Perpustakaan PDF
Amaran Sekarang - Jilid 1 - No. 11, 12

Dirikan Kota-Kota, Hiburkan Sion, Pilihlah YerusalemJika Hanya 144.000 yang Diubahkan, Kesempatan Apakah Bagimu?

1AS11 / 1AS12

V. T. HOUTEFF

Agar setiap orang yang berhaus akan kebenaran

dapat memperolehnya, maka buku-buku kecil ini disebarkan dengan cuma-cuma. Hanya satu permohonan yang dimintanya, yaitu setiap jiwa wajib memeriksa segala perkara dan berpegang teguh pada mana yang baik. Hanya benang-benang

untaian keemasan Eden dan tali-tali pengikat Golgota yang berwarna darah -- ikatan-ikatan yang mengikat itu yang merupakan pita pengikat buku

gratis yang kecil ini.

Kami sangat menghargai nama dan alamat anggota

MAHK yang dikirimkan.

1

AMARAN
SEKARANG

Satu-Satunya Kedamaian Pikiran

Dirikan Kota-Kota, Hiburkan Sion,

Pilihlah Yerusalem Jika Hanya 144.000 Yang Diubahkan

Kesempatan Apakah Bagimu?

VICTOR T. HOUTEFF

Universal Publishing Association P. O. Box 6965/JAT-PK, Jakarta 13710

e-mail : gadsdaid@yahoo.com

2

Renungan dan Doa Pembuka

Saya akan membacakan dari buku The Mount of Blessing, halaman 161, dimulai dengan paragraf yang pertama.

Mount of Blessing, p. 161 :

“Kehendak Allah dinyatakan di dalam pasal-pasal dari hukum-Nya yang suci, maka prinsip-prinsip dari hukum ini ada- lah prinsip-prinsip dari surga..... Tetapi di dalam surga, pelayanan tidak diberikan dalam roh penurutan terhadap undang- undang. Sewaktu Setan memberontak melawan hukum Jehovah, maka ingatan, bahwa terdapat sebuah hukum datang ke- pada malaikat-malaikat itu hampir-ham- pir bagaikan sesuatu hal yang tidak per- nah terpikirkan. Dalam pelayanan para malaikat itu mereka bukanlah sebagai pelayan-pelayan, melainkan sebagai anak. Terdapat persatuan yang sempurna di an- tara mereka dengan Penciptanya. Kepa- tuhan bagi mereka bukanlah sesuatu yang 3 menjemukan. Cinta terhadap Allah mem- buat pelayanan mereka sesuatu kesukaan. Demikianlah di dalam setiap jiwa di da- lam mana terdapat Kristus, harapan ke- muliaan itu, kehadiran-Nya, kata-kata fir- man-Nya kembali dibunyikan, ‘Aku suka melaksanakan kehendak-Mu, ya Allahku; sesungguhnya, hukum-Mu terdapat di da- lam hatiku.’

“Permohonan yang berbunyi, ‘Jadilah kehendak-Mu di bumi seperti halnya di dalam Surga’, adalah suatu doa, bahwa merajalelanya kejahatan di atas bumi ini akan berakhir, bahwa dosa akan dibinasa- kan untuk selama-lamanya, dan Kerajaan kesucian akan diperdirikan. Kemudian di bumi seperti halnya di dalam Surga akan digenapi ‘segala kehendak baik dari keba- ikan-Nya.’ ”

Kita sekarang berdoa agar hukum Allah itu dapat tertulis di dalam hati kita; supaya kita mematuhi hukum itu karena kita menghendaki begitu, bukan karena kita 4 harus begitu; supaya kita menyadari bahwa pemeliharaan kita akan hukum-hukum Allah itu adalah untuk kebaikan kita sendiri. Dan di atas segala-galanya, hendaklah kita berdoa supaya kesukaan kita yang terbesar adalah dalam melaksanakan kehendak-Nya. Dengan demikian inilah kiranya kehendak Allah jadi di atas bumi seperti halnya di dalam surga.

Copyright, 1953

Hak Cipta Dijamin

V. T. HOUTEFF

5

DIRIKAN KOTA-KOTA,
HIBURKAN SION,
PILIHLAH YERUSALEM

Oleh :
Victor T. Houteff
Pendeta Persekutuan Davidian
Masehi Advent Hari Ketujuh
Sabat, 19 Oktober 1946
Chapel Mount Carmel, Waco, Texas

Dalam penyelidikan kita Sabat yang lalu kita telah pelajari, bahwa nubuatan Zakharia adalah berlaku terhadap dua bangsa pada dua masa yang berbeda : pertama terhadap orang-orang Yahudi sementara mereka kembali dari Babilon menuju ke Yerusalem, dan yang kedua terhadap mereka yang dalam masa akhir zaman akan datang keluar dari semua bangsa. (Wahyu 7 : 9 ; 18 : 4). Kita juga telah pelajari, bahwa pembangunan dan reformasi 6 yang terjadi di masa hidupnya Zakharia adalah sebuah contoh dari pembangunan dan reformasi yang akan terjadi di dalam sejarah kita, dan bahwa kembalinya orangorang yang dahulu itu dari Babilon adalah merupakan sebuah contoh dari kembalinya orang-orang di dalam Babilon akhir zaman (Wahyu 18 : 4).

Marilah kita melihat kepada :

Zakharia 1 : 1 :

“Dalam bulan ke delapan, tahun kedua dari kerajaan Darius, datanglah Firman Tuhan kepada Zakharia.....”

Di sini kepada kita diceritakan, bahwa nabi Zakharia dipanggil pada jabatan nabinya pada tahun kedua dari pemerintahan raja Darius. Mengapa ia dipanggil pada tahun itu? -- Untuk jawabannya, maka kita akan kembali kepada tulisan Ezra. “Maka berhentilah pekerjaan Bait Allah yang di Yerusalem itu. Demikian itulah ia berhenti sampai kepada tahun kedua dari pemerintahan Darius raja Persia.” Ezra 4 : 24.

7

Jelaslah Zakharia telah dipanggil pada masa yang tertentu itu karena pekerjaan pembangunan kaabah di Yerusalem telah terhenti dan telah ditinggalkan. Oleh karena itu, Tuhan oleh perantaraan nabi-nabi Zakharia dan Hagai telah mengirimkan sebuah pesan kepada para tukang pembangun dan meminta kepada mereka untuk secepatnya kembali melanjutkan pembangunan.

“Bahwa sangat murkalah Tuhan akan se-gala bapamu. Maka sebab itu katakanlah kepada mereka itu : Demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam, kembalilah kamu kepada-Ku, demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam, maka Aku pun akan kembali kepadamu, demikian-lah firman Tuhan serwa sekalian alam. Ja-nganlah kamu seperti akan segala nenek moyangmu, kepadanya segala nabi telah berseru-seru : Demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam, hendaklah kamu bertobat dari perbuatanmu yang jahat dan 8 dari segala kelakuanmu yang jahat itu; tetapi tiada juga didengarnya akan Daku dan tiada diindahkannya Aku, demikian-lah firman Tuhan. Adapun segala nenek moyangmu itu, dimanakah mereka? Dan segala nabi itu, hidupkah mereka itu se-lama-lamanya? Tetapi segala firman-Ku dan segala hukum-Ku, yang sudah Ku amanatkan kepada hamba-Ku segala nabi itu, bukankah ia itu sudah mengenai ne-nek moyang kamu? Maka mereka kemba-li dan mengatakan, Sebagaimana Tuhan semesta alam bermaksud mengambil tin-dakan terhadap kami sesuai dengan ting-kah laku kami dan perbuatan kami demi-kianlah Ia mengambil tindakan terhadap kami.”

Para tukang pembangun itu pertamatama diperingatkan, bahwa mereka sebelumnya berada di Babilon karena nenek moyang mereka itu tidak mematuhi Firman Tuhan yang datang kepada mereka melalui para nabi-Nya; sehingga karena dosa-dosa mereka itu kaabah dan kerajaan mereka telah dihancurkan. Para tukang 9 pembangun itu mengatakan dengan jelas, bahwa jika proyek mereka itu terus berkembang, maka mereka akan dapat menghindari jalan yang telah ditempuh oleh para nenek moyang mereka, lalu memberikan perhatian mereka yang penuh terhadap kedua nabi Zakharia dan Hagai. Para tukang pembangun itu berjanji, bahwa mereka tidak akan berjalan di dalam jalanjalan para nenek moyang mereka.

Adalah pada bulan kedelapan Zakharia telah menyampaikan kepada mereka pekabaran reformasi ini. Penerimaan dengan sepenuh hati oleh orang-orang Yahudi ter-

4 hadap pekabaran itu akan mempersiapkan jalan bagi suatu pekabaran yang lain, dan ini telah datang dalam jangka waktu tiga bulan saja. Inilah pekabaran itu :

“Pada hari yang kedua puluh empat dari bulan ke sebelas, yaitu bulan Sabat, da-lam tahun kedua dari pemerintahan raja Darius, datanglah Firman Tuhan kepada nabi Zakharia, bin Berechiah, bin Ido, 10 mengatakan, Maka pada waktu malam ku lihat, bahwasanya adalah seorang laki- laki mengendarai kuda merah, maka ber-hentilah ia di tengah-tengah segala pohon murd yang terdapat di sebelah bawah; dan di belakangnya ada beberapa ekor kuda merah, kuda yang berbintik-bintik, dan kuda putih.”

Untuk mendapatkan interpretasi dari simbol ini kita akan membaca pertanyaan nabi itu serta penjelasan malaikat dari hal itu di dalam

“Maka sembahku : Apakah artinya se-kalian ini, ya tuan? Maka sahut malaikat yang berkata kepadaku itu : Bahwa aku akan menyatakan kepadamu artinya se-kalian ini. Lalu sahut orang yang berdiri di tengah-tengah pohon murd itu katanya : Inilah mereka semua yang diutus Tuhan pergi untuk menjelajahi bumi. Maka ja-wab mereka itu kepada malaikat Tuhan yang berdiri di tengah-tengah pohon murd itu, katanya : Bahwa kami sudah ber-11 keliling di atas bumi, maka sesungguh-nya seluruh bumi itu selamat sentosa.”

Oleh karena kuda-kuda yang disuruh Tuhan pergi menjelajahi bumi, dan oleh karena mereka itu memiliki kemampuan untuk berbicara, maka jelaslah semua ini menyatakan, bahwa kuda-kuda itu adalah melambangkan utusan-utusan Tuhan, yaitu orang-orang yang diutus-Nya kepada bangsa-bangsa.

Kuda merah, kuda yang berbintik-bintik dan kuda putih -- banyak jenis kuda menggambarkan suatu kelompok pelayan-pelayan dari berbagai keturunan dan bangsa-bangsa. Oleh karena itu kuda-kuda tidak dapat diambil untuk melambangkan baik pelayan-pelayan Ibrani di masa nabi Zakharia ataupun pelayan-pelayan Ibrani

5 di masa Kristus, sebab hamba-hamba Tuhan di masa itu semuanya berasal dari satu keturunan -- yaitu Yahudi, bukan merah, berbintik-bintik, dan putih. Setelah menyelesaikan misi mereka, maka kuda-kuda itu 12 melaporkan, bahwa mereka “telah berjalan berkeliling di bumi” dan walaupun begitu bumi sedang duduk dengan tenang dan beristirahat -- tidak melakukan apa-apa.

Oleh karena adalah suatu kenyataan bahwa di masa nabi Zakharia para pembawa kabar itu semuanya adalah orangorang Yahudi (suatu bangsa yang berasal dari satu keturunan dan satu bangsa), maka lambang itu adalah pasti berlaku terhadap sesuatu hari dalam mana Allah akan menunjuk penginjil-penginjil dari berbagai keturunan dan bangsa, yang akan disuruh- Nya pergi berkeliling di bumi -- kepada segala bangsa.

Semua tanda pengenal yang pasti ini menunjukkan dengan jelas bahwa kudakuda itu melambangkan orang-orang Adventist Hari Pertama yang bangkit di antara tahun-tahun 1833 dan 1844 dan mereka kemudian menggenapi lambang nubuatan ini dengan cara memproklamasikan kedatangan Kristus yang kedua kali kepada setiap misi Kristen di seluruh dunia, tetapi 13 telah mengacaukan masalah pembersihan tempat suci (Daniel 8 : 14) -- yaitu pembersihan gereja, pekerjaan pehukuman, penuaian, pemisahan gandum dari lalang (Matius 13 : 30), pemisahan ikan yang baik dari ikan yang jelek (ayat 47, 48), pemisahan anak dara yang bijaksana dari anak dara yang bodoh (Matius 25 : 1 – 12), domba dari kambing (Matius 25 : 32), pemisahan tamutamu yang berpakaian pakaian kawin dari mereka yang tidak memakaikan pakaian kawin itu (Matius 22 : 2 – 13). Pekerjaan pemeriksaan hukum ini dimulai pertamatama di antara orang-orang yang sudah mati (pemeriksaan buku saja tentunya -- Daniel 7 : 10), kemudian pemeriksaan di antara orang-orang hidup (pemisahan sesungguhnya secara fisik -- pembersihan -- Yehezkiel pasal 9).

Sebagaimana halnya nubuatan Daniel dari pasal 8, yaitu 2300 hari, menunjukkan bahwa pekerjaan Pehukuman itu akan dimulai di dalam tahun 1844 T.M. tetapi sebagaimana itu telah keliru dimengerti 14 bahwa sejarah dunia akan berakhir pada tahun itu, sebaliknya mereka telah mengalami kekecewaan yang amat sangat pada waktu tanggal yang ditetapkan itu tiba dan tidak terjadi apa-apa. Demikianlah, bahwa sebagaimana tanggal yang telah ditetapkan itu mendekat mereka kembali dari ladangladang misi mereka dengan penuh keyakinan bahwa mereka telah menyelesaikan misi mereka -- bahwa mereka telah “berjalan berkeliling di bumi” -- dan bahwa tidak ada waktu lagi, bahwa dunia pada waktu itu sudah akan berakhir.

Mengenai luas dari pekerjaan mereka Buku Great Controversy, p. 368 mengatakan berikut ini : “Tulisan-tulisan Miller dan kawan-kawannya telah dibawa ke negeri-negeri yang jauh-jauh. Dimanapun para misionaris menembus masuk ke selu- ruh dunia, telah dikirimkan berita-berita gembira dari hal kedatangan Kristus yang segera itu. Jauh dan meluas menyebar pe- kabaran Injil yang kekal itu, ‘Takutlah 15 akan Allah dan muliakanlah Dia, karena jam pehukuman-Nya telah tiba.’ “

Demikianlah bahwa kuda-kuda itu (para pembawa kabar) mengira pekerjaan mereka telah selesai, tetapi malaikat yang sesungguhnya mengetahui akan kenyataan-kenyataan itu, dan menyaksikan umat Allah masih dalam perhambaan, masih jauh dari negeri mereka, sementara orang-orang kafir masih dalam kesenangan dengan santainya, memohon supaya bertindak :

Zakharia 1 : 12 :

“Maka jawab malaikat Tuhan itu, katanya : Ya Tuhan serwa sekalian alam, berapa lama lagi Engkau tiada mengasihani Ye-rusalem dan negeri-negeri Yehuda, yang Engkau telah murkai tujuh puluh tahun lamanya?”

Ramalan nabi Yeremia, bahwa orangorang Yahudi akan menghabiskan tujuh puluh tahun lamanya dalam perhambaan 16 Babilon telah berakhir walaupun mereka masih berada di Babilon. Namun oleh karena lambang nubuatan ini menemui kegenapannya bukan di masa sejarah Zakharia melainkan di masa sejarah kita, maka oleh karena itu permohonan malaikat itu bagi “kemurahan terhadap Yerusalem dan negeri-negeri Yehuda,” akan berlaku langsung di masa ini. Bagaimanapun terdapat persamaan ini : Masa perhambaan Babilon meliputi juga beberapa tahun 7 masa kembali ke Yerusalem, sama halnya dengan ramalan Yohanes, bahwa sidang harus kembali ke kebun anggur setelah menghabiskan waktu 1260 tahun di padang belantara (di negeri-negeri bangsa Kafir) (Wahyu 12 : 6), telah berakhir dan bahkan meliputi juga semenjak tahun 1798 dan belum ada pertanda bagi kembalinya. Dan sebagaimana Organisasi berada dalam keadaan tidak menerima Kebenaran tambahan, maka akibatnya adalah, bahwa sidang masih berada di padang belantara yang mana Ilham mengatakan, “Jika saja 17 umat Allah telah pergi bekerja sebagaima- na seharusnya mereka pergi untuk beker- ja segera sesudah pertemuan Minneapolis di tahun 1888 itu, maka dunia sudah akan berhasil diberi amaran dalam dua tahun dan Tuhan sudah akan datang.” -- General Conference Bulletin, 1892.

Pekabaran ini kini secara pasti menyatakan bahwa tinggalnya sidang di padang belantara akan segera berakhir dan bahwa segera ia akan berdiri di Bukit Sion bersama-sama dengan Anak Domba itu (Wahyu 14 : 1). Dari titik analisa ini kembali terlihat bahwa permohonan malaikat itu bagi kemurahan terhadap Yerusalem dan negeri-negeri Yehuda adalah berlaku tepat kepada umat di dalam sejarah kita, dan hanya secara tidak langsung berlaku terhadap umat di masa Zakharia yang lalu.

“Dan Tuhan menjawab kepada malaikat yang berkata dengan aku itu dengan per-kataan yang baik dan menghiburkan hati. 18 Lalu kata malaikat yang berkata dengan aku itu : Berserulah engkau dan katakan-lah, Demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam, Bahwa sangat besarlah ke-cemburuan-Ku akan Yerusalem dan akan Sion.”

Gantinya mengatakan “Sion..... akan dibajak seperti ladang, dan Yerusalem akan menjadi suatu timbunan,” -- Mikha 3 : 12, Tuhan malahan menyatakan kecemburuan-Nya yang besar bagi mereka, lalu memerintahkan kepada hamba-hamba- Nya supaya “serukan lagi” dan mengatakan :

“Maka sebab itu firman Tuhan demikian : Bahwa Aku kembali kepada Yerusalem dengan belas kasihan : maka rumah-Ku 8 akan didirikan di sana, demikianlah fir-man Tuhan semesta alam, dan tali peng-ukur akan direntangkan di atas Yerusa-lem. Serukan dan katakan: Demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam; segala 19 negeri-Ku melalui kelimpahan masih akan menyebar luas; maka Tuhan ma-sih akan menghiburkan Sion, dan masih akan memilih Yerusalem.”

Oleh karena terang atas nubuatan- -nubuatan ini kini sedang bercahaya untuk pertama kalinya atas perjalanan kita semenjak Zakharia menuliskannya dahulu, dan oleh karena pekabaran ini kini sedang disiarkan melalui Laodikea, maka Kebenaran bahwa Tuhan, pada akhirnya, kembali (berkunjung) dengan segala kemurahan adalah sangat jelas.

Sesudah kekecewaan besar di tahun 1844 itu para juru kabar Kebenaran di dalam Kristus diberitahukan supaya “serukan lagi” (terus mengkhotbahkan) dan mengatakan “Demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam : Negeri-negeri-Ku melalui kelimpahan masih akan menyebar luas; maka Tuhan masih akan menghiburkan Sion, dan masih akan memilih Yerusalem.

20

Demikian itulah, bahwa segera setelah tanggal yang ditetapkan di tahun 1844 itu berlalu dan semua harapan orang-orang itu gagal, maka Tuhan membesarkan hati mereka dengan memberikan kepada Ny. White sebuah khayal dari hal pengumpulan buah-buah pertama, 144.000 orang itu, yaitu yang pertama-tama yang akan sampai ke Bukit Sion dan di sana berdiri bersama-sama dengan Anak Domba itu (Wahyu 14 : 1), penghiburan bagi Sion dan Yerusalem. Demikian itulah mereka memulai lagi dengan suatu tujuan yang telah ditetapkan untuk mengumpulkan 144.000 hamba-hamba Allah yang tidak bercacat cela, yaitu orang-orang yang akan digunakan bagi pengumpulan buah-buah kedua, yaitu jumlah besar yang tak terhitung banyaknya dari segala bangsa (Wahyu 7 : 9). Tetapi sebagaimana waktu terus berlalu gantinya bekerja bagi Allah, Organisasi Gereja malahan kembali mendurhaka dengan cara tidak percaya Roh Nubuat (Testimo-nies, vol. 5, p. 217) dan dengan demikian 21 kehilangan penglihatan Kebenaran yang masih akan dibukakan, dan yang sedang membawa kepada terang.

9

Demikian itulah, bahwa segera setelah kekecewaan besar di tahun 1844 itu datang, yang telah dilambangkan dengan buku kecil yang berubah menjadi pahit rasanya setelah dimakan, maka malaikat itu menyatakan : “Engkau harus bernubuat kembali di hadapan banyak orang, dan bangsa-bangsa, dan bahasa-bahasa dan raja-raja.” Wahyu 10 : 10, 11. Pergerakan Advent yang kedua kemudian direorganisasikan lalu nama Masehi Advent Hari Ketujuh diberikan kepadanya. Demikian inilah Tuhan menugaskan kepada para juru kabar-Nya supaya “menyerukan”, memberitakan lagi, untuk terus mengkhotbahkan terang tambahan -- Pehukuman bagi Orang Mati. Penyucian tempat suci (Daniel 8 : 14), pembersihannya dengan cara mengeluarkan dari buku-buku (Daniel 7 : 10) namanama dari orang-orang yang didapati 22 tidak terpilih untuk bangkit di dalam kebangkitan yang pertama, yaitu kebangkitan orang-orang suci (Wahyu 20 : 5, 6).

Di sini terlihat bahwa Ilham tidak secara sekaligus menerangi jalan kita menjadi jelas sampai kepada akhirat, melainkan dilakukan-Nya begitu secara langkah demi langkah; bahwa Kebenaran Allah itu adalah bersifat terus berkembang; bahwa kita tidak pernah dapat mengatakan dengan sungguh-sungguh kita memiliki semua Kebenaran untuk membawa kita dengan jelas memasuki Pintu-pintu Gerbang Mutiara.

Mengenai cara-cara yang memungkinkan kembalinya umat Allah ke negeri mereka, kita akan membaca :

“Kemudian ku angkat mataku, maka ku lihat, bahwasanya adalah empat tanduk. Maka kataku kepada malaikat yang ber-kata dengan aku itu, apakah artinya ini? Maka jawabnya kepadaku : Bahwa tan-23 duk-tanduk inilah yang telah mencerai- beraikan Yehuda, Israel dan Yerusalem.

Di masa lalu kerajaan Israel menempati bagian Utara dari tanah perjanjian, dan kerajaan Yehuda menduduki bagian sebelah Selatannya. Kerajaan Israel dicerai-beraikan oleh raja-raja Assiria dan kerajaan Yehuda oleh raja dari Babilon. Orang-orang yang kembali ke Yerusalem di masa Zakha-

10 ria adalah berasal dari kerajaan Yehuda, orang-orang Yahudi, namun sebagaimana halnya kerajaan Israel telah bercampur dengan bangsa-bangsa, maka ia sebagai akibatnya telah kehilangan ciri-ciri rasial dan kebangsaannya. Kuasa-kuasa yang telah mencerai-beraikan Yehuda dan Israel, saudara saksikan, adalah dilambangkan dengan empat buah tanduk.

“Maka ditunjuk Tuhan kepadaku em-pat orang tukang kayu. Maka sembah-ku : Orang-orang ini datang membuat apakah? Maka jawabnya : Mereka inilah tanduk-tanduk yang sudah mencerai-24 beraikan Yehuda, sehingga tak seorang-pun dapat mengangkat kepalanya; tetapi sekarang mereka ini sudah datang untuk menyisihkan mereka itu, menyingkirkan tanduk-tanduk dari bangsa-bangsa Kafir itu, yang telah mengangkat tanduk me-reka melawan negeri Yehuda untuk men--cerai-beraikannya.”

Di sini kuasa-kuasa yang sama telah mencerai-beraikan Yehuda dan Israel kembali terlihat, bukan sebagai tanduktanduk, melainkan sebagai tukang-tukang kayu; bukan untuk mencerai-beraikan umat Allah, melainkan untuk membangun bagi mereka itu, dan untuk menyingkirkan tanduk-tanduk itu (kuasa-kuasa) dari bangsa-bangsa Kafir -- orang-orang yang memerintah atas negeri itu. Jadi, jelaslah, bahwa pada satu pihak bangsa-bangsa yang tidak memerintah atas Palestina akan bangkit sebagai “tanduk-tanduk” melawan orang-orang yang memerintah atasnya, dan pada lain pihak mereka akan bangkit bagaikan tukang-tukang kayu bagi 25 umat Allah. Dengan demikian kelak “segala masa dari bangsa-bangsa Kafir itu akan digenapi.” Lukas 21 : 24. Dengan begitu, maka hanya orang-orang yang dapat tahan berdiri pada Pehukuman bagi orang-orang Hidup, di dalam rumah Allah (1 Petrus 4 : 17), yaitu orang-orang yang nama-namanya tidak tercoret dari Buku (Wahyu 3 : 5) akan membentuk sidang, di antaranya akan terdapat 144.000 anak-anak lelaki Yakub (Wahyu 7 : 3 – 8), dan apabila Mikhail bangkit berdiri, maka orang-orang yang nama-namanya ada tertinggal di dalam Buku akan diselamatkan dari “kesusahan yang sedemikian itu belum pernah jadi” (Daniel 12 : 1). Mereka adalah “yang lagi tinggal”, yaitu orang-orang yang lolos hidup dari Pehukuman bagi Orang Hidup di dalam Rumah Allah. Dengan demikian kaabah contoh saingan itu akan diperdirikan (Yehezkiel pasal 40 - 43) dan kota-kota akan disebar-luaskan.

Kemudian hamba-hamba Allah yang tiada bercacat cela ini, buah-buah pertama, 26 akan dikirimkan kepada bangsa-bangsa yang belum pernah mendengar akan nama baik Allah (orang-orang yang bukan Kristen), maka mereka akan memberitakan kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa Kafir dan akan menghantarkan segala saudaranya, buah-buah kedua itu, yaitu semua yang akan diselamatkan, kepada rumah Tuhan (Yesaya 66 : 16, 19, 20), kepada sidang Allah yang sudah suci, dimana di sana tidak akan terdapat lagi dosa dan tidak ada lagi kemungkinan untuk dikenai bela-bela itu (Wahyu 18 : 4).

Buta terhadap Kebenaran ini, terhadap Pehukuman bagi Orang Hidup, “hari Tuhan yang besar dan hebat itu”, hari dimana segala perkara akan dipulihkan, maka orang-orang Laodikea tampaknya berada dalam suatu kesesatan yang menyedihkan. Bacalah Buku Testimonies, vol. 3, p. 253 dan Buku Testimonies, vol. 5, p. 217. Jika mereka tidak bangkit dari keadaannya maka mereka akan didapati kurang dan akan diludahkan.

27

Orang-orang Yahudi telah menjadi buta karena mereka menutupi telinga-telinga mereka terhadap nabi-nabi dan tidak memperhatikan apa yang dikatakan oleh para nabi itu. Malaikat sidang Laodikea di waktu ini dengan sombongnya mengatakan, “Saya tidak memerlukan baik nabi-nabi maupun Kebenaran tambahan -- menolak nubuatan-nubuatan dan pekabaran-pekabaran bahkan sebelum semuanya itu datang, sungguhpun ia cukup mengetahui, bahwa pekabaran dari hal Pehukuman bagi Orang Mati itu bukanlah yang terakhir. Pehukuman bagi Orang Hidup adalah yang terakhir.

Buku Zakharia keseluruhannya selalu merupakan sebuah buku yang tertutup, namun sebagaimana pengertian rohaniahnya yang dalam kini dibukakan dan dikemukakan dengan jelas kepada perhatian sidang, maka orang-orang yang menolaknya serta berusaha melawannya sedang melakukan bahkan lebih jahat daripada pembunuhan orang-orang Yahudi terhadap nabi-nabi

28

Jelaslah terlihat kini bahwa Firman Allah hidup selama-lamanya. Orang boleh saja membunuh utusan-utusan Allah, tetapi mereka tidak dapat membinasakan Firman-Nya. Itu sungguh-sungguh bagaikan 12 biji sesawi. Walaupun Ia dipijak-pijak di bawah kaki sehingga Ia tidak lagi dapat ditemukan diperbandingkan kepada sebutir biji sesawi setelah ia jatuh ke dalam tanah, namun segera setelah Gulungan Lembaran dibuka, maka Ia akan muncul keluar kembali.

Pada waktu pekabaran ini mulai dibukakan, orang-orang Laodikea berusaha dengan segala daya untuk mematikannya, namun ia masih terus hidup dan bertumbuh dengan makin cepat. Mereka masih terus berusaha mematikannya, tetapi oleh karena mereka tidak mampu berbuat begitu sewaktu ia masih kecil dan lemah bagaikan suatu daun kecil dari biji sesawi, maka bagaimanakah dapat mereka perbuat sekarang karena ia telah menjadi besar dan telah berbuah?

29

Oleh karena itu kita hendaknya tidak khawatir terhadap sesuatu kemungkinan seseorang akan mengganggu pekerjaan Allah. Kita pun tidak perlu khawatir tentang bagaimana kita akan sampai ke Bukit Sion, tetapi kita harus memastikan untuk siap menaiki kereta Allah ketika malaikat-malaikat berseru, “Naiklah semua!” Hendaklah kita selalu ingat, bahwa orangorang yang pernah memecahkan kerajaan kuno itu dan melemparkan keluar orangorangnya, kini akan datang untuk membangunkannya dan untuk melemparkan keluar tanduk-tanduk bangsa-bangsa Kafir yang kini memerintah negeri itu, demikianlah bahkan musuh-musuh kita di hari kemarin Allah akan mempekerjakan mereka itu bagi kita di hari ini.

13

* * *

30

Renungan dan Doa Pembuka

Sebelum kita bersatu dalam doa, saya akan membacakan dari buku The Mount of Blessing, halaman 162, 163. Bacaan ini berlandas pada firman Alkitab, “Berikanlah kami pada hari ini makanan harian kami.”

Mount of Blessing, pp. 162, 163 :

“Setengah bagian yang pertama dari doa yang diajarkan Yesus kepada kita, adalah mengenai nama dan kerajaan dan kehendak Allah, supaya nama-Nya dapat dihormati, Kerajaan-Nya diperdirikan, ke- hendak-Nya terlaksana. Apabila anda te- lah melakukan pelayanan terhadap Allah sedemikian sebagai perhatianmu yang ter- utama, maka anda boleh meminta dengan keyakinan bahwa segala keperluanmu sendiri pun dapat dipenuhi..... Janganlah putus asa jika anda tidak memiliki cukup bagi hari esok. Anda memiliki jaminan dari janji-Nya, ‘Engkau akan tinggal di tanah itu, dan sungguh-sungguh engkau 31 akan dikenyangkan.’ ”

Yesus tidak mengeluarkan apapun dari gudang, begitulah misalkan. Ia menerima setiap hari suatu persediaan yang segar bagi semua kebutuhan-Nya, bagi diri-Nya sendiri dan bagi pekerjaan-Nya. Ya, setiap perkara -- pokok-pokok bagi ajaran-ajaran- Nya, anggur pada perkawinan, roti untuk memberi makan orang banyak, dan bahkan uang untuk membayar pajak. Semua ini diperoleh-Nya karena Ia memerlukan semuanya itu. Ia tidak pernah kekurangan sesuatupun. Jika kita menjadikan Kerajaan Allah itu sebagai usaha kita yang terutama seperti yang dilakukan-Nya, bekerja untuk Itu sebagaimana Ia telah bekerja untuk Itu, berdoa sebagaimana Ia berdoa, percaya sebagaimana yang Ia percayai, maka tak akan ada alasan bagi kita untuk menerima kurang dari apa yang telah diterima-Nya. Kekayaan Surga akan tersedia bagi kita. Sesungguhnya Ia menjaminkan kepada kita : “Segala perkara ini akan dipertambahkan kepadamu.”

32

Sekarang apakah yang akan kita doakan? Kita hendaknya berdoa supaya kepentingan kita yang pertama-tama bukanlah terutama itu yang melengkapi diri kita dengan harta benda dunia ini, tetapi, sebaliknya yang mempercepat kedatangan Kerajaan Allah; berdoalah supaya kita boleh sungguh-sungguh menyadari bahwa adalah urusan-Nya dan kerelaan-Nya untuk melayani segala kebutuhan kita, dan bahwa kita menjadikan itu sebagai usaha kita dan senang untuk melayani semua kepentingan-Nya.

14

* * *

33

JIKA HANYA 144.000
YANG DIUBAHKAN
KESEMPATAN APAKAH
BAGIMU ?

Oleh :
Victor T. Houteff
Pendeta Persekutuan Davidian
Masehi Advent Hari Ketujuh
Sabat, 26 Oktober 1946
Chapel Mount Carmel, Waco, Texas

Sore hari ini kita akan melanjutkan penyelidikan kita pada Zakharia pasal dua. Namun oleh karena Zakharia pasal dua adalah kelanjutan dari cerita yang dimulai di pasal satu, maka kita akan memulai penyelidikan kita dengan pasal satu.

“Maka ditunjuk Tuhan kepadaku empat orang tukang kayu. Maka sembahku : 34 ‘Orang ini datang hendak berbuat apa-kah?’ Maka sahutnya, ‘mereka inilah sega-la tanduk yang sudah mencerai-beraikan Yehuda, sehingga tak seorangpun berani mengangkat kepalanya, tetapi mereka ini datang untuk menyisihkan mereka itu dan menghalau tanduk-tanduk bangsa--bangsa Kafir yang telah mengangkat tan-duk-tanduk mereka melawan negeri Ye-huda untuk mencerai-beraikannya.”

Sebelumnya nabi itu melihat akan mereka ini bagaikan empat tanduk, sebagai kuasa-kuasa yang telah mencerai-beraikan Yehuda, Israel, dan Yerusalem di seluruh bangsa-bangsa Kafir, tetapi sebagaimana malaikat itu memproyeksikan gambaran nubuatan ini kepada masa akhir zaman ia melihat akan mereka itu bagaikan empat orang tukang kayu; artinya, sebagai “tanduk-tanduk” mereka datang untuk “menyisihkan” dan “menghalau semua tanduk bangsa-bangsa Kafir” dari negeri Yehuda, tetapi sebagai tukang-tukang kayu mereka 35 tentunya datang untuk membangun bagi Yehuda. Jelaslah pada masa itu apabila tanduk-tanduk (kuasa-kuasa) dari bangsabangsa Kafir dihalau keluar dari negeri itu, maka umat Allah akan dibawa masuk ke dalamnya, kemudian “segala masa dari bangsa-bangsa Kafir itu” akan digenapi

15

Sesudah ditunjukkan lambang dari empat tanduk itu dan empat orang tukang kayu, maka perhatian nabi itu kembali beralih kepada suatu lambang yang lain. Kita membacanya dalam empat ayat pertama dari pasal yang kedua.

“Maka kembali ku angkat mataku, ku li-hat bahwasanya adalah seorang laki-laki dengan sebuah tali pengukur di dalam tangannya. Maka kataku : Engkau hendak kemana? Lalu katanya kepadaku, Hen-dak mengukur Yerusalem, untuk melihat berapa lebarnya dan berapa panjangnya. Lalu berjalanlah malaikat yang berkata dengan aku itu, lalu keluarlah seorang 36 malaikat yang lain menemui dia, dan berkata kepadanya, Larilah, katakanlah kepada orang muda ini, katakanlah ke-padanya, bahwa Yerusalem akan didiami orang bagaikan kampung-kampung yang tidak berpagar tembok karena kebanyak-an manusia dan ternak di dalamnya.”

Dari kenyataan bahwa malaikat itu secara tiba-tiba memerintahkan kepada orang muda itu supaya tidak mengukur Yerusalem, adalah tampak jelas, bahwa orang itu oleh prakarsanya sendiri telah mulai melaksanakan sesuatu yang tidak sesuai dengan rencana Allah. Oleh karena itu, usahanya untuk mengukur negeri itu (menghitung jumlah penduduknya) adalah suatu pendapatnya sendiri yang keliru, atau pendapat orang lain untuk mana dengan cepatnya ia telah dikoreksi dan telah diberitahu dengan pasti untuk melepaskan percobaannya untuk mengukur negeri itu; bahwa ia itu akan merupakan sebuah kampung yang tak memiliki pagar tembok- 37 tembok, tak ada garis perbatasannya yang tentu, karena banyaknya manusia maupun ternak; oleh karena itu ia itu tidak dapat “diukur” (dihitung).

Oleh karena Ilham sedang memandang sampai kepada masa sejarah kita, dan berbicara dalam kata-kata kita, maka olehnya itu “orang muda itu” melambangkan pengerja-pengerja Kristen yang terkemudian (yang muda, bukan yang dahulu) yang menundukkan dirinya kepada kepemimpinan para penafsir Alkitab yang tidak diilhami yang telah membatasi Tuhan, yang menyangka, bahwa orang-orang suci di dalam kota itu adalah demikian sedikitnya sehingga orang dapat menghitungnya, yaitu 144.000 orang, tanpa mempertimbangkan bahwa ini baru hanya “buah-buah pertama” (Wahyu 14 : 4) hasil “penuaian” yang besar itu.

Penjelasan malaikat itu bahwa Yerusalem akan didiami oleh sejumlah besar yang 38 tak terhitung baik manusia maupun ternak, membuktikan bahwa ini adalah hal-hal yang baru bagi orang muda itu. Kapan dan bagaimana dalam perjalanan sejarah orang muda ini akan dikoreksi? Satu-satunya kesimpulan yang masuk akal dan tepat yang dapat ditemukan orang ialah, bahwa pada waktu Roh Nubuat membuka gulungan surat, pada waktu Allah mendatangkan seorang penginterpretasi Alkitab, maka pembetulan doktrin yang sedemikian ini akan dapat terlaksana.

Adalah demikian pentingnya Roh Nubuat yang hidup itu di dalam sidang, seperti pengalaman “orang muda” di atas, membuktikan bahwa walaupun seseorang itu sangat bersemangat, jujur, maupun tulus, namun tanpa Roh Nubuat ia tidak dapat melayani Allah dengan benar, karena pekerjaan dan kehendak hati seseorang yang terbaik sekalipun, akan bertentangan dengan maksud-maksud Allah. Oleh karena itu, kini telah tiba saatnya bagi sidang 39 untuk mulai mempercayai semua tulisan nabi, “Yang terutama harus kamu ketahui ialah, bahwa nubuatan dalam Alkitab ti-dak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri. Karena tidak ada nubuatan yang datang di masa lalu oleh kehendak ma-nusia : melainkan diucapkan oleh orang- orang suci yang digerakkan oleh Roh ku-

Ilham menekankan bahwa adalah sangat tidak mungkin bagi seseorang untuk dapat menginterpretasikan sendiri segala nubuatan yang termeterai itu (tanpa Roh Kebenaran). Maka hendaklah kita ingat bahwa tak ada Kebenaran yang dinyatakan pernah datang, ataupun pernah akan datang melalui ruang-ruang kuliah. Oleh karena itu adalah sangat penting bahwa anda supaya meninggalkan Malaikatnya orang-orang Laodikea itu, supaya tidak anda juga ikut diludahkan (Wahyu 3 : 16). Jika ia memilih untuk terus memberi makan dengan pidato-pidatonya yang kosong 40 itu, masih tetap mengajarkan, bahwa sidang tidak lagi memerlukan Kebenaran, bahwa ia sudah memiliki cukup untuk membawanya melewati pintu gerbang mutiara, bahwa ia (malaikat sidang Laodikea) mampu tanpa pertolongan Ilham menginterpretasikan Alkitab itu dan mengetahui apa artinya Kebenaran, maka biarkanlah dia sendiri makan dari jamuannya yang tidak suci itu. Tegaskanlah kepadanya bahwa anda memilih untuk terus hidup dengan “makanan yang tepat pada waktunya” (Matius 24 : 25) yang langsung datang dari Tahta Allah. Sekarang dengarkanlah himbauan Allah :

17

“Mereka yang memimpin kamu me-nyebabkan kamu keliru, dan membina-sakan jalan segala lorongmu.” Yesaya 3 : 12. “Hendaklah kamu bertobat, hai anak- anak yang murtad! Demikianlah firman Tuhan, karena Aku akan mengawinimu : dan Aku akan mengambil kamu seorang dari setiap kota, dan dua orang dari setiap keluarga, maka Aku akan membawa kamu 41 ke Sion, maka Aku akan mengaruniakan kepadamu gembala-gembala yang setuju dengan hati-Ku, maka mereka itu akan memberi makan kamu dengan pengeta-huan dan pengertian.” Yeremia 3 : 14, 15.

Hendaklah selalu membuka telingamu kepada setiap tuntutan Ilham jika anda tidak hendak mengulangi sejarah pengalaman orang-orang Yahudi yang lalu. Allah tidak mau membiarkan anda tertipu jika anda sungguh-sungguh berlapar dan berhaus akan Kebenaran, jika anda betul-betul rindu untuk mengetahui Kebenaran, karena Ia betul-betul rindu agar supaya anda berpegang teguh kepada Kebenaran-Nya yang dibukakan yang terus berkembang itu. Oleh karena itu tak ada bahayanya bagi seseorang untuk tertipu oleh berhubungan dengan kesalahan, tetapi adalah suatu bahaya besar karena tetap tinggal dalam kegelapan oleh karena tidak berhubungan dengan Kebenaran yang baru. Petunjuk Ilham adalah sebagai berikut :

42

“Hai segala kekasihku, janganlah per-caya akan sembarang roh, melainkan uji- lah segala roh itu, kalau-kalau dari Allah datangnya; karena banyak nabi palsu su-dah keluar ke seluruh dunia.” 1 Yohanes 4 : 1. Memeliharakan perintah ini adalah sama pentingnya seperti halnya memeliharakan setiap perintah yang lain.

Untuk lebih terperinci, maka malaikat Laodikea mengakui bahwa akan ada hanya 144.000 orang suci yang hidup -- suatu rombongan yang dapat diukur atau dapat dihitung, yaitu yang akan membentuk Kerajaan itu. Ia juga percaya bahwa tak akan ada jenis ternak apapun juga yang akan dibawa ke sana, yang semuanya adalah bertentangan dengan apa yang dinyatakan oleh malaikat dari Surga itu : bahwa bukanlah suatu rombongan orang-orang suci yang hidup yang terhitung jumlahnya, melainkan sebaliknya suatu rombongan besar yang tak seorangpun dapat menghitung jumlahnya yang akan segera 43 menjadi penduduk Yerusalem, Kerajaan kekal itu, yaitu sidang yang sudah disucikan itu yang telah dipisahkan dari dunia, sehingga orang-orang yang terpanggil dari

18 Babil boleh memperoleh perlindungan di dalam-Nya. Mereka yang 144.000 itu adalah hanya “buah-buah pertama” (Wahyu 14 : 4) dan rombongan besar orang-orang suci yang tak terhitung jumlahnya itu yang dikemukakan dalam Wahyu 7 : 9 adalah buah-buah kedua, karena jika tak terdapat yang kedua tidak mungkin ada yang pertama.

Saudara-saudara pendeta, anda dengan bangga menceritakan kepada kami bahwa Organisasi kini telah memiliki hampir sejuta anggotanya, dan bahwa ia telah menetapkan tujuannya untuk melipatgandakan jumlah keanggotaan. Pada satu pihak anda membual tentang kecepatan pertumbuhannya, dan di lain pihak anda mencoba untuk menyangkal ajaran “Tongkat Gembala” mengenai rombongan besar 44 dari Wahyu 7 : 9 yang oleh “Tongkat” itu telah dibuktikan melalui Alkitab bahwa mereka itu adalah buah-buah kedua dari hasil penuaian. Oleh peganganmu secara pasti, bahwa orang-orang suci yang hidup itu akan hanya berupa sejumlah kecil, hanya 144.000 orang, dan oleh bualanmu mengenai pertumbuhan Organisasi dan ribuan anggota yang sudah ada di dalam sidang, maka dengan demikian itu anda sedang menciptakan suatu paradoks bagi dirimu sendiri serta bagi semua orang yang bersimpati kepada anda. Di samping ini anda mengakui bahwa bagian terbesar dari pekerjaan masih belum terselesaikan -bahwa ada berjuta-juta bahkan di Amerika Serikat sendiri yang belum banyak mendengar akan nama Masehi Advent Hari Ketujuh, tidak kurang pentingnya ialah “Injil yang kekal itu.” Oleh karena itu adalah jelas, Saudara-saudara sekalian, bahwa pada tingkat pertumbuhan sekarang ini, apabila pekerjaan selesai dan Yesus datang menjemput sidang-Nya ke negeri yang mulia 45 itu, Organisasi pada saat itu sudah akan bertumbuh mencapai banyak jutaan orang.

Walaupun dengan latar belakang ini yang anda sebagai Pendeta-pendeta sendiri telah tegakkan, namun bertentangan dengan semuanya itu, anda mengajarkan bahwa apabila Yesus datang akan ada hanya 144.000 orang-orang suci yang hidup, tidak lebih! Tidakkah anda sebagai Pendeta-pendeta terkecoh dan kacau! Jika anda sungguh-sungguh percaya akan teorimu mengenai 144.000 itu, maka maukah anda di dalam Roh Kristus dan sedikitnya demi untuk keselamatan jiwamu, mengambil kertas dan pensil lalu bersamaan dengan itu menggambarkan persentase orangorang suci dan persentase dari lalang, se-

19 tan-setan yang bahkan pada waktu ini membentuk keanggotaan dari gereja-gereja kita? Oleh karena jumlahnya itu sudah mencapai tidak kurang dari 800.000 orang, dan jika terdapat hanya 144.000 orang suci di dalamnya apabila Yesus datang, maka 46 sesuai dengan angka perbandingan, sambil mempertimbangkan keanggotaan gereja pada waktu ini, setiap gereja yang beranggotakan 100 orang pada waktu ini, terdiri dari kira-kira 18 orang suci dan 82 orang jahat. Jika demikian halnya, maka kesempatan apakah yang ada bagimu? Oleh karena para tua-tua yang memimpin gereja-gereja adalah terpilih oleh suara terbanyak, dapatkah anda melihat siapa yang memilih mereka itu, siapa yang menduduki jabatan, dan siapa yang berkuasa atas gereja-gereja? Apakah anda kemudian merasa heran mengapa segala perkara sedang berjalan seperti ini?

Jika itu benar, bahwa akan ada hanya 144.000 orang suci yang hidup apabila Yesus datang, dan jika jumlah keanggotaan berlipat ganda pada akhir tahun 1953 atau 1954 sebagaimana tampaknya yang dicita-citakan (walaupun sangat diragukan), maka pada tingkat pertumbuhan itu di dalam tahun 1955 akan terdapat hanya 47 9 orang suci berbanding 91 orang jahat dalam setiap 100 orang anggota. Bersamaan dengan itu jika jumlah keanggotaan meningkat berlipat ganda berkali-kali sebelum Yesus datang untuk menyambut sidang-Nya, maka tidak akan terdapat satu orang sucipun di dalam setiap seratus anggota! Makin kecil lagi kesempatan bagimu! Jika demikian, maka tanyakanlah kepada dirimu sendiri kepunyaan siapakah sidang ini? -- Kepunyaan Setankah, atau kepunyaan Tuhankah? dan dimanakah akan ditunggui-Nya akan dia apabila Ia datang?

Saudara-saudara Pendeta, kenyataankenyataan yang menyedihkan ini berdiri tegak bagaikan gunung melawan interpretasi-interpretasi pribadimu sendiri, dan bagaikan alat-alat pembuka mata bagi semua kawanan dombamu. Jika oleh karenanya anda terus saja mengatakan bahwa anda tidak tidur, bahwa interpretasimu terhadap Firman adalah tak dapat dibantah, bahwa anda memiliki semua Kebenaran untuk 48 membawamu masuk melewati Pintu Gerbang Mutiara itu, bahwa anda tidak memerlukan apa-apa lagi, maka tidak ada lagi harapan; anda sudah terlalu jauh sesat.

Sungguhpun kami secara pribadi mengetahui, bahwa ada banyak orang yang tidak terlalu banyak dibodohi, yaitu mereka yang tidak bertekuk lutut kepada Baal, yang tidak membiarkan diri mereka seo-20 lah-olah terkunci di dalam kandang-kandang bagaikan domba-domba dan ternak, oleh orang-orang penipu yang menguasai dan memberi makan kawanan domba Allah di sana dengan kulit-kulit yang sedemikian rendah mutunya seperti yang diperlihatkan di dalam penyelidikan ini.

Bualanmu tentang hasil-hasil yang dicapai Organisasi serta dari hal banyaknya orang-orang yang ditobatkannya di seluruh dunia, jika itu benar, maka Kebenaran kini menantang kamu supaya menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut ini dengan sejujurnya : Mengapa anda memberikan 49 harapan kepada mereka dari hal sebuah rumah tinggal di dalam Kerajaan itu jika anda secara pasti mengetahui bahwa mereka tidak akan diselamatkan? Bukankah pengumpulan yang sedemikian ini suatu penipuan terang-terangan dan usaha terbesar untuk menyelundupkan lalang-lalang ke dalam sidang yang pernah diketahui? Dan bukankah ini suatu pelacuran rohani yang terburuk jenisnya untuk mengisi sidang Allah dengan setan-setan?

Untuk menutupi tidur lelap yang terlihat dari angka-angka yang disebut di atas, maka seorang pendeta menjelaskan : “Apabila pekerjaan berakhir”, katanya, “akan terdapat di dalam sidang lebih banyak ribuan lagi daripada hanya 144.000 orang-orang suci yang hidup itu, namun gantinya mereka diubahkan, jumlah terbesar dari mereka akan mati karena celaka-celaka itu atau karena berbagai penyakit menular mendahului kedatangan Kristus, sebab mereka belum cukup baik bagi pengubahan walaupun mereka cukup 50 sempurna bagi kebangkitan!”

Betapa jelasnya suatu alat pembuka mata bagi para anggota terhadap ajaran- -ajaran palsu yang luar biasa ini! Dan betapa besarnya kuasa memaksakan serta suatu kesempatan baik bagimu kini, Saudara-saudara Pendeta, untuk mengakui tuduhan Kristus, bahwa engkau adalah tidak “terkasihan, dan sengsara, dan mis-kin, dan buta, dan bertelanjang.” Wahyu 3 : 17. Jika Roh Kebenaran tak dapat menyadarkan engkau kini dari hal Kebenaran serta semua yang benar itu, maka Ia tak akan pernah lagi mau menyadarkan anda. Oleh karena itu adalah sepatutnya, bahwa engkau sekarang juga mengakui ke hadapan para anggota kesalahanmu mengajarkan ajaran-ajaran palsu, bahwa engkau tidak akan lagi membodohi dirimu ataupun semua kawanan dombamu dengan cara membuang-buang waktu dan tenaga dalam mencoba mengukur Yerusalem. Kebijaksanaan menyerukan agar supaya engkau segera menyambut nasehat-Nya :

51

“Aku nasehatkan engkau untuk mem-beli kepada-Ku emas yang sudah teru-ji dengan api (Kebenaran Ilham) supaya engkau kaya, dan pakaian putih, supaya engkau berpakaian dan jangan kelihatan malu keadaanmu yang bertelanjang, dan supaya menggosokkan matamu dengan salep mata (yang sedemikian ini), supaya engkau dapat melihat. Maka seberapa banyak orang yang Ku kasihi, Aku tegur dan ajar; oleh karena itu berusahalah dan bertobat.” Wahyu 3 : 18, 19.

Demi karenamu segala perkara ini telah disembunyikan dari mata umum, tetapi karena kamu telah meremehkan selengkapnya setiap undangan kiriman Surga untuk selama 20 tahun lamanya, maka engkau kini menuai hasilnya. Anda saksikan, ketelanjanganmu sudah mulai dibukakan. Maka jika anda tidak menyambut Kebenaran ini serta berbalik melawan segala kekejian yang dibukakan di sini, lalu dengan senang hati menyambut undangan 52 reformasi ini, maka setiap orang akan mengetahui, bahwa semua perbuatanmu, Saudara-saudara Pendeta, adalah usahausaha yang disengaja untuk “menyesatkan orang-orang pilihan itu”, mereka yang 144.000 itu, yaitu mereka yang sesuai dengan nubuatan yang saat ini telah terbuka, yang hampir semuanya kini berada di dalam sidang. Kita akan melanjutkan sekarang dengan nubuatan Zakharia pasal 2 :

Zakharia 2 : 5 :

“Karena Aku akan jadi baginya suatu pa-gar api berkeliling, demikianlah firman Tuhan, dan Aku akan menjadi kemuliaan di tengah-tengah-Nya.”

Hanya suatu tembok batu yang mengelilingi Yerusalem di masa hidupnya Zakharia yang lalu. Tetapi suatu tembok dari api akan mengelilingi Yerusalem dari masa sejarah kita, yaitu Yerusalem yang telah diinstruksikan kepada Zakharia untuk ditulis. Adalah dari Yerusalem yang terkemudian inilah, maka Tuhan akan meng- 53 ajarkan kepada kita segala jalan-jalan-Nya, dan membuat kita berjalan di dalam segala lorong-Nya, “karena”, demikianlah dinyatakan oleh nabi Alkitab itu, “….. dari Sion akan keluar hukum, dan Firman Tuhan dari Yerusalem.” Yesaya 2 : 3. Inilah seruan itu :

22 Zakharia 2 : 6 :

“Dengarlah, dengarlah, keluar, dan lari-lah dari tanah Utara, demikianlah firman Tuhan : karena kamu sudah kusebarkan keluar bagaikan kepada ke empat mata angin, demikianlah firman Tuhan.”

Ucapan “kamu sudah kusebarkan keluar bagaikan kepada ke empat mata angin”, tidak dapat dibatasi kepada orang-orang Yahudi di Babilon saja. Itu adalah meliputi pencerai-beraian umat Allah secara keseluruhan, Yehuda dan Israel, ke seluruh negeri-negeri Kafir. Oleh karena nubuatan ini adalah ditujukan kepada masa sejarah kita, maka panggilan untuk “keluar” dan supaya “lari dari tanah Utara” akan diseru- 54 kan kepada umat Allah pada masa Babilon dari Wahyu pasal 17 memerintah. Panggilan, “keluarlah dan larilah dari tanah Utara” adalah sejajar dengan panggilan, “keluar-lah daripadanya, hai umat-Ku, supaya ja-ngan kamu terbabit dengan segala dosa-nya, dan supaya jangan kamu ikut kena segala celakanya.” Wahyu 18 : 4. Panggilan ini tidak dapat diambil untuk mengartikan bahwa umat Allah harus keluar dari hanya sebuah bangunan gedung, atau dari sebuah negeri, lalu pergi ke dalam sebuah yang lainnya dimana juga dosa diperbuat. Tempat ke mana mereka dipanggil untuk datang seharusnya bebas dari dosa, dan demikian pula bebas dari segala celaka. Jelaslah mereka dipanggil untuk datang ke Kerajaan itu yang penduduknya sebentar lagi akan merupakan buah-buah pertama, yaitu 144.000, sidang yang sudah disucikan dan yang sudah dipisahkan dari dunia. Maka akan kelak dikatakan kepadanya, “….. karena tiada lagi akan masuk ke da-lammu seorang yang tidak bersunat atau 55 yang najis.” Yesaya 52 : 1.

Zakharia 2 : 7 :

“Luputkanlah dirimu dari sana, hai Sion, engkau yang lagi duduk dengan puteri Babilon.”

Adalah pasti bahwa “puteri Babilon” itu tidak mungkin merupakan ibu, Babilon kuno. Sebaliknya, ia harus merupakan Babilon yang terkemudian, yaitu Babilon yang menunggang (memerintah) binatang yang berwarna merah kirmizi itu (Wahyu pasal 17).

23

Lagi pula adalah jelas, bahwa semua umat kesucian itu dipanggil keluar dari Babilon sebelum bela-bela dari Wahyu pasal 16 dituangkan ke atasnya jika mereka akan dilepaskan dari semua bela-bela itu. Tetapi bagaimanakah dapat Sion menyelamatkan dirinya sendiri, jika ia tidak mendengarkan amaran-amaran Tuhan untuk meninggalkan Babilon? Oleh karena itu adalah sangat penting bahwa pekabaran ini supaya 56 mencapai pendengarannya.

Zakharia 2 : 8 :

“Karena demikianlah firman Tuhan ser-wa sekalian alam; setelah sudah disuruh-kan-Nya aku dengan kemuliaan kepada segala bangsa yang dahulu menjarahi akan dikau : karena barangsiapa yang mengusik kamu ia itu mengusik akan biji mata-Nya.”

Allah membiarkan umat-Nya diceraiberaikan (dijarahi) di antara bangsa-bangsa Kafir, tetapi kini Ia akan mengirimkan utusan-utusan-Nya mengikuti mereka sebab orang-orang yang mengusik mereka itu, seolah-olah mengusik akan biji mata- Nya, yaitu anggota tubuh yang terpeka. Sidang-Nya, “kemuliaan”, adalah perhatian- Nya yang tertinggi.

Zakharia 2 : 9 :

“Karena, lihatlah, Aku hendak menggon-cangkan tangan-Ku ke atas mereka itu, maka mereka akan menjadi suatu jarah-an bagi segala hambanya : maka akan di-57 ketahui olehmu, bahwa Tuhan serwa se-kalian alam telah mengutus aku.”

Hamba-hamba menjarahi majikanmajikan mereka adalah salah satu pertanda pada masa nubuatan ini membawa kepada terang. Maka dunia mengetahui bahwa buruh dan pimpinan perusahaan kini terlibat dalam pergolakannya yang terbesar, dan sebagai hasilnya Komunisme mengancam seluruh dunia.

Pernyataan, “Maka kamu akan mengetahui bahwa Tuhan telah mengutus aku”, digunakan berkali-kali di dalam nubuatan-nubuatan Zakharia. Kita menjumpainya dua kali di dalam ayat 9 dan 11 dari pasal 2 secara berturut-turut, dan sekali dalam ayat 9 dari pasal 4. Apakah yang dimaksudkan olehnya? Itu secara pasti berarti bahwa pada waktu Alkitab ini dibuka, kebanyakan dari umat adalah orangorang yang ragu-ragu namun bahwa pada akhirnya mereka akan mengetahui, bahwa Tuhan telah mengirimkan pekabaran ini 58 kepada mereka. Orang-orang yang ragu biasanya menunggu sampai terdapat kenyataan yang tak dapat dipermasalahkan sebelum mereka mengakui, bahwa pekabaran itu adalah dari Allah, namun itu mungkin tidak akan membawa sesuatu kebaikan bagi mereka pada jam yang sudah terlambat itu.

Zakharia 2 : 10 :

“Bernyanyilah dan bersukarialah, hai puteri Sion : karena, sesungguhnya, Aku datang, dan Aku akan duduk di tengah- tengah kamu, demikianlah firman Tu-han.”

Jelaslah kedatangan Tuhan ini bukannya kedatangan dalam mana orang-orang suci akan menemui-Nya di udara (1 Te- salonika 4 : 16, 17), karena Tuhan tidak mengatakan di dalam Alkitab, bahwa Ia datang untuk menyambut umat-Nya sehingga mereka dapat tinggal dan memerintah bersama Dia seribu tahun lamanya (Wahyu 20 : 4), melainkan bahwa setelah 59 orang-orang berdosa disingkirkan dari antara mereka Ia akan datang untuk “tinggal” bersama mereka, untuk melindungi mereka dari kemarahan bangsa-bangsa Kafir selama masa kesusahan, yang sedemikian itu belum pernah ada sejak berdirinya sesuatu bangsa.” Ia melindungi mereka oleh sebuah “tembok api yang mengelilingi” mereka itu. Masa kesusahan itu sudah hampir berada di sini. Dunia menyaksikannya datang. Adakah Saudara, Saudari menyaksikannya? Dan apakah yang sedang anda lakukan untuk itu?

“Pada hari itu Tunas Tuhan kelak akan menjadi indah dan mulia, dan hasil tanah akan menjadi sempurna dan cantik menarik bagi segala orang di antara orang Israel yang sudah luput. Maka akan jadi kelak, bahwa orang yang tertinggal di Sion, dan yang menetap di Yerusalem, akan disebut suci, yaitu setiap orang yang tersurat namanya di antara orang-orang hidup yang di Yerusalem : Apabila Tuhan sudah membasuhkan segala anak perem-60 puan Sion dari kotornya, dan sudah mem-bersihkan darah orang isi Yerusalem dari tengah-tengahnya oleh roh pehukuman dan oleh roh pembakaran. Maka Tuhan akan menciptakan pada setiap tempat tinggal di Bukit Sion, dan pada segala perhimpunannya, suatu awan dan asap pada siang hari, dan suatu cahaya api yang bernyala-nyala pada malam hari : karena di atas segala kemuliaan akan ter-dapat suatu pelindung. Maka akan terda-pat sebuah pondok berteduh pada siang 25 hari dari panas matahari, dan bagi suatu tempat berlindung dari angin ribut dan

Oleh karena itu kedatangan Tuhan dalam nubuatan Zakharia, adalah sama dengan bangkit berdiri-Nya Mikhael untuk melepaskan segala orang yang namanamanya ada tertulis di dalam Buku. Daniel 12 : 1. Hendaklah selalu diingat, bahwa buku-buku itu adalah terbuka dan diperiksa selama Masa Pehukuman, (Daniel 7 : 10). Bahwa nama-nama kita 61 terdapat di dalam “Buku” itu hendaklah sekarang merupakan kepentingan masingmasing kita yang paling menarik.

Zakharia 2 : 11 :

“Maka banyak bangsa akan mengga-bungkan diri kepada Tuhan pada hari itu, dan akan menjadi umat-Ku : Maka Aku akan tinggal di tengah-tengah kamu, dan kamu akan mengetahui, bahwa Tuhan serwa sekalian alam itu telah mengutus aku kepadamu.”

Segera setelah kita sebagai suatu Organisasi menyadari, bahwa “banyak bangsa akan menggabungkan diri kepada Tuhan”, dan akan menjadi umat-Nya, maka teori yang mengatakan bahwa hanya buah-buah pertama saja yang selamat, teori itu akan segera padam. Maka begitu pekabaran ini mencapai setiap anggota sidang, sesegera itu pula akan terjadi pembersihan. “Maka Ia akan duduk bagaikan pembersih dan penyuci perak : maka Ia akan menyucikan bani Lewi, dan membersihkan mereka 62 bagaikan emas dan perak, supaya mereka dapat mempersembahkan kepada Tuhan sebuah persembahan dalam kebenaran. Kemudian kelak segala persembahan Ye-huda dan Yerusalem menjadi berkenan kepada Tuhan, seperti pada zaman dahu-lu kala, dan seperti pada tahun yang dulu- dulu.” Maleakhi 3 : 3, 4. “Orang jahat ti-dak akan lagi berjalan lalu melewati”nya, “ia akan dibinasakan selengkapnya.” Na-

Kini terlihatlah jelas betapa sempitnya pikiran kita dari hal pekerjaan Allah yang besar dan dari hal bagaimana cara-Nya Ia menyelesaikannya, kita tidak mengetahui bahwa sementara pekerjaan itu diselesaikan, maka suatu rombongan besar yang tak seorangpun dapat menghitungnya, berasal dari segala bangsa (Wahyu 7 : 9) akan menggabungkan diri kepada 26 “gunung rumah Tuhan” dan akan menjadi umat-Nya (Yesaya 2 : 2). Doa, “Datanglah kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di 63 bumi seperti halnya (itu terlaksana) di dalam Surga.” Perlunya suatu pembangunan dan reformasi yang murni pada waktu ini menjadi sangat nyata. Apakah yang dimaksud dengan pembangunan dan reformasi? “Pembangunan dan reformasi adalah dua perkara yang berbeda. Pembangunan me- nunjukkan kepada suatu pembaharuan ke- hidupan rohani, suatu kebangkitan kuasa- kuasa pikiran dan hati, suatu kebangkitan kembali dari mati rohani”, dan “reformasi menunjukkan kepada suatu reorganisasi, suatu perubahan dalam pendapat-penda- pat dan teori-teori, kebiasaan-kebiasaan dan perbuatan-perbuatan.” -- Christ Our Righteousness, p. 121, edisi 1941.

Akhirnya, perhatikanlah, bahwa Zakharia pasal 2 berisikan kebenaran yang sama dengan yang terkandung dalam Ye- saya pasal 2, Mikha pasal 4, Yeremia pasal 31, dan Yehezkiel pasal 36.

Marilah kita melanjutkan penyelidikan kita dengan : 64 Zakharia 2 : 12 :

“Maka Tuhan akan mempusakai Yehuda sebagai bagian-Nya di Tanah Suci, dan Ia akan memilih Yerusalem kembali.”

Inilah yang diajarkan Alkitab, maka tak seorangpun mampu meragukan Firman Allah. Ini merupakan pekabaran dari hal jam, dan karena semua orang akan diadili oleh-Nya, maka jika kita tidak menerima- Nya sepenuhnya kita akan menjadi sia-sia di pemandangan Allah atau “penghalangpenghalang dari tanah.” Semua yang disebut perbuatan baik kita saja tidak akan membawa kita keluar dari Babilon, terkecuali pengertian kita akan Kebenaran itu bagi masa ini, dan kepatuhan kita sepenuhnya kepada panggilan Allah dan kemauan-Nya.

Saudara ingat bahwa sementara Nuh mengkhotbahkan bahwa suatu kebinasaan akan datang dari Yang Maha Kuasa, maka ia juga mempersiapkan sebuah tempat berlindung -- ia membangun bahtera itu. 65 Orang-orang yang meragukan pemberitahuan Nuh dari hal air bah itu, dan orangorang yang mengejek akan pendapat bahwa mereka harus masuk ke dalam bahtera bagi keselamatan, pada saat belum ada se-

27 dikitpun tanda-tanda akan adanya ancaman hujan, tidak lagi menjadi orang-orang yang ragu-ragu sewaktu segala unsur alam dilepaskan. Mereka kemudian secara membabi buta berlarian menuju ke bahtera itu; tetapi dengan penuh kekecewaan dan kecemasan mereka menemukan pintu bahtera itu telah tertutup rapat dari mereka. Demikianlah semua orang, baik yang baik maupun yang jahat yang memilih untuk tetap tinggal di luar bahtera, telah binasa. Pengalaman zaman purbakala itu hendaklah berlaku sebagai suatu peringatan bagi kita, bahwa kita supaya tidak sombong seperti mereka. Kita sebaliknya harus memperhatikan amaran-amaran yang jelas yang berlaku bagi jam ini, sebab kepada kita diceritakan, bahwa seperti pada hari-hari air bah itu, demikian kelak akan jadi pada masa kedatangan Tuhan.

66

Bahtera masa kini adalah “Sion dan Yerusalem”, “karena hukum akan keluar dari Sion, dan Firman Tuhan dari Yerusa-

Zakharia 2 : 13 :

“Diamlah kamu, hai segala manusia, di hadapan hadirat Tuhan : karena sudah bangkit keluar Ia dari dalam tempat kedi-aman kesucian-Nya.”

Perhatikanlah dengan teliti apa yang dikatakan Firman, “Ia telah bangkit”, bukan “Ia akan bangkit.” Jadi, jelaslah, sewaktu Tuhan mengucapkan nubuatan ini, Ia memproyeksikan kata-kata-Nya kepada masa depan, berbicara di dalam tata bahasa masa sekarang seolah-olah itu terjadi pada masa nubuatan ini sedang dalam proses kegenapannya. Jadi, pernyataan, “Ia telah bangkit”, berarti, bahwa kini pada pembukaan kebenaran ini “Ia telah bangkit”; dan pernyataan, “Tuhan akan mempusakai Yehuda bagian-Nya di Tanah Suci”, berarti, bahwa Ia masih akan mempusakai Yehuda, 67 sidang yang disucikan. Oleh karena itu kita kini hidup di antara dua waktu saat ini -di antara “Ia telah bangkit”, dan “Ia akan mempusakai.”

Apakah yang akan menjadi keputusan kita sekarang? Akankah kita menutup mata terhadap semua wahyu yang mulia dan sungguh-sungguh ini mengenai pe-

28 ristiwa-peristiwa yang kini sedang terjadi? Akan tetapkah kita meragukannya dan terus menunggu hasil-hasilnya? Atau akankah kita bangkit dengan sepenuh hati lalu melaksanakan himbauan Allah? Adakah Kerajaan-Nya ataukah rumah-rumah kita sendiri yang akan dijadikan kepentingan kita yang terutama? Jika kita tidak memperbaiki semua cita-cita hati kita yang kacau itu sekarang, maka bagaimanakah dapat kita mengatakan dengan jujur, “Datanglah Kerajaan-Mu, Jadilah kehendak-Mu?” Dan bagaimanakah dapat anda mengharapkan segala kebutuhan hidup yang sementara itu untuk “dipertambahkan kepadamu?”

68

Sudahkah kita memutuskan sekali dan untuk selamanya untuk melayani Allah, bukan diri sendiri, untuk menyelidiki dengan cara yang belum pernah sebelumnya, dan menyingkirkan semua keragu-raguan? Tuhan mengatakan, “….. adalah suatu perkara terang, bahwa engkau hendak-nya menjadi hamba-Ku untuk membang-kitkan segala suku Yakub, dan untuk memperbaiki segala pucuk Israel : Aku akan juga memberikan dikau akan suatu terang bagi segala bangsa Kafir, supaya kamu dapat merupakan selamat-Ku ke-pada seluruh hujung bumi.” Yesaya 49 : 6.

“..... Ia akan mengadili dunia dengan keadilan, dan umat itu dengan Kebe-naran-Nya.” Mazmur 96 : 13.

29

* * *

69

Engkau akan Selamat

Sentosalah, hai jiwaku Tenanglah segala kekhawatiran!

Bapamu penguasa tertinggi,

Dan Ia sesungguhnya dekat.

Jangan pernah mengeluh,

Apapun yang akan menimpa,

Penyakit atau kesusahan,

Perawatan atau kesakitan,

Itu semua baik adanya.

Tangan Bapa yang suci

Sedang memimpinmu terus;

Sampai negeri perjanjian, Dimana terdapat nyanyian kekal. Maka, Berpeganglah, hai jiwaku!

Nantikan ketetapan Surga; Mintalah hanya untuk melakukan

Kehendak Bapa,

Engkau akan selamat.

-- Thomas Hastings

70

Catatan:

71

Surat dialamatkan kepada:

Universal Publishing Association

(Kantor Pusat)

Waco, Texas 76714

U S A
Universal Publishing Association

(Divisi Indonesia)

P. O. Box 6965/JAT-PK

Jakarta 13710

e-mail:

gadsdaid@yahoo.com

dikerjakan oleh:

Penerbitan 2018

72

UNIVERSAL PUBLISHING ASSOCIATION
P.O. BOX 7613
WACO, TX 76714
+1 800-729-7494
www.davidiantoday.org

Teks dikonversi dari edisi PDF. Nomor halaman sesuai dengan buku cetak.