V. T. HOUTEFF
Agar setiap orang yang berhaus akan kebenaran
dapat memperolehnya, maka buku-buku kecil ini disebarkan dengan cuma-cuma. Hanya satu permohonan yang dimintanya, yaitu setiap jiwa wajib memeriksa segala perkara dan berpegang teguh pada mana yang baik. Hanya benang-benang
untaian keemasan Eden dan tali-tali pengikat Golgota yang berwarna darah -- ikatan-ikatan yang mengikat itu yang merupakan pita pengikat buku
gratis yang kecil ini.
Kami sangat menghargai nama dan alamat anggota
MAHK yang dikirimkan.
1AMARAN
SEKARANG
Satu-Satunya Kedamaian Pikiran
Nasib dari Assiria dan Kemenangan
Sidang Apakah Perang Dunia II Masih Akan Diselesaikan, Apakah Orang-Orang Suci
Masih Akan Diselamatkan?
Bangsa-Bangsa Manakah Yang Hendak
Melucuti Senjatanya, dan Mengapa? Suatu Kegemparan Di Seluruh Dunia dan
Hasilnya
VICTOR T. HOUTEFF
Universal Publishing Association
P. O. Box 6965/JAT-PK, Jakarta 13710
e-mail : gadsdaid@yahoo.com
2Bahan Renungan dan Doa
Kita akan membaca dari buku The Mount of Blessing, halaman 180, paragraf satu. Bacaan ini dilandasi pada kata-kata firman yang berbunyi, “Mengapakah engkau memandang kepada sebuah titik kecil yang di dalam mata saudaramu?”
Mount of Blessing, p. 180 :
“Bahkan kalimat yang berbunyi, ‘Eng- kau yang mengadili melakukan juga per- kara-perkara yang sama,’ tidak mencapai besar dosanya dia yang dengan congkak mengkritik dan menuduh akan saudara- nya... Apabila ia berpikir ia telah berha- sil menemukan suatu kesalahan dalam tabiat atau kehidupan, maka ia adalah sangat bersemangat untuk mencoba me- nunjukkannya; tetapi Yesus menyatakan, bahwa justru sifat tabiat yang berkem- bang untuk melakukan pekerjaan yang tidak bersifat Kristus ini, adalah berban- ding dengan kesalahan yang dikritikkan bagaikan perbandingan sebuah balok ter- hadap sebuah titik kecil. Adalah karena 3 kegagalan seseorang akan roh kesabaran dan kasih yang telah membawanya membuat sebuah dunia dari sebutir atom kecil... Sesuai dengan lambang yang di- gunakan oleh Juruselamat kita, barang- siapa yang memanjakan suatu roh suka mencela adalah bersalah oleh dosa yang lebih besar dari dosa orang yang dituduh- nya; sebab ia bukan saja ikut berdosa- kan dosa yang sama, melainkan menam- bahkan juga kepadanya kesombongan dan celaan.”
Setan sedang membuat taraf tingkatnya dengan sebaik-baiknya untuk membuat kita melanggar dalam hal ini supaya kita akan hilang untuk selamanya. Allah tidak menguasakan kepada siapapun untuk menjadi polisi terhadap orang lain. Hanya saja Allah oleh perantaraan nabi-nabi-Nya menegor dosa, tetapi tidak pernah dengan menggunakan paksaan dalam cara apapun juga.
Maukah kita bertelut sekarang, dan berdoa bagi suatu kenyataan, supaya ke- 4 wajiban kita tidaklah mengkritik orang lain ataupun membesar-besarkan kesalahan orang lain, melainkan membicarakan dan mempraktikkan Kebenaran itu? Lebih dari itu, Saudara-Saudariku, kita tidak perlu melangkah jauh. Selebihnya adalah terserah kepada para hadirin dan anggotaanggota kita. Biarkanlah mereka memutuskan bagi dirinya sendiri apa yang terbaik bagi jiwa maupun tubuh. Kebenaran tidak perlu didorong masuk sampai ke dalam kerongkongan.
2
Copyright, 1953
Hak Cipta Dijamin
V. T. HOUTEFF
5NASIB DARI ASSIRIA DAN
KEMENANGAN SIDANG
Oleh :
Victor T. Houteff
Pendeta dari Persekutuan Davidian
Masehi Advent Hari Ketujuh
Sabat, 11 Januari 1947
Kapel Gunung Karmel, Waco, Texas
Marilah kita kembali kepada Zefanya pasal 3, dan kita mulai dengan ayat yang pertama.
Zefanya 3 : 1 :
“Celaka bagi dia yang kotor dan tercemar itu, yaitu kepada negeri penindas itu.”
Kejadian sebelumnya dari kata pengganti “dia” itu terdapat dalam ayat yang ketiga belas dari pasal sebelumnya. Di dalamnya terlihat, bahwa “negeri” yang 6 ditunjukkan di sini itu adalah Niniwe, yaitu ibu kota dari Assiria kuno. Sekarang untuk menentukan apakah Niniwe ini adalah betul-betul ibukota dari Assiria kuno itu atau dari sesuatu Assiria yang lain, maka kita akan mempelajari ayat-ayat yang tersisa dari pasal itu.
Zefanya 3 : 2 :
“Tiada dipatuhinya akan Suara itu; tiada didengarnya akan teguran, tiada ia berha-rap kepada Tuhan; tiada ia datang meng-hampiri kepada Allahnya.”
Ayat ini menunjukkan kenyataan, bahwa negeri dan bangsa yang disebutkan di sini telah memperoleh kesempatan istimewa untuk mendengarkan suara Ilham, untuk mengetahui Kebenaran Allah, namun ia telah gagal untuk memperhatikannya -- gagal menerima teguran, tidak percaya kepada Tuhan, tidak datang hampir kepada Allahnya.
Zefanya 3 : 3 :
“Segala pangeran yang di tengah-tengah-7 nya itu seperti singa yang mengaum-ngaum, segala hakimnya seperti serigala pada malam, yang tiada mengikil akan tulang-tulang sampai kepada pagi hari.”
Segala penghulunya bagaikan singa yang mengaum-ngaum tentunya adalah orang-orang yang menakutkan yang ternyata mengira “dapat berbuat yang benar.” Hakim-hakimnya adalah bagaikan serigala-serigala malam, artinya, mereka sedang sibuk bukan melaksanakan hukum, keadilan, dan kebenaran, melainkan menangkap dan menyobek-nyobek, mengisi kandangnya dengan mangsa, sungguhpun mereka mungkin memiliki lebih banyak lagi dari yang mereka ketahui apa yang akan diperbuat dengan semua itu. “Mereka tiada mengikil tulang-tulang sampai kepada pagi hari.”
Zefanya 3 : 4 :
“Segala nabinya adalah orang-orang yang tidak bersungguh hati dan pengkhianat; segala imamnya telah menajiskan tempat suci, mereka telah berbuat kejam terha-8 dap hukum.”
Di dalam bahasa sekarang ayat ini akan terbaca sebagai berikut : “Segala gurunya adalah orang-orang yang tidak bersungguh-sungguh, tidak serius dan berpikiran suram; mereka adalah gampangan, mereka adalah tidak berharga; mereka adalah pengkhianat-pengkhianat. Para pendetanya, gantinya mereka memeliharakan sidang bersih, mereka ternyata telah menajiskannya, dan telah memperkosa hukum” (menyatakannya tidak berlaku).
Sedemikian jauh terlihat, bahwa Assiria di dalam pasal ini melambangkan suatu bangsa yang pernah diberi petunjuk dengan baik di dalam semua perkara Allah, yaitu hukum dan tempat suci. Tetapi gantinya mereka mematuhi Tuhan dan memimpin dengan adil dan benar, mereka malahan telah mendurhaka dengan hebatnya, telah jatuh ke dalam dosa sedalamdalamnya kejatuhan manusia.
Zefanya 3 : 5 : 9 “Tuhan yang adil itu ada di tengah-tengahnya; Ia tidak akan berbuat salah, setiap pagi dinyatakan-Nya hukum-Nya itu dengan terang, tiada Ia lalai; tetapi orang yang tak benar itu tak tahu malu.”
4
Melihat akan kenyataan, bahwa Allah ada di tengah-tengah mereka itu, maka mereka tentunya telah diberi tahu dengan sebaik-baiknya dari hal perkara-perkara Allah, mereka harus cukup menyadari, bahwa pada masanya yang tepat Ia memberitahukan kepada mereka pehukuman- Nya. Melihat kepada semuanya ini, maka satu-satunya kesimpulan yang mungkin dapat dicapai seseorang ialah, bahwa sidang Allah haruslah berada di tengahtengah mereka itu.
“Bahwa Aku sudah menumpas bangsa-bangsa itu dan membinasakan kota-kota bentengnya, dan menjadikan sunyi segala jalannya, sehingga seorang pun tiada lagi lalu daripadanya, segala negeri mereka itu sudah dirubuhkan, sehingga seorang-10 pun tiada lagi di dalamnya, seorangpun tiada lagi isinya. Maka kata-Ku, sesung-guhnya engkau akan takut akan Daku, engkau akan menerima petunjuk, su-paya jangan tempat tinggal mereka di-binasakan sama sekali, apabila patut Aku membalas kepada mereka; tetapi mereka itu telah bangun pagi-pagi dan berbuat jahat makin banyak. Sebab itu nantikanlah akan Daku, demikian firman Tuhan, sampai pada hari apabila Aku bangkit akan menyerang, karena adalah Keputusan-Ku untuk menghimpunkan segala bangsa, supaya Aku dapat me-ngumpulkan segala kerajaan, untuk mencurahkan ke atas mereka itu murka-Ku dan segala kehangatan amarah-Ku, karena seluruh bumi akan di telan oleh api cemburuan-Ku.”
Tuhan sendiri mengamarkan, bahwa Ialah yang membinasakan segala bangsa, dan membinasakan kota-kota bentengnya dan membuat sunyi segala jalannya, bahwa Ialah yang membinasakan semua negeri 11 mereka, dan tidak membiarkan seorang penduduk pun tertinggal di dalamnya. Ia menunjukkan, bahwa semuanya ini dilakukan-Nya untuk menjadi suatu obyek pelajaran bagi kebaikan di hari depan, supaya mereka sebagai suatu bangsa dapat takut akan Dia dan menerima petunjuk, supaya tempat-tempat tinggal mereka tidak akan dibinasakan. Tetapi walaupun adanya semua contoh teladan ini, mereka itu bangun pagi-pagi lalu berbuat jahat makin banyak lagi. Demikian itulah, maka pada akhirnya Tuhan bangkit untuk menyerang, menghimpunkan segala bangsa itu, mengumpulkan segala kerajaan, dan Assiria memperoleh hukumannya.
Di sini kita saksikan, bahwa Assiria yang diperbincangkan ini terdapat di akhir zaman, yaitu masa dimana hari Tuhan yang besar dan hebat itu terjadi. Oleh se-
5 bab itu Assiria ini adalah contoh saingan dari Assiria kuno yang dahulu, sama seperti Babilon dari Wahyu pasal 17 dan 18 merupakan contoh saingan dari Babilon kuno yang dahulu.
4Assiria, sebagaimana dituduhkan oleh Ilham, adalah sebuah negeri yang penuh kegembiraan yang hidup secara sembrono, yang mengatakan dalam hatinya, “Aku-lah dia, dan lain daripadaku satupun tiada.” Zefanya 2 : 15.
Sampai di sini marilah kita berhenti sejenak dan menyimpulkan beberapa sifat dengan mana Assiria modern ini akan dapat dikenal.
1. Seperti pada pandangan orang terha-
dap banyak hal, ia adalah demikian
besarnya sehingga tak ada yang lain
yang menyamainya. Ia memperoleh
cukup amaran dalam perkara-perkara
Allah.
2. Ia adalah penindas, suatu bangsa yang
memerintah dengan kekerasan.
3. Ia telah mencemarkan tempat suci, dan
telah menyatakan hukum Allah seba-
gai tidak berlaku.
4. Ia telah menumpukkan kekayaan de-
ngan cara mengejarnya bagaikan seri-
gala malam yang mengejar mangsanya. 5 5. Ia memberikan tumpangan kepada
sidang Allah.
6. Ia berada pada masa apabila Tuhan
hendak menyatakan kuasa-Nya dan
membinasakan semua bangsa yang
jahat.
7. Ia adalah suatu bangsa yang bagaikan
Assiria, yang luas di mana-mana, suatu
bangsa yang penuh kemenangan.
Hanya ada satu bangsa di bumi ini yang dapat memenuhi keseluruhan ciriciri ini, dan bangsa itu adalah bangsa yang berbahasa Inggris, di tengah-tengahnyalah terdapat sidang, dan dari tengah-tengahnya Injil dan Alkitab mengalir keluar kepada segala bangsa. Sejauh bahasa dapat menjelaskan, titik berat dari nabi Zefanya ini adalah ditujukan kepada dunia Kristen yang berbahasa Inggris.
Allah kini sedang mengatakan kepada ibu kota Assiria, bahwa “Sesungguhnya engkaulah yang sedang melakukan semua kekejian ini, tetapi kamu tidak akan lama 14 terus berbuat sedemikian. Masanya sudah dekat.” Berhentilah kamu dari segala perbuatanmu yang sia-sia itu.
Zefanya 3 : 9 :
“Karena pada masa itu Aku akan kem-balikan kepada bangsa itu suatu bahasa yang murni, supaya mereka dapat se-muanya menyebutkan nama Tuhan, dan supaya mereka berbakti kepada-Nya de-ngan sepaham.”
Ilham dengan pasti menjelaskan, bahwa sesudah Assiria menerima hukumannya, dan sesudah orang-orang jahat disingkirkan keluar dari sidang-Nya, maka kelak Injil akan diberitakan dengan suatu bahasa yang murni (dalam kemurnian Kebenaran Injil) sehingga barang-siapa yang mau, mereka boleh menyebutkan nama Tuhan, “berbakti kepada-Nya” dengan hati dan jiwa. Kemudian ialah, bahwa “hanya orang-orang yang melawan godaan dengan kuasa Dia Yang Maha Tinggi yang akan memperoleh hak untuk memberitakannya (Pekabaran Malaikat Yang Ketiga) apabi- 15 la ia itu akan berkembang menjadi Seruan Keras.” -- Review and Herald, November
“Dari seberang sungai-sungai Ethiopia orang-orang pengikut-Ku, yaitu puteri dari umat-Ku yang tercerai-berai itu akan membawakan persembahan kepada-Ku. Pada hari itu engkau tiada lagi akan malu dari karena segala perbuatanmu yang olehnya engkau sudah mendurhaka kepada-Ku; karena kelak Aku akan menyingkirkan keluar dari tengah-te-ngahmu mereka yang bersukaria dalam kesombongannya, maka tiada lagi eng-kau akan membesarkan dirimu karena bukit kesucian-Ku.”
Apabila Injil diberitakan dengan “bahasa yang murni”, maka dari seluruh pelosok bumi umat Allah akan datang dengan membawakan persembahan kepada Tuhan.
Sesudah mengeluarkan semua orang 16 yang bersukaria dalam kesombongannya, maka sidang tidak akan lagi sombong.
“Aku akan meninggalkan juga di tengah-tengahmu orang-orang yang susah dan miskin, maka mereka itu akan berharap pada nama Tuhan.”
7
Kenyataan, bahwa Ia meninggalkan di tengah-tengah mereka itu orang-orang miskin dan susah cukup membuktikan dengan sendirinya, bahwa penyucian sidang itu terjadi sebelum masa seribu tahun, sebelum Yesaya 33 : 24 digenapi dan sebelum Ia memperdirikan kerajaan yang disebutkan di dalam ayat itu.
“Orang-orang Israel yang lagi tinggal itu tiada lagi akan berbuat jahat, ataupun berbicara bohong, dan lidah penipuan tiada lagi terdapat dalam mulut mereka, karena mereka itu akan mencari makan dan berbaring, dan seorang pun tiada lagi yang menakut-nakuti mereka.”
17Mereka yang lagi tinggal, yaitu orangorang yang luput sesudah terjadi penyucian sidang itu, tidak akan lagi berdosa. Mereka sesudah itu akan selamanya berdiri tanpa tipu dalam mulutnya.
“Bernyanyilah engkau, hai puteri Sion; bersoraklah hai Israel; Bersuka-sukalah dan bergembiralah dengan segenap hati-mu, hai puteri Yerusalem.”
Suatu hari besar sedang akan datang bagi semua umat kesucian, suatu hari yang menakutkan bagi orang-orang jahat. Oleh sebab itu kita sebagai anak-anak Sion dianjurkan untuk bernyanyi dan bersorak bergembira karena kita pada akhirnya sampai kepada masa kelepasan Allah yang besar itu.
“Tuhan sudah menyingkirkan semua pehukummu, Ia telah membuang segala musuhmu; bahwa Raja orang Israel, yaitu Tuhan ada di tengah-tengahmu; tiada lagi 18 engkau akan melihat barang yang jahat.”
Tentu semua pembukaan nubuatan ini hendaknya mendorong setiap orang percaya untuk bersorak bergembira sebagaimana ia menyadari, bahwa hari itu dimana ia tidak akan lagi melihat kejahatan sudah dekat, bahwa Tuhan akan menjadi satusatunya Raja baginya.
“Pada hari itu juga orang akan berkata kepada Yerusalem, ‘Janganlah engkau takut’, dan kepada Sion, ‘Janganlah ta-8 nganmu menjadi lemah.’ Tuhan Allah-mu yang di tengah-tengahmu itu adalah perkasa; Ia akan menyelamatkan, Ia akan bersukaria akan dikau dengan kegem-biraan; Ia akan beristirahat dalam kasih-Nya, Ia akan bergemar karenamu dengan menyanyi. Aku akan menghimpunkan mereka yang berduka bagi perhimpunan yang meriah, yaitu mereka yang dari anta-ra kamu, terhadap siapa celaan karenanya telah menjadi beban. Bahwasanya, pada masa itu Aku akan membinasakan segala 19 orang yang menyusahkan kamu, dan Ku karuniakan selamat kepada orang yang terjerat dan semua yang terhalau itu akan dikumpulkan, dan Ku jadikan mereka itu suatu kepujian dan kemegahan di setiap negeri dimana mereka telah di permalukan. Pada masa itu Aku akan membawa kembali kamu, yaitu pada masa Aku mengumpulkan kamu, karena Aku akan membuat kamu suatu nama dan suatu kepujian di antara segala bangsa di bumi, apabila Aku membawa kembali semua kamu yang tertawan di hadapan matamu, demikianlah firman Tuhan.”
Tuhan menghendaki kita supaya mengetahui, bahwa apabila Ia membawa kembali kita dari tawanan kita Ia akan juga membuat bagi kita suatu nama dan suatu kepujian di antara semua bangsa di bumi. Kerajaan Yehuda ini (sidang yang sudah disucikan dan yang sudah diasingkan) oleh karenanya, bukan saja berada pada sebelum masa seribu tahun, melainkan juga dalam masa kasihan. Maka betapa gembi- 20 ralah kita sepatutnya karena kesempatan istimewa itu untuk berada di antara yang pertama dari buah-buah yang pertama itu.
Demi untuk membawa semua janjijanji Tuhan yang tidak terucapkan kebahagiaannya, yang telah diharapkan berabad-abad, pelajaran ini diterbitkan tanpa bayaran bagi yang ingin memilikinya. Kirimlah nama dan alamat anda pada alamat yang tertera pada sampul belakang buku ini.
* * * 9
21Kata-kata Pembukaan dan Doa
Saya akan membaca dari buku The Mount of Blessing, dimulai dengan paragraf yang kedua pada halaman 181.
Mount of Blessing, pp. 181, 182 :
“... Mungkin ada suatu kegemaran pe- ngamatan yang indah untuk menemukan kecelaan-kecelaan orang lain, namun kepada setiap orang yang memanjakan roh ini Yesus mengatakan, ‘Hai munafik, pertama-tama keluarkanlah dahulu ba- lok dari dalam matamu sendiri; dan ba- rulah kamu akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan titik kecil dari mata saudaramu.’ Barangsiapa yang bersalah, ialah yang pertama sekali harus dicuri- gai. Oleh menuduh orang lain ia berusaha untuk merahasiakan atau memaafkan ke- jahatan hatinya sendiri.”
“Apabila orang memanjakan roh pe- nuduh ini, maka mereka tidak akan puas 22 dengan hanya menunjukkan apa yang dikiranya suatu kecelaan pada saudara mereka. Jika dengan usaha-usaha yang halus mereka gagal untuk mendorongnya berbuat sesuai apa yang disangka mereka harus diperbuat, maka mereka akan siap untuk memaksa dengan kekerasan. Sejauh apa yang berada dalam kekuasaan mereka, maka mereka akan memaksa orang-orang untuk setuju dengan pendapat-pendapat mereka yang dikiranya benar itu.”
Kita perlu berdoa bagi kekuatan untuk melawan kritikan terhadap orang lain daripada terhadap diri kita sendiri dan dengan demikian supaya makin dekat kita kepada Kristus dan supaya kita memperoleh dengan limpah karunia-Nya. Belum pernah saya melihat seorang ayah atau seorang ibu mengkritik putera ataupun puteri mereka. Apabila para orang tua mendengar orang lain mengkritik anakcucu mereka, maka kritikan-kritikan itu seringkali menimbulkan perkara. Tetapi orang-orang yang sama yang putera-pute- 23 rinya dikritik itu, seringkali mengkritik orang lain dengan mengira, bahwa mereka melakukan itu demi kebaikan orang-orang yang mereka kritik. Jika mereka betulbetul percaya, bahwa kritikan mereka itu timbul oleh kasih untuk membantu dan bukan untuk menyakiti, dan bukan untuk meninggikan reputasi nama mereka dan menutupi dosa, maka cobalah ceritakan kepada saya mengapa kritikan-kritikan itu tidak memberikan kepada anak-anak mereka sendiri beberapa manfaatnya?
Marilah kita berdoa memohonkan kemurahan Kristus untuk memungkinkan kita melayani orang lain seperti yang kita inginkan mereka melayani kita, bukan untuk menutupi diri sendiri dalam dosa dengan cara mencari-cari kesalahan dari praktik ibadah mereka. Memperhatikan langkah-langkah kita sendiri adalah segala-galanya yang dapat kita lakukan.
* * *
24APAKAH PERANG DUNIA II
MASIH AKAN
DISELESAIKAN,
APAKAH ORANG-ORANG
SUCI MASIH AKAN
DISELAMATKAN?
(Oleh Nahum)
Oleh :
Victor T. Houteff
Pendeta dari Persekutuan Davidian
Masehi Advent Hari Ketujuh
Sabat, 18 Januari 1947
Kapel Gunung Karmel, Waco, Texas
Pada sore hari ini kita akan mempelajari buku Nahum. Isi dari keseluruhan buku ini, seluruhnya tiga pasal, adalah mengenai dua bangsa yang terpisah. Untuk menentukan siapa-siapa bangsa-bangsa ini, maka kita akan memulai dengan : 25 “Bahwa inilah firman dari hal Niniwe. Kitab yang berisikan khayal dari Nahum orang Elkosyi itu.... Bahwa segala gemba-lamu tertidur, hai raja Assiria; segala bangsawanmu akan berbaring di tanah, segala rakyatmu tercerai-berai di gunung-gunung dan tak seorang pun yang me-ngumpulkan mereka.”
Jelaslah, bahwa Assiria dengan ibu kotanya Niniwe, adalah bangsa yang satunya.
Kini untuk menemukan siapa bangsa yang lainnya itu, maka kita akan membaca pasal 1 ayat 12, 13, dan 15 (melewati bagian-bagian dari ayat-ayat itu yang berhubungan dengan Assiria).
“Demikianlah firman Tuhan :... Walaupun Aku telah menyusahkan kamu, Aku tidak akan menyusahkan kamu lagi. Karena sekarang Aku akan memecahkan kuknya yang dikenakannya padamu, dan Aku akan memutuskan segala pengikatmu.... 26 Tengoklah di atas gunung-gunung kaki-kaki orang yang membawakan kabar-kabar baik, yang memberitakan damai! Hai Yehuda, laksanakanlah segala pera-yaan pestamu yang meriah, dan sam-paikanlah segala nazarmu karena orang jahat tidak akan lagi berjalan lalu dari-11 padamu; ia akan ditumpas habis.”
Bangsa yang telah disusahkan Allah (dengan cara mencerai-beraikan mereka kepada semua bangsa) dan yang Ia telah menjanjikan untuk tidak lagi menyusahkan mereka, dan untuk memecahkan beban ikatan Assiria dari bahu-bahu mereka, adalah umat-Nya, sidang-Nya, yaitu Yehuda contoh saingan. Oleh sebab itu, mereka adalah bangsa yang lainnya itu.
Gelar dari umat Allah, seperti yang anda catat, ialah “Yehuda.” Mereka diamarkan untuk memandang kepada jurukabar Allah yang pada masa kegenapan nubuatan ini akan membawakan kepada mereka kabar-kabar baik, berita-berita perdamaian...pekabaran dari hal Kerajaan damai 27 itu (Yesaya 11 : 6 – 9). Tuhan menasehatkan kepada mereka itu supaya berlaku jujur dengan Dia, jujur dalam pengakuan iman mereka. Lagi pula mereka itu dijaminkan, bahwa pada masa kegenapan nubuatan ini malaikat-malaikat pembinasa itu akan menyingkirkan orang-orang jahat dari tengah-tengah orang-orang benar. Dengan demikian orang-orang jahat akan dibawa pergi dan lenyaplah.
Demikianlah halnya, bahwa sementara Nahum meramalkan kemerdekaan dan perdamaian bagi umat Allah yang setia, ia juga meramalkan bencana dan penghinaan bagi Assiria contoh saingan (penguasa yang mereka sembah) dan bagi orangorang jahat di dalam sidang.
Tiga ayat dari pasal dua akan menunjukkan dengan secukupnya nasib Assiria sebagai berikut :
“Pintu-pintu segala sungai akan dibuka-kan, dan mahligai itu akan hancur... Bah-28 wa hampalah ia, dan sudah dihampakan, dan sudah dijarahi semuanya; hancurlah hati tiap-tiap orang, terantuklah segala lutut dan segala pinggang merasai sakit; segala muka kehitaman..... Bahwasanya Aku akan membalas kepadamu, demi-kianlah firman Tuhan serwa sekalian alam, dan Aku akan membakar kereta-keretanya sampai menjadi asap, dan pe-dang akan makan semua singa mudamu; 12 dan Aku akan menghabiskan segala rampasanmu dari muka bumi, dan bunyi suara dari semua utusanmu akan tidak lagi terdengar.”
Di sini nabi itu meramalkan, bahwa ibu kota Assiria akan dikosongkan dan istananya akan dihancurkan. Maka jelaslah, bahwa kerajaan Yehuda akan diperdirikan dalam masa perang dan kekacauan. Tandatanda alamat tambahan apakah yang akan menandai masa itu? -- Marilah kita baca pada pasal dua sebagai berikut :
“Bahwa perisai segala pahlawannya su-29 dah dibuat merah, segala orang perwira adalah dalam warna kermizi; segala kereta akan dilengkapi dengan obor-obor api yang bernyala-nyala pada hari persiapannya, dan pokok-pokok ara akan digoncangkan dengan keras sekali. Bahwa kereta-kereta akan bergemuruh di jalan-jalan, mereka akan saling melang-gar satu terhadap lainnya di jalan-jalan raya; mereka akan tampak bagaikan obor-obor api, mereka akan berlari-larian bagaikan kilat sambar menyambar.”
Oleh karena nubuatan ini menemukan kegenapannya pada hari apabila keretakereta itu berada dengan “obor-obor apinya yang bernyala-nyala”; apabila mereka itu berlari-larian bagaikan kilat yang sambar-menyambar; apabila mereka itu melanggar satu terhadap lainnya di jalanjalan dan di jalan-jalan raya, dan karena lalu lintas kendaraan mobil pada waktu ini selengkapnya dan dengan sempurna menjawab gambaran nabi itu mengenai hal ini, maka tak ada lagi kesimpulan lain 30 terkecuali, bahwa hari-hari dalam mana kita hidup sekarang inilah hari-hari dimana nubuatan Nahum itu akan digenapi.
Kini, mengingat akan kebenaran, bahwa kita sedang hidup sekarang dalam suatu periode seperti yang digambarkan oleh Nahum itu, berikut pula kenyataan, bahwa persiapan-persiapan bagi peperangan Nahum itu adalah dibuat selama masa dari perjalanan yang seperti kilat yang sedemikian itu, maka kenyataan ini jelas membuktikan, bahwa nubuatan Nahum itu akan menemui kegenapannya di dalam sejarah kita, dan bahwa oleh karena itu “Assiria” di sini dalam nubuatan bukanlah Assiria kuno yang dahulu, melainkan suatu penguasa yang tersebar luas yang terdapat “di masa akhir zaman” (Daniel 12 : 9, 10) yaitu masa dimana ikatan-ikatan kuknya akan dilepaskan dari umat Allah.
13
Lagi pula, karena runtuhnya Assiria contoh saingan ini akan membebaskan umat Allah, dan karena semenjak itu dan seterusnya orang-orang jahat tidak akan 31 lagi berjalan lalu dari tengah-tengah mereka itu, maka masa dan peristiwa-peristiwa itu adalah terikat kokoh; bahwa semua ramalan ini akan jadi pada masa penyucian sidang, pada hari Pehukuman orang-orang Hidup, selama hari Tuhan yang besar dan hebat itu.
“Ia yang menghancur-luluhkan itu telah datang sampai ke hadapan mukamu, per-siapkanlah peluru, perhatikan jalanmu, ikatlah pinggangmu dengan kuat, kuat-kanlah dirimu sekuat-kuatnya.”
Jelaslah terlihat, bahwa dia yang menghancur-luluhkan dan yang datang ke hadapan Assiria itu adalah seseorang yang memaksakan Assiria untuk bersiap-siap, untuk mempersenjatai dirinya dengan kuat. Persiapan-persiapan mempersenjantai diri yang dipaksakan kepadanya itu yang dihasut oleh dia yang menghancurluluhkan itu, memulaikan Assiria kepada kejatuhannya.
32Sekarang untuk mengetahui apa yang akan jadi terhadap dia yang menghancurluluhkan itu -- dia yang memaksakan Assiria untuk mempersiapkan diri dengan kuat itu, maka kita akan membaca --
“Ia akan menghitung kembali semua panglima perangnya; mereka itu akan ter-sandung, mereka akan tergesa-gesa me-nuju ke pagar temboknya, maka perta-hanan akan dipersiapkan.”
Semua panglima perangnya tersandung; artinya, mereka itu membuat kesalahan sementara mereka berbaris maju dengan harapan untuk menang. Melihat kepada kekeliruan mereka yang berbahaya itu, dan mengingat pula akan kenyataan, bahwa “dia yang menghancur-luluhkan itu” tidak disebutkan lagi di dalam buku Nahum, maka terbuktilah, bahwa oleh tersandung itu ia akan kalah perang. Dan bagaimanapun juga, sesuai dengan ayatayat yang menyusul di dalam pasal-pasal buku Nahum selanjutnya, maka kejatuhan 33 Assiria itu adalah pasti.
Maka timbullah pertanyaan jika Assiria akan jatuh dan jika dia yang memulaikan perang itu, yaitu “dia yang menghancurluluhkan itu” sendiri akan pertama sekali kalah, maka ke dalam tangan siapakah Assiria akan jatuh? Untuk jawabannya, marilah kita kembali kepada Yesaya pasal 31, dimana Assiria yang sama ini akan kembali dikemukakan sebagai berikut :
“Berbaliklah kamu kepada-Nya dari Siapa bani Israel telah memberontak se-demikian jauh. Karena pada hari itu seti-ap orang akan membuang semua berhala peraknya, dan semua berhala emasnya, yang telah diperbuat oleh tanganmu sen-diri bagimu untuk berdosa. Maka Assiria akan jatuh dibunuh oleh pedang, bukan oleh pedang orang laki-laki yang gagah perkasa, bukan oleh pedang orang kecil biasa yang akan menelannya, melainkan ia akan lari dari pedang, dan segala orang mudanya akan dikalahkan.”
34Assiria akan jatuh dan akan ditelan, tetapi bukan oleh pedang seorang kecil biasa, bukan oleh dia yang menghancurluluhkan itu.
Sekarang kenyataannya, bahwa umat Allah dinasehatkan untuk kembali kepada-Nya terhadap Siapa Israel kuno yang dahulu telah memberontak, kembali menunjukkan, bahwa Ilham sedang berbicara kepada Israel contoh saingan, yaitu kepada umat Allah di dalam sejarah Kristen.
“Karena pada hari itu setiap orang akan membuang semua berhala peraknya, dan semua berhala emasnya, yang telah di-perbuat oleh tanganmu sendiri bagimu untuk berdosa.”
Jelas nabi itu sedang memandang jauh ke depan, kepada suatu masa dari suatu reformasi keseluruhan, suatu masa dalam mana hanya orang-orang yang menolak setiap dosa dan yang menghayati Kebenaran dan keadilan akan tertinggal di 35 dalam sidang. Tak seorangpun yang lain akan dapat ditemukan di dalam perhimpunan Tuhan. Pada waktu itulah Assiria akan jatuh dan demikianlah kelak beban ikatannya akan disingkirkan dari leher semua umat Allah.
15
Orang-orang Assiria akan jatuh karena sebab kejahatannya, dan karena sebab umat Allah kembali kepada-Nya, karena sebab suatu pembangunan dan reformasi yang menyeluruh.
“Maka mereka akan melampaui ketaku-tan yang kuat, dan segala penghulunya akan menjadi takut karena pertanda, demikianlah firman Tuhan, Yang mem-punyai api di Sion, dan dapur api-Nya di Yerusalem.”
Semua bencana ini akan menemui Assiria segera setelah umat Allah kembali kepada-Nya, segera setelah mereka membuang semua berhalanya.
36Apakah gunanya api Tuhan di Sion, dan dapur api-Nya di Yerusalem? Jawabannya akan kita jumpai pada --
“Bahwasanya Aku akan mengirimkan utusan-Ku, maka Ia akan menyediakan jalan di hadapan-Ku; maka Tuhan yang kamu cari itu akan tiba-tiba datang ke kaabah-Nya, yaitu utusan perjanjian itu yang kamu senangi; bahwasanya Ia akan datang, demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam. Tetapi siapakah yang dapat bertahan pada hari kedatangan-Nya itu, dan siapakah yang akan dapat berdiri apabila kelihatanlah Ia? Karena Ia itu bagaikan suatu api pandai emas, dan bagaikan sabun binara.”
Nubuatan Yesaya bersama-sama dengan nubuatan Maleakhi membuat masalah itu menjadi sangat sederhana. Sesuai dengan nubuatan-nubuatan ini, maka selama Pehukuman Orang Hidup berlangsung dan sementara buah-buah pertama -hamba-hamba Allah, mereka yang 144.000 37 itu -- berdiri bersama-sama dengan Anak Domba di Gunung Sion, maka markas besar Injil akan terdapat di Sion dan Yerusalem.
Sekarang sebelum memutuskan apakah Nahum ada menubuatkan mengenai “Perang Dunia II” adalah sebaiknya kita menyegarkan dahulu pikiran kita dengan menyimpulkan pokok-pokok penting dari penyelidikan ini sebagai berikut :
1. Dua bangsa telah dikemukakan, 16
yaitu sidang dan suatu bangsa yang
di persamakan dengan Assiria kuno,
terhadap siapa sidang berada di bawah
kekuasaannya.
2. Umat Allah, Yehuda, diminta untuk
memandang kepada utusan Tuhan itu,
yang pada kegenapan nubuatan ini
dan pada suatu masa berkecamuknya
perang akan membawa kepada mere-
ka berita-berita baik dari hal Kerajaan
Damai itu.
3. Nubuatan ini digenapi dalam masa ke-
sibukan lalu lintas kendaraan bermotor
7yang belum pernah ada sebelumnya,
yaitu pada masa apabila segala rata
(mobil-mobil) terdapat dengan obor-
obornya yang bernyala-nyala dan apa-
bila mereka itu saling bertubrukan satu
terhadap lainnya di jalan-jalan raya
-- yaitu berada di dalam sejarah kita
sekarang.
4. Dalam masa inilah “dia yang meng-
hancur-luluhkan itu” berperang me-
lawan Assira contoh saingan ini. Ia
memulaikan keruntuhannya.
5. Assiria memperkuat kekuasaannya de-
ngan hebat setelah musuhnya datang
ke hadapannya.
6. Dalam menuju kepada kemenangan,
musuh Assiria, yaitu “dia yang meng-
hancur-luluhkan itu” membuat suatu
kekeliruan dan akibatnya jatuh, kalah
pada peperangan itu.
7. Tetapi bagaimanapun juga, Assiria
kemudian jatuh juga, tetapi bukan oleh
pedang seorang manusia biasa. 8 8. Perang itu, kereta-kereta yang berlalu
lalang dengan cepat itu, dan suatu
pembangunan dan reformasi yang
sedemikian itu dunia belum pernah
saksikan, adalah tanda-tanda dari ke-
genapan nubuatan Nahum.
9. Apabila umat Allah menyingkirkan
semua berhala mereka, sepenuhnya
kembali kepada-Nya, maka pada
waktu itulah Assiria akan runtuh.
Maka pada waktu itulah orang-orang
jahat disingkirkan dari tengah-tengah
umat Allah, ikatan beban Assiria
lepas, dan hamba-hamba Allah yang
17
kenyataannya adalah buah-buah per-
tama itu, mereka yang 144.000 itu, akan
berdiri dengan Anak Domba di atas
Gunung Sion.
Marilah sekarang kita perhatikan peristiwa-peristiwa sejarah yang sudah menjadi kenyataan.
Hitler mempersiapkan dirinya bagi perang di dalam suatu masa sejarah keretakereta itu sedang ramai di jalan-jalan, ber- 40 lari-larian bagaikan kilat yang sambar menyambar, dan saling melanggar satu terhadap lainnya di jalan-jalan raya; bahwa sesudah negara-negara sekutu tampak akan kemampuan militer Hitler menghancur-luluhkan di mana saja ia menyerang, maka pada masa itulah mereka sendiri mulai membangun peralatan perang besar-besaran. Hitler seolah-olah jatuh bangun karena memulaikan perang melawan Rusia sementara ia sendiri masih terlibat perang dengan Britania Raya; walaupun Jerman kalah pada peperangan itu, namun gantinya Inggris memperkuat kedudukannya sesudah kejatuhan Hitler, ia sebaliknya makin menjadi lemah, dan suara-suara perpecahan dalam kekaisarannya makin hari semakin santer. Perang Hitler itu telah menghancur-luluhkan seluruh dunia, maka perpecahan-perpecahan baru dan bekas-bekasnya terdengar dan terlihat langsung bersamaan dengan itu -- sehingga terdapat berbagai aliran politik baru baik dari dalam maupun dari luar setiap bangsa dan rakyat.
41Oleh karena gambaran Nahum mengenai kota dan lalu lintas negeri pada masa nubuatan peperangannya itu digenapi sesuai tepat dengan kondisi-kondisi Perang Dunia II, maka kita dapat yakin, bahwa peperangan yang dimulai oleh Hitler itu baru akan betul-betul berakhir apabila Assiria runtuh, dan apabila ikatan bebannya dilepaskan dari leher umat Allah. Semenjak itu dan seterusnya orangorang jahat tidak akan dijumpai lagi di dalam perhimpunan orang-orang benar.
Apakah maksud keseluruhan dari nubuatan Nahum? Ia itu untuk menerangkan kepada umat Allah mengenai tandatanda zaman, membuat mereka sadar, bahwa “hari Tuhan yang besar dan hebat itu” sudah dekat, bahwa pembersihan sidang, yaitu “Pehukuman di dalam isi rumah Allah” (1 Petrus 4 : 17) akan segera
18 terlaksana, supaya orang-orang jahat tidak akan lebih lama lagi tinggal di tengahtengah mereka, bahwa penebusan orangorang benar sudah dekat, bahwa mereka 42 harus tidak melalaikan pelaksanaan kewajiban-kewajiban mereka yang dikaruniakan Allah. Sesungguhnya Nubuatan Nahum dengan jelas mempersamakan umat Allah pada masa ini sebagai berada di bawah ikatan beban Assiria, dan menunjuk kepada kelepasan mereka.
Sungguhpun demikian, yang terpenting dari semuanya, nabi Nahum menjelaskan, bahwa semua perkara ini akan jadi di dalam masa sejarah kita, dan bahwa runtuhnya Assiria itu akan jadi sementara umat Allah kembali kepada-Nya, sementara pembangunan dan reformasi dibawakan dengan berhasil oleh dia yang “memberitakan damai” (Nahum 1 : 15). Oleh karena itu jika kita gagal untuk berpegang kepada pekabaran itu, dan jika kita gagal untuk bereformasi seperti yang dianjurkannya, maka tak akan mungkin kita dapat lolos pada hari Tuhan itu.
(Untuk penyelidikan lebih mendalam terhadap buku Nahum, supaya pelajarilah 43 Buku Kecil Traktat No. 14, “Kabar-Kabar Perang Meramalkan”).
* * *
19
44Renungan dan Doa Pembuka
Saya akan membacakan dari buku The Mount of Blessing, dimulai pada halaman 182.
Mount of Blessing, p. 182 :
“Kristus tidak mengusir orang, me- lainkan menarik mereka kepada-Nya. Satu-satunya paksaan yang Ia gunakan ialah dorongan kasih. Apabila sidang mu- lai berusaha mencarikan bantuan kuasa dunia, maka terbuktilah, bahwa ia telah kehilangan kuasa Kristus -- dorongan kasih Ilahi itu.
“Tetapi kesulitannya terletak pada anggota-anggota sidang secara pribadi, dan di sinilah, bahwa pengobatan itu harus dikerjakan. Yesus menghimbau ke- pada penuduh itu pertama-tama supaya membuang dahulu balok dari dalam matanya sendiri, meninggalkan rohnya yang suka mencari-cari salah orang lain itu, mengakui dan meninggalkan dosanya 45 sendiri, sebelum mencoba memperbaiki orang lain..... Apa yang anda perlukan ialah suatu perubahan hati. Anda patut memiliki pengalaman ini sebelum anda pantas untuk memperbaiki orang lain; karena ‘dari dalam hati yang melimpah mulut berbicara.’
“Apabila datang sesuatu krisis didalam hidup seseorang, dan anda mencoba untuk memberikan nasehat atau petuah, maka kata-katamu itu akan hanya memiliki bobot pengaruh untuk kebaikan sejauh te- ladan dan rohmu sendiri yang telah men- capai bagimu. Anda harus menjadi baik sebelum anda dapat berbuat baik. Anda tidak mungkin dapat memberikan suatu pengaruh yang akan merubah orang lain sebelum hatimu sendiri direndahkan dan diperbaiki dan dibuat lemah lembut oleh karunia Kristus. Apabila perubahan ini berhasil ditempa di dalam dirimu, maka ia itu kelak sama secara alamiah seperti akan halnya belukar bunga mawar memberikan kembang-kembangnya yang wangi, atau 46 pokok anggur yang mengeluarkan rang- kaian buah-buahnya yang ungu, demikian pula bagimu hidup untuk memberkati orang lain.
Kita perlu berdoa untuk suatu perubahan hati; berdoa bagi suatu keinsyafan, bahwa memiliki suatu roh suka mencaricari salah orang adalah bahkan lebih buruk daripada berusaha mencarikan bantuan kuasa dunia, dan bahwa menegakkan suatu teladan yang baik dapat merupakan satu-satunya bobot pengaruh kita untuk kebaikan.
* * *
2
47BANGSA-BANGSA
MANAKAH YANG HENDAK
MELUCUTI SENJATANYA,
DAN MENGAPA?
Oleh :
Victor T. Houteff
Pendeta dari Persekutuan Davidian
Masehi Advent Hari Ketujuh
Sabat, 25 Januari 1947
Kapel Gunung Karmel, Waco, Texas
Untuk meneruskan dengan tema dari penyelidikan-penyelidikan kita yang terdahulu -- kerajaan Yehuda -- kita akan kembali kepada buku Mikha. Sebagai anda ketahui buku itu terdiri dari tujuh pasal, dan semua pasal itu membawakan suatu cerita bersambung mengenai Yehuda baik pada masanya terdahulu maupun pada 48 masanya terkemudian. Tiga pasal pertama adalah mengenai Yehuda pada masa permulaannya, dan empat pasal yang ter- akhir berisikan janji-janji kepada Yehuda contoh saingan, yaitu Yehuda akhir zaman, mengenai siapa adalah kepentingan utama kita sekarang ini.
Untuk menggabungkan tiga pasal pertama dari buku Mikha itu dengan empat pasalnya yang terakhir, kita akan memulai dengan ayat terakhir dari pasal tiga.
“Sebab itu demi karena kamu Sion akan dibajak bagaikan sebuah ladang, dan Yerusalem akan menjadi sebuah tim-bunan, dan bukit rumah itu akan menjadi bagaikan tempat-tempat yang tinggi di hutan.”
Oleh sebab tidak ada lagi yang dapat dilakukan untuk menginsyafkan Yehuda, bahwa ia berada dalam kekeliruan dan bahwa ia perlu kembali kepada Tuhan, 49 maka Tuhan pada akhirnya memperingatkan, bahwa lantai istananya akan dibajak bagaikan ladang, dan bahwa istana dan kotanya itu akan menjadi bagaikan timbunan-timbunan batu. Kegenapan dari sebagian nubuatan Mikha ini merupakan suatu saksi setia di hadapan segala bangsa, dan hukuman terhadap bangsa itu ada-
3 lah suatu contoh yang adil bagi semua orang untuk mengetahui, bahwa Allah bersungguh-sungguh dengan apa yang dikatakan-Nya. Tetapi bagaimanapun Allah tidak mengesampingkan umat setia-Nya yang sedikit dan keturunan-keturunan mereka untuk selama-lamanya. Kepada mereka Ia tinggalkan janji penghiburan ini --
“Tetapi pada akhir zaman akan jadi ke-lak, bahwa gunung rumah Tuhan akan di-perdirikan di atas puncak segala gunung, dan ia itu akan dipuja di atas segala bu-kit maka orang-orang akan berkerumun datang kepadanya.”
Walaupun Mikha meramalkan berita- 50 berita sedih bagi Yehuda kuno yang dahulu itu, ia meramalkan berita-berita menggembirakan ini bagi Yehuda akhir zaman. Sesungguhnya sangat berat bagi Yehuda mengharapkan kebinasaannya sendiri. Sungguhpun demikian, sebaliknya, ia itu seharusnya akan mendorongnya untuk mengetahui, bahwa masanya akan datang baginya untuk kembali dan “untuk membangun kembali tempat-tempat yang rusak”, “untuk mendirikan landasan-landasan dari banyak generasi” (Yesaya 58 : 12). Dan yang lebih menggembirakan lagi sekiranya ia sekarang akan mengetahui, bahwa masa bagi kembalinya kepada Allah dan kepada tanah airnya itu sesungguhnya sudah tiba!
Untuk menghindarkan sesuatu keraguraguan dalam hubungan ini, maka Tuhan meneguhkan kembali Firman-Nya dengan mengatakan : “Karena seperti hujan dan salju turun dari langit dan tiada kembali ke sana, melainkan diairinya bumi dan dijadikannya ia berhasil dan menumbuh-51 kan pohon, dan ia memberi biji-bijian kepada orang penabur dan roti kepada orang yang makan; demikianpun perihal Firman-Ku yang terbit dari mulut-Ku, Ia itu tiada akan kembali kepada-Ku dengan hampa, melainkan akan dilakukan-Nya barang yang Ku kehendaki dan Ia itu pun akan membawa keberuntungan dalam segala sesuatu yang Ku suruhkan Dia. Karena dengan kesukaan kamu akan ke-luar dan dengan selamat juga kamu akan dipimpin; bahwa segala gunung dan bu-kit akan bertempik sorak dan menyanyi ramai-ramai di hadapan kamu, dan segala pohon kayu di padang pun akan bertepuk-tepuk tangan. Sebagai ganti semak duri akan tumbuh pohon sanobar dan sebagai ganti pokok onak akan tumbuh pohon
4 murd, maka inilah bagi Tuhan akan suatu nama dan akan tanda yang kekal, yang tiada terhapuskan.” Yesaya 55 : 10 – 13. Kita pun hendaknya bertepuk tangan bahkan di waktu ini karena memiliki kesempatan besar ini untuk ikut dalam pekerjaan mulia ini, dan karena kesempatan istimewa 52 untuk memberitakan berita-berita baik ini dan untuk dipanggil sebagai “Orang-orang yang memperbaiki pelanggaran, Orang-orang yang memperbaiki lorong-lorong untuk didiami.” Yesaya 58 : 12. Sesungguhnya inilah “berita-berita baik” tentang “perdamaian” yang diramalkan oleh nabi Nahum itu. Nahum 1 : 15.
Apabila kerajaan Yehuda kembali di perdirikan, maka kelak genaplah kata-kata firman yang berbunyi :
“Maka banyak bangsa akan datang, dan mengatakan, Marilah, dan marilah kita naik ke gunung Tuhan, dan ke rumah Allah Yakub; maka Ia akan mengajarkan kepada kita segala jalan-Nya, dan kita akan berjalan dalam segala lorong-Nya, karena dari dalam Sion akan terbit hu-kum dan Firman Tuhan dari Yerusalem.”
“Bersorak-soraklah dan bersuka-su-kaanlah, hai puteri Sion! Karena sesung-guhnya Aku datang dan Aku akan tinggal 53 di tengah-tengah kamu, demikianlah firman Tuhan. Maka banyak bangsa pada waktu itu akan digabungkan ke-pada Tuhan, dan akan menjadi umat-Ku, dan Aku akan tinggal di tengah-tengahmu, dan kamu akan mengetahui, bahwa Tuhan serwa sekalian alam telah mengutus Aku kepadamu. Maka Tuhan akan mewariskan pada Yehuda bagian-Nya akan milik pusaka di tanah suci, dan akan memilih Yerusalem kembali. Berdiamlah kamu, hai segala manusia, di hadapan hadirat Tuhan; karena sudah bangkit Ia dari dalam kediaman kesuci-
“Maka segala orang Kafir akan datang kepada terangmu, dan segala raja kepa-da cahaya yang sudah terbit bagi kamu. Angkatlah matamu, lihatlah berkeliling; mereka itu sekalian berkerumun, mereka itu datang kepadamu, segala anakmu laki-laki datang dari jauh dan segala anakmu perempuan pun berjalan pada sisinya. Pada masa itu kamu akan melihat, dan 54 mengalir bersama-sama, dan hatimu akan bimbang dan akan dibesarkan, sebab segala kelimpahan laut akan dibalikkan kepadamu, segala harta benda dan ke-kuasaan orang Kafir akan datang kepa-damu. Bahwa kawanan onta akan menu-dungi muka tanahmu, yaitu onta-onta yang pantas dari Midian dan Hefah; maka dari Sheba pun datanglah seka-liannya sambil membawakan emas dan kemenyan, sambil memasyurkan kepu-jian Tuhan. Segala domba Kedar dikum-pulkan kepadamu, segala domba jantan Nebayot akan melayanimu, sekalian itu naik ke atas medzbahKu, dipersembah-kan dengan keridlaan hati; maka Aku akan memuliakan rumah kemuliaan-Ku. Siapakah mereka ini yang terbang bagaikan awan, dan seperti burung mer-pati kepada sarangnya? Sesungguhnya mereka yang di pulau-pulau itu akan menantikan Daku, dan seperti dahulu kapal-kapal Tarsis akan membawa anak-anakmu dari jauh, dan membawa serta-nya emas dan peraknya kepada nama 55 Tuhan Allahmu, dan kepada Yang Maha Suci orang Israel, sebab Ia telah mem-permuliakan kamu. Maka anak-anak orang asing akan mendirikan pagar tem-bokmu, dan raja-raja mereka akan me-layani kamu, karena oleh kehangatan murka-Ku telah Ku palu engkau, tetapi oleh keridlaan-Ku sudah Ku kasihani engkau. Sebab itu segala pintu gerbang-mu akan terbuka selalu, baik siang baik malam tiada ia itu ditutup, supaya diba-wa masuk kepadamu akan bala tentara orang Kafir, dan supaya raja-raja me-reka itu dapat dibawa. Karena bangsa dan kerajaan yang tiada mau takluk kepadamu akan binasa; sesungguhnya bangsa-bangsa itu akan dihapuskan sama
Jelas, bahwa kita sudah sampai pada dini hari menjelang suatu hari yang baru, yaitu hari dalam mana pekerjaan Injil akan mencapai kemenangan dan akan memungut suatu hasil penuaian yang limpah dari orang-orang bertobat. Sesung- 56 guhnya seluruh bangsa-bangsa akan menggabungkan diri kepada “bukit Tuhan itu” selama hari Pehukuman itu, yaitu hari dalam mana akan “terbit” hukum dari dalam Sion, dan Firman Tuhan dari Yerusalem”, dari markas besar Injil yang akan datang itu.
Sebab itu masa itu adalah sudah dekat apabila untuk betul-betul pergi ke gereja, maka orang harus pergi ke Yerusalem, dan di sanalah diajarkan jalan Tuhan, dan demikianlah untuk berjalan di dalam jalanjalan-Nya.
6“Maka Ia akan mengadili di antara ba-nyak bangsa, dan menegur bangsa-bang-sa besar yang jauh tempatnya; maka me-reka itu akan menempa segala pedangnya menjadi penggali, dan segala tombak-nya menjadi sabit; bahwa bangsa tiada akan menghunus pedang untuk melawan bangsa, dan tiada lagi mereka itu belajar berperang.
57Banyak bangsa akan dengan senang hati menerima teguran-Nya, mereka menempa segala pedangnya menjadi penggali dan segala tombaknya menjadi sabit sebagai gantinya terus-menerus maju dalam perlombaan senjata.
Menurut Mikha bangsa-bangsa yang akan melucuti senjata hanyalah mereka yang menyambut Kebenaran Tuhan bagi zaman ini dan pergi ke Tanah Perjanjian. Mereka tidak pernah lagi memerlukan baik pedang maupun tombak.
“Melainkan mereka akan duduk masing-masingnya di bawah pokok anggur-nya dan di bawah pokok aranya; dan seorangpun tiada yang akan menakutkan mereka, karena mulut Tuhan serwa se-kalian alam telah berfirman begitu.”
Bangsa-bangsa dan orang-orang pada waktu ini memiliki waktu yang sulit untuk sampai kepada “pokok ara” mereka, demikianlah misalnya, sungguhpun hanya 58 untuk duduk dengan damai di bawahnya. Mereka adalah selalu takut kalau-kalau seseorang akan menghalau mereka dari tempat duduknya sungguhpun tidak di bawah sesuatu pohon pun. Akibatnya mereka akan mencoba untuk melindungi hak-haknya, ataupun melindungi bukan hak-haknya, dengan cara menempa segala “penggalinya menjadi pedang, dan se-gala sabitnya menjadi tombak-tombak.” Yoel 3 : 10. Dan dengan demikian mereka mengukur kekuatannya sendiri dengan persiapan-persiapan perangnya, sehingga bahkan yang lemah pun akan mengatakan, “Saya adalah perkasa.” Namun tidaklah demikan kelak halnya dengan bangsabangsa itu yang menggabungkan diri dengan umat dari Kerajaan Tuhan : Mereka tidak akan perlu berharap pada kekuatannya sendiri, karena mereka akan memperoleh perlindungan Tuhan. Masingmasingnya akan duduk dengan aman dan senang di bawah “pokok aranya” sendiri, sambil menyadari bahwa tak seorangpun dapat mungkin mengusir mereka pergi 59 dari bawahnya. Demikianlah yang akan terjadi, karena “mulut Tuhan serwa sekalian alam telah mengucapkannya begitu.”
“Karena segala orang akan berjalan ma-sing-masing dalam nama dewanya sen-diri, maka kita akan berjalan di dalam nama Tuhan Allah kita untuk selama-lamanya.”
Orang-orang yang berada di luar Kerajaan dimana Roh Allah tak dapat menginsyafkan mereka terhadap kesalahan-kesalahannya, akan terus berjalan dalam nama ilah-ilah palsu mereka. Tetapi orang-orang yang di dalam Kerajaan “akan berjalan dalam nama Tuhan Allah kita untuk selama-lamanya.”
“Maka pada hari itu, demikianlah firman Tuhan, Aku akan menghimpunkan mana yang tertawan, dan mengumpulkan mana yang terhalau, dan mereka yang telah 60 Kudukacitakan dahulu itu. Maka yang telah sesat itu akan Kujadikan suatu yang sisa dan yang tercerai-berai itu menjadi suatu bangsa besar, dan Tuhan akan memerintah atas mereka itu di Gunung Sion semenjak dari itu sampai selama-lamanya.”
Hari dimana umat Allah akan dikumpulkan dari seluruh bagian bumi lalu dibawa ke Sion adalah sudah dekat, dan Tuhan akan memerintah atas mereka itu semenjak itu sampai selama-lamanya.
“Maka engkau, hai menara dari kelom-pok, tempat pertahanan puteri Sion, kepadamulah Ia itu akan datang, yaitu pemerintahan yang dahulu; Kerajaan itu akan datang kepada puteri Yerusalem.”
“Menara dari kelompok, tempat pertahanan puteri Sion”, akan menjadi obyek utama yang menarik di Yerusalem. Dan apakah fungsinya? -- Di masa dahulu menara-menara dibangun dengan tujuan 61 untuk tempat melakukan pengawasan terhadap seluruh negeri, maka demikian pula “menara kelompok itu” tentunya adalah tahta yang di Sion, yaitu suatu bukit yang tinggi, tempat pertahanan Sion. Anda perhatikan, bahwa tempat 8pertahanan ini bukanlah kepunyaan ibu (bukan kepunyaan Sion kuno yang dahulu) melainkan kepunyaan puterinya (kepunyaan Sion contoh saingan).
“Maka sekarang mengapakah engkau menangis tersedu-sedu? Tiadakah lagi ada raja di antara kamu? Sudah binasa-kah segala penasehatmu, maka engkau kedatangan sakit seperti seorang pe-rempuan yang hendak beranak? Rasai-lah sakit, hai puteri Sion, seperti seorang perempuan yang menyakiti hendak be-ranak, karena sekarang engkau harus pergi meninggalkan negeri, dan kamu harus tinggal di padang, dan kamu harus pergi juga sampai ke Babil. Maka di sa-nalah kamu akan dilepaskan, di sanalah 62 Tuhan akan menebus kamu dari tangan segala musuhmu.”
Kedua ayat ini membawa kembali kita kepada masa pada waktu orang-orang setia dari Yehuda kuno yang dahulu menangis tersedu-sedu setelah mereka menyadari dirinya akan dicerai-beraikan di antara seluruh bangsa-bangsa, namun nasehat yang membesarkan hati untuk berusaha dan menghasilkan anak-anak selagi masih di padang, dan janji yang menghiburkan tentang kelepasannya dari Babil contoh saingan, yang ditinggalkan kepadanya oleh para nabi, tetap ada bersama mereka sampai kepada hari ini. Sion, sidang, telah ditentukan untuk pergi ke seluruh bangsa-bangsa Kafir, untuk di sana memperlipat-gandakan jumlah mereka, dan pada akhirnya akan dilepaskan. Pekabaranpekabaran yang baik ini, yang kini tepat sebelum pengumpulan itu dimulai, Tuhan menghendaki agar kita memberitakannya di mana-mana, dengan mengatakan : “Dengarlah olehmu akan Firman Tuhan, 63 hai kamu segala bangsa, dan nyatakan-lah Firman itu kepada semua pulau yang jauh-jauh, dan mengatakan, Dia yang telah mencerai-beraikan Israel itu akan kembali menghimpunkannya, dan memeliharakannya, bagaikan seorang gembala berbuat bagi kawanan domba-nya. Karena Tuhan telah menebus Yakub, dan telah menebus dia dari tangan orang yang lebih kuat daripadanya. Sebab itu mereka itu akan datang dan menyanyi pada ketinggian Sion, dan mereka akan mengalir datang bersama-sama kepada kebaikan Tuhan, untuk gandum, dan air anggur, dan untuk minyak, dan untuk kawanan domba dan kawanan ternak yang muda-muda, maka jiwa mereka akan jadi bagaikan taman yang telah disira-mi, dan mereka tidak akan lagi bersusah
9
“Sekarang juga banyak bangsa berkum-pul melawan engkau, yang mengatakan, ‘Biarlah dia dinajiskan, dan biarlah mata 64 kami memandang kepada Sion. Tetapi mereka tidak mengetahui akan kepikiran Tuhan, dan tiada mereka itu mengerti akan nasehat-Nya, karena Ia akan meng-himpunkan mereka bagaikan berkas-berkas gandum ke tempat pengiriknya.”
“Bangkitlah engkau dan iriklah, hai puteri Sion, karena Aku akan membuat tandukmu menjadi besi, dan Aku akan membuat kuku-kukumu menjadi tem-baga, maka kamu akan menghancurkan banyak bangsa, dan Aku akan menyuci-kan keuntungan mereka itu kepada Tuhan, dan segala harta bendanya kepa-da Tuhan seluruh bumi.”
Bukan puteri Yerusalem, melainkan puteri Sion yang akan melakukan pengirikan itu. Dan ia memperoleh janji tentang suatu tanduk besi -- kuasa Ilahi, yaitu jenis yang tidak akan pecah. Lagi pula telah dijanjikan kepadanya kuku-kuku dari tembaga, yaitu suatu pekabaran istimewa 65 dan terkenal dengan mana untuk membinasakan banyak bangsa; artinya, dengan pekabaran itu ia akan mengirik dan memilih-milih gandum dari lalang. “Kemu- dian aku tampak malaikat yang ketiga itu. Kata malaikat pengantarku, ‘adalah mengerikan pekerjaannya. Adalah mena- kutkan kedatangannya. Ialah malaikat yang akan memilih-milih gandum dari lalang, lalu memeteraikan, atau mengikat segala gandum itu bagi lumbung surga. Segala perkara ini hendaknya memenuhi seluruh ingatan, seluruh perhatian.’ ” – Early Writings, p. 118.
“Karena bahwasanya, Tuhan akan datang dengan api, dan dengan segala kereta-Nya bagaikan puting-beliung, ge-ram-Nya dinyatakan seperti bara api dan kehangatan murka-Nya seperti nyala api. Karena dengan api dan dengan pedang-Nya Tuhan akan nyatakan kepada semua manusia, maka besarlah kelak bilangan segala orang yang dibunuh oleh Tuhan.” Yesaya 66 : 15, 16. Inilah pemisahan yang 66 pertama.
“Maka Aku akan menaruh suatu tanda alamat di antara mereka, dan Aku akan mengutus orang-orang yang luput dari antara mereka itu kepada segala bangsa, 10 ke Tarsis, ke Pul, dan ke Lud, orang pemanah ke Tubal, dan ke Yawan, ke pulau-pulau yang jauh-jauh, yang belum mendengar nama-Ku dan yang belum melihat kemuliaan-Ku; maka mereka akan menyatakan kemuliaan-Ku di an-tara segala bangsa Kafir. Maka mereka akan menghantarkan segala saudaramu dari segala bangsa akan persembahan bagi Tuhan dengan mengendarai kuda, dan dengan kereta-kereta, dan dengan tandu-tandu, dan dengan kuda bagal dan kuda semberani, sampai ke bukit kesucian-Ku Yerusalem, demikianlah firman Tuhan, seperti halnya bani Israel membawa korban dalam bejana-bejana yang bersih ke dalam rumah Tuhan.”
Orang-orang yang lolos dari pembu- 67 nuhan Tuhan itu akan diutus kepada segala bangsa Kafir untuk di sana memberitakan kepada mereka nama Tuhan dan kemuliaan-Nya, dan juga untuk menghantarkan semua saudaranya (semua yang dapat diselamatkan) ke rumah Tuhan. Dari sini saudara dapat jelas melihat, bahwa mereka yang lolos itu adalah merupakan buah-buah pertama, 144.000 keturunan Yakub (Wahyu 14 : 4). Orang-orang yang dibawanya dari segala bangsa Kafir ke rumah Tuhan, tentunya, adalah buah-buah kedua (Wahyu 7 : 9), sehingga demikianlah jika terdapat yang pertama akan terdapat pula yang kedua. Akhirnya Saudara akan jelas melihat, bahwa dari pembersihan sidang mereka yang 144.000 itu akan lolos dan menjadi hamba-hamba Allah, yaitu mereka yang lagi tinggal itu, yaitu orangorang yang akan menyelesaikan pekerjaan Injil di seluruh dunia.
Sekarang untuk menyimpulkan semuanya, marilah kita melihat kembali titik-titik pelajaran yang amat istimewa 68 sebagai berikut :
Pertama-tama kerajaan Yehuda sudah harus terlebih dulu dihancurkan -- Sion dibajak bagaikan sebuah ladang dan Yerusalem disusutkan menjadi timbunantimbunan batu.
11
Kemudian di akhir zaman ia itu akan diperdirikan kembali, dan ditinggikan di atas segala kerajaan bangsa Kafir.
Ketiga, apabila sudah ia “berdiri” sedemikian itu, maka banyak bangsa akan datang kepadanya, dan bahkan mereka akan saling mengajak satu terhadap lainnya untuk pergi ke sana untuk diajarkan dari hal jalan-jalan Tuhan dan untuk berjalan dalam jalan-jalan-Nya. Ini akan jadi begitu, sebab “hukum akan terbit dari Sion, dan Firman Tuhan dari Yerusalem.”
Keempat, Tuhan akan mengadili dari Sion, dan dari sanalah Ia akan menegur kesalahan segala bangsa yang besar-besar yang jauh-jauh. Orang-orang yang mene- 69 rima teguran-Nya akan menempa pedangpedangnya menjadi tenggala, dan tombaktombaknya menjadi pacul. Bangsa-bangsa yang menggabungkan diri kepada Kerajaan Tuhan tidak akan pernah lagi mengangkat pedang melawan sesuatu bangsa, mereka juga tidak akan lagi belajar perang. Mereka tidak lagi memerlukan persenjataan, karena mereka akan dilindungi oleh sebuah “tembok api.” Zakharia 2 : 5. Setiap orang akan duduk di bawah pokok aranya sendiri, dan tak seorangpun akan membuat mereka itu takut, “karena Tuhan serwa sekalian alam telah mengucapkan begitu.”
Kelima, setiap orang dari mereka yang tidak pergi ke Yerusalem, dan mereka yang tidak melucuti senjatanya, kelak akan berjalan dalam nama ilah palsunya sendiri. Tetapi semua yang menggabungkan diri kepada kerajaan Yehuda akan berjalan dalam nama Tuhan Allah kita untuk selama-lamanya.
Keenam, Allah hendak menghimpun- 70 kan dan mengumpulkan umat-Nya, sidang -- mereka yang tertawan, dan mereka yang terhalau, dan mereka yang telah merasai susah. Ia akan membuat mereka menjadi suatu bangsa yang kuat “dan Tuhan akan memerintah atas mereka itu di Gunung Sion semenjak dari itu sampai selamalamanya.”
Ketujuh, kepada Kerajaan ini akan datang bahkan pemerintahan yang pertama itu.
Penyelidikan pada sore hari ini menunjukkan bagaimana pengumpulan itu akan dipersiapkan dan bagaimana pekerjaan Injil diselesaikan, dan bagaimana dunia yang jahat ini dibawa kepada ajalnya. Benar, rencana untuk menyelesaikan pekerjaan yang sedemikian ini bukanlah rencana 12 kita, melainkan sudahlah tiba waktunya agar kita menyadari, bahwa semua rencana kita tidak pernah akan jadi dan semua itu tidak akan pernah menjadi rencanarencana Tuhan. Lebih baik sekarang kita menyambut akan segala rencana-Nya jika 71 kita ingin pergi ke Sion untuk berdiri di sana bersama-sama dengan Anak Domba itu.
Fajar telah merekah membawakan suatu hari yang baru bagi kita, Saudara dan Saudari. Dan sekaranglah, gantinya mengira, bahwa kita adalah kaya dan bertambah-tambah dalam kekayaan, tidak memerlukan apa-apa lagi, marilah kita melihat, bahwa diri kita memerlukan segala perkara. Tidakkah kita mau menyambut akan semua kekayaan ini (Kebenaran) yang sudah teruji di dalam api, dan semua pakaian kebenaran ini dengan mana untuk menutupi semua ketelanjangan kita? Tidakkah mau kita menggosokkan mata kita dengan minyak keemasan Kebenaran yang segar ini supaya dapat kita melihat dan mengetahui akan jalan, supaya kita dapat mencapai “pintu itu” pada waktunya? Tidak ada alasan untuk tetap tinggal merana, sengsara, miskin, buta, dan telanjang. Tuhan sedang menunggu di pintu hati kita. Ia 13 72 ingin sekali mencurahkan berkat-Nya, untuk mengisi cawan sampai tumpah. Janganlah kiranya kita mengecewakan Dia dengan memaksakan Dia pergi melewati kita. Marilah sekarang kita melucuti senjata lalu mempersiapkan diri dengan tiada takut untuk duduk dengan damai di bawah “pokok ara” karunia Allah kita.
* * *
73Renungan dan Doa Pembuka
Saya akan membaca dari buku The Mount of Blessing, dimulai pada halaman 183, paragraf yang terakhir.
Mount of Blessing, p. 183 :
“Jika Kristus berada di dalam kamu ‘harapan kemuliaan itu’, maka kamu tidak akan memiliki sifat suka memperhatikan orang lain, untuk membukakan kesalahan- kesalahan mereka kepada umum. Gantinya mencari untuk menuduh dan menghukum, ia itu dapat merupakan obyekmu untuk menolong, untuk memberkati, dan untuk menyelamatkan. Dalam berurusan dengan orang-orang yang berada dalam kesala- han, maka anda dapat memperhatikan nasehat yang berbunyi, ’Perhatikanlah dirimu sendiri, supaya tidak kamu juga kena cobaan.’ Anda dapat terus ingat se- berapa kali anda telah bersalah, dan ba- gaimana sulitnya untuk menemukan jalan yang benar apabila anda pernah sekali me- 74 ninggalkannya. Anda tidak akan mendo- rong saudaramu ke dalam kegelapan yang lebih besar, melainkan dengan hati yang penuh kasihan akan menceritakan kepa- danya dari hal bahayanya.”
“Barangsiapa yang memandang sela- lu kepada salib Golgota itu, sambil menge- nangkan, bahwa dosa-dosanya telah me- nempatkan Juruselamat disana, tidak akan pernah mencoba untuk mengukur tingkat kesalahannya dengan memperbandingkan kepada kesalahan orang lain. Ia tidak akan memanjat untuk duduk pada kursi pengadilan untuk membawa tuduhan me- lawan orang lain. Tak mungkin terdapat roh suka mengkritik atau roh meninggikan 14 diri pada pihak orang-orang yang berja- lan di bawah bayangan salib Golgota.”
Dari sini kita saksikan, bahwa keperluan kita ialah berdoa memohon Kristus untuk tinggal di dalam kita, sehingga gantinya melihat-lihat kesempatan untuk menuduh atau menghukum orang lain dan membukakan kesalahan mereka kepada 75 umum, kita akan mencari setiap kesempatan untuk membantu mereka, untuk memberkati mereka, untuk menyelamatkan mereka. Kita hendaknya berdoa bagi suatu keinsyafan yang mendalam terhadap dosa kita sendiri; berdoa agar roh suka mengkritik dan roh meninggikan diri dapat lenyap untuk selama-lamanya dari kita. Kemudian kita tidak akan merasa bebas untuk menaiki kursi pengadilan dan menuduh siapapun.
* * *
76SUATU KEGEMPARAN
DI SELURUH DUNIA
DAN HASILNYA
Oleh :
Victor T. Houteff
Pendeta dari Persekutuan Davidian
Masehi Advent Hari Ketujuh
Sabat, 1 Februari 1947
Kapel Gunung Karmel, Waco, Texas
Sore hari ini kita akan melanjutkan penyelidikan kita terhadap buku Mikha. Mari kita melihat kepada pasal yang kelima, dan mulai dengan ayat yang pertama.
“Sekarang himpunkanlah akan dirimu dalam pasukan-pasukan, hai puteri pasu-kan-pasukan : Ia telah mengepung kita : 77 Mereka akan memalu Hakim Israel dengan tongkat pada pipinya.”
Anda dapat perhatikan, bahwa disamping memperkenalkan sejumlah kata pengganti -- dia, kita, mereka, ayat ini juga memperkenalkan beberapa judul persoalan yang berbeda : pertama seorang “puteri pasukan-pasukan”, kemudian “hakim Israel” dan sebuah “tongkat.” Masalah-
15 masalah lain diperkenalkan juga selanjutnya bersama-sama di dalam pasal ini.
Sekarang untuk memperoleh gambaran dan pelajaran yang diinginkan Ilham supaya kita memperolehnya dari kata-kata firman ini, maka adalah perlu supaya kita mempelajari suatu masalah setiap waktu. Dan untuk melakukan ini kita harus mengelompokkan ayat-ayat itu sesuai dengan masing-masing masalahnya. Oleh karena masalah ayat pertama adalah sama dengan ayat-ayat 10 – 15, maka kita akan membacakannya secara gabungan sebagai berikut : 78 “Sekarang himpunkanlah akan dirimu dalam pasukan-pasukan, hai puteri pasu-kan-pasukan : ....maka akan jadi kelak pada hari itu, demikianlah firman Tuhan, bahwa segala kudamu akan Ku tumpas dari tengah-tengahmu, dan segala kere-tamu akan Ku binasakan; dan segala negeri tanahmu akan Ku hancurkan dan segala perbentenganmu akan Ku runtuh-kan; dan segala tenunganmu akan Ku hancurkan dari dalam tanganmu; dan seorang ahli nujum pun akan tiada lagi ada padamu; segala patung ukiranmu juga akan Ku binasakan, dan semua pa-tungmu yang berdiri akan Ku lalukan dari tengah-tengahmu; maka tiada lagi kamu akan menyembah sujud kepada hasil perbuatan tanganmu. Dan Aku akan mengeluarkan dari tengah-tengahmu segala hutan-hutan kayu : Demikianlah Aku akan membinasakan segala negeri-mu. Dan Aku akan membalas dengan kehangatan murka terhadap orang kafir, sedemikian seperti mereka tidak pernah 79 dengar.”
Ayat-ayat ini mengemukakan suatu kelompok orang-orang -- yang baik dan yang jahat yang bercampur -- mereka yang akan di bersihkan Allah. Kemudian kata-kata firman itu mengakhiri dengan janji Allah untuk melaksanakan pembalasan-Nya terhadap orang-orang kafir. Kelompok orang-orang yang bercampur itu, “gandum” dan “lalang”, jelas membentuk sidang yang sedang mendekati “masa penuaian” (Matius 13 : 30), yaitu masa dimana penyembah berhala akan binasa. “Demikianlah akan jadi pada kesudahan alam : malaikat-malaikat akan keluar, dan memisahkan orang-orang jahat dari anta-ra orang-orang benar… Kemudian segala orang suci akan bercahaya bagaikan ma-tahari di dalam Kerajaan Bapa mereka. 16Barangsiapa yang bertelinga, hendaklah ia mendengar.” Matius 13 : 49, 43.
Kita sekarang tiba pada bagian terakhir dari Mikha 5 : 1. Sebutan sebelumnya dari kata pengganti “dia” itu dijumpai dalam 80 ayat yang mendahuluinya, yaitu pasal 4, ayat 13. Di sana akan segera kita lihat, bahwa itu adalah Tuhan sendiri. Jadi, jelaslah, bahwa dengan kata pengganti “kita” Mikha tentunya bermaksud kepada dirinya sendiri berikut semua umatnya -- Yehuda dan Israel, sidang.
Jelaslah, bahwa sementara Tuhan bersama-sama dengan pekabaran amaran- Nya, dan tegoran-tegoran-Nya melakukan pengepungan terhadap umat-Nya, maka musuh-musuh-Nya berhimpun bersamasama secara berkelompok-kelompok untuk menentang. Sedemikian inilah halnya pada setiap memperkenalkan Kebenaran baru yang dibukakan.
Sidang adalah logis disebut “puteri pasukan-pasukan”, sebab ibunya Gereja Yahudi pada masa Injil Kristus diperkenalkan, mereka telah berkumpul secara pasukan untuk menentang Tuhan.
Apalagi oleh pukulan pada muka dan bukan pada punggung, maka Hakim Israel 81 itu (Kristus) tentunya sedang berdiri menatap muka dengan mereka -- berbicara kepada mereka -- alasan mengapa orangorang Yahudi menyalibkan Dia. Ayatayat yang menyusul ayat satu itu kembali meneguhkan kenyataan, bahwa “Hakim itu” adalah Kristus. Orang-orang yang memalu Dia, adalah penentang-penentang- Nya, yaitu musuh-musuh-Nya. Dari hal mereka ini Ilham mengatakan :
“Bahwa tangan-Mu akan ditinggikan atas segala penentang-Mu, dan semua musuh-Mu akan ditumpas.”
Sesuai dengan perumpamaan-perumpamaan Kristus, masa bagi “penentangpenentang-Nya”, segala musuh-Nya terhadap Kebenaran yang berkembang, untuk ditumpas adalah pada permulaan pembersihan sidang, yaitu pada masa penuaian. Kemudian sesuai dengan nubuatan Yehezkiel, Tuhan menugaskan orang-orang yang bersenjatakan senjata-senjata yang membinasakan di dalam tangan mereka 82 sambil mengatakan, “Berjalanlah kamu di dalam negeri mengiringkan dia sam-bil membunuh; matamu janganlah taruh sayang dan janganlah kamu menaruh kasihan; bunuhlah akan orang tua dan orang taruna, baik anak-anak dara mau-pun anak-anak kecil, dan kaum wanita sampai binasa semuanya; tetapi jangan-lah kamu hampir kepada segala orang 17 yang padanya terdapat tanda itu; dan hendaklah kamu mulai dari tempat kesucian-Ku. Maka mulailah mereka itu terhadap segala orang bangsawan yang di hadapan rumah itu.” Yehezkiel 9 : 5, 6. Roh Nubuat mengukuhkan semua ini dengan mengatakan sebagai berikut :
“Di sinilah kita saksikan, bahwa sidang -- tempat kesucian Tuhan -- adalah pertama-tama akan merasakan pukulan dari murka Allah. Orang-orang bangsa- wan, yaitu orang-orang kepada siapa Allah telah memberikan terang besar, dan yang telah berdiri sebagai pengawal- pengawal kepentingan-kepentingan kero- 83 hanian umat, telah mengkhianati keper- cayaan yang diberikan kepada mereka. Mereka telah mengambil kedudukan agar kita tidak perlu lagi mengharapkan muk- jizat-mukjizat dan manifestasi nyata ku- asa Allah seperti di masa dahulu. Masa- masa telah berubah. Semua kata-kata ini malahan menguatkan ketidak-percayaan mereka, dan mereka mengatakan, Tuhan tidak akan berbuat baik, Ia juga tidak akan berbuat jahat. Ia adalah amat pe- ngampun untuk menghukum umat-Nya. Jadi, damai dan sejahtera adalah seruan dari orang-orang yang tidak pernah lagi mengangkat suaranya bagaikan trompet untuk menunjukkan kepada umat Allah segala pelanggaran mereka dan isi rumah Yakub segala dosa mereka. Anjing-anjing yang bisu ini, yang tidak mau menyalak, adalah orang-orang yang akan merasakan pembalasan adil dari suatu Allah yang murka. Laki-laki, gadis-gadis, dan anak- anak kecil, semuanya binasa bersama- sama.” -- Testimonies, vol. 5, p. 211. Dan melalui rasul Petrus Ilham menyatakan :
84“Karena waktunya akan datang, bah-wa pehukuman harus mulai pada isi rumah Allah; dan jika ia itu pertama-tama berlaku terhadap kita, maka apakah ke-lak kesudahan segala orang yang tiada menurut Injil Allah?” -- 1 Petrus 4 : 17.
“Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, sungguhpun kecil engkau di antara be-ribu-ribu negeri Yehuda, namun dari-padamu kelak akan datang Dia kepada-Ku yang akan menjadi pemerintah di 18 Israel; Yang keluar-Nya telah ada semen-jak purbakala, semenjak dari kekal tak terhingga.”
Tak dapat diragukan, bahwa ayat ini meramalkan kelahiran Kristus, “Hakim Israel itu.” “Yang keluar-Nya” telah ada semenjak dari tak terhingga.
“Oleh sebab itu akan diserahkan-Nya mereka itu, sampai kepada masa apabila dia yang hendak beranak itu telah bera-85 nak; maka segala saudaranya yang sisa itu akan kembali kepada bani Israel.”
Oleh menyalibkan Kristus dan penolakan mereka untuk kembali kepada Tuhan, maka tak ada apa-apa lagi yang dapat dilakukan bagi orang-orang Yahudi pada masa itu, terkecuali menyerahkan mereka “sampai kepada masa apabila dia yang hendak beranak itu telah beranak.”
Kata pengganti “dia” menunjuk kepada puteri Sion (Mikha 4 : 10). Ia akan melahirkan anak-anaknya sementara di padang; sementara di tanah-tanah orang Kafir. Kemudian masa perantauannya akan berakhir dan ia akan dilepaskan. “Pa-da hari itu, demikianlah firman Tuhan, Aku akan menghimpunkan dia yang ter-kekang, …dan Aku akan menjadikan dia yang terkekang itu suatu yang sisa... maka Tuhan akan memerintah atas mereka itu di Gunung Sion semenjak dari itu sam-pai selama-lamanya.” -- Mikha 4 : 6, 7. 86 “Maka ia akan berdiri dan memberi makan di dalam kuasa Tuhan, di dalam kebesaran nama Tuhan Allahnya; dan mereka akan tetap tinggal : karena kini Ia kelak akan menjadi besar sampai ke seluruh penjuru bumi. Dan orang ini akan merupakan perdamaian itu, apabila orang Assiria akan datang ke dalam ta-nah kita : ....dan apabila ia akan berpijak pada istana-istana kita, maka kita akan membangkitkan melawan dia tujuh orang gembala, dan delapan orang penghulu.”
Apabila anak-anak dari puteri Sion kembali ke Gunung Sion, maka mereka akan menetap untuk selamanya. Tidak akan pernah lagi mereka dibuang di antara 19 segala bangsa Kafir. Tidak akan pernah lagi mereka diserahkan. Demikianlah Tuhan akan membuat diri-Nya “besar sampai kepada seluruh penjuru bumi.” Apabila dia yang hendak beranak itu kelak melahirkan anak, maka orang-orang suci akan membangkitkan “tujuh orang gembala dan delapan orang penghulu” untuk melawan 87 Assiria, artinya, semua gembala milik Allah dan semua orang pemimpin-Nya, termasuk Kristus, yang kedelapan itu.
“Maka mereka akan menghabiskan tanah Assiria dengan pedang dan tanah Nimrod pada segala pintu masuknya : demikian-lah kelak ia akan melepaskan kita dari orang Assiria itu, apabila ia datang ke dalam negeri kita, dan apabila ia berpijak di dalam daerah-daerah perbatasan kita.”
Kerajaan Israel yang pernah dibinasakan oleh Assiria, dan juga kerajaan Yehuda yang pernah dibinasakan oleh Babilon, bahkan seluruh dua belas suku bangsa Israel itu akan dilepaskan.
“Dan Aku hendak”, demikian pernyataan Tuhan, “menjadikan mereka itu satu bangsa di negeri di atas gunung-gunung Israel; dan seorang raja akan menjadi raja atas mereka sekaliannya : maka mereka itu tidak akan lagi dua bangsa, mereka juga tidak akan lagi terbagi dalam dua 88 kerajaan : mereka juga tidak akan lagi menajiskan dirinya sendiri dengan sega-la berhalanya, ataupun dengan segala perkaranya yang najis, ataupun dengan sesuatu pelanggaran mereka : melainkan Aku akan menyelamatkan mereka dari semua tempat tinggalnya, dimana mereka telah berdosa, dan Aku akan menyuci-kan mereka : demikianlah kelak mereka menjadi umat-Ku, dan Aku akan menjadi Allah mereka. Dan Daud hamba-Ku akan menjadi raja atas mereka itu; dan semua mereka akan memiliki satu gembala : me-reka akan juga berjalan sesuai hukum-hukum-Ku, dan mematuhi semua peratu-ran-Ku, dan melaksanakannya.” Yehezkiel
“Maka orang-orang yang lagi tinggal dari Yakub akan berada di tengah-tengah banyak bangsa bagaikan sebutir embun dari Tuhan, bagaikan curah hujan diatas rerumputan, yang tiada menantikan orang, ataupun harap kepada anak-anak 89 manusia.”
Sesudah Pehukuman di dalam isi rumah Allah berlaku, maka kemudian dari itu “mereka yang lagi tinggal itu”, yaitu orang-orang yang masih ada, akan menyelesaikan pekerjaan Injil.
“Mereka yang menaruh harap kepada kuasa berpikir, kesungguhan, atau pun talenta-talenta istimewa, tidak akan ber- diri pada waktu itu pada barisan terde- pan. Mereka tidak mengatur kemajuan langkahnya sesuai dengan terang itu. Mereka yang telah membuktikan dirinya tidak setia tidak akan dipercayakan ka- wanan domba kepada pengawasan mereka pada waktu itu. Dalam pekerjaan ter- akhir yang besar itu hanya sedikit orang- orang besar akan diikut sertakan. Mereka adalah orang-orang yang merasa kecu- kupan sendiri, tidak bergantung kepada Allah, maka Ia tak dapat menggunakan mereka. Tuhan memiliki hamba-hamba yang setia, yang dalam masa kegoncangan dan cobaan akan muncul kelihatan.” – 90 Testimonies, vol. 5, p. 80.
Kemudian ialah, bahwa mereka, yang lagi tinggal dari Yakub itu akan dihimpunkan ke dalam tanah air mereka, sesudah mana mereka akan diutus sebagai penginjil-penginjil ke semua bangsa Kafir yang belum mendengar dari hal nama Allah dan kemuliaan nama-Nya. Demikianlah, bahwa orang-orang yang lolos hidup dari Pehukuman Tuhan itu, mereka yang lagi tinggal itu, akan kelak jadi seperti embun dari Tuhan, bagaikan curahan hujan atas rerumputan. Mereka tidak akan menunggu-nunggu kepada siapapun di dalam tugas penginjilan mereka. Mereka akan menghantarkan semua saudaranya keluar dari segala bangsa “bagi suatu persembahan kepada Tuhan.” Yesaya 66 :
“Maka orang-orang yang lagi tinggal dari Yakub akan terdapat di antara bangsa-bangsa Kafir di tengah-tengah banyak bangsa bagaikan seekor singa di antara 91 segala binatang di hutan, bagaikan seekor singa muda di antara kawanan-kawanan domba; yang jika ia berjalan lalu, maka dipijaknya mangsanya dengan kaki mau-pun dicabik-cabiknya sampai hancur, dan tak satupun yang dapat lolos.”
Sementara umat Allah adalah bagaikan embun dan bagaikan curahan hujan bagi orang-orang benar (ayat 7), mereka terhadap orang-orang jahat adalah bagaikan singa-singa di antara binatang-binatang dan kawanan domba. Dengan kata lain, Injil mereka akan menyelamatkan orangorang yang bertobat, tetapi membinasakan orang-orang yang membangkang.
“Bahwa tanganmu akan ditinggikan atas segala pembencimu, dan segala musuhmu akan ditumpas. Maka akan jadi kelak pa-21 da hari itu, demikianlah firman Tuhan, bahwa segala kudamu akan ditumpas da-ri tengah-tengahmu, dan segala keretamu akan Kubinasakan; dan segala negeri tanahmu akan Kuhancurkan, dan segala 92 perbentenganmu akan Kuruntuhkan; dan segala tenungmu akan Kuhancurkan dari dalam tanganmu; dan seorang ahli nujum pun akan tiada lagi ada padamu : segala patung ukiranmu juga akan Kubinasakan, dan semua patungmu yang berdiri akan Kulalukan dari tengah-tengahmu; maka tiada lagi kamu akan menyembah sujud kepada hasil perbuatan tanganmu. Dan Aku akan mengeluarkan dari tengah-tengahmu segala hutan kayu : demikian-lah Aku akan membinasakan segala ne-gerimu.”
Semua ayat ini dapat mengartikan kepada hanya satu perkara, dan itu adalah, bahwa Allah hendak membersihkan keseluruhan lantai-Nya. Ia akan memegang kipas di dalam tangan-Nya lalu meniup keluar semua ampas serbuk, Ia hendak membinasakan semua orang berdosa yang berada di antara umat-Nya. Dengan menyucikan sidang-Nya sedemikian, maka Ia akan menciptakan suatu umat yang bersih, sebuah dinas kepelayanan yang bersatu 93 dan yang penuh bersemangat. “Semua pengawalmu akan mengangkat suara”, demikian katanya, “dengan suara bersama-sama mereka akan menyanyi, karena mereka akan sepakat, apabila Tuhan akan membawa kembali Sion.” Yesaya 52 : 8.
“Dan Aku akan membalas dengan keha-ngatan murka-Ku terhadap orang Kafir, sedemikian seperti yang mereka itu tidak pernah dengar.”
“Karena waktunya akan datang, bah-wa pehukuman harus mulai pada isi ru-mah Allah; dan jika ia itu pertama-tama berlaku terhadap kita, maka apakah ke-lak kesudahan segala orang yang tiada menurut Injil Allah? Dan jikalau sukar orang benar memperoleh selamat, apakah kelak jadinya dengan orang fasik dan yang berdosa itu?” 1 Petrus 4 : 17, 18.
Supaya tidak ada bagian yang terlupakan dari pelajaran dalam penyelidikan ini, maka marilah kita mengumpulkan 22 beberapa pokok pentingnya.
Untuk memulai, maka sekelompok umat -- yang baik dan yang jelek bercampur bersama-sama -- dikemukakan. Mereka, seperti yang kita saksikan, membentuk sidang yang sedang mendekati masa penuaian dalam mana orang-orang jahat akan dipisahkan dari antara orang-orang
Sementara Tuhan dengan sebuah pekabaran yang berisikan amaran-amaran dan teguran-teguran membuat kepungan melawan umat-Nya, maka penentang-penentang berkumpul bersama dalam kelompok-kelompok (“pasukan-pasukan”) untuk menentang. Kemudian mereka akan ditumpas. Kuda-kuda (para pemimpin) akan ditumpas (dipecat) dan segala kereta (tempat-tempat pertemuan) dibinasakan. Umat Allah akan selengkapnya dibersihkan dari dosa dan orang-orang berdosa dan hanya orang-orang bertobat akan di biarkan tinggal. Mereka adalah orangorang yang sisa dari Yakub yang “kelak 95 tidak akan melakukan kejahatan, atau-pun berbicara bohong; juga suatu lidah penipu tidak akan terdapat dalam mulut mereka : karena mereka akan makan dan berbaring, dan tak seorangpun akan menakut-nakuti mereka.” Zefanya 3 : 13. Mereka akan dihimpunkan ke dalam tanah air mereka, dari sana mereka akan pergi sebagai misionaris-misionaris kepada semua bangsa Kafir. Kepada orang-orang
23 bertobat mereka akan menjadi bagaikan embun dan bagaikan curahan hujan, tetapi kepada orang-orang pembangkang mereka akan bagaikan singa di antara binatangbinatang dan kawanan-kawanan domba.
Demikian kegemparan yang ditimbulkan oleh kepungan Kebenaran terhadap sidang dan perlawanan penentang-penentang-Nya terhadap Kebenaran itu, yang sudah mulai menarik perhatian dunia, akan menghasilkan pembersihan sidang, “kaabah.” Maleakhi 3 : 1 – 3.
Demikianlah Tuhan akan menyelesaikan pekerjaan-Nya di bumi, menghimpun- 24 kan umat-Nya, membinasakan orangorang berdosa berikut semua orang Kafir. Adalah perlu, “..... hari-hari penyucian sidang itu sedang mendekat dengan se- geranya. Allah akan memiliki suatu umat yang bersih dan benar.” -- Testimonies,
25Kedalaman Rahmat
Kedalaman Rahmat! masih adakah
Rahmat tersisa untuk saya?
Dapatkah Allah saya menahan murkaNya,
Saya, pemimpin orang-orang berdosa
dikecualikan?
Saya sudah lama menahan karunia-Nya,
Lama menggusarkan-Nya sampai
ke wajahNya, Tidak mau mendengar himbauan-Nya,
Membuat-Nya berduka dengan ribuan
kejatuhan-kejatuhan.
Disana Penyelamat saya berdiri,
Menunjukkan luka-luka-Nya dan
mengembangkan tangan-tangan-Nya, Allah adalah kasih! Saya tahu, saya rasakan; Yesus menangis dan masih mengasihi saya.
* * *
26Catatan:
27Surat dialamatkan kepada:
Universal Publishing Association
(Kantor Pusat)
Waco, Texas 76714
U S A
Universal Publishing Association
(Divisi Indonesia)
P. O. Box 6965/JAT-PK
Jakarta 13710
e-mail:
gadsdaid@yahoo.com
dikerjakan oleh:
Penerbitan 2018
28UNIVERSAL PUBLISHING ASSOCIATION
P.O. BOX 7613
WACO, TX 76714
+1 800-729-7494
www.davidiantoday.org