V. T. HOUTEFF
Agar setiap orang yang berhaus akan kebenaran
dapat memperolehnya, maka buku-buku kecil ini disebarkan dengan cuma-cuma. Hanya satu permohonan yang dimintanya, yaitu setiap jiwa wajib memeriksa segala perkara dan berpegang teguh pada mana yang baik. Hanya benang-benang
untaian keemasan Eden dan tali-tali pengikat Golgota yang berwarna darah -- ikatan-ikatan yang mengikat itu yang merupakan pita pengikat buku
gratis yang kecil ini.
Kami sangat menghargai nama dan alamat anggota
MAHK yang dikirimkan.
1AMARAN
SEKARANG
Satu-Satunya Kedamaian Pikiran
“Rumah Daud Bagaikan Malaikat Tuhan”
Apakah Yang Membawa Sukses Bagi
Pembangunan Dan Reformasi?
VICTOR T. HOUTEFF
Universal Publishing Association
P. O. Box 6965/JAT-PK, Jakarta 13710
e-mail : gadsdaid@yahoo.com
2Renungan dan Doa Pembuka
Saya akan membaca dari buku The Mount of Blessing, paragraf yang pertama pada halaman 159.
Mount of Blessing, p. 159 :
“Allah adalah Bapa kita, yang men- cintai dan memperhatikan kita sebagai anak-anak-Nya; Dia juga adalah Raja mulia semesta alam. Kepentingan keraja- an-Nya adalah kepentingan-kepentingan kita, maka kita harus bekerja bagi pen- diriannya.”
“Murid-murid Kristus sedang meng- harap-harapkan kedatangan dengan segera Kerajaan kemuliaan-Nya; tetapi dalam memberikan kepada mereka doa ini Yesus mengajarkan, bahwa kerajaan itu tidak akan diperdirikan pada waktu itu. Mereka harus berdoa bagi kedatangannya sebagai suatu peristiwa yang masih jauh di depan. Namun permohonan ini pun merupakan suatu jaminan bagi mereka. Sementara me- reka tidak akan memandang kedatangan 3 kerajaan itu di masa hidupnya, kenyataan bahwa Yesus meminta mereka berdoa untuk itu, adalah bukti bahwa dalam masa pilihan Allah sendiri itu akan pasti datang.”
Apakah pengertian yang terkandung di dalam bacaan ini? Hal apakah yang harus kita doakan? -- Supaya kita dapat mengerti, bahwa doa saja tidak akan dapat membawa kita ke dalam Kerajaan itu; bahwa kerja adalah setiap bagian kecil yang sama diperlukan seperti hal berdoa. Ya, segala kepentingan Kerajaan-Nya hendaknya menjadi yang tertinggi di dalam pikiran kita. Kita harus “bekerja” bagi pendiriannya sama seperti halnya kita berdoa untuk itu.
Copyright, 1953
Hak Cipta Dijamin
V. T. HOUTEFF
4RUMAH DAUD BAGAIKAN
MALAIKAT TUHAN
Oleh :
Victor T. Houteff
Pendeta dari Persekutuan Davidian
Masehi Advent Hari Ketujuh
Sabat, 5 Oktober 1946
Kapel Gunung Karmel, Waco, Texas
Kita akan kembali ke buku Zakharia, pasal yang kedua belas. Teks dari pokok pembicaraan kita terdapat di dalam ayat yang kedelapan. Namun supaya menemukan masa dan orang-orang terhadap siapa ayat ini membicarakan, maka kita harus memulai penyelidikan kita dari ayat yang pertama dari pasal itu.
Zakharia 12 : 1 :
“Beban Firman Tuhan akan hal Israel; maka berfirmanlah Tuhan yang memben-5 tangkan segala langit, dan yang meletak-kan landasan bumi, dan yang memben-tuk roh manusia di dalam dirinya.”
Ada dua hal di dalam ayat ini yang harus kita pertimbangkan dengan sungguh-sungguh, yaitu : (1) bahwa beban itu adalah kepunyaan Tuhan, dan (2) bahwa beban-Nya itu adalah bagi Israel, yaitu sidang, bukan bagi dunia.
Zakharia 12 : 2 :
“Bahwasanya Aku akan menjadikan Ye-rusalem sebuah piala yang berisikan mi-numan yang menggetarkan bagi segala bangsa sekeliling, apabila mereka kelak mengepung baik terhadap Yehuda mau-pun terhadap Yerusalem.”
Dari ayat ini kita pelajari, bahwa bangsa-bangsa Kapir akan melaksanakan suatu pengepungan bukan saja terhadap Yerusalem, melainkan juga terhadap Yehuda, ya terhadap seluruh Kerajaan, sidang, atau umat. Dan pada masa itu, yaitu pada masa pengepungan itu, Yerusalem akan dijadi- 6 kan sebuah piala yang berisikan minuman yang menggetarkan bagi segala bangsa, artinya, segala bangsa akan takut terhadap Yerusalem dan akan gemetar di hadapannya.
Zakharia 12 : 3 :
“Dan pada hari itu Aku akan menjadi-kan Yerusalem sebuah batu tanggungan bagi segala bangsa: barangsiapa yang mengangkat akan dia itu akan dibinasa-kan, jikalau berhimpun segala bangsa yang di atas bumi akan melawan dia se-kalipun.”
Pengepungan ini tidak akan dilakukan hanya oleh bangsa-bangsa yang berdekatan dengan Yerusalem, tetapi juga oleh segala bangsa yang di bumi, sesuatu hal yang hanya dimungkinkan melalui saluran-saluran komunikasi di masa kita sekarang. Demikianlah Yerusalem akan menjadi sebuah batu tanggungan bagi segala bangsa sekeliling. Dalam usaha untuk memerangi ketakutan mereka, mereka membebani dirinya sendiri dengan cara mengepung kota 7 itu. Karena perbuatan jahatnya ini mereka akan dibinasakan.
“Maka pada hari itu, demikianlah firman Tuhan, akan Ku palu segala kuda dengan kekejutan, dan segala orang yang mengendarainya dengan gila; tetapi akan bangsa Yehuda mata-Ku akan terbuka selalu, sementara Aku memalu setiap kuda dari bangsa itu dengan kebutaan matanya.”
Sungguhpun Tuhan akan memalu dengan gila, dengan kekejutan, dan dengan kebutaan terhadap orang-orang yang melakukan pengepungan terhadap kota itu, namun Ia akan membuka mata-Nya terhadap isi rumah Yehuda.
Zakharia 12 : 5 :
“Lalu pemimpin-pemimpin orang Yehuda akan berkata dalam hati mereka : bahwa segala orang isi Yerusalem akan menjadi kuatku dengan pertolongan Tuhan serwa sekalian alam, yaitu Allah mereka itu.”
8Sesudah orang-orang berdosa disingkirkan keluar dari tengah-tengahnya oleh pekerjaan Pehukuman bagi orang-orang hidup itu maka kelak segala pemimpin Yehuda akan menyadari, bahwa kekuatan mereka terletak pada penduduk Yerusalem yang suci itu dan pada Tuhan, Allah mereka itu, lalu begitulah bahwa mereka akan betul-betul menjadi kuat. Marilah kita lihat apa yang dikatakan oleh ayat berikut 4 mengenai hal ini :
Zakharia 12 : 6 :
“Maka pada hari itu Aku akan menja-dikan segala pemimpin orang Yehuda seperti dapur api bagi kayu dan seperti pedamaran yang bernyala bagi segala berkas; dan mereka itu akan makan ha-bis pada kiri kanan segala bangsa yang berkeliling, dan Yerusalem akan kembali didiami pada tempatnya sendiri, yaitu di Yerusalem.”
Tidak peduli apapun yang kita pikirkan, Allah akan memiliki suatu umat yang kuat dan setia, sesuai jenis yang digambarkan 9 di sini; dan Yerusalem akan didiami oleh umat yang suci, tanpa seorang berdosa pun di tengah-tengahnya. Semenjak nabi Eliyah contoh saingan itu, yang muncul tepat sebelum hari Tuhan yang besar dan hebat itu, yaitu tepat menjelang hari Pehukuman bagi orang-orang hidup, mendapati sidang telah dikuasai oleh Setan dengan hebatnya sama seperti halnya sidang Yahudi di masa hidup Kristus dahulu, dan seperti halnya orang-orang suci, yaitu buah-buah pertama, akan diselamatkan satu demi satu, maka pertama-tama Ia mengirimkan para nelayan untuk memancing mereka keluar dan kemudian orang-orang berburu untuk menangkap mereka keluar (Yeremia 16 : 16). Demikianlah Ia mengumpulkan mereka itu satu demi satu (Yesaya 27 : 12, 13). Dan demikian pula halnya di waktu ini -- mereka itu dipancing dengan bahanbahan bacaan yang gratis ini, dan kini diburu oleh orang-orang langsung sampai ke rumah-rumah mereka, apakah mereka di dalam kota, di kampung-kampung, atau pun di pinggiran jalan. 10 Zakharia 12 : 7 :
“Tuhan juga akan menyelamatkan se-mua perkemahan Yehuda terlebih dulu supaya kemuliaan isi rumah Daud dan kemuliaan penduduk Yerusalem tidak akan membesarkan diri mereka sendiri melawan Yehuda.”
Ia akan menyelamatkan segala perkemahan (tempat-tempat tinggal sederhana yang bukan rumah atau pun istana-istana) dari Yehuda terlebih dulu, artinya, Tuhan akan pertama-tama menyelamatkan orangorang biasa, yaitu para anggota sehingga pihak pendeta tidak akan meninggikan dirinya di atas pihak anggota, supaya semua dapat belajar memuliakan Allah, bukan memuliakan manusia.
Karena belum pernah terjadi sebagaimana seperti yang diramalkan oleh ayatayat firman ini, baik di Yerusalem atau pun di lain tempat di dunia ini, maka jelaslah 5 ramalan-ramalan ini masih menemui kegenapannya di masa mendatang. Dan sekarang kita akan mencari jika semua itu 11 akan digenapi di masa kita sekarang atau di kemudian hari.
Oleh karena tugas yang sedang kita laksanakan sekarang tidak disponsori oleh seseorang pun, dan oleh karena Allah telah memimpin kita sepanjang seluruh perjalanan dengan pasti seperti halnya Ia membawa Israel keluar dari Mesir dahulu, membuat perjalanan kita langkah demi langkah bagaikan dikendalikan oleh Takdir, dan juga oleh karena kita adalah satusatunya umat yang memiliki pekabaran dari hal pendirian kembali isi Rumah Daud itu, dan dari hal dikembalikannya “segala perkara” (Markus 9 : 12) dan oleh karenanya telah dinamai orang-orang Davidian, maka tidak dapat lagi dihindari terkecuali menyimpulkan, bahwa masa kegenapan nubuatan-nubuatan ini sudah sangat dekat di muka pintu, alasan untuk mana pemberitahuan dari hal peristiwaperistiwa ini kini sedang ditrompetkan ke seluruh dunia Masehi Advent Hari Ketujuh.
12Jadi, jelaslah, apapun yang Tuhan harus katakan di dalam pasal ini adalah bagi penyelidikan kita dan bagi berbagai kebutuhan kita sendiri yang terutama di waktu ini. Inilah suatu komunikasi yang khusus ditujukan kepada kita dan dibukakan pada waktu yang istimewa ini supaya kita boleh mengetahui apa yang Allah kehendaki dari kita untuk dilakukan dan bagaimana melakukannya sehingga sesegera mungkin segala perkara dapat dikembalikan.
Kita sekarang membaca teks dari penyelidikan kita :
Zakharia 12 : 8 :
“Maka pada hari itu Tuhan pun akan mempertahankan penduduk Yerusalem, dan yang terlemah di antara mereka itu akan jadi seperti Daud pada hari itu, dan rumah Daud pun akan seperti Allah, se-perti malaikat Tuhan di hadapan mereka itu.”
Di samping memberikan kepada kita 13 jaminan bahwa Tuhan akan mempertahankan umat-Nya, maka Ilham mempersamakan mereka dengan Daud dan dengan Allah. Bahkan mereka yang terlemah pun “akan kelak jadi seperti Daud; dan rumah Daud akan jadi seperti Allah”, “seperti malaikat Tuhan di hadapan mereka itu.” Alangkah besar dan indahnya pernyataan ini! Betapa suatu hak istimewa untuk di-
6 persamakan dengan Allah sendiri!
Sekarang supaya seseorang dapat mengetahui apa yang dimaksudkan dengan “menjadi seperti Daud”, maka ia harus mengetahui jenis orang yang bagaimana Daud yang dahulu itu.
Untuk memulainya, ia adalah seorang gembala yang baik sekali, ia mempertaruhkan hidupnya sendiri bagi dombadombanya. Anda masih ingat, bahwa untuk menyelamatkan domba-domba itu ia dengan beraninya mengejar singa dan beruang lalu membunuhnya dengan hanya tangan kosong. Dan untuk menyelamatkan kemerdekaan bangsanya serta kehormatan 14 Allah yang Besar itu, pada suatu kesempatan yang lain, ia kembali mempertaruhkan hidupnya dengan cara menghadapi raksasa Goliath itu dengan beraninya. Disebabkan oleh kesetiaan Daud, maka Allah telah melepaskan dia dari binatangbinatang itu dan dari raksasa itu, lalu menjadikan dia raja atas umat-Nya!
Kesetiaan seseorang dalam perkaraperkara yang kecil menunjukkan kesetiaannya di dalam perkara-perkara yang besar juga. Kesetiaan selalu membawa peningkatan. Demikianlah, untuk menjadi seperti Daud seseorang harus menjadi sama setianya, sama dapat dipercaya, dan sama bersemangat bagi Kerajaan Allah seperti halnya Daud di masa lalu.
Sekarang supaya dapat kita ketahui apa yang dimaksudkan dengan menjadi “seperti Allah”, kita harus mempelajari apa yang sama dengan Allah. Pada mulanya Ia tidak saja mencipta lalu mengisi bumi dengan limpahnya dengan setiap perkara yang baik bagi semua mahluk ciptaan-Nya, 15 namun Ia juga mendirikan sebuah taman (rumah) bagi manusia. Dengan demikian Ia telah membuat contoh rumah bagi semua manusia yang akan hidup kemudian. Ia mengajarkan kepada Adam bagaimana memelihara rumah itu dan bagaimana memelihara taman itu. Ia mengajarkan kepadanya berbicara dan membedakan antara alamiah binatang yang satu dengan yang lainnya, dan sesuai dengan itu memberikan nama kepada mereka. Allah mengaruniakan kepada manusia pengetahuan dan hidup dengan maksud supaya membuatnya berbahagia, dan berguna untuk menjadikan dunia ini sebagaimana yang sepatutnya. Walaupun sesudah kejatuhan pasangan yang suci itu ke dalam dosa Allah masih tetap menyayangi mereka seperti pada sebelumnya -- sama
7 banyaknya, kenyataannya, bahwa segera Ia mulai mengajarkan kepada mereka bagaimana caranya untuk menebus diri mereka sendiri, dan kembali kepada rumah mereka yang abadi itu. Semenjak dari hari itu sampai kepada hari ini demikianlah Ia 16 terus mengajarkan kepada semua keluarga manusia.
Untuk melaksanakan pekerjaan penyelamatan ini Allah mengutus ke bawah Roh Kebenaran itu, Ia mengutus nabi-nabi dan malaikat-malaikat, juga Putera satusatunya itu -- semua guru penebusan. Ia sendiri turun ke Bukit Sinai dan sekalipun mereka membunuh hampir semua hambahamba-Nya termasuk Putera-Nya itu, namun perhatian-Nya yang tak pernah gagal terhadap bangsa manusia terus berlangsung sampai kepada hari ini. Sungguhpun adalah kesalahan-kesalahan kita sendiri, namun janji-Nya untuk membawa kita kembali ke dalam Eden untuk di sana hidup bersama Dia jika kita bertobat, masih tetap tegak meyakinkan bagaikan matahari.
Sekarang anda saksikan bagaimana Allah dipersamakan, dan jika kita hendak menjadi “seperti Allah”, maka demikian itulah pula kita harus jadi. Artinya, bahwa kita harus juga menyayangi satu terhadap 17 lainnya dan memperhatikan berdirinya Kerajaan-Nya seperti halnya Dia menyayangi dan memperhatikan-Nya. Kita supaya tidak mementingkan diri sendiri seperti Dia. Kita harus dengan gembira mengajarkan kepada orang-orang lain semua yang telah diajarkan-Nya kepada kita. Kita harus berbuat seberapa bisa untuk memperbaiki keadaan kehidupan orang-orang lain. Kita harus membuat dunia ini lebih baik daripada keadaannya sekiranya kita tidak berada di dalamnya. Dalam minggu kejadian Allah telah melaksanakan bagian- Nya. Sekarang kita harus melaksanakan bagian kita dari kejadian itu jika kita hendak menjadi seperti Allah.
Apapun perkara yang baik yang mungkin kita punyai, apakah itu suatu perdagangan atau sesuatu karunia yang lain yang pantas dimiliki kita hendaknya setia di dalamnya dan dengan sungguhsungguh mengajarkannya kepada orang lain seperti halnya Dia setia dan sungguhsungguh mengajarkannya kepada kita. Jika 18 kita melalaikan kewajiban ini, maka kita tidak saja akan gagal untuk menjadi seperti Allah, tetapi bahkan akan dituntut untuk mempertanggung-jawabkan kelalaian kita.
Sepanjang kehidupan saya, saya menemukan orang-orang yang amat mementingkan diri sendiri dan menakutkan sehingga orang akan menjauhi mereka dengan cara apa saja.
8
Sewaktu saya sedang mempelajari usaha perdagangan saya, saya seringkali menemukannya perlu untuk menanyakan pertanyaan-pertanyaan, tetapi beberapa orang dengan siapa saya bekerja mengabaikan pertanyaan-pertanyaan saya. Sungguhpun demikian, sifat mementingkan diri mereka itu tidak menghentikan saya daripada mempelajari apa yang ingin saya ketahui. Saya mempelajarinya dengan cara yang lain. Tetapi orang-orang itu, walau bagaimanapun, tidaklah menyatakan kemajuan kehidupan Kristen seperti kita, dan karena alasan inilah sifat mementingkan diri dan iri hati mereka itu dapat hanya 19 diisi dengan kebodohan. Tetapi kita yang lebih banyak mengetahui harus berusaha meneruskan pengetahuan kita kepada sebanyak mungkin orang dengan tidak mengharapkan sesuatu imbalan selain keberhasilan di dalam hidup mereka. Allah sendirilah yang akan membalas kepada kita. Tetapi jika kita mencoba menyimpan pengetahuan kita bagi diri kita sendiri, maka adalah sangat pasti kita menjadi orang-orang yang tidak beruntung. Supaya diingat juga, bahwa apapun saja yang mungkin kita miliki adalah suatu karunia Allah. Tepatlah di sini kata-kata pepatah kuno yang cocok berbunyi : “Tak ada batasnya bagi seorang yang baik dapat lakukan jika tidak dihiraukannya siapa saja yang akan mendapatkannya.”
Tuhan mengajarkan kepada burung-burung bagaimana caranya hidup dan bagaimana membangun sarang-sarangnya, dan bagaimana memeliharakan anak-anaknya. Lalu tidakkah kita menolong orang-orang lain untuk membangun dan membuat yang 20 lebih baik rumah-rumah dan kehidupan mereka? Anda ingat apa yang Yesus katakan, “Barangsiapa yang memberi mi-num meskipun secawan air sejuk saja kepada seorang dari yang kecil ini sebab murid namanya, sesungguhnya Aku ber-kata kepadamu, sekali-kali tiada akan hilang pahalanya.” Matius 10 : 42.
Sekiranya Allah bukan sebagaimana Ia adanya, maka Ia bukanlah Allah; dan jika kita terus menerus seperti halnya kita sebelumnya, maka kita tak akan pernah menjadi “seperti Allah.”
Lagi pula rumah Daud akan menjadi “seperti malaikat Tuhan di hadapan mereka itu.” Apakah yang dimaksudkan dengan perkataan ini? -- Artinya, bahwa jika kita hendak menjadi anggota-anggota dari rumah Daud, maka kita harus men- 9 jadi seperti Daud, seperti Allah, dan seperti malaikat-malaikat juga. Malaikat-malaikat melebihi dalam kekuatan; mereka mematuhi perintah-perintah Allah; mereka mendengarkan suara firman-Nya (Mazmur 21 103 : 20). Mereka selalu siap sedia untuk memberikan pelayanan kepada orangorang suci, dan mereka membawanya dengan aman melewati setiap pertikaian sepanjang zaman. Allah mengharapkan sidang-Nya dan semua umat untuk menjadi seperti itu -- “seperti malaikat Tuhan.” Tanpa menghiraukan apa yang diinginkan oleh kita masing-masing sebagai individu, Allah bagaimana pun mau memiliki sebuah sidang yang akan meliputi semua ini.
Sekarang apakah maksud keseluruhan dari rumah Daud? -- Rumah Daud, Alkitab menyatakan, dibangun untuk tiga rangkap tujuan : (1) Selama pengumpulan umat, adalah untuk “membangun kembali semua yang rusak”, untuk “membangun kembali semua yang telah ditinggalkan”, dan untuk “memperbaiki kota-kota yang rusak, yang ditinggalkan oleh banyak generasi.” Yesaya 61 : 4. Pekerjaan pembangunan dan pemulihan kembali ini memiliki contohnya pada waktu pembangunan kembali Yerusalem kuno yang lalu oleh orang-orang 22 Yahudi kuno sekembalinya mereka dari penawanannya di Babilon ke tanah nenek moyang mereka. Sebagaimana yang mereka bangun semua yang rusak, semua yang ditinggalkan -- kaabah Tuhan, kota dan tembok-temboknya -- dan mengembalikan peribadatan kepada Allah sesuai dengan kehendak Tuhan yang Maha Suci, demikianlah kita, juga, dalam masa pengumpulan contoh saingan sekarang ini dipanggil untuk melaksanakan suatu tugas yang sama, hanya yang lebih besar baik dalam luas dan perimbangannya. Oleh karena itu kita harus bekerja bahkan lebih lagi dengan tidak henti-hentinya daripada yang mereka kerjakan, dan bergembira serta bersyukur karena memperoleh hak istimewa mendapat bagian dalam suatu pekerjaan yang besar dan mulia yang sedemikian.
(2) Sebagai tambahan kepada tugas besar dan mulia ini, sementara berada di dalam tangan Tuhan sebagai sebuah senjata perang (Yeremia 51 : 20), maka Ia ada 23 bersamanya untuk memecahkan beban pikulan orang-orang Kapir yang kini berada di atas bahu umat Allah. Bersama dengannya Ia akan memerdekakan umat- Nya dari penguasaan Kapir : “dari Assyiria, dan dari Mesir, dan dari Pathros, dan dari
10 Cush, dan dari Elam dan dari Shinar, dan dari Hamath, dan dari segala pulau yang di laut ….” (Yesaya 11 : 11). Dengannya Ia akan “mendirikan suatu panji bagi segala bangsa”, dan “menghimpunkan segala orang Israel yang telah dihalau, dan me-ngumpulkan bersama-sama segala orang Yehuda yang tercerai-berai dari keempat penjuru bumi.” Yesaya 11 : 12. Untuk terlaksananya pekerjaan ini kita harus pertama-tama menjadi “banyak penangkap ikan” itu, kemudian “banyak pemburu” itu (Yeremia 16 : 16). Demikian itulah, bahwa buah-buah yang pertama itu akan dikumpulkan “satu demi satu.” Yesaya 27 : 12. Kita sekarang berada dalam hari-hari perburuan itu -- pergi dari kota ke kota, dari kampung ke kampung, dan dari pintu ke pintu, suatu hal yang belum pernah 24 dilakukan sebelumnya. Di samping menangkap ikan dan berburu kita juga akan membuat “suatu jalan raya bagi yang lagi tinggal daripada umat-Nya yang kelak tertinggal, (sesudah buah-buah pertama dikumpulkan) dari Assyiria; seperti akan halnya Israel pada hari ia keluar dari negeri Mesir.” Yesaya 11 : 16. Sesudah perburuan ini berlalu dan jalan raya itu dibangun, maka kemudian adalah, bahwa buah-buah kedua akan mengalir ke gunung rumah Tuhan. Suatu bangsa sebagaimana dahulu, akan mengatakan kepada bangsa lain, “Datanglah, dan marilah kita naik ke gunung Tuhan, dan kepada rumah Allah Yakub; maka Ia akan mengajarkan kepa-da kita segala jalan-Nya, maka kita akan berjalan di dalam lorong-lorong-Nya; ka-rena hukum akan terbit dari Sion, dan Firman Tuhan dari dalam Yerusalem.”
Demikianlah pekerjaan kita memiliki juga sebagai contohnya Perjalanan keluar dari Mesir, menetap di tanah perjanjian. Se- 25 perti halnya mereka dibebaskan dari perhambaan mereka di Mesir, maka demikian pula kita akan dibebaskan dari beban pikulan dunia; dan seperti halnya mereka mempusakai tanah itu lalu mendirikan kerajaan, demikian pula kita kelak jika kita menjadikan semua kekeliruan mereka itu sebagai batu-batu loncatan untuk mencapai sukses.
(3) Akhirnya, kita akan mempercepat “kedatangan hari Allah itu, dimana segala langit akan terbakar lalu binasa, dan se-gala unsur akan mencair oleh panas yang
11 amat sangat.” Kita akan mendatangkan segala “langit yang baru dan sebuah bumi yang baru dimana berdiam kebenaran.” 2
Untuk tahap yang lain dari pekerjaan ini, kita juga memiliki air bah sebagai contohnya. Seperti akan halnya khotbah Nuh menghantarkan dunia kepada akhirnya pada masa hidupnya yang lalu, maka demikian pula khotbah kita akan menghantarkan dunia kepada akhirnya di masa 26 kita sekarang. Seperti halnya mereka yang setia di masa itu memperoleh perlindungan di dalam bahtera Nuh, demikian pula orang-orang yang setia pada waktu ini akan menemukan perlindungan di dalam Kerajaan (sidang yang sudah disucikan) yang diramalkan di sini.
Oleh karena itu, pekerjaan dari ketiga pergerakan ini -- pergerakan Zakharia, pergerakan Musa, dan pergerakan Nuh -- adalah merupakan contoh dari setiap tahap pekerjaan kita.
Terlihat jelas di sini, bahwa tugas pemberian Allah kita itu tidak terdiri dari hanya berkhotbah saja, melainkan juga pekerjaan tangan. Ada beribu-ribu orang di dunia ini yang demikian rindu untuk berkhotbah seperti halnya beruangberuang untuk mengisi perutnya setelah keluar dari tidurnya selama musim dingin, tetapi hanya sedikit yang mau menaruh bahu-bahu mereka ke roda lalu terus mendorong.
27Apa yang diperlukan oleh dunia pada waktu ini bukanlah pengkhotbahpengkhotbah, melainkan guru-guru yang dapat mengajar dengan tangan yang satu dan menggunakan cangkul atau sekop dengan tangan yang lainnya. Dunia juga tidak memerlukan orang-orang yang “memancing” bagi jabatan Musa dan bagi jabatan Harun, tetapi adalah sangat diperlukan orang-orang yang dapat menerima perintah dan dengan berhasil melaksanakannya, yaitu orang-orang yang berani menghadapi raksasa, singa, dan beruang, -- “orang-orang yang berani menjadi pahlawan-pahlawan bagi Allah”, “orangorang yang dimuliakan”, orang-orang dengan iman yang tidak gagal dan dengan kesabaran yang tak terbatas, yang percaya bahwa Tuhan sendirilah yang mengendalikan perahu, dan oleh karena itu tidak akan ada kegagalan. Dunia tentunya memerlukan orang-orang seperti Nuh, Musa, Daud, Ezra, Nehemia, dan sejumlah besar Ayub.
28Pekerjaan dan tugas kita sekarang dibuat sama jelasnya seperti yang dapat mereka perbuat pada waktu sekarang ini. Oleh karena itu kita tidak perlu keliru. Tidak perlu bodoh tentang apa yang harus dilakukan dan bagaimana itu akan dilakukan.
Banyak orang dengan jujur percaya, bahwa mereka sedang melakukan pekerjaan Allah, atau sedikitnya sedang membantu di dalamnya. Tetapi jika mereka mau memeriksa semua pencapaian pekerjaan mereka setiap hari, semua motif mereka, semua tujuan dan maksud-maksud mereka, maka banyak akan menemukan, bahwa mereka bukan bekerja bagi Allah, tetapi bahwa mereka sedang mematikan waktu atau sedang bekerja bagi kepentingannya sendiri. Sesungguhnya, sekarang ini seperti halnya pada zaman Musa dahulu, terdapat berbagai kesempatan apabila seseorang kebingungan untuk mengetahui apakah orang-orang suci atau orang-orang jahat yang sedang sibuk bekerja di dalam pekerjaan Allah yang besar. Berhentilah, dengar, 29 dan berpikir. Periksalah akan dirimu sendiri. Itu akan sepadan dengan waktumu dan tenagamu. Cobalah mencari tahu siapakah engkau, apa engkau, dan di mana engkau berada.
Ezra dan Nehemia memiliki waktu yang berat dan sukar dalam membangun kerusakan yang kuno itu. Saya percaya, bahwa Allah dapat menempatkan malaikat-malaikat untuk menyingkirkan semua musuh mereka yang mencampuri proyek mereka itu, namun Ia memilih untuk memiliki tukang-tukang yang setia yang memegang pedang pada tangan yang satu dan batu-batu bata pada tangan yang lainnya (Nehemia 4 : 17, 18). Pekerjaan mereka adalah sama beratnya, kalau bukan lebih berat daripada pekerjaan kita, namun mereka adalah setia pada tugasnya itu, dan kita tidak bisa menjadi sedikit pun kurang setia. Ya, mereka melakukan sama banyaknya kerja seperti halnya mereka mengajar. Mereka mengajar bukan saja agama, melainkan juga membangun. 30 Tidakkah anda melihat, bahwa seperti yang ditunjukkan oleh contoh itu, maka perkaraperkara dimana kita dipanggil untuk melaksanakan tidak dapat dilakukan oleh mengajar saja? Kita sekarang siap untuk membaca :
“Maka akan jadi pada hari itu juga, bahwa Aku akan membinasakan segala bangsa yang datang menyerang Yerusa-lem. Tetapi kepada isi rumah Daud dan kepada orang isi Yerusalem Aku akan mencurahkan Roh rahmat dan perminta-an doa; dan mereka itu akan memandang kepada-Ku yang telah ditikamnya, dan 13 mereka itu akan meratap akan Dia, seperti peratap akan anak laki-laki yang tunggal, dan mereka itu akan menangisi Dia ter-sedih-sedih seperti orang menangisi anak sulung.”
Apabila Allah mulai membinasakan bangsa-bangsa, Ia akan mencurahkan ke atas umat kesucian-Nya Roh rahmat, maka mereka kemudian akan betul-betul mera- 31 tap sebab berdosa melawan Tuhan. Adalah karena manusia kini tidak memiliki Roh itu sehingga perasaan pribadinya adalah mudah sekali tersinggung karena hanya sesuatu perkara kecil dibuat melawan mereka. Dan karena Roh rahmat itu membuat seseorang menangis bukan bagi dirinya sendiri, maka dapatlah dimengerti, bahwa mengasihani diri sendiri, dan merasa dilukai karena orang lain berbuat atau mengatakan melawan dia adalah pertanda yang pasti, bahwa gantinya diisi dengan Roh rahmat ia telah diisi dengan roh si Jahat, yang setiap hari berusaha mengecewakan dan menyakiti dengan cara mengasihani diri sendiri. Ingatlah, bahwa mengasihani diri sendiri adalah sekaligus kekalahan diri sendiri. Tidak seorang pun dari kita pernah disia-siakan seperti Tuhan, namun “diri sendiri” di dalam Dia itu tidak pernah terluka.
Jika kita hendak memohon maaf terhadap seseorang, hendaklah kita tidak menyesal bagi diri sendiri. Kita seringkali 14 mengira kita menyesal karena dosa kita dan karena membuat Tuhan disia-siakan dan disalibkan, tetapi kesedihan kita itu tidak sungguh-sungguh; itu hanya secara teoritis. Apabila Roh rahmat ini dicurahkan ke atas kita, maka kelak kita akan sepenuhnya menyadari, bahwa bukan dosa-dosa orang-orang Yahudi, melainkan dosa-dosa kita semua yang telah menyalibkan Kristus, maka kemudian kita akan memperhitungkannya sebagai suatu hak istimewa jika disia-siakan bagi kepentingan Kristus.
“Maka pada hari itu akan ada suatu ratap besar di Yerusalem, seperti ratap Hada-drimmon di lembah Megiddon. Maka segenap orang isi negeri akan meratap, setiap bagian keluarga; keluarga istana Daud sendiri, dan segala isterinya pun sendiri, dan keluarga isi rumah Nathan sendiri, dan segala isterinya pun sendiri, dan keluarga isi rumah Lewi sendiri, dan segala isterinya pun sendiri, dan keluarga 15 isi rumah Simei sendiri, dan segala istri-nya sendiri; maka dari segala keluarga yang lainnya, tiap-tiap keluarga sendiri-sendiri, dan segala isterinya pun sendiri.”
Suatu hari besar akan datang, Saudara dan Saudari. Jika hari itu tidak dekat sekali, kita tidak akan pada hari ini memiliki terang ini yang menerangi jalan-jalan kita. Oleh karena itu marilah kita bekerja bagi berdirinya Kerajaan Tuhan itu, supaya kehendak-Nya jadi di dalam kita, dan demikianlah untuk selamanya terlaksana “di atas bumi seperti halnya di dalam surga.” Sebagai pelopor-pelopor dari Kerajaan- Nya, marilah kita berbuat apa saja yang dapat kita lakukan untuk membuktikan kepantasan berdirinya kita dengan Dia di atas Gunung Sion, untuk menjadi “seperti Allah, seperti malaikat Tuhan di hadapan” orang-orang suci, untuk membawakan Injil yang kekal kepada semua bangsa, dan dengan demikian menghantarkan dosadosa dunia dan semua bencana kepada ajalnya.
34Renungan dan Doa Pembuka
Saya akan membaca dari buku The Mount of Blessing, dimulai dengan paragraf yang terakhir pada halaman 159.
The Mount of Blessing, pp. 159, 160 :
“...... ’Kerajaan dan kekuasaan, dan kebesaran kerajaan di bawah seluruh langit’, akan diberikan kepada ‘umat kesucian dari Yang Maha Tinggi.’ Mereka akan mewarisi kerajaan yang telah disediakan baginya ‘semenjak berdirinya dunia.’ Maka Kristus akan mengambil bagi diri-Nya sendiri kuasa-Nya yang besar itu dan akan memerintah... Hanya orang-orang yang mengabdikan dirinya bagi pekerjaan-Nya, akan mengatakan, ‘Di sinilah hamba; utuslah hamba’, men- celekkan mata-mata yang buta, memba- likkan orang-orang dari ‘kegelapan kepa- da terang, dan dari kuasa Setan kepada Allah, supaya mereka boleh memperoleh pengampunan dosa-dosa, dan mewarisi bersama-sama mereka yang disucikan’, -- mereka sendiri berdoa dengan sungguh- 35 sungguh, ‘Datanglah kerajaan-Mu.’ ”
Semua baris kalimat-kalimat ini menceritakan kepada kita bahwa orang-orang yang dengan sungguh-sungguh berdoa “Datanglah kerajaan-Mu”, orang-orang yang mengabdikan dirinya bagi pekerjaan Allah, orang-orang yang lidahnya telah disentuh dengan batu-batu bara dari medzbah (yang memandang akan dirinya sendiri sebagai orang-orang berdosa), dan yang kemudian mengatakan, “Di sinilah hamba; utuslah hamba”, adalah khusus orang-orang yang pantas untuk diutus ke dalam kebun anggur Allah di masa ini.
Dan sekarang bagaimanakah hendaknya doa kita? -- Supaya kita dapat dengan sadar mengatakan, “Datanglah kerajaan- Mu”, sambil menyadari, bahwa kita sedang betul-betul mengatakan, bahwa kita sedang melakukan apa saja yang dapat kita buat untuk mengatakan kata-kata itu, bahwa kita sedang bekerja dengan tak hentihentinya untuk itu; bahwa kita sedang menyesuaikan diri dengan kehendak Tu- 36 han seperti halnya malaikat-malaikat.
Betapa ironisnya bagi seseorang yang mengucapkan doa Tuhan itu sementara melakukan sesuatu yang lain daripada berusaha bagi kegenapannya! Itu adalah bagaikan seseorang yang mengatakan, “Berikanlah saya tanganmu”, sementara pada waktu yang sama ia mengibaskannya. Doa yang sedemikian justru merupakan suatu bentuk hujat. Kita hendaknya berdoa supaya kita menyesuaikan kemauan kita dengan kehendak Allah, setia di dalam pekerjaan-Nya, dan jujur kepada milik- Nya saja.
* * *
16
37APAKAH YANG MEMBAWA
SUKSES BAGI PEMBANGUNAN
DAN REFORMASI?
Oleh :
Victor T. Houteff
Pendeta dari Persekutuan Davidian
Masehi Advent Hari Ketujuh
Sabat, 12 Oktober 1946
Kapel Gunung Karmel, Waco, Texas
Di dalam buku Life Sketches, p. 425, kita membaca: “Saya sangat terkesan oleh pemandangan-pemandangan yang baru- baru ini lewat di depan saya pada malam hari. Tampaknya ada suatu pergerakan besar -- suatu pekerjaan pembangunan -- bergerak di banyak tempat. Orang-orang kita sedang bergerak masuk barisan, me- menuhi panggilan Allah. Saudara-sauda- raku, Tuhan sedang berbicara kepada kita .....”
38Ini adalah suatu ramalan dari hal suatu pergerakan besar, suatu pergerakan yang akan memajukan suatu tugas pembangunan yang berhasil di banyak tempat. Di sini terlihat pula, bahwa orang-orang akan mematuhi panggilan Allah, dan bahwa tugas pembangunan yang terlihat dalam khayal ini akan dibawa oleh suatu pergerakan yang diorganisir oleh Tuhan, bukan oleh Organisasi Gereja, dan bukan oleh seseorang di sini dan seseorang di sana. Pergerakan ini adalah ciptaan Allah, bukan dibentuk sesuai rencana manusia.
Bertahun-tahun lamanya kita telah saksikan banyak orang-orang dan perhimpunan-perhimpunan orang-orang di berbagai bagian dunia Adventist yang pada suatu masa telah mempertunjukkan apa yang disebutnya suatu “pembangunan dan reformasi”, tetapi tidak satupun yang pernah mampu menyelesaikan sesuatu. Mereka satu demi satu berhenti dengan cara pergi meninggalkannya dengan kebencian. Gantinya membangun dan reformasi bagi yang 39 lebih baik, mereka malahan sesudah setiap usaha yang sedemikian jatuh terhanyut meninggalkan Allah, dan makin hari makin dekat kepada tingkat standar ukuran duniawi.
17
Hendaklah jelas bagi setiap pencari Kebenaran yang celek matanya, bahwa pembangunan yang diramalkan dan digambarkan oleh Buku Life Sketches adalah pergerakan anggota yang ada sekarang, sebab diluar dari pergerakan ini yang kini sedang berlangsung, yang secara berangsur-angsur dan tetap sedang menyingkirkan sampah di seluruh dunia Advent, kita belum pernah melihat adanya sesuatu pergerakan yang lain yang sesuai dengan penulisan di dalam Buku Life Sketches itu daripada organisasi pergerakan ini yang kini sedang membawakan suatu pembangunan yang sedemikian itu.
Alkitab mengandung rencana keselamatan yang lengkap bagi semua umat manusia. Bagaimanakah dapat saya mengetahui ini? -- Saya mengetahuinya, sebab 40 cerita-Nya dimulai dengan kejadian dan berakhir dengan bumi yang sudah diperbaharui. Di antara halaman-halaman pertama dan terakhir dari Alkitab itu terletak perumusan yang lengkap bagi keselamatan dan penebusan manusia. Dan jika pembangunan dan reformasi yang sedemikian seperti yang digambarkan di sini akan berlaku di dunia di antara kedua peristiwa itu (kejadian dan bumi baru), maka materi dan contoh dari pekerjaan yang demikian itu harus ditemukan di sesuatu tempat di dalam halaman-halaman Alkitab itu.
Sebelum kita membaca dari hal apa Alkitab harus katakan mengenai masalah itu, saya kira kita hendaknya pertamatama mendefenisikan dahulu secara konkrit kata-kata “pembangunan” dan “reformasi.” Untuk “pembangunan” kamus memberikan defenisinya sebagai berikut : “Mengembalikan; menyegarkan kembali; memperbaharui; membangkitkan kembali; menegakkan kembali.” Dan untuk “reformasi” kamus memberikan defenisi ini : 41 “Membuat lebih baik secara moral, merobah bagi yang lebih baik.”
Buku Christ Our Righteousness mendefenisikan kata-kata ini sebagai berikut : “Suatu pembangunan dan suatu reformasi harus terlaksana di bawah pekerjaan Roh Suci. Pembangunan dan reformasi adalah dua perkara yang berbeda. Pembangunan menunjukkan kepada suatu pembaharuan kembali kehidupan rohani, suatu peng- hidupan kembali dari kuasa-kuasa piki-
18 ran dan hati, suatu kebangkitan dari mati rohani. Reformasi menunjukkan kepada suatu reorganisasi, suatu perubahan dalam pendapat-pendapat dan teori-teori, kebiasaan-kebiasaan dan perbuatan-per- buatan. Reformasi tidak akan menghasil- kan buah kebenaran yang baik kecuali jika ia dihubungkan dengan pembangunan dari Roh. Pembangunan dan reformasi akan melaksanakan tugas-tugasnya yang telah ditentukan, maka dalam melaksanakan tugas ini keduanya harus bergabung.” -- Christ Our Righteousness, p. 154, Edisi
42Apakah perbedaan di antara “pembangunan” dan “reformasi”? -- Pembangunan berarti menghidupkan kembali kualitaskualitas kerohanian; menghidupkan pikiran dan hati menuju kepada pendirian tahap kehidupan rohani; menegakkan kembali, membetulkan. Dan reformasi berarti merubah diri seseorang untuk yang lebih baik, mereorganisir kuasa-kuasa moral di bawah pengendalian Ilahi.
Di dalam Alkitab terdapat hanya satu contoh (lambang) dari suatu pembangunan dan reformasi yang sedemikian seperti yang dilambangkan di sini. Kita menemukannya tercatat di dalam buku-buku nubuatan Hagai dan Zakharia.
Saudara ingat bahwa orang-orang Yahudi kuno itu oleh Kores raja Persia telah dilepaskan dari perhambaan mereka segera setelah Babilon jatuh. Ia telah mengeluarkan sebuah keputusan, bahwa mereka harus kembali ke negeri asal mereka untuk 43 membangun kembali segala kehancuran dan segala yang telah ditinggalkan. Raja itu secara khusus telah memutuskan bahwa pembangunan kembali kaabah itu serta pendirian kembali ibadah kepada Allah dari Surga itu harus dilaksanakan dengan setia dan secepatnya. Suatu pembangunan dari bagian kerohanian bangsa itu (kaabah berikut sistim ibadahnya) adalah kepentingan mereka yang terutama. Tetapi menurut kata-kata Ezra 4 : 24, keputusan Kores berikut pula sesuatu yang lain yang dikeluarkan beberapa tahun kemudian kedua-duanya adalah membingungkan, maka dalam tahun kedua pemerintahan Darius, Raja Persia, pekerjaan itu selengkapnya berhenti, dan tampaknya tidak ada lagi harapan untuk dapat melanjutkannya
19 kembali.
Kemudian adalah bahwa nabi-nabi Hagai dan Zakharia telah dipanggil kepada jabatan-jabatan mereka sebagai nabi lalu ditugaskan untuk menghidupkan kembali serta mereorganisir para tukang bagi pro- 44 yek kaabah yang telah ditinggalkan itu. Lihat Hagai 1 : 1 dan Zakharia 1 : 1. Hasil yang menggembirakan dan menakjubkan ialah, bahwa dalam waktu empat tahun yang singkat gedung kerohanian yang megah itu telah selesai dengan cepatnya, sebaliknya semua usaha yang terdahulu yang penuh kesungguhan oleh para raja dan orang banyak itu, yang telah meliputi suatu jangka waktu lebih dari tiga puluh tahun, selengkapnya telah gagal (Lihat
Sekarang marilah kita pertimbangkan secara realistis mengapa usaha-usaha para tukang itu dan keputusan-keputusan raja pada mulanya gagal, dan mengapa pada akhirnya mereka berhasil. Sebelum Hagai dan Zakharia dipanggil kepada jabatan mereka sebagai nabi, banyak dari orangorang Yahudi kembali dari Babilon menuju ke Yerusalem, walaupun sebagian besar tetap tinggal di Babilon; yaitu, para tukang secara sukarela pergi membangun hanya karena perhambaan telah berakhir, dan 45 karena raja telah memutuskan, bahwa kaabah Allah harus dibangun. Tetapi kedua usaha para tukang dan raja adalah selengkapnya gagal -- semuanya menjadi sia-sia. Kemudian adalah, bahwa oleh perantaraan nabi-nabi-Nya, Hagai dan Zakharia, maka Allah mengendalikan pekerjaan itu, lalu kemudian adalah, bahwa semuanya itu telah selesai dengan segeranya. Dengan kata lain, bukanlah sebelum Tuhan mengambil pimpinan dalam tangan-Nya sendiri melalui Roh Nubuat pekerjaan itu maju. Kenyataannya, sejarah yang suci membuktikan, bahwa tidak ada yang pernah berhasil maju di dalam pekerjaan Allah tanpa Roh Nubuat yang hidup terdapat di tengah-tengahnya.
Sebagai contoh, Musa memahami semenjak dari masa kanak-kanaknya, bahwa yang telah ditakdirkan kepadanya ialah untuk melepaskan bani Israel dari tempattempat pembuatan batu bata kepunyaan Phiraun. Dan pada masa ia telah dewasa dan setelah selengkapnya terlatih di dalam 46 istana-istana Phiraun, dan setelah melihat akan dirinya sendiri kuat dan mampu, maka segeralah ia berusaha untuk melepaskan tawanan-tawanan orang-orang Ibrani yang banyak itu. Ia membunuh seorang Mesir, terlibat suatu pertengkaran dengan seorang Ibrani, kemudian lari meninggalkan segala-galanya, dan tanpa harapan untuk sekali kelak dapat kembali, ia lari meninggalkan negeri itu dalam kekalahan yang lengkap. Empat puluh tahun kemudian, sesudah Allah memberi kepadanya Roh Nubuat, ia kembali lalu dengan kemenangan memimpin para tawanan Ibrani itu keluar dari Mesir!
Kejadian-kejadian yang khusus ini membuat sangat jelas bahwa bagaimana pun kerasnya mungkin usaha orang untuk memulaikan pembangunan dan reformasi di antara umat Allah, usaha-usaha mereka pasti menemui kegagalan bahkan sebelum mereka memulaikannya jika tidak Allah sendiri oleh perantaraan para nabi-Nya memegang pimpinan pekerjaan itu.
47Sekarang, seperti apa yang terjadi dalam proses reformasi sesudah rumah Allah kuno itu dibangun, marilah kita baca :
“Maka segala bani tawanan itu melak-sanakan Paskah pada hari yang keempat belas dari bulan yang pertama. Karena segala imam dan orang Lewi pun sudah menyucikan dirinya bersama-sama, suci-lah semuanya, maka disembelihkannya-lah Paskah akan segala bani tawanan itu dan akan saudara-saudara mereka, yaitu segala imam, dan akan dirinya sendiri pun. Maka bani Israel, yaitu segala orang yang sudah balik dari tawanan itu mema-kannya, demikian pun segala orang yang sudah menjauhkan dirinya dari kecema-ran orang Kapir yang di tanah itu hendak mencari Tuhan Allah Israel.”
Marilah sekarang kita gabungkan catatan Ezra dengan apa yang dicatat oleh Nehemia. 48 “Maka segala orang mereka itu yang lain, segala imam dan orang-orang Lewi dan penunggu pintu dan biduan dan Netinim dan barangsiapa yang sudah menjauh-kan dirinya dari bangsa segala negeri itu hendak menurut Torat Allah, istri-istri mereka itu dan segala anaknya laki-laki dan perempuan, barangsiapa yang 21 berpengetahuan dan berakal, ia itu ber-paut dengan saudara-saudaranya, segala orang besarnya, serta masuklah janji dengan sumpah setia, bahwa mereka itu akan berjalan menurut Torat Allah yang sudah diberikan oleh perintah Musa, hamba Allah itu, dan mereka itu akan memeliharakan, dan melakukan segala firman Tuhan, yaitu Tuhan kita, dan segala hukum-Nya dan segala syariat-Nya; dan kami pun tidak akan memberi-kan anak-anak perempuan kami kepada bangsa-bangsa negeri itu, dan kami tidak akan mengambil anak-anak perempuan mereka itu akan anak-anak laki-laki ka-mi. Dan lagi apabila bangsa-bangsa ne-geri itu datang pada hari Sabat dengan 49 membawa barang dagangan dan berba-gai makanan hendak menjualnya, maka tiada kami akan membeli dia dari mereka itu pada hari Sabat atau pada barang su-atu hari yang suci; dan kami pun akan memegang tahun yang ketujuh itu seperti tahun kelepasan, dalamnya tiada kami akan menagih barang sesuatu hutang. Dan lagi kami tanggungkan pada diri kami seperti hukum juga, bahwa pada tiap-tiap tahun kami akan membayar sepertiga dari setiap syikal bagi pekerjaan Bait Allah kami.”
Di sini anda saksikan sebuah catatan dari pembangunan dan reformasi yang lengkap yang sedemikian ini belum pernah ada sebelumnya. Perkara-perkara yang dibangunkan adalah sebagai berikut : (1) Rumah Allah dibangun kembali dan semua pelayanan yang suci dihidupkan kembali; (2) semua yang dahulu hancur dibangunkan kembali, dan kota itu didiami kembali. Berbagai reformasi yang terlaksana ialah : (1) Semua imam dan orang- 50 orang Lewi disucikan; (2) semua anak bani yang tertawan itu memisahkan diri mereka dari segala kecemaran bangsa Kapir; (3) semua mengikat janji dengan sanksi kutuk untuk berjalan di dalam “Torat Allah”, untuk mematuhi hukum-hukum-Nya dan semua syariat-Nya, tidak akan memberikan anak-anak perempuannya kepada bangsa negeri itu, ataupun mengambil anak-anak perempuan mereka bagi isteriisteri anak-anak laki-laki mereka; (4) mereka membuat penyucian hari Sabat itu sebagai suatu peraturan yang ketat; dan (5) mereka dengan senang hati berjanji akan membantu pekerjaan Allah dengan penghasilan-penghasilan mereka. Pembangunan dan reformasi yang lengkap dan murni sedemikan ini belum pernah dilakukan semenjak manusia jatuh ke dalam dosa.
Bahwa pembangunan dan reformasi dari masa itu adalah merupakan contoh dari pembangunan dan reformasi yang akan terjadi di masa kita, secara prinsip 51 dapat dicatat dari kenyataan itu, bahwa kedua nubuatan Hagai dan Zakharia mencampuri dua peristiwa, satu yang akan jadi di masa mereka dan yang satunya yang akan jadi di masa kita. Tuhan berfirman :
“Katakanlah olehmu ini kepada Zeru-babel, penghulu Yehuda, bahwa Aku akan menggoncangkan segala langit dan bumi. Dan Aku akan menggulingkan se-gala kursi kerajaan, dan Aku akan mem-binasakan kuasa kerajaan segala bangsa, dan Aku akan menggulingkan segala kendaraan serta dengan orang yang mengendarainya, dan segala kuda dan segala orang yang mengendarainya itu akan jatuh masing-masing oleh pedang kawannya. Maka pada hari itu juga, de-mikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam, Aku akan mengangkat akan dikau, hai Zerubabel, hai anak Seltiel, hamba-Ku! Demikianlah firman Tuhan, dan Ku jadikan dikau akan cincin meterai, karena engkau yang sudah Ku pilih, demikianlah 52 firman Tuhan serwa sekalian alam!”
Di sini kita diberitahukan, bahwa pada masa Allah membinasakan kekuatan kerajaan-kerajaan Kapir dunia ini, peristiwa mana masih jauh di depan, maka Ia akan menjadikan Zerubabel kuno itu “sebuah cincin meterai” untuk suatu Zerubabel di masa kekuatan kerajaan-kerajaan itu dibinasakan. Kembali kita baca :
“Karena Aku, firman Tuhan, akan jadi baginya sebuah tembok api berkeliling, dan akan dimuliakan di tengah-tengah-nya. Maka pada hari itu banyak bangsa akan menggabungkan diri kepada Tuhan, dan akan menjadi umat-Ku : maka Aku akan tinggal di tengah-tengah kamu, dan kamu akan mengetahui, bahwa Tuhan serwa sekalian alam itu telah mengutus-ku kepadamu. Berdiamlah kamu, hai segala manusia di hadapan hadirat Tu-han, karena sudah bangkit Ia keluar dari dalam kediaman kesucian-Nya.”
53Tembok yang dibangun oleh orangorang Yahudi sekeliling Yerusalem di masa nabi Zakharia adalah terbuat dari batu, tetapi tembok yang diramalkan di sini akan terdiri dari “api”, yang jauh lebih hebat, memberikan keamanan yang sempurna bagi penduduk yang berdiam di dalamnya. Lagi pula, tak ada bangsa lain selain orang-orang Yahudi, yang diijinkan untuk menggabungkan diri dengan tukang-tukang pembangun Yerusalem di masa nabi itu, tetapi pada masa kita ba-
23 nyak bangsa akan menggabungkan diri. Selanjutnya, pada kegenapan nubuatannubuatan ini Tuhan meminta agar semua manusia dengan menaruh hormat dan berdiam mencatat, bahwa Ia telah bangkit keluar dari dalam kediaman kesucian-Nya -- bahwa Ia kini sedang mengunjungi bumi.
Zakharia 2 : 8 :
“Karena demikianlah firman Tuhan ser-wa sekalian alam; setelah kemuliaan itu (sesudah sidang yang kekal itu) setelah sudah Ia mengutus aku kepada segala 54 bangsa yang telah menjarahimu : karena barangsiapa yang mengusik kamu, ia itu mengusik akan biji mata-Nya.”
Di masa Zakharia Tuhan tidak mengutus seseorang pun kepada segala bangsa setelah terjadi sesuatu perkara, tetapi di masa kita Ia akan mengutus Zakharia contoh saingan (penterjemah nubuatannubuatan Zakharia) kepada segala bangsa yang sedang memerintah dan sedang mengeksploitasikan umat-Nya, maka bangsabangsa itu akan menjadi barang rampasan dan mereka akan mengetahui, bahwa Tuhan telah mengutusnya.
Zakharia 2 : 12 :
“Pada masa itu Tuhan akan memiliki Yehuda akan pusakanya, akan bagian-Nya di Tanah Suci, dan akan memilih Yerusalem kembali.”
Apabila bangsa-bangsa menggabungkan diri dengan Tuhan di Tanah Suci, maka terjadilah, bahwa Ia akan mempusakai Yehuda dan akan kembali memilih Yerusalem. 55 Dan yang sangat berarti dari semuanya, Ia menyatakan, bahwa Ia telah bangkit keluar dari tempat kediaman-Nya yang suci untuk menyelesaikan semua perkara ini.
“Demikianlah firman Tuhan serwa seka-lian alam, bahwasanya Aku akan mele-paskan umat-Ku dari negeri di sebelah matahari terbit dan dari negeri di sebelah matahari masuk pun..... Demikianlah fir-man Tuhan serwa sekalian alam : masih akan jadi lagi, bahwa akan datang bangsa dan penduduk dari banyak negeri : maka penduduk isi negeri yang satu akan mendapatkan penduduk isi negeri yang lain sambil katanya : Marilah kita segera pergi menyembah sujud di hadapan ha-dirat Tuhan dan akan mencari Tuhan serwa sekalian alam : Aku pun hendak ke sana.”
24
Perhatian nabi itu ditujukan kepada suatu masa apabila Tuhan akan mengumpulkan umat-Nya baik dari sebelah timur maupun dari sebelah barat; kepada suatu 56 masa apabila penduduk dari negeri yang satu akan mengundang penduduk negeri yang lain untuk pergi ke Tanah Suci itu. Nubuatan yang sama dengan ini terlihat juga baik dalam Yesaya pasal 2 maupun dalam Mikha pasal 4.
“Demikianlah, banyak orang dan bangsa-bangsa yang kuat akan datang mencari Tuhan serwa sekalian alam di Yerusa-lem, dan menyembah sujud di hadapan Tuhan. Demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam : Maka pada hari itu juga akan jadi, bahwa sepuluh orang daripada bahasa segala bangsa akan memegang walau hanya punca kain seorang orang Yahudi, sambil katanya : Kami akan pergi sertamu, karena telah kami dengar, bahwa Allah adalah menyertai kamu.”
Jelaslah, bahwa sepuluh orang itu adalah suatu lambang yang menunjukkan keseluruhan (universal) seperti halnya sepuluh anak dara dari Matius pasal 25. Jika demikian itu halnya, maka sidang sebagai 57 sebuah badan akan berbicara dalam segala bahasa bangsa-bangsa. Berpegangnya mereka itu kepada seseorang yang adalah seorang Yahudi, sambil mengatakan, “Kami hendak pergi mengikutimu, karena kami sudah dengar, bahwa Allah adalah menyertaimu”, secara pasti menunjukkan, bahwa seseorang, yaitu seseorang keturunan dari Yahudi Kristen akan memberitakan pekabaran pengumpulan Allah di masa akhir zaman, dan bahwa ia akan dikenal seperti yang sedemikian ini.
Marilah kita sekarang menoleh kepada :
Zakharia 9 : 9 :
“Bersukacitalah engkau, hai puteri Sion! Bersorak soraklah, hai puteri Yerusalem! Bahwasanya Rajamu datang kepadamu dengan adil, dan ialah penolong selamat; hati-Nya lembut, dan Ia mengendarai se-ekor keledai, seekor anak keledai betina.”
Di dalam nubuatan-nubuatan ini dikemukakan kedatangan Kristus yang pertama. 58 Zakharia 9 : 10 :
“Maka Aku akan membinasakan segala kereta perang dari Efraim dan segala kuda dari Yerusalem, dan segala busur perang akan dipatahkan : dan Ia akan berbicara damai kepada bangsa kapir, dan kerajaan-Nya akan dari laut sampai kepada laut dan dari sungai sampai kepada segala ujung bumi.”
Artinya, Allah akan membawa kerajaan-kerajaan kuno itu, yaitu Efraim dan Yerusalem (Israel dan Yehuda) kepada ajalnya, dan kemudian menoleh kepada segala bangsa Kapir lalu membicarakan keselamatan kepada mereka. Dengan demikian inilah kelak kerajaan-Nya akan meliputi seluruh bumi.
“Dan pada hari itu Aku akan menjadi-kan Yerusalem sebuah batu tanggungan bagi segala bangsa: barangsiapa yang mengangkat akan dia itu akan dihancur-kan, walaupun seluruh penduduk bumi 59 sekali pun berkumpul bersama-sama me-lawannya. Pada hari itu Tuhan pun akan menjadi perlindungan sekeliling orang isi Yerusalem, dan yang terlemah di an-tara mereka itu pada hari itu akan jadi seperti Daud, dan rumah Daud pun akan seperti Allah, seperti malaikat Tuhan di depan mereka itu. Maka akan jadi pada hari itu, bahwa Aku akan membinasakan segala bangsa yang datang menyerang Yerusalem.”
Artinya, sesudah mencerai-beraikan kerajaan-kerajaan kuno itu, Israel dan Yehuda, maka Ia akan kembali mendirikan dan mempersatukan mereka seperti yang diramalkan di dalam Yehezkiel pasal 36 dan di dalam bagian-bagian lain dari Kitab suci. Pada masa itu Yerusalem, kota dari orang-orang suci, akan menjadi sebuah batu tanggungan bagi semua penduduk bumi. Artinya, mereka akan membenci kota itu berikut semua penduduknya dan mereka akan berusaha mengalahkannya, tetapi sebaliknya mereka sendiri akan dihancurkan; karena Tuhan akan membela 60 umat-Nya. Kemudian ialah, bahwa walaupun yang terlemah sekali pun di antara segala penduduk Yerusalem kelak akan rela, dan berani, dan mampu seperti akan halnya Daud kuno dahulu. Maka rumah Daud -- yaitu kerajaan yang akan diperdirikan itu, yang adalah hanya sebuah sidang yang sudah disucikan, tanpa seorang berdosa pun di antaranya (Yesaya 52 : 1), akan menjadi bagaikan malaikat Tuhan di hadapan segala bangsa.
26
Oleh karena nubuatan Zakharia menemui hanya sebagian kegenapan di masa orang-orang Yahudi kembali dari Babilon menuju ke Yerusalem, dan oleh karena tulisan-tulisannya berbicara secara bergantian dari hal sesuatu pergerakan yang sedemikian yang lain, yang mana akan kelak lebih besar daripada yang terdahulu, maka oleh karenanya tidak dapat diragukan lagi bahwa yang terkemudian itu adalah merupakan contoh saingan daripada yang terdahulu. Oleh karena itu pembangunan dan reformasi di masa 61 Zakharia itu akan diulangi di masa sejarah kita. Kegagalan dari para pendiri untuk meneruskan pekerjaan itu dan membawakan pembangunan dan reformasi sebelum Hagai dan Zakharia dipanggil kepada jabatan nabi mereka, dan keberhasilan mereka sesudah Allah oleh perantaraan para nabi mengambil alih pekerjaan, mendemonstrasikan secara sempurna, bahwa tanpa Roh Nubuat yang hidup itu terdapat di tengah-tengah mereka, tidak akan ada usaha pembangunan dan reformasi dapat berhasil, dan itulah sebabnya mengapa mereka semua sampai terus menerus gagal. Contoh itu juga mendemonstrasikan secara sempurna, bahwa oleh karena Allah kini telah bangkit dari tempat kediaman- Nya yang suci, dan telah memegang sendiri pemerintahan di tangan-Nya, maka pembangunan dan reformasi akan pasti menang. Oleh karena itu, tak ada gunanya untuk mengadakan berbagai pembangunan dan reformasi sementara orang tidak mengetahui akan apa dan bagaimana sesungguhnya membangun atau merefor- 62 masi. Adalah dianjurkan supaya tetap berpegang kepada standar, tetapi tentunya itu bukan menurut kehendak Allah jika seseorang “melakukan” sesuatu lalu menyebutnya pembangunan dan reformasi.
Kesimpulannya, marilah kita mengumpulkan kedua pokok yang terpenting itu yang mana penyelidikan kita pada sore itu telah berhasil menjelaskan secara pasti bagi kita : (1) Bahwa suatu pekerjaan dan pergerakan yang sama dengan apa yang terjadi di masa Zakharia itu akan dapat membawa pembangunan dan reformasi secara berhasil di antara umat Allah di waktu ini, sehingga barangsiapa yang mengharapkan berkat-berkat yang dijanjikan harus dengan sepenuh hati ikut serta di dalamnya. (2) Bahwa tanpa Roh Nubuat yang hidup terdapat di tengahtengah kita, maka tidak akan ada hasil di dalam setiap pembangunan dan reformasi, dan bahwa makin cepat kita mengenalnya makin cepat pula kita akan sampai kepada tujuan kita.
63Surat dialamatkan kepada:
Universal Publishing Association
(Kantor Pusat)
Waco, Texas 76714
U S A
Universal Publishing Association
(Divisi Indonesia)
P. O. Box 6965/JAT-PK
Jakarta 13710
e-mail:
gadsdaid@yahoo.com
dikerjakan oleh:
Penerbitan 2018
64UNIVERSAL PUBLISHING ASSOCIATION
P.O. BOX 7613
WACO, TX 76714
+1 800-729-7494
www.davidiantoday.org