Perpustakaan PDF
The Symbolic Code - Jilid 4-5

The Symbolic Code Jilid 4–5

4KS / 5KS
633

“MAJULAH KE DEPAN”

Sebagaimana pekabaran pemeteraian itu telah berjalan dengan kemajuan yang luar biasa selama tujuh tahun, maka pada akhir tahun 1937 pekabaran itu telah mengadakan perbaikan yang sangat mengagumkan karena sekarang semua pegawai Gunung Karmel akan diberi hanya untuk pekerjaan mereka, daripada tidak mendapat apaapa, dan Gunung Karmel sendirilah yang akan mengurus semua biaya mereka.

Disamping itu, kita, sebagai pemimpinpemimpin pekerjaan pembaharuan ini, sekarang sanggup menunjukkan kepada semua penganut Kebenaran Sekarang satu teladan yang benar dalam kesetiaan membayar perpuluhan dan persembahan-persembahan sukarela. Bahwa di samping membayar persembahan-persembahan sukarela, maka penduduk Gunung Karmel sekarang membayar dua kali lipat perpuluhan dari segala hasil keuntungan mereka, yang secara praktis mengikuti peraturan yang menuntut perpuluhan dan persembahan dari setiap orang sekitar 25 % sampai 30 % dari keseluruhan “keuntungan” pribadi kita, demikianlah kepada kita dituntut satu kebajikan yang sama seperti yang dilaksanakan oleh bangsa Israel yang dahulu, yang dijelaskan dalam kutipan-kutipan berikut :

“Sementara kita berbicara tentang perpuluhan sebagai ukuran kebajikan yang dilakukan oleh orang-orang Yahudi berupa sumbangan yang mereka berikan untuk maksud-maksud keagamaan, maka janganlah kita membicarakannya tanpa pengertian. Tuhan tetap memelihara tuntutan-Nya yang tertinggi, dan dalam setiap barang yang mereka miliki mereka diingatkan kembali kepada si Pemberi supaya mereka mengembalikan apa yang dituntut-Nya. Kepada mereka dituntut supaya mereka membayar uang tebusan bagi anak-anak sulung mereka, bagi anak sulung dari kawanan domba mereka, dan bagi buah-buah pertama dari tuaian mereka. Mereka dituntut untuk meninggalkan gandum dari panen mereka untuk orang miskin.

Apa saja yang jatuh tercecer dari tangan mereka sewaktu menuai ditinggalkan untuk orang miskin, dan sekali dalam setiap tujuh tahun tanah mereka harus dibiarkan menghasilkan sendiri untuk orang-orang miskin. Kemudian ada persembahanpersembahan korban, persembahan-persembahan karena dosa, persembahan-persembahan karena pelanggaran, dan pengurangan hutang pada setiap tahun ketujuh. Ada juga biaya-biaya untuk menjamu tamu-tamu dan hadiah-hadiah untuk orang miskin, dan ada pajak untuk tanah milik.

“Pada periode yang telah disebutkan, untuk mempertahankan kesetiaan terhadap hukum, umat itu ditanyakan mengenai apakah mereka telah setia memenuhi janji-janji mereka atau tidak. Hampir sepertiga dari segala penghasilan mereka dikembalikan kepada Allah untuk maksud-maksud keagamaan dan untuk membantu orang-orang miskin. Kewajiban ini tidak hanya dituntut dari golongan umat tertentu saja, tetapi untuk semuanya, sesuai dengan banyaknya milik mereka. Di samping semua sumbangan yang diberikan ini secara teratur, ada lagi persembahanpersembahan sukarela yang diperuntukkan untuk tujuan-tujuan khusus, sebagaimana halnya untuk pembangunan tabernakel di padang belantara dan kaabah yang didirikan di Yerusalem. Semua rencana ini telah dibuat oleh Allah untuk keuntungan umat itu sendiri, maupun untuk mempertahankan perbaktian kepada-Nya.

“Harus ada kesadaran di antara kita sebagai satu umat atas masalah ini. Hanya sedikit orang yang merasa sangat bersalah — kalau mereka telah melalaikan kebajikan ini. Hanya sedikit orang yang merasa menyesal bahwa setiap hari mereka merampok Allah. Jika orang Kristen sengaja atau tidak sengaja mengurangi atau tidak membayar hutangnya kepada tetangganya, atau menolak untuk membatalkan suatu hutang yang jujur, terkecuali takut; maka hati nuraninya tidak dapat tenang dan akan merasa susah walaupun mungkin orang lain tidak ada yang mengetahui 634 kecuali dirinya sendiri. Banyak orang yang melalaikan janji dan melanggar sumpah, dan hanya sedikit orang yang merasa susah atas perkara itu; betapa sedikit orang yang merasa bersalah atas pelanggaran untuk memenuhi kewajiban ini. Kita harus memiliki satu keyakinan yang baru dan yang lebih dalam atas pokok masalah ini. Hati nurani harus dihidupkan, dan perkara itu harus disambut dengan penuh perhatian, karena pada hari terakhir perhitungan harus dibuat kepada Allah, dan semua tuntutan-Nya harus dipertanggung jawabkan.

“Pertanggungan jawab orang Kristen atas perusahaan yang mereka miliki, apakah itu dengan modal yang besar atau kecil, akan seimbang dengan ukuran karunia yang diberikan oleh Allah kepada mereka. Ketidak jujuran atas kekayaan telah membuat beribu-ribu dan berpuluh ribu kerusakan. Orang-orang kaya ini lupa bahwa mereka adalah pelayan-pelayan, bahwa waktunya semakin dekat apabila akan dikatakan kepada mereka, ‘Berilah pertanggung jawaban atas pekerjaanmu’. Sebagaimana yang ditunjukkan melalui perumpamaan tentang talenta, maka setiap orang bertanggung jawab atas kebijaksanaannya menggunakan karunia yang diberikan kepadanya. Orang yang malang dalam perumpamaan itu, oleh karena ia mempunyai karunia yang paling sedikit, maka ia merasa memiliki tanggung jawab yang paling sedikit pula, lalu ia tidak menggunakan talentanya; sehingga ia dicampakkan ke dalam kegelapan yang diluar.

“Kristus berkata, ‘Betapa sukar bagi orang kaya masuk ke dalam kerajaan surga!’ Dan murid-murid-Nya heran akan pengajaran-Nya. Apabila seorang pendeta yang berhasil bekerja dengan menyelamatkan jiwa-jiwa bagi Yesus Kristus, meninggalkan pekerjaannya yang suci untuk maksud memperoleh harta yang sementara, maka ia disebut seorang yang sudah murtad, dan kepadanya akan diminta untuk mempertanggung jawabkan kepada Allah semua talenta yang ia tidak gunakan. Jika orang-orang yang memiliki usaha, misalnya petani, tukang, saudagar, pengacara, dll., menjadi anggota-anggota sidang, mereka menjadi hamba-hamba Kristus; dan walaupun talenta yang mereka miliki sama sekali berbeda, namun tanggung jawab mereka untuk kemajuan pekerjaan Allah melalui usaha pribadi, maupun dengan harta-harta mereka, tidak kurang daripada tanggung jawab yang dibebankan kepada pendeta. Bencana yang akan menimpa kepada pendeta yang tidak mengkhotbahkan injil, pasti akan menimpa juga kepada orang-orang yang memiliki usaha, jika mereka tidak menggunakan talenta mereka, dan mereka bukan rekan sekerja Kristus untuk menyelesaikan pekerjaan-Nya. Apabila hal ini dikemukakan kepada mereka, sebahagian dari antara mereka akan berkata, ‘Perkataan ini keras’, namun ia itu benar, sekalipun terus menerus bertentangan dengan perlakuan orang-orang yang mengaku pengikut Kristus.

“Allah menyediakan makanan untuk umat-Nya di padang belantara melalui satu mujizat, Ia juga dapat menyediakan segala sesuatu yang perlu untuk pelayanan agama; namun Ia tidak mau menyediakannya, karena dalam kebijaksanaan- Nya yang tak terhingga Ia melihat bahwa disiplin moral umat-Nya tergantung atas kerjasama mereka dengan Dia, setiap orang dari antara

2 mereka melakukannya. Selama kebenaran itu berkembang maju, maka semua tuntutan Allah yang diwajibkan kepada manusia untuk memberikan apa yang dipercayakan kepada mereka adalah untuk maksud ini juga. Allah, Pencipta manusia, maka dengan mengadakan rancangan kemurahan hati, Ia juga telah membuat pekerjaan itu sama-sama dipikul oleh semua orang sesuai dengan berbagai-bagai kemampuan yang mereka miliki. Setiap orang akan menjadi juru taksir atas miliknya sendiri, dan dibiarkan untuk memberikan sesuai dengan maksud yang ada dalam hatinya. Tetapi ada orang yang bersalah sama seperti Ananias dan Saphira, yang mengira bahwa jika mereka menahan sebahagian dari apa yang Allah minta dalam sistem perpuluhan, saudara-saudara yang lain tidak akan mengetahuinya. Pemikiran yang salah dari pasangan suami isteri itu adalah contoh yang diberikan kepada kita sebagai satu amaran. Dalam masalah ini Allah membuktikan bahwa Ia 635 menyelidiki hati. Tindakan-tindakan dan maksudmaksud manusia tidak dapat disembunyikan dari Dia. Ia telah meninggalkan satu peringatan yang tetap kepada orang-orang Kristen sepanjang zaman agar mereka tidak berdosa karena memiliki hati yang terus menerus bengkok.

“Walaupun sekarang tidak ada tanda-tanda yang nyata atas ketidaksenangan Allah karena meniru dosa Ananias dan Sapira, namun dosa itu sama ngerinya dalam pandangan Allah, dan hukuman pasti menimpa kepada si pelanggar pada hari penghakiman; dan bahkan banyak orang yang akan merasakan kutuk dari Allah bahkan dalam kehidupan ini. Apabila janji dibuat bagi perkara itu, maka itu adalah satu janji yang dibuat kepada Allah, dan harus dipelihara dengan sungguh. Dalam pandangan Allah pelanggaran tidak dibenarkan untuk menggunakan sendiri harta kita yang sudah dijanjikan untuk memajukan pekerjaan-Nya yang suci.

“Apabila satu janji secara lisan atau tertulis dibuat di hadapan saudara-saudara kita, maka merekalah saksi yang kelihatan atas perjanjian yang dibuat di antara kita sendiri dengan Allah. Janji itu bukan dibuat kepada manusia, melainkan kepada Allah, sebagai sebuah surat yang ditulis kepada tetangga. Tidak ada yang lebih mengikat kepada orang Kristen mengenai pembayaran uang, daripada suatu janji yang dibuat kepada Allah.

“Orang-orang yang mengikat janji kepada rekan sesama manusia biasanya tidak pernah berpikir untuk dibebaskan dari janji yang mereka buat. Janji yang dibuat kepada Allah, pemberi segala berkat itu, masih tetap merupakan janji yang lebih penting; maka kenapa kita menghendaki harus dibebaskan dari janji yang kita buat kepada Allah? Adakah mereka mempertimbangkan bahwa janjinya kurang mengikat karena dibuat kepada Allah? Karena janji itu tidak akan diperiksa di depan pengadilan maka apakah itu kurang sah? Akankah manusia yang mengaku akan diselamatkan oleh pengorbanan darah Yesus Kristus yang tidak terbatas itu, mau ‘merampok Allah? Bukankah janji-janji dan perbuatannya diukur dalam timbangan pengadilan istana sorga?

“Masing-masing kita mempunyai kasus yang akan diputuskan dalam pengadilan surga. Haruskah tingkah laku kita ditimbang menjadi bukti melawan kita? Kasus Ananias dan Saphira adalah merupakan perbuatan yang sangat jahat. Dalam menahan sebahagian harga dari penjualan tanahnya, mereka telah mendustai Roh Kudus. Kesalahan seperti itu yang dilakukan oleh setiap orang adalah merupakan penghinaan hebat. Apabila hati manusia sudah dilembutkan oleh kehadiran Roh Allah, maka mereka akan lebih banyak dipengaruhi oleh Roh Kudus, lalu perubahan dibuat untuk menyangkal dan mengorbankan diri untuk maksud-maksud Allah. Adalah sewaktu terang Ilahi bersinar ke dalam pikiran dengan cahaya dan kuasa yang luar biasa, perasaan-perasaan manusia dikuasai, sikap mementingkan diri kehilangan kuasa atas hati, dan kerinduan-kerinduan dibangkitkan untuk meniru Pola Yesus Kristus untuk melakukan penyangkalan diri dan melakukan kebajikan. Kemudian sikap asli mementingkan diri dari manusia akan berubah menjadi pemurah dan pengasih terhadap orang-orang berdosa yang hilang, lalu ia akan mengadakan janji yang hikmat kepada Allah, sebagaimana yang dilakukan oleh Abraham dan Yakub. Malaikat-malaikat surga ada hadir pada peristiwa-peristiwa seperti ini. Kasih kepada Allah dan kasih kepada jiwa-jiwa akan mengalahkan sikap mementingkan diri dan cinta kepada dunia. Terutama kasus ini adalah untuk rencana penebusan yang ditetapkan Yang Mulia di Surga untuk berkorban di kayu salib. Melalui ayat-ayat firman ini kita dapat menyaksikan bagaimana Allah menghargai janjijanji :

“Maka Musa berkata kepada kepala-kepala suku mengenai anak-anak Israel demikian : ‘Inilah yang diperintahkan oleh Tuhan. Apabila seseorang berjanji atau bersumpah kepada Tuhan, sehingga ia terikat dengan suatu janji, maka janganlah ia melanggar apa yang diucapkannya; dan ia harus berbuat seperti apa yang dikatakannya. (Bilangan 636 30 : 1, 2). Janganlah mulutmu membawa tubuhmu ke dalam dosa, dan janganlah berkata di hadapan malaikat bahwa engkau khilaf; apakah perlu Allah menjadi murka, sehingga merusak pekerjaan tanganmu? (Pengkhotbah 5 : 6). ‘Aku akan masuk ke dalam rumah-Mu dengan membawa korban-korban bakaran; aku akan membayar nazarku kepada-Mu, yang telah diucapkan bibirku, dan yang dikatakan oleh mulutku pada waktu aku susah.’ (Mazmur 66 : 13, 14). ‘Adalah merupakan jerat bagi manusia yang telah menelan barang yang kudus, tetapi kemudian baru menyelidikinya’. (Amsal 20 : 25). ‘Apabila engkau bernazar kepada Tuhan Allahmu, janganlah engkau lalai membayarnya, karena Tuhan Allahmu sesungguhnya akan menuntutnya daripadamu; dan hal itu menjadi dosa di dalammu. Apa yang keluar dari bibirmu haruslah engkau lakukan dengan setia; bahkan suatu persembahan sukarela, sesuai dengan yang engkau nazarkan kepada Tuhan Allahmu, yang telah engkau janjikan dengan mulutmu sendiri’. (Ulangan 23 : 21- 23).

“Bernazarlah, tetapi bayarlah nazarmu itu kepada Tuhan Allahmu; hendakkah segala orang yang ada di sekeliling-Nya, mengucapkan janji kepada Dia yang seharusnya ditakuti? (Mazmur 76 : 1). ‘Tetapi kamu telah menajiskannya dengan perkataan yang kamu ucapkan : Meja Tuhan telah tercemar; sehinggga buah-buahan dan makanan yang ada di atasnya tidak berharga. Kamu juga mengatakan, Lihatlah, Betapa susahnya hal itu! Dan engkau telah mengendusnya firman Tuhan serwa sekalian alam; lalu kamu membawa binatang yang tercabik-cabik, binatang yang timpang, dan yang sakit, kamu membawanya sebagai persembahan : berkenankah Aku menerimanya dari tanganmu? Demikianlah firman Tuhan. Terkutuklah penipu, yang mempunyai seekor binatang jantan di antara kawanan ternaknya buat persembahan, tetapi ia mempersembahkan yang cacat kepada Tuhan; sebab Aku ini adalah Raja Agung, firman Tuhan 3 semesta alam, dan nama-Ku pun ditakuti di antara segala bangsa’. (Maleakhi 1 : 12 – 14) — “Testimonies for the Church”, Jilid 4, hal. 467 – 471.

Selanjutnya, Gunung Karmel bukan hanya membayar gaji semua pegawai tetapnya, tetapi juga membayar para mahasiswanya, sehingga dengan demikian mereka mampu mencukupi sebahagian dari biaya-biaya mereka, yang bukan hanya mengurangi beban orang tua mereka, tetapi pada waktu yang sama mengajar para mahasiswa agar dapat berdiri sendiri untuk memikul tanggung jawab yang tidak dapat dilakukan, baik para orang tua maupun sekolah, karena kalau tidak, maka setelah masa usia sekolah mereka lewat, mereka bukan hanya tidak mampu untuk menambah pendapatan keluarga, tetapi bahkan tidak dapat membiayai hidup mereka sendiri, lalu akibatnya menjadi satu beban bagi mereka dan kutuk bagi dunia; padahal mereka harus menjadi satu berkat kepada semua orang.

Sistem pembayaran tahun 1938 ini berlaku kepada semua anak-anak yang berumur empat tahun ke atas, sebagaimana yang dijelaskan dalam undang-undang yang ditambahkan kepada undang-undang dasar dan peraturan-peraturan Persekutuan Umum Tongkat Gembala Masehi Advent Hari Ketujuh sebagai berikut :

“Persekutuan ini akan terdiri dari departemendepartemen yang terikat dan departemen yang berdiri sendiri.

“DEPARTEMEN YANG TERIKAT, adalah : Depertemen Pendidikan, Kependetaan, Sosial, dan Kantor Umum. Untuk pemeliharaan departemen pendidikan itu maka akan diminta suatu persembahan sebanyak 5 % dari penghasilan semua penganut Kebenaran Pada Waktunya. Persembahan ini, yang diambil dari orang-orang yang bukan bertempat tinggal di Gunung Karmel, terutama akan digunakan untuk pemeliharaan anak-anak sekolah yang orang tuanya tidak mampu, dan juga untuk perawatan gedung-gedung sekolah.

“Dewan sekolah tidak lagi menerima siswa sampai penambahan ruangan sekolah disediakan untuk menampung mereka, dan sampai para penganut Kebenaran Pada Waktunya 637 menjalankan kewajiban mereka untuk membiayai siswa-siswa di sekolah.

“Departemen Kependetaan — yakni para pengerja dan Penerbitan Kebenaran Pada Waktunya akan dibiayai dari perpuluhan pertama. Semua sisa dari pengeluaran-pengeluaran departemen yang disebut di atas, akan digunakan untuk pembelian bahan-bahan bangunan untuk mengembangkan lembaga-lembaga yang ada di Pusat Gunung Karmel.

“Departemen Sosial akan dibiayai dari perpuluhan kedua, atas mana 5 % dari iuran sekolah merupakan sebahagian, dan dari semua persembahan yang tidak langsung digunakan bagi dana-dana yang khusus. Dana-dana departemen ini akan diurus dari semua kotak amal yang patut dihargai.

“DEPARTEMEN YANG BERDIRI SENDIRI ialah : Departemen yang berhubungan dengan Perdagangan, Pertanian, Rumah Sewaan, Dapur, Laundry, dan Pengobatan.

“Semua bentuk pembelian akan diurus melalui Departemen Perdagangan.

“Departemen Pertanian akan menjual semua hasil produksinya kepada Departemen Perdagangan.

“Keuntungan-keuntungan yang diperoleh dari Perdagangan, Pertanian, Rumah Sewa, Dapur, Laundry, dan dari Departemen-Departemen lainnya, akan digunakan untuk membayar hutang gadai Tanah Perkebunan Gunung Karmel dan juga untuk membeli bahan-bahan bangunan untuk digunakan di Gunung Karmel.

“Departemen Kesehatan akan dibiayai oleh Departemen itu sendiri, mengadakan semua pelayanan menurut peraturan yang sudah ditetapkan. Tidak ada keuntungan yang diperoleh dari lembaga itu. Para pasien yang tidak mampu untuk membayar biaya pengobatan mereka, harus dibantu melalui Departemen Sosial.

“Segala macam barang diperuntukkan untuk lembaga, Departemen Sosial harus menjual barang-barang tersebut kepada Departemen Perdagangan, lalu meneruskannya kepada mereka yang memerlukan barang tersebut, maka Departemen Perdagangan akan menjual semua dan meminta bayarannya kepada si penerima. Masalah masing-masing penganut Kebenaran Pada Waktunya harus dipikirkan dengan sepatutnya.

TENAGA KERJA SENIOR

“Semua pengerja yang bekerja secara penuh di Gunung Karmel akan menerima gaji 14 sen per jamnya, dengan mana mereka dapat membayar biaya mereka yang tidak terduga. Persekutuan akan membayar pengeluaran anakanak yang orang tuanya maupun mereka sendiri tinggal di Gunung Karmel.

“Karena pekerjaan orang dewasa lebih baik dari yang lainnya, dan karena sebahagian dari pekerjaan itu harus dibayar lebih banyak dari pekerjaan lainnya, maka Persekutuan selanjutnya akan membayar biaya kompensasi masing-masing pekerja yang pantas melalui satu bonus, yang jumlahnya ditetapkan menurut pekerjaan masingmasing, sehingga dengan cara itu juga Persekutuan menyamaratakan perbedaan di antara pengerja yang bekerja sedikit atau yang lebih.

“Bonus yang disebutkan di atas dapat dibayarkan yang terakhir oleh Persekutuan, atau sebelumnya, tergantung atas keputusan yang akan dibuat oleh Persekutuan. Akan tetapi, jika ada muncul biaya-biaya yang tidak diduga kepada setiap penerima bonus, dan orang itu tidak mampu mengatasi keadaan darurat yang demikian, maka ia dapat mengambil bonusnya, sehingga dengan demikian ia dapat mengurus keperluannya.

PELAJAR PENGERJA DAN
BIAYANYA

“Para pelajar dibagi dalam empat kelompok.

638

“Kelas I akan terdiri dari mereka yang berusia di antara empat dan sembilan tahun, mereka akan menerima 3 ½ sen per jam selama duapuluh enam jam kerja per minggunya, dan berjumlah 91 sen seminggu, karena dibutuhkan $3,23 untuk kamar, makan, untuk laundry per minggunya, maka mereka mengalami kekurangan sebanyak $2,32, ditambah lagi jumlah perpuluhan dan persembahan yang diambil dari 91 sen, semuanya ini ditanggung 4 oleh orang tua atau wali murid yang harus dikirimkan kepada mereka setiap minggu.

“Kelas II terdiri dari mereka yang berusia sembilan tahun sampai tiga belas tahun; dan mereka akan menerima 7 ½ sen per jam selama duapuluh enam jam kerja, dan mereka menerima $1,95 per minggu. Untuk biaya kamar, makan, laundry sebanyak $4,00 per minggu, sehingga kekurangan sebanyak $2,05 ditambah jumlah perpuluhan dan persembahan yang diambil dari upah sebanyak $1,95, yang harus ditanggung oleh orang tua atau wali anak-anak dan yang harus dikirimkan kepada mereka setiap minggu.

“Mereka yang berusia tigabelas tahun sampai tujuh belas tahun adalah Kelas III; mereka menerima 9 sen perjam selama duapuluh enam jam hari kerja, dan mereka menerima $2,34 per minggu. Untuk biaya kamar, makan, laundry sebanyak $4,30, kekurangannya $1,96 ditambah jumlah perpuluhan dan persembahan yang diambil dari upah sebanyak $2,34, semuanya ditanggung oleh orang tua atau wali murid dan yang harus dikirimkan kepada mereka setiap minggu.

“Kelas IV akan terdiri dari pelajar-pelajar yang lebih senior, mereka bekerja tidak kurang dari delapan jam dalam satu hari sebagai siswa pengerja, yang bekerja dalam berbagai-bagai departemen; mereka akan menerima bayaran antara 9 sen sampai 13 sen per jam (tergantung dari kemampuan mereka), atau dari $4,14 sampai $5,98 per minggu, dikurangi perpuluhan dan persembahan, untuk biaya hidup sebanyak $4,30.

“Pendapatan masing-masing kelompok akan menjadi tambahan kepada perpuluhan dan persembahan-persembahan sukarela.”

PERDAGANGAN DAN PENUKARAN
MATA UANG

“Kantor Umum Persekutuan akan mengeluarkan uang sebanyak $25,000 dalam bentuk Perdagangan Mata Uang’, dan $5,000 dalam bentuk pertukaran uang terhadap tanah milik perkebunan. Untuk Perdagangan Mata Uang, sekarang juga kantor akan mengadakan transaksi bisnis dengan semua departemen, dan membayar seluruh gaji dari semua pegawainya yang bertempat tinggal di Pusat Gunung Karmel. Semua warga yang tinggal dimana akan berjual beli mata uang pada Pusat Gunung Karmel dengan Perdagangan Mata uang yang disebut di atas.

“Mata Uang yang di perdagangkan akan terdiri dari penny (1 sen ), nikle (5 sen), dime (1/10 dollar), quarter (1/4 dollar), half dollar (setengah dollar), satu dollar, lima dollar, dan duapuluh dollar, sedangkan pertukaran mata uang akan terdiri dari satu dollar, lima dollar, dan sepuluh dollar. Yang terakhir ini harus ditebus dalam bentuk perdagangan atau uang Amerika Serikat.

“Uang yang lain daripada mata uang yang diterima oleh setiap penghuni Pusat Gunung Karmel, harus ditukarkan ke dalam bentuk perdagangan atau pada kantor pertukaran uang di Gunung Karmel, atau didepositokan di Bank Palestina Pusat Gunung Karmel, dan si depositor akan diberi hak untuk mengambilnya kembali pada waktu yang dikehendakinya, jika tidak ada dibuat perjanjian yang lain.

DEMI KEPENTINGAN SEKOLAH

Karena pekerjaan dari kebanyakan pelajar tidak hanya tidak menguntungkan, tetapi juga merugikan kepada lembaga (karena menyita waktu guru untuk mengurus semuanya sementara mereka hanya menyelesaikan sedikit pekerjaan), dan oleh karena pekerjaan mereka bukan jenis 639 pekerjaan yang memberikan uang masuk kepada lembaga, maka kebijaksanaan untuk kompensasi sebagai ganti rugi ini hanyalah dapat dibiayai oleh lembaga itu sendiri, dan hanyalah merupakan alat untuk menjamin keberadaan dan kesejahteraan sekolah, juga untuk mengajar para siswa untuk menghasilkan uang, dan untuk belajar memikul tanggung jawab, sehingga apabila mereka sudah terdidik maka sekaligus mereka diajar pada waktu yang sama bagaimana memperoleh penghasilan untuk hidup.

BIAYA DEPARTEMEN PENDIDIKAN

Ada sejumlah anak-anak yang keuangan orang tuanya tidak sanggup untuk membiayai mereka di sekolah, dan oleh karena Gunung Karmel adalah merupakan Ibu rohani mereka, yang ingin untuk menyelamatkan anak-anaknya, maka ia telah mengangkat mereka menjadi anaknya. Tetapi oleh karena bantuan yang diberikannya harus datang dari semua Penganut Kebenaran Sekarang, maka di sini ia memberitahukan kepada semua mereka, semua kebutuhan untuk anak-anak ini.

Telah ditaksir bahwa persembahanpersembahan yang diterima dari para penganut Kebenaran Pada Waktunya kira-kira berjumlah sekitar 2 % dari “penghasilan” mereka, dan dari situ diambil sekitar 5 % sampai 8 % untuk membiayai sekolah. Itulah sebabnya Gunung Karmel tidak ragu-ragu memohon agar semua penganut Kebenaran Pada Waktunya mau menyumbang tidak kurang daripada 5 % dari penghasilan mereka, untuk keperluan dana ini.

Dengan kata lain, jika seseorang mempunyai penghasilan sebanyak $15 dalam satu minggu, maka perpuluhan pertamanya adalah sebanyak 1,5 % untuk potongan 10%, dan 68 sen untuk potongan 5 % yang diserahkan untuk biaya sekolah, yang semuanya berjumlah $ 2,18.

Jika semua penganut Kebenaran Pada Waktunya mau menanggapi panggilan yang mendesak dan yang penting ini, maka masalah biaya dan jaminan pendidikan Kristen bagi anakanak tetap akan teratasi. Tetapi ketahuilah Saudara, Saudari, bahwa jika kamu tidak mau menanggapinya, maka hal itu akan merintangi pekerjaan Gunung Karmel untuk anak-anakmu yang diharapkan oleh Tuhan untuk dilaksanakan, yang tentunya harus dikerjakan jika mereka akan diselamatkan. Kelalaian itu sekarang sedang membawa keruntuhan bagi orang tua maupun orang muda.

RALAT

Dalam terbitan Symbolic Code bulan November - Desember, halaman enambelas, paragraf tujuh, perkataan “belum”, tidak dimasukkan tanpa disengaja.

Bacaan yang sebenarnya : “Selanjutnya Gunung Karmel akan bekerja keras dan melakukan segala yang mungkin untuk memperbaiki anak-anak itu dalam waktu yang tertentu. Maka mereka yang belum cukup usia dan yang tidak dapat dibawa kepada Tuhan, dengan perasaan sedih Gunung Karmel akan menyuruh mereka pulang ke rumah.

5

PEMBERITAHUAN PENTING

Ternyata kebanyakan dari para penganut Kebenaran Pada Waktunya belum memahami sepenuhnya arti yang sebenarnya dari perkataan. “… pada pekerjaan yang terakhir ini Tuhan akan bekerja … dengan cara yang bertentangan dengan rencana manusia.” (“Testimonies to Ministers”, hal. 300), oleh sebab itu Gunung Karmel sendiri merasa terganggu dengan banyak masalah ganjil, yakni masalah-masalah yang tidak beralasan dan tidak mendasar.

Oleh karena itu, Gunung Karmel sendiri melihat 640 bahwa ia perlu menyediakan waktu dan usaha untuk membantu orang-orang yang, walaupun mereka sendiri harus dibantu orang-orang lain, namun sebaliknya mereka sedang sibuk mengerjakan apa yang mereka anggap adalah tugas yang diberikan oleh Allah — meragukan dan mengeritik pekerjaan Allah, dan mereka menuntut supaya kita memberi pertanggung jawaban tentang cara kita menjalankan pekerjaan Tuhan.

Walaupun orang-orang lain menunjukkan perhatian mereka kepada berbagai saluran yang lain daripada pemeliharaan kepentingan Allah,namun mereka telah menempatkan diri mereka sendiri sebagai ukuran bagi kita untuk menghormati seseorang atau orang lain, lalu terus berhati-hati untuk mengawasi setiap orang kecuali mereka sendiri, dan dengan tidak kenal ampun mencela setiap kekurangan dan kelemahan, dan kemudian memaksa kesesuaian kepada pandangan dan pedoman mereka yang sempit — suatu kebebasan yang sombong yang mana tidak seorangpun mempunyai hak untuk berpikir, sedikit berharap, dan menuntut.

MENCARI-CARI SALAH

“Adalah hal yang aneh kalau kita dapat lupa akan kesalahan-kesalahan dan cacat-cacat dalam tabiat kita sendiri, dan bagaimana kita dapat melihat dengan jelas kesalahan-kesalahan dan cacat-cacat orang lain. Menemukan begitu banyak kesalahan pada diri orang lain bukanlah merupakan satu pujian yang menunjukkan isi hati kita. Seharusnya kita berhati-hati dan rendah hati dalam mengeritik orang-orang lain, karena dalam kebanyakan hal kita sedang membeberkan kepada dunia kesalahan kita sendiri. Sebelum kita memutar haluan untuk mencari hal-hal yang tidak baik pada orang lain, maka lebih baik kita melihat kepada cermin kita sendiri apakah kita sudah bebas dari cacat yang kita pergunjingkan pada tetangga kita. Sepenggal kalimat bijak dari Alkitab yang meminta agar kita dapat membuang balok di mata kita sendiri, agar kita dapat melihat untuk membuang selumbar yang ada dalam mata orang lain.” — “Di Padang Rumput Hijau”, hal. 39, 40.

Pengalaman telah membuktikan bahwa orangorang yang begitu rajin mempersalahkan orangorang lain, ternyata adalah orang-orang yang lebih banyak mempunyai kesalahan daripada orang-orang yang mereka persalahkan, karena sekarang, baru beberapa bulan saja, mereka telah kembali kepada jalan mereka atau sudah menentang pekabaran yang belum lama mereka yakini adalah kebenaran. Sehingga dengan demikian terlihat dengan jelas bahwa maksud mereka untuk memperbaiki orang lain, lahir bukan dari hati yang tulus untuk mensejahterakan pekabaran pemeteraian dan para penganjurnya, tetapi sebaliknya adalah karena kuasa si penipu yang bermaksud menimbulkan kesusahan dan mengecilkan hati serta mematahkan harapan sebanyak mungkin, sehingga dengan cara demikian membuat kebenaran itu tidak mencapai hasil.

Hal-hal yang sedemikian telah terjadi di antara para penganut Kebenaran Pada Waktunya, bukan hanya di ladang pekerjaan tetapi juga di antara orang-orang yang tinggal di Gunung Karmel, dimana musuh itu mengetahui bahwa keberhasilannya akan lebih besar, jika dengan kelicikannya ia berhasil menghalangi pekerjaan itu.

Hanya ada segelintir, kalaupun ada, dari setiap penganut Kebenaran Pada Waktunya, tidak terkecuali orang-orang yang tinggal di Gunung Karmel, menyadari apa maksud dari “perkemahan” itu, atau menyadari alasannya mengapa masing-masing kita berada di sini. Selain itu, jauh lebih sukar menarik simpati para penganut Kebenaran Sekarang untuk memahami taraf yang dicapai oleh para pelopor dalam mana Gunung Karmel ada sekarang, buktinya dapat terlihat karena apabila para pelamar ditanya mengapa mereka ingin datang kesini, maka kebanyakan dari antara mereka menjawab, “untuk mempelajari 641 pekabaran itu, “atau untuk menjadi orang-orang Kristen yang lebih baik” atau menjauhkan diri dari pengaruh dunia”, dll, dll. Tidak ada yang salah atas jawaban mereka itu. Akan tetapi, Gunung Karmel belum mencapai taraf dimana ia dapat melayani kebutuhan-kebutuhan seperti yang diharapkan.

Kerapkali, setelah mereka sampai disini, mengira bahwa mereka mestinya menggunakan sebahagian besar dari waktu mereka di ruang kelas, lalu berharap untuk menerima dengan gampang apa yang mereka cita-citakan melalui persetujuan kami, dan apabila diketahui bahwa hal ini tidak mungkin, maka mereka menyimpulkan bahwa kesukaran itu adalah di pihak Gunung Karmel, bukan salahnya sendiri. Akibatnya, mereka mulai mencari-cari salah, mencari-cari kekurangan, mencela, lalu memutuskan sendiri untuk memetik keluar sesuatu yang terbaik dari yang jelek — demikianlah mereka keluar dari tempat mereka.

Oleh karena itu, untuk menyelamatkan orangorang yang masuk dengan mudah ke dalam barisan musuh, disini Gunung Karmel dengan sungguh-sungguh memberitahukan kepada semua orang, bahwa mulai sekarang sampai seterusnya ia tidak menerima siapapun kecuali para pekerja hingga pada batas waktu dimana ia telah mampu untuk menampung orang-orang miskin, orang-orang sakit, dan orang-orang yang sudah lanjut usia, dan orang-orang yang ingin mengambil kursus singkat kependetaan.

Tambahan pula, nasehat kami kepada orangorang yang ingin menjadi warga kerajaan itu ialah, supaya mereka berhati-hati menjaga langkahlangkah mereka sendiri gantinya menjaga langkah-langkah orang lain, karena jika mereka memalingkan mata dari kaki mereka sendiri dan memusatkannya kepada langkah kaki orang lain, maka pasti mereka akan jatuh dari jalan terang itu, lalu jatuh ke dalam jurang kebinasaan yang tidak terduga dalamnya.

Janganlah mendesak pendapat orang lain kepada pendapatmu sendiri; janganlah kamu mencari-cari salah orang lain; dan juga janganlah

6 menyatakan dosa-dosa mereka; janganlah kamu berharap pengakuan seseorang atas dosa yang dilakukannya kepada orang lain, kecuali dosa yang dilakukannya kepadamu, dan janganlah kamu menuntut maaf atau pengakuan dari siapa pun.

Karena pembaca Symbolic Code pasti mengetahui dan memahami, bahwa orang-orang yang terus dalam kebiasaan jahat memperhatikan orang-orang lain gantinya memperhatikan diri sendiri, tidak akan pernah dapat melihat kemuliaan dari kerajaan itu, oleh sebab itu, hendaklah masingmasing berhati-hati untuk belajar mengikuti kebiasaan, pernyataan-pernyataan Roh Nubuat yang jelas dan pasti sebagai berikut :

“Kamu sendiri telah membuka pintu supaya Setan masuk. Kamu telah memberikan kepadanya tempat yang terhormat pada penyelidikan, atau pertemuan-pertemuan yang kamu adakan. tetapi kamu memperlihatkan ketidak pedulianmu pada kebaikan tabiat yang telah ditegakkan bertahun-tahun dengan penuh kesetiaan, iri hati, bahasa-bahasa balas dendam telah mewarnai tindakan dan motif untuk mencocokkan pendapat mereka sendiri. Mereka menjadikan yang hitam itu tampak menjadi putih, dan yang putih itu menjadi hitam. Apabila pernyataan-pernyataan mereka dibantah, maka mereka mengatakan bahwa, ‘Itu adalah benar’. Karena fakta menyatakan bahwa itu benar, maka adakah hal itu membenarkan jalanmu? Tidak, tidak. Jika Allah harus mengumpulkan semua tuduhan yang mungkin benar terhadap kamu, dan menganyam semuanya itu menjadi sebuah cemeti untuk menghukum kamu, maka luka-lukamu akan lebih banyak dan bertambah dalam daripada lukaluka yang kamu buat kepada Saudara … ? Bahkan kenyataan-kesalahan menjadi jelas janganlah memberikan satu kesan yang salah. Kamu tidak dibenarkan untuk mengumpulkan setiap laporan yang ditujukan kepadanya, lalu menggunakannya untuk menghancurkan dan merusak nama baik dan pengaruhnya. Haruskah Tuhan menunjukkan kepadamu roh yang sama seperti yang kamu 642 tunjukkan kepada saudaramu; sehingga kamu akan dibinasakan tanpa ampun? Tidak adakah kamu mempunyai penyesalan dari hati nurani mu? Aku tidak takut. Waktunya belum tiba bagi Setan kehilangan kuasa. Jika semua yang kamu tuduhkan terhadap Saudara … ternyata tidak ada dilakukannya — maka bagianmu pun masih belum dapat dibenarkan.

“Apabila kita mendengar celaan terhadap saudara kita, maka marilah kita pelajari celaan itu kepada pertanyaan, ‘Tuhan, Siapakah yang akan tinggal dalam kemah pertemuan-Mu, siapakah yang akan diam di atas bukit-Mu yang kudus?’ Terhadap pertanyaan ini pemazmur menjawab, ‘Ia yang berjalan dengan tulus, dan yang bekerja dengan benar, dan yang menyimpan kebenaran dalam hatinya. Ia yang tidak mau memfitnah dengan lidahnya, dan juga yang tidak mau melakukan yang jahat terhadap tetangganya yang tidak mau mencelanya, itulah yang tinggal di sana.’

“Dunia pergunjingan akan dapat dicegah, jika setiap orang mau mengingat bahwa barangsiapa yang menceritakan kesalahan orang-orang lain kepadanya, akan dengan bebas menyatakan kesalahannya dalam kesempatan yang baik. Kita harus berusaha untuk memikirkan yang baik tentang semua orang, terutama saudara-saudara kita, jika tidak kita akan dipaksa untuk memikirkannya. Janganlah kita tergesa-gesa untuk mempercayai laporan-laporan jahat. Laporan-laporan ini sering timbul karena iri hati atau pernyataan-pernyataan yang berlebihan, atau karena kenyataan-kenyataan yang disingkapkan. Sekali perasaan iri hati dan rasa curiga diberi tempat, maka ia itu akan menyebar, seperti tumbuhan berduri. Haruskah seorang saudara berjalan sesat, dan baru kemudian engkau menunjukkan perhatianmu yang sesungguhnya kepadanya? Pergilah kepadanya dengan kasih, berdoalah dengan dan untuknya, janganlah lupa bahwa Kristus telah membayar mahal demi untuk penebusannya. Dengan cara ini engkau telah menyelamatkan satu jiwa dari maut, dan telah menutupi sejumlah besar dosa.” — “Testimonies for the Church”, Jilid 5, hal. 57 – 59.

“… Setan bersuka cita atas keadaan orang yang mengaku umat Allah. Sementara banyak orang sedang menyia-nyiakan jiwa mereka sendiri, mereka senang mencari kesempatan untuk mencela dan menghukum orang-orang lain. Semua orang mempunyai cacat tabiat, dan tidaklah sulit untuk menemukan sesuatu sehingga perasaan iri hati dapat mengartikan sesuatu yang melukai mereka. ‘Sekarang’, kata pengeritik ini, kami mempunyai bukti-bukti. Kami akan mengumpulkan semuanya menjadi satu tuduhan darimana mereka sendiri tidak akan dapat menjelaskannya. Mereka menunggu kesempatan yang tepat, lalu kemudian menyebarkan gosip, dan berita-berita mereka yang menarik.

“Dalam usaha mereka untuk memenangkan satu tujuan, maka orang-orang yang mempunyai imajinasi yang tentu saja kuat itu, sedang berada dalam bahaya menipu diri sendiri dan juga sedang menipu orang-orang lain. Mereka mengumpulkan ungkapan perkataan yang tidak disengaja dari orang-orang lain, dan tidak mempertimbangkan bahwa perkataan-perkataan yang diucapkan secara terburu-buru bukanlah pantulan perasaan yang sesungguhnya dari si pembicara. Tetapi semua perkataan yang tidak dipikirkan terlebih dahulu, sering tidak begitu berarti dan tidak perlu diperhatikan, namun semuanya telah dilihat melalui kaca pembesar Setan, sehingga semuanya itu terus dipikirkan, diulang-ulangi, sampai bukit-bukit kecil menjadi gunung-gunung. Terpisah dari Allah, orang-orang yang berprasangka jahat, akan mudah jatuh ke dalam penggodaan. Mereka tidak mungkin mengetahui kekuatan dari perasaan mereka atau akibat-akibat dari perkataan mereka. Sementara mereka mencela kesalahan-kesalahan orang lain, sebaliknya mereka jauh lebih banyak memanjakan kesalahan-kesalahan mereka sendiri. ‘Kemantapan dalam bertindak adalah merupakan sebuah batu permata.’

“Bukankah ada hukum kasih yang patut dipatuhi? Adakah orang-orang Kristen diperkenankan oleh Allah untuk mencela dan 643 menghukum orang-orang lain? Adakah itu merupakan satu kehormatan, atau bahkan kejujuran, untuk mencari keuntungan dari bibir orang lain dengan menyamar sebagai sahabat, sehingga rahasia-rahasia yang telah dipercayakan kepadanya berbalik untuk merugikannya? Adakah itu kebaikan tabiat orang Kristen untuk mengumpulkan setiap laporan yang mengambang, untuk menggali segala sesuatu yang akan menimbulkan kecurigaan atas tabiat orang lain, lalu kemudian menggunakan semuanya untuk melukai hatinya? Setan bersukacita apabila ia dapat mencemarkan nama baik atau melukai hati seorang pengikut Kristen. Dia adalah ‘penuduh semua saudara’. Haruskah orang-orang Kristen membantu pekerjaannya?

“Allah yang maha melihat sedang memperhatikan cacat-cacat dari setiap orang dan penderitaan setiap orang; namun Ia telah menanggung semua kesalahan kita, dan merasa kasihan akan semua kelemahan kita. Ia meminta kepada umat-Nya supaya mereka menghargai dan mempunyai roh kesabaran dan kelembutan hati yang sama. Orang-orang Kristen yang benar tidak akan bersukaria karena kesalahan-kesalahan dan kekurangan-kekurangan orang lain dibeberkan. Mereka akan menjauhkan hal-hal yang tidak baik dan tercela lalu mengarahkan pikiran kepada hal-hal yang indah. Kepada orang 7 Kristen setiap perbuatan yang mencela, setiap perkataan yang mengecam, atau perkataan yang menghakimi, adalah perkataan yang menyakitkan.

“Selalu ada saja laki-laki dan perempuan yang mengakui kebenaran, yakni orang-orang yang tidak menyesuaikan hidupnya kepada pengaruh kesucian, orang-orang yang tidak beriman, dan yang masih menipu diri sendiri, serta mendorong dirinya ke dalam dosa. Sikap tidak percaya terlihat dalam hidup mereka, kelakuan, dan tabiat mereka sehingga perbuatan-perbuatan jahat ini menyebar bagai penyakit kanker.

Maukah orang-orang yang mengaku Kristen menggunakan kuasa penyelidikan mereka untuk melihat kejahatan-kejahatan apa yang perlu diperbaiki dalam diri mereka, gantinya membicarakan kesalahan-kesalahan orang lain, agar terdapat satu situasi yang lebih baik di dalam sidang yang sekarang. Sebahagian orang akan berlaku jujur apabila kejujuran itu tidak menuntut pengorbanan apapun, tetapi apabila kebijaksanaan akan membayar yang terbaik, maka kejujuran dilupakan. Kejujuran dan kebijaksanaan tidak akan bekerja sama dalam satu pemikiran. Disaat, kebijaksanaan akan muncul, maka kebenaran dan kejujuran memerintah dengan unggul, atau, jika kebijaksanaan lebih dihargai, maka kejujuran dilupakan. Keduanya tidak pernah sejalan; dan tidak pernah bersama-sama. Yang satu adalah nabi baal, tetapi yang lainnya adalah nabi yang benar dari Allah. Apabila Allah membentuk semua permata milik-Nya, maka terlihatlah orang yang benar, yang tulus, dan orang yang jujur akan terlihat serta menyenangkan. Malaikat-malaikat akan ditugaskan untuk memahkotai orang-orang yang demikian, dan di atas mahkota-mahkota ini memacar sinar bintang-bintang gemerlap yang memantulkan, dengan kemegahan, sinar yang memancar dari tahta Allah.

“Saudara-saudara pendeta kita terlalu sering membicarakan celaan-celaan dalam sidang, dan mereka juga terlalu sering menyatakannya dalam ceramah-ceramah mereka. Mereka seharusnya tidak mendorong para anggota sidang untuk saling mengeluh, tetapi menempatkan mereka sebagai mata-mata atas perbuatan-perbuatan mereka sendiri. Janganlah seorang pun membiarkan prasangka dan kebenciannya bangkit karena berhubungan dengan kesalahan-kesalahan orang lain; dan semua harus sabar menunggu sampai mereka melihat jawaban dari kedua belah pihak, dan kemudian percaya hanya kenyataankenyataan yang kuat mendorong mereka untuk percaya. Dalam setiap waktu, jalan yang aman adalah supaya jangan mendengarkan laporanlaporan jahat, sampai peraturan Alkitab yang dipatuhi dengan ketat. Ini akan mengerahkan beberapa orang yang bekerja dengan licik untuk mendesak keluar dari yang menaruh curiga, perkara-perkara yang mana tidak ada urusannya dengan mereka, dan yang mana tidak baik untuk 644 mereka ketahui.

“Saudara-saudariku, demi kepentingan jiwamu, pandanglah dengan matamu sendiri kepada kemuliaan Allah. Jauhkanlah sedapat mungkin pandangan-pandanganmu sendiri. Kita sedang mendekati penutupan sejarah dunia. Ujilah maksud-maksud hatimu dalam terang kekekalan. Saya tahu, saudara perlu diperingatkan; karena engkau sedang menyimpang dari jalan yang dahulu. Pengetahuanmu, sedang merusak prinsip dasar orang Kristen. Kepada saya telah ditunjukkan hal-hal yang pasti engkau akan kejar, bila engkau memisahkan diri dari Allah. Janganlah kamu bersandar kepada kebijaksanaanmu sendiri. Aku mengatakan kepadamu, bahwa jiwamu sudah dekat dengan kebinasaan. Demi Kristus, selidikilah dan lihatlah, mengapa engkau hanya memiliki sedikit iman dan kasih untuk menjalankan kesalehan.

“Tuhan sedang menguji dan mencobai umat- Nya. Engkau boleh mencela kekurangan tabiatmu sendiri sekehendak hatimu, tetapi menjadi baik hati, penyayang, dan sopan santun terhadap orang lain. Selidikilah setiap hari, apakah saya berhati keras atau palsu? Mintalah kepada Tuhan dengan sungguh-sungguh agar saudara diselamatkan dari segala bentuk penipuan yang terus menerus atas masalah ini. Perhatian terhadap perkara-perkara yang kekal terlibat. Sementara begitu banyak orang sedang mengejar hormat, dan begitu serakah untuk memperoleh keuntungannya, maka adakah anda, saudarasaudari yang kekasih rindu mencari jaminan kasih Allah, Yang akan menunjukkan kepadamu panggilan dan pilihanmu yang pasti”? — “Testimonies for the Church”, Jilid 5, hal. 95 – 97.

Banyak perkara yang berkaitan dengan pekerjaan Allah dimana kamu menemukan kesalahan, karena kamu telah biasa melakukan demikian. Dan karena kamu telah memalingkan wajahmu terhadap terang yang diungkapkan oleh Allah kepadamu mengenai dirimu sendiri, maka kamu cepat kehilangan pertimbangan yang tajam, dan lebih cepat menemukan kesalahan dalam segala sesuatu. Kamu mengemukakan pendapatmu dengan kepercayaan yang angkuh, dan meragukan orang-orang lain sebagai orang yang keterlaluan. Kebebasan pendapat dan yang benar tidak pernah meremehkan nasehat dari pengalaman dan kebijaksanaan, tetapi mendengarkan nasehat orang-orang lain dengan hormat.” — “Testimonies for the Church”, Jilid

“ … Isteri anda telah terlibat terlalu banyak untuk mencari-cari cacat dan noda tabiat Saudarasaudara dan Saudari-saudarinya. Sementara ia mencoba untuk turut menyiangi kebun tetangganya, ia telah melalaikan kebunnya sendiri. Seharusnya ia lebih banyak dan lebih rajin untuk membangun tabiat yang tidak bernoda. Ada bahaya yang paling besar karena ia telah gagal dalam hal ini. Jika ia kehilangan Surga, maka ia kehilangan segala-galanya. Kamu berdua harus membersihkan kaabah jiwa, yang telah menjadi tercemar …” Idem, hal. 337.

“Aku melihat bahwa banyak orang yang telah remuk secara rohani. Kadang-kadang mereka hidup hanya untuk memperhatikan terus saudarasaudara mereka, — memperhatikan setiap kesalahan, untuk menimbulkan kesusahan kepada mereka. Dan sementara mereka melakukan hal ini, pikiran mereka bukan kepada Allah, dan juga bukan ke Surga, bukan juga kepada Kebenaran; tetapi mereka hanya berada di tempat dimana Setan menghendaki mereka, — pada orang yang lain. Jiwa mereka telah diabaikan; mereka jarang melihat atau merasakan kesalahan-kesalahan mereka sendiri, karena mereka telah berbuat cukup banyak untuk memperhatikan kesalahankesalahan orang lain tanpa memandang kepada jiwa mereka, atau tanpa menyelidiki hati mereka sendiri. Pakaian orang, topi, atau rok yang menjadi perhatian mereka. Mereka harus berbicara kepada orang ini atau orang itu, dan itulah sudah cukup untuk dipikirkan selama berminggu-minggu. Saya melihat bahwa orang-orang beragama ini memiliki jiwa-jiwa yang malang, yang hanya memperhatikan pakaian-pakaian dan perbuatanperbuatan orang lain, serta hanya mau mencari 645 kesalahan mereka. Kecuali mereka mengadakan pembaharuan, maka tidak ada tempat bagi 8 mereka dalam Surga, untuk mereka menemukan kesalahan pada Tuhan sendiri.

“Kata malaikat itu, ‘Adalah kewajiban setiap orang untuk menjadi benar di hadapan Allah’. Kewajiban itu adalah di antara Allah dengan jiwa kita sendiri. Tetapi apabila orang terlalu memperhatikan kesalahan orang-orang lain, maka mereka tidak lagi memperhatikan kesalahan mereka sendiri. Orang-orang yang mencari-cari kesalahan, dugaan-dugaan sering akan dapat menyembunyikan kebiasaan mereka, jika mereka menemui langsung orang-orang yang mereka kira salah. Hal itu akan bertentangan sehingga mereka akan mengorbankan pahamnya gantinya meneruskannya. Tetapi adalah mudah untuk membiarkan lidah berbicara dengan bebas tentang orang ini atau orang itu, apabila si tertuduh tidak ada.” — “Testimonies for the Church”, Jilid 1,

PENGUMUMAN PENTING

Dalam surat yang ditujukan ke Kantor Umum, dan yang berisikan permohonan-permohonan yang langsung ke Akademi, atau kepada satu departemen, diharap agar permohonanpermohonan itu dituliskan dalam sehelai kertas yang terpisah, agar dapat menghindari kebingungan dan kesukaran dalam penyimpanannya.

Dalam hal menuliskan surat yang langsung ke Akademi, tolong alamatkan ke :

Akademi Gunung Karmel

Pusat Gunung Karmel

Waco, Texas

“… BERHATI-HATILAH SUPAYA KAMU TIDAK JATUH”

Pada tanggal 13 Oktober 1937, RECORD, “sebuah majalah resmi” Uni Conference Barat bagian Selatan Masehi Advent Hari Ketujuh, dalam tulisannya yang berjudul, “Setan Masih Bekerja”, telah menyerang pernyataan yang terdapat dalam “Symbolic Code”, terbitan bulan Februari 1937, halaman 8, paragrap 8, dan juga mengadakan serangan terhadap keterangan pernyataan dalam menjawab serangan yang terdahulu, yang terdapat dalam terbitan bulan Juli, halaman 2, paragraf 7. Majalah Record itu mengatakan :

“Dalam tulisan terbitan bulan Februari yang disebut SIMBOL NUBUATAN, adalah tampak pernyataan berikut sebagaimana yang ditunjukkan dalam RECORD itu beberapa bulan yang lalu :

“Pekerjaan rancangan Ilahi, dalam mentahbiskan dan mendirikan lembaga pernikahan pada hari Jumat, yaitu hari keenam penciptaan, dan lembaga Sabat pada hari yang ketujuh, adalah lembaga yang akan menjadi contoh baik kepada pendirian kembali kedua lembaga ini dan kepada pemulihan kesucian dan keindahannya yang semula. Dan karena kita harus menghormati Sabat pada hari yang ketujuh, maka demikian juga kita harus memperingati pernikahan itu pada hari Jumat, yaitu hari yang keenam dalam setiap minggu.”

“Sekarang,” lanjut MAJALAH RECORD itu, “bertentangan dengan pernyataan ini sehubungan dengan sanggahan kosong yang diterbitkan dalam bulan Juli pada majalah yang sama:

“Siapapun, yang memiliki tingkat perhatian yang patut dan pemahaman yang baik sementara membaca semua masalah perkawinan yang disebutkan di atas, akan melihat dengan cepat bahwa serangan RECORD yang menganjurkan “pendapat supaya pernikahan-pernikahan itu harus selalu diselenggarakan pada hari Jumat”, benar-benar adalah perkara yang lain ke dalam bacaan “Tongkat Gembala” karena semua itu 646 tidak ada dimuat — tidak disetujui, bahkan tidak dianjurkan, dan tidak ada dituliskan.

“Pernyataan yang terdahulu mengatakan ‘karena kita harus memelihara hari Sabat pada hari yang ketujuh pada setiap minggu, maka seharusnya kita memperingati pernikahan itu pada hari Jumat, yaitu hari yang keenam dari minggu.’ Pada pernyataan yang dicetak ini, tulisan yang kedua mengatakan bahwa itu tidak ada dimuat tidak disetujui, bahkan tidak dianjurkan, dan perkara itu tidak ada tertulis.”

Dengan hati yang tulus kami mempercayai bahwa RECORD itu dengan jujur membuat serangan di atas terhadap kami, namun demikian kami yakin bahwa penulis artikel dalam RECORD itu belum sampai mempelajari semua SYMBOLIC CODE itu, melainkan baru membaca permukaannya lalu mengadakan keputusannya, lebih lanjut kenyataan itu dibuktikan oleh sebutannya yang keliru atas “Symbolic Code”, menjadi “Simbol Nubuatan”. Untuk itu Roh Nubuat berkata :

“Tetapi sedikit orang yang memahami caracara dan pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan oleh Allah dalam pemeliharaan-Nya yang ajaib. Mereka maju beberapa langkah, namun kemudian tidak dapat menjangkau dasar atau pantai. Begitulah orang-orang yang berpikiran dangkal dan yang menganggap dirinya sendiri bijaksana. Orang-orang yang kuat mencapai hasil yang paling tinggi dan berguna, adalah orang-orang yang paling cepat mengakui kelemahan tentang pengertiannya sendiri. Allah menghendaki setiap orang yang mengaku murid-Nya supaya menjadi seorang pelajar, supaya mereka cenderung untuk lebih banyak belajar daripada mengajar.

“Beberapa banyak manusia pada zaman ini gagal untuk menyelam cukup dalam. Mereka hanya meluncur di atas permukaan. Mereka tidak mau berpikir dengan cukup teliti, untuk melihat kesukaran dan pergumulan-pergumulan mereka; dan tidak mau memeriksa dengan bijaksana setiap masalah penting yang muncul di hadapan mereka, mereka tidak mau belajar dan dengan doa yang sungguh, dan dengan minat serta perhatian yang sungguh untuk melihat pokok masalah yang sesungguhnya. Mereka membicarakan segala perkara yang belum mereka pikirkan dengan hatihati.” — “Testimonies for the Church”, Jilid 4,

Pernyataan kami dalam Symbolic Code Jilid 3, No. 7 paragrap 7, terbitan bulan Juli, yang menyebutkan bahwa “tulisan-tulisan itu tidak ada dimuat — tidak disetujui, bahkan tidak dianjurkan, ataupun dituliskan”, adalah jawaban yang kemudian terhadap persoalan dari RECORD, yang mana menyerang kami dengan mengatakan bahwa “pernikahan itu harus selalu diselenggarakan pada hari Jumat”, adalah pernyataan yang tidak pernah kami buat.

9

Inilah bukti-buktinya : Kami mengatakan bahwa karena lembaga pernikahan itu telah ditahbiskan pada hari yang keenam, dan Sabat itu pada hari yang ketujuh, dan sebagaimana kita memelihara hari Sabat sebagai satu lembaga, maka “sama seperti itu seharusnya kita memperingati hari pernikahan itu pada hari Jumat, hari yang keenam daripada minggu itu”, dengan pernyataan ini maksud kami adalah untuk mengatakan bahwa inilah seharusnya yang kita lakukan pada masa yang akan datang, karena Eliyah akan “memulihkan segala perkara”, sedangkan RECORD itu telah menyerang kami dengan mengatakan “bahwa pernikahan itu harus selalu diselenggarakan pada hari Jumat”, sehingga membuat hal itu kelihatan bahwa Symbolic Code sedang menunduh orang-orang yang melakukan pernikahan pada hari yang lain telah melakukan dosa. Oleh sebab itu, terhadap pendapat yang demikian kami telah menuliskan :

“Siapapun, yang memiliki tingkat perhatian yang patut dan pemahaman yang baik sementara membaca semua masalah perkawinan yang disebutkan di atas, akan segera melihat bahwa serangan RECORD yang menganjurkan “pendapat supaya pernikahan-pernikahan itu harus selalu diselenggarakan pada hari Jumat”, 647 benar-benar adalah perkara yang lain ke dalam bacaan “Tongkat Gembala” karena semua itu tidak ada dimuat — tidak disetujui, bahkan tidak dianjurkan, dan tidak ada dituliskan.

Selain itu, kami merasa menyesal karena saudara-saudara kita itu telah jatuh begitu dalam dari ukuran kebijaksanaan dan martabat oleh perkataan mereka yang menyebutkan, bahwa pernyataan-pernyataan yang kami buat itu adalah “ajaran-ajaran Setan, walaupun posisi kami terletak di atas dasar kenyataan-kenyataan yang kuat dari Alkitab sementara mereka hanya mencari-cari salah tanpa alasan seperti masa lalu. Itulah sebabnya rasul itu berkata, “siapa yang menyangka bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh”. “Janganlah kamu sombong, tetapi takutlah; hendaklah kamu sehati sepikir dalam hidup bersama.” (1 Korintus 10 :

PERTANYAAN DAN JAWABAN

Apakah nubuatan Josiah atau nubuatan
John yang digenapi?

PERTANYAAN NO. 185 :

“Apakah Josiah Litch benar dalam nubuatannya tentang keruntuhan kerajaan Otoman pada tanggal 11 Agustus 1840?”

JAWAB :

Kerajaan Ottoman tidak jatuh sama sekali; melainkan, bangsa Turki yang “menempatkan dirinya dibawah kekuasaan bangsa-bangsa Kristen.” — “The Great Controversy”, hal. 335.

Berikut ini dikutip sebuah surat yang ditulis oleh Dr. W.S. Butterbaugh, M.D., yang mengemukakan kenyataan-kenyataan sehubungan dengan tanggal yang tidak benar dari ramalam Josiah, berdasar atas apa yang diperkirakan sebagai kegenapan dari Wahyu 9 : 5, 15.

“Demi kepentingan kebenaran itu, maka kita harus mengetahui bahwa baik Miller maupun Litch mendasarkan kesimpulan mereka atas pernyataan-pernyataan dari sejarawan Gibbon, dimana pernyataan-pernyataan ini memperkirakan bahwa Othman (Osman) pertama kali akan menyerbu Nikomedia tahun 1299, dan yang menurut tanggal sejarawan tidak berubah hingga tahun 1916, ketika kemudian para penyelidik membetulkannya menjadi tahun 1301, sehingga dengan demikian meralat dua tahun perbedaan waktu.

“Alexander Keith, menulis dalam tahun 1832, beberapa tahun sebelum Litch merumuskan ramalannya bahwa keruntuhan bangsa Turki akan terjadi pada tanggal 11 Agustus 1840, telah menarik perhatian kita kepada kesalahan yang dibuat oleh Gibbon. Dalam karya Keith, yang berjudul ‘Tanda-Tanda Zaman’ (Sign of the Times), Jilid 1, hal. 311, yang diterbitkan di Boston dalam Tahun 1832, kita dapat membaca :

“Adalah pada tanggal 27 Juli 1301, yang secara keliru dirumuskan oleh Gibbon pada tahun 1299, zaman Kristen, bahwa Otman pertama kali akan menyerbu daerah-daerah Nikomedia …

“Dari karya yang berjudul ‘The Foundation of the Ottoman Empire’, terbitan Century Company, New York, saya kutip di sini sebagai berikut :

“Salah satu tugas utama dari buku ini adalah untuk membetulkan asas yang salah dari fondasi Kerajaan Ottoman … Tidak ada sesuatu catatan yang dibuat tentang sesuatu pertempuran yang telah terjadi, atau sesuatu penaklukan yang dibuat. Pada tahun 1299, Osman memilih tempat kediamannya di Weni Scheii. Pada tahun 1300 ia telah berhasil menaklukan sebahagian dari Phrigya lama dan Bithynia ke dalam kekuasaannya. Sejarawan Eropa yang mula-mula telah membuat 648 pernyataan-pernyataan yang paling kejam tentang tindakan Osman. Dalam tahun 1301, 12 tahun sesudah Osman mulai membentuk negaranya, ia terlibat dalam perang yang dilakukannya dan langsung berhadapan dengan kerajaan Bysantine … Hammer dan Jorga menyerah pada tahun 1301 itu. Muralt berperang tahun 1302 … Maka hampir tidak mungkin mereka mengadakan serangan ke Nicomedia pada tahun itu.” — Kutipan dipilih dari

”Jika Osman memilih tempat kediamannya di Weni Scheii pada tahun 1299, yaitu 2 tahun sebelum ia melakukan peperangan yang pertama, maka sama sekali tidak mungkin bahwa pada tahun 1299, dapat dipercaya sebagai tahun pembentukan Kerajaan Turki. Surat berikut yang diterima dari John W. Taylor, Dept of Greek of Chicago University, patut dipertimbangkan secara hati-hati …

“Buku Pachymeres Jilid IV, pasal 25 (De Adronico Palaelogo), menceritakan penaklukan orang-orang Roma atas Raja Yunani Andrenicus dekat Nicomedia pada tanggal 27 Juli. Tahunnya tidak diberitahukan, karena dalam sistem pembubuhan tanggal belum diperkenalkan ke dalam kerajaan Yunani dari Kerajaan sebelah Barat. Urutan-urutan waktu yang dipakai oleh Gibbon dan juga penulis-penulis lain pada masa itu, adalah berdasarkan karya Latin … Urutan-urutan itu digunakan oleh Petrus Possinius, yaitu seorang sarjana Jesuit yang menulis di Roma pada tahun 1660. Ia menyusun satu daftar urutan waktu bagi peristiwa-peristiwa itu, lalu dicatat oleh Pachymeres dengan menggunakan sebagai fakta gerhana matahari atau bulan, yang digambarkan oleh para sejarawan dan dibubuhi tanggal oleh ahli-ahli perbintangan yang bernama Hegira, atau yang dibuktikan dengan kebenaran yang ditulis oleh cara pembubuhan tanggal orang-orang Latin dengan sistem yang dipakai oleh orang-orang Kristen.

“Pembubuhan tanggal dari peristiwa yang dipertanyakan diduga adalah diambil dari keadaankeadaan berikut. Possinius dapat menetapkannya 10 melalui dokumen Latin bahwa Andronicus telah membentuk satu persekutuan dengan jenderal Roma, Rozericus, pada bulan-bulan terakhir 1302. Karena diduga bahwa ia telah digerakkan untuk ini disebabkan serangkaian kegagalan, salah satu di antaranya mengenai penaklukan orang-orang Persia di bawah pimpinan Othman (Osman) pada tanggal 27 Juli, maka Possinius menempatkan peristiwa ini pada tahun 1302. H.A. Gibbon dalam bukunya yang berjudul “Kemunduran dan Keruntuhan Kerajaan Roma”, menempatkan peristiwa itu ke belakang, yakni tahun 1301.“ Edisi yang mula-mula menempatkannya pada tahun 1299, yaitu tahun dalam mana Possinius menempatkan tahun pertemuan yang dilakukan oleh Altman, yakni salah seorang pemberontak yang kemudian memenangkan peperangan yang dimaksud. Demikianlah wewenang Possinius menetapkan tahun 1301 gantinya tahun 1299 untuk peperangan dekat Nicomedia. Edward Gibbon dalam karya tulisnya tampaknya memikirkan hal itu lebih memungkinkan, karena peperangan itu segera disusul oleh penyatuan kekuatan di antara Adronicus dengan Rozericus. Saya cenderung untuk menyetujui terbitan tahun 1916 dan menempatkan peperangan itu pada tahun 1301, atau bahkan tahun 1302.

(tertanda) JOHN TAYLOR

Fakultas Sastra Bahasa Grika

Universitas Chicago

Keterangan-keterangan di atas sehubungan dengan kesalahan atas mana Josiah Litch mengatakan ramalannya tentang keruntuhan Kerajaan Ottoman pada tahun 1840, kemudian bergeser dari tahun 1840 ke tahun 1842 atau 1843, adalah kegenapan dari nubuatannya.

Demikianlah, bukan hanya fakta-fakta membuktikan bahwa ramalan Litch itu tidak menggenapi nubuatan “Wahyu”, melainkan juga “Pertentangan segala zaman” mencatat bahwa Litch dengan ramalannya sendiri, dan bukan dari Yohanes yang telah menggenapi apa yang menjadi pemikiran. Oleh karena itu, maka ramalan Litch itu menjadi landasan kekeliruan “Wahyu”, lebih 649 daripada suatu ketentuan dari suatu kegenapan dari nubuatan Pewahyu.

Lagi pula, nubuatan Wahyu memberitakan suatu pembunuhan ‘sepertiga bagian daripada manusia’ (Wahyu 9 : 15), sebaliknya, dalam ramalam kegenapan ramalan Litch, tidak ada satu orangpun yang telah terbunuh!

SIAPAKAH “WANITA YANG DIPILIH”
ITU?

PERTANYAAN NO. 186 :

Siapakah “wanita yang dipilih dan anakanaknya” yang dibicarakan dalam surat Rasul Yohanes yang kedua?

JAWAB :

Kami tidak mengetahui siapakah yang dimaksudkan dengan “wanita yang dipilih dan anak-anaknya” dari tulisan Rasul Yohanes itu, mungkin ia adalah ibu Yesus dan anak-anaknya yang lain.

BERSANDAR PADA KEJUJURAN
MELAWAN
KETIDAKONSEKWENAN?

PERTANYAAN NO. 187 :

Bukankah Nyonya White mengatakan kepada peserta yang hadir pada suatu pertemuan Conference bahwa, “Sebagian dari mereka ini akan mati dimakan cacing, sebagian lagi oleh tujuh celaka yang terakhir, dan sebagian lagi akan hidup dan yang sisanya masih hidup akan diubahkan pada kedatangan Yesus? Jika ia telah membuat pernyataan yang dikutip di atas itu, lalu bagaimanakah anda menjelaskan hal ini oleh karena semua mereka yang hadir pada pertemuan itu sekarang sudah mati? Bukankah hal yang sedemikian ini akhirnya menjadi sesuatu yang menentang tulisan-tulisannya yang diilhami itu?

JAWAB :

Sebelum kami menjawab seperti untuk apa atau bukankah pernyataannya sebelumnya yang berhubungan dengan khayal menjadi benar, kami ingin menanyakan jika seandainya suatu pernyataan yang berhubungan dengan tabiat dalam tulisan-tulisan nabi-nabi itu akan juga menghalangi pengilhaman terhadap Alkitab?

Orang-orang yang dalam penglihatan pernyataan Sister White kelihatannya keliru, sehingga dengan demikian mereka yang menyangka bahwa tulisan-tulisannya adalah tidak berlaku lagi, menjadi sesuai, harus juga berpikir demikian terhadap Alkitab, karena pernyataanpernyataan firman berikut juga, adalah suatu sifat yang serupa dan kelihatannya menjadi tidak sedikit pertentangannya daripada yang dibuat oleh pernyataan milik Sister White.

Nabi Yesaya, menuliskan, “Oleh karena Tuhan Sendiri akan memberitahukan kepadamu suatu tanda : Tengoklah, seorang anak dara akan mengandung, dan melahirkan seorang putera, dan akan disebut nama-Nya Imanuel. Karena sebelum anak itu dapat mengetahui untuk menolak yang jahat, dan memilih yang baik, maka negeri yang tidak engkau sukai itu akan ditinggalkan oleh raja-rajanya.” (Yesaya 7 : 14, 16). Matius menjelaskan : “Tengoklah, seorang anak dara akan mengandung, dan akan melahirkan seorang putera, maka mereka akan memanggilnya Imanuel, yang artinya adalah, Allah beserta kita.” (Matius 1 : 23).

Tidak seorang pun yang akan meragukan bahwa Yesaya 7 : 15 adalah nubuatan tentang kelahiran Kristus. Tetapi, sebaliknya kalau Yesaya 7 : 15 itu mudah untuk dipahami, maka tidaklah demikian dengan Yesaya 7 : 16, sebab kedua raja yang disebutkan di atas adalah raja Syria dan raja Israel (Yesaya 7 : 1), yang meninggalkan negeri itu berabad-abad sebelum Kristus dilahirkan, walaupun nabi itu mengatakan : “Sebelum anak 650 itu tahu menolak yang jahat, dan memilih yang baik, maka negeri yang tidak engkau sukai itu akan ditinggalkan oleh kedua rajanya.”

Jika orang-orang yang mencari pengait dan gantungan, di atas mana mereka menggantungkan keragu-raguan, dapat memahami nubuatan Yesaya beserta sejumlah nubuatan-nubuatan lain, maka mereka dapat menuntut hak untuk melewatkan pertimbangan atas pekerjaan Roh Allah, apakah itu terdapat pada zaman Alkitab atau pada zaman kita, lalu kita dipaksa untuk menerima interpretasi mereka dari pernyataan Sister White yang terdapat pada Jilid 1, hal. 132.

Ada satu lagi, Kristus berbicara kepada murid-murid-Nya kata-Nya : “Sesungguhnya sebelum kamu selesai mengunjungi kota-kota Israel, Anak Manusia sudah datang” (Matius 10 : 23), tetapi rasul Paulus menyatakan bahwa injil itu akan dikhotbahkan kepada seluruh bangsa di bawah kolong langit pada zamannya. (Kolose 1 : 23).

Tidak ada orang Kristen yang sejati yang akan berani meragukan baik pernyataan Kristus, maupun pernyataan Paulus, walaupun sama sekali keduanya bertentangan. Pada zaman yang sama kita semua mengetahui bahwa injil itu sudah dikhotbahkan kepada mereka semua, dan telah hampir dua ribu tahun berlalu, namun Anak Manusia belum juga datang. Oleh sebab itu, karena pernyataan Kristus dan Paulus serta 11 Yesaya tidak kurang bertentangan daripada pernyataan Sister White, maka bagaimanakah seseorang dapat dengan hati yang jujur menerima pernyataan yang mula-mula lalu menolak pernyataan yang kemudian? Kenyataannya ialah bahwa orang-orang yang mempersalahkan Sister White, segera akan mempersalahkan juga pernyataan para nabi dan pernyataan Yesus Kristus jika mereka menyimpang dari jalan mereka.

Mereka yang tidak dapat memahami begitu banyak pernyataan yang tampaknya bertentangan dalam ayat-ayat firman, namun masih mempercayai semuanya dan menganggapnya sebagai yang diilhami dan yang benar, haruslah bersikap jujur terhadap semuanya dan tetap pada tempatnya, berlaku bijaksana untuk memikirkan pernyataan yang terdapat dalam Jilid 1, hal. 132, daripada mempersalahkannya, dan mereka harus mengakui ketidak-mampuan mereka untuk memahami Firman Allah secara pribadi (tanpa Roh yang mengilhaminya).

Kenyataan bahwa mereka tidak memahami Alkitab lebih baik daripada mereka memahami Roh Nubuat, menunjukkan bahwa celaan-celaan mereka tidak dapat membuktikan bahwa tulisantulisan Sister White adalah tulisan yang tidak diilhami, tetapi sebaliknya membuktikan bahwa merekalah yang tidak diilhami — “menyedihkan, dan malang, dan miskin, dan buta, dan telanjang”. (Wahyu 3 : 17). Kepada mereka Yesus berkata : “Maka Aku menasehatkan engkau, supaya engkau membeli daripada-Ku emas yang telah dimurnikan dalam api, agar engkau menjadi kaya; dan juga membeli pakaian putih, supaya engkau berpakaian, agar jangan kelihatan ketelanjanganmu yang memalukan; dan juga mengoleskan minyak supaya engkau dapat melihat.” (Wahyu 3 : 18).

Kesulitan itu bukan terletak pada tulisan-tulisan para nabi, tetapi sebaliknya terletak pada orangorang yang telah berdosa melawan Tuhan. “Sebab Tuhan telah mencurahkan atas kamu tidur yang lelap, dan telah membutakan matamu : Ia telah membutakan para nabi dan para pemimpinmu, serta para pelihatmu. Dan semua khayal itu bagimu sudah menjadi kata-kata firman dari sebuah kitab yang termeterai, yang diberikan pada orang yang telah mempelajari dengan mengatakan, Baiklah baca ini, Aku akan mendoakanmu : lalu ia menjawab, Aku tidak dapat sebab kitab itu termeterai. Dan kemudian kitab itu diberikan kepada orang yang tidak terpelajar, dan katanya, Baiklah baca ini, Aku akan mendoakanmu, maka ia menjawab, Aku tidak dapat mempelajarinya. Oleh sebab itu Tuhan berfirman, oleh karena bangsa ini datang mendekati dan memuliakan Aku dengan mulut 651 serta bibirnya, pada hal hatinya jauh daripada- Ku, dan ketakutan mereka terhadap Aku menurut ajaran dan peraturan manusia: Oleh sebab itu, sesungguhnya, Aku akan melakukan pula perkara-perkara ajaib di tengah-tengah bangsa ini; karena kepintaran orang-orang bijaksana di antara mereka akan binasa, dan kebijaksanaan pengertian merekapun akan disembunyikan”. (Yesaya 29 : 10 – 14). “Dan akan ada satu penghalang kepada umat ini, yang menyebabkan mereka jatuh kepada kekeliruan”. (Yesaya 30 : 28). “Sebab Tuhan adalah Allah yang adil: diberkatilah kiranya semua mereka yang menantikan-Nya.”(Yesaya 30 : 18)

Abraham tidak dapat memahami bagaimana janji itu akan digenapi dalam Ishak dan pada waktu yang sama ia dituntut supaya ia mengorbankan Ishak menjadi korban bakaran, tetapi Abraham mengetahui bahwa kebijaksanaan tidak mati bersamanya, sehingga dengan demikian ia menyerahkan persoalan yang membingungkan itu agar Allah menunjukkan jalan keluarnya. Abraham telah menjadi bapa orang-orang percaya, sebab ia juga adalah orang percaya, sekalipun ia tidak memahami hal itu, maka, jika kita mau menjadi “anak-anak Abraham”, kita juga, harus membuang segala keakuan dan kesombongan pendapat kita, lalu berbuat seperti yang ia lakukan. Allah berkata :

“Dengarlah kepada-Ku, hai kamu yang mengejar apa yang benar, hai kamu yang mencari Tuhan : Pandanglah gunung batu yang daripadanya kamu terpahat, dan kepada lubang penggalian batu yang daripadanya kamu gali. Pandanglah Abraham bapa leluhurmu, dan kepada Sarah yang melahirkanmu.” (Yesaya 51 : 1, 2).

Karena organisasi tidak pernah mencatat orang-orang yang hadir pada rapat pertemuanpertemuan, maka tidak seorangpun yang tahu apakah semua orang yang hadir pada pertemuan khusus yang dibicarakan oleh Sister White itu, apakah sudah meninggal atau belum. Ternyata banyak di antara mereka pada waktu itu masih muda sekarang yang tentunya masih hidup.

Bagaimanapun juga, oleh karena ini bukanlah satusatunya perkara dalam Firman Allah yang mereka tidak dapat jelaskan secara memuaskan, maka adalah lebih baik untuk menunggu supaya Allah sendiri yang menjelaskannya, daripada membuang segerobak permata yang disangka segumpal kotoran.

NASEHAT-NASEHAT YANG COCOK
PADA WAKTUNYA

Jika engkau seorang yang kurang sabar, duduklah dengan tenang dan bercakaplah dengan Ayub.

Jika engkau adalah seorang yang sedikit keras kepala, pergi lihatlah Musa.

Jika engkau menjadi lemah - tak berdaya, pandanglah Elia yang baik.

Jika tidak ada lagi nyanyian dalam hatimu, dengarkanlah Daud.

Jika engkau mau menjadi bijak, bacalah kitab Daniel.

Jika engkau seorang yang najis, tinggallah sebentar dengan Yesaya.

Jika tawar hatimu, biarlah murid yang kekasih itu meletakkan lengannya padamu.

Jika imanmu menjadi lemah, bacalah surat Paulus.

Jika engkau menjadi malas, perhatikanlah Yakub.

Jika engkau kehilangan pandangan masa depan, naikilah tangga-tangga Wahyu dan tataplah sekilas Tanah Perjanjian.

-- Tanpa Nama

12

652
Ilustrasi

1

653

SEBUAH PERINGATAN PENTING

Kepada semua orang yang memiliki roh yang tidak peduli atau yang ragu-ragu atau roh penentang, yang melangkah pada tepi jalan dari Kebenaran Pada Waktunya, kata-kata Ilham berikut berdiri sebagai pengawal-pengawal yang setia untuk memberi amaran akan kenyataan yang kuat, bahwa jika semua orang yang berjalan di tepi jalan tidak pindah ke tengah-tengah jalan, lalu berjalan dalam terang, maka akhirnya mereka akan berpindah dari semua pemeluk-pemeluk Kebenaran Sekarang yang menyimpang dari kebiasaan — “keluar dari “Tongkat Gembala” — keluar dari terang, dan kembali duduk dibangkubangku gereja paham Laodikea dan kembali masuk ke dalam kegelapan yang “menyedihkan” dan yang “mengerikan” dan yang “menakutkan”, dan “penipuan.” — “Testimonies for the Church”,

“Kita harus berjalan dalam terang yang bercahaya ke atas kita, jika tidak, terang itu akan berubah menjadi kegelapan”. — “Testimonies for the Church”, Jilid 1, hal. 262.

Pada saat sambutan yang gembira diserukan, ‘Inilah Kaabah Tuhan, inilah Kaabah Tuhan’, maka godaan-godaan dan kegelapan datang menyelubungi jiwa, — yaitu keduniawian, mementingkan diri dan pemujaan diri. Adalah perlu bagi Tuhan sendiri untuk menyampaikan semua rencana-Nya kepada jiwa. Sebagai ganti semua pendapat dan rencana duniawi kita yang sia-sia, maka sebaliknya Tuhan akan menyampaikan semua rencana-Nya sendiri dan pemikiran-pemikiran-Nya sendiri kepada kita, yaitu pemikiran yang mulia dan luas dan yang selalu menuntun ke arah surga!

“Bahaya yang kamu hadapi, terletak dalam kegagalan ‘untuk maju ke depan melihat tanda hadiah panggilan yang mulia dari Allah dalam Yesus Kristus.’ Bukankah Tuhan sudah memberikan terang bagimu? Maka kamu bertanggung jawab akan terang itu; bukan semata-mata ketika sinarnya sedang bercahaya atasmu, tetapi untuk semua yang telah diungkapkan padamu di masa lalu. Setiap hari kamu harus menyerahkan kehendakmu kepada Allah; kamu harus berjalan dalam terang itu, dan berharap memiliki terang yang lebih banyak; karena terang yang datang dari Juruselamat yang kekasih akan tetap bercahaya lebih terang, lebih jelas bersinar di tengah-tengah kegelapan moral, lebih bercahaya sampai kepada hari yang lebih sempurna.” — “Testimonies for the Church”, Jilid

“Aku merasa sedih untuk mengatakan, hai saudaraku, karena dosa kelalaianmu untuk berjalan dalam terang itu, telah menyelubungi engkau dalam kegelapan. Sekarang engkau dapat bersikap jujur untuk tidak mengakui dan mematuhi terang itu; keragu-raguan yang engkau telah tunjukkan, kelalaianmu untuk mengindahkan semua tuntutan Allah, telah membutakan pandanganmu sehingga sekarang kegelapan itu sudah menjadi terang bagimu dan terang itu menjadi kegelapan. Allah telah meminta kepadamu supaya pemikiranmu berjalan maju pada kesempurnaan. Kekristenan adalah satu agama yang berkembang. Terang yang datang dari Allah adalah terang yang penuh dan cukup, yang sedang menunggu tanggapan kita terhadapnya.” — “Testimonies for the Church”, Jilid 5, hal. 71.

“Kumpulkanlah semua sinar terang yang telah diremehkan dan ditolak itu. Kumpulkanlah semuanya dengan rendah hati, dengan gentar, dan dengan takut. Dosa orang Israel purba itu adalah karena ketidak pedulian mereka terhadap kehendak Allah dan mengikuti jalan mereka sendiri sesuai dengan angan-angan hati mereka yang tidak suci itu. Israel modernpun sedang mengikuti langkah-langkah kaki mereka dengan tepat, dan ketidaksukaan Tuhan sudah pasti menimpa atas mereka.” — “Testimonies for the Church”, Jilid

654

“Kedamaian datang dengan ketergantungan atas kuasa Ilahi. Sebagaimana cepatnya jiwa itu bertindak menurut terang yang telah diberikan, maka Roh Kudus akan memberikan terang yang lebih banyak dan yang lebih kuat. Rahmat dari Roh Kudus harus disokong untuk bekerja sama dengan ketetapan jiwa, tetapi itu bukanlah satu pengganti bagi latihan iman seseorang. Keberhasilan dalam kehidupan orang Kristen tergantung atas karunia terang yang telah diberikan Allah. Bukanlah karena kelimpahan terang dan bukti sehingga membuat jiwa lepas dari Kristus; itu adalah kebangkitan dari semua kuasa dan kemauan dan kekuatan jiwa untuk berseru dengan tulus, ‘Tuhan, saya percaya, tolonglah aku yang kurang percaya ini”. — “Testimonies to Ministers”, hal. 518.

Saudara, saudari, renungkanlah dengan baik pengakuan yang menyedihkan dari seseorang yang telah kehilangan jalan :

“Saya menyadari bahwa peristiwa rohani yang menyedihkan adalah akibat dari kelalaian hidup dan keputusan yang tidak baik” — yaitu kegagalan jiwa “untuk bertindak menurut terang yang telah diberikan.” — “Testimonies to Minister”, hal. 518.

“Oleh karena itu, hai kekasihku, dengan melihat bahwa kamu telah mengetahui semua perkara ini sebelumnya, maka berjaga-jagalah agar kamu juga tidak hanyut terbawa oleh segala kekeliruan orang jahat, lalu jatuh dari kesetiaan kamu sendiri.”

“Oleh sebab patutlah kita mengindahkan lebih sungguh-sungguh akan segala perkara yang telah kita dengar, agar pada sesuatu waktu semuanya tidak lepas dari kita.” (Ibrani 2 : 1).

“Ujilah dengan seksama semua dasar dari pengharapanmu. Peliharalah baik-baik jiwamu sendiri. Pengharapan yang meraba-raba tidak akan pernah menyelamatkan engkau. Apakah engkau telah menghitung harganya? Saya takut engkau tidak menghitungnya. Sekarang putuskanlah apakah engkau mau mengikuti Kristus, berapapun harganya.” — “Testimonies for the Church”, Jilid 1, hal. 243.

“Berusahalah untuk mengetahui permasalahanmu yang paling buruk. Pastikan apakah engkau mempunyai satu warisan yang mulia. Tuluslah pada jiwamu sendiri. Jangan lupa, bahwa satu sidang yang tanpa noda, atau tanpa kerut, atau sesuatu perkara yang sama dengan itu, akan Yesus persembahkan kepada Bapa- Nya.” — “Testimonies for the Church”, Jilid 1,

Semoga tulisan-tulisan ini membuat setiap penganut Kebenaran Pada Waktunya gentar dengan jiwanya, lalu benar-benar menguji dirinya sendiri untuk melihat apakah ia berada “dalam iman” (2 Korintus 13 : 5). “Agar (ia) jangan sama seperti mereka yang jatuh ke dalam lubang yang tak terduga dalamnya.” (Mazmur 143 : 7).

HIMBAUAN DARI SYMBOLIC CODE

Jika ada seseorang dari para Penganut Kebenaran Pada Waktunya mempunyai bukubuku dan yang mau diberikankannya untuk pekerjaan Tuhan, maka sekolah Gunung Karmel dengan senang hati mau menaruhnya dalam perpustakaan. Yang diutamakan adalah tulisantulisan Nyonya White, kamus-kamus, buku tata bahasa Inggris, serta pidato-pidato, dan beberapa buku dari M.E. Cady.

2

BIARLAH ORANG JAHAT ITU DI TINGGALKAN

Gunung Karmel menyadari bahwa tidak mungkin untuk membawakan rencana manusia dengan rencana Allah pada waktu yang sama. Itulah sebabnya, mereka yang telah datang ke Pusat Gunung Karmel dan yang membuat rencana-rencananya sendiri menjadi kecil hati dan kecewa, segera setelah mereka mengetahui bahwa pekerjaan itu dilaksanakan bertentangan 655 dengan rencana-rencana mereka.

Maka sebagai akibatnya, pertanyaan yang timbul dalam pikiran mereka ialah, ‘Apa yang terjadi dengan Gunung Karmel’?

Ini adalah beberapa akibat dari keadaan itu. Pertama, karena para pendatang baru telah terbiasa untuk berjalan pada jalan mereka sendiri, yang seluruhnya bertentangan dengan jalan Tuhan; kedua, karena mereka tidak menyadari bahwa Tuhan “sedang mengambil alih pemerintahan ke dalam tangan-Nya sendiri”; ketiga, karena mereka melihat bahwa Gunung Karmel sedang melakukan segala perkara “yang bertentangan dengan rencana-rencana manusia” (“Testimonies to Ministers”, hal. 300); keempat, karena mereka sering mengira bahwa Gunung Karmel mengharap terlalu banyak dari mereka apabila mereka bergabung dengan pekerjaan yang sedang dilaksanakan. Tetapi jika Pusat Gunung Karmel tidak berbeda dari setiap lembaga dunia, maka dunia tidak perlu membutuhkannya.

Oleh karena itu, hendaklah semua penganut Kebenaran Pada Waktunya bereformasi dengan berjalan dalam terang Tuhan, gantinya berjalan dalam terang mereka sendiri, karena Roh Nubuat telah mengatakan kepada kita bahwa “reformasi menandai adanya satu pengorganisasian kembali, yaitu perubahan pikiran dan pendapat, kebiasaankebiasaan dan praktek-praktek”. — “Review andd Herald”, 25 Februari 1902 (Dikutip dari buku “Christ Our Righteousness”, hal. 154).

“Hendaklah orang jahat meninggalkan jalannya, dan orang-orang yang tidak benar meninggalkan segala pemikiran-pemikirannya: dan hendaklah ia kembali kepada Tuhan, dan hendaklah ia bertobat kepada Allah yang mengasihinya, karena Ia akan mengampuni dengan limpahnya. Karena pikiran- Ku bukanlah pikiranmu, dan jalan-jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman Tuhan. Karena sebagaimana langit lebih tinggi dari bumi, maka demikian jugalah jalan-Ku lebih tinggi dari jalanmu, dan pikiran-Ku lebih tinggi dari pikiranmu.” (Yesaya 55 : 7 – 9).

FIRMAN NUBUATAN YANG LEBIH PASTI

“Kita juga mempunyai firman nubuatan yang lebih pasti; maka perhatikanlah itu baik-baik, seperti sebuah pelita yang bercahaya di tempat yang gelap, sampai fajar menyingsing dan bintang timur terbit dalam hatimu.” (2 Petrus 1 : 19).

“Maka setelah mereka (anak dara yang bodoh) pergi membeli minyak itu, pengantin laki-laki itupun datang; dan mereka yang bersedia itu masuk dalam pesta pernikahan; dan pintupun tertutup … Oleh sebab itu berjaga-jagalah, karena kamu tidak tahu akan hari ataupun jam kedatangan anak

“Tetapi akhir dari segala perkara sudah dekat: oleh sebab itu tetaplah kamu waspada, berjagajaga dan berdoa.” (1 Petrus 4 : 7)

Sadarlah dan berjaga-jagalah; Lawanmu, si Iblis berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. (1 Petrus 5 : 8).

“Orang-orang yang sedang berjaga-jaga bagi kedatangan Tuhan, akan menyucikan jiwa mereka oleh mematuhi kebenaran.” — “The Desire of

Guru itu memerintahkan kepada kita agar kita “berjaga-jaga dan berdoa”. Kita dapat saja mempunyai teori pekabaran itu dengan sempurna sehingga para pendengar dibuat bersemangat oleh pengetahuan kita yang banyak tentang Alkitab, tetapi disamping itu kita harus menunjukkan bahwa kita “sedang berjaga-jaga dalam segala perkara”, tahan “menderita”, dalam mengerjakan “pekerjaan injil”, serta menunjukkan “bukti yang cukup”, untuk “pelayanan” kita sebagaimana yang dikatakan oleh Rasul Paulus untuk kita lakukan (Baca 2 Timotius 4 : 5) atau berdoa, sebagaimana yang diperintahkan oleh Guru itu? Orang paling bijaksana yang pernah hidup menulis 656 melalui kata-kata Ilham, bahwa “takut akan Tuhan adalah permulaan dari segala pengetahuan.”

Untuk mengetahui pendirian rohani yang kita miliki, ada baiknya bagi kita untuk memikirkan segala hal yang Guru, itu rindu agar kita tetap perhatikan. Oleh karena kita sadar akan kenyataan bahwa Setan sudah bertekad untuk membuat kita menjadi korbannya, maka pertama sekali kita harus mengindahkan perintah yang telah diberikan dalam khotbah di atas bukit itu — supaya “kita tidak tertipu”. Oleh sebab itu, kewajiban kita yang terutama adalah belajar sepenuhnya dengan menggunakan Alkitab dan Roh Nubuat, untuk menghadapi tipu muslihat dan sasaran seranganserangan yang akan Setan gunakan untuk mengalahkan kita, karena ia akan menjadikan kelemahan kita sebagai titik yang menguntungkan untuk menyerang kita.

Menurut itu adalah lebih baik daripada pengorbanan. Penurutan terhadap hukum-hukum Allah dan segala prinsipnya, baik dalam hidup kerohanian maupun kehidupan moral kita, adalah merupakan termometer yang mencatat apakah suhu kerohanian kita naik atau turun, dan dengan itu Setan dapat membuat perhitungan yang sangat cermat untuk mengadakan seranganserangannya.

“Janganlah kita mengira bahwa apabila Tuhan memiliki terang bagi umat-Nya, Setan akan berdiri tenang, dan tidak berupaya agar semua terang itu kita terima. Ia akan bekerja ke atas pikiran semua orang untuk membangkitkan rasa tidak percaya, iri hati, dan tidak adanya iman. Hendaklah kita berjaga-jaga agar kita tidak menolak terang yang Allah berikan, karena terang itu tidak datang dengan cara yang menyenangkan kepada kita. Janganlah berkat Allah berlalu dari pada kita karena kita tidak tahu waktu hukuman Tuhan atas kita.” — “Testimonies for the Church”, Jilid 5, halaman 728.

“Dalam Firman Allah kepada kita diajarkan bahwa inilah waktunya, melebihi dari waktuwaktu yang lain, dimana kita dapat mencari terang dari surga. Sekaranglah waktunya dimana kita dapat mengharapkan suatu penyegaran dari kehadiran Tuhan. Kita harus berjaga-jaga terhadap pemeliharaan Allah yang baik sebagaimana bala tentara Israel berjaga-jaga3 terhadap ‘suara agar mereka pergi ke atas pohonpohon besar’ — yaitu satu tanda yang menunjukkan bahwa Surga akan bekerja bagi mereka.” — Idem.

Maka, demi kepentingan kita, belajarlah untuk mengetahui apakah kebenaran itu, apakah prinsipprinsip Allah itu, apakah amaran-amaran dan perintah-perintah yang telah diberikan kepada umat-Nya pada zaman ini. Dengan merenungkan setiap hari ,“semua perkara ini, maka kita akan diperlengkapi untuk pergi maju dalam peperangan Kristen, dan dipersiapkan untuk dapat menghadapi anak-anak panah Setan. Akan tetapi, kita hanya akan dapat melawan anak-anak panah musuh oleh mengarahkan seluruh perhatian kita terserap dalam ketetapan untuk melayani Allah, dan dengan demikian kita akan mengetahui bahwa kita sedang berjalan dalam terang “bahkan berjalan sebagaimana Ia berjalan dalam terang”. Kemudian apabila panggilan khusus datang kepada kita, maka kita akan mengenal di dalamnya suara Guru kita itu atau suara dari perampas itu.

Dengan suatu pemahaman yang begitu jelas, kita akan memperoleh pandangan bagaimana menjadi seperti anak kecil itu yang mana telah dikatakan Kristus, yang telah diucapkan-Nya ditengah-tengah orang banyak, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tdak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam kerajaan Surga.” (Matius 18 : 3).

“Jika iman kita kepada Allah adalah sama mutlaknya dengan iman seorang anak kecil, maka kita tidak akan henti-hentinya, atau memiliki roh yang ragu-ragu. Maka dengan demikian apa bila kita mendapatkan perintah untuk “Pergi maju”, tanpa menghiraukan apakah jalan itu jelas atau 657 tidak bagi kita, kita tidak akan mundur dan menunggu untuk melihat dahulu apakah pekabaran itu berhasil.

Betapa bodohnya memiliki roh yang sedemikian, kami ingin, dalam satu cara, menunjukkan secara nyata melalui contoh berikut ini.

Misalkan ada seseorang yang belum kita kenal, dan yang tinggal di negeri yang jauh, karena beberapa alasan ia rindu agar kita berdoa dan berpuasa dengan satu maksud atau tujuan yang tertentu bagi dia. Kita tidak mengetahui sama sekali perihal yang menyangkut kehidupannya. Akan tetapi, ia memohon supaya kita berpuasa dan berdoa. Apakah sekarang bagi kita bertanya dan meragukan panggilannya, karena kita tidak mengetahui keadaan kekristenannya, atau adakah lebih baik kita berdoa baginya dengan mengabaikan ketidak tahuan kita tentang perihal hidupnya?

Masalah-masalah lain yang besar atau kurang penting yang lain terus menerus kami hadapi dalam cara yang sama, tetapi oleh karena kami begitu rapat mengikut Juruselamat kami maka Ia dapat mempercayakan kepada kami akal budi surga, sehingga kami dapat memberi jawaban kepada orang yang mempunyai pengertian yang benar yang datang hanya dari tuntunan Allah. Jika kami tidak sanggup memberi jawaban yang sedemikian, maka dapatkah Surga menolong kami supaya kami memiliki ketetapan hati untuk mengenal Tuhan lebih baik setiap hari sehingga Ia dapat menggolongkan kami sebagai “orang bijaksana dan berakal budi”, walaupun kami jadi “seperti anak kecil”?

Kita berbahagia untuk panggilan yang mana Allah telah berikan kepada kita. Tetapi adakah kita sedang mengamati terhadap begitu banyak tipu muslihat licik dan terhadap jerat-jerat musuh dalam usahanya untuk menipu kita mengenai hidup kekal, dengan menyebabkan kita kehilangan pandangan kepada Yesus cukup lama pada saat-saat yang genting ini, pada waktu pekabaran pemeteraian itu menetapkan apa yang akan menjadi upah kita, agar membuat kesetiaan kita berubah menjadi ketidak setiaan dan kepercayaan kita berubah menjadi ketidak percayaan terhadap panggilan itu? Adakah kita tetap setia melalui penurutan terhadap hukumhukum Allah, seperti kesetiaan Abraham, sehingga tidak seorangpun akan mengambil mahkota kita? Adakah kita pencinta-pencinta kesenangan kita sendiri lebih daripada pencinta-pencinta Allah sehingga kita menjadi orang-orang yang tidak menurut? Adakah orang-orang yang berjaga dan “berdoa” ini “seperti mereka yang harus memberi pertanggung jawaban?

Meskipun kita tidak mengetahui saat yang tepat dalam mana Kristus akan bangkit “dari pekerjaan pengantaraan-Nya … lalu mengenakan kepada diri-Nya jubah pembalasan”, namun kita mengetahui bahwa Ia akan melakukannya sementara kebenaran itu sedang diungkapkan (5 T 690). Oleh karena itu, kita harus, seperti “penjaga-penjaga rumah yang baik”, senantiasa siap, gantinya sebagai orang-orang yang terkejut, apabila Ia datang untuk melindungi orang-orang setia “hingga murka itu berlalu.” (Yesaya 26 : 20).

Paulus mengingatkan kita supaya kita tidak tinggal “dalam kegelapan, supaya hari itu tidak datang mendekati “kita” bagaikan pencuri”. Karena “kamu semua adalah anak-anak terang, dan anak-anak hari siang : kita bukan anak-anak malam hari, dan bukan juga gelap. Oleh sebab itu janganlah kita tertidur seperti orang-orang lain; tetapi hendaklah kita waspada dan berjaga-jaga.”

Melalui nabi, Hosea, Allah menyatakan dekatnya bumi kepada surga oleh kenyataan bahwa bumi mendengar “gandum, dan anggur, dan minyak”. Maka, oleh karena hubungan kita dekat dengan Kristus, dan Surga dengan kita, bukankah kita harus “Mencari kerajaan Allah dan kebenaran-Nya” sebagai kewajiban kita yang utama sementara masa kasihan masih ada? Tetapi mungkin hal itu akan dibantah karena kerajaan Allah itu menunjuk kepada keadaan bumi yang baru, dan karena kita akan diubahkan dari keadaan 658 kita yang berdosa kepada keadaan yang tidak berdosa dalam sekejap mata. Benar, tetapi apakah yang dikatakan oleh Allah tentang hal itu melalui hamba-Nya?

“Tak seorangpun dari kita akan menerima meterai Allah sementara “tabiat-tabiat kita memiliki cacat dan noda. Kepada kita diserahkan untuk memperbaiki tabiat-tabiat kita, dan untuk menyucikan kaabah jiwa kita dari segala kecemaran. Kemudian hujan akhir akan turun ke atas kita sebagaimana hujan awal telah turun ke atas murid-murid itu pada hari Pentakosta.

“Sekaranglah waktunya untuk bersiap-siap. Meterai Allah itu tidak akan pernah ditempatkan ke atas dahi dari laki-laki atau perempuan yang tidak suci. Meterai itu tidak akan pernah ditempatkan ke atas dahi laki-laki dan perempuan yang ambisius dan terlalu mencintai dunia. Meterai itu tidak akan pernah ditempatkan ke atas dahi laki-laki dan perempuan yang memiliki lidah bercabang dan hati yang penipu. Semua orang yang menerima meterai itu haruslah orang-orang yang tidak bercacat di hadapan Allah — yaitu calon-calon untuk surga.” — “Testimonies for the 4

Oleh karena itu, jika sekarang dalam masa “pekerjaan penghabisan bagi sidang”, kita tidak mematuhi dan menerima meterai persetujuan Allah (3 T 266), maka bagaimanakah kita dapat mengharapkan untuk memiliki bagian dalam mendirikan kerajaan itu pada waktu mereka yang 144.000 itu muncul sebagai “anak-anak Israel”, lalu “membawa suatu persembahan dalam bejana yang suci, yaitu “persembahan” yang dinyatakan dalam Yesaya 66 : 20 sebagai “saudara-saudara” yang keluar dari segala bangsa, dimana Tuhan mengatakan bahwa Ia juga akan mengambil dari antara mereka untuk menjadi imam-imam dan orang-orang Lewi”? (ayat 21).

“Jadilah kamu bersih, hai kamu yang memikul bejana-bejana Tuhan.” (Yesaya 52 : 11).

Jika kita mau menjadi benar terhadap kepercayaan kita yang suci, maka janganlah kita didapati “tertidur di tempat penjagaan.”

“Pada hari ini kamu sekalian berdiri di hadapan Tuhan Allah; para kepala sukumu, para tuatuamu, dan para pengatur pasukanmu, semua lakilaki Israel, anak-anakmu, istri-istrimu dan orangorang asing dalam perkemahanmu, bahkan penebang-penebang kayu dan penimba-penimba air di antaramu: supaya masuk ke dalam perjanjian Tuhan Allahmu, yakni sumpah janji-Nya, yang diikat Tuhan Allahmu dengan engkau pada hari ini: supaya Ia mengangkat engkau sebagai umat- Nya sendiri dan supaya Ia menjadi Allahmu, seperti yang difirmankannya kepadamu dan seperti yang dijanjikan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni kepada Abraham, kepada Ishak, dan kepada Yakub”. “Engkau akan kembali dan mematuhi segala perintah-Nya yang ku sampaikan kepadamu pada hari ini. Tuhan Allahmu akan melimpahi engkau dengan kebaikan dalam segala pekerjaanmu, dalam buah kandunganmu, dalam hasil ternakmu, dan dalam hasil bumimu, bagi kebaikan, sebab Tuhan Allahmu akan bergirang kembali karena engkau dalam keberuntunganmu, seperti Ia bergirang karena nenek moyangmu dahulu : apabila engkau mendengarkan suara Tuhan Allahmu dengan berpegang pada perintah dan ketetapan-Nya, yang tertulis dalam kitab Taurat ini dan apabila engkau berbalik kepada Tuhan Allahmu, dengan segenap hatimu, dan dengan segenap jiwamu”. Pada hari ini Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadapmu; kepadamu ku hadapkan hidup dan kematian, berkat dan kutuk: oleh sebab itu pilihlah hidup, supaya engkau dan keturunanmu dapat hidup : supaya engkau mengasihi Tuhan Allahmu dengan sungguh, dan baik kepadamu maupun kepada keturunanmu: supaya engkau mengasihi Tuhan Allahmu, dan supaya engkau menuruti suara-Nya dan berpaut kepada-Nya: sebab Dia adalah hidupmu dan lanjut umurmu: supaya engkau boleh tinggal di tanah yang dijanjikan Tuhan dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni kepada Abraham, kepada Ishak dan kepada Yakub, untuk memberikannya kepada mereka.” (Ulangan 29 :

659

“Lalu Eliyah datang kepada seluruh umat itu dan berkata, Berapa lama lagi kamu berlaku timpang dan bercabang hati? Kalau Tuhan itu Allah, ikutilah Dia : tetapi jika Baal, ikutilah dia.”

Saudara pembaca, yang manakah yang akan kamu pilih? Maka, oleh karena kamu dalam keadaan suam, dan tidak dingin, dan tidak panas, Aku akan meludahkan kamu dari mulut-Ku.”

“Pada hari itu akan jadi, bahwa di tempat dimana dikatakan kepada mereka, Kamu bukanlah umat-Ku, disana akan dikatakan kepada mereka, Kamulah anak-anak Allah yang hidup.” (Hosea 1 : 10).

“Tetapi tentang hari atau jam itu tidak seorang pun yang tahu, tidak, tidak malaikat-malaikat di surga pun tidak, dan Anak pun tidak, hanya Bapa saja”. Karena Anak Manusia adalah seperti seorang yang mengadakan perjalanan jauh yang meninggalkan rumahnya, lalu menyerahkan tanggung jawab kepada hamba-hamba-Nya, dan kepada anak buahnya tugasnya, dan memerintahkan penjaga pintu supaya berjagajaga. Oleh sebab itu berjaga-jagalah : sebab kamu tidak tahu bilamana tuan rumah itu pulang, apakah Ia datang menjelang malam, atau tengah malam, atau pada waktu ayam berkokok, atau pada pagipagi, supaya kalau tiba-tiba Ia datang, jangan didapatinya engkau sedang tidur. Dan apa yang kukatakan kepadamu, Ku katakan kepada semua orang, Berjaga-jagalah!” (Markus 13 : 32 – 37).

MENGUMPULKAN SEGALA
KEBUTUHAN

Kepada yang Kekasih para Utusan-utusan Allah dalam Kebenaran Pada Waktunya:

Oh, betapa setiap hari aku bersukacita sejak anda membawakan kepada kami sinar-sinar terang yang mulia itu. Hari ini surat anda telah tiba, dan bagi saya terang itu adalah bagaikan sinar matahari yang menembusi kegelapan.

Tampaknya pekerjaan saya sehari-hari bukan lagi merupakan beban, sejak saya menyediakan waktu untuk memakan “keju dan madu” dari pekabaran yang tersedia ini. Padang-padang rumput hijau dan sangat menyenangkan! Sekarang Alkitab itu sudah merupakan satu buku yang baru bagi saya. Sungguh Tuhan telah membuka mata saya yang buta ini. Sekarang saya tahu saya mempunyai sesuatu pandangan ke depan dan untuk dipersiapkan.

Saya sedang memikirkan berbagai cara bagaimana para pembaca Symbolic Code dapat membantu keperluan-keperluan Gunung Karmel. Jika orang-orang di seluruh Amerika Serikat mau melakukan apa yang mereka dapat lakukan walaupun hanya sedikit, maka saya percaya akan ada persediaan yang berlimpah untuk Gunung Karmel.

Saya ingin agar semua penganut Kebenaran Pada Waktunya mau mengumpulkan semua pakaian bekas lalu menjualnya ke toko-toko barang loakan. Saya ingin agar mereka mau mengumpulkan semua potongan kain lalu membuatnya menjadi selimut, karena semua itu dibutuhkan di sini. Biji-bijian dan buah-buahan dari berbagai negara bagian dapat dikumpulkan. Pergi dan katakanlah kepada para penanam baik anak laki-laki maupun anak perempuan kita yang tinggal di Gunung Karmel, maka saya yakin bahwa setelah mereka mengumpulkan segala yang mereka perlukan, mereka akan membiarkan anda mengumpulkan sisanya yang di pohon. Beratusratus orang dapat diberi makan dengan apa yang sudah tidak digunakan.

Gunung Karmel mempunyai banyak yang harus diurus. Oleh sebab itu, apabila para pengerja datang mengunjungi kita dapat mengadakan persiapan dan memberikan barang-barang yang kita kumpulkan buat mereka. Sebahagian orang dapat menyediakan kacang-kacangan, miju, dll. 660 Sungguh, berjenis-jenis makanan yang dapat dikumpulkan. Semoga Allah memberkati Gunung Karmel, dan itulah yang menjadi doa saya. Dimohon agar “Ibu”, Gunung Karmel memberitahukan ukuran selimut yang diperlukan, maka umat itu akan membuatnya.

Saudarimu dalam Yesus,

Evelyne Abbot

5KEBENARAN ITU AKAN MEMBUAT

KAMU MERDEKA

Perhambaan yang tidak menyenangkan dalam mana musuh itu menempatkankan para pengikutnya, digambarkan dengan baik melalui peristiwa yang berkaitan dengan seorang rekan kita dalam surat menyurat.

Saudari ini menjelaskan bahwa setelah ia mempelajari pekabaran yang dimuat dalam buku “Tongkat Gembala” itu, dan mengetahui bahwa pekabaran itu adalah pekabaran dari hal jam, maka ia memutuskan untuk bergabung dengan pekerjaan yang ada di Pusat Gunung Karmel. Tetapi saudari ini, sama seperti kebanyakan orang lain, tidak sepenuhnya mengetahui bahwa Gunung Karmel ini, adalah sama seperti Gunung Karmel pada zaman Elia dan yang merupakan satu tempat ujian bagi Israel modern. Itulah sebabnya, ia telah membiarkan beberapa hal yang ia tidak ketahui untuk memisahkan dirinya sendiri dari pekerjaan itu.

Setelah Ia meninggalkan tempat tugasnya, untuk sementara waktu tampaknya ia berhasil dalam semua usahanya, dan selama waktu itu pikirannya mulai dipenui keragu-raguan sehubungan dengan sifat kebenaran dari pekabaran itu, akibatnya ia terseret ke tempat di mana ia mulai bekerja dengan giat untuk membuktikan bahwa “Tongkat Gembala” itu salah. Walaupun Tuhan membiarkannya untuk memperoleh sukses yang nyata buat waktu yang singkat, namun Tuhan segera memalingkan dia kepada seseorang yang anjuran-anjurannya selalu diikutinya, dan untuk alasan yang tidak jelas, secara manusia dikatakan bahwa ia telah terpaksa tidak meneruskan pekerjaannya sebab ia mengalami gangguan fisik dan mental.

Untuk lebih dari setahun keadaan ini terus berlangsung hingga tubuhnya merana dan sekaligus pikirannya menjadi kacau.

Seorang teman lama yang baru menerima pekabaran pemeteraian dan beberapa orang penganut Kebenaran Pada Waktunya yang telah menerima pekabaran pemeteraian itu, suatu waktu mulai berdoa untuk memohon pemulihan kesehatan saudari yang menderita ini, dan Allah dalam kemurahan-Nya mendengarkan doa mereka, dan melalui sepucuk surat saudara ini menjelaskan bahwa sama sekali sudah terlepas “dari tangan Iblis.”

Yang menggembirakan dari seluruh pengalaman ini terletak dalam kenyataan, bahwa saudari ini telah terlepas dari cengkraman orang jahat, lalu mengakui kesalahannya dan menyambut pekabaran itu sekali lagi dengan suka cita, dalam pekabaran itu, menyatakan bahwa sekarang pekabaran itu sudah lebih indah baginya daripada sebelumnya. Semoga Tuhan menjaga dia supaya ia tidak murtad kembali.

Pengalaman ini hendaknya menjadi amaran yang membakar semangat kita semua yang cenderung meragukan dan “mencela segala sesuatu dalam ungkapan kebenaran” itu.

Semoga Tuhan melindungi semua penganut Kebenaran Sekarang dari pengalaman yang tidak mengenakkan seperti yang dialami saudari ini!

TERANG ITU MASIH BERSINAR DI SAN

ANGELO

Kami sudah menjadi anggota sidang kira-kira tiga tahun pada waktu perhatian kami terarah kepada kenyataan bahwa kita tertidur secara rohani. Hal ini mengejutkan hati kami, karena 661 kami mengira bahwa kami adalah orang-orang Kristen yang benar. Kami menghadiri setiap perbaktian, membayar perpuluhan dan persembahan, dan memenuhi semua persyaratan yang perlu untuk menjadi anggota Sidang.

Kemudian pekabaran “Tongkat Gembala” itu datang dimana hati kami sangat berterima kasih. Dan hanya dengan percaya dan menerimanya kami dapat berharap untuk siap bertemu dengan Tuhan kita.

Juga kami sangat berterima kasih untuk Symbolic Code itu, dan kami telah mempelajarinya buku demi buku.

Kami membaca didalamnya — bahwa Pendeta — mengatakan tidak ada penganut Tongkat Gembala di —, Kami ingin mengatakan dengan ketulusan dan dengan kasih demi kepentingan Sidang, bahwa ada beberapa orang yang percaya akan Tongkat itu, dan yang sedang menggunakan setiap kesempatan untuk mengamarkan saudarasaudara dan saudari-saudari mereka mengenai murka yang akan datang.

Walaupun kami tahu bahwa kami harus menanggung penderitaan jika kami menerima “Tongkat Gembala” itu, namun Kristus telah mengatakan supaya kita memikul salib itu lalu mengikut Dia. Semoga kami tidak mengeluh melainkan berterima kasih karena kesempatan yang istimewa ini, itulah doa kami demi Kristus.

Ny. Clayton Aclin

Ny E.N. Reeves

John Reeves

ORANG-ORANG LAIN DAPAT ---
ENGKAU TIDAK

Jika Allah telah memanggil kamu untuk benarbenar sama seperti Yesus, maka Ia akan membawa kamu ke dalam satu kehidupan orang yang tersalib dan yang rendah hati, dan meminta kepadamu suatu penurutan supaya engkau tidak akan sanggup untuk mengikuti orang lain, atau menilai dirimu sendiri melalui orang Kristen yang lain; dan dalam berbagai cara Ia tampaknya akan membiarkan orang lain melakukan perkara yang Ia tidak mau engkau lakukan.

Orang-orang Kristen yang lain dan pendetapendeta, yang tampaknya sangat beriman dan terhormat mungkin mendorong diri mereka, menggunakan pengaruh yang diam-diam, membuat pola-pola kerja untuk menyelesaikan semua rencana-rencananya, tetapi engkau tidak dapat melakukannya; dan jika kamu mengusahakannya, maka kamu akan menemui kegagalan dan teguran dari Tuhan karena itu akan membuat kamu sangat menyesal.

Orang-orang lain boleh membanggakan diri mereka, pekerjaan mereka, keberhasilankeberhasilan mereka, tulisan-tulisan mereka, tetapi Roh Kudus tidak akan membiarkan kamu melakukan perkara semacam itu; dan jika kamu mulai melakukannya. Maka Ia akan menuntun kamu kepada sesuatu malu yang dalam yang membuat kamu menghina dirimu dan semua pekerjaanmu yang baik.

Orang-orang lain mungkin akan diijinkan berhasil dalam hal keuangan, atau mempunyai harta pusaka; tetapi Allah mungkin akan membiarkan kamu tetap miskin, sebab Ia ingin agar kamu mempunyai sesuatu yang lebih berharga daripada emas, misalnya ketergantunganmu kepada-Nya dalam kelemahan, supaya Ia dapat memberikan kesempatan istimewa dari segala keperluanmu hari demi hari dari suatu perbendaharaan yang tidak kelihatan.

Tuhan barangkali akan membiarkan yang lainnya menjadi terhormat dan menaruhnya di depan, dan tetap menjadikan kamu sebagai orang yang tidak terkenal, sebab Ia ingin menyediakan berbagai buah-buahan yang harum bagi kemuliaan kedatangan-Nya, yang mana 662 hanya dapat dihasilkan di bawah naungan. Mungkin Ia akan membiarkan orang-orang lain menjadi besar, tetapi kamu tetap orang kecil. 6

Ia mungkin akan membiarkan orang-orang lain bekerja bagi-Nya lalu mendapat pujian, tetapi Ia akan membuat engkau bekerja keras tanpa mengetahui berapa banyak yang engkau kerjakan, dan kemudian membuat pekerjaanmu masih lebih berharga, Ia mungkin membiarkan orang lain untuk mendapat pujian karena pekerjaan yang telah engkau lakukan, dengan demikian memberi upahmu sepuluh kali lebih besar apabila Yesus datang.

Roh Kudus akan menempatkan suatu penjagaan yang ketat keatasmu, disertai dengan kasih yang sungguh, dan akan menegur kamu karena kata-kata dan pikiranmu yang rendah, atau karena menyia-nyiakan waktu dan uangmu, yang tampaknya tidak pernah diperdulikan oleh orangorang Kristen lain.

Jadi peliharalah pikiranmu karena Allah adalah seorang Raja yang memiliki kuasa yang tidak terbatas, dan yang mempunyai hak untuk melakukan apa yang dikehendaki-Nya Sendiri. Ia mungkin tidak akan menjelaskan kepadamu beribu macam perkara yang mungkin mengacaukan pertimbanganmu dalam urusan-Nya dengan kamu; tetapi jika kamu menjual sepenuhnya dirimu untuk menjadi hamba daripada cinta-Nya, maka Ia akan menyelubungi kamu dalam satu kasih yang sejati, dan melimpahkan banyak berkat kepada kamu yang hanya datang kepada orangorang yang berada dalam di sebelah dalam lingkaran.

Camkanlah itu selamanya, agar kamu langsung berhubungan dengan Roh Kudus, dan supaya Ia memiliki kesempatan istimewa mengikat lidahmu, atau merantai tanganmu, atau menutup matamu dalam berbagai cara yang tampaknya tidak Ia perbuat kepada orang-orang lain. Sekarang, apabila kamu adalah kepunyaan dari Allah yang hidup sehingga engkau mmpunyai kepuasan hati tersendiri dan berbahagia atas kesempatan yang unik, pribadi, sendiri, dengan penuh kewaspadaan dilindungi dan dipimpin oleh Roh Kudus, maka kamu akan menemukan ruang depan Surga.

— Air Hidup

MENTEGA GUNUNG KARMEL

16 cangkir susu manis

8 cangkir minyak

1 cangkir tepung terigu atau tepung gandum

¼ cangkir garam

25 cangkir Quantity

1. Panaskan susu hanya sedikit di bawah titik didih. (Penting : Janganlah merebus susu sampai mendidih).

2. Dalam cetakan yang lain oleskan minyak ke dalam suatu tempat yang panas sekali

3. Tambahkan tepung ke dalam minyak, dan sementara mengaduk, dan teruskan mengocok hingga lembut.

4. Perlahan-lahan tambahkanlah minyak dan tepung campuran ke dalam susu, dan teruskan mengocok hingga lembut.

5. Keluarkanlah dari tempat yang panas itu, dan secara berangsur-angsur, kocok dalam minyak dingin campuran akan meresap tanpa membuat minyaknya terpisah dari mentega. Jika diinginkan, tuangkan sedikit pewarna dari sayur ke dalamnya.

6. Tempatkan di tempat yang dingin agar membentuk.

PEMBERITAHUAN PENTING

“Adakah saya sedang menghidupkan terang yang datang kepada saya dalam setiap Symbolic Code itu?”

Tanyalah dirimu mengenai pertanyaan yang menyelidik ini dan jika jawaban saudara adalah “Tidak”, maka cepatlah “kumpulkanlah semua daya hidup yang manis” yang ditemukan dalam nomor-nomor belakang dari Symbolic Code ini.

663

Berikut ini adalah sebuah daftar dari sebahagian nomor belakang dari beberapa Symbolic Code.

1936.

Tahun 1937.

Jilid Empat; Nomor 1 - 2 - 3; Tahun 1938.

BAGIAN SIRKULASI
ADAKAH SAUDARA TURUT
MENANGGUNG BEBAN
GUNUNG KARMEL?

Kami yang berada di Gunung Karmel berhadapan masalah yang nyata dan penting :

Tetapi begitu sedikit bantuan untuk membangun perumaham demi keselamatan banyak orang.

Para pengerja dibutuhkan untuk bekerja, dan para guru untuk mengajar di sekolah,

Dan orang-orang yang berserah itu, memang tak seorang pun yang mahir menggunakan alatalat.

Jadi hari demi hari kami berjuang bersamasama di kantor, di ladang pertanian, dan di jalanjalan.

Dengan begitu sedikit pertolongan, maka dapatkah saudara rasakan betapa besar beban yang kami tanggung?

Engkau mungkin tidak mengendarai mobil Packard atau membanggakan kekayaan,

Tetapi kosongkanlah lemari makanan bagi orang yang kekurangan,

Dan Allah akan berkenan kepadamu, jika engkau menyerahkan dirimu di samping doadoamu.

Di dalam kesungguhan, di dalam usaha yang tulus untuk ikut menanggung beban Gunung Karmel,

Yang mana hari demi hari bertumbuh semakin besar, dan bertambah dalam segala hal,

Sementara lebih dekat kepada Kerajaan-Nya, berdoalah jangan menunda!

Sebahagian orang mungkin akan mengangkat bahu serta berkata :

“Rancangan-Nya itu barangkali adalah untuk masa depan, tetapi bukan untuk masa kita sekarang,

Maka tenanglah kita berbaring pada tempat yang teduh, sambil melihat pertumbuhan pekerjaan itu,

Dan pada suatu hari, kita akan mengetahui bahwa Tuhan akan melihat kita berjalan di sana.

Hai, Sahabat, jika anda merupakan orang-orang ini, ingatlah, Firman-Nya adalah sungguh benar.

Memperbaiki nasib orang lain, adalah memperbaiki nasibmu sendiri.

Sekarang Ia memanggil para pengerja, yang setia, yang rendah hati, dan yang benar,7

Yang mau menyerahkan segala miliknya, dan yang mau mengerjakan setiap pekerjaan demi kepentingan-Nya.

Ia tidak akan menggunakan orang-orang malas, orang-orang yang angkuh dan orang-orang sombong.

Tetapi hanya pengawal-pengawal yang berjaga yang tidak pernah meninggalkan tempat tugasnya.

Maka jika engkau memilih bagian yang terbaik, berikanlah segala milikmu :

Dirimu, doa-doamu, segala sesuatu yang engkau miliki untuk menjawab panggilan-Nya,

Maka lemparkanlah kabut dari tidurmu dan memotong setiap ikatan,

Yang mengikat engkau kepada dunia yang terkutuk dosa adalah maut yang akan membawa kematian.

Dan sabarlah menderita cobaan, yang bekerja untuk menjadikan engkau benar.

Dan ambillah segala yang terbuang yang berupa emas, yang dilihat oleh Allah dalam dirimu.

Karena dalam pekerjaan kita berjuang untuk memenangkan jiwa dan untuk memperoleh 664 bintang.

Semakin besar pertentangan terjadi bagi semua orang dimanapun mereka berada;

Tetapi apabila semua telah termeterai untuk Sion dan dimahkotai dengan mahkota Kristus Raja kita,

Maka segala pencobaan akan berakhir oleh nyanyian pujian yang kita nyanyikan!

— Marion L. Deeter

PERTANYAAN DAN JAWABAN

PERTANYAAN NO. 188 :

“Karena Tuhan Sendiri yang menguduskan kita, maka peranan apakah yang akan kita lakukan dalam proses penyucian itu, dan kapankah seseorang disucikan? Di sekolah kita diajarkan bahwa proses penyucian itu berlangsung seumur hidup.”

JAWAB :

Pekerjaan penyucian yang benar, sebagaimana yang diterangkan oleh para penulis yang diilhami ini, ada dalam dua bagian, yang walaupun dalam satu hal, ada berbeda antara satu dengan yang lain, namun di lain hal, adalah satu.

Penyucian bagian yang pertama mencakup penerimaan terhadap Kristus — “yaitu jalan kebenaran, dan hidup” (Yohanes 14 : 6) — yang oleh karenanya seseorang harus meninggalkan keduniawian, perbuatan daging, dan kejahatan. Melalui Roh-Nya, Allah menyucikan (menyisihkan) orang-orang pilihan, atau para pengikut yang benar, dengan membawa mereka ke dalam semua kebenaran (Yohanes 16 : 13) dan menanamkan dalam hati mereka prinsip kesucian. “Dan beberapa orang di antara kamu seperti itulah dahulu”, demikian kata Rasul Paulus, setelah ia berbicara tentang orang-orang yang tidak memiliki Kebenaran, “tetapi kamu telah disucikan, kamu telah dikuduskan, kamu telah dibenarkan … dalam nama Tuhan Yesus, dan oleh Roh Allah kita.” (1 Korintus 6 : 11).

Namun demikian, janganlah kita menyimpulkan bahwa penyucian itu adalah pekerjaan yang seketika, oleh hanya melalui iman, (kita) harus menerima kebenaran, dan dengan cara itu, melalui Roh Kudus maka kita telah disucikan (Roma 15 : 16), atau diasingkan bagi satu maksud penyucian, tetapi pekerjaan penyucian itu belum sempurna sehingga harus berjalan dalam bagiannya yang kedua (The Great Controversy, hal. 470) kedalam fase kedua — bertumbuh dalam anugrah. Pada waktu pertama-tama kita bertobat kepada kebenaran dan meninggalkan dunia, maka kehidupan Kekristenan kita dimulai, dan menerima “prinsip-prinsip ajaran Kristus” oleh karena kita harus “berjalan terus kepada kesempurnaan”. (Ibrani 6 : 1) — The Great Controversy, hal. 470.

Demikianlah tahap permulaan pekerjaan penyucian yang merupakan proses yang dinamis dari kelahiran kembali yang semakin maju melalui pemberian kebenaran Kristus yang berkelanjutan, dan melalui kuasa daripada Roh Allah yang hidup (The Great Controversy, hal. 469), karena “pemberian Roh itu adalah pemberian hidup Kristus” (Gospel Workers, hal. 285) — yaitu penyucian yang selengkapnya.

Dengan kata lain, “Pembenaran oleh mana kita dibenarkan (tahap pertama penyucian) adalah dihubungkan; pembenaran oleh mana kita disucikan (tahap kedua penyucian) adalah diberikan. Yang pertama adalah hak yang kita miliki untuk surga; yang kedua adalah kelayakan kita untuk surga.” — “Review and Herald”, 4 Juni 1895. (Kristus Kebenaran Kita,

“Sebab itu, saudara-saudaraku yang kekasih, 665 sambil menantikan semuanya ini kamu harus berusaha, supaya kamu kedapatan tak bercacat dan tak bernoda di hadapan-Nya, dalam perdamaian dengan Dia. “Tetapi bertumbuhlah dalam karunia, dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Bagi-Nyalah kemuliaan, sekarang dan selama-lamanya.( 2

Penyucian bukanlah pekerjaan sesaat, sejam atau sehari. Itu berangsur-angsur bertumbuh dengan anugerah. “Yesus, sebagai manusia, adalah sempurna, namun Ia bertumbuh dalam anugerah. Lukas 2 : 52, “Dan Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmat, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia. Lukas 2 : 52. Bahkan orang Kristen yang paling sempurna pun dapat terus bertambah dalam pengetahuan dan kasih Allah.” — “Testimonies for the

“Kita harus memikirkan kata-kata yang diucapkan oleh rasul Paulus, dalam mana ia memohon kepada saudara-saudaranya, melalui pengampunan Allah, untuk mempersembahkan tubuh mereka menjadi ‘satu korban yang hidup, kudus, yang berkenan kepada Allah’ … Penyucian bukanlah semata-mata teori, suatu perasaan, atau suatu bentuk kata-kata, melainkan adalah satu prinsip yang hidup, dan bekerja dan yang masuk ke dalam kehidupan setiap hari. Itu menuntut agar kebiasaan makan kita, kebiasaan minum kita, dan pakaian kita, menjadi satu hal yang dapat menjamin pemeliharaan kesehatan tubuh, mental, moral, sehingga kita dapat mempersembahkan tubuh kita kepada Tuhan — bukan satu persembahan yang rusak oleh kebiasaan-kebiasaan salah, tetapi — adalah ‘satu korban yang hidup, kudus, dan yang berkenan 8 kepada Allah.’ Roma 12 : 1 — “Counsels on Health”, hal. 67.

“Penyucian yang benar datang melalui pekerjaan yang timbul dari dasar kasih. ‘Allah adalah kasih, maka barangsiapa yang diam dalam kasih berarti diam dalam Allah, dan Allah dalam dia’. Kehidupan orang yang dalam hatinya tinggal Kristus, akan menunjukkan perbuatan saleh. Tabiat akan disucikan, ditinggikan, diagungkan, dan dimuliakan. Ajaran yang murni akan berpadu dengan pekerjaan-pekerjaan yang benar; petunjuk-petunjuk surga akan berpadu dengan perbuatan-perbuatan yang suci …

“Penyucian … tidak diperoleh melalui suatu perasaan senang, melainkan adalah hasil yang terus menerus mati kepada dosa, dan hidup terus menerus untuk Kristus. Kesalahan-kesalahan tidak dapat diperbaiki atau dirubah melalui tabiat yang lemah, dan usaha yang sekali-sekali saja. Hanyalah melalui usaha yang lama, tekun, disiplin yang kuat, dan pertentangan yang keras, maka kita akan mengalahkannya. Kita tidak mengetahui suatu hari berapa kuat perjuangan yang kita lakukan pada saat berikutnya. Selama Setan berkuasa, maka kita harus mengalahkan diri, memerangi dosa-dosa supaya menang; selama hidup ini belum berakhir, tidak akan ada tempat perhentian, tidak akan ada batas yang dapat kita jangkau lalu mengatakan, Saya telah sepenuhnya berhasil. Penyucian adalah hasil dari penurutan seumur hidup.” — “The Acts of the Apostle”, hal. 560.

“Hari demi hari, jam demi jam, pekerjaan penyangkalan diri yang penuh semangat dan pekerjaan penyucian harus terus dilakukan; kemudian pekerjaan itu akan bersaksi bahwa Yesus ada tinggal di dalam hati melalui iman. Penyucian itu tidak menutup jalan jiwa kepada pengetahuan, melainkan mengembangkan pikiran, dan mengilhaminya untuk mencari kebenaran sebagai harta yang terpendam.” — “Counsels to Teachers”, 449.

“Tidak ada penyucian secara alkitabiah bagi siapa saja yang membuang kebenaran di belakang mereka” (Testimonies for the Church, Jilid 1, hal. 338), karena “pekerjaan ini tidak dapat berjalan terus dalam hati, sementara terang dari bagian kebenaran itu ditolak atau diabaikan. Jiwa yang disucika itu tidak akan puas tetap tinggal dalam kebodohan, melainkan ingin berjalan dalam terang 666 dan rindu mencari terang yang lebih besar. Sebagaimana seorang pekerja tambang yang menggali emas dan perak, maka demikianlah pengikut Kristus akan berjalan dalam terang ke terang yang lebih besar, juga akan bertambahtambah dalam pengetahuan. Ia akan terus bertambah dalam karunia dan pengetahuan tentang kebenaran.” (Review and Herald, 17 Juni, 1890).

“Banyak orang … yang tidak menunjukkan kebenaran dalam hidup mereka. Mereka memiliki latihan khusus atas penyucian, namun membuang firman Allah ke belakang mereka. Mereka berdoa untuk penyucian, bernyanyi untuk penyucian, dan berseru untuk penyucian … Kebenaran Sekarang yang merupakan saluran itu, tidak dihargai, tetapi diinjak-injak di bawah kaki. Orang boleh saja beseru, Kesucian! Kesucian! penyucian! penyucian! pentahbisan! pentahbisan! Namun tidak lagi mengetahui melalui pengalaman tentang apa yang mereka katakan selain daripada mengenai orang berdosa dengan kecenderungan jahatnya. Allah segera akan melepaskan pakaian putih yang dicuci dari yang dikenal sebagai penyucian, yang mana mereka berpikiran kedagingan yang telah menyelubungi dirinya itu untuk menyembunyikan cacat jiwa.” — “Testimonies for the Church”, Jilid 1, hal. 336, 338.

“Nabi Daniel adalah merupakan seorang teladan yang benar bagi penyucian. Sepanjang hidupnya ia dipenuhi dengan pelayanan yang mulia bagi Tuhannya. Ia adalah seorang manusia yang ‘sangat dicintai’ surga. Tetapi gantinya menyatakan sebagai seorang yang saleh dan suci, sebaliknya nabi yang dihormati ini memperkenalkan dirinya sebagai orang yang benar-benar berdosa dari Israel, karena ia memohon di hadapan Allah demi kepentingan umat itu : ‘Kami tidak mempersembahkan segala permohonan kami di hadapan-Mu oleh karena kebenaran kami, melainkan oleh karena kemurahan-Mu yang besar’. Karena kami telah berdosa, kami telah berbuat jahat’. Ia menambahkan : ‘Aku berbicara dan berdoa, dan mengakui dosaku dan dosa umatku’. Dan kemudian sewaktu Anak Allah datang untuk memberikan perintah kepadanya, kata Daniel, ‘tubuhku menjadi lemah, dan hilanglah kekuatanku’.

“Ketika Ayub mendengar ‘suara Tuhan dari angin putung beliung, ia berseru, ‘Aku benci akan diriku, dan dengan menyesal aku duduk dalam debu dan abu’. Adalah ketika Yesaya menyaksikan kemuliaan Tuhan, dan mendengar kerub itu berseru, ‘Kudus, kudus, kuduslah Tuhan semesta alam’, sehingga ia menangis, ‘Celakalah aku! Karena aku orang berdosa’. Setelah rasul Paulus terangkat ke tingkat langit yang ketiga, lalu mendengar perkara-perkara yang mustahil diucapkan manusia, ia berbicara tentang dirinya sebagai orang ‘paling berdosa dari semua umat Allah”. — “The Great Controversy, hal. 470, 471.

Penyucian yang diterima oleh rasul Paulus adalah hasil dari perjuangan yang terus menerus melawan diri. Ia berkata, ‘Aku mati setiap hari’. Kemauan dan keinginannya setiap hari bertentangan dengan kewajiban dan kehendak Allah. Gantinya memperturutkan kehendak hati, ia melakukan kehendak Allah, biarpun hal itu merupakan penyaliban kepada tabiatnya sendiri.

“Allah menuntun umat-Nya langkah demi langkah. Kehidupan Kristen adalah sebuah pertempuran dan satu gerakan maju. Dalam peperangan ini tidak ada istilah mundur; dan segala usaha harus dilakukan terus menerus dan gigih. Adalah dengan usaha yang tiada hentihentinya, kita dapat memperoleh kemenangan atas godaan-godaan Setan. Ketulusan hati orang Kristen harus tetap diusahakan, dan harus dipertahankan dengan tujuan yang tetap dan pasti.

“Tak seorangpun akan dilahirkan ke atas tanpa usaha yang keras, dan tekun demi kepentingan dirinya sendiri. Semua orang harus bergabung dalam peperangan itu bagi diri mereka … Perjuangan untuk menakhlukkan diri, untuk kesucian dan untuk surga, adalah suatu perjuangan seumur hidup. Tanpa usaha yang berkelanjutan dan kegiatan yang tetap, tidak akan ada kemajuan 667 dalam kehidupan Ilahi, dan tidak akan ada mahkota kemenangan yang diperoleh.” — “Testimonies for the Church”, Jilid 8, hal. 313.

“Inilah kehendak Allah yang berkenaan dengan umat manusia, bahkan berkenaan dengan penyucian bagi mereka. Untuk mendorong supaya kita berjalan menuju ke atas, yaitu ke arah surga, maka setiap kemampuan harus digunakan untuk memelihara kesehatan yang paling baik, untuk bersiap-siap melakukan pelayanan dengan setia. Kuasa yang telah dikaruniakan Allah kepada manusia harus dilakukan sejauh mungkin… manusia tidak dapat menjangkau sendiri kuasa ini; ia harus memperoleh bantuan Ilahi. Apakah 9 bagian yang harus dilakukan oleh manusia? ‘Karena itu berusahalah demi keselamatanmu dengan takut dan gentar. Karena Allahlah yang mengerjakan dalam kamu, baik kemauan maupun perbuatan yang berkenan dalam hati-Nya! Filipi

Demikianlah ditegaskan perbedaan di antara bagian yang dimiliki oleh Allah dengan bagian yang dimiliki oleh manusia dalam pekerjaan tertinggi penyucian itu, sehingga bahkan ‘para musafir, meskipun bodoh, tidak akan keliru di dalamnya”.

Akhirnya, prinsip pekerjaan penyucian yang benar dalam hati orang Kristen, digambarkan secara tak ada bandingannya dalam perumpamaan Kristus tentang benih yang sedang bertumbuh : “mula-mula tangkainya, lalu bulirnya, kemudian butir-butir yang penuh isinya dalam bulir

“Kecambah dari benih itu menggambarkan permulaan kehidupan kerohanian, dan pertumbuhan tanaman itu adalah satu gambaran yang indah dari pertumbuhan Kekristenan. Sebagaimana secara alamiah, begitu juga dalam karunia; tidak akan ada kehidupan tanpa pertumbuhan. Tanaman itu harus bertumbuh atau mati. Sebagaimana pertumbuhan dari tanaman itu adalah perlahan-lahan dan tidak terasa, namun berkelanjutan, maka demikian juga pertumbuhan dari hidup Kekristenan. Pada setiap tahap mungkin pertumbuhan kehidupan kita sudah sempurna; namun jika maksud Allah bagi kita digenapi, maka akan ada pertumbuhan yang terus menerus. Penyucian adalah pekerjaan seumur hidup. Kesempatan-kesempatan kita akan berlipat ganda, pengalaman-pengalaman akan lebih banyak, dan pengetahuan-pengetahuan kita akan bertambah. Kita akan lebih kuat untuk memikul tanggung jawab, dan kedewasaan kita akan sebanding dengan hak-hak istimewa kita.” — “Christ’s Obejct Lessons”, hal. 65.

“Inilah penyucian yang Alkitabiah. Itu bukan semata-mata suatu pertunjukan atau pekerjaan bagian luar. Itu adalah satu penyucian yang diterima melalui saluran kebenaran. Itu adalah kebenaran yang diterima dalam hati, dan yang dengan sendirinya dibawa ke dalam kehidupan.” — “Testimonies for the Church”, Jilid 1, hal. 339.

“Dalam firman-firman ini Kristus berdoa untuk murid-murid-Nya : ‘Sucikanlah mereka melalui kebenaran-Mu : Firman-Mu (pekabaran) adalah kebenaran’. Tidak ada penyucian yang sejati, kecuali melalui penurutan kepada kebenaran”. — “Hidup Yang Disucikan”, hal. 49.

PERTANYAAN NO. 189 :

“Christ’s Object Lessons’, hal. 122, ‘Apabila pekerjaan injil sudah diselesaikan, maka pekerjaan Penghakiman akan melakukan pekerjaan pemisahan’.

“Bukankah ‘penghakiman’ yang disebut disini, merupakan kedatangan Kristus yang kedua kali, pada waktu orang-orang suci dilepaskan?

JAWAB :

Sudah dipahami secara umum bahwa kedatangan Kristus yang kedua kali adalah didahului oleh penghakiman.

“Buku Chirst’s Object Lessons, halaman 122, 668 tidak mengatakan bahwa penyelesaian pekerjaan injil adalah merupakan penutupan masa kasihan, melainkan bahwa, “Apabila pekerjaan injil sudah diselesaikan, maka penghakiman akan melakukan pekerjaan pemisahan”. Artinya, sementara pekerjaan injil itu berlangsung selama penghakiman terhadap orang hidup menyelesaikan pekerjaannya terhadap masingmasing orang, maka perkara masing-masing orang telah diputuskan dalam Penghakiman, dan masing-masing kemudian akan dipisahkan dari yang satu dengan yang lain. Hal ini membuktikan bahwa pemisahan itu diselesaikan selama waktu penghakiman, bukan sesudah tertutupnya pintu kasihan. Oleh sebab itu, selama penghakiman terhadap orang hidup, “gandum dan lalang” harus dipisahkan.

“Kemudian aku melihat malaikat ketiga … Ia adalah malaikat yang akan memisahkan gandum dari lalang.” — “Early Writings”, hal. 118.

PERTANYAAN NO. 190 :

“Bagaimana dapat dikatakan bahwa Sarah masih hidup pada waktu Ishak kawin, karena ternyata sewaktu Sarah meninggal, Ishak sudah berumur 37 tahun, dan ia belum kawin sampai berumur 40 tahun?”

JAWAB :

Kami minta maaf karena pernyataan dalam nomor “Symbolic Code”, bulan Maret sampai bulan April, berkenaan dengan Sarah dan Ishak, kami mohon maaf karena salah menjelaskan dan lupa untuk membetulkannya. Kejadian 24 : 67 membuktikan bahwa Sarah telah meninggal tepat sebelum Ishak kawin. (Baca juga Kejadian pasal 23 dan pasal 24).

PERTANYAAN NO. 191 :

“Bagaimana dapat dikatakan bahwa Nimrod adalah keturunan yang ke 26 sesudah air bah, sedangkan daftar keturunan itu hanya memasukkan keturunan Yafet dan Ham?

Bukankah penambahan keturunan Sem akan mengacaukan bilangan ini?

JAWAB :

“Tongkat Gembala tidak bermaksud mengatakan bahwa tidak mungkin ada 26 keturunan sejak masa air bah sampai kepada kelahiran Nimrod, tetapi mengakui adanya banyak orang dalam garis silsilah Nimrod dengan mana, hanya itu yang dimaksud oleh tulisan itu. Akan tetapi, secara keseluruhan ada 26 orang, dan bisa lebih lagi, walaupun tidak melebihi dari 51 orang, karena keturunan Sem dituliskan terpisah, dan tulisan itu bukan mengatakan apakah ada atau tidak anak-anak yang dilahirkan baginya sebelum kelahiran Nimrod. Maka, menurut catatan itu, keturunan Sem dapat lahir sebelum dan juga sesudah kelahiran Nimrod.

PERTANYAAN NO. 192 :

Dimanakah ada catatan yang mengatakan bahwa Abraham pergi dua kali ke tanah Mesir? Saya hanya menemukan satu kali catatan yang mengatakan demikian.

JAWAB :

Perginya Abraham kembali ke tanah Mesir yang kedua kali tertulis dalam Kejadian 20 : 1. Negeri Shur adalah dekat perbatasan tanah Mesir. Akan tetapi, Traktat No. 8, halaman 87 itu tidak banyak menyinggung tempatnya yang tepat kemana ia pergi, karena ia itu hanya sedang mencoba mengatakan keadaan sekitar kemana Abraham pergi.

PERTANYAAN NO. 193 :

“Bagaimanakah Uriah Smith dapat disalahkan karena ia menyimpulkan bahwa batu belerang itu adalah belerang, sedangkan kamus sendiri mengatakan bahwa belerang itu harus merupakan belerang? Saya telah memeriksa tiga kamus.10

JAWAB :

669

Kutipan orang yang bertanya dalam buku Pendeta Uriah Smith yang mengatakan bahwa batu belerang itu adalah belerang tidak mungkin salah, tetapi yang salah adalah apabila mereka mengubah batu belerang kepada belerang, dan kemudian mengubah belerang menjadi serbuk mesiu.

PERTANYAAN NO. 194 :

“Adakah kedatangan Kristus yang kedua kali merupakan penghakiman”?

Jawab :

Kedatangan Kristus yang kedua kali bukanlah pelaksanaan penghakiman, karena orang-orang jahat akan dihakimi sesudah kedatangan-Nya yang kedua kali. Maka, pelaksanaan penghakiman terhadap orang jahat harus diselesaikan selama milenium, apabila orang-orang kudus melaksanakan pekerjaan penghakiman. (Daniel 7 : 22).

LIBURAN SEKOLAH

Tahun ajaran sekolah telah berakhir Dan berpadulah kenangan-kenangan indah dan manis Suasana meriah tak akan kami lupakan Masih tertinggal dalam kenangan kita.

Hari-hari yang menyedihkan tampaknya berlalu Seperti kita membayangkan pandangan yang kita kagumi Kebahagiaan yang kita nikmati di atas semuanya Semuanya gembira dalam saat-saat keemasan Itulah yang kita lewati di sekolah tahun ini Semoga menjadi milik kita semua Hati mereka bergetar, karena kita merindukan Orang lain, yang memberi inspirasi.

Disuatu senja Jumat sebelum matahari terbenam, dan Sabat pun tiba Dua pasang sejoli mengikat tali pernikahan mengambil tempat Dalam keindahan yang serasi, daya pesona dan agung.

Dalam balutan gaun pengantin berwarna merah muda yang cantik.

Dan setiap orang datang ke sana Untuk menyaksikan pernikahan ini, empat pemuda Kristen -- Glen dan Evelyn, Jack dan Ruth Bukan oleh bunga-bunga dan pakaian yang mengesankan, Melainkan oleh tabiat mereka Yang memantulkan semangat mereka yang tulus Bagi cinta dan sukacita yang sesungguhnya.

Dan sementara mereka berjanji untuk saling mengasihi dan melindungi Pasangan itu pun memilih untuk saling menghormati Bagi semua orang yang sudah pernah mengucapkan janji Memperbaharui janji mereka sekali lagi.

Dalam ikatan pernikahan kudus seperti pasangan yang berbahagia ini Semoga sukacita Surga menjadi milik mereka Dan membantu memulihkan semua, yang hilang karena dosa, Lalu masuk ke dalam Kerajaan Allah Langkah yang mereka laksanakan dengan takut akan Allah Dalam keselarasan dengan Terang dari Tongkat itu.

Untuk melihat janji dalam Firman Allah, Yang diikat di bumi ini diikat di surga.

Benarlah apa yang dikatakan oleh Peribahasa Bahwa cinta akan senantiasa hidup lebih baru 670 Dan bertumbuh lebih kuat, apabila dalam hati mereka Kristus bertahta, dan bekerja Cinta Ilahi-Nya, memimpin hidup, Ketika dua orang menjadi suami isteri Bagaikan warna keemasan matahari terbenam Dan meninggalkan langit petang yang cerah bercahaya, Setiap hati dipenuhi dengan sukacita dan pujian Kemuliaan yang lebih besar dari lembayung senja Dan merenungkan Eden dan pasangan yang suci itu Sang Pencipta menyelenggarakan pernikahan itu

Waktu semakin dekat untuk jam berdoa Yang diselenggarakan oleh orang-orang percaya dimana saja Dan juga kita semua bertelut dalam satu keserasian Dan berdoa agar segala perkara dipulihkan Supaya banyak terang yang berharga akan terlihat Kerajaan yang mulia segera akan berdiri.

Agar tak seorang pun yang tau kebenaran ini akan ragu Atau oleh dosa-dosa mereka ia itu akan tertutup Doa kita akan naik bagi setiap jiwa yang tulus. Yang mencari terang dari “Mangkok Keemasan” Kita berdoa untuk cinta bagi sesama sahabat Agar disembuhkan dan dibebaskan dari dosa.

Pernikahan itu berakhir dengan doa dan pujian. Disana kami merasakan Yesus hadir.

Kemudian kami memberi hormat kepada tuan rumah Karena segala perkara yang ajaib yang Allah jadikan 11Kami pulang dengan hati yang disinari dengan cinta, Segar mengalir dari atas tahta Allah.

Sesungguhnya ini terus menerus turun melewati nadi Jika kita ingin pergi ke rumah yang besar itu Dan di sana senang dan penuh kebahagiaan Yang mana, sukacita besar, selalu.

Dipenuhi dengan sukacita yang lahir dari Surga. Kami mendapatkan tidur yang indah sampai Sabat pagi.

Tampaknya segala beban sudah berlalu Sementara kami bangun pada hari Sabat, Dan di sini kami diberi makan seperti zaman dahulu Melalui Tongkat Gunung Karmel, Jiwa kami dipenuhi dengan suka cita dan kedamaian Kami berharap dan berdoa dengan tidak jemujemu.

Kami mempelajari Hosea pasal satu dan tiga. Dan dalam Matius pasal duapuluh empat kami saksikan Bahwa kita harus mengkhotbahkan pekabaran tentang Kerajaan Surga.

Seperti yang terdapat dalam Yehezkiel 37 “Datanglah Kerajaan-Mu, Jadilah kehendak-Mu”. Kami lihat pekerjaan ini sekarang telah dimulai.

Tepat pada penutupan Hari Sabat Kami bertemu lagi seperti biasa -- Tetapi ada berkat yang lebih besar diperoleh Karena duapuluh tiga orang muda yang telah dididik Di sekolah Gunung Karmel tahun ini, bergabung dengan lima orang dewasa di sini, Untuk mengikuti Tuhan mereka terkubur dalam air Berusaha membuat diri mereka layak supaya dapat menyelamatkan banyak jiwa-jiwa.

Dari setiap kesaksian yang datang Bahwa keinginan mereka semua, adalah sama Mati untuk diri, dan lahir baru kembali 671 Untuk hidup dalam Kristus, serta melaksanakan kehendak-Nya

Setelah belajar dari Buku Allah Malam perhentian lain pun tiba Kami istirahat sampai hari siang Dan kemudian bersuka cita sepanjang jalan -- Kami berkendara menuju sungai di bawah danau Dan berada di sana demi kepentingan Juruselamat Duapuluh delapan orang lahir kembali Demikianlah dibaptiskan untuk tetap mengikuti Kristus Dan setiap hati yang pernah mengucapkan janji sebelumnya, melakukannya sekali lagi.

Berjanji untuk mematuhi Tongkat Gembala, Dan tinggal dalam Kerajaan Allah kita.

Satu paduan suara manis terdengar Dalam nyanyian yang menggembirakan hati Dalam pujian bagi Dia yang tinggal di dalam hati Dimana kita dibersihkan dan bebas dari dosa Oh betapa satu pandangan yang mulia bagi manusia -- Keduapuluh delapan orang itu memakai baju putih! Yang merupakan lambang hidup mereka yang akan datang Dan dari jubah kesucian Oh betapa malaikat bersukacita Dan musik yang merdu dari suara kecapi terdengar Berkumandang di seluruh istana di atas Apabila diterimanya anugrah kasih Allah.

Pendeta Wilson memanjatkan doa Untuk mengakhiri saat-saat khidmat yang berbahagia itu Oh semoga setiap hati tetap mengingatnya Pemandangan yang mengagumkan di Gunung Karmel Dan semoga Allah menolong kita semua untuk memelihara Janji yang suci ini, agar kita tidak hilang Suatu penuaian yang lebih pahit berakhir, menjadi tidak pantas untuk Allah utus, Untuk menyampaikan pekabaran yang begitu khidmad Jadi kita tidak jatuh ke dalam pembantaian Yeheskiel Sembilan Oh semoga kita setiap hari mati bagi diri sendiri Dan berjalan pada ‘Jalan yang Sempit’ itu.

Sementara pemandangan ini diingat Di dalam hati kita temukan kedamaian, Iman yang lebih besar, semangat yang lebih kuat; Bagi kita Kerajaan Allah tampaknya lebih nyata Oh dapatkah kita berbicara seperti malaikatmalaikat mulia Dan membawa kabar baik kemana saja, Kabar baik tentang Kerajaan yang akan segera berdiri, Tentang semua perkara yang mengagumkan yang akan kita lihat;

Yang kemudian kita akan ketahui dan kita pahami Bagaimana keberadaannya di Palestina, negeri Bapa kita Kita akan tinggal dalam damai, sentosa dari segala yang jahat Dan pergi keseluruh dunia “ Pergi dan Pulang.”

12

672
Ilustrasi

1

673

SIDANG DALAM NUBUATAN

Sebagaimana sidang yang sekarang dikenal dengan sejarah sidang yang dahulu, tetapi yang tidak mengetahui sama sekali Theologia Ketuhanan mengenai dirinya, maka kami akan berusaha keras untuk meneranginya, dan berusaha untuk memberitahukan alasannya mengapa ia tidak mengetahui nubuatan-nubuatan. Tetapi pertama sekali marilah kita menyegarkan pikiran kita melalui tinjauan singkat mengenai hal masa lalu sebelum kita mengarahkan pikiran ke masa depan. Dalam beberapa paragraf berikut kita akan mengetahui bagaimana Tuhan telah memberitahukan selengkapnya terlebih dahulu kepada sidang-Nya, jalan mana yang harus dan yang akan mereka ikuti, dan juga hasil akhir yang mereka capai dalam setiap hal. Melalui suara nubuatan, kepada Abraham telah dijanjikan, bahwa pada suatu waktu Allah akan memberikan kepadanya suatu negeri yang pada waktu itu tidak diberitahukan di mana letaknya. Kemudian kepadanya diberitahukan bahwa ia dan juga keturunannya akan menjadi penumpang di negeri asing selama “empat ratus tiga puluh tahun” sebelum mereka mewarisi negeri perjanjian itu. Pada waktu kegenapan nubuatan ini sudah tiba, maka orang Israel pun dibawa keluar dari negeri Mesir. Tetapi oleh karena mereka berulang-ulang memberontak maka Tuhan melihat bahwa mereka tidak layak untuk dibawa dengan segera masuk ke dalam negeri perjanjian itu; oleh sebab itu, Ia memberitahukan kepada mereka bahwa mereka harus berada lagi di padang gurun selama empat puluh tahun. Pada akhir dari nubuatan ini, maka anak-anak Israel, telah menyeberangi Laut Merah melalui satu mujizat yang besar, maka demikian juga mereka menyeberangi sungai Yordan lalu masuk ke dalam negeri yang telah dijanjikan kepada mereka.

Namun Tuhan tidak membiarkan mereka dalam kegelapan sementara mereka berada di tanah perjanjian, melainkan sebaliknya Ia mengutus kepada mereka nabi demi nabi (2 Tawarik 36 : 15), untuk mengamarkan mereka akan akibat yang akan menimpa kepada mereka sebagai hasil dari kondisi kerohanian mereka yang sudah rusak, dan untuk mengatakan kepada mereka, bahwa melalui sikap dan perlakuan mereka terhadap nabi-nabi, dan tindakan mereka, mereka sedang membuat keputusan yang terakhir bagi mereka atau untuk melawan mereka.

Oleh karena mereka gagal untuk berbalik dari jalan mereka yang jahat, maka suara nubuatan menyatakan bahwa mereka akan diserahkan ke dalam tangan orang Kasdim dan akan berada dalam penawanan disana selama tujuh puluh tahun. Pada akhir dari masa yang ditetapkan itu, maka melalui tangan raja Kores dan Darius, raja dari Medo-Persia, Allah kembali membebaskan umat-Nya, lalu raja-raja itu memberi perintah kepada mereka untuk kembali membangun kaabah dan kota itu. (Ezra 1 : 1, 2). Oleh karena nubuatan-nubuatan yang berhubungan dengan sidang kemudian digenapi, maka Allah dalam kesetiaan-Nya, telah memberitahukan kepada umat-Nya bahwa ia itu akan terjadi dalam masa periode “dua ribu tiga ratus hari” atau tahun (Daniel 8 : 14), yang dimulai pada waktu perintah untuk membangun kota itu kembali dikeluarkan, dan yang berakhir pada tahun 1844. Peristiwaperistiwa yang terjadi selama waktu yang panjang itu adalah kedatangan Kristus yang pertama dan penyaliban-Nya (Daniel 9 : 26).

Demikianlah, masa-masa periode nubuatan, berhubungan satu dengan lain, membawa kita berjalan melalui sejarah sejak dari zaman Abraham sampai kepada tahun 1844. Tetapi oleh karena kita hanya mengemukakan beberapa dari nubuatan itu, maka kita dapat mengatakan bahwa masih ada lagi peristiwa-peristiwa nubuatan terjalin dalam masa periode sebelumnya, seperti periode seribu dua ratus enam puluh tahun dari Daniel 7 : 25, dan nubuatan-nubuatan yang berkaitan dengan pergerakan Masehi Advent yang Pertama sebelum tahun 1844, dll., semuanya itu menunjukkan bahwa suara nubuatan tidak 674 pernah gagal untuk membicarakan perkaraperkara yang berkenaan dengan sidang.

Oleh karena semua nubuatan yang berhubungan dengan pergerakan Masehi Advent Hari Pertama dan Organisasi Masehi Advent Hari Ketujuh, adalah yang lebih penting bagi kita daripada yang lain-lainnya, maka kami akan menjelaskan semuanya dengan lebih lengkap. Bagaimanapun, oleh karena kami sedang menulis langsung kepada Masehi Advent Hari Ketujuh, untuk menjelaskan Alkitab, maka sekaliannya itu sudah diketahui sehingga tidak perlu diterangkan; oleh karena itu, kami hanya akan menerangkan semua yang dikehendaki Allah untuk diketahui oleh umat-Nya sekarang.

Dalam Wahyu pasal sepuluh dapat kita baca : “Lalu aku mengambil kitab kecil itu dari tangan malaikat itu, dan memakannya; di dalam mulutku ia terasa manis seperti madu: tetapi segera sesudah aku memakannya, perutku menjadi pahit rasanya”. (Wahyu 10 : 10). Lambang ini sudah benar ditafsirkan oleh organisasi menjadi satu lambang nubuatan yang cocok dan sempurna tentang kegembiraan yang tidak terlukiskan dan kekecewaan yang menyedihkan dari pergerakan Masehi Advent Hari Pertama yang diberitakan mendahului tahun 1844 kebenaran mengenai “2300” hari nubuatan yang diyakini oleh para pengikutnya untuk dikhotbahkan, lalu menjual, segala sesuatu yang mereka miliki dari dunia ini, lalu beralih untuk mengkhotbahkan injil agar orang-orang lain bersama dengan mereka dapat bersiap-siap untuk menyambut kedatangan Kristus dalam tahun 1844.

Maka, pemikiran untuk mengadakan penerbangan melalui segala langit yang penuh bintang dan masuk melalui gerbang mutiara ke dalam kota Raja segala raja dan Tuhan dari segala tuan, dimana tidak ada duka, tidak ada kesakitan, atau kematian, sudah merupakan satu pemikiran yang manis bagi mereka sama seperti madu kepada pengecapan lidah. Oleh sebab itu, kepada Yohanes, peristiwa itu adalah merupakan lambang yang digambarkan oleh memakan kitab yang kecil itu — yakni Firman Allah — dan yang seperti madu pada mulanya. Tetapi setelah tanggal yang ditetapkan itu berlalu dan tidak mungkin kembali, dan Tuhan Yang mereka harapkan datang tidak muncul, maka mereka sama seperti Yohanes, kegembiraan mereka yang tidak terlukiskan itu berubah menjadi seperti pahitnya empedu.

Selanjutnya, oleh karena ayat berikut, yaitu ayat yang menunjuk kepada kekecewaan itu mengatakan, “Engkau harus bernubuat lagi kepada banyak umat, dan bangsa, dan bahasa, dan raja (Wahyu 10 : 11), maka ia itu membuktikan adanya satu pengertian dan pengalaman yang cermat tentang nubuatan dari pergerakan yang mendahului tahun 1844, sebab mereka mengira bahwa pekerjaan injil telah berakhir pada waktu itu, dan pintu kasihan sudah tertutup. Itulah

2 sebabnya, malaikat itu berkata : “Engkau harus bernubuat lagi”; artinya, engkau telah keliru, dan sekarang engkau harus mengkhotbahkan lagi pekabaranmu itu. Demikianlah, organisasi Masehi Advent Hari Ketujuh, sebahagian besar terdiri dari orang-orang yang telah menjadi Masehi Advent Hari Pertama, lalu bangkit untuk menggenapi perintah surgawi, sementara sebahagian dari Masehi Advent Hari Pertama telah mempertahankan organisasi mereka sendiri sampai hari ini.

Sekarang perhatian kita diarahkan kepada satu pertanyaan penting : Apakah mungkin bahwa Alkitab memuat satu nubuatan yang lengkap tentang sidang sampai kepada tahun 1844, dan sama sekali tidak ada memuat satu pun nubuatan untuknya sejak dari saat itu? Semua orang harus mengakui secara jujur, bahwa untuk meninggalkan sidang di luar daripada nubuatan adalah tidak masuk akal dan juga tidak mungkin, karena Allah tidak pernah meninggalkan umat-Nya di dalam kegelapan, dan sekarang Ia juga pasti tidak akan mau berbuat demikian dalam sejarah dunia yang paling genting ini. Maka kenapa sidang yang sekarang begitu banyak mengetahui tentang nubuatan dari masa lampau tetapi sangat sedikit mengetahui nubuatan yang berkaitan dengan nasibnya sendiri?

675

Ada dua alasan penting untuk menjawab pertanyaan rahasia ini. Alasan yang pertama diberikan oleh Rasul Petrus :

“Kita juga mempunyai firman nubuatan yang lebih pasti; maka baiklah kamu memperhatikannya seperti sebuah pelita yang bercahaya di tempat yang gelap sampai kepada hari siang, sehingga bintang timur bercahaya dalam hatimu.” (2 Petrus 1 : 19).

Ayat firman ini menyatakan bahwa nubuatan adalah merupakan firman yang lebih pasti, dan bahwa ia itu adalah satu pelita yang bercahaya di tempat yang gelap, dan apabila ia itu sudah dimengerti, maka ia akan membuat pokok masalah menjadi jelas, karena terangnya dipersamakan oleh Ilham, seperti “bintang timur” dalam hati kita”. Bagaimana pun, ayat-ayat berikut mengatakan :

“Yang pertama kamu ketahui ialah, bahwa semua nubuatan dalam Alkitab tidak dapat ditafsirkan menurut kehendak sendiri. Karena pada zaman dahulu nubuatan itu tidak datang menurut kehendak manusia : tetapi orang-orang kudus milik Allah itulah yang berbicara sementara mereka digerakkan oleh Roh Kudus (2 Petrus 1 : 20, 21); artinya, sekiranya Ayat-Ayat Firman itu datang menurut kehendak manusia, maka semuanya itu akan dapat ditafsirkan menurut kehendak manusia tanpa pertolongan Roh. Tetapi ternyata “orang-orang kudus milik Allah” itulah yang menerima Firman-Firman itu dari Roh Allah, dan karena manusia itu sendiri tidak mungkin dapat mengetahui pikiran daripada Roh Suci, maka ia tidak mungkin dapat menafsirkan Firman-Firman itu tanpa pertolongan dari Roh — Oleh sebab itu, ia harus diilhami seperti orangorang kepada siapa Firman itu diberikan pada mulanya.

Ini dibuktikan oleh kenyataan bahwa kita sekarang mempunyai beribu-ribu macam paham yang diakibatkan oleh adanya beribu-ribu macam tafsiran Alkitab, yang membuktikan bahwa orang-orang telah lepas dari Roh yang menafsirkan Alkitab itu, tetapi Roh Nubuat tidak, dan tidak dapat memberikan satu tafsiran Alkitab lalu memberikan kepada orang lain satu tafsiran Alkitab yang lain dari Firman yang sama. Lagi pula, karena benar, bahwa sidang Laodikea tidak mengetahui semua nubuatan yang berkaitan dengan dirinya, maka itu membuktikan bahwa Roh Nubuat itu tidak lagi bekerja di tengahtengahnya.

Alasan yang kedua tentang ketidaktahuannya mengenai “firman nubuatan yang lebih pasti” terletak dalam keyakinannya sendiri bahwa ia adalah “kaya, dan bertambah-tambah dengan kekayaan,” sehingga ia “tidak memerlukan apapun lagi”, padahal, nubuatan telah mengatakan kepadanya bahwa ia adalah “sengsara, malang, dan miskin, dan buta, dan telanjang”, tetapi ia tidak menyadarinya. (Wahyu 3 : 17). Maka, oleh karena nubuatan-nubuatan yang berkenaan dengan “keadaan kerohaniannya yang sengsara” (yang tidak ia akui serta tidak mau berbalik dari kemiskinan rohaninya), bertentangan dengan kesejahteraan kerohaniannya yang ia perkirakan, maka ia hanya menafsirkan sebahagian atau salah menafsirkan, salah menerapkan, atau sama sekali mengabaikan semuanya.

Dalam paragraf berikut kami akan berusaha untuk membuktikan bahwa sidang yang sekarang sedang mengulangi kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh sidang yang dahulu. Sebagai contoh, seperti orang-orang Farisi telah menolak tafsiran Alkitab yang diilhami, dan karena mereka takut apabila orang-orang awam dapat mengetahui kesalahan mereka, maka mereka telah membunuh nabi-nabi untuk mendiamkan mereka. Akibatnya, mereka tertinggal dalam kegelapan rohani, dan oleh karena mereka telah menafsirkan sendiri Firman itu tanpa Ilham, maka mereka telah salah memahami dan salah menerapkan walaupun bagian-bagian Firman Allah yang paling sederhana, sehingga mereka menyalibkan Satu-Satu-Nya untuk Siapa mereka telah menghabiskan berjutajuta dollar dalam bentuk korban-korban, serta menjalankan upacara pelayanan beratus-ratus tahun.

676

“Tanduk kecil” dari Daniel pasal Tujuh adalah satu definisi nubuatan yang cocok dari Pemerintahan Romawi. Nubuatan ini telah bertahun-tahun dikhotbahkan, tetapi orang Roma tidak pernah menerimanya walaupun mereka tidak sanggup memberikan kegenapan yang lain daripadanya, dan juga tidak dapat menyingkirkan masa penerapannya. Sama seperti nubuatannubuatan yang mencela perbuatan-perbuatan para pemimpin Yahudi dan Roma tidak dipahami oleh mereka sendiri, maka demikianlah kesalahankesalahan gereja Protestan telah mereka anggap sebagai rahasia besar yang tidak dapat dipecahkan.

Kurangnya pengertian ini bukanlah oleh karena nubuatan-nubuatan itu sukar dipahami, tetapi adalah karena semuanya mengungkapkan bukan hanya kenyataan-kenyataan yang tidak mau diakui oleh sidang, tetapi juga oleh karena mereka sangat bersemangat untuk menutup-nutupinya. Itulah sebabnya para penganjur dari “nubuatan firman yang lebih pasti” itu telah berhadapan dengan pertentangan, kebencian, ejekan, sementara lawan-lawannya menyatakan bahwa nubuatan-nubuatan itu telah termeterai sebagai suatu perkara yang rahasia. Oleh sebab itu, ketidak tahuan terhadap Alkitab telah berlaku di antara umat dimana-mana.

Demikianlah, pada satu pihak nubuatannubuatan itu menyatakan kesengsaraan, kemiskinan, dan kemalangan sidang yang sekarang, sedangkan pada pihak lain ia menyombongkan banyaknya hasil yang dicapai, dan merasa kaya serta bertambah-tambah dengan kekayaan, dan tidak memerlukan apapun. Keadaan yang berlaku ini tidak mungkin membuat tafsirannya benar, atau menerima “firman3 nubuatan yang lebih pasti”. Dan dengan demikianlah, ia sedang mengulangi kekeliruankekeliruan orang Yahudi, orang Roma, dan orang-orang Protestan.

Sekarang kita harus berhati-hati membandingkan suara nubuatan dengan suara sidang. Menurut nubuatan-nubuatan itu, organisasi Masehi Advent Hari Ketujuh telah diperintahkan untuk “bernubuat sekali lagi kepada banyak umat, dan bangsa, dan bahasa, dan raja-raja”. (Wahyu 10 : 11). Perkataan “banyak” adalah perkataan yang menunjukkan pembatasan — ia itu tidak berarti semua. Maka, demikianlah nubuatan itu tidak diragukan menyatakan bahwa Injil itu dipercayakan kepada sidang MAHK untuk dikhotbahkan bukan kepada segala bangsa, melainkan hanya kepada “banyak bangsa”, yang menunjukkan bahwa sebelum Injil itu disampaikan kepada semua bangsa, maka pasti ada satu tugas yang lain. Kenyataan ini juga dibuktikan oleh Roh Nubuat :

“Allah menyerukan adanya satu pembangunan dan reformasi rohani. Jika hal ini tidak dilaksanakan, maka orang-orang yang suam itu akan bertumbuh semakin menjijikkan di hadapan Tuhan, hingga akhirnya Ia akan menolak mengakui mereka sebagai anak-anak-Nya.

Pembangunan dan reformasi harus dilaksanakan dibawah pengendalian Roh Kudus. Pembangunan dan reformasi adalah dua hal yang berbeda. Pembangunan berarti pembaharuan kehidupan rohani, yaitu suatu penghidupan kuasa pikiran dan hati, suatu kebangkitan dari mati rohani. Reformasi berarti suatu pembangunan kembali, yaitu suatu perubahan pendapatpendapat dan teori-teori, kebiasaan-kebiasaan dan perbuatan-perbuatan. Reformasi tidak akan menghasilkan buah-buah kebenaran yang baik jika ia itu tidak dihubungkan dengan pembangunan dari Roh.” — “Christ Our Righteousness”, hal. 154.(huruf miring dari kami)

“Dengan berpakaikan senjata kebenaran Kristus, sidang akan memasuki peperangannya yang terakhir. ‘Indah bagaikan bulan, cerah seperti matahari, dan hebat seperti bala tentara dengan panji-panjinya, ia akan pergi ke seluruh dunia untuk menang dan memenangkan.” — “Prophets dan Kings”, hal. 725.

Sementara di satu pihak suara nubuatan menyatakan bahwa akan ada satu “pembangunan 677 kembali” dan kemudian satu tugas bagi sidang untuk pergi ke seluruh bangsa, maka suara sidang, tanpa kuasa apapun lagi untuk apa yang mereka katakan selain daripada seperti halnya para pemelihara hari Minggu akan keyakinan mereka bahwa Hari Minggu adalah hari yang tepat untuk dipelihara, berseru dengan kuat-kuat bahwa organisasi Masehi Advent Hari Ketujuh “sudah sedang pergi”, dan anggota, yang namanya saja anggota-anggota sidang, tidak mencari bukti dari “firman nubuatan yang lebih pasti”, tetapi sebaliknya, mereka berseru “amin”, untuk menyambut suara manusia dan menentang suara Allah! Pada waktu yang sama, untuk menahan mereka tinggal dalam kegelapan, mereka berkata, supaya jangan mendengarkan suara siapapun agar mereka tidak tertipu!

Kita sebagai organisasi gereja Masehi Advent Hari Ketujuh telah ditugaskan untuk pergi kepada “banyak” bangsa, dan untuk mengumpulkan mereka yang seratus empat puluh empat ribu itu, buah-buah pertama, sebagaimana dengan jelas telah ditunjukkan dalam Wahyu 11 : 1, 2 : “Kemudian diberikanlah kepadaku sebatang buluh seperti tongkat rupanya: dan malaikat itu berdiri, serta berkata : “Bangkitlah dan ukurlah bait suci Allah, dan medzbah itu, dan mereka semua yang berbakti di dalamnya. Tetapi biarkanlah pelataran bait suci yang di sebelah luar, janganlah engkau mengukurnya; “karena ia itu telah diberikan kepada bangsa-bangsa Kapir.”

Kata-kata “ ukur ” dan “menghitung” adalah kata-kata yang mempunyai arti yang sama, karena pekerjaan mengukur harus disertai dengan menghitung. Lagi pula, oleh karena mereka yang beribadah di dalamnya adalah orang-orang, maka mereka harus diukur dengan cara menghitung. Oleh sebab itu, sejak dari tahun 1844 sampai kepada masa nubuatan “reformasi dan organisasi ini”, adalah masa pengukuran atau masa penghitungan — yaitu pengumpulan mereka yang 144.000 itu, buah-buah pertama, kedua belas suku, atau mereka yang beribadah di dalam bait suci — sedangkan “pelataran yang tidak diukur” itu akan dipenuhi dengan orang-orang Kapir — yaitu buah-buah kedua, rombongan besar yang tak seorangpun dapat menghitungnya — yang akan dikumpulkan setelah reformasi dan pembangunan kembali yang telah disebutkan tadi dilaksanakan, tepat seperti yang dijelaskan dalam buku Wahyu itu. Pewahyu telah melihat pemeteraian mereka yang 144.000 itu kemudian setelah itu melihat rombongan besar (Wahyu 7 : 3 – 9).

Roh nubuat telah menyatakan bahwa “hanya orang-orang yang telah bertahan dan menang menghadapi godaan dalam kekuatan dari Yang Maha Kuasa, yang akan diijinkan untuk mengambil bagian dalam pemberitaan pekabaran ini apabila ia itu telah berkembang menjadi Seruan Keras”. (Review and Herald, 19 November, 1908). Kutipan ini menampilkan bukti yang jelas bahwa sekarang kita belum berada dalam masa Seruan Keras itu, dan juga belum berada pada masa pemberitaannya, sebab Seruan Keras itu hanya akan diberitakan oleh orang-orang yang telah berhasil mengatasi godaan, sedangkan, pekabaran yang sekarang, telah diberitakan baik oleh pendeta-pendeta yang suci, maupun yang tidak suci. Oleh sebab itu, jika pekabaran dalam masa Seruan Keras itu hanya diberitakan oleh orang-orang yang telah mengatasi godaan, tentu harus ada reformasi, dan ia itu akan menampi keluar semua pendeta yang tidak suci. (Testimo-

Firman nubuatan yang lebih pasti melalui “nabi injil” memberikan sinar yang lebih terang atas pokok masalah itu. Mari kita baca :

“Karena dengan api dan dengan pedang-Nya Tuhan akan menghukum segala yang bernyawa : dan orang yang mati dibunuh oleh Tuhan akan banyak jumlahnya. Dan Aku akan menaruh tanda di tengah-tengah mereka dan Aku akan mengutus orang-orang yang luput itu dari mereka ke segala bangsa, ke Tarsis, ke Pul dan Lud, Tubal, dan Yawan, ke pulau-pulau yang jauh yang belum pernah mendengar kebesaran nama-Ku, dan yang belum pernah menyaksikan kemuliaan-Ku; dan mereka akan menyatakan kemuliaan-Ku di antara 678 bangsa-bangsa Kapir. Maka mereka akan membawa semua saudaramu sebagai suatu persembahan kepada Tuhan keluar dari semua bangsa di atas kuda-kuda, dan kereta-kereta, dan di atas usungan-usungan, di atas bagal-bagal, dan di atas unta betina yang berlari cepat, ke gunung- Ku yang kudus Yerusalem, demikianlah firman Tuhan, sama seperti orang Israel membawa suatu persembahan dalam bejana yang suci ke dalam rumah Tuhan.(Yesaya 66 : 16,19,20)

Pembantaian yang dilakukan oleh Tuhan yang disebut di sini harus terjadi dalam sidang-Nya, karena orang-orang yang luput itu haruslah orang-orang Kristen dan yang kenal baik dengan Tuhan, sebab jika tidak, mereka tidak akan dapat4 memberitakan kebesaran nama-Nya dan juga kemuliaan-Nya. Lagi pula, karena bangsa-bangsa Kapir masih tertinggal sesudah pembantaian itu berlangsung, dan karena mereka akan mempunyai kesempatan istimewa untuk membawakan injil, maka hal itu membuktikan bahwa pembantaian yang disebut di sini akan terjadi sebelum masa kasihan berakhir.

Tambahan pula, Roh Nubuat menuliskan bahwa apabila pemeteraian mereka yang 144.000 itu dan pembantaian Yeheskiel Sembilan sudah hampir berlangsung, maka para pendeta akan mengkhianati kepercayaan mereka (“Testimonies for the Church”, Jilid 5, hal. 211), dan oleh karena pekabaran itu harus dikhotbahkan oleh dinas kependetaan yang suci, maka hal itu membuktikan bahwa penyucian itu harus terjadi tepat sebelum permulaan Seruan Keras, sehingga pekerjaan injil masih diteruskan oleh suatu pergerakan yang dibaharui dan yang diorganisir kembali, untuk ditugaskan pergi ke segala bangsa, gantinya kepada “banyak bangsa”.

Walaupun kami hanya menyinggung nubuatannubuatan yang berkaitan dengan sidang yang sekarang, namun kami telah mengetahui bahwa semuanya itu sama seperti nubuatan-nubuatan yang berkaitan dengan sidang masa lalu, dan bahwa pekabaran tiga malaikat itu akan terus berjalan, tetapi kedua sistem organisasi maupun orang-orang yang sekarang tidak mau mengindahkan dan mengatasi pencobaan itu, akan binasa dalam “pembantaian yang dilakukan Tuhan”.

Banyak orang yang tidak melihat perlunya pembangunan kembali, meskipun mereka mengetahui perlunya suatu reformasi. Oleh karena alasan inilah kami menambahkan sedikit penjelasan.

Oleh karena sidang yang tetap benar tidak perlu memiliki suatu pembaharuan, maka sidang yang benar diorganisir dan tetap benar tidak perlu diorganisir kembali. Namun oleh karena roh dunia telah mengalahkan sidang, maka roh dunia telah mengalahkan organisasi, yang dibuktikan dengan kenyataan bahwa baik lembaga kesehatan maupun lembaga pendidikan, sekarang telah diatur oleh standar-standar dunia. Oleh sebab itu, gantinya sidang memimpin dunia, maka sekarang dunia sedang memimpin sidang; atau, dengan kata lain, gantinya sidang jadi kepala, sebagaimana yang Allah rencanakan, sekarang ia telah menjadi ekor; dan gantinya dunia ambil bagian dalam roh sidang, sebaliknya sidang sedang ambil bagian dalam roh dunia, dengan demikian dunia tertipu agar tidak menerima terang dari surga, dan menyebabkannya berjalan dalam kegelapan, lalu tidak menghormati Allah tetapi sudah menghormati mammon. Oleh karena itu, perlu diadakan pembaharuan maupun pembangunan kembali, karena bagaimanakah Allah dapat menyelesaikan pekerjaan-Nya, memberkati umat- Nya, dan menyelamatkan dunia melalui satu organisasi gereja sedangkan ia sendiri sedang mencari pertolongan dari dunia?

Tuhan telah mengetahui jalan yang akan ditempuh oleh sidang, demi keuntungannya, maka Ia telah memberikan nubuatan-nubuatan sebagai usaha untuk membangunkan sidang serta menyelamatkan umat-Nya. Oleh karena itu, marilah kita mendengarkan Firman nubuatan sebagaimana yang dikatakan : “Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu”. (Ibrani 4 : 7).

679

MENGAMBIL ALIH PEMERINTAHAN KE DALAM
TANGANNYA SENDIRI

Oleh karena kebanyakan dari umat kita sulit memahami apa yang dimaksudkan oleh Roh Nubuat dengan pernyataan : “Tuhan akan mengambil alih semua pemerintahan di dalam tangan-Nya Sendiri” (Testimonies to Ministers, hal. 300), maka kami berusaha menuliskan paragraf-paragraf berikut.

Pernyataan nubuatan di atas mengungkapkan dua perkara yang pasti. Yang pertama, nubuatan itu menjelaskan bahwa sekarang Tuhan tidak memegang pemerintahan dalam tangan-Nya Sendiri, dan yang kedua, bahwa pada suatu waktu Ia akan memegang sendiri pemerintahan itu. Artinya, oleh karena sekarang Allah tidak memerintah atas organisasi gereja melalui organisasi yang ada sekarang, maka tentunya Ia akan mengorganisirnya kembali. Lagi pula ada dijelaskan, bahwa Allah akan melakukan ini melalui alat-alat yang sederhana bahkan “pengerja-pengerja itu akan heran”; artinya, Ia tidak akan mengorganisir umat itu melalui sesuatu yang dimulai dengan suatu perkara yang besar, suatu yang rumit, atau sesuatu yang mana dunia menyebutnya hebat, tetapi sebaliknya melalui alatalat yang sederhana, secara diam-diam, perlahanlahan, dan sama alaminya seperti yang biasanya digambarkan oleh biji sesawi (Matius 13 : 31, 32), dan juga kelihatan mengembang seperti ragi bekerja dalam adonan (ayat 33), sedangkan para pengerja itu masih ingin untuk “mengontrol pekerjaan itu, namun mereka akan tercabut seperti rumput yang menghambat gandum.

Sebagaimana Allah mengambil pemerintahan di dalam tangan-Nya Sendiri telah ditunjukkan pada masa yang lampau, maka tidak seorangpun perlu untuk tetap tinggal bodoh tentang cara yang Ia gunakan sekarang untuk “menyempurnakan pekerjaan kebenaran-Nya”, atau setiap orang tentunya mengetahui cara yang Ia gunakan untuk memerintah milik-Nya Sendiri.

Pada waktu raja Firaun memerintah atas umat- Nya, Tuhan tidak mengerahkan bala tentara yang besar, dan yang dipimpin oleh seorang jenderal yang terlatih dalam sekolah dunia, untuk membebaskan mereka, dan untuk memberikan kesempatan kepada-Nya untuk memerintah atas mereka, tetapi Ia hanya mengutus Musa, dengan tongkat gembalanya, alat yang sederhana itu. Bagi raja Firaun, hal ini tampak begitu sederhana, begitu kecil, sehingga ia hanya memberikan sedikit perhatian kepada apa yang terjadi pada waktu itu. Namun demikian, sementara ia melihat ragi yang sedang bekerja dalam kerajaannya, maka pada waktu itu ia menjadi yakin bahwa ia harus melepaskan Israel pergi, tetapi oleh karena ia memandang pekerjaan Musa itu sangat sederhana sebagaimana adanya; maka hatinya dikeraskan serta berkata : “Ha, itu bukan pekerjaan dari Allah, saya tidak akan melepaskan orang Israel pergi”. Hal ini dilakukan berkali-kali. Akhirnya, pukulan maut datang menimpa anak-anak sulung, dan terjadilah ratapan yang luar biasa di seluruh negeri Mesir sementara orang Israel pergi. Tetapi, oleh karena raja Firaun belum yakin bahwa Allah telah mengambil alih pemerintahan-pemerintahan di dalam tangan-Nya Sendiri, maka ia beserta bala tentaranya pergi mengejar orang Israel untuk membawa mereka kembali.Oleh sebab itu, Allah menggunakan Laut Merah sebagai satu alat untuk melindungi umat-Nya dan sebagai alat untuk membinasakan raja Firaun dan tentaranya.5 Sekarang Tuhan akan bekerja dengan cara yang tidak kurang daripada keajaiban itu untuk membebaskan umat-Nya dari pemerintahan yang dikuasai oleh organisasi duniawi. Ia sendiri akan mengatur pekerjaan itu dalam cara yang sama seperti yang Ia lakukan pada zaman Musa dan pada zaman Daud.

Lagi pula, suara nubuatan telah menyatakan bahwa : “bani Israel akan tinggal banyak hari lamanya tanpa seorang raja”, dan “sesudah itu bani Israel akan kembali, lalu mencari Tuhan Allah mereka, dan mencari Daud raja mereka; dan mereka akan takut kepada Tuhan dan kepada 680 kebaikan-Nya pada hari-hari yang terakhir”. (Hosea 3 : 4, 5). Artinya, Israel kuno itu telah tercerai-berai di antara segala bangsa dan bukan merupakan kerajaan lagi selama “banyak hari”, tetapi sesudah “banyak hari itu”, mereka akan kembali dan sekali lagi menjadi satu kerajaan, lalu pergi “mencari Tuhan Allah mereka dan Daud raja mereka”. Maka, oleh karena sekarang kita hidup dalam masa kembalinya mereka yang 144.000 itu, dua belas suku Israel, hal itu membuktikan bahwa pada masa ini mereka akan menjadi satu kerajaan dalam tangan Tuhan Allah gantinya diperintah oleh organisasi duniawi biasa.

Pada zaman Musa dan pada zaman Daud, pada waktu Tuhan telah memegang pekerjaan itu dalam tangan-Nya Sendiri, Ia berbicara kepada umat itu melalui Musa dan melalui Daud, dan dengan cara demikian Ia memerintah. Maka pada waktu ini, dengan cara yang sama, Ia akan memegang pekerjaan itu pada waktu Ia mengambil alih pemerintahan di dalam tangan-Nya Sendiri.

Di dalam nubuatan, Allah telah mengungkapkan kepada Yeheskiel hal-hal yang tidak adil, pada akhir zaman, yaitu pada zaman kita, yang dilakukan kepada umat Allah oleh pendetapendeta mereka, bunyinya demikian : “Aku akan mengangkat satu orang gembala atas mereka, dan ia akan menggembalakan mereka, dan bahkan hamba-Ku Daud akan memberi makan mereka, dan ia akan menjadi gembala mereka. Maka Aku Tuhan akan menjadi Allah mereka, dan hamba- Ku Daud akan menjadi raja di tengah-tengah mereka; Akulah Tuhan yang mengatakannya”. (Yeheskiel 34 : 23, 24). Demikian juga Yeheskiel telah mengatakan bahwa sistem organisasi dari banyak gembala yang ada sekarang, akan diganti oleh satu organisasi yang baru dan dipimpin oleh seorang gembala gantinya dipimpin oleh banyak gembala.

Tentu saja, umat atas siapa Tuhan akan mengambil alih pemerintahan di dalam tangan- Nya Sendiri, akan hanya terdiri dari orang-orang yang akan membentuk kerajaan-Nya itu. “Dan mereka tidak akan lagi mengajar setiap orang dari tetangganya, dan setiap orang saudaranya, sambil berkata : Kenallah Tuhan : karena mereka semua akan mengenal Aku, dari orang yang terkecil sampai kepada orang yang terbesar dari mereka, demikianlah firman Tuhan : karena Aku akan mengampuni kesalahan mereka, dan Aku tidak mengingat lagi dosa-dosa mereka”. Oleh sebab itu, Tuhan mengambil alih pemerintahan di dalam tangan-Nya Sendiri, adalah merupakan permulaan dari berdirinya kerajaan-Nya yang kekal itu, tepat sebelum kedatangan-Nya yang kelihatan di atas awan-awan. Dalam khayal Daniel juga menyaksikan kenyataan ini serta berkata kepada raja demikian : “Pada zaman raja-raja ini, Allah di surga akan mendirikan satu kerajaan yang tidak akan pernah binasa : dan kerajaan itu tidak akan beralih kepada bangsa lain, tetapi ia itu akan menghancur luluhkan dan menghabiskan semua kerajaan ini, dan kerajaan itu akan berdiri selamalamanya.” (Daniel 2 : 44).

Perhatikanlah, bahwa kerajaan itu akan berdiri bukan sesudah “zaman raja-raja ini”, melainkan pada zaman mereka, dan bahwa kerajaankerajaan itu akan dihancurkan olehnya. Maka, meskipun pada mulanya, dan pada sebelum kebangkitan, kerajaan tidak akan dilengkapi dengan semua warganya, namun ia itu akan memiliki permulaannya sebelum kedatangan Kristus yang kedua kali.

Perumpamaan Kristus sendiri ada mengungkapkan kebenaran ini, sebab Ia berkata : “Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya, dan semua malaikat bersamasama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas tahta kemuliaan-Nya : lalu semua bangsa akan berkumpul di hadapan-Nya : dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing : dan Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya, tetapi kambing-kambing di sebelah kiri-Nya. Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya, Marilah, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, warisilah kerajaan yang disediakan bagimu sejak dunia dijadikan. Dan Ia akan berkata juga kepada 681 mereka yang di sebelah kiri-Nya, Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, masuklah ke dalam api yang kekal, yang telah disediakan untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya.”

Telah dimengerti secara umum bahwa apabila Kristus muncul secara kelihatan, maka bangsabangsa akan mati oleh cahaya kedatangan-Nya, sehingga dengan demikian orang-orang jahat tidak mempunyai kesempatan untuk mendengar Tuhan berbicara kepada mereka ataupun mereka berbicara kepada Tuhan. Lebih lanjut, menurut perumpamaan itu, Ia duduk di atas tahta kemuliaan-Nya gantinya duduk di atas awanawan sebagaimana yang tertulis dalam 1 Tesalonika 4 : 17. Oleh karena itu, tahta kemuliaan-Nya itu adalah kerajaan-Nya dimana Ia sendiri, tidak kelihatan kepada bangsa-bangsa, duduk di atas tahta itu lalu mengumpulkan segala bangsa di hadapan-Nya seperti ditulis juga oleh nabi Yesaya, yang mengatakan : “Dan akan terjadi pada hari-hari yang terakhir, bahwa gunung rumah Tuhan akan didirikan di atas puncak segala gunung, dan akan ditinggikan di atas puncak segala bukit; maka segala bangsa akan mengalir datang kepada-Nya.” (Yesaya 2 : 2).

Nabi Zakharia menggambarkan kasus orang jahat dan pengubahan orang-orang benar dalam kata-kata berikut : “Dan pada waktu itu Aku akan membuat Yerusalem menjadi batu sandungan bagi segala bangsa; semua orang yang membebani dirinya dengan batu itu akan dihancurkan berkeping-keping, meskipun segala bangsa di bumi datang berhimpun melawannya. Pada hari itu, demikian firman Tuhan, Aku akan memalu setiap kuda dengan keheranan, dan penunggangnya dengan kegilaan: dan Aku akan membuka mata- Ku kepada isi rumah Yehuda, dan Aku akan memalu setiap kuda daripada bangsa itu dengan kebutaan. Maka para penghulu Yehuda akan berkata dalam hatinya, Penduduk Yerusalem akan menjadi kekuatanku dalam Tuhan semesta alam Allah mereka. Pada hari itu Aku akan menjadikan para penghulu Yehuda seperti dapur api di antara kayu, dan seperti obor api dalam berkas gandum;

dan mereka akan memusnahkan segala bangsa berkeliling, pada sebelah kanan dan pada sebelah kiri : dan Yerusalem akan didiami kembali di tempatnya yang semula, bahkan di Yerusalem. Pada hari itu Tuhan akan melindungi penduduk

6 Yerusalem; dan yang lemah di antara mereka pada waktu itu akan menjadi seperti Daud: dan rumah Daud akan menjadi seperti Allah, seperti malaikat Tuhan di hadapan mereka. Dan pada hari itu akan jadi, bahwa Aku akan mencari untuk menghancurkan segala bangsa yang datang menyerang Yerusalem. Dan Aku akan mencurahkan ke atas Rumah Daud, dan ke atas penduduk Yerusalem, Roh rahmat dan permohonan-permohonan : dan mereka akan memandang kepada-Ku yang telah mereka tikam, dan mereka akan meratap bagi Dia, seperti orang yang meratapi anak tunggalnya, dan berduka cita karena dia, seperti orang yang berduka cita karena anak sulungnya.” (Zakharia 12 : 3 – 10).

Pengambil alihan pemerintahan ke dalam tangan-Nya Sendiri, oleh sebab itu dalam masa pengumpulan umat-Nya dari antara segala bangsa, melalui suara : “Keluarlah daripadanya, hai umat-Ku, supaya jangan kamu tidak terbabit dengan dosa-dosanya, dan supaya jangan kamu tertimpa oleh bela-belanya.” (Wahyu 18 : 4).

Apabila suara ini akan terdengar memanggil keluar umat Allah maka tidak akan ada lagi orang-orang berdosa dalam kerajaan-Nya, dan juga tidak akan ada bela yang menimpa di sana, karena orang-orang suci sudah dipanggil keluar dari Babilon sebab dosa-dosa dan bela-bela akan menimpa semua orang yang tinggal di sana.

Dalam Matius 13 : 49 ada tertulis pemisahan orang-orang berdosa dari antara umat Allah, karena pada waktu itu, demikian kata Kristus, orang-orang jahat akan diambil dari orang-orang benar, sedangkan, melalui suara yang tertulis dalam Wahyu, orang-orang benar akan diambil dari antara orang-orang jahat — cara pemisahan yang bertentangan antara yang satu dengan yang lain — yang ternyata membuktikan bahwa Tuhan akan mengambil alih pemerintahan di dalam 682 tangan-Nya Sendiri sebelum permulaan Seruan Keras dari Wahyu 18 : 4.

Bahaya yang kita hadapi sekarang bukan terletak pada apa yang dikatakan Allah yang akan Ia lakukan, sebab Ia sanggup mengatasi keadaan, tetapi bahaya besar itu terletak kepada banyak dari antara kita berada dalam bahaya akan hilang oleh karena meragukan dan mencela segala sesuatu yang timbul dalam pengungkapan kebenaran, mencela pekerjaan dan kedudukan orang lain; mencela setiap cabang pekerjaan dalam mana mereka sendiri tidak turut ambil bagian (“Testimonies for the Church”, Jilid 5, halaman 690), gantinya datang mencari pertolongan dari Tuhan. Sesungguhnya, sebahagian orang akan “berusaha untuk mendiktekan bahkan pekabaran apa yang akan dilakukan apabila pekerjaan itu berjalan maju di bawah petunjuk malaikat yang bergabung dengan pekabaran malaikat ketiga untuk disampaikan kepada dunia.” — “Testimonies to Ministers”, hal. 300. Sebahagian orang berjalan lebih jauh dengan mengatakan kepada juru bicara yang dijanjikan oleh Allah, “Engkau terlalu bersungguh-sungguh, engkau tidak menginterpretasikan Alkitab itu dengan cara yang sepatutnya. Marilah saya memberitahukan kepadamu bagaimana mengajarkan pekabaranmu itu. — “Testimonies to Ministers”, hal. 475.

Yang lainnya, walaupun tidak terlalu berkuasa tidak akan menyerahkan diri mereka sendiri kepada kepemimpinan Allah, dan Yesus telah mengetahui terlebih dahulu golongan orang yang “membenci Dia” dan “mengirim satu pesan pada- Nya, sambil mengatakan, Kami tidak mau orang ini menjadi raja atas kami”. (Lukas 19 : 14).

Maka, oleh karena sikap mereka yang membangkang, Yesus jelas mengatakan, bahwa pada waktu kedatangan-Nya Ia akan memerintahkan kepada hamba-hamba-Nya serta berkata, “Akan tetapi semua seteru-Ku ini, yang tidak mau Aku menjadi rajanya, bawalah mereka kemari dan bunuhlah mereka di depan mata-Ku.”

Perumpamaan itu menjelaskan bahwa melalui seseorang, Yesus akan memerintah sebelum kedatangan-Nya, dan bahwa orang-orang yang menolak untuk mendudukkan dirinya kepada orang yang telah dipilih Yesus untuk mewakili Dia, akan hilang untuk selama-lamanya.

Oleh sebab itu, janganlah seorangpun melalui kelambanan atau melalui cara-cara lain menunjukkan suatu keinginan untuk mengalahkan nubuatan firman Allah, melainkan sebaliknya supaya mereka berdoa, karena “Demikianlah Firman Tuhan Allah: Aku masih akan melakukan hal ini kepada isi rumah Israel, melakukannya bagi mereka Aku akan membuat mereka berlipat ganda seperti lautan manusia.” (Yeheskiel 36 : 37).

“Oleh sebab itu, kita harus lebih bersungguhsungguh untuk memperhatikan segala perkara yang kita telah dengar agar jangan pada suatu waktu semuanya itu lepas. Sebab jika firman yang disampaikan melalui malaikat-malaikat tetap berlaku, dan setiap pelanggaran mendapat balasan yang setimpal : bagaimanakah kita akan luput, jika kita melalaikan keselamatan yang begitu besar?” (Ibrani 2 : 1 – 3). “Sebab itu, hai saudara-saudara yang kudus, yang mendapat bagian dalam panggilan surgawi, pandanglah kepada Rasul dan Imam Besar yang kita akui, yaitu Yesus Kristus; Siapa yang setia kepada-Nya sehingga telah menetapkan-Nya, sebagaimana Musa setia kepada seisi rumahnya. Dan kepada siapakah Ia telah bersumpah bahwa mereka tidak akan masuk ke tempat perhentian-Nya, melainkan kepada mereka yang tidak percaya kepada-Nya? Demikianlah kita ketahui, bahwa mereka tidak dapat masuk oleh karena ketidakpercayaan

baiklah kita waspada, supaya jangan ada seorang di antara kamu yang dianggap ketinggalan, sekalipun janji akan masuk dalam perhentian-Nya masih berlaku.” ( (Ibrani 4 : 1). “Waspadalah, hai saudara-saudara, supaya di antara kamu tidak terdapat orang yang berhati jahat dan tidak percaya, lalu murtad dari Allah yang Hidup. Tetapi nasehatilah seorang akan yang lain setiap hari, selama masih dapat dikatakan “hari ini”, supaya 683 jangan ada di antara kamu yang menjadi tegar hatinya karena tipu daya dosa. Karena kita telah beroleh bagiannya di dalam Kristus, asal saja kita teguh berpegang sampai kepada akhirnya pada keyakinan iman kita yang semula. Tetapi apabila pernah dikatakan: “Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu seperti dalam kegeraman”, siapakah mereka yang membangkitkan amarah Allah, sekalipun mereka mendengar suara-Nya? Bukankah mereka semua yang keluar dari Mesir di bawah pimpinan Musa? Dan siapakah yang Ia murkai empat puluh tahun lamanya? Bukankah mereka yang berbuat dosa dan mayatnya bergelimpangan di padang gurun?”

Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu, jangan dengan paksa, tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak Allah, dan jangan karena mau mencari keuntungan, tetapi dengan pengabdian diri. Janganlah kamu berbuat seolah-olah kamu mau memerintah atas mereka yang dipercayakan kepadamu, tetapi hendaklah kamu menjadi teladan bagi kawanan domba itu. Maka kamu, apabila Gembala Agung datang, kamu akan menerima mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu.Demikian jugalah kamu, hai

7 orang-orang muda tunduklah kepada orang-orang yang tua. Dan kamu semua, rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab: ”Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihi orang yang rendah hati.” Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya. Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.” (1 Petrus 5 : 2-7)

NASEHAT KEPADA ORANG TUA — BAGIAN III

Menyadari perkara yang menyedihkan tentang masalah orang tua anak-anak sekarang yang terlihat di tengah-tengah para penganut Kebenaran Sekarang, maka “Symbolic Code”, dalam terbitannya bulan Juli Tahun 1937 telah menyerukan tanda bahaya sebagai berikut :

“Para orang tua telah buta terhadap keadaan anak-anak mereka yang telah berhasil sepenuhnya memperdaya mereka. Tetapi mereka yang kehilangan kendali atas anak-anak mereka, tidak merasa senang jika orang lain mengontrol mereka, atau menunjukkan segala kekurangan mereka dengan maksud untuk memperbaikinya.” — “Testimonies for the Church”, Jilid 4, hal. 193.

“Barangkali Gunung Karmel tidak perlu berjuang dan begitu bersemangat untuk memperbaiki keadaan anak-anak jika bukan oleh karena pandangan terhadap kutipan terakhir dari kesimpulan dari kalimat ini.”

Tetapi, karena penting dan serius, maka amaran ini telah diserukan dengan bersungguhsungguh, dan ia itu jatuh ke atas banyak telingatelinga yang tuli. Sedikit orang telah mendapatkan keuntungan melalui ini, dengan hasilnya bahwa hubungan orang tua, anak-anak, dan lembaga itu sendiri sudah menjadi masalah yang lebih sulit dan lebih menyedihkan dari pada yang kami lihat pada awalnya dan ini dibawa untuk menjadi satu perhatian. Sebagaimana kenyataannya seperti luka yang membengkak dan infeksi menjadi sakit, maka luka itu telah meracuni sekujur tubuh, dan bahkan menyebabkan pemotongan terhadap anggota tubuh yang sudah tercemar dengan racun disamping pengobatan. Kenapa terjadi bencana yang sedemikian ini? Hanya ada satu jawabnya, yaitu : banyak orang yang mengakui Kebenaran Sekarang tidak sepenuhnya mempercayai dan menghidupkan apa yang tertulis dalam Symbolic Code itu. Dalam kebenaran, meragukan dan tidak mempercayai Symbolic Code dalam berbagai tingkatan, dimana saja akan meninggalkan persekutuan kita. Hanya sedikit orang, yakni “segenggam”, yang benar-benar melekat begitu saja secara rohani pada “pengunjung bulanan ini”, penegasan yang tinggi dan mulia itu meminta pekabaran mengenai ‘hari Tuhan yang besar dan mengerikan’ itu siapa di bawah kekuasaannya, 684 harus benar-benar menuruti dengan segala tuntutannya, segala perintahnya, dan segala nasehatnya yang telah disampaikan kepada mereka dari waktu ke waktu, jangan menambahkan atau mengurangi pekabaran itu. Ia tidak akan mengakui mereka yang mengabaikan kekuasaan Ilahi, karena sidang akan menjadi terang bagi dunia, ‘indah bagaikan bulan, cerah seperti matahari, dan mengagumkan seperti bala tentara dengan panji-panjinya.”

Rupanya, sekalipun, tidak juga “demikianlah firman Tuhan”, maupun “ada tertulis”, sekarang mempunyai pengaruh kepada hati nurani para penganut Kebenaran Sekarang dan kepada “pendapat-pendapat dan teori-teori, kebiasaankebiasaan dan perbuatan-perbuatan mereka”, yang menurut perasaan : namun mereka berkata “Saya telah mendengar”, “saya pikir”. (Testimonies to Ministers, hal. 505).

Para orang tua — para simpatisan, terutama yang paling menunjukkan paham Laodikea yang yang paling menentang dan tak dapat ditembus, yang kebal terhadap semua nasehat, amaran, dan permohonan yang mendesak, keadaannya sama seperti batu yang tak dapat ditembus oleh air. Misalkan, kepada anda telah berulang-ulang diberitahukan, bahwa sebagai orang tua, cara anda mendidik dan mendisiplin anak-anak bukanlah seperti cara yang dikehendaki Allah; dan bahwa pemikiranmu tentang kasih dan kebaikanmu adalah tidak benar dan hampa: bahwa cintamu yang buta tidak berguna dan hanya oleh karena perasaan, dan kasih sayangmu tidak berguna kecuali hanya suatu kekejaman. Tetapi siapakah yang telah percaya kepada apa yang tertulis, dan di dalam takut dan gentar mulai tekun untuk “bertobat dan disembuhkan” dari pendapatpendapat dan teori yang keliru, kebiasaankebiasaan dan perbuatan-perbuatan, oleh mana Setan mengikat jiwa-jiwa ke roda keretanya? Siapakah, yang seperti Daud kuno itu, ketika dikatakan “andalah orang itu” berkata, “Saya telah berdosa kepada Tuhan”, dan yang pada saat itu juga dengan kesungguh-sungguhan dan lurus hatinya telah berketetapan untuk “mengeluarkan buah-buah pertobatan”, dengan pertama sekali “mengakui kepada anak-anak(mu), jalan(mu) yang kurang bijaksana untuk membesarkan hati mereka” (Symbolic Code, Jilid 3, No. 8 – 10, hal. 3), kemudian dengan memberikan “Kerjasama sepenuhnya (kepada) sekolah?”

Betapa lebih bijaksana, lebih mulia, dan lebih berbahagia keadaanmu dan anak-anakmu untuk mengakui keadaanmu yang berdosa karena menentang terang Allah dan pekerjaan-Nya, daripada engkau berdiri jauh, serta mengkhayalkan atau merenung-renungkan luka-lukamu sendiri, menyimpan dendam, berkeluh kesah, lalu melemparkan batu-batu kepada apa saja yang anda tidak sukai, dan kepada setiap orang yang anda tidak sukai karena mereka telah berusaha mendidik dan menyelamatkan anak-anakmu.

Dengan sesuka hatimu dan simpati yang keliru, melalaikan perintah dan kurang disiplin, maka anda telah membuat luka yang tidak terhitung banyaknya kepada anak-anakmu, yang tentunya mengorbankan jiwa mereka dan barangkali jiwa anda, mengorbankan milik anda, kecuali anda segera, tegas mengubah segala perkara yang terjadi kepada anda maupun anak anda — kecuali kalau pendapat dan teori-teori agama anda, pendidikan, disiplin, pekerjaan, kebiasaan hidup dan perbuatan yang anda lakukan sepenuhnya berubah untuk menempatkan anda di pihak Tuhan dalam pertentangan hebat antara yang baik dan yang jahat.

Jika sebagai orang tua penganut Kebenaran Pada Waktunya, anda adalah seorang yang mau menyelamatkan diri anda dan anak-anak anda, maka secara rohani anda harus segera menjauhkan diri dari bencana kota-kota, yaitu “kesombongan, kelimpahan makanan, kemalasan,” akan hanya berakhir dengan kesedihan seperti yang dialami oleh istri Lot di kota Sodom yang dahulu — mengubah kecintaanmu yang terakhir dan pandangan yang melekat menjadi tiang garam, begitulah dimisalkan. Sekali bebas dari genggaman maut kota ini, maka anda selanjutnya harus menjaga 685 anak-anak anda berada di luar sekolah-sekolah 8 umum dan mendidik mereka di rumah, mengasuh mereka dalam “asuhan dan nasehat-nasehat Tuhan” hingga dapat dipersiapkan untuk mendaftar di dalam sekolah Tuhan di Gunung Karmel.

Para orang tua membawa keluarga mereka pindah ke kota-kota, karena mereka mengira lebih mudah untuk memperoleh pencaharian di sana daripada di desa-desa. Anak-anak tidak mendapatkan apapun untuk dikerjakan, jika tidak memperoleh pendidikan di sekolah, mendapatkan pendidikan jalanan. Dari persekutuan Iblis, mereka belajar kebiasaan-kebiasaan jahat dan pemborosan. Para orang tua mengetahui semua hal ini, tetapi hal ini akan meminta suatu pengorbanan untuk memperbaiki kesalahan mereka, dan mereka tetap seperti keadaan mereka, hingga Setan mengendalikan anak-anak mereka sepenuhnya. Lebih baik mengorbankan setiap pemikiran duniawi daripada mengorbankan jiwa-jiwa yang dipercayakan kepada pemeliharaanmu. Mereka akan diserang melalui pencobaan-pencobaan yang akan mengajar mereka; tetapi adalah kewajibanmu untuk menumpas setiap pengaruh dan menghentikannya, menghentikan setiap kebiasaan, memutuskan setiap ikatan yang menahan engkau untuk menyerahkan dirimu sendiri dan keluarga anda kepada Allah.

Gantinya tinggal dalam kota yang penuh sesak itu, berusahalah untuk mencari tempat dimana anak-anak, sedapat mungkin terlindung dari penggodaan, dan didiklah mereka di sana untuk menjadi orang yang berguna. Nabi Yeheskiel menghitung penyebab yang menjadikan dosa dan kehancuran kota Sodom, yakni : ‘Kesombongan, berlimpah-limpah dengan makanan, kemalasannya dan kemalasan istrinya dan puteriputerinya; tidak mengasihi orang miskin dan yang melarat.’ Semua orang yang mau melepaskan diri dari bencana kota Sodom itu, harus menghindar dari hukuman Allah atas kota yang jahat itu.

“Saudara-saudaraku, kamu sedang tidak mempedulikan tuntutan Allah yang suci, oleh kelalaianmu untuk mengabdikan dirimu dan anakanakmu kepada-Nya. Banyak di antaramu sedang berbaring dalam keamanan yang salah, terserap oleh kepentingan diri, dan tertarik oleh harta-harta duniawi. Anda tidak takut terhadap kejahatan. Bahaya kelihatannya sangat jauh. Anda akan tertipu, terperdaya, untuk masuk ke dalam kehancuran yang kekal, jika sekarang anda tidak bangkit, dan dengan rasa menyesal serta kerendahan hati yang sungguh kembali kepada Tuhan.

***

“Kelemahan dunia sedang melumpuhkan perasaanmu. Dosa tampaknya bukan lagi satu perkara yang menjijikkan, sebab engkau telah dibutakan oleh Setan. Hukuman segera akan dituangkan oleh Allah ke atas bumi. ‘Selamatkanlah jiwamu’, inilah amaran yang diserukan oleh malaikat-malaikat Allah. Terdengar suara-suara lain yang menyatakan, ‘Janganlah hiraukan: sebab tidak ada alasan adanya suatu tanda bahaya khusus.’ Orang-orang yang duduk tenang di Sion menyerukan damai dan sejahtera, padahal Surga mengatakan bahwa kebinasaan akan segera menimpa kepada orang-orang durhaka. Orang-orang muda yang sembrono yang mencintai kesenangan, menganggap bahwa amaran-amaran itu adalah cerita dongeng, lalu mereka berpaling serta mengejek. Para orang tua cenderung mengira bahwa anak-anak mereka benar dalam hal ini, dan semuanya tertidur dengan tenang. Demikian itulah yang terjadi pada waktu kebinasaan dunia yang lalu, dan juga pada waktu Sodom dan Gomorah dilalap oleh api. Pada malam sebelum kebinasaan mereka, kota-kota yang hiruk pikuk dengan kesenangan aman. Lot diejek karena takut mendengar amaran-amaran itu. Tetapi justru orang-orang yang mengejek itulah yang terbakar dalam kobaran api. Pada malam itu juga pintu kasihan sudah tertutup kepada orang jahat, yaitu penghuni-penghuni Sodom yang sembrono.

“Adalah Allah yang memegang nasib dari jiwajiwa. Ia tidak selamanya mau diolok-olok; Ia tidak mau selamanya dipermainkan. Hukuman-Nya sudah berada di atas negri itu. Ketakutan dan 686 kengerian angin topan telah meninggalkan kebinasaan dan kematian di belakang mereka. Api yang menyala menghabiskan hutan-hutan dan kota-kota yang penuh sesak. Angin badai dan kecelakaan kapal membinasakan para pelancong. Kecelakaan dan malapetaka mengancam semua orang yang bepergian di darat. Angin ribut, gempa bumi, peperangan dan kelaparan silih berganti. Namun hati manusia telah dikeraskan. Mereka tidak mengenal suara amaran dari Allah. Mereka tidak mau melarikan diri menuju satu-satunya perlindungan dari bahaya angin topan itu.

“Banyak orang yang telah ditempatkan di atas tembok-tembok Sion, untuk berjaga-jaga dan melihat seperti mata burung elang terhadap bahaya yang mendekat, dan untuk menyerukan suara amaran, namun mereka sendiri tertidur”. Orang-orang yang seharusnya lebih giat dan lebih waspada terhadap saat-saat yang berbahaya telah melalaikan kewajibannya, lalu menumpahkan ke atas diri mereka sendiri darah dari jiwa-jiwa.

“Saudara-saudaraku, berhati-hatilah terhadap kejahatan hati yang tidak percaya. Firman Allah jelas dan menuntut segala pembatasanpembatasannya: Ia menghalangi kegemaranmu yang mementingkan diri: itulah sebabnya engkau tidak mau menurutinya. Kesaksian-kesaksian dari Roh-Nya mengarahkan perhatianmu kepada Alkitab, menunjukkan kerusakan-kerusakan tabiatmu, dan mencela dosa-dosamu : oleh sebab itu bertobatlah dari semuanya. Dan untuk mengikuti hawa nafsumu, maka engkau memilih jalan yang gampang lalu mulai meragukan apakah kesaksian-kesaksian itu datang dari Allah. Jika engkau menuruti semua ajaran-ajarannya, maka engkau akan percaya pada keaslian keIlahiannya. Ingatlah, bahwa ketidak percayaanmu tidak dapat mempengaruhi sifatnya yang sebenarnya. — “Testimonies for the Church”, Jilid 5, hal. 232 – 234.

“Siapa saja dari anak-anak orang Ibrani yang kedapatan berada di tempat tinggal orang Mesir akan dibinasakan.

“Pengalaman bani Israel telah dituliskan untuk menjadi pelajaran bagi orang-orang yang hidup pada akhir zaman. Sebelum banjir bencana akan menimpa ke atas penduduk bumi, maka Tuhan akan memanggil anak-anak Israel agar mereka bersiap-siap menghadapi peristiwa itu. Kepada orang tua Ia menyerukan amaran, Kumpulkanlah anak-anakmu ke dalam rumahmu sendiri : jauhkanlah mereka dari orang-orang yang tidak mempedulikan perintah-perintah Allah, yang mengajarkan dan melakukan kejahatan. Keluarlah dari kota-kota besar secepat mungkin. Dirikanlah sekolah-sekolah gereja. Ajarkanlah kepada anakanakmu Firman Allah sebagai dasar dari semua pendidikan mereka. Inilah mata pelajaran yang bagus, dan jika murid-murid mempelajarinya

9 dalam tingkatan sekolah dasar, maka mereka akan bersiap-siap untuk tingkatan sekolah yang lebih tinggi …

“Di manakah anak-anakmu? Adakah engkau mendidik mereka agar mereka dapat melihat kebobrokan nafsu yang ada dalam dunia? Adakah engkau berusaha untuk menyelamatkan jiwa mereka? Atau oleh karena kelalaianmu telah menambah kehancuran mereka? — “Testimonies for the Church”, Jilid 6, hal. 195.

Ibu dan Bapa, Saudara dan Saudari, adakah kamu dengan sungguh-sungguh ingin luput dari “banjir bencana itu?” Jika kamu mau, kamu tidak akan membuang waktu sesaat pun atau tidak mempedulikan satu pun dari sinar terang itu, tetapi teruslah belajar dengan rajin untuk mempelajari Symbolic Code itu lalu segera melakukan semua yang diajarkannya, memperhatikan, memperhatikan semua perintahnya, semua teguran, dan amaran-amarannya yang telah tidak dipedulikan sementara semuanya itu telah diberikan dari waktu ke waktu. Dengan demikian, dan hanya dengan demikian, engkau dapat mengatur kehidupan rumah tanggamu sehingga engkau dan anak-anakmu dapat mengambil bagian dalam pembangunan “tempat perkemahan” Tuhan dan dalam pengumpulan segala bangsa, dan akhirnya pengalaman yang tak terlukiskan dan hebat untuk masuk ke dalam perhentian yang mulia yang disediakan bagi umat Allah!

687

SIFAT IRI HATI DAN MENCARI-CARI KESALAHAN
MENDAPAT HUKUMAN

“Sedih hatiku untuk mengatakan bahwa di antara anggota-anggota sidang ada lidah-lidah yang tidak dapat diatur. Ada lidah-lidah palsu, yang senang membicarakan kejahatan. Ada lidah yang licik, yang suka berbisik-bisik. Ada lidah yang suka membuka rahasia, lidah-lidah yang tidak sopan, yang suka mencampuri urusan orang lain, yang lihai mencari-cari kesalahan. Di antara orang-orang yang suka bergunjing itu, digerakkan oleh karena ingin tahu, yang lainnya digerakkan oleh karena iri hati, dan banyak oleh karena kebencian terhadap orang-orang melalui siapa Allah telah berbicara untuk menegur mereka. Semua unsur perselisihan ini telah bekerja. Sebagian di antaranya menyembunyikan rasa sentimen mereka yang sesungguhnya, sementara yang lainnya ingin sekali memamerkan segala apa yang mereka ketahui, atau bahkan saling mencurigai, dari kesalahan yang satu terhadap yang lain.

“Saya melihat bahwa roh sumpah palsu, yang akan membalikkan kebenaran ke dalam kepalsuan, yang baik menjadi jahat, dan yang tidak salah ke dalam kejahatan, sekarang sedang bekerja. Setan bersuka ria atas keadaan orang yang mengaku umat Allah. Sementara banyak orang telah melalaikan jiwa mereka sendiri, mereka ingin mengamati untuk memperoleh kesempatan untuk mencela orang-orang lain dan menghukumnya. Semuanya memiliki tabiat yang rusak, mereka dengan tidak sabar melihat kesempatan untuk mencela dan menyalahkan orang lain. Semua mempunyai cacat karakter, dan ini tidaklah sukar untuk menemukan sesuatu bagi yang iri hati untuk menafsirkan yang melukai mereka. ‘Sekarang’, kata hakim-hakim yang mementingkan diri ini, ‘kami mempunyai bukti-bukti’. Kami akan menjatuhkan kepada mereka suatu tuduhan dari mana mereka tidak dapat melepaskan diri’. Mereka menunggu satu kesempatan yang baik, lalu mengeluarkan sebundel pergunjingan, dan mengajukan keterangan-keterangan mereka yang menarik.

“Dalam usaha mereka untuk mengemukakan satu pokok persoalan, orang-orang yang biasanya memiliki daya khayal yang kuat, berada dalam bahaya menipu diri mereka sendiri dan menyesatkan orang-orang lain. Mereka mengumpulkan semua ungkapan perkataan dari orang lain, dan tidak memikirkan bahwa perkataan-perkataan itu mungkin diucapkan dengan tergesa-gesa, dan oleh sebab itu tidak mungkin mengandung pendapat dari si pembicara. Tetapi semua ucapan perkataan yang tidak dipersiapkan terlebih dahulu, sering sekali sia-sia dan tidak pantas untuk diperhatikan sedang dipandang melalui kaca pembesar Setan, dipertimbangkan, dan diulangi lagi, sehingga onggokan bukit-bukit menjadi gunung-gunung. Terpisah dari Allah dugaan-dugaan jahat akan menjadi penggodaan dan pencobaan. Mereka hampir tidak mengetahui kekuatan dari perasaanperasaan mereka atau pengaruh perkataanperkataan mereka. Sementara mereka mencela kesalahan-kesalahan orang lain, sebaliknya mereka memanjakan kesalahan-kesalahan mereka yang jauh lebih besar. ‘Kemantapan dalam bertindak adalah merupakan permata’. — “Testimonies for the Church”, Jilid 5, hal. 94, 95.

“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan memperoleh hidup yang kekal.” (Yohanes 3 : 16).

Allah begitu mengasihi kita bukan oleh karena kita orang-orang baik, dan tidak melakukan kesalahan kepada-Nya, tetapi adalah karena Ia adalah Allah yang mempunyai pertimbangan, kebenaran, dan adil. Tidak ada musuh yang lebih besar bagi seseorang daripada dia yang membunuh Anak tunggal-Nya. Dunia telah membuat penderitaan yang lebih besar kepada Allah dengan membunuh Anak-Nya, namun Allah masih menunjukkan rahmat-Nya kepada kita dan memperlakukan kita sebagai sahabat- 688 sahabat-Nya gantinya memperlakukan kita sebagai musuh-musuh-Nya. Tidak ada kejahatan yang lebih besar yang telah kita lakukan terhadap orang lain daripada kejahatan yang telah kita lakukan terhadap Allah. Oleh sebab itu, kita sebagai orang-orang Kristen dan sebagai wargawarga Kerajaan itu, seharusnya kita berlaku baik bahkan terhadap musuh kita yang paling jahat sebagaimana Allah memperlakukan kita, agar kita tidak didapati di antara hamba-hamba yang jahat seperti yang digambarkan dalam perumpamaan berikut :

“Sebab hal Kerajaan Surga seumpama seorang raja yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hamba-Nya. Setelah ia mulai mengadakan perhitungan itu, di hadapankanlah kepadanya seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta. Tetapi karena orang itu tidak mampu melunasi hutangnya, raja itu memerintahkan supaya ia dijual beserta istrinya, anak-anaknya, dan segala harta miliknya untuk membayar hutangnya. Maka sujudlah hamba itu menyembah dia, katanya : Tuhan, Sabarlah dulu, segala hutangku akan ku lunasi. Lalu tergeraklah hati tuan dari hamba itu oleh belas kasihan, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya. Tetapi ketika hamba itu keluar, ia bertemu dengan seorang sesama hamba lain yang berhutang seratus dinar kepadanya : lalu ia menangkap dan mencekik kawannya itu, katanya, Bayar hutangmu : Maka sujudlah sesama hambanya itu dan memohon kepadanya, sambil mengatakan, Sabarlah dulu, hutangku itu akan ku lunasi. Tetapi ia menolak dan menyerahkan kawannya itu ke dalam penjara sampai ia melunasi hutangnya. Melihat itu kawan-kawan sesama hambanya yang lain sangat sedih melihat apa yang terjadi lalu menyampaikan semua yang terjadi itu kepada tuan mereka. Lalu tuannya itu menyuruh memanggil orang itu dan berkata kepadanya : Hai hamba yang jahat, seluruh hutangmu telah ku hapuskan karena engkau memohon kepadaku : bukankah seharusnya engkau mengasihani juga kawanmu seperti akupun telah mengasihani engkau? Maka marahlah tuannya itu dan menyerahkan dia kepada algojo- 10 algojo, sampai ia melunasi hutangnya. Maka Bapa-Ku yang di surga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap

Rasul Petrus adalah seorang pengikut Kristus yang paling bersemangat, tetapi pada waktu Kristus berada pada pemeriksaan pengadilan, Petrus telah menyangkal Dia, lalu meyakinkan orang banyak bahwa dia bukan pengikut Kristus, ia mengutuki dan bersumpah. Seandainya Kristus sama seperti kita, maka pada waktu Ia bertemu dengan Petrus sesudah kebangkitan-Nya, tentu Ia sudah akan membunuhnya, tetapi sebaliknya Ia telah bermurah hati kepadanya, dan mengasihi dia dengan kasih yang lebih besar daripada sebelumnya. Gantinya Ia mencari salah dan memamerkan kesalahannya kepada orang lain, sebaliknya Ia berkata : “Simon anak Yunus, apakah engkau mengasihi Aku lebih daripada orang-orang ini? Dan Petrus menjawab kepada- Nya : Ya Tuhan, Engkau mengetahui bahwa aku mengasihi Engkau. Ia berkata kepadanya, Gembalakanlah domba-domba-Ku.” (Yohanes 21 : 15).

Perhatikanlah apa yang dikehendaki Yesus untuk kita lakukan. Ia tidak menuntut pertobatan dari Petrus sebagaimana yang dikehendaki orangorang yang mengaku Kristen terhadap rekan sesamanya. Dan juga Ia tidak memecat Petrus dari pekerjaannya melayani karena dia sudah gagal. Mereka yang menuntut pengakuan dan pertobatan dari orang-orang yang mereka kira telah berbuat kesalahan, bukanlah orang yang meniru teladan yang ditunjukkan oleh Kristus, tetapi sebaliknya mereka sedang meniru perbuatan Setan. Setan menuduh Ayub di hadapan Tuhan; menuduh bahwa penurutan Ayub terhadap Tuhan adalah palsu, maka untuk membuktikan tuduhannya itu, ia telah bertindak kejam (Ayub pasal 1).

Haruskah seorang Kristen saling mempersalahkan satu dengan lainnya, atau jika ia mengira bahwa seorang saudara telah berbuat 689 salah terhadap Tuhan, maka ia tidak berhak untuk menuntut pengakuan dan pertobatan dari orang yang dikira telah bersalah. Jika ia ingin memperbaiki kesalahan orang itu, hendaklah ia melakukannya dengan kasih dan kebaikan hati.

Jika dua orang saudara bertengkar, yang satu adalah seorang yang bijaksana dan pengikut Kristus yang benar, walaupun dia tidak bersalah sama sekali, namun ia mau memohon maaf kepada yang satunya gantinya berdebat dan bertengkar untuk membuktikan bahwa ia benar dan yang lainnya salah. Contoh berikut adalah satu hal yang patut ditiru oleh semua orang Kristen :

“Bertahun-tahun yang lalu, pada waktu rombongan orang percaya akan kedatangan Kristus masih sangat sedikit, para pemelihara hari Sabat di Topsham, Maine, mengadakan perbaktian di sebuah dapur besar di rumah Saudara Stockbridge Howland. Pada suatu pagi pada hari Sabat Saudara Howland tidak hadir. Kami semua heran sebab hal ini, karena ia selalu hadir tepat pada waktunya. Tetapi tak lama kemudian iapun masuk, wajahnya bersinar, bercahaya dengan kemuliaan Allah. ‘Saudara-Saudara’ katanya, ‘Aku telah menemukannya’. Aku telah mengetahui bahwa kita dapat mengikuti jalan yang dijanjikan oleh firman Allah yang mengatakan : “Engkau tidak akan jatuh”. Sekarang aku akan menceritakan hal itu kepada kamu.

“Kemudian ia bercerita kepada kami bahwa ia telah memperhatikan seorang saudara, yaitu seorang nelayan miskin, yang telah merasa bahwa ia tidak dihargai sebagaimana seharusnya, dan bahwa Saudara Howland dan saudara-saudara lainnya menganggap diri mereka di atas dia. Hal ini tidak benar, tetapi tampaknya bagi dia hal itu benar; maka selama beberapa minggu ia tidak datang menghadiri perbaktian. Jadi Saudara Howland pergi ke rumahnya, lalu bertelut di hadapannya, katanya, ‘Saudaraku, maafkan saya. Apakah ada sesuatu yang telah saya lakukan? Nelayan itu memegang tangannya dan mencoba untuk membuatnya berdiri. ‘Tidak’ kata Saudara Howland, ‘adakah sesuatu yang membuat engkau menentang saya? ‘Saya tidak ada apapun untuk menentangmu’. ‘Tetapi engkau ada sakit hati kepadaku’, kata Saudara Howland, ‘karena selama ini kita dapat saling berbicara satu sama lain, tetapi sekarang engkau tidak mau berbicara lagi sama sekali kepada saya, dan saya ingin tahu apa masalahnya’.

“Bangunlah, Saudara Howland kata nelayan itu. ‘Tidak’, jawab Saudara Howland, ‘aku tidak mau’. ‘Kemudian kata nelayan itu aku menyesal, dan ia menjatuhkan dirinya serta mengaku bahwa ia telah bersikap kekanak-kanakan dan betapa banyak prasangka jahat yang telah ia lakukan. Dan sekarang ia berkata, ‘Saya akan membuang semuanya itu’.

“Sementara Saudara Howland menyampaikan cerita ini, wajahnya berseri dengan kemuliaan Allah. Baru saja ia menyelesaikan ceritanya, nelayan itu beserta keluarganya masuk, sehingga kami mempunyai suatu perbaktian yang sangat menyenangkan.

“Seandainya sebagian dari kita mau meniru cara yang dilakukan oleh Saudara Howland. Jika saudara kita berprasangka jahat, hendaklah kita pergi kepada mereka, serta berkata, ‘Maafkanlah saya jika saya telah melakukan sesuatu yang menyakiti hatimu’, maka dengan demikian kita dapat mematahkan serangan Setan, dan membebaskan saudara kita dari segala pencobaan. Jangan biarkan ada sesuatu pemisah di antara engkau dengan saudaramu. Jika ada sesuatu yang engkau dapat lakukan melalui pengorbanan untuk membuang sampah prasangka, lakukanlah itu. Allah menghendaki agar kita saling mengasihi sebagai saudara. Allah menghendaki agar kita menjadi orang yang pengasih dan sopan santun. Ia ingin agar kita mendidik diri kita sendiri untuk percaya bahwa saudara-saudara kita mengasihi kita, dan untuk mempercayai bahwa Kristus mengasihi kita. Kasih melahirkan kasih.” — “Testimonies for the

Beberapa tahun yang lalu seorang teman yang 690 berhutang sejumlah uang kepada saya meninggal, dan sementara keluarga itu sedang berduka cita, saya mencoba untuk membantu mereka, dan ibu dari anak yang meninggal itu bertanya kepada saya, apakah saya mau mengirim telegram kepada keluarganya dan memberitahukan kepada mereka berita duka cita itu, dan ia mengatakan bahwa biayanya akan dibayar kemudian. Lalu aku meminta kepadanya supaya ia memberikan kepadaku nama-nama dan alamat-alamat saudaranya. Kebanyakan dari antara keluarganya itu tinggal sekitar 2500 mil jauhnya. Beberapa bulan kemudian saya memberikan kepadanya rekening pembayaran, tetapi ditolaknya. Akan tetapi, yang lebih menyedihkan adalah bahwa saya telah kehilangan sahabat dan mereka sudah menjadi musuh-musuh saya gantinya tetap menjadi sahabat saya. Kemudian saya mampir ke keluarga yang telah beberapa lama tidak pernah saya lihat, dan ketika seorang nyonya membuka pintu dan melihat saya, ia terdiam dan tampaknya dia agak kebingungan tentang apa yang harus ia lakukan, tetapi dengan senyum dan dengan sikap bersahabat, saya berkata kepadanya, “Saya datang Nyonya —, untuk mengetahui keadaan nyonya”, dll, lalu ia mengundang saya masuk, walaupun dengan sikap yang dingin. Setelah kami bercakap-cakap sebentar, saya berkata kepadanya, “Saya datang kepada anda untuk meminta maaf atas kesalahankesalahan yang telah saya perbuat”. Dengan keheranan ia berkata, “Saudara tidak bersalah apapun”. Lalu saya jawab, “pasti ada sesuatu yang 11 salah yang telah saya lakukan, sebab selama ini kita berteman baik, tetapi sekarang tidak lagi”. Oleh karena saya mendesak untuk dimaafkan, maka ia berkata, “Baiklah, engkau saya maafkan”. Kemudian kami berbicara sebagai sahabat dan jauh lebih baik daripada sebelum penghalang itu ada di antara kami, dan saya tidak pernah menyebut-nyebut masalah hutang, dan ia juga tidak pernah minta maaf kepada saya, tetapi ia ingin untuk mengetahui usaha saya, dan sementara saya menjelaskan kepadanya, maka ia meminta agar bahan bacaan dikirim kepadanya. Sebelum meninggalkan rumah itu, saya minta ijin kepadanya untuk berdoa agar Allah memberkati seluruh keluarga itu. Sekarang, bagaimanakah saya dapat menagih hutangnya itu sedangkan sebelumnya Tuhan telah menghapuskan hutang saya yang jauh lebih besar daripada hutangnya kepada saya? Kristus berkata, “Tetapi Aku berkata kepadamu; Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang mengutuki engkau, berbuat baiklah kepada mereka yang membencimu, dan berkatilah orang yang menganiaya kamu”. (Matius 5 : 44). Tetapi orang mungkin berkata, “Saya tidak dapat melakukan ini”. Baiklah, supaya orang yang menganggap dirinya tidak layak bagi kerajaan itu jangan lagi menyandang nama Tuhan dengan siasia dengan menyebut dirinya orang Kristen. (Baca Keluaran 20 : 7).

Betapa berguna bacaan itu kepadanya, karena belum seorangpun dapat menceritakannya, tetapi ada satu hal yang pasti, yaitu, jika ia hilang, maka ia tidak dapat datang dan berkata kepada saya pada hari penghakiman, “engkaulah yang menahan saya di luar kerajaan itu”.

Bagaimanapun seseorang menilai dirinya benar, dan menilai orang lain tidak benar, namun keduanya adalah sama, “karena kita semua telah berdosa dan lepas dari kemuliaan Allah”. Apabila kita menghakimi orang lain, maka benar-benar kita telah menghakimi diri kita sendiri. “Janganlah menghakimi, supaya kamu jangan dihakimi. Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi : dan dengan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukur kepadamu”. (Matius 7 : 1, 2).

“Aku akan membawa kamu dari antara bangsa-bangsa kapir”, demikian firman Tuhan, dan “mengumpulkan kamu keluar dari segala negeri, dan membawa kamu ke negerimu sendiri.

“Aku akan memercikkan ke atasmu air jernih, yang akan mentahirkan kamu : dari segala kenajisan kamu, dan dari semua berhalamu Aku akan mentahirkan kamu. Kamu akan Ku berikan hati yang baru, dan roh yang baru akan Ku berikan di dalam hatimu : dan Aku akan membuang daripadamu hati batu dari dalam tubuhmu, dan 691 akan Ku berikan kepadamu hati daging. Roh-Ku akan Ku taruh di dalam hatimu, sehingga kamu menurut segala ketetapan-Ku, dan memelihara segala peraturan-Ku serta melakukannya.”

Oleh karena kegenapan dari ayat-ayat firman ini berlaku masih di masa yang akan datang, maka hal itu membuktikan bahwa masing-masing kita masih belum bersih, dan tidak seorangpun dari antara kita yang berjalan menurut ketetapanketetapan Allah dan memelihara atau melakukan peraturan-peraturan-Nya, sebab setelah Tuhan membawa kita dari antara orang-orang Kapir ke negeri kita sendiri, “lalu” Ia berkata, bahwa Ia akan membersihkan hati kita dan membuat kita berjalan dalam segala ketetapan-Nya serta memelihara segala hukum-Nya. Oleh sebab itu, bagaimanakah seseorang dapat membicarakan dosa-dosa orang lain tanpa memikirkan dosanya sendiri? “Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi

Adalah tidak baik seorang ibu mau membicarakan atau menyebar luaskan perbuatan jahat anaknya, maka begitu juga para pengikut Kristus yang benar tidak akan mau membicarakan dan menyebarluaskan perbuatan jahat saudarasaudaranya. Inilah cara yang mudah bagi seseorang untuk memeriksa dirinya, dan untuk mengetahui apakah ia memelihara hukum-hukum Kristus atau melanggarnya.

“Adalah maksud Allah supaya anak-anak-Nya terikat erat dalam satu persatuan. Bukankah mereka berharap untuk hidup secara bersamasama dalam surga yang sama? Adakah Kristus terbagi-bagi melawan diri-Nya Sendiri? Maukah Ia memberikan sukses kepada umat-Nya sebelum mereka membuang sampah prasangka jahat dan perselisihan sebelum para pengerja itu satu dalam tujuan, mencurahkan hati dan pikiran dan kekuatan; sehingga pekerjaan itu begitu mulia dalam pandangan Allah? Persatuan menghasilkan kekuatan; dan perpecahan membuat kelemahan. Bersatulah antara satu dengan lainnya, bekerja samalah dalam keselarasan bagi keselamatan manusia, sesungguhnya kita adalah ‘rekan-rekan sekerja dengan Allah’. Orang-orang yang tidak mau bekerja sama sungguh tidak menghormati Allah. Musuh jiwa-jiwa bersuka cita melihat yang seperti ini mereka bekerja dengan tujuan yang saling bertentangan antara satu dengan yang lain. Orang perlu memiliki kasih persaudaraan dan hati yang lembut. Jika mereka dapat membuka tirai penghalang untuk melihat masa depan, dan mengetahui akibat perpecahan mereka, maka pasti mereka dapat dituntun untuk bertobat.

“Dunia merasa puas dengan tidak adanya persatuan di antara orang-orang Kristen. Kesetiaan sudah hilang. Allah menghendaki perubahan di antara umat-Nya. Persatuan dengan Kristus dan persatuan antara yang satu dengan yang lain, adalah satu-satunya keselamatan kita pada akhir zaman ini. Janganlah kita memberi kesempatan kepada Setan untuk berbicara dengan menuding anggota sidang kita, sebagai berikut : ‘Lihat, bagaimanakah orang-orang ini dapat berdiri di bawah panji-panji Kristus, sedangkan mereka saling membenci. Kita tidak perlu takut terhadap mereka sementara mereka menghabiskan lebih banyak tenaga untuk saling menyerang satu dengan lainnya melebihi dalam medan perang dengan kekuatanku.’

“Setelah Roh Suci turun, murid-murid itu pergi memberitahukan kebangkitan Juruselamat, sebab satu-satunya kerinduan mereka adalah keselamatan jiwa-jiwa. Mereka bersuka cita dalam persatuan yang manis dengan orang-orang saleh, mereka sabar, berbaik hati, menyangkal diri, mau memberikan pengorbanan demi kepentingan kebenaran…

“Tetapi orang Kristen yang mula-mula mulai saling mencari kesalahan saudaranya.Tinggal di atas kesalahan, dan dengan memberi tempat kepada celaan, mereka kehilangan pandangan akan Juruselamat, dan kasih agung yang Ia tunjukkan bagi orang-orang berdosa. Mereka menjadi lebih teliti terhadap peraturan-peraturan upacara, lebih mementingkan teori-teori iman, 692 lebih suka dengan semangat mencela orangorang lain. Tujuan mereka yang terutama adalah untuk menyalahkan orang lain. Mereka lupa pada kesalahan mereka sendiri. Mereka lupa pelajaran tentang persaudaraannya yang telah diajarkan Kristus. Dan, yang paling menyedihkan daripada semuanya, mereka tidak mengetahui bahwa mereka telah hilang. Mereka tidak menyadari bahwa kebahagiaan dan suka cita telah pergi meninggalkan hidup mereka, dan mereka segera akan berjalan dalam kegelapan, karena kasih Allah telah keluar dari hati mereka.” — “Testimonies for the Church”, Jilid 8, hal. 240 – 241.

12

693
Ilustrasi

1

694

PERCAYA DAN SEJAHTERA

Yeheskiel pasal tiga puluh empat berbicara tentang domba dan tentang para gembala, dan dalam ayat tiga puluh satu Tuhan menjelaskan bahwa dimana domba itu dikatakan adalah merupakan lambang dari umat-Nya, katanya : “Dan kamu, hai kawanan domba-Ku, kawanan domba dari padang rumput-Ku, adalah manusia, dan Aku adalah Allahmu, demikianlah firman Tuhan Allah.”

Oleh sebab itu, dalam ayat firman ini domba itu dinyatakan adalah umat Allah, dan padang rumput itu adalah firman-Nya dimana mereka itu diberi makan. “Demikianlah firman Tuhan Allah; Sungguh, Aku akan menjadi hakim di antara ternak dengan ternak, di antara domba jantan dengan kambing jantan. Apakah perkara kecil bagimu bahwa kamu telah menghabiskan padang rumput yang terbaik, tetapi haruskah juga kamu menginjak-injak dengan kakimu padang rumput yang sisa itu? Dan belum cukupkah kamu untuk meminum dari air-air jernih, lalu mestikah kamu mengotori air yang tinggal itu dengan kakimu? Apakah kawanan domba-Ku harus memakan rumput yang sudah diinjak-injak oleh kakimu dan minum air yang sudah dikotori kakimu? Oleh karena itu demikianlah firman Tuhan Allah kepada mereka; Sesungguhnya, Aku, bahkan Aku sendiri akan menjadi hakim di antara domba yang gemuk dengan domba yang kurus.” (Yeheskiel 34 : 17 – 20).

Dalam ayat-ayat ini Tuhan bertanya, Apakah baik kepada mereka yang mengaku menjadi umat- Nya, untuk menerima hanya sebahagian dari kebenaran yang Ia telah kirimkan kepada mereka, lalu menginjak-injak dengan kaki mereka kebenaran yang sisanya. Kemudian Ia menambahkan bahwa kawanan domba-Nya yang benar akan menerima semua kebenaran yang diberikan kepada mereka, walaupun orang-orang lain menolaknya. Maka, oleh karena sebahagian orang hanya menerima bahagian dari pekabaran yang tidak bertentangan dengan keinginankeinginan mereka, dan hanya menerima yang cocok dengan selera dan angan-angan mereka, oleh sebab itu, Tuhan berfirman, “Aku akan menjadi hakim di antara ternak dengan ternak.”

Ada golongan di antara umat Allah yang menjadikan ini urusannya untuk menanyakan dan mengkritik segala sesuatu “kebenaran yang telah diungkapkan”. Mereka berkata, “Kami menerima ini dan itu, tetapi kami tidak mau menerima yang lainnya”. Mereka mengira bahwa hal itu adalah satu tanda kecerdasan untuk meragukan dan untuk mencela. Tetapi golongan di antara sidang yang angkuh dan suka akan hormat ini, yang mengira bahwa mereka cukup bijaksana dan cukup mampu untuk menilai pekabaran yang telah mereka akui dikirimkan oleh Allah kepada mereka, akan selalu melihat perasaan tidak senang dari Tuhan, dan Ia telah menunjukkan bahwa kebijaksanaan orang-orang yang menyebut diri mereka ini bijaksana sesungguhnya tidak ada terkecuali kebodohan. Mereka begitu bodoh walaupun jalan mereka telah dinyatakan kepada mereka dalam pengalaman orang-orang lain selama beribu-ribu tahun, mereka tidak dapat melihat dengan jelas perbuatan mereka yang jahat yang menyebabkan kebinasaan jiwa. Mereka yang mengangkat diri mereka menjadi hakimhakim atas pekabaran yang Allah kirimkan kepada umat-Nya, telah menjauhkan banyak jiwa yang lemah dari Kristus melalui keraguan dan celaancelaan mereka. Oleh sebab itu demikianlah firman Tuhan, “Oleh karena semua yang lemah kamu desak dengan lambung dan bahumu serta kamu tanduk dengan tandukmu, hingga kamu menghalau mereka keluar kandang; maka Aku akan menyelamatkan kawanan domba-Ku, sehingga mereka tidak lagi menjadi mangsa; dan Aku akan menjadi hakim di antara domba dengan domba.”

Selain itu, Roh Nubuat mengatakan : “Sebagaimana Yesus telah ditolak, maka saya melihat bahwa pekabaran-pekabaran ini juga telah 695 ditolak. Dan sebagaimana murid-murid itu mengatakan, bahwa tidak ada keselamatan dalam nama lain di bawah kolong langit ini, yang diberikan di antara manusia, maka begitu juga, hamba-hamba Allah dengan setia dan dengan gentar harus mengamarkan orang-orang yang mempercayai sebahagian dari kebenaran yang berkaitan dengan pekabaran malaikat yang ketiga, supaya mereka harus bersukacita menerima semua pekabaran yang telah dikirimkan oleh Allah kepada mereka, atau mereka tidak akan mempunyai bagian dalam perkara ini.” — “Early

Roh yang bekerja pada hati para pemimpin orang Yahudi sekarang masih bekerja. Pada zaman Kristus orang banyak itu sangat rajin mempercayai tulisan-tulisan Musa dan tulisan para nabi, dan mempersalahkan bapa leluhur mereka yang telah membunuh nabi-nabi itu. Tetapi mereka bahkan lebih jahat daripada nenek moyang mereka, sebab mereka sendiri telah membunuh Satu-Satunya yang lebih besar daripada nabi-nabi itu. Sama juga seperti itu ada sebahagian orang yang mengaku Penganut Kebenaran Pada Waktunya berpura-pura sangat setia dan sangat bersemangat terhadap tulisan-tulisan Sister White, tetapi sama seperti pada zamannya mereka hanya “makan dari padang rumput yang baik” — bagian dari pekabaran yang cocok dengan selera mereka — lalu “menginjak-injak dengan kaki mereka” padang rumput yang sisa itu.

“Dengan memberikan tempat kepada keraguraguan dan ketidakpercayaan terhadap pekerjaan Allah, dan oleh membangkitkan perasaan tidak percaya dan iri hati yang kejam, maka mereka sedang mempersiapkan diri mereka bagi penipuan yang lengkap. Mereka bangkit dengan perasaan yang tidak senang terhadap orang-orang yang berani membicarakan kesalahan-kesalahan dan menegur dosa-dosa mereka.” — “Testimonies for the Church”, Jilid 5, hal. 672.

“Setan memiliki kemampuan untuk menanamkan keragu-raguan dan merencanakan sikap keberatan terhadap kesaksian yang dikirimkan oleh Allah, dan banyak orang mengira bahwa itu adalah satu kebajikan atau satu tanda kecerdasan dalam diri mereka, apabila mereka menunjukkan sikap tidak percaya, ragu-ragu, dan berdalih. Banyak tempat di dalam hati orangorang yang menginginkan keragu-raguan. Allah tidak bermaksud untuk menyingkirkan segala kesempatan oleh karena ketidakpercayaan. Ia memberikan bukti yang harus benar-benar diselidiki dengan rendah hati dan dengan roh yang dapat mau diajar; dan semuanya harus diputuskan melalui bukti. Allah memberikan bukti yang cukup bagi hati yang tulus untuk percaya; tetapi barangsiapa yang berbalik dari ukuran kenyataan oleh karena ada sedikit hal yang tidak jelas pada pengertiannya yang terbatas, akan ditinggalkan dalam kedinginan, dalam cuaca yang dingin dari ketidak percayaan dan keragu-raguan, dan akan mengalami kehancuran kapal iman.” — Idem, hal.

Alkitab jelas menyatakan bahwa tidak seorangpun yang mungkin dapat menafsirkan Firman Allah secara pribadi tanpa bantuan Ilham (2 Petrus 1 : 20, 21). Orang-orang yang, tanpa Roh Allah, melakukan interpretasi terhadap

2 pekabaran-pekabaran yang Tuhan kirimkan kepada mereka, “akan mengalami kehancuran kapal iman”, dan akan menemukan dirinya melayani Setan gantinya melayani Kristus.

Hendaklah semua penganut Kebenaran Pada Waktunya mempelajari dengan teliti buku Zakharia pasal yang keempat, lalu mengadakan perhatian khusus terhadap cara yang digambarkan di sana, yang Allah gunakan untuk mengungkapkan Kebenaran itu kepada umat- Nya. Siswa Alkitab yang rajin akan melihat bahwa kakidian itu menggambarkan anggota sidang (Wahyu 1 : 20); pipa-pipa dari mangkok keemasan itu (tulisan-tulisan Roh Nubuat) menghubungkan ke kakidian menggambarkan dinas kependetaan (Testimonies to Ministers, hal. 188); dan pohon zaitun itu melambangkan Kitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru (The Great Controversy, hal. 267); dan kedua pipa emas itu, yang mengalirkan minyak keemasan itu dari pohon-pohon ke dalam 696 mangkok keemasan, hanyalah merupakan kedua perantara yang telah Allah gunakan sejak tahun 1844 untuk menafsirkan Alkitab itu.

Lagi pula, nabi Yeheskiel telah mengatakan kepada kita dalam bahasa yang tidak salah bahwa pada waktu berdirinya kerajaan itu, yaitu kerajaan yang akan menghancurkan segala kerajaan, Allah akan mengutus seseorang untuk mengajar umat-Nya : “Aku akan mengangkat satu orang gembala atas mereka, yang akan menggembalakan mereka, dan menjadi gembalanya. Dan Aku, TUHAN, akan menjadi Allah mereka serta hamba-Ku Daud menjadi penghulu di antara mereka. Aku, Tuhan yang mengatakannya. Aku akan mengadakan perjanjian damai dengan mereka dan Aku akan meniadakan binatang buas dari tanah itu, sehingga mereka dapat diam di padang gurun dengan aman dan tenteram dan dapat tidur di hutan-hutan. Aku akan menjadikan mereka dan semua yang di sekitar gunung-Ku menjadi berkat; Aku akan menurunkan hujan pada waktunya; itu adalah hujan yang membawa berkat” (Yeheskiel 34 : 23 – 26).

Tak seorangpun di antara kita berani membandingkan kebesaran kita dengan kebesaran Yesus, namun Ia mempercayai semua tulisan para nabi, dan mereka yang menganggap dirinya bijaksana dan yang memikirkan terlalu hina untuk mempercaya semua tulisan nabi itu, Ia sebut “orang-orang bodoh” (Lukas 24 : 25). Umat Allah pun masih berbuat salah terhadap perkara ini. Mereka adalah orang-orang bodoh. Tampaknya mereka belum mampu memahami kenyataankenyataan ini, sama seperti rasul-rasul belum memahami ajaran Yesus tentang “kerajaan” pada waktu itu.

Dalam segala zaman, ada rombongan orang banyak yang dibaptiskan dalam seseorang, gantinya dibaptiskan dalam Kristus dan kebenaran-Nya, lalu mengikuti orang itu gantinya mengikuti Kristus, dan menggabungkan diri dengan orang banyak yang ada dalam sidang gantinya menggabungkan diri dengan orang banyak yang ada dalam surga. Keadaan yang sama terlihat pada zaman kita. Maka sebagai akibatnya, apabila Kristus berbicara, sebagian besar dari mereka mengira bahwa itu adalah suara orang asing, dan apabila kebenaran itu diungkapkan, mereka menyebutkannya kekeliruan, dan gantinya mengikuti Kristus serta mematuhi kebenaran, sebaliknya mereka mengikuti manusia dan menolak kebenaran. Hal ini terus berulang-ulang, sekali lagi dan sekali lagi, dan sebagai akibatnya, orang-orang setia yang sedikit itu, yang ingin mengikuti Kristus diusir dari gereja-gereja orang-orang yang bodoh dan didorong untuk memulainya dari awal lagi.

“Sekarang aku menasehatkan kamu, saudarasaudara, waspadalah terhadap mereka yang menyebabkan perpecahan dan sakit hati, serta yang bertentangan dengan pengajaran yang kamu telah terima; dan hindarilah mereka. Sebab orang-orang yang demikian tidak akan melayani Kristus Tuhan kita, tetapi melayani perut mereka sendiri. Dan dengan kata-kata mereka yang muluk-muluk dan dengan bahasa mereka yang manis, mereka menipu orang-orang yang

Bangunlah Saudara! Bangunlah Saudari! “Kebaskanlah debu dari kakimu; bangunlah dan duduklah, hai Yerusalem : lepaskanlah semua ikatan dari lehermu, hai puteri Sion yang tertawan.” (Yesaya 52 : 2).

“Suara Tuhan berseru-seru ke atas kota itu, dan orang bijaksana akan menyaksikan namamu : dengarlah olehmu akan tongkat itu, dan Ia yang telah menentukannya.” (Mikha 6 : 9).

“Jangan percaya lagi kepada sahabat; dan jangan percaya kepada penuntun jalan : peliharalah lidahmu dari perempuan yang berbaring dalam pangkuanmu. Karena anak laki-laki tidak lagi menghormati bapanya, dan anak perempuan bangkit melawan ibunya, menantu perempuan melawan ibu mertuanya, dan seisi rumah akan saling bermusuhan. Oleh sebab itu, hendaklah kita berbicara dengan bijaksana, “Aku hendak 697 menengadah kepada Tuhan; aku akan menantikan Allah pohon keselamatanku; maka Allah akan mendengar suaraku”, dan aku hanya mematuhi pekabaran yang dikirimkan kepadaku. (Mikha 7 :

Marilah kita berseru dari lubuk hati kita yang dalam : “Betapa indahnya di atas gunung-gunung, kaki Dia yang membawa kabar-kabar baik, yang memberitakan (publisheth) perdamaian; yang membawa kabar-kabar baik, yang mengumumkan keselamatan; yang berkata kepada Sion, Allahmu telah memerintah!”

“Percayalah dalam Tuhan Allahmu, maka kamu akan ditegakkan; percaya jugalah akan nabi-nabi-Nya, maka kamu akan sejahtera.” (2

PENDIRIAN YANG TIDAK TETAP

Nabi Yoel, memandang ke depan kepada “hari Tuhan” itu, meramalkan tentang : “orang banyak, orang banyak di lembah penentuan”. (Yoel 3 : 14).

Perbedaan sedikit atas “ketentuan” adalah merupakan “ringkasan” (suatu “pemotongan”), atau “penumbukan” (menumbuk sesuatu untuk mengeluarkan kulit atau sekamnya).

Dari terjemahan ini, pertama sekali kita dapat memahami bahwa tepat “sebelum kedatangan hari Tuhan yang besar dan mengerikan” itu (Maleakhi 4 : 5), “Orang banyak” akan berada dalam keadaan penentuan — penentuan baik bagi atau menentang pekabaran pehukuman; kedua, mereka sendiri akan mengetahui bahwa mereka akan ditumbuk, sebagai gandum untuk dimasukkan ke dalam lumbung, atau sebagai sekam untuk dibuang ke dalam api, maka “akan terjadi pada hari itu, bahwa TUHAN akan 3 mengirik mulai dari aliran dari sungai sampai ke sungai di Mesir, dan kamu ini akan dikumpulkan satu demi satu, hai bani Israel”, (Yesaya 27 : 12); dan yang ketiga, bahwa mereka akan “memotong” bagi Tuhan, supaya “luput” dari kebinasaan “hari Tuhan” itu, atau “memotong” dari Dia untuk “binasa” pada hari itu.

Jadi, sementara pekabaran tentang “kedatangan hari Tuhan yang besar dan mengerikan itu” mendengung di telinga orang banyak, pekabaran itu menemukan mereka, sama seperti pada zaman Elia, terputus di antara dua pemikiran — dalam keadaan ragu mengenai apakah Baal itu Allah, atau Allah itu adalah Allah; artinya, apakah pekabaran yang mendengung di telinga mereka, adalah pekabaran yang datang dari Setan atau datang dari Allah.

Dalam keadaan yang menyedihkan ini, pekabaran Kebenaran Pada Waktunya menemukan sebahagian besar para penganut yang lemah, dan melalui kekacauan pikiran yang tidak menentu, ketidak tegasan, keragu-raguan, tertegun-tegun, kebingungan, kekacauan, dan ketidak percayaan, maka kebenaran itu harus perlu menemukan jalannya, sama “seperti sebuah palu untuk memecahkan hati yang keras seperti batu” (5 T 254), dan “kesaksian itu memotong begitu keras dan hebat, tidak mungkin salah, karena Saksi Yang Benar itu yang mengatakan, dan kesaksian-Nya pasti benar” (3 T 253). Namun, kondisi orang Laodikea itu begitu mengharukan karena hanya sedikit yang “menerima pekabaran itu dan menghargai juru kabarnya”. (6 T 420). Banyak yang membenarkan diri dengan berbagai alasan dalam penolakan untuk menyelidiki pekabaran dari Kebenaran Pada Waktunya. Orang-orang lain memaafkan dirinya atas dasar pernyataan Early Writings sebagai berikut :

“Kepada saya ditunjukkan kebutuhan dari mereka yang percaya bahwa kita memiliki pekabaran kemurahan yang terakhir, terpisah dari orang-orang yang setiap hari meminum berbagai kesalahan-kesalahan baru. Aku melihat bahwa 698 baik orang muda maupun orang tua tidak harus menghadiri perkumpulan-perkumpulan mereka. Karena adalah salah untuk memberi dorongan kepada mereka sementara mereka mengajarkan kesalahan yang adalah suatu racun yang mematikan bagi jiwa, dan karena mengajarkan perintah-perintah manusia. Pengaruh perkumpulan semacam itu adalah tidak baik. Jika Allah telah melepaskan kita dari kegelapan dan kesalahan, maka kita harus berdiri teguh dalam kebebasan dengan mana Ia telah memerdekakan kita, lalu bersuka cita dalam kebenaran. Allah tidak berkenan kepada kita apabila kita pergi mendengar hal-hal yang salah tanpa kita diharuskan untuk pergi; karena jika Ia tidak menyuruh kita pergi mengunjungi pertemuan-pertemuan dimana kesalahan dipaksakan kepada orang banyak melalui kuasa kemauan, maka Ia tidak melindungi kita. Malaikat-malaikat menarik perlindungan mereka untuk menjaga kita, dan kita dibiarkan dipukul oleh musuh, kita digelapkan dan dilemahkan oleh dia dan oleh malaikat-malaikat jahatnya, dan terang yang ada di sekeliling kita menjadi cemar dengan kegelapan.” — “Early

Orang-orang percaya yang berpikiran terang dan tulus segera akan mengakui bahwa dalam kutipan di atas Sister White mengamarkan tentang “gembala-gembala palsu” dan gereja-gereja dunia dan tidak mendekatinya, sekalipun sedikit jauh, bahwa seorang jangan menyelidiki arti dari pekabaran kebenaran dari dalamnya, bukti yang positif terdapat dalam pernyataan-pernyataan berikut :

“Sebagaimana tidak pernah sebelumnya, kita berdoa bukan hanya supaya pengerja-pengerja diutus masuk ke dalam ladang penuaian yang luas itu, tetapi supaya kita mempunyai pengertian yang jelas akan kebenaran, sehingga apabila juru-juru kabar akan datang, kita dapat menerima pekabaran itu dan menghargai juru-juru kabarnya.” — Testimonies for the Church, Jilid 6, hal. 420.

“Apabila kamu diminta untuk mendengarkan alasan-alasan dari ajaran-ajaran yang belum kamu pahami, janganlah menolak pekabaran itu sebelum kamu mengadakan penyelidikan yang cermat, lalu mengetahui dari Firman Allah bahwa ia itu tidak dapat dipertahankan.” — “Testimonies on Sabbath School Work, hal. 59.

“Apabila terang baru disajikan kepada sidang, adalah berbahaya untuk menjauhkan dirimu dari padanya. Menolak untuk mendengar pekabaran itu sebab engkau menaruh prasangka terhadap pekabaran itu atau terhadap juru kabarnya, tidak akan membuat perkaramu dimaafkan di hadapan Allah. Menolak pekabaran yang belum pernah engkau dengar dan belum engkau pahami tidak akan meninggikan akal budimu pada pemandangan orang-orang yang hatinya tulus menyelidiki kebenaran itu. Dan menghina orang-orang yang Allah telah utus dengan pekabaran tentang kebenaran, adalah bodoh dan gila. — Idem, hal. 60.

“Apabila satu pekabaran datang dalam nama Tuhan kepada umat-Nya, tidak seorangpun dapat memaafkan dirinya untuk tidak menyelidiki semua tuntutannya”. Idem, hal. 85.

“Kita berada dalam bahaya apabila kita tidak dapat berkumpul bersama-sama sebagai orangorang Kristen, dan tidak dapat menguji segala pokok pertentangan dengan baik. Saya merasa seperti sedang terbang kalau saya menerima bentuk karakter orang-orang yang tidak dapat menyelidiki ajaran-ajaran Alkitab dengan tulus. Mereka yang tidak dapat menguji dengan jujur semua bukti dari satu kedudukan yang berbeda dengan kedudukan mereka, tidak layak mengajar dalam setiap pertemuan milik Allah”. — Review and Herald, 7 Agustus 1894.

Lebih lanjut, perasaan takut mereka akan tertipu oleh “Tongkat Gembala” itu sama sekali tidaklah bijaksana dan ironisnya, jika dilihat dari terang kenyataan-kenyataan berikut :

1. Bahwa mereka hanya berpikir sedikit

atautidak memikirkan sama

sekali tentangpelayanan-

pelayanan dan pertemuan-pertemuan

699

yang membangun dari “Gembala-

Gembala Palsu” dan gereja-

gereja dunia yang palsu, yang diamarkan

dalam “Early Writings”, hal. 124, 125.

2.Bahwa mereka berada dalam

“penipuan”, yang “menyedihkan”,

“mengerikan” dan “menakutkan” (Tes

timonies for the Church, Jilid 3, hal. 253,

254, 260), namun mereka tidak

mengetahuinya (Wahyu 3 : 17; Testimo

nies for the Church, Jilid 3, hal. 253).

“Kesombongan, ketamakan, sikap

mementingkan diri, dan penipuan dalam

segala bentuk telah menggerogoti di

dalam sidang”. (Testimonies for the

Church, Jilid 5, hal. 210).

3.Doktrin-doktrin palsu telah ditaburkan

oleh banyak di antara mereka ke dalam

sidang (Testimonies to Ministers, hal. 4

48).

4.Bahwa banyak orang “berdiri di atas

mimbar dengan obor-obor nubuatan

palsu dalam tangan-tangan mereka, yang

menyala dari obor-obor kejahatan

Setan.” — Testimonies to Ministers, hal.

409.

5.Bahwa “sebagaimana Yesus melihat

keadaan para pengikut-Nya sekarang, Ia

menyaksikan rasa tidak berterima kasih,

kepalsuan, dan ketidak tulusan hati,

kesombongan farisi dan kemurtadan”.

(Testimonies for the Church, Jilid 5, hal.

72).

6.Bahwa sidang telah “jauh tersesat” dari

“tanda penunjuk jalan”, dan telah

berbalik dari mengikuti Kristus

Pemimpinnya, dan sedang terus menerus

mundur menuju Mesir.” (Testimonies for

the Church”, hal. 217)

7.Kenyataannya “sesungguhnya mengenai

keadaan orang yang mengaku umat

Allah, berbicara lebih kuat daripada

pekerjaan mereka, sehingga membuat hal

itu jelas bahwa beberapa kekuatan telah

memotong tali jangkar yang mengikat

mereka ke Batu Karang yang Kekal itu,

lalu mereka hanyut ke laut, tanpa peta

atau kompas”. (“Christ Our Righteous

8.“Umat Allah terpikat dengan hal-hal

yang menawan hati”. (“Early Writings”,

9.Bahwa “umat kepada siapa Allah

telah mempercayakan kepentingan-

kepentingan yang kekal, yakni tempat

penyimpanan-penyimpanan kebenaran

yang penuh dengan hasil yang

abadi, atau pemelihara-pemelihara

terang yang akan menyinari seluruh

dunia, telah kehilangan tanggung jawab-

tanggung jawab mereka.” (“Testimonies

to Ministers”, hal. 397).

10. Bahwa Allah “sehari perjalanan ” dari

pengkhotbah kita.

(“Christ Our Righteousness”, hal. 107).

11.Oleh karena itu telah terlihat kenyataan

yang menyedihkan, bahwa

“pengkhotbah-pengkhotbah yang tidur

berkhotbah kepada suatu umat yang

sedang tidur”! (Testimonies for the

Church, Jilid 2, hal. 337)

12.Dan akhirnya, “makanan yang

disediakan bagi kawanan domba itu akan

menyebabkan penyakit, kelemahan, dan

mati rohani”. (“Review and Herald”, 18

Dengan adanya satu umat yang sedemikian jauh pergi dari Allah, dengan tidak sadar sedang menggelepar dalam “penipuan dalam hampir setiap bentuk”, dan hampir mati “karena sakit rohani” sementara ia sedang tidur nyenyak betapa hal itu sungguh luar biasa, bodoh, dan aneh, dan 700 merupakan sikap burung unta karena menolak permohonan untuk menyelidiki dan menerima “Tongkat Gembala” itu, sebab mereka takut akan meminum ajaran palsu!

Oleh karena takut melewati ambang pintu dimana pelajaran “Tongkat Gembala” itu akan diberikan, sedang mengatakan, “dengan sikap acuh dan keyakinan sendiri mereka berkata … : ‘aku tahu apa itu kebenaran. Aku telah puas dengan keadaanku. Aku telah menentukan pendirianku, dan aku tidak akan beralih dari kedudukanku, apapun yang terjadi. Aku tidak mau mendengarkan pekabaran dari jurukabar ini; karena aku tahu bahwa ia itu tidak mungkin kebenaran”. (Testimonies on Sabbath School Work, hal. 65); atau lalai untuk menerima kebenaran itu sebab ia itu tidak sesuai dengan pendapat-pendapat mereka sebelumnya, namun mereka tidak takut sedikitpun atau menyesal dalam pegangannya atau menghadiri usaha-usaha penginjilan dimana penghormatan kepada lembaga-lembaga kekapiran diadakan untuk menarik hati orang banyak.

Dengan demikian, “sebagian besar dari orangorang” (Testimonies, Jilid 5, hal. 136) berada dalam kata-kata teguran nabi Yeheskiel, “setiap orang yang masuk di dalam ruangan dari khayalnya”, melakukan berbagai kekejian yang jahat” sehingga “telah memenuhi negeri itu dengan kekerasan”, sampai, Tuhan mengatakan, mereka “telah membangkitkan kembali murka- Ku : dan tengoklah, mereka telah menaruh cabang-cabang pokok anggur di hadapan hidungnya. Oleh sebab itu, Aku akan menimpakan amarah-Ku ke atas mereka : mata-Ku tidak akan menaruh sayang : dan Aku tiada menaruh kasihan : dan meskipun mereka itu berseru-seru dengan nyaring suaranya ke telinga-Ku sekalipun, tetapi Aku tidak mau mendengarkannya.” (Yeheskiel 8

“Dan aku melihat bahwa Tuhan sedang mengasah pedang-Nya di dalam Surga untuk membunuh mereka. Oh, kiranya setiap guru yang suam itu dapat menyadari pekerjaan penyucian yang Allah akan adakan di tengah-tengah orang yang mengaku umat-Nya.”— Testimonies for the Church, Jilid 1, hal. 190.

“Tuhan akan bekerja menyucikan sidang-Nya. Aku berbicara kepadamu dalam kebenaran, bahwa Tuhan akan kembali untuk menjungkir balikkan semua lembaga yang disebut dengan nama-Nya.

“Berapa lama lagi penyucian ini akan dimulai, Aku tidak dapat mengatakan, tetapi ia itu tidak akan lama ditangguhkan. Ia yang memegang kipas di tangan-Nya akan menyucikan kaabah-Nya dari kekotoran moralnya. Ia akan membersihkan seluruh lantai-Nya.” — Testimonies to Ministers,

Demikianlah sesungguhnya sementara “harihari penyucian sidang itu berjalan dengan cepat”, “sebahagian besar dari orang banyak” berada, dalam suatu pendirian yang tidak tegas dan tidak menurut, mereka menghadiri segala macam kumpulan agama dan sosial, dan mengerjakan pekerjaan mereka sendiri (Testimonies, Jilid 5, hal. 80), sedangkan pada waktu yang sama mereka sangat berhati-hati dan sangat cermat untuk “menjauhkan diri mereka dari setiap pertemuan dimana ada satu kesempatan untuk menyelidiki pekabaran yang datang kepada umat itu, hanya karena mereka membayangkan “ bahwa pendapat-pendapat yang dipegang oleh guru-guru kebenaran tidak sesuai dengan apa yang mereka pahami sebagai kebenaran.” — Testimonies on Sabbath School Work, hal. 66.

Sungguh tidak masuk akal! Hai, Saudara, Saudari, serahkanlah segera seluruh jiwamu kepada Allah dengan segera, agar keajaiban “kehidupan Kristen yang terus menerus” dapat ditempa di dalam kehidupanmu, supaya pada suatu hari engkau tidak didapati sebagai orang yang terhukum, hilang harapan akan kehidupan yang kekal, dan engkau tertelan dalam kebinasaan umum orang-orang yang, percaya kepada kecerdasan, kepintaran, atau bakat, yaitu orangorang yang merasa berkecukupan dan yang terus 701 menerus merasa puas dalam pendirian mereka yang tidak tetap, yang disebut secara keliru adalah perbuatan “orang-orang Kristen”.

5

KERAGUAN, DAN KESAKSIAN YESUS

Pikiran manusia tidak begitu mudah kena kepada setiap sasaran kutuk yang lain yang menimpa kepadanya, kalau bukan oleh karena keraguan. Barangkali alasannya terletak dalam kenyataan bahwa keragu-raguan itu datang kepada kita dalam penampilan yang indah, memperagakan dirinya dalam suasana dan pakaian dari orang yang berpendidikan, dan meninggikan dirinya sebagai suatu tanda kecerdasan untuk memuji orang-orang yang raguragu. Orang muda adalah sasaran empuk bagi anak panah keragu-raguan Setan sebab ternyata pada umur mereka yang masih muda mereka sangat menginginkan pengetahuan dan pujian. Bangsa manusia pertama sekali kalah dalam perang pada waktu tipu muslihat ular yang licik itu berhasil membuat Ibu Hawa untuk meragukan Firman Allah. Haus akan pengetahuan segera diciptakan oleh ular itu, sehingga ibu kita yang masih muda itu tergoda kepada tawarantawarannya yang menggiurkan.

“Setan memiliki kemampuan untuk menganjurkan keragu-raguan dan untuk merencanakan keberatan-keberatan terhadap kesaksian yang dikirimkan oleh Allah, dan banyak orang mengira itu sebagai satu kebajikan, serta satu tanda kecerdasan dalam diri mereka, menjadi tidak percaya, dan meragukan, dan untuk berdalih.” — “Testimonies for the Church”, Jilid

Bahkan sebagian orang berpikir bahwa mereka telah diilhami oleh Roh Allah jika mereka menemukan sesuatu yang dapat mereka tafsirkan dalam suatu cara untuk melemparkan keraguraguan terhadap beberapa pokok penting dari ajaran.

“’Adalah rencana Setan untuk melemahkan iman umat Allah dalam Kesaksian-Kesaksian.’

‘Setan mengetahui bagaimana melaksanakan serangan-serangannya. Ia bekerja ke atas pikiran untuk membangkitkan perasaan iri dan tidak puas terhadap orang-orang yang berada pada pimpinan pekerjaan itu. Berikutnya karunia-karunia diragukan; maka tentu saja, mereka hanya memperoleh sedikit, sehingga pengajaranpengajaran melalui khayal itu tidak dihargai.’ ‘Kemudian menyusul keragu-raguan terhadap hal-hal penting mengenai iman kita, yaitu tonggaktonggak dari kedudukan kita, lalu keraguan terhadap Kitab Suci dan kemudian berjalan menuju kepada kebinasaan. Pada waktu kesaksiankesaksian yang dipercayai itu sekali diragukan dan diabaikan, maka Setan mengetahui bahwa orangorang yang tertipu itu tidak akan berhenti sampai disini; lalu ia meningkatkan usaha-usahanya sampai mereka ditarik ke dalam pemberontakan secara terang-terangan, yang tidak dapat disembuhkan, dan berakhir dalam kebinasaan.”

Salah satu kesukaran yang dihadapi oleh kebanyakan dari antara kita ialah karena kita, sebagai orang-orang Masehi Advent Hari Ketujuh, tidak mengetahui maksud dari Kesaksian- Kesaksian itu. Kita tidak memahami apakah sesungguhnya semua itu, dan apakah seharusnya hubungan kita dengan Kesaksian-Kesaksian itu. Marilah kita berusaha untuk menemukan apa pentingnya kesaksian-kesaksian itu.

Dalam buku terakhir dari Alkitab, pasal 12 ayat 17, kita menemukan bahwa Setan akan marah terutama kepada orang-orang yang “memiliki kesaksian Yesus Kristus”, yang dikatakan oleh penulis buku itu “adalah roh nubuat”. — Wahyu 19 : 10. Dan rasul Petrus menjelaskannya, bahwa Kesaksian Yesus dan Roh Nubuat itu, adalah Roh Kristus yang diam dalam diri para nabi yaitu Roh yang “memberi kesaksian sebelumnya”. — 1 702 Petrus 1 : 11. Demikianlah halnya pada zaman rasul-rasul; dan demikianlah hal itu harus terjadi pada zaman sekarang. Oleh sebab itu, kesaksiankesaksian itu datang dari Roh Dia Yang “berbicara karena bukan manusia yang berbicara”.

Buku-buku Roh Nubuat, yang ada di antara kita sejak tahun 1844, memberitahukan dengan pasti bahwa kita kurang memahami akan Firman Allah — yaitu Alkitab — dan oleh karena alasan inilah kesaksian-kesaksian itu diberikan. Demikian kita baca : “Sekiranya kamu membuat firman Allah menjadi bahan pelajaranmu dengan satu kerinduan untuk mencapai standar Alkitab dan kesempurnaan Kristen, maka kamu tidak akan perlu memiliki kesaksian-kesaksian itu” — “Testimonies for the Church”, Jilid 5, hal. 665. Oleh karena hanya Roh Kebenaran, yaitu Roh Nubuat, yang dapat menuntun kita ke dalam semua kebenaran Alkitab, maka kita perlu memiliki kesaksian-kesaksian itu sebagaimana perlunya kita memiliki Alkitab.

Hal ini memang benar, menjelaskan mengapa Setan akan marah kepada orang-orang yang memiliki Kesaksian-Kesaksian Yesus. Dan jikalau Setan tidak berhasil membuat kita ragu terhadap Roh Nubuat, maka ia tidak akan membiarkan kita hidup dengan damai.

Sudah lama diberitahukan kepada kita bahwa “keragu-raguan dan bahkan ketidakpercayaan terhadap kesaksian-kesaksian dari Roh Allah sedang meresap ke dalam sidang kita dimanamana”, maka akibatnya, “sidang telah berbalik dari mengikuti Kristus Pempimpinnya, dan terus menerus mundur menuju ke Mesir”. — “Testimonies for the Church”, Jilid 5, hal. 217.

Maka, oleh karena sidang kepada siapa Tuhan telah mempercayakan karunia yang berharga ini sedang menyerahkan diri kepada suatu kepemimpinan yang asing, hanyut dari “petunjuk jalan yang dahulu”, maka anggota-anggotanya pun menjadi berpikiran duniawi lalu memandang rendah panggilan Allah untuk kembali kepada- Nya, maka Ia telah meninggalkan janji yang tertulis sebagai amaran, penghiburan, dan pengharapan bagi kita, untuk menolong kita keluar dari pegangan-pegangan yang asing, untuk menolong kita keluar dari pikiran duniawi, dan kembali kepada petunjuk jalan yang lama : “Seseorang akan datang dalam roh dan kuasa Elia, dan apabila ia datang orang-orang akan berkata : ‘Engkau terlalu bersungguh-sungguh; engkau tidak menginterpretasikan Alkitab itu dengan cara yang sepatutnya. Marilah ku beritahukan kepadamu bagaimana mengajarkan pekabaranmu itu.” — “Testimonies to Ministers”,

Tetapi sekarang, pada kegenapan janji di atas, pekabaran “Tongkat Gembala” menemukan kita bersikap bodoh terhadap Kesaksian-Kesaksian sama seperti kita bodoh terhadap Alkitab itu, tepat seperti Roh Nubuat menemukan dunia Kristen bersikap bodoh terhadap Alkitab dalam tahun 1844.

Oleh sebab itu, saudara-saudara, marilah kita singkirkan segala keragu-raguan, lalu percaya sepenuhnya dalam kesaksian yang hidup itu, agar tidak oleh karena keragu-raguan dan berdalihdalih, kita mendukakan Roh Kristus, dan dengan demikian kita menemukan diri kita dalam perlawanan yang berbahaya dengan Yang Maha Kuasa, seperti yang dilakukan oleh orang-orang yang disebut Alkitab sebagai orang yang keras kepala, lancang, keras hati, dan pemberontak.

6

703

PELAJARAN TENTANG ANAK SULUNG

Salah satu yang paling menyedihkan dari semua yang dituliskan oleh Alkitab ialah mengenai kegagalan dari orang-orang yang telah memiliki kesempatan istimewa bahwa merekalah yang pertama menerima pekabaran Allah; maka demikianlah disebut sebagai anak sulung.

Kain, anak sulung dalam sejarah umat manusia, yang kenyataannya telah dikaruniai dengan kemampuan alami yang besar untuk menduduki jabatannya, kehilangan panggilan yang mulia untuk menjadi imam dan guru dalam rumah tangga — yaitu pengganti yang sah dari bapanya — sebab ia ingin menuruti jalannya sendiri gantinya menuruti jalan Allah. Catatan yang menyedihkan dari kehidupannya berdiri sebagai tugu kebodohan, kecemburuan, egoisme, kefanatikan, ketidak percayaan, dan ketidaksetiaan, — sedang berbicara kepada kita, “atas siapa akhir dunia ini datang”, lebih keras daripada apapun di masa itu.

Juga, Esau, anak sulung dari keluarga Ishak, memandang rendah hak kesulungannya, tidak menyukai pengendalian diri, lalu memilih jalannya sendiri gantinya memilih jalan Allah, demikianlah ia cenderung menjadi korban kesombongan — seorang hamba kesombongan.

Pada waktu umur Yakub sudah lanjut, ia memanggil anak-anaknya dan berkata : “Datanglah kamu berkumpul, supaya aku beritahukan kepadamu apa yang akan kamu alami di hari-hari yang terakhir. Dan ketika Yusuf memanggil kedua anaknya, Yakub meletakkan tangan kanannya kepada anak yang lebih muda, ganti meletakkannya kepada anak yang lebih tua, lalu mengatakan bahwa anak yang lebih muda akan lebih besar daripada anak yang lebih tua.

Orang-orang yang diberi gelar imam adalah anak sulung dari semua suku Israel. Tetapi oleh karena mereka terbukti tidak setia kepada kepercayaan mereka, maka Tuhan memilih suku Lewi untuk tugas pelayanan. Semua orang yang lahir terlebih dahulu dalam pergerakan Keluaran, kecuali Yosua dan Kaleb, mati di padang belantara, karena mereka gagal mempercayai Allah sebagaimana yang diajarkan oleh Musa kepada mereka.

Pada zaman Kristus, seluruh sidang dan seluruh bangsa itu — anak-anak sulung atau orangorang yang bekerja pada pagi-pagi sekali (orangorang Yahudi) — kehilangan kesempatan mereka karena mereka membiarkan formalitas, cinta diri, kesombongan berpikir, dan bentuk-bentuk upacara menggantikan kesalehan yang benar dan kesetiaan yang tegas terhadap roh dari hukum Allah — yaitu firman-firman yang diucapkan oleh para nabi. Contoh-contoh ini adalah untuk pelajaran dan peringatan kepada setiap sidang dan umat dari sejak saat itu sampai kepada hari ini.

Sebagai hasil dari khotbah Yohanes, maka “datanglah kepadanya penduduk dari Yerusalem, dari seluruh Yudea, dan dari seluruh daerah sekitar sungai Yordan, lalu dibaptiskan olehnya”. (Matius 3 : 5). Dan “Yesus bekerja dan membaptiskan lebih banyak murid daripada yang dibaptiskan oleh Yohanes”. (Yohanes 4 : 1). Tetapi pada waktu Yesus diperiksa di depan pengadilan, kedua rombongan orang banyak itu — murid-murid Yohanes dan murid-murid Yesus’, yaitu orangorang yang pertama sekali dipanggil oleh pekabaran itu, yaitu anak-anak sulung, demikianlah dikatakan — telah meninggalkan Tuhan, dan hanya ada 120 orang, yang telah menerima kuasa Roh pada hari Pentakosta. Kemudian datang suatu rombongan yang kedua masuk ke dalam sidang dan menggantikan tempat orang banyak yang pertama dan yang sudah hilang itu.

Dinas kependetaan, yaitu anak-anak sulung, yang membawa kita masuk ke dalam sidang Masehi Advent Hari Ketujuh, juga berada dalam bahaya, karena sebahagian di antara mereka dikatakan kepada kita : bahwa mereka telah “mengkhianati kepercayaan mereka” (“Testimonies for the Church”, Jilid 5, hal. 211), dan hanya 704 “sedikit orang besar yang akan bergabung” dalam pekerjaan penghabisan Pekabaran Malaikat yang Ketiga (“Testimonies for the Church”, Jilid 5, hal. 80).

Perkara-perkara ini telah dituliskan sebagai nasehat bagi kita, “maka, oleh sebab itu, baiklah kita waspada, supaya jangan ada seorang pun di antara kamu yang dianggap ketinggalan, sebab janji untuk masuk ke dalam perhentian-Nya masih berlaku. Karena kepada kita diberikan juga kabar kesukaan, sama seperti kepada mereka : tetapi firman pemberitaan itu tidak berguna bagi mereka, karena tidak bertumbuh oleh iman dengan mereka yang mendengarnya”. (Ibrani 4 : 1, 2).

“Baiklah; oleh karena ketidakpercayaan mereka telah memutuskan, dan kamu teguh berdiri karena iman. Janganlah kamu sombong, tetapi takutlah : … tengoklah oleh karena kemurahan dan kekerasan dari Allah; telah menimpakan atas mereka, orang-orang yang keras tengkuk; tetapi terhadap engkau, adalah kemurahan, jika engkau terus berada dalam kemurahan-Nya : kalau tidak maka engkau juga akan ditebang.” (Roma 11 : 20 – 22).

“Patahkanlah setiap siasat orang, dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menakhlukkannya kepada Kristus, dan kami siap sedia untuk menghukum setiap kedurhakaan, bila ketaatan kamu telah sempurna. Tengoklah yang nyata di depan matamu! Kalau ada seorang yang benar-benar yakin, bahwa ia adalah milik Kristus hendaklah ia berpikir dalam hatinya, bahwa kami juga adalah milik Kristus sama seperti mereka.” (2 Korintus 10 : 5 – 7).

Apakah kita yang pertama sekali memeluk pekabaran itu, sekarang akan mengalami kegagalan, seperti orang-orang yang terpanggil pertama sekali dalam setiap zaman?

Kepada “kita atas siapa akhir dunia ini akan datang”, keprihatinan ini berbicara lebih keras daripada setiap umat yang hidup pada masa-masa yang lalu. Oleh karena itu marilah kita berseru kepada Allah agar Ia menolong kita untuk memperhatikan pengalaman-pengalaman menyedihkan dari orang-orang yang telah gagal itu, sehingga kita dapat berbuat seperti orangorang Nineweh yang dahulu, membatalkan suara nubuatan sejarah, yang menyiarkan amaran, bahwa jikalau kita tidak bertobat, maka bencana yang menimpa anak-anak sulung itu, akan menimpa ke atas kita juga.

7

PERTANYAAN DAN JAWABAN

PERTANYAAN NO. 195 :

“Haruskah semua penganut Kebenaran Pada Waktunya datang ke Gunung Karmel? Jika tidak, maka siapakah yang harus datang dan siapakah yang tidak”?

JAWAB :

Tidak ada tugas yang lebih besar yang diberikan kepada setiap lembaga agama daripada tugas yang telah dipercayakan kepada Gunung Karmel. Oleh sebab itu sekarang musuh, sama seperti pada zaman dahulu, akan mengusahakan setiap perkara yang mungkin ia lakukan untuk menghalang-halangi pekerjaan itu, dan untuk mencegah mereka yang 144.000 itu menerima “meterai Allah yang hidup”. Roh Nubuat berbicara sebagai berikut :

“Lembaga-lembaga itu didirikan disana adalah sebagai alat-alat Allah untuk menyelesaikan pekerjaan-Nya di atas bumi. Oleh karena alasan ini, maka Setan di tempat itu menjalankan kelicikannya untuk menimbulkan kesukaran dan rintangan. Ia datang dengan pencobaanpencobaannya kepada laki-laki dan perempuan yang bekerja pada lembaga-lembaga itu, apakah mereka dalam kedudukan yang bertanggung jawab atau pekerjaan yang paling sederhana itu, 705 dan jika mugkin ia akan menjerat mereka dengan tipu muslihatnya supaya mereka kehilangan hubungan dengan Allah, menjadi bingung dalam pertimbangan, dan tidak mampu untuk membedakan antara yang benar dan yang salah. Ia mengetahui bahwa waktunya akan datang apabila roh yang telah mengendalikan kehidupan orang akan dibuat nyata; dan ia akan bersukacita untuk memiliki hidup orang-orang ini nyatanya melawan mereka, bahwa mereka bukanlah rekan sekerja dengan Kristus.

“Banyak orang yang telah bertahun-tahun bertumbuh kepada ukuran kedewasaan, namun kurang dalam unsur-unsur yang membentuk suatu tabiat yang mulia, tabiat yang berani. Allah tidak menghormati mereka sebagai manusia. Mereka tidak dapat dipercaya. Sebahagian orang seperti ini telah bekerja dalam lembaga-lembaga kita. Mereka mempunyai pengaruh; tetapi pengaruh mereka adalah suatu tabiat yang merusak, karena pengaruh mereka jarang di pihak kebenaran. Sementara mereka mengakui kesalehan, sebaliknya perbuatan-perbuatan mereka cenderung kepada ketidakadilan. Keragu-raguan terpaut dalam pemikiran-pemikiran mereka dan dinyatakan dalam kata-kata mereka, dan tenaga mereka digunakan untuk kebenaran, dan keadilan yang membenarkan perbuatan yang tidak wajar. Pikiran-pikiran mereka dikendalikan oleh Setan, dan ia bekerja melalui mereka untuk mengacaukan dan menimbulkan kebingungan. Semakin menyenangkan dan semakin menarik perlakuan-perlakuan mereka, maka talentatalenta mereka semakin cemerlang, dan mereka merupakan agen-agen yang semakin berhasil di tangan-tangan musuh kebenaran untuk mengacaukan semua orang yang berada di bawah pengaruh mereka. Akan terdapat kesukaran dan beban kesusahan yang karena kuasa yang mengatur ini, dan karena mengikuti maksudmaksud mereka sendiri yang menimbulkan kekacauan dan kehilangan, yaitu prinsip-prinsip yang lemah.

“Pengaruh yang ditanamkan kepada kaum muda tidak akan pernah berhasil jika orang-

705

orang yang mendidik mereka dengan waspada, dan jika mereka sendiri tidak mempunyai prinsip yang benar dan kuat. Tetapi adalah satu kenyataan yang menyedihkan bahwa pada zaman ini banyak orang muda yang cepat menyerah kepada pengaruh Setan, dan sebaliknya mereka melawan Roh Allah; dan dalam banyak kasus kebiasaan-kebiasaan yang salah telah menjadi begitu kuat dijalankan sehingga usaha yang sungguh-sungguh dari para pemimpin tidak berhasil untuk membentuk tabiat mereka ke arah yang benar.” — “Testimonies for the Church”,

Musuh sedang bekerja dengan berbagai cara. Oleh karena itu Gunung Karmel tidak menerima semua orang yang mengaku percaya kepada Kebenaran Pada Waktunya, karena :

Pertama, ada sejumlah orang penganut Kebenaran Pada Waktunya yang sementara mereka berpura-pura percaya kepada pekabaran itu dan sedang bekerja untuk memajukannya, namun kenyataannya mereka melemparkan batubatu, sehingga membingungkan orang-orang yang belum teguh dalam kebenaran.

Kedua, banyak dari antara orang-orang yang merasa terdorong untuk datang ke Gunung Karmel terlalu membebani lembaga itu, sehingga dengan demikian mereka menyimpang dari usahausahanya yang keras. Gunung Karmel tidak dibangun dengan maksud untuk membangun rumah bagi para penganut Kebenaran Pada Waktunya, melainkan bertujuan untuk membangun pusat latihan untuk melayakkan para pengerja keluar dan mengajarkan pekabaran itu.

Oleh karena lembaga itu masih belum dibangun dan membuat perlengkapan bagi pelayanan, maka orang-orang yang sekarang datang, dan yang tidak mampu untuk mengisi tempat yang diperlukan untuk diisi, hanyalah membebani lembaga itu dan memperlambat kemajuan dan penyelesaiannya. Hanyalah melalui pengabdian, yaitu orang-orang yang mampu yang sesungguhnya dibutuhkan oleh Gunung Karmel pada masa kini. Jika ada orang-

705

Jilid 5, Symbolic Code No.1-5 (Texas -- 1939) 706 orang lain datang, maka gantinya mereka membantu para pengerja Gunung Karmel, sebaliknya para pengerja itulah yang membantu mereka, dan gantinya mereka membantu perbendaharaan untuk membantu pekerjaan di Gunung Karmel maupun di ladang pekerjaan, sebaliknya mereka menambah biaya pengeluaran bagi orang-orang yang mengurus dirinya sendiri.

Jika semua para penganut Kebenaran Pada Waktunya harus datang, maka Gunung Karmel perlu memberitahukan mereka. Sekarang lembaga itu hanya menerima orang-orang yang berpengalaman dalam beberapa bidang pekerjaan, dan kepada mereka pintu terbuka. Pada waktu ini, hanya kepada merekalah diberi hak masuk.

PERTANYAAN NO. 196 :

“Melihat kepada besarnya pekerjaan itu dan singkatnya waktu, mengapa pekerjaan pekabaran pemeteraian itu berjalan begitu lambat sebagaimana yang terlihat”?

JAWAB :

Alasan bahwa pekerjaan pekabaran pemeteraian itu bergerak begitu lambat sebagaimana yang terlihat, akan diketahui dalam kenyataan bahwa “rombongan orang banyak dari para pengerja itu bercampur” itu telah datang ke dalam pekabaran itu, sementara umat Allah berjalan di atas jalan kesucian yang menuju kerajaan-Nya. Demikianlah yang terjadi pada setiap pekabaran, dan demikian juga yang harus terjadi sekarang.

Seandainya yang keluar dari Mesir pada zaman Musa adalah suatu rombongan orang banyak yang tidak bercampur, maka pergerakan Keluaran itu sudah akan masuk ke dalam tanah perjanjian dalam waktu kurang dari dua minggu, tetapi oleh karena ada banyak orang yang mengikuti pergerakan itu memiliki roh yang berbeda daripada roh yang dimiliki oleh Kaleb dan Yosua maka pergerakan itu terlambat empat puluh tahun 8 dari waktu yang direncanakan untuk masuk ke dalam tanah perjanjian itu.

Meskipun pekerjaan Yesus tidak begitu luas pada kedatangan-Nya yang pertama seperti keadaan sekarang, namun pekerjaan itu adalah pekerjaan yang lebih besar pentingnya dan lebih singkat masanya daripada pekerjaan yang ada sekarang, dan tampaknya pekerjaan itu tidak ada membuat kemajuan apapun. Apabila kita memikirkan bahwa semua murid-Nya telah meninggalkan-Nya pada waktu Ia ditangkap bahkan Petrus, salah satu yang paling bersemangat di antara rasul-rasul itu, telah mengutuk dan bersumpah bahwa ia bukan murid Kristus. Namun, bertentangan dengan semua yang kelihatan, Yesus mengatakan sementara Ia tergantung di atas salib, bahwa pekerjaan-Nya telah selesai, dan dengan demikian Ia mencurahkan roh-Nya. Juga kemudian, sesudah kebangkitan-Nya, Ia naik ke atas dan hanya meninggalkan kurang dari satu lusin rasul-rasul yang setengah bertobat untuk meneruskan pekerjaan itu. Demikianlah hasil dari usaha Yohanes Pembaptis dan usaha Yesus yang tidak kenal lelah itu. Maka, selain dari orang banyak yang dibaptiskan oleh Yohanes dan Yesus, pada hari Pentakosta, hanya ada seratus dua puluh orang murid yang menerima curahan Roh Allah.

Sesungguhnya, bukan hanya sedikit dan tidak berarti pekerjaan yang tampak pada waktu itu, tetapi juga tidak mungkin mengalami kemajuan. Meskipun begitu, sementara orang-orang yang ragu-ragu di antara orang banyak itu melihat Yesus, mereka pun memisahkan diri dari orangorang yang setia. Dan sementara pengikutpengikut-Nya yang tinggal itu kehilangan kepercayaan pada diri sendiri, dan merendahkan diri serta mencari Tuhan dengan sungguh-sungguh ketika di dalam diri mereka tidak melihat sedikitpun harapan bagi mereka untuk meneruskan pekerjaan itu, maka mereka menyerahkan kepada Tuhan suatu kesempatan untuk memanifestasikan kuasa-Nya yang besar dan memajukan pekerjaan Allah dengan cepat, sehingga dalam satu hari, melalui satu khotbah ada tiga ribu yang ditobatkan. Kemudian setiap hari “ada jiwa yang 707 diselamatkan” — yang tidak pernah lagi murtad. Demikianlah pekerjaan injil mulai bertumbuh dengan cepat, sebab Tuhan telah memiliki serombongan umat yang dapat Ia percayai dan dapat Ia gunakan.

Demikian juga, pergerakan tahun 1844, segera sesudah Pertemuan Perkemahan Minneapolis dalam tahun 1888, pekerjaan dari malaikat Seruan Keras itu sudah akan dimulai, tetapi oleh karena akibat ketidakpercayaan banyak orang dalam Kesaksian-Kesaksian dari Roh Allah, maka “seruan” itu telah diam selama empat puluh tahun sementara pergerakan itu terus “mundur menuju Mesir.” (Testimonies for the Church, Jilid 5, hal. 217).

Dalam tahun 1930, Allah telah berbicara kepada umat-Nya, sebagaimana Ia telah berbicara kepada Israel pada zaman Yosua, tetapi sekarang, sama seperti pada waktu itu, ada di antara kita yang mengecilkan hati dan mematahkan harapan, seperti sepuluh orang mata-mata itu, seperti Korah, Dathan, dan Abiram (Bilangan 16 : 1 – 3), dan juga orang-orang yang mendambakan baju-baju Babilonia, perak dan emas batangan. Dan sebagai akibatnya, pekerjaan kita juga terhambat, dan akan terus demikian sampai Tuhan memperlihatkan kuasa-Nya lalu menyingkirkan dari antara kita orang-orang yang berpura-pura itu, membuat kita bebas dari dosa dan dari orang-orang berdosa seperti pada zaman Korah (Bilangan 16 : 32, 33), dan seperti pada zaman Akhan (Yosua 7 : 24 – 26), dan mengatakan kepada kita seperti Ia mengatakan kepada Yosua : “Seberangilah sungai Yordan ini, engkau, dan seluruh bangsa ini, menuju ke negeri yang akan Aku berikan kepada mereka, bahkan kepada bani Israel itu”. (Yosua 1 : 2). “Bawalah besertamu semua tentara, bangkitlah berperang melawan orang Ai : sesungguhnya Aku telah menyerahkan ke dalam tanganmu raja Ai, dan rakyatnya, kotanya, dan negerinya”. (Yosua 8 : 1).

Oleh sebab itu, walaupun suatu waktu kita sangat kecewa karena kita melihat orang-orang yang tidak setia, orang-orang yang ragu-ragu, dan banyak orang-orang yang mencari-cari salah di antara kita; sebagai orang-orang yang kita kira telah meninggalkan Tuhan, dan orang-orang yang pada waktu pencobaan mengutuki dan bersumpah bahwa mereka bukanlah “para pengikut Tongkat Gembala”; namun sementara kita berhubungan dengan mereka yang kelihatannya percaya dan yang menyatakan bahwa mereka teguh berdiri membela pekabaran, tetapi mereka sedang melemparkan batu-batu kepada kita dan kepada pekerjaan kita, janganlah kita semua patah semangat tetapi sebaliknya kita harus bersukacita untuk berdiri membela kebenaran dan keadilan apabila sebagian besar orang banyak itu meninggalkan kita. Oleh sebab itu, kita tidak boleh patah semangat, melainkan kita harus berseru :

Tuhan, tolonglah kami untuk berdiri benar bagi- Mu walaupun seluruh dunia meninggalkan Tuhan, bahkan walaupun kami harus mati seperti rasulrasul sekiranya hal itu diperlukan, sehingga kami dapat “menjadi seperti Daniel, Sadrak, Meshak, dan Abednego — berdiri benar menghadapi bahaya yang mengancam hidup kami, dengan demikian Engkau berkenan melepaskan kami dari lubang singa, dan dari dapur api, sehingga dengan demikian membuat diri-Mu termasyur ke seluruh dunia melalui kesetiaan kami. Kiranya kami, dapat dibakar dengan semangat Nuh, bersemangat dan tekun dalam membangun bahtera, sementara saudara-saudara kami yang mengaku percaya kepada pekabaran ini mempertanyakan dan mengeritik pekerjaan dan kedudukan orangorang lain (“Testimonies for the Church”, Jilid 5, hal. 690) — sehingga memperlambat kemajuan pekabaran itu — dan sementara orang-orang menertawakan kami, serta menuduh bahwa kami telah mengambil terlalu banyak bagi diri kami. Semoga kami tidak akan pernah mengatakan : Tuhan memperlambat kedatangan-Nya; atau “Kita tidak sanggup berperang melawan bangsa itu; karena mereka lebih kuat daripada kita … Negeri, yang kami intai itu, adalah negeri yang memakan penduduknya; dan semua orang yang kami lihat disana adalah orang yang tinggi-tinggi perawakannya. Juga di sana kami lihat orang- 708 orang yang seperti raksasa, suku Enak yang berasal dari keturunan raksasa : maka dalam pandangan kami kita ini adalah seperti belalang, demikian juga pandangan mereka kepada kita”.

PERTANYAAN NO. 197 :

“Bagaimanakah kita harus menggabungkan diri ke dalam sidang-sidang? Jika kita telah dipecat, apakah kita terus menghadiri perbaktian di gereja? Dan jika harus, maka apabila kita berada dalam gereja dan diminta untuk tidak mengatakan apapun tentang ajaran-ajaran Tongkat Gembala itu, haruskah kita menurutinya dan tetap tinggal diam selama-lamanya? Dan apakah yang harus kita lakukan jika mereka tidak mengikut sertakan kita dalam perjamuan suci?

JAWAB :

Hubungan kita dengan sidang tidak berbeda dengan hubungan Yohanes Pembaptis, Yesus Kristus, dan hubungan para Rasul itu ke dalam sidangnya masing-masing. Artinya, kita mempunyai satu pekabaran untuk diberitahukan kepada sidang, dan meskipun pegawai-pegawai 9 gereja akan menyuruh kita sebagaimana Sanhedrin menyuruh rasul-rasul itu supaya keluar dari gereja, namun kita harus terus pergi ke gereja. Karena jika kita tidak hadir dan menjadi orang asing bagi saudara-saudara kita, maka bagaimanakah kita dapat menyampaikan pekabaran itu kepada mereka?

Akan tetapi, kita semua perlu menyadari bahwa tidak patut bagi seorang Kristen kapanpun untuk menimbulkan kekacauan, terutama pada waktu perbaktian. Oleh karena itu, dengan menunjukkan tingkah laku kita yang baik dan berhati-hati, maka kita tidak memberi kesempatan kepada mereka untuk menghasut dan menyebarkan tuduhantuduhan palsu.

Dalam acara Sekolah Sabat, adalah waktu yang tepat dan diijinkan untuk menjawab pertanyaanpertanyaan yang ada kaitannya dengan pelajaran. Karena dengan berbuat demikian, maka tidak seorangpun patut dituduh menimbulkan keributan, sebab jawaban pertanyaan-pertanyaan yang diberikan dalam kelas bukanlah merupakan pelanggaran terhadap tujuan dan peraturan Sekolah Sabat. Tetapi jika ada orang tertentu diminta untuk tidak menjawab pertanyaanpertanyaan, maka lebih baik jangan berbicara apapun daripada menimbulkan keributan. Hendaklah tingkah laku baikmu memenangkan kepercayaan semua orang.

Kita harus menolak untuk memisahkan diri dari kumpulan, dan harus tetap menghadiri Sekolah Sabat dan perbaktian di gereja, alasannya yang utama ialah, bahwa jika kita tidak menghadirinya, maka sepenuhnya kita akan kehilangan hak dalam perbaktian bersama dalam gereja yang ikut kita dirikan. Akan tetapi, alasannya yang paling utama ialah, karena jikalau kita tidak hadir, maka kita akan menjadi seperti orang-orang asing terhadap saudara-saudara kita dan menjadi kenalan baru jika sekiranya kita menyampaikan pekabaran itu kepada mereka, sedangkan jika kita terus pergi ke gereja, maka setelah kumpulan bubar, kita memperoleh kesempatan berbicara dengan saudara-saudara kita demi kepentingan pekabaran itu, mendorong mereka untuk menyelidiki sendiri, baik melalui kehadiran mereka dalam pelajaran-pelajaran yang kita adakan maupun melalui pembacaan terhadap terbitanterbitan Kebenaran Pada Waktunya. Maka, jika kita memisahkan diri dengan tidak menghadiri perbaktian bersama, kita sendiri sedang membuat kita seperti cabang yang lepas dari batang, dan kita kehilangan kesempatan untuk datang berhubungan dengan orang banyak. Selain itu, jika dengan cara ini kita memisahkan diri dari organisasi, maka dalam kegenapan Yeheskiel Sembilan, pada waktu orang-orang yang tidak memiliki tanda itu disingkirkan, kita tidak mempunyai hak untuk menuntut barang milik organisasi gereja.

Mengenai keikutsertaan kita dalam perjamuan suci, kita semua harus ambil bagian sedapat 709 mungkin. Jika sidang menolak untuk melayani kita atau menolak kita melayani orang lain dalam upacara basuh kaki, maka tidak ada lagi yang dapat kita lakukan selain daripada menunggu acara itu sampai selesai. Dan jika mereka mengabaikan kita pada waktu roti dan anggur dibagi-bagikan, janganlah kita bersunggut-sungut atau berbicara apapun, tetapi tetaplah sabar terhadap pengabaian itu. Dengan merendahkan hati kita demikian, maka orang-orang jujur dari orang banyak itu akan melihat sikap yang tidak bersifat Kristen dan kebodohan pegawai-pegawai gereja, lalu mereka akan bangkit dan “mengerti akan keadaan itu.”

Sekalipun kita dapat dipaksa untuk tidak ambil bagian dalam acara perjamuan suci itu, namun kita sama seperti pencuri yang tidak dibaptis dan yang tergantung ke salib itu, akan mendapatkan nama-nama kita telah tertulis dalam Buku kehidupan, dan akan masuk ke Surga sebab kita telah menunjukkan perbuatan yang terbaik. Oleh sebab itu, saudara-saudara, hendaklah kita setia untuk menghadiri perbaktian dalam kumpulan bersama dan dalam sikap kita, supaya tidak ada seorangpun di antara kita ketinggalan, karena janji untuk masuk ke dalam perhentian-Nya itu masih tetap berlaku.” (Ibrani 4 : 1).

ORANG YANG SEMPURNA

Orang-orang Kristen banyak berbicara tentang peraturan Emas — “Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang lain perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka : sebab itulah hukum dan nabi-nabi” (Matius 7 : 12) — tetapi ada satu pertanyaan tentang seberapa banyak sebenarnya penurutan terhadap persyaratan-persyaratan dalam pengertian itu. Adakah tuntutan-tuntutan pengaturan Kristen ini hanya akan ditemukan dalam perbuatanperbuatan, transaksi perdagangan, dan kegiatan penginjilan?

Maksud yang dikemukakan disini akan menunjukkan dengan jelas cara dalam mana Peraturan Emas sangat sering dilanggar, dan mungkin kebanyakan orang-orang Kristen tidak memahami sepenuhnya berapa banyak hal itu mempengaruhi kehidupan mereka sendiri, mempengaruhi kehidupan kerabat mereka, sahabat-sahabat mereka, persekutuan mereka, dan saudara-saudara segereja. Di atas itu semua, walaupun tujuannya di sini adalah untuk menunjukkan luka yang disebabkan oleh orangorang Kristen setiap hari terhadap pekerjaan Allah, baik melalui kebutaan mereka kepada jalan Allah maupun melalui kegagalan mereka menjalankan prinsip yang dimuat dalam Peraturan Emas itu, dengan memberikan kuasa yang tidak terkendalikan kepada anggota tubuh, yaitu, lidah.

Kita banyak mendengar tentang kebiasaan yang seperti wabah “Bergunjing” yang membuat kita sangat muak, karena kita sebagai umat mendengarkan perintah tanpa pembatasan terhadap pokok masalah itu, namun kita tidak mematuhinya. Akan tetapi, walaupun hal itu tidak semerdu musik ke telinga kita, namun kita harus menyadari bahwa masalah itu harus diatasi dan dihadapi. Kita harus menjadi pemenang, dengan tidak memiliki tipu di dalam mulut kita, jika kita ingin berada di antara orang-orang yang “luput” itu dan yang akan diutus ke “seluruh bangsa” untuk memberitakan “kemasyuran” dan “kemuliaan”Nya di antara segala bangsa Kapir (Yesaya 66 : 19, 20), dan yang memiliki bagian untuk menyampaikan pekabaran itu dalam masa Seruan Keras.

“Pergunjingan” hanyalah obrolan dengan orang-orang lain untuk mengatakan cerita-cerita bohong, membuka rahasia, atau hanya untuk membicarakan orang-orang lain.

Kabar-kabar yang tidak perlu, atau tidak perlu untuk disampaikan, walaupun itu kenyataan yang benar, adalah bagian dari obrolan lain yang sama10 bahayanya dengan pergunjingan.

Untuk mengasihi tetangga kita sebagaimana kita mengasihi diri kita sendiri, kita harus mengingat Peraturan Emas itu dengan memelihara bibir kita, karena satu perkataan yang telah diucapkan, mungkin dapat ditarik kembali, tetapi tidak dapat 710 dilupakan, walaupun kita meminta maaf dan mencucurkan banyak air mata dan malu.

Mungkin kita mengucapkan suatu informasi di sini atau di sana yang tanpa kita sadari yang bagi kita pada waktu itu tidak berarti apa-apa sama sekali, namun cepat atau lambat perkataan itu tampak kepada kita sangat tidak menyenangkan dan menyebabkan kesusahan, penyesalan, dan malu yang tidak terhingga.

Marilah sesaat kita mengamati dengan teliti seseorang yang berhasil dalam pekerjaannya. Untuk menggambarkan pokok masalah itu kita ambil sebagai contoh seorang perawat. Dia diperlukan dalam banyak hal yang dikenal dalam keadaan-keadaan dan kondisi-kondisi tertentu, yang terjadi di sekitar pasiennya. Betapa tidak pantas dan betapa merugikan kepada pekerjaannya sekiranya ia menceritakan walaupun kepada teman terdekatnya, segala rahasia yang seharusnya dia pegang teguh bagi dirinya, yang bukan untuk dibuat menjadi pembicaraan umum atau bahkan untuk disiarkan informasi tersebut! Tidak ada seorang pengusaha yang baik menceritakan perkara-perkara yang menyangkut pribadinya. Banyak orang yang “menyebarkan berita-berita bohong”, namun masih mengaku memegang “Peraturan Emas.”

Informasi itu harus disampaikan pada waktunya, tetapi untuk “menjadi cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati”, hal itu perlu bukan hanya supaya kita mengerti apa itu pembicaraan omong kosong — pergunjingan — melainkan juga supaya kita memahami mengapa informasi tertentu itu harus disampaikan, oleh siapa itu harus diberikan dan teristimewa, kapan hal itu disampaikan.

Bahkan kebiasaan untuk mengungkapkan pendapat kita atas perkara-perkara yang khusus tidak ada hubungannya dengan kita, adalah penyebab yang dalam atas timbulnya banyak kejahatan dan akibat yag tidak menyenangkan.

Apabila kita ingin memperbincangkan suatu pokok masalah, atau apabila kita meragukan orang-orang lain, maka kita harus menjaga lidah kita dengan selalu mengingat dalam hati bahwa ia itu haruslah menjadi pokok hukum yang diingatkan oleh rasul Paulus kepada kita dalam soal-soal berikut. Marilah kita masing-masing bertanya, sebelum memperbincangkan sesuatu pokok persoalan :

Adakah semua yang “telah saya dengar itu benar”, atau adakah itu semata-mata hanya desas-desus?

Adakah hal itu “jujur” (mulia, terhormat), atau adakah itu senda gurau yang bodoh; dan adakah hal itu berhubungan dengan kita dan pekerjaan kita?

Adakah hal itu “patut” — seperti yang kita ingin supaya orang lain perbuat kepada kita? Adakah hal itu menunjukkan bahwa kita mempedulikan perasaan saudara-saudara kita?

Adakah hal itu “murni” sehingga tidak ada teguran yang akan ditujukan kepada kita?

Adakah itu merupakan hal yang “menyenangkan sekali”? Akankah hal itu membuat kita untuk memiliki kasih yang lebih besar bagi saudara kita tanpa memperhatikan kesalahan-kesalahannya?

Adakah hal itu merupakan “laporan yang baik”, sehingga dengan cara demikian kita dapat mempelajari sesuatu untuk pengalaman atau kemajuan kita sepanjang jalan raya kehidupan?

Jika hal-hal yang berkaitan ini terlebih dahulu dipikirkan ketika mengajukan pertanyaan kepada orang-orang lain, maka hal itu akan lebih baik bagi kita terutama untuk memikirkan semuanya pada waktu kita bercerita kepada orang-orang lain, karena ayat-ayat berikut memerintahkan kepada kita supaya kita memikirkan segala perkara ini “jika masih ada kebaikan dan jika masih ada pujian”.

Kita harus menjadi seperti Rasul Paulus, dan 711 “didesak kepada tujuan tanda itu atau hadiah dari panggilan mulia dari Allah di dalam Yesus Kristus. Karena itu marilah kita, menjadi sempurna sepenuhnya (144.000), berpikirlah demikian : dan jikalau kamu memikirkan tentang salah satu hal yang lain, maka Allah akan menyatakan hal itu juga kepada kamu”. (Filipi 3 : 14, 15)

Sekarang Allah sedang berusaha keras untuk melakukan sesuatu bagi kita, tetapi Ia tidak dapat melakukannya sampai kita menyerahkan lidah kita kepada-Nya. Lebih lama kita menunda penyerahan ini, maka semakin lama kita menghalangi maksud-maksud-Nya bagi kita sebagai umat-Nya. Dan apa yang tidak kita lakukan dalam masa damai, harus akan kita lakukan dalam masa-masa kesusahan.

“Siapa yang mencintai hidup dan mau melihat hari-hari baik, ia harus menjaga lidahnya terhadap yang jahat, dan bibirnya terhadap ucapan-ucapan yang menipu. (1 Petrus 3 : 10).

Hendaklah kita berhati-hati dalam pembicaraan kita, sehingga kita tidak membicarakan apapun yang tidak seharusnya kita bicarakan (1 Timotius 5 : 13), “sebab kita semua bersalah dalam banyak hal”. (Yakobus 3 : 2).

Bahkan sebahagian orang mengira bahwa mereka sedang melakukan hal yang baik dalam pekerjaan Allah dengan hanya memberikan kepada orang-orang lain penjelasan pribadi atas perkara- perkara yang hanya bersangkutan dengan pekerjaan Allah dan para pengerja-Nya, padahal anggapan yang sedemikian sesungguhnya adalah satu pelanggaran “kepada semua orang” dan merupakan kerugian besar kepada maksud Allah. Sebahagian orang belum dapat mengerti kegenapan peperangan di antara Kristus dengan Setan, juga mereka tidak menyadari apabila mereka mencela, mempergunjingkan, atau menyebarkan hal-hal yang tidak penting mengenai pekerjaan Allah, ya, bahkan lebih lagi menyebabkan orang-orang lain berkumpul untuk menentang lembaga itu, lalu mengeluarkan pendapat-pendapat yang menimbulkan prasangka mereka melawannya untuk selama-lamanya.

“Barangsiapa yang tidak bersalah dalam perkataannya, ia adalah orang yang sempurna, yang juga dapat mengendalikan seluruh anggota tubuhnya.” (Yakobus 3 : 2).

Hingga kita dapat belajar kapan untuk berbicara dan kapan berdiam diri, tanpa kita memikirkan siapa kita, kita masih berada dalam dosa-dosa kita dan belum layak untuk bekerja dalam kebun anggur Tuhan, sebab dalam keadaan demikian kita masih “mengkhianati kepercayaan kita”, kita menjadi “pengkhianat-pengkhianat, orang-orang yang lekas marah, dan yang keras hati, mengingat kecongkakan kita sendiri yang merasa lebih bijaksana daripada apa yang “tertulis”, sedangkan nasehat, anjuran, celaan, perbincangan, dan laporan kita, yang kami dengar atau lihat, bertentangan dengan mereka yang 144.000 yang tanpa tipu dalam mulut mereka.

“Tetapi hendaklah pembicaraanmu adalah, Ya, memang ya; Tidak, hendaklah kamu katakan tidak : karena apa yang lebih daripada ini berasal dari si jahat”. (Matius 5 : 37). Orang yang melakukan hal ini adalah “bijak seperti ular dan tulus seperti burung merpati”. Berjuanglah untuk menjadi salah seorang dari mereka yang 144.000 itu, yang tanpa tipu dalam mulut mereka.

“Karena itu, haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang ada dalam surga adalah sempurna”. (Matius 5 : 48).

11

BERHATI-HATILAH TERHADAP APA
YANG ENGKAU KATAKAN

Dalam membicarakan kesalahan-kesalahan

seorang,

Harap jangan melupakan kesalahanmu

sendiri;

Ingatlah bahwa orang yang tinggal di rumah

kaca, 712 Akan jarang dilempari batu;

Jika kita tidak memiliki sesuatu untuk dikerjakan Melainkan membicarakan dosa orang lain, Adalah lebih baik kita memulai dari rumah Dan dari hal itu dimulai

Kita tidak berhak untuk menghakimi orang Sampai ia telah benar-benar teruji;

Haruskah kita tidak menyukai kehadirannya, Kita tahu bahwa dunia ini sangat luas Beberapa mungkin mempunyai kesalahan — dan siapakah yang tidak?

Yang tua sama seperti yang muda;

Barangkali kita juga bersalah, dan kita perlu tahu, Kesalahan kita lima puluh, sedangkan mereka hanya satu.

Aku akan mengatakan padamu sebuah rancangan yang baik, Dan menemukannya berhasil dengan baik; Untuk mencoba mengobati cacat celaku sendiri, Sebelum orang lain mengatakan;

Walau kadang aku berharap demikian Tidak ada yang lebih buruk daripada sesuatu yang aku tahu, Bolehkan kekurangan-kekuranganku sendiri memintaku membiarkan Kesalahan-kesalahan orang lain itu berlalu

Maka, hendaklah kita semua, di saat kita memulai Untuk memfitnah sahabat atau musuh, Pikirkanlah tentang kerugian satu perkataan yang kita ucapkan Untuk itu yang sedikit kita tahu;

Ingatlah bahwa makian itu kadang-kadang seperti Ayam-ayam kita, “yang bertengger di rumah” Janganlah membicarakan kesalahan orang lain sampai, Kita tidak mempunyai kesalahan sendiri.

— Joseph Kronthall

TIDAK ADA GUNANYA UNTUK
BERDEBAT

Orang-orang Kristen dipanggil untuk menjadi saksi-saksi, bukan untuk menjadi pengacarapengacara. Kehidupan mereka adalah untuk menyatakan ke seluruh alam semesta bahwa Yesus Kristus telah datang ke dalam dunia untuk menyelamatkan, bukan untuk menghukum. Adalah sangat tidak bijaksana untuk memperdebatkan sesuatu, teristimewa untuk memperdebatkan tentang agama. Sebaliknya hendaklah kita bersaksi.

Kebanyakan orang sedikit banyaknya telah berprasangka jahat, karena sebelumnya telah mempertimbangkan pendapat-pendapat dan padangan-pandangan mereka. Akan tetapi, ada banyak orang, yang jika dihadapkan dengan kebijaksanaan yang sesungguhnya, akan mengakui bahwa mereka adalah salah, tetapi tidak seorangpun yang senang mendapati kenyataan dari kesalahannya dengan dipaksa oleh orang lain untuk masuk dalam kerongkongannya.

Benjamin Franklin menceritakan bagaimana ketika ia masih remaja yang mempunyai banyak kesalahan, seorang teman lamanya Quaker dalam Perkumpulan mengatakan satu pelajaran yang yang sangat berharga. Teman Quakernya itu mengatakan kepadanya demikian :

“Ben, pendapat-pendapatmu itu mengandung satu tamparan kepada setiap yang berbeda pendapat dengan engkau. Teman-temanmu menganggap bahwa mereka lebih senang apabila engkau tidak berada di sekitar mereka. Engkau mengetahui begitu banyak, sehingga tidak ada orang yang dapat mengatakan apapun kepadamu. Sungguh, tidak ada orang yang akan mencobanya, karena usaha-usaha itu hanya akan menimbulkan ketidaksenangan. Jadi, kemungkinan engkau tidak pernah tahu lebih banyak dari yang engkau ketahui sekarang, yang mana adalah sangat kecil.”

Teguran yang menyengat ini memaksa orang muda itu untuk mengambil pelajaran, sebagaimana 713 yang ditunjukkan melalui kesaksiannya. Beginilah kata Franklin :

“Aku bahkan tidak mengijinkan diriku menggunakan setiap ucapan yang berarti satu pendapat yang tentu, seperti ‘pastilah’, ‘tidak dapat diragukan’, dll., melainkan ‘aku menyetujui hal itu demikian’; atau ‘tampaknya hal itu bagiku demikian’. Apabila orang lain menyatakan sesuatu yang saya kira salah, maka aku tidak membiarkan diriku untuk menentangnya dengan kasar, dan dengan tiba-tiba menunjukkan kemustahilan dari pernyataannya; dan dalam menjawabnya saya mulai dengan penyelidikan bahwa dalam hal-hal atau keadaan tertentu pendapatnya itu adalah benar, tetapi dalam keadaan sekarang bagiku hal yang dinyatakan itu tampaknya berbeda”. — “The

Para penganut Kebenaran Sekarang wajib memikirkan dengan baik nasehat dari teman lama “Quaker”nya Benjamin Franklin itu. Mata dunia, mata malaikat-malaikat, dan mata saudarasaudara kita semua tertuju kepada kita. Marilah kita berhenti berdebat.

KEPADA SEMUA PEMBACA
SYMBOLIC CODE

Sejumlah besar para pembaca Symbolic Code ingin mengetahui kenapa mereka tidak menerima buku itu secara teratur, dan kenapa buku itu tidak dikirim atau ditulis kepada mereka lebih sering. Orang-orang lain juga sedang menanyakan pertanyaan yang sama. Oleh karena itu, kami mengambil kesempatan ini untuk memberitahukan kepada semua saudara, kenapa pengunjung yang lama diharapkan itu tidak dapat dikirimkan kepada semua saudara dalam surat kami berikut :

Saudara-saudara :

Ada dua alasan kenapa kami tidak dapat bekerja lebih banyak daripada yang kami kerjakan sekarang bagi orang-orang percaya, sebabnya ialah karena pada satu pihak pekerjaan itu setiap hari semakin berat, sedangkan pada pihak lain, kami belum memperoleh bantuan yang sangat diharapkan.

Sebahagian besar dari para penganut Kebenaran Pada Waktunya belum mengetahui bahwa kami belum dapat meneruskan pekerjaan penerbitan; untuk menjawab beratus-ratus pertanyaan baik melalui surat maupun melalui terbitan Symbolic Code; untuk membereskan banyak masalah penting di antara para Penganut Kebenaran Pada Waktunya; untuk mendirikan bangunan perumahan baik bagi para pengerja maupun bagi anak-anak sekolah; disamping untuk menjalankan departemen dari masing-masing lembaga — Kantor Umum, departemen perdagangan; pertanian, masak-memasak, bagian menyeterika pakaian, ruangan menjahit, perbengkelan, ruang penyediaan, bagian pembuatan bangunan; operasi pengolahan tanah, klinik, sekolah, bagian perawatan, dll., dan di samping itu harus menuntun orang-orang yang belum berpengalaman, perempuan-perempuan yang sakit, dan anak-anak.

Kami menerima sejumlah lamaran, namun tak satupun di antara para pelamar itu berpengalaman dalam bidang pekerjaan yang sekarang kami sedang butuhkan dalam memajukan pekerjaan ini. Akibatnya, haruskah kami menerima para pelamar itu saat ini, maka mereka akan menjadi beban yang lebih berat kepada lembaga ini daripada beban yang ada sekarang; sedangkan orangorang yang cocok dengan kemampuannya bagi rencana pada saat ini, adalah orang-orang yang bekerja untuk raja-raja dunia ini, atau orang yang hidup dengan tulus, mengamati supaya pada suatu hari membuat sesuatu untuknya sekiranya pekabaran itu maju, dan sementara kita terus bekerja bagi mereka, menggosok diri kita sama seperti sepotong baja pada sebuah mesin pemutar batu gosok.

Demikianlah, saudara-saudara, inilah alasannya mengapa Symbolic Code itu tidak dikirimkan setiap bulan dan mengapa kami tidak lebih sering menulis dan mengunjungi saudara-saudara pada jarak waktu yang lebih sering. Oleh karena itu 714 kami memohon kepada semua para penganut Kebenaran Sekarang agar mereka berseru dengan nyaring kepada Allah supaya Ia mengutus pengerja-pengerja yang setia untuk ladang yang sudah menguning itu, namun pengerjapengerjanya sedikit.

12

715
Ilustrasi

1

716

WARISAN ALLAH PERHATIAN KITA YANG UTAMA

“Sekolah nabi-nabi, yang didirikan oleh Samuel, telah mengalami kemunduran selama tahun-tahun kemurtadan Israel. Elia mendirikan kembali sekolah-sekolah ini, untuk menyediakan orangorang muda memperoleh suatu pendidikannya yang akan memimpin mereka untuk meninggikan dan menghormati hukum.” — “Prophets and Kings, hal. 224.

Pekabaran yang akan mengakhiri pekerjaan Injil, adalah yang terakhir dari segala pekabaran injil sebelum masa kasihan berakhir. Itu adalah pekabaran yang akan disampaikan oleh Elia contoh saingan (Maleakhi 4 : 5, 6), karena ia akan muncul sebelum “hari Tuhan yang besar dan mengerikan” itu, lalu memulihkan segala perkara. Matius 17 : 11. Lagi pula, oleh karena pekabaran yang terakhir ini disampaikan oleh Elia masa kini, maka pekabaran yang disampaikan oleh nabi Elia kuno itu kepada Israel yang dahulu, harus merupakan contoh dari pekabaran yang terakhir ini, yang bukan hanya memulihkan segala perkara tetapi juga mengakhiri semua kejahatan, dengan jalan mengubah hati orang yang bertobat (Yeheskiel 36 : 26), dan membinasakan semua orang yang tidak bertobat (Yesaya 11 : 4).

Oleh karena sekolah nabi-nabi pada zaman Elia telah mengalami kemunduran dan memerlukan perbaikan kembali, maka demikian juga sekolah nabi-nabi pada zaman kita telah mengalami kemunduran, dan ini juga membuktikan bahwa pekabaran Elia dahulu itu adalah merupakan contoh dari pekabaran Elia yang sekarang. Lagi pula, oleh karena Elia contoh itu telah mendirikan kembali sekolah nabi-nabi pada zamannya, maka demikian juga Elia contoh saingan harus berbuat demikian pada waktu kemunculannya. Firman Allah sendiri memberi kesaksian kepada masalah ini, karena “sebelum datangnya hari Tuhan yang besar dan mengerikan” itu, pekabaran Elia akan “membalikkan hati bapa-bapa kepada anakanaknya, dan hati anak-anak kepada bapabapanya”. Oleh sebab itu, baik hati bapa maupun hati anak-anak tidak benar terhadap satu dengan yang lain, dan benar-benar memerlukan pekabaran yang tepat untuk mendidik mereka, sebab jika tidak maka tidak perlu untuk membalikkan hati masing-masing.

Pada mulanya, sekolah-sekolah organisasi didirikan terutama dengan tujuan untuk mendidik orang muda dan orang dewasa bagi pekerjaan Allah dan bagi kerajaan-Nya, — satu pendidikan yang dapat disempurnakan hanya oleh menjadikan Alkitab baik merupakan buku pelajaran, maupun menjadi dasar dari segala pendidikan mereka. Sebagaimana Allah telah mengatakan kepada Israel kuno itu bahwa jika mereka memelihara segala hukum-Nya, maka Ia akan menjadikan mereka lebih besar daripada setiap bangsa dalam segala hal (Ulangan 28 : 7 – 14) di dunia ini, dan demikian juga sekarang ini Ia ingin meninggikan sekolah-sekolah gereja jauh di atas sekolahsekolah dunia. Dengan perkataan lain, Allah tidak menghendaki baik sekolah-Nya maupun gereja- Nya menjadi ekor, melainkan harus menjadi kepala. Maka, dengan memberikan kepada umat manusia apa yang tidak dapat diberikan oleh dunia, mereka akan dimuliakan Allah dan menjadi berkat kepada umat manusia. Tetapi sayang, gagal melakukan ini, gereja telah mencari pengakuan dari lembaga-lembaga yang diakui negara, gantinya untuk mempertahankan kedudukan yang mengharuskan lembaga-lembaga negara mencari pengaruh dari gereja. Dengan mendambakan halhal yang tidak pernah ia perlukan maka gereja telah merusak hubungannya dengan Allah, sehingga menjadikan sekolah-sekolahnya sendiri menjadi ekor, dan membuat sekolah-sekolah dunia menjadi kepala! Dengan perkataan lain, jika sesuatu sekolah akan dibangun dibawa pengakuan sekolah yang lain, maka sekolah itu seharusnya adalah sekolah-sekolah dunia dibawah pengaruh sekolah-sekolah Allah, bukan sekolah-sekolah Allah dibawah pengakuan sekolah-sekolah dunia; sehingga memberikan keyakinan bahwa sekolahsekolah Allah adalah diurutkan yang paling atas.

717

Kenyataannya dewan pengurus yang berkuasa tidak mengenal pelajaran yang terdapat dalam Alkitab dan Roh Nubuat, pelajaran dari buku-buku yang diilhami ini biasanya telah dilalaikan, dan oleh karena semuanya dianggap tidak penting, maka jelaslah bahwa buku-buku itu bukanlah buku-buku pelajaran atau dasar dari segala pendidikan dalam sekolah-sekolah organisasi gereja. Dengan demikian, oleh mencari persahabatan dengan dunia dengan pengorbanan yang sedemikian besar ini, maka gereja telah tawar menawar, tidak menghormati Allah di Surga lalu menghormati ilah dunia, sehingga membuat umat Allah tidak layak untuk pekerjaan-Nya dan tidak layak untuk kerajaan-Nya, sebab mereka telah meninggikan sekolah-sekolah dunia, dan merendahkan sekolahsekolah Allah. Oleh sebab itu, sekarang Tuhan menanyakan pertanyaan ini : “Dimanakah rumah yang kamu dirikan untuk-Ku? Dan dimanakah rumah tempat-Ku beristirahat?” (Yesaya 66 : 1).

Kenyataan-kenyataan ini juga membuktikan bahwa kasih para orangtua terhadap anak-anak mereka, dan kasih anak-anak terhadap orangtua mereka, adalah jenis-jenis kasih yang salah, sehingga Elia perlu datang untuk membalikkan hati mereka. Kasih yang mengabaikan kesucian dan memaafkan pemanjaan serta kepuasan diri sendiri atas kehidupan yang kekal, adalah sama seperti kasih seekor singa bagi seekor anak domba yang lemah — kasih neraka.

Dari pengamatan kami, jelas bahwa baik para orangtua maupun sekolah-sekolah organisasi gereja telah gagal menjalankan peranan mereka dalam mendidik orang muda menuju rencana kasih dan disiplin yang benar. Akan tetapi, dalam di atas genggaman tangan pekabaran Elia itu menunjukkan bahwa hati kita tidak benar terhadap satu sama lainnya, namun pada sisi lain pekabaran itu berjanji untuk memperbaikinya jika kita menghendakinya. Pekerjaan perbaikan ini, sangat penting untuk dipikirkan, karena hanya itulah pekerjaan yang cocok untuk membuat satu umat dapat berdiri pada “hari Tuhan besar dan mengerikan” itu, apabila Ia datang “memalu bumi dengan tulah.” Oleh sebab itu,

“Dalam Pekerjaan Pendidikan Yang Mulia” Sekarang, “Sekolah-sekolah kita harus lebih ditingkatkan seperti sekolah-sekolah nabi-nabi. Semuanya harus merupakan sekolah-sekolah pelatihan, dimana murid-murid dapat dituntun dibawah disiplin yang diajarkan oleh Kristus, dan belajar dari Guru Besar itu. Semuanya harus menjadi sekolah-sekolah keluarga, dimana setiap siswa akan menerima pertolongan khusus dari guru-gurunya, sebagaimana anggota-anggota

2 keluarga harus menerima pertolongan di dalam rumahnya”. — “Testimonies for the Church”, Jilid

“Sekolah-sekolah ini terbukti menjadi salah satu alat yang sangat efektif dalam menunjukkan kebenaran yang ‘meninggikan derajat bangsa’. Tidak sedikit bantuan yang diberikannya untuk meletakkan landasan kemakmuran yang luar biasa yang memasyurkan kerajaan Daud dan Solaiman.” — Education”, hal. 47, 48.

“Hati Elia penuh dengan sukacita sementara ia melihat apa yang sedang dicapai oleh tujuan sekolah-sekolah ini.” — “Prophets and Kings”,

Kutipan-kutipan di atas menunjukkan kenyataan bahwa hanya sedikit yang dilakukan ke arah pemulihan Israel terhadap kebaikan hati Allah dan terhadap kebesarannya yang mula-mula, tanpa pemulihan sekolah nabi-nabi itu. Maka untuk ini, lebih daripada sesuatu tujuan yang lain, Gunung Karmel telah didirikan. Pasti sekali, pendidikan ini adalah, yang sangat diperlukan sekarang. Namun banyak dari penganut Kebenaran Pada Waktunya tidak mau mengakui kenyataan ini atau, jika mereka mengakuinya, kenyataannya mereka telah melupakannya.

Oleh karena tujuan utama keberadaan Gunung Karmel adalah untuk menyelesaikan “pekerjaan besar dari pendidikan” ini, maka pertama sekali ia itu harus ditempatkan dalam hati dan pikiran semua penganut Kebenaran Pada Waktunya. Tetapi oleh karena sekarang Setan sedang bekerja bahkan lebih halus daripada masa lampau, maka 718 ia telah hampir berhasil menyapu bersih dari pikiran orang banyak, pelaksanaan dari pekerjaan yang penting ini, walaupun perhatian mereka telah dipanggil secara paksa. Kini Pemeliharaan Tuhan datang sekali lagi dengan kenyataan-kenyataan dan gambaran-gambaran dalam suatu usaha untuk membangkitkan orang-orang yang masih berada dalam kantuk Laodikea yang parah, supaya mereka membersihkan tempat-tempat tidur mereka, agar mata mereka terbuka lebar untuk melihat bahaya besar yang dihadapi baik orangtua maupun orang muda.

Kami percaya bahwa umat kita akan memperoleh keyakinan yang besar dan memperoleh satu dorongan yang memaksa mereka untuk bertindak setelah mereka mengetahui kenyataan-kenyataan yang dimuat dalam keterangan berikut, mengenai keuangan Sekolah Gunung Karmel untuk pembukuan tahun

Jumlah biaya operasi selama jangka waktu tersebut di atas adalah $6,712.42, sedangkan uang masuk selama tahun itu hanya sebanyak $ 1,676.58, atau hampir 24 % kurang dari seperlima — dari jumlah seluruhnya pengeluaran; atau dengan perkataan lain, pengeluaran adalah empat kali lebih besar daripada uang masuk! Selanjutnya, oleh karena sekolah tidak menuntut uang sekolah, maka pengeluaran-pengeluaran yang termasuk di dalamnya tak lain adalah uang kamar, uang makan dan cuci pakaian hanya dibayar dengan sepuluh dollar per bulan! Laporan yang mengejutkan ini secara menyolok memberitahukan kebutuhan kita yang banyak pada waktu ini.

Oleh karena kelalaian para orangtua atas peranan mereka untuk membayar biaya anakanak mereka, dan juga oleh karena tidak ada persesuaian antara siswa dengan orangtua, maka Sekolah Gunung Karmel telah dipaksa untuk menutup pintu-pintunya kepada semua orang yang belum berada di sekolah ini. Akan tetapi, jika kita dapat menambah bangunan dan dengan demikian memperlengkapi perumahan untuk menampung lebih banyak siswa, maka kami dapat menerima beberapa orang muda yang, pertama, mereka yang berada dibawa pengawasan orangtua mereka; kedua, yang telah menerima pekabaran itu; dan yang ketiga, adalah mereka yang dapat memenuhi biaya-biaya di atas dan yang sanggup membiayai upah pekerja yang dibutuhkan. Saudara, Saudari, sebagai sebuah sekolah, kami sedang berusaha untuk menyelamatkan anak-anak. Maukah kamu menentang kehendak Allah, sehingga membuat mereka jatuh ke dalam ‘kebinasaan umum’, semuanya disebabkan cinta diri dan cinta harta?”

Kepada mereka gagal datang menolong Tuhan, Kristus akan mengatakan : “Sesungguhnya, segala sesuatu yang tidak mau lakukan untuk salah seorang anak yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk-Ku. Dan mereka ini akan masuk ke dalam siksaan yang kekal.”

“Hendaklah setiap pembaca Symbolic Code membaca kembali buku terbitan bulan Maret – April 1937, terutama halaman sembilan, dan dengan sepenuh hati dalam takut akan Tuhan mau mematuhi segala tuntutannya.” — SC Jilid 3, No.

Akan tetapi, pemeliharaan terhadap anak-anak bukan hanya merupakan beban yang harus dipikul dan dibantu oleh lembaga itu. Dana untuk bukubuku kita, beserta dana untuk bangunan, dan biayabiaya perawatan perumahan menuntut jumlah uang yang lebih besar daripada semata-mata diambil dari perpuluhan pertama — pemasukan untuk penginjilan.

Telah diperhitungkan bahwa rata-rata dari persembahan, bukan dari perpuluhan, yang diterima dari para penganut kebenaran sekarang, jumlahnya kira-kira 2 % dari ‘penghasilan’ mereka, dan itu diambil kira-kira 10% untuk perawatan asrama sekolah yang diberikan secara cuma-cuma. Oleh sebab itu, Symbolic Code dalam ucapan yang tegas memberitahukan bahwa jika para penganut kebenaran sekarang terus mengharapkan kami untuk membawa anak-anak 719 mereka ke Gunung Karmel, maka mereka harus menyumbang tidak kurang dari 10 % dari penghasilan mereka untuk dana yang dibutuhkan ini. Dengan kata lain, jika uang masuk yang diterima oleh seseorang adalah $15 per minggu, maka perpuluhan pertama yang harus diberikan untuk pekerjaan injil adalah sebanyak $1,50, dan yang tinggal adalah sebanyak $13,50. Perpuluhan yang kedua untuk mempertahankan perawatan sekolah jumlahnya sebanyak $1,35, dengan demikian jumlah yang diambil untuk perpuluhan yang pertama dan yang kedua dari penghasilan sebanyak $15, adalah $2, 85.

Hendaklah semua penganut kebenaran sekarang setia membayar perpuluhan pertama dan kedua, agar lembaga itu dapat merawat, dengan gratis, biaya sekolah untuk seluruh anak-anak yang berusia sekolah dalam Kebenaran Sekarang. Kebutuhan yang berat dan mendesak ini, memanggil Saudara dan Saudari, menantang iman anda, kesetiaan anda kerjasama anda, dan cinta anda untuk pekabaran itu dan untuk warisan Tuhan. Bangkit dan bercahayalah!

Akan tetapi, janganlah seorangpun berdiam diri bagaimanapun miskinnya mereka … adalah merupakan pendapat yang salah bahwa keadaan mereka dapat memaafkan mereka untuk tidak mengambil tanggung jawab bagi pendidikan anak mereka sendiri atau anak-anak orang lain … dengan menjauhkan perhiasan-perhiasan yang mahal pada baju-baju mereka, dan dengan menghindari ‘setiap pengeluaran yang tidak penting’, mereka dapat menghemat dan dengan demikian mereka dapat menyumbang untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran siswa-siswa, Allah berfirman : ‘Hendaklah setiap keluarga 3 membawa perpuluhan-perpuluhan dan persembahan-persembahan mereka kepada Tuhan.” — “Testimonies for the Church”, Jilid 9, hal. 53.

“Jika para orangtua atau wali dari setiap siswa mau dengan sepenuhnya memotong setiap pengeluaran yang kurang penting, lalu memberikan sejumlah yang dihemat untuk membayar biaya sekolah para siswa; dan jika semua orang percaya, memikul tanggung jawab yang sama, maka sekarang kita tidak akan mengalami kerugian setiap bulan, yang membuat bagian pekerjaan yang lain menjadi terbengkelai.” — “The Symbolic Code”, Jilid 3, No. 3, 4, halaman 9.

Dari sejak semula, sudah diusahakan untuk membuat beban para orangtua seringan mungkin, maka kami menetapkan untuk memberikan kamar dan makanan dengan bayaran yang sangat sedikit, yaitu dengan hanya membayar sepuluh dollar per bulan, termasuk mencuci pakaian, uang sekolah, dan lain-lain! Selain itu, karena ingin menjadi seperti orang Samaria yang baik itu, maka lembaga itu selanjutnya telah bertekad untuk berkorban sampai batas kemampuan, dan memikul sendiri tanggung jawab penuh untuk menanggung biaya anak-anak yang orangtuanya sama sekali tidak mampu membayar biaya pemeliharaan anak-anak mereka, sehingga setiap anak boleh memperoleh kesempatan pendidikan Kristen. Akan tetapi, golongan orangtua ini telah mengecewakan kami sehingga kami tidak berani lagi bermurah hati untuk mendidik, memberikan kamar, memberikan makanan, dan pakaian untuk anak-anak mereka secara cuma-cuma.

Jika biaya bertambah dengan penghematan yang ketat dan pekerjaan menjadi berat, maka kami akan meminta secara teratur dari setiap siswa, sepuluh dollar setiap bulan untuk membayar kamar, makanan, dan cuci pakaian, sehingga sekolah itu tidak membebani pekerjaan yang lain. Tetapi sekarang kami dihadapkan kepada situasi yang sama seperti yang tertera dalam kesaksian berikut :

“Apabila para pengelola sebuah sekolah mengetahui bahwa pengeluaran terlalu banyak, dan hutang semakin menumpuk, maka mereka harus bertindak seperti seorang pemimpin perusahaan, dan mengubah rancangan-rancangan dan rencana-rencana mereka. Apabila selama satu tahun terbukti pengelolaan keuangan sudah salah, maka hendaklah suara yang bijaksana itu 720 didengarkan …

“Di beberapa sekolah kita uang sekolah terlalu murah. Dalam beberapa hal cara-cara ini dapat mengganggu kepada pekerjaan pendidikan. Itu akan menimbulkan hutang yang dapat mengecilkan hati; itu akan menimbulkan kecenderungan-kecenderungan kecurigaan tentang perhitungan yang salah, keinginan berhemat dan kesalahan perencanaan; itu akan membuat para guru berkecil hati; dan menuntun orang banyak untuk menuntut biaya uang sekolah yang lebih rendah pada sekolah-sekolah yang lain. Apapun tujuan untuk membuat uang sekolah itu kurang daripada tarif yang sudah ditetapkan, kenyataannya bahwa sebuah sekolah yang sangat terbelakang cukup menjadi alasan untuk mempertimbangkan kembali segala rencana dan penataannya agar pada masa yang akan datang sekolah itu dapat memperlihatkan perbedaan. Jumlah biaya untuk uang sekolah, makanan, tempat tinggal, harus cukup membayar gaji staf pengajar, untuk menyediakan meja dengan makanan yang bergizi dan sehat, untuk melengkapi ruangan-ruangan, untuk merawat bangunan-bangunan, dan untuk mencukupi segala pengeluaran-pengeluaran rutinnya yang penting. Ini adalah satu hal penting, yang tidak memerlukan perhitungan yang tidak sedikit, tetapi memerlukan penyelidikan yang saksama. Nasehat dari Tuhan diperlukan. Sekolah itu harus mempunyai uang masuk yang cukup bukan hanya untuk membayar pengeluaran-pengeluaran rutin yang penting, tetapi dapat melengkapi para siswa, dengan hal-hal yang berguna untuk pekerjaan mereka selama sekolah.

“Utang jangan dibiarkan bertumpuk-tumpuk dari waktu ke waktu. Jenis pengetahuan yang terbaik yang dapat diberikan, adalah untuk menghindari hutang, sebagaimana anda menghindari penyakit.” — “Testimonies for the

Oleh sebab itu, jika para orangtua, para wali, dan semua para penganut Kebenaran Sekarang, tidak bertekad agar mereka mau menyambut panggilan Tuhan dengan membuat satu janji pengorbanan, dan dengan demikian mereka sendiri secara jujur mau memikul beban, bukan hanya untuk mengurangi hutang sekolah yang ada sekarang, tetapi juga untuk mempertahankan lembaga itu pada masa yang akan datang, maka pihak pengelola tidak ada pilihan lain selain mengikuti perintah yang dimuat dalam kutipan “Roh Nubuat” di atas, yang berarti bahwa sejumlah siswa yang sekarang sudah menikmati kemajuan-kemajuan dan keuntungan-keuntungan yang tidak dapat diperoleh di sekolah lain selain di Gunung Karmel, harus meninggalkannya karena tidak sanggup untuk menutupi segala pengeluaran yang terus bertambah.

Saudara-Saudara, kita semua harus melakukan apa yang dapat kita lakukan untuk melanjutkan sekolah itu. Oleh sebab itu, dalam takut akan Tuhan, bacalah Hakim-Hakim 5 : 23, bersama dengan “Testimonies for the Church”, Jilid 5, hal. 284, paragraf dua, dan patuhilah itu.

Demi pembangunan yang benar, maka kepada semua penganut Kebenaran Sekarang yang bersungguh-sungguh, kenyataan-kenyataan ini akan bertindak sebagai perangsang, mendorong setiap orang untuk memeriksa sampai ke lubuk hati yang dalam, dan mengadakan pengorbanan diri. Oleh karena sekolah itu adalah milik anda, dan tidak seorang pun kecuali anda yang wajib menyokongnya, maka anda perlu turut mengatasi bebannya jika anda mau supaya lembaga itu memikul tanggung jawabnya yang besar serta menyelesaikan pekerjaan yang ditentukan oleh Ilahi untuk mengumpulkan dan mendidik anakanak anda. Anda tentunya tidak ingin gagal dalam hal ini lalu membiarkan musuh Allah dan musuh manusia mencapai kemenangan. Gunung Karmel yakin, bahwa anda tidak akan membiarkan hal ini terjadi, karena mereka yang 144.000 itu akan “membuat satu janji dengan Dia melalui pengorbanan”.

Selain itu, oleh karena “semua yang ditawarkan-Nya adalah mungkin dilakukan”, maka tidak ada anak-anak Israel yang benar akan gagal “untuk menjadi penolong bagi Tuhan” dalam 721 kemelut yang berkaitan dengan tugas pendidikan sekarang ini. Dan pengorbanan ini juga tidak akan membuatmu menjadi kekurangan, tetapi sebaliknya akan membawa berkat kepadamu. Karena dalam hal ini, Tuhan berkata : “Kesejahteraan rohani dari setiap anggota sidang tergantung atas … kesetiaan yang sungguh 4kepada Allah”. “Ujian-ujian yang tak disangkasangka dan bahwa ujian-ujian akan terjadi untuk melihat siapa yang layak menerima meterai Allah yang hidup”.

“Pada waktu rasul Paulus mengutus Titus pergi ke Korintus untuk menguatkan iman orangorang percaya disana, ia memerintahkan kepadanya … dalam pemberian kemurahan … dengan tidak mementingkan diri sendiri membawa sidang yang mula-mula itu ke dalam suatu sukacita; … perbuatan mereka yang baik memberi kesaksian bahwa mereka tidak menerima karunia Allah (pekabaran) dengan siasia. Apa yang telah membuat kemurahan hati yang sedemikian ini selain daripada penyucian dari Roh?

“Kesejahteraan Rohani terikat erat dengan kemurahan hati orang Kristen. Para pengikut Kristus harus bersukacita dalam kesempatan istimewa untuk memperlihatkan hidup mereka sikap kemurahan hati Penebus mereka. Sebagaimana yang mereka berikan kepada Tuhan, maka harta mereka akan berjalan mendahului mereka menuju istana-istana semawi … Penabur akan melipat gandakan benih dengan melemparkannya ke tanah … Dengan memberi maka mereka melipatgandakan berkat-berkat mereka.” — “Testimonies for the Church”, Jilid 5, hal. 382; “Acts of the Apostles”, hal. 344, 345.

Saudara, Saudari, maukah engkau memperoleh berkat-berkat ini, dan maukah engkau memiliki sekolah Allah untuk berjalan terus dan menjadi makmur, serta untuk memenuhi panggilan dan tujuannya yang suci sebagai “satu tempat yang suci untuk mendidik kaum muda sekarang ini?” Jika kamu mau, maka kamu harus memenuhi semua syarat yang Allah buat dengan kesederhanaan yang indah, dan bahkan anak-anak kecil di Gunung Karmel dapat dengan sukacita mematuhinya; supaya setiap penganut Kebenaran Sekarang menyambut permintaan Allah sekarang supaya bekerja sama dengan sekolah sepenuhnya, dengan membawa ke dalam perbendaharaan bukan hanya perpuluhan dan persembahanpersembahan, tetapi juga membawa perpuluhan kedua dengan setia … Selanjutnya, jika kamu mematuhinya dengan gembira maka kamu sedang menyumbang milik Allah sendiri, dengan tidak mementingkan diri sendiri, yang bukan hanya meletakkan sekolah-Nya di atas dasar keuangan yang kuat, tetapi juga memberikan kepada kamu sukacita seperti yang dialami gereja yang mulamula.”!

PERTANYAAN DAN JAWABAN

Nasehat Kepada Orang Tua - Bagian IV Perhatian Terbesar dari Gunung Karmel

PERTANYAAN : NO. 198 :

“Bukankah Kristus mengatakan : “Biarkanlah anak-anak itu, dan jangan menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku : sebab orang-orang itulah yang empunya surga. (Matius 19 : 14). Lalu mengapa mereka harus didisiplin dan dihukum?

JAWAB :

Ayat-ayat firman di atas, walaupun dinyatakan dengan gambaran secara alamiah dan prasyarat roh untuk membentuk suatu tabiat bagi kerajaan itu, namun adalah merupakan perlindungan yang lazim bagi orang tua yang perasa dan suka menuruti kemauan anak-anak, para wali, dan guru-guru yang menentang persoalan tanggung jawab mereka untuk setiap perbedaan pendapat dari hal disiplin yang mereka pegang. Terlalu sabar, terlalu lemah, sembrono, atau lalai terhadap diri mereka sendiri, mereka bagaimanapun juga harus (betapapun dilarang) menjamin bagi anak didik mereka sikap yang sama yang tenang, 722 kegemaran, selalu mengalah, bahkan menarik firman Tuhan sebagai jaminan, dari pendapatpendapat mereka bahwa secara alamiah caracaranya tak mungkin dapat berubah lagi dan kecenderungan-kecenderungan orang muda seharusnya jangan menjadi perhatian yang besar dan disiplin, tetapi harus menanggung penderitaan dan dibiarkan mereka “menguasainya”!

“Saya telah mendengar orang-orang berdebat karena anak-anak mereka terlalu muda untuk diperbaiki. Mereka mengatakan, Apabila anakanak itu telah dewasa, mereka akan menjadi malu … dan akan dapat menguasai diri”. — The Sign of the Times, 16 Maret 1891.

Pendapat yang keliru ini telah menghibur banyak orang, karena pengekangan terhadap anak-anak mereka, ini adalah kehancuran bagi beribu-ribu bahkan ribuan orang. Setan benarbenar akan menguasai anak-anak jika kamu tidak berjaga-jaga.” — “Testimonies”, Jilid 5, hal. 541.

“Kekurang patuhan, serta cinta dan simpati yang salah, — adalah gagasan yang salah bahwa memanjakan dan tidak mengendalikan adalah bijaksana, merupakan satu sistem pendidikan yang mendukakan malaikat-malaikat; tetapi sebaliknya menggembirakan kepada Setan, karena hal itu membawa beratus-ratus dan beribu-ribu anakanak masuk ke dalam barisannya. Inilah sebabnya mengapa ia membutakan mata para orang tua, mengebaskan perasaan mereka, dan mengacaukan pikiran mereka.”. — Idem, halaman 324.

Untuk memperkuat diri mereka dengan berbagai alat yang mungkin dalam pandangan mereka yang pintar dalam hal keduniawian, maka dengan rajin mereka terus kukuh dan berpegang teguh kepadanya dengan menambah kerugian kepada mereka sendiri dan kepada anak-anak mereka, tidak dapat dihindari kehancuran keduanya. Tetapi kata-kata Kristus yang mereka gunakan sebagai jubah putih untuk mengganti pendapat-pendapat mereka yang keliru, gantinya mengijinkan anak-anak mereka “benar-benar bertumbuh secara alamiah”, tanpa dihalangi dan ditahan, berlawanan dengan pertimbangan besar untuk disiplin yang sempurna, yang mana, pada hakekatnya, tetapi keselamatan — karunia yang tertinggi, mutiara yang sangat berharga, yang Ia berikan kepada semua orang yang datang kepada- Nya.

“Dengan lemah lembut Ia mengundang, “Marilah kepada-Ku, pikullah kuk yang Ku pasang (disiplin), dan belajarlah kepada-Ku … karena kuk yang Ku pasang itu ringan dan beban-Ku pun

“Hai anakku, janganlah engkau menolak didikan Tuhan; dan janganlah engkau bosan akan peringatan-Nya; karena Tuhan memberi ajaran kepada yang dikasihi-Nya, seperti seorang ayah kepada anak yang dikasihinya.” Amsal 3 : 11, 12.

“Barangsiapa-Ku kasihi (selamat) ia Ku tegur dan Ku hajar (disiplin). Wahyu 3 : 19.

Oleh sebab itu, sebagaimana orang yang “menjual semua hartanya dan membeli ladang itu”,

5 demikianlah ia sungguh-sungguh bertobat dan mendengarkan teguran, yaitu kuk yang dipikulkan oleh Kristen, — demikianlah kerajaan Surga itu.

“Demikianlah bunyi firman. “Biarkanlah anakanak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku; sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya kerajaan surga” (Matius 19 : 14), daripada meremehkan ajaran tentang tingkah laku, mengajarkan hal yang bertentangan dengan disiplin dan kesempurnaan, biakanlah disiplin surga menawan setiap pemikiran untuk mematuhi Kristus, dan dengan demikian memiliki pikiran-Nya, dan akan menjadi seperti Allah” (Zakharia 12 : 8) — sempurna.

Jelaslah, bahwa, sesungguhnya untuk meghalangi dan tidak melarang anak-anak datang kepada Kristus, adalah untuk mendisiplin mereka dengan perintah dan kepatuhan sebagai syaratsyarat dari Allah”, — “hingga kita semua bersatu dalam kesatuan iman, dan pengetahuan akan anak 723 Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus”. Efesus 4 : 13.

“Para orang tua tidak dapat berhasil baik dalam mengatur anak-anak mereka sampai mereka telah berhasil mengontrol diri mereka sendiri. Pertama sekali mereka harus mengontrol dirinya sendiri, kemudian mereka dapat lebih berhasil untuk mengontrol anak-anak mereka.” — “Testimonies for the Church”, Jilid 1, hal. 398, 399.

Para orang tua dan anak-anak keduanya bersama-sama setia berjalan dalam terang dan yang bekerja dengan rajin dalam barisan Kristus, — bertukar pikiran dan teori-teori, kebiasaan dan perbuatan-perbuatan untuk melatih seperti yang tertulis, mendisiplin diri mereka dalam penyangkalan diri, penguasaan diri, dan pengorbanan diri, -- dengan seluruh kerja keras, maka pekabaran itu akan segera dapat menjangkau sidang, Seruan Keras diberitakan, kerajaan diperdirikan, dan zaman yang tidak berkesudahan dari sukacita dan kedamaian akan berlangsung.

“Dengan satu pasukan para pengerja”, demikian kata Roh Nubuat, “seperti orang-orang muda kita yang benar-benar terdidik, dan yang dapat dipersiapkan, maka betapa cepatnya pekabaran yang tersalib itu bangkit, dan pekabaran kedatangan Juruselamat yang segera itu dapat disampaikan ke seluruh dunia! Betapa segeranya, gantinya kita miliki sekarang, kesudahan itu tiba, — yaitu kesudahan dari penderitaan dan kesusahan serta dosa! Betapa segeranya kutuk dosa dan kesakitan, anak-anak dapat menerima warisan mereka dimana orang-orang benar akan mewarisi negeri itu dan tinggal disana selamalamanya; dimana penduduknya tidak akan berkata, ‘Aku sakit’, dan bunyi ratapan pun tidak akan terdengar lagi”. — “Education”, hal. 271.

Dengan satu pemandangan yang menggetarkan hati dan kemuliaan yang tidak terlukiskan di hadapan mereka, apakah orang-orang tua dan anak-anak akan terus hanyut bersama arus pasang surut? Akankah mereka terus berkompromi dengan dunia dan berbantah-bantah dengan Allah atas yang benar dan salah serta kewajiban? Maukah mereka sekarang, dalam kesempatan hidup yang sesaat ini, memisahkan diri dengan keluarga-keluarga, sahabat-sahabat, dan persekutuan-persekutuan yang mencintai dunia, lalu membuat perubahan yang nyata dengan jalan dan cara berpikir mereka yang lama? Maukah mereka, khususnya, memanjakan serta menjatuhkan anak-anak mereka dengan pemanjaan, dengan memperturutkan kemauan mereka; dan dengan terlalu berperasaan memberi pujian yang berlebih-lebihan, serta dengan menyombongkan kemuliaan dunia dalam kehormatan dan pakaian modern; dengan mementingkan diri, iri hati, mencari hormat, dengan menipu, mencari nama, mengancam dengan senjata, dan membeli penurutan, dan kemudian yang paling kejam daripada semuanya, mereka menentang orang-orang yang berani mengangkat suara terhadap kelalaian mereka yang disengaja? Maukah orang-orang tua berseru dengan sungguh-sungguh sesuai dengan tanggung jawab yang sangat besar sebagai orang tua kepada Allah supaya dilepaskan dari penipuan yang fatal itu?

“Anak-anak merasa bangga karena bebas melakukan apa yang dikehendaki. Mereka telah dibebaskan dari tanggung jawab rumah tangga dan memandang rendah terhadap pengekangan. Kehidupan yang berguna tampaknya adalah kehidupan yang membosankan bagi mereka. Pengawasan yang lemah di rumah telah membuat mereka tidak layak bagi setiap kedudukan, dan sebagai akibatnya, mereka memberontak terhadap disiplin yang dijalankan di sekolah. Keluhan-keluhan mereka telah diterima dan dipercayai oleh orang-orang tua mereka yang merasa simpati terhadap khayal-khayal mereka yang menyusahkan, dan telah mendorong anak mereka dalam perbuatan yang salah. Para orang tua ini memiliki banyak hal, untuk mempercayai hal-hal yang tidak benar yang disembunyikan oleh anak-anak mereka. Sedikit hal yang tidak benar dan yang disembunyikan oleh anak-anak akan 724 menghancurkan wibawa sekolah, dan mengacaukan pikiran orang-orang muda dalam sidang kita …

“Orang-orang tua yang suka memberi hati, yang membenarkan anak-anak mereka dalam perbuatan mereka yang salah, sedang menciptakan satu unsur yang membawa perselisihan ke dalam masyarakat, dan sedang menggulingkan baik wibawa sekolah maupun wibawa sidang …

“Keadaan orang-orang muda yang menakutkan pada zaman ini adalah merupakan satu tanda yang paling meyakinkan, bahwa kita sedang hidup pada akhir zaman, tetapi kehancuran banyak anak adalah karena mengikuti secara langsung jejak pimpinan yang salah dari para orang tua. Roh persungut-sungutan terhadap teguran telah dibesar-besarkan dan sedang mengeluarkan buah ketidak-taatan. Sementara para orang tua tidak berkenan melihat perkembangan tabiat anak-anak mereka, sebaliknya mereka gagal untuk mengetahui apa yang membuat mereka demikian”. — “Testimonies”, Jilid 4, hal. 199.

“Kutuk Allah benar-benar akan menimpa ke atas para orang tua yang tidak setia, bukan hanya karena duri yang sedang mereka tanam dan yang akan melukai anak-anak mereka di dunia ini, tetapi mereka juga akan menerima akibat dari ketidaksetiaan mereka pada waktu pengadilan itu bersidang. Banyak anak-anak akan bangkit dalam penghakiman dan mempersalahkan orang tua, karena mereka tidak menuntun anak-anak mereka lalu anak-anak itu menimpakan kehancuran mereka kepada orang tua mereka. Simpati yang 6 keliru dan cinta yang buta dari para orang tua menyebabkan mereka untuk memaafkan kesalahan anak-anak mereka dan melewatkannya tanpa diperbaiki dan darah jiwa mereka akan menimpa ke atas orang-orang tua yang tidak setia ini”. — Idem, Jilid 1, hal. 219.

Aduh, kenapa kesombongan para orang tua, sikap mereka yang terlalu berperasaan, kasih yang keterlaluan, dan kebaikan yang berlebih-lebihan, serta cara-cara mereka yang salah akan terus mengkapirkan dan mencabut perlindungan dari anak-anak mereka, dengan kaki-kaki mereka terikat pada jalan kebinasaan -- pendidikan rumah yang salah?

Melihat kepada perintah dan persyaratanpersyaratan Ilahi ini, maka diberitahukan kepada semua orang bahwa mulai sekarang dan seterusnya Sekolah Gunung Karmel tidak akan menerima siapapun lagi, kecuali orang-orang yang dapat memberikan bukti yang meyakinkan bahwa mereka telah belajar di rumah untuk memikul beban Kristus — belajar untuk menjadi penurut, belajar untuk selalu mengatakan hal-hal yang benar, jujur, dapat mengendalikan diri, menyangkal diri, menghormati hak-hak orang lain, belajar menghormati orang tua, menghormati orangorang lain, dan di atas itu semua, belajar untuk menghormati Allah, menghormati firman-Nya, siapa yang dengan baik telah dan menghormati rumah-Nya; meletakkan dasar tabiat yang baik.

“Tidak ada keluarga yang diijinkan untuk membawa anak ke … (Gunung Karmel) yang tidak dibawah pengawasan orang tua. Jika orang-orang tua mereka telah tidak menghormati firman Allah untuk mengawasi dan mendidik anak-anak mereka, maka … di (Gunung Karmel) tidak ada tempat bagi mereka. Mereka hanyalah akan merupakan alat-alat kehancuran orang muda di … tempat (ini), dan membawa perselisihan dimana kedamaian dan kesejahteraan akan memerintah. Biarlah orang-orang tua membenahi pekerjaan yang terbengkalai dalam mendidik dan mendisiplin anak-anak mereka sebelum mereka mengambil resiko untuk menentukan mereka dibawa ke … (Gunung Karmel)”. — “Testimonies for the Church”, Jilid 4, hal. 204.

Lebih lanjut, lembaga itu hanya akan menerima orang-orang yang sebelumnya telah mendepositokan uang di Bank Palestina, Pusat Gunung Karmel, sebanyak $ 20.00 selama dua bulan untuk biaya pemeliharaan, dan untuk tambahan jumlah ongkos perjalanan pulang ke rumah, setelah dua bulan membuktikan apakah 725 bijaksana bagi mereka untuk tinggal lebih lama.

Orang-orang tua, Allah tidak mau lagi diremehkan, maka barangsiapa yang ingin mendapatkan tempat di sekolah-Nya dari sekarang sampai seterusnya, pertama sekali mereka harus menunjukkan bahwa mereka adalah seperti kudakuda yang terlatih, gantinya seperti zebra-zebra liar, dan bahwa mereka harus seperti pembangunpembangun gantinya seperti para perusak.

KESAKSIAN-KESAKSIAN LAWAN
DUGAAN-DUGAAN YANG KEJAM

PERTANYAAN NO. 199 :

Kami telah mendengar cerita-cerita buruk tentang sekolah Gunung Karmel yang mengatakan, - bahwa guru-guru telah berlaku kejam terhadap siswa-siswa, dan bahwa muridmurid mau tinggal di sana hanya karena terpaksa. Kami ingin mengetahui kebenaran dari perkara itu langsung dari saudara. Tolong tenangkan pikiran kami dengan segera.

JAWAB :

Melihat kepada ulangan-ulangan yang tidak dapat dielakkan dari sejarah masa lalu, maka tuduhan semacam itu adalah hal yang biasa. Setan melawan pekerjaan Allah pada segala jurusan.

Karena diketahui bahwa akhirnya melalui alatalat perantara sekolah nabi-nabi yang sekarang, yang sepenuhnya dipulihkan oleh nabi Elia “sebelum hari Tuhan yang besar dan mengerikan” itu, Allah akan mendidik dan menebus umat-Nya (Pendidikan, halaman 30), dan dengan demikian mengakhiri kuasa kegelapan dan kuasa maut yang sudah lama itu, maka Setan telah datang dengan amarah besar dan untuk mengecilkan hati dan mematahkan harapan, menggunakan segala kekuatannya untuk menghancurkan sekolah itu dan semua yang berkaitan dengannya, sehingga buah-buah pertama dari sidang, yaitu mereka yang 144.000 itu, tak dapat diselamatkan dari perbudakan dan perhambaan yang sudah lama itu kepada putra mahkota dunia ini.

Sedikit heran, bahwa dari sejak mulanya sekolah Gunung Karmel, sebagai sekolah pekabaran Elia, sekolah nabi-nabi yang sekarang, - telah menjadi sasaran khusus anak panah berapi Setan.

Semuanya telah menjadi biji gandum terhadap penggilingan para penentang ini. menuliskan apa saja yang mereka dapat ubah untuk menentang lembaga itu, mereka pergi ke sana sini dengan sinar permata mereka yang palsu, serta membunyikan semuanya dimana mungkin. Pada satu sisi sebahagian mereka menunjukkan kebencian tanpa kenal ampun untuk menimbun tanah kesempurnaan yang tak dapat dicapai, sehingga menjadi bukit-bukit kesalahan yang besar dan, sedangkan pada sisi lain, mereka mengurangi gunung-gunung kemajuan menjadi onggokan tanah kebajikan untuk mempertahankan pendapat-pendapat mereka yang bersifat menentang terhadap apa yang mestinya dilakukan sekolah itu.

Demikianlah saudara-saudara yang mengeluarkan pernyataan yang berlebih-lebihan itu, pemutar balikan kebenaran, dan fitnahan, tidak ada yang lebih mengerikan yang dapat ditemukan oleh agen yang rajin dan cocok untuk meneruskan pekerjaan penghancuran Setan terhadap lembaga itu.

Tanpa memberitahukan kepada para pembaca khusus semua cerita dan laporan kejam yang dilakukan hanya menurut dugaan orang, dan tanpa berusaha untuk menyangkal atau membantah semua tuduhan terhadap lembaga itu, dengan maksud menjernihkannya, yang terbukti dengan sia-sia gagal mengubah pikiran orang yang masih mempercayai pernyataan itu, maka kami mempersilahkan para Symbolic Code mempertimbangkannya sendiri, dari surat sebahagian orang yang memohon untuk diijinkan kembali ke sekolah, yaitu kebenaran dari masalah itu.

726

Seorang nona muda dari California, yang kembali menulis sebagai berikut :

“Surat ini memberi kepastian kepada anda bahwa iman saya dalam kebenaran sekarang teguh, dan dengan sepenuh hati saya percaya akan Gunung Karmel.

“Pada waktu ini saya menulis sambil memikirkan bahwa sekarang tahun baru sudah tiba, yang memungkinkan keadaan bahwa semua permintaan untuk diijinkan ke Gunung Karmel dapat dipertimbangkan. Satu kesempatan yang 7 pertama yang terdapat segera datang bagi saya!

“Dalam pada itu, saya akan ‘menunggu pada Tuhan’ dan akan terus berdoa sehingga kehendak Tuhan dapat terlaksana”.

Dan seorang nona muda yang lain, juga dari California, memohon dengan kerinduan yang sangat untuk kembali ke Gunung Karmel :

“Tolonglah kasihani saya! Saya tidak tahu berapa lama saya telah berdiri jauh, tetapi percayalah kepada saya bahwa tidak ada seorang pun yang menginginkan satu tempat dan kesempatan bekerja di Gunung Karmel lebih daripada saya. Haruskah saya tinggal jauh lebih lama? Saya akan menyerahkan seluruh tenagaku, seluruh pikiran, dan seluruh hatiku kepada pekerjaan Tuhan. Mengapa saya harus bekerja lebih lama untuk musuh, yaitu musuh yang menghancurkan pikiran dan jiwa manusia ‘yang adalah mahkota dari tindakan penciptaan.’?

“Betapa hatiku bersukacita jika anda memberi jawaban, datanglah menyambut pertolongan Tuhan yang memanggilmu”.

Dari seseorang yang tinggal di Texas kami menerima surat permohonan sebagai berikut :

“Saya mengalami nasib malang karena saya telah meninggalkan Gunung Karmel sejak tanggal 14 September yang lalu. Ternyata seluruh perhatian saya, harapan saya, dan hidup saya, berpusat disana. Saya ingin agar saya diijinkan kembali kesana. Apapun kesalahan yang telah saya lakukan, saya berdoa agar saya diampuni, sehingga saya dapat melanjutkan pekerjaanku disana. Dan apapun pekerjaan yang akan diberikan kepada saya, semuanya akan saya laksanakan dengan setia, dan akan menjunjungnya sebagai kewajiban mulia yang diberikan oleh Bapa Semawi.

“Saya tidak mempunyai uang, juga tidak mempunyai barang yang berharga untuk dipersembahkan, tetapi aku memiliki hidup yang dapat saya persembahkan dengan sukacita. Semoga saya dapat mendengar jawaban dari anda.

Seorang ibu muda dan ketiga orang anaknya yang tinggal di Georgia meminta untuk kembali ke Gunung Karmel, serta menulis surat sebagai berikut :

“Jika anda mau membiarkan saya kembali ke Gunung Karmel, saya tidak akan berbuat kesalahan ini lagi. Saya akan memikirkan Allah dan bukan Setan. Saya telah tahu dimana kesalahanku. Saya ingin selamat dan tidak ingin hilang. Maafkanlah saya, dan ijinkanlah saya untuk kembali”.

“Sekarang saya sudah tahu apa kesalahanku. Saya cinta ke Gunung Karmel dan ingin kembali kesana, sehingga saya dapat memperoleh pendidikan di dalam sekolah Allah. Saya ingin tinggal disana. Saya mencintai sekolah Gunung Karmel, dan saya ingin kembali dan berusaha mendapatkannya. Tolong, tolong, tolong, tolong, tolong, tolong, tolong, ijinkanlah saya kembali”.

“Saya ingin kembali ke Gunung Karmel. Tolong ijinkan saya, sehingga saya dapat mempelajari pekabaran itu dan pergi mengajar orang-orang lain. Jika anda mengijinkan saya datang, maka saya akan melaksanakan semua kewajibanku”.

“Kami semua menyukai rumah kami yang baru, tetapi bagiku sendiri merasa kurang berbahagia 727 mengingat keadaan anak-anak yang berada di luar sekolah. Wah, saya telah berbuat kesalahan karena memanggil mereka pulang ke rumah!

Ah, saya telah melakukan kesalahan karena saya memanggil mereka pulang! Dan betapa saya rindu jikalau mereka dapat kembali ke sekolah. Setiap hari saya berdoa agar pada masa yang akan datang, saya dapat memperoleh apa yang telah hilang”

“Sebagaimana yang telah saya jelaskan sebelumnya … tampaknya tidak adil untuk mencabut dalam waktu yang tak terbatas keuntungan-keuntungan yang dapat mereka peroleh di Gunung Karmel. Saya rasa tidak ada pengorbanan yang terlalu besar dipihak saya untuk menyuruh B dan L kembali ke sekolah secepat mungkin”.

“Saya baru menyadari apa yang telah saya lakukan, dan telah menyadari bahwa kami sudah hampir hilang. Jika saya tetap jauh dari Gunung Karmel, maka L tidak akan pernah lagi kembali. Dan jika saya tetap tidak memikirkan keadaan si B, maka saya akan dapat memperoleh cukup kekuatan untuk menghadapi pencobaan. Tetapi hal itu sudah terlambat. Sekarang L merasa kurang puas dan ingin kembali jika anda mau membawanya. Sekarang hal ini saya mulai, dengan maksud agar anak-anak saya dapat menjadi milik Allah dan milik Gunung Karmel, dan agar supaya mereka tidak mempunyai rumah selain di sana. Saya ingin mendengar segera jawaban anda, sehingga saya dapat mengantar mereka secepat mungkin”.

Surat-surat di atas kami ambil dari arsip kami tanpa pengecualian, yaitu dari orang-orang yang pernah tinggal disini dan yang telah meninggalkan Gunung Karmel. Jika kritik-kritik dan tuduhantuduhan kejam yang ditujukan ke Gunung Karmel adalah benar, lalu mengapa orang-orang yang telah meninggalkan Gunung Karmel itu ingin kembali kesana? Pertimbangkanlah sendiri.

TANDA DARI BINATANG, KAPAN
DAN APAKAH ITU?

PERTANYAAN NO. 202 :

“Apakah tanda binatang itu undang-undang Hari Minggu? Apakah undang-undang hari Minggu itu akan dipaksakan sebelum atau sesudah kegenapan Yeheskiel 9? Dan kapankan emas itu akan … dipisahkan dari sanga?” (“Testimonies”,

JAWAB :

Pemberitaan-pemberitaan yang mula-mula dari Kebenaran Sekarang telah menjelaskan, bahwa “angin yang ditahan oleh keempat malaikat” Wahyu 7 : 1, menggambarkan penahanan malaikat-malaikat terhadap “amarah bangsabangsa”, — patung binatang, — juga bahwa malaikat-malaikat tidak akan membiarkan “anginangin” itu bertiup adalah patung binatang sebelum mereka yang 144.000 itu termeterai. (“Early Writ-

Demikianlah orang-orang pada waktu pemeteraian yang tidak menerima tanda Allah menurut khayal Yeheskiel pada waktu pemeteraian mereka yang 144.000 itu akan diuji, bukan oleh patung binatang itu, melainkan oleh sikap mereka terhadap kekejian-kekejian dalam sidang, dan mereka yang tidak “berkeluh kesah dan menangis” terhadap segala kekejian yang terdapat disana, akan dipisahkan oleh senjata malaikat-malaikat pembantai (Yeheskiel 9 : 6), bukan diuji dan dipisahkan oleh pemaksaan untuk menerima tanda dari binatang itu (Wahyu 13 : 11

Kemudian pengaruh kebenaran itu akan “menyaksikan” kepada dunia kesucian dan kemuliaan tabiat. (“Testimonies to Ministers”, hal. 18). Lalu sidang akan tampak indah seperti bulan, cerah seperti matahari, dan hebat seperti bala tentara dengan panji-panjinya”, dan pergi ke seluruh dunia, untuk kemenangan dan memenangkan”.“Prophets and Kings”, hal. 725.

8

728

Sebagai akibatnya, “emas … dipisahkan dari sanga dalam sidang” (“Testimonies”, Jilid 5, hal. 81), dengan pemaksaan patung binatang itu, dan itu tidak mungkin buah-buah pertama, yaitu mereka yang 144.000 (“Testimonies to Ministers”, hal. 445), melainkan adalah buah-buah kedua, — rombongan besar dan Wahyu 7 : 9, — kepada siapa, sesudah pemeteraian mereka yang 144.000 itu, akan datang ujian untuk melihat siapa yang menuruti hukum-hukum Allah dan siapa yang menuruti perintah-perintah manusia.

Tanda binatang itu adalah merupakan penghormatan kepada binatang, dalam mematuhi perintah-perintahnya, sama seperti tanda Allah (Yeheskiel 9 : 4, 6) adalah merupakan tanda penghormatan kepada Allah, dalam mematuhi perintah-perintah-Nya.

BAGAIMANA TENTANG HARI NATAL?

PERTANYAAN NO. 203 :

“Bukankah “Nasehat bagi Sidang” menyetujui penyelenggaraan Hari Natal?

JAWAB :

Oleh karena Kesaksian mengenai Hari Natal adalah satu kebiasaan orang kapir, dan yang disampaikan kepada orang banyak dalam satu cara penyamaran Kristen yang menarik, maka perhatian kita yang terutama bukan semata-mata mengenai, apakah Kesaksian itu menyetujui penyelenggaraan Hari Natal, tetapi adalah mengenai apakah itu kebiasaan orang Kristen atau kebiasaan orang kapir, atau apakah kita menyelenggarakannya untuk menghormati Kristus dan membawa keuntungan kepada para pengikut-Nya, dan berkenan kepada Allah. Maka biarlah Allah sendiri yang menjawab pertanyaan itu :

“Dengarlah olehmu firman yang dikatakan Tuhan kepadamu, hai seisi rumah Israel : Demikianlah firman Tuhan, Janganlah kamu belajar pada jalan orang kapir, dan janganlah kamu khawatir akan tanda-tanda di langit ; karena orang-orang kapir menghawatirkannya. Karena kebiasaan-kebiasaan orang banyak itu adalah siasia : orang menebang kayu dan membawanya dari hutan, yaitu pekerjaan tangan para tukang dengan kapak : Lalu mereka menghiasinya dengan perak dan emas; mereka memperkuatnya dengan paku dan palu supaya kayu itu tidak bergoyang. Mereka menegakkannya seperti pohon kurma, tetapi kayu itu tidak dapat berbicara; mereka perlu memikulnya sebab dia tidak dapat berjalan. Janganlah kamu takuti dia; sebab semuanya itu tidak dapat berbuat jahat dan juga tidak dapat berbuat yang baik. Yeremia 10 : 1 – 5.

Demikianlah Allah telah mengamarkan kepada sidang, mengenai kebiasaan-kebiasaan orang kapir.

Selain itu, kepada orang-orang Kristen yang tidak beriman dan yang gemar akan sukaria Hari Natal, Kristus tidak lebih daripada seorang manusia biasa, dan kelahiran-Nya tidak lebih daripada kelahiran orang lain yang menyelenggarakan sesuatu hari raya.

Selanjutnya, salah satu kejahatan terbesar dalam penyelenggaraan hari natal adalah dalam pertukaran-pertukaran hadiah — satu dosa yang dipelihara yang bukan hanya menimbulkan iri hati tetapi juga mengosongkan kantong atau menghancurkan hati. Akibatnya ialah, bahwa sementara ada rombongan orang banyak yang memamerkan kesombongan dan memancing mereka ke dalam pesta pora yang berlebih-lebihan dan ketidak sopanan, maka rombongan orang banyak yang lain yang bernasib malang terdorong ke dalam perasaan cemburu dan patah semangat, bahkan dapat membawa kepada tindakan bunuh diri.

Lebih jauh, oleh karena seluruh penyelenggaraan Hari Natal itu adalah satu jenis peribadatan orang kapir yang mengacau segala bangsa, maka biarlah hamba-hamba Tuhan menghindari kemegahannya dan rasa 729 kemanusiaannya yang palsu dengan tidak mengadakan pertukaran-pertukaran hadiah.

“Siapakah yang tidak takut kepadamu, Hai raja segala bangsa? Karena hanya engkaulah yang patut ditakuti. Mereka adalah orang-orang sombong dan wujud dari semua kesalahan; pada hari mereka dilawat, semua mereka akan binasa. Karena pendeta-pendeta telah berlaku kasar, dan tidak mencari Tuhan : oleh sebab itu mereka tidak akan makmur, dan semua kawanan domba mereka akan tercerai-berai”. Yeremia 10 : 7, 15, 21 (Baca The Shepherd’s Rod”, Jilid 1, hal. 146, 147.

AJARAN POKOK YANG MENJURUS KE PERBINCANGAN

Saudara J, yang kekasih :

Walaupun ada banyak alasan atas keterlambatan saya untuk membalas surat anda yang sudah lama, dan yang anda sebut “menjemukan”, namun alasan yang utama adalah karena saya tidak yakin bahwa jawaban-jawaban saya akan memuaskan bagi anda, karena surat anda mengungkapkan kenyataan kepada saya bahwa setiap hari anda terlibat dengan kecaman dan mencari-cari salah.

Sepengetahuan saya, pada mulanya satusatunya keraguan anda dalam ajaran-ajaran pekabaran itu adalah mengenai kerajaan yang anda dengar secara tidak langsung sudah disampaikan, walaupun itu sebenarnya belum diberitakan. Akan tetapi, surat anda yang terakhir kepada saya menyatakan bahwa sekarang anda sedang meragukan sesuatu dalam setiap pemberitaan itu. Tentu saja, sama sekali saya tidak heran akan hal ini, karena sejarah sidang masa lalu, juga sudah merupakan satu pengalaman bagi saya dalam pekabaran itu, dan telah mengajarkan kepada saya bahwa apabila seseorang mulai termakan keraguan atas sesuatu pokok iman, maka akhirnya orang tersebut bahkan akan meragukan pokokpokok iman yang sudah lama ia pertahankan sebagai kebenaran-kebenaran yang pasti, lalu kemudian meragukan semua kebenaran itu.

Maka dari itu, Saudara J, saya merasa puas karena bagaimanapun anda masih percaya bahwa “Tongkat Gembala” itu memuat satu pekabaran untuk sidang Masehi Advent Hari Ketujuh, namun ia itu tidak lama bertahan hingga saudara juga menolak kenyataannya, kecuali satu perubahan ditetapkan untuk dirimu. Namun demikian, saya akan mencoba untuk melaksanakan tanggung jawab saya kepada anda dengan berusaha untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan anda sesuai dengan kemampuan saya yang terbaik, dan menurut terang yang Tuhan telah berikan kepada saya. Karena jika saya tidak menjawab surat anda, maka tak diragukan anda akan mengira bahwa pertanyaan-pertanyaan anda tidak dapat saya jawab, dan sikap saya yang “menjemukan”

9 akan terus berlanjut, dan anda akan mengira demikian untuk menenteramkan hati nurani anda yang salah. Oleh sebab itu, saya akan mengambil pertanyaan-pertanyaan anda melalui paragrapparagrap dalam rentetan yang sama dan yang semuanya terlihat dalam surat saudara.

ANJURAN-ANJURAN TAFSIRAN
PRIBADI

Dalam paragraf lima dari surat saudara, saudara mengatakan : “Barangkali halangan yang paling besar dan untuk mempersatukan iman, adalah dalam jumlah besar tafsiran pribadi (perorangan) dan penerapan-penerapannya”.

Dalam pengamatan ini, saudara J, saya percaya bahwa anda telah menjelaskan hal yang benar dari permasalahan saudara. Tetapi setelah saya mengumpulkan pendapat-pendapat dari semua penganut Kebenaran Sekarang yang sehubungan dengan tafsiran-tafsiran dari sesuatu pokok Alkitab yang ditemukan dalam tulisan-tulisan “Tongkat Gembala” itu, maka saya memiliki pendapat hampir sebanyak pendapat yang dimiliki perorangan. Dan apa yang tampak masuk akal 730 kepada seseorang, mungkin sepenuhnya tidak masuk akal kepada orang lain. Sekalipun demikian, anda menganjurkan suatu cara untuk membawa persatuan! Lagi pula, setelah saya mengumpulkan keterangan dari orang-orang, dan kemudian menuliskannya ke dalam buku-buku dan traktattraktat, maka maukah anda menerima isinya sebagai yang diilhami dari Allah?

Kedudukan saudara atas beberapa nubuatan meyakinkan saya bahwa apa yang saudara katakan dalam kutipan dibawah ini adalah benar :

“Satu-satunya obat dalam hal ini (perbedaan pendapat) adalah, agar sebagai pribadi-pribadi kita mengolesi mata kita dengan karunia ‘salep mata’ dan dengan ketajaman pandangan mata rohani. ‘Mereka yang gagal melaksanakan ini, segera atau lambat akan terpisah dari pekabaran itu’”.

Tetapi aneh, karena anda tidak pernah menaruh penghargaan atas masalah ini! saudara mengakui bahwa tafsiran dari Yesaya pasal 7, sebagaimana yang terdapat dalam Traktat No. 6, adalah benar : bahwa “keju dan madu” itu adalah lambang dari Firman Allah; “kedua ekor domba” itu adalah lambang Firman Allah dari Alkitab; dan “lembu muda” itu adalah dari “Roh Nubuat”. Tetapi saudara telah gagal untuk mengetahuii bahwa “orang itu”, bukan “orang-orang itu”, memberikan semuanya. Hal itu jelas, bahwa setiap orang hanya dapat memperoleh “keju” dan “madu” itu melalui satu orang, apakah itu datang dari Alkitab, atau apakah itu datang dari “Roh Nubuat”.

Tambahan pula, lambang nubuatan dari Zakharia pasal 4, yang digambarkan dalam “Tongkat Gembala, Jilid 2, hal. 270, begitu jelas, bahkan hanya dengan sedikit bantuan anak-anak dibawah usia sekolah pun dapat mengakui bahwa kakidian itu adalah menggambarkan keanggotaan sidang; ketujuh corot itu adalah pendeta-pendeta; mangkok keemasan adalah tulisan-tulisan yang diilhami; dan kedua pipa itu adalah saluran manusia yang diilhami dengan mana semua nubuatan itu diungkapkan. Tetapi anda sudah gagal untuk mengetahui, bahwa dalam lambang yang unik dan indah ini, Allah dengan tepat sekali sedang mengajarkan anda, bahwa “Testimonies to Ministers”, hal. 475, sedang mengamarkan kepada anda; yaitu, bahwa apabila nabi Elia itu muncul, janganlah anda mengatakan kepadanya tentang bagaimana menafsirkan Alkitab itu, atau bagaimana mengajarkan pekabarannya itu. Namun, sementara saudara mencela dan menentang berbagai nubuatan, saudara gagal mengakui nabi-nabi Allah sebagai orang yang memegang wewenang, dan pada waktu yang sama dan secara bertentangan, anda menuduh saya sebagai orang yang tidak percaya kepada “Roh Nubuat”.

Oleh karena anda mengira bahwa Allah sedang memimpin saudara menurut pengertian saudara sendiri untuk menafsirkan Alkitab dan Roh Nubuat itu, dan oleh karena saudara sedang mengatakan, sebagaimana yang dikatakan oleh Korah, Dathan, dan Abiram : “Bukankah Allah juga berbicara melalui kami”? Ternyata, dalam kata-kata itu sebenarnya anda sedang mengatakan, “Kami adalah anak-anak Allah, dan yang dipimpin oleh Roh Allah sama seperti orang yang memberi makanan bergizi pada lembu dan kedua domba itu”.

Jika saudara tidak percaya terhadap perkataanku, saudara J, seharusnya saudara percaya akan pengalaman saudara sendiri, karena saudara benar-benar mengetahui bahwa sepanjang hidup anda, saudara belum pernah menciptakan sesuatu terang, baik itu dari Alkitab ataupun dari “Roh Nubuat”, namun saudara berpendapat bahwa saudara adalah “sama seperti orang yang memberi makanan bergizi pada lembu muda dan dari kedua ekor domba itu”.

Lagi pula, walaupun terang itu adalah terang “Tongkat Gembala”, dan bukan terang saudara sendiri yang menuntun anda kembali kepada “Roh Nubuat”, namun secara tidak langsung anda telah mengatakan bahwa anda tidak lagi memerlukan bantuan tulisan-tulisan yang diilhami itu, ketika anda mengatakan, “Maksud saya dalam menuliskan hal ini bukanlah untuk “Mencela’ dan 731 untuk menemukan kesalahan dalam “keju dan madu’ itu, atau untuk menemukan kesalahan orang secara pribadi, tetapi adalah supaya kita secara perorangan dapat mengambil bagian dari ‘keju dan madu’ ini lalu menolak yang jahat serta memilih yang baik hingga kita sampai ke dalam persatuan iman”.

Melalui pernyataan yang terakhir ini Saudara J, anda memberikan bukti yang nyata, yang tentu saja anda tidak merasakan kenyataan, bahwa dalam penafsiran Firman Allah, anda lebih menyukai cara yang bertentangan dengan cara- Nya. Dengan mengabaikan amaran yang tertulis dalam “Testimonies to Ministers”, hal. 475 dan ilustrasi daripada nabi, dan juga mengabaikan pengalaman anda sendiri, maka anda sendiri telah terlepas dari “Roh Nubuat”, ingin menyadap minyak langsung dari pohon-pohon zaitun itu, dan melaksanakan pemerahan sendiri! Cara penafsiran yang seperti saudara anjurkan, adalah cara penafsiran yang meruntuhkan dunia Kristen ke dalam kebingungan.

TIDAK MENYETUJUI ORGANISASI
YANG SEKARANG

Dalam paragraf enam sampai sembilan dari surat anda, saudara sedang berusaha, walaupun hal itu barangkali saudara lakukan secara tidak sadar, untuk mempersalahkan “Tongkat Gembala” itu, dengan menunjuk kepada “Symbolic Code” terbitan bulan July, tahun 1934, juga terbitan bulan April, tahun 1935, dan juga Traktat No. 5, sehubungan dengan bentuk organisasi yang disajikan disana. Saudara sedang mencoba untuk membuat kami percaya, bahwa tafsiran Yesaya 7 : 25 yang terdapat dalam Symbolic Code Tahun 1934 bertentangan dengan tafsiran Symbolic Code 1937; artinya, saudara sedang membuat kami untuk percaya oleh karena pada mulanya “Tongkat” itu menafsirkan Yesaya 7 : 25 kepada 10 gunung rohani, dan dalam tulisan-tulisan yang kemudian menafsirkan ayat-ayat yang sama kepada Gunung Karmel. Akan tetapi, hal ini bukan demikian. Kepada orang yang tidak mengetahui apa isi dari rangkaian terbitan-terbitan Tongkat Gembala itu, dapat menerima argumentasi saudara, tetapi pernyataan itu tidak benar.

Saudara menyetujui organisasi yang dibentuk pada Tahun 1934, tetapi tidak menyetujui organisasi yang dibentuk pada tahun 1937, yang merupakan hasil pertumbuhan dari organisasi yang mula-mula, atau dengan perkataan lain, perbedaan di antara keduanya ialah karena tidak ada pengawai-pegawai yang ditunjuk dalam tahun 1934, tetapi ada dalam tahun 1937. Maksud berdirinya kedua organisasi itu ialah organisasi yang sama untuk menyampaikan pekabaran itu kepada orang-orang Laodikea, bukan untuk mendirikan satu organisasi tanpa melihat darimana anggota-anggotanya datang.

Sebutan “organisasi”, sebagaimana yang dipakai tulisan-tulisan Tongkat Gembala, mempunyai dua penggunaan yang berbeda — satu dalam bentuk organisasi seperti organisasi MAHK, yaitu organisasi yang menambah jumlah anggotanya tanpa memandang darimana asalnya; sedangkan yang lainnya adalah satu bentuk organisasi yang memusatkan segala sesuatunya hanya di dalam sidang. Kami membentuk organisai yang terakhir. Saya yakin anda mengetahui, bahwa apapun tidak ada yang dapat berhasil untuk dikerjakan oleh sesuatu umat tanpa mengorganisasikan diri mereka sendiri. Bahkan satu keluarga dapat diatur dengan baik hanya melalui cara organisasi. Saudara telah gagal melihat, bahwa pekerjaan kami tidak dapat dilaksanakan dengan baik tanpa memiliki organisasi sendiri.

Lagi pula, walaupun saudara tidak memiliki wewenang ilham untuk tafsiran-tafsiran saudara, namun melalui perkataan saudara, saudara menuntut, bahwa anda tidak ada melihat wewenang apapun dalam nubuatan mengenai Israel ini, baik dalam contoh maupun dalam contoh saingan, disebabkan pengorganisasian kembali sidang Masehi Advent Hari Ketujuh dan oleh karena pemindahan ‘rumah perbendaharaan’ sebelum penyucian sidang. Hal ini mungkin begitu, tetapi adakah nubuatan khusus itu satu-satunya 732 sumber terang pada pokok masalah itu? Kenyataan bahwa ada jalur-jalur nubuatan lain pada pokok masalah itu adalah merupakan bukti, bahwa setiap sudut pekabaran itu tidak dapat dijelaskan dalam satu simbol atau contoh nubuatan. Ketahuilah, bahwa Tuhan akan memberikan kepada kita lebih daripada satu simbol. Saya mempunyai wewenang yang diilhami untuk apa yang telah saya katakan, dan saudara tidak akan gagal untuk mengetahuinya, sebab Traktat “Christ Our Righteousness”, hal. 154, jelas menyatakan bahwa pembaharuan berarti adalah “pengorganisasian kembali”, dan saya sukar memahami saudara mengharapkan bahwa pembaharuan itu terjadi sesudah penyucian.

Pernyataan-Pernyataan Mengenai
Bantuan Keuangan
Terhadap Pekabaran Itu

Anda sedang berusaha untuk menunjukkan bahwa Traktat No. 4, bertentangan dengan Tongkat Gembala, Jilid 1, hal. 51, mengenai perpuluhan. Tetapi anda tidak mengenal perbedaan-perbedaan yang berlaku pada waktu dan kondisi yang berbeda. Jilid Satu adalah terbitan kami yang pertama. Oleh karena konfrenskonfrens belum mengetahui apapun mengenai pekabaran itu sebelum buku dibagi-bagikan, dan oleh karena Tuhan bermaksud supaya buku itu diterima, maka ia tidak mungkin mengambil perpuluhan itu beralih dari mereka sebelum mereka menolak pekabaran itu dan pada waktu yang sama mengharapkan mereka untuk menerima dan menyampaikan pekabaran itu sampai kepada penyelesaiannya. Sesudah mereka menolaknya, memecat beberapa orang dari antara kami, dan bahkan menolak menerima perpuluhan kami, maka hal itu telah menjadi kewajiban kami untuk menyampaikan pekabaran itu kepada anggota, dan menggunakan perpuluhan untuk tujuan itu. Harap dijelaskan, bagaimanakah pekabaran itu dapat diteruskan tanpa adanya bantuan keuangan? Jika anda mengetahui cara bahwa hal itu akan dapat dilaksanakan, dan jika anda berpikir bahwa perpuluhan itu akan bermanfaat bagi gereja setelah gereja menolak pekabaran itu, dan pada waktu yang sama ketika Allah sedang menarik pukat itu ke pantai, kami akan sangat senang membiarkan konfrenskonfrens memilikinya. Benar, Saudara J, pendirian anda yang tidak tetap menyatakan, bahwa barangkali saudara berbicara lebih bijaksana daripada kesadaran saudara, ketika saudara mengatakan dalam surat saudara, “satu-satunya obat untuk ini ialah, agar sebagai pribadi-pribadi kita mengolesi mata kita dengan karunia ‘salep mata’ dan dengan ketajaman penglihatan mata rohani”.

Dalam satu hal saudara mengakui bahwa rasulrasul itu menerima perpuluhan, tetapi saudara membenarkan pengambilan mereka itu dengan mengatakan, bahwa mereka “telah memulai satu pergerakan dan satu organisasi yang baru”, berpegang pada itu kami tidaklah demikian; sedangkan dalam hal lain, saudara menuduh kami karena memulai satu pergerakan dan satu organisasi yang baru, lalu pada waktu yang sama saudara mempersalahkan kami karena penggunaan perpuluhan! Pernyataan saudara meyakinkan saya bahwa sesuatu telah membingungkan pikiran saudara, sehingga menyebabkan saudara sudah lupa tentang apa yang saudara tidak ketahui mengenai pekabaran kami. Saudara pernah mengetahui dengan baik bahwa pekerjaan dan organisasi kami adalah sama seperti pekerjaan dan organisasi para rasul. Pertama sekali mereka juga sudah diperintahkan, agar mereka tidak pergi ke jalan-jalan orang Kapir, tetapi hanya mengajarkan pekabaran itu kepada sidang, dan kemudian setelah itu, barulah mereka pergi ke bangsa-bangsa Kapir. Demikianlah sekarang, kami diperintahkan untuk mengumpulkan buah-buah pertama dari sidang, dan setelah itu baru mengumpulkan buah-buah kedua dari segala bangsa.

Saudara bertanya kepada saya, apakah Elia, Yehezkiel, Yeremia, Yohanes Pembaptis, dan Daud menuntut perpuluhan, dan melalui pernyataan itu secara tidak langsung saudara telah mengatakan bahwa mereka tidak menerimanya. Dimanapun juga saya tidak ada menemukan 733 dimana ada tertulis, apakah mereka mengambil atau tidak mengambil perpuluhan. Tetapi saya yakin bahwa mereka mengambil perpuluhan jika pekabaran mereka memerlukan bantuan keuangan seperti yang kami lakukan.

Dalam perumpamaan mengenai pukat, disana dikatakan bahwa apabila pukat itu sudah penuh, mereka menariknya ke pantai lalu “mereka duduk”. Kita dapat memahami bahwa pukat itu adalah gambaran dari sidang injil, dan ikan itu adalah gambaran dari anggota sidang; dan waktu yang sekarang adalah waktu bagi malaikatmalaikat untuk memisahkan ikan yang jelek dari antara ikan yang baik; dan sepanjang yang menyangkut pekerjaan Allah, Ia telah “duduk” untuk menarik pukat itu ke pantai lalu memisahkan yang satu dari yang lain gantinya membentangkan pukat itu dan melemparkannya untuk menangkap ikan yang lebih banyak lagi. Oleh karena pukat yang sudah penuh itu tidak perlu dilemparkan lagi untuk menangkap ikan yang lebih banyak, maka tidak ada dasar kebenaran untuk meneruskan pemberian perpuluhan untuk maksud 11 melemparkan pukat itu. Tetapi oleh karena perlu ada pemisahan antara ikan yang baik dengan ikan yang jelek, maka kami harus menyediakan segala sesuatu untuk pemisahan itu, gantinya untuk menangkap ikan lagi. Inilah yang diajarkan oleh traktat “Penuaian” itu, dan yang saudara akui dalam surat saudara “tidak dapat dibantah”.

SEANDAINYA YEHEZKIEL
MENYAMPAIKAN PEKABARANNYA

Saudara memperdebatkan bahwa pernyataan Yehezkiel — “Dan aku menyampaikan kepada para buangan itu segala sesuatu yang diperlihatkan Tuhan kepadaku” (Yehezkiel 11 : 25) — bertentangan dengan pernyataan kami yang mengatakan, bahwa pekabaran khusus ini terdapat dalam nubuatan Yehezkiel pasal Sembilan, dan bahwa “Yehezkiel tidak pernah menyampaikan pekabaran itu kepada Israel”. Traktat No. 1, hal. 8. Saya tidak mengira Saudara J, bahwa saudara sama sekali berpikir secara harafiah mengenai kepergian Yehezkiel untuk mengatakan pengalamannya kepada orang-orang sebangsanya, yang berarti satu penyampaian satu pekabaran kepada semua Israel! Jika menurut pendirian saudara ia telah menyampaikan pekabarannya, dan kami telah menyampaikan pekabaran kami pada tahun 1929, maka kami tidak perlu lagi meneruskan pekabaran itu, karena pada waktu itu juga, kami telah mengatakan pengalaman kami kepada semua rekan-rekan kami.

Lagi pula, jika Yehezkiel telah menyampaikan pekabaran itu kepada Israel kuno, maka tentunya Tuhan telah menggenapi firman-Nya pada zaman Yehezkiel dengan membubuhkan tanda kepada mereka yang 144.000 itu, lalu membantai semua orang yang tidak menerima tanda itu.

MEMBATASI PENGGUNAAN
GUNUNG-GUNUNG TEMBAGA

Saudara mengira, jika Tongkat Gembala mengajarkan bahwa gunung-gunung tembaga (Zakharia 6 : 1) sejalan waktunya dengan “kerajaan tembaga” (Daniel 2 : 39), maka hal itu akan menguatkan kedudukan kami. Tetapi Saudara J, kami sepenuhnya tidak dapat menjelaskan nubuatan itu sedemikian, karena jika kami membuat “gunung-gunung tembaga” itu sejalan dengan kerajaan tembaga, maka nubuatan itu sudah harus terjadi pada periode Kerajaan Gerika, sedangkan nubuatan itu menemui kegenapannya dari sejak permulaan sidang Kristen sampai kepada akhir zaman. Artinya, satu dari antara gunung tembaga itu telah menggambarkan terlebih dahulu sidang Kristen yang mula-mula, dan yang lainnya menggambarkan sidang pada waktu Seruan Keras. Lagi pula, jika kita harus menggunakan salah satu dari gunung-gunung termbaga itu kepada masa dari kerajaan tembaga, dan yang lainnya kepada masa dari kerajaan besi, dengan maksud supaya semua cocok dengan masa dari kerajaan itu, maka satu dari antara gunung-gunung itu akan menjadi gunung tembaga dan yang satunya menjadi gunung besi, gantinya keduanya 734 gunung tembaga.

Melalui alasan dan percekcokan yang saudara kemukakan atas pokok-pokok masalah seperti itu, maka saya percaya bahwa saudara sedang berusaha untuk menemukan satu jalan yang mungkin untuk menghalangi pekabaran pemeteraian itu — tidak seluruhnya tetapi hanya secukupnya, jika hal itu mungkin, demi untuk menunjukkan kemampuan saudara dan untuk menenteramkan hati nurani saudara yang bersalah. Bagaimanapun akhirnya, perdebatan yang tanpa disadari ini akan mengakibatkan saudara sendiri akan berada diluar kerajaan itu. Dalam hal ini, saudaraku, perbuatan saudara menunjukkan ‘kebutaan rohani, miskin dan sengsara’. “Testimonies”, Jilid 3, hal. 253.

PENGHAKIMAN YANG SATU
MEMBINGUNGKAN KEPADA
PENGHAKIMAN YANG LAINNYA

Kemudian, saudara mencela penggunaan karena pernyataan “Symbolic Code” dibuat dari “Early Writings”, hal. 36 — “penghakiman”. Tetapi saya yakin Saudara J, bahwa jika “Symbolic Code” telah mengatakan bahwa “penghakiman terhadap orang mati”, menunjuk kesana, digunakan dalam masa millenium, seperti yang saudara pahami, maka penggunaan yang seperti itu tidak akan memberi kepuasan bagi saudara. Jika Symbolic Code telah membuat penggunaannya seperti yang saudara kehendaki, maka pasti saudara telah memiliki sesuatu untuk menentang kami, sedangkan sekarang saudara tidak memiliki apapun. Karena kita sebagai orang-orang Masehi Advent Hari Ketujuh sudah mengetahui, bahwa apabila kita berbicara tentang masa penghakiman selama millenium, maka kita selalu maksudkan itu kepada “penghakiman terhadap orang-orang jahat yang sudah mati”, sedangkan apabila kita berbicara mengenai penghakiman yang berlangsung dari tahun 1844 sampai kepada penghakiman terhadap orangorang hidup, maka kita maksudkan itu kepada penghakiman seperti yang tertulis dalam “buku Early Writings” — penghakiman terhadap orangorang mati, seperti yang diajarkan oleh “Roh Nubuat” untuk kita lakukan. Namun demikian, apakah itu penghakiman terhadap yang satu atau yang lainnya, sama sekali hal itu tidak akan membuat perbedaan sejauh pelajaran itu dikaitkan. Oleh karena itu, saya sekali lagi yakin, bahwa anda sedang melakukan yang terbaik, sekalipun saudara tidak menyadari kenyataan bahwa itu menimbulkan persoalan dan kegelisahan tanpa alasan.

Saya tahu, dimana penggunaan “penghakiman terhadap orang mati” itu, tetapi sekiranya saya menjelaskan seluruh kebenaran, maka sama sekali hal itu tidak berkenan kepada anda. Akan tetapi, oleh karena saudara telah menimbulkan pertanyaan, maka saya harus mengatakannya sekarang. Penghakiman terhadap orang mati sebagaimana yang disebut dalam buku “Early Writings”, diterapkan kepada semua penghakiman terhadap orang mati, karena pernyataan itu tidak menentukan sesuatu penghakiman khusus, atau tidak membeda-bedakan penghakiman yang satu dari yang lain. Tetapi itu berlaku pertama sekali dari tahun 1844 sampai kepada penghakiman terhadap “orang hidup” dan kedua kalinya berlaku selama millenium, sebab ada penghakiman terhadap orang mati dalam kedua periode itu.

Memamerkan Hal-Hal Yang
Bertentangan

Oleh karena kami telah membuat penerapan tunggal terhadap trompet-trompet itu sebaliknya saudara menginginkan supaya kami membuat penerapan ganda; dan oleh karena kami telah membuat penerapan (penggunaan) ganda terhadap penghakiman bagi orang mati, sebaliknya saudara menghendaki supaya kami membuatnya penerapan tunggal. Tetapi dalam hal ini kami dapat memaafkannya.

Oleh karena kami berpegang kepada kunci interpretasi atas pokok masalah dari tujuh trompet itu, yang saudara akui “tidak menolak penjelasannya”, maka saudara menghendaki 735 supaya semua yang kami baca dalam Alkitab adalah merupakan lambang, sebab saudara mengatakan kepada kami bahwa kami harus menafsirkan “benteng” yang terdapat dalam Yeheskiel 4 : 2 untuk menjadi lambang.

Oleh karena saya sudah cukup jujur untuk mengakui bahwa saya tidak memahami sepenuhnya tujuh bela itu, maka sekarang saudara menuduh saya tidak percaya akan “Roh Nubuat”. 12 Maka dari itu, semua sindiran saudara semakin memberi keyakinan kepada saya, bahwa seandainya saya memberikan tafsiran mengenai bela-bela itu, maka sekali lagi saudara akan menghadapkan saya kepada tugas yang sulit. Saya kira bahwa semua orang yang membaca “Symbolic Code” itu, benar-benar mengetahui bahwa kami percaya seratus persen dalam “Roh Nubuat”. juga saya pikir, mereka dapat membacanya untuk mereka sendiri, dan tidak mengharapkan saya untuk mengatakan kepada mereka apa yang harus dikatakan oleh Roh Nubuat mengenai bela-bela itu. Karena menduga bahwa mereka ingin untuk mengetahui, apakah saya memiliki terang yang lebih banyak tentang bela-bela itu daripada terang yang dijumpai dalam “Roh Nubuat”, maka melalui pernyataan “Symbolic Code”, saya mengaku tidak.

Mempertahankan Bahwa Mereka
Yang 144.000 itu Berdiri
Di Atas Gunung Sion Hanya Setelah
Millenium

Pertanyaan saudara mengenai apakah mereka yang 144.000 itu berdiri atau tidak di Gunung Sion sebelum masa kasihan berakhir, sekarang perlu dipertimbangkan. Jika mereka yang 144.000 itu berdiri di Gunung Sion hanya sesudah millenium, maka mengapa Kristus terlihat disana sebagai Anak Domba gantinya sebagai Raja? (Wahyu 14 : 1). Dan mengapa pada waktu yang sama ada persidangan pemeriksaan hukum seperti yang terbukti dalam ayat dua dan ayat tiga? Karena di sana dijelaskan bahwa pada waktu mereka yang 144.000 itu berdiri di atas Gunung Sion, para pemetik kecapi “bernyanyi … di hadapan tahta dan di hadapan binatang serta tua-tua”, maka hal itu menunjukkan bahwa pada waktu yang sama ada persidangan pemeriksaan hukum, sebab ternyata binatang-binatang dan para tua-tua itu tidak ada berdiri di atas tahta sesudah masa kasihan berakhir. (Wahyu 15 : 6 – 8). Keterangan lebih lanjut atas masalah Penghakiman ini bacalah “Tongkat Gembala”, Jilid 2, hal. 194 – 200.

Saudara menghendaki penerapan ganda pada trompet-trompet itu, dimana dengan jelas hanya ada satu, pada hal seharusnya saudara tahu, bahwa jika ada satu Gunung Sion di atas bumi sesudah millenium, tentunya ada juga satu Gunung Sion sebelum Millenium. Sekiranya anda tidak menghabiskan waktu Saudara J, untuk mengeluarkan kata-kata sindiran, maka sesungguhnya saudara akan mengetahui, bahwa oleh karena mereka yang 144.000 itu berdiri di Gunung Sion sesudah Millenium, hal itu bukan merupakan bukti bahwa mereka tidak dapat berdiri di sana sebelum Millenium. Traktat No. 8, halaman 3 – 5, dan “Early Writings”, hal. 17 – 19, berlaku pada dua masa dan peristiwa berbeda. Saudara sendiri mengakui, bahwa mereka yang 144.000 itu harus berdiri di Gunung Sion sebelum bumi diperbaharui, sebab saudara mengatakan : “Tentu saja, dalam pengalaman kehidupan orang Kristen, pertama sekali mereka akan mengikuti Anak Domba itu kemana saja Ia pergi dalam kehidupan mereka di atas bumi ini”.

Usaha-Usaha Untuk Menghilangkan
Silsilah Yahudi
Dari Mereka Yang 144.000 itu

Saudara berpendapat bahwa tidak mungkin bagi mereka yang 144.000 itu, setelah mereka bercampur baur dengan segala bangsa, menjadi keturunan langsung dari Yakub. Jika demikian halnya, maka kita juga dapat menyimpulkan bahwa keturunan dari keduabelas anak-anak Yakub itu bukanlah orang-orang Israel, sebab tentunya saudara tahu bahwa mereka semua kawin dengan orang yang bukan bangsanya sendiri. Yusuf, seorang yang paling dihormati kawin 736 dengan seorang puteri imam bangsa Mesir penyembah berhala. Kejadian 41 : 45.

Lagi pula, saudara tidak memikirkan bahwa sementara kedua belas suku itu tinggal ratusan tahun di Mesir disamping bertahun-tahun tinggal di negeri perjanjian, satu suku dari antaranya tidak ada mengadakan perkawinan keluarga dengan yang lain bukan? Jika saudara mengakui bahwa mereka tidak mengadakan perkawinan keluarga, maka saudara juga harus mengakui bahwa dengan tidak memperhatikan pihak ibu, Allah masih memisahkan mereka semua melalui suku.

Saudara telah menjadi demikian buta Saudara J sehingga masih mengatakan, “Jika Allah melalui keturunan Yakub dan keturunan anak-anaknya akan membentuk mereka yang 144.000 itu, maka tidakkah Ia akan memilih mereka dari orang-orang Yahudi yang telah memelihara rasial mereka yang asli, daripada memilih orang-orang yang telah kehilangan ciri-ciri lalu membubarkan setiap dasar imam mereka dan kawin dengan orang yang tidak seiman yang jelas bertentangan dengan perintah-Nya?

Dengan pernyataan ini saudara sedang menjadikan daging lebih penting daripada Roh, sebab saudara sedang mencoba mengatakan kepada kami bahwa bangsa Yahudi yang dikenal sekarang, yang para leluhurnya telah menolak dan menyalibkan Tuhan, dan yang sudah hampir dua ribu tahun tidak mau menerima Dia sebagai Juruselamat mereka, adalah lebih pantas untuk menerima hormat berdiri dengan Anak Domba itu di Gunung Sion; daripada orang-orang Yahudi dan keturunannya yang membentuk sidang Kristen mula-mula yang lebih suka mati daripada menyangkal Tuhannya. Perjanjiannya bukanlah bagi orang-orang Yahudi dan keturunannya yang tidak dibaptiskan yang hanya menyandang nama Yahudi, melainkan kepada orang-orang Yahudi yang juga beriman. Dengan kata lain, perjanjian itu bukan kepada orang Yahudi yang telah menjual hak kesulungan mereka karena semangkok kacang merah yang tidak ada nilainya, dan yang telah menyalibkan Tuhan, melainkan kepada orang-orang Yahudi yang seperti Yakub, yang membiarkan Tuhan mengganti nama-nama mereka dari “orang-orang Yahudi” menjadi “orang-orang Kristen”, — Israel badani dan Israel rohani — kepada orang-orang Yahudi yang dilahirkan kembali. Demikianlah mereka yang 144.000 itu merupakan keturunan Yakub melalui kelahiran badani; dan merupakan keturunan Kristus melalui kelahiran rohani; benar-benar anak-anak Yakub dan benar-benar anak-anak Allah – sungguh-sungguh orang-orang Yahudi, yaitu Israel yang sesungguhnya. Hanya dengan demikianlah firman-firman dapat digenapi dengan sempurna. Seorang Kristen Yahudi yang kawin dengan seorang kapir bukan berarti menghilangkan setiap dasar imannya, tetapi terikat olehnya.

Menafsirkan Kayu-Kayu Yeheskiel

13

Menjadi Lambang Dari Orang Mati

Siapa saja yang menafsirkan Yehezkiel 37 : 16 – 28, supaya pengumpulan suku-suku Israel dan bergabungnya mereka ke dalam satu kerajaan, sebagaimana yang dinyatakan dalam ayat-ayat itu, adalah merupakan kebangkitan orang-orang mati, seperti yang anda perkirakan, tentunya telah hampir kehilangan semua ketajaman penglihatan rohaninya. Bukankah dalam ayat-ayat ini Yehezkiel telah mengatakan : “Sesungguhnya, Aku akan membawa bani Israel dari antara bangsa-bangsa kapir”, bukan dari kubur-kubur mereka? Yehezkiel 37 : 21. Adakah Allah melipat gandakan orang-orang mati gantinya melipat gandakan orang-orang hidup? Atau, apakah sesudah kebangkitan, orang-orang kapir akan “mengetahui bahwa … Tuhan telah menyucikan Israel? (Yehezkiel 37 : 26, 28). Saudara menuduh bahwa saya tidak mempunyai hak untuk menafsirkan pasal ini sebagaimana yang ditemukan dalam Traktat No. 8, namun pada waktu yang sama, tafsiran saudara tidak ada mempunyai kuasa bahkan tidak mempunyai logika yang baik. Hal ini membuktikan kepada saya bahwa saudara sedang mencoba untuk menghindari kebenaran, tanpa membawa hormat kepada diri saudara, kepada Allah, atau kepada 737 manusia.

Dalam surat saudara, saudara mengutip halaman-halaman keterangan untuk membuat dirimu percaya melalui kumpulan pengertian, bahwa Kristus tidak akan memiliki kerajaan secara harafiah sebelum masa kasihan berakhir, dan saudara menolak pernyataan-pernyataan yang jelas mengatakan bahwa Ia akan memiliki kerajaan secara harafiah! Mengapa saudara berusaha untuk lari dari kebenaran, memilih katakata yang tampaknya bertentangan? Mengapa menjelaskan pendapat saudara pada jalur-jalur yang saudara tidak pahami, dan tidak mau memilih kutipan-kutipan firman yang pasti seperti di bawah ini?

“Sesungguh, Aku akan membawa mereka dari tanah utara, dan akan mengumpulkan mereka dari hujung bumi, dan bersama-sama mereka Aku akan membawa orang buta dan orang lumpuh, wanita dan anak-anak dan dengan anak-anak yang dikandungnya : satu rombongan orang banyak akan kembali ke sana.”

“Dengarlah firman Tuhan, hai segala bangsa dan beritakanlah itu ke pulau-pulau yang jauh, serta katakanlah, bahwa Dia yang mencerai beraikan Israel akan menghimpunkannya kembali, dan menjaganya seperti seorang gembala perbuat bagi kawanannya”

“Beginilah firman Tuhan yang memberikan matahari untuk menerangi hari siang, dan yang memberikan peraturan bagi bulan dan bintangbintang untuk menjadi terang di waktu malam, yang memisahkan laut apabila gelombanggelombangnya bergemuruh; Tuhan semesta alam itulah nama-Nya. Jika semua ketetapan ini tidak beralih dari hadapan-Nya, demikianlah firman Tuhan, maka demikian juga keturunan Israel tidak akan berakhir menjadi satu bangsa di hadapan- Ku untuk selama-lamanya”. Yeremia 31 : 8, 10, 35, 36.

“Aku akan menguduskan nama-Ku yang besar itu, yang sudah dinajiskan di tengah-tengah segala bangsa kapir, dan yang telah kamu najiskan di tengah-tengah mereka; dan bangsa-bangsa kapir itu akan mengetahui bahwa Akulah Tuhan, demikianlah firman Tuhan Allah, manakala Aku dikuduskan dalam kamu di hadapan mata mereka. Karena Aku akan membawa kamu dari antara bangsa kapir, dan akan mengumpulkan kamu keluar dari segala negeri, serta membawa kamu ke dalam negerimu sendiri.

“Kemudian Aku akan memercikkan air jernih kepadamu lalu kamu akan menjadi bersih; bersih dari segala kenajisanmu dan dari segala berhalamu, Aku akan mentahirkan kamu. Juga hati yang baru akan Ku berikan kepadamu, dan roh yang baru akan Aku berikan kepadamu; dan Aku akan membuang daripada kamu hati batu, dan Aku akan memberikan hati yang lembut. Roh- Ku akan Ku tinggalkan diam dalam batinmu, dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapan-Ku dan memegang segala peraturan- Ku serta menghidupkannya. Dan kamu akan tinggal di dalam negeri yang telah Kuberikan kepada nenek moyangmu dan kamu akan menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allahmu.

“Beginilah firman Tuhan Allah; pada hari Aku mentahirkan kamu dari segala kesalahanmu, Aku akan membuat kamu tinggal di berbagai kota, dan segala reruntuhan itu akan dibangun kembali. Dan tanah yang sudah berhutan itu akan dibajak kembali, supaya tanah itu tidak menjadi tanah yang sunyi di hadapan semua orang yang sedang lalu. Dan mereka akan mengatakan, Tanah ini yang menjadi sepi sudah menjadi seperti taman Eden; dan kota-kota yang sudah runtuh itu, sunyi sepi, dan yang sudah musnah, sekarang sudah merupakan benteng dan berpenghuni. Kemudian bangsa-bangsa kapir yang ada di sekitarmu akan mengetahui, bahwa Akulah Tuhan yang membangun tempat-tempat yang rubuh itu, dan menanami tempat-tempat yang sunyi itu : Aku Tuhan telah mengatakannya, dan Aku akan melaksanakannya. Demikianlah firman Tuhan Allah : Aku masih melakukan ini melalui keluarga rumah Israel, dan melaksanakannya untuk mereka, Aku akan memperbanyak keturunan 738 mereka seperti banyaknya kawanan domba”.

“Dan penghulu-penghulu akan diambil daripada mereka, dan pemimpin mereka akan muncul dari tengah-tengah mereka; maka Aku akan menghampiri dia, dan iapun akan menghampiri Aku; sebab siapakah yang berani mempertaruhkan hatinya untuk mendekat kepada-Ku? demikianlah firman Tuhan. Murka Tuhan tidak akan surut, sebelum Ia melaksanakannya dan mewujudkan kehendak hati-Nya; pada akhir zaman kamu akan memahaminya. Yeremia 30 : 21, 24.

“Pada zaman raja-raja ini Allah di surga akan mendirikan satu kerajaan …, Kerajaan itu akan menghancurkan dan menghabiskan segala kerajaan ini”. Daniel 2 : 44.

“Engkau adalah kapak dan senjata perang-Ku; karena dengan engkau Aku akan menghancurkan segala bangsa, dan dengan engkau Aku akan membinasakan segala kerajaan”. Yeremia 51 : 20.

Saudara J, ayat-ayat firman di atas jelas mengatakan, bahwa Allah sekali lagi akan membuat keturunan Yakub menjadi satu kerajaan sementara bangsa-bangsa kapir masih ada; karena setelah Ia membawa kita ke dalam negeri kita sendiri sebagai satu kerajaan, maka Ia akan menyucikan hati kita; dan dengan kerajaan ini Ia akan menghancurkan dan menghabiskan segala bangsa. Adakah saudara kira bahwa dalam hal ini Allah sedang menjanjikan sesuatu yang Ia tidak dapat laksanakan? Atau adakah saudara menyangka bahwa Ia tidak akan menghapuskan dosa-dosa kita setelah masa kasihan berakhir? Tidak seorang pun menyangkal bahwa berkalikali dalam Alkitab Kristus disebut “manusia”,14 tetapi tentu saja saudara tidak akan mencoba untuk membuat saya percaya bahwa “orang” yang disebut dalam Lukas 19 : 14 adalah Kristus Sendiri. Saya tidak peduli betapa buta keadaan saudara, namun saudara masih dapat melihat bagian harafiah dari ayat-ayat firman itu; karena pada waktu warga-warga itu mengirim berita, Kristus sudah berada di surga, dan “orang” yang mereka tidak mau untuk memerintah atas mereka berada di atas bumi, dan peristiwa ini terjadi sebelum Kristus kembali. membanggakan dirimu?

MASIH BERSIAP-SIAP UNTUK
MENGHADAPI MUSIBAH

Baru empat tahun yang lalu sampai kepada tanggal pemberitaan sekarang, Symbolic Code telah menyampaikan kepada para pembacanya yang menantikannya dengan keinginan yang besar, berita kematian yang pertama, jadi menandai dengan kesedihan setelah 1 1/2 tahun berisikan berita-berita yang menggembirakan.

Sekarang setelah sepuluh tahun pekabaran cepat berlalu yang tidak dapat kembali lagi, dengan kesedihan mendalam kali ini, untuk Saudara Eugene Soper Lipsey, Symbolic Code mengumumkan bahwa seorang saudara yang setia telah pergi menuju peristirahatannya di dalam kuburan Gunung Karmel yang terpencil di dalam hutan, sambil menunggu hari pagi kebangkitan.

Sekali lagi kita diingatkan bahwa “orang-orang benar binasa, dan tidak seorangpun yang mengingatnya : orang-orang yang murah hati tercabut nyawanya, dan tidak ada seorangpun yang mempertimbangkan bahwa orang benar diambil dari malapetaka yang akan datang. (kita sebagai penganut-penganut Kebenaran Sekarang harus menyadari bahwa kemalangan yang dibicarakan dalam ayat-ayat firman ini, sekarang sepuluh tahun lebih dekat daripada ketika kebenaran yang berhubungan dengan hal itu diberitahukan kepada kita) … mereka harus beristirahat dalam tempat-tempat tidur mereka, masing-masing sedang berjalan dalam keadilan. (Jika kita akan menjumpai mereka, kita harus waspada, agar kita tidak berada di antara orangorang yang berbicara dusta, dan yang menjulur- 739 julur lidahnya, yang dihukum Tuhan dengan katakata). Bukankah kamu anak-anak pembangkang, dan pengikut-pengikut kepalsuan”? Yesaya 57 : 1, 2, 4.

UPACARA PEMAKAMAN

Khotbah

Doa — V.T. Houteff

“Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia, dan maut menimpa oleh karena dosa; dan demikianlah maut itu telah menimpa semua orang, karena semuanya telah berdosa”. Roma 5 : 12.

Betapa mengerikan kematian itu, kematian adalah perkara yang sangat menakutkan. Sementara melakukan dosa, tampaknya dosa itu satu hal yang disukai, tetapi akibatnya adalah kesusahan, duka cita, bencana, dan akhirnya sampai kepada maut yang mengerikan!

Namun demikian, Tuhan berfirman melalui Daniel, bahwa “Banyak dari antara orang-orang yang tidur di dalam debu tanah, akan bangkit, sebahagian mendapat hidup yang kekal, sebahagian untuk mendapat malu dan kehinaan yang kekal”. Daniel 12 : 2.

Meskipun kita sangat berdukacita“ atas kematian Saudara Lipsey yang tiba-tiba, dan karena dalam membayangkan perpisahannya dari antara kita, namun kebahagiaan kita melebihi dukacita kita, karena ternyata kehidupan dan tabiatnya telah memberikan keyakinan yang sangat besar kepada kita, bahwa mahkota kemuliaan kekal akan diberikan kepadanya dan yang akan ia terima pada pagi hari kebangkitan.

Rasul Paulus berbicara tentang kebangkitan, dan dijelaskannya melalui firman-firman berikut :

“Tetapi kami tidak mau saudara-saudara, supaya kamu tidak mengetahui tentang mereka yang meninggal, agar kamu jangan berdukacita seperti orang-orang lain yang tidak mempunyai harapan. Karena jikalau kita percaya, bahwa Yesus telah mati dan telah bangkit maka kita percaya juga bahwa mereka yang telah meninggal dalam Yesus akan dikumpulkan Allah bersama-sama dengan Dia. ini kami katakan kepada kamu dengan firman Tuhan; karena kita yang hidup dan yang tinggal sampai kedatangan Tuhan, sekali-kali tidak akan menghalangi mereka yang telah meninggal. Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat beseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga, dan mereka yang mati dalam Kristus akan bangkit terlebih dahulu; sesudah itu, kita yang hidup, dan yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan, dan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan”. 1 Tesalonika 4 : 13 – 17.

(Nyanyian : “What a gathering That Will Be”. — Sr. A.G. Smith).

At the sounding of trumpet, when the saints

are gathered home, We will great each other by the chyrstal sea; When the Lord Himself from Heaven to His

glory bids them come.

What a gathering of the faithful that will be!

What a gath’ring, gath’ring, At the sounding of the glorius jubilee!

What a gath’ring, gath’ring, What a gath’ring of the faithful that will be!

“Maka Allah akan menyapu air mata dari mata mereka; dan tidak akan ada lagi maut, tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita sebab Yohanes Pewahyu berkata, “sebab segala yang lama itu telah berlalu”. (Wahyu 21 : 4).

“Serigala akan hidup bersama-sama dengan anak domba, dan macan tutul akan berbaring disamping anak kambing; anak lembu dan anak singa akan makan rumput bersama-sama, dan 740 seorang anak kecil akan menggiringnya”. Yesaya 11 : 6.

15

Dan Roh Nubuat berbicara melalui Rasul Paulus :

“Apa yang tidak pernah dilihat mata, dan yang tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul dalam hati manusia; semuanya itu disediakan oleh Allah bagi mereka yang mengasihi Dia”. 1 Korintus 2 : 9.

(Nyanyian : “There’ll be no Dark Valley” — Sister V.T. Houteff)

There’ll be no more sorrow when Jesus comes, There’ll be no more sorrow when Jesus comes, But a glorious morrow when Jesus comes, To gather His love ones home.

Sahabat-sahabat, kematian Saudara Lipsey yang tiba-tiba sekali lagi menunjukkan pernyataan bahwa kehidupan itu tidak menentu, dan orangorang yang terus berharap untuk menikmati janji Allah, tidak boleh menutup mata, atau mengeraskan hati, apabila mereka mendengar suara lembut dari Tuhan yang mengatakan :

“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Ku pasang dan belajarlah kepada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati : dan engkau akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Ku pasang itu mudah dipikul dan beban yang Ku taruh itu adalah

“Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu”. Ibrani 4 : 7.

Nyanyian : “Tidur Senang Dalam Yesus”. — Sister V.T. Houteff (LS.262)

Tidur senang dalam Yesus;

Bangkit nanti ratap tiada;

Lepas dari sgala susah, Perhentian yang bahagia.

Tidur senang dalam Yesus;

Bangkit nanti jumpa lagi;

Itu harap dan bahagia, Yang hiburkan hati sedih.

Tidur senang dalam Yesus, Bangkit nanti berbahagia;

Lenyaplah takut dan susah, Itu tanda kuasa Yesus.

Tidur senang dalam Yesus, Bila nafiri berbunyi;

Lalu kutuk maut diganti, Dengan hidup kekal, suci.

BERITA KEMATIAN

Eugene Soper Lipsey lahir di Chicago, Illionis, pada tanggal 9 Maret 1911. Kemudian keluarga itu pindah ke San Diego, California.

Saudara Lipsey yang pertama sekali menerima Kebenaran Sekarang di San Diego, California. Ia membeli satu copy dari “Tongkat Gembala”, Jilid 1, dalam tahun 1932, dan ia membaca sendiri pekabaran itu. Kemudian pada musim semi dalam tahun yang sama, ketika Saudara Warden pergi dari Los Angeles ke San Diego, Saudara Lipsey membawa dia ke temannya untuk bekerja bagi mereka. Maka sebagai hasil daripada usaha mereka terbentuklah satu kelompok kecil orangorang percaya yang terdiri dari kira-kira duapuluh orang. Saudara Lipsey adalah seorang pengerja Kebenaran Sekarang yang sangat bersungguhsungguh. Ia membantu Saudara Warden untuk membentuk kelompok kecil yang lain di Escondido, kira-kira 30 mil di sebelah utara San Diego. Kemudian ia bekerja di Los Angeles dan sekitarnya, dimana ia menambahkan nama-nama orang lain ke dalam daftar nama-nama orang percaya.

Pada bulan Juli tahun 1936, satu tahun sesudah pekerjaan membangun Gunung Karmel telah dimulai, Saudara Lipsey datang ke sini untuk membantu kami, dan telah bekerja dalam hampir

741

semua departemen dalam tiga tahun terakhir. Ia
setia dalam pekerjaan apapun yang diberikan
kepadanya, ia adalah seorang siswa Alkitab yang
bersungguh-sungguh, cerdas mengajar, jujur
dalam segala hal, hidup keagamaan Saudara
Lipsey adalah murni.
Kami telah belajar untuk mengasihi Saudara
Lipsey, tetapi kami tidak pernah menyadari hal
ini sebanyak yang kami lakukan sekarang. Saya
merasa, bahwa isterinya, orang tuanya, dan
kerabat-kerabatnya, menderita dukacita yang
sangat dalam karena kepergiannya meninggalkan
kita.
Pada tanggal 7 September 1937, dia menikah
dengan nona Carol Hogan, juga orang yang tulus
bagi Gunung Karmel. Mereka membangun
rumahnya di sini.
Pada tanggal 7 November 1939, ia meninggal
karena penyakit yang lamanya kurang daripada
satu minggu. Orang-orang yang berkabung,
disamping isterinya, ayahnya, ibunya, seorang
saudaranya laki-laki, seorang saudaranya
perempuan, ada banyak sahabat-sahabat, dan
semua penghuni Gunung Karmel.
Nyanyian : “Sweet Be Thy Rest” – Sr. A.G.
Smith dan Sis. V.T. Houteff
DI PEKUBURAN
Doa dilayangkan supaya kita setia dan benar
jika kita ingin bertemu dengan Saudara Lipsey
pada hari kebangkitan.
“Maka Tuhan membuat manusia dari debu
tanah, dan menghembuskan napas hidup ke dalam
lubang hidungnya; dan demikianlah manusia itu
menjadi mahluk yang hidup”. Kejadian 2 : 7.
“Karena dari debu engkau telah dijadikan, dan
engkaupun akan kembali menjadi debu”. Kejadian
3 : 19.
“Lalu firman-Nya kepadaku : ‘Bernubuatlah
mengenai tulang-tulang ini dan katakanlah
kepadanya : hai tulang-tulang kering, dengarlah
firman Tuhan! Beginilah firman Tuhan Allah
kepada tulang-tulang ini : Aku memberi napas
hidup di dalammu, supaya kamu hidup kembali.
Aku akan memberi urat-urat dan menumbuhkan
daging padamu, Aku akan menutupi kamu dengan
kulit dan memberikan kamu napas hidup, supaya
kamu hidup kembali. Dan kamu akan mengetahui
bahwa Akulah Tuhan”. Yeheskiel 37 : 4 – 6.
Sementara awan putih yang besar itu muncul ,
di atasnya duduk Anak Manusia, “mereka
mendengar akan panggilan itu, dan bangkit dengan
kemuliaan peri yang tidak akan binasa, sambil
berseru, ‘Kemenangan, kemenangan atas maut
dan kubur! Hai maut dimanakah sengatmu? Hai
kubur, dimana kemenanganmu?’” — “Early Writ-
ings”, hal. 287.
Rombongan orang mati itu meninggalkan
kuburan sambil bernyanyi : “When The Roll Is
Called Up Yonder, I’ll Be There”.
16

Teks dikonversi dari edisi PDF. Nomor halaman sesuai dengan buku cetak.