bahwa Ilham di sini berbicara dari hal sebuah kaabah contoh saingan. 10 “Adapun kemuliaan rumah yang kemu-dian ini akan lebih besar daripada ke-muliaan rumah yang dahulu itu, demiki-anlah firman Tuhan serwa sekalian alam; dan dalam tempat ini akan Ku karuniakan damai, demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam.”
Janjinya adalah bahwa kemuliaan yang pernah berada dengan kaabah Salomo, kelak akan melebihi lagi dengan kaabah contoh saingan, yang akan diperdirikan oleh sidang yang sudah suci, yaitu sidang selama masa penuaian, masa dimana Allah akan menggoncangkan langit, bumi, dan segala bangsa -- selama hari Tuhan yang besar dan mengerikan itu.
Oleh karena semua janji ini tidak digenapi pada zaman kaabahnya Zerubabel, maka persoalan ini menjadi sangat jelas, bahwa semua janji itu akan digenapi di waktu ini, dan oleh karena kebenaran-kebenaran akhir zaman ini kini telah dibukakan bagi kita, maka kita harus menjadi tukang-tukangnya, yaitu kemuliaan yang 11 akan melebihi semua kemuliaan masa lalu. Terlebih lagi, tempat di mana kaabah contoh saingan ini berkedudukan akan terdapat damai, dan cara bagaimana perdamaian itu dapat diperoleh seutuhnya akan diceritakan dalam :
“Berbicaralah kepada Zerubabel, penghu-lu Yehuda, katakanlah, bahwa Aku akan menggoncangkan segala langit dan bumi; dan Aku akan meruntuhkan tahta segala kerajaan, dan Aku akan membinasakan kekuatan segala kerajaan orang Kafir; dan Aku akan menjungkirbalikkan se-gala kereta serta orang-orang yang me-nungganginya; maka segala kuda dan penunggang-penunggangnya akan jatuh, masing-masingnya oleh pedang saudara-
5 nya sendiri.”
Kembali terlihat, bahwa pada masa Tuhan menggoncangkan segala langit dan bumi, Ia juga membinasakan segala kerajaan bumi dengan cara membiarkan mereka saling membunuh antar sesamanya. 12 Tak heran bila bangsa-bangsa sekarang terlibat dalam perlombaan persenjataan, dan seluruh dunia sedang berada di ambang pintu untuk terjun ke dalam konflik berdarah yang pernah dikenal. Adalah sukar bagi siapapun untuk sampai kepada sesuatu kesimpulan lain daripada kesimpulan bahwa hari Tuhan yang besar dan mengerikan itu adalah sudah dekat.
Sebagaimana Zerubabel adalah sebuah “cincin meterai,” yaitu suatu lambang atau contoh dari tukang-tukang itu di masa Tuhan menggoncangkan segala langit dan bumi, maka gambaran Yehezkiel mengenai kaabah rahasia (pasal 40 – 47) yang masih akan diperdirikan itu, dapat saja merupakan denah dari kaabah contoh saingannya Zerubabel.
“Tetapi,“ anda mungkin bertanya, “tidakkah pendapat ini bertentangan terhadap kepercayaan kita yang terdahulu?” -- Saya akui memang begitu. Tetapi akankah kita terus berjalan dengan apa yang kita telah percayai? Ataukah oleh apa yang 13 Firman Tuhan katakan? Maka untuk tujuan apakah semua nubuatan itu jika kita tidak akan menaruh perhatian kepadanya? Dan mengapakah semuanya itu kini dibukakan lalu dibawakan ke hadapan perhatian kita jika ini bukan masanya dalam mana Allah akan menyatakan kuasa-Nya dan akan menyelesaikan semua perkara ini? Hendaklah diingat bahwa kita bukanlah yang pertama dan satu-satunya yang sudah merubah cara berpikir kita; kita bukanlah yang pertama dan satu-satunya umat yang menemukan bahwa rencana-rencana Allah adalah bertentangan terhadap rencanarencana kita. Musa, juga, menemukan bahwa rencananya untuk melepaskan bani Israel dari perhambaan Mesir adalah bukan rencana Allah. Sama seperti rencana Allah bagi rute perjalanan yang akan mereka tempuh dalam perjalanan mereka menuju ke tanah perjanjian adalah bukan rencana mereka. Rasul-rasul percaya dengan pasti bahwa Kristus akan mendirikan kerajaan- Nya pada kedatangan-Nya yang pertama, namun, mereka juga, harus merubah ke- 6 14 percayaan mereka. Dan juga, oleh karena orang-orang Ibrani yang dari budak-budak telah dijadikan Allah menjadi raja-raja, telah dijanjikan, bahwa kerajaan mereka akan berdiri kekal untuk selama-lamanya, mereka betul-betul terkejut sewaktu ia itu runtuh. Dan masih terdapat berbagai kejutan yang lain sepanjang sejarah sampai kepada hari ini.
Para pelopor gereja Masehi Advent Hari Ketujuh mengharapkan Tuhan datang segera sesudah 144.000 orang bertobat menggabungkan diri dengan sidang, dan berharap hidup untuk menyaksikan kedatangan-Nya. Sungguhpun keanggotaan sidang sudah berjumlah beberapa kali lipat dari 144.000 orang, para pelopor itu sudah mati, dan Tuhan masih akan datang. Jadi, masalahnya adalah bukan apakah kita ingin merubah pikiran kita atau tidak, melainkan apakah kita harus merubah pikiran.
Beberapa tahun lalu kepada kita diceritakan, bahwa “Para pengerja akan terce- 15 ngang oleh alat-alat sederhana yang Ia akan gunakan untuk mewujudkan dan menyempurnakan pekerjaan kebenaran- Nya. Orang-orang yang dikenal sebagai pengerja-pengerja yang baik harus datang dekat kepada Allah, mereka akan memer- lukan sentuhan Ilahi.” -- Testimonies to Ministers, p. 300.
Sementara Ilham membukakan Gulungan kitab itu, maka pastilah ia itu akan mendapati kita secara mengejutkan bodoh dalam banyak perkara – itulah alasannya mengapa Ilham membuka Gulungan kitab itu. Oleh karena itu, jika kita gagal merubah pikiran kita dengan pikiran-pikiran Tuhan, maka harapan apakah yang tersedia bagi kita untuk kelak dapat diterangi serta pantas bagi kekekalan? Semua pikiran kita akan gagal sama sekali, dan nubuatannubuatan Tuhan akan berdiri ‘tinggi dan terangkat ke atas.’ Kewajiban kita ialah membuktikan Firman Allah itu benar dan bukan berpegang teguh kepada konsepkonsep pengertian kita sebelumnya dan 16 yang salah itu sampai kelak Allah sendiri datang dan membuat kita malu.
Sebagai orang-orang Masehi Advent Hari Ketujuh kita pernah sekali menyombongkan diri, bahwa kita “mengetahui akan Alkitab kita,” tetapi semenjak kelompok ini berhenti menyombongkan diri, maka diketahui bahwa ia mengetahui sangat se- 7 dikit diperbandingkan dengan apa yang diketahuinya sekarang, dan saya masih belum dapat mengatakan, bahwa saya memiliki cukup pengetahuan terhadap Alkitab yang dapat membawa saya dengan lebih jelas sampai ke dalam pintu-pintu gerbang mutiara itu. Sesungguhnya, saya mengetahui bahwa masih banyak lagi yang harus saya pelajari.
“Pada hari yang kedua puluh empat dari bulan yang kesembilan, dalam tahun kedua dari kerajaan Darius, datanglah firman Tuhan melalui nabi Hagai, bunyi-nya: ‘Demikianlah Firman Tuhan serwa sekalian alam; tanyakanlah kepada imam-17 imam akan torat, katakanlah; Apabila seorang membawa daging yang suci dalam punca bajunya, dan dengan punca itu terkenalah ia kepada roti, atau kepada sesuatu makanan, atau kepada air anggur, atau kepada minyak, atau kepada sesuatu yang dapat dimakan, maka bolehkah ia itu menjadi suci? Maka sahut para imam itu katanya, Tidak. Maka kata Hagai: ‘Ji-kalau seorang dinajiskan oleh bangkai lalu menyentuh sesuatu daripada segala perkara ini, akankah itu menjadi najis? Maka sahut para imam itu, katanya : ‘Ia itu pasti najis.”
Sekiranya seseorang yang membawakan sabda Allah yang suci menyentuh sesuatu benda yang biasa, benda itu akan masih tetap biasa dan tidak pantas untuk dibawa kepada Allah; tetapi jika sekiranya seseorang yang tubuhnya tercemar menyentuh sesuatu benda yang suci, maka benda itu akan menjadi najis, tidak pantas untuk digunakan bagi korban kepada Tuhan. Artinya, orang yang suci tidak boleh 18 membawakan sesuatu benda yang najis kepada Tuhan, dan orang yang tidak suci tidak boleh membawa benda-benda yang suci sekalipun kepada-Nya.
“Maka sekarang, Aku mohon, hendak-lah kiranya kamu memperhatikan semen-jak hari ini dan seterusnya, sebelum ba-tu ditumpangkan di atas batu di dalam kaabah Tuhan: Semenjak hari-hari itu, tatkala datang orang kepada timbunan gandum yang dua puluh gantang, maka didapatinya hanya sepuluh gantang : tatkala orang datang kepada tempat air anggur hendak menciduk lima puluh takar dari dalam apitan, maka didapati-nya hanya dua puluh. Kamu sudah Ku palu dengan kerusakan dan dengan ke-lapukan dan dengan hujan batu kepada segala perbuatan tanganmu; namun ka-mu tidak juga berbalik kepada-Ku, de-mikianlah firman Tuhan.”
Melalui contoh pengalaman ini katakata firman ini mengajarkan, bahwa beru- 19 saha mencari nafkah sambil mengabaikan pekerjaan Tuhan, maka kemelaratanlah yang akan menjadi bagian seseorang gantinya kemakmuran. Oleh karena itu adalah mutlak penting, bahwa para penganut Kebenaran Sekarang pertama-tama berusaha mendirikan Kerajaan Allah dan Kebenaran-Nya, jika mereka hendak berkembang makmur. (Matius 6:28-34). Hendaklah kita selalu mengingat, bahwa jika kita sepenuhnya berada pada pihak Tuhan, di balik pagar perlindungan Allah, seperti halnya Ayub, maka kita tak perlu takut akan apapun, bahkan iblis sekalipun.
“Perhatikanlah sekarang semenjak hari ini dan seterusnya, semenjak hari yang kedua puluh empat dari bulan yang ke-sembilan, mulai dari hari diletakkannya dasar kaabah Tuhan, perhatikanlah dia baik-baik. Masih adakah lagi benih di dalam lumbung? Sesungguhnya karena pokok anggur, dan pokok ara, dan pokok delima, dan pokok zait belum juga ber-20 buah, maka mulai daripada hari ini Aku akan memberkati kamu.”
Contoh ini mengajarkan, bahwa semenjak dari hari kita mulai melaksanakan pekerjaan Tuhan, semenjak hari itu juga Tuhan akan memberkati kita.
“ ..... Begitulah hal umat ini, dan begitulah hal bangsa ini di hadapan hadirat-Ku, de-mikianlah firman Tuhan; dan begitulah hal segala perbuatan tangan mereka; ma-ka apa yang dipersembahkannya di sana, semuanya itu najis adanya.”
Ayat ini menunjukkan bahwa jika kita gagal melaksanakan tugas pemberian Allah kita, maka tidak akan ada penggantinya.
Segera setelah kepada mereka diceritakan dari hal dosa-dosa para leluhur mereka dan dosa-dosa mereka sendiri, maka contoh-contoh kita dengan gembira menyesuaikan kepada kehendak-kehendak Tuhan. (Lihat Hagai 1 : 5 – 11). Dengan cara yang 21 sama Ia akan memberkati kita semenjak dari hari ini, jika kita juga mengakui perbuatan-perbuatan kita yang keliru, lalu memperbaikinya.
9
“Lalu Zerubabel bin Sealtiel dan Yosua bin Yozadak, imam besar, dan selebihnya dari bangsa itu mendengarkan suara Tu-han, Allah mereka, dan juga perkataan nabi Hagai, sesuai dengan apa yang di-suruhkan kepadanya oleh Tuhan, Allah mereka, lalu takutlah bangsa itu kepada Tuhan. Maka berkatalah Hagai utusan Tuhan itu, menurut pesan Tuhan kepada bangsa itu, demikian: 'Aku ini menyertai kamu, demikianlah firman Tuhan.' Tuhan menggerakkan semangat Zerubabel bin Sealtiel, penghulu Yehuda, dan semangat Yosua bin Yozadak, imam besar, dan se-mangat selebihnya dari bangsa itu, maka datanglah mereka, lalu melakukan peker-jaan pembangunan rumah Tuhan semesta alam, Allah mereka.”
Ayat-ayat ini menceritakan kepada kita 22 bahwa segera setelah semua umat mematuhi utusan-utusan Allah itu, maka sesegera itu juga Roh Allah membangkitkan kemampuan mereka, lalu kemudian dengan segera mereka semua pergi bekerja. Kita pun akan memiliki suatu pengalaman yang sedemikian jika kita sekarang memutuskan dalam hati kita bahwa semenjak jam ini kita akan memperhatikan dengan sungguh-sungguh pekabaran Allah dan melayani Tuhan Allah kita dengan sepenuh hati dan sepenuh jiwa. Janganlah mengesampingkan berkat-berkat Allah daripada kita.
“Maka kembali datanglah firman Tuhan kepada Hagai pada hari kedua puluh em-pat dari bulan itu, bunyinya: Berbicara-lah kepada Zerubabel, penghulu Yehuda, katakanlah, bahwa Aku akan menggon-cangkan segala langit dan bumi.”
Melihat kepada kenyataan bahwa Tuhan akan segera menggoncangkan segala langit dan bumi, maka bukankah kita harus 23 membuang semua kemunafikan kita sekarang juga? Marilah kita berhenti mengundang datangnya 'kekeringan', 'kerusakan, dan 'kelapukan' atas diri kita sendiri. Sebaliknya marilah kita menyerahkan hati kita kepada Allah dan dengan demikian menjaminkan bagi diri kita sukacita, kedamaian, kebahagiaan dan hidup yang kekal. Jika kita tidak melakukan ini, maka pastilah kita akan digoncangkan keluar, gantinya membangun dan mereformasi.
* * *
10
24Renungan dan Doa Pembuka
Saya akan membacakan dari buku The Mount of Blessing, halaman 166, dimulai dengan paragraf yang pertama. Bacaan ini adalah berlandaskan kata-kata firman, “Ampunilah kiranya segala dosa kami; karena kami pun mengampuni setiap orang yang bersalah kepada kami.”
Mount of Blessing, p. 166 :
“Yesus mengajarkan, bahwa kita da- pat memperoleh keampunan dari Allah hanya kalau kita juga mengampuni orang lain. Itulah kasih Allah yang menarik kita kepada-Nya, dan kasih itu tak dapat menyentuh hati kita tanpa kita sendiri menciptakan juga kasih bagi saudara- saudara kita.”
“Setelah menyelesaikan sepenuhnya doa Tuhan itu, maka Yesus menambahkan : ‘Jika kamu mengampuni kesalahan orang lain, maka Bapa samawimu juga akan mengampuni kamu. Tetapi jika kamu tidak 25 mengampuni segala kesalahan mereka, maka Bapamu pun tidak akan mengampu- ni segala kesalahanmu. Barangsiapa yang tidak mau mengampuni, ia memutuskan saluran satu-satunya melalui mana ia dapat memperoleh keridlaan dari Allah. Janganlah kita berpikir, bahwa jikalau orang-orang yang telah menyakiti kita itu tidak mengakui kesalahan mereka, maka kita dibenarkan untuk tidak memaafkan mereka juga. Tidak diragukan bahwa ada- lah bagian mereka untuk merendahkan hati melalui pertobatan dan pengakuan; namun kita juga harus memiliki suatu roh kasih sayang terhadap orang-orang yang telah bersalah kepada kita, apakah mere- ka akui atau tidak kesalahan-kesalahan mereka. Bagaimanapun sakitnya mereka telah menyakiti kita, janganlah kita me- nyayangi semua kesakitan kita, lalu ber- simpati terhadap diri kita sendiri karena semua luka kita; melainkan sebagaimana kita berharap untuk diampuni dari sega- la pelanggaran kita terhadap Allah, kita hendaknya mengampuni juga semua orang 26 yang telah berbuat jahat terhadap kita.”
Sekarang, apakah yang akan menjadi pokok doa kita pada sore hari ini? Supaya kita dapat memiliki kasih terhadap saudara-saudara kita; supaya kita mengampuni segala kesalahan orang lain apakah mereka itu mengampuni kita atau tidak dari segala kesalahan kita, supaya kita mengakui semua dosa kita, tanpa memandang apakah orang lain juga mungkin berbuat begitu.
* * *
11
27BERBAGAI PAHAM DAN
OBATNYA
Oleh :
Victor T. Houteff
Pendeta dari Persekutuan Davidian
Masehi Advent Hari Ketujuh
Sabat, 9 November 1946
Chapel Mount Carmel, Waco, Texas
Perkenankanlah saya memperkenalkan pembicaraan saya dengan menceritakan kepada saudara suatu cerita sederhana.
Pada suatu hari ada enam orang bersaudara sedang membangun sebuah jembatan bagi dewa Keadilan. Tujuan dari jembatan itu adalah untuk mempersatukan daerah timur dan barat.
Mereka tidak memiliki kesulitan dalam 28 meletakkan pondasi-pondasi dan mendirikan tonggak-tonggak utamanya. Namun ternyata, ketika mereka sampai pada menyambungkan sayap timur dengan sayap barat, maka mereka menemukan diri mereka menghadapi rintangan yang luar biasa: Apa yang mereka telah perdirikan pada siang hari, ia itu diruntuhkan pada malam hari. Keajaiban ini berlanjut dari hari ke hari. Akhirnya saudara bersaudara ini berkumpul dalam suatu pertemuan rapat membicarakan bagaimana mereka mengatasi persoalan yang mengganggu mereka itu. Mereka berpikir, bahwa untuk meninggalkan pekerjaan itu akan merupakan suatu kebodohan terbesar yang pernah mereka derita, bahwa itu akan menjatuhkan nama baik mereka, maka mereka belajar dan berdoa.
Setelah sekian lama akhirnya mereka menyimpulkan bahwa dewa Keadilan tidak merestui mereka dan bahwa suatu pengorbanan seorang manusia mungkin akan menenteramkan dia. Demikian itulah sehingga mereka memutuskan untuk me- 29 ngorbankan salah seorang isteri mereka yang terbaik. Tetapi hal itu tidak diberitahukan kepada para istri mereka. Untuk melaksanakan suatu pilihan yang tidak memihak dan dapat diterima, maka mereka selanjutnya memutuskan, bahwa pada keesokan pagi masing-masingnya supaya memerintahkan kepada isterinya untuk mempersiapkan makan pagi dan malam
12 yang terbaik mungkin, dan supaya menghantarkan makanan itu kepadanya di jembatan itu pada pagi-pagi sekali. Mereka harus menjelaskan kepada isteri mereka, bahwa mereka perlu sekali makan dan berdoa pada tepi jembatan bagi kemuliaan dari dewa Keadilan, dan bagi keberhasilan proyek bangunan mereka itu. Wanita yang pertama datang dengan makanan-makanan adalah yang akan dijadikan korban.
Sungguhpun demikian, lima dari orang-orang itu, tidak berpegang teguh pada sumpah setia mereka. Masing-masing mereka langsung pergi menceritakan kepada isteri mereka dari hal apa yang akan dilakukan, sehingga mereka tidak tergesa- 30 gesa pergi ke jembatan itu dengan makanannya.
Pada pagi-pagi hari, pada saat yang telah ditentukan, semua laki-laki itu telah berada di jembatan itu. Tak lama kemudian mereka menyaksikan dari kejauhan seseorang sedang datang ke jembatan itu. Untuk beberapa saat lamanya tak seorang pun mengetahui dengan pasti siapa orang itu, tetapi tidak berapa lama kemudian orang yang telah memegang teguh janjinya dari perjanjian itu mengenalnya bahwa itulah isterinya. Ia langsung menangis, dan dengan ratap tangisnya rebahlah ia ke tanah. Memandang kepada tingkah laku suaminya yang aneh itu maka isterinya itu lalu melepaskan keranjang makanannya dan berlari menghampiri suaminya mencari tahu apa sebabnya. Tetapi sementara ia mencoba untuk menenangkan suaminya, maka kelima saudara laki-laki yang lainnya itu menangkapnya lalu membawanya ke sebuah celah pada jembatan itu, dan di sanalah mereka menyemennya secara hidup- 31 hidup. Kini, orang-orang itu yakin bahwa jembatan itu akan tetap bertahan, karena mereka merasa bahwa mereka telah melaksanakan semua yang dapat mereka lakukan untuk menenteramkan dewa Keadilan.
Demikianlah keadaannya, bahwa sementara kelima orang tidak yang jujur itu pada malam hari kembali ke rumah dengan gembira, maka seorang yang jujur itu kembali ke rumahnya dengan kesedihan.
Pada pagi hari berikutnya, semua lakilaki itu bergegas-gegas menuju ke jembatan, dan mereka berharap untuk mendapatkannya tetap berdiri teguh. Tetapi dengan terkejut dan takut mereka menemukan keseluruhan jembatan itu terletak rata dengan tanah!
13
Dengan sendirinya peristiwa itu telah menjadi buah bibir orang-orang di seluruh kota, dan para hakim dari kota itu pergi menyaksikan kegemparan besar apa yang telah terjadi. Setelah mereka mendengar- 32 kan berbagai argumentasi dan falsafah dari para pembangun jembatan itu semenjak dari sebab musabab sampai kepada akibat, mereka menemukan, bahwa wanita yang malang itu telah dikorbankan tidak secara jujur, melainkan secara curang! Jadi mereka menyimpulkan bahwa keseluruhan bencana itu adalah disebabkan karena kenyataan, bahwa orang-orang yang tidak benar sedang mencoba membangun sebuah jembatan dengan kehormatan suatu dewa yang adil! Masalah itu dibawakan ke hadapan pengadilan dan para hakim akhirnya memutuskan, bahwa Keadilan harus dipenuhi, jika tidak maka bukan saja jembatan, melainkan juga kota mereka mungkin akan runtuh ke tanah. Bersamaan dengan itu, maka pada hari itu juga kelima laki-laki yang tidak jujur itu dihukum mati, dan laki-laki yang setia itu diangkat menjadi walikota dari kota itu.
Demikianlah misalkan, orang-orang Kristen membangun sebuah jembatan bagi Allah Keadilan untuk bertahun-tahun lamanya. Tetapi mereka tampaknya tidak 33 memperoleh satupun kemajuan. Dan karena alasan apakah itu? -- Karena alasan yang sama itu juga dimana keenam pembangun itu telah gagal : Orang-orang yang mementingkan diri sendiri ikut dalam pekerjaan itu, dan sungguhpun mereka melihat perlunya suatu pengorbanan, namun bagaimanapun juga mereka selalu berusaha untuk membuat orang lain yang melakukan pengorbanan itu.
Dan saudara ingat, bahwa sungguhpun pembangunan tugu Babel yang dulu itu adalah bertentangan terhadap kehendak Allah dan Perintah-Nya, namun selama para pembangunnya bekerja dengan penuh keharmonisan di antara mereka, proyek bangunan mereka berkembang -tugu mereka membumbung tinggi. Tetapi setelah bahasa mereka dikacaukan, dan setelah mereka tidak lagi dapat mengerti antar sesamanya, maka kemajuan pembangunan tugu itu berhenti. Maka untuk menunjukkan kepada mereka, bahwa Ia tidak merestui akan proyek mereka itu dan bahwa Ialah Satu-Satunya Yang telah me- 34 ngacaukan bahasa mereka itu, Allah telah menghancurkan tugu itu sehingga ia itu telah remuk sampai ke tanah. Apa yang telah jadi pada jembatan itu, telah berlaku pula terhadap tugu Babel itu.
14Orang-orang Kristen sedang bekerja secara saling bertentangan diantara mereka sendiri. Saudara Kristen yang satu sedang mengkhianati saudaranya yang lain. Gantinya mengkhotbahkan Kebenaran, pendeta-pendeta Kristen sedang berkhotbah bertentangan satu terhadap yang lain. Yang satu maju terus untuk membangun, dan yang lainnya menyusul dari belakang untuk meruntuhkan. Mereka tidak saling sepakat antara sesamanya, mereka juga tidak saling mengerti antara sesamanya, sama seperti halnya para pembangun tugu Babel yang kacau itu.
Selama sifat mementingkan diri dan ketidakjujuran yang sedemikian, kekacauan dan kebencian, masih terdapat di antara umat Kristen, maka jembatan mereka dan tugu mereka, begitulah kita misalkan, akan 35 pasti sia-sia seperti akan halnya jembatan dari keenam pengkhianat janji itu dan seperti akan halnya tugu dari para pengolokolok nabi Nuh itu. Tidak ada jalan untuk mengakhiri kekacauan paham tanpa menyingkirkan penyebabnya -- tidak, suatu serpihan tidak akan pulih sebelum serpihan itu sendiri disingkirkan.
Saudara telah mengetahui akan kenyataan bahwa tidak ada terdapat kekacauan paham di masa Musa dahulu selama Musa sendiri yang menginterpretasikan Firman Allah itu kepada seluruh umat. Tetapi segera setelah Korah, Datan, Abiram dan yang lainnya menginginkan jabatan Musa, maka mulailah terjadi kekacauan paham. Maka satu-satunya obat yang dilakukan Allah ialah membuat bumi mengangakan mulutnya dan menelan orang banyak yang mengikuti paham itu, yaitu orang-orang yang mengangkat dirinya sendiri menjadi hamba-hamba Allah.
Di dalam sejarah kita terdapat kebanjiran penginterpretasi pribadi Firman (pe- 36 nyebab dari berbagai paham masa kini) daripada yang terdapat di masa Musa dahulu. Dan sesuai dengan Wahyu 12:15, 16, Tuhan mengamarkan, bahwa Ia akan kembali menggunakan suatu obat yang sama dengan obat kuno dahulu itu untuk melawan perkembangan paham masa kini. Maka orang dapat belajar untuk menghargai jabatan dari Roh Nubuat. Marilah sekarang kita membaca dari hal nasib orang-orang yang memilih untuk 15 terus berjalan di bawah terang ciptaannya sendiri.
“ ..... dan bumi mengangakan mulutnya, lalu menelan air bah yang disemburkan oleh naga itu dari dalam mulutnya.”
Di sini kita saksikan, bahwa obat yang sama yang mengakhiri berbagai paham di masa Musa dahulu akan kembali digunakan untuk mengakhiri semua paham yang ada dalam sejarah kita sekarang ini, satusatunya alat oleh mana keharmonisan akan dapat dikembalikan di antara sesama ang- 37 gota di dalam sidang sendiri, sama seperti juga di antara umat Kristen pada umumnya.
“Adapun segala Kitab itu telah diberikan melalui Ilham dari Allah, dan berguna bagi ajaran, bagi tegoran, bagi pembetu-lan yang salah, bagi petunjuk dalam sega-la kebenaran : supaya hamba Allah boleh menjadi sempurna, sepenuhnya lengkap bagi segala perbuatan yang baik.”
“Pertama-tama sekali ketahuilah ini, bah-wa tak ada nubuatan Alkitab yang ber-asal daripada akal orang sendiri. Karena tiada pernah ada nubuatan yang datang di masa lalu oleh kehendak manusia, melainkan datangnya daripada Allah, diucapkan oleh orang-orang suci Allah yang dikendalikan oleh Roh Suci.”
Dengan pasti ditegaskan, bukan hanya sebagian tetapi seluruh Kitab, adalah diilhami. Dan tak satupun daripada Kitab itu 38 hasil terjemahan pribadi, karena Ia itu bukan datang dari manusia, melainkan daripada Allah adanya; artinya, sebagaimana Roh Allah mendiktekan kepada manusia kitab-kitab itu, demikian itu pula Roh Allah harus menginterpretasikan pengertian kitab-kitab itu kepada manusia, sehingga tak seorangpun dengan sendirinya (tanpa diilhami) mampu memecahkan nubuatan-nubuatan yang termeterai itu atau menginterpretasikan sesuatu bagian dari semuanya itu atau bahkan mampu memahami pentingnya nubuatan-nubuatan itu sesudah semua itu diinterpretasikan, terkecuali ia itu diinterpretasikan oleh karunia Roh Kebenaran. Oleh karena itu, “tak seorangpun daripada orang jahat 16 akan dapat mengerti tetapi orang-orang bijaksana akan mengerti.” Daniel 12 : 10.
Sekarang kita hendaknya menyadari, bahwa selama perintah Ilahi ini dan prinsip menginterpretasikan Firman Allah diabaikan dan disalahgunakan, dan selama sifat mementingkan diri sendiri dan keras 39 kepala masih terdapat di antara umat Kristen pada umumnya dan di antara para pelajar Alkitab pada khususnya, maka berbagai paham akan terus meningkat, dan kekuatan umat akan terus dihamburhamburkan sama seperti kekuatan dari para pembangun jembatan itu maupun dari para pembangun tugu Babel itu. Ya, sebagaimana halnya hari berganti hari, tentu saja segala usaha mereka itu akan sia-sia dan semua malu mereka itu akan ditelanjangi.
Bahwa kita tidak mungkin dapat dibawa ke dalam semua Kebenaran tanpa karunia Roh Nubuat, Ilham secara simbolis mengamarkan melalui nabi Zakharia. Marilah kita kembali kepada Zakharia pasal 4, dan memulai dengan ayat yang pertama.
“Maka kembalilah malaikat yang ber-bicara dengan aku itu, lalu dibangunkan-nya aku seperti orang dibangunkan dari-pada tidurnya. Maka katanya kepadaku, 40 ‘Apakah yang engkau lihat?’ Maka jawab-ku, ‘Bahwasanya aku melihat sebuah ka-kidian yang daripada emas seluruhnya, dan sebuah tempat minyak terdapat pada puncaknya, dan ia memiliki tujuh buah lampu padanya, dan tujuh buah pipa yang menghubungkan tujuh lampu itu, yang berada di atasnya : dan terdapat dua pohon zait di sampingnya, yang satu pada sebelah kiri dari tempat minyak itu, dan yang lainnya pada sebelah kanannya. Demikianlah aku menjawab kepada ma-laikat yang berbicara dengan aku itu, bunyinya : ‘Apakah arti semuanya ini, tuanku?”
Saudara perhatikan bahwa gambar yang dikemukakan di sini adalah suatu penggambaran kembali yang tepat dari lambang Zakharia itu. Supaya penyelidikan kita dapat sederhana dan jelas, maka kita akan mempelajari pasal itu bersamasama dengan gambar ini.
41Zakharia Empat
Sekarang marilah kita mendengarkan penjelasan malaikat tentang lambang ini.
“Maka jawab malaikat yang berbicara dengan aku itu, katanya kepadaku : ‘Ti-dakkah engkau mengetahui artinya ini?’ Maka kataku : ‘Tidak Tuan. Maka dia 42 menjawab dan katanya kepadaku : ‘Ini-lah Firman Tuhan kepada Zerubabel, bu-nyinya’ : ‘Bukan oleh kuat, juga bukan oleh gagah, melainkan oleh Roh-Ku, de-mikianlah Firman Tuhan serwa sekalian alam.”
Malaikat itu mengemukakan dua hal: pertama ia memberitahukan, bahwa lambang itu adalah berkenaan dengan Firman Tuhan (Alkitab) kepada semua hamba Allah; kedua, bahwa Firman-Nya diwahyukan, bukan oleh kekuatan dan kuasa manusia, melainkan oleh Roh Allah.
Jelaslah lambang ini keseluruhannya melambangkan prosedur oleh mana Tuhan meneruskan Firman-Nya yang diwahyukan kepada umat-Nya. Agar kita dapat memiliki suatu pengertian yang lengkap dari hal prosedur Ilahi yang telah ditentukan ini, maka kita perlu mengetahui apa yang dimaksudkan oleh setiap bagian komponen daripada gambar diatas. Roh Nubuat memberikan petunjuk. Dalam buku The Great Controversy, p. 267 dijelaskan, bah- 43 wa ‘pohon-pohon zait itu’ melambangkan ‘Alkitab Wasiat Lama dan Wasiat Baru’; buku Testimonies to Ministers, p. 188, mengatakan, bahwa minyak keemasan itu melambangkan Roh Suci; dan pada hala-man 337 dari buku yang sama, bersama dengan Wahyu 1 : 20, mengatakan, bahwa ketujuh lampu itu melambangkan sidang, dan bahwa ketujuh pipa itu (kependetaan) menyalurkan minyak kepada sidangsidang.
Sekarang pelajarilah ilustrasi itu sendiri seperti saudara mempelajari sesuatu gambar. Pertama sekali, pohon-pohon itu melambangkan Firman Allah (Alkitab -baik Wasiat Lama maupun Wasiat Baru -dua buah pohon).
Di sini terlihat, bahwa seluruh lambang yang terpampang itu adalah untuk maksud menggambarkan penyelesaian satu hal, yaitu menjaga keseluruhan tujuh lampu itu (keseluruhan anggota sidang) supaya menyediakan minyak rohani (Kebenaran Alkitab) sehingga ia dapat memancarkan 44 terang rohani ke sekelilingnya, sehingga sidang dapat menerangi dunia dengan Firman Allah yang diwahyukan. Dan oleh karena tugas kependetaan adalah memberi makan kepada sidang dengan makanan rohani, maka nyatalah, bahwa tujuh pipa itu adalah melambangkan kependetaan pada fungsinya, yaitu mengambil minyak (Kebenaran yang diwahyukan) dari tempat minyak bagi tujuh lampu itu, yaitu sidang-sidang. Kini kebenaran yang di dalam gambar, pipa-pipa itu (para pendeta) tidak mengambil minyak itu langsung dari pohon-pohon zait (Alkitab), ini menunjukkan secara pasti, bahwa tempat minyak itu dalam mana minyak itu disimpan melambangkan tempat penampungan atau tempat penyimpanan dimana seluruh kumpulan hasil interpretasi Alkitab yang diilhami disimpan, dan bahwa dari tempat penampungan ini, para pendeta membantu dirinya sendiri dengan minyak lalu menyalurkan minyak itu ke tujuh lampulampu itu (kepada sidang), bukan dari pohon-pohon zait itu.
45Oleh karena itu, kedua pipa keemasan itu merupakan lambang dari saluran-saluran yang diilhami yang mampu untuk mengeluarkan minyak (terang Kebenaran) dari pohon-pohon itu (dari Wasiat Lama
19 dan Wasiat Baru) lalu menampungnya di dalam tempat minyak (buku-buku) bagi semua pipa-pipa itu (para pendeta) dan menyalurkannya kepada kakidian (kepada sidang-sidang).
Oleh karena itu, lambang itu menunjukkan prosedur yang telah ditetapkan Sorga bagi penyampaian Firman Tuhan kepada sidang-Nya: bahwa Roh Nubuat pada fungsinya adalah satu-satunya obat melawan berbagai paham di dalam sidang dan di dalam dunia.
Barangsiapa yang tidak memakaikan bagi dirinya sendiri minyak keemasan itu, dan barangsiapa yang terus saja mencari jenis-jenis minyak lain, atau barangsiapa yang mencoba mengeluarkan minyaknya sendiri, akan pasti jatuh ke dalam lubang apabila bumi mengangakan mulutnya 46 untuk menelan segala air bah itu. Kemudian akan jadi, bahwa para penghirup dan pencari paham akan kelak lenyap untuk selama-lamanya.
“Lagi pula Firman Tuhan telah datang kepadaku, bunyinya, bahwa kedua ta-ngan Zerubabel telah meletakkan dasar rumah ini; maka tangannya juga akan menyelesaikannya; maka kamu akan me-ngetahui, bahwa Tuhan serwa sekalian alam telah mengutus aku kepadamu.”
Kata-kata firman ini secara pasti mengandung arti bahwa terdapat keraguraguan di dalam pikiran beberapa orang mengenai apakah Zerubabel contoh saingan, ataukah yang lain yang akan menyelesaikan pekerjaan yang telah dimulai oleh Zerubabel. Siapakah yang dilambangkan oleh Zerubabel?
Firman Allah menjelaskan, bahwa Zerubabel kuno adalah suatu pertanda, contoh, pada masa Allah meruntuhkan tahta 47 kerajaan-kerajaan, pada waktu bala tentara mereka itu dibinasakan oleh pedang seorang “saudara laki-laki” Kristen yang membunuh seorang saudara Kristen yang lain. (Hagai 2 : 22, 23). Oleh karena itu Zerubabel melambangkan hamba Allah pada sesuatu masa raja-raja yang bermahkota, yaitu “tahta dari kerajaan-kerajaan,” diruntuhkan, dan dalam waktu mana suatu bangsa Kristen berada dalam perang melawan suatu bangsa Kristen lainnya. Oleh 20 karena kerajaan-kerajaan yang dimahkotai itu akan segera berlalu, dan bentuk-bentuk pemerintahan-pemerintahan yang lain sedang akan mengambil tempat mereka, semuanya membuktikan, bahwa munculnya Zerubabel contoh saingan adalah seharusnya di waktu ini. Maka jawaban Tuhan sendiri ialah “tangan-tangan Zerubabel telah meletakkan dasar rumah ini; tangan-tangannya juga yang akan menyelesaikannya.”
Zakharia 4 : 10 :
“Karena siapakah yang telah memandang 48 rendah hari perkara-perkara kecil itu? Karena mereka akan bersukaria, dan me-reka akan melihat batu bandulan pengu-kur itu di dalam tangan Zerubabel ber-sama dengan batu-batu yang tujuh itu; mereka adalah biji-biji mata Tuhan, yang berlari kian kemari melewati seluruh bumi.”
Hari yang digenapi di dalam katakata firman ini, adalah hari dalam mana Tuhan serwa sekalian alam memulaikan suatu pekerjaan reformasi dengan cara yang tampaknya sangat kecil dan tak berarti, dan orang-orang yang memandang rendah permulaan-permulaan yang kecil dan yang tak berarti ini akan pada akhirnya bersukaria dan akan melihat bahwa Zerubabel contoh saingan adalah seseorang yang akan mengendalikan pekerjaan itu bersama-sama dengan semua (tujuh) pembantu-pembantunya. Mereka adalah biji-biji mata Tuhan. Alangkah pentingnya hari itu! Betapa hebatnya suatu umat! Terbukti mereka membentuk “batu” dari 49 Zakharia pasal tiga yang sudah kita pelajari beberapa minggu yang lalu, dan telah kita ketahui bahwa ia itu mempunyai tujuh mata, lengkap dengan penglihatan rohani. Jelas, inilah batu yang menghantam patung besar dari Daniel 2 : 45 itu.
“Lalu jawabku, kataku kepada-Nya, ‘Apakah artinya kedua pohon zaitun yang disebelah kiri dan di sebelah kanan kakidian itu?’ Maka jawabku lagi, dan kataku kepada-Nya, ‘Apakah artinya ke-dua cabang pohon zait ini yang melalui kedua pipa keemasan itu mengosongkan minyak keemasan dari mereka?’
Semua ini mengambil tempat pada masa tertentu ini, dan nubuatan-nubuatan yang kini telah terbuka membuktikan, bahwa Zerubabel contoh saingan itu sekarang berada di sini, dan bahwa karena ia telah memulai pekerjaan itu, maka ia
21 juga harus menyelesaikannya. Kenyataan bahwa Ilham berusaha untuk menceritakan siapa yang akan menyelesaikan pekerjaan 50 itu dengan sendirinya membuktikan bahwa harus terdapat perampas-perampas yang giat terhadap jabatannya seperti halnya terhadap jabatan Musa dahulu.
“Maka jawab-Nya kepadaku, katanya, ‘Tidakkah engkau tahu artinya ini?’ Ma-ka kataku, ‘Tidak, Tuanku. Lalu kata-Nya, ‘Inilah dua orang yang diurapi itu yang berdiri dekat Tuhan seluruh bumi.”
Dari pemberitahuan malaikat itu jelaslah terlihat sekarang bahwa lambang itu menggambarkan prosedur menginterpretasikan Firman Allah yang tertulis, dan prosedur meneruskannya kepada sidang. Masanya adalah dalam sejarah Wasiat Baru, apabila kedua pohon itu sudah ada.
Marilah kita sekarang menyimpulkan pelajaran ini dengan bantuan gambar. Di sini kita melihat sebuah kakidian (sebuah sidang) seluruhnya daripada emas, yang terbaik daripada semua kakidian (tak ada ‘lalang’ di dalamnya). Ia ini membentuk 51 umat yang sisa (orang-orang yang tertinggal setelah orang-orang berdosa disingkirkan dari antaranya) yang betul-betul memeliharakan hukum-hukum Allah, dan memiliki Kesaksian Yesus Kristus, yaitu Roh Nubuat (Wahyu 12: 17; 19:10). Kakidian yang indah ini terhiasi sepenuhnya dan menyala. Kedua pipa keemasan itu (para penginterpretasi Allah yang diilhami) menampung minyak keemasan di dalam tempat minyak keemasan (penerbitan Roh Nubuat). Dan ketujuh pipa itu (keseluruhan kependetaan) menyalurkan minyak keemasannya dari tempat minyak keemasan itu kepada tujuh lampu keemasan (kepada keseluruhan anggota).
Dengan cara penyediaan dan pembagian Firman Allah yang sempurna ini, yaitu “makanan pada waktunya,” bagi umat- Nya, maka tidaklah perlu ditakuti, bahwa persediaan akan cepat kering, atau bahwa lampu-lampu akan makin kecil nyalanya. Lagi pula inilah satu-satunya cara yang dapat membuat sidang menjadi sempurna, 52 tak bercacat, tak berkerut, atau sesuatu hal yang sedemikian -- suatu umat dengan tiada tipu di dalam mulut mereka, semuanya sepaham, semuanya mengatakan hal yang sama. Sungguh “suatu bangsa yang hebat 22 dan kuat; belum pernah ada yang seper-ti itu.” Yoel 2 : 2. Tak diragukan lagi ini adalah kuasa besar yang menerangi bumi, Seruan Keras itu. Tentu saja lambang ini menyatakan sidang pada masa ia dipenuhi dengan Roh Nubuat dan dengan kebenaran Kristus.
Jelaslah, bahwa cara penginterpretasian Alkitab, yang digambarkan oleh Zakharia adalah satu-satunya cara kepunyaan Tuhan. Inilah satu-satunya obat bagi berbagai paham dan perselisihan di antara umat Kristen. Demikianlah, bahwa “para penjaga-Nya akan mengangkat suara; dengan suara itu bersama-sama mereka akan bernyanyi, karena mereka akan sepaham, apabila Tuhan akan membawa kembali Sion.” Yesaya 52 : 8.
53Surat dialamatkan kepada:
Universal Publishing Association
(Kantor Pusat)
Waco, Texas 76714
U S A
Universal Publishing Association
(Divisi Indonesia)
P. O. Box 6965/JAT-PK
Jakarta 13710
e-mail:
gadsdaid@yahoo.com
dikerjakan oleh:
Penerbitan 2018
54UNIVERSAL PUBLISHING ASSOCIATION
P.O. BOX 7613
WACO, TX 76714
+1 800-729-7494
www.davidiantoday.org