Perpustakaan PDF
Amaran Sekarang - Jilid 1 - No. 21, 22

Sidang Memasuki Periode Masa PenuaianYahudi-Yahudi yang Dibenci Sekarang Bukanlah Yahudi-Yahudi yang Dikagumi Besok

1AS21 / 1AS22

V. T. HOUTEFF

Agar setiap orang yang berhaus akan kebenaran

dapat memperolehnya, maka buku-buku kecil ini disebarkan dengan cuma-cuma. Hanya satu permohonan yang dimintanya, yaitu setiap jiwa wajib memeriksa segala perkara dan berpegang teguh pada mana yang baik. Hanya benang-benang

untaian keemasan Eden dan tali-tali pengikat Golgota yang berwarna darah -- ikatan-ikatan yang mengikat itu yang merupakan pita pengikat buku

gratis yang kecil ini.

Kami sangat menghargai nama dan alamat anggota

MAHK yang dikirimkan.

1

AMARAN
SEKARANG

Satu-Satunya Kedamaian Pikiran

Sidang Memasuki Periode

Masa Penuaian

Yahudi-Yahudi Yang Dibenci Sekarang Bukanlah Yahudi-Yahudi Yang Dikagumi

Besok

VICTOR T. HOUTEFF
Universal Publishing Association

P. O. Box 6965/JAT-PK, Jakarta 13710

e-mail : gadsdaid@yahoo.com

2

Kata-kata Pembukaan dan Doa

Saya akan membaca dari buku The Mount of Blessing, halaman 175, paragraf yang terakhir.

Mount of Blessing, p. 175 :

“Dalam khayal nabi Yehezkiel terlihat adanya suatu tangan di bawah sayap- sayap dari malaikat cerubium. Ini akan mengajarkan kepada segala hamba-Nya, bahwa itulah kuasa Ilahi yang memberi- kan kepada mereka keberhasilan. Orang- orang yang Allah pekerjakan sebagai hamba-hamba-Nya janganlah merasa, bahwa pekerjaan-Nya adalah bergantung pada mereka. Mahluk-mahluk yang serba terbatas tidak dibiarkan melaksanakan beban tanggung jawab ini. Dia yang tidak tidur itu, yang senantiasa bekerja untuk penyelesaian segala rencana-Nya, akan meneruskan pekerjaan-Nya sendiri. Ia akan menghalangi segala rencana orang- orang jahat, dan Ia akan membawa kepa- 3 da kekacauan segala maksud orang-orang yang merencanakan jahat melawan umat- Nya. Dia yang Raja, Tuhan serwa sekalian alam itu, bertahta di antara malaikat- malaikat cerubium, dan di tengah-tengah peperangan dan kekacauan segala bang- sa Ia mengawal semua anak-anak-Nya dengan tenang. Dia yang memerintah di dalam segala langit adalah Juruselamat. Ia mengukur setiap cobaan, Ia memperhati- kan dapur api yang harus menguji setiap jiwa. Apabila segala benteng raja-raja kelak ditaklukkan, apabila segala busur panah amarah akan kelak menghantam menembusi hati segala musuh-Nya, maka umat-Nya akan tetap terlindung di dalam tangan-tangan-Nya.”

Untuk apakah kita hendak berdoa sekarang? -- Saya pikir kita hendaknya berdoa untuk mengetahui, bahwa Allah, bukan manusia, sedang berada pada pimpinan pekerjaan; untuk mengetahui, bahwa tidak ada orang yang oleh dirinya sendiri dapat memajukan atau menghalangi pekerjaan 4 Allah; bahwa hanya Allah sendiri yang dapat melaksanakan semuanya; bahwa kita tidak perlu merasa pekerjaan Allah itu bergantung pada kita; bahwa jika kita senantiasa ingat akan hal ini, maka kita akan berjalan makin dekat dengan Dia. Inilah yang saya percaya, yang perlu kita doakan untuk hari ini.

Copyright, 1953

Hak Cipta Dijamin

V. T. HOUTEFF

2

5

SIDANG MEMASUKI
PERIODE MASA PENUAIAN

Oleh :
Victor T.Houteff
Pendeta dari Persekutuan Davidian
Masehi Advent Hari Ketujuh
Sabat, 28 Desember 1946
Kapel Gunung Karmel, Waco, Texas

Betapapun besarnya dan betapapun efektifnya suatu pembangunan dan reformasi yang mungkin Allah sendiri laksanakan di dalam sidang-Nya, namun Alkitab menjelaskan, bahwa baik orang-orang berdosa maupun orang-orang suci, keduaduanya akan tetap berada di dalam sidang sampai kepada masa penuaian. Orang tak perlu membual, bahwa anggota-anggota 6 sidangnya semuanya adalah orang-orang suci, bahwa mereka semuanya adalah seiasekata. Jika mereka betul-betul adalah seiasekata, maka mereka itu semuanya adalah lalang, sehingga tak seorang suci pun terdapat di antara mereka itu, sehingga sidang itu jelas bukanlah sidang yang dimaksudkan oleh Kristus dalam Firman- Nya. Jika setiap perkara di dalam Alkitab adalah jelas, maka kiranya perkara ini cukup jelas. Sekarang marilah kita melihat kepada buku Matius pasal yang ketiga belas.

“Suatu perumpamaan yang lain lagi dikemukakan-Nya kepada mereka itu, kata-Nya : ‘Bahwa Kerajaan surga itu diumpamakan dengan seseorang yang menabur benih yang baik di ladangnya; maka sementara orang tidur, datanglah musuhnya menabur pula benih lalang di antara gandum itu, lalu pergilah ia.”

Alasan yang diberikan mengapa lalang-lalang itu terdapat di antara gandum- 7 gandum ialah karena “orang-orang tidur.” Jadi jelaslah, jika orang-orang terus berjaga, maka Musuh itu tidak akan menaburkan lalang-lalang itu. Sekarang untuk menentukan apa yang dimaksudkan bagi manusia untuk berjaga, kita akan bacakan pada Matius pasal yang ketiga.

“Tatkala itu keluarlah orang-orang isi negeri Yerusalem, dan seisi tanah Yudea dan segenap daerah sekitar sungai Yor-3 dan mendapatkan Yohanes, lalu dibap-tiskannya mereka itu di dalam sungai Yordan, sambil masing-masing mengaku dosanya.”

Kata-kata firman ini menjelaskan, bahwa Yohanes membaptiskan banyak orang, dan bahwa orang-orang yang dibaptisnya itu adalah hanya mereka yang mengakui dosa-dosanya.

“Tetapi apabila dilihatnya banyak dari orang-orang Farisi dan Saduki pun datang 8 minta dibaptiskan, berkatalah ia kepada mereka itu : “Hai, bangsa ular, siapakah yang mengamarkan kamu supaya mela-rikan diri dari murka yang akan datang itu? Oleh sebab itu keluarkanlah olehmu buah-buah yang sepadan dengan perto-batan.”

Sungguhpun semua mereka ini adalah kelompok-kelompok yang terkenal di masa Yohanes, namun bukan saja ia menolak untuk membaptiskan mereka, melainkan juga dengan jelas dan sopan ia memberikan kepada mereka itu penjelasan, bahwa baptisan bukanlah sesuatu dengan mana dosa dapat ditutup, melainkan adalah sesuatu dengan mana semua dosa dapat dihapuskan. Ia menjelaskan, bahwa ia bukan bertugas untuk membuat orang-orang menjadi munafik. Yohanes tidak membiarkan mereka ragu-ragu di dalam pikirannya, bahwa Allah tidak memerlukan mereka, melainkan bahwa merekalah yang membutuhkan Dia. Kemudian orang-orang Farisi dan Saduki itu pergi dengan penuh kesadaran, 9 bahwa pengkhotbah besar yang penuh kewaspadaan pada hari itu tidak senang dengan kepopuleran mereka itu, juga asal dari keturunan mereka. Melihat kepada keteguhan Yohanes, dan dari kenyataan bahwa Tuhan telah mengatakan tidak ada seorang nabi yang lebih besar dari dia yang pernah muncul, maka kita ketahui bahwa Yohanes adalah amat waspada, dan demikianlah seharusnya semua pengkhotbah.

Juga kita sebagai anggota-anggota sidang harus waspada seperti Yohanes, dan teguh seperti Ayub, yang mampu mengatakan “Walaupun Ia membunuh Aku, namun aku akan tetap berharap kepada-

“Oleh sebab itu pergilah kamu ke jalan-jalan raya, dan beberapa banyak orang yang kamu jumpa, ajaklah ke perjamuan kawin itu. Maka segala hamba itu pergi-

4 lah ke jalan-jalan raya, dihimpunkannya sebanyak-banyaknya orang yang dijum-painya, yaitu yang jahat maupun yang 10 baik. Maka penuhlah tempat perjamuan kawin itu dengan tamu-tamu.

“Maka apabila Raja masuk untuk me-lihat para tamu-Nya, lalu dilihat-Nya di situ seorang yang tiada memakai pakaian perjamuan kawin. Maka bertitahlah Ia kepada-Nya : “Hai, Kawan, bagaimana-kah engkau masuk kemari dengan tiada memakaikan pakaian perjamuan kawin?” Maka berdiamlah orang itu.”

Sungguhpun hamba-hamba Allah waspada dan melaksanakan pekerjaan mereka dengan benar, namun beberapa dari anggota mungkin gagal memakai pakaian kawin. Anda mengetahui, sebuah pakaian ialah sesuatu yang dipakai pada bagian luar tubuh. Oleh karena itu, pakaian itu adalah menunjukkan suatu pembawaan yang sama dengan Kristus pada setiap hari, yaitu -- kebenaran Kristus dalam kehidupan seseorang setiap hari.

Kenyataan bahwa orang yang di dalam perumpamaan itu berdiam diri saja sewak- 11 tu ditanya, “Hai, Kawan, bagaimanakah engkau masuk kemari dengan tiada memakaikan pakaian perjamuan kawin?” Menunjukkan, bahwa ia bersalah karena lalai, bukan karena bodoh! Ia tak dapat dimaafkan, dan ini disadarinya.

Marilah kita kembali kepada --

“Pada ketika itu Kerajaan surga kelak se-umpama sepuluh anak dara yang memba-wa pelitanya, lalu keluar hendak meng-elu-elukan pengantin laki-laki. Maka dari antara mereka itu ada lima orang yang bodoh dan lima orang yang bijak-sana. Mereka yang bodoh itu membawa pelita, tetapi tidak membawa minyak ser-tanya. Tetapi mereka yang bijaksana itu membawa minyak di dalam botol-botol-nya bersama-sama dengan pelitanya. Se- mentara pengantin itu terlambat datang mengantuklah mereka sekaliannya lalu tertidur.”

Sekali lagi terlihat jelas, bahwa keang- 12 gotaan sidang terbagi dalam dua kelas, masing-masing kelas mereka yang bodoh dan kelas mereka yang bijaksana. Kelas mereka yang bijaksana itu tidak mau mengambil resiko; mereka tak henti-hentinya mencari minyak (Kebenaran) dan mereka mengisi 5 semua botolnya dengan minyak itu pada kesempatan pertama. Walaupun demikian kelas mereka yang bodoh itu merasa tidak memerlukan lagi minyak selain dari apa yang sudah ada di dalam lampu-lampu mereka; mereka sudah merasa cukup dengan apa yang sudah dimilikinya.

Minyak, suatu bahan yang menerangi ke depan perjalanan seseorang, jelas melambangkan Kebenaran nubuatan, yaitu Kebenaran yang menerangi hati dengan cara membukakan tabir masa depan. Tegasnya, lampu yang dipenuhi dengan minyak itu menunjukkan persediaan Kebenaran pribadi yang dalam keadaan aktif, yaitu Kebenaran yang memenuhi kebutuhan seseorang hanya untuk masa yang bersangkutan. Oleh karena itu, minyak tam- 13 bahan yang di dalam botol-botol itu adalah melambangkan Kebenaran tambahan, yaitu Kebenaran yang berlaku dimana Kebenaran lama tidak lagi berlaku. Dengan kata lain, minyak yang di dalam lampu-lampu itu dan minyak yang di dalam botol-botol adalah melambangkan dua kebenaran yang dinyatakan pada dua periode yang berbeda, periode yang satu menyusul lainnya. Misalnya, sementara Pehukuman bagi Orang-orang Mati masih merupakan Kebenaran yang masih aktif, maka Pehukuman bagi Orang-orang Hidup adalah Kebenaran yang akan aktif segera setelah Pehukuman bagi Orang-orang Mati berakhir.

Jelaslah, bahwa minyak yang telah habis terpakai, seperti halnya minyak yang di dalam lampu-lampu anak-anak dara itu, melambangkan Kebenaran yang sudah lalu, yaitu Kebenaran yang telah menyelesaikan tujuan-Nya. Tetapi minyak yang di dalam botol-botol adalah melambangkan Kebenaran yang siap untuk digiatkan dan untuk dibuat bercahaya segera sesudah 14 minyak di dalam lampu-lampu habis terpakai. Oleh karena kesepuluh anak dara itu melambangkan keanggotaan sidang selama masa Pehukuman bagi Orang Mati, maka minyak yang ada di dalam lampulampu jelas melambangkan kebenaran dari hal Pehukuman bagi Orang Mati. Oleh sebab itu, minyak tambahan yang di dalam “botol-botol” itu, harus melambangkan kebenaran dari hal Pehukuman bagi Orang Hidup, yaitu Kebenaran tambahan (Early Writings, p. 277). Jadi, jelaslah, bahwa lampu-lampu itu kosong melambangkan Pehukuman bagi Orang Mati sedang akan berakhir, dan minyak yang di dalam botolbotol itu melambangkan Kebenaran dari hal Pehukuman bagi Orang Hidup yang sedang akan giat berlaku.

6

Oleh karena keseluruhan sepuluh anak dara itu memiliki minyak di dalam lampulampu mereka, tetapi hanya setengahnya yang memiliki minyak di dalam botolbotol, maka lambang itu jelas menunjukkan, bahwa sebagaimana selalu ada, tidak 15 semua anggota sidang menyambut akan pekabaran dari hal Pehukuman bagi Orang Hidup itu. Dara-dara yang bodoh telah merasa puas dengan Kebenaran yang sudah diperolehnya sewaktu menggabungkan diri dengan sidang yang telah membawakan pekabaran dari hal Pehukuman bagi Orang Mati itu, namun mereka gagal untuk memperkenalkan dirinya dengan pekabaran tambahan, yaitu pekabaran dari hal Pehukuman bagi Orang Hidup. Akhirnya, setelah kebutuhan terhadap Kebenaran itu menjadi sangat mendesak, maka baharulah mereka mulai mencarikan-Nya. Tetapi hal ini tidak membawa untung bagi mereka; mereka sudah sangat terlambat untuk mendapatkan-Nya.

Mereka ini dibiarkan bersama-sama dengan lalang hanya karena mereka telah membiarkan si Jahat menaburkan di dalam hatinya benih-benih kebodohan, yaitu benih-benih perasaan kepuasan (kesuaman) dengan kebenaran-kebenaran permulaan dengan mana mereka telah menggabung- 16 kan diri dengan sidang. Jadi, secara keliru mereka merasa tidak memerlukan lagi terang tambahan dari Tuhan. Namun apabila nubuatan mulai digenapi melampaui ruang lingkup pengetahuan keilahian mereka, dan karena mereka menyaksikan segala peristiwa yang digambarkan Injil bertentangan terhadap cita-cita harapan mereka, maka mulailah mereka gempar dan kacau, sambil menyaksikan dirinya sendiri di dalam kegelapan.

Pelajaran ini adalah tak mungkin salah. Orang-orang yang senantiasa merasa “kaya, dan bertambah-tambah dengan kekayaan, dan tidak memerlukan apa-apa lagi”, tidak akan sampai ke “pintu” itu pada waktunya.

Di samping lalang-lalang yang di antara gandum, terdapat pula para penganggur, orang-orang yang tidak aktif yang akan dicampakkan keluar dan dibinasakan bersama-sama dengan lalang-lalang itu. Marilah kita baca : 17 “Karena Kerajaan surga itu adalah ba-gaikan seseorang yang membuat perja-lanan ke sebuah negeri yang jauh. Yang memanggil semua hamba-Nya, lalu dibe-rikan-Nya kepada mereka semua harta-Nya. Maka kepada yang seorang diberi-

7 kan-Nya lima talenta, dan kepada seorang lagi dua talenta, dan kepada seorang la-innya satu talenta; diberikan-Nya kepa-da masing-masing mereka sesuai dengan berbagai kemampuannya; lalu langsung Ia memulai perjalanan-Nya.

“Kemudian orang yang menerima lima talenta itu pergi menjalankan mo-dalnya, sehingga ia memperoleh lagi ke-untungan lima talenta. Demikian pula orang yang menerima dua talenta, ia juga memperoleh keuntungan dua talenta. Tetapi orang yang menerima satu talenta itu pergi menggali lubang di tanah lalu menyembunyikan uang Tuannya itu.

“Sesudah beberapa lama kemudian kembalilah Tuan segala hamba itu, lalu 18 mulailah Ia membuat perhitungan deng-an mereka. Maka datanglah orang yang telah menerima lima talenta itu kepada-Nya dengan membawa lima talenta lain-nya, sambil berkata, Tuanku, lima talenta Tuan serahkan kepada hamba, tengoklah, hamba telah memperoleh keuntungan lima talenta lagi daripadanya. Maka kata Tuannya kepadanya, Sabaslah hai hamba yang baik dan setia, engkau telah setia atas segala perkara yang sedikit, maka Aku akan menjadikan engkau pemimpin atas banyak perkara, masuklah engkau ke dalam kesukaan Tuanmu.

“Maka datanglah pula orang yang menerima dua talenta itu menghadap sambil katanya, Tuanku, Tuan telah me-nyerahkan kepadaku dua talenta, tengok-lah, hamba telah memperoleh keuntung-an dua talenta lagi daripadanya. Maka kata Tuan itu kepadanya, Sabaslah hai hamba yang baik dan setia, dengan yang sedikitpun engkau telah setia, maka Aku akan menjadikan engkau pemimpin atas 19 banyak perkara. Masuklah engkau ke dalam kesukaan Tuanmu.

“Kemudian masuklah orang yang te-lah menerima satu talenta itu menghadap, lalu katanya, Tuanku, hamba mengenal Tuan, bahwa Tuan adalah seseorang yang keras hati, Tuan menuai di tempat dimana Tuan tidak menabur, dan me-ngumpulkan dimana Tuan tidak meng-hambur; sebab itu takutlah hamba, lalu pergi menyembunyikan talenta Tuan itu di dalam tanah : Dan inilah yang Tuan punya. Maka jawab Tuannya sambil ber-kata kepadanya, Hai hamba yang jahat dan malas, sudah engkau ketahui, bahwa Aku menuai di tempat yang tiada Aku tabur, dan mengumpulkan di tempat yang tiada Aku hamburkan; sebab itu wajiblah engkau menyerahkan uang-Ku

8 kepada orang yang menjalankan uang supaya apabila Aku datang kelak boleh Aku memperoleh uang-Ku kembali berikut bunganya. Sebab itu ambillah daripadanya Talenta itu, dan berikanlah 20 kepada orang yang memiliki sepuluh talenta itu. Karena kepada setiap orang yang memiliki sesuatu kepadanya akan diberikan lagi, maka ia akan memperoleh dengan limpahnya; tetapi dari dia yang tiada memiliki sesuatu, daripadanya akan diambil, bahkan apa yang dimilikinya-pun akan juga diambil. Dan campakkan-lah hamba yang tidak menguntungkan itu ke kegelapan di luar : disanalah akan ada tangisan dan keretak gigi.”

Dari perumpamaan ini terlihat, bahwa apabila seorang Kristen tertidur, maka Setan akan langsung datang lalu menaburkan benih-benih pengangguran di dalam hatinya sehingga membuatnya terbuang bersama-sama dengan lalang-lalang. Oleh karena itu pada permulaan masa penuaian kelas lalang-lalang ini akan pertamatama muncul seperti sedemikian. Sudah sampai waktunya untuk mempelajari, bahwa agama bukanlah sesuatu obat yang menidurkan.

Masih ada lagi satu kelas anggota si- 21 dang yang lain yang dalam suatu cara yang berbeda menjadi korban bersama-sama dengan lalang-lalang itu. Ini akan kita saksikan pada --

“Apabila Anak Manusia datang kelak de-ngan kemuliaan-Nya dan segala malaikat-Nya pun serta-Nya, maka Ia akan duduk di atas tahta kemuliaan-Nya; maka sekali-an bangsa manusia akan dihimpunkan di hadapan-Nya, dan Ia akan mengasing-kan mereka itu seorang dari seorang sa-ma seperti gembala mengasingkan dom-ba dari kambing. Lalu dihimpunkan-Nya domba itu pada sebelah kanan-Nya, tetapi kambing pada sebelah kiri-Nya.

“Kemudian Raja akan bertitah kepada mereka yang berada pada sebelah kanan-Nya : “Marilah, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, warisilah Kerajaan yang telah dipersiapkan bagimu semenjak dari awal kejadian dunia; karena pada masa Aku lapar, kamu telah memberi makan kepada-Ku, pada masa Aku haus, 22 kamu telah memberi minum kepada-Ku, pada masa Aku seorang asing di luar, ka-mu sudah mengambil Aku, pada masa Aku telanjang, kamu sudah memberi kepada-Ku pakaian, pada masa Aku sakit, kamu sudah menengok Aku, pada masa Aku di dalam penjara, kamu sudah datang kepada-Ku.9

“Kemudian sahut segala orang benar itu kelak kepada-Nya, katanya, ‘Ya Tuhan, kapankah kami telah melihat Engkau lapar, lalu memberi makan kepada-Mu? Ataupun haus, lalu kami memberikan minum kepada-Mu? Kapankah kami telah mendapatkan Engkau sebagai seorang asing, lalu membawa masuk Engkau? Atau pun telanjang lalu memberikan pakaian kepada-Mu? Atau kapankah kami telah mendapatkan Engkau sakit, atau di dalam penjara lalu kami datang kepada-Mu?

“Maka Raja itu akan menjawab serta bersabda kepada mereka itu, ‘Sesungguh-23 sungguhnya Aku berkata kepadamu, seberapa banyak kamu telah berbuat kepada salah satu yang terhina dari semua saudara-Ku ini, itulah perbuatanmu kepada-Ku. ‘Kemudian Ia juga akan akan berkata kepada mereka yang berada pada sebelah kirinya, ‘Pergilah kamu daripada-Ku, hai terkutuk, masuklah ke dalam api yang kekal, yang telah disediakan bagi Iblis dan segala malaikatnya. Karena pada masa Aku lapar kamu tidak memberikan makan kepada-Ku, pada masa Aku haus kamu tidak memberi minum kepada-Ku, pada masa Aku seorang asing di luar, kamu tidak menampung Aku, pada masa Aku telanjang kamu tidak memberikan pakaian kepada-Ku, pada masa Aku sakit dan di dalam penjara kamu tidak mengunjungi Aku.

“Lalu mereka itu pun akan menjawab kepada-Nya sambil berkata, ‘Ya Tuhan, kapankah kami telah melihat Engkau lapar, atau haus, atau sebagai seorang asing di luar, atau telanjang, atau sakit atau di 24 dalam penjara, lalu kami tidak membe-rikan pelayanan kepada-Mu? Maka akan dijawab-Nya kepada mereka itu, kata-Nya, ‘Sungguh-sungguh Aku berkata kepadamu, seberapa banyak yang tidak kamu lakukan terhadap salah satu dari yang terhina dari mereka ini, maka kamu tidak melakukan itu kepada-Ku. Maka mereka ini akan pergi masuk ke dalam hukuman yang kekal, tetapi orang-orang benar itu masuk ke dalam hidup yang kekal.”

Dosa yang sangat mencolok dari orang-orang percaya kelas kambing itu ialah, bahwa mereka itu semuanya adalah bagi dirinya saja dan tak ada yang berguna bagi orang lain. Orang-orang percaya kelas domba adalah bertentangan dengan tabiat dari mereka itu. Oleh karena orang-orang yang berbuat baik itu tidak akan memamerkan perbuatan itu -- tidak membiarkan tangan kiri mengetahui apa yang sedang diperbuat tangan kanan (Matius 6 : 3) -dan karena sistem perbuatan kebajikan 25 yang sedemikian ditunjukkan dengan tegas dalam perekonomian bangsa Ibrani, maka kita akan lebih baik melihatnya ke sana sebagai berikut: “Untuk menganjurkan semua umat itu berkumpul bagi upacara agama, seperti juga untuk membantu orang-orang miskin, maka suatu perpu- luhan kedua dari semua tambahan hasil diminta kepada mereka. Dari hal perpu- luhan pertama Tuhan telah menjelaskan, ‘Aku telah memberikan kepada bani Lewi semua perpuluhan di Israel.’ Bilang- an 18 : 21. Tetapi mengenai perpuluhan kedua itu Ia memerintahkan, ‘Hendaklah kamu makan, di hadapan hadirat Tuhan Allahmu, pada tempat yang kelak dipilih-Nya untuk menetapkan nama-Nya di sa-na, segala perpuluhan dari gandummu, dari air anggurmu, dan dari minyakmu, dan anak-anak sulung dari lembumu dan dari ternakmu; supaya kamu belajar takut akan Tuhan pada segala hari.’ Ulangan 14

nilainya yang sama dalam uang, untuk selama dua tahun lamanya harus mereka 26 bawa ke tempat di mana tempat suci itu diperdirikan. Sesudah menyerahkan sua- tu persembahan syukur kepada Allah, dan suatu bagian tertentu kepada imam, ma- ka para pemberi persembahan itu supaya menggunakan yang selebihnya bagi suatu perayaan agama dalam mana orang-orang Lewi, orang-orang asing, anak-anak piatu dan janda-janda akan ikut mengambil ba- gian. Demikianlah persediaan bantuan itu telah digunakan untuk persembahan- persembahan syukur dan perayaan-pera- yaan pada hari-hari raya tahunan, dan orang-orang itu dibawa datang kepada perhimpunan imam-imam dan orang-orang Lewi, sehingga mereka boleh memperoleh petunjuk dan dorongan dalam pekerjaan Allah.” – Patriarchs and Prophets, p. 530. Bagi pekerjaan ini untuk dapat dilaksanakan dengan teratur oleh perbendaharaan Tuhan melalui pemberian-pemberian dan persembahan-persembahan sukarela, seringkali disebut perpuluhan kedua, maka kita harus berbuat yang sama jika kita ingin memperoleh keridlaan Allah. Sekarang 27 kita kembali kepada --

“Kembali, Kerajaan surga itu adalah se-umpama harta benda yang tersembunyi di dalam sebuah ladang; yang mana apa-bila ditemui orang lalu disembunyikan-nya, maka karena sukacitanya pergilah ia menjualkan segala sesuatu miliknya, lalu dibelinya tanah ladang itu.”

“Kembali, Kerajaan surga itu adalah se-umpama seorang saudagar yang men-cari mutiara-mutiara yang elok. Apabila ditemuinya sebutir mutiara yang mahal harganya, maka pergilah ia menjualkan segala sesuatu miliknya, lalu dibelinya mutiara itu.”

11

Perumpamaan-perumpamaan ini secara mencolok menunjukkan, bahwa orangorang yang tidak memperdulikan untuk menginvestasikan semua harta miliknya jika diperlukan untuk memperoleh Kerajaan itu akan kelak dicampakkan keluar ber- 28 sama-sama dengan lalang-lalang.

“Kembali, Kerajaan surga itu seumpama suatu pukat yang dilabuhkan orang ke dalam laut, dan mengumpulkan berjenis-jenis ikan. Apabila sudah penuh, maka ia ditarik orang naik ke pantai, lalu mereka itu duduk memilih, yang baik ditaruhnya di dalam keranjang, tetapi yang jelek dibuangkannya.”

Sebuah pukat dilabuhkan ke dalam laut umumnya akan menangkap ikan-ikan yang baik maupun yang jelek, kecil maupun besar. Tetapi seperti halnya mahluk lainnya ikan juga selalu bergerak dalam rombongan keluarganya, setiap keturunan dengan jenisnya, dan begitulah setiap kali pukat di labuhkan, maka berjenis-jenis keluarga ikan ditangkap. Demikian pula halnya, bahwa pukat Injil dalam banyak hal umumnya membawa masuk keluargakeluarga dan sanak-sanak saudara semuanya dalam satu kali tangkapan; artinya, setelah para orang tua menerima Injil 29 Kristus, maka bersama-sama dengan mereka seringkali terbawa juga anak-anak, para sanak saudara dan juga teman-teman.

Ikan-ikan jelek melambangkan orangorang yang tidak memiliki pengetahuan yang nyata, keyakinan dan pertobatan yang datang dari diri sendiri, melainkan hanya karena perasaan dan pengaruh orang lain lalu menggabungkan diri kepada sidang. Demikianlah halnya orangorang yang tidak pernah rajin, tidak dengan kesungguhan hati dan tidak bersemangat berpegang kepada pokok-pokok pendirian Kristus akan dicampakkan keluar, dan binasa bersama lalang-lalang. Semua orang yang terlalu malas untuk belajar, dan yang memberikan kesempatan kepada Iblis untuk menaburkan benih-benih yang jahat di dalam hatinya, membuat mereka percaya bahwa pengkhotbah atau pendetalah yang akan membawa mereka melewati Pintu Gerbang Mutiara, mereka tidak memiliki pengalamannya sendiri, mereka tertipu dari hal kehidupan kekal; sebagai gantinya 30 mereka akan memperoleh kematian kekal.

Benar sekali, bahwa Roh Allah membuat orang menjadi hal yang satu, dan Roh Setan membuat mereka menjadi lain hal, namun perbedaan itu akan terlihat jelas hanya setelah masa penuaian itu makin 12 mendekat -- apabila Kebenaran dari hal penuaian dinyatakan.

Dari perumpamaan-perumpamaan yang sederhana ini timbullah, kenyataan bahwa Setanlah yang menumbuhkan lalang di dalam sidang dan senantiasa berusaha mempertahankan mereka pada tingkatnya yang terbaik di dalam sidang itu. Mengapa? Marilah kita mencari jawabannya di dalam Wahyu pasal 12.

“Apabila naga itu melihat, bahwa dirinya sudah tercampak ke bumi ia pun meng-aniaya perempuan yang melahirkan anak laki-laki itu.”

Apabila Setan melihat, bahwa dirinya tidak lagi diijinkan masuk ke dalam Surga, 31 maka pergilah ia menganiaya sidang itu sesudah ia melahirkan “bayi laki-laki” itu, yaitu Kristus. Sebab itu naga itu akan menganiaya sidang dalam periode sejarah Kristennya.

“Maka kepada perempuan itu dikarunia-kan dua sayap burung garuda yang besar, supaya ia dapat terbang ke padang be-lantara, kepada tempatnya, yaitu tempat ia dipeliharakan selama satu masa dan dua masa dan setengah masa, jauh dari mata ular itu.”

Oleh sebab aniaya itu, maka sidang telah diberikan peralatan dengan mana untuk melarikannya dari tanah perjanjian (kebun anggur) ke tanah bangsa-bangsa Kapir (padang belantara).

“Maka ular itu menyemburkan dari da-lam mulutnya air seperti air bah mengi-kuti perempuan itu dari belakang, supaya ia dapat menghanyutkan perempuan itu 32 oleh air bah itu.”

Pada mulanya ular itu menganiaya sidang, namun karena dilihatnya, bahwa sidang itu masih terus bertumbuh dan berkembang maju, maka ia merubah siasatnya, dan sebagai gantinya mulailah ia menganiaya orang-orang Kapir yang tidak mau menggabungkan diri dengan sidang, lalu ia mengangkat pendeta-pendeta oleh siapa ia memasukkan bagaikan aliran air bah orang-orang yang tidak bertobat ke dalam sidang untuk mengkapirkannya 13 sehingga sidang tak mampu untuk mengkristenkan mereka itu.

“Maka bumi menolong akan perempuan itu, lalu bumi mengangakan mulutnya dan menelan air bah yang tersembur ke-luar dari mulut naga itu.”

Demikianlah sidang disucikan dan demikianlah semua lalang itu dibinasakan. Seperti lalang mereka itu dibakar; bagaikan pengerja-pengerja yang tak membawa ha- 33 sil mereka itu dicampakkan ke dalam kegelapan di luar untuk di sana meratap tangis dan menggeretak gigi; sebagai tamu-tamu yang tidak senonoh bagi pesta perkawinan mereka itu diikat kaki dan tangannya lalu dicampakkan ke dalam kegelapan di luar; sebagai anak-anak dara yang bodoh mereka itu ditolak dan tidak diijinkan masuk; sebagai kambing-kambing mereka itu dihantarkan kepada hukuman yang kekal; sebagai air bah semburan naga mereka itu ditelan oleh bumi. Tetapi hal yang sesungguhnya yang akan jadi terhadap mereka semuanya secara bersama-sama, selengkapnya digambarkan di dalam nubuatan Yehezkiel pasal 9. Marilah kita kembali ke sana --

“Ia juga berseru kepada telingaku dengan nyaring suaranya, katanya : ‘Hendaklah mereka yang memegang kuasa atas ne-geri supaya kemari, masing-masingnya dengan senjata yang membinasakan pada tangannya. Maka tengoklah, datanglah 34 enam orang dari jalan pintu gerbang yang tinggi, dan yang terletak arah ke Utara, ma-sing-masingnya memegang senjata yang membinasakan pada tangannya; maka di antara mereka adalah seorang yang ber-pakaikan kain khasah, dengan sebuah pena tinta penyurat pada lambungnya, lalu masuklah mereka, dan berdirilah mereka itu di sisi medzbah tembaga.

“Maka kemuliaan Allah orang Israel naiklah dari atas cerubium dimana Ia beraada, lalu langsung ke ambang rumah itu. Dan dipanggilnya orang yang ber-pakaikan kain khasah itu yang memiliki pena tinta penyurat pada lambungnya itu; lalu firman Tuhan kepadanya, ‘Berjalan-lah engkau di tengah-tengah negeri itu, yaitu di tengah-tengah Yerusalem, lalu bubuhlah suatu tanda pada dahi orang-orang yang berkeluh kesah dan menangis karena segala kekejian yang dibuat di tengah-tengahnya.’

“Dan kepada mereka yang lainnya 35 firman-Nya di hadapan pendengaranku, ‘Pergilah kamu mengikuti dia di dalam seluruh negeri itu, dan bunuhlah, jangan-lah matamu menaruh sayang dan jangan-lah kamu menaruh kasihan! Bunuhlah semuanya baik tua maupun muda, baik anak-anak dara maupun anak-anak ke-cil, dan kaum wanita sampai binasa se-luruhnya, tetapi janganlah kamu hampir kepada segala orang yang padanya ter-dapat tanda itu; dan hendaklah kamu memulai dari tempat kesucian-Ku. Maka mulailah mereka itu terhadap segala orang bangsawan yang berada di depan rumah. Maka firman-Nya kepada mereka itu : ‘Najiskanlah rumah itu dan penuhi-lah semua serambinya dengan orang-orang yang mati dibunuh, lalu hendak-lah kamu keluar. Maka keluarlah mereka itu, lalu dibunuhlah orang-orang yang di dalam negeri itu.

“Maka terjadilah, bahwa sementara mereka itu membunuh akan orang-orang itu, dan aku dihidupinya, maka sujudlah 36 aku dengan mukaku ke tanah, dan ber-serulah aku demikian : ‘Ya Tuhan Allah hendakkah Engkau membinasakan se-gala orang yang lagi tinggal dari Israel dengan mencurahkan murka-Mu kepada Yerusalem?’

“Lalu firman-Nya kepadaku, ‘Keja-hatan bangsa Israel dan Yehuda itu ada-lah teramat besar, dan tanah itu dipenuhi dengan darah, dan negeri itu penuh de-ngan kekacauan, karena kata mereka itu, Tuhan telah menyangkal bumi ini dan Tuhan pun tiada melihatnya. Maka se-bab itu mataku pun tiada boleh menaruh sayang, dan Akupun tiada menaruh ka-sihan, melainkan perbuatannya Ku balas juga kepada kepalanya. Maka tengoklah, orang yang berpakaikan kain khasah itu yang memiliki pena tinta penyurat pada lambungnya itu kembali dan memberi-takan, katanya, Sudah kuperbuat sesuai yang Kau pesankan kepadaku.”

Janji untuk membersihkan Yerusalem, Yehuda dan Israel adalah berdiri dengan 37 pasti seperti juga setiap janji yang ada di dalam Firman. Kata-kata : Yerusalem, Yehuda, dan Israel tidak mungkin dapat digunakan terhadap sesuatu yang lain terkecuali terhadap sidang, tempat di mana setiap orang hendaknya berkeluh kesah dan menangis melawan berbagai kekejian. Orang-orang yang tidak berkeluh kesah dan menangis akan dibiarkan tanpa tanda, maka pada waktu itu malaikat-malaikat yang memegang kuasa atas sidang akan membunuh setiap orang dari mereka — “baik tua maupun muda, baik anak-anak gadis maupun anak-anak kecil, dan juga

15 kaum wanita.” Hanya orang-orang yang memiliki tanda akan dibiarkan. Mereka itu adalah orang-orang yang lagi tinggal itu. Demikianlah malaikat-malaikat itu mengawasi baik gandum maupun lalang.

Sesungguhnya, akan ada penyingkiran setiap jenis lalang sampai bersih seperti halnya di masa lalu telah terjadi penyingkiran sampai bersih semua anak sulung dari rumah-rumah tangga yang tidak me- 38 laburkan ambang pintu rumahnya dengan darah korban pada malam Paskah di negeri Mesir. Demikianlah kelak akan jadi pada permulaan penuaian itu, dalam penyucian sidang : Malaikat-malaikat akan memalu setiap orang yang membantu berbagai kekejian itu “di tengah-tengahnya.”

Kapankah pembersihan yang menyeluruh ini akan jadi? Untuk jawabannya marilah kita menuju ke Zefanya pasal 1.

“Bahwa Aku akan selengkapnya meng-habiskan segala perkara dari negeri itu, demikianlah firman Tuhan. Aku akan menghabiskan manusia dan binatang, Aku akan menghabiskan segala burung di langit, dan segala ikan di laut, dan segala orang jahat berikut segala yang mem-buat jatuhnya; dan Aku akan menumpas manusia dari negeri itu, demikianlah fir-man Tuhan.”

Di sinilah sebuah janji, bahwa Tuhan akan selengkapnya membersihkan tanah 39 itu, maka saya yakin tak seorangpun dari antaramu akan mengatakan, bahwa nubuatan-nubuatan ini sudah pernah digenapi.

“Aku akan juga menggedangkan tangan-Ku pada Yehuda, dan pada semua pen-duduk Yerusalem, dan Aku akan menum-pas habis segala sisa Baal dari tempat ini, dan nama Kemarims berikut semua imamnya, dan mereka yang menyembah sujud di atas sotoh-sotoh rumah kepada segala tentara di langit, dan mereka yang menyembah sujud sambil bersumpah demi Tuhan, dan yang bersumpah demi Malcham.”

16

Bukan saja tanah itu melainkan juga orang-orang yang akan membentuk isi rumah Yehuda akan dibersihkan. Kelak akan ada sebuah negeri yang bersih dan juga suatu bangsa yang bersih.

Zefanya 1 : 6 :

“Dan mereka yang telah berbalik dari Tu-han; dan orang-orang yang tidak mencari 40 Tuhan ataupun menanyakan akan Dia.”

Orang-orang yang murtad dan orangorang yang acuh tak acuh, orang-orang yang tidak teguh dan orang-orang yang tidak merasa perlu akan Allah akan bersama-sama binasa dengan lalang-lalang itu.

Zefanya 1 : 7 :

“Berdiamlah dirimu di hadapan hadirat Tuhan Allah, karena hari Tuhan itu su-dah dekat, karena Tuhan sudah memper-siapkan suatu korban sembelihan, Ia te-lah mengundang semua tetamu-Nya.”

Inilah hari Tuhan yang besar dan hebat yang sudah lama dinanti-nantikan itu.

Zefanya 1 : 8 :

“Maka akan jadi kelak pada hari korban penyembelihan Tuhan itu, bahwa Aku akan menghukum segala penghulu, dan segala putera raja, dan semua orang yang sedemikian yang berpakaikan pakaian yang aneh.” 41 “Pada hari itu juga Aku akan menghu-kumkan segala orang yang meloncat pada ambang pintu, yang memenuhi rumah tu-annya dengan kekejaman dan tipu. Dan akan jadi kelak pada hari itu, demikian-lah firman Tuhan, bahwa akan ada bunyi suatu tangisan dari pintu ikan, dan suatu peraung dari pintu kedua, dan suatu te-riakan pembunuhan besar dari sebelah perbukitan. Menangislah kamu hai segala orang penduduk Maktesh, karena segala orang pedagang itu telah ditumpas habis; semua mereka yang mengangkat perak itu sudah dibinasakan.”

Bunyi dahsyat kematian yang besar itu akan berasal baik dari pintu-pintu ikan maupun dari lereng-lereng perbukitan -baik dari daratan maupun dari lautan. Baik hamba-hamba yang telah mendatangkan kekejaman dan penipuan terhadap rumahrumah tuannya maupun para tuan yang jahat itu sendiri, kedua-duanya akan dihukum. 42 “Maka akan jadi pada masa itu, bahwa Aku akan menyelidiki Yerusalem dengan lilin, dan Aku akan menghukum segala orang laki-laki yang sudah menetap di atas ampasnya dan yang berkata dalam hatinya, bahwa Tuhan tiada akan berbu-at baik, Ia juga tidak akan berbuat jahat. Sebab itu, maka harta benda mereka itu akan menjadi rampasan, dan segala ru-mah mereka itu akan binasa, mereka juga akan membangun rumah, tetapi tiada mereka mendiaminya; dan mereka akan menanam pokok anggur, tetapi tidak me-minum air anggurnya. Hari Tuhan yang besar itu sudah dekat, sudah hampirlah ia, dan sudah sangat dekatlah ia, yaitu bu-nyi dari hari Tuhan itu; orang pahlawan sekalipun akan berteriak dengan kepahit-an. Hari itu adalah hari murka, suatu hari kesukaran dan kekecewaan, suatu hari kegagalan dan kesunyian, suatu hari ke-gelapan dan kesuraman, suatu hari yang penuh berawan dan kegelapan yang pe-kat, suatu hari bunyi nafiri dan tempik 43 sorak perang melawan segala kota ben-teng, dan melawan segala bangunan yang tinggi. Maka Aku akan mendatangkan kekecewaan atas segala manusia, sehing-ga mereka akan berjalan bagaikan orang-orang buta, sebab mereka telah berdosa melawan Tuhan; maka darah mereka itu akan tertumpah seperti abu, dan daging mereka seperti tahi. Baik emasnya baik peraknya tiada dapat meluputkan mereka itu pada hari kehangatan murka Tuhan; melainkan seluruh tanah itu akan dite-lan oleh api kecemburuan-Nya karena Ia akan menyingkirkan segera segala orang penduduk tanah itu.”

Masa hari Tuhan itu ditunjukkan oleh bertambahnya “murka”, “kesukaran”, “kekecewaan”, “kehancuran”, “kebinasaan”, kegelapan” dan “kesuraman”, -- suatu masa dimana tak seorangpun mengetahui apa yang akan dilakukan untuk mengelakkan bencana, suatu masa yang sedemikian menakutkan walaupun oleh kota-kota yang sangat kokoh sekalipun. Sejauh apa 44 yang saya ketahui belum pernah ada yang seperti itu. Keadaan dunia pada waktu ini adalah satu-satunya keadaan yang menemui tantangan nubuatan-nubuatan ini. Karena ini adalah benar, maka inilah hari itu dalam mana Tuhan akan menyelidiki Yerusalem dengan lilin-lilin. Inilah hari itu 18 dalam mana Ia akan membersihkan umat- Nya dari dosa dan dari orang-orang berdosa. Inilah “hari Tuhan yang besar dan hebat itu.”

“Bahwasanya Aku akan menyuruhkan utusan-Ku, maka ia akan menyediakan jalan di hadapan-Ku, dan Tuhan yang kamu cari itu akan datang kelak dengan tiba-tiba ke kaabah-Nya, yaitu utusan perjanjian yang kamu rindukan, bahwa-sanya ia akan datang kelak, demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam. Tetapi siapakah yang dapat bertahan pada hari kedatangannya itu? Dan siapakah yang akan berdiri apabila kelihatanlah ia? Ka-rena ia kelak bagaikan suatu api pandai 45 emas, dan bagaikan sabun binara. Maka ia akan duduk bagaikan seorang pandai emas dan pembersih perak, dan ia akan menyucikan segala bani Lewi, dan mem-bersihkan mereka itu seperti emas dan perak, supaya mereka dapat mempersem-bahkan kepada Tuhan suatu persembah-an dalam kebenaran. Kemudian kelak se-gala persembahan Yehuda dan Yerusalem berkenan di hadapan Tuhan, seperti pada zaman dahulu kala dan seperti pada ta-hun-tahun yang dahulu. Maka Aku akan datang hampir kepadamu kepada pehu-kuman; dan Aku akan menjadi saksi yang cepat melawan segala tukang sulap, dan melawan segala orang yang berbuat zi-nah, dan melawan orang-orang yang ber-sumpah palsu, dan melawan orang-orang penindas terhadap upah tenaga-tenaga sewaan, terhadap perempuan-perempuan janda dan anak-anak piatu, dan melawan orang-orang yang mengesampingkan hak orang-orang asing, dan yang tiada takut akan Daku, demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam.”

46

Tidakkah kita sekarang merasa sangat berbahagia di dunia ini karena telah mengetahui segala perkara ini sebelumnya? Tidakkah kita mau bergembira dan bersyukur karena sudah diamarkan kepada kita sebelumnya, bahwa kita telah hampir sampai kepada masa penuaian itu, dan bahwa kita telah diberi kesempatan untuk mempersiapkan diri untuk hal itu? Tidakkah kita bersukaria, bahwa kita tidak dibiarkan dalam kegelapan, dan bahwa kepada kita kini telah ditunjukkan dengan jelas, bahwa semua inilah jam-jam terakhir dari masa pendahuluan penuaian itu, bahwa penuaian itu akan segera dimulai?

19

“Maka sesudah segala perkara ini, aku tampak seorang malaikat lain turun dari langit, memiliki kuasa besar, dan bumi diterangi dengan kemuliaannya.”

Kegenapan dari kata-kata firman ini adalah apa yang dinamakan Seruan Keras dari Pekabaran Malaikat yang Ketiga itu. Namun perlu dicatat, bahwa seluruh bumi 47 diterangi oleh kemuliaannya. Marilah kita perhatikan sekarang tentang apa yang akan jadi setelah semua Pekabaran Ketiga Malaikat itu meresap ke bumi, sesudah bumi diterangi sedemikian dengan kemuliaan malaikat itu.

“Maka berserulah ia sekuat-kuatnya de-ngan suatu suara besar mengatakan: ‘Ba-bil yang besar itu sudah rubuh, sudah rubuh, dan sudah menjadi tempat kedi-aman segala setan, dan penjara dari setiap roh yang najis, dan sebuah sangkar dari setiap burung yang najis dan yang diben-ci.”

Yah, setelah bumi diterangi, maka pada waktu itulah Babil jatuh. Jadi, jelaslah, bahwa Babil itu masih belum sesungguhnya jatuh. Bahkan sesungguhnya Babil itu masih belum ada, karena ia masih akan menunggangi (memerintah) binatang (dunia). Lihat Wahyu pasal 17 dan buku Traktat No. 12 yang berjudul “Dunia Kemarin, Hari ini, Esok.” 48 “Lalu aku dengar suatu suara yang lain pula dari langit berkata : ‘Keluarlah da-ripadanya, hai umat-Ku, supaya jangan kamu terbabit di dalam segala dosanya, dan jangan kamu sama kena segala cela-kanya.”

Suara yang dari langit ini, sebagai anda saksikan, datang kepada umat Allah sesudah bumi diterangi dengan Seruan Keras dari malaikat. Beban tugas dari Suara itu ialah agar supaya umat Allah keluar dari Babil supaya mereka tidak ikut terbabit dalam segala dosanya, dan supaya mereka tidak ikut kena segala celakanya. Jika karena sebab ini mereka harus keluar dari Babil, maka tempat ke mana mereka itu dipanggil harus bebas dari dosa dan demikian pula bebas dari bahaya segala celaka itu. Dan dimanakah tempat itu kalau bukan 20 di tanah yang telah disucikan Allah dan sidang-Nya, dimana di sana tidak lagi terdapat dosa dan tidak lagi terdapat orangorang berdosa yang akan membahayakan 49 kedamaian umat Allah, bukan? Sesungguhnya sia-sialah, jika sekiranya orangorang dipanggil dari tempat berdosa yang satu lalu dibawa masuk ke dalam tempat berdosa lainnya. Jadi jelaslah seperti kristal, bahwa pembersihan sidang (“penyucian” -- Daniel 8 : 14; Pehukuman Orang Hidup -- 1 Petrus 4 : 17) tentu akan jadi sebelum Seruan Keras dari Pekabaran Malaikat Yang Ketiga itu dimulai di seluruh dunia, yaitu sebelum umat Allah dipanggil keluar dari Babil.

“Pekabaran malaikat yang ketiga itu akan menerangi bumi dengan kemuliaan- nya; namun hanya orang-orang yang telah melawan pencobaan oleh kekuatan dari Dia Yang Maha Kuasa yang akan diijinkan ikut mengambil bagian dalam memberita- kannya apabila ia itu akan berkembang menjadi Seruan Keras.” – Review and Herald, November 19, 1908.

Kebanyakan orang-orang Kristen mengetahui, bahwa ada dua kelas orangorang di dalam sidang -- yaitu gandum 50 dan lalang -- tetapi sedikit saja, jikapun ada, yang tampaknya menaruh perhatian. Sungguhpun kita sebagai orang-orang reformasi, terutama semenjak kita memperoleh terang yang besar mengenai masalah ini, kitapun tak dapat bersikap acuh tak acuh saja. Kita dapat sekarang memilih dengan bijaksana untuk menjadi “gandum” atau memilih untuk menjadi “lalang”; jika setelah memahami akan Kebenaran ini, ada yang memilih menjadi “lalang”, mereka tentunya tidak akan memperoleh apa-apa dan mereka tentunya tidak perlu heran apabila kelak mereka akan masuk ke dalam neraka.

Pada masa terjadi pertentangan antara kaum buruh dan kaum kapitalis, maka pada masa itulah Yerusalem (sidang) akan diperiksa, bagaikan dengan lilin. Akibatnya, orang-orang yang bersenang-senang di dalam rumah-rumahnya, mereka yang berlaku seolah-olah Tuhan telah menyangkal bumi akan kelak memperoleh hukumannya.

51

Bukan saja kita menyaksikan dan merasakan hari Tuhan itu mendekat melainkan bahkan kita mendengarkan Suara-Nya.

* * *

21

52

Renungan Doa

Saya akan membacakan dari buku The Mount of Blessing, halaman 177. Kita sekarang memulai dengan sebuah pasal baru yang berjudul, “Janganlah mengadili melainkan melaksanakan.” Ini berlandaskan pada kata-kata firman yang mengatakan, “Janganlah mengadili supaya kamu pun tidak diadili.”

Mount of Blessing, p. 177 :

“Usaha untuk memperoleh keselama- tan oleh jerih payah diri sendiri, haruslah membawa orang kepada menumpukkan semua tuntutan ciptaan manusia sebagai suatu garis batas melawan dosa. Karena, melihat bahwa mereka gagal untuk mema- tuhi hukum, maka mereka akan mencipta- kan berbagai peraturan dan tatacaranya sendiri untuk memaksakan diri mereka sendiri untuk menurut. Semua ini menga- lihkan pikiran dari Allah kepada diri sendiri. Cinta-Nya lenyap dari dalam hati, dan bersamaan dengan itu binasalah cinta 53 terhadap sesama manusianya..... Suasana mementingkan diri dan cara kritikan yang sempit menggagalkan perasaan-perasaan mulia dan pemurah, dan membuat orang menjadi hakim-hakim yang mementingkan diri sendiri dan menjadi orang-orang yang gemar mematai-matai masalah-masalah orang lain.....

“ ‘Janganlah mengadili barang sesua- tu sebelum masanya, sebelum Tuhan da- tang, apabila Ia akan membukakan segala perkara gelap yang tersembunyi dan akan menyingkapkan segala rencana hati.’ ‘Kita tak dapat membaca hati manusia. Diri kita sendiri bersalah, maka kita tak patut duduk dalam pengadilan terhadap orang- orang lain. Manusia-manusia yang serba terbatas dapat mengadili hanya melalui penglihatan terhadap yang lahiriah. Ha- nya Dia saja yang mengetahui segala sum- ber rahasia daripada perbuatan, dan yang berlaku lemah lembut dan kasih sayang, yang diijinkan untuk menentukan perkara dari setiap jiwa.....’ “

54

Betapa indahnya bacaan ini sebagai pelajaran bagi semua orang Kristen, dan terutama bagi kita sendiri. Maka sekarang marilah kita berdoa kiranya Allah menolong kita supaya kita tidak mengadili orang lain; supaya kita tidak mencari-cari salah, supaya kita tidak membesar-besarkan masalah-masalah kecil, dan supaya kita tidak mengkritik-kritik saja; lalu menunjukkan diri kita sebagai teladan. Marilah kita berdoa agar supaya kita boleh mengetahui, bahwa Allah telah memanggil kita untuk mengajarkan Kebenaran, bukan untuk memaksakan orang kepada Kebenaran. Juga tidak untuk mengusir orang dari Kebenaran. Allah telah meminta setiap orang untuk menjadi pengawal terhadap hanya perbuatan-perbuatannya sendiri. Jika kita melaksanakan ini, maka tangan-tangan kita akan penuh, tak ada lagi ruangan untuk selebihnya. Satu-satunya pengawal terhadap umat-Nya adalah nabi-nabi-Nya yang Allah pernah tempatkan di bawah pengawasan-Nya sendiri.

55

YAHUDI-YAHUDI YANG
DIBENCI SEKARANG
BUKANLAH YAHUDI-YAHUDI
YANG DIKAGUMI BESOK

Oleh :
Victor T. Houteff
Pendeta dari Persekutuan Davidian
Masehi Advent Hari Ketujuh
Sabat, 4 Januari 1947
Kapel Gunung Karmel, Waco, Texas

Kita di sini akan mempelajari Zefanya pasal 2, dimulai dengan ayat yang perta- ma.

“Berkumpullah kamu bersama-sama, ya, berkumpullah bersama-sama, hai bangsa yang dibenci; sebelum keluar keputusan, 56 sebelum hari itu berlalu bagaikan sekam, sebelum kehangatan murka Tuhan datang ke atasmu, sebelum hari murka Tuhan itu datang ke atasmu.”

Dari semua ayat di dalam pasal ini, kedua ayat inilah yang tersulit untuk ditempatkan. Beberapa tahun lalu saya mendengar seorang pengkhotbah memberikan suatu uraian terhadap tiga ayat pertama, sambil memisahkan ketiga ayat itu dari ayat-ayat lainnya dari pasal itu lalu menggabungkannya dengan bagian-bagian lain dari Alkitab. Ia telah memberikan sebuah pidato yang terbaik, dan telah berusaha untuk menunjukkan, bahwa “bangsa” itu yang disebut pada ayat 1 adalah sidang Allah dan bahwa “keputusan” itu ialah ke-putusan dari binatang bertanduk dua dari Wahyu 13 : 15 – 17. Penyelidikan itu telah dikemukakan dengan baik sekali dan pemikiran-pemikiran yang disajikannya tampaknya cukup dapat diterima, tetapi karena kita sekarang ketahui, bahwa katakata firman Alkitab tidak dapat dimengerti 57 dengan benar terpisah dari kelanjutan kata-kata firman itu, kita perlu menyelidiki semua ayat ini pertama-tama dalam hubungan dengan pasal itu sendiri.

Marilah kita perhatikan, bahwa bangsa yang dipermasalahkan ini akan mengumpulkan dirinya sendiri bersama-sama; bah-

23 wa ia adalah tidak disukai; bahwa murka Tuhan akan turun ke atasnya; dan bahwa ia akan mengumpulkan dirinya sendiri sebelum keputusan itu keluar dan sebelum murka Tuhan jatuh ke atasnya.

Apakah yang membuat bangsa ini berkumpul bersama-sama? -- Tentunya bukanlah keputusan itu dan bukanlah murka Tuhan, sebab semua ini akan datang ke atasnya sesudah ia berkumpul bersamasama. Jelas “keputusan” itu bukanlah keputusan dari binatang itu, karena tak ada satupun ingatan di dalam firman yang akan menentukan demikian itu; tetapi itu menunjukkan dengan jelas, bahwa keputusan itu tak lain adalah keputusan Tuhan sendiri -- kehangatan murka Tuhan pada 58 hari yang berlalu bagaikan sekam.

Sesuai dengan ayat yang selanjutnya, berkumpul bersama dari bangsa yang tidak disukai ini adalah suatu pertanda bagi umat Allah, menganjurkan kepada mereka untuk terus mencari Dia dengan lebih tekun lagi :

Zefanya 2 : 3 :

“Carilah olehmu akan Tuhan, semua ka-mu yang lembut hati di bumi, yang me-lakukan hukum-Nya; carilah kebenaran, carilah kerendahan hati : adalah mungkin kamu akan dilindungi pada hari murka Tuhan.”

Apabila bangsa yang terikat pehukuman ini mulai berkumpul bersama-sama, maka akan jadi, jika belum pernah sebelumnya, bahwa orang-orang yang lembut hati di bumi perlu mencarikan kerendahan hati.

Orang-orang yang lembut hati di bumi adalah mereka yang melakukan hukumhukum Tuhan, yang memberitakan peka- 59 baran dari hal hari Tuhan yang besar dan hebat itu. Mereka itulah umat-Nya, yaitu sidang-Nya. Oleh karena itu, maka bangsa yang tidak disukai itu adalah suatu umat, dan orang-orang yang lembut hati di bumi, sidang, yaitu orang-orang yang dilindungi pada hari murka Tuhan itu adalah suatu umat yang lain lagi. Yang satu berkumpul bersama-sama, yang lainnya sedang mencarikan kerendahan hati. Jadi, pastilah, bahwa “bangsa” yang disebut pada ayat 1 dan 2 adalah bukan sidang-Nya, tetapi umat yang disebut pada ayat 3 adalah

24 umat-Nya, yaitu sidang-Nya.

Marilah kita sekarang membacakan ayat 1 dan 2 secara bersama-sama dengan ayat 4 dan 5, sambil meninggalkan ayat 3, ayat yang menunjukkan kepada sidang.

“Berkumpullah kamu bersama-sama, ya, berkumpullah bersama-sama, hai bangsa yang dibenci; sebelum keluar keputusan, sebelum hari itu berlalu bagaikan sekam, sebelum kehangatan murka Tuhan da-60 tang ke atasmu, sebelum hari murka Tu-han itu datang ke atasmu. Karena Gaza akan ditinggalkan dan Askelon pun dibi-nasakan : mereka akan mengusir keluar Asdot pada tengah hari, dan Ekron akan dicabut sampai dengan akarnya. Celaka bagi segala orang yang diam di tepi laut, yaitu bangsa Chereti! Firman Tuhan ada-lah melawan engkau; hai Kanaan, negeri orang Filistin, Aku pun akan membinasa-kan kamu, sehingga seorang penduduk pun tiada lagi di dalammu.”

Ayat yang ke-4 secara pasti mengandung arti, bahwa “bangsa itu” akan berkumpul bersama-sama di negeri-negeri Gaza, Askelon, Asdod, dan Ekron, pada tanah orang-orang Filistin, di tanah Kanaan -- di Palestina.

Mengingat akan kenyataan, bahwa kata-kata firman ini kini sedang dibukakan, dan juga kenyataan bahwa terdapat hanya satu umat, yaitu satu bangsa (keturunan dari para ahli torat, para imam, dan orang-orang Farisi yang dahulu yang telah 61 menolak Tuhan dan yang bahkan sampai kepada hari ini tidak mau menerima Dia, yang dibenci di mana-mana di seluruh dunia) yang kini sedang berusaha sekuat tenaga untuk berkumpul bersama-sama di Palestina -- melihat kepada semuanya ini, maka orang-orang Yahudi yang sekarang itulah yang disebut bangsa yang tak disukai itu. Oleh sebab itu, kepadanyalah murka Tuhan akan dijatuhkan jika ia terus saja menolak Kristus. Sesungguhnya, orangorang Yahudi yang dibenci dunia inilah satu-satunya bangsa yang telah tercerai berai ke seluruh dunia Kapir, dan adalah satu-satunya yang kini sedang berkumpul bersama-sama di Palestina.

25

Lagipula, dalam ayat-ayat ini, dua kebenaran muncul dengan jelas, yaitu : (1) bahwa dengan sia-sia orang-orang Yahudi itu berusaha mendirikan dirinya di Tanah Perjanjian itu; (2) bahwa kita yang sedang memberitakan dari hal hari Tuhan yang besar dan hebat itu dinasehati untuk berusaha mencari kerendahan hati dan Kebenar- 62 an, karena hanya dengan demikian inilah kita akan dapat “dilindungi pada hari murka Tuhan,” artinya, dengan hanya memiliki pengetahuan dari hal pekabaran itu tidak akan menyelamatkan kita, harus terdapat penurutan yang seimbang dengannya.

Marilah sekarang kita gabungkan ayat 3 dengan ayat 6 dan 7, yaitu ayat-ayat yang dapat diberlakukan terhadap umat Allah, orang-orang yang lemah lembut itu.

“Carilah olehmu akan Tuhan, semua kamu yang lembut hati di bumi, yang mela-kukan hukum-Nya; carilah kebenaran, carilah kerendahan hati : adalah mungkin kamu akan dilindungi pada hari murka Tuhan. Maka pesisir laut akan menja-di tempat-tempat tinggal dan pondok-pondok bagi orang-orang gembala dan kandang-kandang domba yang dipagari. Maka pantai itu akan menjadi bahagian mereka yang lagi tinggal dari isi rumah Yehuda; mereka akan memberikan ma-kan segala dombanya disana di dalam 63 rumah-rumah Askelon, mereka akan ber-baring pada malam hari, karena Tuhan Allah mereka itu akan mengunjungi me-reka dan akan menghindarkan perham-baan mereka itu.”

Sekarang, kenyataan bahwa Tuhan akan membinasakan semua penduduk yang di tanah Filistin itu (ayat 5), dan pada waktu yang sama menjadikannya tempattempat tinggal bagi “para gembala, dan kandang-kandang bagi kawanan domba”, menunjukkan bahwa Ia akan pertamatama mengusir keluar segala orang jahat dari tanah itu, yaitu semua orang yang tidak mencari kerendahan hati, kemudian Ia akan memperdirikan “rumah Yehuda” di atasnya.

Zefanya 2 : 8 :

“Bahwa Aku sudah mendengar tuduhan orang Moab, dan semua caci maki dari bani Ammon, dengan mana mereka telah menuduh umat-Ku, dan memperluas dae-rahnya dengan kekerasan.”

64

Bukan saja orang-orang Yahudi yang tidak beriman itu, melainkan juga orangorang Arab yang tidak beriman yang menolak semua orang yang rendah hati, akan dihapuskan dari tanah itu.

Zefanya 2 : 9 :

“Sebab itu, sebagaimana Aku hidup, de-mikianlah firman Tuhan serwa sekali-an alam, Allah orang Israel, pasti Moab akan kelak jadi seperti Sodom, dan bani Ammon seperti Gomorah, yaitu padang jelatang dan jebakan garam, dan suatu kebinasaan yang kekal : mereka yang lagi tinggal dari umat-Ku itu akan menjarahi mereka, dan mereka yang lagi tinggal dari umat-Ku itu akan menguasai mereka sebagai milik-Nya.”

Sementara Moab dan Ammon menjadi seperti Sodom dan Gomorah, menghilang dari bumi, maka perhambaan umat Allah kembali bebas. Mereka menjadi suatu bangsa yang merdeka lalu memiliki semua kekayaan dari orang-orang sekelilingnya. 65 “Ini akan mereka peroleh sebagai balas-an bagi kesombongannya, sebab mereka telah mencela dan membesarkan dirinya melawan umat Tuhan serwa sekalian alam. Maka hebatlah Tuhan kepada me-reka itu, karena Ia akan menumpas sega-la dewa di bumi; maka orang-orang akan menyembah Dia, masing-masing dari tempatnya, yaitu orang-orang dari kepu-lauan orang-orang kapir.”

“Demikian kamu pun, hai orang-orang Ethiopia, kamu akan dibunuh oleh pe-dang-Ku. dan Ia akan mengedangkan tangan-Nya ke sebelah utara, lalu mem-binasakan Assiria; dan akan menjadikan Niniwe suatu kehancuran, dan kering bagaikan padang belantara.

“Dan kawanan domba akan berbaring di tengah-tengahnya (di Niniwe), semua bi-natang dari segala bangsa, baik burung 66 enggang maupun burung bangau akan bermalam di atas ambang pintunya; sua-ranya akan bernyanyi pada jendela-jende-la; kehancuran akan terdapat pada semua ambang pintu, karena Ia akan membuka semua susunan kayu araz.”

Siapakah yang berani mengesampingkan kebenaran, bahwa semua keadaan ini adalah pasti jadi pada sebelum masa seribu 27 tahun itu? Lagi pula, nubuatan-nubuatan ini menunjukkan bahwa pembaharuan kembali kerajaan Yehuda kuno itu akan merupakan suatu hal yang nyata, bukan sesuatu khayalan. Penghuni-penghuninya akan merupakan orang-orang yang sesungguhnya, bukan hantu-hantuan. Sekarang kita dapat saksikan, bahwa ucapan biasa, “pergi ke surga”, berarti pertama pergi ke Tanah Perjanjian untuk di sana dibiasakan bagi masyarakat yang bersih dan kekal.

“Inilah negeri yang amat ramai dan yang duduk dengan sembrono dan yang ber-kata dalam hatinya, Akulah dia dan lain 67 daripadaku satupun tiada, bagaimana ia sudah menjadi suatu kehancuran, sua-tu tempat bagi binatang-binatang untuk rebah duduk; setiap orang yang berjalan lalu daripadanya akan menyindir dan memberikan isyarat dengan tangan.”

Ibu kota Assiria (penguasa yang memerintah atas orang-orang itu) akan menjadi suatu kehancuran. Niniwe ini ternyata merupakan contoh saingan dari kota Niniwe kuno yang dahulu, seperti halnya Babilon pada buku Wahyu merupakan Contoh Saingan dari Babilon kuno yang dahulu.

Kesimpulan dari pasal ini adalah :

Orang-orang Yahudi yang dibenci sekarang bukanlah Yahudi-Yahudi yang akan dikagumi besok. Perkara-perkara yang dikejar oleh orang-orang Yahudi pada waktu ini untuk berhasil masuk ke Palestina bukanlah perkara-perkara yang dapat memperdirikan mereka di sana untuk selamanya kalaupun mereka akan berhasil sampai ke sana. Orang-orang Yahudi dan orang- 68 orang Arab yang akan dapat tinggal di tanah itu hanyalah mereka yang mencari Tuhan, Allahnya Musa.

Dan satu-satunya bangsa yang akan sampai ke sana adalah mereka yang akan tinggal di sana. Tanah itu dicadangkan bagi kerajaan Yehuda contoh saingan. Bangsa dan kerajaan yang tidak mau tunduk melayaninya “akan binasa; sesungguh-sung-guhnya semua bangsa itu akan seleng-kapnya dihapuskan.” Yesaya 60 : 12.

Oleh karena kita kini diamarkan secara langsung dan dengan pasti untuk mencari kerendahan hati dan kebenaran, maka kita 28 tak berani melalaikan kesempatan kita. Lagi pula, kita tidak dibiarkan untuk menyimpulkan sendiri mengenai apa yang dipersyaratkan kepada kita untuk mempersiapkan diri bagi hari Tuhan yang besar dan hebat itu. Namun marilah kita ingat, bahwa jika kita menciptakan pembatasanpembatasan kita sendiri, peraturan-peraturan yang dengan sendirinya memaksakan kita untuk menurut akan firman 69 sesuai dengan konsep pengertian sendiri, maka kita akan melakukan tidak kurang daripada kebenaran kita sendiri. Janganlah kita seperti orang-orang Farisi di masa lalu, dan janganlah kita mengadili orang lain dengan berlandaskan standar ukuran manusia ciptaan kita sendiri. Kita tidak boleh naik menduduki kursi pengadilan dan tidak boleh melanggar perasaan sanubari orang lain, kita tidak boleh mengadili orang lain dalam hal-hal yang terletak antara jiwa manusia dan Allah. Semua yang kita panggil untuk lakukan ialah mengajar dan mempraktikkan Kebenaran itu sekarang, biarkanlah orang-orang mengambil keputusannya sendiri apakah setuju atau menentangnya. Kita tidak boleh memaksakan mereka dalam hal apapun juga.

Hendaklah kita ingat, bahwa adalah justru mengenai suatu roh dan perbuatan yang sedemikian yang mengganggu perasaan orang lain yang dikatakan Yesus sebagai berikut, “Janganlah mengadili, agar kamu pun tidak akan diadili” (Matius 7 : 70 1). Kita tidak berhak untuk memaksakan pendapat-pendapat kita dan pandanganpandangan kita terhadap orang-orang lain. Justru karena orang-orang lain tidak menyetujui keinginan-keinginan dan citacita kita bukanlah merupakan alasan untuk mempersalahkan mereka demi untuk membantu mereka. Jauhkanlah dari hal itu. “Oleh sebab itu janganlah kamu me-mutuskan barang sesuatu hal sebelum waktunya, yaitu sebelum Tuhan datang, Dia yang akan menerangkan barang yang tersembunyi dalam gelap, dan Dia yang akan menyatakan semua rencana hati orang; pada masa itulah setiap orang akan beroleh kepujian dari Allah.” 1 Korintus 4 : 5.

“..... Hidup mereka pada waktu itu akan memperbesarkan kuasa dari seorang Juruselamat yang dapat membenarkan me- reka oleh kebenaran-Nya.

“Tetapi secara perlahan-lahan datang suatu perubahan. Orang-orang percaya mulai memandang kepada cacad-celanya 71 orang lain. Tinggal dengan kesalahan-kesa- lahan, dengan memberikan tempat bagi kritikan-kritikan yang tidak menyenang- kan, maka mereka kehilangan penglihatan terhadap Juruselamat dan kasih-Nya. Me- reka menjadi makin keras terhadap semua upacara lahiriah, makin terikat mengenai

29 teori dari praktik daripada iman. Dalam semangat mereka mempersalahkan orang lain itu mereka mengesampingkan kesa- lahan-kesalahannya sendiri. Mereka ke- hilangan kasih persaudaraan yang Kristus telah berikan kepada mereka, dan yang le- bih menyedihkan lagi, mereka tidak sadar akan kehilangan jiwanya sendiri. Mere- ka tidak menyadari, bahwa kebahagiaan dan kegembiraan sedang menghilang dari hidup mereka, dan bahwa oleh menyetop kasih Allah dari hati mereka, mereka akan segera berjalan dalam kegelapan.....

“Bukanlah tantangan dari dunia yang sangat membahayakan sidang Kristus. Adalah kejahatan yang dipelihara di da- lam hati orang-orang percaya yang mem- 72 bawa bencana terbesar mereka sendiri, dan yang sangat pasti menghalangi kemajuan pekerjaan Allah. Tidak ada jalan yang le- bih pasti untuk melemahkan kerohanian daripada memeliharakan di dalam diri iri hati, curiga, mencari-cari salah orang lain, dan sangka-sangka jahat.” – Acts of the

Selain daripada Yehezkiel (Jurubicara Allah), Allah tidak mendelegasikan kepada orang lain untuk menjadi pengawal bagi umat-Nya :

“Hai, anak Adam, sudah Ku angkat engkau menjadi penunggu bangsa Israel, oleh karena itu dengarlah olehmu Firman dari mulut-Ku, dan amarkanlah mereka itu dari pihak-Ku. Apabila kata-Ku ke-pada orang jahat, Haruslah engkau akan mati kelak, dan tiada engkau menasehat-kan dia, ataupun berbicara mengamarkan orang jahat itu dari jalannya yang jahat untuk menyelamatkan hidupnya; bah-wasanya orang jahat itu akan mati dalam kejahatannya, tetapi darahnya akan Ku 73 tuntut daripada tanganmu. Tetapi jika engkau mengamarkan kepada orang ja-hat itu, dan tiada ia bertobat daripada kejahatannya atau pun daripada jalannya yang jahat itu, maka ia akan mati dalam kesalahannya; tetapi jiwamu akan Ku lepaskan. Juga, apabila seorang benar itu undur dari jalan kebenarannya lalu berbuat jahat, dan Ku adakan sebuah batu sandungan di hadapannya, sehingga matilah ia, sebab tiada engkau menase-hatkan dia, maka iapun akan mati dalam dosanya, dan segala kebajikan yang telah diperbuatnya tiada akan diingat

30 lagi, tetapi darahnya akan Ku tuntut ju-ga dari tanganmu. Tetapi jikalau engkau sudah menasehatkan orang yang benar itu supaya orang itu tidak berdosa, lalu tidak juga ia berbuat dosa, maka ia pun akan hidup, sebab ia telah dinasehati; maka engkaupun akan selamat jiwamu.” Yehezkiel 3 : 17 – 21. Tegasnya, janganlah kita menginginkan tahta “di atas bukit….. pada sebelah utara.” Yesaya 14 : 13.

74

Dan ingatlah selalu, bahwa jika Kebenaran itu sendiri tak dapat membujuk orang berdosa untuk bertobat, maka paksaan dan usaha manusia akan berbuat lebih berbahaya dan kurang baik. Waktu kita adalah sangat singkat dan pekerjaan kita sangat luas untuk melibatkan diri dalam hal-hal yang asing bagi tugas-tugas kita. Kita tidak perlu menyia-nyiakan kekuatan kita dengan mencari-cari kesalahan pada orang lain. Marilah kita bersiap-siap bagi kerajaan itu, karena ada sebuah sidang dan sebuah dunia yang harus diselamatkan, dan Allah menginginkan agar supaya kita terjun bekerja dan segeralah bekerja jika kita hendak tergolong di antara Yahudi- Yahudi yang akan dikagumi besok dan hidup dalam kedamaian sempurna di bawah keamanan yang kekal.

75

Pelajaran mingguan ini, yang tanpa diminta harga, adalah tak ternilai yang berguna bagimu. Bacalah dan jagalah di perpustakaanmu, karena waktunya akan pasti datang bilamana saudara akan berterima kasih bahwa saudara sudah memelihara buku-buku. Jika saudara ingin memberikan kepada teman-teman atau kerabat Advent, saudara bisa meminta buku-buku tambahan atau kirimkan nama-nama dan alamat-alamat untuk daftar surat kami.

* * *

31

76

Catatan:

77

Surat dialamatkan kepada:

Universal Publishing Association

(Kantor Pusat)

Waco, Texas 76714

U S A
Universal Publishing Association

(Divisi Indonesia)

P. O. Box 6965/JAT-PK

Jakarta 13710

e-mail:

gadsdaid@yahoo.com

dikerjakan oleh:

Penerbitan 2018

78

UNIVERSAL PUBLISHING ASSOCIATION
P.O. BOX 7613
WACO, TX 76714
+1 800-729-7494
www.davidiantoday.org

Teks dikonversi dari edisi PDF. Nomor halaman sesuai dengan buku cetak.