Perpustakaan PDF
Amaran Sekarang - Jilid 1 - No. 7, 8

Apakah yang Membuat Seseorang Dapat Terpilih?Laodikea atau Davidian — yang Mana?

1AS7 / 1AS8

V. T. HOUTEFF

Agar setiap orang yang berhaus akan kebenaran

dapat memperolehnya, maka buku-buku kecil ini disebarkan dengan cuma-cuma. Hanya satu permohonan yang dimintanya, yaitu setiap jiwa wajib memeriksa segala perkara dan berpegang teguh pada mana yang baik. Hanya benang-benang

untaian keemasan Eden dan tali-tali pengikat Golgota yang berwarna darah -- ikatan-ikatan yang mengikat itu yang merupakan pita pengikat buku

gratis yang kecil ini.

Kami sangat menghargai nama dan alamat anggota

MAHK yang dikirimkan.

1

AMARAN
SEKARANG

Satu-Satunya Kedamaian Pikiran

Apakah Yang Membuat Seseorang

Dapat Terpilih?

Laodikea Atau Davidian

Yang Mana?

VICTOR T. HOUTEFF
Universal Publishing Association

P. O. Box 6965/JAT-PK, Jakarta 13710

e-mail: gadsdaid@yahoo.com

2

Renungan Dan Doa Pembuka

Saya akan membaca dari buku The Mount of Blessing, p. 155, dimulai dengan paragraf kedua.

The Mount of Blessing, pp. 155, 156:

“Langkah yang pertama sekali dalam menghampiri Allah adalah mengetahui dan percaya akan kasih yang Ia miliki bagi kita; karena adalah oleh penarikan kasih-Nya, maka kita dipimpin datang kepada-Nya.”

“Pemahaman akan kasih Allah me- ngerjakan penyangkalan terhadap sifat mementingkan diri sendiri. Dengan me- manggil akan Allah, Bapa kami, maka kita mengakui akan semua anak-Nya sebagai saudara-saudara kita. Kita semua adalah sebagian dari jaringan besar umat manusia, semua anggota dari suatu keluarga. Di dalam semua permohonan kita, kita supaya mengikut-sertakan juga semua sesama kita seperti akan diri kita sendiri. Tidak seorang pun dapat berdoa 3 dengan benar jika mencarikan suatu berkat hanya bagi dirinya sendiri.”

“’Yang ada di dalam sorga.’ Ia kepada siapa Kristus menganjurkan kepada kita supaya memandang sebagai ‘Bapa kami,’ ‘ada di dalam segala langit; Ia telah me- lakukan apa saja yang disukai-Nya.’ Di dalam pengawasan-Nya kita boleh tinggal dengan aman, sambil mengatakan, Kapan saja saya takut, saya akan berharap kepada-Mu.”

Apakah yang dianjurkan oleh bacaan itu bagi kita untuk didoakan? Bagi suatu kesenangan terhadap kasih Allah dan bagi suatu pengertian yang lebih baik terhadap- Nya; untuk pengertian yang tepat dari hal apa manfaatnya mengucapkan doa Tuhan itu; bagi hikmat untuk mengetahui mengapa kita memanggil akan Allah sebagai Bapa kami, mengapa kita adalah anggota-anggota dari suatu keluarga, saudara-saudara dari suatu rumah tangga; bagi kemurahan supaya ingat berdoa bukan hanya bagi kita sendiri melainkan 4 juga bagi sesama-sesama kita, dan bahkan bagi musuh-musuh kita.

Copyright, 1953

Hak Cipta Dijamin

V. T. HOUTEFF

5

APAKAH YANG MEMBUAT
SESEORANG DAPAT
TERPILIH?

Oleh:
Victor T. Houteff
Pendeta Persekutuan Davidian
Masehi Advent Hari Ketujuh
Sabat, 21 September 1946
Chapel Mount Carmel, Waco, Texas

Beberapa Saudara telah menulis kepada saya dari waktu ke waktu, ingin mengetahui apa yang dapat membuat mereka terpilih untuk memperoleh Meterai Allah itu. Beberapa Saudara ingin mengetahui apakah mereka dapat di meteraikan oleh melakukan ini atau oleh melakukan itu. Mereka yang lain ingin mengetahui apakah mereka akan ditinggalkan tanpa meterai oleh karena tidak melakukan ini atau tidak melakukan yang lainnya.

6

Pertanyaan-pertanyaan itu adalah betul-betul tepat pada waktunya dan patut dihargai. Pertanyaan-pertanyaan terpenting yang sedemikian ini patut memperoleh jawaban-jawabannya yang konkret sama seperti halnya pertanyaanpertanyaan itu sendiri. Dan siapakah yang dapat memberikan suatu jawaban yang lebih konkret daripada mereka yang sudah lebih dulu mendahului kita, yaitu orang-orang yang tugas-tugasnya adalah sama dengan tugas-tugas kita, orangorang yang pernah melewati pengalaman yang sama dengan kita, orang-orang yang telah menjalani jalan yang sama dengan jalan yang kita sedang jalani, orang-orang yang pernah mempersiapkan dirinya bagi Kerajaan itu seperti halnya kita.

Di dalam siapakah dapat kita jumpai kesamaan yang sedemikian ini? Tidak ada pada orang-orang lain terkecuali mereka yang telah meninggalkan Mesir dan yang telah memulai perjalanannya menuju ke tanah perjanjian itu. Tidak, tidak ada pada orang lain. Mereka itulah satu-satunya 7 contoh bagi kita. Ilham mengatakan : “Segala perkara itu sudah berlaku atas mereka itu menjadi teladan; dan semua itu tertulis menjadi nesehat bagi kita di akhir zaman.” (1 Korintus 10 : 11). Oleh karena itu tugas-tugas mereka adalah tugas-tugas kita, dan kegagalankegagalan mereka harus menjadi batu loncatan kita untuk mencapai sukses. Demikianlah, bahwa perbuatan orangorang yang memasuki tanah perjanjian itu harus menjadi perbuatan-perbuatan kita, dan jika kita hendak dimeteraikan,

3 maka perbuatan- perbuatan orang-orang yang gagal untuk masuk tanah perjanjian itu harus kita tinggalkan selengkapnya dan secepatnya seperti halnya kita akan meninggalkan sebuah kandang singa.

Sekarang kita akan mencari tahu mengapa beberapa di antara mereka pergi memasuki tanah perjanjian itu, dan mengapa yang lain-lainnya tidak pergi ke sana, karena inilah yang diperintahkan Ilham kepada kita untuk dilakukan. Kata- 8 kata firman ini mengandung arti bahwa jika pengalaman-pengalaman umat Israel kuno itu bukan untuk menjadi teladanteladan, maka semua itu tidak akan pernah ditulis. Jadi, betapa pentingnya, supaya kita dengan rajin mempelajari semuanya itu. Ya, bagi kita untuk mengetahui apa yang wajib kita lakukan atau apa yang tidak boleh dilakukan untuk dapat memperoleh meterai itu dan masuk ke dalam Tanah Perjanjian, kita harus menyelidiki segala perbuatan dari kedua belah pihak, baik mereka yang masuk ke tanah perjanjian itu maupun mereka yang tertinggal di luar tanah perjanjian itu.

Marilah kita memulaikan penyelidikan kita dimulai dengan Musa, dengan perantaraan manusia itu, yaitu pemimpin yang dapat dilihat dari pergerakan itu. Dibesarkan di dalam istana Firaun, ia telah memperoleh pendidikan yang tertinggi yang dunia dapat berikan di waktu itu. Dan karena mengerti bahwa ia adalah satu-satunya yang akan memerdekakan 9 saudara-saudaranya dari perhambaan Mesir, maka ia merasa sangat mampu untuk tugas tersebut.

Saudara ingat akan cerita itu bagaimana ia telah mulai untuk melepaskan mereka walaupun ia belum diberitahu untuk berbuat begitu. Ia telah membunuh seorang Mesir, kemudian terlibat dalam sebuah pertikaian dengan salah seorang Ibrani, lalu kemudian lari untuk menyelamatkan dirinya. Demikian itulah, bahwa di Midian ia telah memperoleh suatu pekerjaan, menjadi seorang gembala, lalu kawin dengan puteri majikannya. Selama empat puluh tahun sebagai gembala ia telah lupa akan bahasa Mesir, dan demikian pula akan pendidikanpendidikan Mesirnya. Walaupun begitu, sebagai gantinya, ia telah belajar untuk merawat dengan baik domba-domba. Oleh karena itu ia telah menghilangkan dari ingatannya pikirannya untuk sekali kelak melepaskan umat Allah dari perhambaan Mesir. Kemudian terjadilah, bahwa Allah telah melihat dia kuat dan mampu, lalu 10 memerintahkan kepadanya untuk kembali ke Mesir dan untuk membawa pergi dari sana umat-Nya yang bersungut-sungut itu. Saudara ingat bahwa Musa telah menentang melawan pendapat itu dengan alasan, bahwa ia telah gagal pada percobaannya yang pertama, pada waktu ia masih muda dan cukup memiliki pengetahuan dan, bahwa pada jam terakhir dari hidupnya ia tidak akan mencobanya lagi, bahwa bahkan ia tidak lagi dapat berbicara dengan bahasa itu. Setelah suatu percakapan yang panjang Allah menyingkirkan semua keberatannya oleh menjanjikan kepadanya untuk memberikan kakaknya Harun kepadanya sebagai juru bahasanya, maka Musa pada akhirnya setuju untuk kembali ke Mesir.

Di sanalah ia dengan tongkat gembalanya telah memperlihatkan banyak tanda dan keajaiban di hadapan orang-orang Mesir dan orang-orang Ibrani. Dan Saudara ingat apa yang terjadi pada malam Paskah itu, malam itu sebelum mereka me- 11 ninggalkan Mesir : Musa telah mengumumkan ke seluruh negeri bahwa di dalam setiap tempat tinggal dimana tidak terdapat darah pada ambang pintu, maka pada malam itu juga anak-anak yang pertama dari setiap tempat tinggal yang sedemikian itu akan mati.

Orang-orang yang tidak menghiraukan anjuran Tuhan itu, pada hari berikutnya dengan sibuknya meratapi dan menguburkan orang-orang mati mereka; sebaliknya orang-orang yang mematuhi perintah itu dengan bersukacita dan dengan teratur berbaris keluar meninggalkan kota-kota. Ya, hanya mereka yang dapat mematuhi perintah-perintah yang dibebaskan dari perbudakan. Oleh karena itu, adalah persyaratan utama, bahwa kita harus belajar mematuhi perintah-perintah jika kita hendak menerima meterai Allah pada dahi-dahi kita.

Walaupun begitu, hendaklah kita tidak lupa, bahwa bani Israel itu telah me- 12 ninggalkan Mesir dengan semangat yang besar dan harapan-harapan yang tinggi. Tetapi apabila mereka menyaksikan Laut Merah jauh di depannya, dan tentara Firaun yang di belakangnya, maka mereka dipenuhi dengan ketakutan yang luar biasa. Mereka mendapatkan dirinya terjerat, walaupun mereka telah sampai pada tepi kelepasan ajaibnya yang lain lagi. Kemudian mereka berbalik kepada Musa lalu menuduhnya karena membawa mereka ke laut itu, karena secara pasti tidak mungkin lagi untuk melepaskan mereka dari musuh-musuhnya.

5

Memandang akan situasi itu secara manusia, mereka telah berada dalam keadaan yang genting. Dalam saat-saat itu mereka lupa akan kelepasan mereka yang begitu ajaib dari belenggu penguasapenguasa Firaun dan mata mereka tertutup terhadap keajaiban tiang awan pada siang hari dan tiang api pada malam hari yang telah memimpin mereka sepanjang perjalan. Sementara mereka memandang 13 akan hal itu, maka terbukti melawan kemampuan Musa untuk membawa mereka dengan selamat merajalela dimana-mana. Sejauh itu yang menyangkut mereka, maka keseluruhan usaha itu tampaknya akan bernasib gagal. Harapan-harapan mereka untuk maju ke depan atau pun untuk kembali mundur telah lepas dari mereka, dan semuanya dikarenakan, mereka memikirkan Musa, bukan Allah, sebagai pelepas mereka! Betapa picik, betapa tidak menentu, betapa ragu-ragu, dan betapa pelupanya manusia itu! Pengalaman di dalam pekerjaan Injil telah mengajarkan kepada saya, bahwa umat Allah di waktu ini pun mempunyai penggoda yang sama yang harus dilawan, dan pencobaanpencobaan yang sama yang harus dikalahkan, jika mereka hendak menerima meterai Allah itu.

Alangkah besar bedanya kalau saja pada waktu itu Israel percaya bahwa hanya Allah, dan bukan Musa, sebagai pemimpin mereka, sehingga apa yang 14 tampak kepadanya berupa jerat yang mematikan itu, akan sesungguhnya merupakan pintu pengharapan baginya. Kiranya pengalaman mereka itu dapat mengajarkan kepada kita untuk selalu ingat bahwa Allah sedang memimpin kita sepenuhnya, atau Ia tidak memimpin sama sekali, bahwa segala jalan-Nya bukanlah jalan kita, dan bahwa apa yang mungkin muncul merupakan penghalang kita yang terbesar, mungkin sekali akan berbalik menjadi berkat kita yang terbesar.

Bahaya Israel yang sesungguhnya, kita saksikan sekarang, bukanlah terdapat dalam apa yang diperbuat oleh Musa, melainkan di dalam ketidakpercayaan mereka bahwa Allah memegang segala perintah dalam tangan-Nya, dan karena tidak mengetahui, bahwa segala jalan-Nya adalah di luar dugaan kita -- bertentangan dengan jalan-jalan kita. Mereka gagal untuk melihat, bahwa Allah dapat secara berulang kali memperlihatkan mujizat demi mujizat demi untuk melepaskan 15 mereka dari tangan musuhnya, sehingga Ia dapat mengeringkan lautan luas dengan mudah seperti halnya Ia membanjiri bumi dengan air bah.

Dengan melihat akan kegagalankegagalan mereka itu, maka kita hendaknya menjadikan semuanya itu sebagai

6 batu-batu loncatan kita untuk mencapai keberhasilan. Oleh karena itu marilah kita dengan sepenuh hati percaya bahwa Allah sedang mengisi keselamatan kita, juga kehidupan dan kematian kita. Bahwa Ia mampu membawa kita ke tempat yang aman sekalipun bumi akan jatuh keluar dari angkasa, sehingga kita tidak akan mati jika Ia menghendaki kita hidup, dan bahwa kita tidak akan hidup jika Ia menghendaki kita mati. Marilah kita kenangkan selalu, bahwa kita oleh diri kita sendiri, tidak akan mengetahui apapun dari hal rencana-rencana Allah terkecuali sesuai dengan yang diceritakan oleh hambahamba pilihan-Nya, yaitu nabi-nabi, dan sesuai apa yang kita saksikan dari hari ke hari. Jika kita setiap hari berjalan bersama 16 Allah, jika kita percayakan semuanya kepada-Nya, maka semua tanggung jawab ada pada-Nya.

Allah, oleh rencana-Nya, telah membawa Israel ke Laut Merah demi untuk kebaikan mereka sendiri, dan walaupun mereka tidak dapat melihat hal itu sebagai jalan-Nya, Ia demi karena nama-Nya memisahkan juga laut itu, lalu menghantarkan mereka dengan selamat ke seberang, dan pada waktu yang sama, oleh mujizat yang sama, Ia membinasakan segala musuh mereka itu!

Kalau saja Musa meragukan kuasa Allah dan kepemimpinan-Nya, seperti halnya orang-orang itu yang bersama-sama dengan dia, maka apakah yang akan jadi dari tongkatnya itu pada waktu dipalunya laut itu dengannya? Sama sekali sia-sia. Jika keadilan dari Yang Maha Tinggi itu sama seperti halnya keadilan manusia, maka bala tentara Firaun itu sudah akan berhasil membunuh atau memperbudak Israel kembali.

17

Oleh karena itu, kelepasan mereka yang hebat itu hendaknya selamanya mengukuhkan keyakinan kita kepada Allah, dan hendaknya berdiri sebagai peringatan-peringatan yang kekal, bahwa kepintaran manusia adalah kebodohan bagi Allah, dan bahwa iman di dalam Dia benar-benar dapat memindahkan gununggunung dan lautan juga.

Walaupun dengan adanya contohcontoh ini, manusia masih saja mengharapkan Allah untuk bekerja sesuai dengan pendapat mereka, dan itulah sebabnya mengapa kadang-kadang Ia menggunakan anak-anak di dalam pekerjaan-Nya sebagai

7 pengganti orang-orang pandai dan orangorang bijaksana.

Orang-orang Ibrani yang banyak itu cukup mengetahui bahwa mereka dibawa ke laut itu oleh mengikuti tiang awan pada siang hari dan tiang api pada malam hari. Namun tampaknya tidak ada dari semua mujizat ini dapat lama berkesan pada diri 18 mereka. Adalah bahaya, bahwa kita pun juga, mungkin akan melupakan jalan dimana Tuhan telah menghantarkan kita.

Sesudah Israel menyeberangi laut itu, dan sesudah laut itu menutup menenggelamkan musuh-musuh mereka, maka mereka semuanya menyanyi dan memuliakan Allah, tetapi walaupun bala tentara Firaun dan laut tidak lagi merupakan obyek-obyek yang ditakuti melainkan obyek-obyek yang menarik, cobaan-cobaan mereka, keragu-raguan, dan ketakutan-ketakutan mereka belum juga berakhir. Segera setelah mereka melihat laut itu di belakangnya dan padang belantara di depannya mulailah mereka menuduh-nuduh Musa karena membawa mereka ke padang tandus itu untuk mati kelaparan di sana karena kekurangan pangan dan air. Tidak pernah masuk ke dalam ingatannya bahwa jika Allah dapat mengeringkan laut Ia pasti dapat juga mendatangkan banjir di padang belantara dan membuatnya berkembang bagaikan 19 bunga mawar. Sekalipun adanya keraguraguan dan berbagai persungutan mereka, Allah kembali memperlihatkan suatu mujizat yang lebih besar : Ia membuat air memancar keluar dari batu karang dan Ia menurunkan manna dari Sorga!

Pada waktu ini seperti halnya pada zaman Musa banyak yang sedang meniru dosa-dosa dari mereka itu. Ada yang penuh berapi-api pada suatu hari, dan seperti es pada hari berikutnya. Yang lainnya memuji-muji Allah dengan suara mereka yang paling keras sementara kapalnya berlayar dengan tenangnya, tetapi apabila laut bergelora dan ombak mulai menghantam mereka, maka mereka berharap hanya kepada seorang yang duduk pada kemudi dan gantinya berharap kepada Allah untuk menenteramkan laut mereka malahan mulai mengejar untuk mendapatkan jalan meloncat keluar. Yang lainnya lagi terus-menerus berusaha mempromosikan dirinya sendiri dengan cara terus-menerus mencari-cari salah terhadap orang-orang 20 yang memikul beban dari muatan itu. Demikianlah, bahwa harus ada di antara kita pada waktu ini : contoh-contoh saingan dari orang-orang yang ragu-ragu, orangorang yang suka bersungut-sungut, orangorang yang suka mencari kedudukan 8 dan mencari-cari salah orang lain, yang mengakui suatu kebenaran penting pada suatu hari lalu melupakannya esok hari, namun berharap untuk dimeteraikan dengan meterai Allah dan berdiri bersama Anak Domba di atas Gunung Sion!

Tuhan memberi makan kepada umat-Nya di masa lalu dengan makanan Malaikat, yaitu jenis makanan yang sesuai dengan pekerjaan mereka dan suasana alam mereka itu. Ia mengirimnya secara segar kepada mereka setiap hari, dan itu tanpa dibayar satu sen pun oleh mereka. Semua yang harus dilakukan hanyalah membawanya masuk ke dalam tendatenda mereka dan memakannya. Tetapi mereka tidak menyukai manna itu, mereka 21 ingin kembali ke Mesir, makan dari kualikuali dagingnya, “bawang prei, bawang merah, dan bawang putih.” Dalam pemandangan mereka, Musa adalah orang berdosa terbesar, maka mereka menyalahkannya untuk setiap cobaan iman mereka. Kalau saja Tuhan telah memberikan kepada mereka sesuatu yang lain daripada manna, mereka juga tidak akan puas dengannya, sebab suatu roh jahat terdapat di dalam diri mereka. Marilah kita dengan penuh berterima kasih dan gembira makan dan minum dari apa yang Tuhan berikan kepada kita dan ketika itu diberikan kepada kita.

Saudara ingat bahwa oleh karena bersungut-sungut meminta makanan daging mereka telah membuat suasana menjadi tak terkendalikan bagi Musa. Demikian itulah secara menakjubkan sekali di depan mereka burung-burung puyuh telah memenuhi seluruh perkemahan mereka, lalu orang banyak itu membawanya ke dalam tenda-tenda mereka. Namun betapa 22 mahalnya! Beribu-ribu dari mereka mati bahkan sementara daging masih berada diantara gigi-gigi mereka. Kemudian mereka mengerti, bahwa manna itulah makanan yang terbaik. Inilah suatu pelajaran yang terpenting, namun sesuatu yang mahal. Bagaimana dengan kita sebagai orang-orang yang tidak pemakan daging?

Namun, persungutan-persungutan mereka itu, tidak berakhir di situ. Mereka menemukan sesuatu yang lain lagi untuk dipersungutkan. Mereka makin bertambah iri hati terhadap Musa dan Harun. “Mereka mengambil terlalu banyak kekuasaan pada dirinya sendiri,” demikianlah keluhan dari orang-orang yang mengejar kedudukan. “Kami adalah sama banyak direstui Allah seperti halnya Musa dan Harun. Allah berbicara kepada kami sama banyaknya dengan yang Ia berbicara kepada mereka,” demikianlah kata mereka. Dan siapakah yang merupakan kepala dari orang-orang yang bersungut itu? -- Para penghulu 23 dari bangsa-bangsa itu, orang-orang yang mampu, orang-orang yang justru harus sudah lebih banyak mengetahui. Orangorang yang seharusnya dapat menjadi pembantu terbesar bagi Musa telah menjadi penghalang yang terbesar baginya. Mereka menghendaki kedudukan Harun; mereka menginginkan kedudukan Musa. Mereka menolak untuk dipuaskan dengan sesuatu yang lain yang kurang dari itu. Tuhan sendiri tidak mendapat tempat di dalam hati mereka. Satu-satunya perkara yang dapat dilakukan-Nya adalah membiarkan bumi menelan mereka. Dengan demikian di dalam satu hari saja beribu-ribu, praktis semua yang disebut orang-orang bijaksana itu, jatuh masuk ke dalam perut bumi. Adakah kita, juga, sedang mencari-cari kedudukan oleh mana untuk meninggikan diri sendiri, dan apakah kita, juga, sedang berusaha untuk merampas tempat duduk Roh Kebenaran itu?

Akhirnya, bani Israel yang merdeka itu tiba di perbatasan-perbatasan tanah 24 perjanjian. Dan walaupun mereka telah menyaksikan mujizat-mujizat yang besar selama ini, namun mereka belum percaya, bahwa Allah dapat mengambil tanah itu bagi mereka! Mereka telah menyaksikan bahwa Ia mampu untuk melepaskan mereka dari tempat-tempat pembuatan batu bata milik Firaun, menghantarkan mereka tanpa basah melalui laut, membinasakan musuh-musuh mereka, memberikan kepada mereka makanan dan air di padang belantara dimana tidak ada apapun di sana untuk dimakan dan diminum, namun mereka belum percaya, bahwa Ia mampu untuk mengambil tanah itu bagi mereka, dan bahwa Ia dapat saja menyelesaikan apa yang sudah dimulai- Nya!

Ada beribu-ribu orang pada waktu ini yang berbuat benar-benar sama dengan itu apabila mereka mengatakan, “Yesaya pasal 2, Mikha pasal 4, Yeremia pasal 31, dan Yehezkiel pasal 36 dan 37 tidak pernah akan digenapi!” Adalah mereka yang sudah berumur tua, yaitu orang-orang 25 yang seharusnya mengetahui lebih baik, yang telah membuat bola berguling menuruni bukit yang membawa kehancuran. Orang-orang muda, tentunya, sudah harus menyuarakan persungutan orangorang tua mereka, tetapi Tuhan tidak menanggungkan itu kepada mereka. Dan untuk menyelamatkan orang-orang muda Allah telah menguburkan semua orangtua yang bersungut itu terkecuali kedua orang yang setia, orang percaya yang telah membantah terhadap laporan jahat dari sepuluh orang pengintai lainnya. Lihatlah saudara, bahwa setiap orang dewasa yang telah meninggalkan Mesir, terkecuali Kaleb

10 dan Yosua, sudah harus dikuburkan lebih dulu sebelum anak-anak muda itu dapat menyeberangi sungai Yordan! Mengapa? Sebab walaupun Allah telah membawa mereka dengan begitu mudah keluar dari Mesir, Ia tidak berhasil mengeluarkan Mesir dari diri mereka. Adakah Saudara masih terheran-heran mengapa nabi Elia harus “membalikkan hati para bapa kepada anak-anaknya dan hati anak-anak 26 kepada bapa-bapa mereka?” (Maleakhi 4 : 5, 6).

Orang-orang Kristen seringkali berpikir, bahwa orang-orang Israel adalah sangat jahat dan adalah bangsa yang tidak tertib, tetapi sesudah mengambil keuntungan dari pengalaman-pengalaman mereka, bayangkanlah betapa buruknya kita jika kita juga berbuat seperti yang diperbuat mereka itu! Jika kita tidak berbuat lebih baik daripada mereka, maka bagaimanakah dapat kita berharap untuk terpilih bagi pemeteraian itu dan bagi Kerajaan itu, karena mereka itu sendiri adalah tidak terpilih?

Dalam permulaan hidupnya Musa menyangka dirinya mampu untuk melepaskan bani Israel. Namun Takdir mengatakan : “Engkau belum pantas bagi tugas itu, keluarlah maka Aku akan membuatmu pantas.” Maka keluarlah Musa.

Ia tidak memerlukan pendidikanpendidikan Firaun untuk melaksanakan 27 pekerjaan Allah. Itu merupakan halangan baginya! Mengapa? Sebab itu membuatnya merasa kecukupan sendiri, tidak bergantung kepada Allah. Orang yang sedemikian ini akan merupakan orang yang tepat untuk membawa umat Allah untuk menjauh daripada-Nya dan jatuh ke dalam dosa, tetapi orang yang tidak tepat akan membawa mereka kepada Allah dan jauh dari dosa.

Betapa benarnya kalimat yang terdapat di dalam buku Testimonies, vol. 5, p. 80, yang berbunyi : “ ....Di dalam pekerjaan yang terakhir yang penuh hikmat itu hanya sedikit orang-orang besar yang akan diikutsertakan. Mereka adalah orang- orang yang merasa kecukupan sendiri, tidak bergantung kepada Allah, maka Ia tak dapat menggunakan mereka. Tuhan mempunyai hamba-hamba yang setia, yang kelak di dalam masa keguncangan dan masa ujian akan muncul kelihatan.”

Allah hanya dapat membantu orangorang yang mengetahui, bahwa mereka 28 adalah tidak pantas bagi tugas mereka, yaitu orang-orang yang mengetahui, bahwa mereka memerlukan bantuan-Nya. Maka, demikian itulah, orang-orang yang mengira bahwa mereka dapat berbuat 11 berbagai keajaiban adalah justru mereka yang tidak dapat berbuat sesuatu apapun terkecuali merusak.

Jelaslah, orang-orang yang Allah hendak gunakan di dalam pekerjaan- Nya yang terakhir, di dalam masa akhir zaman, tidaklah berupa sesuatu yang sama seperti putera mahkota Mesir itu, bukanlah sesuatu yang sama dengan Musa yang sangat terpelajar itu. Orang-orang yang dapat belajar memelihara dan memberikan makan kepada kawanan domba dengan baik dan yang cepat memenuhi perintah, adalah orang-orang yang dapat diajarkan bagaimana memelihara dan memberi makan kepada umat Allah.

Istri Musa adalah satu-satunya orang Ethopia di antara seluruh rombongan itu. 29 Karena alasan inilah, maka ada yang mengira diri mereka lebih tinggi daripadanya. Mereka menyangka bahwa Musa telah terlibat dalam suatu dosa yang tak dapat dimaafkan karena telah mengawini orang lain daripada bangsanya sendiri, seolah-olah keturunan memiliki sesuatu yang menentukan atas tinggi atau rendahnya sesuatu bangsa. Saudara perempuan dari Musa sendiri pun ikut terlibat dalam dosa itu. Dan di sana ia mencoba untuk memecahkan keluarganya, namun Musa berdoa bagi kesembuhannya pada waktu ia dipalu dengan penyakit kusta.

Siapakah yang masuk ke dalam tanah perjanjian itu? Semua, terkecuali mereka yang bersungut-sungut. Adakah Saudara mengira bahwa Saudara dapat bersenangsenang dengan roh persungutan dan bantahan yang sama, lalu walaupun begitu akan dapat juga menerima meterai itu? Alangkah bodohnya pemikiran yang sedemikian itu! Betapa tidak adilnya hal itu kelak bagi suatu Allah yang tidak adil untuk membinasakan orang-orang yang 30 tidak menurut pada hari itu, tetapi menyelamatkan orang-orang yang tidak menurut pada hari ini.

Apakah yang membuat suatu rombongan orang terpilih untuk menyeberangi sungai Yordan itu? Itu adalah kepercayaan mereka kepada Allah, mengetahui bahwa Ia adalah Pemimpin mereka yang terutama. Mereka kenal akan Musa dan Yosua sebagai orangorang melalui siapa Allah berkomunikasi dengan mereka. Mereka tidak memandang kepada keduanya sebagai orang lain selain daripada mereka yang sesungguhnya. Mereka cukup puas dengan nasib mereka. Mereka melaksanakan perintah sebagaimana perintah-perintah itu diberikan. Demikianlah sehingga mereka telah merupakan satu-satunya orang yang masuk ke dalam tanah itu.

Dengan memiliki semua teladan ini di depan kita, maka untuk berjalan melalui 31 semua gambaran ini, saya dapat dengan jujur mengatakan apakah saya sedang menuju ke Kerajaan itu ataukah saya sedang menuju ke perut bumi (Wahyu 12 : 16). Dan saya yakin bahwa Saudara juga dapat mengatakan arah jalan yang mana yang Saudara sedang tuju. Tuhan tidak mempersyaratkan lebih atau kurang dari kita daripada yang dipersyaratkan- Nya kepada contoh-contoh kita yang terdahulu. Oleh karena itu tidak ada rahasia mengenai apa yang harus kita perbuat, dan apa yang harus tidak kita lakukan demi untuk memperoleh meterai Allah itu.

Kita tidak perlu masuk ke dalam sebuah negeri yang ajaib, kita tidak perlu menyenangi pendapat bahwa kita harus memiliki suatu perasaan yang gaib, perasaan yang menggairahkan, kita tidak perlu berkubang di pasir atau meloncat sampai setinggi-tingginya. Tidak, kita tidak perlu membodohi diri kita sendiri. Segala yang perlu kita lakukan adalah menjadi diri kita sendiri. Hendaklah tenang, rapih, 32 terhormat, bagaikan mahluk-mahluk Sorga, berusaha melaksanakan kehendak Allah di bumi seperti itu terlaksana di dalam Sorga. Kita tidak perlu menampilkan diri sendiri, tetapi kita perlu memikirkan usaha pemberian Allah kita dan menjauhkan diri dari urusan orang lain.

Hanya apabila kita sudah melaksanakan semua yang kita dapat setujui sesuai persyaratan-persyaratan dari pekabaran bagi zaman ini, bukan pekabaran bagi hari kemarin, maka dapatlah kita kelak dimeteraikan dan berdiri bersama-sama dengan Anak Domba itu di atas Gunung Sion.

Mengapakah kita tidak bergembira, bahwa sementara kita diundang ke Kerajaan itu kita juga diceritakan bagaimana caranya untuk sampai ke sana? Melihat akan semuanya ini, maka kita hendaknya jangan sekali-kali membiarkan kepercayaan kita kepada Allah menurun. Kita harus teguh, kokoh dalam segala perkara, tidak lalai dalam hal apapun. 14 Hamba-hamba Allah jam kesebelas, oleh Firman dikatakan akan menjadi “suatu bangsa yang besar dan kuat; yang belum pernah ada sebelumnya, dan yang tidak akan ada lagi sesudahnya yang seperti mereka itu.” Yoel 2 : 2. Mereka mengetahui apa yang mereka percayai, dan mereka percaya apa yang mereka ketahui. Yang terpenting dari segala-galanya, mereka mengetahui bahwa mereka adalah dipimpin oleh Allah, bukan oleh manusia.

Mereka bukanlah seperti orang-orang

13 Farisi itu yang mendirikan tugu-tugu peringatan bagi nabi-nabi yang sudah mati (Matius 23 : 29 - 31) lalu pada waktu yang sama membunuh nabi-nabi yang masih hidup. Dengan terang ini yang kini bercahaya menerangi perjalanan kita, Ibrani pasal 3, 4, 10, dan 11 akan dapat dimengerti sendiri.

15

Halaman Yang Suci

Sebuah Kemuliaan menyepuh

lembar halaman Suci,

Kebesarannya bagaikan Matahari; Ia memberikan terang kepada setiap zaman,

Ia memberi, bukan meminjam.

Roh menghembus ke atas Firman itu,

Dan membuat Kebenaran itu terlihat;

Peraturan-peraturan

dan janji-janji menghasilkan

Sebuah Terang yang menyucikan.

Tangan yang memberikannya itu,

masih menyediakan

Terang yang mulia dan memijar;

Kebenaran-kebenarannya terbit

atas bangsa-bangsa, Mereka terbit, dan tidak pernah padam.

Kiranya segala syukur yang kekal

menjadi milikmu, Untuk sebuah pertunjukan terang seperti ini, Yang membuat dunia yang gelap bercahaya

Dengan sinar-sinar siang Sorga

- Wm. Cowper -

35

Renungan Dan Doa Pembuka

Saya akan membaca dari buku The Mount of Blessing, dimulai dengan paragraf yang pertama pada halaman 157.

Mount of Blessing, p. 157 :

“Menjunjung kesucian nama Tuhan mewajibkan kepada kita bahwa kata- kata dengan mana kita berbicara dari hal Makhluk Yang Maha Kuasa itu supaya diucapkan dengan penuh hormat. Suci dan mulialah nama-Nya.” Kita hendaknya tidak pernah bertindak remeh terhadap gelar-gelar atau nama dari Tuhan dalam cara apapun juga.....”

“Tetapi menjunjung kesucian nama Tuhan berarti lebih lagi dari ini ..... Dari hal sidang Kristus ada tertulis, ‘Inilah nama itu dengan mana perempuan itu akan dipanggil, yaitu Tuhan Kebenaran kita.’ Nama itu ditaruh pada setiap pengikut Kristus. Itulah waris dari anak Allah. Keluarga itu dipanggil menurut nama 36 Bapa. Nabi Yeremia, dalam masa ke- kecewaan dan aniaya Israel yang sangat hebat telah berdoa, Kami dipanggil sesuai nama-Mu; janganlah kiranya tinggalkan

“Dalam setiap tindakan kehidupan Saudara harus memanifestasikan nama Allah. Permintaan ini disampaikan kepadamu supaya memiliki tabiat-Nya. Saudara tak mungkin dapat menjunjung tinggi kesucian nama-Nya, Saudara tak mungkin dapat mewakili-Nya bagi dunia, kecuali Saudara mewakili hidup dan tabiat Allah di dalam hidup dan tabiatmu sendiri. Hal ini dapat Saudara lakukan hanya melalui penerimaan kemurahan dan kebenaran Kristus.”

Menyadari bahwa Allah telah mengakui kita di hadapan manusia dan malaikat-malaikat sebagai anak-anak- Nya, maka marilah kita berdoa supaya “kiranya tidak kita melakukan sesuatu yang mempermalukan ‘nama yang sangat 37 terhormat itu oleh mana kamu telah dipanggil.’ ” Marilah kita berdoa supaya kita dapat menjadi wakil-wakil-Nya yang benar.

* * *

16

38

LAODIKEA ATAU DAVIDIAN
YANG MANA?

Oleh :
Victor T. Houteff
Pendeta Persekutuan Davidian
Masehi Advent Hari Ketujuh
Sabat, 28 September 1946
Chapel Mount Carmel, Waco, Texas

Sore hari ini saya akan menjawab pertanyaan: Bagaimanakah dapat saya ketahui, bahwa saya bukan lagi seorang Laodikea, sehingga saya kini adalah seorang Davidian yang sejati? Untuk membicarakan masalah ini secara bijaksana, maka kita harus pertama-tama memiliki suatu gambaran secara mental tentang bagaimana orang-orang Laodikea itu dan bagaimana orang-orang Davidian itu seharusnya. Saya akan membaca : 39 “Tuliskanlah kepada malaikat sidang Laodikea, demikian : Inilah sabda daripada Dia yang bernama Amin, yaitu Saksi Yang Setiawan dan benar, awal segala kejadian Allah; Aku tahu segala perbuatanmu; engkau itu dingin tidak panas pun tidak. Aku suka jikalau engkau itu dingin atau panas. Oleh sebab engkau begitu suam, dan panas tidak dingin pun tidak, maka Aku hendak meludahkan engkau dari dalam mulut-Ku. Karena katamu : ‘Aku kaya dan sudahlah aku peroleh kekayaan dan satupun tiada kekurangan padaku’, padahal tiada engkau mengetahui, bahwa engkaulah orang malang, dan yang tiada terkasihan, dan miskin, dan buta, dan bertelanjang; sebab itu Aku anjurkan engkau membeli kepada-Ku emas yang sudah teruji dengan api supaya engkau kaya, dan pakaian putih supaya engkau berpakaian, dan jangan kelihatan ketelanjanganmu, dan lagi supaya menggosok matamu dengan salep mata supaya engkau boleh melihat.”

40

Apakah kesalahan malaikat Laodikea? Ia suam. Ia adalah dingin tidak panas pun tidak. Tuhan menganjurkan kepadanya supaya ia menjadi dingin atau panas, yaitu gelisah dalam mencari sesuatu yang lebih baik daripada tetap tinggal suam, yaitu 17 merasa puas dengan keadaan kerohanian yang telah dicapainya, sambil merasa diri kaya dan bertambah-tambah dengan kekayaan (dengan Kebenaran). Tidak menyadari, bahwa ia adalah miskin, buta dan telanjang secara rohaniah, maka ia diperingatkan oleh Dia Yang Maha Tahu dan memintanya untuk bertobat. Jika amaran Tuhan sendiri pun gagal untuk merubah pikirannya, maka satu-satunya jalan yang masih ada bagi Tuhan untuk dilaksanakan ialah meludahkan dia keluar dari dalam mulut-Nya.

Oleh perkataan, “Aku kaya, dan telah bertambah-tambah kekayaan”, malaikat Laodikea itu sedang mengatakan, bahwa ia memiliki pengertian yang baik tentang Alkitab dan memiliki “Kesaksian-kesaksian 41 bagi Sidang,” dan bahwa semuanya inilah yang membuatnya kaya. Dan bahwa sebagai tambahan kepada semuanya ini ia memiliki terbitan buku-buku Gereja yang lain, yaitu tambahannya. Demikianlah ia membohongi dirinya sendiri bahwa ia telah memiliki seluruh kebenaran untuk membawanya langsung sampai melewati Pintu-pintu Gerbang Mutiara, sehingga ia tidak memerlukan apa-apa lagi. Namun nasehat Tuhan, agar ia membeli kepada-Nya emas yang telah teruji dengan api supaya ia boleh menjadi kaya, membuka tabir kenyataan, bahwa kekayaan-kekayaan orang-orang Laodikea itu bukanlah “emas murni”, dan bahwa apa yang disebut tambahan kekayaan mereka itu bukanlah tambahan Kebenaran, melainkan interpretasi-interpretasi yang bukan di ilhami yang sama sekali tidak berharga yang tidak teruji dalam api.

Malaikat Laodikea itu juga telanjang. Ia tidak berpakaikan pakaian kawin, ia tidak memiliki kebenaran Kristus. Dan 42 keadaannya yang bertelanjang, tidak berpakaian sama sekali itu, menunjukkan bahwa ia tidak memiliki kebenaran sama sekali terkecuali kebenarannya sendiri, yaitu kebenaran yang dengan mana ia telah dilahirkan, yaitu kulitnya sendiri. Lagipula ia adalah buta rohani. Dan bahwa untuk penyakitnya ini salep mata dari Tuhan itulah satu-satunya obatnya. Jika ia mau menerima hanya nasehat Tuhan lalu menggunakan salep itu ke matanya yang sakit itu, maka ia akan dapat melihat.

Apakah yang dilambangkan oleh salep itu? Pertama-tama sekali marilah kita lihat apa yang menyebabkan seseorang buta rohani. Dia Yang Mengetahui sampai kepada jumlah rambut pada kepala-kepala kita itu, menunjukkan bahwa jika “terang yang ada di dalam dirimu itu menjadi gelap, maka betapa besarnya kegelapan itu!” Matius 6 : 23. Jika kegagalan untuk memanfaatkan dengan sepatutnya terang rohani telah membuat pelanggarnya buta, 43 maka sesuatu yang memiliki kuasa untuk membangunkan di dalam dirinya semangat untuk menemukan kembali keadaannya yang sepatutnya, adalah satusatunya obat baginya. Hanya salep mata yang sedemikian inilah yang mungkin dapat membuka matanya. Marilah secara nyata saya gambarkan sebagai berikut :

Orang-orang sering menulis ke kantor dengan mengatakan : “Saya dengar begitu banyak yang melawan ‘Tongkat Gembala’, dan apa yang saya dengar itu membuat saya berprasangka sangat buruk. Tetapi kebetulan saya memperoleh salah satu dari traktat Saudara,... lalu untuk menghargai saya membukanya, dan saya rasa saya telah mengetahui isi buku itu. Tetapi setelah saya membaca beberapa halamannya, dan setelah mata saya mulai terbuka, saya membaca seluruh buku itu. Kini saya ingin sekali membaca semua buku Saudara yang lainnya yang masih ada. Dapatkah Saudara mengirimkan kepada saya 44 bahan-bahan bacaan apa saja yang dapat Saudara sediakan?

Suatu peristiwa yang ditakdirkan sedemikian lainnya telah menarik perhatian kita dari Cina yang jauh sebagai berikut : “Saya memungut sebagian dari buku kecil Saudara (Traktat No. 13) di jalan, dan isteri saya beberapa hari kemudian memungut bagian lainnya di tepi tempat pejalan kaki dari jalan yang sama. Saya menggabungkan kedua bagian buku itu bersama-sama lalu saya memperoleh alamat Saudara. Saya sangat tertarik kepada semua yang terkandung di dalamnya, maka saya kini dengan penuh perhatian menunggu berita dari Saudara. Dapatkah Saudara menceritakan kepada saya apa saja yang dapat membantu saya menemukan kegembiraan saya?”

Saudara-saudara pencari kebenaran ini jelas melambangkan orang-orang yang dapat ditarik keluar dari paham Laodikeanya. Pengalaman-pengalaman mereka itu 45 menggambarkan, bahwa “salep” itu adalah melambangkan Kebenaran pada waktunya yang diilhami.

Sekarang marilah kuceritakan kepadamu suatu kelas orang-orang lain dari siapa saya seringkali mendengar. Dengarkanlah apa yang mereka katakan : “Peganglah ‘Tongkat’ mu itu bagi dirimu sendiri saja, keluarkanlah namaku dari daftar nama pengiriman saudara. Saya sedikitpun tidak tertarik pada apa yang anda sedang lakukan itu. Semua buku-buku kecilmu itu segera dibakar sesaat setelah semuanya tiba. Saya tidak pernah membacanya dan

19 saya tidak akan pernah mau membacanya, tidak, tidak sebaris pun. Saya cukup puas (suam) dengan agama saya. Saya adalah milik Sidang yang sisa yang sebenarnya dan saya berharap akan berjalan bersamanya. Bagaimana beraninya anda mencoba menipu saya?”

Seorang yang lain mengatakan : “Harap supaya jangan mengirim lagi bahan-bahan 46 bacaanmu, karena saya sudah puas dengan pandangan-pandanganku sendiri.”

Jenis pembicaraan ini adalah gambarannya orang Laodikea. Itu menunjukkan dengan sempurna kesuaman mereka. Tuhan, bagaimanapun juga, adalah bertentangan terhadap sikap mereka. Adakah sesuatu yang dapat memisahkan garis hubungan seseorang dengan Allah untuk selama-lamanya secara lebih lengkap dan lebih cepat daripada suatu sikap memiliki semua Kebenaran dan sikap tidak memerlukan apa-apa lagi? Jika bahasa dari surat-surat yang baru saja saya bacakan kepadamu itu tidak mengatakan, “Aku kaya, dan tidak memerlukan apa-apa lagi,” maka apakah yang dapat dikatakannya?

Kelompok orang-orang Laodikea ini tidak akan pernah dapat membuka matanya, tidak akan pernah menjadi apapun terkecuali melarat, menyedihkan, miskin, buta dan telanjang. Mereka tidak 47 akan pernah dapat dijangkau oleh Sorga, bahkan oleh Tuhan sendiri. Jika mereka terus saja demikian itu, maka satu-satunya jalan yang Kristus dapat lakukan ialah meludahkan mereka keluar dari dalam mulut-Nya, artinya tidak akan pernah lagi menyebutkan nama-nama mereka itu pada Tahta Kemurahan. Apapun yang baru dari Alkitab yang dibawakan oleh seseorang yang bukan dari mereka, walaupun dikatakan melalui Ilham, dengan cepat dicapnya sebagai “penipuan”, walaupun mereka sendiri telah berada dalam suatu kesesatan yang mendalam. Mereka membaca Alkitab dengan harapan dapat menemukan bukti oleh mana menunjukkan ketidak-sepahaman mereka dengan siapa saja terkecuali dengan diri mereka sendiri.

Marilah kugambarkan: Misalkan saya dalam perjalanan menuju ke bank dengan membawa sejuta dollar, dan saya mungkin yakin secara sungguh-sungguh, bahwa saya adalah seorang jutawan. Tetapi seandainya petugas bank itu berkata 20 48 kepada saya, “Uangmu adalah palsu”, dan misalkan saya tidak lagi memiliki uang yang lain. Maka kaya yang seperti apakah saya ini? Saya akan menjadi kaya seperti halnya malaikat Laodikea itu. Justru pengalaman mengejutkan yang sedemikian inilah yang dibutuhkan oleh orang-orang Laodikea. Tanpa sesuatu yang terjadi seperti itu bagi mereka, maka mereka akan selamanya mengira, bahwa mereka adalah kaya dan tidak memerlukan apa-apa lagi. Sungguhpun tidak lama lagi, pada sesuatu hari Pengawas Samawi Sendiri akan mendemonstrasikan kepada mereka di hadapan mata mereka, bahwa emas mereka itu tidak teruji dengan api. Maka mata mereka akan terbuka, tetapi tidak cukup waktu untuk membawakan sesuatu kebaikan bagi mereka.

Apa yang mereka kini saksikan dari jauh, terlihat bagi mereka seperti benarbenar “lautan kaca” itu. Tetapi apabila mereka sampai pada ujung jalan, lalu memandang dari dekat, maka mereka akan 49 berada di dalam kesedihan yang tak tergambarkan, lalu dengan suara yang gemetar akan berseru “Khayalan, khayalan! Itu bukanlah lautan kaca!” Kemudian barulah mereka bersungguh-sungguh ingin mengetahui Kebenaran, dan bersedia membayar apa saja untuk memperolehnya, tetapi sudah sangat terlambat untuk merubah diri, mereka akan sampai ke pintu hanya untuk mendengarkan bunyi suara dari dalam yang mengatakan, “Aku tidak mengenal kamu.” Matius 25 : 12.

Dari ciri-ciri wajah seseorang kita akan dapat mengenali asal keturunannya; maka sama halnya kita akan dapat menentukan profesi seseorang oleh bentuk pakaian yang dipakainya. Jika seseorang memakai pakaian-pakaian yang baik dan tidak dihiasi dengan apa saja yang dapat dipakainya, maka kita akan menilainya sebagai seorang pengusaha. Jika ia memakai pakaian dengan mutu yang lebih rendah dan mengenakan pada badannya 50 perhiasan apa saja yang dapat ditempelkannya, maka kita menilainya sebagai seorang olahragawan murahan. Jika ia berpakaian apa saja, maka kita menilainya sebagai seorang buruh. Jika ia berpakaian sebaliknya, maka kita menetapkannya sebagai seorang pegawai kantor. Tetapi jika ia tidak berpakaian sama sekali, maka tak seorang pun terkecuali Allah sendiri yang dapat mengatakan apa sebenarnya orang itu. Yang sedemikian inilah seorang Laodikea.

Sekarang, jika pakaian putih itu melambangkan kebenaran Kristus, maka jika seseorang tidak berpakaian sama sekali, telanjang, kebenaran siapakah yang 21 mungkin dimilikinya itu? Kebenarannya sendiri, hanya kulit dalam mana ia telah dilahirkan. Ketelanjangan orang Laodikea justru menggambarkan hal itu, tetapi mereka tidak mengetahuinya. Dalam segala rasa hormat saya menyadari, bahwa katakata ini keras, tetapi bukannya mengatakan berlebih-lebihan, karena adalah Tuhan sendiri yang mengatakannya.

51

Ia menganjurkan kepada Saudarasaudara orang-orang Laodikea untuk membeli kepada-Nya emas, yaitu jenis yang sudah teruji dengan api (Kebenaran yang diilhami), supaya mereka boleh menjadi betul-betul kaya. Ia menganjurkan kepada mereka untuk memakai pakaian kawin, supaya mereka tidak akan dibuang ke dalam “kegelapan yang di luar”, di sana terdapat tangisan dan keretak gigi. Jika mereka tidak menyambut undangan-Nya sekarang -- ya, sekaranglah -- ketelanjangan mereka itu akan dibukakan dan mereka akan dibuat malu.

Jika anda berlaku bertentangan terhadap apa yang diperbuat orang-orang Laodikea itu, maka tentunya anda tidak lagi menjadi seorang Laodikea. Dan adalah sama gampangnya untuk mengetahui apakah anda seorang Davidian atau bukan. Untuk menemukan jika anda adalah seorang Davidian, maka anda harus pertama-tama mengetahui apa artinya 52 seorang Davidian. Secara ringkas dapat dikemukakan, bahwa seorang Davidian dikenal dari pakaiannya, oleh sumber mana ia memperoleh pakaian itu, dan oleh apa yang ia berikan sebagai pengganti untuk mendapatkannya. Nabi Zakharia menjelaskan :

“Kemudian ia memperlihatkan kepadaku Yosua, imam besar itu, berdiri di hadapan malaikat Tuhan, dan Setan berdiri pada sebelah kanannya hendak menuduh dia. Lalu berfirmanlah Tuhan kepada Setan, Tuhan kiranya menghardik engkau, hai Setan! Bahkan Tuhan yang memilih Yerusalem pun menghardik engkau! Bukankah ia ini suatu puntung yang sudah ditarik dari dalam api? Adapun Yosua itu adalah berpakaian pakaian yang kotor sewaktu ia berdiri di hadapan malaikat itu. Maka sahut-Nya dan berfirmanlah Ia kepada mereka sekalian yang berdiri di hadapan hadirat-Nya, kata-Nya, Tanggalkanlah pakaian yang 53 kotor ini dari padanya. Dan kepada Yosua Ia berkata, “Bahwasanya Aku sudah membuat segala kesalahanmu berlalu daripadamu, dan Aku mengenakan pakaian pesta kepadamu.”

22

Orang yang pertama yang akan diberikan pakaian itu adalah Yosua, imam besar itu, yaitu pejabat yang tertinggi di dalam Sidang. Jika ia tidak memiliki pakaian itu, maka tidak seorangpun yang lain dapat memilikinya. Dari sini kita saksikan, bahwa pembangunan dan reformasi yang murni dimulai dari kepala, bukan dari kaki, dan bahwa sebelum seseorang diberi kuasa untuk memakaikan pakaian itu, maka perbuatan salahnya sudah lebih dulu disingkirkan -- ia bertobat dari segala dosanya, dan Tuhan menghapuskan semuanya itu. Sungguhpun Setan ada juga di sana hendak menolak dan menuduhnya, namun, syukurlah kepada Allah bahwa Tuhan juga berada di sana untuk menghukum musuh itu. Dapatkah anda menangkap pelajaran ini, 54 Saudara-Saudari? Sementara anda berusaha mendapatkan pakaian itu anda akan harus menghadapi tantangantantangan yang hebat. Tetapi dari apakah itu? Adakah itu keterlaluan sehingga menghalangi untuk berdiri teguh bagi Kebenaran dan kebajikan apabila orang banyak menolaknya? Dan cara lain yang bagaimana lagi yang dapat menjadikan anda seorang pahlawan bagi Allah?

Para rasul dan para nabi bukan saja bertahan menentang tantangan dari saudara-saudaranya sendiri, tetapi mereka bahkan dengan gembira mati demi untuk pakaian putih mereka. Sungguhpun demikian anda kini tidak diminta untuk menyerahkan nyawamu, selain menyelamatkannya. ‘Meja-meja’ itu kini telah berbalik. Tuhan tidak mau membiarkan anda dimakan habis oleh api. Ia akan menyelamatkan anda bagaikan “Suatu puntung yang dipungut dari dalam api.”

Dari sini kita saksikan, bahwa Yosua 55 masa kini harus menggantikan pakaianpakaian kotornya itu dengan jubah-jubah putih, yaitu dengan kebenaran Kristus.

Zakharia 3 : 5 :

“Kemudian Aku berfirman : Taruhlah sebuah serban yang suci pada kepalanya. Maka mereka menaruh serban yang suci itu pada kepalanya, dan mengenakannya dengan pakaian-pakaian, sementara malaikat Tuhan berdiri di situ.”

Bukan saja kepadanya dipakaikan sebuah pakaian putih, tetapi ia juga dimahkotai dengan sebuah serban yang indah. Maka apakah yang dapat ditunjukkan oleh sebuah serban yang sedemikian kalau bukan kekuasaan yang diberikan kepadanya sebagai pemimpin yang ditunjuk Sorga? Demikianlah ia

23 berpakaian mulai dari kepala sampai kepada kaki-kakinya, “dan malaikat Tuhan berdiri di sampingnya.” Alangkah besarnya pemberian itu! Dan alangkah mulianya pengawal pribadi itu bagi seseorang yang sama saja keadaannya di 56 dunia ini dengan kita! Walaupun demikian keadaannya, manusia adalah sangat lambat dan ragu-ragu untuk mengambil pendiriannya pada pihak Tuhan. Kebanyakan dari mereka lebih memilih bersandar kepada manusia.

Zakharia 3 : 8 :

“Sekarang dengarlah, hai Yosua, imam besar! Baik engkau, baik segala pengikutmu yang duduk di hadapanmu; karena mereka itu adalah orang-orang yang dimuliakan. Karena, sesungguhnya Aku akan menumbuhkan Pucuk itu, yaitu hamba-Ku.”

Bukan saja Yosua, melainkan juga orang-orang yang duduk di hadapannya (jemaat) dianjurkan untuk mendengarkan pesan ini. Dan orang-orang yang bagaimanakah mereka itu? Mereka adalah orang-orang yang dimuliakan. Simbol ini menunjukkan bahwa pada kegenapan nubuatan ini malaikat sidangnya orangorang Laodikea tidak lagi berkuasa atas rumah Tuhan, dan bahwa umat Allah akan 57 di bentuk keseluruhannya terdiri dari orang-orang yang dimuliakan!

Jelaslah, kemudian, bahwa sebagai hasil dari pembangunan dan reformasi ini di dalam sidang Laodikea, maka tampillah sebuah sidang yang lain oleh mana Yosua menjadi penguasanya, bukan malaikat Laodikea. Di dalamnya tidak akan terdapat baik “lalang” (Matius 25 : 32), “ikan jelek” (Matius 13 : 47, 48) atau “kambingkambing” (Matius 25 : 32). Laodikea, yaitu yang ketujuh, adalah yang terakhir yang bercampur dengan orang-orang munafik, orang-orang suci dan orang-orang berdosa.

Siapakah yang akan membawakan pembangunan dan reformasi ini kepada perubahan yang sebesar ini? -- PUCUK itu. Dan menurut kata-kata Yesaya 11 : 1 sampai 5, Pucuk itu adalah Tuhan, yaitu Anak Daud. Kita sekarang membaca :

Zakharia 3 : 9 :

“Karena bahwasanya batu yang sudah Kutaruh di depan Yosua itu; di atas 24 58 sebuah batu akan terdapat tujuh mata : Lihatlah, Aku akan mengukirkan ukirannya, demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam, dan Aku akan menghapuskan kesalahan negeri itu dalam satu hari saja.”

Orang-orang yang duduk di hadapan Yosua adalah “orang-orang yang dimuliakan.” Karena demikianlah mereka digambarkan dengan “batu” (sidang, atau Kerajaan) yang berada di depan mata Yosua. Batu itu memiliki tujuh mata -- artinya penglihatan yang sempurna. Apabila penyucian sidang ini terjadi, maka dosa di dalam negeri itu akan segera disingkirkan -- “dalam sehari saja.”

Tampaklah di sini pembangunan dan reformasi yang murni yang diikuti dengan penyucian sidang. Tuhan akan memiliki sebuah sidang yang murni dan suatu umat yang suci.

Zakharia 3 : 10 :

“Pada hari itu juga, demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam; kamu akan 59 memanggil seorang akan seorang di bawah pohon anggur dan di bawah pohon ara.”

“Pada hari itu”, pada hari penyucian ini terjadi, pekerjaan Injil akan segera diselesaikan dengan cara setiap anggota dari rumah Allah memanggil akan tetangganya datang kepada bagian tanahnya sendiri, kepada apa yang Allah telah tentukan sebelumnya supaya setiap orang dapat memiliki. Oleh karena itu, setiap anggota, akan menjadi misionaris dalam berbagai kemampuan yang ada. Sesungguhnya inilah pergerakan anggota itu yang akan menyelesaikan pekerjaan Injil.

Sebutan, “Memanggil seorang akan seorang di bawah pohon anggur dan di bawah pohon ara,” terlihat juga di dalam Mikha pasal 4. Di sana diajarkan juga perkara yang sama seperti yang diajarkan oleh Zakharia.

Tetapi pokok persoalan ini tidak berakhir dengan Zakharia pasal 3 saja. Ia masih terus berlanjut. 60 Zakharia 6 : 11 :

“Lalu ambillah olehmu emas dan perak, dan buatlah mahkota-mahkota, dan kenakanlah semua itu pada kepala Yosua bin Yozadak, imam besar itu.”

Malaikat itu diperintahkan untuk mengambil perak dan emas, lalu membuatkan mahkota-mahkota -- bukan hanya satu, melainkan lebih dari satu. Semua ini ditempatkan di atas kepala Yosua.

Zakharia 6 : 14 :

“Maka mahkota-mahkota itu adalah bagi Helem, dan bagi Tobia, dan bagi Jedaiah, dan bagi Hen bin Zefania, akan suatu tanda peringatan di dalam kaabah Tuhan.”

Ayat 14 menyatakan, bahwa Yosua akan meneruskan mahkota-mahkota itu kepada pembantu-pembantunya yang nama-namanya disebut sendiri oleh Tuhan. Ini akan menjadi suatu peringatan, suatu kenangan di dalam kaabah Tuhan.

61

Apakah yang dapat diartikan oleh semua ini? Beginilah maksudnya : Yosua adalah hakim yang ditunjuk oleh Sorga, yaitu pemimpin. Ia sendiri dimahkotai sedemikian. Dan sebagai tanggung jawabnya kepada perintah Tuhan sendiri, maka Yosua memahkotai (memberi kuasa) pembantu-pembantunya yang namanamanya disebut sendiri oleh Tuhan. Dengan kata lain, sebagai anggota-anggota dari “isi rumah Daud,” Yosua memberi kuasa kepada mereka untuk ikut di dalam tugas. Jadi, Yosua bertanggung jawab kepada Tuhan, tetapi semua pembantunya bertanggung jawab kepada Yosua. Di sini terlihat sebuah organisasi memiliki seorang Pemimpin dan seorang pemimpin bawahan -- Tuhan dan Yosua. Dengan demikian, maka apapun yang akan diikat di atas bumi akan terikat juga di dalam Sorga (Matius 16 : 19).

Sama seperti yang ditegaskan oleh Sorga, maka simbol ini menggambarkan, bahwa umat Allah di dalam pekerjaan 62 penghabisan ini tidak akan bekerja dengan perencanaan yang bertentangan. Semua akan berbicara perkara yang sama. Demikianlah halnya, bahwa “Semua Pengawas-Nya akan mengangkat suara; dengan suara itu bersama-sama mereka akan menyanyi, karena mereka akan menyaksikan dengan mata kepala sendiri, apabila Tuhan akan membawa kembali Sion” Yesaya 52 : 8. Pada masa itu umat-Nya akan dipanggil “Umat yang Suci, Orang tebusan Tuhan,” Yang dicari, 26 Sebuah kota yang tidak ditinggalkan”

Zakharia 6 : 12 :

“Dan katakanlah ini kepadanya, Demikianlah Firman Tuhan serwa sekalian alam, bunyinya : Lihatlah orang yang bernama PUCUK itu, ia itu akan tumbuh kelak dari dalam tempat-Nya, dan Ia akan membangun kaabah Tuhan.”

Kepada Yosua diberitahukan, bahwa beban dan akal budi bagi pembangunan 63 kaabah rohaniah ini, adalah milik Dia yang nama-Nya adalah “PUCUK itu”. Ia akan bangkit keluar dari tempat-Nya. Kepada- Nyalah kemuliaan. Ia sajalah yang harus ditinggikan. Dia yang akan membangun kaabah Tuhan itu.

“Bahkan Ia akan membangun kaabah Tuhan; dan Ia akan membawa kemuliaan, dan akan duduk dan memerintah di atas tahta-Nya; dan Ia akan menjadi imam di atas tahta-Nya; dan penasehat damai akan ada di antara keduanya itu. Maka mereka dari negeri yang jauh-jauh akan datang dan membangun kaabah Tuhan, maka akan diketahui olehmu, bahwa Tuhan serwa sekalian alam itu telah mengutus aku kepadamu. Maka ini akan jadi kelak, apabila dengan rajin kamu mendengar akan suara Tuhan Allahmu.”

Demikianlah kelak nubuatan-nubuatan Yesaya pasal 2 dan 4, juga Mikha pasal 64 yang ke 4 akan digenapi.

Akhirnya, bagaimanakah dapat kita mengetahui dengan pasti, bahwa pekabaran ini telah direncanakan dan dicatat terutama bagi sidang pada masa ini? Kita mengetahuinya dari kenyataan, bahwa wahyu dari kata-kata firman ini kini dibukakan dan diberitakan, sebagaimana belum pernah sebelumnya. Kini pemberitaannya membuat kita tahu bahwa Tuhan “sedang memegang pimpinan di dalam tangan-Nya sendiri.” (Testimonies to Ministers, p.300); bahwa masa penyucian sidang (Pehukuman terhadap orang hidup di dalam rumah Allah -- 1 Petrus 4 : 17) sudah dekat (Testimonies, vol. 5, p. 80); bahwa orangorang yang sudah suci itu, yaitu mereka yang 144.000 (gandum) -- Wahyu 14 : 1 akan dimasukkan ke dalam lumbung (Matius 13 : 30), tidak akan lagi bercampur dengan lalang; bahwa suatu rombongan besar dari segala bangsa (Wahyu 7 : 9), akan dibawa ke rumah Tuhan (Yesaya 66 : 19, 20).

65

Saudara, Saudara sendirilah, akan sekarang dapat menjawab pertanyaan apakah Saudara adalah seorang Davidian ataukah masih tetap seorang Laodikea. Jika Saudara sudah merasa puas dengan diri sendiri, dengan semua pegangan kerohanianmu, dengan rencana Injil buatan manusiamu; jika Saudara mengira bahwa Tuhan sedang berbicara kepadamu dengan cara apa saja yang kebetulan “mengetuk” di dalam ingatanmu; jika Saudara mengira Saudara telah memiliki semua Kebenaran, dan bahwa Saudara tidak memerlukan apa-apa lagi; jika Saudara mengira, bahwa setiap orang yang tidak memperoleh cap persetujuanmu terhadap kepercayaanmu adalah seorang nabi palsu; dan jika Saudara tetap merasa takut bahwa ada seseorang yang sedang terus-menerus berusaha menipumu karena ia mengajarkan sesuatu yang baru; jika Saudara tidak pernah memberikan perhatian kepadanya, sehingga Saudara mungkin membanting pintu terhadap seorang pembawa Kebenaran yang 66 mungkin membawakan kepadamu “salep mata” Tuhan itu, dan “pakaian kawin” itu -- jika Saudara melakukan semuanya ini atau pun sebagian dari padanya, maka Saudara lebih mungkin harus menjadi seorang Laodikea, dan bukan seorang Davidian.

Tetapi jika Saudara menyadari bahwa pakaian-pakaianmu adalah kotor, dan bahwa perbuatan salahmu belum terhapus; jika Saudara menyadari, bahwa Saudara perlu berjalan dalam jalan-jalan Allah sebagaimana yang dikendalikan- Nya oleh perantaraan Yosua masa kini, jika Saudara adalah seutuhnya bagi Allah saja dan sama sekali tidak bagi diri sendiri atau pun bagi dunia, maka, tentu Saudara adalah seorang Davidian atau sedang mulai menjadi seorang Davidian. Jika Saudara belum berpegang kepada semuanya ini, maka Saudara hendaknya melihat supaya Saudara laksanakan, dan jika Saudara sudah berpegang, maka majulah terus di dalam terang itu, maka 67 pastilah Saudara pada akhirnya akan berdiri di atas Gunung Sion bersama-sama dengan Anak Domba itu.

Sekarang sambutlah nasehat Tuhan, dan jangan lagi bagaikan sepotong kulit kayu yang terapung-apung di laut dengan setiap angin kebenarannya.

“ ..... Umat Allah ditunjukkan dalam pekabaran kepada orang-orang Laodikea

28 itu bagaikan berada dalam suatu kedudukan kesentausaan badani. Mereka sedang bersantai-santai, sambil percaya akan dirinya sendiri sedang berada dalam kondisi pencapaian kerohanian tertinggi.”

“Betapa besarnya kesesatan yang dapat datang ke atas pikiran manusia daripada suatu keyakinan, bahwa mereka adalah benar, padahal mereka seluruhnya salah! Pekabaran dari Saksi Yang Benar itu mendapati umat Allah dalam suatu kesesatan yang menyedihkan, tetapi jujur di dalam kesesatan itu. Mereka tidak mengetahui, bahwa keadaannya adalah 68 sangat menyedihkan pada pemandangan Allah. Sementara orang-orang yang ditegor itu sedang memuji-muji dirinya bahwa mereka sedang berada dalam suatu kondisi kerohanian yang tinggi, pekabar- an dari Saksi Yang Benar memecahkan ketenangan mereka dengan tuduhan yang mengejutkan tentang keadaan mereka yang sebenarnya, yaitu buta rohani, melarat, dan tidak terkasihan. Kesaksian, yang demikian keras dan tajam ini tidak akan mungkin keliru, karena adalah Saksi Yang Benar itu juga yang mengucapkannya, dan kesaksian-Nya pastilah benar.” -- Testimonies for the Church, vol.3, pp. 252, 253.

69

Syair - syair

Kita tidak berhak mengadili orang

Sampai ia sudah cukup mencoba;

Bukankah kita sama dengan kelompoknya,

Kita tahu dunia adalah luas.

Seseorang mungkin bersalah -

dan siapakah yang tidak?

Baik tua maupun muda;

Mungkin kita pun, Karena harus kita ketahui,

Memiliki limapuluh berbanding satu

dari milik mereka.

- Joseph Kronthal -

29

Percaya dan Patuh

Apabila kita berjalan bersama Tuhan

Dalam terang dari Firman-Nya, Betapa mulianya Ia pancarkan atas jalan kita! Sementara kita melakukan kehendak baik-Nya, Ia tetap tinggal bersama kita, Dan bersama

semua yang mau percaya dan patuh

70

Tidak satupun beban kita pikul,

Tidak satupun kesusahan

dibagikan kepada kita,

Tetapi jerih payah kita

dilunasi-Nya dengan melimpah, Tidak satupun kesedihan ataupun kerugian, Tidak satupun wajah muram ataupun salib, Melainkan berkat jika kita percaya dan patuh.

Tetapi kita belum pernah dapat membuktikan

Kesenangan-kesenangan kasih-Nya, Sampai semua diatas medzbah kita letakkan, Karena kemurahan yang Ia perlihatkan, dan

kegembiraan yang Ia karuniakan,

Adalah bagi mereka yang mau

percaya dan patuh.

- J. H. Sammis -30

71

Surat dialamatkan kepada:

Universal Publishing Association

(Kantor Pusat)

Waco, Texas 76714

U S A
Universal Publishing Association

(Divisi Indonesia)

P. O. Box 6965/JAT-PK

Jakarta 13710

e-mail:

gadsdaid@yahoo.com

dikerjakan oleh:

Penerbitan 2018

72

UNIVERSAL PUBLISHING ASSOCIATION
P.O. BOX 7613
WACO, TX 76714
+1 800-729-7494
www.davidiantoday.org

Teks dikonversi dari edisi PDF. Nomor halaman sesuai dengan buku cetak.