POKOK-POKOK BERITA
Untuk Kepentingan Sidang MAHK
Hal itu sudah pasti, bahwa semua orang yang menaruh minat akan merasa bergembira untuk mengetahui bahwa rangkaian yang pertama sekali dari pokok-pokok berita yang berkenaan dengan kebenaran pada waktunya kini telah diedarkan di sini. Oleh karena itu marilah kita berdoa dengan tidak jemu-jemu supaya ia itu berkembang cepat seperti jamur; berserat seperti sebatang pohon palem; mencengkram seperti gurita; bening seperti kristal, dan berkilau-kilauan seperti emas yang tembus cahaya; memancar “seperti pertunjukan cahaya kilat” (Yeheskiel 1 : 14); manis seperti madu (Yeheskiel 3 : 3) bagi orang-orang yang menyelidiki kebenaran bagaikan “harta terpendam” (Matius 13 : 44), tetapi sebaliknya pahit seperti “afsantin” (Wahyu 8 : 11) bagi orang-orang yang mencari kenikmatan dan kesenangan Mesir yang hanya berlangsung sementara.
Kiranya Allah akan memberkatinya supaya “kelimpahan susu” itu dapat diberikan kepada “setiap orang” yang “tertinggal dalam negeri” yang dapat memakan “keju dan madu” itu (Yesaya 7 : 22), “agar ia dapat mengetahui untuk menolak perkara-perkara yang jahat dan memilih perkaraperkara yang baik (Yesaya 7 : 15), karena dengan demikianlah mereka akan menjadi “satu bangsa yang besar, dan kuat.” Sebagaimana yang dikatakan oleh nabi itu, “Tidak pernah ada suatu bangsa yang seperti itu, dan juga tidak akan ada sesudah itu.” (Yoel 2 : 2).
Berita-Berita Dari Sebelah Timur
Pendeta E. T. Wilson melaporkan dari Uni Barat, Carolina Selatan : “Kebenaran Masa Kini telah menimbulkan kemarahan orang-orang Conference dan mereka tidak sanggup menanggulangi keadaan itu dengan perlawanan yang adil, sehingga mereka mengancam untuk menutup Gereja Uni Barat. Tetapi karena orang-orang Conference kurang dikenal di sana, maka mereka memilih pendetapendeta setempat dan seorang pengkhotbah awam untuk menangani keadaan itu pada hari Sabat mendatang, dan ini tentu saja menjanjikan waktu-waktu yang menarik.” -- 3 Juli 1934.
Hasil Pertemuan Gereja Uni Barat
“Kami telah menikmati suatu Sabat yang menyenangkan di Uni Barat dimana keluarga Busch tinggal, dan di sana telah terlihat satu tanda kemenangan bagi kebenaran jam sebelas karena pekerjaan itu telah diserahkan ke tangan pengkhotbah awam dan pendeta-pendeta setempat yang 2 hadir. Conference telah menyampaikan saran kepada jemaat sebagai berikut : Mereka berjanji akan mengirimkan sebuah tenda untuk digunakan bagi pekerjaan injil di dalam kumpulan itu, dengan syarat jemaat mau memberikan suara untuk mencegah E. T. Wilson dan Dr. Stokes berbicara dari mimbar. Adalah suatu pemandangan yang indah melihat pendeta-pendeta itu mencucurkan air mata, dengan kata-kata yang terbata-bata mengatakan bahwa ia tidak dapat mengadakan suatu pergerakan atau saran kepada sidang dengan mengarahkan bahwa ia belum pernah menyelidiki “Tongkat Gembala”, serta mengatakan bahwa Pendeta Wilson dan dokter itu adalah teman-temannya, dan orang-orang yang diperkenankan oleh Allah sejauh yang ia ketahui, dan bahwa ia tidak pernah mendengarkan mereka mengajarkan apapun selain kebenaran.
1
“Sepanjang waktu ini isteri pendeta yang berperawakan kecil itu menangis, bukan dengan hati yang hancur, melainkan karena bahagia, maka seluruh jemaat mencucurkan air mata demikian juga para tamu-tamu yang berjumlah kira-kira tiga belas orang itu, mereka adalah para penganut pekabaran pembaharuan “Tongkat Gembala” yang bersemangat. Salah seorang dari antara perempuanperempuan yang hadir di situ mengatakan bahwa adalah merupakan suatu penghinaan terhadap hati sanubari mereka untuk tunduk kepada saran yang disampaikan oleh Conference itu. Memang begitulah
(Tertanda) E. T. Wilson
Sebuah Kunjungan Ke Loma Linda
Laporan berikut disampaikan oleh Sdr. Houteff sekembalinya dari Loma Linda.
Pelajaran-pelajaran di Loma Linda telah disambut dengan baik oleh orang-orang yang hadir, dan ternyata tidak ada penolakan yang ditunjukkan oleh orang-orang yang hadir. Pada akhir pertemuan yang diadakan selama sepuluh hari berturut-turut satu panggilan diadakan supaya semua orang yang yakin bahwa pekabaran yang terdapat dalam “Tongkat Gembala” itu adalah pekabaran pada jamnya dan yang mau bersedia secara terang-terangan menentukan pendirian memihak kepada kebenaran masa kini dengan menjalankan satu peranan yang aktif dalam pemberitaannya melalui kunjungankunjungan pribadi, menyampaikan undangan-undangan bagi pertemuan, memberikan dukungan sepenuhnya baik keuangan maupun secara fisik, diminta supaya berdiri. Kira-kira tiga per empat dari antara orang-orang yang hadir berdiri. Sisanya yang seperempat memohon supaya diberi waktu untuk mempelajarinya. Di antara mereka terdapat dua orang pendeta -- seorang pendeta MAHK; dan yang seorang lagi pendeta gereja Baptis. Pertemuan yang diurapi ini telah diikuti dengan pengorganisasian seluruh rombongan, pada waktu mana Pendeta R.T. Nash, dari Gereja Redlands, telah ditunjuk sebagai pemimpin, dan Sis. Jessie Trowbridge sebagai Sekretaris. Menggali sebuah bukit dengan “pacul” maka hal itu berarti memerlukan “sapi jantan”, lalu usul disampaikan dengan suara bulat bahwa Sdr. M.L. Deeter dan Sdr. M.J. Bingham akan merupakan “pasangan sapi” yang akan bekerja dalam ladang pekerjaan itu.
Pengalaman penting lain yang menarik muncul oleh penolakan orang luar sebagai berikut :
Saudara M.L. Deeter, memasang papan tanda yang besar di atas mobilnya, yaitu sebuah iklan untuk mengadakan pertemuan, dan memarkirnya di depan Kantor Pos dekat dengan Kantor Bank Loma Linda. Sdr. Thomas, presiden dari kantor bank itu, tidak menyia-nyiakan waktunya lalu 3 memerintahkan secara kasar kepada Sdr. Deeter agar “memindahkan mobil itu keluar dari sana”, yang dimaksud iklan itu. Maka untuk menanggapi perintah yang tegas ini, Sdr. Deeter dengan cara yang sopan, memohon agar diberikan waktu sebentar kepadanya, tetapi ia dengan cepat membentak, “Jangan kamu bicara sepatah katapun. Pindahkan barang itu dari sini”.
Karena tidak menghiraukan perintah tegas dari direktur bank itu, maka kepala polisi setempat dipanggil, lalu atas kedatangannya, sebelum ia bertemu dengan direktur bank itu, Sdr. Deeter mengundangnya untuk masuk ke dalam mobil missionarinya. Perbuatannya yang bijaksana menimbulkan kemarahan presiden bank, sekarang takut-takut kalau kepala polisi yang juga seorang MAHK dapat juga menjadi seorang penginjil. Ia membiarkan dirinya terganggu dalam urusan bank dengan tiga kali keluar berturut-turut untuk membujuk kepala polisi itu menghentikan pembicaraan dan untuk segera mewawancarainya. Polisi, yang telah diberitahu oleh Sdr. Deeter mengenai alasan panggilan itu mengatakan bahwa direktur bank itu secara hukum tidak berhak memaksakan kehendaknya tersebut, lalu polisi itu keluar dari kantor bank itu dan dengan diam-diam pergi mengurus urusannya sendiri! Setelah menyelesaikan kampanye periklanannya, maka dalam perjalanannya pulang, dan untuk menunjukkan tekadnya yang bulat bagi satu “pengepungan” yang berhasil, Sdr. Deeter mengutip kata-kata Luther sebagai berikut : “Sampai saat ini aku sedang bermain dengan paus,
2 namun sekarang aku bersungguh-sungguh”.
Berita-Berita Dari Colorado
Baru-baru ini Dr. W.S. Butterbaugh dan Sdr. W.A. Eckerman bertugas sepenuhnya pada kamar-kamar Pengobatan di Denver, Colorado, dan semangat mereka dalam pekabaran itu menunjukkan bahwa pusat kesehatan ini akan menjadi induk dari banyak Lembaga Kesehatan untuk menyampaikan Seruan Keras Pekabaran Malaikat Yang Ketiga.
Tulisan-tulisan lain yang menarik dari Dr. Butterbaugh mengenai sambutannya terhadap terang tambahan pada pekabaran Malaikat Yang Ketiga (Early Writing, hal. 277).
Saudara-saudara yang kekasih : Boleh jadi Saudara-saudara tidak merasa heran apabila mendengar bahwa saya tercatat untuk diperiksa pada malam Kamis tanggal 26 Juli, jam 7 malam di Cannon City. ‘Perintah’ ini datang dari ‘Sanhedrin’ Conference Colorado, departemen executive MAHK! Sedemikian jauh, hanya tujuh jam waktu yang telah digunakan untuk menafsirkan secara keliru pekabaran Tongkat Gembala itu di mimbar Gereja Canon City dan saya mengira bahwa saya akan diberi waktu 15 menit untuk menjawabnya. Saya berharap dan berdoa kiranya Allah akan memberikan rahmat-Nya sehingga saya dapat mempertahankan kebenaran itu sebagaimana ia itu adanya, dan sekaligus dapat menyingkapkan kesalahan. Saya serahkan hal itu kepada saudara-saudara untuk menyampaikan perkataan itu kepada semua orang yang bersangkutan. Saya tidak tahu, tetapi secara nyata mereka bermaksud menjadikan saya ‘sebuah contoh’ mengenai apa yang akan terjadi terhadap orang-orang lain, sehingga dengan demikian domba-domba buta yang malang itu terus merasa ketakutan bahkan tidak banyak memikirkan bagi diri mereka! Saudara-saudara dimana pun saudara berada, berdoalah dengan tidak jemu-jemu supaya segala sesuatu berhasil untuk memperlihatkan kebodohan dan kelemahan-kelemahan para pemimpin yang menutupi kebenaran dari domba-domba itu. -- W.S. Butterbaugh.
Perjalanan Saudara dan Saudari Warden ke Colorado juga telah memperlihatkan buah-buah 4 yang baik dan yang kami dapat laporkan kemudian.
Rombongan kecil di San Diego terus bertumbuh. Baru-baru ini beberapa anggota baru telah ditambahkan.
Kami mendapat laporan yang baik sekali dari Sis. Hendricks yang tinggal di Sheridan, Wyoming, mengenai kemajuan pekerjaan, dan mengenai semangat untuk melayani seluruh rombongan dalam menyebarkan terang, yang kemudian akan kami terbitkan berikut dengan pokok-pokok berita yang lain.
Diharapkan supaya semua pemimpin yang bekerja dalam ladang pekerjaan masing-masing yang dipimpinnya agar melaporkan sekali dalam sebulan tentang kegiatan-kegiatan yang dilakukannya -- melaporkan jumlah kelompok yang belajar dan pribadi yang belajar, melaporkan berapa jumlah kelompok yang baru menaruh perhatian, melaporkan jumlah yang bertobat dalam satu bulan, melaporkan berapa jumlah buku yang terjual, dan jumlah traktat yang sudah beredar, dan lain-lain.
Semua orang yang ingin melihat pertumbuhan dan kemajuan majalah ini wajib memberi sedikit sumbangan pada setiap terbitan untuk membayar biaya-biaya perongkosan -- biaya tambahan dan biaya untuk membayar perangko.
3
5POKOK-POKOK BERITA
15 Agustus 1934 Jilid 1, No. 2
Untuk Kepentingan Sidang MAHK
SATU LANGKAH MAJU
Kantor Tenaga Pengerja secara sukarela yang kita miliki sekarang sedang diorganisir maka marilah kita berdoa serta berharap agar kantor itu membuktikan suatu sukses dari sejak permulaannya. Tentu saja hal ini tergantung sepenuhnya atas kesetiaan saudara-saudara kita yang berdiri dalam terang itu. Jika kita berjalan sebagai satu kesatuan di tangan Allah, maka kita akan menjadi satu kekuatan yang besar di atas bumi. Sebab itu, perlu diberikan perhatian yang sungguh-sungguh pada setiap bidang pekerjaan, terutama dalam perkara-perkara yang kecil, “karena siapa yang memandang rendah akan hari peristiwa-peristiwa kecil? Demikianlah firman Tuhan (Zakharia 4 : 10). Maka, hal itu sangat perlu agar setiap penganut kebenaran masa kini melaporkan ke departemen pekerjaan kita segera setelah ia mendengar sesuatu pekerjaan yang harus dilakukan dalam bidang pekerjaan apa pun yang mungkin dapat dilakukan -- apakah itu besar atau kecil. Juga perlu, supaya mereka yang ingin memperoleh pekerjaan, menjelaskan jenis pekerjaan apa yang paling cocok bagi mereka, serta menjelaskan pula berapa banyak pengalaman yang mereka telah peroleh di bidang tersebut, karena tujuan kita adalah untuk menempatkan orang yang tepat untuk bekerja dalam bidang pekerjaan yang cocok bagi mereka. Hanya mereka yang memberi pelayanan dengan setia serta orang yang tidak mengharapkan sedikit uang yang layak bagi pekerjaan itu.
Tidak menjadi soal dimana saudara tinggal atau dimana pekerjaan itu dapat dilakukan. Kami berharap agar setiap orang percaya menanggapi tugas yang mulia ini apakah ia sedang mencari pekerjaan atau akan mempekerjakan. Apabila kami mendengar dari saudara, maka kami akan melakukan apa yang dapat kami perbuat untuk melayani semua keperluan saudara secepat mungkin. Semua pelayanan dilakukan secara sukarela. Pekerjaan itu hanya diberikan kepada orang-orang penganut kebenaran pada masa kini, haruslah ini menjadi peraturan bagi kita.
Sebelumnya kami mengucapkan terima kasih atas kerja sama dan kiranya Allah melimpahkan berkat-berkat-Nya untuk pekerjaan ini.
6PERANAN YANG DAPAT DILAKUKAN OLEH SEMUA ORANG
Pada rapat Conference yang diadakan awal tahun ini di Los Angeles, telah disetujui dengan suara bulat bahwa setiap hari Jumat jam 5 sore waktu Pasific, orang-orang yang percaya dalam kebenaran pada waktunya harus berdoa kepada Allah demi kepentingan pekabaran itu, percaya bahwa suatu seruan doa yang diselenggarakan seperti itu akan sampai di mezbah surga, sebagai “hasil doa yang bersungguh-sungguh dari orang-orang benar (yang mana) banyak memberi faedah.”
Kami memohon dengan sungguh-sungguh agar semua bergabung pada jam yang telah ditentukan dalam persekutuan doa yang besar ini dan yang akan mengguncangkan dunia. “Karena bukan oleh keperkasaan, dan bukan oleh kuat, melainkan oleh Roh-Ku, demikianlah firman Tuhan semesta alam”, adalah tugas kita yang harus dilaksanakan.
Untuk membantu saudara-saudara membiasakan diri memegang janji ini, maka kami menganjurkan supaya selama tiga atau empat kali hari Jumat, ketika saudara-saudara bangun pagipagi, anda mengatur alarm jam saudara pada jam 5 sore waktu Pasifik; jam 6 sore waktu Mountain; jam 7 sore waktu Central, sesuai dengan pembagian waktu di wilayah masing-masing.
Maka marilah kita pada hari Jumat ini, bergembira merasakan kekuatan yang bersatu, serta secara serentak menyampaikan doa-doa kita kepada Allah untuk menjadi perantara demi kepentingan jemaat kita sendiri dan demi semua orang yang menaruh perhatian.
1
Mencari Lokasi Umum Yang Terpadu
Karena dicabut dari semua keuntungan yang dimiliki organisasi, antara lain rumah-rumah sakit, pabrik-pabrik makanan sehat, percetakan, dan lain-lain, mungkin perlu mencari satu lokasi yang jauh dari kota guna mendirikan satu kesatuan yang terpadu untuk membantu menyampaikan pekabaran itu kepada sidang sampai “pengepungan terhadap sidang” itu berhasil mencapai puncaknya dalam suatu kemenangan yang gemilang sewaktu “kehendak Tuhan semesta alam akan melakukan hal ini.” (Yesaya 9 : 7). Ini sudah diusulkan oleh seorang saudari bersama dengan suaminya yang telah memiliki pengalaman banyak dalam bidang ini. Maka, kami mengharapkan perhatian semua orang yang berdiri dalam terang itu agar memberikan pertimbangan kepada usaha ini. Siapa saja yang mengetahui lokasi dan informasi seperti yang diperlukan berkenaan dengan tempat itu, tolong agar menghubungi kantor ini. Doa kita untuk rencana tersebut demi kepentingan umat Allah akan terjawab melalui hasil apa saja yang dapat kita peroleh terhadap panggilan ini.
Pekerjaan Di Wyoming
Sis. Hendricks mengirimkan sebuah laporan yang menggembirakan dari Sheridan. Maka di sini kami mengutip dua atau tiga bagian dari suratnya. “Saya merasa senang menerima buku pertama dari Symbolic Code itu. Buku itu telah memberi penghiburan di hati kami karena dari dalamnya kami dapat mengetahui laporan-laporan dari ladang pekerjaan lain. Sewaktu-waktu kami merasa hampir remuk oleh perlawanan dan cemoohan dari setiap pihak dan tampaknya kita semua merasa sendirian, namun keadaan itu akan membantu dan mendorong kita secara ajaib untuk terus berjuang sampai selesai pada waktu kita mendengar tentang orang-orang yang sedang berdiri membela kebenaran 7 Pada Masa Kini …
“Sis. Naomi Hindman dan Sis. Grubbs akan berangkat minggu depan ke Washington untuk mengunjungi teman-teman dan keluarga yang ada di sana dan mereka berharap dapat memberi pelajaran-pelajaran gambar nubuatan untuk mendapatkan beberapa orang dalam Kebenaran.”
Semua ini adalah kata-kata yang memberi semangat dan yang menunjukkan bahwa rombongan kecil yang ada di sana dengan semangat yang penuh untuk maju berperang. Semoga terang yang mereka miliki akan terus bercahaya seperti kekuatan lilin yang memancarkan sinarnya ke segala jurusan kemana ia memancar.
Berita-Berita Dari Colorado
Sdr. H.G. Warden, sekarang berada di Montrose, seorang pelopor pengerja dalam ladang kebenaran ini, ia menyampaikan kabar sehubungan dengan usaha-usahanya yang terakhir dalam ladang tersebut. Kami merasa “senang memberitahukan kepada saudara bahwa hasil-hasil terus kami capai di sini. Sekarang kami telah mengorganisir satu kelompok orang percaya -- dengan seorang pemimpin dan seorang sekretaris.
“Pemimpin tersebut, yaitu Ny. Molly Hartman, benar-benar adalah seorang wanita yang baik. Ia adalah seorang wanita pekerja paling keras yang pernah saya lihat, dan yang selalu berusaha menolong rekan seiman. Ia adalah seorang penganut Roh Nubuat yang bersungguh-sungguh, dari mana ia pernah murtad.”
Kita mengetahui bahwa malaikat-malaikat selalu bergembira atas laporan seperti itu.
Pengalaman yang menyenangkan dari Sis. Hartman ini mendorong hati kita untuk mengetahui berapa jumlah orang, yang menerima pekabaran “Tongkat Gembala” itu, dan berapa jumlah orang yang telah mengalami pertobatan yang sama. Kita mengetahui bahwa banyak orang yang telah mengalami pertobatan-pertobatan yang sedemikian serta ingin mendengar sebanyak mungkin. Oleh sebab itu, biarlah setiap pembaca tulisan ini yang percaya Roh Nubuat telah diteguhkan oleh “Tongkat Gembala” memberikan berita-berita kepada kantor ini.
Kegiatan Di Loma Linda Dan Sekitarnya
Beberapa gereja di Riverside Country telah bergabung dengan gereja Loma Linda dalam membentuk satu usaha yang terorganisir untuk memerangi pengaruh dan perkembangan yang begitu cepat dari “Tongkat Gembala” itu di daerah-daerah di sekitar mereka. Akhir-akhir ini mereka telah mengadakan ceramah umum tiga kali berturut-turut di Loma Linda.
2
Kami tidak yakin bahwa kami perlu mencatat jenis pertimbangan apa yang sudah diberikan kepada kami, lebih daripada untuk mengatakan bahwa cara menjalankan perlawanan “biasa” sudah diikutsertakan. Benar, ceramah-ceramah itu mempunyai maksud dan tujuan untuk menyajikan hanya “pertanyaan satu sisi saja”, gantinya untuk menemukan kebenaran dengan tidak mengindahkan pertimbangan beberapa banyak segi penyajian semacam itu yang mungkin timbul. Prinsip seperti ini 8 selalu mengarah, dan akan mengarah ke tujuan yang sama, dan semua orang tahu kemana arahnya.
Kami percaya bahwa kita dapat menaruh simpati kepada saudara-saudara kita yang kini menghadapi persoalan. Mereka berada dalam keadaan yang sangat sukar dan pencobaan, sehingga untuk ini kami merasakan penyesalan yang sangat mendalam. Namun kita tidak berani membiarkan rasa simpati kita membingungkan penilaian dengan maksud memaafkan dan memuji ketidakadilan sehingga isi rasa simpati yang tinggi dari pikiran semata-mata merupakan kepuasan, maka inilah yang dituntut oleh saudara-saudara kita.
Berita Dari Selatan
Sepucuk surat yang sangat menarik dari Dr. John H. Young dari Columbia, S.C, sebagian isinya demikian :
“Saya telah membaca kedua ... jilid pekabaran Tongkat Gembala itu, dan saya harus mengakui bahwa ia itu telah memukul hati saya dengan hebat. Saya merasa membutuhkan satu pembaharuan dan pembangunan dalam hati saya sendiri, dan saya berkeluh kesah dan menangis karena segala perkara yang dilakukan di tengah-tengah kita sebagai satu umat. Saya telah membaca brosur-brosur saudara, dan saya sedang mencari sebuah traktat yang berisikan pekabaran dalam “Osee” dan dalam “tujuh trompet”.
“... Saya ingin mengetahui dan melakukan kebenaran. Saya juga menghargai kebenarankebenaran indah yang telah dibentangkan di hadapan saya. Saya dapat merasakan bahwa saya sudah menjadi seorang yang lebih baik, sesudah saya menghubungkan diri saya lebih dekat kepada Allah melalui kebenaran-kebenaran itu. Saya menyadari bahwa sesuatu harus dilakukan bagi umat kita dan hal itu harus dilakukan dengan segera. Kami telah menderita banyak hal karena kami telah menghubungkan diri kami sendiri dengan pekabaran itu, tetapi bukan kehormatan dari dunia yang kami cari. Saya memuliakan Allah karena beberapa orang dalam gereja kami di sini yang menghendaki makanan murni, sekarang telah ditampi dengan baik”.
HAL PENTING
Sis. Hermanson meminta kerja sama dari setiap pengerja dalam rangka menyempurnakan daftar pengiriman “Symbolic Code”. Ia menghendaki supaya kepadanya diberitahukan nama dan alamat semua penganut Kebenaran Pada Waktunya yang tempatnya terpencil. Kita harus menanggapi semua masalah ini, segera setelah membaca berita ini, jika kita ingin melihat teman sesama kita orang percaya yang terpencil juga bersukacita dapat menikmati terbitan “Symbolic Code” itu. Kami yakin sepenuhnya agar panggilan yang mendesak ini segera mendapat jawaban dari saudara-saudara.
Sebuah Himbauan
Di sini kami tambahkan sebuah daftar dari beberapa pengerja yang tinggal di berbagai-bagai tempat, dan menghimbau kepada para pembaca “Symbolic Code”, yang mungkin mempunyai kenalan atau keluarga MAHK di tempat-tempat tersebut, agar saudara menempatkan pengerja untuk melayani 9 mereka melalui sebuah surat perkenalan. Para pengerja itu akan sangat berterima kasih karena semua bantuan seperti itu yang mereka terima.
H.G. Warden, 328 s.6th., Montrose Colorado; Mrs. Hazel Hendricks, Fort Mc Kenizie, Sheridan, Wyoming; H.F. Roller, 502 Foster Ave., Couer d’ Alene, Idaho; Eugene Lipsey, 4022 Newton Ave., San Diego, California; R.T. Nash, R 2 Box 78, Redlands, California; Miss Esther O’Malley, 1155 ½ W. 36th, ST., Los Angeles, California; E.T. Wilson, R5 Hendersonville, Carolina
3 Utara; Dr. Robt Stokes, 45 Main St. Brevard, Carolina Utara; Dr. W.S. Butterbough, 708 — 13th, Denver, Colorado.
Sekali lagi kami mengingatkan kepada semua pembaca agar memberikan kepada Saudara Hermanson alamat-alamat dan nama-nama MAHK yang mungkin berminat membaca buku kita yang diberikan secara cuma-cuma. Maka semua informasi mengenai pokok-pokok yang dijelaskan di sini, silahkan mengalamatkannya ke The Universal Publishing Assn., “Symbolic Code” Dept. BOX 68 Station K. Los Angeles, California.
Setiap orang yang berminat untuk membeli sebidang tanah pertanian seluas 160 acre di Montana, dapat menghubungi Ny. Mary McCune, Frazer, Montana.
15 Agustus 1934
Los Angeles, California
4
10POKOK-POKOK BERITA
15 September 1934 Jilid 1, No. 3
Untuk Kepentingan Sidang MAHK
Berita-Berita Dari Carolina
Laporan penulis, tanggal 6 Agustus :
“Kira-kira dua tahun yang lalu ada terjadi suatu peristiwa dalam Gereja Charleston yang merupakan kegenapan langsung dari Hosea pasal 1 dan pasal 2. Pada peristiwa penting tersebut ada sepuluh orang anggota yang paling baik dari gereja itu dipecat tanpa diberi kesempatan sepatah kata untuk membela diri mereka sampai pemungutan suara diadakan. Mereka yang dipecat itu diam dan tenang, dan sebahagian dari antara mereka tampaknya berada di bawah pengaruh langsung dari Roh Suci, karena setelah diadakan pemungutan suara, mereka membacakan hal-hal yang sangat menggugah hati dari Alkitab maupun Kesaksian ketika mereka mendapat kesempatan.
“Seorang wanita Israel penganut yang teguh percaya dalam ‘pergerakan reformasi’ yang diajarkan oleh Tongkat Gembala, tetapi tidak termasuk dalam daftar orang-orang yang dikucilkan bangkit berdiri lalu memohon kepada pendeta dan kepada anggota-anggota agar mempelajari Tongkat Gembala itu bagi diri mereka. Selanjutnya wanita itu mengatakan bahwa mereka sedang mengambil suatu tanggung jawab tanpa mengetahui apa yang sedang mereka lakukan. Untuk menanggapi permohonan wanita itu pendeta mengatakan bahwa ia tidak melakukan apapun untuk menentang orang-orang yang dipecat dan juga melawan Tongkat Gembala itu, tetapi ia hanya melaksanakan perintah atasannya; untuk mana saudari yang kekasih itu menjawab, ‘Tidak ada penguasa yang lebih tinggi daripada Allah, Pendeta’. Dan wanita Israel itu menjelaskan bahwa jemaat MAHK telah dibesarkan di rumahnya lalu menunjuk kepada orang-orang yang dikucilkan itu serta berkata, ‘Anakanak ini adalah anak-anakku’. Perkataan itu adalah satu permohonan yang mengharukan.
Jika sekiranya tirai terangkat maka saya yakin bahwa kita sudah akan melihat seorang malaikat menulis perkataan ‘Ichabod’, di atas gereja kecil itu, karena saya yakin bahwa Tuhan telah meninggalkan tempat itu menjadi sunyi senyap setelah perlakuan yang bertentangan dengan kehendak Kristus terjadi pada malam itu.
Orang-orang ini dipecat bukan oleh karena mereka melanggar hukum, tetapi adalah karena 11 mereka sedang mengikuti terang yang disampaikan Allah dengan murah hati kepada mereka pada zaman ini, yang membuat mereka menjadi orang MAHK yang lebih baik daripada sebelumnya.
Sekalipun demikian dianiaya, namun kita tetap mempunyai peminat-peminat yang baru yang bakal muncul untuk memperlihatkan bahwa mereka yang mencoba merubuhkan Tongkat Gembala itu, hanyalah sedang mencoba untuk membawanya maju ke depan sehingga menggenapi kata-kata berikut, ‘Sesungguhnya amarah manusia akan menjadi pujian bagi-Mu : dan sisa kemarahan akan Engkau tahan (Mazmur 76 : 10).
Berita-Berita Dari Wyoming
Sepucuk surat dari negara bagian Wyoming mengatakan bahwa rapat panitia Conference telah diadakan pada suatu malam di Gereja Sheridan lalu memecat semua penganut Tongkat Gembala. Ketua Conference bertindak sebagai pemimpin rapat, yang pada malam itu mengakui bahwa ia tidak mengetahui siapa nama penulis Tongkat Gembala, sehingga hal itu membuktikan bahwa tanpa penyelidikan pribadi ia sudah mempersalahkan pekabaran itu berikut orang-orang yang menerimanya. Dan walaupun ia sendiri tidak mengetahui apa yang mereka yakini, namun ia tidak memberikan kesempatan kepada mereka untuk membela diri mereka sendiri. Cara biasa yang mereka lakukan untuk menentang pekabaran, itulah yang menjadi pokok acara pada pertemuan itu.
Sister Hendricks memahami bahwa mereka sedang bermaksud mengorganisir kembali sidang itu dan berusaha untuk mencegah setiap para penganut Tongkat Gembala menghadiri kebaktiankebaktian. Hal itu sangat sukar diterima, bahwa sejak permulaan sidang MAHK selalu membela kebebasan beragama, tetapi sekarang berusaha menganiaya anggota-anggotanya sendiri tanpa alasan selain daripada karena mempelajari Alkitab melalui tuntunan Roh Nubuat. Tindakan seperti itu sama seperti yang digunakan oleh kepausan pada waktu mereka melarang anggota-anggotanya untuk mempelajari Alkitab itu bagi diri mereka.
Kami merasa menyesal karena saudara-saudara kita telah membiarkan diri mereka diperintah dan dipimpin oleh roh kekejaman kepausan pada zaman kegelapan. Demikianlah hati kami menjadi sangat sedih karena orang-orang yang mengira bahwa mereka sedang melayani Allah dengan mengangkat diri mereka sebagai “pengoreksi-pengoreksi” terhadap “para bidat”, dan bukan sedih
1 karena orang-orang yang sedang dianiaya itu, sebab kepada mereka sudah dijanjikan : “Berbahagialah kamu, jika karena Anak Manusia orang membenci kamu, dan jika mereka mengucilkan kamu, serta mencela kamu dan menolak kamu sebagai orang jahat. Bersukacitalah pada waktu itu, dan bergembiralah : sebab sesungguhnya, upahmu besar di sorga : karena dalam cara yang sama juga nenek moyang mereka telah memperlakukan para nabi.” (Lukas 6 : 22, 23).
Dua orang saudari dari Sheridan menulis sebuah surat dan mengirimkan copynya kepada setiap anggota gereja.
Ini tampaknya merupakan suatu pekerjaan yang benar, maka marilah kita berdoa kepada Allah supaya melalui usaha-usaha yang tekun dari saudari-saudari ini, banyak orang yang akan bangun untuk menyelidiki Alkitab itu bagi mereka sendiri sebelum “pintu” itu tertutup.
12Yang Berminat Dari Colorado
Dr. W. S. Butterbaugh, dalam pembelaannya terhadap keanggotaan sidangnya, telah menulis sepucuk surat yang panjang kepada ketua Conference Colorado tertanggal 21 Agustus dari mana dapat kita kutip sebagai berikut :
“Sebagai seorang penasehat, saudara tidak mempunyai hak untuk memecat saya … karena Roh Nubuat menyatakan, bahwa suatu sistem ciptaan manusia, dengan berbagai macam perinciannya akan menuntun para penganjurnya untuk menghakimi semua orang yang didapati kurang dari ukuran yang ditetapkan manusia … Janganlah membuat dirimu sebagai ukuran. Jangan menjadikan pendapatpendapatmu, pekerjaanmu, dan tafsiranmu terhadap Alkitab menjadi satu patokan bagi orang-orang lain, sehingga dalam hatimu mempersalahkan mereka jika mereka tidak menerima angan-angan hatimu ... dengan mempersalahkan orang-orang lain, maka mereka sedang menjatuhkan kesalahan ke atas mereka sendiri, dan Allah menyatakan bahwa hal ini adalah adil.” (M.B. 177 – 179).
“… Demikianlah bukti kenyataan itu sendiri bahwa pengucilan yang saudara lakukan terhadap saya adalah semata-mata berdasarkan atas “tafsiran saudara terhadap Alkitab sebagai suatu patokan bagi orang lain yang bertentangan dengan saya; maka dengan sendirinya hal itu menjadi benar bahwa anggota, yang hanya mempelajari persoalan itu secara terbatas, adalah “orang yang sedang bersandar pada lengan manusia” (Testimonies to Ministers, hal. 106) gantinya bersandar kepada penyelidikan pribadi yang digabungkan dengan pengetahuan yang diperoleh oleh belajar dan oleh penurutan kepada kebenaran.”
Dari Seorang Pengerja Di Indiana
Saudara C.T. ___ tertanggal 2 September menjelaskan banyak pengalaman yang diperolehnya dalam perjalanannya ke kawasan sebelah barat bagian tengah sehubungan dengan kepentingan Tongkat Gembala, yang karena keterbatasan tempat, kami tidak dapat menyebutkan satu demi satu di sini, dimana ia telah dapat membangkitkan minat sejumlah keluarga yang mana sebagian dari mereka telah siap sepenuhnya untuk menetapkan pendirian mereka pada pihak kebenaran pada masa kini. Di samping memberi pelajaran kepada umum atau secara pribadi, ia juga telah membagi-bagikan bukubuku kita secara cuma-cuma. Maka untuk kepentingan usaha-usahanya itu, marilah kita berdoa agar firman Allah tidak akan kembali dengan sia-sia kepada-Nya.
Pekabaran Di Idaho
Dokter dan Sister Roller, yang bekerja di Couer’d Alene dan Spokane, menuliskan bahwa peminat terus bertambah di sana, dan mereka “sedang belajar dengan sejumlah orang.” Sekiranya ada di antara para pembaca “Symbolic Code” yang mempunyai teman atau keluarga Advent di tempattempat ini, maka kami meminta supaya memperkenalkan Saudara Roller kepada mereka melalui sebuah surat. Hal ini akan banyak membantu Saudara Roller dalam pekerjaannya, dan ia akan sangat berterima kasih atas semua pertolongan yang diterimanya.
13Ungkapan Rasa Sukacita Karena Berpaling Kepada
Roh Nubuat Melalui Tongkat Gembala
Saudara-saudara yang kekasih :
Saya telah membaca kedua jilid buku Tongkat Gembala dan juga traktat-traktat itu beberapa kali dengan minat yang besar. Dan sebagai hasilnya ia itu telah menjadikan kepercayaan saya kepada Roh Nubuat menjadi semakin kokoh.
Saya ingin mengetahui dan melakukan kebenaran itu, dan ia itu telah membuat hati saya merasa senang karena telah mempelajari kebenaran-kebenaran indah yang terbentang di hadapan saya sementara saya terus mempelajari Tongkat Gembala itu bersama-sama dengan Roh Nubuat.
Doa saya ialah, sementara saya berusaha menyampaikan pekabaran itu kepada saudarasaudara dan kekasih-kekasih kita dalam sidang, supaya mereka akan segera mencapai pengetahuan kebenaran yang menyelamatkan ini.
(Tertanda) Ny. C. Riehl
Saudara-saudara yang kekasih :
Dengan sesungguhnya saya dapat mengatakan bahwa ajaran-ajaran Tongkat Gembala itu telah tertempa sedemikian rupa menjadi suatu pekerjaan yang berhasil dalam hati saya sehingga saya telah dituntun untuk membeli buku-buku Roh Nubuat. Saya telah menjadikan semua buku itu menjadi pelajaran siang dan malam. Hidup Kekristenan saya telah beralih ke dalam suatu pengalaman yang baru untuk mana saya tidak dapat berpikir untuk menukarkannya bahkan dengan harga berapapun juga.
(Tertanda) Ny. Elizabeth Anderson
2
JAWABAN PERTANYAAN-PERTANYAAN
Perintah Arthasasta
Pertanyaan tentang perintah raja-raja Medo-Persia yang manakah yang disahkan sebagai permulaan 2300 hari dari Daniel 8 : 14, dijawab di bawah ini :
Buku The Great Controversy, hal. 328, mencantumkan tahun 457 sTM sebagai tahun Arthasasta mengeluarkan perintah itu. Dari halaman ini, dan juga dari halaman 326 mengenai buku Ezra 9 : 9, sudah dipahami oleh sebagian orang menjadi tahun dikeluarkannya perintah untuk membangun kaabah di Yerusalem. Tetapi suatu penyelidikan yang lebih cermat akan halaman yang ditunjukkan di atas dan juga penyelidikan akan Alkitab akan mengungkapkan kenyataan bahwa yang pertama dari tiga perintah tersebut adalah untuk menyelesaikan pembangunan kaabah (Ezra 6 : 14, 15), dan yang akan mempersiapkan jalan bagi pemberitahuan untuk membangun kota dan temboknya adalah merupakan peristiwa yang harus ditetapkan sebagai pembubuhan tahun permulaan dari nubuatan 2300 Daniel 8 : 14, karena ternyata malaikat itu berkata kepada Daniel. “Karena itu ketahui dan pahamilah, bahwa semenjak dari saat firman itu keluar, untuk memulihkan dan membangun kembali Yerusalem … Jalan-jalan itu akan dibangun kembali dan temboknya, bahkan sekalipun di tengahtengah kesulitan” (Daniel 9 : 25), jadi bukan semenjak dari perintah untuk membangun kaabah itu.
14Tambahan pula, perintah raja Arthasasta, yang berkaitan dengan pembangunan kaabah (Ezra 6 : 14) tidak sama dengan pembangunan kaabah yang sudah selesai dalam perintah raja Darius (Ezra 7 : 15), yang Ezra jelaskan bahwa “setelah semua perkara ini” (Ezra 7 : 1); artinya, setelah penyelesaian pembangunan kaabah, kemudian raja itu mengumumkan : “Saya, raja Arthasasta, telah mengeluarkan perintah kepada semua bendahara yang berada di seberang sungai Efrat, supaya apa saja yang diminta oleh imam Ezra, ahli torat Allah semesta langit, harus dilaksanakan dengan seksama dan dengan segera.” (Ezra 7 : 21).
Oleh karena itu, perintah yang dikeluarkan pada tahun 457 sTM itu, dalam tahun ketujuh pemerintahan raja Arthasasta, bukanlah perintah untuk membangun kaabah, melainkan perintah untuk membangun kota dan temboknya, dan juga untuk memperindah rumah Allah yang telah selesai dibangun beberapa tahun sebelum perintah tersebut, dan sebelum ekspedisi Ezra dan Nehemia, yang melaksanakan perintah raja, menjadi pembubuhan tahun permulaan 2300 hari dari Daniel 8 : 14. Perhatikanlah gambar yang tercantum dalam Traktat No. 4, hal. 20, juga “Symbolic Code” terbitan bulan Agustus tahun 1934, hal. 5 (bahasa Inggris).
Kristus Berada Dalam Bait Sorga
Dan Juga Berada Dalam Sidang Di Bumi
Dalam penjelasan kepada pertanyaan tentang bagaimana Kristus dapat bekerja dalam bait suci surga dan juga dalam kereta yang dilihat oleh Yeheskiel dalam khayal, dapat cocok menurut Traktat No.1; artinya, bagaimanakah Kristus dapat berada dalam bait suci surga dan pada waktu yang sama juga berada di atas bumi, akan dijawab sebagai berikut :
Sudah dipahami bahwa pekerjaan Kristus akan diteruskan dalam bait suci surga sampai kepada masa kasihan berakhir. Tetapi Ilham juga mengatakan bahwa Ia akan berada di tengahtengah umat-Nya -- dalam sidang di atas bumi -- selama masa Seruan Keras pekabaran malaikat yang ketiga, karena, demikianlah firman Tuhan, “Aku akan diam di tengah-tengahmu”, “dan banyak bangsa akan menggabungkan diri kepada Tuhan pada hari itu”. (Zakharia 2 : 11). “Berseru dan bersoraklah, hai penduduk Sion : sebab yang Maha Kudus dari Israel berada di tengah-tengahmu.”
Roh Nubuat menggambarkan dalam kutipan berikut ini masa dari kedatangan-Nya sewaktu Ia berada di tengah-tengah umat-Nya :
“Mereka akan selalu mempertanyakan dan mengkritik pekerjaan dan kedudukan orangorang lain, mengkritik setiap cabang pekerjaan dalam mana mereka sendiri tidak ikut ambil bagian. Mereka akan hidup dari kesalahan-kesalahan dan kekeliruan-kekeliruan serta kebodohan orang lain, “sampai”, kata malaikat itu, “Tuhan Yesus akan bangkit dari tugas pengantaraan-Nya dalam bait suci surga, lalu mengenakan pada diri-Nya jubah pembalasan-Nya, dan mengejutkan mereka pada jamuan makan mereka yang tidak suci; sehingga mereka akan menemukan diri mereka sendiri tidak siap bagi perjamuan kawin Anak Domba itu.” -- “Testimonies for the Church”, hal. 690.
Jilid 5, hal. 80, menunjukkan bahwa Ia akan mengawasi kawanan domba itu pada waktu pembersihan sidang, dan “Testimonies to Ministers”, hal. 300 menjelaskan : “Allah akan menggunakan cara-cara dan sarana-sarana oleh mana hal itu akan terlihat bahwa Ia sedang mengambil alih semua pemerintahan di dalam tangan-Nya sendiri. Para pengerja itu akan terkejut oleh alat-alat sederhana 15 yang Ia gunakan untuk menghasilkan dan menyempurnakan pekerjaan pembenaran-Nya. Oleh sebab itu, apakah dengan pikiran kita yang fana kita dapat memahami sepenuhnya segala jalan Allah atau tidak, namun Firman-Nya pasti benar, yang mana kutipan di atas menunjukkan bahwa walaupun Ia akan menjalankan tugas pengantaraan-Nya dalam bait suci surga sampai kepada berakhirnya masa kasihan, tetapi Ia juga akan berada, selama masa seruan keras, di atas bumi di tengah-tengah umat- Nya -- sidang.
Selanjutnya, kami akan mencoba untuk memberikan suatu illustrasi mengenai bagaimana hal itu bisa mungkin bagi Dia. Janganlah kita lupa bahwa Ia adalah yang maha hadir sebagaimana yang dilukiskan oleh nabi, yang mengatakan, “Demikianlah firman Tuhan, Langit adalah tahta-Ku, dan bumi adalah tumpuan kaki-Ku.” (Yesaya 66 :1).
3
Jika hal itu mungkin bagi Dia berada di bilik yang pertama bait suci surga sesudah kebangkitan- Nya, dan pada waktu yang sama Ia berada di atas tahta Allah terpisah dari tempat kesucian itu (Wahyu 22 : 1; Early Writings, hal. 55; lihat Traktat No. 3, hal. 21 - 23), maka kenapa Ia tidak mungkin berada dalam bait suci surga dan juga berada di atas bumi, dengan mengingat bahwa Ia adalah yang Maha Hadir? Kita manusia fana sering sekali menarik kesimpulan yang sempit mengenai Allah dan pekerjaan-Nya, lalu membatasi semua rahasia-Nya dengan membandingkan Dia kepada keadaan kita yang fana.
Jika seorang malaikat dapat mengadakan perjalanan dari surga ke bumi dalam waktu kurang dari lima belas menit (Daniel 9 : 23), maka bukankah tidak ada alasan bahwa Kristus juga dapat mengadakan hal yang sama? Jawaban-Nya kepada Maria, sesudah kebangkitan-Nya, “janganlah memegang Aku, sebab Aku belum pergi kepada Bapa-Ku : tetapi pergilah kepada saudara-saudara- Ku dan katakan kepada mereka, bahwa Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu; dan kepada Allah-Ku dan Allahmu. Lalu pada hari yang sama pada waktu malam, yaitu pada hari yang pertama dalam minggu itu, berkumpullah murid-murid Yesus di sebuah rumah, dengan pintu-pintu terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi, lalu tiba-tiba Yesus berdiri di tengah-tengah mereka, serta berkata, Damai sejahtera bagi kamu” (Yohanes 20 : 17, 19), membuktikan kenyataan bahwa Kristus telah pergi ke surga kemudian kembali pada hari yang sama. Sebab itu, jika hal itu mungkin bagi ketua General Conference untuk melakukan urusannya di Washington, D.C., dan pada waktu yang sama mengadakan suatu perjalanan ke beberapa negara yang jauh, dan yang memerlukan waktu berbulan-bulan untuk menyelesaikannya, apakah tidak lebih banyak kemungkinan bagi Kristus untuk mengunjungi kedua tempat itu sementara Ia dapat mengadakan perjalanan pulang pergi dengan suatu kecepatan yang melebihi kecepatan kilat?
Kenyataan ini dapat juga diuji melalui perkataan-perkataan Yeheskiel, yang mengatakan, “Cherubium-cherubium itu mengangkat sayap mereka, lalu bergerak naik ke atas dari bumi dalam penglihatanku.” (Yeheskiel 10 : 19). Dan kemudian pada pasal 11, ayat 24 menunjukkan bahwa mereka turun lagi. Janganlah ada seorang pun yang mengira bahwa Kristus sama seperti seorang narapidana dalam bait suci dan bahwa Ia harus terus tinggal di situ, sebaiknya marilah kita ingat bahwa di sana Ia hanya melakukan kerja-Nya tetapi atas kehendak-Nya Ia dapat masuk dan pergi lebih baik daripada seorang pengusaha dapat melakukan tugas di kantornya dan pada waktu yang sama ia tinggal di rumah.
Lebih jauh Kristus telah menggambarkan kejadian ini dalam perumpamaan Markus 13 : 34 : “Karena Anak Manusia sama halnya seperti seorang yang pergi mengadakan perjalanan jauh, lalu 16 meninggalkan rumah-Nya, dan memberikan kuasa kepada hamba-hamba-Nya, serta menetapkan tugas masing-masing, lalu berpesan pada penjaga pintu supaya berjaga-jaga.” “Lama sesudah itu (dari sejak kebangkitan-Nya sampai kepada penyucian sidang) pulanglah Tuan hamba-hamba itu, lalu mengadakan perhitungan dengan mereka.” (Matius 25 : 19). Maka dari itu, jangka waktu ketidakhadiran-Nya di bumi berakhir pada waktu penyucian sidang pada waktu mana Ia mengadakan perhitungan dengan hamba-hamba-Nya, lalu Ia sendiri memegang pimpinan atas kawanan domba- Nya.
Petrus Dan “Kunci”
Tolong Jelaskan Matius 16 : 15 – 19.
“Lalu Yesus bertanya kepada mereka, Tetapi kata kamu siapakah Aku ini? Maka jawab Simon Petrus, Engkaulah Kristus Anak Allah yang hidup. Dan Yesus berkata kepadanya, Berbahagialah engkau, hai Simon anak Barjona : sebab daging dan darah tidak dapat mengungkapkan hal itu kepadamu, selain Bapa-Ku yang di surga. Maka Aku pun berkata kepadamu, bahwa engkau adalah Petrus dan di atas batu inilah Aku akan mendirikan sidang-Ku; sehingga gerbang-gerbang neraka tidak akan mengalahkannya. Kepadamu akan Kuberikan kunci-kunci kerajaan surga : sehingga apapun yang engkau ikat di atas bumi tentunya akan terikat di surga : dan apa yang engkau lepaskan di atas bumi akan terlepas juga di surga.” (Matius 16 : 15 – 19). Pertama sekali marilah kita perhatikan alasan kenapa Yesus berkata kepada Petrus gantinya berkata kepada salah seorang dari antara muridmurid itu. “Aku akan memberikan kepadamu kunci-kunci kerajaan surga. ” Petrus adalah satu-satunya yang memberikan jawaban benar terhadap pertanyaan Kristus, dan Kristus menyatakan bahwa “daging dan darah” tak dapat mengungkapkan kebenaran kepada Petrus kecuali “Bapa” saja.
Apabila Allah mengungkapkan sesuatu kepada seseorang yang ia sendiri tak dapat temukan, maka Alkitab menyebut ungkapan sedemikian ini adalah Ilham. Sebab itu, Yesus mengatakan bahwa Petrus sudah diilhami, dan pokok ungkapan dari Petrus itu adalah merupakan pusat dari keselamatan manusia -- Yesus. Pokok kebenaran yang harus diberitakan pada zaman Petrus ialah bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah. Maka dari itu, Petrus telah memiliki satu pekabaran yang diterima langsung dari Bapa oleh mana ia merupakan seorang yang berhutang kepada setiap jiwa yang berada di bawah kolong langit, dan olehnya juga setiap orang akan dihakimi apakah untuk keselamatan atau kebinasaan.
Oleh karena itu, “kunci-kunci” yang diberikan Kristus kepada Petrus adalah tugas penginjilan, maka selama Petrus membawa tugas ini, ia beserta semua orang yang bergabung kepadanya untuk memberitakan pekabaran itu, telah memiliki kunci-kunci kerajaan surga oleh mana mereka dapat mengikat atau melepaskan di atas bumi lalu disetujui di dalam surga. Demikianlah hal itu menjadi jelas bahwa sesuatu pekabaran yang datang dari surga, dan yang diberitakan oleh hamba-hamba pilihan Allah, adalah merupakan kuasa penuh, yang olehnya nasib yang berkaitan dengan keselamatan manusia diputuskan.
4
Maka kita dapat melihat dengan jelas, bahwa sidang bukanlah merupakan kunci itu, dan bukan juga merupakan seseorang atau sekelompok manusia, yang memiliki kuasa untuk melepaskan atau mengikat dengan persetujuan surga, kecuali mereka melakukan demikian melalui satu pekabaran yang langsung dari Allah. Tambahan pula, perlu diperhatikan bahwa “periode-periode yang berbeda dari sejarah sidang masing-masing telah ditandai dengan perkembangan beberapa kebenaran khusus 17 yang disesuaikan kepada keperluan-keperluan umat Allah pada zamannya masing-masing. ”The Great Controversy, hal. 609. Sebab itu, perhatian kita ditujukan kembali kepada permulaan zaman.
Itulah sebabnya Nuh, sama seperti Petrus, pernah memiliki satu pekabaran, “kunci-kunci” untuk keperluan-keperluan umat Allah pada zamannya yang dapat untuk melepaskan atau mengikat, dan untuk membuktikan hal ini, Allah telah menurunkan air bah, terhadap mana gerbang-gerbang neraka tidak dapat bertahan. Sama juga seperti Abraham pernah memiliki “kunci-kunci”, dan dengan demikian Allah berfirman kepadanya : “Aku akan memberkati mereka yang memberkati engkau, dan mengutuk mereka yang mengutuk engkau : dan di dalam engkaulah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat.” (Kejadian 12 : 3). Demikianlah Sodom dan Gomora telah “terikat” -- dihakimi.
Demikian juga halnya dalam pergerakan keluaran, untuk mana Musa telah memiliki sebuah pekabaran -- yaitu “kunci-kunci” dari Allah -- dan melalui kunci-kunci itulah umat Allah yang dahulu dibebaskan, ditawan atau dibinasakan selama-lamanya. Demikianlah, “Musa berkata, Dari hal inilah kamu akan mengetahui bahwa aku telah diutus Tuhan untuk melakukan segala perbuatan ini; karena aku tidak melakukannya dari pikiranku sendiri. Jika orang-orang ini mati seperti kematian biasa yang dialami semua orang atau jika kematian mereka sama seperti pehukuman Tuhan terhadap semua manusia; maka bukan Tuhan yang telah mengutus aku. Tetapi apabila Tuhan membuat sesuatu perkara yang baru, dan bumi mengangakan mulutnya lalu menelan mereka, dan semua kepunyaan mereka, sehingga mereka turun hidup-hidup ke dunia orang mati; maka ketahuilah engkau bahwa orangorang ini telah menista Tuhan. Baru saja ia selesai mengucapkan perkataan itu, terbelahlah tanah itu yang di bawah mereka : Dan bumi membuka mulutnya, lalu menelan mereka semua, dan menelan rumah-rumah mereka, dan semua orang yang bergabung dengan Korah, dan segala barang-barang
Benar, bahwa sistem upacara itu telah disampaikan oleh Musa kepada umat Allah yang dahulu, namun kemudian, pada waktu mereka menolak pekabaran dari Allah yang khusus disesuaikan kepada keperluan-keperluan umat Allah untuk mengakhiri sistem upacara yang merupakan lambang itu, maka Kristus telah mengambil “kunci-kunci” itu dari para pemimpin Yahudi lalu memberikannya kepada para pendiri sidang Kristen.
Walaupun Allah telah membuat para pemimpin Yahudi itu merupakan contoh, orang-orang yang menggantikan para rasul, sebagaimana orang-orang yang menggantikan Musa, karena mempraktekkan kebiasaan dunia telah menolak pekabaran Luther serta melakukan kebiasaankebiasaan dunia, demikianlah Kristen yang mula-mula juga telah menghianati kepercayaan mereka yang suci. Sejak saat itu, “kunci-kunci kerajaan surga” telah beralih dari orang Kristen yang mulamula (yang akhirnya menjadi sidang Katholik) lalu dipercayakan kepada pengikut Luther, dan dengan demikian terus sampai kepada Reformasi yang dikhotbahkan oleh William Miller. Pada waktu gerejagereja Protestan menolak pekabaran yang disampaikan oleh Miller, maka mereka juga, dengan tanpa disadari telah ditolak menjadi pelayan-pelayan dari kunci yang suci itu. Demikianlah Miller dan para pengikutnya telah memiliki kunci-kunci itu sampai kepada pekabaran Allah selanjutnya dalam tahun 1844, di saat kunci-kunci itu beralih dari pergerakan Miller kepada organisasi Masehi Advent Hari Ketujuh. Maka jelaslah bahwa organisasi sidang MAHK, telah memiliki kunci-kunci itu selama periode penghakiman terhadap orang mati, atau selama periode yang mendahului Seruan Keras dari Pekabaran Malaikat Yang Ketiga -- yaitu pehukuman terhadap orang-orang hidup.
Akibatnya, karena sekarang mereka sedang menolak pekabaran kepada orang-orang 18 Laodikea, yang dalam perbandingannya adalah sama dengan pekabaran Yohanes Pembaptis kepada sidang Yahudi, maka mereka sedang mengulangi sejarah umat itu. Sebab itu, karena para pemimpin Yahudi dalam penolakan kepada pekabaran tentang kebenaran Baptisan maka dengan tidak disadari mereka telah kehilangan “kunci-kunci”, sama seperti, organisasi MAHK yang menolak “nasehat dari Saksi Yang Benar kepada orang-orang Laodikea”, yakni pekabaran yang terdapat dalam “Tongkat Gembala”, secara buta telah menyerahkan “kunci” itu kepada para penganut Tongkat Gembala. Demikianlah, pada waktu Roma Katholik, maupun Yunani, dan yang lain-lainnya, mengutuk semua orang yang tidak sepaham dengan mereka, hal itu hanya mempersalahkan diri mereka sendiri lalu kehilangan kuasa untuk melepaskan atau mengikat apapun yang dilakukan seseorang yang telah diakui sorga.
Hal-Hal Yang Perlu Diingat
Kantor penempatan tenaga kerja yang kita miliki menginginkan kegiatan kerja yang sungguhsungguh. Oleh karena itu sangat mendesak supaya setiap penganut kebenaran pada masa kini melapor ke departemen ini segera setelah ia mendengar atau mempunyai sesuatu tugas yang harus dikerjakan -- tugas besar ataupun kecil. Hal itu juga perlu bagi semua orang yang ingin memperoleh pekerjaan supaya segera melapor. Jelaskanlah jenis pekerjaan apa yang paling cocok buat saudara dan sejauh mana pengalaman yang saudara miliki pada waktu tertentu, sebab kita menghendaki supaya menempatkan seseorang yang tepat pada pekerjaan yang tepat.
Penyebaran traktat-traktat secara cuma-cuma hanya dapat dilakukan melalui bantuan persembahan sukarela. Untuk itu kami harapkan supaya kita menyampaikan kesempatan yang istimewa ini kepada semua orang yang ingin mengambil bagian untuk menyumbang dengan keuangan menyebarkan bahan bacaan yang gratis ini. Kami juga menyarankan agar setiap pemimpin mengumpulkan persembahan sekali dalam seminggu dari kelompoknya masing-masing untuk membantu usaha yang mulia ini dan jika mungkin biarlah juga mengumpulkan persembahan dari orang-orang yang tinggal di tempat-tempat terpencil walaupun jumlahnya hanya sedikit, lalu mengirimkannya ke kantor ini supaya dapat digunakan untuk tujuan tersebut.
Jangan lupa, jam yang ditetapkan untuk berdoa adalah setiap malam Jumat.
Percetakan Umum
BOX 68 Station K, Los Angeles California 5
19POKOK-POKOK BERITA
15 Oktober 1934 Jilid 1, No. 4
Los Angeles, California
Untuk Kepentingan Sidang MAHK
PESAN DARI “BAPA TERANG”
Untuk Senjata Pendobrak Yang Mengelilingi “Gunung Sion”
Yeheskiel 4 : 2
Saudara-saudara yang kekasih :
Dengarlah “dengan rajin dan dengan penuh perhatian”. Agar jubah-jubah kita jangan ternoda oleh air bah kesalahan-kesalahan dan teori-teori manusia yang terus menerus merusak “landasan” MAHK “yang mula-mula”, lalu menanggalkan “pakaian-pakaian Sion yang indah” (Yesaya 52 : 1), suatu bentuk “yang indah”, maka peraturan-peraturan yang berikut harus dipelihara dengan seksama untuk membuat kita semua mampu membicarakan perkara-perkara yang sama -- “memperbaiki landasan yang diletakkan untuk banyak generasi”; lalu “disebut, Yang memperbaiki pelanggaran, Yang memulihkan jalan-jalan supaya tempat itu dapat dihuni.” (Yesaya 58 : 12).
Ajarkanlah pekabaran itu sebagaimana adanya -- jangan tambahkan apapun ke dalamnya, dan juga jangan kurangi apapun dari dalamnya. Jangan merasa bahwa adalah kewajibanmu untuk menjawab semua pertanyaan dari setiap orang, atau menerangkan seluruh isi Alkitab dan Roh Nubuat. Hanya orang bodoh saja yang mau berbuat perkara yang demikian. Gulungan surat masih belum terbuka sampai sejauh itu. Janganlah melampaui apa yang sudah dijelaskan oleh Tongkat Gembala itu. Tanyakanlah kepada penentang-penentangmu apakah mereka dapat memberi jawaban terhadap segala sesuatu yang tertulis. Hanya orang dungu yang merasa mampu untuk berbuat demikian. Jawaban-jawaban mereka yang lalu sudah dikira benar sekarang dalam membuka gulungan surat itu, tetapi terbukti tidak ada jawaban sama sekali. Tidak pernah ada seorang nabi mengaku dapat menjelaskan segala sesuatu kepada lawan-lawannya walaupun pertanyaan-pertanyaan yang akan dijawab berhubungan dengan pekabarannya sendiri. Semua orang yang menuntut suatu penjelasan secara rinci sebelum menetapkan pendirian mereka, akan jatuh ke dalam “lubang yang tak terduga dalamnya.”
Kita memiliki bukti yang lebih banyak untuk menunjang pekabaran kita daripada yang dapat 20 diberikan oleh para nabi pada zaman mereka masing-masing. Sekarang tekad Setan sama seperti masa lampau -- yang menyebabkan umat itu menghormati para nabi yang menyampaikan pekabaran kepada generasi-generasi yang terdahulu, tetapi sebaliknya menolak nabi yang menyampaikan satu pekabaran pada generasinya sendiri. Jika Setan tidak dapat berhasil melumpuhkan semua pekabaran itu, maka ia merasa senang jika mereka menolak pekabaran dengan cukup untuk membuat mereka meragukan kata-kata utusan itu. Kesempatan mereka untuk ragu didorong oleh karena mereka tidak mau diganggu, atau karena motif-motif mereka tidak mau dibatasi.
Jangan sisipkan ke dalam pekabaran “Tongkat Gembala” itu semua tafsiranmu sendiri terhadap Alkitab dan terhadap tulisan-tulisan Sister White, dan juga jangan memasukkan apa saja pun pendapatmu pada segala sesuatu yang tertulis di dalamnya sebelum terlebih dahulu menyampaikan semua pendapatmu ke kantor ini. Jika pengakuanmu pada sesuatu pokok masalah, yang mungkin saudara pegang sebagai hal yang benar, dan didapati demikian lalu diterima sebagai yang bernilai oleh kantor ini setelah diadakan pemeriksaan secara cermat, maka kami dapat menerbitkannya serta membagi-bagikannya ke seluruh jajaran kita, jika hal itu saudara kehendaki. Tetapi jika kami tidak melihat ada terang dalam penyajian perkataan atau dokumen pernyataan saudara, maka kami akan memberitahukan hal ini kepada saudara secepat mungkin. Kemudian jika saudara merasa tidak yakin kepada hasil pertimbangan kami, maka saudara dipersilahkan untuk mengetahui bahwa kami tidak akan berusaha untuk merintangi cara saudara mengajar hal yang sama dan juga tidak akan melarang mereka yang ingin membaca atau mendengar ceramah-ceramah saudara. “Hendaklah setiap orang benar-benar yakin di dalam hatinya sendiri” adalah menjadi sikap kita. (Roma 14 : 15).
Tetapi jika ada di antara saudara-saudara telah bersalah mengajarkan sesuatu dari tafsirannya sendiri dengan biaya Tongkat Gembala, maka kepada saudara akan diberi waktu selama 30 hari, dalam mana saudara dapat menulis dan memberitahukannya ke kantor ini, serta menjelaskan tema daripada ajaran saudara dan juga tujuan pelajaran saudara. Jika saudara berniat untuk menariknya kembali, perbuatlah demikian dan tidak akan ada orang yang mempersalahkan saudara. Tetapi jika saudara gagal mematuhi segala persyaratan yang ada di sini, maka saudara hendaklah mengetahui sekarang bahwa saudara dapat mengirimkan surat pengunduran diri saudara dalam jangka waktu yang sudah ditetapkan, sehingga kami akan membebaskan saudara dari setiap tugas pekabaran kita yang akan datang.
Barangsiapa yang tidak mengindahkan perintah ini akan dianggap sebagai seorang penjaga yang tidak setia, sebagai seorang yang membunyikan trompet yang tidak menentu. Baca Traktat No. 4, “Berita-Berita Terakhir Bagi Ibu”, hal. 65, 66. (Bahasa Inggris).
(Simpanlah keterangan ini baik-baik)
“Hendaklah kamu menjadi pelaku-pelaku Firman, dan bukan hanya pendengar-pendengar saja, sebab jika tidak demikian maka kamu menipu dirimu sendiri. Sebab jika seseorang hanya mendengar Firman saja dan tidak melakukannya, ia adalah seumpama seseorang yang sedang mengamati-amati bagaimana mukanya yang sebenarnya di depan cermin : karena baru saja ia memandang dirinya, ia sudah pergi, dan lupa bagaimana rupanya.” (Yakobus 1 : 22 – 24) 1
21BERITA-BERITA DARI COLORADO
Sepatah kata dari Saudari Bliven --
“Saudara-saudara yang kekasih :
Kami mengadakan perjalanan yang agak sulit ke Colorado karena bus kami begitu penuh sesak, tetapi kami merasa senang setelah kami sampai di Pueblo pada tanggal 5 September, dan dari sana kami meneruskan perjalanan ke Denver, dimana Sdr. dan Sis. Warden bertemu dengan kami sekembalinya mereka dari Idaho Spring …. Pada hari Minggu yang lalu kami semua pergi ke Golden untuk bertemu dengan beberapa orang yang berminat pada kebenaran masa kini … Kemudian kami mengadakan suatu rapat dalam mana Dr. Butterbaugh telah dipilih sebagai pemimpin di sini.
Saya harus menceritakan kepada saudara tentang sidang Denver Barat. Pendeta kami telah berkhotbah tentang Roh Nubuat selama tiga Sabat berturut-turut. Dua khotbah yang pertama dapat diterima, tetapi dalam khotbahnya yang ketiga kami merasa kecewa sewaktu ia menyatakan bahwa ‘Roh Nubuat’ itu bukanlah suatu alat penguji keanggotaan gereja kita. Apakah orang-orang yang bertobat itu menerima Kesaksian itu atau tidak, namun kita tidak akan menolak mereka sebagai anggota.
Betapa aneh! Bukahkah perbuatan seperti itu sedang menghimpun dua golongan yang saling bertentangan, dan keduanya mengaku orang-orang Masehi Advent Hari Ketujuh? Tetapi bagaimana hal ini bisa terjadi! Tidak ada maaf untuk orang-orang yang membiarkan para anggota sampai tidak tahu tentang bagaimana dan melalui siapa pekabaran Tiga Malaikat itu dimulai.Dengan tidak mengajarkan kepada anggota kenyataan bahwa apabila mereka percaya pekabaran itu maka mereka juga harus percaya kepada Roh Nubuat, jadi pihak kependetaan tidak ada melakukan apapun kecuali relatif menjiplak kepada Pekabaran Tiga Malaikat.
Sekiranya pendeta itu berkhotbah seperti khotbah yang dikhotbahkannya di Denver pada zaman Musa, bukankah tanah akan terbelah untuk menelannya, atau bukankah ia akan kena tampar sementara ia sedang berkhotbah? Kapankah Allah pernah memberi maaf kepada seseorang karena tidak percaya kepada nabi-nabi yang dipilih-Nya? “Percayalah kepada nabi-Nya, maka dengan demikian kamu akan menjadi makmur”, demikianlah firman Tuhan (2 Tawarik 1 : 20). Hendaklah umat Allah memperhatikannya. Sudahkah sidang kita sampai ke tempat sedemikian dimana ia dapat berkata, Adalah tidak menjadi soal apakah para anggota percaya kepada nabi yang diutus kepada mereka atau tidak, lalu masih mengira bahwa keselamatan mereka sudah terjamin sementara mereka terus berdosa melawan Roh Kudus, -- melakukan dosa yang tidak dapat diampuni? Dari manakah mereka memperoleh kuasa untuk pelanggaran terhadap hal yang suci itu? Meskipun banyak dari pendeta-pendeta harus berterima kasih pada saat ini karena Allah tidak segera melaksanakan pehukuman-Nya, namun dukacita mereka sudah ditetapkan. Berapa lama Allah akan bersabar terhadap kejahatan ini! Janganlah kita salah paham akan pernyataan di atas. Kita berharap dapat melepaskan saudara-saudara kita dari “lubang” kemana mereka sedang tergelincir. Apakah umat Allah tidak mau mendengar seruan kita lalu bergabung dengan kita dalam doa agar Allah melakukan sesuatu untuk membangunkan sidang-Nya? Atau apakah kita membiarkan musuh melemparkan kita masuk ke dalam neraka?
22Florence, Sidang Colorado Sedang Diadili
Saudara Skeels melukiskan peristiwa itu sebagai berikut :
“Pendeta Nethery dan Pendeta Lickey, juga saudara John dan Brown datang ke gereja kami yang kecil, dimana mereka hampir dua jam, memandang rendah Tongkat Gembala, dan juga setiap orang yang mau mempelajarinya. Kami yang sedang diadili membacakan kepada mereka bagianbagian Alkitab dan juga Roh Nubuat yang dapat menjelaskan pendirian kami, tetapi kata-kata yang dibacakan tidak ada yang membawa manfaat kepada mereka selain hanya merupakan sebuah bola salju yang dilemparkan ke dalam dapur api raja Nebukadnezar yang bernyala-nyala dengan hebatnya …
Hanya Saudari Powers dan Saudari Houston yang mengungkapkan suatu kerinduan agar diijinkan untuk mempelajari lebih lanjut Tongkat Gembala sebelum menentukan pendirian mereka mengenai hal itu. Hal ini memberi kesempatan kepada mereka untuk berpikir bahwa mereka belum dapat membubarkan rombongan kami yang kecil itu, sehingga mereka terus bertengkar, lalu pada jam 10 malam saya jatuh sakit. Saya mengambil buku-buku saya dan pergi pulang. Sesudah peristiwa ini mereka mencoba untuk meyakinkan Sister Powers dan Sister Houston agar Saudara Skeels dan Saudara Mullenix dikeluarkan dari gereja, tetapi hal itu sungguh keterlaluan sehingga mereka gagal melakukannya. Sekarang mereka sedang mengawasi kami dengan ketat. Pendeta Lickey mengatakan kepada beberapa orang pada hari Rabu yang lalu bahwa Conference sudah memutuskan untuk membiarkan kami sampai waktu pertemuan perkemahan yang akan datang, dan jika tidak ada perubahan pada kami sampai pada waktu itu maka mereka akan membubarkan gereja.
Dalam Traktat No. 4, “Berita-Berita Terakhir Bagi Ibu”, telah dijelaskan segala sesuatu menyangkut diri kami. Maka dari sejak sekarang, kami sebagai satu sidang, akan mengirimkan semua perpuluhan dan persembahan kami untuk menyokong pekabaran Tongkat Gembala itu, jadi marilah kita berjaga-jaga dan berdoa. -- D.S. Skeels.
SURAT DARI GEORGIA
Saudara-saudara yang kekasih
Saya berada di sini, di tengah-tengah masyarakat dimana saya pernah mengadakan usaha penginjilan 15 tahun yang lalu. Saya dijamu dengan ramah-tamah oleh keluarga yang pernah melayani segala keperluan saya pada waktu itu. Adalah merupakan hal yang menyegarkan melihat jiwa-jiwa yang kekasih ini minum dalam pekabaran yang mulia dari kebenaran masa kini. Benar-benar saya “mengucapkan terima kasih kepada Allah dan hati saya menjadi teguh” karena ternyata jerih payah dalam usaha penginjilan yang saya lakukan di sini pada waktu yang lampau, untuk menyampaikan pekabaran itu secara langsung -- menegakkan suatu standar yang tinggi bagi sidang, dan juga telah mengajar mereka untuk mencintai Kesaksian-Kesaksian itu. Maka dengan sendirinya sekarang mereka sudah siap untuk menerima kebenaran masa kini sebagaimana yang disajikan dalam bagian-bagian buku Tongkat Gembala itu. Kebenaran ini pertama sekali disampaikan kepada mereka oleh Saudara E.E. Kurtz.
2
Dalam beberapa kumpulan kebaktian kami dapati juga orang-orang yang bukan anggota jemaat MAHK, tetapi tampaknya merekalah yang bahkan berhaus dalam kebenaran masa kini daripada 23 sebagian orang yang beragama Advent. Kenyataan ini adalah merupakan suatu bukti bagi saya bahwa Tongkat Gembala Jilid 2, sekarang harus dijual kemana saja, untuk membuka mata orang banyak serta meletakkan dasar bagi seruan keras Pekabaran Malaikat Yang Ketiga ……
Rombongan kecil dari Greenville, Carolina Selatan telah diorganisir, dan saudara akan mendengar dari mereka dari waktu ke waktu. Kami akan mencoba untuk membentuk rombongan di sini dalam satu kelompok yang telah terorganisir sebelum kami beralih ke ladang pekerjaan lain.
(Tertanda) E.T. Wilson
Saudara R.D. Oglesby mengirimkan kata-kata yang memberikan semangat dari College Park, Ga. : “Berdoalah untuk kami agar kami membawa banyak jiwa ... Kiranya jangan mengira bahwa kami tidak mau melakukan semua yang dapat kami lakukan untuk menyampaikan pekabaran ke hadapan orang banyak, karena kami yakin bahwa pekabaran Tongkat Gembala itu akan berhasil karena Tuhan berada di dalamnya.”
BERITA-BERITA DARI CAROLINA
Saudara-saudara yang kekasih :
Saya baru saja menerima salinan yang kedua dari Symbolic Code untuk mana saya sangat berterima kasih. Adalah hal yang sangat membesarkan hati untuk mendengar berita dari orang-orang yang percaya sama seperti kita. Kami sedang bersuka cita dalam pekabaran yang sangat ajaib ini, sebab itu saya ingin menceritakan secara singkat pengalaman saya.
Karena saya berkenalan erat dengan Pendeta Wilson, saya benar-benar merasa benci terhadap perlakuan yang tidak adil yang ia terima dari para pemimpin sidang MAHK sehingga hal itu telah membuat saya berhenti membayar perpuluhan, lalu memutuskan untuk bergabung dengan orang dunia. Tetapi setelah saya menerima ajaran-ajaran Tongkat Gembala yang menyelamatkan saya dari bergabung dengan dunia, saya meninggalkan pekerjaan saya yang lama, dan membaharui tekad saya untuk memelihara hari Sabat, untuk mana saya mengucapkan berulang-ulang terima kasih kepada Allah.
Saya merasa simpati kepada saudara kita ini sewaktu Pendeta Ruskjer, ketua dari Conference Uni, memandang rendah kepadanya di hadapan orang banyak yang sebelumnya mendengar khotbahnya, tetapi ketenangan dari sikap pengendalian diri yang ditunjukkannya patut mendapat penghargaan karena sekarang ia itu telah menghasilkan buah dalam sidang kami yang kecil ini dalam mana 12 orang dari antara kami bergembira menyambut pekabaran itu.
Kami telah kehilangan keanggotaan sidang, tetapi kami merasa pasti bahwa kami telah memiliki nama-nama kami tercantum dalam buku Kehidupan yang kekal.
(Tertanda) J.G. Buckheister
Kutipan dari surat Saudara H.K. Livingston’s pada tanggal 18 September 1934.
Terlalu indah untuk dilukiskan dengan kata-kata untuk menyatakan sukacita dan kegembiraan 24 setelah saya menemukan di dalam pelajaran Tongkat Gembala itu. Pekabaran itu telah mengisi suatu kebutuhan yang telah lama ada. Saya tidak akan pernah cukup untuk memberi pujian kepada Bapa di surga atas karunia yang besar ini ... dan pekabaran itu telah menarik saya lebih dekat kepada Juruselamatku yang tadinya saya buta, sekarang saya sudah melihat dan memuji Bapaku karena terang baru yang dikirimkan kepada saya pada saat ini.
PEMBERITAHUAN PENTING
Jangan lupa waktu berdoa yang sudah ditetapkan pada setiap malam Jumat. Diharap supaya jangan mengabaikan persembahan sukarela setiap minggu untuk keperluan membagi-bagikan bahan bacaan secara cuma-cuma. Mengenai permohonan perwakilan tenaga kerja sukarela, dan untuk mendapat keterangan lebih lanjut terhadap permohonan di atas, periksalah “Code” No. 2, hal. 1; dan
Semua salinan tambahan dari pertanyaan dan jawaban yang dimuat dalam Code dapat diperoleh setelah kami menerima prangko senilai 2 sen untuk setiap penerbitan “Code”.
Semua orang yang ingin mendapat kiriman “Symbolic Code” secara teratur dimohon supaya mengisi formulir di bawah ini, dengan menulis nama lengkap dan jelas. Jika nomor kotak pos digunakan sebagai pengganti nomor jalan, maka beritahukanlah kepada kami nama jalan biasa dan jalan raya juga dimana saudara tinggal. Mereka yang nama-namanya tidak tertulis dalam arsip kami sampai tanggal 15 November, tidak akan menerima “Code” terbitan bulan November. Peraturan ini berlaku untuk semua orang apakah mereka berada dalam kelompok yang terpencil atau dalam satu badan yang terorganisasi. Para pemimpin kelompok dapat mengumpulkan nama-nama setiap orang dalam kelompok masing-masing lalu mengirimkannya secara bersama-sama untuk menghemat biaya prangko. Diharap supaya permohonan ini diindahkan secepat mungkin. Jangan lupa, majalah ini dikirim kepada saudara-saudara secara cuma-cuma.
Tolong tuliskan nama saya pada daftar pengiriman tetap saudara, untuk majalah bulanan “Symbolic Code”
3
Saudara Bingham dan Saudara Deeter yang bekerja di sekitar San Diego, California, melaporkan bahwa mereka yakin akan bertambahnya rombongan di San Diego. Kita berdoa supaya dalam waktu yang sangat dekat ini kita dapat menyediakan kepada para pembaca “Code” suatu laporan yang lebih banyak dan nyata mengenai keberhasilan saudara-saudara kita di tempat itu.
SARAN-SARAN YANG BERFAEDAH
Kepada setiap pemimpin dimohon agar menggunakan “Kartu Undangan” untuk membantu ceramah-ceramah umum yang akan diselenggarakannya, dan supaya usaha-usaha mereka berhasil, kami memohon agar seluruh rombongan membantu mempromosikan penyelenggaraan ceramah itu 25 dengan memberikan sebuah kartu undangan kepada semua orang dengan siapa mereka mengadakan kontak.
Berdoalah dimana saja sebelum melakukan atau memulai sesuatu, karena hal itu akan menuntun saudara di jalan yang benar serta membantu untuk mengatasi setiap rintangan sepanjang jalan. Semua peraturan berikut adalah merupakan naluri dari Firman itu. Biarlah matamu tetap terbuka dan mulutmu tetap tertutup apabila Roh itu tidak berbicara. Jagalah supaya pikiranmu tetap bekerja dan janganlah biarkan imanmu menjadi lemah atau keteguhan hatimu menjadi tawar. Tetaplah lututmu bergerak dan jangan sia-siakan kesempatan, karena “pergerakan-pergerakan terakhir akan berlangsung cepat.” Demikianlah saudara akan “berjalan beserta Allah” seperti Henok yang dahulu, lalu diubahkan tanpa mengalami maut, maka saudara juga akan menjadi seperti itu.
Janganlah mengirimkan surat ke tempat kami yang mula-mula -- 937 W. 50th place. Tetapi nomor telepon kami masih sama -- Twin Oaks 7411. Semua surat melalui pos udara, surat-surat khusus dan surat-surat terdaftar harap supaya dialamatkan ke 10466 So. Hoover St.
Pada Tongkat Gembala Jilid I halaman 258, masih memuat alamat kami yang lama -- 5942 So. Hoover St. dan sekarang tidak digunakan lagi. Maka untuk menghindari kekeliruan pada waktu mendatang, diharap supaya surat dialamatkan ke BOX 68, Station K, Los Angeles, California.
Semua cek dan wesel hendaknya dialamatkan kepada Ny. F. Charboneau. Beritahukanlah dengan jelas setiap pemberian atau persembahan pada tempatnya yang saudara inginkan untuk kami buat yang sama, untuk mana jumlah dalam kwitansinya akan menunjukkan bahwa transaksi telah dibuat dan telah dicantumkan sebagaimana mestinya.
The Universal Publising Association
Box 68, Station K
Los Angeles, California
PERTANYAAN DAN JAWABAN
“Utusan Perjanjian” -- Siapakah Dia?
Tolong jelaskan bagaimana mencocokkan “Tongkat Gembala” Jilid 2, hal. 240, par. 2, dengan “Gospel Workers”, hal. 42, par. 2, mengenai pokok permasalahan, “Utusan Perjanjian.”
Bagi para pembaca “Tongkat Gembala” dan “Gospel Worker” sepintas lalu tampaknya secara tidak langsung masing-masingnya saling bertentangan, tetapi apabila pokok permasalahan itu dipelajari dengan cermat, maka keduanya akan dijumpai saling mendukung dengan sempurna. Pertentanganpertentangan sedemikian, rupanya bukan hanya terdapat dalam kedua buku ini, tetapi juga terdapat di dalam buku “Gospel Workers” itu sendiri, karena sementara Kristus disebut “Utusan Perjanjian” pada halaman 44, maka sebutan yang sama dikenakan juga pada Musa pada halaman 20. Perhatikanlah perbandingannya berikut di bawah ini :
“Kristus Utusan perjanjian itu, membawa“Pada waktu Musa dipilih sebagai utusan perjanjian, firman kabar-kabar keselamatan.” -- “Gospel Workers”,yang diberikan kepadanya ialah, “hendaklah engkau menuntun bangsa itu kepada Allah.” -- “Gospel Workers”, hal. 20.hal. 44.
26Jika kita menarik kesimpulan bahwa “Tongkat Gembala” salah karena mengatakan bahwa pekabaran Eliyah yang dijanjikan dari Maleakhi 4 : 5 adalah “Utusan Perjanjian”, dan “Gospel Workers” menggunakan julukan yang sama baik kepada Kristus maupun kepada Musa, maka kita bisa saja berpendapat bahwa Kristus juga salah menerapkan firman yang sama karena “Yesus mulai berbicara kepada orang banyak itu tentang Yohanes … Jadi untuk apakah kamu pergi ke gurun mau melihat nabikah? Sesungguhnya, Aku berkata kepadamu, bahkan lebih daripada seorang nabi. Karena tentang dia ada tertulis, Lihatlah, Aku akan menyuruh utusanKu mendahului engkau, maka ialah yang akan menyediakan jalan di hadapanKu. Maka jika kamu mau menerimanya, inilah Eliyah yang akan
Di sini kita dapat menyaksikan bahwa Yesus menerapkan pekabaran Maleakhi pasal 3 menunjuk kepada Yohanes Pembaptis, dan menyebut dia Eliyah yang akan datang, tetapi pada waktu orang-orang Yahudi, imam-imam, dan orang-orang Lewi bertanya kepada Yohanes dengan mengatakan, “Apakah engkau ini Eliyah? … jawabnya, tidak.” (Yohanes 1 : 19, 21). Maka apakah kita menarik kesimpulan bahwa baik Yesus maupun Yohanes telah melanggar kebenaran? Lalu bagaimana?
Selain itu, “Gospel Workers” telah menerapkan Maleakhi 3 : 1 kepada kedatangan Kristus yang pertama, tetapi penulis yang sama telah menuliskan di dalam “The Great Controversy”, hal. 424, par. 3, bahwa ia itu menunjuk kepada kedatangan Kristus ke dalam bilik yang maha suci dalam bait suci surga pada tahun 1844; dan pada halaman 425, diterapkan kepada penyucian sidang yang diharapkan dengan segera. Kemudian, pada halaman 426, penulis menjelaskan bahwa “.... Daniel 8 : 14; yaitu kedatangan Anak Manusia kepada Yang tiada Berkesudahan Hari-Nya itu, sebagaimana yang ditunjukkan dalam Daniel 7 : 13; dan kedatangan Tuhan ke dalam kaabah-Nya, yang sudah 4 lebih dahulu dikatakan oleh Maleakhi, adalah merupakan gambaran peristiwa yang sama, dan ini juga telah dilambangkan oleh kedatangan pengantin laki-laki ke dalam pesta pernikahan, yang dilukiskan oleh Kristus dalam perumpamaan tentang sepuluh anak dara dari Matius 25.”
Jika hanya satu saja penempatan dari permasalahan itu yang benar, maka yang manakah yang akan kita pilih? Sekiranya orang yang bertanya mempersatukan dengan selaras semua periode yang terpisah-pisah di atas untuk penerapan Maleakhi 3 : 1, maka “Tongkat Gembala” akan membuktikan kepadanya bahwa ia selaras sempurna dengan “The Great Controversy” dan “Gospel Workers.” Meskipun pernyataan yang satu tampaknya bertentangan dengan pernyataan yang lain, namun kita harus menyimpulkan bahwa masing-masing penerapan dari permasalahan yang diilhami ini harus benar. Rasul besar itu mengatakan, “Apakah karena mereka tidak mempunyai kepercayaan dapat membatalkan keyakinan pada Allah? Allah melarang : sesungguhnya Allah itu benar, tetapi semua manusia pembohong; karena tentang hal itu ada tertulis, supaya Engkau ternyata benar dalam segala Firman-Mu, dan menang jika Engkau diadili.” (Roma 3 : 3, 4).
Masalahnya bukan terletak pada pernyataan-pernyataan itu sendiri, tetapi lebih terletak pada pengetahuan manusia yang terbatas tentang kebenaran yang terdapat di dalamnya, yang membuktikan bahwa kita berada dalam periode orang-orang Laodikea, -- “melarat, dan malang, miskin, buta, dan telanjang.” Tetapi hal yang paling buruk dari semua kebohongan, terletak pada apa yang dikatakan Tuhan kepada sidang yang sekarang, “Engkau tidak tahu”, bahwa kebodohanmu yang paling besar adalah karena engkau tidak mengerti akan kebenaran firman itu dengan benar, dan karena engkau tidak percaya kepada-Nya; perbedaan-perbedaan yang jelas kelihatan yang diperbincangkan dalam tulisan ini, adalah selaras, singkatnya, sebagai berikut :
27Setiap pelajar Alkitab yang jujur, segera akan dapat mengetahui tanpa menemui kesulitan bahwa kegenapan selengkapnya dari nubuatan Maleakhi pasal 3 itu akan terjadi pada masa yang akan datang, dan secara langsung dapat menunjuk kepada “penyucian sidang”, yang tidak akan lama lagi -- yaitu penyucian “kaabah”, karena Tuhan berfirman, “Tetapi siapa yang dapat bertahan pada hari kedatangan-Nya? Dan siapakah yang tahan berdiri apabila Ia muncul? Karena Ia seperti api pandai emas, dan seperti sabun tukang penatu.” (Maleakhi 3 : 2.)
Walaupun Kristus dan juga “Gospel Workers” menerapkan firman-firman ini kepada kedatangan Kristus yang pertama, namun setiap pelajar sejarah kejadian yang suci akan dapat mengetahui bahwa firman-firman itu tidak menemui kegenapannya dengan sempurna pada kedatangan Kristus yang pertama; karena orang-orang Yahudi tidak “suka” kepada-Nya sebagaimana yang dinubuatkan dalam Maleakhi 3 : 1, tetapi sebaliknya, mereka membenci Dia. Dan pada waktu itu juga Kristus tidak ada menyucikan sidang-Nya sebagaimana dengan pernyataan nabi itu. Tetapi karena ternyata Kristus menerapkan Maleakhi pasal 3 itu kepada pekabaran Yohanes Pembaptis, dan karena firman ini juga tidak menemukan kegenapannya pada zaman itu, maka hal itu membuktikan bahwa Yohanes adalah merupakan contoh Eliyah yang akan datang sebelum kedatangan “hari Tuhan yang besar dan mengerikan” itu. (Maleakhi 4 : 5), pada waktu mana nubuatan itu digenapi sepenuhnya.
Maka, sebagaimana Yohanes adalah merupakan seorang utusan kepada umat Allah pada zaman itu, demikian pula halnya Eliyah yang terdapat dalam nubuatan Maleakhi pada zaman ini, adalah merupakan sebuah pekabaran yang akan disampaikan bukan kepada dunia, tetapi hanya bagi mereka yang mengaku umat Allah. Dan sebagaimana Yohanes adalah merupakan nabi yang terakhir bagi mereka, maka pekabarannya pun adalah merupakan sarana yang terakhir untuk membuat mereka layak menghadapi kedatangan Mesias, itulah sebabnya Tuan itu berkata. “Jika kamu mau menyambut, maka inilah Eliyah yang akan datang itu.” (Matius 11 : 14). Begitulah pekabaran Eliyah yang sekarang, hanya diperuntukkan bagi mereka yang mengaku umat Allah, dan harus menjadi sarana untuk mereka supaya layak menghadapi kedatangan Kristus untuk zaman ini.
Jadi sebagaimana Yohanes “.... telah menyatakan bahwa orang-orang yang mengaku umat pilihan Allah telah dicemari oleh dosa, dan tanpa penyucian hati dan kehidupan, mereka tidak akan mendapat bagian dalam kerajaan Mesias” (Desire of Ages, hal. 104), maka demikian halnya pekabaran Eliyah di zaman ini akan mengungkapkan kebobrokan akhlak jemaat -- “kekejian yang dilakukan di tengah-tengahnya.” (Yeheskiel 9 : 4) -- serta menegur dosa-dosa yang sudah merajalela, lalu berseru : “Penipuan yang lebih hebat mana yang menimpa ke atas pikiran-pikiran manusia karena suatu keyakinan bahwa mereka benar, padahal mereka semua salah.” Mereka tidak tahu bahwa keadaan mereka sudah tercela dalam pandangan Allah .... pekabaran kepada sidang orang-orang Laodikea adalah pekabaran yang mengejutkan.” -- Testimonies for the Church, Jilid 3, hal. 252, 253.
Pernyataan-pernyataan di atas membuktikan bahwa pembersihan kaabah yang dahulu di Yerusalem adalah merupakan satu contoh pembersihan sidang, yang akan terjadi pada waktu rumah Allah dijadikan sebuah rumah dagang dengan menjual buku-buku terbitan sidang untuk mencapai tujuan (Testimonies Jilid 8, hal. 250), pada waktu dimana Kristus “membuat cambuk dari tali-tali kecil, mengusir mereka semua keluar dari kaabah beserta semua kambing, domba, lembu; serta membalikkan semua meja penukar-penukar uang; lalu berkata kepada pedagang-pedagang burung merpati, Ambil semua ini dari sini; jangan kamu membuat rumah Bapa-Ku menjadi tempat berjualan.”
28The “Great Controversy”, hal. 424, menempatkan Maleakhi pasal 3 untuk menunjuk kepada kedatangan Kristus pada bait suci surga pada tahun 1844, sedangkan pada halaman 425 menunjuk kepada penyucian sidang yang akan datang dan yang akan terjadi pada zaman ini, untuk mana digambarkan oleh perumpamaan sepuluh anak dara tentunya dapat dicocokkan.
Ternyata Maleakhi pasal 3 itu sekali lagi diterapkan kepada dua periode yang berbeda -yang satu pada 1844 dan lainnya diterapkan kepada sidang yang akan disucikan -- maka hal ini membuktikan bahwa nubuatan Maleakhi itu menunjukkan adanya dua penghakiman baik penghakiman terhadap orang mati, maupun penghakiman terhadap orang hidup. Maka dari itu, ada dua kedatangan Tuhan “ke dalam kaabah-Nya” dan ada juga dua penyucian, -- pertama, pembersihan kaabah (bait 5 suci) terhadap orang-orang jahat yang telah mati, pada waktu mana Maleakhi 3 : 1 – 3 akan menemukan kegenapannya dengan sempurna. Perumpamaan sepuluh anak dara diaplikasikan kepada penghakiman yang kedua. Bacalah “Tongkat Gembala”, Jilid 2, hal. 180 – 186.
Seterusnya ikutilah keterangan berikut mengenai “utusan perjanjian” itu. Sebagaimana Kristus adalah merupakan “Utusan perjanjian” pada kedatangan-Nya yang pertama; maka Musa juga adalah merupakan utusan perjanjian pada waktu ia memimpin orang Israel keluar dari Mesir; dalam cara yang sama dengan pekabaran Yohanes Pembaptis; dan satu lagi dengan pekabaran orang-orang Laodikea -- keempat pekabaran itu telah disamakan kepada pekabaran Maleakhi 3 : 1. Maka di sini dapat disaksikan bahwa gelar “utusan perjanjian”, yang ditulis oleh Maleakhi, sudah digunakan kepada lebih dari satu orang,, lalu dalam cara yang sama seperti janji-janji yang diberikan kepada Israel yang dahulu, maka sekarang janji itu diterapkan kepada Israel, -- yaitu 144.000 itu.
Roh Nubuat mengatakan, “… Sekarang adalah perlu supaya pikiran umat-umat Allah terbuka untuk mengerti Alkitab. Mengatakan bahwa suatu pekabaran berarti hanya ini saja dan tidak ada lagi, yang lain supaya saudara tentunya tidak menambahkan arti yang lebih luas kepada firmanfirman Kristus daripada yang sudah kita miliki pada waktu yang lalu, adalah merupakan perkataan yang tidak digerakkan oleh Roh Kudus.” -- Review and Herald, 21 Oktober, 1890.
Perkataan, “perjanjian”, berarti tidak lebih atau tidak kurang daripada suatu kesepakatan, — janji. Tentunya hal ini benar, karena Musa adalah merupakan seorang “utusan pernjanjian; yakni, janji Allah yang dibuat kepada Abraham bahwa Ia akan melepaskan keturunannya keluar dari Mesir melalui seorang nabi -- utusan. Yohanes juga sudah datang untuk menggenapi nubuatan karena ia sendiri menyatakan bahwa Yesaya telah bernubuat tentang dia (Yohanes 1 : 23), dan menurut perkataan Kristus sendiri (Matius 11 : 7, 9, 10), Maleakhi juga telah bernubuat tentang Yohanes.
Sebagaimana Allah telah mengadakan perjanjian tertulis dengan umat-Nya yang dahulu bahwa Ia akan mengutus Mesias kepada mereka yaitu Kristus yang datang untuk menggenapi janji itu, lalu menyampaikan suatu pekabaran melalui ajaran-ajaran-Nya, maka Ia adalah “Utusan perjanjian”. Tetapi firman-firman yang dituliskan oleh Maleakhi dalam pasal tiga ayat satu, membuatnya jelas bahwa sebelum Tuhan masuk “ke dalam kaabah-Nya”, Ia akan mengirim seorang utusan yang akan mempersiapkan jalan, pada waktu mana Ia akan menyucikan bani Lewi, -- orang-orang yang melayani di dalam “kaabah-Nya” -- sidang. Karena barangsiapa “yang cemar” pada saat pintu kasihan tertutup tentunya akan tetap “cemar” (Wahyu 22 : 11), hal itu berarti bahwa pekerjaan penyucian yang akan diselenggarakan Tuhan pada waktu kedatangan-Nya harus dilaksanakan pada waktu masa kasihan, lama sebelum pekerjaan Injil berakhir, sebab Ia tidak akan dapat menyelesaikannya dengan “anakanak Lewi” yang najis -- pihak kependetaan. Kedatangan Tuhan yang khusus ini juga sudah diramalkan
29Dengan melihat kepada kenyataan bahwa kedatangan Kristus untuk menyucikan sidang bukan datang untuk mengkhotbahkan pekabaran secara pribadi, sebagaimana yang Ia lakukan sebelum penyaliban, melainkan mengutus orang lain sebagai ganti-Nya, maka bagaimanakah mungkin pada zaman ini Ia dapat menjadi utusan perjanjian? Untuk pertanyaan ini hanya ada satu jawaban -seseorang yang membawakan pekabaran itu tentunya adalah “utusan perjanjian”, dan pada waktu Tuhan mengutus dia maka ia akan menggenapi janji yang tertulis dalam Maleakhi 4 : 5. Setelah ia menyediakan jalan, maka Tuhan akan “duduk bagaikan seorang pembersih dan pemurni perak” (Maleakhi 3 : 3), “maka akan jadi kelak, bahwa mereka yang tertinggal di Sion, dan yang sisa di Yerusalem, akan disebut kudus, bahkan setiap orang yang tertulis namanya di antara orang-orang yang hidup di Yerusalem; pada waktu Tuhan telah membasuh kecemaran putri-putri Sion.” (Yesaya
Selanjutnya, walaupun julukan “utusan pernjanjian”, itu diterapkan lebih daripada satu orang utusan, namun mestinya itu menjadi hak Roh Kudus, karena hanya dengan adanya Roh Allah tinggal di dalam diri mereka maka mereka dapat disebut dengan julukan itu. Sebagai contoh, para pembaca kami ajak untuk memberi perhatian kepada 1 Petrus 3 : 18 – 20. Di situ dijelaskan bahwa Kristus pergi berkhotbah kepada orang-orang di zaman Nuh dengan “Roh” yang sama, yaitu Roh “yang memberi hidup” kepada-Nya. Karena sudah dijelaskan bahwa ia berkhotbah melalui roh dan bukan secara oknum, maka hal itu membuktikan bahwa Kristus menyelesaikan hal ini dengan roh yang sama melalui Nuh. Sebab itu, Kristus yang berwujud “utusan perjanjian” dan yang berada di dalam diri Nuh melalui roh, terpaksa kita akui bahwa julukan “utusan perjanjian” itu, mestinya bukan hanya diterapkan kepada orang-orang yang disebut dalam tulisan ini, termasuk Nuh, melainkan juga kepada semua utusan yang dipilih oleh Allah dalam mana Kristus ada dalam pekabaran mereka, melalui roh yang sama.
Adalah karena perpaduan dari kenyataan ini -- yaitu Roh yang berada dalam diri utusan itu sehingga Firman mengatakan, “orang-orang suci Allah telah berbicara karena mereka telah digerakkan oleh Roh Kudus.” (2 Petrus 1 : 21). Dengan menyimpulkan secara singkat, kata-kata, “utusan perjanjian”, berarti tidak lebih dan tidak kurang daripada mengatakan, Roh Kudus perwakilan Surga yang kelihatan, atau Kristus yang tidak kelihatan di dalam pekabaran.
APAKAH BINATANG DARI WAHYU PASAL 17
MENJADIKAN BINATANG WAHYU 13 MENJADI BABILON?
Tolong dijelaskan : Jika binatang Wahyu 13 : 1 melambangkan Kepausan (The Great Controversy, hal. 439, par. 1), dan jika perempuan Wahyu 17 itu adalah Babilon, maka bukankah binatang Wahyu 13 : 1 itu juga menjadi Babilon, sehingga dengan demikian termasuk juga sidang MAHK?
6
Kembali kepada gambar pada “Tongkat Gembala” Jilid 2, hal. 84 lalu pusatkan perhatian kepada lambang-lambang yang tercantum di dalamnya. Perhatikanlah betapa sempurna setiap lambang itu menjelaskan dirinya sendiri. Contohnya, Firman Allah menerangkan bahwa tanduk-tanduk yang terdapat pada binatang yang tidak tergambarkan itu adalah “sepuluh raja yang akan bangkit.” (Daniel 7 : 24). Artinya, tanduk-tanduk itu belum memiliki kekuasaan untuk memerintah. Itulah sebabnya, tanduk-tanduk itu tidak bermahkota, tetapi tanduk-tanduk pada binatang macan tutul telah dimahkotai, 30 yang menunjukkan bahwa ia itu menggambarkan periode apabila raja-raja tersebut (tanduk-tanduk) sudah menerima kerajaan mereka.
Binatang yang tidak tergambarkan itu pada tahap permulaannya adalah lambang dari dunia selama pemerintahan kerajaan Romawi, sedangkan pada tahap yang kedua adalah melambangkan kelaliman kepausan. Meskipun binatang ini melalui “tanduk kecil” melambangkan kepausan, namun secara nubuatan ia juga menggambarkan bangsa-bangsa yang ada sekarang. Maka binatang itu, secara keseluruhan, bukanlah Kepausan, melainkan dunia dengan sistim pemerintahan sipil dan keagamaannya. Keadaan yang sama ini terdapat juga pada yang menyerupai binatang macan tutul, karena binatang itu juga mempunyai sepuluh tanduk (pemerintahan-pemerintahan sipil), dan tujuh kepala (sistem keagamaan) -- dunia.
Tahap Kepausan dari binatang yang tidak tergambarkan itu dilukiskan oleh sebuah lambang yang terdiri dari dua unsur -- yaitu tanduk dan kepala. Bagian tanduk menggambarkan kuasa sipil dan bagian kepala menggambarkan sistem keagamaan, -- kepausan. Kenyataan ini sekali lagi dibuktikan oleh lambang dari binatang yang menyerupai macan tutul. Di sini Kepausan hanya digambarkan oleh kepala yang sudah terluka, yang menunjukkan bahwa sepuluh tanduk yang bermahkota dan enam kepala yang tidak terluka, bukanlah kepausan. Maka dari itu, tidak ada satupun dari binatang-binatang itu merupakan kepausan seluruhnya, karena kepausan hanyalah satu bagian dari binatang-binatang itu.
Untuk membuktikan siapakah Babilon contoh saingan, dan siapa yang bukan, maka marilah kita mengambil sebuah ilustrasi melalui Israel kuno yaitu sidang Allah. Mereka dipanggil untuk berpisah dari dunia, sekalipun mereka berada di dalam dunia. Pemisahan ini telah menjadikan dua pembagian besar; yakni, sidang dan dunia.
Meskipun Israel kuno itu sudah dibawa ke Babilon, namun sebagai satu bangsa, mereka masih tetap orang-orang Israel. Maka demikian juga sidang Kristen yang mula-mula pada waktu ia jatuh ke tangan kepausan -- Babilon contoh saingan. Sidang itu sendiri bukanlah Babilon, melainkan tahluk di bawah kekuasaan Babilon -- paus sebagai kepala dari paham kekapiran.
Hal yang sama berlaku untuk gereja-gereja Protestan. Pada kenyataannya gereja-gereja itu bukanlah Babilon dan sedemikian jauh hanya sampai ke tingkat dimana mereka menaklukkan dirinya sendiri kepada Babilon. Kata “The Great Controversy” : “Tidak sampai … persatuan gereja dengan dunia akan sepenuhnya digenapi melalui kekristenan, maka kejatuhan Babilon akan sempurna. Perubahan adalah suatu hal yang terus berlangsung, namun kegenapan yang sempurna dari Wahyu 14 : 8 masih di masa yang akan datang.” (Great Controvery, hal. 390).
Oleh karena itu, konfederasi gereja-gereja Kristen, yang bersatu dengan pemerintahanpemerintahan sipil (Great Controversy, hal. 442) akan membentuk satu kesamaan dengan kepausan; yakni, gabungan antara gereja dan negara (tanduk -- kepala). Untuk membangun suatu gabungan seperti itu tidak kurang daripada maksud untuk menghidupkan roh tanpa toleransi dan roh penganiayaan yang dilakukan oleh kepausan sebelum ia “terluka.” (Wahyu 13 : 3). Demikianlah batu karang kepausan yang telah hancur sedang dipadukan bersama-sama oleh binatang anak domba bertanduk dua (Wahyu 13 : 14) adalah merupakan pembentukan patung dari binatang macan tutul dalam periode ketika ia berkuasa melawan umat kesucian dari Yang Maha Tinggi selama empat puluh dua bulan (Daniel 7 : 25; Wahyu 13 : 5), pada mana The Great Controversy, hal. 445 sedang meminta perhatian kita. 31 Semua orang yang membiarkan dirinya tahluk pada kuasa agama politik yang akan datang, yang tidak lain adalah Babilon yang ketiga; artinya, Babilon yang dahulu dimana umat Allah tahluk kepadanya selama 70 tahun adalah yang pertama, dan penganiayaan yang dilakukan oleh kepausan terhadap orang-orang kudus selama “satu masa, dan dua masa dan setengah masa” (Daniel 7 : 25) adalah yang kedua; dan “patung binatang” yang disebut di atas adalah yang ketiga, yang dilambangkan oleh binatang merah kermizi Wahyu pasal 17. Inilah satu-satunya binatang yang terdapat dalam Wahyu yang disebut Babilon, dimana sidang MAHK tidak termasuk di dalamnya. (Testimonies to Ministers, hal. 58, 59). Apabila Babilon yang ketiga ini sudah bangkit berkuasa, maka sekali lagi ia akan jatuh sebagaimana yang diramalkan di dalam Wahyu 18 : 2 – 24.
Masing-masing binatang itu mengandung satu pelajaran khusus. Binatang yang tidak tergambarkan, dengan satu tanduk kecil, mengungkapkan bangkitnya kepausan. Binatang macan tutul itu menunjuk kepada Reformasi yang melukai salah satu dari kepala binatang itu. Tetapi selain itu, binatang macan tutul itu juga mengungkapkan kenyataan, bahwa dengan hujat di atas kepalakepalanya, artinya gereja-gereja yang ada sekarang telah menolak Firman Allah -- yaitu pekabaranpekabaran. Sembuh kembali lukanya itu membawa dunia ini ke dalam keadaan keagamaannya sama seperti sebelum binatang itu terluka; yakni, menginjak-injak kebenaran sebagaimana yang terjadi antara tahun 508 dan tahun 538 TM; yaitu menghempaskan “kebenaran ke atas tanah” (Daniel 8 : 12), yang menunjuk kepada kenyataan berdirinya kepausan dan dimulainya periode 1260 tahun. Lihat gambar yang terdapat dalam “Tongkat Gembala”, Jilid 2, hal. 128.
Karena kemurtadan besar pada waktu itu telah mempersiapkan jalan bagi berdirinya kepausan, maka sembuhnya kembali luka itu pada tahun 1929 adalah merupakan persiapan untuk membentuk satu patung bagi binatang itu, -- bagi kepausan. Dalam perintah untuk melindungi “umat pilihan itu” -- 144.000 -- supaya jangan jatuh menjadi mangsa dari patung binatang itu, maka sekarang Allah sedang bersiap-siap untuk menumpas orang-orang jahat dari tengah-tengah orang benar dengan
7 cara menggenapi nubuatan Yeheskiel pasal sembilan. Demikianlah Allah akan mencegah sidang- Nya supaya jangan terlibat dalam Babilon.
Binatang bertanduk dua menggambarkan kuasa yang akan merupakan alat untuk membentuk patung itu, atau yang sama dengan sistem kepausan yang dahulu sebagaimana yang sudah dijelaskan di atas. Melalui binatang merah kermizi digambarkan sebuah persatuan gereja, yang berkonfederasi dengan dunia.
Sidang MAHK yang dilambangkan berada pada binatang macan tutul sampai tahap itu mengungkapkan bahwa ia, sama seperti gereja-gereja Kristen yang lain, telah menolak pekabaran yang disampaikan kepadanya pada tahun 1888 dan tahun 1930. Mungkin sebahagian orang akan berusaha untuk mempertanyakan tafsiran terhadap lambang itu, namun mereka tidak akan dapat menyangkal kenyataan bahwa pekabaran-pekabaran yang disampaikan pada waktu itu telah ditolak. Keadaan yang benar saat ini membuktikan bahwa lambang itu benar. Nama yang tertulis di atas kepala-kepala yang terdapat pada binatang macan tutul itu bukan “Babilon” melainkan “hujat”. Setiap pekabaran datang melalui ilham, tetapi pekabaran yang lain daripada hal itu bukan dari Allah, sebab Alkitab mengatakan bahwa “orang-orang kudus milik Allah (para utusan) telah berbicara ketika mereka digerakkan oleh Roh Suci.” (2 Petrus 1 : 21). Oleh sebab itu, menolak satu pekabaran yang sedemikian adalah hujat melawan Roh Suci. (Matius 12 : 31). Karena semua gereja telah menolak pekabaran yang langsung disampaikan kepada mereka, maka nama hujat yang tertulis di 32 atas kepala-kepala itu adalah suatu lambang yang paling cocok. Sebab itu, tidak ada alasan atas mana seseorang dapat memberi kesimpulan dengan benar bahwa lambang binatang yang menyerupai macan tutul itu membuat sidang menjadi “Babilon.”
Binatang macan tutul itu adalah merupakan gabungan dari semua binatang yang mendahuluinya. Mulutnya, mulut singa (Babilon), kaki dari beruang (Medo-Persia), tubuhnya macan tutul (Gerika) sepuluh tanduk (dari binatang yang tidak tergambarkan -- Romawi), kepala yang terluka (agama Katholik), dan kepala yang tidak terluka (agama Protestan), mahkota-mahkota (kerajaan-kerajaan yang ada sekarang), sekali lagi membuktikan bahwa binatang yang menyerupai macan tutul itu adalah sebuah lambang dari seluruh dunia. Gereja MAHK (kepala) yang dilambangkan pada binatang itu (dunia) dengan sebuah lambang (kepala) yang serupa dengan keenam gereja (kepalakepala) yang lainnya tidak akan membuat gereja MAHK menjadi Babilon, terlebih lagi tidak akan membuatnya Medo-Persia, atau Gerika, atau sesuatu yang lain. Ternyata, hal itu tidaklah masuk akal jika ketujuh gereja itu (kaki-kaki dian -- Wahyu 1 : 20) tidak digambarkan dengan sebuah lambang yang sama dengan keenam gereja lainnya (Ephesus, Smirna, Pergamus, Tiatira, Sardis, dan Filadelfia), karena mereka semuanya (gereja Kristen yang mula-mula dan gereja-gereja Protestan) juga pernah menjadi gereja-gereja pilihan Allah sebagaimana gereja Laodikea sekarang.
Lambang itu tidak menempatkan sidang di dalam Babilon, melainkan di dalam dunia (Mesir), dan buktinya begitu jelas, baik melalui lambang-lambang maupun melalui keadaan sidang, dan tidak perlu menunggu penjelasan malaikat untuk mengakui kenyataan ini. Walaupun “Tongkat Gembala” itu dengan jelas mengatakan bahwa sidang berada di “Mesir”, yang menunjukkan kepada lawanlawannya supaya jangan mencoba untuk memungkiri, dan sementara Tongkat meyakinkan, benarbenar, bahwa sidang bukan Babilon, namun mereka masih menuduhnya mengatakan sidang adalah Babilon! Yang dalam perbandingannya sama saja dengan mengatakan bahwa yang hitam itu adalah putih dan yang putih itu adalah hitam.
Tambahan pula, karena gereja-gereja itu sudah dilambangkan di dalam “Wahyu” oleh tujuh kaki dian (Wahyu 1 : 20), maka lambang itu tentunya termasuk gereja Kristen yang mula-mula, kemudian gereja-gereja Protestan, dan terakhir gereja MAHK, atau orang-orang Laodikea. Sidangsidang ini bukan hanya dilambangkan oleh kaki dian-kaki dian yang sama itu, tetapi semuanya juga dikelompokkan secara bersama-sama sebagaimana yang ada pada tujuh kepala yang terdapat pada binatang yang menyerupai macan tutul itu. Jika penghimpunan ketujuh kaki dian itu tidak membuat orang-orang Laodikea menjadi Babilon, maka mengapakah akan kepala-kepala itu?
“BINATANG MANAKAH YANG SAUDARA TUNJUK
DALAM TONGKAT GEMBALA YANG BUKAN KEPAUSAN?”
Berbicara tentang persoalan mengenai binatang itu, maka Tongkat Gembala Jilid 2, hal. 151 mengatakan, “Binatang yang dibicarakan di sini adalah satu-satunya binatang yang bertanduk menyerupai domba”, yang bersama-sama dengan nabi palsu. (Wahyu 19 : 20), yang secara nubuatan dilemparkan hidup-hidup ke dalam lautan api. Kenyataan ini dilukiskan pada halaman dibalik halaman dari mana pertanyaan itu muncul.
Tolong jawab, “Binatang manakah yang saudara tunjuk dalam pernyataan berikut ini?” Pendapat yang menyebut kepausan itu dengan binatang adalah sama sekali keliru -- Tongkat Gembala 33 Jilid. 2, hal. 151. Melalui pernyataan ini Tongkat itu mengartikan bahwa sebutan “binatang” dalam arti kata sepenuhnya tidak pernah menunjuk kepada kepausan, karena sebutan seperti itu akan membuat “binatang itu” seluruhnya merupakan lambang dari kepausan, bukan menunjukkan bahwa kepausan hanya salah satu dari antara kepala-kepala itu, melainkan menunjukkan bahwa kepausan itu adalah dunia (binatang itu), bukan hanya bagian dari binatang itu (dunia).
Bagaimanakah saudara MENYELARASKAN pernyataan dalam “THE GREAT CONTROVERSY”, hal. 445, “binatang yang menyerupai macan tutul dari Wahyu 13, -- kepausan”, DENGAN “TONGKAT GEMBALA” dimana ia menjelaskan bahwa binatang yang menyerupai macan tutul itu secara keseluruhan bukanlah kepausan? Penulis “The Great Controversy” itu tidak mungkin bermaksud untuk menyatakan bahwa binatang itu secara keseluruhan adalah kepausan, melainkan kepada bahagian dari binatang itu pada mana ia membuat keterangan secara tepat; yakni, pelaksanaan pemujaan terhadap dirinya melalui binatang bertanduk dua itu, sebagaimana yang dijelaskan dalam kata-kata berikut : “patung binatang” itu menggambarkan bentuk agama Protestan yang sudah murtad (bukan bentuk kepausan yang sekarang hidup kembali) tetapi yang akan berkembang apabila gerejagereja Protestan akan mencari bantuan penguasa sipil untuk memaksakan ajaran-ajaran mereka. Tanda dari binatang itu masih tetap akan membutuhkan penjelasan. (Great Controversy, hal. 445). Penulis keterangan di atas tidak pernah menyatakan bahwa tanduk-tanduk itu, dan enam kepala yang tidak terluka pada binatang yang menyerupai macan tutul, adalah kepausan.
8
* * *
34POKOK-POKOK BERITA
Los Angeles, California
Untuk Kepentingan Sidang MAHK
DARI NEGARA BAGIAN SEBELAH TENGGARA
Saya belum pernah melihat orang banyak minum dalam Pekabaran Malaikat yang Ketiga sebagaimana yang dialami orang-orang di Georgia. Setelah empat minggu berakhir kita telah mempunyai satu rombongan kecil yang telah bergabung bersama-sama untuk memohon kepada ‘Ibu’. Setelah menyelesaikan apa yang kami kira sebagai akhir dari ceramah, dan sementara kami mengumumkan ceramah kami yang berikut, seorang pendeta sidang, isterinya, dua orang puterinya, serta guru sekolah gereja, yang datang dengan naik mobil sejauh limabelas mil memohon dengan sungguh-sungguh supaya saya tinggal lebih lama untuk mengajar mereka tentang apa yang saya sudah ajarkan kepada orang-orang lain, dan sebagai hasil dari tinggal seminggu lebih lama, bukan hanya keluarga ini, tetapi ada lagi dua orang yang menerima serta bergembira dalam pekabaran reformasi itu.
Ketika ceramah yang kami adakan berakhir, maka kami sangat senang dengan adanya ketua Conference bersama-sama dengan kami, sehingga Tuhan memberi kebebasan untuk menyajikan ‘Panggilan Jam Sebelas’ itu. Maka ada sekitar empat puluh orang yang hadir pada ceramah yang terakhir.
Kami meninggalkan Georgia dengan keyakinan bahwa Tuhan telah memimpin kami di sana, dan kami percaya bahwa saudara-saudara ini, lebih dari biasanya, akan melakukan bagian mereka untuk menggenapi pernyataan dalam Jilid Sembilan yang mengatakan, ‘Dalam khayal pada malam hari tergambar di hadapanku adanya satu gerakan pembaharuan yang besar di tengah-tengah umat Allah.’ Segala kemuliaan bagi Allah karena rombongan yang ada di Georgia ini.
Kami mengadakan suatu kunjungan yang sangat membesarkan hati ke kawasan Charleston, Columbia, dengan menghabiskan waktu dari sejak hari Rabu pagi sampai kepada hari Selasa sore berikutnya dengan orang-orang percaya pada kedua tempat ini ….. Adalah suatu kesukaan yang besar bagi anak-anak Tuhan yang kekasih ini untuk belajar apa yang telah dilakukan di Georgia, dan aku percaya bahwa mereka akan mendapatkan keteguhan hati dari laporan itu untuk menambah kegiatan mereka demi mengadakan ‘pengepungan.’
35Hari Sabat tanggal 20 Oktober, lima orang dari antara kami yang datang dari Charleston, mengunjungi gereja di Columbia, mengetahui bahwa persoalan Dokter dan Ny. Young serta orangorang lainnya akan diselesaikan. Ketua Conference menyampaikan sebuah khotbah persiapan untuk menyambut ‘pesta yang tidak suci’ yang akan berlangsung pada malam itu, menyusul hari Sabat Yang Suci, pada waktu mana ia menganjurkan supaya Dr. dan Ny. J.H. Young, beserta empat orang yang baik hati, dikeluarkan dari keanggotaan sidang MAHK dan ‘diusir sebagai orang-orang jahat.’ Kami telah memperoleh kesempatan untuk menyaksikan kebenaran yang berlangsung pada Sabat pagi itu dengan berdiri dengan mereka yang akan dipecat ketika usul disampaikan bagi barangsiapa yang percaya akan pekabaran ‘Tongkat Gembala’ itu. Kemudian pada malam harinya sementara mereka mengadakan rapat, kami yang tentu saja tidak diijinkan berada di tengah-tengah mereka, telah mengadakan kumpulan doa di rumah Dr. Young, yang disambut hangat oleh semua yang hadir.
Saya percaya bahwa kita telah sampai kepada satu hari yang baru untuk ‘Gerakan Pembaharuan Di Tengah-Tengah Umat Allah’, dan bahwa tidak ada pengalaman biasa sebagaimana yang dialami seorang Kristen akan menemui kegagalan apapun sejak mulai sekarang dan seterusnya dalam menyajikan Kebenaran Pada Masa Kini. Bukan hanya dunia yang menderita sakit dan lelah terhadap suatu pengalaman yang tidak berharga, melainkan umat kita sendiri yang kekasih kepada siapa kita harus pergi sekarang benar-benar merindukan ‘makanan murni, yang telah ditampi’, dan yang sedang mencari satu teladan kesucian hati dan kehidupan dalam hati orang-orang yang menyampaikan permohonan ini kepada ‘ibu.’
Adalah penting memiliki suatu pekabaran tentang teori kebenaran yang tak dapat disangkal orang yang terpintar di dunia, tetapi adalah sangat penting pula untuk memiliki kehidupan yang akan menyokongnya 100%. Permohonan kepada rekan-rekanku sekerja dalam Kebenaran Masa Kini ialah supaya kita jangan bergerak selangkah pun ke arah suatu ladang penginjilan sampai kita menetapkan dalam hati kita sendiri bahwa kita sangat bersungguh-sungguh dan bahwa kita bersedia mati, jika diperlukan, demi kepentingan para pemimpin sidang Masehi Advent Hari Ketujuh atau anggota awam dalam organisasi sidang. Dengan demikianlah kita meniru teladan dari Tuan Pengerja terhadap Siapa dikatakan, ‘Ia tidak dihina lagi.’
Pengamatan yang saya lakukan dari ujung ke ujung selama perkenalan singkat saya dengan orang-orang yang berdiri dalam terang itu, memberi keyakinan kepada saya bahwa kita sedang berada dalam bahaya karena membiarkan terang Kebenaran Masa Kini yang ajaib ini menjadi gelap dalam kehidupan kita oleh melupakan masalah serius yang terbentang di hadapan kita, yakni, ‘Serukanlah dengan nyaring dan jangan tahan-tahan.’ Tetapi hal ini tidak akan terlaksana kecuali kita telah menyingkirkan dosa dari kehidupan kita sendiri, dan boleh jadi jenis yang menyerang kita’ tidak akan berakhir tanpa melalui doa dan puasa.’ Oleh karena itu, saya percaya bahwa kita telah sampai kepada satu pengalaman yang sama seperti yang dialami Ezra, dan inilah saatnya untuk melakukan sebagaimana yang ia lakukan di Sungai Ahava. -- E.T. Wilson,
1
Douglasville, Georgia
21 Oktober 1934
Pendeta Wilson yang kekasih,
Saudara akan merasa senang mendengar pekerjaan di sini. Dalam radius sekitar 25 mil suatu rombongan yang terdiri dari 42 orang -- 13 orang laki-laki, 12 orang wanita, dan 17 orang anak- 36 anak -- berkumpul di rumah bapak dan ibu McTyre, pada saat mana kami telah mengorganisir satu pasukan para pengerja untuk menyampaikan pekabaran Kebenaran Masa Kini kepada gereja-gereja di Georgia.
Pelajaran tentang jam telah memberikan satu arti yang baru kepada kata-kata, “Berbicaralah selalu terhadap satu dengan yang lain”, dan salah satu dari antara pemikiran-pemikiran yang telah disampaikan ialah, bahwa adalah karena kasih karunia Allah sehingga kita masih dapat mengasihi “saudara-saudara yang kekasih yang belum melihat terang yang indah ini dan yang sedang disampaikan oleh Allah kepada umat-Nya pada zaman ini ….
Puterimu yang seiman
(Tertanda) Fannie Lou Woods
SURAT DARI INDIANA
Sister Sebring dari Hartford City menulis surat sebagai berikut :
Saya telah membaca dan mempelajari Tongkat Gembala Jilid Satu dan Jilid Dua, dan juga empat buah traktat … Saya telah membaca semuanya beberapa kali dan semakin saya membacanya, maka semakin banyak kebenaran yang saya lihat terkandung di dalamnya …
Saya telah menjadi anggota sidang selama 42 tahun, ... tetapi pada waktu mereka yang bekerja di kantor menerima perintah dari Conference agar dalam tempo 30 hari semua orang harus melepaskan keyakinannya terhadap Tongkat Gembala, lalu mereka melarang saya memimpin kumpulan doa serta mengambil kelas sekolah Sabat saya dan memperingatkan saya supaya jangan mengajarkan Tongkat Gembala itu di dalam gereja … tetapi saya merasa bahagia karena saya menjadi orang yang dapat mengambil bagian dengan Kristus dalam penderitaan-Nya.
Saya berdoa supaya Tuhan mau memberikan kepada saya suatu beban yang lebih berat demi kepentingan saudara-saudara. Saya ingin untuk menjadi salah seorang dari antara mereka yang berkeluh kesah dan menangis serta mendoakan pekerjaan itu dan mendoakan para pengerja, karena saya merasa senang mengetahui bahwa Tuhan telah campur tangan untuk menyelesaikan pekerjaan- Nya. Selama bertahun-tahun kita telah berhenti, tetapi sekarang kita harus mencoba melakukan semua yang dapat dikerjakan supaya kita jangan kembali kepada kebiasaan lama.
Saudara-saudara yang kekasih :
Saya menuliskan surat ini untuk memberitahukan kepada saudara betapa bahagia hati saya setelah menemukan kebenaran masa kini yang terkandung dalam Tongkat Gembala itu.
Saya sudah dibaptiskan ke dalam sidang MAHK sekitar 23 tahun yang lalu dan saya merasa bahagia dalam kebenaran pada waktu itu. Namun demikian, sementara saya melihat bahwa sidang sedang meninggalkan prinsip-prinsip dasar, maka dalam keadaan putus asa saya berhenti untuk menghadiri sekolah Sabat dan tidak membayar perpuluhan selama kira-kira 10 atau 12 tahun. Pada musim panas ini saya bangkit serta membaharui pengalaman hidup saya dengan bertobat dan mengakui 37 dosa-dosa saya, lalu pergi ke gereja Hartford City yang ada di sini secara tetap, dan berusaha membantunya juga untuk mengembalikannya kepada petunjuk-petunjuk yang mula-mula.
Kira-kira pada waktu itu Sdr. Cleve Smith, seorang penganut Tongkat Gembala yang teguh, datang ke rumah saya serta memberikan Traktat No.1 dan No.2. Pada waktu itu juga Pendeta Moore dan isterinya sedang meninggalkan kota selama musim panas dan memberikan tugas kepada saya untuk mengadakan kumpulan doa selama ia tidak ada. Segala sesuatu berjalan dengan baik hingga pada suatu kumpulan doa saya mengundang Sdr. Edwards untuk memberikan pelajaran, tetapi ketika mengetahui bahwa ia adalah seorang penganut Tongkat Gembala, maka pertentangan timbul sehingga saya sendiri yang memberikan pelajaran.
Hari Sabat berikutnya, pembantu pendeta sangat menganggap remeh Tongkat Gembala itu sehingga perlawanan yang diadakannya mendorong hati saya untuk menyelidiki perkara itu buat diri saya sendiri. Saya mengatakan kepada mereka bahwa sekarang saya mempunyai keinginan yang lebih besar untuk membaca buku-buku itu daripada sebelumnya. Oleh sebab itu saya telah memesan Jilid 1 dan Jilid 2, namun sebelum saya menerima buku-buku itu sidang telah mengadakan komite dalam mana mereka menanyakan seorang saudari yang telah menjadi anggota MAHK selama 40 tahun lebih, apakah ia percaya akan ajaran-ajaran Tongkat Gembala. Karena jawabannya ‘ya’ terhadap pertanyaan itu, maka mereka memberi masa percobaan kepadanya selama 30 hari, setelah mana mereka akan mencoret namanya dari catatan buku sidang, jika pada waktu itu ia tidak mau meninggalkan ajaran-ajaran Tongkat Gembala. Tetapi sekarang ia semakin berbahagia dalam pekabaran pemeteraian itu.
Pendeta itu juga bertanya kepada saya apakah saya percaya akan ajaran-ajaran Tongkat Gembala. Lalu saya menjawab bahwa saya belum pernah membacanya sehingga saya dalam keadaan netral dalam perkara itu, tetapi ia mengatakan tidak ada alasan untuk netral, karena ajaran itu telah terbukti salah, oleh sebab itu mereka mengadakan pemungutan suara untuk saya serta tidak mengijinkan saya memimpin kumpulan-kumpulan doa. Pemungutan suara diselenggarakan dari 33 orang yang hadir, hanya tiga orang yang mengangkat tangan ke atas untuk menentang saya. Maka sejak saat itu saya membaca traktat dan Jilid satu dan Jilid dua Tongkat Gembala itu, sehingga saya yakin terhadap terang kebenaran masa kini yang dimuat dalam buku-buku ini, dan saya pun merasa bahagia atasnya, lalu saya memutuskan untuk memberikan perpuluhan-perpuluhan maupun persembahan-persembahan saya untuk membantu pekabaran yang terdapat dalam Tongkat Gembala itu.
Saya merasa bahagia karena akhirnya kami telah menemukan makanan rohani yang telah lama ditunggu-tunggu, dan kami ingin membantu untuk menyebarkan pekabaran tentang kebenaran pada masa kini. Maka berdoalah untuk saya.
Hormat saya temanmu dalam pelayanan yang setia,
(Tertanda) Harry H. Philebaum
2
SURAT DARI MONTANA
“Tiga tahun yang lalu saya menerima sebuah buku melalui pos yang berjudul ‘Tongkat Gembala’. Pada waktu itu saya adalah ketua sidang Big Timber. Karena saya merasa senang akan isinya, maka saya berusaha membacakannya kepada jemaat, tetapi perlawanan begitu kuat sehingga saya tidak dapat membacakannya lebih daripada dua pasal.
38“… Tetapi saya kira ia itu adalah terang yang paling menakjubkan yang pernah disampaikan kepada sidang … dengan sangat senang saya juga telah membaca empat Traktat. Selama bertahuntahun saya telah berdoa untuk mendapatkan terang yang lebih banyak, dan sekarang doa saya telah terjawab.”
(Tertanda) P.S. Alen
SURAT DARI WYOMING
Sister Hendricks menulis sepucuk surat sebagai berikut :
“Kami masih menemukan orang-orang yang mau menerima dan mendengarkan kami, yaitu sejumlah orang-orang yang baik yang sedang belajar pada saat ini. Tampaknya semakin mereka mengadakan perlawanan terhadap pekabaran itu, ia itu semakin membuka mata semua orang yang berhati jujur ... Dua orang anggota sidang yang ada di sini sangat rindu untuk mendengar pelajaranpelajaran itu, tetapi mereka tidak dapat mengerti bahasa Inggris sehingga kami perlu memanggil seorang penerjemah untuk mendampingi kami. Walaupun orang yang menterjemahkan tidak dapat memahami pelajaran itu (karena orang luar), namun bagian pelajaran yang diterjemahkan kelihatannya dapat mereka simak.
“Sister Pruett dan juga saya telah pergi melawat ke setiap anggota. Mereka merasa sakit dan jemu terhadap tindakan gereja dan benar-benar telah mengadakan persiapan yang lebih banyak untuk mendengar sebelum semua perlawanan timbul. Semua orang kecuali satu orang yang kami datangi ada menyimpan satu Traktat atau lebih .. kami belum sempat melawat mereka semua, tetapi kami akan terus berusaha sampai kami dapat mendatangi mereka semua … semua mereka yang bertanya kepada pendeta tentang semua isi Tongkat Gembala, mengatakan bahwa pendeta-pendeta itu tidak dapat menerangkan apapun kepada mereka kecuali mengatakan jangan menyelidikinya. Kepada Sister Pruett dan juga kepada saya sudah diperingatkan bahwa kami akan mengalami kesulitan, … tetapi kami tidak takut kepada apa yang dapat mereka perbuat. Kami telah mengetahui bahwa hanya orang-orang tertentu yang sedang mengatur apa saja lalu mencoba untuk menimbulkan semua kesukaran itu, dan dari jumlah anggota yang banyak itu, bahkan kebanyakan dari antara mereka, tidak sedikit pun yang mau berdiri di belakang para penentang pekabaran itu, sehingga menyingkapkan siapakah diri mereka yang sebenarnya melalui perbuatan mereka.”
SURAT DARI IDAHO
Dr. Roller menuliskan :
Sabat (29 September), ketika saya berada di Taylor, Dakota Utara, saya telah diundang untuk berbicara dari mimbar selama satu jam. Kami mempelajari pokok masalah tentang mereka yang 144.000, sebagaimana yang terdapat dalam keterangan-keterangan berikut : Wahyu 14 : 1 – 5; Wahyu 7 : 1 – 4; Yeheskiel 9 : 1 – 11; Testimonies to Ministers, hal. 445, 446; Yesaya 66 : 19, 20; Prophets and Kings, hal. 725; Testimonies to Ministers, hal. 17.
Kami belajar selama satu jam lebih, dan mereka sudah memahami ungkapan kebenarankebanaran itu dalam penjelasan-penjelasan yang sangat mudah, lalu mereka mengundang saya lagi pada hari sabat mendatang. Tetapi sementara itu berita tentang kejadian ini telah sampai ke kantor conference dan akibatnya surat amaran telah dicetak lalu dikirimkan ke semua sidang yang ada di 39 lingkungan conference Dakota Utara agar jangan mengijinkan saya naik mimbar.
Akan tetapi, meskipun tampaknya pekerjaan di sini berjalan lambat, dan jumlah mereka yang terdiri teguh untuk kebenaran itu hanya sedikit, namun Tongkat Gembala dan apa yang menjadi tujuannya telah dikenal di daerah ini, maupun di kalangan masyarakat Spokane, dan pada saat sekarang di Coeur d’Alene sepuluh orang dari antara kami sedang mengadakan kumpulan bersama untuk mempelajari kebenaran masa kini, maka kami meminta supaya saudara mengingat kami dalam doa.
(Tertanda) H.F.Roller
SURAT DARI COLORADO
Mereka yang telah mengenal saudara dan sister H.G. Warden akan merasa senang untuk mengetahui bahwa sekarang di tempat mereka di Greeley sudah ada serombongan orang percaya yang telah diorganisir.
SURAT DARI ARIZONA
Sister Diamond menulis sepucuk surat dari gurun Sunny Slope yang terletak di kawasan Phoenix, dimana ia telah lama berjuang untuk memperoleh kesehatannya kembali, mengatakan : “Sejak tahun 1929 ketika saya bergabung dengan sidang MAHK saya telah menyadari bahwa kita memerlukan suatu pembaharuan”. Kemudian ia menambahkan kata-kata yang menenteramkan hati sebagai berikut : “Saya mengetahui bahwa pekabaran Tongkat Gembala itu adalah merupakan Kebenaran Masa Kini sama seperti Petrus telah mengenal Yesus adalah Anak Allah ... dan saya suka akan bahan-bahan bacaan dari Kebenaran Pada Masa Kini sehingga saya sudah membacanya dua kali dan sekarang saya juga sedang mempelajarinya dengan demikian saya sudah siap untuk pekerjaan itu apabila Tuhan memanggil.”
Kami senang melihat harapan dan keteguhan hati Sister Diamond dan merasa senang melihat ketenangan dan ketetapan hatinya untuk menderita sampai kesudahan, sehingga dengan demikian ia sudah siap apabila Tuhan memanggil, karena ia itu adalah merupakan contoh kesanggupan pada semua orang darimana orang-orang suci terbentuk. Biarlah kita mengingat dia dalam doa kita.
3
SURAT DARI CALIFORNIA
Sepatah kata dari San Diego :
Kegiatan di daerah San Diego sangat lumayan karena pendukung-pendukung baru kepada kebenaran itu terus saja bertambah. Dalam kawasan yang luas ini hanya sedikit orang karena beberapa hal tidak dapat berhubungan dengan Tongkat Gembala itu.
Pada hari Minggu yang lalu, sewaktu Saudara Houteff berkunjung selama 10 hari, ada lima jiwa yang mengambil pendirian untuk berpihak kepada Kebenaran Masa Kini, sedangkan sejumlah orang lain menjadi sangat tertarik untuk menyelidiki pekabaran itu lebih jauh. Kami sedang belajar dengan anggota-anggota yang datang dari hampir setiap sidang di distrik ini dan kami senang serta yakin bahwa jumlah orang-orang percaya di sini, akan hampir dua kali lipat pada tahun yang akan datang, karena banyak orang yang tadinya merasa takut dan ragu-ragu dan bahkan menunjukkan 40 sikap bermusuhan kini mau mengambil keputusan untuk berpihak kepada kebenaran itu sebelum terlambat. -- M.J. Bingham -- M.L. Deeter
Sister Serns dari La Crescenta menulis surat :
Pada tanggal 7 Oktober telah diadakan rapat kerja triwulan dan nama saya telah diangkat untuk dipertimbangkan. Pendeta Armstrong membacakan buku peraturan sidang yang menyebutkan bahwa orang-orang yang melanggar hukum, terutama hukum yang ketujuh, nama-nama mereka harus dicoret dari buku sidang tanpa memandang pertobatan…
Saya ingin memberi kesan ke atas pikiran mereka bahwa saya benar-benar telah bertobat dari semua dosa saya ... saya juga telah mengatakan kepada mereka betapa hati saya sangat menyesal karena kehidupan masa lampau dan jaminan pengampunan dari Tuhan, sekarang telah membuat hati saya merasa bahagia … saya memuji Tuhan karena saya dapat kesempatan menerima teguran agar bertobat dari dosa-dosa saya dan layak diperhitungkan dengan golongan kepada siapa Ia berkata :
“Berbahagialah kamu, jika orang-orang membenci kamu dan apabila mereka mengucilkan kamu dari perhimpunan mereka, dan mencela kamu, dan mengeluarkan namamu sebagai orang jahat demi kepentingan Anak Manusia.” Ketika saya masih melakukan dosa mereka tetap menganggap saya sebagai anggota yang baik, tetapi sekarang setelah saya bertobat mereka memecat saya.
Saudara dan Sister Carver adalah tamu kami yang terbaru, mereka telah datang dari tempat yang jauh dengan menempuh perjalanan 1500 mil dari Cory, Colorado, untuk mengadakan suatu penyelidikan yang cermat serta mendalam terhadap “Tongkat Gembala” itu.
Betapa berbeda saudara-saudara ini yang mau berkorban begitu banyak agar mendapat kepastian apakah Allah mempunyai terang atau tidak bagi mereka pada zaman ini sehingga mereka tidak tertinggal di belakang dalam kegelapan, dan mereka yang pintunya diketok oleh pekabaran itu setiap hari, masih belum mau mengakuinya selain hanya melemparkan tuduhan kasar bahwa ia itu berasal dari Setan, padahal mereka tidak tahu apapun tentang hal itu!
Kemudian Sister Dundore menuliskan surat dari Pennsylvania : “Saya telah mempelajari Tongkat Gembala itu dan saya merasa yakin bahwa Allah sedang menyampaikan sebuah pekabaran untuk membangunkan jemaat-Nya, namun hati saya sedih memikirkan saudara-saudara pemimpin yang telah menolak kebenaran yang begitu jelas. Pendeta kami mengatakan bahwa sebuah buku Tongkat Gembala telah dikirimkan kepadanya tetapi ia telah menghancurkannya tanpa terlebih dahulu membaca isinya! Aduh, alangkah kejamnya mempersalahkan sesuatu yang sama sekali tidak diketahuinya!
Sepucuk surat dari Richmond, Virginia :
Kami telah menerima dua buku Symbolic Code, dan ia itu sangat menyenangkan bagi kami, kami juga merasa senang membaca nama-nama orang yang telah menerima terang baru ini.
41Dapatkah saya mengatakan kepada saudara apa yang sedang menyusahkan Tuan H___ dan saya? Hal itu disebabkan adanya pemikiran untuk meninggalkan sidang Advent. Kenapa kita harus meninggalkannya? Kenapa kita tidak dapat menerima terang baru ini lalu tinggal tetap di dalamnya serta menyebarkannya di tengah-tengah sidang? Iman saya telah berakar teguh dalam kebenaran sehingga pemikiran untuk meninggalkan sidang telah membuat saya takut.
Saudara dan Sister H___ yang kekasih :
Kami merasa senang mengetahui bahwa saudara telah mendapat pertolongan dalam pekabaran Tongkat Gembala sehingga saudara dapat menyadari bahwa jalan yang terbaik adalah supaya jangan keluar dari sidang MAHK tetapi sebaliknya membantu untuk menyebarkan pekabaran reformasi di dalamnya, sebab itulah tujuan dari Tongkat Gembala. Ternyata saudara belum membaca bagian dari buku kita yang jelas membuktikan dari firman Allah bahwa kita tidak boleh memisahkan diri dari sidang meskipun sebagian orang bahkan berusaha dengan cara paksa supaya kita meninggalkannya. Bacalah Tongkat Gembala, Jilid 1, hal. 245 – 252; Tongkat Gembala, Jilid 2, hal. 233; dan Traktat No. 4 yang berjudul “Berita-Berita Terakhir Bagi Ibu.” Kami berharap dan berdoa agar saudara dapat menjangkau banyak saudara dan saudari kita di dalam sidang.
Sepucuk surat dari Bozeman, Montana :
Saudara yang kekasih :
Sebuah Traktat yang berjudul, “Amaran Terhadap Kekeliruan”, telah diberikan kepada saya oleh salah seorang dari saudari kita dari sidang MAHK. Saya telah menemukan beberapa hal di dalamnya yang tidak sesuai menurut Alkitab maupun Roh Nubuat. Kemudian saya ambil buku Tongkat Gembala dan setelah mempelajari isinya saya menemukan bahwa “Amaran Terhadap Kekeliruan”
4 itu telah salah menggunakan Tongkat Gembala atas beberapa alasan. Ternyata Traktat itu tidak berlaku jujur terhadap Tongkat Gembala. Saya menghendaki tanggapan saudara atas Traktat “Amaran Terhadap Kekeliruan” itu, dan berapapun biaya akan dikirimkan melalui surat balasan.
Saudara K___ yang kekasih :
Kami tidak mempunyai terbitan apapun untuk menjawab secara langsung keberatan-keberatan terhadap Tongkat Gembala seperti yang dikemukakan oleh Traktat tersebut di atas, tetapi keberataankeberatan itu adalah kira-kira sama dengan buku, “Tanggapan Terhadap Tongkat Gembala” untuk mana saudara akan memperoleh jawaban kami dalam Traktat No. 3, yang berjudul “Penuaian”, dan juga dalam Traktat No. 4 “Berita-Berita Terakhir Bagi Ibu”. Traktat-traktat ini bukan hanya berisikan jawaban untuk keberatan-keberatan itu, melainkan juga merupakan suatu pekabaran bagi sidang Allah. Silahkanlah mempelajari semuanya baik-baik dan kami yakin bahwa saudara akan merasa senang dengan semua yang terkandung di dalamnya.
42PERTANYAAN DAN JAWABAN
Tolong luruskan suatu masalah yang kelihatan bertentangan :
“Jilid 5, halaman 81 mengatakan, ‘Tanda binatang itu akan dipaksakan kepada kita. Mereka yang selangkah demi selangkah menyerah kepada keinginan dunia, dan menyesuaikan diri dengan kebiasaan dunia, tidak akan menemukan di dalamnya perkara yang sukar untuk menyerah kepada kuasa-kuasa itu, daripada menjadikan diri mereka sasaran ejekan, hinaan, ancaman penjara, dan maut.’ Tetapi Tongkat Gembala mengajarkan bahwa orang-orang yang tidak setia tidak akan diijinkan bergabung dengan sidang pada waktu itu.
Ajaran Tongkat Gembala tentang penyucian sidang pada masa Seruan Keras itu adalah satu kebenaran yang sama jelasnya dengan setiap kebenaran yang pernah diajarkan. Mungkin saja seseorang tidak dapat mencocokkan pokok masalah ini dengan setiap pernyataan yang ditulis oleh Sister White, tetapi hal ini janganlah membuat kita kehilangan iman dalam pekabaran itu, karena banyak bagian yang terdapat dalam Roh Nubuat dimana organisasi gereja tidak sanggup mencocokkannya. Kesulitan itu timbul di antara kita sebagai satu umat adalah karena kita belum memahami sepenuhnya semua peristiwa yang berkaitan dengan penutupan pekerjaan injil. Akan tetapi, walaupun tanda binatang itu masih merupakan peristiwa yang akan datang, dan sulit untuk menjelaskan sebelum waktunya, namun kita dapat mengakui pemikiran akan bagaimana kutipan di atas menemui kegenapannya, yang akan menunjukkan kemungkinan bahwa sidang akan terpisah dari orang-orang yang tidak setia dan bagaimana sebahagian dari antara mereka akan “menyerahkan diri kepada kuasa-kuasa dunia” pada waktu yang sama.
Tongkat Gembala tidak menyatakan bahwa semua orang yang mengaku menjadi MAHK yaitu “orang-orang yang selangkah demi selangkah untuk menyerah kepada keinginan dunia”, akan jatuh di bawah oleh senjata-senjata pembantai dari khayal Yeheskiel, tetapi sebaliknya hanyalah setiap anggota aktif yang tidak memperoleh “tanda” itu (atau meterai Yeheskiel 9), tidak termasuk mereka yang meninggalkan pekerjaan yang telah diorganisir tetapi masih mengaku sebagai orangorang Masehi Advent -- suatu golongan yang sekarang beribu-ribu jumlahnya.
Menurut Jilid 5, hal. 81, beberapa dari mereka yang lepas dari organisasi namun masih mengaku sebagai orang-orang MAHK tidak akan menjadi “sasaran ejekan, hinaan, ancaman penjara, dan maut”, tetapi akan “tergelincir ke dalam setiap posisi untuk tergoda menuruti perasaan-perasaan mereka sendiri.” -- Testimonies to Ministers, hal. 112.
Pertanyaan No. 2. “Tongkat Gembala mengatakan bahwa hujan awal adalah Roh Nubuat, tetapi Kerinduan Segala Zaman, hal. 827 mengatakan ia itu adalah pencurahan Roh pada zaman rasulrasul.”
Pengertian rohani dari kata hujan menurut nubuatan Yoel adalah bukan pencurahan Roh Kudus dalam kuasa Pentakosta itu saja, tetapi juga suatu ungkapan kebenaran sebagaimana yang dibuktikan melalui bacaan singkat itu -- seorang “guru kebenaran.” “Maka akan terjadi sesudah itu (setelah ungkapan kebenaran itu -- hujan) bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas segala
Di sini dapat kita saksikan bahwa ayat 23 menjanjikan suatu ungkapan kebenaran, karena 43 pembenaran hanya dihasilkan oleh suatu pengetahuan kebenaran, sedangkan ayat 28 menjanjikan pencurahan Roh Kudus ke atas “segala manusia” untuk menyalut mereka dengan kuasa agar mereka dapat memberitakan ungkapan (hujan) dari “guru pembenaran” itu. Demikianlah kedua perwujudan Roh Kudus itu -- yaitu kebenaran dan kuasa, yang berisikan hujan dalam kesempurnaannya.
Mengenai hujan awal dan hujan akhir, arti yang awal arti kata tersebut adalah -- “mendahului waktu atau tempat” -- yang secara alamiah yang awal harus mendahului yang akhir. Itulah sebabnya, buku Kerinduan Segala Zaman itu benar, karena sidang sebelum Tongkat Gembala datang, pengalaman dari rasul-rasul itu adalah merupakan hujan awal, dimana bagi kita pada zaman ini “hujan awal” itu adalah Roh Nubuat, dan “hujan akhir” itu adalah Tongkat Gembala.
Jika ada orang yang masih berkeras menyatakan bahwa perkataan “awal” harus diterapkan hanya pada zaman rasul-rasul, dan perkataan “akhir” diterapkan pada suatu masa yang akan datang,
5 maka pendirian seperti itu bukan saja bertentangan dengan Alkitab, melainkan juga menyangkal kenyataan Roh Nubuat. Tambahan pula, nubuatan Yoel itu langsung menunjuk kepada zaman kita bukan menunjuk kepada sidang Kristen yang mula-mula. Nabi itu mengatakan, “Sebab Ia akan menurunkan kepadamu hujan, hujan awal dan hujan akhir pada bulan yang pertama.” (Yoel 2 : 23). Jika hujan awal bukan merupakan Roh Nubuat pada zaman ini, dan “hujan akhir” bukan Tongkat Gembala, maka bagaimana mungkin kedua hujan itu baik hujan awal maupun hujan akhir dapat turun pada waktu yang sama, karena melihat kepada pengalaman rasul-rasul yang hampir 2000 tahun yang lalu sama sekali tidak bermanfaat bagi kita?
Pertanyaan No. 3. “The Great Controversy mengatakan bahwa Maleakhi 3 : 1 - 3 dan Daniel 7 : 9 adalah menunjukkan peristiwa yang sama, sedangkan Tongkat Gembala mengatakan bahwa Maleakhi 3 : 1 – 3 itu, menunjuk kepada penyucian sidang.”
“Peristiwa yang sama” yang disebut dalam “The Great Controversy” harus kita pahami bahwa ia itu sudah dimulai pada tahun 1844 dan berlangsung sampai kepada masa kasihan berakhir, periode mana mencakup penghakiman terhadap orang mati dan penghakiman terhadap orang hidup. Pekerjaan penyucian dari Maleakhi pasal Tiga diterapkan kepada penghakiman terhadap orang hidup. Maka setiap pelajar Alkitab yang jujur dapat mengetahui bahwa kata-kata yang mengatakan, “tetapi siapakah yang dapat tahan pada hari kedatangan-Nya? Dan siapakah yang dapat tahan berdiri apabila Ia kelihatan? Karena Ia bagaikan api pandai emas dan seperti sabun tukang penatu : dan Ia akan menyucikan bani Lewi, lalu mentahirkan mereka seperti emas dan perak, supaya mereka dapat mempersembahkan satu persembahan dalam pembenaran”, tidak mungkin diterapkan kepada penghakiman terhadap orang mati. Namun demikian, untuk melaksanakan pekerjaan ini (penghakiman terhadap orang hidup dan terhadap orang mati, yang berlangsung dalam bait suci surga), maka Tuhan datang pada tahun 1844. Demikianlah penghakiman terhadap orang hidup dan penghakiman terhadap orang mati adalah merupakan dua tahap dari Pemeriksaan Hukum, hal ini benar bahwa Tuhan telah datang ke kaabah yang di surga pada tahun 1844. Sebab itu, baik “The Great Controversy” maupun Tongkat Gembala adalah sama-sama benar.
Pertanyaan No. 4. Mikha 6 : 1 mengatakan, ‘Bangkitlah, dan berbantahlah di hadapan segala gunung dan biarlah segala bukit mendengar suaramu’, tetapi Tongkat Gembala mengatakan haruslah bekerja di dalam sidang MAHK.”
Benar, kewajiban kita pada saat sekarang ini adalah membatasi segala usaha kita di dalam 44 sidang saja. Walaupun demikian, Tongkat Gembala Jilid 2 juga berisikan pekabaran untuk dunia. Seseorang mestinya memahami bahwa firman-firman ini tidak mungkin dapat menemukan kegenapannya dalam sesaat. Mikha 6 : 1, sama seperti Maleakhi 3 : 1 - 3, akan menemukan kegenapannya dengan sempurna pada periode datangnya pekabaran itu bagi sidang, yaitu pada masa pemeteraian buah-buah pertama (rombongan 144.000) dan pada masa pemeteraian buah-buah kedua (rombongan besar orang banyak). Baca Jilid 1 hal. 242.
Pertanyaan No. 5. “Jika sidang MAHK adalah merupakan salah satu dari tujuh kepala binatang itu, maka bagaimanakah “perempuan” yang terdapat pada Wahyu 17 dapat duduk di atas ketujuh kepala itu (sedang salah satunya adalah MAHK), sesudah penyucian pada waktu sidang hanya terdiri dari anggota-anggota yang suci saja?”
Penanya perlu memperhatikan bahwa ada terdapat dua binatang yang berkepala tujuh; satu dalam Wahyu 13 dan yang satu lagi dalam Wahyu 17. Sidang MAHK dilambangkan oleh salah satu dari kepala binatang yang pertama. Tetapi “perempuan” yang duduk di atas tujuh kepala pada binatang yang kedua tidak ada hubungannya dengan sidang MAHK, karena pada waktu itu periode penyucian sidang sudah digenapi. Sebab itu, “perempuan” itu tidak duduk di atas sidang MAHK, melainkan hanya duduk di atas sidang-sidang Protestan yang sudah menjadi Babilon. Baca Tongkat Gembala,
Pertanyaan No. 6. “Tongkat Gembala mengajarkan bahwa guru-guru sekolah harus dibayar dengan perpuluhan, tetapi bagaimana dengan Jilid 9, hal. 248, paragraf yang terakhir?”
Tongkat Gembala itu sendiri tidak ada mengajarkan dengan cara apapun mengenai pertanyaan di atas, tetapi hanya mengutip tulisan-tulisan dari penulis yang sama yang ditulis dalam Jilid 9, hal. 248. Oleh sebab itu, penanya harus mempelajari lebih dalam semua tulisan Sis. White itu lalu belajar bagaimana mencocokkan semua pernyataan pada pokok masalah itu. Namun demikian, demi untuk membantu dan untuk memberi kepuasan kepada penanya, maka kami memberikan penjelasan sebagai berikut :
Kami tidak tahu dapat memberikan penjelasan yang lebih baik terhadap pertanyaan bahwa orang-orang yang mengajarkan Alkitab harus ditunjang dengan perpuluhan milik Tuhan daripada apa yang telah diterangkan oleh Roh Nubuat untuk itu. Sister White telah menjelaskan bahwa semua orang yang “mengajarkan Firman Allah, yang menerangkan ayat-ayat suci, mendidik para pelajar dalam perkara-perkara Allah, harus ditunjang oleh uang perpuluhan.” (Testimonies, Jilid 6, hal. 215). Selain itu ia mengatakan, “Perintah-perintah ini sudah diberikan sejak dahulu dan belakangan ini lebih ditekankan lagi.” Kemudian perintah-perintah ini sudah tidak diindahkan, maka sekarang pun mereka pasti tidak mengindahkannya. Kesulitannya sebahagian besar terletak pada kenyataan bahwa perintahperintah “ini yang telah disampaikan berulang-ulang” telah diremehkan yang mana, jika diterima maka ia itu akan dapat menjelaskannya kepada mereka. Akan tetapi, kami dapat menambahkan sedikit pemikiran-pemikiran yang kami harap dapat membantu.
Biarlah mereka yang keberatan terhadap guru-guru yang menerima uang perpuluhan membereskan permasalahan itu dengan Sister White, karena Tongkat Gembala hanya menjelaskan apa yang telah diterangkan oleh Roh Nubuat tentang hal itu dan tidak lebih dari itu. Tetapi jika saudara berdoa dan belajar, maka saya yakin saudara akan sampai kepada kebenaran, dan apa yang tampaknya bertentangan akan lenyap. Tampaknya saudara tidak dapat mencocokkan Jilid 6, hal. 210 45 – 211 dimana ia itu membicarakan pembayaran uang sekolah sesuai dengan kutipan di atas. Tujuan
6 perintah yang terdapat dalam Kesaksian-Kesaksian khusus ini adalah supaya setiap sekolah harus dilengkapi dengan seorang guru Alkitab yang ditunjang dengan uang perpuluhan. Tetapi perlu diingat bahwa sekolah-sekolah kita juga mengajarkan mata pelajaran selain pelajaran agama untuk mana perpuluhan tidak boleh digunakan. Oleh sebab itu, mereka yang mengajarkan hal-hal yang berkaitan dengan pendidikan umum di sekolah-sekolah kita jangan disuruh mengajar Alkitab, dan mereka harus ditunjang dengan uang sekolah. Dan untuk menambahkan ini ada biaya-biaya sekolah yang lain. Dengan demikian diperlukan perpuluhan dan uang sekolah secara lengkap untuk menunjang program dari peraturan sekolah-sekolah gereja kita saat ini.
Permasalahan yang dihadapi oleh orang banyak ialah karena mereka membuat Tongkat Gembala itu mengatakan hal-hal yang sebenarnya tidak pernah dikatakan. Saudara menulis bahwa Sis. White menyatakan hanya pihak kependetaan yang dapat menerima perpuluhan. Jika yang saudara maksudkan dengan hal ini supaya hanya mereka yang diurapi atau yang memberitakan pekabaran yang ditunjang dengan perpuluhan, maka kami tidak mengetahui ada pernyataan semacam itu, karena Alkitab mengajarkan bahwa semua orang yang terlibat dalam pelayanan injil ataupun pelayanan “kaabah” harus ditunjang dengan perpuluhan, karena semua suku Lewi ditunjang dengan perpuluhanperpuluhan, prinsip mana sama sekali sudah tidak diindahkan oleh gereja kita lagi. Menurut sistem perpuluhan yang asli, yang menerima perpuluhan itu termasuk juga ketua sidang, diakon-diakon, penyanyi-penyanyi, dan lain-lain. Baca 1 Tawarikh 15.
“Saudara Bingham yang kekasih :
Seandainya saudara dapat memberi sesuatu nasehat kepadaku yang dapat membantu agar saya dapat bekerja dengan lebih berhasil, maka saya akan sangat menghargainya.”
Untuk bekerja dengan sangat berhasil, ada beberapa azas umum, yang jika dipatuhi dengan seksama, akan dapat memperkecil prasangka lalu memberikan hasil yang sangat memuaskan. Tentu saja azas-azas ini diperlunak agar dapat menyesuaikan kondisi dan keadaan setiap orang. Ikutilah pokok-pokok dari semua azas itu yang disebut satu per satu dan yang tampak sangat penting sebagai berikut.
(1) Pertama, jika perlu, ungkapkanlah kepada calon orang percaya itu pokok dari penyelidikan isi kebenaran itu yang diakui. Tidak ada gunanya untuk mengemukakan bukti dalam menyokong sesuatu hal jika pikiran dalam pertanyaan itu adalah merupakan setiap langkah jalan yang sedang dikacaukan oleh pemikiran-pemikiran yang terus menerus muncul dari prasangka bahwa kita tidak perlu atau jangan menyelidiki setiap pekabaran yang belum diketahui. Pertama sekali kita harus menyingkirkan gambaran yang keliru ini sebelum kita menyampaikan kebenaran itu.
Untuk tujuan ini kita harus selalu berpegang pada perintah yang dikumpulkan dari pernyataanpernyataan yang selalu mendorong pikiran yang jujur supaya percaya dalam Roh Nubuat untuk membuang perdebatan sehingga pernyataan-pernyataan itu memberikan suatu dengar pendapat yang jujur kepada apa yang saudara presentasikan. “Testimonies on Sabbath School Work (disingkat dengan TSSW, yaitu satu buku kecil, yang jika sekiranya saudara belum memiliki maka saudara seharusnya membelinya secepat mungkin dari balai buku), hal. 59 : “Dengarlah dengan bebas….; p. 60, “Jika terang baru….; hal. 65. Terang berharga….; p. 65. “Jika suatu pekabaran datang…., p. 66 (seluruh halaman); TM 69-70. “Mengkhotbahkan suatu yang bertentangan untuk membangun doktrin.” 46 Testimonies, Jilid 5, hal. 728 (seluruh halaman); Testimonies to Ministers, hal. 106 – 107 “Tetapi berhati-hatilah menolak …; Testimonies to Ministers, hal. 108 – 110; Gospel Workers, hal. 300 – 301, 303 – 304; Testimonies to Ministers, hal. 476 “Saudara-saudara, kita harus ……; Message to Young People, hal. 260; Counsels on Teacher, hal. 463; Review & Herald, March 25, 1890 dan 28 May 1890; Testimonies to Ministers, hal. 30 “Kita mempunyai banyak pelajaran ……; Testimonies to Ministers, hal. 119 “Apabila suatu pekabaran ……; Testimonies, Jilid 2, hal. 130 “Laki-laki, perempuan, dan orang-orang muda ……; Testimonies, Jilid 4, hal. 361; “Kita berada di atas landasan yang berbahaya bilamana kita tidak dapat bertemu sebagai orang-orang Kristen, sehingga dapat membicarakan dengan sopan setiap hal yang bertentangan. Saya merasa seperti mau lari agar saya tidak menerima terbitan dari mereka yang tidak jujur menyelidiki ajaran-ajaran Alkitab itu. Mereka yang tidak dapat bertindak jujur untuk memeriksa semua bukti akan pendapat-pendapat mereka yang berbeda, adalah orang-orang yang tidak layak mengajar dalam setiap bagian pekerjaan Allah.” -- Review and Herald, Jilid 67, No. 7, 18 Februari 1890. Lihat juga Traktat No. 4, hal. 80 – 84.
(2) Kedua, buktikanlah bahwa ada satu pekabaran untuk sidang yang disampaikan oleh roh dan kuasa Eliyah. Bukti-buktinya baca dalam buku-buku berikut : Testimonies, Jilid 5, hal. 254; Early Writings, hal. 155; Testimonies, Jilid 5, hal. 709; Testimonies, Jilid 8, hal. 332; Testimonies to Ministers, hal. 117. (Gabungkan Testimonies, Jilid 3, hal. 252 - 253 dengan Testimonies, Jilid 5, hal. 254); Early Writings, hal. 277 bagian terakhir.
(3) Berikutnya adalah menunjukkan bahwa pekabaran itu akan ditolak. Bukti-buktinya baca : Yeheskiel pasal dua dan pasal tiga; keterangan-keterangan dari majalah Review and Herald dikutip dari halaman 45 dan 46 traktat “Paradoks Peringatan”; dan pernyataan berikut ini, juga dikutip dari Review & Herald : “Ada beberapa orang menulis surat kepada saya, menanyakan, apakah pekabaran pembenaran oleh iman itu adalah Pekabaran Malaikat Yang Ketiga, lalu saya menjawab, ‘Sesungguhnya ia itu adalah pekabaran malaikat yang ketiga’. Nabi itu mengatakan, ‘Dan kemudian dari semua ini aku melihat seorang malaikat turun dari sorga, yang mempunyai kuasa besar; lalu bumi diterangi dengan kemuliaannya’. Cahaya terang, kemuliaan, dan kuasa akan bergabung dengan pekabaran malaikat yang ketiga, sehingga keyakinan akan selalu mengikuti kemana saja pekabaran itu dikhotbahkan dalam kuasa Roh. BAGAIMANAKAH SAUDARA-SAUDARA KITA DAPAT MENGETAHUI KAPAN TERANG INI DATANG KEPADA UMAT ALLAH? Karena sampai sekarang ternyata kita masih belum menyaksikan terang yang dapat menjawab gambaran ini, maka Allah telah memiliki terang bagi umat-Nya, dan semua orang yang menerimanya akan menyaksikan keadaan bobrok yang terjadi kalau tetap bertahan dalam keadaan suam-suam kuku.” Review and Herald, 7 Oktober 1890, hal. 609; Gospel Workers, hal. 303 paragraf terakhir dan Testimonies to Minsters, hal. 106, paragraf terakhir.
7
(4) Ambillah pokok utama yang disuguhkan dalam Tongkat itu, contohnya, mengenai pemeteraian mereka yang 144.000 itu, Yeheskiel 9, penyucian sidang, pemeteraian rombongan besar, penghakiman terhadap orang hidup, dan suguhkanlah semuanya semeyakinkan mungkin. Jelaskanlah semua pokok yang penting ini sehingga semua itu berdiri tegak seperti mercusuar yang cahayanya tidak dapat dielakkan. Maka apabila semua ini sudah dilakukan, bacakanlah satu atau dua pernyataanpernyataan berikut : The Great Controversy, hal. 527 “Sementara Allah …..; The Great Controversy,
hal. 255 “Saksi yang benar ….; 3 T, hal. 258 “Firman …..; Patriarchs and Prophets, hal. 290 “Kita harus mematuhi ……; 5 T. hal. 729 “Adalah ….; 5 T, hal. 486 “Tuhan telah …..; 5 T, hal. 94 “Kumpulkanlah …..; 1 T, hal. 262 “Kita harus berjalan …. Setelah membacakan semuanya ini maka 47 saudara dapat meninggalkan orang itu tanpa ada tempat berpijak untuk bertengkar mengenai masalahmasalah yang tidak penting dan tidak berkaitan yang membutuhkan ketajaman pikiran seseorang.
(5) Jangan melayani pokok masalah yang tidak semuanya jelas kecuali sudah terpaksa melakukan demikian. Bersandarlah sepenuhnya kepada kebenaran-kebenaran yang terkenal yang tidak dapat dibantah oleh orang yang berhati jujur. Kegagalan untuk melakukan hal ini akan membuat kesukaran yang tak kunjung habis, dan menimbulkan perselisihan dan pertentangan yang tak ada gunanya, sehingga membuat orang itu bertambah berprasangka daripada sebelumnya.
(6) Untuk menghilangkan sebanyak mungkin prasangka yang datang kepada sebahagian orang, oleh karena tuduhan yang keras dari semua publikasi, maka saya mengarahkan saudara untuk
146; TM, 397; Testimonies to Ministers, hal. 174, 175; 2 T, hal. 124; dan banyak, masih banyak lagi suara-suara yang sama, yang semuanya tegas menyatakan secara langsung maupun tidak langsung perlunya memberitahukan kekejian-kekejian yang dilakukan di tengah-tengah kita.
(7) Jika dikatakan bahwa mereka yang mengemban tugas itu pembicaraan dan perbuatannya sangat keras, maka tunjukkanlah kepada mereka Testimonies to Ministers, hal. 475; Testimonies to Ministers, hal. 410; Testimonies to Ministers, hal. 408; Desire of Ages, hal. 468; Testimonies to Ministers, hal. 165; Testimonies to Ministers, hal. 411; Testimonies to Ministers, hal. 412, 413; The Great Controversy, hal. 606, dan lain-lain.
(8) Hindari pokok masalah tentang perpuluhan sebelum orang itu yakin bahwa Tongkat Gembala adalah merupakan pekabaran yang benar mengenai jam. Membicarakan hal itu sebelum waktunya akan membuat jalan berbatu serta meletakkan balok rintangan di depan kakinya. Akan tetapi, apabila saudara telah melihat bahwa ia sudah yakin akan pekabaran itu, maka tunjukkanlah kepadanya bahwa perpuluhan itu mestinya diserahkan dimana kebenaran pada masa kini berada. Bacakanlah kepadanya The Great Controversy, hal. 609 dimana Tuhan mengatakan; “Siapakah yang berani menolak untuk menerbitkannya?” Lalu amati akan kenyataan jika seseorang tidak berani untuk menolak menerbitkannya, maka orang itu tidak akan berani menolak jika menggunakan perpuluhan menyokong pekerjaan itu.
Saudara masih dapat juga menyuguhkan masalah itu dari sudut lain. Yesus dan para rasul adalah orang-orang Yahudi dan anggota sidang yang terorganisasi pada zaman itu, namun demikian mereka sendiri memiliki seorang bendahara sendiri. Tambahan pula rasul-rasul itu telah menerima apa saja yang dibawa dan diletakkan di depan kaki mereka -- apakah itu berupa perpuluhan, persembahan, dan keperluan-keperluan penting. Kisah 4 : 34, 35. Hal ini tentunya telah memberikan kepada kita suatu teladan yang terbaik oleh para rasul itu, sebab rasul-rasul itu sedang menyampaikan satu pekabaran khusus kepada sidang, tepat seperti yang sekarang kita lakukan, dimana kita bukan menyampaikan pekabaran kepada dunia.
Kemudian juga, saudara masih dapat mengemukakan masalah itu dari segi pandangan berikut jika perlu : Kita diutus “kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel”, dan “Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.” (Matius 15 : 24, 26). Allah tidak mengutus kita ke jalan bangsa-bangsa Kafir, dan ke kota-kota orang Samaria”, tetapi kepada sidang, dan Ia memerintahkan : “Bawalah segala perpuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan dalam rumah-Ku.” Rumah perbendaharaan itu 48 adalah tempat dimana kebenaran masa kini itu berada, dan karena kita telah menyampaikan kebenaran masa kini, -- yaitu makanan pada musimnya -- maka Tongkat itu haruslah menjadi rumah perbendaharaan, dan Tuhan berfirman “Bawalah segala perpuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan.”
Juga saudara dapat mengemukakan alasan yang baik secara bijaksana kepada seseorang sebagai berikut : “Jika sekiranya kita semua akan berpendapat bahwa segala perpuluhan kita itu harus diberikan kepada perbendaharaan yang ada di Takoma Park, lalu bagaimanakah pekabaran itu dapat mencapai jiwa-jiwa yang sedang menghadapi bahaya dalam gereja-gereja kita? Allah tidak berkenan untuk membawa orang yang tidak bertobat pada zaman ini ke dalam sidang untuk mengalami pembantaian Yeheskiel 9 yang menakutkan itu, tetapi Ia sangat rindu agar sidang-Nya dapat selamat.
Biarlah hanya mereka yang belum mempunyai terang mengenai pemeteraian 144.000 itu yang membiayai semua kegiatan yang sekarang dilakukan oleh sidang, -- yaitu semua tata cara sidang, kegiatan untuk mencapai tujuan, rencana-rencana dan lain-lain., dan biarlah orang-orang yang memiliki terang itu “mengikuti Anak Domba ke mana saja Ia pergi.” Ada pekabaran yang lama dan ada pekabaran yang baru. “Allah tidak menghendaki kepada setiap orang untuk berpikir bahwa tidak ada pekabaran lain untuk didengar yang mana Ia telah karuniakan. Kita memerlukan pekabaran yang lama dan pekabaran yang baru.” Review and Herald, 18 Maret 1890. Biarlah masing-masing pihak menempuh jalannya sendiri untuk menyokong kebenaran masa kini yang mereka yakini (bagaimanapun hal tersebut pasti akan terjadi), sehingga kepentingan yang satu tidak akan merugikan kepentingan yang lainnya.
“Selain itu”, kita masih mempunyai pertimbangan, “keberhasilan apakah yang saudara kira dapat diharapkan dalam menyampaikan pekabaran pemeteraian bagi sidang jika kita harus menyokong pihak mereka yang bangkit menentang kita bagaikan ombak-ombak laut? Tidak, saudaraku, jika kita terus memberikan perpuluhan kita kepada mereka, maka bukan saja kita hanya melemahkan kekuatan kita untuk melawan musuh, tetapi juga melemahkan kedudukan kita dalam pekabaran yang kita emban, karena mereka akan mengira, dan tentunya demikian, bahwa jika kita telah memiliki sesuatu yang penting buat keselamatan mereka, maka di hadapan surga kita tidak akan berani melakukan yang lain daripada menempatkan pemberian-pemberian kita kepada kemajuan pekabaran pada masa 8 kini dan bukan kepada pekabaran masa lampau. Melakukan pekabaran masa yang lampau, gantinya memenangkan domba-domba itu, bukan saja hanya mengusir mereka jauh-jauh, tetapi juga akan memperkokoh kekuatan musuh lalu melemahkan umat Allah, karena tidak ada orang yang dapat menang melawan musuhnya dengan cara meminjamkan senjatanya dengan mana ia dapat berharap tetap kuat untuk melawannya.”
Instruksi yang terdapat dalam Tongkat Gembala Jilid 1, hal. 251 sehubungan dengan perpuluhan, membuktikan bahwa kita selamanya telah menjalankan peran kita dengan jujur. Ajaran itu menyatakan bahwa perpuluhan harus dibayar kepada organisasi MAHK yang lama. Tetapi sekarang semenjak pemimpin organisasi telah menolak pekabaran pemeteraian mereka yang 144.000 itu, lalu menyampaikan sanggahan palsu kepada orang banyak terhadap pokok masalah untuk membenarkan perbuatan mereka, dengan melakukan segala apa yang mereka dapat lakukan supaya orang banyak tidak mengetahui pekabaran itu, maka Tongkat Gembala tidak hanya menuntut perpuluhan tetapi juga persembahan agar semuanya itu diberikan untuk membiayai pekabaran kebenaran masa kini yang direstui dan dibenarkan oleh Ilahi. Karena setiap kebenaran masa kini selalu membentuk “rumah perbendaharaan” milik Allah.
49(9) Gunakan gambar nubuatan segera mungkin karena semuanya itu akan memberi pertolongan yang tidak ternilai, baik dalam mempelajari atau menyampaikan pekabaran itu kepada orang lain.
(Tertanda) M.J. Bingham
Pertanyaan-pertanyaan berikut yang datang dari Dr. Young adalah merupakan contoh dari banyak pertanyaan yang sampai ke telinga kami dari waktu ke waktu : “Mereka mengatakan kepada kami di sini bahwa Tongkat Gembala itu sudah hampir punah di California. Apakah hal itu benar? Adakah penganut-penganut pekabaran itu bertambah di sana atau tidak? Apakah pertentangan di sana masih terus berlangsung? Tolonglah beritahukan kepada kami apa yang sedang terjadi di sana.”
Jika ladang pekerjaan di California Selatan itu sendiri, dipenuhi semua permohonan yang dibutuhkan, maka hal itu akan menyita semua waktu Saudara Houteff dan juga menyita waktu setiap pengerja yang terlibat dalam pekabaran itu, itupun tidak akan terlayani sepenuhnya.
Di mana saja dalam setiap bagian negara ini pekabaran itu disampaikan, pekerjaan itu belum pernah mengalami tanda-tanda bahwa di tempat itu pekerjaan itu telah mati. Tetapi sebaliknya, menurut pengamatan kami, ia itu telah menunjukkan suatu pertumbuhan dalam hampir setiap tempat ke mana saja akar-akarnya telah menerobos -- terutama di Los Angeles, Loma Linda, dan di kawasan San Diego.
Kenyataan-kenyataan ini membuktikan bahwa pertentangan itu tidak akan pernah berakhir atau berkurang, sungguh tidak akan pernah selama kebenaran itu terus berkembang.
Hendaklah setiap orang jangan percaya laporan-laporan tentang Tongkat Gembala itu, kecuali laporan itu disahkan oleh seseorang yang terlibat langsung dengan kantor ini.
Laporan itu juga, apakah itu buruk atau baik, akan tetap muncul dalam setiap permasalahan, sehingga laporan-laporan itu sendiri akan memberikan kesaksian bahwa pekabaran itu terus merambat setiap hari seperti ragi yang menyerap dalam adonan di seluruh organisasi sidang.
Dana yang kita miliki untuk buku-buku yang diberikan secara cuma-cuma, yang diperoleh dari persembahan-persembahan sukarela, dan sejauh ini telah menutupi kira-kira separuh dari biaya yang diperlukan. Oleh sebab itu, kami ingin mengingatkan kembali sahabat-sahabat kita dalam kebenaran masa kini akan keperluan-keperluan dari usaha yang mulia ini.
Sumbangan untuk Symbolic Code juga hingga saat ini hanya menutupi kira-kira separuh dari biaya untuk mencetaknya saja.
Perlu diingat bahwa alamat Sister Charboneau tidak lagi di 50 Place, tetapi sudah pindah ke : 717 W. 104th St …, Los Angeles California.
50Persekutuan doa yang kita adakan pada hari Jumat petang (jam 5 sore waktu bagian Pasifik; jam 6 sore waktu bagian Mountain; jam 7 sore waktu bagian Central; jam 8 malam waktu bagian Timur) demi keselamatan saudara-saudara kita yang berada dalam kegelapan hendaknya dilakukan dengan setia oleh mereka yang prihatin.
Jangan lupa memberitahukan semua keperluan saudara ke kantor penempatan tenaga kerja yang kita miliki.
Hendaklah setiap penganut kebenaran masa kini berusaha menyesuaikan diri mereka sendiri agar layak bekerja dalam pekerjaan Tuhan, karena sekarang Ia sedang memanggil pengerja-pengerja agar masuk ke dalam penuaian-Nya yang luas itu.
The Universal Publishing Assn.
Symbolic Code Dept., Station K. Box 68
Los Angeles, California.
9
51POKOK-POKOK BERITA
Los Angeles, California
Untuk Kepentingan Sidang MAHK
SURAT-SURAT YANG MENARIK
Saudara Lysinger yang kekasih :
Kami telah menerima surat edaran saudara yang bertanggal 24 Oktober, yang mana isinya amaran menentang “Tongkat Gembala” itu, dan di dalamnya terlampir pula sebuah Traktat kecil yang berjudul : “Amaran Untuk Menghindari Kekeliruan”. Saya telah membaca Traktat itu bersama dengan buku yang berjudul : “Jawaban Terhadap Tongkat Gembala”. Saya juga telah menulis surat kepada Prof. O. J. Graf, yang merupakan otak dari panitia Union Conference Pasific maupun komite General Conference. Dialah yang menjadi penulis utama jika bukan pemimpin redaksi dari kedua brosur itu, maka jawaban yang saya berikan terhadap traktat kecil itu adalah kepadanya bukan kepada saudara.
Tanpa keinginan untuk meragukan ketulusan hati anda, dan dengan segala hormat terhadap jabatan saudara, ijinkan saya bertanya apakah saudara secara pribadi telah berdoa dengan sungguhsungguh dalam penyelidikan pekabaran Tongkat Gembala itu? Atau apakah amaran saudara menentangnya semata-mata hanya berdasarkan penyelidikan orang lain sebagaimana yang dimuat dalam traktat kecil itu? Alasan saya untuk menanyakan hal ini kepada saudara adalah karena sebelum saudara sudah ada orang lain menyampaikan suatu peringatan agar kami menentang pekabaran Tongkat Gembala itu, sebagaimana yang diakuinya kemudian bukan berdasarkan atas penyelidikannya sendiri, tetapi adalah berdasarkan suatu anjuran yang diterimanya dari seseorang yang mempunyai jabatan yang lebih tinggi.
Saudara mengatakan bahwa “di antara sebanyak 2175 orang pendeta yang diurapi dalam sidang MAHK hanya ada seorang pendeta yang bernama E.T. Wilson yang telah menerima ajaranajaran Tongkat Gembala itu.” Tetapi apakah ini dapat menjadi tolak ukur untuk menentang pekabaran Tongkat Gembala itu lalu menuduh mereka yang menerimanya sebagai bidat? Adalah lebih baik untuk kita mempertimbangkan hal ini dengan terang dari kutipan-kutipan yang diilhami sebagai berikut : “Adakah salah seorang dari antara pemimpin Farisi yang percaya kepada-Nya?” Yohanes 7 : 48.
52“Tetapi berhati-hatilah untuk menolak apa yang merupakan kebenaran. Bahaya besar yang menimpa umat kita adalah karena bergantung kepada manusia, lalu menjadikan daging sebagai pegangannya. Mereka yang tidak biasa menyelidiki Alkitab bagi mereka sendiri, dan yang tidak biasa mencari bukti, lalu menaruh percaya kepada para pemimpin serta menerima semua keputusan yang mereka buat; sehingga dengan demikian banyak orang akan menolak pekabaran penting yang Allah kirimkan kepada umat-Nya, jika saudara pemimpin ini tidak menerimanya.”
“Tidak seorangpun dapat mengatakan bahwa ia telah memiliki semua terang yang diperuntukkan bagi umat Allah. Tuhan tidak berkenan akan sikap seperti ini. Ia telah berfirman : ‘Aku menaruh di hadapanmu sebuah pintu terbuka, sehingga tidak seorang pun dapat menutupnya.’ Bahkan sekiranya semua pemimpin kita telah menolak semua terang dan juga kebenaran, namun pintu itu masih tetap akan terbuka. Tuhan akan membangkitkan orang-orang yang mau memberikan pekabaran untuk umat bagi zaman ini.” (“Testimonies to Ministers”, hal. 106, 107)
Melalui terang yang jelas ini, amaran positif terhadap penolakan suatu kebenaran yang disebabkan karena orang-orang yang berkedudukan tinggi tidak mau menyambutnya, sebab itu biarlah setiap pendeta MAHK beserta semua anggota memeriksa hatinya dalam terang Alkitab mereka sendiri, sebelum mempersalahkan pekabaran “Tongkat Gembala” sebagai bidat. Apakah pendeta lainnya dari 2174 itu sudah bersungguh-sungguh dan penuh doa mengadakan penyelidikan terhadap pekabaran “Tongkat Gembala” sebagaimana yang dilakukan oleh pendeta E.T. Wilson? Sesungguhnya, mereka harus adil terhadap diri mereka sendiri, jujur terhadap orang banyak, dan benar di hadapan Allah, sebelum menuduh dia sebagai bidat, dan sebelum mereka mencegah mencapai rumah-rumah umat.
Pekabaran ini akan tetap atau jatuh bergantung atas usaha kita sendiri tanpa menghiraukan siapa yang mau menerima atau siapa yang menolaknya. Janganlah seorangpun berpangku tangan menunggu sampai menjadi sia-sia sebelum menyelidiki dan membuktikan apakah pekabaran itu palsu.
(Tertanda) A.E. Johnson
BELAJAR UNTUK BERHARAP KEPADANYA
“Pergilah kamu : sesungguhnya, Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala. Janganlah membawa pundi-pundi, atau bekal, atau kasut : dan janganlah memberi salam kepada siapa pun selama dalam perjalanan.” (Lukas 10 : 3, 4).
Untuk kegenapan dari janji di atas saya ingin menceritakan sedikit pengalaman yang menunjukkan bahwa Tuhan selalu mengamati dan menjaga dengan cermat semua pekerjaan dan para pekerja. Pada awal tahun, yaitu pada waktu mulai bekerja di Loma Linda, saudara yang pertama kali kami temui di tempat itu mengatakan kepada kami bahwa kami telah datang ke “lembah tulang yang kering”. Sementara hari berganti hari kami pun semakin menyadari betapa benar apa yang dikatakannya itu. Meskipun demikian, sekali-sekali kami dapat melihat adanya tanda-tanda kehidupan, walaupun kelihatannya seolah-olah kami harus pindah ke ladang pekerjaan yang lain, namun kami 1 terus bekerja dan berdoa, dengan harapan bahwa Allah akan menghibur hati kami dengan membangunkan beberapa orang untuk menjadi kenangan sebagai buah-buah pertama di tempat itu.
53Pada suatu kesempatan mereka yang sedang berusaha menentang pekabaran itu mencoba untuk merebut tempat kami agar kami terpaksa meninggalkan tempat itu. Usaha ini gagal, mereka mulai dengan menyebarkan berita-berita dan laporan jahat, namun Tuhan menggagalkannya dan kami tetap bertahan.
Pada waktu itu makanan dan uang saya semuanya habis sehingga segala sesuatu nampaknya sangat gelap. Saya pergi ke kebun dan mencabut segenggam tanaman sayur beserta beberapa bumbubumbu hijau, dan setelah menikmati sayuran yang lezat itu, saya kembali bekerja. Demikianlah saya belajar berbagai pelajaran yang berharga untuk percaya kepada Tuhan serta melakukan reformasi kesehatan sedapat mungkin.
“Tuhan dapat menghidangkan makanan di padang belantara. Mematuhi petunjuk-Nya, makanan tidak akan jadi masalah. Apabila kita menempatkan diri kita dalam hubungan yang benar dengan Dia, maka Ia akan menolong kita, maka makanan yang kita makan yang sesuai dengan kehendak-Nya akan memuaskan kita. Kita dapat hidup dengan jauh lebih sedikit makanan dari pada yang kita perlukan, jika berkat Allah ada pada makanan itu; dan jika makanan itu adalah untuk kemuliaan bagi-Nya, maka Ia akan memperlipat-gandakannya.” -- Counsels on Health, hal. 495.
Pada waktu saya membuka surat pagi berikutnya, di dalamnya saya temukan selembar uang kertas satu dolar! Tuhan terlebih dahulu telah mengetahui apa yang kita perlukan sebelum kita meminta kepada-Nya. “Oleh sebab itu Aku berkata kepadamu, Janganlah kamu kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan, atau apa yang kamu minum; dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting daripada makanan, dan tubuh itu lebih penting daripada pakaian? Lihatlah burung-burung di udara, yang tidak menabur dan tidak menuai, maupun menghimpunkan ke dalam lumbung. Namun diberi makan oleh Bapamu yang di surga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu? ….. Perhatikanlah bunga-bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal, namun Aku berkata kepadamu, bahwa Salomo dengan segala kemegahannya pun tidak berpakaian seindah daripada salah satu dari bunga itu. Jadi, jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu hai orang yang kurang percaya? Sebab itu janganlah kamu kuatir serta berkata, Apakah yang akan kami makan? Atau apa yang akan kami minum? atau, Apakah yang akan kami pakai (Karena segala perkara inilah yang dicari oleh orang-
Beberapa waktu kemudian setelah kembali dari suatu perjalanan, sekali lagi saya tidak mengetahui dari mana saya akan memperoleh makanan selanjutnya, maka sementara saya membolakbalik buku saya, tampaknya ada sebuah lembaran yang tersembunyi dari Alkitab saya. Setelah diperiksa, saya menemukan dua lembar uang kertas seharga satu dollar! Dan beberapa waktu sejak saat itu, tepat pada waktu yang diperlukan, surat-surat datang, dan setelah dibuka, surat itu berisikan hal-hal yang memberi keyakinan bahwa Allah selalu memelihara semua orang yang menaruh harap kepada- Nya.
Setelah kunjungan baru-baru ini ke Loma Linda, kami telah meninggalkan serombongan kecil yang menaruh percaya kepada Tuhan dan yang telah menyambut “perjuangan untuk menuju pintu gerbang itu.”-- M.L. Deeter.
54SUATU PEMBAHARUAN TENTANG KEBENARAN
Selama empat minggu yang lalu kami gunakan waktu kami di tengah-tengah saudara kita yang kekasih di Virginia, kami telah melihat adanya suatu kerinduan hati untuk mendapat kuasa supaya mereka bebas dari segala dosa mereka, apakah itu dosa karena dalam keadaan suam, dosa karena bersikap kaya dan bertambah-tambah dengan harta kekayaan, dosa kecanduan terhadap rokok, senang menonton film, gemar memamerkan perhiasan, menjadi anggota rumah-rumah penginapan, merampok perpuluhan milik Allah, dan lain sebagainya. Pekabaran tentang kebenaran saat ini telah memenuhi kerinduan yang besar dan telah menaruh sebuah lagu di bibir mereka dan membawa pujian kepada Allah.
Sekitar duapuluh jiwa yang berharga di padang rumput dan sedang bersukaria dalam kebenaran yang terdapat dalam Tongkat Gembala itu. Jumlah ini kebanyakan datang dari gereja kecil yang ada di sana, dan di samping itu, ada dua orang di Richmond telah menyatakan diri mereka dalam kasih bersama Pekabaran Malaikat yang Ketiga, dan mengetahui untuk pertama kali seumur hidup bahwa Allah memiliki sesuatu bagi umat-Nya yang akan membebaskan orang MAHK yang miskin, dan kecewa dibebani dosa-dosa. Bagi Allahlah semua kemuliaan karena apa yang telah dikerjakan di ladang-ladang yang menarik ini, dan maukah kita bergabung dalam doa yang sungguh dengan anakanak Tuhan yang kekasih ini sampai akhir supaya mereka dapat digunakan untuk menyampaikan Kebenaran Masa Kini kepada orang-orang lain di dalam sidang sebelum pehukuman yang membinasakan dari Tuhan datang menimpa ke atas professor-profesor yang suam-suam yang terdapat di sana? -- E.T. Wilson.
PUJILAH AKAN DIA
Saya senang menyambut pekabaran Tongkat Gembala dan telah meminjamkan buku-buku itu kepada beberapa orang. Saya tidak dapat memahami kenapa ada Masehi Advent yang benar dapat menolak pekabaran seperti itu, padahal pekabaran itu adalah untuk menguatkan dan meninggikan semua tulisan Sis. White, yang saya kasihi dengan segenap jiwa saya, … Dengan bersungguh-sungguh saya berdoa agar semua orang yang berjuang melawan kebenaran itu dapat dituntun untuk melihat kekeliruan mereka sebelum hal itu terlambat. -- Mrs. E.E. Martin, Kinsale, Montserrat, British West Indies.
2
Saya telah membaca, membaca lagi, mempelajari, dan berdoa atas semua tulisan Tongkat Gembala itu, dan saya yakin bahwa Allah telah mengirimkan pekabaran itu untuk menerangi umat kita pada waktu ini.
Berkali-kali saya bertanya apakah Sis. White yang kekasih telah memberikan kepada kita semua terang yang dimiliki oleh Allah untuk kita, tetapi sekarang melalui ajarannya itu sendiri saya dapat menyaksikan bahwa masih ada lagi terang yang akan datang, maka dengan sesungguhnya saya berterima kasih kepada Allah karena terang baru dari nubuatan-nubuatan yang sudah diungkapkan itu.
Terpujilah nama-Nya yang kudus. Sekarang saya lebih banyak mengasihi kebenaran dan juga mengasihi umat itu dan setiap hari saya belajar. Saya telah menjadi Advent selama 52 tahun dan selama itu sekalipun dalam hidupku tidak pernah meragukan tulisan Sis. White itu, tetapi sekarang 55 semua itu sudah menjadi lebih berharga daripada sebelumnya.
(Tertanda) Mrs. Olive, Perris, California.
Saya menemukan bahwa Tongkat Gembala itu adalah merupakan kebenaran pada masa kini. Jika Conference Montana menentang pekabaran itu, maka saudaralah yang akan menerima perpuluhan maupun persembahan-persembahan saya. Selain kami di sini ada lagi keluarga yang lain yang telah menyambut pekabaran Tongkat Gembala itu. Sesungguhnya Tuhan itu baik terhadap umat-Nya oleh menunjukkan kepada kita keadaan kita yang sebenarnya sehingga kita dapat bertobat.
(Tertanda) O.O. Callentine
Bozeman, Montana
KUNJUNGAN DARI COLORADO
Salam kepada Symbolic Code, -- salam kepada semua orang yang bertugas di kantor, dan salam kepada semua orang yang bertugas di ladang-ladang pekerjaan, dan salam kepada semua orang yang tertegun di antara dua pendapat :
Kami datang ke Los Angeles dari suatu tempat yang jauh sekitar 1400 mil untuk maksud menyelidiki lebih menyeluruh kepada semua tuntutan dari Tongkat Gembala itu, dan untuk memastikan agar kami jangan terbawa ke dalam kekeliruan, dan pada waktu yang sama untuk memastikan agar kami tidak tertinggal di belakang dalam kegelapan seperti orang-orang yang menutup telinganya terhadap pekabaran pada zaman-zaman yang silam.
Kami menemukan bahwa Saudara Houteff adalah orang yang tekun, tulus hati, dan seorang pelajar yang mendalami baik Alkitab maupun Roh Nubuat itu. Ketika ia ditanya tentang satu bagian dari Alkitab, maka ia menjelaskannya dengan bukti yang meyakinkan atau ia akan mengatakan, “Aku tidak tahu.”
Selain mengadakan penyelidikan pada sumbernya, pertama-tama saya telah membaca Jilid 1 buku Tongkat Gembala itu secara cermat sebanyak duapuluh satu kali, dan membaca Jilid 2 sebanyak kira-kira limabelas kali. Saya juga telah membaca keempat traktat yang kini sedang diedarkan, dan saya dapat menyaksikan tentang laporan yang kita dengarkan menentangnya dan tulisannya adalah tidak berdasar dan keliru. Penyelidikan saya atas tulisan-tulisannya dan penulisnya meyakinkan saya tanpa ragu bahwa Tuhan telah memberikannya suatu pekabaran bagi sidang MAHK, maka saya ingin berada pula pada barisan orang-orang yang berusaha menyampaikannya kepada umat itu.
Saya melihat di satu pihak bahwa orang-orang yang telah menyelidiki pekabaran itu merasa yakin bahwa Allah sedang berbicara kepada mereka sedangkan pada pihak yang lain adalah orangorang yang tidak mempelajarinya, dan yang mengira bahwa mereka “kaya, dan bertambah-tambah dengan harta kekayaan, dan tidak memerlukan apa-apa”, mereka merasa mampu untuk mengetahuinya tanpa mengadakan penyelidikan, sekalipun ternyata Tuhan berkata kepada mereka, “Kamu tidak akan mengerti.” Semoga Allah akan menunjukkan kuasa-Nya serta membangunkan sidang-Nya yang sedang tertidur sebelum terlambat.
(Tertanda) Arthur Carver, Cory.
56USAHA MERAMPUSAHA MERAMPAS DOMBAS DOMBA-DOMBA-DOMBA ITUA ITUUSAHA MERAMPUSAHA MERAMPAS DOMBUSAHA MERAMPAS DOMBAS DOMBA-DOMBA-DOMBA-DOMBA ITUA ITUA ITU
Jemaat yang ada di Muncie, Indiana, telah mengadakan pemecatan terhadap anggota-anggota yang mempelajari Tongkat Gembala itu. Dua usaha yang pertama telah dilakukan oleh ketua Conference Indiana. Ia mengadakan kunjungan kepada jemaat itu karena ada kabar yang mengatakan bahwa seluruh jemaat sedang tersesat, namun hal itu mengherankan karena setelah ia mengadakan penyelidikan hanya terdapat seorang anggota yang mempelajari Tongkat Gembala itu. Tetapi untuk membasmi kebenaran masa kini, ia menganjurkan serta memberi waktu kepada anggota itu selama 30 hari apakah mau meninggalkan Tongkat Gembala itu. Pemungutan suara dilakukan dan jadi sebagaimana dikehendaki-Nya. Tetapi, setelah waktu “30 hari” itu berakhir, ternyata orang itu masih belajar, maka ketua Conference itu mengadakan komite lalu memecat anggota itu, sesuai dengan pemungutan suara yang lalu.
Namun demikian, gantinya berteriak untuk merubuhkan Tongkat Gembala itu, sebaliknya hal itu hanya merupakan satu langkah permulaan yang baik. Berbagai-bagai pertemuan diadakan dengan sejumlah anggota yang hadir. Buku-buku dan traktat-traktat terus dibagi-bagikan sehingga ada beberapa orang yang tertarik untuk mempertimbangkan tuntutan dari Tongkat Gembala itu. Para tua-tua jemaat dan diakon, mengadakan penyelidikan seperti orang-orang Jesuit, dan seperti orang-orang Parisi yang dahulu, sedang memata-matai untuk mengetahui siapa-siapa yang mempelajari Tongkat Gembala itu. Suatu pertemuan diadakan lagi, dimana bagian-bagian Alkitab dan juga kesaksian dibacakan tertuduh, tetapi pembacaan itu tidak ada membawa hasil. Para pengawai sidang mencoba untuk memutarbalik bacaan itu serta menggunakan sekaliannya itu untuk melawan tertuduh, akhirnya mereka mengadakan panggilan kepada semua orang yang menentang Tongkat Gembala itu supaya mereka pindah ke tempat lain dalam ruangan itu lalu perintah itu disetujui. Namun di samping orang yang belajar Tongkat Gembala itu, masih ada terdapat tiga orang yang lain yang tetap duduk, karena mereka merasa bahwa mereka tidak dapat menentang sesuatu yang belum mereka pelajari dan yang belum mereka ketahui. Sekalipun demikian seperti biasa kepada mereka diberi waktu selama 30 hari.
(Tertanda) R.H. Smith, Muncie, Indiana 3
BUKTI LAIN TENTANG BAGAIMANA PEKABARAN ITU
BEKERJA DAN MENGADAKAN PEMBAHARUAN
Kira-kira sudah enambelas bulan semenjak saya mendapat Jilid pertama buku Tongkat Gembala itu. Berkali-kali saya telah membacanya berikut dengan terbitan-terbitan lain, semakin sering saya membacanya maka semakin jelas, sehingga hati saya dipenuhi dengan rasa syukur kepada Allah oleh sebab kebenaran-kebenaran ajaib yang telah saya temukan.
Baru-baru ini ada satu keluarga datang ke Hartford City. Saya pergi menjumpai mereka dan kemudian mengetahui bahwa mereka belum pernah mendengarkan pekabaran itu. Maka saya memberikan kepada mereka buku Tongkat Gembala dan traktat-traktat itu. Saat ini mereka bergembira menyambut kebenaran pada masa kini lalu mengadakan pembaharuan yang sungguh-sungguh dalam rumah tangga mereka. Kini mereka sedang memulihkan mezbah keluarga, dengan menjalankan prinsip-prinsip reformasi kesehatan, dan kembali mematuhi peraturan perpuluhan, serta menjaga percakapan mereka sehari-hari.
Dua minggu yang lalu sidang mencoret nama saya dari buku, dan pada hari Sabtu malam 57 yang lalu di sini ada dua orang pendeta yang berkhotbah menentang Tongkat Gembala itu. Pada waktu itu mereka membebaskan saudari yang lain dari semua tugasnya dalam sidang karena ia membaca buku itu lalu memberi waktu 30 hari kepadanya untuk meninggalkan Tongkat Gembala itu.
Sister Sebring, dari Hartford City, Indiana, yang menuliskan peristiwa di atas, dan juga saudari yang lain benar-benar telah mematuhi perintah yang diberikan oleh Roh Allah dalam perintah sebagai berikut :
“Apabila satu pekabaran datang dalam nama Tuhan kepada umat-Nya, maka tidak seorang pun dapat memaafkan dirinya untuk tidak mengadakan penyelidikan akan segala tuntutannya. Tidak seorang pun dapat bertahan untuk berpaling dalam suatu sikap tidak peduli serta merasa yakin sendiri, lalu mengatakan : ‘Saya tahu apa itu kebenaran. Saya sudah puas dengan pendirianku. Saya telah mendirikan tonggak pemisah, dan saya tidak mau beralih dari pendirianku, apapun yang terjadi. Saya tidak mau mendengar pekabaran yang disampaikan oleh utusan ini; karena saya tahu bahwa ia itu tidak mungkin kebenaran.’ Adalah karena mengikuti jalan pikiran yang sedemikian sehingga gerejagereja yang populer itu tertinggal dalam kegelapan sebahagian, dan itulah sebabnya pekabaranpekabaran dari surga tidak pernah mencapai mereka.” -- Testimonies on Sabbath School Work, hal. 65.
Lihatlah betapa benar pernyataan-pernyataan di atas yang dibuktikan kembali oleh Roh Nubuat dalam kutipan berikut :
BERJALAN MENGIKUTI PAHAM ROMA
“Mereka yang suka memamerkan tanda pengenal tabiat dari Tuhan, dengan berpijak pada Alkitab, dan pertimbangan kemanusiaan mereka sendiri memikirkan peraturan-peraturan dan pemecahan untuk memaksa kemauan orang lain. Pemikiran untuk memaksa orang-orang agar mengikuti perintah-perintah orang lain, adalah sedang melakukan suatu perintah akan hal-hal yang mengabaikan simpati dan kelemah-lembutan hati; sehingga membutakan mata untuk melihat kemurahan, keadilan, dan kasih Allah. Pengaruh tabiat dan tanggung jawab pribadi diinjak-injak di bawah kaki.
“Pembenaran Kristus oleh iman telah diabaikan oleh sebahagian orang; karena hal itu bertentangan kepada roh, dan seluruh pengalaman hidup mereka. Peraturan, dan peraturan, telah menjadi alasan tindakan mereka.” -- Testimonies to Ministers, hal. 363.
Adalah merupakan hal yang mengerikan untuk menyaksikan kekejaman paus-paus yang sedang dibuai sekali lagi pada pangkuan “Ibu” slogan kebebasan beragama! Namun tetap saja disangsikan oleh banyak orang bahwa luka yang mematikan itu telah sembuh! Tidak hanya jenis perbuatan ini mengakibatkan keraguan, tetapi hampir meyakinkan bahwa hal itu tidak lebih daripada hanya merupakan sebuah cerita lama, bahwa di dalam seluruh barisan kita ada terdapat agen-agen kepausan, yang menyamar sebagai malaikat-malaikat terang (para pendeta Masehi Advent Hari Ketujuh).
“O Yerusalem : tanggalkanlah segala pengikat lehermu, Hai puteri Sion yang tertawan.”
58SUATU PENGALAMAN YANG MENYEDIHKAN
TETAPI MENGGEMBIRAKAN
Sis. Knudsen dari San Diego menceritakan pengalaman berikut :
“Sesudah Orang Advent Hari Ketujuh menghancurkan imanku pada nabi Joseph Smith, maka saya tidak percaya lagi pada ajaran nabi-nabi Akhir Zaman, lalu menerima pekabaran Advent namun mereka juga sepenuhnya tidak tahu, bahwa Advent juga mempunyai seorang nabi.
“Pada hari saya akan dibaptiskan, seorang berbicara mengenai Roh Nubuat, dan pada kesempatan itulah pertama sekali saya tahu bahwa mereka mempunyai seorang nabiah. Kemudian hatiku benar-benar merasa sakit dan pikiranku menjadi bingung lalu saya menolak untuk dibaptiskan. Tetapi pada waktu pengabar injil yang menghentikan pelajaran kenabian yang saya pelajari mengetahui hal ini, maka pelajaran-pelajaran yang lebih banyak diberikan pada saya, namun mereka gagal untuk meyakinkan saya bahwa tulisan Sis. White itu diilhami. Akhirnya atas daya tarik kebenaran Sabat guru injil itu membujuk saya supaya dibaptiskan, membiarkan saya untuk ditobatkan tentang Roh Nubuat kemudian.
“Delapan tahun kemudian setelah saya bergabung dengan sidang, saya mengunjungi pertemuan dimana pekabaran Tongkat Gembala sedang disampaikan. Pada rangkaian penyelidikan itu, kenyataankenyatan yang disampaikan membuktikan tulisan-tulisan Sis. White yang diilhami, maka sebelum pelajaran itu berakhir saya telah yakin sepenuhnya terhadap Roh Nubuat itu, dan sejak saat itu rasa terima kasih saya semakin bertambah, bukan hanya karena berkat yang limpah yang saya peroleh di sana tetapi juga karena sekarang saya yakin bahwa saya adalah seorang Masehi Advent Hari Ketujuh 4 yang sejati.
Pada waktu saya masih seorang yang tidak percaya akan Roh Nubuat -- yang mendirikan sidang Masehi Advent Hari Ketujuh -- dan merupakan seorang Advent yang hanya dalam nama saja, saya telah diterima sebagai anggota, tetapi ketika Tongkat Gembala itu mengarahkan saya kepada Roh Nubuat dan menjadikan saya seorang Masehi Advent yang benar, maka keanggotaan saya itu telah dicoret! Tetapi saya berterima kasih kepada Allah karena hak istimewa untuk dikucilkan demi meninggikan Anak Manusia.”
Kita tidak dapat membayangkan betapa aneh dan betapa janggal semua pengalamanpengalaman itu, yang jelas ada lebih dari satu kejadian yang sama di dalam sidang sekarang ini. Kita benar-benar tidak dapat memahami betapa saudara-saudara kita dalam sidang dapat tertidur begitu pulas secara tidak masuk akal, dan bertindak menyakitkan hati. Mempertahankan keanggotaan seseorang selama delapan tahun sementara orang itu masih setengah bertobat pada ajaran-ajarannya, dan kemudian memecat orang tersebut setelah bertobat sepenuhnya adalah ketidak-konsekwenan yang paling menyedihkan yang dapat dibayangkan. Namun inilah perkara yang benar-benar terjadi dalam sidang Allah sekarang.
“Terlalu banyak pekerjaan yang terburu-buru dilakukan untuk menambah nama-nama ke dalam buku sidang. Kekurangan-kekurangan tabiat yang serius terlihat dalam tabiat sebahagian orang yang bergabung ke dalam sidang. Orang-orang yang menerima mereka mengatakan, Pertama sekali kami akan menerima mereka ke dalam sidang, dan kemudian membaharui mereka. Tetapi ini merupakan satu kesalahan. Pekerjaan yang mula-mula harus dilakukan adalah pekerjaan pembaharuan 59 … Jangan ijinkan mereka bergabung dengan umat Allah dalam kekeluargaan sidang sampai mereka menunjukkan bukti-bukti bahwa Roh Allah sedang bekerja dalam hati mereka. Banyak orang yang namanya terdaftar dalam buku-buku sidang tetapi bukan orang-orang Kristen.” (Mrs. E.G. White, In Review and Herald, May 21, 1901.)
Kemudian pada waktu mereka akhirnya menjadi orang bertobat, sidang menyesali dirinya sendirinya karena membawa mereka masuk ke dalamnya dan langsung mulai memecat mereka!
Saudari Palmer dari Red Cloud, Nebraska, menyampaikan undangan yang penuh dengan keramah-tamahan ini : “Kami datang ke sini pada pertengahan bulan Oktober dan akan bergembira untuk bertemu dengan setiap anggota Tongkat Gembala yang tinggal bersama kita di sekitar sini.”
SANGAT PENTING
Kecerobohan di beberapa orang telah merugikan mereka sesuatu yang mahal, dan banyak surat telah kesasar, tidak pernah sampai ke kantor. Alamat kami yang benar telah diberitahukan pada waktu yang lalu, tetapi sebahagian orang tidak memperhatikannya. Janganlah lupa menulis alamat setiap anggota ke kantor ini sebagai berikut :
Persekutuan Penerbitan Umum
Station K, Box 68
Los Angeles, California
Nama Pribadi
Jangan taruh uang dalam surat-surat biasa. Tetapi kirimkanlah melalui pos wesel atau melalui cek. Pastikanlah bahwa alamat pengirim sudah ditulis pada semua surat.
PERTANYAAN DAN JAWABAN
APAKAH KRISTUS DITANGKAP DAN
DISALIBKAN PADA HARI YANG SAMA?
“Dengan membaca buku Kerinduan Segala Zaman tampaknya Kristus telah ditangkap oleh orang-orang jahat pada hari Kamis malam dan pemeriksaan yang cepat-cepat terhadap diri-Nya segera dilaksanakan, maka dari apa yang dapat saya pahami, pemeriksaan yang dialami-Nya dari sejak Ia ditangkap di taman sampai kepada waktu penyaliban-Nya semuanya memakan waktu 12 jam. Apakah saya tidak salah dalam hal ini?”
Rasul Markus, dengan tegas menyatakan bahwa Kristus disalibkan pada jam 3 (Markus 15 : 25), hanya tiga jam sesudah matahari terbit, sebagaimana yang dibuktikan oleh kenyataan bahwa Alkitab menggunakan penunjuk waktu yang dahulu. Biarlah orang yang bertanya mengikuti dengan 60 cermat bagan yang terdapat pada halaman 6 -- yang dilampirkan untuk mempermudah pengertian.
JAM
PASKAHPESTA
Pada zaman dahulu, bahkan sekarang, di123456789012345 beberapa tempat penunjuk waktu ditetapkan sehingga123456789012345 pada waktu matahari terbenam jarum jam menunjuk123456789012345 123456789012345kepada angka 12. Jam 6 pada bagian malam hari selalu
berakhir pada tengah malam, dan jam 6 pada bagian123456789012345 123456789012345siang hari selalu berakhir pada waktu tengah hari.
Demikianlah orang-orang Yahudi membagi waktu satu123456789012345 hari ke dalam dua bagian yang sama masing-masing123456789012345
Waktu Dimana Dia123456789012345 12345678901234512 jam, dari matahari terbenam sampai kepadaKAMIS
matahari terbit, dan dari matahari terbit sampai kepada matahari terbenam.
DI DEPAN PENGADILAN YAHUDI
Markus 15 : 33 mengungkapkan bahwa
SIANG sementara Yesus tergantung di kayu salib maka bumi menjadi gelap dari sejak jam 6 (tengah hari) sampai kepada jam 9 (jam 3 petang), dan pada waktu Ia meninggal kegelapan berhenti (Matius 27:46-50). Lalu Lukas menambahkan bahwa Yesus dikubur pada sekitar jam 12 (matahari terbenam), saat dimana Sabat dimulai (Luk. 23:52-54). Dari sini kita saksikan bahwa123456789012345 123456789012345catatan urutan waktu dari semua peristiwa itu
mengungkapkan sejak dari saat Ia disalibkan sampaiPengadilan Pilatus123456789012345Di Dalam Gedung pada waktu Ia dikuburkan -- di antara jam 3 pagi dan123456789012345 jam 12 petang -- memakan waktu kira-kira 9 jam.123456789012345
123456789012345DI DEPAN PENGADILAN
123456789012345Yohanes 19 : 14 menyatakan bahwa kira-kira
jam 6 Kristus berada di dalam gedung pengadilan123456789012345 Disalibkan123456789012345Pilatus. Jam 6 yang disebut di sini tidak mungkin dimaksudkan kepada jam 6 sesudah Ia disalibkan, karena pada jam itu Ia masih tergantung di atas salib.
Oleh sebab itu, jam 6 yang paling dekat mendahului
Seluruh NegriKegelapan Di
SIANG penyaliban-Nya adalah pada waktu tengah malam, yaitu pada waktu permulaan Jumat pagi. Maka dapat kitaDI KAYU SALIB lihat bahwa ada tercatat sekurang-kurangnya 18 jam123456789012345 123456789012345sejak Kristus dibawa ke hadapan Pilatus sampai pada
Mati waktu Ia dikuburkan. Pelajarilah bagan yang tertera di sini maka saudara akan yakin bahwa seseorang tidak mungkin menerima suatu pandangan berbeda namunLuk. 23 : 53, 54 Dikuburmasih selaras dengan perhitungan Alkitab mengenai
Kenyataan-kenyataan yang terdahulu mem-123456789012345 123456789012345buktikan secara pasti bahwa setengah dari 12 jam pada
malam hari dan 12 jam seluruhnya pada siang hari telah123456789012345 61 menghabiskan di Pengadilan Romawi, penyaliban, kematian dan penguburan Juruselamat.
Karena undang-undang Yahudi melarang untuk mengadili seseorang pada malam hari, dan sebagaimana Kristus telah diadili oleh Sanhedrin sebelum Ia dibawa ke gedung pengadilan Pilatus, maka hal itu mem-buktikan bahwa Yesus telah berdiri di hadapan pengadilan Yahudi pada hari sebelum Ia disalibkan. Selain itu, perkataan Yesus yang mengatakan : “Sesungguhnya malam ini sebelum ayam berkokok engkau akan menyangkal Aku tiga kali” (Matius 26 : 34), membuktikan bahwa Ia telah ditangkap dari taman itu pada malam hari. Oleh karena itu, dari sejak Kristus dibawa ke hadapan Sanhedrin sampai kepada waktu Ia dikuburkan ada 36 jam, maka dalam keadaan yang sedemikian para pemuka Yahudi telah didesak agar mendakwa Dia di hadapan pengadilan tertinggi segera setelah matahari terbit. Pelajarilah gambar itu maka saudara akan menyaksikan betapa tepat penjelasan di atas membuktikannya.
Adakah Ia disalibkan pada hari Jumat atau pada hari yang lain? -- Markus mengatakan bahwa “Hari itu adalah hari persiapan; artinya, hari itu adalah hari sebelum Sabat”. (Markus 15 : 42). Hal itu akan merupakan kekeliruan bagi seseorang untuk menyimpulkan bahwa “Sabat”, yang disebut di atas, adalah sesuatu hari yang lain daripada “Sabat hari ketujuh”. Hari itu tidak mungkin hari perayaan Paskah itu sendiri -- hari pada waktu anak domba itu dimakan (Keluaran 12 : 3, 6) pada permulaan dari tujuh hari perayaan Paskah itu -- karena Sabat yang disebutkan oleh Markus itu muncul setelah Yesus meninggal, sedangkan pada permulaan perayaan itu (Keluaran 12 : 3, 9; Bilangan 28 : 17), yaitu pada hari Paskah itu sendiri, Yesus masih hidup dan masih merayakannya bersama kedua belas murid-murid-Nya itu (Lukas 22 : 7 – 12).
Sekali lagi, kita membaca bahwa sesudah Ia dikuburkan “mereka pun kembali, lalu menyediakan rempah-rempah dan minyak yang harum; dan beristirahat pada hari Sabat menurut hukum Torat” (Lukas 23 : 56), mereka tidak kembali lalu makan jamuan Paskah itu. Selanjutnya, hari pada mana mereka berhenti disusul dengan hari pertama dalam minggu itu, karena Lukas mengatakan : “Tetapi pada hari pertama dalam minggu itu, pagi-pagi sekali mereka pergi ke kuburan, sambil membawa rempah-rempah yang telah disediakan mereka itu.” (Lukas 24 : 1.)
Maka dari itu, Yesus telah ditangkap pada hari Rabu malam, setelah mana Ia diadili dua kali di hadapan imam-imam, dua kali di hadapan Sanhedrin, dua kali di hadapan Pilatus, sekali di hadapan Herodes. (Desire of Ages, hal. 760) -- semuanya tujuh kali pengadilan yang menunjukkan kelengkapan.
6
Selain itu, melihat kepada jam-jam yang ditulis dalam Alkitab, maka hanya satu pikiran yang sama sekali hampa pengertian mengenai pengukuran waktu selama peristiwa-peristiwa itu berlangsung dalam ukuran yang wajar dapat menyimpulkan, setelah ditunjukkan bahwa ketujuh kali pengadilan itu, penyaliban dan penguburan itu, semuanya terjadi dalam satu hari.
Yohanes 19 : 31 mengatakan, “Bahwa hari Sabat itu adalah suatu hari besar”, karena ia itu adalah suatu Sabat dalam mingguan Paskah -- yaitu satu Sabat dalam satu perayaan Paskah, yang terjadi hanya sekali dalam satu tahun.
Matius 28 : 1, 2 membuktikan bahwa Tuhan telah bangkit pada hari pertama dalam minggu itu, yang biasa disebut hari Minggu, sebab hal itu sudah dijelaskan pada ayat-ayat berikut : “Pada akhir dari hari Sabat, menjelang fajar menyingsing pada hari pertama minggu itu, pergilah Maria Magdalena dan Maria yang lain, melihat kubur itu. Maka terjadilah gempa bumi yang hebat : karena 62 malaikat Tuhan turun dari langit, dan menggulingkan batu penutup kuburan itu serta duduk di atasnya.” Karena perempuan-perempuan itu pergi ke kubur pagi-pagi benar (Yohanes 20 : 1), dan sementara “gempa bumi” terjadi sedangkan mereka masih dalam perjalanan menuju ke tempat itu, maka hal itu menunjukkan bahwa malaikat itu turun dari langit serta menggulingkan batu itu adalah tepat sebelum mereka tiba ke kuburan itu. Markus juga membenarkan bahwa “Yesus telah bangkit pagi-pagi sekali pada hari pertama dalam minggu itu.”(Markus 16 : 9).
Maka sejak dari saat Yesus dibawa ke hadapan imam-imam sampai kepada saat Ia bangkit, ada persis tiga hari tiga malam waktu yang dihabiskan, yaitu kegenapan dari kata-kata firman : “Karena sebagaimana Yunus berada tiga hari tiga malam dalam perut ikan paus itu, demikianlah Anak Manusia akan berada tiga hari tiga malam dalam jantung bumi”, artinya, dalam tangan orangorang berdosa di bumi. (Matius 12 : 40)
Pelajaran ini membuktikan penjelasan Sis.White mengenai pokok permasalahan ini adalah benar, dan kenyataan bahwa ia telah menyebutkan satu per satu pengadilan yang dialami Yesus di hadapan imam-imam, Pilatus, dan Herodes, menunjukkan bahwa ia tidak mengajarkan semua peristiwa itu diselesaikan dalam satu hari sebagaimana diperkirakan oleh sebagian orang karena bahasa yang digunakannya.
Pernyataan yang menyebutkan, “Kemudian pada hari yang sama” (Desire of Ages, hal. 722), bukan menerangkan kepada hari Yudas menghianati Tuhan tetapi sebaliknya menerangkan pada hari ketika ia berseru, “Sudah terlambat! Sudah terlambat!” “Karena perasaan takut Yudas, bukan kepada peristiwa penghianatannya kepadaTuhan, yang mendahului peristiwa dari pernyataan, “kemudian pada hari yang sama.”
Dalam keterangan kepada pertanyaan mengenai “bagaimana kita mencocokkan pernyataan, ‘Pada hari yang kedua dari perayaan itu, maka buah-buah pertama penuaian dalam tahun itu dipersembahkan di hadapan Allah’, (Patriarch and Prophets, hal. 539), dengan pernyataan, ‘Persembahan timangan itu … akan dipersembahkan ke hadapan Tuhan pada keesokan harinya setelah Sabat itu’, (‘Tongkat Gembala’, Jilid 2 hal. 20)” kami jawab sebagai berikut :
Kenyataan penulis itu mengatakan, “Pada hari jamuan Paskah itu dimakan maka Ia akan dikorbankan”, hal itu membuktikan bahwa yang Ia maksudkan bukan pada hari yang kedua dari perayaan yang dirayakan Yesus, melainkan dari perayaan Paskah pada Jumat malam, yang benarbenar jatuh pada hari Sabat, karena Paskah itu adalah pada hari Jumat, sebelum Ia disalibkan yaitu “hari yang kedua dari perayaan” itu, yang bukan jatuh pada hari Minggu melainkan pada hari Sabat, dan karena ia menempatkan bahwa kebangkitan Kristus adalah pada hari Minggu, yaitu pada hari ikatan timangan itu dipersembahkan (Desire of Ages, hal.785), maka hal itu jelas bahwa pernyataan dalam “Patriachs and Prophets” harus dipahami adalah untuk menunjuk kepada yang lain daripada hari yang kedua dari perayaan yang pertama -- Paskah yang sebenarnya. Dengan kata lain jika yang dimaksudkannya yang kelihatan sepintas lalu, adalah hari yang kedua dari perayaan-perayaan itu, maka menurut apa yang dituliskannya di bagian lain, ia itu akan jatuh pada hari Sabat bukan pada hari terjadinya kebangkitan itu.
Halaman 6 dari pokok masalah ini, dalam menjawab pertanyaan berapa lama waktu yang dihabiskan dari sejak Yesus memakan jamuan Paskah itu sampai kepada penyaliban, membuktikan bahwa Ia memakan jamuan Paskah itu bersama dengan keduabelas murid itu pada hari Rabu malam 63 dan Ia bangkit pada hari Minggu pagi; yaitu, pada hari ikatan timangan itu dipersembahkan ke hadapan Tuhan. Maka hal ini membuktikan bahwa firman yang mengatakan, “Pada hari yang kedua dari perayaan itu, buah-buah pertama dari hasil penuaian tahun itu akan dipersembahkan ke hadapan Allah” (Patriarchs and Prophets, hal. 539), tidak mungkin dimaksudkan pada hari Yesus memakan jamuan Paskah itu. Akan tetapi, sejauh ini kami belum dapat memberikan penjelasan yang lebih baik dari Patriarchs and Prophets dari halaman 539 itu; namun demikian, kenyataan-kenyataan yang terdapat di sini membuktikan bahwa pernyataan Tongkat Gembala itu tidak salah.
“ROH NUBUAT” ATAU
“PANGGILAN UNTUK BERKUMPUL” — YANG MANA?
Dari Colorado muncul satu persoalan mengenai perang melawan Roh Nubuat, dengan terbitnya, “Panggilan Untuk Berkumpul.”
Setelah membaca sejumlah Traktat yang ditulis oleh E.S. Ballenger, maka kami terpaksa mengatakan bahwa kami tidak ada menemukan pekabaran apapun dalam traktat itu. Maksud mereka yang terutama adalah untuk merubuhkan iman kita dalam tulisan-tulisan Sis. White. Mereka mencari segala sesuatu dan apa saja yang dapat mereka temukan sebagai suatu kesempatan untuk memperbincangkannya. Namun sekalipun kami tidak pernah melihat mereka berhasil menentang setiap ajaran yang diajarkan oleh Sis. White dalam tulisan-tulisannya, dan segala sarana yang mereka gunakan untuk menghancurkan ajaran-ajarannya begitu lemah sama halnya seperti sebuah jaring laba-laba yang tergantung untuk menangkap seekor burung rajawali.
7
Kami memperhatikan halaman 24 dari traktat “Panggilan Untuk Berkumpul” yang diberikan kepada kami untuk bulan September-Oktober, suatu keterangan yang ditulis menentang kebenaran tempat suci sebagaimana yang diajarkan oleh Sis. White. Di situ kami lihat bahwa keterangan itu tidak membantah kedudukannya melalui kebenaran Alkitab tetapi mencoba berbuat demikian untuk membuat ringan apa yang benar-benar terjadi pada tempat suci di bumi. Penulis karangan itu berusaha keras untuk meyakinkan kami bahwa “tempat suci” itu tidak ada kaitannya dengan bilik yang pertama dari tempat kudus, dan karena ia tidak dapat membuktikan hal ini melalui Alkitab, maka ia mencoba untuk menjelaskannya dengan pikirannya yang gelap jauh dari kebenaran oleh alasan dan tujuan sebagai berikut :
Alkitab mengatakan, “Engkau hendaklah mengambil domba jantan pentahbisan itu, dan rebuslah dagingnya di tempat yang suci.” (Keluaran 29 : 31). Tafsiran Sis. White mengenai hal ini dipersoalkannya dengan pertanyaan, “Apakah bilik yang pertama itu sebuah dapur tempat memasak?” Di samping itu ia mengutip, “Imamat 16 : 24 dimana Harun diperintahkan ‘mencuci tubuhnya dengan air di tempat kudus’, setelah ia melepaskan korban penyebab dosa itu ke padang belantara.” Di sini ia mengira bahwa tempat kudus itu tidak mungkin merupakan bilik yang pertama, dari hal ini sekali lagi ia meragukan terang itu dengan mengadakan pertanyaan, “Apakah bilik yang pertama itu sudah berubah menjadi sebuah kamar mandi?” Seterusnya ia mengutip Imamat 6 : 27, “Apabila pada pakaian terpercik dengan darah hendaklah pakaian itu dibasuh di tempat yang suci.” Kemudian ia bertanya, “Di manakah saudara kira mereka menaruh sebuah laundry di bilik yang pertama yang terdapat dalam kaabah itu?”
Bukti apakah yang ia dapat berikan kepada kita bahwa tempat suci itu bukanlah bilik yang pertama? -- tidak sedikitpun. “Panggilan Untuk Berkumpul” itu menggambarkan seorang manusia 64 yang berpikir dengan nafsu sehingga tidak dapat memahami sistem upacara berikut korban seharihari itu dalam setiap aspeknya adalah merupakan lambang, dan bahwa pekerjaan merebus daging, membersihkan tubuh dan mencuci pakaian-pakaian imam harus dilakukan di “tempat kudus”, walaupun hal itu bertentangan dengan akal manusia.
Tanpa penerangan dari Ilahi maka umat manusia, seperti halnya pendapat yang dinyatakan dalam “Panggilan Untuk Berkumpul” itu, sama sekali tidak dapat memahami maksud semua korban sehari-hari itu seperti lembu, kambing, domba, burung merpati, burung perkutut sebagian daripadanya terdiri dari jantan dan sebahagian dari betina, kadang-kadang berumur satu tahun dan kadang-kadang berumur tiga tahun, masing-masing dipersembahkan dalam satu cara yang khusus dengan persembahan-persembahan makanan dan minuman; dan juga dipersembahkan untuk upacara-upacara keagamaan yang lain sesuai dengan perekonomian orang Yahudi. Jika kita akan menggunakan pikiran penulis “Panggilan Untuk Berkumpul” itu, maka cara kita bukan hanya merencahkan pelayananpelayanan “tempat kudus” itu saja, tetapi juga pada sistem upacara-upacara itu. Pertimbangan manusia akan memaksa kita untuk menetapkan bahwa tidak ada lagi apa-apa yang ditemukan dalam seluruh sistem upacara itu selain hanya menyusahkan umat itu, dan membawa mereka kepada kemiskinan, serta membuat mereka untuk berpikir bahwa Allah itu adalah seorang oknum, yang haus darah, lapar daging, dan kejam terhadap binatang.
Andaikata para Penganjur “Panggilan Berkumpul” itu hidup pada zaman Musa, dan andaikata mereka berada dalam sikap pandang tersebut sama seperti yang mereka lakukan sekarang, maka mereka akan menemukan seribu kali alasan yang lebih baik untuk mempersalahkan mereka dengan apa yang sedang mereka ajarkan kepada orang daripada apa yang dapat mereka temukan kesalahan dari tulisan-tulisan Sis. White, dan jika Allah akan berhadapan dengan mereka sekarang seperti Ia berhadapan dengan orang-orang yang dahulu, maka Ia akan membinasakan mereka secepat Ia membinasakan orang-orang yang kedapatan bersalah terhadap Musa.
Kami minta maaf karena kami harus berbicara terang-terangan, sebab kami menyadari bahwa kita sedang berhadapan dengan persoalan hidup atau mati, maka demi kepentingan Sdr. Ballenger kami terpaksa buat demikian, dan berharap supaya ia mempertimbangkan semua pandangannya.
Sekali lagi kami mengatakan bahwa “Panggilan Untuk Berkumpul” itu tidak dapat membuktikan kesalahan pada satu masalah pun. Sebagai contohnya kami meminta perhatian bagaimana traktat itu mencoba untuk membuktikan kesalahan Sis. White dalam keyakinan bahwa masa kasihan itu sudah berakhir dalam tahun 1844. Di sini kami kutip dari halaman 7 : “… Sebuah surat yang ditulis kepada Penatua L. oleh Sis. White dalam mana ia berkata, ‘Kepada saudara dan saudariku, setelah tahun seribu delapan ratus empat puluh empat lewat saya telah percaya bahwa tidak ada lagi orang-orang berdosa yang akan bertobat.’”
Melalui pernyataan di atas “Panggilan Untuk Berkumpul” itu sedang mencoba untuk membuktikan bahwa beberapa tahun kemudian Sis. White sedang mengajarkan, masa kasihan telah berakhir pada tahun 1844 dan tidak ada lagi kesempatan bagi orang-orang berdosa sesudah waktu itu. Tetapi perhatikanlah baik-baik apa yang ia katakan : “Kepada saudara dan saudariku, sesudah masa itu lewat … Aku yakin; artinya, ia yakin bahwa yang diajarkan William Miller, ia bersama semua pengikut Miller percaya bahwa masa kasihan sudah berakhir bagi semua orang. Tetapi dia tidak mengatakan bahwa ia sedang mengajarkan hal ini sesudah dia menjadi utusan Allah. Sekarang marilah kita tanya dulu “Panggilan Untuk Berkumpul” itu agar mengatakan kepada kita apakah keyakinan Sis. White 65 dalam pekabaran Miller itu dapat membatalkannya menjadi seorang nabiah setelah terjadinya kekecewaan itu, dan apakah keyakinannya sebelum tahun 1844 itu dapat membuat para perintis jemaat MAHK boleh salah dalam ajaran-ajaran mereka setelah mereka memperoleh terang yang lebih banyak? Sama sekali tidak. Sebaliknya, hal itu membuktikan bahwa Sis. White benar dan “Panggilan Untuk Berkumpul” itulah yang salah karena menggunakan satu alasan yang lemah untuk menentang suatu kenyataan yang sudah terbukti.
Dalam bagian kedua dari tulisan naskah yang berjudul, “Doktrin tentang Pemeriksaan Pehukuman”, ditulis oleh W.W. Fletcher, seorang yang bergabung dengan “Panggilan Untuk Berkumpul”, penulis tersebut mengutip dari “The Advent Review”, terbitan Agustus 1850 (kami gagal memeriksa semuanya) dimana pendeta James White sedang berbicara tentang pengadilan terhadap
8 orang-orang jahat pada saat seribu tahun, dan menggunakan buktinya Daniel 7 : 22, yang diaplikasikan kepada peristiwa tersebut. Artikel ini memperlihatkan ketidakcocokan pernyataan pendeta White dengan Alkitab, dengan mencoba kita percaya bahwa ajaran pendeta White sedang mengajarkan pemeriksaan hukum itu dimulai sesudah kedatangan Kristus yang kedua kali.
Lalu ia bertanya : “Pada waktu manakah saudara kira penghakiman (pehukuman) yang terdapat pada Daniel 7 itu akan terjadi?” Jawabnya, ia mengutip dari tulisan-tulisan Pendeta White pernyataan ini : “Dalam khayal di waktu malam, ‘Daniel’, melihat bahwa ‘penghakiman itu akan diserahkan kepada orang-orang saleh milik Allah Yang Maha Tinggi, ‘tetapi bukan kepada orang saleh yang mati -- bukan ‘sampai Ia Yang Lanjut Usia itu datang, lalu ‘tanduk kecil’ itu berhenti berkuasa hingga ia dimusnahkan oleh cahaya kedatangan Kristus.’”
Karena pernyataan Pendeta White di atas bukan sedang menjelaskan pemeriksaan hukum itu, tetapi hanya menjelaskan pemeriksaan-pemeriksaan hukum yang berlangsung selama seribu tahun, dan karena tulisan itu mencoba melalui kutipan tadi untuk membuatnya bertentangan dengan kenyataan, sehingga ia tidak percaya pada pemeriksaan hukum sebagaimana yang diajarkan sekarang, maka hal itu hanya dapat menjadi satu bumerang pada tangan penulisnya.
Apabila seseorang terpaksa mengambil jalan secara tidak jujur untuk membantah tulisantulisan Sis. White ataupun ajaran-ajaran organisasi, maka orang itu hanya membuktikan sendiri bahwa tulisannya itu adalah tulisan yang diilhami dan bahwa lawan-lawannya itu hanya menemukan diri mereka dalam satu kerugian karena menyangkal apa yang dituliskannya.
Pada halaman 8 dari “Panggilan Untuk Berkumpul” itu yang diterbitkan pada bulan September-Oktober, terlihat kutipan berikut yang diambil dari tulisan-tulisan Sis. White : “‘Kepadaku ditunjukkan dalam khayal, maka aku tetap yakin, bahwa ada sebuah pintu tertutup dalam tahun 1844. Semua orang yang menyaksikan terang dari pekabaran malaikat yang pertama dan yang kedua dan menolak terang itu, akan tertinggal dalam kegelapan.’” Kemudian “Panggilan Untuk Berkumpul” itu bertanya : “Kami ingin supaya pemimpin redaksi majalah Review and Herald itu menunjukkan sesuatu terang yang terdapat dalam pekabaran malaikat yang pertama dan kedua.”
Masalah itu bukan terletak pada apa yang diajarkan oleh Sis. White tetapi agaknya adalah karena kegelapan rohani yang mengelilingi mereka yang sedang berusaha “menendang duri-duri”, sebab mereka hanya dapat melihat adanya satu pintu kasihan tertutup, padahal Alkitab mengajarkan bahwa ada satu pintu kasihan tertutup bagi setiap pekabaran yang disampaikan oleh Allah. Ada satu pintu kasihan tertutup bagi orang-orang sebelum air bah, bagi penduduk Sodom dan Gommora, dan 66 bagi orang-orang Yahudi, tepat seperti itu ada satu pintu kasihan tertutup bagi setiap pribadi pada waktu orang tersebut menolak pekabaran itu. Oleh karena itu, setelah pekabaran malaikat yang pertama dan yang kedua sudah disampaikan kepada umat pada waktu itu, maka kemudian pintu kasihan tertutup bagi mereka dan juga nasib mereka yang tidak dapat diubah sudah ditetapkan apakah untuk kehidupan yang kekal atau kematian yang kekal, sama halnya seperti Saul, raja Israel.
Nabi Allah memberitahukan kepada Saul, mengatakan, “Karena engkau telah menolak firman Tuhan (pekabaran), maka Ia telah menolak engkau sebagai raja” (1 Samuel 15 : 23). Walaupun Saul memohon serta “berkata kepada Samuel, Aku telah berdosa : sebab aku telah melawan perintah Tuhan. Lalu Samuel berkata kepada Saul, Aku tidak mau kembali bersama-sama engkau : sebab engkau telah menolak firman Tuhan, dan Tuhan telah menolak engkau sebagai raja atas Israel ... Tuhan telah mengoyakkan daripadamu jabatan raja atas Israel pada hari ini, ... karena Ia bukan manusia sehingga Ia harus menyesal.” (1 Samuel 15 : 23 – 26, 28, 29).
Cetakan ulang dari “Surat Jones” itu, sebagaimana yang saya saksikan, tidak membuktikan apapun. Hal yang paling penting di dalam “Panggilan Untuk Berkumpul” itu adalah bahwa tidak ada jawaban Sis. White terhadap surat itu. Bagaimanapun itu mungkin benar, tetapi tidak membuktikan kesalahannya. Mereka pasti sudah berdebat mengenai semua hal-hal yang bertentangan sebelum surat tersebut ditulis, dan hanya Allah yang mengetahui berapa banyak surat dan nasehat yang diterima oleh Jones atas hal ini sebelum ia menulis surat yang tersebut. Jelaslah bahwa Sis. White tidak melihat alasan kenapa ia harus membuang-buang waktunya untuk sesuatu hal yang tidak berfaedah, karena orang itu, seperti penulis “Panggilan Untuk Berkumpul” yang bermaksud untuk menghancurkan iman umat itu melalui tulisan-tulisannya. Banyak surat dari penulis itu sendiri yang belum dijawab, bukan karena semua surat itu tidak dapat dijawab, tetapi karena semua itu tidak berguna.
Meskipun semua percekcokan terhadap Roh Nubuat itu adalah akibat dari salah paham dan salah menilai, namun pada umumnya hati yang tidak jujur adalah merupakan penyebab utama dari setiap kasus. Sanggahan yang paling kuat terhadap tulisan-tulisan Sis. White yang pernah kami dengar atau baca adalah lebih lemah daripada yang digunakan oleh seseorang yang terlemah menentang kebenaran Sabat.
Dalam sebuah surat yang bertanggal 4 April 1933 kepada seorang saudari tertentu, redaktur dari “Panggilan Untuk Berkumpul” itu mengatakan, “… Tak seorang pun dapat memperoleh kebenaran dari Firman Allah sampai ia meninggalkan ilham Ny. White. Seseorang yang mengikuti ajarannya akan selalu berada dalam kegelapan.”
Kenyataannya adalah “Panggilan Untuk Berkumpul” sama sekali tidak mempunyai pekabaran, walaupun ia membantah ilham sister White, dan karena “Tongkat Gembala” penuh dengan kebenaran sekarang, yang memancarkan sinar dari sisi lain dari Alkitab kepada umat, tetapi pada saat yang sama ada dalam kecocokan yang sempurna dengan “ilham yang diperolehnya” (Sis White), 9 maka hal itu membuktikan bahwa pernyataan yang ada dalam “surat yang bertanggal 4 April” itu adalah pernyataan yang palsu.
Halaman 9 terbitan bulan September - Oktober “Panggilan Untuk Berkumpul” itu mengatakan, “Kami berharap agar redaktur Review & Herald itu menunjukkan setiap terang yang ditampilkan dalam pekabaran malaikat yang pertama atau yang kedua. Pekabaran malaikat yang pertama 67 mengajarkan pada waktu itu bahwa kedatangan Kristus pada tanggal 22 Oktober 1844, adalah untuk menyelamatkan orang-orang saleh, dan membinasakan semua orang jahat ... Apakah ada sesuatu kebenaran di dalamnya? Semua itu merupakan kekeliruan.”
Benar bahwa para pengikut Miller itu percaya akan peristiwa kedatangan Kristus ke dalam kaabah-Nya dalam surga adalah merupakan kedatangan-Nya yang terakhir ke atas bumi “untuk membebaskan orang-orang saleh dan membinasakan semua orang jahat.” Namun demikian, tafsiran mengenai 2300 hari yang menunjuk kepada peristiwa tahun 1844 adalah tafsiran yang benar.
Sebab itu, jika kita harus menolak pemberitahuan pemeriksaan pehukuman itu karena ternyata sifat kedatangan-Nya itu salah dimengerti, maka kebenaran apakah yang kita peroleh untuk menerima pekabaran Yohanes Pembaptis, karena Yohanes juga mengkhotbahkan bahwa Mesias pada waktu itu akan mendirikan satu kerajaan dunia? Jika sekiranya penulis “Panggilan Untuk Berkumpul” itu sudah hidup pada zaman Yohanes, maka sesungguhnya ia juga akan memberontak menentang ajaranajarannya dan dengan demikian menentang Kristus juga.
Selain itu, siapa yang mengadakan persiapan yang lebih baik untuk bertemu dengan Tuhan pada tahun 1844, apakah orang-orang yang yakin bahwa Tuhan akan datang segera, atau orangorang yang mengira bahwa kedatangan-Nya masih lama lagi, -- tentu saja orang-orang yang sedang menunggu dengan penuh harap akan kedatangan-Nya yang tidak lama lagi.
Saudara Ballenger mengira bahwa ia pasti benar dan Roh Nubuat itu pasti salah, karena satu hal, para pemimpin jemaat tidak dapat membantah secara berhasil semua sanggahannya, tetapi walaupun ini merupakan kenyataan dari hal itu, namun hal itu tidak berarti apa-apa, karena bagaimanakah ia dapat berharap kepada malaikat Laodikea yang “malang, dan sengsara, dan miskin, dan buta, dan bertelanjang” untuk menunjukkan sesuatu kepadanya? Hal ini adalah sedang mengambil keuntungan yang tidak jujur terhadap “Roh Nubuat” itu oleh mengukurnya dengan malaikat yang tidak sadar akan kebutaannya. Saudara Ballenger harus ingat kepada Firman Tuhan pada waktu Ia mengatakan kepada malaikat “Kamu tidak akan mengerti”, dan harusnya takut untuk mengadakan penghakiman atas terang melalui kegelapan, agar hal itu tidak mendatangkan murka Tuhan.
Allah belum pernah mengungkapkan seluruh kebenaran kepada satu pribadi siapapun. Tetapi Ia berharap agar kita memelihara langkah kita dengan perkembangan terang itu, dan walaupun kemajuan masing-masing kebenaran pada mulanya tampaknya kurang jelas isi dan pentingnya yang sesungguhnya, namun kita akan menyaksikan lebih banyak sifat aslinya apabila kita datang lebih dekat menghampirinya, karena nubuatan Alkitab itu terpampang sebagai sebuah peta jalan menuju kerajaan itu.
Janganlah seseorang mengecilkan hati orang lain mengenai pergerakan tahun 1844 itu. Allah memiliki suatu kejutan mengerikan yang tersimpan bagi semua orang yang menyalahgunakan waktunya untuk merubuhkan kebenaran Miller dan pergerakan tahun 1844 itu, karena “Kita juga mempunyai suatu perkataan nubuatan yang lebih meyakinkan; maka biarlah kamu menyambut dan memperhatikannya, seperti sebuah pelita yang bercahaya di tempat yang gelap, hingga fajar menyingsing, dan bintang timur terbit bercahaya dalam hatimu : pertama sekali yang perlu kamu ketahui, bahwa tidak ada nubuatan Alkitab yang berasal dari interpretasi pribadi. Karena sejak dahulu nubuatan itu tidak datang oleh kehendak manusia : tetapi orang-orang kudus milik Allah telah berbicara karena mereka digerakkan oleh Roh Suci.” (2 Petrus 1 : 19 – 21.)
68Kejutan yang disebut di atas akan Tuhan perlihatkan dalam publikasi-publikasi yang segera akan datang.
“Adakah kita sekarang sedang memberitakan pekabaran jam 11 itu atau apakah kita tidak akan memberitakannya sampai sesudah kegenapan dari Yeheskiel 9 itu? Apakah malaikat yang menerangi bumi dengan kemuliaannya (Early Writing, hal. 277) itu sudah datang? Jika orang yang bertanya memeriksa gambar yang terdapat pada buku Tongkat Gembala Jilid 2, halaman 224 (bahasa Inggris), maka ia akan melihat bahwa malaikat Wahyu 7 dan Wahyu 18 yang digambarkan adalah malaikat yang datang pada jam 11, dan sementara kita dalam masa pemeteraian, hal itu membuktikan bahwa kita sekarang berada pada jam 11.
Sehubungan dengan malaikat wahyu 18, yang menerangi bumi dengan kemuliaannya, kita tidak mengklaim bahwa kita sudah memiliki semua terangnya, dan kita juga percaya bahwa bumi saat ini belum diterangi oleh cahayanya. Tetapi kita percaya bahwa sebagian besar dari cahayanya telah diungkapkan dan segera setelah mereka yang 144.000 dimeteraikan dan sidang disucikan dengan pemisahan dari orang-orang berdosa di tengah-tengahnya oleh pria yang bersenjatakan senjata pembantaian yang digambarkan dalam khayal Yehezkiel, maka bumi pun akan diterangi dengan mereka yang 144.000 itu pergi menyerukan pekabaran itu kepada semua bangsa (Yesaya 66:19, 20).
Semua MAHK yang berkeinginan untuk memperoleh “Symbolic Code” supaya dikirimkan kepada mereka secara berkala; dan secara cuma-cuma, silahkan isi fomulir di bawah ini.
Tolong tuliskan nama saya pada daftar pengiriman tetap saudara, untuk majalah bulanan “Symbolic Code”.
10
* * *
69POKOK-POKOK BERITA
Los Angeles, California
Untuk Kepentingan Sidang MAHK
SERUAN SURGA
Masanya telah tiba apabila seruan dari surga yang diabaikan tidak akan bebas dari hukuman:
“Banyak ladang yang sudah masak untuk dituai tetapi masih belum dimasuki karena kita kekurangan pengerja-pengerja yang mau berkorban. Ladang-ladang ini harus didatangi, dan banyak pengerja harus pergi kepada mereka dengan menggunakan perongkosan sendiri. Tetapi sebahagian pendeta kita merasa enggan untuk memikul pekerjaan ini, enggan melaksanakan kebajikan dengan sepenuh hati untuk menunjukkan perilaku kehidupan Tuhan kita.
“Allah merasa sedih karena Ia melihat kurangnya penyangkalan diri dan ketekunan dalam diri hamba-hamba-Nya. Dan malaikat-malaikatpun merasa heran karena pemandangan seperti itu. Hendaklah para pengerja bagi Kristus belajar dari kehidupan pengorbanan diri-Nya. Dia adalah teladan kita.” -- “Testimonies for the Church”, Jilid 7, hal. 254.
Dimanakah di dalam organisasi gereja yang “banyak” pengerja-pengerjanya dengan ongkos sendiri? Dan kenapa dari “banyak” yang tidak dapat diharapkan, hampir tidak seorangpun?
Apa tidak mungkin bagi golongan orang yang tidak punya maksud, pergi dan “mencurahkan seluruh tenaga mereka ke dalam semua pekerjaan penting ini”, dan sekaligus mau menanggung “perongkosan mereka sendiri”? Kenapa sekarang tidak banyak pengerja yang mau berkorban, lalu siapakah yang bertanggung jawab dalam keadaan ini?
Dengarlah pesan Tuan yang punya usaha kepada pengerjanya itu : “Janganlah kamu membawa emas, atau perak, atau tembaga dalam pundi-pundimu, janganlah kamu membawa bekal dalam perjalanan, dan jangan membawa pakaian dua helai, kasut, ataupun tongkat : sebab seorang pengerja patut mendapat upahnya. Dan ke kota atau desa manapun yang akan kau masuki, selidikilah siapa yang patut di sana; tetaplah kamu tinggal di sana sampai kemudian kamu meninggalkan tempat itu.”
70Rencana dari Kristus melarang setiap orang yang akan pergi mengemban tugas pelayanan injil karena upah, kecuali orang itu pergi oleh iman bahwa segala keperluannya akan ditanggulangi oleh orang-orang yang membuka pintu rumah mereka bagi hamba Tuhan itu. Maka, oleh sebab hampir tidak ada pengerja yang mau berdiri sendiri dalam ladang pekerjaan, maka hal itu jelas menunjukkan bahwa hanya sedikit pengabar injil yang diakui oleh Kristus sebagai milik-Nya. Akibatnya, baik para pengerja injil yang diupah dengan gaji yang tetap, maupun orang lain yang menerima upah dalam kedudukan yang sedemikian adalah sedang merendahkan perintah Tuan itu.
Peraturan yang sekarang dikeluarkan oleh Conference tidak hanya bertentangan terhadap perintah-perintah Tuhan tetapi juga bertanggung jawab atas tidak mempunyai “banyak pekerja dengan pengorbanan diri”, karena dari semua yang memasuki pekerjaan ini dengan iman, menanggung biayanya sendiri (yang tidak menerima bayaran dari Conference tetapi hanya sekedar keramahan orang yang menerima perintah dari utusan-utusan Allah), tetapi Conference menuntut semua perpuluhan dan persembahan dari peminat yang mereka kembangkan.
Demikianlah setiap orang yang memasuki pelayanan yang suci ini dipaksa untuk menempuh jalannya sendiri selama ia masih terus dalam pekerjaan itu, yang tidak hanya memandang pekerjaan Tuhan itu mustahil tetapi juga tidak berhasil. Karena dengan terus menerus memenuhi biaya hidup sendiri disamping memberi makan satu keluarga akan menyita sebahagian besar waktu.
Adalah tidak sesuai menurut Alkitab dan juga tidak adil, apabila seorang pengerja yang bersungguh-sungguh membangun suatu kumpulan orang percaya, lalu kemudian Conference menuai hasil dari pekerjaannya untuk memberi makan pendeta yang tidak turut ambil bagian dalam pekerjaan, tetapi sebaliknya tidak memberi makan orang yang sudah berkorban dan yang telah menyelesaikan pekerjaan itu. Tindakan semacam itu boleh juga disebut sebagai perampokan.
Orang yang membuat peraturan ini telah menghalangi “banyak pengerja yang mau mengorbankan diri” untuk melayani dalam ladang pekerjaan, sehingga dengan demikian sedang merampok mereka yang belum mengenal terang kebenaran masa kini, dan akibatnya ada beribu-ribu anggota MAHK yang tanpa pekerjaan pada waktu ini juga, maka gantinya masuk ke dalam pekerjaan injil sebagaimana yang diharapkan oleh Kristus, mereka sedang berjalan hilir mudik berharap untuk menerima kemurahan hati para dermawan, sedangkan mereka semua terlalu sering menempatkan diri mereka sendiri ke dalam kejahatan.
Keadaan yang menyedihkan ini tidak mungkin ada sekarang jika organisasi gereja mau mematuhi perintah “Guru Besar” itu. Lagi pula, akan ada saat ini ribuan “banyak” pengerja-pengerja injil yang dipenuhi oleh Roh di ladang penginjilan gantinya hanya sedikit, dan kini dimana ada seorang yang bertobat ditarik dengan sejumlah biaya yang besar yang ditanggung oleh Conference, seharusnya ada beribu-ribu orang bertobat yang dibawa masuk tanpa biaya sama sekali!
1
Setiap orang yang masuk ke dalam pekerjaan Kristus berada di bawah persyaratan yang ditentukan oleh-Nya harus menerima semua perpuluhan yang didapat dari pekerjaannya sampai ia sudah mencukupi segala biayanya, baru kemudian sisanya harus diserahkan kepada Conference. Demikianlah pekabaran itu akan maju dengan loncatan dan lompatan -- lebih banyak pengerja, lebih banyak orang-orang bertobat, lebih banyak alat-alat penunjang.
Oleh sebab itu, cara yang sekarang digunakan oleh sistim organisasi untuk memajukan injil 71 adalah cara yang bodoh jika ditinjau dari sudut pandangan Alkitab maupun dari sudut pandangan perusahaan dunia. Maka dari itu, mereka tidak dapat menolong tetapi melihat Setan telah menggunakan kebijaksanaannya untuk menempatkan orang-orang yang bekerja untuk roti dan ikan ke dalam pekerjaan Allah, lalu menghalangi orang-orang yang mau bekerja dengan pengorbanan diri, sehingga dengan demikian mereka membiarkan dunia tinggal di dalam kegelapan. Karena itu, hendaklah umat Allah yang benar tidak lagi tertidur, melainkan bangunlah, dan dengarlah seruan surga serta masuklah ke dalam pekerjaan itu sekarang.
“Allah akan memiliki orang-orang yang mau menghadapi resiko apa saja dan melaksanakan segala sesuatu untuk menyelamatkan jiwa-jiwa. Mereka yang tidak mau bergerak sampai mereka dapat melihat setiap langkah jalan yang terang di hadapan mereka, tidak akan berguna pada zaman ini untuk memajukan kebenaran Allah. Sekarang harus ada pengerja-pengerja yang mau berjalan dalam gelap maupun dalam terang, dan yang mau menghadapi dengan berani segala keputus-asaan dan pengharapan yang mengecewakan, namun tetap bekerja dengan iman dan dengan air mata dan kesabaran sambil menabur di segala tepi air, lalu berharap kepada Tuhan untuk membawa berkat. Allah memanggil orang-orang yang berani, yaitu orang-orang yang mempunyai pengharapan, iman, dan ketabahan untuk bekerja sampai pada titik seperti itu.” -- “Life Sketches”, hal. 213 – 214.
PINTU-PINTU TERTUTUP!
Di sini mereka benar-benar sedang berjuang menentang Tongkat Gembala itu, maka dari sejak sekarang sampai seterusnya saya akan mengirimkan perpuluhan ke dalam “rumah perbendaharaan”, “supaya ada makanan di dalam” “rumah”-Nya.
Kebanyakan dari saudara-saudara yang tinggal di sini takut akan “Testimonies” Sis. White, dan juga takut terhadap para pemimpin yang memberi keyakinan kepada mereka bahwa jika mereka menyelidiki pekabaran itu bagi mereka sendiri, maka mereka akan tertipu dan hilang!
Mereka telah menutup pintu gereja terhadap semua penganut Tongkat Gembala itu lalu menganjurkan kepada semua orang supaya menutup pintu-pintu rumahnya terhadap mereka. Tetapi kebenaran pasti akan menang.
(Tertanda) O.O. Callentine
Bozeman, Montana
Kami semua benar-benar telah menikmati Code yang terakhir dan dengan kerinduan kami sedang menunggu terbitan berikutnya. Kami punya waktu di sini dan dapat melihat kesusahan benarbenar sedang dimulai. Pengawas Mission diharapkan untuk berada di sini segera, dan mereka merencanakan menjaga pintu sehingga mereka dapat memberikan pelayanan setiap quartal tanpa kehadiran kami!
Semoga Allah memberi kekuatan dan rahmat-Nya kepada kita agar kita dapat menanggungnya sampai kepada akhir. Oh, tidakkah hal itu merupakan suatu kemuliaan apabila itu semua berlalu dan kita bersama dengan Yesus?
(Tertanda) Ny. Faith Pruett
Sheridan, Wyoming
72Hampir tidak dapat dipercaya bahwa saudara-saudara kita mau melakukan perkara-perkara yang mengerikan seperti itu. Tetapi musuh itu telah nekad dan bagaimanapun tidak akan mau berhenti sedikitpun. Akan tetapi, siasat yang tidak bersifat Kristen semacam itu hanya untuk memajukan pekabaran itu, seperti yang dibuktikan surat-surat berikut.
“APAPUN TIDAK ADA YANG DAPAT DILAKUKAN UNTUK
MENENTANG KEBENARAN, KECUALI DEMI KEBENARAN ITU”
Setelah mendengar kata-kata serangan melawan Tongkat Gembala itu di Pertemuan Perkemahan Carolina pada bulan Juni yang lalu, maka kami kembali pulang dan memutuskan untuk berjuang melawannya, dan tidak lama kemudian kami merasa gembira memiliki kesempatan untuk memberikan suara dalam pemecatan 13 orang rekan sesama anggota dari gereja Charleston. Dan sekarang kami menghargai keadaan mereka dengan lebih baik, sebagaimana dengan keadaan kita sendiri bersama dengan yang lain yang dipecat pada tanggal 19 Desember.
Beberapa waktu yang lalu kami menerima sepucuk surat dari seorang penganut Tongkat Gembala yang memuat banyak kutipan dari Roh Nubuat dan yang tidak pernah kami impikan tertulis di dalamnya. Semua kutipan itu mengarahkan kami untuk belajar lalu kami segera melihat dengan jelas betapa tidak jujur organisasi memperlakukan ajaran-ajaran Tongkat Gembala.
Kami bersyukur kepada Allah karena Ia bermurah hati untuk memberikan kemauan dan keteguhan hati membaca dan menyelidiki bagi kita sendiri pekabaran-Nya itu setelah sebelumnya kami menetapkan hati kami untuk menentang pekabaran-Nya. Puji-pujian bagi-Nya karena kebaikan- Nya dan karena pekabaran masa kini. Kami berharap untuk menempatkan diri kami sendiri dan juga menempatkan semuanya ke dalam pekerjaan ini.
(Tertanda) Tn. & Ny. C.E. Wessel
Charleston, South Carolina
KEGEMBIRAAN DALAM PEKABARAN
Sementara saya berada di Medford saya telah belajar dari Saudara____ dan telah menyambut pekabaran pada waktu itu. Sidang di sini baru saja setelah saya datang diamarkan agar jangan menerima Tongkat Gembala atau siapa pun yang berhubungan dengannya, dan jangan belajar dengan siapa pun yang datang ke rumah mereka untuk memberikan pelajaran-pelajaran dari Alkitab maupun Testimonies kalau mereka tidak memperlihatkan mandat dari Conference. Pendeta juga telah mengamarkan 2 kepada tua-tua jemaat supaya jangan membiarkan siapa pun berbicara dari mimbar jikalau mereka tidak dikenal dan apa yang mereka bicarakan belum diketahui.
Saya telah menerima Symbolic Code dan membacanya dengan penuh kegembiraan. Saya juga telah membaca traktat-taraktat dan bergembira dalam kebenaran-kebenaran yang diungkapkan di dalamnya.
(Tertanda) Ny. W.E. Phillips
Bend, Oregon
73Saya ingin mengatakan kepada saudara bahwa saya berbahagia dalam pekabaran yang luar biasa ini; bergembira bukan hanya karena memperoleh hak istimewa untuk menjadi salah seorang dari mereka yang 144.000 itu tetapi juga karena memperoleh persamaan hak yang tinggi untuk membantu menghimpunkan rombongan yang sangat mulia ini!
Kami sedang mengadakan pertemuan besar di sini. Sabat lalu kami berkumpul di rumah Saudara____ di Muncie, dan yang hadir seluruhnya 19 orang.
Semoga Allah memberkati saudara dan juga memberkati semua orang yang berhubungan dengan pekerjaan besar ini. Biarlah kita teguh, karena kemenangan sudah pasti diperoleh dengan segera. Saya tidak pernah merasakan bahwa Tuhan itu begitu dekat, dan juga tidak pernah saya merasakan keteguhan yang sepenuhnya seperti sekarang. Terpujilah nama-Nya.
(Tertanda) Wm. Edwards
Hartford City, Indiana
PENGARUH REFORMASI
Saya menulis sedikit surat untuk memberitahukan kepada saudara bahwa saya bersama dengan suami saya berada dalam keadaan gembira menyambut pekabaran Tongkat Gembala yang sangat mengherankan ini, yang ternyata telah mengadakan suatu perubahan di dalam hidup kami. Sangat mengagumkan apa yang Tuhan lakukan pada waktu kami dan seluruh keluarga membuka hati kepada- Nya…. Saya senang membaca buku Tongkat Gembala dan semua traktat itu karena selalu menemukan harta yang berharga di dalamnya.... Kami ingin dan berniat untuk menjadi suci dan benar dan juga ingin menyebarkan firman itu sampai Yesus datang.
(Tertanda) Ny. Wm. Edwards
Hartford City, Indiana
Saya merasa sangat bergembira karena apa yang telah diperbuat oleh Tuhan bagi saya sejak saya menerima pekabaran Tongkat Gembala dan saya ingin memberitahukan sedikit tentang hal itu kepada saudara.
Pada waktu pekabaran itu sampai kepada saya, saya mempunyai hutang yang sangat banyak. Dengan segera saya minta kepada Tuhan agar saya menyelesaikan hutang itu sedemikian rupa sehingga orang yang meminjamkan itu tetap merasa puas dan dengan penyelesaian yang baik. Saat itu juga Ia menjawabnya, dan sekarang saya dalam keadaan yang lebih bersungguh-sungguh untuk mendengarkan teguran, “Apapun yang kamu perbuat, lakukanlah semuanya itu bagi kemuliaan Allah.”
Betapa bersyukur karena Allah mendengar semua doa umat-Nya lalu membuang segala beban mereka yang berat. Dengan kemurahan hati-Nya saya bermaksud melakukan semua untuk kemuliaan- Nya dan membantu untuk menyelesaikan pekerjaan itu.
(Tertanda) H.H. Philebaum
Hartford City, Indiana
74Kami sungguh-sungguh sedang bergembira dalam kebenaran pada masa kini. Kebenaran itu telah membuat kami menjadi orang-orang percaya yang teguh dalam kesaksian-kesaksian Sis. White, yang belum pernah kami yakini sebelumnya. Selain kami tidak meyakini kesaksian itu, kami kembali berjalan selaras seperti orang dunia, tetapi sekarang suamiku telah keluar dari anggota perkumpulan-perkumpulan kebatinan dan saya mengundurkan diri bulan ini. Kami tidak menghendaki halangan apapun di antara kami dan Juruselamat kita.
Sabat yang lalu seorang dari pendeta Conference datang ke Gereja Cocoa dan berkhotbah selama dua jam menentang Tongkat Gembala itu. Seorang dari antara saudari-saudari mengatakan kepada Tn. Harper bahwa ia tidak membiarkan siapa pun untuk mengaturnya tentang apa yang boleh, dan yang tidak boleh dibaca dan dia akan membaca untuk diri sendiri. Mr. Harper mempunyai Tongkat Gembala Jilid I itu di kantongnya lalu memberikannya kepada saudari tersebut. Dan sekarang ia sedang membaca buku itu!
Saya ingin memberitahukan kepada saudara betapa besar hati kami untuk menikmati Symbolic Code itu. Sehingga saya berkali-kali telah membacanya. Saya telah menyimpan semua pelajaran Alkitab itu dalam sebuah buku catatan tersendiri.
Kami sudah menjadi orang Advent selama hampir 16 tahun dan kami sudah menjadi lebih teguh dalam kebenaran daripada sebelumnya. Segera setelah kami masuk ke dalam gereja di Charleston, South Carolina, kami dapati bahwa gereja itu tidak jauh bedanya dengan dunia. Maka sejak waktu itu dan seterusnya kami hanya Advent dalam nama saja. Dan sekarang, terima kasih kepada Tongkat Gembala, karena kami telah mendapatkan kembali kasih kami yang mula-mula. Pujilah Tuhan! Saya berseru karena gembira!
(Tertanda) Ny. W.L. Harper
Richmond, Virginia
Sungguh-sungguh saya merasa bahagia serta berterima kasih kepada Tuhan karena terang ajaib dan karena pekabaran pembaharuan yang disajikan dalam Tongkat Gembala itu. Karena dibesarkan dalam kebenaran, seperti kebanyakan orang Advent, saya hanya sedikit saja tahu tentang tulisan-tulisan Ny. White dan sama sekali tidak mengerti nilai-nilainya, dan hasilnya adalah saya 3 telah terpisah dari gereja pada saat Tongkat Gembala menemukan saya. Tetapi sekarang saya berterima kasih kepada Tongkat Gembala karena saya telah memiliki hampir semua tulisan-tulisan Roh Nubuat dan mempelajarinya setiap saat sedapat mungkin. Dengan terang tambahan ini maka setiap firman yang terdapat dalam Alkitab dan Testimonies (Kesaksian) sudah menjadi lebih berharga bagiku.
Saya memuji Tuhan karena kasih dan kemurahan-Nya dalam memberikan kepada kami yang tidak setia ini pekabaran reformasi yang besar ini yang membawa suatu perubahan dalam “pendapat-pendapat dan teori-teori, kebiasaan-kebiasaan dan perbuatan-perbuatan.”
(Tertanda) Ny. Floyd Davis
Greeley, Colorado
Saya memuji Tuhan karena mengirimkan kepadaku kebenaran masa kini yang ajaib ini. Sejak mulai sekarang saya akan mengirim perpuluhan dan persembahan ke rumah perbendaharaan pekabaran ini yaitu “makanan pada musimnya” dapat diberikan bagi semua orang yang lapar akan 75 kebenaran.
Tuhan telah bermurah hati kepada saya dalam menunjukkan keadaan saya yang sebenarnya supaya saya dapat bertobat lalu berusaha untuk memastikan keselamatan saya. Saya bekerja di sebuah rumah sakit dimana saya harus bekerja 5 atau 6 jam pada hari Sabat, tetapi sekarang saya telah berhenti bekerja dan telah melepaskan ikatan saya dengan dunia. Kini Allah telah memberikan kepada saya sedikit waktu dan mengadakan persiapan sendiri untuk bersedia membantu menyelesaikan pekerjaan itu lalu bertemu dengan Dia apabila Dia datang menyambut hamba-hamba-Nya yang setia.
(Tertanda) Ny. M.L. Hodgen
Greeley, Colorado
Saya berterima kasih pada Tuhan karena pekabaran pada waktunya yang mengangkat Laodikea keluar dari penipuan, penafsiran dan tanpa harapan ke dalam terang dari “kebenaran sebagaimana ia itu di dalam Yesus.”
Beberapa waktu yang lalu, karena kemurtadan yang berkepanjangan, saya mengikuti keinginan hati kepada rayuan keduniawian Setan, merokok, minuman keras, judi, dansa, ke bioskop, memuaskan nafsu makan, dan pelanggaran hari Sabat adalah kejahatan-kejahatan yang menguasai keberadaan saya. Tetapi mulialah Dia yang menyelamatkan jiwa saya untuk melihat dan memahami pekabaran ini yang bergabung dengan Malaikat Ketiga untuk menyelesaikan penginjilan, dan membuatnya mungkin bagi saya untuk mengesampingkan hal-hal jahat sedemikian itu. Pujilah nama-Nya yang suci untuk cinta-Nya yang besar dan perlakuan-Nya yang penuh pengampunan dan untuk suatu pekabaran yang mempunyai pengaruh Reformasi dan kuasa pembangunan yang sedemikian efektif ini.
(Tertanda) J.L. Looney
Greely, Colorado
BERTERIMA KASIH KARENA TERANG KEBENARAN
“Alkitab Menjadi Sebuah Buku Yang Baru”
Saya telah lama ingin pergi ke kantor pos untuk mengirimkan surat ini. Kadang-kadang hati saya menjadi tawar melihat hal-hal yang terjadi, lalu saya berpikir bagaimana Allah memiliki pekerjaan itu dalam kuasa-Nya, dan bagaimana Ia menggeser orang-orang yang merupakan musuh-musuh kebenaran pada masa kini dari tempat ini tidak lama sebelum saya pindah ke sini.
Saya sering mengucapkan terima kasih kepada Allah karena terang ajaib yang saya terima melalui Tongkat Gembala yang meninggikan Alkitab dan Kesaksian itu. Alkitabku sudah menjadi sebuah buku yang baru bagi saya. Begitu banyak perkara yang diajarkan kepada saya sebelumnya berkenaan dengan Dunia Yang Baru, tetapi belum pernah jelas, sekarang sudah jelas dan serasi. Saya memuji Tuhan karena Kebenaran-Nya dan karena kesempatan untuk menderita demi Tuan itu.
(Tertanda) Ny. A. Oswald
Tom Ball, Texas
76BERSEDIA UNTUK “PERGI”
Saya benar-benar bergembira menerima Symbolic Code, karena ia itu memberikan kepada kami keteguhan hati untuk belajar bahwa ada orang-orang setia yang berdiri untuk pekabaran itu di mana-mana. Saya sedang belajar dan berdoa, mencoba bersiap untuk bekerja bagi Tuhan dalam perjuangan besar yang terakhir ini. Saya mohon didoakan.
(Tertanda) Ben Garret
East Jemeston, Tennessie
INSTRUKSI-INSTRUKSI PENTING
Para pemimpin dari setiap perkumpulan dimohon agar setiap bulan menuliskan laporan di atas formulir yang disediakan, nama dan alamat lengkap dari setiap anggota perkumpulannya. Prosedur ini penting agar membawa tepat guna dan keberhasilan pada kantor ini. Juga setiap orang yang menghendaki Code harus mengirimkan nama dan alamatnya, karena hanya orang-orang yang namanya terdaftar akan menerima Code itu.
Supaya jangan dilakukan penukaran uang untuk perpuluhan dan persembahan, pembayaran buku-buku, dan lain-lain, pada hari Sabat, bentuk praktek Laodikea yang dipersalahkan oleh Allah, 4 maka biarlah kita berhati-hati mengurus semua perkara itu pada hari persiapan oleh memasukkan uang-uang di dalam amplop. Akhirnya kami menganjurkan supaya masing-masing perkumpulan menyediakan sendiri amplop-amplop yang tidak mahal. Jangan menggunakan barang-barang milik jemaat dimana saudara tidak lagi membayarnya, karena hal itu tidak benar.
Dalam sebuah terbitan awal bulan Desember “Central Union Reaper” terdapat dua kolom artikel yang berjudul, “Senjata Pendobrak dan Kebebasan”, ditulis oleh C.A. Purdom, seorang pengawas Mission di Wyoming.
Maksud tulisan itu adalah suatu peringatan untuk menentang Tongkat Gembala, tetapi sayang dalam pelaksanaannya merosot ke dalam suatu semburan kata-kata kasar yang ia lakukan tanpa menghormati kenyataan yang sederhana dan tanpa keadilan.
Hal itu telah membuat kita menjadi sedih karena melihat sifat-sifat yang kasar dalam hati pendeta-pendeta milik Allah, dan mengherankan kita karena mereka mau tunduk pada sebahagian kutipan dan seterusnya, untuk membuat suatu alasan mempersalahkan kita dan melayani tujuantujuan mereka sendiri. Kita dapat membayangkan bahwa para pendeta MAHK telah lama melihat masalah seperti ini pada penganut-penganut hari pertama (Minggu), akan menghindarinya bagai suatu malapetaka.
Tetapi sayang “malaikat orang-orang Laodikea” telah begitu lama berada di negeri Mesir, sehingga matanya telah kehilangan pandangan terhadap Tuan itu dan perbuatan-perbuatannya pun sudah menjadi serupa dengan orang-orang di negeri dimana mereka tinggal.
Hal ini adalah merupakan suatu amaran yang menyedihkan kepada kita untuk melarikan diri 77 dari segala jalan dan perbuatan Mesir, agar kita juga tidak menjadi serupa dengan mereka.
Pokok kemarahan dan ketidak-tulusan artikel yang buruk itu adalah untuk menahan Symbolic Code terbitan bulan Oktober tetap pada tiang penderaan. Tetapi kelihatannya saudara-saudara kita itu sudah lupa bahwa mereka “tidak dapat melakukan apapun menentang kebenaran, kecuali hanya untuk kebenaran.”
Oleh mengutip dari Symbolic Code dengan cara yang jahat yang sama dengan yang mereka kutip selama ini dari Tongkat Gembala, menghilangkan pernyataan-pernyataan penting yang mendahului dan mengikuti bagian-bagian yang dikutip, tetapi penulis hanya dapat berhasil dalam artikel tersebut di atas untuk melawan kepentingan Code. Setiap hal yang menentang semacam itu justru merupakan tulisan penginjilan bagi pekabaran tersebut.
“Usaha-usaha yang dibuat untuk memperlambat kemajuan kebenaran akan justru membantunya. Namun keunggulan kebenaran akan lebih jelas terlihat dari setiap pokok darimana ia dapat dipandang. Kesalahan perlu menggunakan penyamaran dan maksud-maksud tersembunyi. Ia menutupi dirinya sendiri dalam jubah-jubah malaikat, tetapi setiap penampilan tabiatnya yang sesungguhnya mengurangi kesempatannya untuk berhasil …
“Amarah manusia akan memuji Engkau, ‘demikian kata pemazmur; dan ‘sisa amarahnya akan Engkau tahankan.’ Allah bermaksud agar ujian kebenaran ditampilkan ke depan, dan menjadi satu pokok pemeriksaan dan pembahasan, sekalipun melalui penghinaan yang dihadapkan padanya. Pikiran orang banyak harus digerakkan. Setiap pertentangan, setiap celaan, setiap fitnahan, akan menjadi alat-alat Allah untuk merangsang penyelidikan, dan membangunkan pikiran-pikiran orangorang kalau tidak mereka akan tertidur.” -- 5 Testimonies, hal. 454, 453.
Semakin bersemangat usaha-usaha mereka dalam hal ini, semakin cepat pekerjaan itu selesai dan Tuhan datang. Oleh karena itu marilah kita berdoa agar semangat mereka tidak berkurang, namun pada waktu yang sama ia itu akan membawa yang jujur di antara mereka, seperti Paulus, ke tempat dimana Allah dapat membuat mereka rendah hati dan menyelamatkan mereka dari proses diludahkan keluar (Yeh. 9) yang telah menunggu para malaikat dari Laodikea.
KEPRIHATINAN YANG SUNGGUH-SUNGGUH
TERHADAP SEMUA ORANG
Seorang penganut kebenaran pada masa kini menulis paragraf di bawah ini :
“Baru-baru ini saya berkunjung kepada teman-teman dan sanak keluarga di ____, lalu mencoba menarik perhatian mereka untuk mempelajari Tongkat Gembala, namun saya melihat prasangka jahat yang begitu kuat dalam diri mereka. Tampaknya setiap orang dari antara mereka telah melihat bahwa para penganut Tongkat Gembala itu hanya cenderung untuk mencela dan memperlihatkan kesalahan-kesalahan para pendeta dan para pengerja. Kini karena saya telah mengetahui pekabaran itu, maka urusan kita bukanlah untuk mencela pribadi siapa pun. Sementara kita belum dapat berkeluh kesah dan menangis “karena segala kekejian yang dilakukan di tengah-tengahnya”, jika kita mau menerima “meterai Allah yang hidup”, maka biarlah roh kita menjadi roh yang penuh kasih dan penuh 78 kesabaran.
Meskipun tidak mungkin sama sekali untuk seketika mengatasi kelemahan-kelemahan, kekurangan-kekurangan, dan kebodohan-kebodohan MAHK yang turun temurun -- yaitu warisan umum orang-orang Laodikea -- untuk mencapai kekayaan dan kesempurnaan Teladan besar kita, namun kata-kata di atas haruslah benar-benar diperhatikan oleh setiap orang yang berdiri dalam terang. Akan tetapi, kemustahilan untuk mencapai kesempurnaan sepenuhnya dalam waktu yang singkat, sama sekali adalah merupakan suatu pemikiran yang kurang beralasan dan kurang adil dari musuh-musuh kebenaran masa kini yang digunakan sebagai senjata untuk menentang pekabaran itu. Mereka berusaha mencela kebiasaan-kebiasaan kita, kelakuan-kelakuan kita, dan perkataan-perkataan kita, seakan-akan Tongkat Gembala yang harus bertanggung jawab untuk mereka karena ia itu telah menyebabkan setiap kebiasaan orang-orang Laodikea yang mungkin masih kita miliki!
Jagung yang di tanam di ladang tidak dapat masak dengan baik dalam waktu yang singkat. Walaupun di bawah pengaruh siraman musim hujan akhir, ia itu tidak dapat bertumbuh dalam waktu 5 yang seketika. Proses untuk memperoleh hasil membutuhkan waktu. Mereka sebagai tangkai-tangkai yang tidak sempurna, yaitu saudara-saudara “yang membenci kita”, dan “yang mengucilkan kita demi Anak Manusia”, melihat kita dengan aneh, bertentangan dengan kebiasaan, mengharapkan kita menjadi tangkai-tangkai yang masak dan sempurna “dalam sesaat, dan waktu sekejap mata!” Ini adalah salah satu bukti yang paling baik bahwa semua celaan ini “adalah merupakan suatu penipuan yang menyedihkan” namun “tidak diketahui.”
Apa yang dikatakan kutukan-kutukan, celaan-celaan, dan pengaduan-pengaduan -- yaitu “kata-kata yang menusuk” -- baik terhadap malaikat orang-orang Laodikea (kepemimpinan -- Wahyu 1 : 20; 3 : 14) maupun terhadap kakidian itu sendiri (sidang) yang sedang dikumandangkan dan diserukan dalam segala macam cara tidak lebih sentimen orang-orang yang memberitahukan pekabaran itu kepada sidang pada zaman ini daripada celaan-celaan yang ditunjukkan oleh Yohanes Pembaptis atas sidang Yahudi -- sidangnya sendiri, tetapi firman-firman Allah yang mana Ia dengan khidmat telah meminta dengan sangat mendesak supaya disampaikan tanpa perasaan takut dan gentar terhadap apapun. Oleh sebab itu, jika mereka ingin mempersalahkan keadaan kita yang bersifat mengeritik, tidak ramah, menjijikkan, maka biarlah mereka sendiri mempermasalahkan sikap nabi Eliyah, Yohanes Pembaptis, Luther, Sis. White, demikian juga sikap semua utusan Allah yang pernah ada, lalu mereka akan menemukan bahwa secara tidak sadar mereka sedang menempatkan kita dalam rombongan orang-orang pilihan dan dalam keadaan yang sangat berbahaya karena menjadikan Allah sebagai seorang pembohong terhadap rombongan yang Ia katakan bahwa Ia selalu pelihara dan menjadi kekuatan bagi sahabat-sahabat-Nya. Kiranya mereka menyadari kebodohan tuduhan dan penipuan mereka dengan mengutuk dan meletakkan ke atas kita tanggung jawab yang sebenarnya adalah milik Allah.
Adalah tidak adil dan juga sangat tidak bijaksana untuk mempersalahkan kita hanya karena kita melaksanakan kewajiban kita sebagaimana yang Tuhan perintahkan : “Serukanlah kuat-kuat, janganlah tahan-tahan, nyaringkanlah suaramu bagaikan sangkakala, dan tunjukkanlah kepada umat- Ku segala pelanggaran mereka, dan kepada isi rumah Yakub segala dosa mereka.” (Yesaya 58 : 1). “Hai anak manusia, Aku telah menetapkan engkau menjadi penjaga bagi isi rumah Israel : oleh sebab itu dengarlah firman yang keluar dari mulut-Ku, dan sampaikanlah amaran yang Aku katakan kepada mereka. Apabila Aku berkata kepada orang jahat, Engkau pasti akan mati; tetapi engkau tidak menyampaikan amaran itu kepadanya, dan juga tidak berbicara untuk mengamarkan orang jahat 79 itu supaya bertobat dari kejahatannya, untuk menyelamatkan kehidupannya; maka orang jahat itu akan mati dalam dosanya; tetapi darahnya akan Aku tuntut daripadamu. Tetapi jika engkau mengamarkan orang jahat itu, lalu ia tidak bertobat dari kejahatannya, dan dari jalannya yang jahat, maka ia akan mati dalam kesalahannya, tetapi engkau telah menyelamatkan jiwamu. Dan lagi, apabila seorang yang benar berbalik dari pembenarannya, lalu melakukan kesalahan, maka Aku akan meletakkan batu rintangan di hadapannya, dan ia akan mati : sebab engkau tidak menyampaikan amaran kepadanya, maka ia akan mati dalam dosanya; dan pembenaran yang ia telah kerjakan tidak akan diingat lagi; tetapi darahnya akan Aku tuntut daripadamu. Tetapi jika engkau sudah memperingatkan orang benar itu supaya ia jangan berbuat dosa, lalu ia tidak berbuat dosa, maka ia pasti hidup, sebab ia telah diamarkan; juga kamu telah menyelamatkan jiwamu.” (Yeh. 3:17-21).
Jiwa-jiwa yang miskin dan buta ini sedang melakukan tepat seperti apa yang diperingatkan oleh Rasul Paulus supaya jangan mereka lakukan : “Oleh sebab itu Hai anak manusia, siapakah engkau yang menghakimi orang lain : engkau yang menghakimi orang lain, engkau juga menghakimi dirimu sendiri, karena engkau telah melakukan hal yang sama.” (Roma 2 : 1). Mereka sendiri, yang tidak memiliki perintah dari Allah dan yang tidak mempunyai tujuan selain membenarkan diri sendiri, terus mencela, menuduh, dan menyakiti orang-orang yang menyampaikan “nasehat Allah yang dahulu” yaitu supaya “setia dan benar”, tidak disadari bahwa dengan cara demikian mereka berlipatganda dipersalahkan dan dicela.
Sifat dasar dari semua perkara ini membuat hal itu tidak mungkin bagi kita untuk mengatakan dengan cara apapun tentang pernyataan-pernyataan khusus dari kritikan luar biasa yang dibuat oleh si penanya. Semua yang kita dapat mengamati dengan adil adalah bahwa pengalaman kita secara umum terhadap orang-orang yang menyambut Tongkat Gembala bahwa apapun kritikan-kritikan yang tidak perlu yang mungkin keluar dari bibir-bibir mereka adalah kesalahan kata-kata [pengembalian sesaat paham Laodikea yang diwarisinya], dan bukan suatu kebiasaan, dan bahwa setelah dipertimbangkan kita dapati bahwa mereka jauh lebih bebas dari dosa ini dibandingkan dengan orangorang yang mendakwa mereka, jauh lebih bebas karena sifat pekabaran yang mereka emban dan keadaan tempat mereka bekerja. Dan yang penting lagi, kami masih akan mengamati seseorang yang membicarakan kecaman-kecamannya yang disertai kebencian dan kedengkian, tanpa memiliki kasih sama sekali. Dan yang terpenting adalah hampir setiap orang yang kami kenal sedang berjuang dengan gigih untuk memerangi kecenderungan Laodikeanya terhadap masalah ini maupun masalah yang lain.
LAGI-LAGI KEPRIHATINAN YANG
SUNGGUH-SUNGGUH TERHADAP SEMUA ORANG
“Saya sedang menulis sebab saya dalam keadaan sangat susah dan dibebani masalah. Akan tetapi, sebelum saya menjelaskan permasalahan saya, saya ingin memberitahukan bahwa saya percaya sepenuhnya akan pekabaran mengenai mereka yang 144.000 dan mengenai pembersihan sidang. Tetapi oleh orang-orang tertentu, disediakan beberapa doktrin sampingan yang tidak dapat saya terima, maka apa yang ingin saya ketahui adalah apakah mereka disetujui oleh Tongkat Gembala?”
Adalah hal yang sangat disayangkan mengenai keadaan yang diungkapkan oleh si penanya. Kami sangat menyesal karena beberapa orang telah berani mendahulukan tafsiran-tafsiran pribadi terhadap pekabaran yang dapat mengganggu ke dalam pikiran-pikiran orang lain. Namun tampaknya 80 tidak adil untuk meminta pekabaran itu melakukan tugas menjawab gagasan-gagasan yang belum teruji dari bebarapa orang. Ini sama halnya sedang membuat pekabaran Malaikat Ketiga memberi jawaban kepada dunia mengenai banyaknya doktrin-doktrin tentang penetapan waktu yang ada di 6 tengah-tengah kita.
Kami tidak membenarkan ajaran atau penentuan apapun yang tidak dijumpai dalam terbitanterbitan Tongkat Gembala atau yang disahkan oleh kantor ini, sebagaimana dengan jelas telah diterangkan pada halaman pertama Symbolic Code untuk terbitan bulan Oktober (No. 4). Tidak kemanamana, adalah posisi yang diambil oleh “setiap orang yang dibawa masuk ke dalam sidang Masehi Advent Hari Ketujuh yang tidak bertobat, maka seharusnya tidak perlu seorang pun yang dibawa masuk ke sidang.” Posisi paling ekstrim yang ditunjukkan pekabaran dalam hubungan ini adalah yang ditunjukkan Roh Nubuat dalam kesaksian berikut dan yang harus diperhatikan : “Sekarang Tuhan tidak bekerja untuk membawa banyak jiwa-jiwa ke dalam kebenaran, sebab anggota-anggota sidang yang tidak pernah bertobat, dan orang-orang yang pernah bertobat telah murtad kembali.” -- 6 Testimonies, hal. 371.
Sejauh ini kita telah sampai, tidak satu inci lebih pendek maupun lebih panjang. Maka mereka yang berjalan melewati titik ini maupun mereka yang mendaki untuk sampai ke titik itu adalah samasama sedang melakukan sesuatu yang berlebihan yang dipersalahkan kebenaran.
Mengenai pendapat bahwa waktu sekarang bukanlah masanya bagi orang-orang secara pribadi yang berada di luar sidang MAHK, meskipun mereka mengetahui dan mempercayai pekabaran itu, untuk bertobat dan dibaptiskan, maka kami mau mengatakan bahwa dimana pun Allah tidak membenarkan manusia, tanpa memandang apa yang menjadi kedudukannya apakah ia orang Yahudi atau orang yang bukan Yahudi, apakah ia anggota sidang atau tidak -- karena menangguhkan waktunya untuk bertobat setelah sesuatu waktu terang itu datang kepadanya. Ini adalah dosa melawan Roh Kudus. “Hari ini setelah sekian lama; maka Ia berfirman, Hari ini, apabila kamu mendengarkan suara-Nya janganlah keraskan hatimu.”
Akan tetapi, di bawah takdir dari suatu pekabaran khusus kepada sidang, sebagaimana Kristus telah emban bagi jemaat Yahudi selama tiga setengah tahun maka demikian pulalah bagian kita bagi sidang MAHK saat ini, kita tidak dapat memahami bahwa itu juga tugas orang-orang yang memikul pekabaran ini, untuk pada saat bersamaan memberitakan kepada dunia secara luas.
Tuhan tidak pernah meninggalkan kita dalam kegelapan mengenai keadaan kita dalam perkara ini. Yesus telah “berbicara” kepada anggota-anggota jemaat yang berada “dalam perbatasan-perbatasan negeri Tirus dan Siddon” pada waktu perempuan itu yaitu “seorang Yunani, yang berkebangsaan Siro-fenesia”, “datang dan menyembah sujud pada kaki-Nya”, lalu memohon “kepada-Nya agar Ia mau mengusir Setan keluar dari puterinya. Tetapi Yesus berkata kepadanya, Biarkanlah anak-anak itu kenyang dahulu : sebab tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak, lalu melemparkannya kepada anjing-anjing (bangsa-bangsa yang bukan Yahudi). Tetapi perempuan itu menjawab dan berkata kepada-Nya, Benar Tuhan : tetapi anjing-anjing yang berada di bawah meja juga memakan remah-remah yang dilemparkan oleh anak-anak. Maka kata Yesus kepada perempuan itu, Karena kata-katamu itu, pergilah sekarang; sebab setan itu sudah keluar dari anakmu.” (Markus
Sebab itu dapat kita saksikan bahwa sementara kita jelas diperintahkan untuk memberi makan 81 kepada anak-anak, maka janganlah pergi mencari-cari orang-orang yang bukan Yahudi, dan pada waktu yang sama hal itu memberitahukan kepada kita supaya jangan menahan kebenaran itu dari mereka yang bukan Yahudi, pada waktu mereka datang secara suka rela dan dalam iman untuk mencari remah-remah roti itu.
PERTANYAAN DAN JAWABAN
Pertanyaan : “Bukankah sikap Tongkat Gembala terhadap pekerjaan penginjilan keluar memberikan suatu kesempatan kepada para penentangnya menuduh Tongkat Gembala itu tidak berminat pada keselamatan orang-orang yang berada dalam dunia, dan dengan demikian menghalangi kemajuannya sendiri untuk menyampaikan pekabarannya kepada sidang?”
Jawab : Untuk menanggapi keprihatinan saudara atas sikap Tongkat Gembala yang memblokir jalannya sendiri dengan sikapnya bahwa kita tidak akan menyokong rencana penginjilan ke luar, maka kami mau mengatakan bahwa jika musuh-musuh kebenaran tidak menggunakan hal ini sebagai balok rintangan, mereka akan menggunakan yang lain. Sikapnya itu bukanlah dimaksudkan untuk kepentingan pertentangan atau untuk memajukan kepentingannya sendiri. Tongkat Gembala itu percaya pada setiap jenis pekerjaan penginjilan dalam dirinya sendiri, sebagaimana harus jelas kepada setiap orang yang mau mempelajari pekabaran itu. Tetapi dalam keadaan sekarang, dengan sebuah pedang yang tergantung di atas sidang, setiap saat pedang itu akan jatuh lalu menghantarkan beribu-ribu orang ke dalam kebinasaan mereka. Allah tidak dapat tetap atau bermurah hati, dalam memberikan banyak waktu dan sarana-Nya untuk suatu program, yang di bawah perubahan perkara-perkara yang sekarang, tidak dapat lagi menyelesaikan maksud Ilahi yang sudah ditetapkan, tetapi sejak dari sini sampai seterusnya hanya dapat memberi kemungkinan memperbanyak kesempatan-kesempatan musuh untuk membawa ke dalam sidang beribu-ribu orang yang tidak bertobat dan yang hanya untuk binasa dalam pembantaian Yeheskiel 9 yang sangat mengerikan itu.
Pertanyaan : Jika kita tidak bekerja bagi orang-orang berdosa di Sion, maka kenapa kita tidak bekerja bagi orang-orang berdosa di dunia? Mereka semua adalah orang-orang berdosa dalam pandangan Allah ... Ia telah memberikan kepada kita terang sejak tahun 1844 dan Ia tidak bermaksud menyembunyikannya “di bawah sebuah gantang” tetapi untuk “menerangi dunia.”
Jawab : Apa yang dikatakan di sini adalah benar. Jika kita tidak bekerja bagi orang-orang berdosa di Sion, maka kita harus bekerja bagi orang-orang berdosa di dunia. Tetapi, jika kita benarbenar memahami kebenaran itu dan percaya kepada pekabaran itu, maka kita akan bekerja dengan menggunakan lebih banyak waktu bagi orang-orang berdosa di Sion sehingga kita tidak akan mempunyai waktu yang tersisa bagi orang-orang berdosa di dunia, terkecuali “orang-orang Siro-
7 fenesia” itu. Maka dengan demikian kita sedang melakukan peranan kita sepenuhnya untuk mempercepat hari Seruan Keras itu ketika terang itu, yang Ia telah berikan kepada kita pada tahun 1844 untuk menerangi bumi, tetapi kita selama ini sembunyikan “di bawah gantang”, akhirnya akan sampai kepada setiap orang berdosa.
Sekiranya para penentang Tongkat Gembala itu hidup pada zaman Yohanes Pembaptis, pada zaman Kristus, atau dalam 3 ½ tahun yang pertama dari zaman para rasul, dengan pola pemikiran yang sedemikian, maka mereka akan menempatkan pendirian mereka pada pihak para penguasa Israel yang menantang kebenaran pada zaman itu.
82Pertanyaan : “Apakah Tongkat Gembala itu bermaksud mengajarkan bahwa penghakiman bagi orang-orang benar yang sudah mati telah berakhir dalam tahun 1931, atau kira-kira demikian, dengan pernyataan berikut : ‘Sementara Allah melancarkan jalan untuk tujuh bela yang terakhir dengan membaringkan sebahagian dari umat-Nya tidur dalam kubur, Ia telah melakukan perkara yang sama bagi peristiwa yang terjadi dalam tahun 1931 (jika pembubuhan tahun itu benar). Mereka yang tidak dapat tahan dalam pencobaan itu akan terbaring dalam kubur-kubur mereka, sedangkan mereka yang 144.000 itu tetap hidup dan akan luput, tetapi yang sisa dari sidang (sekarang) akan binasa dalam kehancuran.’ (Tongkat Gembala, Jilid 1, hal. 219.) Tolong jelaskan.”
Jawab : Pembubuhan tahun 1931 dan pernyataan dalam pertanyaan itu tidak ada berhubungan dengan pemeriksaan penghakiman. Tongkat Gembala itu tidak ada memberikan tanggal yang tepat ataupun kira-kira bagi berakhirnya penghakiman untuk orang-orang mati atau dimulainya penghakiman bagi orang-orang hidup. Waktu dari kedua peristiwa ini belum dapat diketahui sampai peristiwa yang satu berakhir dan yang lainnya dimulai.
Mengenai pembubuhan tahun 1931 dan juga mengenai peristiwa yang berkaitan dengan tahun itu, kami belum mempunyai terang yang lebih jelas pada waktu ini daripada terang yang terdapat dalam Jilid 1, hal 108 - 114 dan Jilid 2 hal. 275 (Bahasa Inggris). Adalah pada waktu itu (pada penutupan tahun 1930 dan mulainya tahun 1931) diterbitkannya pekabaran dalam buku Tongkat Gembala, Jilid 1, yang menampilkan kebenaran mengenai mereka yang 144.000 dan yang menyerukan diadakannya suatu pembaharuan. Maka, walaupun sebelumnya benar-benar belum dipahami sifat dari peristiwa yang akan terjadi, apabila waktunya tiba dan tidak ada lagi peristiwa lain terjadi kecuali peristiwa ini, maka peristiwa itu adalah satu-satunya sebagai yang diramalkan dalam Yeheskiel 4; yaitu, akhir dari nubuatan 430 tahun sewaktu “gulungan surat” akan membuat putaran yang lain.
Berkenaan kepada peristiwa khusus dalam pertanyaan itu, sekiranya orang yang bertanya mau membuka Tongkat Gembalanya Jilid 1 dan mempelajari kembali dengan cermat halaman 219, maka ia akan jelas melihat bahwa hubungan pernyataan, “Mereka yang tidak dapat tahan dalam pencobaan itu akan terbaring dalam kubur-kubur mereka” memerlukan penggenapannya terjadi sebelum Yeheskiel 9. Sebab itu, pernyataan itu hanya dapat diterapkan kepada orang benar yang mati di bawah pekabaran Malaikat yang Ketiga sampai kepada masa pembersihan sidang, untuk menggenapi Yesaya 57 : 1 dan bukan Wahyu 14 : 13.
Pertanyaan : “Tolong jelaskan arti dari sebutan Yehuda, Ephraim, dan Israel, yang sering disebut-sebut dalam Alkitab, terutama dalam Hosea pasal 4 sampai pasal 14.”
Jawab : Orang yang bertanya perlu mengingat bahwa bangsa Israel -- 12 suku -- sudah terbagi menjadi dua kerajaan setelah raja Salomo meninggal. (1 Raja-Raja 11 : 11, 12; 12 : 19, 20, 21.) Yang satu terdiri dari sepuluh suku, mendiami bagian sebelah utara dari tanah perjanjian, yang disebut “Israel” untuk mana sebutan ini digunakan jika terpisah dari kedua belas suku itu.
Sebutan “Ephraim” digunakan kepada kerajaan yang sama. (Yesaya 7 : 1, 2). Kerajaan yang terdiri dari dua suku dan yang mendiami bagian selatan negeri itu disebut Yehuda. Alasannya “Ephraim” sama artinya dengan “Israel” adalah karena suku Ephraim yang memerintah kerajaan itu. Jadi, karena kenyataan ini maka kerajaan yang terdapat di sebelah utara disebut dengan nama -- “Israel” dan “Ephraim” -- sedangkan kerajaan yang berada di selatan yang diperintah oleh suku Yehuda disebut kerajaan “Yehuda”. Demikianlah sebutan Israel, dan Ephraim menunjuk kepada kerajaan 83 sebelah utara, dan sebutan Yehuda menunjuk kepada kerajaan di bagian selatan dari umat Allah yang dahulu.
Pertanyaan : “Tolong jelaskan pernyataan buku Early Writings, hal. 36 : “Aku melihat bahwa Yesus tidak akan meninggalkan tempat yang maha suci sampai setiap perkara diputuskan apakah itu untuk keselamatan ataupun untuk kebinasaan”, dan seterusnya.
Jawab : Pertanyaan ini menimbulkan pemikiran, bagaimana mungkin dapat dicocokkan “Tongkat Gembala” dengan “Roh Nubuat”, sedangkan yang satu tampaknya mengatakan bahwa Yesus akan meninggalkan tempat yang maha suci pada peristiwa Yeheskiel 9, sedangkan yang lainnya mengatakan bahwa Ia tidak akan meninggalkan tempat yang maha suci sampai setiap perkara ditentukan.
Tanpa berusaha untuk menjelaskan peristiwa yang digambarkan dalam pernyataan Early Writings, hal. 36, maka kita hanya akan mencari tahu mengenai apakah mungkin bagi Yesus untuk “meninggalkan” tempat maha suci melihat kepada pernyataan Early Writings, untuk melaksanakan pembantaian Yeheskiel 9 sebelum masa kasihan berakhir bagi seluruh umat manusia.
Untuk memulainya, tidak ada apapun dalam perkataan “meninggalkan” itu mengandung arti suatu kesudahan dan ketetapan dari suatu keadaan atau perbuatan. Meninggalkan tempat itu sekali bukan membuatnya menghilangkan kemungkinan telah meninggalkan pada kesempatan, sebelumsebelumnya, kemudian kembali lagi. Sebab itu, dengan memikirkan logika bahasa itu sendiri, maka kenyataan bahwa Sis. White “melihat Yesus tidak akan meninggalkan tempat yang maha suci itu
8 sampai setiap perkara diputuskan”, bukan mengatakan bahwa Ia tidak mungkin pernah meninggalkan tempat yang maha suci itu sebelumnya, lalu dengan demikian Ia tidak dapat meninggalkannya untuk melaksanakan pembantaian Yeheskiel 9 dalam sidang.
Akan tetapi, kita tidak perlu berlandaskan pendapat semata-mata kepada logika. Alkitab mengandung banyak bukti tentang kenyataan bahwa Yesus akan tinggal di tengah-tengah umat- Nya pada sesuatu waktu sebelum setiap perkara diputuskan. Marilah kita kutip Zakharia 2 : 10, 11 — “Bersorak-sorak dan bersukarialah, hai puteri Sion, sebab sesungguhnya, Aku datang, dan Aku akan tinggal di tengah-tengahmu, demikianlah firman Tuhan. Dan banyak bangsa akan bergabung kepada Tuhan pada waktu itu, lalu mereka akan menjadi umat-Ku.”
Ayat 11 membuktikan bahwa pada “hari itu” yaitu pada waktu Ia itu datang dan tinggal di tengah-tengah Sion, “banyak bangsa akan bergabung kepada Tuhan”, maka setiap orang MAHK, harus mengetahui bahwa tidak akan ada bangsa-bangsa bergabung kepada Tuhan setelah masa kasihan berakhir.
Tambahan pula, dalam Yesaya 66 : 15, terbaca, “Sebab sesungguhnya, Tuhan akan datang dengan api, dan dengan kereta-kereta-Nya yang seperti angin puting beliung, untuk melampiaskan murka-Nya dengan geram, dan pembalasan-Nya dengan nyala api”, (ayat 16) “karena dengan api dan dengan pedang-Nya Tuhan akan memutuskan hukuman atas segala manusia : maka besarlah kelak bilangan segala orang yang dibunuh Tuhan”, kita saksikan bahwa pada waktu Ia datang dengan api, adalah untuk “memutuskan hukuman” terhadap segala manusia, yang membuktikan masa kasihan masih sedang berlangsung, karena setelah masa kasihan berakhir maka Allah tidak lagi memutuskan hukum terhadap manusia.
84Lebih jauh, Yesaya 66 : 20 membuktikan bahwa pada waktu tersebut selama Tuhan mengadakan pelaksanaan hukuman ini terhadap segala manusia maka “banyak bangsa” -- “semua saudaramu” -- akan bergabung kepada Tuhan. Demikianlah, “pada hari itu”, yaitu pada hari pembantaian (Yeheskiel 9; Yesaya 63; Yesaya 66), Ia “akan datang, dan … tinggal di tengah-tengah Sion.”
Oleh karena itu, jelaslah bahwa Yesus akan datang dan tinggal di tengah-tengah umat-Nya di sini di atas bumi sebelum masa kasihan berakhir, sama seperti Ia tinggal di tengah-tengah umat-Nya dalam pergerakan keluaran, sebagaimana yang digambarkan dalam Yesaya pasal 4.
Sebahagian orang telah memiliki suatu pandangan yang terlalu sempit terhadap kehadiran Allah. Mereka mengira bahwa dalam hal Yesus mengadakan pemeriksaan hukum dalam tempat kesucian Sorga, Ia harus membatasi diri-Nya tetap di sana pada setiap saat, bahkan dalam hal-hal penting Ia tidak dapat meninggalkan bilik maha suci itu untuk mengerjakan apapun yang lain sampai tugas perantaraan-Nya selesai.
Keberangkatan Kristus meninggalkan tempat suci, untuk melaksanakan pemeriksaan hukum, adalah merupakan kedatangan-Nya yang kedua kali secara kelihatan; sedangkan pada peristiwa Yeheskiel 9 dan Zakharia 2 : 9 – 11 adalah kedatangan-Nya secara tidak kelihatan.
PEMBAHARUAN KESEHATAN
Pertanyaan : “Bagaimana pendirian kita tentang pembaharuan kesehatan? Apakah kita masih membedakan tanpa syarat penggunakan susu yang sudah disterilkan dari kuman?”
Jawab : Pendirian kita mengenai pembaharuan kesehatan adalah dengan mempersiapkan kedua kaki kita kuat-kuat lalu melangkah maju ke depan. Akan tetapi, untuk melaksanakan langkah maju ini bukan berarti untuk berjanji melakukan peraturan-peraturan yang keras. Sebaliknya, hal itu adalah untuk menganjurkan pengertian umum dan sikap tidak berlebih-lebihan, bukan berjalan di luar apa yang sudah diungkapkan Ilahi.
Tulisan-tulisan khusus yang ditentang oleh Roh Nubuat mengandung kesaksian yang positif; seperti memakan makanan yang sifatnya merusak karena telah dicampur dengan bahan yang lain, makanan yang tidak mengandung gizi, dan makanan yang tidak mengandung mineral; dan semua praktek-praktek yang tidak sehat, kepada kita diharap supaya dihindarkan. Tetapi janganlah kita mengambil pendirian bahwa susu tidak dapat digunakan. Sebahagian dari antara kita memang tidak meminum susu lagi, tetapi janganlah menganjurkan bahwa susu tidak digunakan lagi. Adalah kebodohan untuk memaksakan pembaharuan pada waktu sebahagian besar orang masih menggunakan kopi, teh, cuka, rempah-rempah, mentega, kue-kue kering yang banyak campurannya, biji-bijian yang sudah tidak mengandung gizi, dan lain-lain. Hal ini benar-benar mencoba untuk melompat ke puncak sebuah tangga sementara tertekan ke bawah oleh muatan-muatan berat dari perbuatanperbuatan yang salah, gantinya mendaki dari bawah sambil melepaskan beban-beban satu per satu hingga akhirnya sampai ke puncak, yang dilakukan dari pembaharuan kesehatan yang lebih baik seperti yang digambarkan dalam mimpi berikut.
“Ketika saya di Battle Creek pada bulan Agustus 1868, saya bermimpi ada sekumpulan besar orang banyak. Sebahagian dari kumpulan ini mulai bersiap-siap untuk mengadakan perjalanan. Kami masuk ke dalam gerbong-gerbong yang bermuatan sangat penuh. Sementara kami dalam 85 perjalanan, tampaknya jalan yang kami lalui itu mendaki. Pada salah satu sisi jalan ini ada sebuah tebing yang sangat curam; dan pada sisi yang lainnya, terdapat tembok putih, yang tinggi dan licin, sama seperti kamar-kamar yang diplester dengan baik-baik.
“Pada waktu kami terus berjalan, jalan itu semakin sempit dan curam. Sehingga kami menarik kesimpulan bahwa kami tidak dapat meneruskan perjalanan dengan gerbong-gerbong yang penuh itu. Maka kemudian kami meninggalkannya, mengambil sebahagian barang-barang dari gerbong itu dan menaruhnya di atas kuda-kuda, lalu kami meneruskan perjalanan dengan naik kuda.
“Sementara kami lebih jauh berjalan, jalan itu masih terus bertambah sempit. Sehingga kami harus lebih rapat ke tembok itu, untuk menjaga supaya kami jangan jatuh dari jalan yang sempit ke dalam jurang yang dalam. Pada waktu kami melakukan hal ini, barang-barang di atas kuda membentur tembok dan kami tergoyang hendak jatuh ke dalam jurang. Kami ketakutan kalau-kalau kami jatuh, dan hancur berkeping-keping ke atas batu. Kemudian kami membuang barang-barang dari atas kuda lalu membuangnya ke dalam jurang itu. Kami meneruskan perjalanan, dengan penuh ketakutan, dan
9 pada waktu kami sampai ke tempat-tempat yang lebih sempit pada jalan itu, maka kami akan kehilangan keseimbangan, lalu jatuh. Maka pada saat yang sedemikian itu, ada suatu tangan yang tak kelihatan mengambil kekang kuda itu, dan menuntun kami di jalan yang penuh dengan bahaya itu.
“Karena jalan itu terus bertambah sempit, kami memutuskan bahwa kami tidak dapat berjalan lebih lama lagi dengan selamat di atas punggung kuda, lalu kami meninggalkan kuda-kuda itu dan berjalan dengan jalan kaki, dalam satu barisan, yang seorang mengikuti seorang selangkah demi selangkah. Pada ujung jalan itu tali-tali yang kecil telah diletakkan dari puncak dinding putih yang bersih; dengan keinginan yang sangat besar, kami menggenggam tali-tali itu, dengan maksud untuk mempertahankan keseimbangan kami pada jalan itu. Sementara kami berjalan, tali itu bergerak bersama kami. Jalan akhirnya menjadi sangat sempit sehingga kami memutuskan bahwa kami dapat berjalan dengan lebih aman tanpa menggunakan sepatu; demikianlah kami melepaskan sepatu-sepatu kami, dan meneruskan perjalanan tanpa menggunakan sepatu. Segera setelah itu diputuskan bahwa kami dapat berjalan dengan lebih aman tanpa menggunakan kaos kaki; kaos kami dilepaskan dan kami menempuhnya dengan kaki telanjang.
“Kemudian kami memikirkan orang-orang yang tidak membiasakan hidup mereka dalam penderitaan dan kesukaran. Dimanakah mereka itu sekarang? Mereka tidak berada dalam rombongan itu. Dalam setiap kesempatan, sebahagian orang telah tertinggal di belakang, dan hanya orang-orang yang bertahan yang kebiasaan hidup mereka adalah menanggung penderitaan. Kesukaran-kesukaran di jalan ini hanya membuat orang-orang ini lebih besar kerinduannya untuk sampai di akhir perjalanan.
“Bahaya kejatuhan kita dari jalan itu meningkat. Kami begitu rapat dengan tembok putih itu, namun kami tidak dapat menginjakkan kaki kami sepenuhnya pada jalan itu, oleh karena ia itu terlalu sempit. Kemudian kami menggantungkan hampir seluruh berat badan kami di atas tali-tali itu, sambil berseru, kami memiliki pegangan dari atas! Kami memiliki pegangan dari atas! Kata-kata yang sama telah diucapkan oleh semua rombongan di jalan yang sempit itu. Karena mendengar suara-suara kegembiraan dan sukaria yang gaduh yang tampaknya datang dari jurang terjal yang dalam sekali di bawah, maka kami bergetar ketakutan. Kami mendengar kesia-siaan duniawi, senda gurau yang kasar dan rendah, nyanyian-nyanyian yang keji. Kami mendengar lagu peperangan dan musik dansa. Kami mendengar musik instrumen, gelak tawa yang keras, bercampur dengan makian dan tangisan dari penderitaan yang berat dan ratapan yang pahit sehingga membuat kami makin gelisah daripada 86 sebelumnya untuk berjalan pada jalan yang sempit, dan sukar itu. Begitu banyak kesempatan dimana kami menanggungkan seluruh berat badan kami pada tali-tali, yang bertambah besar ukurannya seiring kemajuannya.
“Saya melihat bahwa dinding putih yang indah itu telah ternoda dengan darah, ia itu menyebabkan suatu perasaan menyesal karena melihat dinding yang sedemikian itu. Tetapi, perasaan ini berakhir dalam sekejap karena saya segera berpikir bahwa hal itu yang seharusnya terjadi. Orangorang yang menyusul kemudian akan mengetahui bahwa orang-orang lain telah melewati jalan sempit dan sulit tersebut sebelumnya, dan akan menarik kesimpulan bahwa yang lain mampu meneruskan perjalanan, mereka mampu melakukan hal yang sama. Dan karena darah ditekan keluar dari kaki yang sakit, mereka tidak akan lelah karena kekecewaan; tetapi, dengan melihat darah pada dinding itu, maka mereka akan tahu bahwa orang-orang lain telah mengalami penderitaan yang sama.
“Akhirnya kami sampai ke sebuah jurang yang besar, yang terletak di ujung jalan yang kami lalui itu. Sekarang tidak ada yang menuntun, dan tidak ada tempat atas mana kaki kami dapat bertumpu. Seluruh nasib kami harus digantungkan kepada tali-tali, yang ukurannya bertambah besar sampai sama dengan tubuh kami. Di tempat ini untuk sesaat kami bertambah bingung dan bertambah susah. Dengan penuh rasa takut kami berbisik, ‘Pada apakah tali-tali itu dikaitkan?’ Suamiku tepat berada di depan saya. Tetesan-tetesan keringatnya yang besar sedang mengalir dari keningnya, tekanan pembuluh darah besar pada leher dan pelipisnya bertambah dua kali dari biasanya, dan rintihanrintihan penderitaan keluar dari bibirnya. Keringat sedang bercucuran dari wajah saya, saya merasa kesedihan yang sangat mendalam dimana saya tidak pernah merasakan sebelumnya. Suatu perjuangan hebat ada di hadapan kami. Jika kami gagal di tempat ini, maka semua kesukaran yang telah kami alami selama dalam perjalanan akan sia-sia.
“Di depan kami, pada sisi lain dari jurang itu, terbentang padang rumput hijau yang indah, tingginya 6 inci. Matahari tidak ada saya lihat, tetapi keadaannya cemerlang, karena sinar-sinar terang yang lembut, yang mirip seperti emas dan perak, memancar ke atas padang rumput ini. Tidak ada apapun di atas bumi pernah saya lihat yang dapat disamakan dengan keindahan serta kemuliaannya. Tetapi dapatkah kami sampai di sana? Inilah pertanyaan yang mencemaskan kami. Jika putus tali itu, kami pasti binasa. Sekali lagi, kami bertanya dalam hati, dengan menarik napas, ‘apakah yang memegang tali itu?’ Untuk sesaat kami ragu untuk melanjutkan perjalanan lalu kami berseru, ‘Satusatunya harapan kami adalah percaya sepenuhnya pada tali tersebut.’ Tali tersebut telah menjadi tumpuan sepanjang jalan yang sukar. Tali itu akan gagal sekarang. Tetapi kami masih saja bimbang dan merasa susah. Lalu ada kata-kata yang diucapkan, ‘Allahlah yang memegang tali itu. Kita tidak perlu takut.’ Kemudian kata-kata ini diulangi oleh rombongan orang-orang yang berada di belakang kami, ‘Sekarang Ia tidak akan membiarkan kita gagal. Dialah yang menuntun kita sedemikian jauh dengan selamat.’
“Kemudian suami saya mengayunkan dirinya di atas jurang yang dalam itu ke seberang dimana padang rumput yang indah itu terhampar. Dan aku segera mengikutinya. Lalu oh, betapa lega hati dan perasaan syukur kepada Allah yang kami rasakan! Saya mendengar suara-suara muncul dalam kemenangan untuk memuji Allah. Saya merasa bahagia, bahagia secara sempurna.
“Saya terbangun, lalu menyadari bahwa sejak saya mengalami kesusahan melewati jalan yang sukar itu, tampaknya setiap saraf dan tubuhku bergetar. Mimpi ini tidak memerlukan ulasan. Mimpi itu telah meninggalkan suatu kesan pada pikiran saya bahwa mungkin setiap hal yang terdapat 87 di dalamnya akan menjadi suatu gambaran hidup sementara ingatanku terus berjalan.” -- Testimonies
10
Jadi kamu sudah dapat melihat bahwa seluruh masalah itu adalah merupakan masalah pribadi. Jika kita menetapkan untuk menjaga langkah kita bersama-sama dengan Allah, maka Ia akan menyatakan pembaharuan-pembaharuan yang Ia ingin kita buat dalam kehidupan kita dan kapan semuanya itu dijalankan. Oleh sebab itu, kami tidak akan menganjurkan kepada kamu untuk menghentikan pemakaian susu hingga kamu benar-benar yakin bahwa Tuhan ingin kamu melakukan demikian.
Pertanyaan : “Mengapa rombongan besar Wahyu 7 : 9 dikatakan tidak terhitung jumlahnya, padahal dalam Zakharia 13 : 8 mengatakan bahwa rombongan orang yang selamat adalah sepertiga bagian, yaitu suatu bagian yang dapat dihitung? Tolong hal ini dijelaskan.”
Jawab : Mengenai rombongan orang banyak itu dikatakan demikian, “tidak seorang pun dapat menghitungnya”, akan tetapi hal itu bukan berarti bahwa Allah tidak dapat menghitungnya. Hal itu sama dengan bala tentara yang terdapat dalam Zakharia 13 : 8. Allah telah menghitung mereka, meskipun jumlah yang tepat tidak diberitahukan kepada manusia sebagaimana halnya mengenai
Dalam Code yang kami terbitkan bulan Desember terdapat undangan dari Sis. Palmer sebagai berikut : “Kami datang ke tempat ini pada pertengahan bulan Oktober dan kami merasa senang untuk bertemu dengan setiap anggota Tongkat Gembala jika ada yang tinggal di sekitar tempat ini”, namun kami lupa untuk menuliskan alamatnya pada Code tersebut, yaitu C.C.C 762, Red Cloud, Nebraska.
HAL YANG SANGAT PENTING
Karena tidak memperhatikan beberapa peraturan penting, maka banyak surat telah kesasar dan tidak pernah sampai ke kantor. Alamat kami yang benar telah diberitahukan pada waktu yang lampau, tetapi sebahagian orang tidak memperhatikannya. Tolong sampaikan alamat kantor ini kepada setiap anggota dalam cara sebagai berikut :
The Universal Publishing Assn.
Station K, Box 68
Los Angeles, California
Nama Pribadi
Jangan masukkan uang dalam surat-surat biasa. Tetapi kirimkanlah melalui pos wesel atau melalui cek bank. Pastikanlah bahwa alamat pengirim sudah dituliskan pada semua surat.
Karena semua peraturan ini telah tidak diperhatikan, maka hal itu telah menimbulkan kekacauan, sebab kami harus mencetaknya sekali lagi, maka kepada setiap orang kami mohon dengan sangat agar menulis surat ke kantor ini dengan menggunakan alamat yang sudah diberikan.
88Dana untuk buku-buku kita yang diberikan dengan cuma-cuma, yang dikumpul dari semua persembahan sukarela, telah menutupi kira-kira separuh lebih daripada semua biaya yang diperlukan. Oleh karena itu, kepada kita diharapkan agar mengingatkan semua teman dalam kebenaran masa kini akan kebutuhan dari usaha yang mulia ini.
Semua sumbangan untuk Symbolic Code sampai sekarang hanya menutupi separuh dari biaya yang kita gunakan untuk menyediakan buku itu sendiri.
Persekutuan doa yang kita tetapkan pada hari Jumat petang (jam 5 sore waktu bagian Pasifik; jam 6 sore waktu bagian Mountain; jam 7 sore waktu bagian Sentral; jam 8 malam waktu bagian timur) hendaknya dilaksanakan dengan setia demi keselamatan semua saudara kita yang berada dalam kegelapan karena tidak mengetahui kebenaran masa kini.
Setiap anggota MAHK, yang ingin menerima kiriman “Symbolic Code” secara berkala dengan tanpa membayar, tolong mengisi formulir di bawah ini.
Tolong cantumkan nama saya pada daftar pengiriman tetap saudara, untuk majalah bulanan “Symbolic Code”
The Universal Publishing Assn.
Symbolic Code Dept. Station K, Box 68
Los Angeles, California 11
89POKOK-POKOK BERITA
Los Angeles, California
Untuk Kepentingan Sidang MAHK
SEPUCUK SURAT KEPADA “AMMI” DAN
“RUHAMMAH” DEMI KEPENTINGAN “IBU”
“Ingatlah ini, hai anak Yakub, sebab engkaulah hai Israel : karena engkau adalah hamba-Ku, Aku telah menjadikan engkau, engkau adalah hamba-Ku : hai Israel, Aku tidak akan melupakan engkau.” (Yesaya 44 : 21).
Begitu banyaknya surat-surat dan pertanyaan-pertanyaan, yang datang dari setiap ladang penginjilan menambah banyak pekerjaan tambahan kepada tugas-tugas rutin yg telah ada, sehingga tidak mungkin bagi kami untuk mengadakan surat menyurat dengan cepat tentang segala yang berkaitan dengan “Tongkat Gembala” itu. Kami telah mencoba untuk menanggapi sebagian besar surat-surat penting dan juga surat-surat yang menginginkan jawaban secara pribadi; dan untuk surat-surat yang lain kami kira dapat dijawab dalam sebuah surat jawaban umum.
“Pada bulan Desember tahun 1930, “Tongkat Gembala” Jilid 1 keluar dari percetakan. Sejak saat itu kami memperoleh bimbingan Allah, lalu mencoba untuk mengirimkan satu atau lebih kepada setiap gereja MAHK di seluruh dunia. Di samping pengiriman ini, kami juga telah mengirimkan beratus-ratus buku kepada para pendeta-pendeta dan para pengerja-pengerja di Conference, dan juga tetap mengirimkan surat-surat kepada anggota-anggota dari setiap bagian Uni dan beberapa negara di luar negeri, tetapi tanggapan yang kami terima tidak sepadan dengan usaha yang dilakukan untuk mengamarkan sidang tentang bencana yang segera akan datang. Sebuah pedang yang berlumuran darah sedang tergantung di atas gereja-gereja yang ternyata menuntut pelayanan kita yang sepenuhnya. Satu pandangan yang jelas akan keperluan suatu pembaharuan secara menyeluruh sebagaimana yang ditampilkan dalam “Tongkat Gembala” harus ditunjukkan oleh setiap orang yang percaya pada “Pekabaran Malaikat yang Ketiga.” Melalaikan pertobatan dan pembangunan rohani membuat hati kami menjadi sedih. Walaupun sebahagian orang mungkin ragu terhadap bahaya yang akan datang, namun tidak boleh ada kelalaian pada pihak sidang Allah untuk menyingkirkan dosa setiap waktu. Tuhan sedang berbicara kepada kita : apakah kita tidak mau mengindahkan suara- Nya? Tidakkah kita mau menyalakan lampu-lampu kita lalu bertindak seperti orang-orang yang sedang 90 menunggu kedatangan Tuhan mereka? Saat ini waktunya untuk dipanggil membawakan terang dan bertindak bagi terang.
Dengan hati yang tulus kami meminta kepada saudara dan saudari yang percaya dalam pekabaran itu, rendahkanlah hati serta berdoalah dengan sungguh bagi umat Allah yang kekasih, dan biarlah doa kita disertai dengan iman, percaya kepada Allah untuk memberkati usaha-usaha kita. Perhatian terbesar dari setiap orang percaya seharusnya adalah beban tanggungan karena keselamatan kawanan domba. Oleh sebab itu kita harus melakukan suatu usaha tenaga pikiran yang tidak dapat dihalangi untuk menyampaikan pekabaran kepada mereka.
Sebahagian dari antara saudara-saudara kita ingin mengetahui kedudukan yang kita pegang dalam pekabaran “Tongkat Gembala”. Pertanyaannya adalah, Apakah kita mengijinkan kesalahan di dalamnya atau kita harus berpegang bahwa semua tulisan yang terdapat dalam “Tongkat” itu tidak boleh dipertanyakan? Jawaban kami adalah sebagai berikut : Pemeriksaan yang teliti telah membuktikan bahwa kebenaran tidak pernah muncul oleh kuasa dan kepintaran manusia pada zaman mana pun, tetapi adalah oleh Roh Allah melalui hamba-hamba-Nya yang Ia pilih sendiri. Yesus berkata, “Apabila Roh itu datang, maka Ia akan memimpin kamu kepada SEMUA kebenaran”. Jika kita mau percaya kata-kata Guru itu, maka kita harus menyimpulkan bahwa “Tongkat” berisikan SEMUA kebenaran atau sama sekali TIDAK ADA kebenaran di dalamnya. Maka, jika kita sudah mengakui satu kebenaran yang diungkapkan oleh “Tongkat” itu, kita harus menerima SEMUAnya. Jika Allah telah mampu membimbing hamba-hamba-Nya pada masa lampau kepada SEMUA kebenaran, maka Ia juga mampu membimbingnya sekarang. Oleh sebab itu, kita mengambil pendirian bahwa pekabaran dalam “Tongkat” itu adalah bebas dari kekeliruan sepanjang menyangkut pokok- pokok pikiran yang dibicarakan.
Kami telah menerima banyak surat-surat yang menyenangkan dan membesarkan hati dari setiap bagian ladang penginjilan baik itu dari dalam maupun dari luar negeri. Banyak orang yang menganggap telah melaksanakan tugas yang diberikan Allah untuk mengamarkan umat kita akan bahayanya mengirimkan satu buku dari Tongkat Gembala itu kepada teman mereka masing-masing; dan membagi-bagikan tulisan-tulisan kami secara cuma-cuma, belajar dengan orang-orang lain, menjual buku-buku itu; dan mengirimkan nama-nama. Beberapa pendeta setempat telah menyambut pekabaran itu serta menyampaikannya kepada seluruh sidang dengan hasil yang baik. Walaupun sambutan tidak seimbang dengan usaha yang dilaksanakan, seperti yang dijelaskan sebelumnya, namun Allah telah memiliki Daniel-Daniel, Sadrakh-Sadrakh, Mesakh-Mesakh, dan Abednego-Abednego, dan Gideon- Gideon, yang sedang menunggu panggilan dimana-mana. Allah memiliki hamba-hamba yang setia yang dalam masa pengguncangan, masa pencobaan akan muncul keluar. Ada orang-orang mulia tersembunyi dan yang tidak mau menyembah kepada Baal.” -- Testimonies Jilid 5, hal. 80. 1
Kita dihadapkan dengan penentang dari Conference-Conference kita, yang sedang mencoba menutupi pekabaran dan menghancurkan pekerjaan pembaharuan. Mereka berbicara menentang terbitan-terbitan itu, namun tidak sekali pun mereka membuka halaman-halamannya dan berhasil menyangkal isinya satupun. Alasan mereka adalah tidak punya waktu dari waktu mereka yang berharga untuk mengadakan penyelidikan terhadap terang baru itu. Hanya ejekan saja yang kami dengar. Perdebatan pada pengertian langsung akan hal-hal yang kecil tidak akan merubah pekabaran yang terdapat dalam “Tongkat” selama pelajaran-pelajaran itu tidak dapat disangkal. Pokok pelajaran yang terdapat dalam “Tongkat” itu adalah mengenai “144.000 beserta satu panggilan untuk pembaharuan”, berdasarkan Wahyu pasal 7; Yeheskiel pasal 9; Yesaya pasal 63; pasal 66 : 16, 19, 20, 91 dan oleh karena mereka tidak dapat menyangkal satupun dari antaranya, maka hal itu membuktikan bahwa pekabaran ini adalah benar. Banyak dari anggota sedang meminta penjelasan-penjelasan dari pekabaran “Tongkat Gembala” itu, tetapi karena pihak kependetaan tidak dapat memberikan jawaban yang memuaskan kepada mereka, maka banyak orang yang berusaha menyelidiki kebenaran itu bagi mereka sendiri. Demikianlah pekabaran itu sedang menyebar kemana-mana, dengan keyakinan bahwa pembaharuan itu akan terjadi.
Laporan-laporan yang mengatakan bahwa gerakan Tongkat Gembala itu telah berakhir di selatan dan juga di tempat-tempat lain adalah bohong dan menunjukkan fakta-fakta yang menyedihkan bahwa “malaikat” orang-orang Laodikea sedang bertambah kepanikkannya karena menyadari kedudukannya semakin tidak aman, dan yang karena itu dalam keputus-asaan sedang mencoba apa saja dan segala sesuatu untuk berusaha membebaskan dirinya dari kehancuran yang akan datang.
Kami telah cukup melihat dan mendengar, untuk mengetahui bahwa banyak dari kependetaan yang yakin terhadap kebenaran dari pekabaran “Tongkat” itu, tetapi tidak berani secara terangterangan untuk mengakui keyakinan mereka atau menetapkan pendirian mereka.
Dalam setiap kesempatan para pemimpin itu telah memecat orang-orang yang tulus hati, namun hal itu tidak menghalangi pengaruh dari kebenaran itu. Sesungguhnya, usaha untuk menakutnakuti orang banyak agar jangan mempelajari pekabaran dan bertindak dalam jalur pembaharuan hanyalah menghasilkan kebalikannya saja. Sekali lagi kami menghimbau kepada umat kita agar tetap setia kepada Allah lalu sepenuhnya mematuhi segala perintah dalam setiap gerakan yang mereka lakukan. Tidak akan ada hasil yang dapat diperoleh dalam pekerjaan Allah jika kita menggunakan kebijaksanaan kita lepas dari kehendak-Nya.
Biarlah setiap orang tetap tinggal pada tempatnya bertugas seolah-seolah pekerjaan Allah dibebankan pada pundaknya. Allah telah mengamarkan terlebih dahulu supaya setiap orang harus tetap tinggal di dalam sidang dimana ia berada, tanpa menghiraukan apapun yang mungkin terjadi kepada keanggotaannya yang ada di dalam sidangnya. Bukanlah nama-nama kita yang tertulis dalam buku-buku sidang yang akan menyelamatkan kita, tetapi adalah penurutan kepada kebenaran. Petunjukpetunjuk selengkapnya telah diberikan dalam buku Tongkat Gembala Jilid 1 halaman 28 – 29, juga halaman 245 – 252; Traktat 2, hal. 45. Hendaklah setiap orang bercita-cita untuk menjadi salah satu dari mereka yang 144.000 itu dengan cara menyelidiki semua pelajaran yang diberikan secara cermat, maka segala rintangan yang sekarang ditegakkan untuk melawan kebenaran itu akan rebah ke tanah seperti tembok-tembok Yeriko. Tuhan “akan tampil” bagi “kesukaan kita” dan semua orang yang mengucilkan kita “akan menderita malu.” (Yesaya 66 : 5).
Roh Nubuat telah melihat jauh ke depan sampai zaman ini serta berkata : “Allah akan menggunakan segala cara dan sarana oleh mana semuanya itu akan terlihat bahwa Ia sedang memegang pemerintahan di dalam tangan-Nya sendiri. Para pengerja akan terheran-heran oleh cara-cara yang Ia gunakan untuk menyampaikan dan menyempurnakan pekerjaan pembenaran-Nya.” -- Testimonies to Ministers, hal. 300.
Kami menyesal karena kami harus berbicara mengenai tindakan-tindakan yang dilakukan oleh sebahagian dari saudara-saudara kita, tetapi tugas kami adalah untuk melindungi umat Allah dan kebenaran-Nya. Oleh sebab itu, kami diharuskan untuk menyampaikan keterangan-keterangan berikut demi kepentingan mereka yang ingin mempelajari serta menyelidiki bagi diri mereka sendiri dari pada 92 menerima keputusan-keputusan yang dibuat oleh orang-orang lain.
Roh Allah mengatakan : “Orang-orang yang tidak biasa menyelidiki Alkitab bagi mereka sendiri, atau mempertimbangkan bukti, telah menaruh kepercayaan kepada para pemimpin, lalu menerima saja keputusan-keputusan yang mereka buat; dan dengan demikian banyak orang akan menolak setiap pekabaran yang Allah sampaikan kepada umat-Nya, jika saudara-saudara pemimpin ini tidak menerimanya.” -- Testimonies to Ministers, hal. 106 - 107. “Berhentilah berharap kepada manusia, yang napas hidupnya berada dalam lubang hidungnya : karena dengan apakah ia dapat diperhitungkan?” (Yesaya 2 : 22.) “Demikianlah firman Tuhan; Terkutuklah orang yang menaruh harap pada manusia, lalu menjadikan daging sebagai pegangannya, dan yang hatinya menjauh dari Tuhan.” (Yeremia 17 : 5).
Berita-berita yang disiarkan di kalangan saudara-saudari dalam sidang ataupun Conference, baik itu dalam ladang pekerjaan di dalam negeri maupun di luar negeri, yang mengatakan bahwa penulis buku “Tongkat Gembala” itu bukanlah orang Masehi Advent Hari Ketujuh, adalah merupakan suatu kebohongan yang paling menyesatkan. Saya telah menerima baik dan memiliki pendirian yang tetap, seseorang penganut kebenaran Advent dan mematuhi semua petunjuknya tanpa terkecuali, dari sejak saya pertama sekali menerima kebenaran itu sampai sekarang. Mereka yang telah membaca buku “Tongkat Gembala” itu akan menghargai kenyataan bahwa apa yang telah saya nyatakan itu adalah benar. Pada waktu pekabaran “Tongkat Gembala” itu tiba, saya adalah seorang anggota dan seorang pegawai dalam salah satu gereja kita. Adalah sewaktu buku telah ditulis nama saya dicoret dari buku-buku sidang oleh majelis sidang dengan hanya disetujui oleh dua orang anggota biasa dari sebanyak 200 jumlah anggota; dan pada waktu itu ketua Conference mengatakan kepada saya : “Saya telah mencoret namamu dari buku sidang sehingga saya dapat memberitahukan kepada semua gereja bahwa buku itu bukan ditulis oleh seorang anggota Masehi Advent Hari Ketujuh.” 2
Meskipun saudara-saudara kita itu mengira bahwa sekarang saya bukan lagi seorang anggota Masehi Advent Hari Ketujuh, karena mereka tidak peduli dan mencabut hak saya sebagai anggota (secara tidak sah), tetapi bagaimanakah mereka berani mengatakan bahwa “Tongkat Gembala” itu bukan ditulis oleh seorang anggota Masehi Advent Hari Ketujuh pada waktu nama saya masih tercantum dalam buku sidang sewaktu “Tongkat” itu ditulis? Dan bahkan sampai sekarang kapan saja ada waktu, saya masih menghadiri kebaktian di gereja dimana saya memperoleh keanggotaan pada waktu pekabaran itu saya terima, maka begitu pulalah halnya dengan orang-orang yang telah berhubungan dengan pekabaran Tongkat Gembala itu.
Saya ulangi untuk mengatakan, bukanlah nama-nama kita yang tercantum dalam buku sidang yang membuat kita menjadi seorang anggota Masehi Advent Hari Ketujuh yang benar, melainkan oleh mematuhi kebenaran itu sendiri. Jika hanya cara yang mungkin yang dapat dicerminkan saudarasaudara atas pekabaran itu dengan cara memalsukan semua kenyataan, maka lebih baik mereka meninggalkan tanggung jawab untuk membela kebenaran dan menyerahkan sepenuhnya kepada Allah, Yang mampu melindungi umat-Nya melalui KEBENARAN gantinya kepalsuan.
Kami sangat berharap mendengarkan dari setiap anggota Masehi Advent Hari Ketujuh yang sejati. Tolong tuliskan dan beritahukan kepada kami semua keterangan yang dapat membantu pekerjaan ini. Kita harus bekerja sama untuk menyebarkan pekabaran itu selekas mungkin, karena waktunya lebih singkat daripada yang kita pikirkan. Kami berjanji untuk dapat membantu saudara dengan setiap cara yang mungkin.
93Kami berharap untuk mendengarkan berita dari semua saudara yang belum mengatakan pandangan mereka mengenai pekabaran itu.
“Maka sekarang pun dengarlah olehmu, hai Israel, akan segala hukum dan peraturan-peraturan yang telah Aku ajarkan kepadamu, supaya kamu melakukannya, sehingga engkau hidup, lalu masuk serta mewarisi tanah yang Tuhan Allah berikan kepada nenek moyangmu.” (Ulangan 4 : 1)
Hormat dari saudaramu yang menyampaikan suatu permohonan yang sungguh kepada “ibu.”
PANGGILAN LAIN BAGI PARA PENGERJA
Saudara yang kekasih :
Hanya sedikit kabar dari rombongan kecil kami. Ada tujuh orang yang telah mengambil pendirian untuk memihak kepada kebenaran sekarang yang terdapat dalam Tongkat Gembala, yang kami dapati selaras dengan Alkitab dan Roh Nubuat, dan untuk mana kami sangat berbahagia dan bergembira. Sekarang kami meminta seseorang agar datang mengajarkan kepada kami lebih banyak tentang pekabaran itu, supaya kami dapat bekerja lebih baik bagi kemuliaan Allah dan bagi kemajuan pekerjaan-Nya.
(Tertanda) W. R. Young
“Tuaian memang banyak, tetapi para pekerja sedikit : karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian itu, supaya Ia mau mengutus pekerja-pekerja ke dalam penuaian itu.” (Matius
“Waktunya sangat singkat. Para pengerja bagi Kristus diperlukan dimana-mana. Seharusnya ada seratus orang yang bersungguh-sungguh, yaitu pengerja-pengerja yang setia yang bekerja pada ladang penginjilan baik itu di dalam maupun di luar negeri dimana sekarang baru ada satu. Jalanjalan raya dan jalan-jalan kecil belum didatangi. Panggilan yang sangat mendesak harus disampaikan kepada orang-orang yang sekarang seharusnya bergabung kepada pekerjaan injil bagi Tuan pengerja itu.
“Tuhan memanggil para pengerja sukarela yang mau berdiri teguh di pihak-Nya, dan yang mau berjanji setia untuk mempersatukan diri mereka dengan Yesus Orang Nazareth itu untuk mengerjakan pekerjaan yang perlu dilaksanakan sekarang, sekaranglah waktunya yang tepat.” F.C.E,
“Kamu ... dari Allah yang hidup ... jika kamu mau pergi melaksanakan pekerjaan Kristus, maka malaikat-malaikat Allah akan membuka jalan di hadapan kamu … Adakah kamu bekerja secara pribadi bersama-sama dengan Allah?” Jika tidak, apa sebabnya? Kapankah kamu mau bersungguh-sungguh untuk melaksanakan janjimu untuk melakukan pekerjaan pilihan surga? - - Testimonies, Jilid 6, hal. 438.
“Ia menghendaki kamu pergi kepada jemaat-jemaat kita untuk bekerja dengan bersungguhsungguh bagi-Nya.” -- Testimonies, Jilid 9, hal. 107.
94“Kata-kata Kristus itu diperuntukkan bagi sidang : “Mengapa kamu berdiri di sini menganggur sepanjang hari?” Mengapa kamu tidak bekerja untuk memberikan kemampuanmu dalam kebun anggur- Nya? Berulang-ulang Ia telah menawarkan kepadamu, Pergilah juga kamu ke dalam kebun anggur- Ku, maka apapun yang pantas akan kamu terima. Tetapi panggilan kemurahan surga ini telah diabaikan oleh sejumlah besar umat itu. Bukankah inilah saat yang mulia supaya kamu mematuhi perintahperintah Allah? Ada pekerjaan bagi setiap orang yang menyebut nama Kristus. Suara dari surga sedang memanggil dengan hikmat agar kamu melakukan tugasmu. Dengarkanlah suara ini, dan pergilah segera bekerja dalam setiap tempat, dan dengan setiap kemampuan yang ada. Mengapa kamu berdiri di sini menganggur sepanjang hari? Ada pekerjaan yang kamu harus laksanakan, -yaitu satu pekerjaan yang menuntut kemampuan yang terbaik darimu. Setiap waktu yang berharga dari kehidupan harus diserahkan kepada tugas sebagai membayar hutangmu kepada Allah dan juga kepada sesamamu manusia, maka janganlah kamu menganggur!” -- Testimonies, Jilid. 5, hal. 203 – 204.
3
PERPECAHAN YANG AKAN DATANG
“Sidang di sini telah mengadakan beberapa rapat komite yang berlangsung lama karena kegiatan-kegiatan saya. Keadaan menjadi sangat serius. Mereka bilang bahwa mereka melihat adanya satu perpecahan sehingga hal itu membuat mereka takut. Ah, saya gembira ketika saya melihat sesuatu menjadi kenyataan. Allah sedang bekerja dan perpecahan akan segera terjadi. Mereka sedang mencoba mencari bukti untuk menentang saya, tetapi apapun yang mereka lakukan kepada saya, saya ingin menjadi seperti yang dikehendaki Yesus, dan berkat pertolongan-Nya saya akan menjadi seperti itu.”
(Tertanda) Ny. Anna Oswald
Houston, Texas
Walaupun merupakan suatu kesedihan yang tidak terucapkan bahwa melalui kekacauan di dalam telah menunjukkan sidang menyebabkan dirinya sendiri jatuh rebah ke tanah, namun selama hal ini memang harus terjadi, dan selama Allah masih mengatakan : “Siapakah engkau, hai gunung yang tinggi? Di depan Zerubabel engkau menjadi tanah rata”, maka kita juga “akan bersukaria akan segala sesuatu yang akan segera terjadi”, karena pada waktu kerubuhan itu Ia akan mengeluarkan batu utama dari sana, sehingga orang bersorak-sorak, bagus, bagus sekali batu itu.” (Zakharia 4 : 7.)
Walaupun “malaikat” dari “orang-orang Laodikea” telah tidak mengindahkan amaran yang penuh rahmat yang telah lama diberikan kepada mereka, namun peristiwa yang menyedihkan itu masih dapat dielakkan jika sekiranya ia mau mengindahkan panggilan sekarang yang disampaikan Allah dengan penuh rahmat.
Pada bulan September tahun 1895, hamba Tuhan menuliskan :
“KUASA UTAMA YANG TELAH DIBERIKAN
dan yang telah dikembangkan, seakan-akan keadaan telah membuat manusia menjadi dewa-dewa, membuat saya takut, dan memang harus ditakuti. Adalah merupakan satu kutuk dimana saja dan oleh siapa saja yang melakukannya. Pemujaan terhadapnya di atas apa yang diwariskan oleh Allah akan menciptakan semacam hukum manusia yang memuakkan sehingga mengakibatkan pendurhakaan. Umat itu sedang diajar bahwa orang-orang yang memegang tanggung jawab yang tinggi tak dapat 95 dipercaya untuk membentuk dan menata pikiran dan tabiat orang lain. Akibatnya akan menjadi satu kehilangan kepercayaan bahkan dalam tata kepemimpinan orang-orang setia. Tetapi Tuhan akan membangkitkan para pengerja yang dapat menyadari ketidakmampuan mereka sendiri tanpa pertolongan khusus dari Allah.” -- Testimonies to Ministers, hal. 361.
“Hukum-hukum dan peraturan-peraturan sedang dibuat pada pusat-pusat pekerjaan itu yang segera akan hancur berkeping-keping …. Jika tali-tali diikat lebih erat, jika semua peraturan dibuat diperinci, jika orang-orang terus mengikat rekan sekerjanya agar semakin akrab terjalin kepada perintah-perintah manusia, maka banyak orang akan dikendalikan oleh Roh Allah untuk meng-hancurkan setiap belenggu, lalu menyatakan kebebasan mereka dalam Yesus Kristus ...” -- Review and Herald, 23 Juli 1895.
“Tuhan akan bekerja untuk menyucikan sidang-Nya. Saya mengatakan kepadamu dalam kebenaran, bahwa Tuhan sedang akan menjungkir-balikkan semua lembaga-lembaga yang disebut dengan nama-Nya.
“Seberapa cepatkah pekerjaan pembersihan itu akan segera dimulai, saya belum dapat mengatakannya, tetapi ia itu tidak akan lama ditunda. Ia yang memegang kipas di tangan-Nya akan membersihkan kaabah-Nya dari pencemaran akhlak. Ia akan membersihkan seluruh lantai-Nya.” -- Testimonies to Ministers, hal. 373.
“Setan akan bekerja dengan berbagai mujizat untuk menipu, ia akan membangun kekuatannya sebagai kekuatan yang tertinggi. Sidang tampaknya hampir jatuh, tetapi ia tidak jatuh. Ia tetap berdiri, sementara orang-orang berdosa di Sion akan ditampi keluar. Sekam akan dipisahkan dari gandum yang berharga itu. Hal ini adalah satu ujian yang mengerikan, tetapi walaupun demikian ia itu harus terjadi. Tidak ada seorangpun kecuali mereka yang telah menang oleh darah Anak Domba itu dalam iman yang berjalan dalam terang firman dari kesaksian mereka (menyampaikan pekabaran) akan didapati setia dan benar (144.000), tanpa cacat atau noda dosa, juga tanpa ada tipu di dalam mulut mereka. Umat yang sisa yang membersihkan jiwa mereka oleh mematuhi kebenaran akan menghimpun kekuatan dari proses ujian, menunjukkan keindahan kesucian di tengah-tengah kemurtadan … Persoalan besar yang sangat dekat segera terjadi akan menyingkirkan keluar semua orang yang tidak dipilih oleh Allah, sehingga Ia akan memiliki satu dinas kependetaan yang murni, benar, dan suci, yang dipersiapkan bagi hujan akhir.” -- B-55-1886.
“Keruntuhan” itu akan datang, dan ia itu akan menjadi “satu siksaan yang mengerikan”. Maka dari itu bersedialah menyambut amaran Allah yang disampaikan kepada kita dengan penuh rahmat.
“Berkumpullah kamu bersama-sama, ya, berkumpullah kamu bersama-sama, hai bangsa yang tidak disukai; sebelum keputusan dikeluarkan, sebelum hari itu lewat bagaikan sekam, sebelum murka Tuhan yang menakutkan itu menimpa atas kamu … Carilah olehmu akan Tuhan, hai semua orang yang rendah hati di bumi, yang telah mematuhi hukum-Nya; carilah pembenaran, carilah kerendahan hati : mungkin kamu akan terlindung pada hari murka Tuhan.”
“Datanglah kamu, hai umat-Ku, masuklah kamu ke dalam bilikmu, dan tutuplah pintunya : bersembunyilah untuk sesaat lamanya, hingga murka itu berlalu. Karena sesungguhnya, Tuhan 96 akan keluar dari tempat-Nya untuk menghukum semua penduduk bumi karena kesalahan mereka : dan bumi tidak lagi menyimpan darah yang tertumpah di atasnya, dan tidak lagi menutupi orang-orang yang terbantai di sana.” (Yesaya 26 : 20, 21).
4
KETIKA PEKABARAN ITU DISAMPAIKAN
“Saya telah mempelajari dengan tekun dan dengan penuh perhatian kedua traktat yang saudara kirimkan kepada saya maka saya ingin untuk mempelajari lebih banyak kebenaran masa kini. Saya telah menetapkan dengan hati untuk menyelidiki semua pelajaran dari terang baru ini yang terdapat dalam kebenaran-kebenaran itu yang telah kami rindu ingin ketahui dan pegang. Selama 50 tahun umur saya, saya telah menjadi siswa Alkitab sejak dari masa anak-anak dan telah bekerja pada Sekolah Sabat dan sidang sebagai guru Alkitab dan sebagai pemimpin, dan saya dapat mengatakan dari apa yang saya telah pelajari dari kedua traktat yang baru saya terima dari saudara bahwa Alkitab yang belum pernah mampu saya pahami selama ini, sekarang sudah jelas seterang sinar matahari. Benar-benar saya sangat bergembira karena terang ajaib ini dan saya yakin sepenuhnya bahwa ia itu adalah kebenaran dari Allah, yaitu Pekabaran Malaikat Yang Ketiga dalam kebenarannya.”
“Beberapa tahun lamanya seorang saudara dan saya sendiri telah belajar untuk memperbaiki keadaan kami sendiri supaya kami sanggup bekerja di tengah-tengah masyarakat untuk Tuhan. Kemarin saya telah terangkan secara ringkas kepadanya tentang pekerjaan ini dan ia ingin sekali untuk mengetahui lebih banyak kebenaran-kebenaran ini.
“Saya ingin sekali untuk memperoleh buku-buku itu lagi supaya saya dapat mempelajarinya selekas mungkin. Saya tidak sabar lagi menunggu pelajaran-pelajaran dalam kebenaran sekarang, yang saya cintai ini.
Hormat saya dalam pelayanan Tuhan”,
(Tertanda) L.C. Forsythe
Wapakoneta, Ohio
Saudara Philebaum dari Hartford City, Indiana, mengirimkan kepada kami surat berikut yang ia telah terima dari saudarinya tak lama setelah ia berkunjung kepadanya, pada waktu mana ia memberitahukan pekabaran itu kepada saudarinya itu lalu memberikan beberapa traktat.
“Saya akan menulis surat kepada saudara jika saya ingin mendapatkan buku-buku Tongkat Gembala itu. Saya telah membaca traktat-traktat yang saudara berikan kepada saya dan sekarang pun saya membaca kembali bagian-bagian dari buku itu, maka saya harus mengakui bahwa semakin banyak saya membacanya semakin yakinlah saya bahwa pekabaran ini datang dari Allah, maka saya sangat ingin untuk memperoleh buku-buku itu.
“Saya membaca bahwa masa pemeteraian itu sangat singkat maka saya ingin sekali untuk mempelajari semua tentang hal itu sehingga saya dapat membantu memberikan penerangan kepada orang-orang lain.
“Bagaimanakah seseorang yang berhati tulus dapat menolong kecuali ia melihat perlunya suatu pembaharuan dalam sidang? Betapa suatu hal yang menyedihkan untuk dipikirkan bahwa ada beberapa orang dalam sidang yang tidak mau mendengarkan pekabaran itu. Saya merasakan bahwa 97 Allah telah mengangkat tangan-Nya untuk melakukan pekerjaan dengan singkat. Saya merasa takut karena Ia akan melakukan ini dan saya tidak tahu kapan semua itu berlangsung, namun saya merasa sangat gembira karena Ia telah memberitahukannya kepada saya supaya saya dapat bersiap-siap.”
ORANG-ORANG YANG DIUSIR
BERGEMBIRA DALAM BAGIAN MEREKA
“Saya mulai membaca pekabaran yang terkandung dalam Tongkat Gembala itu dengan menuntut janji yang terdapat dalam buku Yohanes 7 : 17, dan saya tidak pernah lagi lebih yakin terhadap apa saja sepanjang hidupku daripada bahwa ada satu pekabaran dari Allah untuk Israel yang murtad.
Saya telah lama merasakan perlunya suatu pembangunan dan reformasi di dalam hati saya sendiri, maka pekabaran ini telah merupakan satu terang yang bercahaya kepada diriku. Jika ia itu diindahkan, maka pekabaran itu akan menyelamatkan umat kita dari keadaan yang mematikan yang sedang ‘berkembang di gereja kita dimana-mana.’
“Saya telah menderita beberapa hal demi kepentingan kebenaran itu, karena menjadi salah satu di antara tujuh orang dalam sidang yang kami telah “diusir” pada bulan Agustus yang lalu, tetapi di dalam angin topan yang ada sekarang terdapat juga keteduhan.
“Orang-orang lain telah belajar dengan kami dan telah yakin akan kebenaran itu namun telah berbalik kepada kebiasaan-kebiasaan lama pada waktu pencobaan muncul, untuk menggenapi Matius 13 : 21. Semoga mereka sadar sebelum waktunya terlambat itulah yang menjadi doa kami.”
(Tertanda) Ethel Gilbert
Greenville, South Carolina
“Tepat kira-kira satu setengah tahun yang lalu Tongkat Gembala itu telah datang ke gereja kami dan telah menarik tujuh jiwa yang mau berpihak kepada Tuhan apabila Ia datang melaksanakan pehukuman untuk menyucikan sidang-Nya. (Yeheskiel 9; Testimonies, Jilid 5, hal. 80).
“Lima orang dari antara mereka, masing-masing hanya memiliki sedikit buku yang ditulis oleh Sis. White dan sebahagian tidak yakin akan tulisan-tulisan itu sama sekali sampai Tongkat Gembala itu menunjukkan kepada mereka betapa memang perlu memiliki buku-buku itu serta mempelajari Kesaksian-Kesaksian itu.
“Juga beberapa orang yang bekerja pada hari Sabat disamping banyak mengerjakan pekaraperkara yang lain yang tidak boleh dilakukan oleh seorang Kristen yang benar, tetapi oleh kuasa kebenaran ajaib yang terdapat dalam Tongkat Gembala itu, kami telah dapat menjauhkan hal-hal yang tidak benar itu dan sekarang bersukaria dalam kebahagiaan dan kemenangan.
Pada waktu malam tanggal 22 Desember tahun 1934, buku Yesaya 66 : 5 telah menjadikan satu suasana yang tak dapat dilupakan dalam sidang. Lima dari antara anggota-anggota yang paling setia telah “dipecat” bukan karena mereka tidak setia kepada pekabaran Malaikat Yang Ketiga, tetapi adalah karena mereka tidak mau patuh kepada General Conference!
5
98“Setelah masing-masing memberikan kesaksiannya untuk membela kebenaran, lalu pendeta itu berkata : “Pertanyaan bukanlah apakah Tongkat Gembala itu benar atau salah, tetapi apakah kamu mau benar atau tidak kepada General Conference!”
“Seorang saudara, yang belum sepenuhnya berpihak kepada pekabaran itu, setelah ia menyaksikan tindakan yang tidak jujur itu, berkata : “Jika saudara-saudara mau memecat saudarasaudara yang setia ini, maka engkau harus lakukan juga hal itu kepada saya.” Demikianlah penganiayaan yang dilakukan oleh sidang terhadap pengikut-pengikut pekabaran kebenaran sekarang.
“Melalui semua cara yang memalukan itu, kelima saudara tadi tetap tenang dan dengan roh yang teguh, dan setelah itu seorang saudara mengatakan bahwa ia belum pernah mengalami kebahagiaan dan kebebasan seperti itu sebelumnya. Peristiwa itu telah membuktikan adanya satu berkat kepada semua orang, karena sejak pemecatan itu, mereka masing-masing dituntut untuk bekerja bagi saudara-saudara yang lain, maka marilah kita berdoa agar Allah memberkati semua pengerja kita untuk menyelamatkan mereka dari kebinasaan yang akan datang.”
(Tertanda) John Berolinger
Escondido, California
ADA KUASA UNTUK PEMBAHARUAN
“Kebenaran Masa Kini dari Pekabaran Malaikat yang Ketiga (Malaikat Wahyu 18 : 1), sebagaimana yang diungkapkan dalam Tongkat Gembala, telah memenuhi jiwaku, dan kuasa Roh Kudus telah meyakinkan saya bahwa satu reformasi besar sekarang sedang berada dalam kemajuan, maka saya bersyukur kepada Allah karena pengaruh reformasi dalam kehidupan saya sendiri.
“Semoga Ia menuntun semua orang yang berhati tulus agar mereka rajin mempelajari Firman- Nya, sehingga kita dapat mencintai kebenaran sebagaimana kita mengasihi Yesus lalu dimeteraikan dengan ‘meterai Allah yang hidup untuk kekekalan’.”
(Tertanda) Ny. M.M. Mc Cune,
Greeley, Colorado
BERSYUKUR KARENA TERANG
“O betapa saya berterima kasih karena pekabaran Tongkat Gembala! Pekabaran itu telah dibuktikan baik dari Alkitab maupun dari Kesaksian-Kesaksian bahwa ia itu adalah ‘kebenaran masa kini’ yang diperlukan oleh kawanan domba itu sekarang, maka saya telah memutuskan untuk mempelajari dan belajar lebih banyak sehingga saya dapat mengambil bagian dalam menyelesaikan pekerjaan itu.”
(Tertanda) Ny. Eva R. Orr,
Greeley, Colorado
99“MAKANAN” BAGI ORANG LAPAR
“Saya hanya mau memberitahukan kepada saudara bahwa saya telah menemukan Tongkat Gembala itu merupakan satu pekabaran untuk kita yaitu ‘makanan pada waktunya’, dan doa saya adalah supaya lebih banyak lagi orang yang menyambut kebenaran ajaib ini serta berjalan dengan berani di dalam terangnya.”
(Tertanda) V.D. Orr,
Greeley, Colorado
TERANG BERSINAR
“Saya mengambil kesempatan untuk menulis surat kepada saudara lagi. Semakin banyak saya mempelajari Tongkat Gembala itu maka semakin banyak terang yang dapat saya lihat di dalamnya. Setiap hari terang itu bersinar semakin indah.
“Suatu hari saya menerima sepucuk surat dari pendeta saya yang memperingatkan saya terhadap Tongkat Gembala itu. Ia mengirimkan kepada saya sebuah traktat kecil yang berjudul, ‘Suatu Amaran Terhadap Kekeliruan’, tetapi saya menemukan bahwa isi traktat itu tidak dapat dipercayai, dan saya mengetahui bahwa pendeta saya itu belum mengadakan penyelidikan terhadap ajaran Tongkat Gembala bagi dirinya sendiri dan itulah sebabnya ia tidak dapat mempersalahkannya dan juga mempersalahkan baik Tongkat atau saya, karena saya sedang mempelajari dengan sungguhsungguh semua ajarannya, dengan memberikan alasan Alkitab dan Kesaksian-Kesaksian di hadapan saya, dan saya menemukan kebenaran yang lebih banyak setiap kali saya mempelajarinya.
“Saya telah lama merasakan bahwa perpuluhan saya yang tidak banyak itu harus diserahkan ke dalam ‘rumah perbendaharaan’ -- dimana kebenaran masa kini dijumpai -- maka pada minggu yang lalu saya telah memutuskan untuk mengirimkannya, karena jika pekabaran itu datang dari Allah, maka kita harus mendukungnya dan bersedia menderita bagi Kristus. Tolonglah berdoa untuk saya supaya saya dapat kuat dalam iman.
“Apakah kebenaran itu masih bergerak maju? Dalam surat pendeta kami ia telah mengatakan bahwa General Conference telah mengutus Pendeta____ ke Charleston, South Carolina, dan telah berhasil memadamkan doktrin Tongkat Gembala di sana, dan itu (Tongkat Gembala) sedang membuat banyak masalah disana sini.
“Saya berharap agar Tuhan yang penuh rahmat itu menggerakkan hati banyak umat-Nya yang kekasih supaya mereka dapat mempelajari kebenaran itu bagi mereka sendiri sebelum terlambat. Hatiku sedih melihat orang-orang yang kekasih itu tidak mau menyelidiki kebenaran itu bagi mereka sendiri. Berdoalah untuk saya supaya saya dapat meninggikan Yesus di dalam kehidupan saya dan siap untuk menolong orang lain untuk menemukan jalan, dan supaya ‘dapat berdiri’ apabila Ia datang.
(Tertanda) Ny. J.A. Dundore
Hanover, Pa
6
100PERTANYAAN DAN JAWABAN
Pertanyaan : “Maukah saudara menjelaskan bagaimana ‘Symbolic Code’ itu memperoleh namanya dan kenapa ia itu diberi nama demikian?”
Jawab : Nama, “Symbolic Code”, muncul dalam cara yang sama seperti munculnya itu. Ia diberi nama demikian karena naskah itu menjelaskan berbagai simbol nubuatan, dan berbicara dalam bahasa simbolis.
Pertanyaan : “Traktat No. 3, halaman 62 mengatakan bahwa tanggal 18 Maret 1934 anggotaanggota Gereja Tabernakel Fullerton, California memohon supaya satu komite yang terdiri dari sepuluh atau duabelas orang dari saudara-saudara menemui Sdr. Houteff sehubungan dengan ajaran-ajaran Tongkat Gembala itu. ‘Suatu Amaran Terhadap Kekeliruan’ hal. 30 mengatakan bahwa komite itu telah menemui ‘Tuan Houteff dan beberapa para pengikutnya’ dan pada akhir dari pertemuan itu, mereka meminta ‘beberapa hari untuk mempelajari secara cermat pokok-pokok’ yang dikemukakan dan juga untuk ‘mempersiapkan jawaban mereka.’
“Halaman 30 dari brosur yang sama mengatakan : ‘Pada hari Minggu tanggal 18 Maret, sekali lagi komite ini telah menemui Tuan Houteff, dengan beberapa orang dari para pengikutnya …. lalu membacakan jawaban ini.’
“Tetapi Traktat No. 3, hal. 71 mengatakan bahwa saudara telah menunggu dua bulan tanpa menerima satu pun jawaban dan pada akhirnya (pada tanggal 28 April 1934) saudara ‘mengirim telegram kepada Pendeta Daniells, sementara mereka berkumpul di Dewan Spring di Washington, D.C.’
“Demikianlah pernyataan yang satu mengatakan bahwa jawaban sudah disampaikan tanggal 18 Maret, sedangkan pernyataan yang lain mengatakan hal itu baru dua bulan kemudian. Yang manakah yang benar?”
Jawab : Tanggal-tanggal yang dicantumkan di sini adalah benar. Ketidakcocokan itu ternyata timbul dari kenyataan bahwa peristiwa tanggal 18 Januari (pembacaan dari jawaban itu) adalah bukan yang dimaksudkan Traktat No. 3, hal. 71. Ia itu menunjukkan kepada jawaban yang disampaikan secara tertulis, seandainya ada pelajaran yang diberikan, yang ia tidak terima setelah lewat dua bulan setelah ia itu dibacakan pada pertemuan tanggal 18 Maret, maka pada waktu mana mereka seharusnya menyerahkannya kepada Sdr. Houteff sehingga ia dapat mempelajarinya dan mengetahui apa yang harus dilakukan.
Pertanyaan : “Apakah Sdr. Houteff telah mengaitkan beberapa kutipan Sis. White yang ternyata tidak ditulisnya?”
Jawab : Ada tiga kutipan dalam Tongkat Gembala yang diragukan sebagai kutipan yang ditulis oleh Sis. White. Satu di antaranya terdapat dalam Tongkat Gembala Jilid 1, hal. 110, paragraf. 2, yang kedua pada halaman 14 pada jilid yang sama paragraf 1, dan yang ketiga dalam Jilid 2, halaman 151, 152. Dua referensi dari kutipan yang pertama diberikan kepada Sdr. Houteff oleh pendeta-pendeta MAHK, yang memiliki nama baik dalam organisasi. Karena pada waktu itu ia lebih banyak percaya kepada pihak pendeta daripada sekarang, maka ia kira kutipan-kutipan itu sudah 101 benar di luar pertanyaan, dan karena ia tak mungkin mengadakan pemeriksaan atas semuanya, maka ia percaya sepenuhnya terhadap kata-kata mereka (para pendeta).
Sejak saat itu ia telah mengadakan pemeriksaan pada salah satu kutipan yang terdapat pada halaman 14 lalu menemukan bahwa kutipan itu telah diberikan kata demi kata, tetapi dari mana ia itu dikutip adalah ditandatangani oleh C.C. Chrisler, yaitu sekretaris Sis. White.
Akan tetapi, walaupun kutipan itu tidak ditandatangani oleh Sis. White, komunikasi yang berkenaan dengannya membuktikan bahwa Sis. White telah merestui pernyataan itu. Ternyata, Sdr. Chrisler adalah orang yang menuliskan apa yang diucapkan olehnya (Sister White) dalam satu tugas yang begitu penting, sehingga tidak mungkin baginya untuk menyajikan ajaran apapun kecuali Sis. White menyetujuinya. Oleh karena itu, apakah Sis. White membubuhkan tanda tangan atau tidak, namun kutipan itu berasal dari kantornya melalui sekretaris yang ditunjuknya.
Kutipan yang kedua yang diperkirakan dikutip dari majalah Review and Herald, kami bukan dalam posisi untuk mengadakan suatu pemeriksaan. Akan tetapi, pertanyaan mengenai apakah kutipankutipan itu berasal dari tulisan Sis. White atau tidak, ia itu tidak akan mempunyai masalah sejauh pelajaran-pelajaran yang diajarkan dalam Tongkat Gembala itu dikaitkan secara benar, karena pemikiran-pemikiran yang tercantum dalam Tongkat itu terbukti tanpa keterangan-keterangan khusus, membuktikan bahwa kutipan-kutipan itu benar tanpa memperhatikan siapa yang menulisnya.
Kutipan yang ketiga, terdapat dalam Tongkat Gembala, Jilid 2, hal. 151, 152 yang berasal dari buku “A Word to the Little Flock,” hal. 8, 9, yaitu dari sebuah artikel yang ditandatangi oleh Pendeta James White. Kami dibenarkan untuk percaya bahwa kutipan ini berasal dari Sis. White karena namanya ada dalam terbitan itu dan biasanya ia memberikan ijin atas apa yang ditulis oleh suaminya. Selain itu, pada halaman 19 dari terbitan yang sama membuktikan bahwa apa yang ditulis oleh Pendeta White tak ada satupun yang ditambah atau dikurangi dari apa yang diungkapkan oleh Allah melalui Sis. White, karena Sis. White mengatakan, “Aku melihat bahwa angka bilangan (666) dari patung Binatang itu (binatang bertanduk dua, Wahyu 13 : 11 – 18) telah terbentuk; dan bahwa ia itu adalah binatang (yang menyerupai macan tutul, dari Wahyu 13 : 1 – 10) yang mengubah Sabat, maka patung Binatang itu (patung binatang bertanduk dua) yang telah mengikutinya dan memelihara hari Sabat Paus dan bukan hari Sabat Allah.”
Ini membuktikan bahwa kepadanya telah diperlihatkan dalam khayal bahwa angka bilangan 666 itu diterapkan kepada binatang bertanduk dua bukan kepada paus. Oleh karena itu kutipan yang terdapat dalam Tongkat Gembala mengajarkan hal yang sama dengan apa yang dilihat oleh Sis. White dalam khayal. Maka dari itu, walaupun artikel itu ditandatangani oleh Pendeta James White, ia
7 itu benar sama wewenangnya seolah-olah sudah ditandatangani oleh Sis. White.
Pertanyaan : “Bagaimanakah kita seharusnya membawa diri dalam sidang? Jika kita tidak boleh berbicara dalam gereja sehubungan dengan kebenaran masa kini, apakah kita akan tetap berdiam selama-lamanya? Dan apakah yang harus kita lakukan apabila menolak satu bagian dari acara gereja?”
Jawab : Hubungan kita dengan sidang adalah sama halnya seperti Yohanes Pembaptis, Yesus Kristus, dan rasul-rasul, artinya, kita memiliki satu pekabaran untuk disampaikan kepada sidang dan walaupun sidang itu, sama seperti Sanhedrin, akan memerintahkan supaya kita pergi meninggalkan “kaabah”, kita harus menolak untuk meninggalkannya, karena jika kita meninggalkannya, 102 bagaimanakah kita dapat menyampaikan pekabaran itu kepada orang banyak?
Tidak pantas bagi seorang Kristen untuk mengadakan keributan selama perbaktian dalam gereja; dan juga tidak mungkin dengan cara seperti itu kita dapat menyajikan pekabaran itu kepada mereka atau meyakinkan mereka bahwa kita sedang membicarakan “firman-firman kehidupan.” Oleh karena itu, kita harus menunjukkan hormat dan berhati-hati karena dengan demikian kita akan mem-bendung mereka untuk tidak membuat tuduhan-tuduhan palsu.
Adalah benar dan diperbolehkan untuk berbicara dalam kelas Sekolah Sabat untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang timbul sehubungan dengan pelajaran itu. Dalam hal ini mereka tidak dapat dibenarkan untuk menuduh siapapun sebagai pelaku keributan, karena hal itu bukanlah merupakan satu pelanggaran terhadap maksud dan peraturan Sekolah Sabat.
Alasan utama menolak untuk memisahkan diri dari sidang dan untuk menghadiri Sekolah Sabat secara tetap dan kebaktian gereja, maka selain daripada alasan yang ganjil bahwa kita kehilangan hak istimewa untuk menghadiri perbaktian umum dalam sidang Allah, adalah bahwa setelah jemaat bubar kita dapat menghubungi saudara-saudara dan menemukan satu kesempatan untuk membicarakan pekabaran, lalu mendesak mereka untuk menyelidiki bagi diri mereka sendiri, dengan menghadiri kumpulan-kumpulan belajar kita atau dengan membaca terbitan-terbitan kebenaran sekarang. Sebab itu, jika kita memisahkan diri dari gereja-gereja, maka kita akan memberi kesempatan kepada mereka untuk menuduh kita sebagai cabang yang lepas dari sidang, dan kita sendiri kehilangan kesempatan untuk berhubungan dengan orang banyak. Selain itu, jika kita memisahkan diri dari organisasi, maka dalam kegenapan Yeheskiel 9, sewaktu orang-orang yang tidak mempunyai meterai itu disingkirkan, kita tidak memiliki hak untuk menuntut pemilikan atas organisasi sidang.
Mengenai keikutsertaan kita dalam perjamuan suci, kita harus selalu mengambil bagian sejauh yang dapat kita perbuat. Jika mereka menolak untuk melayani kita atau menolak kita untuk melayani mereka dalam upacara kerendahan hati itu, maka tidak ada lagi yang dapat kita lakukan selain daripada menunggu sampai perjamuan itu berakhir. Dan jika mereka mengabaikan kita sewaktu roti dan anggur itu diberikan, maka kita tak boleh mengatakan apapun, selain sabar menderita tindakan meremehkan itu, dan dengan merendahkan hati kita demikian maka orang-orang jujur dalam jemaat itu akan melihat perlakuan yang bukan Kristen serta kebodohan pegawai-pegawai sidang lalu akan mulai “sadar serta akan memikirkan keadaan itu.”
Meskipun kita dikeluarkan bertentangan dengan kemauan kita untuk ikut serta dalam semua peraturan itu, namun demikian, seperti perampok yang belum dibaptis dan yang tergantung pada kayu salib itu, nama kita akan tertulis dalam buku Kehidupan dan akan masuk ke dalam surga.
Pertanyaan : “Apakah tanggapan kita terhadap buku-buku yang dikeluarkan oleh organisasi? Adakah Allah masih berbicara melalui majalah “Review and Herald” kepada orang-orang yang belum memiliki terang ini? Haruskah kita menolak majalah Review itu? Bagaimana tentang pelajaran-pelajaran Sekolah Sabat?
Jawab : Tulisan-tulisan organisasi, kecuali itu kutipan-kutipan dari Alkitab dan Roh Nubuat, pada waktu ini tidak mungkin dapat mengandung mutu kerohanian yang lebih tinggi daripada organisasi itu sendiri. Adalah tidak mungkin bagi para penulis yang menulis pada buku-buku itu dapat memancarkan terang yang lebih besar daripada terang yang ada dalam diri penulis sendiri. Majalah 103 Review and Herald itu hanya dapat menjadi juru bicara Allah apabila orang-orang yang menulisnya mempunyai hubungan pribadi dengan Dia, “berjalan di dalam terang, sebagaimana Ia ada di dalam terang.”
Pelajaran Sekolah Sabat yang mereka selenggarakan adalah sangat baik, tetapi masalahnya terletak pada orang-orang yang mempersiapkan pelajaran itu, maupun orang-orang yang mengajarkannya, belum cukup dalam menggali tambang kebenaran dan karena hampir setiap celaan dan teguran terhadap organisasi biasanya dianggap ditujukan kepada orang lain, sehingga manfaat yang harusnya diperoleh hilang.
Akan tetapi, kita tidak melihat alasan untuk menyalahkan terbitan-terbitan ini, karena mereka tidak bertanggung jawab di dalamnya. Tujuan dari pekabaran yang telah disampaikan oleh Allah dalam Tongkat Gembala itu bukanlah untuk menyalahkan tulisan-tulisan itu tetapi untuk membawa satu pembaharuan di tengah-tengah kita sebagai satu umat. Sebab itu, jika dan apabila orang-orang menyumbang kepada tulisan-tulisan itu direformasi maka terbitan-terbitan itu akan berubah dan menjadi kuasa untuk membaharui orang-orang lain.
8
Pertanyaan : “Bagaimana saudara memberi jawaban terhadap pernyataan-pernyataan berikut yang saya ambil dari ingatan saya, dan yang saya yakini terdapat dalam buku Testimonies : ‘Sis. White mengatakan bahwa kita harus bersatu sebagai satu badan, sekalipun para pemimpin itu membuat kesalahan-kesalahan, karena kesalahan-kesalahan itu akan diperbaiki pada waktunya yang tepat, apakah semuanya itu benar’?”
Jawab : Secara pribadi kami tahu tidak adanya pernyataan yang bermakna seperti itu. Akan tetapi, walaupun benar bahwa umat Allah harus tampil ke depan dalam satu kesatuan, namun demikian apabila Allah memanggil kita untuk berjalan dalam tuntutan kebenaran itu, janganlah kita mengabaikan suara-Nya tetapi berjalan di atasnya, dan orang-orang yang menolak berjalan dalam terang itu harus kita tinggalkan di belakang, karena kita tidak boleh mengulangi sejarah orang-orang Yahudi itu.
Pertanyaan : “Ada orang mengatakan kepada saya bahwa Sis. White telah mengatakan bahwa kita sudah memiliki semua terang yang kita perlukan sampai Yesus datang. Apakah ini benar?”
Jawab : Pernyataan dalam pertanyaan itu seluruhnya bertentangan kepada apapun yang telah ditulis oleh Sis. White pada pokok masalah itu, sebagaimana dengan cepat dapat terlihat dengan membaca secara teliti kutipan-kutipan berikut.
“Kita semua harus mengetahui apa yang sedang diajarkan di tengah-tengah kita, karena jika ia itu kebenaran, maka kita memerlukannya … Tidak menjadi soal oleh siapa terang itu disampaikan, kita harus membuka hati untuk menerimanya dengan kerendahan hati Kristus ... Oh, semoga kita bertindak seperti orang-orang yang membutuhkan terang itu.”
“Tuhan telah mengirimkan terang kepada kita untuk membuktikan dari jenis roh mana kita. Jangan kita menipu diri kita sendiri ... Kita jangan berpikir untuk sesaatpun bahwa tidak ada lagi terang, tidak ada lagi kebenaran, untuk diberikan kepada kita ...” (Gospel Workers, hal. 301,
Pertanyaan : “Sudah diakui sebahagian orang bahwa Sis. White membuat pernyataan bahwa 104 Pekabaran Seruan Keras itu akan datang melalui majalah Review and Herald. Apakah pernyataan itu benar?”
Jawab : Mengenai pengakuan bahwa Sis. White mengatakan “Pekabaran Seruan Keras” itu akan datang melalui majalah Review and Herald, kami tidak dapat menjawabnya dari wewenang pengetahuan secara pribadi, karena pengetahuan kami terhadap karya-karyanya yang tidak diterbitkan lebih terbatas daripada yang sudah diterbitkan secara luas, tetapi dari semua hasil karyanya yang tidak diterbitkan itu (semuanya tidak kurang daripada seratus) yang mana kita telah mempunyai kesempatan istimewa untuk membacanya, kita dapat dituntun untuk memperoleh kemungkinan bahwa ia mungkin pernah menulis atau membuat pernyataan semacam itu. Kami mengutip di bawah ini apa yang ia anjurkan mengenai penerimaan laporan-laporan seperti itu :
“Sekarang kepada semua orang yang rindu akan kebenaran itu saya ingin mengatakan bahwa, Janganlah percaya kepada laporan-laporan yang tidak terbukti mengenai apa yang dilakukan atau yang dikatakan, atau yang dituliskan oleh Sis. White. Jika kamu rindu untuk mengetahui apa yang telah diungkapkan Tuhan kepadanya, maka bacalah karya-karyanya yang sudah diterbitkan. Apakah ada sesuatu pokok penting yang berkaitan dengan apa yang tidak ditulisnya, janganlah kamu dengan tidak sabar mengejarnya lalu melaporkan kabar-kabar angin seperti apa yang dia telah katakan.” -- Testimonies Jilid 5, hal. 696.
Lagi pula, jika Tongkat Gembala itu adalah kebenaran sekarang, dan Sis. White adalah seorang nabi yang benar, maka ia tidak mungkin pernah membuat satu pernyataan semacam itu kecuali pernyataan itu memiliki keterangan-keterangan kepada pekabaran pada waktu itu dan bukan sekarang.
Pertanyaan : “Apakah ada pernyataan dalam Roh Nubuat yang mengatakan bahwa ‘kita lebih jahat daripada orang-orang Yahudi itu’?”
Jawab : Pernyataan untuk pertanyaan itu dapat dijumpai dalam Testimonies, Jilid 1, hal. 129, paragraf terakhir.
Pertanyaan : “Apakah yang saudara maksudkan dengan pernyataan dalam Traktat No. 4 hal. 83, bahwa ‘Ia telah … memindahkan “kakidian” itu?”
Jawab : Menurut Wahyu 1 : 20 “Kakidian” itu melambangkan sidang atas mana “malaikat”, dilambangkan sebagai bintang yang bertugas di dalamnya. Dan dalam Wahyu 2 : 5 Tuhan, berbicara kepada malaikat itu (kepemimpinan), serta mengamarkan bahwa kecuali ia bertobat dan melakukan pekerjaan-pekerjaannya yang semula, maka Ia segera akan datang kepadanya dan akan memindahkan kakidiannya (sidang) dari tempatnya; artinya, Ia akan memindahkan sidang itu dari pimpinannya dan akan memberikannya kepada penguasaan orang lain.
Oleh sebab itu pernyataan, “bahwa Ia tidak hanya memindahkan ‘kakidian’ tetapi juga menyerukan supaya perpuluhan-perpuluhan dan persembahan-persembahan diserahkan ke dalam ‘rumah perbendaharaan’ dari kebenaran sekarang, dan juga bagi hamba-hamba yang 144.000 itu”, menjelaskan sendiri bahwa Allah telah memindahkan kakidian itu (sidang) dari kepemimpinan malaikat (Wahyu 3 : 14) -- pihak kependetaan sekarang. Roh Nubuat mengatakan bahwa ini akan terlaksana “… Apabila pekerjaan itu maju terus di bawah bimbingan dari malaikat yang bergabung dengan pekabaran malaikat yang ketiga untuk disampaikan kepada dunia. Allah akan menggunakan cara-cara dan sarana-sarana 105 oleh mana ia itu akan terlihat bahwa Ia sedang mengambil alih pemerintahan di dalam tangan-Nya sendiri. Para pengerja akan terheran-heran dengan sarana-sarana yang sederhana yang Ia akan gunakan untuk membuat berhasil dan menyempurnakan pekerjaan pembenaran-Nya.” -- Testimonies to Ministers, hal. 300. Sekali lagi, kita membaca dalam Jilid 5, hal. 80 bahwa Allah akan menyingkirkan semua orang yang “merasa dirinya tidak kekurangan apa-apa, dan tidak bersandar kepada Allah” karena “Ia tidak dapat menggunakan mereka”, lalu akan memanggil “orang-orang mulia yang sekarang tersembunyi, dan yang belum pernah bertelut menyembah kepada Baal.”
9 Pertanyaan : “Apakah kutipan-kutipan berikut menunjuk kepada waktu dan peristiwa yang sama?
(a) Apabila Tuhan akan bangkit untuk mengguncang bumi dengan hebatnya. L.S, hal. 412;
Testimonies Jilid 2, hal. 141.
(b) Sekembali-Nya dari tugas pelayanan-Nya dalam tempat yang maha suci. Testimonies
Jilid 2, hal. 190 – 191; Testimonies Jilid 2, hal. 690 – 691; Matius 24.
(c) Ia yang tidak benar, dan lain-lain. Testimonies Jilid 2, hal. 691.
(d) Penghakiman terhadap orang hidup. The Great Controversy, hal. 490 – 491; Testimonies
Jawab : Keterangan-keterangan itu menunjuk kepada peristiwa yang sama, dan yang mengikuti periode Seruan Keras malaikat Wahyu pasal 18, sebagaimana yang dijelaskan dalam L.S, hal. 412. Periode ini dimulai dengan firman-firman yang terdapat pada Wahyu 18 : 1 - 3, dan berakhir dengan pasal 22 : 11. Testimonies Jilid 2, hal. 190, 191 dan 690, 691 berlaku pada penutupan periode yang dijelaskan di atas.
Ayat-ayat terakhir dari Matius pasal 24, berlaku kepada sidang yang sekarang dan menemukan kegenapannya pada peristiwa Yeheskiel pasal 9.
Saat ketika “perintah itu dikeluarkan, maka ia yang tidak benar”, dan seterusnya (Jilid 2, hal. 691), “pelayanan bagi orang-orang berdosa akan berakhir.” Selama periode waktu ini masing-masing akan menentukan nasibnya, -- apakah ia akan memperkenankan dirinya untuk dibuat menjadi benar dan suci, atau memilih untuk tetap tinggal tidak benar dan tetap cemar.
Pertanyaan : “Dalam The Great Controversy, hal. 665, kelas-kelas yang berbeda dari orang-orang yang ditebus itu disebut satu-satu, apakah mereka yang 144.000 itu adalah merupakan orang-orang yang ditarik seperti puntung yang keluar dari api?”
Jawab : Kelas “yang ditarik seperti puntung yang keluar dari api” (The Great Controversy, hal. 665), dan mereka yang 144.000 itu, yang juga adalah merupakan orang-orang yang merupakan puntung yang ditarik dari api (Zakharia 3), dan yang ‘disebut umat pilihan Allah, orang-orang mulia, dan yang kemudian akan berdiri di hadapan tahta Allah, (Testimonies Jilid 8, hal. 74), sebagaimana orang-orang yang disebut dalam The Great Controversy itu, membuktikan bahwa ada dua golongan yang memiliki keadaan yang sama seperti yang disebutkan, yaitu, berusaha “untuk memulihkan gambaran tabiat Allah kepada orang-orang lain.” Yang mula-mula adalah orang-orang mati setelah 106 mereka ditarik seperti puntung dari api, dan yang kemudian, adalah mereka yang 144.000 itu, yaitu orang-orang yang tidak pernah mati. Setelah kebangkitan dari orang-orang yang mula-mula dan setelah pengubahan terhadap orang-orang yang kemudian, maka kedua puntung yang ditarik dari api ini akan bergabung di dekat tahta itu.
Pertanyaan : “Dimanakah terdapat pernyataan dalam Roh Nubuat yang mengatakan bahwa jika kita berdoa untuk mengetahui kehendak Allah padahal Ia telah mengatakan kepada kita dengan jelas apa yang harus kita lakukan dalam firman-Nya, namun kita berharap supaya Ia mau menjawab doa-doa kita agar cocok kepada maksud-maksud pikiran kita, maka Setan akan dibiarkan untuk menjawab doa-doa kita?”
Jawab : Keterangan-keterangan sehubungan dengan jawaban Setan kepada doa seseorang apabila si pemohon sudah mengetahui, bahwa jawabannya sudah diberikan dalam firman, namun tidak mau mengakuinya, terdapat dalam Testimonies Jilid 3, hal. 74 - 76; Testimonies Jilid 4, hal. 112, paragraf 3.
Pertanyaan : “Tongkat Gembala, Jilid 1, hal. 44 mengatakan bahwa hanya rombongan besar yang memegang daun-daun palem di tangan mereka, padahal The Great Controversy, hal 646 berbicara terhadap semua orang “yang menang” mengatakan “Pada setiap tangan diletakkan palem kemenangan dan kecapi bercahaya.” Bagaimana pernyataan-pernyataan ini bisa cocok?”
Jawab : Menurut Tongkat Gembala Jilid 1, hal. 44 golongan nomor dua; yang disebut rombongan besar dari Wahyu 7 : 9, memegang daun-daun palem dalam tangan mereka sementara mereka masih berada di bumi sebelum mereka dibawa ke surga segala langit. Sebab itu, daun-daun palem yang mereka pegang menurut khayal Yohanes adalah merupakan lambang kemenangan yang mereka peroleh. Tetapi pernyataan yang diambil dari buku The Great Controversy, hal. 646 mengatakan : “Pada setiap tangan diletakkan palem kemenangan dan kecapi yang bercahaya”, maka hendaknya diperhatikan bahwa pemberian kepada orang-orang suci ini tidak akan dilaksanakan sampai mereka berada di dalam surga -- setelah mereka semua dibawa dari bumi. Daun-daun palem yang disebut di sini adalah yang sebenarnya tetapi yang disebut pada yang lainnya adalah merupakan lambang. Untuk membuktikan bahwa rombongan besar yang memegang daun-daun palem itu hanya dalam lambang, sebelum Yesus menyelesaikan tugas-Nya dalam tempat kesucian surga, bacalah Wahyu 7 : 11. Di sini ia itu menjelaskan bahwa rombongan besar itu memegang daun-daun palem sementara tua-tua dan keempat binatang itu masih berada di hadapan tahta pemeriksaan hukum di tempat kesucian surga. (Lihat Tongkat Gembala, Jilid 2, hal. 189 - 191). Oleh karena itu, mereka memegang daundaun palem sementara pemeriksaan hukum masih dalam persidangan -- sebelum masa kasihan berakhir. Lebih jauh, mengenai golongan peristiwa yang tertulis dalam buku The Great Controversy, hal. 646, perhatikanlah bahwa pada setiap tangan dalam mana diletakkan palem kemenangan, di sana juga diletakkan sebuah kecapi yang bercahaya. Padahal rombongan besar itu hanya memegang daun-daun palem dan bukan kecapi. Oleh sebab itu, kedua kejadian yang terpisah ini jelas berbeda antara satu dengan yang lain.
10
107RESEP MAKANAN
Santan Kelapa
Rendamlah satu malam kulit padi atau gandum yang sudah bersih dalam satu quart (tempat yang berukuran 1,136 liter) air hangat. Pada pagi hari panaskanlah tetapi jangan sampai mendidih. Kemudian, untuk menyaring semua cairannya, masukkanlah ke dalam sebuah karung kecil, yaitu semacam karung gandum yang berisi 5 pond; peraslah airnya keluar dan buanglah ampasnya. Sediakanlah ½ buah kelapa yang besar, atau 1 buah kelapa yang kecil yang sudah diparut atau digiling halus; sesudah itu tuangkanlah cairan panas itu ke atasnya, lalu tutup dan simpan selama 10 atau 15 menit, lalu taruhlah ke dalam alat pemeras atau karung seperti sebelumnya. Berilah pemanis dengan madu sesuai dengan selera. Jika sarinya diinginkan sebagai pengganti susu, maka gunakanlah satu pint, (tempat yang berukuran 0,568 liter) air, sebagai pengganti satu quart air.
Buah Badam Atau Santan Kacang Tanah
Anda dapat menggunakan air biji padi seperti yang disebutkan di atas atau hanya air panas, karena biji padi lebih disukai, karena anda dapat memperoleh vitamin-vitamin dan mineral-mineral dari biji padi sama seperti gizi minyak dari kacang-kacangan. Mulailah dengan biji padi seperti di atas, kemudian pada pagi hari di aduk kepada satu adonan sekitar 2 atau 3 sendok makan tepung buah badam, sesuai lemak yang dikehendaki, dengan sedikit air panas. Diberi pemanis dengan madu. Ini akan menghasilkan satu pint.
Tepung Buah Badam
Ambillah buah badam, kemudian potong-potong, sampai halus seperti tepung. Letakkan buah badam ke alat pemotong. Gunakan pisau pemotong kacang yang halus atau pisau yang terbaik sampai menjadi tepung yang halus.
Tepung buah badam dapat ditaburkan di atas salad buah dan digunakan dalam sup pengganti mentega dan lemak, sementara membakarnya dengan singkat.
Serupa Dengan Susu
Di dalam tiga perempat cangkir air, rendamlah satu sendok makan flaxseed (benih rami), lalu kocok setiap sepuluh menit selama satu jam dengan alat kocokan telur. Sebelum kocokan itu selesai, isilah cangkir itu penuh dengan air dan biarkan bijian itu di dalamnya. Sementara itu, campurkanlah ke dalam satu sendok makan cream dari jeruk atau sari rhubarb. Taruhlah cream itu ke dalam satu cangkir dan tambahkan ke dalamnya setengah cairan flaxseed dan kocok sekali lagi dengan cepat. Sekarang tuangkanlah itu ke dalam saringan teh yang besar, sambil digerak-gerakkan untuk mencegah terjadinya penyumbatan. Anda dapat tambahkan madu untuk memberi pemanis.
Susu ini berfaedah, enak, membangkitkan selera, dan bergizi, dan dapat menghilangkan semua penyakit infeksi, seperti T.B.C, demam, dan lain-lain yang ditularkan kepada manusia dalam susu hewan.
“Hendaknya pembaharuan makanan dikembangkan. Biarlah kepada orang banyak diajarkan 108 bagaimana menyediakan makanan tanpa menggunakan susu atau mentega. Katakanlah kepada mereka bahwa waktunya segera akan datang apabila tidak aman lagi menggunakan telur, susu, cream, atau mentega, karena penyakit pada binatang-binatang semakin bertambah dalam perbandingannya sehingga akan meningkatkan kejahatan di antara manusia. Waktu itu sudah dekat, apabila karena kejahatan bangsa-bangsa yang sudah jatuh, sehingga seluruh mahluk ciptaan merintih di bawah penyakit yang mengutuk bumi kita.” -- Counsels on Health, hal. 478.
PENTING
Semua check dan pos wesel hendaknya dikirimkan kepada Ny. F. Charboneau. Jelaskanlah secara khusus setiap pemberian atau persembahan yang saudara kehendaki untuk kami muat jumlahnya dalam kwitansi yang sama lalu akan dikirimkan sebagai bukti tanda terima.
Persekutuan doa pada hari jumat, biarlah tetap dilaksanakan demi kepentingan saudarasaudara kita yang berada dalam kegelapan, karena belum mengetahui kebenaran masa kini.
Tolong tuliskan nama saya pada daftar pengiriman tetap saudara, untuk majalah bulanan “Symbolic Code”
The Universal Publishing Assn.
Symbolic Code Dept. Station K, Box 68
Los Angeles, California 11
109POKOK-POKOK BERITA
Los Angeles, California
Untuk Kepentingan Sidang MAHK
SAMBUTLAH DENGAN GEMBIRA
“Janganlah hatimu susah; percayalah kepada Allah, dan percayalah juga kepada-Ku. Di rumah Bapa-Ku ada banyak tempat tinggal; jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Aku pergi untuk menyediakan tempat bagimu. Dan jikalau aku pergi serta sudah menyediakan tempat bagimu. Aku akan kembali lalu menyambutmu datang kepada-Ku, supaya di tempat dimana Aku ada, disitu juga kamu ada.” Yohanes 14 : 1 – 3.
“Sudah lama kita menunggu kedatangan Juruselamat kita. Tetapi tidak seorangpun yang kurang yakin adanya janji itu. Segera kita akan berada di dalam rumah kita yang dijanjikan itu. Di sanalah Yesus membawa kita ke tepi sungai air hidup, yang mengalir dari tahta Allah, dan akan menjelaskan kepada kita pemeliharaan yang tidak nampak melalui mana Ia membawa kita di bumi dengan tujuan untuk menyempurnakan tabiat-tabiat kita. Di sana kita akan memandang dengan jelas keindahan Eden yang sudah dipulihkan itu. Meletakkan ke Kaki Penebus mahkota-mahkota yang Ia telah taruh pada kepala kita, lalu kita memetik kecapi emas, sehingga kita akan memenuhi segala langit dengan pujian bagi Dia yang duduk di atas tahta itu.” -- Testimonies Jilid 8, hal. 254.
LEBIH JAUH DI DALAM JEJAK PAHAM ROMA
“Pengawas Pelayanan Injil dari Wyoming telah datang ke sini pada tanggal 12 Januari serta berkhotbah selama 2 jam untuk menentang Tongkat Gembala itu. Sebelum mereka berpisah untuk menyelenggarakan upacara kerendahan hati, terlebih dahulu ia telah menyampaikan anjuran supaya mereka jangan mengijinkan siapapun yang menentang sidang untuk mengambil bagian, sebagaimana yang ia sampaikan, dan karena ia tidak menyebut-nyebut Tongkat Gembala, dan apabila kami tidak mengambil bagian dalam acara itu, maka hal itu akan menimbulkan pendapat bahwa kami bersalah sedang melawan sidang, yang tentu saja hal itu tidak benar.
“Pada waktu jemaat akhirnya dibagi-bagi dan air dan baskom disediakan, mereka cepatcepat mengambil semuanya supaya tidak ada yang tinggal bagi kami, dan apabila mereka sudah 110 selesai melayani seseorang, maka seorang saudari sudah siap berdiri, lalu dengan cepat ia menaruh baskom itu di bawah tangannya, demikianlah yang mereka lakukan agar kami tidak memperolehnya!
“Akhirnya Sis. Hendrick bangkit dan meminta baskom itu satu, maka saudari tadi memukul perutnya, hingga ia hampir-hampir tidak dapat bernapas, lalu berkata, “Tidak”, “Saya tidak akan memberikan kepada siapapun di antara kamu.” Kemudian Sis. Hendrick menganjurkan supaya kami bernyanyi, setelah mana seorang dari antara saudari segera menyanyikan sebuah lagu, lalu kami semua sama-sama menyanyikan lagu itu. Pada acara perjamuan selanjutnya mereka menolak untuk melayani kami, demikianlah mereka mengakhiri ‘perjamuan mereka yang tidak suci’ itu.
“Pada pertemuan yang diadakan malam itu pendeta menegur saudari itu, dan mengatakan bahwa ia seharusnya tidak memulai nyanyian, karena dan membiarkan kami memulainya untuk mana gangguan ini dapat membuatnya menangkap kami. Namun demikian, pendeta itu berterima kasih kepadanya karena saudari itu memegang baskom dan tidak memberikannya kepada kami.
“Pada waktu pertemuan ini, mereka telah ‘mencoret’ sebagai seorang jahat nama seorang saudari yang lain, yang menangis beberapa hari atas ejekan yang timbul selama pertemuan itu.
“Pada waktu yang sama mereka mengusulkan supaya pintu-pintu gereja dijaga, dan tidak mengijinkan siapapun di antara kami masuk untuk waktu yang akan datang. Ketika saya mengunjungi persekutuan doa berikutnya, maka mereka melarang saya masuk, dan sementara mereka membiarkan saya tinggal di luar, saya mendengar mereka ketawa dengan keras. Pada hari Sabat berikutnya mereka melarang Sis. Hendrick dan saya masuk, sehingga kami terpaksa tinggal di luar sampai Sekolah Sabat berakhir, dimana pada waktu itu cuaca berada sekitar 20 derajat di bawah nol. Pada hari Sabat yang lalu ada empat orang di antara kami yang dilarang masuk, tetapi kami tetap belajar Sekolah Sabat sementara mereka menyelenggarakan satu rapat majelis untuk memutuskan apa yang hendak mereka lakukan terhadap kami.
“Sekarang mereka mengatakan bahwa kami datang hanya menimbulkan kebencian kepada mereka, maka kami ingin mengetahui apa kewajiban kami : apakah kami semua tidak perlu lagi ke gereja atau kami harus terus pergi? Tampaknya jika kami tidak pergi, maka hal itu tidak hanya akan merugikan kepentingan kami, tetapi mereka akan terus tidur dalam tidur kematian.”
(Tertanda) Ny. Faith Pruett
Sheridan, Wyoming
(Jawaban pertanyaan di atas terdapat dalam Symbolic Code, No. 8, hal. 8, 15 Februari 1935) 1
“Memang kami sedang menghadapi perlawanan berat di sini. Sekarang mereka telah berjagajaga pada pintu-pintu supaya kami jangan masuk, meskipun cuaca sangat dingin. Pada hari Sabat yang lalu pendeta memakukan satu peringatan di gereja. Sekretaris pendeta mengatakan kepada kami bahwa pemberitahuan itu adalah merupakan pelajaran bagi kami di Sekolah Sabat. Pemberitahuan itu maksudnya supaya siapa saja yang mengadakan gangguan harus membayar $50 atau dimasukkan ke dalam penjara selama 30 hari. Pendeta memperingatkan salah seorang dari rombongan bahwa ia ingin melihat agar kami melakukan sesuatu, lalu ia dapat memasukkan kami ke dalam penjara : Kebencian yang mereka tunjukkan sangat mengerikan, dan mereka mengaku mempunyai hak untuk menjaga pintu-pintu gereja karena Allah telah membuang Setan keluar dari Surga dan bahwa malaikat- 111 malaikat harus membawa kartu-kartu emas sebelum mereka diterima masuk ke dalam Kota Suci!
“Salah seorang saudari meminta kepada penjaga supaya kami diijinkan masuk, tetapi sia-sia.
“Jika satu tahun yang lalu sudah dikatakan kepada saya bahwa sidang akan bertindak dengan cara yang demikian, maka saya tidak akan percaya. Hal itu hanya akan mengingatkan kami kembali akan sejarah sidang pada zaman dahulu -- bagaimana pada setiap kali sidang itu kehilangan kuasa rohani, ia dipulihkan kepada kekuasaan hukum.
“Tentu saja kami senang dengan Code yang terakhir yang merupakan satu sumber kekuatan kepada setiap orang dari antara kami. Saya hanya ingin supaya dikirim lebih sering.
“Kami berharap agar saudara berdoa untuk kami.”
(Tertanda) Ny. Hazel Hendricks
Sheridan, Wyoming
Pada waktu Roh Nubuat mengamarkan kepada kita sejak dulu bahwa penganiayaan yang paling buruk akan menjadi nasib setiap orang suci dan yang pertama sekali serta terburuk datang adalah dari dalam sidang, maka kami tidak mengerti bagaimana hal itu mungkin terjadi, sampai selama tahun lalu kejahatan-kejahatan yang disebut di atas mulai dilakukan dalam nama kebenaran dan pembenaran.
Perkembangan-perkembangan yang sedemikian memberi kesan kepada kami tanpa diragukan lagi akan dimana dalam peristiwa zaman kita sedang berada. Perhatikanlah dengan sungguh-sungguh pernyataan-pernyataan berikut :
“Kristus berkata tentang diri-Nya Sendiri, ‘Janganlah kamu mengira bahwa Aku datang membawa damai ke atas bumi : Aku datang bukan membawa damai, melainkan membawa pedang.’ Putera Damai, tetapi Dia yang menyebabkan perpecahan. Dia yang datang untuk menyampaikan berita gembira dan yang menciptakan pengharapan dan kegembiraan dalam hati anak-anak manusia, telah membuka satu pertentangan yang membakar hebat dan menimbulkan keinginan yang dalam di hati manusia. Lalu Ia mengamarkan para pengikut-Nya, ‘Di dunia ini kamu akan menderita sengsara.’ ‘Mereka akan mengangkat tangan kepada kamu, dan menganiaya kamu, membawa kamu ke hadapan rumah sembahyang serta memasukkan kamu ke dalam penjara, membawa kamu ke hadapan raja-raja dan para penguasa karena demi nama-Ku.’ ‘Kamu akan dikhianati baik oleh orang tua, oleh saudara-saudara, dan kaum kerabat, dan sahabat-sahabat; dan beberapa orang dari antara kamu akan diserahkan kepada kematian.’
“Nubuatan ini telah digenapi dalam satu cara yang menyolok. Perlakuan yang tidak sopan, celaan, dan kekejaman yang ditanamkan Setan dalam hati manusia untuk dipikirkan, telah hinggap pada para pengikut Yesus. Dan hal itu akan terjadi lagi di dalam cara yang mencolok; karena hati daging ini masih bermusuhan dengan hukum Allah, dan tidak akan tunduk kepada perintah-Nya. Dunia yang ada sekarang tidak sesuai lagi dengan prinsip-prinsip Kristus dibandingkan dengan zaman rasul-rasul. Kebencian yang sama dan yang mendorong teriakan, ‘Salibkan Dia! Salibkan Dia!’ 112 Adalah merupakan kebencian yang membawa penganiayaan terhadap murid-murid itu, dan yang masih bekerja dalam hati anak-anak pembangkang. Roh yang sama pada Zaman Kegelapan telah mengantar laki-laki dan perempuan ke dalam penjara, ke pengasingan, dan kepada kematian, yang mengatur dengan sempurna siksaan kepada para penyelidik, yang merencanakan dan melaksanakan hukuman mati terhadap St. Bartholomeus, dan yang menyalakan api membakar Smithfield, masih bekerja dengan kekuatan yang membahayakan dalam hati orang-orang yang ingkar. Sejarah kebenaran telah menjadi satu catatan perjuangan di antara yang benar dan yang salah. Pemberitaan injil ke dunia ini telah disampaikan dengan menghadapi perlawanan, bahaya, kerugian dan penderitaan.” -- The Acts of the Apostles, hal. 84 – 85.
“Rasul itu mengetahui bahwa ia tidak dapat mencari keadilan dari orang banyak (sidang) yang karena kejahatan-kejahatan mereka telah menjatuhkan murka Allah ke atas diri mereka sendiri. Ia mengetahui bahwa, sama seperti nabi Eliyah ia akan lebih aman berada di tengah-tengah bangsa kapir daripada berada dengan orang-orang yang telah menolak terang yang datang dari surga dan yang telah menyerahkan hati mereka melawan injil.
“Demikianlah hal itu terjadi sekali lagi, karena kebencian yang lahir dari sifat fanatik dan pembenaran diri sendiri, seorang hamba Allah berbalik untuk mencari perlindungan kepada bangsa kapir. Kebencian yang sama, telah memaksa nabi Eliyah yang melarikan diri untuk meminta pertolongan kepada janda di Sarfat; sehingga memaksa pemberitaan injil beralih dari orang-orang Yahudi untuk menyampaikan pekabaran mereka kepada bangsa-bangsa yang bukan Yahudi. Dan kebencian ini pula akan dialami umat Allah dalam zaman ini. Di antara banyak orang yang mengaku pengikut-pengikut Kristus, terdapat kesombongan yang sama, sikap yang kaku, sifat 2 mementingkan diri yang sama, roh penganiayaan yang sama, yang dihidupkan begitu besar di hati orang-orang Yahudi. Pada hari-hari yang akan datang, orang-orang yang mengaku sebagai wakil Kristus akan berjalan mengikuti jalan yang sama, seperti yang dilakukan oleh para imam dan para penguasa terhadap Kristus dan rasul-rasul. Pada krisis besar yang segera mereka lalui, hamba-hamba Allah yang setia akan menghadapi kekerasan hati yang sama, kekejaman yang sama, dan kebencian yang sama kerasnya.
“Semua orang yang hidup pada hari yang jahat itu akan tanpa merasa takut berbakti sesuai dengan bisikan hati sanubari, akan memerlukan keberanian, keteguhan, dan satu pengetahuan akan Allah dan firman-Nya; karena orang-orang yang benar kepada Allah akan dianiaya, alasan-alasan mereka akan diragukan, usaha-usaha mereka yang terbaik akan disalahartikan, dan nama-nama mereka akan dicoret sebagai pelaku-pelaku kejahatan. Setan akan bekerja dengan segala kuasa penipuannya untuk mempengaruhi hati dan menggelapkan pengertian, sehingga menjadikan yang jahat itu tampak baik, dan yang baik tampak jahat. Umat Allah yang lebih kuat dan lebih murni imannya, dan yang lebih berketetapan hati untuk mematuhi Dia, akan menjadi sasaran perjuangan Setan yang lebih kejam untuk menghasut amarah orang-orang yang mengaku sebagai pelaku-pelaku kebenaran, padahal mereka menginjak-injak hukum Allah. Ia itu akan memerlukan kepercayaan yang paling teguh, maksud keberanian yang paling tinggi, untuk mempertahankan iman yang teguh yang pernah dimiliki orang-orang kudus.” -- The Acts of the Apostles, hal. 430 – 431.
Hamba Tuhan berkata tentang Pilatus bahwa “ia tidak mengerti kebencian yang ditunjukkan oleh imam-imam kepada-Nya, yang datang sebagai terang dunia untuk menunjukkan kegelapan dan kesalahan mereka. Mereka membangkitkan amarah orang banyak, sehingga sekali lagi 113 imam-imam, para penguasa, dan orang banyak bangkit berteriak secara mengerikan, ‘Salibkan Dia! Salibkan Dia!’” -- Desire of Ages, hal. 736.
Sidang MAHK, yang sedang mengulangi sejarah orang Yahudi itu (Testimonies Jilid 5, hal. 160), akan dikuasai oleh “para imam” dan “para pemimpinnya” yang sekarang untuk mencari suatu maksud melawan “hamba-hamba Allah yang setia” “sama seperti perlakuan para imam dan pemimpinpemimpin terhadap Kristus dan rasul-rasul”. Sementara mereka yang 144.000 itu menjadi semakin sama dengan Juruselamat mereka, yaitu “terang dunia”, dan yang menunjukkan “kegelapan dan kesalahan” yang menyelubungi sidang, maka para pemimpin dalam “kebencian mereka yang dalam” terhadap orang suci akan menggerakkan “amarah orang banyak” untuk melawan mereka, dan dalam keputus-asaan secara buta dan dengan amarah kebencian, mereka akan meminta kuasa sipil untuk menyelesaikan akhir kejahatan mereka, yang mempertemukan contoh berikut ke dalam contoh saingannya.
“Jadi, dengan memilih seorang penguasa dari bangsa kapir (Kaisar -- lambang kekuasaan dunia), demikianlah bangsa Yahudi telah meninggalkan Theokrasi (pemerintahan yang dipimpin langsung oleh Tuhan). (Lihat Testimonies Jilid 7, hal. 109, paragraf 1 dalam kaitannya dengan Testimonies Jilid 5, hal. 75, paragraf akhir, dan Testimonies Jilid 5, hal. 456, halaman bawah). Mereka telah menolak Allah sebagai Raja mereka. Maka untuk selanjutnya mereka tidak lagi mem-punyai Juruselamat. Mereka tidak lagi mempunyai raja selain kaisar. Ke arah inilah para imam dan guru-guru telah memimpin bangsa itu. Maka untuk ini, menyusul akibat yang mengerikan, dan yang harus mereka pertanggung jawabkan. Dosa dan kehancuran suatu bangsa harus menjadi tanggung jawab pemimpin-pemimpin agama.” -- The Desire of Ages, hal. 738.
Pemisahan harus datang. Kehancuran Yerusalem adalah merupakan satu gambaran dari apa yang akan dialami oleh sidang jika ia menolak untuk berjalan dalam terang yang sudah ditunjukkan oleh Allah. Yerusalem telah dikasihi Allah sebagai tempat penyimpanan kepercayaan-kepercayaan yang suci. Tetapi orang-orang yang tinggal di dalamnya telah mengingkari kebenaran, lalu memandang rendah semua permohonan dan amaran. Mereka tidak menghormati segala nasehat-Nya. Halaman kaabah telah dinodai oleh pedagang-pedagang dan perampok. Kepentingan diri dan cinta kepada mammon, iri hati dan persengketaan, lebih dihargai. Setiap orang mencari bagi dirinya keuntungan. Maka Kristus berbalik dari mereka, serta berkata : ‘Hai Yerusalem’, ‘Yerusalem’, apalagi yang hendak Ku berikan kepadamu? ‘Betapa sering Aku mengumpulkan anak-anakmu, seperti induk ayam yang mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau!’ Matius
“Rumah percetakan telah berubah menjadi kuil-kuil yang najis, berubah menjadi satu tempat berjual beli dan perdagangan yang tidak suci. Ia itu telah menjadi suatu tempat dimana ketidakadilan dan kecurangan dilakukan, dimana kepentingan diri, kedengkian, iri hati, napsu, telah muncul berkuasa. Namun orang-orang yang mengerjakan prinsip-prinsip yang salah ini kelihatannya tidak sadar akan jalan dan perbuatan mereka yang salah.” -- Testimonies Jilid 8, hal. 67 – 68.
Berbicara mengenai MAHK, Roh Allah mengatakan : “Siapakah yang dapat mengatakan dengan jujur, bahwa ‘emas kita telah teruji dalam api; dan pakaian-pakaian kita tidak ternoda oleh dunia’? Aku melihat Pembimbing kita itu sedang menunjuk kepada pakaian-pakaian yang disebut sebagai kebenaran. Jika ditelanjangi, Ia perlihatkan kecemaran di bawahnya. Kemudian Ia berkata kepadaku : ‘Tidak dapatkah engkau lihat bagaimana mereka telah berpura-pura menutupi kecemaran 114 dan kebobrokan tabiat mereka?’ ‘Bagaimana kota yang setia itu telah berubah menjadi seorang pelacur?’ Rumah Bapa-Ku telah dijadikan menjadi suatu rumah tempat berjualan, suatu tempat dari mana kehadiran dan kemuliaan Allah telah hilang! Inilah yang menyebabkan kelemahan, dan yang menyebabkan kekuatan berkurang.” -- Testimonies Jilid 8, hal. 250.
“Janganlah kita berkata, Tahanlah tangan-Mu, ya Allah. Sidang harus dibersihkan, dan itu akan terlaksana.” -- Testimonies Jilid 1, hal. 100.
3
Melalui pernyataan tadi membuktikan bahwa sidang memerlukan dan akan dibersihkan sepenuhnya, dan pernyataan berikut mengungkapkan bahwa dinas kependetaan MAHK tidak layak untuk itu :
“Orang-orang zaman dulu, kepada siapa Allah telah memberikan terang besar, dan yang telah berdiri sebagai pelindung demi kepentingan kerohanian umat itu, telah mengkhianati kepercayaan mereka. Mereka telah mengambil pendirian bahwa kita tidak perlu lagi mencari mujizat-mujizat dan tanda-tanda penampilan kuasa Allah seperti pada zaman dahulu. Zaman telah berubah. Kata-kata ini telah memperkuat keyakinan mereka, lalu mengatakan, Tuhan tidak akan berbuat perkara-perkara yang baik, dan juga tidak berbuat perkara yang jahat. Ia sangat pemurah dan tidak akan menimpakan hukuman kepada umat-Nya. Demikianlah kedamaian dan keamanan menjadi teriakan dari orang-orang yang tidak pernah lagi mengangkat suaranya seperti sebuah sangkakala untuk menunjukkan kepada umat Allah pelanggaran mereka dan kepada seisi rumah Yakub dosa-dosa mereka. Anjing-anjing bisu, yang tidak mau menggonggong ini, adalah orang-orang yang akan merasakan pembalasan dari Allah yang sedang murka. Laki-laki, gadisgadis, dan anak-anak kecil, semuanya binasa bersama-sama.” -- Testimonies Jilid 5, hal. 211.
Untuk kegenapan pernyataan di atas, sekarang dinas kependetaan mencemoohkan bahwa pehukuman Yeheskiel 9 yang merupakan suatu pembantaian badani yang menimpa kepada “seisi rumah Allah” sebelum masa kasihan berakhir bagi dunia, dan yang menganggap bahwa pehukuman itu adalah merupakan tujuh bela yang terakhir, dengan sendirinya sedang mengatakan, “Kita tidak perlu lagi mencari mujizat-mujizat dan tanda penampilan kuasa Allah seperti zaman dahulu …… Demikianlah kedamaian dan keamanan menjadi teriakan yang keluar dari orang-orang yang tidak pernah lagi mengangkat suaranya.” Mengapa? Karena mereka “semua” telah binasa dalam pembantaian yang mereka telah nyatakan bahwa Allah “sangat pemurah untuk menimpakan hukuman” kepada “umat-Nya.”
Malam hari sedang mendekat dan bayang-bayang kegelapan zaman mulai menimpa ke atas umat Allah, apabila “semua orang yang menghidupkan kehidupan yang saleh dalam Yesus Kristus akan menderita penganiayaan.” (2 Timotius 3 : 12). Waktunya sudah dekat atas apa yang dikatakan oleh nubuatan kepada kita : “Maka marahlah naga itu kepada perempuan itu, lalu pergi memerangi keturunannya yang lain (144.000), yang menuruti hukum-hukum Allah dan yang memelihara kesaksian Yesus.” (Wahyu 12 : 17). Tetapi kita “yakin bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.” (Roma 8 : 18).
“Sebab penderitaan ringan yang kita alami, yang hanya untuk sesaat, akan menghasilkan bagi kita kemuliaan yang kekal dan yang melebihi segala-galanya.” (2 Korintus 4 : 17).
Oleh sebab itu “saudara-saudara yang kekasih, janganlah heran akan nyala api siksaan yang 115 datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang aneh terjadi atas kamu : tetapi bersukacitalah, karena kamu mengambil bagian dalam penderitaan Kristus; sehingga, apabila nyata kemuliaan- Nya, kamu juga boleh bergembira dan bersukacita dengan kesukaan yang besar. Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus; sebab Roh kemuliaan dan Roh Allah ada padamu : karena dalam bagian mereka Ia akan dicemoohkan, tetapi pada bagianmu Ia akan dimuliakan…. Karena sekarang telah tiba saatnya bahwa penghakiman harus dimulai pada rumah Allah.” (1 Petrus 4 : 12 – 14, 17)
“Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Allah yang berkuasa, supaya Ia meninggikan kamu pada waktunya : serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya; sebab Ialah yang memelihara kamu. Sadarlah, dan berjaga-jagalah, sebab lawanmu, Iblis, berjalan keliling, sama seperti singa yang mengaum, dan mencari orang yang dapat ditelannya : siapa yang menolak bertahan dengan iman yang teguh, dan mengetahui bahwa semua saudaramu di seluruh dunia telah merasakan penderitaan yang sama. Dan Allah sumber segala karunia, Yang telah memanggil kamu dalam Kristus kepada kemuliaan-Nya yang kekal, supaya setelah penderitaan yang engkau alami yang hanya seketika lamanya, akan menyempurnakan, meneguhkan, menguatkan, dan mengukuhkan kamu. Bagi Dialah kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amen.” (1 Petrus 5
SEBUAH CONTOH DOA YANG BARU
DAN RAPAT KERJA
Baru-baru ini beberapa dari antara 600 anggota Sidang Glendale bertemu untuk mengadakan apa yang mereka sebut persekutuan doa dan rapat kerja. Setelah bernyanyi sebentar dan menaikkan doa-doa singkat, maka ketua Conference menyampaikan satu ceramah mengenai nabi-nabi palsu dan kekeliruan yang menyusup ke dalam sidang.
Kemudian persekutuan doa itu segera beralih ke dalam suatu rapat kerja untuk membicarakan pemecatan seorang saudari penganut pekabaran Tongkat Gembala, lalu pendeta mengumumkan, supaya sementara rapat kerja dimulai, dimohon dengan hormat semua orang yang bukan anggota sidang Glendale meninggalkan ruangan.
Di samping saya sendiri ada dua atau tiga orang penganut Kebenaran Masa Kini yang juga telah dicabut hak keanggotaannya. Gantinya meninggalkan ruangan untuk memenuhi perintah pendeta itu, kami tetap diam di tempat kami duduk, karena saudari dengan siapa kami sedang duduk, adalah orang yang akan “dipecat”, ingin supaya kami tetap tinggal. Tetapi melihat gelagat kami tidak mau pergi, maka pendeta itu menyebut nama saya, sambil berkata : “Saudari____, anda bukan lagi anggota
4 gereja kami, maka saya mohon agar anda meninggalkan ruangan ini juga orang-orang yang bersamasama dengan saudara.” Saya tetap pada tempat duduk saya dan berharap dapat tetap berada di sana, tetapi gereja itu tiba-tiba menjadi gempar, karena beberapa orang bangkit dari tempat duduk mereka dan meminta agar kami pergi. Kemudian pendeta itu memberi perintah kepada diakondiakon untuk mengawasi kami, sehingga kami akhirnya memutuskan untuk pergi keluar bersama dengan pengantar kami itu, yaitu diakon-diakon yang berada di samping kami.
Di luar kami bertemu dengan anggota-anggota gereja MAHK yang lain, yang sedang menunggu sahabat-sahabat dan keluarga mereka, maka kami memberikan traktat-traktat dan 116 memberitahukan pekabaran itu, sehingga ada seorang wanita tua yang kekasih yang berkenan untuk mempelajari Alkitab. Sekarang kami mengucapkan terima kasih kepada diakon-diakon itu.
Saya mengucapkan terima kasih kepada Tuhan karena peralatan sederhana yang Ia gunakan untuk menyampaikan kepada umat-Nya kebenaran ajaib ini, supaya Ia segera memiliki suatu sidang yang tidak bercacat atau berkerut atau apapun yang serupa dengan itu, tetapi suci dan sempurna, oleh mana akan mengamarkan dunia dalam seruan keras dan segera mempersingkat pekerjaan-Nya di atas bumi, sebagaimana kita baca dalam Testimonies Jilid 5, hal. 187 :
“Bangunkanlah kerohanianmu yang lesu. Berkerjalah dengan segala kekuatanmu untuk menyelamatkan jiwamu sendiri dan jiwa-jiwa orang lain. Sekarang bukanlah waktunya untuk berteriak kedamaian dan keamanan. Bukanlah bahasa indah para penceramah yang dibutuhkan untuk menyampaikan pekabaran ini. Kebenaran dengan segala tuntutannya yang keras dan tajam harus disampaikan. Orang-orang yang mau bertindak diperlukan, -- yaitu orang-orang yang mau bekerja dengan sungguh-sungguh, tanpa berhenti bagi penyucian sidang dan untuk mengamarkan dunia.
“Suatu pekerjaan besar harus diselesaikan; rencana-rencana secara lebih luas harus disusun; suatu suara harus dikumandangkan untuk membangunkan bangsa-bangsa. Orang-orang yang imannya lemah dan bimbang bukanlah orang-orang yang maju bekerja pada saat-saat yang penting dan genting ini. Kita memerlukan keberanian para pahlawan dan iman para martir.”
Aku mengucapkan terima kasih kepada Tuhan karena terang yang mulia yang sedang bersinar ke atas jalan yang kita lalui, maka saya mau mengikuti Juruselamatku sepanjang jalan apapun taruhannya. Dan demi kepentingan para pemimpin dan semua anggota Sidang Glendale, saya minta agar saudara berdoa untuk kami, supaya mereka dapat jatuh ke atas Batu Karang Yesus Krisus, dan remuk sebelum Batu itu jatuh menimpa mereka serta menggilas mereka berkeping-keping.” (Lukas 20 : 18)
(Tertanda) Ny. E.M. Crawford
Glendale, California
SUATU “PERJAMUAN YANG TIDAK SUCI”
Pada tanggal 22 Januari saya telah menerima sepucuk surat tercatat dari para pegawai gereja dimana diberitahukan kepada saya, bahwa soal keanggotaan saya di gereja MAHK Glendale akan dipertimbangkan pada rapat kerja yang diadakan pada malam berikutnya.
Saya mengucapkan terima kasih kepada Allah, karena dengan panggilan demikian kami tidak perlu waktu untuk membuat persiapan khusus, tetapi dapat janji ajaib yang diberikan Tuhan yang mengatakan, bahwa apabila kita dihadapkan ke depan majelis atau dibawa menghadap pemerintah atau raja-raja karena nama-Nya, maka kita tidak perlu memikirkan bagaimana dan apa jawaban yang akan kita berikan, karena ia itu akan diberikan kepada kita pada saat itu juga.
Pada waktu saya sampai di tempat pertemuan itu, beberapa orang saudari penganut 117 pekabaran pada jam ini, sudah ada di sana; tetapi kepada mereka diminta supaya meninggalkan gereja ; dan karena beberapa orang dari antara mereka menolak untuk meninggalkan gereja demi saya, maka mereka dikeluarkan secara kasar, setelah mana Pendeta sidang membacakan tuduhantuduhan yang dituduhkan terhadap saya, dalam mana saya ingatkan bahwa ia belum meneliti tentang penjelasan kebenaran itu.
Ketika akhirnya mereka memberikan waktu kepada saya untuk berbicara, maka saya mengingatkan kembali kepada mereka bahwa jika saya harus dipanggil ke hadapan pengadilan dunia, saya harus diijinkan untuk membawa beberapa orang saksi; tetapi karena mereka lebih suka supaya saya berhadapan sendirian, maka saya pastikan kepada mereka bahwa Allah akan hadir bersama saya, karena jika Allah bersama kita, siapakah yang dapat melawan kita?
Kemudian saya menyampaikan keyakinan saya bahwa sidang MAHK adalah satu-satunya sidang di atas bumi pada waktu ini yang Allah akui sebagai sidang-Nya, dan bahwa pergerakan ini akan berjalan maju menuju kerajaan itu; tetapi keadaan kerohanian yang sekarang dimiliki oleh sidang sudah begitu tercela sehingga suatu pembangunan dan suatu reformasi harus diadakan untuk menyelamatkan kita, untuk membuktikannya saya membacakan beberapa pernyataan yang dikutip dari buku Testimonies hingga kutipan itu membuat hati mereka merasa tidak enak lalu menghentikan saya untuk berbicara dan menuntut supaya saya hanya menjawab pertanyaan, apakah saya percaya atau tidak kepada Tongkat Gembala itu.
Saya menjelaskan bahwa saya percaya seratus persen terhadap Alkitab dan Kesaksian itu sebagai firman Allah, dan juga percaya kepada buku-buku yang lain yang selaras dengan kedua buku itu; karena itu jika mereka mengadakan pemungutan suara untuk mengeluarkan saya dari sidang, maka saya bukanlah cabang yang lepas tetapi sebaliknya orang yang terbuang.
Puncaknya adalah ketika ketua Conference berdiri lalu berbicara : “Pernyataan-pernyataan yang saudari baca itu tidak ada yang lain selain tuduhan, dan kita tahu tuduhan-tuduhan itu datangnya dari Setan!” Semua pernyataan yang saya bacakan tadi diambil dari tulisan Sis. Ellen G. White,
5 sebahagian di antaranya adalah sebagai berikut : Testimonies Jilid 5, hal. 217; Testimonies to Ministers, hal. 359; Review and Herald, hal. 50 – 51, 67, dan lain-lain.
Benar, mereka telah mengadakan pemungutan suara untuk mengeluarkan saya tetapi saya tidak percaya dengan perlakuan sidang itu, bagaimanakah saya dapat mempercayai pekerjaan mereka, sedangkan mereka telah hanyut begitu jauh dari Penunjuk jalan yang mulia karena di depan umum mereka mengatakan bahwa tulisan Sis. White itu datangnya dari Setan. Kiranya Allah mengampuni mereka karena mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.
(Tertanda) Ny. Anna Engen
Glendale, California
SEMANGAT YANG TIDAK MENGENAL TAKUT
Kita sedang menabur benih dan berdoa supaya Tuhan mengairinya. Orang-orang Conference dan para pendeta telah menanamkan perasaan takut dalam hati orang banyak sehingga mereka gentar bahkan tidak berani untuk hanya membacanya. Hal itu adalah merupakan satu cerita tentang laba- 118 laba dengan seekor lalat : ketakutan itu telah ditanamkan begitu dalam sehingga jika mereka membacanya, cerita dongeng laba-laba hitam itu akan menangkap mereka lalu memegang mereka kuat-kuat dalam ikatan-ikatan kebinasaan jiwa dari kekeliruan. Saya dapat melihat dengan nyata bahwa sidang itu adalah sidang Allah tetapi mereka yang melakukan pekerjaan semacam itu bukanlah umat-Nya, karena mereka sudah bertindak seperti yang dilakukan orang-orang Kepausan pada zaman Luther.
Saya berterima kasih kepada Allah karena Ia telah memberikan ketabahan dan kemauan kepada kami sehingga kami dapat kuat berdiri di atas kaki kami sendiri, dan oleh kasih karunia yang diberikannya kami dapat menghadapi mereka jika kami terpaksa sendirian seperti yang kami alami sekarang.
Berdoalah untuk kami, karena hati dan jiwa kami berada dalam pekabaran Tongkat Gembala itu; yang telah memberikan suatu perubahan dalam hidup kami; dan dengan pertolongan dan pimpinan tangan Allah, kami akan berjalan menuju kerajaan itu, sehingga terhitung di antara mereka yang 144.000 itu -- Puji Allah!
(Tertanda) Ny. W.L. Harper
Richmond, Virginia
PENGALAMAN BARU
Bertahun-tahun saya telah menjadi anggota MAHK, saya belum pernah merasa puas dengan pengalaman saya sebagai seorang Kristen. Saya merasakan ada sesuatu yang kurang, tetapi saya tidak mengetahui apa itu, sampai beberapa waktu yang lalu seorang saudara memberikan buku Tongkat Gembala kepada saya. Sejak saya membacanya, saya ketahui bahwa saya sudah menjadi seorang MAHK yang lebih baik, dan mengetahui bahwa pekabaran itu adalah pekabaran yang datang dari Allah maka saya berdoa kiranya orang banyak dapat menerimanya.
(Tertanda) Charles Garfin
San Diego, California
SURAT PEMILIHAN RAHASIA
Pada tanggal 16 Januari, setelah selesai persekutuan doa yang diadakan pada malam hari, ketua Conference mengumpulkan dewan pengurus gereja, setelah sebelumnya ia telah mengirimkan kepada kami sepucuk surat undangan pribadi untuk datang bertemu dengan mereka. Pertemuan ini telah diadakan dengan tujuan khusus yaitu untuk mempertimbangkan bagaimana sikap kami terhadap ajaran Tongkat Gembala itu. Pertemuan itu dihadiri oleh ketua dan auditor dari Uni Conference. Kepada kami diberi kesempatan membuat pernyataan-pernyataan untuk didengar oleh saudara-saudara tersebut, maka kami melakukannya, dan menjelaskan bahwa kami akan menerima ajaran Tongkat Gembala itu dan mendesak saudara dan saudari kita untuk menyelidiki kebenaran itu bagi diri mereka sendiri, yang cocok dengan pelajaran-pelajaran sebagaimana yang diberikan oleh hamba Tuhan mengenai setiap kebenaran baru yang datang kepada kita. -- Testimonies on Sabbat School Work, hal. 65.
119Kemudian ketua Uni dipersilahkan untuk memberi pendapat, dan menyarankan supaya namanama kami dicoret dari buku sidang. Demikianlah pada hari Sabat tanggal 2 Februari, ketua Conference berkhotbah di gereja Clovis, dan sebagai pemimpin acara menyampaikan tindakan majelis kepada jemaat. Kami telah dipecat karena pendirian kami atas Tongkat Gembala itu. Sekali lagi kepada kami telah diberikan satu kesempatan untuk bersaksi bagi Tuhan dan mencoba untuk membiarkan Dia ber-bicara dengan membacakan pernyataan yang dikutip dari Kisah Para Rasul pasal yang ke 5 ayat 27 - 40, dan juga dari Testimonies to Ministers, hal. 106 – 107, mengenai bahaya menolak kebenaran karena keputusan-keputusan yang dibuat oleh saudara-saudara pemimpin.
Kami merasa sangat sedih karena orang-orang yang kekasih yang tinggal di sini sedang melakukan perkara-perkara yang sama seperti yang dilakukan oleh orang-orang Yahudi pada zaman Kristus, pada waktu mereka menyalibkan Dia. Tetapi sama seperti Dia kami memohon kepada Bapa supaya Ia mengampuni mereka karena mereka tidak tahu apa yang sedang mereka lakukan. Suatu hari, jika mereka tidak bertobat, mereka akan berdiri di hadapan pengadilan dan mereka akan merasa malu. Namun dalam semua kesedihan ini, sebaliknya kami bersukacita karena penghiburan yang terdapat dalam buku Yesaya 66 : 5 yang menyatakan, “Dengarkanlah akan firman Tuhan, hai kamu yang gentar akan firman-Nya : saudara-saudaramu yang membenci kamu, dan yang mengucilkan kamu oleh karena kamu menghormati nama-Ku, telah berkata, Biarlah Tuhan dimuliakan, maka Dia akan membuatmu bersukacita, dan mereka akan mendapat malu.
6
Pada waktu pertanyaan diajukan kepada jemaat untuk pemungutan suara, hal itu ternyata telah membuat malu pendeta, karena beberapa saat lewat sebelum seorangpun dari jemaat itu punya keberanian untuk membuat suatu usulan, dan kemudian beberapa saat lamanya sebelum ada yang menguatkan usulan tersebut, yang kali ini harus datang dari isteri pendeta itu. Tentu saja, pemungutan suara secara tertutup telah diambil, lalu orang-orang yang menghitung itu mengumumkan bahwa tidak ada surat suara yang tidak sah. Akan tetapi, kami mengetahui bahwa beberapa kertas suara yang kosong yang tidak digunakan telah dimasukkan.
Kami telah makan malam dengan beberapa anggota lalu memperbincangkan pekabaran itu, maka kami yakin bahwa orang-orang itu adalah orang yang pandangannya terbuka. Mereka sendiri mengatakan bersedia menyelidiki pekabaran itu bagi mereka sendiri, dan memang demikianlah yang sedang mereka perbuat pada saat ini.
Memandang ke depan dengan jaminan keberhasilan, berdasarkan janji Tuhan, saya akan mengakhiri kabar dari kawasan New Mexico dengan kutipan firman berikut ini :
“Jadilah kuat dan teguhkanlah hatimu. Janganlah takut dan tawar hati, sebab Tuhan Allahmu akan menyertai kamu, kemanapun engkau pergi.” Yosua 1 : 9. “Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan; melainkan roh yang membangkitkan kekuatan dan kasih.” 2 Timotius 1 : 17.
Hormat saya untuk “semua kebenaran”
O.E. Lovan
Clovis, New Mexico
120SUATU PENJELASAN
Boleh jadi tugas yang paling menyenangkan dari semua pekerjaan dalam kantor ini adalah membaca dan menjawab surat-surat yang membesarkan hati dari orang banyak yang datang kepada kami setiap hari, oleh sebab itu kami sangat menyesal karena surat-surat yang berlimpah ini telah membuat banyak saudara-saudara menjadi kecewa karena kami terlambat membalasnya. Semua ini jelas karena keadaan dan bukan kesengajaan, maka kami yakin bahwa saudara-saudara akan sabar sampai fasilitas-fasilitas kantor cukup memadai dengan pertambahan surat-surat yang datang.
MEMERLUKAN BANTUAN
“Setelah membaca pokok-pokok berita ‘Symbolic Code’, maka saya memperhatikan bahwa saudara memiliki sebuah kantor penempatan tenaga kerja, dan saya sangat berterima kasih jika saudara dapat membantu saya untuk mendapatkannya, karena saya tidak dapat memperoleh pekerjaan apapun di sini kecuali mau bekerja pada hari Sabat, yang jelas tidak dapat saya penuhi, karena saya ingin tetap setia kepada Tuhan walaupun saya harus menderita kelaparan.
“Saya mempunyai seorang anak perempuan kecil berumur 7 tahun yang bersekolah dan membutuhkan buku-buku dan pakaian, tentu sukar baginya pergi ke sekolah tanpa memiliki keperluan itu.
“Saya harap saudara mau berdoa bersama saya agar Tuhan memberikan kepada saya kekuatan untuk dapat menanggulangi setiap ujian dan pencobaan, karena saat inilah pencobaan terberat yang saya hadapi di dalam hidup saya. Saya sangat gembira apabila Tuhan datang.
“Saudara, saya sangat membutuhkan bantuan saudara, dan akan menghargai segala bentuk pertolongan saudara.”
Permohonan di atas datang dari seorang saudari yang tinggal di Carolina Selatan, maka jika ada di antara saudara-saudara yang dapat memberikan atau mengetahui pekerjaan untuk diberikan kepadanya, atau yang dapat membantu dengan usaha apa saja, tolonglah supaya berhubungan dengan kantor ini untuk mendapatkan nama dan alamatnya.
PERTANYAAN DAN JAWABAN
Pertanyaan : “Saya ingin mengetahui bagiamana mencocokkan Wahyu 16 : 18 dengan Wahyu 8 : 5. Karena jika dalam Wahyu 8 : 5 berarti penghukuman itu diulangi lagi, maka apakah maksudnya dalam Wahyu 16 : 18?”
Jawab : “Keduanya menunjukkan maksud yang sama (penghukuman dimulai lagi), setelah tujuh bela itu digenapi (Wahyu 15 : 8), yang akan terjadi pada waktu permulaan penghukuman bagi orang jahat selama seribu tahun.
Pertanyaan : “Bagaimanakah saudara mencocokkan ajaran-ajaran Tongkat Gembala dengan COL, hal. 72, 73 yang mengatakan bahwa lalang dan gandum akan tumbuh bersama-sama hingga 121 masa kasihan berakhir, dan COL, hal. 122 dan 123 yang mengatakan : ‘Apabila pekerjaan injil sudah selesai, maka penghakiman itu akan menyelesaikan tugas pemisahan’?”
Jawab : Pertanyaan mengenai COL, hal. 72 akan dijawab sebagai berikut : Jika penuaian itu mengakhiri masa kasihan, maka periode dalam mana penuaian itu dilaksanakan mestinya berlangsung
7 di dalam dan bukan setelah masa kasihan berakhir. Demikianlah hal itu menggenapi Yeremia 8 : 20 : “musim menuai sudah berlalu, musim panas sudah berakhir (memperlihatkan bahwa penuaian itu merupakan suatu masa periode yang mempunyai permulaan dan akhir), tetapi kita belum juga selamat (membuktikan bahwa penuaian itu adalah waktu penyelamatan, atau dalam kata lain, waktu masa kasihan).” Ini sesuai baik dengan Early Writings, hal. 188 dan Matius 13 : 28, EW 118 mengatakan bahwa malaikat yang ketiga adalah yang melaksanakan penuaian itu, sedang Mat 13 : 28 mengatakan bahwa malaikat-malaikat yang memisahkan lalang-lalang dari gandum yang terjadi “dalam masa penuaian”, keduanya sekali lagi membuktikan bahwa penuaian itu adalah merupakan suatu masa periode bukan merupakan waktu atau hari apabila Kristus datang dalam awan-awan untuk mengumpulkan dalam penebusan.
Pernyataan dalam COL, hal. 73 mengatakan bahwa “saudara-saudara yang palsu akan selalu ada dalam sidang hingga berakhirnya zaman” yang menunjuk kepada “akhir zaman” -- waktu mana Yeheskiel menubuatkan dalam kata-kata : “hari itu sudah dekat, tetapi satu penglihatan pun tidak ada yang terjadi.” (Yeheskiel 12 : 22.) Oleh sebab itu, ketika Kristus mengatakan “Biarkanlah keduanya bertumbuh sampai”, berakhirnya zaman, maka ia menunjuk kepada zaman kita, yaitu “akhir zaman”, dalam mana periode penuaian itu akan menghasilkan dan memisahkan “lalang” dari “gandum”. Kesulitan yang menyebabkan banyak orang salah memahami COL, hal. 73 itu, adalah karena mereka telah gagal menyadari bahwa sekarang juga kita berada dekat sekali pada “penutupan zaman”. Adalah karena kegagalan ini juga mereka tidak dapat memahami dengan benar apakah arti sesungguhnya penutupan zaman itu, sehingga mereka tersandung ke atas pokok persoalan yang sama mengenai penuaian itu.
COL, hal. 122 mengatakan bahwa “pukat itu” mengumpulkan yang baik dan yang jahat ke dalam sidang. Apabila pekerjaan injil sudah diselesaikan, maka penghakiman akan menyelesaikan pekerjaan pemisahan. Adalah tidak mungkin bagi pekerjaan pemisahan untuk mendahului pekerjaan penghakiman. Secara alami biasanya pekerjaan penghakiman harus terjadi sebelum pemisahan. Jadi, pemisahan yang ditetapkan pada waktu pemeriksaan hukum dilaksanakan setelah penghakiman itu benar-benar sudah berakhir. Hal ini cocok sempurna dengan Testimonies to Ministers, hal. 234 yang mengatakan, “Masa penghakiman itu adalah merupakan suatu periode yang paling hikmat, dimana Tuhan mengumpulkan milik-Nya dari antara lalang-lalang.”
Juga marilah kita pikirkan masalah itu dari sudut lain. Semua orang sependapat bahwa pukat Injil itu menggambarkan sidang dan bahwa “dicampakkannya pukat itu adalah menggambarkan pekerjaan mengkhotbahkan Injil.” Jadi pada waktu pukat itu ditarik ke pantai dan pekerjaan injil itu selesai sewaktu masa kasihan berakhir, maka ikan jelek itu akan tertinggal dalam pukat dan tidak dibuang, karena pukat itu tidak dipergunakan lagi, sehingga tidak perlu membuang ikan yang jelek itu keluar dari dalamnya. Tetapi jika ikan yang jelek itu harus dibuang, hal ini menunjukkan bahwa pukat itu perlu dipersiapkan (dibersihkan) untuk dipergunakan kedua kalinya.
Selain itu khayal yang pertama sekali diperoleh oleh Sis. White adalah mengenai mereka yang 144.000 itu. Organisasi telah selalu memiliki keyakinan bahwa maksud khayal itu adalah untuk 122 mengumpulkan umat yang sisa, mereka yang 144.000 itu. Jadi, pada waktu pertama sekali ia itu (pukat) disiarkan dalam tahun 1844, maka ia itu untuk pengumpulan mereka yang 144.000 itu, yang masih samar-samar diyakini sesudah waktu itu, tetapi Tongkat Gembala membuktikan bahwa mereka sudah dikumpulkan. Dan karena mereka yang 144.000 itu adalah merupakan buah-buah pertama maka hal ini menunjukkan bahwa buah-buah kedua harus menyusul, dan lebih jauh, karena “pukat” itu telah bertahun-tahun mengumpulkan “dari setiap jenis ikan, yang baik [144,000] dan yang jelek”, oleh karena itu “pukat” itu harus ditarik ke pantai dan “ikan yang baik” itu dikumpulkan ke dalam “keranjang” dan yang “jelek” “dibuang keluar” sebelum buah-buah kedua (rombongan besar orang banyak -- Wahyu 7 : 9; Yesaya 66 : 20) dapat dikumpulkan (Wahyu 18 : 4).
Jadi waktu yang dibicarakan dalam bacaan di atas yang didiskusikan adalah pada Yeheskiel 9, pada waktu pekerjaan injil kepada mereka yang 144.000 itu telah diselesaikan lalu mereka -- buahbuah pertama -- yang telah dituai dari seluruh dunia; maka injil itu telah memeteraikan mereka bagi kekekalan dan merampungkan pekerjaan dalam hidup mereka, dan mereka sudah siap untuk disebarkan (diutus) bagi penuaian buah-buah kedua dalam masa Seruan Keras, sehingga pada waktu penuaian itu berakhir maka mereka (buah-buah kedua) akan ditambahkan kepada yang 144.000 itu (buahbauh pertama), lalu semuanya sudah siap bagi pengubahan.
Pertanyaan : “Jika binatang itu bukan kepausan, kenapa Sis. White membicarakannya sebagai kepausan dalam The Great Controversy, hal. 439, 443, 445, 579?”
Jawab : Alasan Sis. White mengatakan bahwa binatang itu sebagai kepausan adalah karena (sebagaimana yang dijelaskan dalam Tongkat Gembala, Jilid 2, hal. 85 – 89, 95 – 98) selama periode 1260 tahun itu, dari mana ia sedang menyuguhkan semua contoh yang disebut dalam The Great Controversy, ia hanya menggunakannya kepada kepala itu kepausan dan bukan kepada binatang itu dalam semua seginya yang berbeda-beda -- 7 kepala, 10 tanduk dan lain-lain, -- tetapi hanya kepada kepala yang terluka; yang berada pada binatang itu, dan yang merupakan satu bagian yang penting daripadanya, sehingga hal itu membenarkan dia untuk menyatakan pikirannya, yang mengatakan : “binatang itu -- kepausan”, akan tetapi, dengan pernyataan itu, ia tidak bermaksud untuk mengatakan 8 bahwa semua “tujuh kepala” dan “sepuluh tanduk” adalah “kepausan”, melainkan hanya kepala yang terluka yang membawa mati, tepat seperti yang sering kita sebut bahwa binatang yang keempat dari Daniel 7 adalah kepausan; yang seharusnya kita meyakini dengan baik bahwa pernyataan semacam itu adalah mengeluarkan sepuluh tanduk (sepuluh raja) dan hanya memasukkan “tanduk kecil yang mempunyai mata seperti mata manusia.”
Pertanyaan : “Jika seseorang telah menyambut Tongkat Gembala itu, dan menerima sepenuhnya, apakah ada kemungkinan ia akan hilang?”
Jawab : “Jika Tongkat Gembala itu adalah kebenaran, dan seseorang telah menyambutnya dengan sepenuh hati, lalu melakukan kebenaran itu, maka kemungkinan hilang akan disamakan dengan kemungkinan Paulus hilang karena ia menerima dengan sepenuh hati pekabaran yang diberikan oleh Kristus kepadanya dan setelah mana ia berkata, “Tetapi untuk ini aku mengakui kepada kamu, demikianlah aku berbakti kepada Allah nenek moyangku, percaya kepada segala perkara yang ada tertulis di dalam hukum dan nabi-nabi, bahwa setelah menempuh jalan yang sedemikian ini mereka menyebutku bidat.” (Kisah Para Rasul 24 : 14)
Lagi pula, karena Tongkat Gembala itu adalah pekabaran Eliyah (Testimonies to Ministers, 123 hal. 475), maka tidak mungkin bagi siapapun yang menerima dan menghidupkannya akan hilang, karena contoh itu menuntut pengubahan. Maka adalah Eliyah yang berdiri sebagai contoh bagi mereka yang 144.000 itu (The Desire of Ages, hal. 421)
Pertanyaan : “Haruskah pokok-pokok pelajaran yang ditampilkan dalam Tongkat Gembala itu dipelajari dalam setiap pertemuan Sabat yang kita adakan?”
Jawab : “Tidak akan ada contoh dimana pelajaran lain diajarkan pada setiap waktu pertemuan diadakan untuk mempelajari Tongkat Gembala. Jika Tongkat Gembala itu adalah kebenaran masa kini, maka ia itu harus diutamakan di atas segala bentuk kebenaran Alkitab yang lain, sebab Roh Nubuat berkata, kebenaran masa kini itulah yang dibutuhkan oleh kawanan domba pada waktu ini” (Early Writings, hal. 63), dan Testimonies to Ministers, hal. 118 memperingatkan : “Dahulukanlah prinsip-prinsip yang baru, dan kumpulkan dalam kebenaran yang jelas dan tegas.”
Pertanyaan : “Apakah hanya ada tiga perintah untuk membangun kaabah itu, dan kemudian satu oleh Arthasasta sewaktu membangun tembok-tembok dan merampungkan pemulihan kota Yerusalem?”
Jawab : Ezra 6 : 14 dapat menjawab bagian pertama dari pertanyaan itu, serta menunjukkan bahwa ada tiga perintah yang dikeluarkan untuk membangun “rumah” itu -- satu oleh Koresh, satu oleh Darius, dan satu oleh Arthasasta.
Ezra 6 : 14 juga menjawab bagian kedua dari pertanyaan itu, yang namanya Koresh, Darius, dan Arthasasta adalah orang-orang yang membuat tiga perintah itu.
Ezra 7 : 1 membuktikan bahwa Arthasasta Longimanus, yang mengeluarkan perintah untuk memperindah (bukan membangun) rumah itu (ayat 21) dan membangun kembali kota itu, muncul setelah rentetan waktu dan peristiwa-peristiwa (“perkara-perkara”) dalam pasal yang terdahulu buku Ezra. Oleh sebab itu, perintah yang dikeluarkan oleh Arthasasta dari Ezra 6 : 14, untuk membangun kaabah, bukanlah perintah Arthasasta yang terdapat dalam Ezra 7 : 1.
Walaupun Ezra 6 : 15 menunjukkan bahwa ada perintah yang lain di samping ketika perintah yang tercatat dalam Alkitab, namun Sis. White mengatakan bahwa hanya ketiga perintah itulah yang tercatat sebagai yang resmi. Demikianlah ia menyebut Koresh (Prophets and Kings, hal. 578; Ezra 1 : 1) sebagai orang yang mengeluarkan perintah yang pertama; Darius (Testimonies to Ministers, hal. 203; Ezra 6 : 1 ) sebagai orang yang kedua; dan Arthasasta Longimanus (Prophets and Kings, hal. 607, 610; The Great Controversy, hal. 326; Ezra 7 : 21) sebagai orang ketiga.
PEMBAHARUAN KESEHATAN
“Adalah suatu tugas yang suci bagi tukang masak untuk belajar bagaimana menyediakan makanan yang sehat. Banyak jiwa-jiwa yang hilang sebagai akibat kurangnya pengetahuan dan keahlian memasak. Perlu dipikirkan dan diperhatikan bagaimana membuat roti yang baik; tetapi lebih banyak agama di dalam seketul roti yang baik daripada yang banyak orang pikirkan.” -- Ministry of Healing, hal. 302.
124Untuk dipakai dalam pembuatan roti, tepung dari gandum yang putih bukanlah bahan yang terbaik. Penggunaannya tidak memberi keuntungan baik kepada kesehatan maupun kepada ekonomi. Roti yang enak dan yang dibuat dari tepung terigu, tidak mempunyai cukup unsur-unsur yang bergizi yang ditemukan dalam roti yang terbuat dari tepung gandum murni. Ia itu sering menimbulkan penyakit sembelit dan keadaan lain yang tidak menyehatkan.” -- Ministry of Healing, hal. 300.
“Zweiback, atau roti yang dibakar dua kali, adalah suatu pembuatan roti yang paling mudah dicerna dan yang paling cocok buat makanan. Cobalah ambil roti yang dipotong lalu panaskan dalam sebuah oven (alat pemanas) sampai uap-uap air yang terakhir kelihatan. Kemudian digoreng kering sepenuhnya. Pada tempat yang kering roti ini dapat disimpan lebih lama daripada roti biasa, dan jika dipanaskan kembali sebelum disuguhkan, maka ia akan menjadi segar seperti roti yang baru.” -- Ministry of Healing, hal. 301 – 302.
Pemakaian soda dan baking powder dalam pembuatan roti adalah berbahaya dan tidak perlu. Soda menimbulkan radang pada perut, dan sering meracuni seluruh jaringan…. Roti harus ringan dan manis. Jangan sedikit pun tercemar dan terasa asam. Roti harus kecil, dapat terpanggang sepenuhnya sejauh mungkin, sehingga kuman-kuman ragi dapat mati.” -- Ministry of Healing, hal. 301. 9
RESEP-RESEP MAKANAN
100% ROTI TEPUNG TERIGU GANDUM MURNI
Bersihkanlah sepenuhnya sebuah kentang yang besar atau dua buah yang kecil, dan setelah diiris semua bersama kulitnya, masaklah dengan air secukupnya sampai semuanya menjadi lembut, dan saringlah melalui sebuah saringan, dan tambahkanlah air dingin secukupnya kepada air yang tinggal dan jadikan satu dengan kentang sehingga takarannya 1 ½ quart (1 quart = 0,9463).
Taruhlah ke dalam sebuah bejana yang besar, lalu pecahkanlah sebuah ragi ke dalam sedikit air, dan tambahkanlah kepada campuran itu. Kemudian taruhlah tepung secukupnya untuk membuat sebuah adonan, dan biarkanlah di dalam tempat yang panas sampai kelihatan bagus dan ringan.
Setelah itu tambahkan satu sendok makan garam, 2 sendok makan gula kasar atau madu dan 2 sendok makan minyak jagung atau kacang, aduk rata, tambahkan tepung secukupnya untuk membuat adonan cukup padat untuk diremas tetapi jangan terlalu kaku.
Setelah diremas-remas, simpanlah dalam tempat yang panas, dan setelah mengembang bentuklah menjadi roti batangan atau bulat-bulat kecil lalu biarkan sampai kembang tetapi jangan terlalu kembang. Kemudian letakkanlah ke dalam oven, dan setelah dibakar selama sepuluh menit kemudian dibalik. Dan setelah sepuluh menit di dalam oven, kecilkan api untuk menyelesaikan pembakaran.
Ini merupakan roti yang bergizi, dan jika dikerjakan dengan benar ia itu sangat enak. Walaupun pada mulanya tidak seenak roti putih, namun saudara segera akan menyukainya. Karena ia itu merupakan suatu zweiback yang enak. Sesuatu untuk melatih gigi.
125100% ROTI BATANGAN TEPUNG GANDUM MURNI
(tanpa ragi)
Untuk 6 cangkir tepung terigu tambahkan ½ cangkir jagung, minyak zaitun atau minyak kacang tanah. Untuk ini, tambahkanlah air secukupnya untuk membuat suatu adonan yang kental. Kemudian adonan itu dipindahkan di atas sebuah papan, dan ulek sambil membolak-balik berulangulang selama tujuh sampai sepuluh menit atau lebih, sampai kalis. Gulunglah kira-kira setengah inci tebalnya kemudian buatlah dalam ukuran sebesar pensil lalu bakar dalam oven yang besar dan apinya sedang.
Ini akan menjadi makanan yang baik sekali yang dapat menggantikan roti yang dibuat oleh tukang roti dan benar-benar menjadi bahan pokok kehidupan.
RALAT
Symbolic Code, Jilid 1, No. 8, 15 Februari 1935, hal 11. Resep makanan “Serupa dengan susu”, baris 5, baris itu seharusnya dibaca : “Campur dan oleskan kepada sari susu satu sendok makan minyak kacang tanah atau minyak buah badam dan tambahkan satu sendok makan sari jeruk atau sari rhubarb.”
Sis. McCune dari Greely, Colorado, menasehatkan kami, bahwa dalam terbitan mengenai kesaksiannya sebagaimana yang terdapat pada halaman 6 dari Symbolic Code terbitan bulan Februari, kami telah menambahkan satu pemikiran yang ia tidak maksudkan. Maka untuk pembetulan, kami terbitkan lagi kesaksiannya itu kata demi kata dari tulisan aslinya, yaitu sebagai berikut :
“Kebenaran pada masa kini dari pekabaran malaikat yang ketiga, yang kepadanya pekabaran malaikat dari Wahyu 18 : 1 sedang memberikan terang besar, telah memenuhi jiwaku, dan kuasa Roh Kudus telah meyakinkan saya bahwa satu pembaharuan besar dibutuhkan dan sekarang sudah mulai berjalan dalam hidup saya sendiri.
Semoga Allah akan menuntun setiap orang yang jujur hatinya untuk mempelajari Firman- Nya dengan rajin, agar kita dapat memperoleh “kebenaran sebagaimana ia itu ada dalam Yesus” lalu bersedia untuk menerima meterai Allah.
(Tertanda) Mary M. Mc Cune
Greeley, Colorado
10
SATU PERANAN YANG DAPAT DILAKUKAN
OLEH SEMUA ORANG
Di pertemuan Confrence di Los Angeles pada awal tahun 1934, sudah disepakati dengan suara bulat bahwa setiap pukul 5 hari Jumat sore waktu Pasifik, semua penganut kebenaran masa kini hendaknya mencari Allah demi kepentingan pekabaran itu, dan percaya bahwa persekutuan doa seperti itu akan diterima di mezbah surga, karena demi kepentingan kebenaran, “hasil dari doa yang sungguh-sungguh dari orang benar akan sangat bermanfaat.”
Kami minta dengan sangat, agar semua orang bergabung pada jam persekutuan doa yang 126 besar ini demi kepentingan dunia. Karena “bukan oleh karena kuat, dan bukan oleh keperkasaan melainkan oleh Roh-Ku, demikianlah firman Tuhan semesta alam”, adalah tugas kita yang harus dilaksanakan.
Untuk membantu saudara menepati janji ini, kami menyarankan supaya selama tiga atau empat Jumat, apabila saudara bangun pagi-pagi, menyetel alarm lonceng saudara pada jam 5 waktu bagian Pasifik, jam 6 sore waktu bagian Mountain; jam 7 sore waktu bagian sentral; jam 8 malam waktu bagian timur, sesuai dengan daerah masing-masing.
Hendaklah mulai sekarang pada setiap hari Jumat, kita bergembira dalam persatuan hati yang kuat, menaikkan doa, dalam keserasian kepada Allah demi kepentingan jemaat dan demi kepentingan kita semua.
SATU PERMOHONAN
Di sini kami lampirkan sebuah daftar pendek dari beberapa pengerja di berbagai tempat, dengan maksud menyampaikan suatu permohonan secara serentak kepada para pembaca “Symbolic Code”, yang mempunyai kenalan atau keluarga MAHK di tempat-tempat para pengerja yang disebut dalam daftar ini, agar saudara-saudara meminta pengerja itu untuk menghubungi mereka melalui surat perkenalan. Pengerja-pengerja itu akan sangat berterima kasih karena bantuan seperti itu yang mereka terima.
H. G. Warden, 2918 Umatilla St. Denver, Colorado; Ny. Hazel Hendricks, Fort Mackenzy, Sheridan, Wyoming; H.F. Roller, 1016-23rd Street. Anacortes, Washington; Eugene Lipsey, 4022 Newton Avenue, San Diego, California; John Berolinger, R 1 Box 325, Escondido, California; R. T. Nash, R2 Box 7A Redlands, California; Miss. Esther O’Malley, 1155 W. 36 Street, Los Angeles, California; E.T. Wilson, R5 Hendersonville, North Carolina; Dr. Robt. L. Stockes, Brevard, North Carolina; Dr. John H. Young, 2130 Wallace Street, Colombia, South Carolina; William Edwards, Gen. Del, Harford City, Indiana; Perry M. Jones, 121 E. Olive Avenue, Redlands, California.
ANJURAN-ANJURAN PENTING
Para pemimpin dari semua kelompok dimohon agar menuliskan setiap bulan pada halaman belakang formulir kosong ini, nama lengkap beserta alamat dari setiap anggota kelompoknya. Cara seperti ini penting untuk memberi tepat guna dan keberhasilan pada kantor ini. Juga setiap orang yang menginginkan Symbolic Code itu harus mengirimkan nama dan alamatnya, karena hanya mereka yang namanya tercantum dalam daftar pengiriman yang akan menerima Symbolic Code itu.
Supaya jangan dilakukan penukaran uang, untuk perpuluhan dan persembahan, membayar buku-buku, dan lain-lain pada hari Sabat, yaitu suatu perbuatan orang-orang Laodikea yang dipersalahkan oleh Firman Allah, maka biarlah kita berhati-hati mengurus semua perkara itu pada harihari pertama dari setiap minggu (1 Korintus 16 : 2) dengan memasukkan semua uang-uang itu ke dalam amplop yang tidak mahal. Akhir kata kami menasehatkan kepada masing-masing kelompok menyediakannya dengan amplop yang tidak mahal. Janganlah menggunakan barang-barang milik sidang dimana saudara tidak lagi membayarnya, karena hal seperti itu tidak dibenarkan.
127Hendaklah semua penganut kebenaran masa kini mencoba menyesuaikan diri untuk masuk ke dalam pekerjaan Tuhan, karena sekarang Ia sedang memanggil para pengerja agar masuk ke dalam tuaian-Nya yang luas itu.
Setiap anggota MAHK, yang ingin mendapatkan kiriman “Symbolic Code” secara berkala, dan secara cuma-cuma, silahkanlah isi formulir di bawah ini.
Tolong tuliskan nama saya pada daftar pengiriman tetap saudara, untuk majalah bulanan “Symbolic Code”
The Universal Publishing Assn.
Symbolic Code Dept. Station K, Box 68
Los Angeles, California
11
128POKOK-POKOK BERITA
Los Angeles, California
Untuk Kepentingan Sidang MAHK
“KEPADA DUA BELAS SUKU
YANG TERCERAI BERAI DI PENJURU BUMI”
Pasti saudara-saudara kita ingin mendengarkan apa yang dikerjakan dalam pelawatan kami ke Texas. Maka sekarang kami siap melaporkannya.
Tanggung jawab yang telah diletakkan oleh Allah pada waktu ini kepada kami adalah begitu besar sehingga tidak ada pikiran manusia yang dapat memahami sepenuhnya atau yang merasakannya juga; artinya, Allah telah memberikan kepada kami “firman-firman kehidupan” untuk disampaikan kepada sidang-Nya yang sedang bersalah, dengan demikian meletakkan terang yang ada pada tangantangan kami yang diperuntukkan bagi umat! Dengan kata lain, seolah-olah kita sedang berdiri dalam perlindungan dari sebuah kapal besar milik umat Allah, dan jika kita merusaknya, maka setiap orang akan jatuh dari atas kapal. Oleh sebab itu, jika kita harus menyadari betapa besar bahaya kejatuhan itu, maka kita juga, akan mengeluarkan keringat “sebesar tetesan-tetesan darah”. Hal itu mungkin bahwa Ia Yang membuat air-air yang mengamuk itu menjadi tenang dengan firman-Nya, “Jadilah tenang”, akan membagi laut, dan dengan demikian tanpa pertolongan kapal, akan membawa semua orang yang tidak bertanggung jawab atas kejatuhannya sampai ke tepi pantai. Tetapi celaka akan menimpa kepada kita, oleh karena ketidak pedulian, usaha yang setengah-setengah hati, atau karena satu tindakan yang tidak dipimpin oleh kuasa Ilahi akan menimbulkan satu bencana yang luar biasa.
Pada zaman ini kita harus mengadakan langkah yang paling penting karena pekabaran itu menemukan kita. Oleh karena itu, dengan sungguh-sungguh kami memohon doa dari setiap penganut Kebenaran Masa Kini, sehingga tidak ada pekerjaan yang kita lakukan yang tidak dapat diberkati oleh Allah.
Firman Tuhan sedang berbisik di telinga kita, bunyinya : “Engkau anak manusia, ambillah sebuah batu bata, dan letakkanlah itu di hadapanmu, dan ukirlah di atasnya sebuah kota, yaitu Yerusalem : Ukirlah kota itu dalam keadaan terkepung, dirikanlah benteng pengepungan, timbun pulalah tanah menjadi tembok pertahanan, tempatkan perkemahan tentara dan susun alat-alat pendobrak 129 sekeliling kota itu.” (Yeheskiel 4 : 1-2).
Sebab itu, kita juga harus bertanggung jawab untuk memanggil orang lain sehingga kita dapat mengemudikan kapal yang bermuatan berat itu untuk menghindari kehancuran yang kekal.
Membangun “benteng”, menimbun “tanah”, mendirikan “perkemahan tentara”, dan menyusun “alat-alat pendobrak” sekelilingnya, akan membutuhkan satu pasukan Gideon yang tidak kenal gentar yaitu orang-orang yang tidak bertelut sewaktu mereka minum (Hakim-Hakim 7 : 2 - 7). Sementara umat Allah yang dahulu membangun tabernakel, kedua kaabah itu, dan juga umat Allah yang hidup pada zaman rasul-rasul sudah mendengarkan dengan setia panggilan yang datang kepada mereka. Tetapi, akankah kita sekarang pada akhir zaman ini, sementara membuat sejarah yang akan dikenang secara abadi mundur atau berbuat kurang dari mereka? Allah telah memberikan berkat dengan limpah kepada kita lebih daripada yang Ia berikan ada umat-umat yang hidup dalam zaman apapun. Maka, apakah dengan perbuatan-perbuatan kita gagal menunjukkan kepada-Nya bahwa kita menghargai berkat-Nya yang besar sebanyak yang mereka lakukan? Hendaklah setiap pembaca Symbolic Code menjawab pertanyaan ini dalam hati mereka sendiri.
Untuk memenuhi panggilan ini kita harus mendirikan “benteng”, menimbun tanah, membangun “perkemahan tentara”, dan “menyusun alat-alat pendobrak” sekeliling -- “Ini akan merupakan satu tanda bagi isi rumah Israel.” (Yeheskiel 4 : 3). Maka, pertanyaan yang pertama timbul, dimanakah kita akan membangun? Jawabannya datang dari Dia Yang “sedang memegang pemerintahan dalam tangan-Nya sendiri.” (Testimonies to Ministers, hal. 300) : yaitu pada waktu Israel akan menjadi … bahkan menjadi suatu berkat di tengah-tengah negeri itu.” (Yesaya 19 : 24).
Karena tidak seorangpun akan meletakkan sebuah lampu pada sudut rumah melainkan di tengah-tengah rumah itu, maka seorang “pemilik kebun anggur” yang bijaksana akan membangun “sebuah menara di tengah-tengah “kebun anggur-Nya.” Kita sedang hidup pada zaman nubuatan pada waktu orang-orang berlarian kesana kemari (Daniel 12 : 4), dan apa “yang difirmankan Tuhan akan dilaksanakan-Nya dengan segera.” (Roma 9 : 28).
Maka dari itu, satu-satunya negara bagian yang berada di tengah-tengah kedua belahan bumi Amerika, yaitu Utara dan Selatan, adalah merupakan tempat dimana kita harus mendirikan “kubu pertahanan” sehingga terang itu dapat sama-sama menyebar ke timur dan ke barat, ke utara dan selatan. Selain itu, “kubu penyerangan” darimana “senjata pendobrak” itu akan dikirimkan, biasanya harus menjadi pusat lokasi sehingga jarak antara “senjata-senjata” dengan “kubu penyerangan” dapat dikurangi separuh, sehingga dengan demikian dapat mengurangi waktu dan biaya untuk transportasi dan perbekalan-perbekalan maupun untuk mengirimkan surat. Kita berterima kasih kepada Allah karena rencana yang bijaksana seperti ini.
Sebab itu, Ia telah memberikan kepada kita bukit-bukit di tepi danau yang indah yang berbatasan ke Waco, Texas, satu kota yang mempunyai penduduk sekitar 60.000 jiwa, dan masih cukup jauh dari lingkungan dunia dan kejahatan-kejahatannya -- kira-kira 5 mil dari pusat kota, dan kira-kira 2 ½ mil dari batas kota. Di sanalah terbentang tanah seluas 189 hektar untuk membangun “perkemahan” kita.
1
Beginilah firman Tuhan Allah kepada gembala-gembala itu; Celakalah gembala-gembala Israel, yang memberikan makan dirinya sendiri! Bukankah seharusnya gembala-gembala memberi 130 makan kawanan domba itu? Yang gemuk kamu sembelih, dari bulunya kamu buat pakaian, engkau makan daging lemaknya, tetapi domba-domba itu sendiri tidak kamu gembalakan. Yang lemah tidak kamu kuatkan, yang sakit tidak kamu obati, yang luka tidak kamu balut, yang tersesat tidak kamu bawa pulang, yang hilang tidak kamu cari; melainkan kamu injak-injak mereka dengan kekerasan dan kekejaman. Dengan demikian mereka tercerai-berai, oleh karena gembala tidak ada : dan mereka sudah menjadi makanan segala binatang buas di padang, pada waktu mereka bercerai-berai.” (Yeheskiel
Sejak para rasul itu meninggal dunia, maka sejak itu pula domba Allah itu telah memberikan makanan limpah bulu-bulu dan daging mereka yang tambun-tambun kepada para gembala mereka, tetapi para gembala itu tidak melakukan apapun bagi domba-domba itu. “Oleh sebab itu, hai gembalagembala, dengarlah firman Tuhan : Demi Aku yang hidup, demikianlah firman Tuhan Allah, sesungguhnya oleh karena domba-domba-Ku sudah menjadi mangsa, dan domba-domba-Ku telah menjadi makanan binatang-binatang buas di padang, oleh karena tidak ada gembala, dan juga oleh sebab gembala-gembala-Ku tidak memperhatikan kawanan domba-Ku, melainkan mereka menggembalakan dirinya sendiri, tetapi domba-domba-Ku tidak digembalakannya; oleh karena itu, hai gembala-gembala, dengarlah firman Tuhan; Beginilah firman Tuhan Allah; Lihat, Aku sendiri akan menjadi lawan gembala-gembala itu; dan Aku akan menuntut kembali domba-domba-Ku dari tangan mereka, dan menghentikan mereka memberi makan domba-domba-Ku; dan juga gembala-gembala itu tidak lagi menggembalakan diri mereka sendiri; karena Aku akan melepaskan domba-domba-Ku dari mulut mereka, sehingga mereka tidak lagi terus menjadi makanannya.” (Yeheskiel 34 : 7 – 10)
Mulialah nama Allah, karena Ia “telah berjanji bahwa dimana gembala-gembala itu tidak benar, maka Ia sendiri akan memegang pimpinan atas domba-domba itu.” (Testimonies Jilid 5, hal. 80.)
“Bersorak-soraklah, Hai segala langit; karena Tuhan telah bertindak; hai segala lembah bumi berserulah sambil bernyanyi : Bergembiralah dengan sorak-sorai nyanyian hai gunung-gunung, serta hutan dan segala pohon yang ada di dalamnya : karena Tuhan telah menebus Yakub, dan memuliakan nama-Nya sendiri di tengah-tengah Israel.” (Yesaya 44 : 23)
‘Bersorak-soraklah dan bersukarialah, Hai puteri Sion, sebab sesungguhnya, Aku datang, serta tinggal di tengah-tengahmu, demikianlah firman Tuhan. Maka banyak bangsa akan bergabung kepada Tuhan pada hari itu, lalu mereka akan menjadi umat-Ku : dan Aku akan diam di tengahtengahmu, sehingga engkau akan mengetahui bahwa Tuhan semesta alam itulah yang mengutus aku kepadamu.” (Zakharia 2 : 10 – 11). Seperti seorang gembala Ia akan menggembalakan ternak-Nya : dan menghimpunkannya dengan tangan-Nya, anak-anak domba dipangkunya, induk-induk domba dituntunnya dengan kasih sayang.” (Yesaya 40 : 11)
“Bangunlah”, hai saudara-saudara dan saudari-saudariku, “bangunlah”! Apakah kamu tidak menyadari bahwa kamu telah menjadi makanan binatang buas di padang? Apakah kamu ada menerima pertolongan dari para gembala itu? Bukankah gembala-gembala itu tidak mau memberi makanan domba-domba? Bukankah mereka tidak mau menguatkan yang “lemah”? Bukankah mereka tidak mau mengobati yang “sakit”? Bukankah mereka tidak mau membalut yang “terluka”? Bukankah mereka tidak mau membawa pulang kembali mereka yang sesat? Atau apakah kamu akan memperkuat tangan-tangan mereka yang kejam sehingga mereka terus membantai domba itu lalu menggembalakan diri mereka sendiri? Berserulah kuat-kuat, jangan tahan-tahan; “Carilah Tuhan, hai semua orang 131 yang rendah hati di bumi, yang melakukan hukum-Nya; carilah keadilan, carilah kerendahan hati; mungkin kamu akan terlindung pada hari murka Tuhan.” (Zephanya 2 : 3)
Oleh karena itu, adalah menjadi keperluan yang mendesak untuk mengirimkan beberapa saudara pergi ke Waco, Texas, supaya mereka dapat mempersiapkan jalan bagi perpindahan markas mereka dengan mendirikan sebuah bangunan sementara, dan lain-lainnya, sehingga kami dapat pindah barangkali dalam dua bulan yang akan datang, setelah mana kami dapat merencanakan untuk membangun bangunan-bangunan lain sehingga kami akan mampu menyampaikan pekabaran itu kepada sidang dengan berhasil, melengkapi pekerjaan itu bagi umat kita, memperhatikan orang miskin, orang sakit, orang yang lanjut usia maupun anak-anak di tengah-tengah kita.
Melihat kepada tanggung jawab besar yang diletakkan Allah ke atas pundak kita, maka tidakkah kita mau bersatu dalam doa yang menderita sampai kesudahan agar Allah mau memberkati kita serta memberikan akal budi surga dan menjadikan umat-Nya mau menurut pada waktu ini, karena demikianlah firman Tuhan, “umat-Mu akan menurut pada hari Engkau berkuasa.” (Mazmur 110 : 3). “Jika kamu menurut dan mau mendengar, maka kamu akan memakan hasil yang baik dari negeri itu : tetapi jika kamu melawan dan memberontak, maka kamu akan dimakan oleh pedang : sungguh Tuhanlah yang mengatakan demikian.” (Yesaya 1 : 19, 20)
Suadara-saudara yang kekasih dalam kebenaran pada masa kini --
Dalam beberapa minggu yang lalu telah banyak diterima surat-surat yang membesarkan hati, kebanyakan di antaranya memberitahukan bahwa saudara-saudara sedang memanjatkan doa dengan sungguh-sungguh agar Tuhan menuntun serta memberi akal budi kepada hamba-hamba-Nya sementara mereka mencari pusat lokasi untuk markas besar untuk mengatur pekerjaan menyampaikan pekabaran itu kepada sidang, surat-surat itu telah disambut hangat oleh semua orang terutama orangorang yang sedang mengamat-amati negeri itu, katakanlah seperti itu, dan sesungguhnya kami sangat senang memberikan laporan dan sedikit buah-buah anggur dari lawatan ini, dan dalam bahasa orang yang setia pada zaman dahulu, kami dapat berkata, “Sanggupkah kita merebut kota itu”? Tentu kita tahu hal ini dapat terlaksana jika kita melakukan apa yang dilakukan oleh kedua mata-mata yang dahulu, yakni : “ikutlah Tuhan sepenuhnya.”
2
Beberapa waktu yang lalu sudah terbukti bahwa kita perlu mencari lagi sebuah pusat lokasi buat kantor untuk melayani seluruh ladang pekerjaan dengan efisien atau tepat guna, maka mereka yang berada di markas besar telah berbulan-bulan berdoa dengan sungguh-sungguh atas masalah ini, dan sementara mereka terus berdoa untuk mendapatkan terang atas masalah itu, akhirnya Tuhan menunjukkan dengan pasti bahwa California Selatan yang indah itu tidak lagi menjadi pusat pekerjaan- Nya bagi “domba-domba yang hilang dari isi rumah Israel” tetapi telah terlihat suatu tempat menuju ke arah timur pada aliran sungai yang “sumber mata airnya” akan menjadi besar dan bersatu ke dalam sungai nubuatan Yeheskiel, maka rencana-rencana segera dirumuskan dalam suatu penyelidikan yang langsung ke kawasan yang ditunjuk oleh Tuhan dimana markas besar yang akan datang akan didirikan.
Dalam menanggapi satu undangan untuk menjadi anggota orang-orang yang akan pergi mencari lokasi yang baru itu, maka tiga orang dari antara kami telah bertemu di San Antonio, Texas kira-kira tanggal satu bulan Februari, dan lebih dari dua bulan kami telah mengikuti sebaik-baiknya 132 setiap petunjuk dari Pemimpin Ilahi kita, menyelidiki negeri itu langsung dari San Antonio ke Dallas dan Fort Worth, yang berada dalam kawasan dimana Tuhan telah menunjukkan lokasi itu.
Satu perkara sudah jelas dalam pikiran kami sehubungan dengan tempat kediaman yang baru bagi pekerjaan kita, dan hal itu adalah bahwa kita harus mempunyai markas yang berada di luar kota dari mana kita dapat melakukan kegiatan -- satu rumah dengan kamar yang cukup untuk menunjukkan bahwa Tuhan tidak salah ketika Ia mengatakan kepada kita melalui utusan-Nya bahwa kita harus meninggalkan kota, lalu tinggal dalam suatu lingkungan yang sehat, dan satu tempat dimana kita dapat mengurus fakir miskin yang ada di antara kita, dan menyediakan pekerjaan bagi mereka yang sedang belajar bagaimana menyampaikan pekabaran itu.
Sementara kami berada di Waco, perhatian kami telah tertuju kepada sebidang tanah milik yang terletak kira-kira 5 mil dari pusat kota, dan di dekatnya ada sebuah danau buatan dari mana persediaan air untuk kota itu diambil, maka semakin kami mempertimbangkan lokasi ini makin yakinlah kami bahwa Tuhan sedang memimpin kami menuju kota itu, sebagaimana yang ditunjukkan oleh “banyak bukti yang mutlak”, sehingga kami tidak berani meragukannya, karena seluruh pemandangan yang terbentang di hadapan kami pertama-tama sangat “bertentangan dengan perencanaan-perencanan manusia” dari diri kami sendiri.
Ukuran tanah ini seluas 189 hektar (4072 m2), setengah daripadanya berada di tempat yang tinggi dan sedang diusahakan, yang lainnya ditumbuhi pohon-pohonan, kebanyakan daripadanya adalah pohon Aras dari berbagai-bagai ukuran dan yang sebahagiannya adalah pohon Ek dan pohon Elm, dan beberapa jenis pohon-pohon kecil lainnya, di samping digunakan untuk perlengkapan perkakas, dan kayu bakar, sangat banyak digunakan untuk pembuatan pagar-pagar dan pondasi-pondasi bangunan. Di depan tanah itu terbentang jalan raya sepanjang kira-kira 1 mil, setengah daripadanya dapat digunakan memandang ke bawah ke danau yang indah itu yang terus memanjang beberapa mil sepanjang bagian dari tempat yang berhutan dari timur laut sampai ke barat daya.
Dari sisi depan danau itu terlihat satu lereng terjal yang berketinggian sekitar 300 kaki, kemudian permukaan tanah itu adalah merupakan satu dataran, kecuali dua atau tiga jurang curam yang membagi hutan itu ke dalam dua bagian puncak bukit, yang berangsur-angsur melandai ke sisi sebelah timur dan sebelah selatan tanah-tanah pertanian, demikianlah tempat yang luas itu sedang menghasilkan segala sesuatu keperluan pada waktu ini.
Tidak ada rencana dalam pikiran untuk bangunan-bangunan besar yang mahal, karena hal ini selalu bertentangan dengan perintah yang diberikan kepada kita dalam perkara semacam itu, dan juga dalam perkara yang lebih banyak dari itu, apabila kita mengetahui bahwa hanya sedikit waktu untuk menyelesaikan pekerjaan itu. Oleh sebab itu “kesederhanaan” haruslah menjadi semboyan untuk segala sesuatu yang sekarang kita kerjakan apabila Tuhan akan membuat “terkejut para pengerja itu dengan alat-alat sederhana yang Ia akan gunakan untuk menyampaikan dan menyempurnakan pekerjaan pembenarannya.” -- Testimonies to Ministers, hal. 300.
Saat ini kami belum mempunyai terang yang lebih jelas daripada satu permulaan yang kami harus lakukan, sekalipun begitu kami berharap bahwa kami akan memiliki sesuatu yang pasti dengan segera. Tetapi tidak ada salahnya bagi kami untuk meneruskan satu undangan kepada semua penganut Kebenaran Pada Masa Kini agar bergabung dengan kami dalam doa yang sungguh hingga akhir dengan tidak jemu-jemu supaya tidak ada kesalahan yang dilakukan pada waktu ini. Kami akan 133 menyambut setiap saran dan juga hal-hal tentang bagaimana kita dengan cepat memajukan sesuatu supaya kita dapat melihat lebih dekat apa ketentuan di tengah-tengah kita serta untuk mewakili setiap cabang pekerjaan kita, terutama kepada sidang dan sambil lalu (incidently) kepada dunia dalam persiapan untuk segala penampilan yang luar biasa apabila “rombongan besar orang banyak” itu akan dibawa masuk ke dalam “rumah Tuhan” melalui gerbang-gerbang yang tidak akan pernah tertutup.
Akhirnya pokok perhatian yang tidak sedikit sehubungan dengan perjalanan melalui Texas, adalah mengenai penganut-penganut Kebenaran Masa Kini yang baru. Sementara tujuan utama dalam perjalanan ini adalah mencari lokasi baru untuk markas besar, namun kami merasa bahwa ada sasaran rangkap yang dapat diperoleh, sehingga kami menggunakan seluruh waktu kami, untuk belajar dengan umat yang kekasih itu, jika tidak maka banyak dari antara mereka akan kelaparan karena mereka tidak tahu darimana mereka mendapatkannya, maka sebagai hasilnya kami senang memberitahukan bahwa ada rombongan-rombongan kecil yang ditemukan dalam perjalanan ini, dan yang sedang bersukacita dalam kemajuan terang dari Pekabaran Malaikat yang Ketiga sebagaimana yang disajikan
3 dalam Tongkat Gembala itu, dan semua ini adalah merupakan laporan-laporan baik yang datang dari mereka berkaitan dengan minat yang sedang timbul dalam masing-masing kelompok mereka.
Betapa sungguh-sungguh hati kami memanjatkan segala doa agar Allah mau memberikan kepada kita kesungguhan yang sama untuk mendoakan jiwa-jiwa yang digolongkan kepada Manusia Salib itu, dengan jiwa-Nya yang menderita Dia menangisi kota yang dipelihara dan yang dikasihi- Nya, sehingga kita dapat mampu untuk berkata seperti yang dikatakan-Nya, “Bapa ampunilah mereka, karena mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat”, apabila saudara-saudara yang kekasih itu mem-perlakukan kita dengan tidak ramah. Karena beban mereka banyak, dan mereka tidak mengenal pekabaran yang diberkati dari Kebenaran Pada Masa Kini, oleh karena itu mereka patut dikasihani daripada dikecam.
(Tertanda) V.T. Houteff
M.L. Deeter, E.T. Wilson
Salam kepada semua orang yang mengasihi “Kebenaran Pada Masa Kini”!
Zefanya 2 : 3 -- “Agar terlindung dari kedatangan murka-Nya adalah permohonan kami.”
Pekabaran pemeteraian ini lebih berharga daripada pekabaran sebelumnya. Ada sembilan orang Advent di sini : tujuh orang di antaranya adalah orang-orang yang percaya akan kebenaran masa kini; tolonglah berdoa untuk dua orang yang lain.
Agar kami “tidak dapat berbuat apa-apa untuk menentang kebenaran tetapi untuk kebenaran” telah memberi kesan sebagaimana yang ditunjukkan dalam pengalaman berikut :
Kunjungan seorang pendeta telah membebaskan kami dari penipuan. Ia membawa Sis.Colvin bersama dia, yang mendengarkan alasan-alasan yang ia berikan menentang Tongkat Gembala itu. Tuhan mengirimkan Saudara Houteff, Saudara Deeter, dan Saudara Wilson tepat pada waktunya. Mereka disambut dengan ramah sebagai utusan-utusan Tuhan, dan sebagai hasilnya, bukan hanya kami yang tinggal di sini yang dikuatkan dalam pekabaran itu, tetapi ada kira-kira limabelas orang 134 percaya dalam sidang Waco, dan banyak lagi yang sedang belajar!
Kini kami telah menerima peringatan sebagai berikut melalui surat Conference :
“Pada waktu ini di dalam Conference kita ada orang-orang yang mengaku sebagai orangorang Advent. Terang baru yang mereka akui telah mereka miliki tidak dapat diterima oleh organisasi kita ... Menerima doktrin mereka berarti memisahkan diri dari organisasi kita. Kami yakin apabila Tuhan mempunyai terang baru untuk diberikan kepada kita, maka Ia akan mengungkapkannya terlebih dahulu kepada para pemimpin organisasi ini dan bukan kepada mereka yang mencelanya.”
Meskipun mereka dapat mencoret nama-nama kami dari catatan buku sidang, namun kami merasa gembira karena hal itu bukan merupakan ketidak patuhan kami terhadap pekabaran MAHK dan mereka tidak dapat mencoret nama kami dari Kitab Kehidupan Anak Domba itu.
Semoga Allah menolong kita supaya tetap setia! “Hendaknya kita menyerukannya kuat-kuat dan jangan tahan-tahan.”
(Tertanda) Ny. R. F. Mc Conathy
Temple, Texas
Saya menyadari betapa kita sudah jauh dari Allah. Saya merasa begitu lemah dan merasa kurang cakap untuk memberikan pekabaran ini kepada sidang, namun saya telah menyediakan diriku dan segala-galanya kepada Allah serta memohon kepada-Nya agar Ia memberikan akal budi dan pengertian supaya Ia dapat bekerja melalui diriku dengan Roh-Nya untuk menyelamatkan jiwa-jiwa.
(Tertanda) Ny Mollie Hartman
Montrose, Colorado
Kami dengan sungguh-sungguh menghargai Symbolic Code itu. Terutama kami bersukacita kepada Symbolic Code yang terakhir.
Gereja kami di sini telah mengubah waktu pelayanan bagi perjamuan malam Tuhan dan lainlainya, yaitu dari pagi sampai sore hari dengan maksud “melarang orang-orang yang dibuang” untuk menghadirinya. Inilah waktu yang pertama sekali mereka melakukan hal ini. Akan tetapi, bagaimana pun hal itu tidak akan menyusahkan kami untuk pergi ke sana, seperti yang dilakukan oleh saudarisaudari di Wyoming. Mereka memperoleh simpati dari kami, maka kita doakan mereka agar mau beserta semua orang lain memikul segala-galanya bagi Juruselamat kita yang mulia yang telah melakukan begitu banyak bagi kita.
Tolonglah berdoa bagi kelompok kecil yang ada di sini. Kami selamanya terkenang kepada saudara sekalian. Kiranya berkat Allah yang melimpah menyertai saudara.
(Tertanda) Ny. J.C Campbell
Columbia, South Carolina
Saya masih tetap mengadakan pertemuan-pertemuan di sini; dan juga telah mengorganisir sebuah kelompok persekutuan doa yang diadakan pada setiap hari Kamis malam. Baru-baru ini ada 135 orang-orang baru yang menjumpai kami lalu mengatakan bahwa mereka telah mengatakan kepada beberapa anggota gereja lain bahwa mereka merasakan kehadiran Allah di sana. Kami juga selalu belajar pada hari Sabat sore.
Saya senang mengatakan kepada saudara bahwa ada lagi seorang anggota yang ditambahkan kepada kelompok kami. Sidang telah mengeluarkan dia pada malam yang lalu, tanggal 4 Maret. Dia telah bertekad untuk membantu penyelamatan saudara-saudara yang berada di Sion.
Kami mohon saudara berdoa untuk kami agar Allah selalu berserta kami dan memberkati kami dan menyelamatkan lagi banyak jiwa.
(Tertanda) Oran Richardson
Muncie, Indiana
4
SATU PENGALAMAN YANG MEMBESARKAN HATI
DARI COLUMBIA, CAROLINA SELATAN
Melalui komunikasi yang menarik dari Dr. John H. Young dari Columbia, Carolina Selatan, yang mengucapkan salam kepada “Duabelas Suku Yang Tercerai-berai Di Seluruh Dunia”, maka bersama ini kami ingin menceritakan pengalaman yang kami peroleh baru-baru ini dengan kelompok kecil, yang pemimpinnya ialah doktor tersebut, selama seorang sekretaris ladang pekerjaan General Conference berkunjung ke gereja Columbia untuk memberantas ajaran-ajaran Tongkat Gembala itu.
Walaupun pendeta sidang telah berjanji kepada doktor itu bahwa ia bersama saudara pengunjung akan mengunjungi kelompok kecil itu pada hari Senin, Selasa dan hari Rabu jam 6 sore sesuai dengan perjanjian untuk bertemu, namun mereka semua merasa terkejut mendengar karena cara yang sama yang terjadi menyusul di Charleston sementara semburan kata-kata menentang Tongkat Gembala itu ditunjukkan di sana seperti yang diadakan di Columbia. Rencananya adalah sebaliknya daripada pertemuan yang dijadwalkan dengan para penganut pekabaran Kebenaran Masa Kini, untuk menunjukkan kepada mereka kesalahan-kesalahan utama Tongkat Gembala itu, telah menggunakan semua waktu untuk mencela apa yang disebut bidat dari mimbar, bukan untuk mengijinkan siapa saja yang mengajukan pertanyaan kepada pembicara, atau untuk menunjukkan kebodohannya yang menyedihkan terhadap Tongkat Gembala itu secara memuaskan. Kemudian diketahui bahwa siasat mereka adalah untuk mempengaruhi sehingga kedua pendeta itu dapat menyudutkan seorang domba yang malang melalui dirinya sendiri!
Kemudian doktor itu memberitahukan rasa kecewa dari rombongan kecil “yang berdiri dalam terang” atas apa yang mereka dengarkan bahwa pendeta-pendeta itu bukan untuk bertemu dengan mereka, tetapi kata doktor itu, hendaknya “mereka jangan berputus asa”. Lebih baik mereka diangkat imannya. Kami telah menyelenggarakan satu waktu berdoa yang menyenangkan, maka kami mengucapkan terima kasih kepada Allah karena semua yang telah dilakukan-Nya bagi kami. Saya diingatkan kembali pada firman Tuhan untuk direnungkan, ‘Satu orang saja dari antara kamu akan dapat mengejar seribu orang : sebab Tuhan Allahmu itulah, yang berperang bagi kamu’.” (Yosua 23 : 10.)
Seorang saudara menjelaskan lebih jauh : “Saya telah meminta dan memohon kepada pendeta ini agar ia datang mengunjungi kami tetapi ia tidak mau. Ia tidak berpikir bahwa adalah hal yang terbaik untuk mengunjungi kelompok kami ini, tetapi ia mengatakan bahwa ia akan datang dan berbicara dengan saya secara pribadi, namun ia tidak pernah memenuhinya. Akan tetapi, ia bersama dengan 136 rombongan pendeta sidang, telah pergi untuk bertemu dengan seorang saudari kita, namun tidak dapat menunjukkan satu perkara pun tentang Tongkat Gembala itu. Apakah saudara kira Tuhan tetap memelihara mereka dengan mengambil keuntungan melalui cara mereka yang demikian? Saya kira Ia telah melakukannya. Mereka telah berbicara dengan saudari yang lain melalui telepon dan meminta bertemu dengan dia tetapi saudari itu mengatakan dengan cepat kepada mereka, bahwa jika mereka tidak mau bertemu dengan rombongan itu, maka ia sama sekali tidak peduli untuk bertemu dengan mereka.
“Doa saya adalah agar Allah dari semua kebenaran itu kiranya memberkati umat-Nya, dan menyucikan kita dalam kebenaran-Nya melalui kemuliaan yang ada di dalam Kristus Yesus Tuhan kita. Saudara-saudara marilah kita saling mendoakan satu dengan yang lain.”
SEKALI WAKTU MERASA TAKUT TETAPI
SEKARANG BERTINDAK DENGAN BERANI
Baru-baru ini seorang pendeta berdiri di sini lalu berbicara, “Pagi ini saya mau berbicara secara terus terang. Di Texas ada tuan-tuan yang sedang mengadakan perjalanan, yaitu, tuan Wilson, tuan Deeter, dan tuan Houteff. Jangan memberikan kepada mereka bantuan apapun baik berupa uang maupun tenaga, karena mereka sedang mengajarkan Tongkat Gembala, yang mereka akui sebagai terang, dan tidak lain kecuali terang.”
Segera semua mata tertuju kepada saya … kemudian setelah kebaktian selesai saya menjumpai pendeta itu ke pintu lalu bertanya kepadanya apakah saya boleh berbicara sebentar dengan dia, maka ia berdiri di samping saya kemudian saya bertanya, “Apakah pendeta tahu bahwa saya tidak mau hadir pagi ini di tempat pendeta untuk mendapatkan satu juta dollar? Ia berkata, “Kenapa”? Lalu saya jawab, “Karena pendeta telah mencela hamba-hamba dan pekabaran Allah tentang mana pendeta tidak mengetahui apa-apa kecuali apa yang pendeta baca dalam sebuah buku yang pendeta peroleh pada pertemuan dewan yang baru saja diadakan di St. Louise.” Kemudian saya tawarkan kepadanya supaya ia membacakan Gospel Workers, pasal yang berjudul “Bahaya” dan Testimonies jilid 5, hal. 80 – 81 dan supaya ia menjelaskan sekaliannya itu kepada saya.
Seorang saudari yang kepadanya saya pinjamkan satu set buku Tongkat Gembala mengatakan, “Saya tidak peduli apapun yang mereka katakan, namun saya tetap membaca dan terus membaca buku itu.” Banyak orang membacanya tanpa merasa takut dikeluarkan dari gereja.
Saya mengucapkan terima kasih kepada Allah karena keteguhan hati yang Ia berikan kepadaku, dan karena saya selalu bersikap pengecut … saya menyampaikan pujian kepada-Nya karena kebenaran masa kini. Saya telah membaca Tongkat Gembala Jilid satu itu pada minggu yang lalu dua kali sampai selesai, dan setiap kali saya membacanya saya selalu mendapatkan terang yang lebih banyak -- dan mengetahui bagaimana “Symbolic Code” itu memberi pertolongan kepadaku : semuanya saya baca sampai selesai dua atau tiga kali, sehingga saya menghitung semua halamannya, maka saya ingin mempunyai lebih banyak lagi.
Saya berdoa untuk semua orang-orang yang kekasih dan merindukan waktu apabila kita akan menikmati satu sidang yang suci. Semoga Allah memberkati pekerjaan ini dan para pengerja-Nya.
(Tertanda) Ny. A. Oswald, Tom Ball, Texas 5
137TEMPAT BERTEDUH PADA MASA YANG LAMPAU
Semenjak pekabaran itu disajikan oleh Saudara Houteff di Keene pada minggu yang lalu, ada sepuluh orang yang telah menyambut kebenaran masa kini, sehingga hasilnya bahwa pada persekutuan doa yang diadakan pada hari Rabu malam mengingatkan kami kembali kepada persekutuan doa yang sama di gereja-gereja Methodist sepuluh tahun yang lalu untuk menghibur kawanan domba itu serta membuat mereka merasa puas dengan keadaan mereka setelah pekabaran MAHK datang ke tengah-tengah perhimpunan mereka.
(Tertanda) Ny. J.O. Conrad
Keene, Texas
Kami senang memberitahukan kepada keluarga Symbolic Code bahwa Sister Mullenix, seorang ibu Israel, yang telah menderita luka parah yang mengkhawatirkan dalam sebuah kecelakaan mobil pada bulan Januari yang baru lalu sehingga menurut pemeriksaan dokter ia tidak mempunyai harapan hidup lagi, sekarang sudah sembuh. Ia mengatakan : “Saya sudah pulang sejak kecelakaan itu, dan semua luka-luka saya sudah hampir sembuh. Saya mengucapkan terima kasih atas doa penganut-penganut Tongkat Gembala dan juga mengucapkan terima kasih kepada Juruselamatku yang tercinta.
“Saya ingin bersaksi bahwa kebenaran masa kini telah menjadi suatu pertolongan dalam setiap kesusahan yang saya alami saat ini, dan ia itu telah menjadikan saya seorang MAHK yang lebih baik daripada yang pernah saya alami sebelumnya.
“Saya sangat menghargai Symbolic Code itu dan menunggu kedatangannya setiap bulan. Ia itu adalah merupakan sebuah pekabaran yang datang dari Allah, sehingga saya selalu mendoakan supaya gereja-gereja kita menyambutnya sebelum ia itu sudah sangat terlambat.”
Mary Mullinex
Florence, Colorado
PEKABARAN ITU BERKEMBANG SEMAKIN INDAH
Semakin banyak saya membaca Tongkat Gembala itu maka semakin bercahaya terang yang menyinari kaki saya. Setiap hari pekabaran itu bercahaya semakin indah.
Saya telah lama merasakan bahwa perpuluhan saya harus diberikan kepada rumah perbendaharaan kebenaran masa kini untuk membantu menyinarkan terangnya kepada saudara-saudara kita MAHK lebih jauh dan lebar. Maka pada bulan yang lalu saya sudah memutuskan untuk mengirimkannya dan saya akan terus memberikannya selama ada yang dapat saya berikan, karena saya percaya sepenuh hati saya bahwa pekabaran ini adalah pekabaran penyucian, yaitu “makanan yang tepat pada musimnya” yang datang dari Penyedia yang besar itu, maka kami akan melakukan semua yang dapat kami lakukan untuk membantu menyampaikannya kepada jiwa-jiwa yang lapar.
Saya ingin agar saya terhitung layak menderita bagi kepentingan Kristus.
(Tertanda) Ny. Lillian Davidson
Belfair, Washington
138ORANG-ORANG BEREA YANG LAIN
Saya hampir tidak sabar lagi untuk menunggu kedatangan buku-buku dan traktat-traktat itu, karena saya ingin membaca semuanya. Saya tahu bahwa semuanya itu datang dari pelajaran-pelajaran Alkitab yang mulia dan dari bacaan buku-buku Roh Nubuat. Sementara saya membaca Tongkat Gembala Jilid satu itu, maka hal itu telah menampilkan kepada saya berulang-ulang, “betapa bodoh dan lamban hati saya untuk mempercayai semua yang dikatakan oleh para nabi itu.” Satu hal teringat kembali mengenai murid-murid yang tidak melihat dan juga tidak memahami apa yang dikatakan oleh Yesus kepada mereka hingga hal itu baru jelas setelah hari kebangkitan-Nya. Saya membaca dengan mata terbuka lebar-lebar dan membandingkan firman dengan firman sementara saya melewati satu pokok pelajaran kepada pokok pelajaran yang lain. Tentu saja, untuk membaca semua ini saya telah sediakan sebuah catatan yang berisi pokok-pokok pelajaran atas mana kemudian saya dapat mengirimkan beberapa pertanyaan kepadamu jika saya tidak memperoleh jawaban dari buku pelajaran yang tidak saya ketahui, seperti yang telah saya lakukan dalam berbagai-bagai contoh.
Bacaan yang saya lakukan sampai sekarang adalah mengingatkan saya kembali kepada pengalaman hidup saya dan melihat sifat yang sebenarnya dari segala apa yang dikatakan oleh Tongkat Gembala mengenai organisasi MAHK … Saya tahu melalui pengalaman semasa anak kecil dan bertahun-tahun semenjak bagaimana mengenai ajaran itu, yaitu mengajarkan doktrin-doktrin yang mulia itu dan yang lepas dari Kristus dan menghempaskan saya dalam rasa putus asa yang gelap dan membuat saya tidak mempunyai harapan dan tetap tinggal demikian untuk satu jangka waktu yang lama.
Dahulu ketika saya berumur belasan tahun saya berkata, “Ibu, saya telah membaca sekali lagi semua nubuatan dan doktrin itu, dan telah menuliskan sekali lagi semua bacaan Alkitab itu ke dalam satu buku peringatan namun saya tidak dapat menemukan dalam seluruh susunan kebenaran itu dimana ada dibuat sesuatu ketentuan untuk kemenangan hidup. Dimanakah kuasa Allah yang menjaga orang dari kejatuhan dan dari pengalaman Roma pasal 7? Dimanakah kemenangan hidup itu? Lalu ia berkata, “Baik anakku, engkau telah memelihara hari Sabat, bukan?” -- “Ya.” “Dan engkau telah membayar perpuluhan-perpuluhan dan percaya pada Roh Nubuat serta mematuhi reformasi kesehatan, bukan?” “Ya.” “Baik, oleh sebab itu, engkau sudah benar; maka engkau tidak perlu khawatir.”
Tetapi saya tidak dapat diyakinkan. Apabila seseorang jatuh ke atas godaan-godaan, kemudian bertobat dan diampuni, namun melakukan hal yang sama berulang-ulang, maka tidak ada ketenangan jiwa dalam hal seperti itu : bukan demikian yang telah dijanjikan oleh Allah dalam perjanjian-Nya yang baru. Namun hal itu benar-benar dimana kesukaran dan kesusahan itu terdapat pada orang- 6 orang MAHK. Alangkah sayangnya! Para pendeta berada dalam kesalahan, namun para pendeta itu sendiri tidak pernah dituntun dan hidup dalam jalan yang benar oleh orang-orang yang membalikkan mereka ke dalam kebenaran. “Sayangilah umat-Mu, ya Tuhan, dan janganlah biarkan umat-Mu sendiri menjadi ejekan, sehingga bangsa-bangsa kapir menjajah mereka : mengapa mereka mengatakan kepada bangsa itu, Dimanakah Allahmu?” (Yoel 2 : 17)
Saya mengucapkan terima kasih kepada Allah karena semua kebenaran baru yang terdapat dalam Tongkat Gembala itu, maka semuanya itu harus dijadikan untuk mendorong umat Allah agar dapat melihat keadaan bahaya yang terbentang di hadapan mereka, dan melihat keperluan yang mendesak supaya mereka berusaha bangkit kembali sebelum terlambat. Banyak orang setuju kepada 139 reformasi tetapi perintah baru adalah pembangunan dan reformasi, karena membersihkan bagian luar dari cangkir dan piring saja adalah tidak baik. Semata-mata hanya memperbaiki pakaian, rambut, dan penampilan sebelah luar saja sama sekali tidak ada faedahnya. Kristus harus dibentuk di dalam harapan yang mulia, jika tidak akan hilang selama-lamanya … Kita harus dilahirkan kembali : apakah kita telah memiliki tanda kelahiran baru? Ia yang lahir dari Allah tidak pernah berbuat dosa. Apakah kita sudah mempunyai harapan hidup yang kekal? Ia yang mempunyai harapan ini telah menyucikan dirinya sendiri sebagaimana Dia adalah suci.
Saya berdoa kepada Allah supaya oleh rahmat-Nya saya turut ambil bagian beserta umat- Nya dalam pekerjaan dan pekabaran ini … yang membawa kami kembali kepada pengalaman hidup orang-orang dulu pada waktu Roh Nubuat pertama sekali diberikan kepada para perintis kita dan kepada beberapa orang yang menerima dan menolak karunia yang Allah kirimkan untuk menerangi umat-Nya. Bagi saya, saya ingin menjadi pembantu pengerja dengan mereka yang membawakan kebenaran masa kini.
(Tertanda) L.C. Forsythe
Wapakoneta, Ohio
DORONGAN UNTUK SEMUA ORANG
Bukan oleh karena alasan sakit atau malas yang menyebabkan saya berdiam diri selama tiga bulan terakhir ini, tetapi adalah karena saya sedang menikmati kesaksian-kesaksian saudara-saudara yang lain, tetapi saya juga ingin menambahkan kesaksian saya dalam terbitan Symbolic Code saudara yang sekarang, karena Allah telah berbuat baik kepada saya, dan terutama memberkati usaha-usaha saya yang lemah dalam sudut yang kecil dimana saya bekerja.
Dengan bergabung kepada Saudara Houteff dan Saudara Deeter di San Antonio, Texas pada tangal 1 Februari yang lalu, dan beserta mereka mengunjungi beberapa daerah yang terluas di bagian tengah negara bagian Lone Star selama dua bulan yang lalu, maka Tuhan telah memberkati usaha-usaha kami dengan memberikan buah di sebahagian besar tempat dimana kami telah belajar dengan orang banyak, dan kami telah menarik satu rombongan yang terdiri dari sepuluh atau duabelas orang dalam setiap dua tempat yang dibangun, disertai beberapa orang yang berminat membaca dan mempelajari pekabaran itu.
Penting untuk diperhatikan bahwa satu dari antara kelompok-kelompok ini, juga telah dibangun di bawah bayangan Kantor Uni Conference, dan di desa dimana ada satu dari antara sekolah-sekolah kita yang tua berada, dan dimana banyak pengerja-pengerja dan guru-guru tinggal, telah didatangi semua orang untuk menyaksikannya bahkan orang-orang besar di antara kami pun tak dapat berbuat apa-apa untuk menentang kebenaran itu selain mengakuinya, maka semburan kata-kata marah yang ditujukan melawan pekabaran baik dari kebenaran masa kini dan yang terdapat dalam Tongkat Gembala itu, hanya menciptakan minat orang yang lebih besar kepadanya.
Untuk menjawab pertanyaan dari Sister J.A. Dundore dalam Symbolic Code bulan Februari, mengenai kemajuan pekerjaan itu, saya mau menjelaskan bahwa saya telah hadir di Charleston, Carolina Selatan, pada waktu Pendeta____ memgeluarkan kata-kata marah untuk menentang Tongkat Gembala itu, maka dalam hal ini sesungguhnya saya mengatakan bahwa daripada ia “menindas ajaran Tongkat Gembala itu di sana”, sebaliknya tindakannya hanya untuk meneguhkan semua 140 orang yang telah menerimanya, lalu menciptakan suatu minat pada orang lain untuk menyelidiki pekabaran itu bagi mereka sendiri, dan seorang dari antara nyonya-nyonya yang mendengar dia, mengundang saya untuk memberi satu pelajaran di rumahnya, dan mengucapkan terima kasih sesudah pelajaran itu selesai : “Oh betapa rugi mereka yang berada di sidang yang kecil itu.”
Dalam seluruh pekerjaan saya selaku seorang pendeta dalam hal ini belum pernah saya menyaksikan satu kegenapan langsung yang lebih menyolok dari pernyataan jilid 9 yang mengatakan kepada kita bahwa “pergerakan-pergerakan yang terakhir akan merupakan pergerakan yang cepat.”
Sebagai contoh yang nyata dari pernyataan di atas, maka baru-baru ini kami telah menyaksikan sekelompok umat di Waco, Texas, yang telah menjadi kuat dalam kebenaran masa kini setelah mendengarkan sepuluh pelajaran, dan kelompok yang lain di Keene, Texas, juga telah menjadi kuat setelah menerima hanya tujuh pelajaran! Maka, rekan-rekan pengerja yang kekasih, kita benarbenar sedang melihat kegenapan kebenaran yang sama dalam pernyataan di buku Tulisan-Tulisan Permulaan yang sesungguhnya yang terjadi, bahwa pada hari-hari terakhir, sebahagian orang akan belajar hanya beberapa bulan saja apa yang didapatkan orang-orang lain dengan menggunakan waktu bertahun-tahun, jadi marilah kita berdoa sungguh-sungguh supaya Tuhan dengan cepat menuntun kita ke setiap tempat dimana Ia mau kita bekerja sebelum kegenapan nubuatan Yeheskiel itu tiba.
(Tertanda) E.T. Wilson 7
PERTANYAAN DAN JAWABAN
Pertanyaan : “Adakah sekarang sudah dipahami mengapa angka bilangan dari binatang itu akan menjadi 666? Apakah yang dimaksudkan oleh Sis. White ketika ia mengatakan dalam buku, “A Word to the Little Flock”, hal. 19, bahwa ia melihat angka bilangan itu dibentuk?”
Jawab : Gulungan surat itu belum cukup jauh berputar untuk mengungkapkan mengapa angka bilangan binatang itu akan menjadi 666, juga angka bilangan itupun belum terbentuk, dan juga kita belum dapat memahami hal itu sepenuhnya sampai peristiwa itu terjadi.
Pertanyaan : “Buku Early Writings, hal. 281 mengatakan : ‘Rencana keselamatan telah disempurnakan, tetapi hanya sedikit yang memilih untuk menerimanya.’ Pernyataan ini sangat banyak digunakan untuk menentang ajaran mengenai ‘rombongan besar’ itu sebagaimana yang diajarkan oleh Tongkat Gembala. Tolong cocokkan hal itu dengan ajaran yang terakhir.”
Jawab : Hal itu benar bahwa firman-firman yang menyebut, “sedikit yang terpilih” sering muncul dalam tulisan-tulisan suci. Akan tetapi, adalah tidak alkitabiah untuk menerangkan firman itu dengan pengetahuan pribadi. Kita harus membiarkan Alkitab itu menjelaskan dirinya sendiri. Penyajian contoh berikut akan menunjukkan betapa berbahaya menerangkan Alkitab itu melalui pertimbangan akal manusia.
Rasul Paulus berkata : “Tetapi sekarang Ia hanya satu kali saja menyatakan diri-Nya, pada akhir zaman ini untuk menghapuskan dosa melalui pengorbanan diri-Nya.” (Ibrani 9 : 26.) Jika seseorang mau menguraikan kutipan di atas secara rinci seperti beberapa orang telah menguraikan firman-firman yang menyebut, “sedikit yang terpilih” maka ia akan terpaksa berbuat satu dari dua pekara ini; yakni, merendahkan diri seperti seorang anak kecil dan mengakui bahwa ia tidak mengerti 141 akan tulisan-tulisan rasul Paulus itu, atau yang lain, terpisah dari kebijaksanaan Ilahi, lalu menggunakan pertimbangan kemanusiaannya dan menuduh rasul Paulus sedang melakukan kesalahan dalam pernyataannya, karena dunia ini tidak berakhir sewaktu Kristus disalibkan.
Oleh sebab itu, marilah kita periksa kata-kata, “sedikit yang terpilih”, itu dalam terang dari Alkitab. Ketika Yesus menyatakan bahwa “banyak yang terpanggil, tetapi sedikit yang terpilih” (Matius 20 : 16), maka Yesus melalui Roh yang sama mengatakan : “Pintu-pintu gerbangmu akan terbuka senantiasa, baik siang maupun malam tidak akan tertutup; supaya orang dapat menyerahkan kepadamu kekuatan segala bangsa Kapir, beserta dengan raja-raja mereka … dan yang paling kecil akan menjadi kaum yang besar, yang lemah akan menjadi bangsa yang kuat : maka Aku Tuhan akan melaksanakannya pada waktunya.”(Yesaya 60 : 11, 22)
Zakharia, berbicara secara Nubuatan mengenai zaman kita, juga mengatakan : “Pada hari itu banyak bangsa akan bergabung kepada Tuhan.” (Zakharia 2 : 11). Lebih jauh, Tuhan mengatakan : “Maka hal itu akan jadi, bahwa di seluruh negeri itu demikianlah firmanTuhan, dua bagian dari penduduknya akan ditumpas dan binasa; tetapi sepertiga lagi akan tinggal di dalamnya. Maka yang sepertiga itu akan Ku bawa berjalan melalui api, dan memurnikan mereka sebagaimana orang memurnikan perak, dan menguji mereka seperti orang menguji emas. Mereka akan memanggil nama-Ku, dan Aku akan menjawab mereka : Aku akan berkata, inilah umat-Ku : dan mereka akan menjawab : Tuhan adalah Allahku.” (Zakharia 13 : 8 - 9).
Selain itu, buku Early Writings mengatakan : “Tetapi hanya sedikit yang memilih untuk menerimanya”, dan penulis yang sama dalam buku The Great Controversy, hal. 665, menggolongkan rombongan besar dari Wahyu 7 : 9 adalah satu kelompok yang terpisah dari orang-orang yang mati sahid dan orang-orang lainya yang akan dibangkitkan, sehingga membuat hal itu tidak mungkin untuk menyimpulkan bahwa “rombongan besar” itu adalah orang-orang yang dibangkitkan.
Sekarang pertanyaannya adalah, jika kita membuat kesimpulan dari pernyataan yang terdapat dalam buku Early Writings, hal. 281, dan dari pernyataan dari Matius 20 : 16 bahwa hanya sedikit yang akan diselamatkan, maka apakah yang akan kita lakukan terhadap Yesaya 60 : 11, 22; Zakharia 2 : 11; 13 : 8, 9, dan The Great Controversy, hal. 665? Dari pernyataan-pernyataan di atas, tidak ada siswa Alkitab yang jujur sampai kepada sesuatu kesimpulan yang akan mengarahkannya untuk mendasarkan tafsirannya hanya kepada satu pokok dari firman tetapi mengabaikan seluruh firman yang lainya, melainkan akan berusaha membuat analisanya yang terakhir dengan cara yang benar supaya cocok dengan sempurna dengan semua tulisan yang diilhami jika tidak, ia harus mengakui bahwa ia tidak mempunyai terang atas Alkitab itu.
Satu-satunya doktrin, pada saat ini yang tahan uji dan cocok dengan sempurna pada semua tulisan-tulisan suci adalah satu, yakni bahwa yang “sedikit” itu adalah orang-orang yang diselamatkan pada zaman-zaman yang lampau, yaitu periode yang mengandung gambaran yang digolongkan dalam perumpamaan Kristus sebagai sebelum masa “Penuaian” tetapi sewaktu berakhirnya sejarah dunia, yaitu dalam masa pengumpulan -- Penuaian -- ada satu rombongan besar yang akan diselamatkan. Hal itu adalah wajar jika hanya terhitung sedikit yang diselamatkan pada zaman-zaman yang lampau, sebab kenyataannya bahwa masa periode itu bukanlah masa periode Penuaian, juga sekarang hal itu wajar “pada akhir dunia” ini, -- yaitu masa Penuaian (Matius 13 : 30) -- akan ada pengumpulan jiwa yang banyak jumlahnya dan yang tidak seorang manusiapun dapat menghitungnya.
142“Maka segala bani Yehuda dan bani Israel akan dikumpulkan, lalu mereka sendiri akan mengangkat seorang pemimpin bagi mereka, dan mereka akan keluar dari segala negeri, karena besarlah kelak hari Jizriel itu.” (Hosea 1 : 11).
Karena pendapat mengenai rombongan besar itu bertentangan dengan rencana Setan, oleh sebab itu janganlah kita bekerja demi kepentingannya.
8
Pertanyaan : “Mengenai kebinasaan binatang itu pada waktu berakhirnya masa kasihan, saya ingin mengetahui apakah ini kebinasaan secara harafiah, dan jika demikian, siapakah yang dibinasakannya, atau jika bukan kebinasaan secara harafiah, maka kebinasaan apakah itu?”
Jawab : Meskipun kebinasaan binatang Daniel 7 itu, walau ia itu adalah satu kebinasaan secara harafiah namun kebinasaan itu bukanlah kebinasaan khusus dari orang-orang melainkan kebinasaan prinsip (azas), sebagaimana yang ditunjukkan oleh kenyataan bahwa tiga binatang lainya dari Daniel pasal 7, yang diringkaskan dalam dua gabungan binatang yang terdapat dalam Wahyu 13 dan 17, -- tampil untuk melambangkan keadaan dunia kita sekarang, -- hingga berakhir, sedangkan perempuan itu (prinsip agama palsu) duduk menunggangi binatang Wahyu pasal 17 yang akan dibinasakan pada waktu, masa kasihan berakhir bagi manusia, dan mengungkapkan perkara yang sama dengan nubuatan lambang binatang Daniel pasal 7, yakni : pembubaran prinsip agama palsu yang dinyatakan melalui lembaga agama politik.
Akan tetapi, melalui pembubaran ini akan menjadi akibat langsung dari perpecahan, sehingga tampaknya hal itu tak dapat dihindarkan bahwa semua manusia yang terancam dan terlibat ke dalam lembaga itu sendiri harus binasa apabila lembaga itu hancur : karena jenis perubahan-perubahan yang dinyatakan di sini selalu melambangkan kebanjiran bumi dengan darah. Maka dalam hal yang khusus ini, tak dapat diragukan bahwa kepala pendeta yang melayani (para imam, para pendeta, dan yang lain-lain) “perempuan” itu, adalah orang-orang yang telah menipu segala bangsa.
Satu penyelidikan yang teliti dari Tongkat Gembala Jilid 2, hal. 154, 155, 160, 161 akan memberikan satu pegangan yang lebih jelas terhadap seluruh masalah itu.
Pertanyaan : Buku Testimonies Jilid 5, hal. 212, halaman bagian bawah, tampaknya mengggambarkan bahwa senjata-senjata pembinasa itu adalah tujuh bela yang terakhir. Sedangkan Tongkat Gembala mengajarkan bahwa Yeheskiel 9 adalah penyucian bagi sidang. Tolong jelaskan perbedaan yang jelas ini.
Jawab : Bertalian dengan buku Testimonies Jilid 5, hal. 212, pertama sekali marilah kita mengamati adanya satu persamaan, dengan melihat kenyataan-kenyataan sejak zaman Nuh. Yudas membuktikan bahwa Henok adalah seorang utusan Allah, sekalipun demikian ia telah mengamarkan kepada generasinya akan kebinasaan dunia oleh kedatangan Kristus yang kedua kali, tetapi ternyata kemudian peristiwa air bah adalah peristiwa yang membinasakan bumi pada zaman Henok! Henok sama sekali diberitahu tentang kebenaran mengenai air bah itu. Namun ia mengkhotbahkan kebinasaan itu dalam istilah kedatangan Tuhan.
Demikian juga halnya dengan Sis. White. Karena ia tidak memiliki satu pun terang mengenai Yeheskiel 9 itu, maka ia mengistilahkannya kepada tujuh bela yang terakhir yang lebih banyak mereka kenal. Namun demikian, kemudian dalam Testimonies Jilid 3, hal. 266, 267; Testimonies Jilid 5, hal. 143 210 – 212; Testimonies to Ministers, hal. 431, dan lain-lain., ia menerapkan Yeheskiel 9 itu kepada satu masa sebelum tujuh bela yang terakhir. Demikianlah, Yeheskiel sembilan itu diterapkan pada dua masa yang berbeda -- pertama, pada masa pemisahan buah-buah pertama, mereka yang 144.000 itu; dan yang kedua, pada masa pemisahan buah-buah kedua, yakni rombongan besar dari Wahyu 7 : 9.
Pertanyaan : “Testimonies Jilid 5, hal. 216, berbicara kepada saudara-saudara, serta mengatakan bahwa sebahagian dari saudara-saudara akan bersiap-siap menghadapi tanda binatang itu, tetapi menurut Tongkat Gembala, semua MAHK yang tidak setia akan dibinasakan sebelum tanda binatang itu. Tolong jelaskan.”
Jawab : Jika orang yang bertanya mau mempelajari kembali Testimonies Jilid 5, hal. 216 itu, maka ia akan melihat bahwa bukan saudara-saudara dalam sidang yang akan bersiap-siap untuk menghadapi “tanda binatang” itu, melainkan sebaliknya “mereka yang bersatu dengan dunia”, bukan dengan sidang.
Pertanyaan : “Saya tidak dapat menyesuaikan ajaran yang menyatakan bahwa Yeheskiel 9 akan menyingkirkan orang-orang yang tidak bertobat (lima anak dara yang bodoh) dari sidang pada permulaan seruan keras itu, dengan perumpamaan sepuluh anak dara yang menyatakan bahwa yang bodoh dan yang bijaksana itu akan tetap bersama-sama sampai kedatangan Tuhan.”
Jawab : Perumpamaan sepuluh anak dara itu bukan menyatakan bahwa anak-anak dara itu tetap bersama-sama hingga kedatangan Tuhan, melainkan hanya sampai kepada beberapa masa sebelum masa kasihan berakhir, karena perhatikanlah dengan lebih teliti apa yang dikatakan oleh firman : “Maka mereka yang sudah siap masuklah dengan Dia ke pernikahan, lalu pintu ditutup.” (Matius 25 : 10) Kata-kata “masuk ke pernikahan” menunjukkan bahwa panggilan itu sudah dilaksanakan lalu pintu ditutup sebelum perjamuan kawin itu berlangsung, dan karena Kristus dikawinkan atau dimahkotai pada waktu berakhirnya masa kasihan bagi umat manusia (Lihat The Great Controversy, hal. 426, 427), dan sebelum tujuh bela yang terakhir itu dituangkan, maka hal itu membuktikan bahwa panggilan yang menyerukan, “Lihat, pengantin laki-laki itu sudah datang”, bukan menunjuk kepada kedatangan Kristus di awan-awan pada waktu Ia menyambut umat-Nya “kepada- Nya” (Yohanes 14 : 3), melainkan menunjuk kepada kedatangan-Nya ke bait suci untuk melaksanakan penghakiman bagi orang-orang hidup.
Karena anak dara yang bijaksana itu adalah mereka yang 144.000 itu (Wahyu 14 : 4), maka kita dapat menyaksikan bahwa panggilan bagi mereka untuk bangun adalah panggilan yang sama seperti yang terdapat pada Yesaya 52 : 1 : yang menjadikan waktu pemanggilan itu sama seperti “waktu pemeteraian mereka yang 144.000 itu” (Testimonies Jilid 3, hal. 266), dan pertemuan mereka dengan pengantin laki-laki itu sama seperti Yeheskiel 9. Kemudian setelah masa kasihan berakhir dan setelah pencurahan bela-bela, Ia akan datang kepada milik-Nya, bukan untuk menyaksikan perkawinan, melainkan untuk memakan jamuan kawin itu setelah upacara diselenggarakan.
9
PERNYATAAN GEMBIRA DARI TEMPAT YANG JAUH
Saya rindu menunggu kedatangan terbitan Symbolic Code berikutnya. Hal itu merupakan kejutan karena terbitan itu sudah menjelaskan pertanyaan-pertanyaan yang tampaknya sukar dijawab; sehingga ia itu sedang menunjukkan kebijaksanaan dari atas.
144Rekan saudara yang turut bergembira dalam kebenaran itu,
(Tertanda) Clara Opitz
Hamburg, Jerman
SUATU DIET PILIHAN
“Tuhan menghendaki bagi semua orang yang tinggal di desa-desa dimana buah-buah dapat diperoleh sepanjang tahun, supaya dapat dimanfaatkan berkat yang mereka miliki dalam buah-buahan ini. Semakin kita bergantung atas buah-buahan segar yang dipetik dari pohon, maka kita akan memperoleh berkat-berkat yang lebih banyak.” -- “Testimonies”, Jilid 7, hal. 126.
“Akan lebih baik bagi kita untuk mengurangi memasak lalu beralih untuk memakan lebih banyak buah-buahan dalam keadaannya yang masih segar. Biarlah kita mengajarkan kepada orang banyak supaya mereka memakan dengan bebas banyak buah-buah anggur yang segar, apel, buah persik, buah pear, buah berry, dan semua jenis buah yang lain yang dapat diperoleh. Hendaknya semua ini disediakan untuk kegunaan musim dingin dengan mengawetkannya, gunakanlah toples kaca sedapat mungkin, gantinya menyimpan dalam kaleng.” -- Testimonies Jilid 7, hal. 134.
“Alam menyediakan dengan limpah buah-buahan, kacangan-kacangan, dan biji-bijian yang banyak, dan tahun demi tahun hasil produksi dari semua negara biasanya lebih disalurkan ke semua negara, melalui peningkatan alat transportasi. Akibatnya, beberapa tahun yang lalu banyak bahan makanan dipandang sebagai makanan mahal dan mewah, sekarang semuanya digunakan sebagai makanan sehari-hari. Ini terutama disebabkan oleh karena buah-buahan itu sudah dikeringkan dan dikalengkan.” -- Ministry of Healing, hal. 297.
“Di mana saja buah-buahan kering dapat dibeli dengan harga yang layak seperti, krismis, buah prem, buah apel, buah pear, buah persik, buah aprikot, dan hal itu sudah ditinjau bahwa semua buah-buahan itu dapat digunakan sebagai makanan pokok yang lebih banyak daripada yang biasanya, serta memberikan kesehatan yang terbaik dan kekuatan bagi semua golongan kaum pekerja.” -- Ministry of Healing, hal. 299.
“Biji-bijian dan buah-buahan yang disediakan bebas dari lemak, dan yang sedapat mungkin dalam keadaan yang alamiah, harus menjadi makanan yang terdapat di atas meja makan semua orang yang mengaku bersedia untuk diubahkan ke surga.” -- “Testimonies”, Jilid 2, hal. 352. Pernyataan di atas termasuk kacang-kacangan, yakni buah-buah dari pohon, maka untuk kesehatan dan gizi harus dimakan setiap hari dalam beberapa kondisi dengan dikunyah sepenuhnya dan sebagiannya dikeluarkan dari kulitnya atau seperti halnya selai kacang tanah atau mentega. Semuanya itu lebih baik tidak dimasak atau tidak dipanggang.
SARAN-SARAN UNTUK MEMBUAT SANDWICH YANG SEHAT
Roti gandum murni atau roti gandum hitam murni, diolesi dengan pasta apokat (sejauh yang kita ketahui apokat dapat dikombinasi dengan sayur-sayuran), kemudian tambahkan potongan-potongan seledri setelah dikocok dengan sedikit garam dan lemon.
Roti gandum murni, diolesi dengan prem yang direndam atau kering, potong-potong lalu 145 campur dengan pikein (semacam kemiri) dan madu.
Roti gandum murni, diolesi dengan campuran kurma atau kismis lalu diblender dengan mentega kacang tanah yang bagus yang sudah dicampur dengan baik.
Tumbuhan polong, seperti kacang atau miju atau ercis kering, dapat dibuat sebagai sandwich yang lezat dan bergizi, apabila dihancurkan dengan sebuah garpu, lalu ditambahkan dengan sari lemon.
Roti gandum murni, diolesi dengan pisang yang dilumatkan dengan kurma.
Roti gandum murni atau roti gandum hitam murni dioleskan dengan buah ara dan buah kemiri untuk mana madu dan setetes atau dua tetes sari lemon ditambahkan.
Roti gandum murni atau roti gandum hitam murni dioleskan dengan pasta alpokat atau mentega kacang tanah atau selada.
PEMBERITAHUAN PENTING
Kami ingin memberitahukan kepada semua pembaca Symbolic Code untuk meminta perhatian mereka yang sungguh-sungguh supaya jangan mendepositokan buku-buku apapun dalam kotak-kotak surat pribadi, karena hal itu adalah satu pelanggaran terhadap undang-undang kantor Pos Amerika Serikat.
Saudara-saudari kita ingin mengadakan pekerjaan amal di tengah-tengah umat kita, maka oleh sebab itu kami memohon agar mereka yang membutuhkan pakaian, dan lain-lain, serta mereka yang mampu memberi sumbangan sedemikian, dapat memberi kabar ke kantor ini, dan berhubungan ke alamat Ny. J.E. Wilson.
Tolong tuliskan nama saya pada daftar pengiriman tetap saudara, untuk majalah bulanan “Symbolic Code”
The Universal Publishing Assn.
Symbolic Code Dept. Station K, Box 68
Los Angeles, California
10
146POKOK-POKOK BERITA
Waco, Texas
Untuk Kepentingan Sidang MAHK
Pemindahan Markas Besar kita ke tempat yang baru telah membuat hal itu penting untuk menggabungkan nomor “Symbolic Code” bulan Mei dan bulan Juni ke dalam satu terbitan.
PINDAH KE “PUSAT GUNUNG KARMEL” WACO TEXAS
Walaupun pada mulanya diperkirakan bahwa kantor ini akan tetap berada di tempatnya yang semula satu bulan atau dua bulan lagi, namun berbagai keadaan telah menghendaki pe-mindahannya segera, maka disertai dengan pujian sehingga kami dapat memberitahukan kedatangan kami yang menggembirakan ini di tempat markas besar yang baru itu, dan kami merasa yakin bahwa semua orang yang berdiri dalam terang kebenaran masa kini, akan merasa gembira beserta para perintis dari pusat lokasi ini untuk pekerjaan yang akan datang demi kepentingan semua saudara kita MAHK, lalu mengangkat suara mereka untuk mengucap syukur kepada Bapa kita yang di surga.
Dalam salah satu rapat kerja yang kami adakan di Los Angeles satu panggilan telah diadakan bagi para pengerja sukarela yang mau menjalankan peranan seperti Kaleb dan Yosua yang mengatakan, “Kami akan dapat merebut negeri itu.” Setelah disediakan kendaraan gratis ke Pusat Gunung Karmel, maka mereka naik tanpa melakukan kegiatan apapun, maka pada tanggal 19 Mei yang sudah ditetapkan, kami akan bertemu di San Diego, California, dan kami merasa heran, karena di sana ditemukan ada duabelas orang dalam rombongan yang mewakili tujuh keluarga, yang sebagaimana biasanya, membuktikan bahwa Allah turut campur tangan dalam pekerjaan itu dengan cara yang sama ketika Ia memiliki duabelas orang para kepala suku, duabelas suku Israel badani, duabelas mata-mata yang mengintai negeri itu, duabelas rasul-rasul, dan duabelas suku Israel rohani, duabelas ribu orang yang keluar dari masing-masing suku; yakni mereka yang 144.000 itu.
Maka oleh sebab itu jelas terlihat kenapa Allah memilih duabelas orang dalam masing-masing contoh : -- Duabelas kepala suku adalah para pendiri duabelas suku; duabelas suku adalah para pendiri dua kerajaan (Yehuda dan Israel); duabelas mata-mata melambangkan seluruh bangsa itu; duabelas rasul pendiri sidang Kristen; dan mereka yang 144.000 itu (duabelas ribu orang yang keluar 147 dari masing-masing suku) akan mendirikan sidang yang akan diubahkan, dan yang akan membuktikan bahwa bilangan “duabelas” dalam setiap contoh menunjukkan satu dasar pemerintahan rohani. Itulah sebabnya “tembok kota itu mempunyai duabelas pondasi, yang padanya tertulis nama duabelas rasul yang dipilih oleh Anak Domba itu.” (Wahyu 21 : 14)
Rombongan kami terdiri dari duabelas anggota menandakan bahwa hal itu akan melambangkan dasar dari pusat lokasi markas besar yang terakhir dan pemerintahan rohani yang kekal. Karena angka bilangan “tujuh” menunjukkan kelengkapan, maka tujuh keluarga akan melambangkan semua keluarga yang akan membentuk kerajaan Kristus yang kekal itu. Oleh sebab itu, kita juga dapat menyaksikan campur tangan Allah yang ajaib bahkan sekarang.
Marilah kita arahkan perhatian kepada Lukas 14 : 17 – 24 : “Menjelang perjamuan itu dimulai, Ia mengutus hamba-Nya untuk mengatakan kepada para undangan : Marilah, sebab semuanya sudah siap. Tetapi mereka semua mulai meminta maaf. Yang pertama berkata kepadanya, Saya telah membeli ladang dan saya harus pergi melihatnya : Saya minta dimaafkan. Yang lain berkata, saya telah membeli lima pasang lembu, dan saya harus pergi mencobanya : Saya minta dimaafkan. Yang lain lagi berkata, saya baru kawin, dan karena itu saya tidak dapat datang. Maka kembalilah hamba itu dan menyampaikan semua kejadian itu kepada Tuannya. Lalu marahlah Tuan rumah itu dan berkata kepada hambanya, Pergilah segera ke jalan-jalan dan lorong-lorong kota, bawalah kemari orang-orang miskin, dan orang-orang cacat, dan orang-orang buta, dan orang-orang lumpuh. Kemudian hamba itu berkata, Tuan, apa yang Tuan perintahkan itu sudah dilaksanakan, tetapi masih ada lagi tempat. Lalu kata Tuan itu kepada hambanya, Pergilah ke semua jalan dan lintasan, dan paksalah orang-orang yang ada di situ supaya mereka masuk, karena rumah-Ku harus penuh. Sebab Aku berkata kepadamu, Tidak ada seorang pun dari antara orang-orang yang diundang itu akan menikmati jamuan-Ku.”
Perumpamaan di atas tentunya harus menemukan kegenapannya pada akhir dari sejarah dunia, karena ternyata panggilan itu datang “pada saat perjamuan”, tepat sebelum perkawinan anak raja itu (Matius 22 : 2) pada waktu dikatakan, sesungguhnya “semuanya telah siap”, yakni, pada waktu Kristus dimahkotai sebagai Raja atas segala Raja dan Tuhan atas segala tuan, yang akan terjadi sewaktu masa kasihan berakhir. Lihat “The Great Controversy, hal. 428, par. 1.
1
Perhatikanlah bahwa panggilan itu pertama sekali datang kepada orang-orang yang sudah dikenal dan orang-orang yang mampu menyambutnya -- yaitu orang-orang termuka yang ada dalam kota itu -- karena yang seorang “telah membeli sebidang tanah”, dan yang lain “membeli lima pasang lembu”, dan yang lainnya “telah mengawini isterinya.” Ternyata “hamba” itu telah disuruh untuk menyampaikan undangan sekali lagi kepada mereka yang belum pernah “diundang” sebelumnya, hal mana membuktikan bahwa panggilan dari perumpamaan ini pertama sekali bukan datang kepada orang-orang yang tidak mengenal Kristus dan mengetahui tentang pernikahan-Nya, selain daripada sidang-Nya. Hal itu juga membuktikan bahwa mereka telah percaya, karena mereka tidak membantah kenyataan-kenyataan yang berkaitan dengan perkawinan itu tetapi mereka memaafkan dirinya karena mereka lebih tertarik kepada perkara-perkara dunia daripada perkara-perkara mengenai kerajaan Kristus. Oleh sebab itu, mereka yang “sama dengan orang yang mengatakan maaf” itu, tentunya adalah menggambarkan satu kelas anggota-anggota sidang dan orang-orang yang dijumpai oleh pekabaran khidmat yang terakhir itu “berada dalam suatu penipuan yang menyedihkan” (“Testimonies for the Church”, Jilid 3, hal. 252, 253), namun yakin sudah siap untuk bertemu dengan Raja atas segala raja dan Tuhan atas segala tuan. Itulah sebabnya, panggilan ini bukan melambangkan pekabaran 148 tahun 1844, ketika semuanya mulai dipersiapkan, melainkan panggilan yang datang kemudian apabila segala perkara sudah siap.
Perumpamaan itu menunjukkan bahwa sewaktu kelas yang pertama ditemui pekabaran itu memaafkan dirinya, dan sewaktu Tuan rumah itu marah serta berkata … tidak seorangpun di antara yang diundang itu akan menikmati jamuan-Ku, hal ini menunjukkan bahwa masa kasihan bagi mereka sudah berakhir pada waktu mereka menolak panggilan itu, dan penolakan itu terjadi sebelum masa kasihan berakhir, karena setelah mereka memaafkan dirinya, maka orang-orang lain pun diundang dari “kota” itu dan juga dari “jalan-jalan raya dan lintasan-lintasan”, maka ketika rumah itu sudah “penuh dengan tamu-tamu”, dan sebelum perkawinan itu berlangsung, tentunya masa kasihan sudah berakhir bagi semua orang yang tidak menyambut panggilan itu. Oleh sebab itu, ada dua masa kasihan berakhir secara berurutan.
Setelah orang-orang terkemuka yang ada dalam “kota” itu (sidang), yaitu orang-orang yang berdiri pada barisan depan dan yang biasanya lebih mudah dijangkau oleh pekabaran itu, menolak panggilan itu, “maka marahlah Tuan rumah itu lalu berkata kepada hambanya, Pergilah dengan segera ke jalan-jalan dan lorong-lorong kota (sidang) itu dan bawalah kemari orang-orang miskin dan orang-orang buntung, dan orang-orang pincang dan orang-orang buta”; yakni, mereka yang sering dianggap oleh orang-orang terkemuka dalam sidang sebagai orang-orang yang tidak diperlukan yang berasal dari “jalan-jalan” dan lorong-lorong oleh siapa sidang dalam kondisi Laodikeanya merasa tidak perlu mereka tinggal di tengah-tengahnya.
Walaupun mereka yang pertama sekali dijangkau pekabaran itu memaafkan diri mereka sendiri, namun kelas orang yang kemudian (anggota biasa) telah menyambut panggilan itu, dan oleh karena “hamba itu mengatakan, Tuan, apa yang tuan perintahkan itu sudah dilaksanakan, tetapi sekali pun demikian masih ada tempat”, hal itu menunjukkan bahwa setelah pekabaran itu pertama sekali disampaikan kepada sidang, dan mengumpulkan satu kelompok tamu, barulah kemudian disampaikan “ke jalan-jalan dan lorong-lorong” -- yaitu dunia, atau orang-orang di luar dari sidang — lalu menghimpunkan rombongan yang kedua. Mereka yang 144.000 itu adalah “buah-buah pertama” (Wahyu 14 : 4), hal itu membuktikan bahwa orang-orang yang datang dari “jalan-jalan dan loronglorong” itu adalah buah-buah kedua dari Wahyu 7 : 9.
Untuk menggenapi perumpamaan ini, di antara rombongan pemimpin kita yang meninggalkan California pada tanggal 19 Mei dan tiba di tempat yang baru pada tanggal 24 bukan hanya terdiri dari orang-orang miskin tetapi juga terdapat orang pincang. Empat orang dari antara kami hanya mempunyai satu tangan -- dua menderita cacat tetap -- dan disamping orang-orang cacad dan penderita ada juga musafir-musafir yang malang. Namun iman kami tidak pernah pudar, karena kami tetap percaya kepada Orang Yang “sedang memegang pemerintahan pada tangan-Nya sendiri.” -- “Testimonies for the Church”, hal. 80. Itulah sebabnya dikatakan, “Siapa yang telah memandang rendah hari dari perkara-perkara kecil?” (Zakharia 4 : 10).
Kami sangat menyesal karena saudara-saudara pemimpin kita yang telah lebih dahulu mendengar panggilan itu telah memaafkan dirinya, tetapi kami berharap supaya yang lainnya dapat bergabung dengan mereka yang datang dari “jalan-jalan dan lorong-lorong” itu.
Tiga buah mobil dan dua buah rumah gandeng melengkapi perjalanan kaum musafir itu -sebuah mobil Durant keluaran tahun 1924, satu mobil Chevrolet keluaran tahun 1926, dan satu 149 mobil Ford keluaran tahun 1932. Satu dari antaranya dalam keadaan rusak, maka kami hanya dapat mengadakan perjalanan kira-kira 100 mil untuk 8 jam pertama, sehingga hal itu tampaknya tidak mungkin untuk meneruskan perjalanan, tetapi Dia Yang “sedang menjaga kawanan domba” itu (Testimonies to Ministers, hal. 300) dan Yang tidak pernah mengantuk atau tertidur (Mazmur 121 : 4) telah menuntun kami dengan selamat tanpa mengalami kesusahan kecuali dua atau tiga perbaikan kecil dan tiga ban dari enam belas roda yang mengangkut para musafir itu.
Dengan angka-Nya yang penting ini, yaitu hampir tujuh hari, dengan pertolongan Tuhan kami tiba tepat di tempat dimana sekarang kami berada, untuk berusaha keras membangun “perkemahan” Yeheskiel 4 : 2 itu, dari mana beban pekerjaan itu akan dibawakan kepada sidang dan ke seluruh dunia, sebagaimana yang dijelaskan dalam “Symbolic Code” bulan April. Pada tempat yang suci ini kami makan siang pada kira-kira jam 1 siang hari Jumat, puji Tuhan karena perlindungan-Nya yang berkasihan bagi kelompok ini di sepanjang perjalanan.
Dalam rombongan itu ada seorang pendeta yang sudah diurapi, juga seorang yang belum beragama Advent tetapi ia percaya bahwa kami memiliki satu pekabaran, yang secara lambang
2 membuktikan bahwa bukan hanya orang miskin, dan orang sakit dari “jalan-jalan dan lorong-lorong” yang digambarkan oleh rombongan orang yang duabelas itu, tetapi juga menggambarkan dinas kependetaan, dan juga orang kapir yang datang dari “jalan-jalan raya dan lintasan-lintasan.” Maka sekali lagi kami mengucapkan terima kasih kepada Tuhan, karena melalui objek pelajaran penting dimana melalui para pendiri “Pusat Gunung Karmel” Ia ingin menyelamatkan para anggota maupun dinas kependetaan dan juga orang kapir yang mau menyambut panggilan jam kesebelas itu dan yang akan menjadi sorak-sorai dari pusat lokasi ini.
Kami memohon doa dari semua Umat Allah yang setia agar kami tidak ada melakukan apapun yang akan memalukan Dia, mengabaikan pekerjaan-Nya, atau menjadikannya batu sandungan. Semoga kita semua tetap setia dalam kepercayaan yang suci yang diberikan kepada kita lalu menjaga “Pusat Gunung Karmel” sebagai satu tempat yang suci seperti Gunung Sinai yang diguncangkan oleh kehadiran Tuhan dan sebagaimana yang dibuktikan pada Gunung Karmel bahwa Tuhan itu adalah Allah, bukan Baal, dan kemudian Tuhan membunuh nabi-nabi palsu (guru-guru) yang terdapat di tengah-tengah Israel, kiranya sekarang Ia melalui “Pusat Gunung Karmel” akan melakukan sebanyak dan yang lebih daripada seperti itu, karena Tuhan menghendaki tempat ini menjadi satu tempat perlindungan bagi orang yang “tidak memaafkan” dirinya -- untuk “orang miskin, orang buntung, orang pincang, dan orang buta” dari “kota” itu, dan untuk orang-orang yang datang dari “jalan-jalan raya dan lintasan-lintasan” yang merasa membutuhkan Dia.
Nama-nama dari anggota yang membentuk kelompok duabelas itu adalah sebagai berikut :
Pendeta E.T. WilsonBro dan Sis. Berolinger
Sis. F. dan Mr. C.E. CharboneauBro. M.L. Deeter
Sis. HermansonNaoma Deeter
Miss Florence HermansonBro. John Knippel, Sr.
Oliver HermansonBro. V.T. Houteff
150MENCARI TERANG DARI WAHYU DELAPAN BELAS
Seorang saudari dari Shreveport, La. menyatakan bahwa, “Selama lebih dari duapuluh tujuh tahun saya adalah seorang Masehi Advent Hari Ketujuh yang setia, dididik dalam sekolah-sekolah organisasi ini, dan seorang penggemar yang tekun terhadap semua kebenaran yang dianut oleh umat ini.
“Kira-kira enam tahun yang lalu saya mengabdikan diriku di bawah tuntutan Roh Allah, untuk menghidupkannya karena saya tidak pernah lakukan sebelumnya. Kemudian mata saya terbuka, dan saya pun mulai melihat terang itu. Sejak saat itu, saya telah mengalami penganiayaan yang kejam dari saudara-saudaraku, dan akibatnya, saya dan anak-anak saya berhenti pergi ke gereja namun kami masih tekun memelihara hari Sabat, tetap mengadakan doa keluarga, dan acara-acara lain.
“Selama duapuluh tujuh tahun saya telah menghadiri kebaktian, menghadiri perkemahan, dan membaca buku-buku organisasi gereja. Namun tidak sedikitpun terang baru yang dapat saya temukan dari pertemuan-pertemuan itu. Khotbah-khotbah yang sama yang membawa saya ke dalam kebenaran MAHK, sekarang dikhotbahkan dan kuasa roh yang berkurang daripada sebelumnya, sehingga hal itu sedang menggenapi nubuatan dalam Yeremia 23 : 30.
“Kira-kira satu tahun yang lalu, seorang penjual buku (colporteur) dari California datang ke sini ke gereja Shreveport, lalu diundang untuk meninjau kembali pelajaran Sekolah Sabat. Setelah saling mengenal, lalu ia mulai menegur orang banyak itu karena tingkah laku yang mereka tunjukkan dalam perbaktian-perbaktian. Kemudian mereka melaporkannya ke Conference, sehingga ia telah dipecat. Tidak lama kemudian, satu peringatan dikeluarkan di conference ini supaya jangan seorang pun diijinkan untuk berbicara kepada jemaat MAHK tanpa mandat (surat kepercayaan) dari kantor Conference. Saya dapat menangkap maksudnya bahwa mereka telah mengunci Kristus tinggal diluar, karena Ia tidak pernah meminta mandat dari kelompok manusia manapun supaya dapat berbicara kepada orang banyak itu. Jika sekarang Ia datang, maka mereka akan berkata seperti para pemimpin orang Israel yang dahulu serta meminta kepada-Nya supaya Ia memberitahukan kepada mereka, siapa yang memberi kuasa kepada-Nya untuk mengajar. (Markus 11 : 28).
“Kira-kira satu tahun yang lalu, supaya melihat dalam buku gereja kita tulisan-tulisan yang menentang Tongkat Gembala itu. Saya ingin tahu apa Tongkat Gembala itu, sehingga saya bertekad untuk membacanya.
“Saya telah membayar perpuluhan dengan setia sampai delapan bulan yang lalu. Dengan memperoleh buku-buku, dalam mempelajari Yeheskiel 9 saya tiba kepada kesimpulan bahwa untuk menyokong dinas kependetaan, sementara mereka sedang berjuang melawan pekabaran itu, maka saya menyadari bahwa saya sudah termasuk salah satu dari antara mereka yang melakukan kekejian di tengah-tengah kita sebagai suatu umat. Maka, oleh karena malaikat-malaikat akan membunuh semua orang yang tidak ‘berkeluh kesah dan menangis’. Maka ‘saya memutuskan untuk memperoleh meterai sehingga dapat luput dari kehancuran itu.
“Saya tidak senang melihat sikap umat kita yang mengatakan, ‘aku lebih suci daripadamu’ (Yesaya 65 : 5), yang tampaknya memelihara dosa khusus dalam lingkungan mereka seolah-olah Allah mengira bahwa dosa-dosa MAHK, tidak sebanyak dosa-dosa orang lain.”
151(Tertanda) Ny. J.A. Harren
Shreveport, La.
3
PEKERJAAN DI COLORADO
Belum pernah saya lihat satu kegemparan seperti yang terjadi di Denver baru-baru ini. Seluruh pengerja conference, termasuk pendeta-pendeta gereja, telah turun ke ladang pekerjaan. Bahkan ketua conference telah pergi dari rumah ke rumah untuk menghadang pekerjaan kita. Gantinya mereka pergi “berdua-duaan”, mereka pergi “bertiga-tigaan.”
Sedikitnya di dalam empat gereja di Denver kemarin, seluruh waktu telah digunakan hanya untuk membicarakan Tongkat Gembala itu. Kami telah menghadiri gereja di Arvada dan mendengar ledakan penghancuran dari kebohongan dan tuduhan-tuduhan. Tetapi walaupun demikian, ada dua puluh orang dewasa dan tujuh orang anak-anak berkumpul dengan kami pada jam 2.30 petang hari. Pertentangan yang begitu hebat telah menggoyahkan beberapa orang, tetapi ternyata semua orang yang telah mempelajari pekabaran itu telah berdiri tanpa tergoyahkan.
Kemarin pengumuman telah dibuat dalam semua gereja bahwa satu simposium (musyawarah) menentang Tongkat Gembala akan diadakan dalam satu gereja besar pada hari Jumat malam berikutnya. Tentu saja mereka memberitahukan tanda bahaya yang besar serta melaksanakan setiap usaha untuk menghentikan kami. Maka tak dapat diragukan bahwa hal ini akan membuat pekerjaan kami lebih sukar, serta menghendaki supaya kami mengadakan banyak kunjungan untuk memperoleh pendengar, tetapi kami sangat gembira dalam apa yang Tuhan sedang lakukan, dan tampaknya dapat dipastikan bahwa satu rombongan yang menyenangkan akan dapat diorganisasikan di tempat ini. Tetapi karena hanya satu orang yang diajar setiap minggu, maka pekerjaan itu menjadi lambat.
Ditulis tanggal 28 April 1935(Tertanda) H.G. Warden
Denver, Colorado
KABAR-KABAR GEMBIRA DARI REDLANDS, CALIFORNIA
Saudara Perry Jones, yang menggunakan waktunya beberapa bulan di Redlands, California, mengirimkan kabar-kabar gembira untuk Symbolic Code : “Enam belas anggota yang terbaik dari gereja Redlands baru-baru ini telah mengadakan penyelidikan kepada pekabaran Tongkat Gembala itu, dan berbahagia di dalamnya. Banyak lagi dari antara tigapuluh dua orang yang telah membeli buku-buku itu sedang belajar dan menghadiri setiap pertemuan yang diadakan dari waktu ke waktu.
Sister Hendrik, saudari dari saudara Perry Jones, telah bekerja bersama-sama dengan dia di tempat ini, maka tak dapat diragukan bahwa anak-anak Allah yang lain dan yang jujur, akan menyelidiki pekabaran “kebenaran masa kini” yang indah ini, lalu akan menerimanya walaupun semua pertentangan dilakukan oleh saudara-saudara yang kekasih ini untuk melawannya; karena janji Allah menyebabkan “amarah manusia” menjadi “kepujian bagi Dia” masih tetap berlaku.
Sister Hendriks akan diingat oleh para pembaca Symbolic Code sebagai seorang yang memulai pekerjaan itu di Sheridan, Wyoming, dan seorang yang mengalami penganiayaan dari tangan mereka yang tidak memahami pekerjaannya.
152Alamat sekarang para pengerja ini ialah 121 E. Olive Evenue, Redlands, California.
SERUAN DOMBA YANG TERSESAT ITU TERDENGAR
Saudara yang kekasih :
Sekitar duabelas tahun yang lalu, melalui usaha-usaha seorang saudari yang tempatnya terpencil, yaitu pencari pelanggan yang masih muda, seluruh keluarga kami telah menyambut kebenaran itu sebagaimana yang diajarkan oleh Alkitab dan Roh Nubuat.
Kemudian Canvasser itu (pencari pelanggan untuk majalah, organisasi dan lain-lain) datang ke Walla Walla Valley untuk mengajar, lalu kami pindah dari sana untuk memasukkan anak-anak kami ke sekolah gereja.
Dari semula tampaknya kami tidak cocok dengan “perbuatan” seperti yang ditunjukkan dan dihidupkan dalam kehidupan umat MAHK, maka untuk mencoba supaya sesuai dengan jemaat, kami telah terbawa semakin jauh menyimpang dari asas kebenaran hingga satu demi satu keluarga kami keluar, dan sekarang hanya saya satu-satunya yang masih tetap anggota sidang.
Dua atau tiga minggu yang lalu Saudara dan Sister Boyes memberikan kepada saya beberapa traktat beserta buku Tongkat Gembala Jilid Satu. Maka sekarang sekali lagi saya sedang menemukan pekabaran itu dalam segala kemurnian dan keindahannya, dan saya merasa kaki saya tertanam sekali lagi di atas tanah yang padat. Sekarang saya sedang membaca Tongkat Gembala Jilid 2, maka dari apa yang saya temukan sedemikian jauh, saya akan berdiri besertanya seratus persen.
Penghargaan yang sebesar-besarnya demi kebenaran pada masa kini,
Ny. Jennie Barnes
College Place, Washington
“Sekaranglah waktunya kita harus lebih dekat berhubungan dengan Allah, supaya kita dapat terhindar pada waktu kehangatan murka-Nya dicurahkan ke atas anak-anak manusia. Kita telah jauh tersesat dari petunjuk jalan yang dahulu. Marilah kita kembali. Jika Tuhan itu Allah, layanilah Dia; tetapi jika ia itu Baal, layanilah dia. Di pihak manakah kamu berada?” -- Testimonies for the Church, Jilid 5, hal. 137.
4
SERUAN DOMBA YANG TERSESAT ITU TERDENGAR
(Sambungan)
Seorang Saudara dari Trussville, Alaska berkata : “Saya sangat tertarik dengan pekabaran yang saudara sampaikan. Saya sedang menunggu pekabaran yang sedemikian. Saya telah berpikir seperti Eliyah sampai saya belajar dari saudara. Ia mengira bahwa ia sendiri sajalah yang tinggal hingga Tuhan mengatakan kepadanya bahwa ada lagi tujuh ribu orang yang belum pernah sujud menyembah kepada baal.
(Tertanda) C. Richard Waldron
153Saudara yang lain mengatakan : “Semenjak berkali-kali membaca Tongkat Gembala itu, maka Alkitab itu sudah semakin jelas, dan kami dapat saksikan bahwa sekarang Tuhan sedang berbicara kepada mereka yang 144.000 itu.” Ya, tampaknya semua Buku itu sudah ditulis oleh “hambahamba Allah” yang akan keluar sebagai “penakluk dan untuk menaklukkan” pada waktu Seruan Keras itu dimulai. Wahyu 7 : 3; Prophets and King, hal. 725.
(Tertanda) E.A. Howard
Palermo, California
JANGAN LUPAKAN INJIL KASIH
Orang-orang telah mengatakan bahwa kebaikan hati manusia sudah hampir hilang kuasanya dalam dunia sekarang, dan banyak orang sedang tersandung karena kurangnya sifat Kristus yang indah ini di antara orang-orang yang mengaku pengikut-Nya. Akan tetapi, kekurangan ini tidak terbatas kepada anggota saja. Juga telah merata di seluruh madzab organisasi, karena orang yang menulis hal ini adalah merupakan saksi mata yang baru-baru ini melihat akibat sebuah khotbah yang tampaknya mengatakan bahwa manusia telah bertindak bagaikan setan-setan, gantinya bertindak sebagai orangorang Kristen, namun yang terburuk dari semuanya adalah, bahwa ucapan ini telah dikeluarkan dalam gereja-gereja Masehi Advent Hari Ketujuh.
Beberapa minggu yang lalu, adalah merupakan kesempatan istimewa bagi kami untuk menghadiri satu kebaktian yang diadakan oleh seorang Sekretaris General Conference Masehi Advent Hari Ketujuh pada salah satu gereja kita di kota, pada akhir kebaktian itu, Saudara Houteff, penulis buku Tongkat Gembala, yang juga hadir pada waktu itu bertanya kepada pembicara satu pertanyaan mengenai beberapa pokok perbincangan yang dikatakan dari atas mimbar untuk menentang Tongkat Gembala itu. Tetapi tiba-tiba tanpa suatu peringatan atau pertanyaan, seorang pemuda mendekati Saudara Houteff dari belakang, lalu memegang leher dan pundaknya, serta mendorongnya keluar dari gedung itu. Orang itu bukan anggota sidang, bahkan ibunya pun mengatakan bahwa ia bukanlah seorang Kristen. Apa yang menghasut pemuda malang ini sehingga ia melakukan perkara itu? Tidak akan ada keuntungan apapun dari orang-orang yang mengetahui sebelumnya maksud dari perbuatan yang memalukan ini.
Tidak lama sesudah peristiwa ini, bersama rombongan Saudara Houteff, saya telah menghadiri satu kebaktian Sabat dalam salah satu gereja yang lain, dan pada kali ini Ketua Conference yang berbicara untuk menentang Tongkat Gembala itu, serta menjelaskan kepada para pendengarnya bahwa siapa saja yang percaya akan pekabaran Tongkat Gembala itu maka mereka tidak dapat lagi dianggap sebagai anggota MAHK, dan kepada kami yang telah menyambut pekabaran-pekabaran yang terdapat dalam buku-buku Tongkat Gembala itu dikatakan, bahwa kami bukan lagi anggota Masehi Advent Hari Ketujuh, dan juga dikatakan bahwa kami tidak layak menerima segala berkat yang dapat dinikmati dalam gereja-gereja kita.
Pada akhir kebaktian, sementara saya berdiri di depan gedung gereja itu dengan sejumlah orang lain, seorang wanita mendekati Saudara Houteff karena ingin berbicara kepadanya, tetapi sebelum ia memberi jawaban kepada wanita itu, seorang pemuda menyerang Saudara Houteff, serta menggulung-gulung lengan bajunya, meminta supaya ia berhenti berbicara dengan ibunya, lalu 154 mengancam akan menghancurkan kaca matanya. Tetapi seseorang segera menariknya dan mengatakan bahwa pemuda itupun bukanlah seorang Advent. Apa yang membuat kebencian ada dalam hati orang muda ini? Apakah hal itu disebabkan oleh apa yang didengarnya dari mimbar pada Sabat pagi itu?
Kejadian yang ketiga dan yang sama dengan kejadian-kejadian yang disebutkan terlebih dahulu, muncul ke dalam perhatian saya, semuanya berlangsung dalam jangka waktu empat minggu. Pada kali ini, Ketua Conference Uni mengundang sejumlah besar jemaat supaya berkumpul bersamasama pada hari Sabat sore agar mereka dapat mendengar ceramahnya untuk menentang Tongkat Gembala itu, pada waktu itu ia sendiri yang memimpin dengan cara yang sedemikian rupa untuk membangkitkan kebencian dalam hati pada pendengarnya agar mereka menentang penulis dari pekabaran yang terdapat dalam serial buku-buku Tongkat Gembala dan traktat-traktat itu. Setelah ceramah itu berakhir, maka sejumlah orang muda telah berkumpul di sekeliling Saudara Houteff di luar gereja dekat sebuah tambak, dan pada ketika itu seorang pemuda muncul ke tengah-tengah orang banyak serta mendorong dengan kuat-kuat orang yang paling dekat kepadanya dengan maksud supaya Saudara Houteff jatuh ke dalam kolam itu, dan hal itu dilakukan demikian supaya ia tidak dapat segera pada waktu yang tepat mundur ke belakang untuk menghindari dorongan itu.
Sekali lagi kami bertanya, kebencian apa yang terkandung dalam hati orang muda ini? Jawaban yang jelas adalah, karena tidak lain daripada khotbah yang mereka dengar dalam gereja itu. Kiranya 5 Allah akan mengampuni perbuatan jahat mereka itu. Namun bagi kami, kemantapan dalam bertindak adalah sebuah permata!
“Serangan Setan terhadap penganjur-penganjur kebenaran akan bertambah lebih sengit dan semakin bertekad di saat mendekati puncak akhir zaman. Seperti pada zaman Kristus, para imam dan para penguasa telah menghasut orang banyak melawan Dia, maka demikianlah saat ini, kebencian dan prasangka para pemimpin agama akan bangkit untuk menentang kebenaran pada waktu ini. Orang banyak itu akan dituntun untuk melakukan kekerasan dan perlawanan yang mereka tidak pernah sangka diilhami dengan kebencian dari orang-orang yang mengaku Kristen untuk menentang kebenaran itu. -- “Gospel Workers”, hal. 324.
Tidakkah kita mau mengambil pelajaran dari semua pengalaman ini, dan mau memperhatikannya supaya akar-akar kebencian jangan diijinkan masuk ke dalam hati kita, dan janganlah kita mempedulikan apapun yang mungkin diperbuat oleh orang lain; tidakkah kita yang mengaku adalah orang-orang yang berkeluh kesah dan menangis oleh “karena segala kekejian yang dilakukan di tengah-tengahnya”, seharusnya mempertahankan kesetiaan kasih dari saudara-saudara kita, sehingga dengan demikian kita dapat berjalan mengikuti langkah kaki Dia Yang, ketika Dia dicaci maki, namun tidak membalas dengan mencaci maki?
E.T. Wilson.
DIBENCI KARENA DEMI NAMANYA
Saudari Faith Pruett dari Sheridan, Wyoming, berbicara tentang kebencian yang telah ditaburkan dalam hati banyak anggota sidang MAHK terhadap mereka yang telah menyambut pekabaran yang terdapat dalam Tongkat Gembala itu, lalu menceritakan bagaimana pintu-pintu gereja 155 telah ditutup bagi mereka, dan juga menceritakan bagaimana kerinduan hatinya untuk berbakti dalam gereja kecil yang mereka pilih diceritakan dalam kata-kata berikut :
“Terasa begitu dingin untuk duduk di luar sehingga tidak seorang pun dari antara kami yang dapat menghadiri persekutuan doa pada hari Rabu malam yang diadakan untuk beberapa minggu. Tetapi pada hari Rabu malam yang lalu, walaupun saya tahu bahwa tidak akan ada seorang pun dari penganut pekabaran Tongkat Gembala itu hadir di sana, namun saya merasa perlu pergi ke sana. Saat itu salju sangat tebal, tetapi tidak terlalu dingin. Sebelum sampai ke gereja, terlintas dalam pikiran saya bahwa mereka tidak mengira saya akan datang dalam keadaan salju setebal itu, sehingga pintu tidak dijaga seperti semula. Saya merasa sangat cemas sehingga tidak dapat bernapas dengan teratur, tetapi saya berdoa kepada Tuhan agar Ia memberi kekuatan kepada saya dalam hal ini sehingga saya diijinkan masuk.
“Benarlah demikian, ketika saya sampai, nyanyian paduan suara dimulai dan tidak seorang pun penjaga ada di pintu, lalu saya duduk di belakang dengan semua mata tertuju kepada saya, tetapi saya tetap ingat akan Yeheskiel pasal 2 dan pasal 3. Tidak lama kemudian seorang saudari cepatcepat berdiri dan berjalan dalam gedung itu lalu menjumpai pendeta serta memberitahukan bahwa saya ada di dalam. Seorang diakon berbicara dalam pendengaranku, ‘Ini juga adalah gerejanya’. Pendeta masuk dan berjalan ke depan ruangan besar (aula), dan tampaknya semua orang tahu apa yang hendak dilakukan, karena ia membuka pintu masuk ke dalam ruangan yang lain lalu semua orang berbaris masuk ke dalamnya. Saya menyadari bahwa maksudnya adalah meninggalkan saya sendirian serta memberi pelajaran seperti pengalaman yang sudah-sudah, dimana pada waktu Sis. Walters ditinggalkan di luar dalam kedinginan, dan hal yang sama telah pernah dilakukan kepada saya dan kepada Sis. Hendricks, karena kami tidak keluar lampu-lampu dimatikan dan kami ditinggalkan dalam ruangan utama. Segera setelah kami pergi, mereka kembali meneruskan perbaktian mereka ketika sudah hangat.
Tetapi untuk kali ini saya sudah memutuskan bahwa saya akan duduk dekat dengan api dan berdoa sendirian dan mereka mungkin saat ini berada dalam kedinginan. Pada waktu itu, diakon beserta pendeta datang menjumpai saya lalu mengatakan bahwa mereka akan memadamkan semua lampu serta mengunci pintu-pintu itu, dan meminta supaya saya lebih baik pergi keluar, tetapi saya duduk tenang dan tidak mengatakan sepatah kata apapun. Benar, sesuai dengan kata-kata mereka, semua lampu dipadamkan, pintu-pintu dikunci, lalu mereka berjalan menuju ruangan belakang. Namun, walaupun saya dibiarkan tinggal dalam keadaan gelap, tetapi saya merasa nyaman dan merasa hangat, karena ‘malaikat Tuhan’ ‘berkemah di sekeliling mereka yang takut kepada-Nya’ sedang menemani saya. Maka saya gunakan jam berdoa itu untuk mendoakan setiap orang dari mereka.
“Ketika mereka masuk kembali, dan menghidupkan semua lampu, membuka pintu-pintu, saya pun keluar. Oh, jiwa-jiwa yang malang, sungguh saya tidak dapat mengetahui bagaimana saya harus mendekati mereka! Betapa saya berterima kasih kepada Tuhan karena pancaran kebenarankebenaran yang Ia sedang kirimkan. Oh, saya rindu memiliki iman yang lebih teguh dalam kuasa Allah untuk menyelamatkan saya dari dosa!”
BAGAIMANA KITA MEMANDANG KEPADA UMAT YANG LAIN?
Hampir setiap orang di dalam dunia ini termasuk orang-orang Masehi Advent Hari Ketujuh, 156 merasa kuatir akan pertanyaan di atas lalu sebahagian besar dari antara kita mencurahkan waktu, sedikit-dikitnya untuk mencoba menghindari pelanggaran dengan memperbaiki penampilan kita secara luar, tetapi Alkitab mengatakan kepada kita, bahwa hanya manusia sajalah yang mau melihat kepada penampilan luarnya, sedangkan Allah melihat ke dalam hati, maka tidak maukah kita berpaling kepada sorotan firman-Nya dalam bathin kita untuk memeriksa, supaya kita jangan membatalkan usaha kita yang baik dengan perbuatan-perbuatan kita yang dilakukan tanpa dipikirkan?
6
Salah satu pernyataan menyolok berkenaan dengan pengaruh kita, dan satu hal yang menunjuk-kan bahwa sesungguhnya kita adalah merupakan satu “tontonan kepada dunia, kepada malaikat-malaikat, dan kepada manusia” terdapat pada buku Testimonies for the Church, Jilid 9, hal. 23, terbaca sebagai berikut : “Dunia sedang memperhatikan orang-orang Masehi Advent Hari Ketujuh, karena mengetahui pengakuan iman mereka, dan karena pengakuan martabat mereka yang tinggi, tetapi karena dunia melihat, bahwa mereka tidak berbuat seperti yang mereka nyatakan, maka dunia menyoroti mereka disertai dengan cemoohan.”
Karena kutipan di atas adalah menunjuk kepada sidang secara keseluruhan, maka di sini perhatian kita diarahkan kepada pertanyaan, bagaimana kita yang mengaku telah menerima satu pekabaran khusus untuk sidang, dapat menunjukkannya kepada saudara-saudara kita yang belum menerima pekabaran yang mulia itu untuk siapa kita bekerja. Sebab itu ketahuilah, bahwa darah mereka akan tertanggung kepada kita jika kita gagal melaksanakan semua apa yang dapat kita lakukan, baik melalui perkataan maupun melalui perbuatan.
Maka hal itu menjadi jelas, bahwa kita bukan hanya menjadi suatu “tontonan kepada dunia, kepada malaikat-malaikat, dan kepada manusia”, tetapi juga menjadi tontonan kepada saudara-saudara kita MAHK, karena mereka sedang mengamati dengan cermat semua pergerakan kita, dan kami merasa senang karena mereka melakukan demikian, serta menyadari bahwa tidak ada sesuatu yang tidak pantas akan dikatakan oleh seorang Kristen yang sejati untuk menentang kita.
Kami telah diilhami untuk menuliskan pokok-pokok masalah ini karena penyelidikan yang sudah dilakukan di sana sini, maka diharapkan supaya jangan ada seorang pun yang tersinggung dengan apa yang dikatakan, karena penulis masalah ini semata-mata hanya bermaksud baik, dan apa yang tertulis di sini adalah untuk dia dan juga untuk mereka yang akan membaca naskah ini.
Secara spontan, saya tertarik kepada perkataan seorang nyonya yang sangat sopan, dia adalah seorang anggota Masehi Advent Hari Ketujuh yang mengatakan kepada saya di bawah empat mata, dan ini adalah merupakan sebuah gambaran tentang bagaimana kita tampil kepada orang-orang lain, serta menekankan supaya kita selalu berhati-hati setiap saat. Nyonya itu secara meyakinkan mengatakan sebagai berikut : “Saya tertarik dengan ceramah-ceramah yang saudara adakan, tetapi walaupun saya belum sepenuhnya mengubah pemikiran saya untuk mengatakan bahwa saya sendiri sudah sepenuhnya setuju dengan pekabaran Tongkat Gembala itu, karena setelah saya melihatnya, maka sama sekali kami tidak perlu membaca semua yang tertulis dalam buku-buku Tongkat Gembala itu karena kami telah mempelajari dan mempraktekkan apa yang terdapat dalam buku-buku Kesaksian (Testimonies). Saya mencintai sidang saya, dan juga menghormati semua anggotanya, maka saya harap agar jangan ada yang tertawa apabila ada terdapat cacat pada anggotaanggota sidang MAHK. Saya tidak ingin kehilangan keanggotaan sidang dan saya tidak mau digolongkan dengan orang-orang menurut kehendak hatinya dalam hal tidak senonoh dan praktek 157 kasar.”
Dengan rendah hati, ia telah mengundang perhatian kita kepada hal untuk mana kita semua mau mengucapkan terima kasih, dan pada waktu yang sama berjanji agar kita tidak mau berada di antara orang-orang yang dalam perkara ini membuka kesempatan untuk menghina.
Sebuah kritikan yang ramah datang kepada kami pada akhir ceramah berhubungan dengan lamanya pertemuan-pertemuan kami, dan lama dan sifat dari doa dan kesaksian-kesaksian, yang harus dipikirkan. Semua ini berhubungan erat satu sama lain, dan kemajuan pada dua hal yang terakhir akan membantu memperbaiki hal yang pertama, jadi kami akan mengulangi yang terakhir dahulu dan yang pertama terakhir.
Kami yakin bahwa kesaksian-kesaksian kami akan menjadi kemuliaan untuk Tuhan, dan untuk memberitahukan betapa besar perkara-perkara yang telah Ia perbuat untuk kami, tetapi singkat dan tepat, dan kami jarang meminta kesempatan untuk berbicara dua kali kepada rapat sidang, karena ada orang-orang lain yang lebih takut, maka dengan berbuat demikian kami dapat sekaligus mengabaikan mereka untuk memperoleh kesempatan berbicara. Adalah selalu tepat dan benar untuk memohon doa khusus bagi seseorang secara pribadi dan untuk orang-orang pada siapa Saudara inginkan pada waktu satu kesaksian disampaikan.
Cara yang biasa, doa-doa harus singkat, karena Tuhan telah memberi perintah khusus agar dipersingkat dalam doa-doa umum, namun kita sudah terlalu sering melupakan nasehat ini. Maka tidakkah kita mau berketetapan memperbaiki hal ini sehingga dengan demikian membuat perbaktian Sabat itu menjadi lebih menarik, dan pada saat yang sama sabar sesuai dengan jam-jam yang ditetapkan?
Karena kelimpahan terang yang diberikan Tuhan pada waktu ini kepada kita, maka kita bertanggung jawab untuk memandang kenyataan bahwa pikiran, sama seperti perut, hanya dapat menerima makanan secukupnya, dan karena kita bersemangat untuk memberi kawanan domba itu makanan yang kita berikan dengan ukuran yang berlebihan, maka umat itu tidak sanggup mencerna semua makanan yang mereka peroleh. Hamba Tuhan tidak meninggalkan kita tanpa memberi petunjuk pada pokok masalah ini, melainkan telah memberitahukan kepada kita bahwa ceramah-ceramah bagi sebahagian orang terlalu lama, sehingga begitu banyak pokok-pokok pelajaran dalam satu khotbah yang sebahagian besar dari antaranya terselubung sehingga para pendengar tidak dapat memahaminya. Lebih jauh, kita telah memiliki pertambahan jumlah anggota yang terdiri dari orang-orang muda dan anak-anak yang datang menghadiri kebaktian-kebaktian kita, dan yang ingin membantu untuk menyampaikan pekabaran itu kepada jemaat, serta ingin menjadi salah seorang dari mereka yang menerima meterai dan menjadi bagian dari “hamba-hamba Allah”, maka mereka juga sedang memperhatikan kita.
Kiranya Tuhan akan menolong kita supaya jangan lupa bahwa kita sedang berdiri dalam kehadiran Allah Yang Maha Suci setiap saat dari kehidupan kita.
7
KUASA DARI FIRMAN ALLAH, DISAMPAIKAN DALAM KASIH
Saudari Ida Miner dari Montrose, Colorado, telah menghabiskan sebahagian waktunya di Sanatorium Boulder, menceritakan pengalaman berikut mengenai seorang dari antara pegawai-pegawai 158 yang bekerja di lembaga yang besar itu yang sudah menjadi tugas yang sulit baginya karena orang tersebut mengira bahwa tugas yang diembannya adalah menjadi penyebab kesusahan di antara pekerja dalam Sanatorium itu : “Ketika San____ mengatakan kepada saya bahwa ia tidak ingin kalau-kalau saya menjadi penyebab masalah, lalu saya berkata bahwa saya tidak menghendaki hal yang demikian, tetapi, Saudara Blank, jika saya gagal menyuarakan amaran itu, dan saudara binasa dalam dosadosa saudara, maka darah saudara akan ditanggungkan kepada saya.”
“Baik, tetapi jika saya menolak? Katanya, “Saudara bebas”. Segera sesudah itu, sikapnya saya lihat berubah. Wajahnya menjadi merah, keringatnya jatuh besar-besar, kemudian tiba-tiba ia bangkit berdiri dengan dua tangan menutup wajahnya, menyeka keringatnya berulang-ulang, dan sekali lagi ia duduk dengan cepat. Tolong ingat dia pada tahta kemurahan.”
KAMU MENERIMANYA DENGAN CUMA-CUMA,
MAKA BERILAH JUGA DENGAN CUMA-CUMA
Dalam satu percakapan baru-baru ini, seorang dari antara saudari-saudari kita, yaitu anggota gereja Keene, Texas, menceritakan keluhannya tentang pendeta yang membawa pekabaran kepadanya dan kepada suaminya sepuluh tahun yang lalu sebagai berikut :
Dalam percakapannya dengan pendeta yang dahulu, saudari ini mengingatkan kepadanya bagaimana dengan sungguh-sungguh ia telah berdoa supaya Pemerintah jangan melarang mereka untuk memelihara hari Sabat, dan menyatakan bahwa mereka sangat menghargai semua doanya demi kepentingan mereka pada jam-jam pengalaman mereka yang gawat itu. Kemudian ia mengatakan kepadanya bahwa dia dan suaminya sekarang sedang berdoa dengan sungguh-sungguh supaya jangan dilarang oleh conference untuk menerima terang tambahan yang dikirimkan oleh Allah kepada umat- Nya pada zaman ini, serta memohon kepadanya supaya mengadakan penyelidikan yang jujur dan tidak berat sebelah atas pekabaran yang terdapat dalam buku-buku Tongkat Gembala dan traktattraktat itu.
Tidakkah kita mau meniru contoh yang ditunjukkan oleh saudari ini, dan dengan demikian menggenapi perintah Tuhan kita pada waktu Ia mengatakan, “Kamu telah menerimanya dengan cuma-cuma, maka berikanlah juga dengan cuma-cuma”?
BERGEMBIRA DALAM PEKABARAN KEBENARAN PADA MASA KINI
Saudara O. Hogan dari Los Angeles, California, menyampaikan berita-berita yang membesarkan hati sebagai berikut : “Saya mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada Tuhan karena telah menuntun saya untuk berhubungan dengan Tongkat Gembala itu. Semangat saya selalu teguh dalam pekabaran kebenaran masa kini, dan pada waktu saya membaca Roh Nubuat maka ia itu telah menguatkan keyakinan saya lebih teguh dalam pekabaran untuk zaman ini. Contohnya kita baca dalam buku, ‘A WORD TO THE LITTLE FLOCK’, hal. 5 : ‘Allah telah merestui pengumumam yang disampaikan pada tahun 1843, dan pengumuman yang disampaikan pada tanggal 10 bulan 7, tahun 1844 : dengan mencurahkan Roh Suci. Sejak bulan 7 tahun 1844, “para pemberontak dari rumah” Israel, telah memindahkan “tanda batas” itu, dan menuliskan, serta mengumumkan khayalkhayal palsu; tetapi kita semua mengetahui bahwa ia itu adalah pekerjaan manusia, bukan pekerjaan Allah. Sanjungan-sanjungan yang bersifat ketuhanan ini, telah disambut oleh “pemberontak- 159 pemberontak dari rumah” Israel secara luas; tetapi pekerjaan itu bukanlah pekerjaan yang suci, bukan pengaruh kesucian, sebagaimana ketika Allah turut campur tangan pada pekerjaan yang tepat pada waktunya.’”
“Hormat dari saya demi kembalinya Ibu”
SEPATAH KATA UNTUK PENJELASAN
Sementara berpegang sebagai Seorang ahli filsafat yang benar bahwa belum pernah seseorang perlu membela dirinya sendiri, namun ada kalanya perlu untuk membuat penjelasan-penjelasan, dan menjawab sesuatu pertanyaan yang timbul dalam pikiran beberapa orang melalui kolom-kolom terbitan seperti terbitan-terbitan Symbolic Code yang ada sekarang.
Kami sering ditanya apakah Tongkat Gembala itu mengajarkan dan pekerjaan para penganjurnya untuk memberitahukan bahwa kemalangan, seperti penderitaan jasmani, kesakitan, dan bahkan kematian itu sendiri akan menimpa mereka yang menentang ajaran-ajaran terbitan yang disebut di atas dan tugas yang ia anjurkan, maka dengan sungguh-sungguh kami senang menjelaskan bahwa bukan hanya penulis Tongkat Gembala itu saja, melainkan semua orang yang percaya akan kebenarankebenaran yang terdapat di dalamnya, sama sekali tidak setuju dengan setiap pendapat yang mengatakan bahwa senjata-senjata pembantai Yeheskiel Sembilan itu akan ditimpakan atas siapa saja baik orang yang percaya atau orang yang tidak percaya terhadap sesuatu yang mereka pilih.
Bagaimanapun, kami tidak ingin, jatuh ke bawah penghukuman itu berkata kepada mereka yang membawa satu pekabaran “damai dan keselamatan” dengan mengatakan, “Ia terlalu pemurah untuk mendatangkan hukuman kepada umat-Nya, karena dengan berkata demikian, Tuhan benarbenar akan mengatakan bahwa “pembalasan Allah yang adil” akan menimpa orang-orang yang sedemikian, sehingga, “laki-laki, perempuan, dan anak-anak kecil akan binasa bersama-sama.” Testimonies for the Church, Jilid 5, hal. 211.
8
Kami sangat menyesal karena tampaknya kami perlu mengisi dalam ruangan naskah yang penting dan kecil ini dengan satu usaha yang jujur untuk menjelaskan kepada umat kita yang kekasih, yaitu mereka yang telah menjadi bingung oleh musuh kebenaran atas hal-hal yang disebutkan di atas, tetapi kami yakin bahwa banyak orang yang akan senang dengan penjelasan itu, setelah mempertimbangkan semua pertanyaan yang datang kepada kami dari segala bagian ladang pekerjaan. Hendaknya dapat dipahami dengan jelas oleh semua orang bahwa kami tidak bertanggung jawab atas apa yang dapat dikatakan oleh orang lain, tetapi kami bertanggung jawab sepenuhnya atas apa yang kami sendiri katakan dan kami perbuat. -- Penerbit.
PERTANYAAN DAN JAWABAN
Pertanyaan : “Setelah membaca buku-buku Tongkat Gembala itu, serta mempelajari dan meyakini apa yang diajarkan pekabaran itu, maukah saudara menganjurkan saya supaya bergabung dengan Organisasi gereja MAHK?
Jawab : Setelah menerima seluruh kebenaran itu, maka adalah merupakan hak istimewa bagi kita untuk bergabung dengan jemaat dan kita harus melamar menjadi anggota dengan mematuhi 160 peraturan tentang baptisan. Akan tetapi, oleh karena mempelajari pekabaran itu dengan perantaraan Tongkat Gembala, dan karena ia itu telah ditentang oleh dinas kependetaan organisasi, maka lamaran saudara untuk memperoleh baptisan dan keanggotaan mungkin tidak diterima oleh badan pimpinan sidang. Namun demikian, kerjakanlah apa yang saudara dapat lakukan, jika mereka menolak saudara untuk memperoleh satu hak istimewa yang sedemikian, lalu mereka sendirilah yang bertanggung jawab.
Selain itu, tertulisnya nama seseorang dalam buku-buku sidang tidak dapat menjamin keselamatan orang tersebut. Memiliki nama saudara tertulis dalam buku-buku surga karena itulah yang diperhitungkan. Penerimaanmu terhadap kebenaran dan satu kerinduan untuk mematuhi semua persyaratan yang dituntut oleh pekabaran itu, adalah yang menjamin keanggotaanmu dalam sidang yang sudah ditebus.
Apakah engkau diijinkan untuk bergabung dengan sidang melalui baptisan atau tidak, namun kepada kita sudah diberitahukan dalam Alkitab supaya jangan menyembunyikan terang kita di bawah sebuah gantang; kita harus mematuhi perintah sebagaimana yang terdapat dalamYeheskiel 2 : 1 - 8, -- apakah mereka mau mendengar atau menolak namun kita harus menyampaikan pekabaran itu kepada sidang. Sementara kamu bersaksi bagi Kristus, maka kamu akan ditolak dan akan dipecat jika kamu adalah seorang anggota sidang, namun kita tidak perlu berkecil hati. Baca Lukas 6 : 22. Banyak orang takut berbicara tentang Kristus karena diusir dari gereja, tetapi Yesus berkata : “Karena barangsiapa yang mau menyelamatkan nyawanya, akan kehilangan nyawa; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku dan karena Injil, ia akan menyelamatkan nyawanya.” (Markus 8 : 35.) “Berbahagialah kamu, apabila orang membenci kamu, dan apabila mereka memisahkan kamu dari perhimpunan mereka, dan mencela kamu, serta mencoret namamu sebagai orang jahat, demi Anak Manusia.” (Lukas 6 : 22)
Pertanyaan : “Apakah mereka yang sekarang menerima agama MAHK, selama masa pemeteraian ini akan ada di antara mereka yang 144.000 itu, atau akan jatuh dalam pembantaian Yeheskiel 9?
Jawab : Semua orang yang dijumpai sudah menjadi anggota sidang pada waktu kegenapan Yeheskiel Sembilan akan menerima meterai dan menjadi rombongan mereka yang 144.000 itu, atau hilang tanpa meterai, lalu jatuh ke bawah “senjata-senjata pembantai” dari “kelima orang laki-laki” itu. Hanya mereka yang “berkeluh kesah dan menangis karena segala kekejian” dalam sidang akan luput dari kebinasaan itu.
Pertanyaan : “Maukah Allah melindungi seseorang yang mungkin berada dalam bahaya karena menolak pekabaran pemeteraian itu?”
Jawab : Kami tidak percaya kalau Allah mau melindungi siapa saja yang berada dalam bahaya karena menolak terang yang Ia kirimkan. Akan tetapi, Ia mungkin melakukan demikian karena beberapa alasan lain. Mereka yang sekarang tidak mau mendengar suara Gembala yang Baik itu, juga tidak akan mau mendengarnya pada waktu kebangkitan orang benar. Meskipun demikian, kita jangan menghakimi, karena kita tidak tahu situasi dan keadaan sekitar pada waktu seseorang itu meninggal.
Pertanyaan : Bagaimanakah saya dapat membuktikan kepada seseorang saudara bahwa 161 pembantaian Yeheskiel 9 itu adalah pembantaian secara harafiah (kenyataan)?
Jawab : Pertama sekali arahkanlah perhatiannya kepada kenyataan bahwa Tuhan berada pada ambang pintu rumah di bumi sewaktu pembantaian yang dinubuatkan itu berlangsung. Ambillah pokok pelajaran ini dari Traktat No.1, “Dardanella Alkitab.”
Kedua : Tunjukkanlah kepadanya, “Testimonies for the Church,” Jilid 5, hal. 211, dimana dikatakan demikian : “Di sini kita dapat saksikan bahwa sidang -- tempat kesucian Tuhan -- yang pertama sekali akan merasakan pukulan murka Allah.” Tambahan pula, Roh Nubuat menggambarkan bahwa apabila pekabaran Yeheskiel Sembilan sudah disampaikan kepada sidang, maka sebahagian orang akan menyangkal kegenapannya secara harafiah, karena mereka mengatakan : “Ia terlalu pemurah untuk menimpakan hukuman kepada umat-Nya.” Mereka telah mengambil pendirian bahwa kita tidak perlu lagi mencari mujizat -- mujizat dan tanda penampilan kuasa Allah seperti pada zaman-zaman dahulu. Zaman sudah berubah.”
9
Dengan mengatakan bahwa pembantaian Yeheskiel Sembilan itu bukan pembantaian secara harafiah, maka hal itu mengatakan, “Kita tidak perlu lagi mencari mujizat-mujizat dan tanda penampilan kuasa Allah seperti pada zaman dahulu.”
Ketiga, ingatkanlah dia kepada Yesaya 66 : 16, 19, 20. Dalam ayat 16 menunjukkan bahwa pembantaian itu adalah pembantaian secara harafiah (literal), karena orang-orang yang akan luput dari antara mereka akan diutus kepada segala bangsa untuk memberitahukan kemuliaan dan kebesaran-Nya. Pembantaian ini hanya berlangsung di dalam sidang saja, karena mereka yang “luput dari antara mereka” adalah hamba-hamba Allah, yang sesudah pembantaian itu, akan Ia utus kepada bangsa-bangsa Kapir : maka jika pembantaian itu bukan pembantaian secara harafiah, lalu dari apakah mereka akan “luput”? Lagi pula, Yeheskiel juga menyaksikan mereka dibantai secara harafiah. (Yeheskiel 9 : 7.)
Pertanyaan : “Bagaimana saudara dapat mencocokkan ketujuh raja-raja dari Wahyu 17 : 10 dengan binatang yang “ada, dan tidak ada, dan yang masih akan datang” itu? Tongkat Gembala, Jilid 2, hal 118 pada pokok pelajaran ini belum jelas kepada saya”.
Jawab : Jangan mencoba untuk mencocokkan tujuh raja-raja dengan ketujuh binatang itu, tetapi hanya dapat dicocokkan dengan periode-periode yang dilambangkan oleh empat logam dari patung besar Daniel pasal 2. Kepada periode-periode ini tambahkan juga periode sebelum air bah dan satu lagi periode sesudah millenium (kerajaan seribu tahun) sebagaimana yang digambarkan dalam Tongkat Gembala Jilid 2, hal. 84, maka saudara akan memperoleh satu kecocokan dengan sempurna.
Ketujuh raja-raja ini mencakup seluruh sejarah dunia dari masa penciptaan sampai kepada masa bumi yang sudah dijadikan baru. Dunia sebelum air bah dilambangkan dengan “raja” yang pertama. Kerajaan Babilon kuno oleh raja yang kedua. Kerajaan Medo-Persia oleh raja yang ketiga. Gerika dilambangkan oleh raja yang kempat dan kerajaan Roma dilambangkan oleh raja yang kelima. Mengenai hal ini dikatakan “lima sudah jatuh”. Raja yang “ada” adalah lambang dari periode keruntuhan kerajaan Roma sampai kepada periode kedatangan Kristus yang kedua kali; artinya, periode yang ada sekarang; yakni, Romawi dalam keadaannya yang sudah terpecah-pecah. Raja yang ketujuh “harus meneruskannya dengan satu jangka waktu yang singkat” -- adalah lambang dari dunia orang- 162 orang jahat sesudah millenium. Demikianlah ada tujuh raja; lima sudah jatuh (dunia sebelum air bah, Babilon, Medo-Persia, Gerika dan Romawi), tetapi dunia yang “ada” sekarang termasuk keenam, dan yang satunya yang akan datang setelah millenium “meneruskan dengan satu jangka waktu yang singkat”, akan menjadi yang ketujuh dan yang terakhir.
Pertanyaan : “Kenapa ada tiga binatang dari periode perjanjian lama dihitung sayap-sayap dan tulang-tulang rusuk, dan pada periode perjanjian baru tidak demikian”?
Jawab : Semuanya dihitung, tetapi untuk menandai pembagian di antara periode Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru ada satu perubahan dalam cara menghitung yang sekali lagi diberitahukan melalui kenyataan bahwa binatang-binatang yang melambangkan sejarah perjanjian lama tidak memiliki tanduk-tanduk. Selain itu, karena penghitungan binatang-binatang Perjanjian Lama mengundang perhatian kita kepada periode sebelum air bah, maka penomoran binatang-binatang dari Perjanjian Baru mengundang perhatian kita kepada periode Perjanjian Lama karena ternyata pemberian nomor dari binatang-binatang Perjanjian Baru memasukkan periode Perjanjian Lama sebagaimana pemberian nomor dari binatang-binatang Perjanjian Lama memasukkan periode sebelum air bah. (Lihat Tongkat Gembala, Jilid 2, hal. 41, 42.) Demikianlah sebagaimana ketiga periode itu (periode sebelum air bah, periode Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru) meliputi seluruh sejarah dunia sebelum millenium, maka ketujuh binatang itu digunakan untuk menunjukkan kelengkapan. (Lihat gambar pada Tongkat Gembala Jilid 2, hal. 84.)
Oleh karena itu, binatang yang tidak tergambarkan pada Daniel pasal tujuh adalah yang keempat, binatang yang menyerupai macan tutul (Wahyu 13 : 1 - 10) yang kelima, dan binatang yang bertanduk dua yang menyusul dalam khayal itu adalah yang keenam, dan karena binatang merah kermizi itu terlihat setelah semua binatang ini, maka ia merupakan binatang yang ketujuh. Demikianlah, binatang itu pada sisi yang lain dari millenium (lihat gambar pada Tongkat Gembala Jilid 2, hal. 84) dalam kenyataannya, adalah yang ketujuh (binatang merah kirmizi) pada tahapnya yang kedua, yang merupakan lambang dunia yang sama dan sementara muncul dalam tindakannya yang kedua kali adalah menjadi yang kedelapan. Itulah sebabnya ia dikatakan adalah yang “kedelapan”, “yang berasal dari yang ketujuh.” (Wahyu 17 : 11). Jadi akhirnya semuanya diberi nomor dalam cara yang paling sempurna.
PERINGATAN PENTING
Semua pos wesel atau cek hendaknya dibayarkan kepada Ny.F. Charboneau, di Pusat Gunung Carmel, Waco, Texas.
Sampaikan kepada semua anggota alamat kita yang baru ialah, “The Universal Publishing Association, Gunung Carmel Center, Waco, texas.
The Universal Publishing Association
Mount Carmel Center, Waco, Texas
Symbolic Code Departement.
10
163POKOK-POKOK BERITA
Waco, Texas
Untuk Kepentingan Sidang MAHK
PEKERJAAN YANG SUDAH LAMA DILALAIKAN
Sudah lama terdengar teriakan dari saudara-saudara dan saudari-saudari kita Masehi Advent Hari Ketujuh tentang semua lembaga kesehatan, yang mencakup seluruh dunia, dan banyak dari antara mereka yang tinggal di Amerika Serikat ini, yang termasuk barisan umat kita tidak mendapat keuntungan-keuntungan dari lembaga-lembaga tersebut karena asas-asas penyembuhan yang salah, karena harga-harga yang tidak terjangkau, dan karena kepemimpinan yang tidak kenal belas kasihan.
Kesalahan dari keadaan yang dihadapkan kepada sidang, sedang disalahkan selama bertahuntahun, dan yang harus ditanggulangi oleh kita semua yang memiliki peranan terhadap pergerakan besar ini dan yang Allah adakan di dalam dunia yang berdosa ini kembali ke empat puluh tahun abad permulaan.
Kalau seseorang mempelajari Alkitab dan Kesaksian itu, maka ia tidak akan gagal untuk menyaksikan bahwa Allah memiliki suatu rencana bagi pemeliharaan umat-Nya yang mengalami nasib malang, apakah itu karena sakit atau umur lanjut, atau karena kesulitan-kesulitan dalam keuangan, sehingga sekarang pertanyaan itu menantang kita yang mengaku percaya bahwa “Tuhan akan bekerja dalam pekerjaan yang terakhir ini dengan perkara-perkara yang sangat sederhana di luar dari yang biasanya, dan dengan cara yang bertentangan dengan setiap rencana manusia.” Testimonies to Ministers, hal. 300. Tetapi rasa takut terhadap kepercayaan kita yang sudah juga akan ada, yaitu kita yang mengaku telah menerima pekabaran “Kebenaran Masa Kini” dan yang menyerukan satu “Pergerakan pembaharuan besar di tengah-tengah umat Allah”, apakah kita akan mengijinkan keadaan itu tanpa ada perubahan. Apakah kita terus berencana, untuk menyusul langkah kaki dari mereka yang telah melalaikan pekerjaan yang penting ini?
Waktu, keperluan, dan pekabaran itu sendiri semuanya adalah merupakan panggilan yang nyaring kepada yang sisa itu supaya mereka “bangun, bercahaya (144,000); karena terangmu ada datang, dan kemuliaan Tuhan sudah terbit atas kamu”, dan janganlah gagal pada jam yang terakhir ini, maka bagaimanakah kita akan menjawabnya saudara-saudari kami yang kekasih, rekan sesama manusia yang berada dalam dunia sekitar kami, dan yang di atas semuanya, para malaikat pengamat, 164 dan Komandan mereka yang kekasih yang kita akui bergabung di dalamnya?
Bahwa tidak seorang pun dari organisasi sidang Laodikea ini dapat menyangkal, bahwa kita, sebagai suatu sidang, telah “berpaling dari Kristus” “Pemimpin” kita (Testimonies for the Church, Jilid 5, hal. 217) semuanya setuju. Bahwa “keragu-raguan dan bahkan ketidakpercayaan terhadap kesaksian dari Roh Allah, sedang menyusup ke dalam semua gereja kita dimana-mana” (idem), tentu tidak berani ada yang menyangkalnya. Jadi apakah yang tinggal untuk kita kerjakan, rekan-rekan yang kekasih dalam “Kebenaran Pada Masa Kini”? Bukankah ini waktu yang penting untuk melakukan seperti apa yang dilakukan orang dahulu, untuk kembali kepada “Penunjuk jalan yang dahulu”, dari mana hamba Tuhan mengatakan “kita telah sesat”? Testimonies for the Church, Jilid 5, hal. 137. Nabi Injil itu selanjutnya mengatakan :
“Supaya engkau memberikan rotimu bagi orang yang lapar, dan engkau membawa ke rumahmu orang miskin yang tak punya rumah! Dan apabila engkau melihat orang telanjang, supaya engkau memberi dia pakaian : dan tidak menyembunyikan diri terhadap saudaramu sendiri? Pada waktu itulah terangmu akan merekah seperti fajar dan kesehatanmu akan pulih dengan segera : kebenaranmu menjadi barisan depanmu; dan kemuliaan Tuhan barisan belakangmu. Pada waktu itulah engkau akan memanggil, dan Tuhan akan menjawab; engkau berteriak untuk minta tolong dan Ia akan menjawab, Ini Aku! Apabila engkau memutuskan kuk sesamamu dari tengah-tengahmu, dan tidak lagi menunjuk-nunjuk orang dengan jarimu, dan berbicara kesia-siaan; dan apabila engkau mengulurkan tangan untuk memberi makan kepada orang lapar, dan memuaskan hati orang yang tertindas; maka terangmu akan terbit dalam gelap dan kegelapanmu seperti rembang tengah hari : dan Tuhan akan menuntun engkau senantiasa, dan akan memuaskan jiwamu di tanah yang kering, dan menggemukkan tulang-tulangmu : maka engkau akan seperti taman yang diairi dengan baik, dan seperti mata air, yang mana air-airnya tidak pernah habis.” (Yesaya 58 : 7 – 11).
Jika Pusat Gunung Karmel cocok menyandang namanya, dan berdiri sebagai suatu contoh saingan dari gunung yang dahulu kemana Allah memanggil umat-Nya yang dahulu untuk membuktikan siapakah Allah yang benar, maka kita, yang memiliki kesempatan istimewa dan yang akan berada di antara orang-orang pilihan untuk mempelopori barisan untuk mendaki gunung itu, harus merasa yakin bahwa kita dapat berbuat lebih daripada hanya mengatakan, “Tuhan itu, Dialah Allah, Tuhan, Dialah Allah”, jika tidak, maka kita akan jatuh ke bawah penghukuman nabi-nabi palsu, yang dibantai pada akhir dari peristiwa yang bersejarah itu ketika Eliyah bertemu dengan nabi-nabi Baal di atas gunung 1 itu dahulu kala, maka dari peninjauan lama yang sama kita harus memilih, dan dimana sekarang hal itu akan menjadi ujian apakah kita mengikuti Allah atau mengikuti Baal.
Berbicara mengenai orang-orang yang sedang berharap untuk menyampaikan “Seruan Keras” itu, dan persiapan yang perlu diadakan, hamba Tuhan berkata : “Kepadaku telah ditunjukkan bahwa jika umat Allah tidak berusaha untuk mengerjakan bagian mereka, tetapi sebaliknya menunggu penyegaran datang ke atas mereka untuk menyingkirkan kesalahan-kesalahan serta membetulkan kekeliruan mereka, dan jika mereka bergantung atasnya untuk membersihkan mereka dari kecemaran tubuh dan roh, lalu memantapkan mereka untuk bergabung dalam seruan keras malaikat yang ketiga, maka mereka akan didapati kurang.” -- Testimonies for the Church, Jilid 1, hal. 619.
Berbicara secara langsung kepada organisasi tentang apa yang telah ditunjukkan berkaitan dengan pemeliharaan kepada umat kita sendiri, Tuhan telah menjelaskan kesalahan dari mereka yang bertugas dalam Lembaga Kesehatan itu dengan kata-kata sebagai berikut : “Ketika aku melihat 165 orang-orang yang memimpin dan mengatur Lembaga itu sedang terjerumus ke dalam bahaya, oleh mana aku telah memperingatkan mereka di depan umum, dan juga melalui percakapan dan suratsurat pribadi, maka kesusahan yang luar biasa telah menghinggapi diriku. Kepadaku telah ditunjukkan bahwa Lembaga itu adalah tempat dimana orang-orang yang menderita sakit di antara kita dapat ditolong, yaitu suatu tempat dimana pengorbanan, keramah-tamahan, iman, dan kesalehan haruslah menjadi prinsip-prinsip yang perlu dihidupkan. Tetapi ketika permintaan-permintaan yang sesungguhnya untuk sejumlah besar uang, dengan pernyataan bahwa saham yang diambil akan membayar setiap sen pengeluaran; dimana saudara-saudara yang menempati kedudukan-kedudukan dalam Lembaga itu tampaknya lebih banyak menghendaki upah yang lebih besar daripada orang lain yang merasa puas melayani maksud besar kebenaran dan pembaharuan itu; pada waktu saya selidiki, dengan sedih, bahwa untuk membuat Lembaga itu populer kepada orang-orang yang tidak seiman dengan kita, dan untuk menjamin kehidupan mereka, suatu roh yang berkompromi dengan dunia telah memperoleh pegangan pada Lembaga itu … sehingga ketika saya melihat hal ini, saya berkata, ini bukanlah perkara yang ditunjukkan kepada saya sebagai suatu Lembaga untuk orang sakit, yaitu Lembaga yang dapat membagi berkat yang diberikan oleh Allah. Ini adalah suatu perkara yang lain. -- Testimonies for the Church, Jilid 1, hal. 633, 634.
Kemudian, setelah perkara-perkara ini ditunjukkan kepadanya maka hal itu telah membuat hatinya menjadi sedih, namun Sister White telah memberikan kata-kata yang membesarkan hati : “Dengan berkat Allah maka hal ini akan dapat dan akan dilaksanakan. Idem, hal. 635. Tentunya kata-kata ini mengundang perhatian kepada kenyataan bahwa “pembaharuan kesehatan” itu adalah merupakan suatu bagian dari pekerjaan kita, selanjutnya Tuhan telah memberikan suatu perintah disertai suatu teguran pedas sebagai berikut :
“Saudara-saudara yang berdiri pada pucuk pimpinan pekerjaan ini telah memohon kepada umat itu sumbangan, atas alasan bahwa pembaharuan kesehatan itu adalah bahagian pekerjaan besar yang berhubungan dengan pekabaran malaikat yang ketiga. Dalam hal ini mereka benar. Dan itu adalah suatu cabang dari keagungan, kemurahan hati, keluwesan, pengorbanan, dan kebajikan dari pekerjaan Allah. Tetapi kenapa saudara-saudara ini mengatakan bahwa, ‘Saham dalam Lembaga Kesehatan itu akan membayar setiap sen pengeluaran yang besar, adakah perkara pembayaran ini merupakan suatu ‘investasi yang baik’?” -- Id.
Karena hal ini jelas bahwa Tuhan menyetujui umat kita untuk mengambil saham dalam Lembaga Kesehatan itu, yang akan merupakan suatu tempat yang terutama berfaedah bagi umat kita, namun Ia tidak pernah bermaksud supaya rangsangan-rangsangan harus dipertahankan, sehingga keuntungan-keuntungan saham terus bertambah buat mereka, karena hal ini bukan hanya membawa roh yang mementingkan diri sendiri perdagangan yang sekarang kita lihat, sehingga dengan demikian dapat menghalangi rencana Allah yang berguna untuk orang-orang miskin di antara kita, dan juga membuat tidak layak bagi pekerjaan besar untuk mana lembaga-lembaga pengobatan itu didirikan.
Meskipun rencana pembelian saham dalam Lembaga Kesehatan yang pertama didirikan telah disetujui oleh Tuhan, dan dengan jelas bermaksud untuk menjadi suatu teladan bagi semua lembaga yang akan didirikan kemudian, namun Ia mengetahui dengan baik bahwa akan ada orang-orang yang tidak akan mampu berbuat apa yang mereka inginkan, sehingga kata-kata yang berupa nasehat dapat diharapkan untuk memperbaiki hal itu. Banyak orang yang telah mengambil saham tidak mampu mendermakannya. Karena sebahagian dari antara orang-orang ini sangat menderita kesulitan uang yang mereka tanam dalam saham.” Idem, hal. 639.
166Baiklah semua orang membaca seluruh pasal itu yang dimulai pada halaman 633 dan berakhir pada halaman 643, yang memberikan satu saran yang lengkap bagi “keangungan, kemurahan hati, dermawan, pengorbanan, kebajikan pekerjaan Allah” yang tidak pernah dilaksanakan, sebagaimana yang Allah rancang untuk dilakukan, kemudian tanyalah sendiri pertanyaan ini, apakah sekarang sangat terlambat untuk melaksanakan apa yang difirmankan Allah, karena sudah lebih 70 tahun berlalu sejak terang yang berkaitan dengan masalah itu datang kepada kita?
Jika kita mengatakan bahwa hal itu sudah sangat terlambat, lalu bagaimanakah kita menjawab kata-kata yang membakar dari Tuan Pekerja itu : “Ketika Aku lapar, kamu tidak memberi Aku makan : Aku haus, kamu tidak memberi Aku minum : ketika Aku seorang asing, kamu tidak memberi Aku tumpangan : dan ketika Aku telanjang, kamu tidak memberi Aku pakaian : dan ketika Aku sakit, dan dalam penjara, kamu tidak melawat Aku.” (Matius 25 : 42, 43). Akan adakah jawaban kita kepada Tuan itu, sedangkan kita begitu sibuk senantiasa meningkatkan tujuan-tujuan kita sehingga kita telah mengalihkan pekerjaan kita yang bersifat menolong dan bersifat Kristen kepada negara dan Lembaga- Lembaga yang lain, murah hati, dan kepada institusi lain yang lebih murah?
2
Melihat kelalaian yang menyedihkan ini, yang telah membawa suatu cela kepada nama baik sidang MAHK yang kepadanya telah diberikan karunia “pelayanan penyembuhan”, berserta dengan terang yang berlimpah atas agama sebagaimana yang begitu jelas dinyatakan dalam tulisan-tulisan yang diilhami, maka tidakkah kita mau membuat rencana yang sungguh, disertai takut akan Tuhan, untuk “menebus waktu yang disia-siakan” itu dengan menyambut panggilan yang sudah lama dilalaikan, lalu melangkah ke dalam terang besar “tangan kanan” dari Pekabaran Malaikat Yang Ketiga, menyatakan kepada para pengamat surga dan juga kepada manusia, sebagaimana injil itu akan dijalankan oleh mereka yang berharap untuk berada di antara orang-orang yang sedang bersiap-siap untuk membantu menyampaikan Seruan Keras itu?
Karena Allah akan mempunyai suatu sidang yang murni ke dalam mana Ia akan mengumpulkan rombongan yang tidak terhitung jumlahnya melalui suara dari surga yang mengatakan, “Keluarlah daripadanya, hai umat-Ku, supaya kamu tidak terbabit dengan dosa-dosanya, dan supaya kamu jangan turut ditimpa bela-belanya”, dimana dalam hal ini keperluan-keperluan rohani yang diutamakan; bukankah Ia juga mau menyediakan suatu jalan dimana keperluan-keperluan jasmani dapat dilayani. Sehingga Ia juga mau menyediakan suatu jalan dimana keperluan-keperluan jasmani dapat dikerjakan maka dari itu sebagaimana Ia akan menyelesaikan pekerjaan ini melalui alat-alat manusia, sesungguhnya tidak seorang pun akan gagal untuk memasuki suatu pelayanan yang mulia dan agung sedemikian ini.
Semua perkara yang sudah dijelaskan di atas, maksudnya adalah untuk “menggerakkan semangat kemurnian hati saudara dengan jalan mengingatkan”, dan mencurahkan semua hati kita kepada pekerjaan yang penting ini. Kami akan merasa gembira untuk mendengar dari para pembaca Symbolic Code tentang bagaimana perasaan saudara-saudara mengenai usaha pelayanan yang mulia ini bagi “orang miskin, orang buntung, pincang, dan orang buta” dari jalan-jalan dan lorong-lorong kota”, maupun dari “jalan-jalan raya dan lintasan-lintasan.”
KEMURTADAN DIPANDANG DARI SUDUT LAIN
Apakah sesungguhnya “kemurtadan” itu? Adakah itu penyimpangan ajaran-ajaran dari sesuatu badan agama, baik itu pada badan agama MAHK atau organisasi gereja lain?
167Tak seorang pun dari antara kita mau digolongkan sebagai orang-orang murtad, namun masingmasing kita seharusnya mengakui dengan bebas bahwa kita telah banyak menyimpang dari standarstandar yang mulia yang merupakan ciri-ciri organisasi MAHK pada tahun-tahun permulaan-nya secara jelas dan seperti yang telah dikemukakan di dalam Alkitab dan Roh Nubuat, sehingga dengan pengakuan yang jujur atas peranan kita, bukankah sesungguhnya kita sedang mengatakan, bahwa kita telah banyak mendurhaka kepada maksud-maksud keyakinan kita?
Dengan tanpa hormat, barangkali tidak ada penyimpangan yang lebih banyak kita lakukan daripada cara kita mengatur diri kita sendiri sewaktu berada di dalam rumah Allah, karena hampir dimana-mana ia itu telah menjadi suatu tempat pertemuan-pertemuan biasa, suatu tempat untuk membicarakan hal-hal yang tidak berguna dan bodoh, yang semuanya ditegur secara khusus dalam kata-kata berikut :
“Apabila para penyembah Allah masuk ke dalam tempat perbaktian, maka mereka harus melakukannya dengan tata krama kesopanan, dan berjalan pelan-pelan menuju tempat duduk mereka. Jika pada ruangan itu ada tungku api, maka tidak sopan untuk berdesak-desakan di sekitarnya dengan sikap yang malas dan sikap tidak peduli. Percakapan yang biasa, bisik-bisikan, dan gelak tertawa jangan dilakukan di dalam rumah perbaktian, baik itu sebelum atau sesudah perbaktian. Cinta yang sungguh, hidup yang saleh, haruslah ciri-ciri yang menandai para penyembah Tuhan.
“Jika sebahagian orang harus menunggu beberapa saat sebelum perbaktian dimulai, maka biarlah mereka mempertahankan roh ketaatan yang benar melalui renungan yang khidmat, menjaga hati terangkat kepada Allah dalam doa supaya perbaktian itu dapat memberi faedah yang khusus kepada hati mereka sendiri, lalu membawa kepada keyakinan dan perubahan jiwa-jiwa orang lain. Mereka harus mengingat bahwa utusan-utusan surga ada di dalam rumah itu … Berbisik-bisikan, gelak tawa, dan percakapan yang mungkin bukan dosa dalam sesuatu urusan di tempat biasa, jangan dijumpai di dalam rumah dimana Allah disembah. -- Testimonies for the Church, Jilid 5, hal. 492.
“Hai orangtua, tinggikanlah martabat Kekristenan itu di dalam pikiran anak-anakmu; … ajarlah mereka untuk memiliki penghormatan yang tertinggi di dalam rumah Allah, supaya dapat memahami bahwa apabila mereka masuk ke dalam rumah Tuhan, maka hal itu harus dilakukan dengan hati yang sudah diperhalus dan patuh oleh suatu pemikiran-pemikiran seperti ini : “Allah ada di sini; karena ini adalah rumah-Nya. Saya harus memiliki pikiran-pikiran yang murni dan maksud-maksud yang suci. Saya harus membuangkan kesombongan, iri hati, cemburu, sangka-sangka jahat, kebencian, atau penipuan dalam hati; karena saya sedang datang ke dalam kehadiran Allah yang suci ….
“Saudara-saudara, tidak maukah saudara memberikan sedikit pemikiran tentang hal ini”? Idem, hal. 494.
Kutipan-kutipan di atas sudah jelas tanpa memerlukan komentar, maka ternyata kita semua sudah bersalah di hadapan Allah, dan terpaksa mengakui bahwa kita telah mendurhaka dalam hal yang penting ini, tidakkah kita mau mengindahkan teguran terakhir kutipan di atas dengan memberikan pemikiran yang pasti terhadap “pokok masalah ini”, lalu menjadikan perhimpunan kita ditandai oleh
3 satu perbaktian yang terbit dari roh yang benar, bebas dari semua kebiasaan umum dari kunjungan dan percakapan biasa, sehingga kita tidak bersedih karena Roh Allah telah jauh dari perbaktianperbaktian kita, dan dengan demikian membuat perbaktian itu menjadi perbaktian yang sangat bermanfaat bagi mereka yang datang berbakti dengan kita? Kita yang mengaku mempunyai pekabaran 168 pembaharuan harus menunjukkan suatu contoh bagi mereka yang berharap dapat memeluk Kebenaran Masa Kini. Sebab itu, kita yang sedang berdiri dalam terang itu haruslah memperhatikan dengan seksama teguran-teguran di atas apakah ia itu dalam suatu perbaktian yang terpisah dari para penganut Kebenaran Masa Kini atau dalam gereja MAHK. Pertanggungan jawab terletak atas mereka yang memimpin perbaktian itu dan harus melihat bahwa perintah-perintah itu wajib dilaksanakan.
PEKABARAN DI CALIFORNIA
Dalam beberapa bulan yang lalu banyak surat yang telah diterima dari ladang pekerjaan yang lain, menanyakan apakah benar seperti yang dilaporkan oleh pengerja-pengerja Conference bahwa pekerjaan Tongkat Gembala itu sudah padam di California Selatan. Kami telah berusaha keras untuk menegaskan suatu penolakan terhadap laporan palsu ini, tetapi Setan telah menimbulkan keragu-raguan dalam beberapa hal sehingga tidak dapat lagi diberantas dengan mudah sebagaimana dengan satu sanggahan yang datang secara langsung, maka kami merasa bahwa hal itu adalah merupakan perintah demi kepentingan kebenaran dan mereka yang bersangkutan untuk menjelaskan beberapa bukti yang memperlihatkan kepalsuan dari jenis propaganda ini.
Kepada penulis telah diberitahu setengah resmi bahwa pintu-pintu semua gereja di kawasan Confrence California Selatan telah ditutup untuknya atas perintah ketua Conference. Karena di kawasan ini banyak gereja, dan karena ia hanya dapat menghadiri satu gereja pada suatu waktu, maka sampai sekarang ia belum dapat membuktikan kebenaran dari pernyataan larangan itu, tetapi sejauh apa yang dialaminya dalam peristiwa ini ia yakin bahwa laporan mengenai larangan itu adalah benar. Sabat berganti Sabat dan Rabu berganti Rabu (berharap satu atau dua contoh dalam setiap persoalan) ia sendiri terus berjaga-jaga pada sisi jalan masalah ini.
Di gereja Lincoln Park, selama dua minggu berturut-turut pendeta sidang telah mengucapkan banyak sekali semburan kata-kata yang menghina untuk menentang Tongkat Gembala itu, menggunakan setiap waktu untuk menyampaikan laporan-laporan yang dapat mencemarkan nama baik para pengerja yang terkemuka di dalam maksud kebenaran masa kini. Bahkan ia telah membungkuk begitu rendah untuk menyetujui pemecatan dari daftar Sekolah Sabat nama-nama murid yang tidak berdosa karena orangtua atau saudari mereka yang lebih tua telah menerima dan berdiri dengan berani untuk menyokong pekabaran pemeteraian itu.
Ada tertulis : “Dan barangsiapa menyambut seorang anak kecil seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku. Tetapi barangsiapa yang melukai hati salah seorang dari anak kecil ini karena percaya dalam nama-Ku, maka lebih baik baginya kalau sebuah batu kilangan diikatkan kepada lehernya lalu ia ditenggelamkan ke dalam laut … Berhati-hatilah supaya engkau jangan memandang hina terhadap anak-anak kecil ini.” (Matius 18 : 5, 6, 10.) Allah telah menunjukkan kepada saya bahwa orang-orang ini (yang berada dalam kedudukan yang bertanggung jawab) adalah Hasael- Hasael yang merupakan suatu cambuk bagi umat kita. Mereka adalah orang-orang yang bijaksana atas apa yang tertulis.” -- Testimonies for the Church, Jilid 5, hal. 79.
Di hadapan saya terletak dua buah surat yang diketik masing-masing terdiri dari dua halaman. Kedua surat itu ditulis oleh pendeta gereja besar di Glendale. Surat yang pertama bertanggal 30 Mei, dan surat yang kedua bertanggal 2 Juli 1935. Dan yang ketiga dilaporkan masih akan datang. Kedua surat itu dialamatkan kepada anggota-anggota gereja. Dan karena surat-surat itu yang menipu dan 169 menyesatkan mereka hampir melampaui apa saja yang belum mereka ketahui. Sebagaimana yang dicerminkan oleh penulis itu dalam semua isinya, maka maksudnya dapat ditangkap satu kenyataan yang tidak tergoyahkan dan yang menimbulkan pertanyaan, Apakah mungkin ada orang-orang seperti itu di tengah-tengah kita? Satu-satunya jawaban yang dapat diberikan terdapat dalam kata-kata yang menakutkan dari buku “Testimonies to Ministers, hal. 409 : “Biarkanlah anak penipu dan orang yang bersaksi palsu dihibur oleh sidang yang mengaku telah memiliki terang besar, memiliki bukti-bukti yang banyak, namun telah mengesampingkan pekabaran yang Tuhan telah kirimkan, lalu menerima segala keterangan yang tidak masuk akal dan perkiraan-perkiraan serta teori-teori palsu. Setan menertawakan kebodohan mereka karena ia tahu apa itu kebenaran.
Jika surat-surat ini diedarkan secara umum, maka surat-surat itu akan cepat membuka mata semua orang jujur. Akan tetapi, maksud kami di sini hanyalah untuk membuktikan kepada mereka bahwa jika Tongkat Gembala itu sudah mati maka hal itu adalah satu perkara yang paling menyusahkan kepada Israel. Yang berikut ini menceritakan kisah pengakuan yang tercantum dalam paragraf dua dari surat yang pertama :
“Baru-baru ini utusan-utusan kemurtadan telah semakin lebih giat di dalam gereja kita, serta berusaha keras untuk menaburkan sekali lagi apa yang telah dikatakan oleh Komite General Conference dan juga seluruh umat kita adalah kekeliruan dan bidat (aliran yang bertentangan dengan aliran yang resmi).”
Sekarang, hati kami tergerak oleh kutipan yang di atas, untuk meminta keterangan bagaimana
4 orang mati dapat menabur, dan kenapa yang mati itu begitu ditakuti sebagai sebuah surat yang ditempelkan pada rumah orang-orang yang percaya bahwa orang-orang mati itu tidak dapat berjalan lagi? Ini bukanlah perkataan yang menyindir; ini adalah merupakan bukti-bukti bahwa Spiritualisme sudah masuk dalam semua jajaran organisasi kita, serta menempatkan roh-roh tukang sihir yang menciap-ciap dan berkomat-kamit melayani pada mezbah propaganda. Kita sebagai pembaharupembaharu harus berpegang : “Kepada hukum dan kesaksian : jika mereka tidak berbicara sesuai dengan perkataan ini, hal itu dilakukan oleh karena tidak ada terang di dalam mereka.” Apakah perlu untuk mengungkapkan lebih banyak mengenai maksud kepalsuan dan penipuan propaganda yang menyatakan bahwa Tongkat Gembala itu sudah mati di California Selatan?
Oh semua kejadian yang menyedihkan! Satu bangsa yang hampir binasa! Saudara-saudara, maukah kita menghindari semuanya lalu kembali kepada-Nya?
Adakah hidup kita yang di ambang malam bencana yang sudah pasti membinasakan orang penipu, maka sebuah surat dibacakan dengan ketulusan hati dan cinta Pauline bahwa “Aku akan merasa senang sekali menggunakan dan digunakan untukmu; meskipun cintaku semakin berlimpahlimpah kepadamu, namun aku semakin kurang dicintai.” Kata-kata ini adalah merupakan cinta yang akan “membuat satu keretakan terhadap rintangan-rintangan Setan” lalu membawa keselamatan kepada umat Allah yang sisa. Itu adalah kata-kata yang berfaedah bagi kita sekarang. Itu adalah kejadian dari tabiat yang dilukiskan oleh Roh Nubuat dalam kata-kata berikut dan yang sebaiknya kita semua doakan dengan sungguh sebagai satu gambaran dari diri kita sendiri :
“Orang yang mengasihi Allah tidak akan mengukur pekerjaannya dengan sistem peraturan delapan jam. Ia akan bekerja sepanjang waktu, dan tidak akan pernah melalaikan kewajibannya. Karena ia mempunyai kesempatan, maka ia akan melakukan segala perkara yang baik. Dimana saja, 170 pada setiap waktu dan di segala tempat, ia akan menemukan kesempatan untuk bekerja bagi Allah. Ia akan membawa bau-bau yang harum bersamanya kemana saja ia pergi. Suatu suasana yang sehat selalu mengelilingi jiwanya. Keindahan kebaikannya adalah kehidupan yang layak dan kehidupan yang teratur baik dan percakapan yang saleh yang mengilhami, pengharapan, dan semangat orangorang lain.” -- Testimonies for the Church, Jilid 9, hal. 45.
M.J. Bingham
Glendale, California
MAUKAH ORANG-ORANG MUDA KITA BERTAHAN?
Baru-baru ini sepucuk surat telah diterima oleh seorang dari antara orang-orang muda kita yang ditulis orang lain dimana bersama dengan orangtuanya baru saja mengadakan penyelidikan secara pribadi terhadap pekabaran Tongkat Gembala itu, dan merasa gembira pada kebenarankebenaran indah yang terdapat dalam kebenaran masa kini untuk disampaikan kepada sidang, dan merasa senang untuk memberitahukan beberapa pengalamannya yang menyatakan bagaimana sebahagian dari antara orang-orang muda kita sedang berniat untuk “mempertahankan kebenaran dan keadilan sewaktu sebahagian besar orang mengabaikan kita, lalu berperang dipihak Tuhan ketika pejuang tinggal sedikit”, seperti orang-orang yang lebih tua umurnya dari kita yang telah lakukan bertahun-tahun yang lalu.
Wanita muda ini berbicara dari hati ke hati dengan seorang temannya kepada siapa ia menulis dan menceritakan betapa ia kecewa baru-baru ini ketika beberapa orang muda yang lain, yaitu anggota-anggota sebuah keluarga kepada siapa orangtua wanita muda ini telah menyampaikan pekabaran MAHK, tetapi tidak berhasil untuk berbicara kepadanya, namun kesungguhan hatinya telah dinyatakan dalam kata-kata berikut : “Mereka adalah orang-orang yang terakhir di atas dunia ini yang saya kira mau menyambut kami secara dingin, karena dulu mereka sangat mengasihi kami. Oh, mereka seharusnya sangat mengasihi kami! Tetapi sangat menyakitkan di saat mendapatkan sahabat-sahabatmu mengabaikanmu. Saya berharap bahwa saya akan dapat segera mengatasi diriku sendiri menahan semuanya sehingga saya tidak terlalu merasa enak tentang perkara-perkara semacam itu.
Kerinduan yang mulia atas peranan wanita muda ini dan yang telah mencapai puncak pengalaman Kristen telah berbicara dengan lebih keras untuk pekabaran Tongkat Gembala daripada apa saja yang dapat dilakukan. Bagaimanapun, hal itu akan mengungkapkan kenyataan bahwa Allah ada memiliki satu pekabaran bagi sidang-Nya pada saat ini yang kita yakini akan membalikkan keadaan dimana para pemimpin orang muda kita dimana-mana telah rindu menyaksikannya bertahuntahun lamanya.
Untuk menunjukkan kelemahan sanggahan seseorang terhadap pekabaran Tongkat Gembala yang memperturutkan hatinya untuk mengecam para utusan itu, wanita muda ini menjelaskan kepada temannya bahwa semua cerita yang telah disampaikan mengenai penulis buku-buku Tongkat Gembala dan semua traktat itu tidak mempunyai arti apapun kepadanya karena ia juga telah mendengar kecaman-kecaman yang sama terhadap dirinya sendiri dan terhadap keluargannya hanya karena mereka menerima pekabaran dari kebenaran pada masa kini.
171Demikianlah kita dapat menyaksikan bahwa apabila orang-orang muda kita diberikan satu kesempatan, maka mereka akan menerima satu pekabaran yang langsung lalu menyesuaikan hidup mereka ke sana sama seperti orang-orang tua dahulu lakukan. Maka marilah kita camkan juga dalam hati bahwa “kejujuran adalah akal budi yang terbaik” lalu tidakkah kita mau ditegur oleh apa yang ditulis oleh wanita muda ini kepada sahabatnya berkenaan dengan tantangan yang bodoh untuk maksud menghancurkan kebenaran Allah?
Sungguh Tuan itu tentunya sudah melihat sebahagian dari antara orang muda kita seperti yang Ia ucapkan bahwa nubuatan yang menyolok apabila Ia mengatakan, “pekerjaan yang Aku lakukan akan Ia lakukan juga, dan pekerjaan yang lebih besar daripada ini akan diperbuatnya.” Kita yakin bahwa waktunya telah tiba, apabila banyak dari antara orang-orang muda kita dalam sidang MAHK akan pergi menunjukkan bahwa Tuhan telah memanggil mereka untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan yang luar biasa seperti yang dilakukan oleh Yusuf dan Daniel waktu dahulu. Kiranya Tuhan memberkati orang-orang muda yang sedang menetapkan pendirian mereka untuk menyokong kebenaran masa kini.
5
USAHA PENCOBAAN YANG PICIK LAINNYA
Baru-baru ini, saudara A.E Johnson beserta isterinya telah kehilangan keanggotaan sidang dari salah satu gereja-gereja kecil di sebelah Timur Tennessee, dan ia telah mengirimkan laporan berikut berkenaan dengan cara yang tidak adil yang dilakukan oleh sidang ini :
“Kami telah sampai kepada saat-saat genting dimana kami harus berpisah dari gereja kecil Cumberland Mountain yang kami cintai. Pekabaran Tongkat Gembala itu telah membawa satu keguncangan kepada kami semua yang telah memberikan kesungguhan, serta mempelajarinya dengan penuh doa … Disamping Uni dan Ketua-Ketua Setempat, ada dua orang pengerja Conference yang lain yang hadir, bersama lima belas orang dari tiga puluh anggota yang membentuk sidang Monteagle.”
Setelah melewatkan waktu yang sangat singkat, maka Tongkat Gembala itu dicela sebagai yang bertentangan dengan pikiran dan kejujuran yang benar, dan menyatakannya lebih jahat daripada paham Katholik Roma, Ketua Uni, dalam kondisi yang tidak baik serta bertentangan dengan tata cara kesopanan Kristen, mulai mengeluarkan kata-kata hinaan terhadap Pendeta E.T Wilson, yang tentu saja tidak hadir untuk membela dirinya sendiri. Ucapan-ucapan itu dibuat oleh pendeta yang sudah diperhitungkan mau menghancurkan keyakinan setiap orang kepada Saudara Wilson yang telah mengadakan satu penyelidikan secara pribadi terhadap Tongkat Gembala itu, dan yang telah menemukannya serasi dengan sempurna baik kepada Alkitab maupun kepada Kesaksian-Kesaksian, dan yang telah menyambutnya sebagai satu pekabaran yang datang dari Allah, walaupun ia harus mengorbankan kedudukannya.
“Kemudian si pembicara memperingatkan kami kembali bahwa persoalan pekabaran Tongkat Gembala itu sudah diselesaikan oleh Komite General Conference, yang anggotanya termasuk ia sendiri, dan setiap sidang yang menolak untuk memecat penganut-penganut Tongkat Gembala itu akan dibubarkan.” Ia mengatakan bahwa hal ini harus dilaksanakan sebagai “rencana Allah, dengan maksud supaya kita dapat memiliki satu sidang MAHK yang bersih.”
“Kemudian Pendeta itu mengajukan satu usul dalam kata-kata sebagai berikut : ‘Semua orang yang menentang segala kekeliruan yang diajarkan oleh Tongkat Gembala, lalu menerima semua 172 kebenaran yang diajarkan oleh organisasi, silahkan berdiri’. Hampir semuanya berdiri, termasuk saya sendiri, karena saya mau menentang segala kekeliruan yang diajarkan oleh Tongkat Gembala, lalu menerima segala kebenaran yang diajarkan oleh organisasi ini. Usul yang kedua disampaikan lagi kepada kami yakni, ‘semua orang yang percaya dan menerima ajaran-ajaran Tongkat Gembala, silahkan berdiri’. Hanya ada dua orang yang berdiri untuk memenuhi usul itu yakni, isteriku dan saya sendiri.
“Kemudian dianjurkan supaya nama-nama kami dicoret dari catatan buku sidang, tetapi seorang yang menyokong anjuran itu meminta supaya kepada saya diberikan waktu untuk mempertimbangkan pendirian saya. Maka saya memohon waktu selama sepuluh menit dalam mana saya dapat membuat satu pernyataan di hadapan sidang itu. Permohonan saya dipenuhi lalu saya berbicara :
“Saudara-saudara dan saudari-saudariku yang kekasih, hendaknya Pendeta Wilson jangan dihakimi oleh sidang ini; tetapi isteriku dan saya sendiri adalah merupakan anggota-anggota yang berurusan dalam permasalahan ini. Dengan hormat saya minta kepada saudara-saudara janganlah menghakimi kami melalui perkataan-perkataan yang diucapkan oleh si pembicara di hadapan saudara. Lupakanlah apa yang telah dikatakan di sini pada malam ini dan kemudian putuskanlah melalui prinsipprinsip yang sama yang mengatur sidang sewaktu menerima semua anggota masuk ke dalam keanggotaannya; artinya, putuskanlah apakah isteri saya dan saya sendiri berada dalam kesesuaian dengan asas-asas iman kita. Jika kami benar, Saya memohon supaya saudara-saudara mengijinkan kami untuk tetap sebagai anggota-anggota sidang ini, tetapi jika tidak, pecatlah kami.”
Kemudian perumpamaan tentang lalang dibacakan oleh saudara yang sedang diadili dan membacakan sebuah komentar yang diambil dari buku “Testimonies to Ministers”, hal. 47, agar sidang dapat memiliki sesuatu untuk menuntun mereka kira-kira apa tindakan yang akan diambil. Inilah kutipan yang diambil dari buku “Testimonies” itu, “Tuhan tidak mengijinkan kita bertindak dengan cara kekerasan untuk menentang mereka yang kita kira berbuat kesalahan dan janganlah kita mengadakan pemecatan-pemecatan dan pengaduan terhadap mereka yang bersalah.
“Ada kemungkinan bahwa manusia fana akan salah mempertimbangkan tabiat, namun Allah tidak mempercayakan pekerjaan penghakiman dan pemeriksaan atas tabiat kepada orang-orang yang tidak sesuai untuk itu. Janganlah kita mengatakan mana yang merupakan gandum, dan mana yang merupakan lalang. Masa penuaian itu sepenuhnya akan menentukan karakter dari dua kelas itu di bawah lambang lalang dan gandum. Pekerjaan pemisahan itu telah diberikan kepada malaikatmalaikat Allah, dan bukan dilakukan oleh manusia manapun.”
Sdr. Johnson melanjutkannya dengan mengatakan : “Orang-orang yang menentang Tongkat Gembala itu berpegang bahwa penuaian itu terjadi setelah masa kasihan berakhir, sedangkan pekabaran Tongkat Gembala itu mengajarkan bahwa ia itu terjadi sebelum masa kasihan berakhir. Namun begitu, karena saudara kami yang kekasih sedang berusaha keras untuk menentukan siapa yang merupakan gandum dan siapa yang merupakan lalang, sebagaimana yang diakui bahwa penuaian itu adalah sekarang selama masa kasihan; maka gantinya menyerahkan pekerjaan pemisahan itu kepada malaikat-malaikat Allah, seperti yang dikatakan oleh Tuan rumah itu dan seperti yang diajarkan oleh Tongkat Gembala, jadi mereka sekarang sedang menjalankan pekerjaan malaikat-malaikat dalam tangan mereka. Perkara itu sekarang berada di hadapan saudara, kiranya Allah menuntun saudara.”
173“Pendeta____ tampaknya sedikit agak resah pada waktu saya mengakhiri pembicaraan, maka segera setelah saya duduk, ia bangkit berdiri, lalu menerangkan bahwa mereka tidak bermaksud untuk dituduh mengadakan tindakan kekerasan terhadap para penganut Tongkat Gembala, dan menyangkal bahwa mereka sedang menentukan siapa yang merupakan gandum dan siapa yang merupakan lalang … Tetapi setelah ia selesai berbicara, saya menjelaskan bahwa pengertian saya tentang lalang-
6 lalang bukan memiliki arti kepada mereka yang melakukan dosa secara terang-terangan atau yang bertentangan dengan azas-azas iman kita. Sidang mempunyai hak penuh untuk bertindak kepada orang-orang yang melakukan dosa terbuka, tetapi apabila saudara bertindak lebih jauh daripada tanggung jawab yang diberikan Allah maka ‘Allah tidak mempercayakan hal itu kepada tangan siapapun.’
“Kepada Sister Johnson diberikan kesempatan istimewa untuk berbicara lalu mengatakan, ‘Pekabaran Tongkat Gembala itu telah meneguhkan iman saya terhadap Alkitab dan Kesaksiankesaksian, maka jika ia itu telah melakukan hal ini, mestinya ia itu tidak menyakiti aku.’
“Tanpa meneruskan pembicaraan pemungutan suara diadakan, dan dari tiga belas anggota yang hadir termasuk kami sendiri, enam orang memberikan suara untuk memecat kami, sedang yang tujuh orang lagi sama sekali tidak memberikan suaranya.
“Selama pencobaan yang berat ini Tuhan Yesus telah memberikan rahmat khusus kepada kami; sehingga hati kami memancarkan dalam kasih kepada saudara-saudara dan saudari-saudari yang kekasih, yang sedang mengadakan pemecatan terhadap orang-orang yang percaya akan Tongkat Gembala itu; dan pada waktu yang sama mempertahankan anggota-anggota yang melakukan tindakan yang berlawanan dengan pokok-pokok prinsip dasar iman kita. Kami hanya dapat melayangkan doa dengan sepenuh hati, ‘Bapa, ampunilah mereka karena mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.’”
Pengalaman Saudara dan Saudari Johnson ini dapat mengajak kita sekali lagi untuk menyerukan, “Kemantapan dalam bertindak adalah sebuah permata!”
Untuk memberikan faedah bagi mereka yang mengambil bagian dalam jamuan yang tidak suci ini dan yang datang berhubungan dengan naskah yang pendek ini maka kami mengutip teguran berikut yang membuktikan bahwa melalui perbuatan-perbuatan yang sedang mereka lakukan adalah satu kekejaman yang sama dengan yang dilakukan oleh kelaliman paus (patung binatang itu) yang mana pekerjaan ini adalah milik binatang yang bertanduk dua dari Wahyu 13 : 11 – 18 bukan dengan dinas kependetaan MAHK.
“Untuk menghukum mereka yang disangka sebagai pelaku kejahatan, sidang telah mencari bantuan kepada kuasa pemerintah. Orang-orang yang berbeda pendapat dari ajaran-ajaran yang sudah ditetapkan telah dipenjarakan, disiksa dan dihukum mati, karena hasutan orang-orang yang mengaku bertindak di bawah ijin Kristus. Tetapi adalah roh Setan, bukan Roh Kristus, yang mengilhami perbuatan-perbuatan yang sedemikian. Inilah cara kepunyaan Setan untuk menjadikan dunia di bawah kekuasaannya. Allah telah salah digambarkan oleh sidang dengan cara seperti ini bertindak kepada orang-orang yang disangka sebagai bidat (penganjur paham baru).”
174KEGENAPAN ROMA 8 : 38, 39
“Saya sangat berterima kasih karena pekabaran itu telah menemukan saya, dan saya percaya sepenuhnya, maka tidak ada sesuatu pun kecuali maut yang dapat menghalangi saya untuk memberitahukannya kepada orang-orang lain. Saudara-saudara yang berada dalam sidang-sidang sedang diberi makan dengan sekam, dan banyak dari antara orang banyak yang merasa puas dengannya, sehingga tampaknya begitu sukar untuk membangunkan mereka kepada pengetahuan kebenaran yang ajaib ini, supaya sadar akan keadaan mereka yang sebenarnya.
“Pekabaran itu akan membangunkan mereka jika kita berhasil melalui cara pendeta yang bertugas pada pintu sebagai penjaga dan yang menahan terang itu dari umat gantinya menyerukan kuat-kuat melawan segala kekejian! Semoga Allah mengampuni mereka.”
Ny. M. Lansdown
Mt. Royal, New Jersey
TELAH MENEMUKAN PINTU PENGHARAPAN
Seorang saudara baru-baru ini mengungkapkan penghargaan yang dalam karena terang yang datang kepadanya dengan belajar serta mengadakan penyelidikan terhadap pekabaran kebenaran masa kini yang terdapat dalam serial buku-buku Tongkat Gembala dan traktat-traktat itu. Pernyataannya itu sendiri diungkapkan dalam sebuah surat kepada salah seorang pengerja yang kami kutip sebagai berikut : “Adalah merupakan sesuatu kepuasan yang tidak terhingga, sesuatu yang sangat menyenangkan, sungguh, merupakan kegembiraan kepada saya untuk menyatakan pandanganpandangan dan pendapat-pendapat saya mengenai pekabaran kebenaran masa kini, bukan hanya kepada saudara tetapi juga kepada kawanan kecil domba yang berkumpul di Los Angeles hari Sabat sore.
“Selama enam bulan terakhir saya absen dalam perbaktian karena beberapa pelayanan telah mengecewakan saya. Sesungguhnya kita sedang hidup pada satu masa adanya terang besar bagi mereka yang sedang mencari terang itu. Sementara saya membaca dengan teliti serta merenungkan berbagai ramalan dan wahyu Ilahi ini dari hari ke hari, maka ia itu telah memberikan keyakinan kepada saya bahwa pekabaran itu adalah pekabaran yang datang dari Tuhan. Ini adalah pekabaran yang telah diberikan kepada saya, yaitu mata rantai pekabaran yang lepas dan yang berhubungan kepada banyak nubuatan-nubuatan, maka semakin saya menyelidikinya, semakin dapat saya lihat betapa ia itu tersusun rapi cocok dalam rantai kebenaran injil.
“Bertahun-tahun lamanya saya telah memperhatikan dan ingin tahu apa yang akan menimpa kepada kita orang-orang Laodikea MAHK, tanpa sama sekali memiliki Roh Allah yang disimpulkan dalam tulisan-tulisan para nabi. Berkali-kali saya dengan umat MAHK mengungkapkan diri mereka sendiri serta berkata ‘Oh, jika saya hidup pada zaman Musa, Daniel, Eliyah atau Paulus, maka pasti 7aku akan menjadi salah seorang dari pengikut mereka.’ Padahal, umat ini telah hidup dalam satu
zaman pekabaran yang sangat penting yang dunia pernah saksikan; maka bagi saya tidak terlalu jauh untuk mengatakan bahwa satu pekabaran yang lebih penting dari semua pekabaran telah datang secara bersama-sama namun kita masih buta terhadapnya.
175“Tetapi apa yang lebih buruk ialah bahwa saudara-saudara pemimpin kita telah bertekad untuk memukul mundur terang itu sambil meraba-raba dalam kegelapan dan melakukan apa saja yang dapat menahan kebenaran itu jauh dari orang banyak.
“Untuk menggambarkannya maka ucapan-ucapan yang singkat ini melukiskan, bahwa Paulus seolah-olah mengarahkan matanya kepada rombongan kecil yang sedang menyajikan pekabaran Tongkat Gembala itu ketika Ia mengatakan, ‘Oleh sebab itu, janganlah buangkan keyakinanmu, yang memiliki imbalan besar dari Tuhan … karena hanya sementara waktu, Ia akan datang dan tidak akan berlambatan.’ (Ibrani 10 : 30.)
“Saya sangat berterima kasih kepada saudari yang kekasih yang telah mengundang perhatian saya kepada pekabaran kebenaran masa kini. Semoga tulisan yang singkat ini memberikan suatu dorongan yang memberikan semangat kepada anda dan kepada saudara sekalian. Renungan dan permohonanku adalah demi kepentingan ‘Amaran Terakhir’ sekarang ini.”
Hormat dari sahabat dan juga saudaramu,
L.W.S.”
DIUSIR TETAPI TIDAK PUTUS ASA
“’Seperti pada hari tatkala engkau keluar dari negeri Mesir, Aku akan memperlihatkan kepadanya perkara-perkara yang ajaib.’ (Mikha 7 : 15). Kemenangan-kemenangan ajaib yang tertulis dalam buku Yosua segera akan menjadi milik kita jika kita setia. Puji Tuhan karena laporan yang menggembirakan hati dalam terbitan ‘Symbolic Code’ bulan April. Beberapa orang dari antara kami yang telah dikucilkan, disertai keyakinan dapat mengakui janji yang mulia sebagai berikut : ‘Tetapi sekarang pada masa ini juga seratus kali lipat, rumah, saudara laki-laki …. dan ladang, sekalipun disertai dengan penganiayaan.’ (Markus 10 : 30). Tidak ada keragu-raguan sementara pekerjaan membangun ‘kemah’ itu terus berlangsung, maka sebahagian dari pengalaman Nehemia akan datang kepada para pembangun itu. Tetapi sekarang Tuhan akan memberi akal budi seperti yang Ia lakukan dahulu.”
(Tertanda) Earl Butterfield
Reedsport, Oregon
ADAKAH KITA LEBIH BAIK DARIPADA CONTOH KITA?
Sudah lama perhatian dunia dikerahkan kepada prinsip-prinsip kebebasan beragama yang diucapkan oleh Penulis Kristen, dan menggabungkannya ke dalam anggaran-anggaran dasar Pemerintahan Federal kita, lalu berubah menjadi satu bagian dari Undang-Undang Dasar orang Amerika, tetapi tampaknya satu hari yang baru telah menyingsingkan, sehingga seseorang tergerak untuk meminta keterangan apakah kita akan mempertahankan prinsip-prinsip kebebasan beragama ini, yang diberikan kepada kita sebagai satu warisan dari para perintis pekabaran Advent, atau akankah kita, seperti orang-orang Yahudi kuno itu, menolak setiap pekabaran yang diberikan Allah kepada kita, lalu menganiaya mereka yang berani menerimanya?
Kami baru saja membaca sebuah artikel, yang diterbitkan dalam salah satu majalah resmi 176 gereja kita (MAHK), yang paling sedikit, memuat beberapa ucapan yang sangat tajam seperti yang kami telah sering saksikan. Penggunaan ungkapan-ungkapan yang kurang sopan itu, tampaknya telah dibenarkan oleh penulisnya karena ada sekelompok laki-laki dan perempuan, yang bertempat tinggal di daerahnya dan yang mematuhi dasar-dasar ajaran sidang MAHK sedang mengadakan penyelidikan sendiri terhadap pekabaran Tongkat Gembala itu, dan sekarang Pendeta menyindir secara tidak langsung supaya “Lembaga-lembaga Pemerintah” itu harus mengasramakan orang-orang seperti itu, lalu terus mencela mereka seperti “burung hering dan burung elang” dan “orang-orang munafik”, untuk melampiaskan kebenciannya terhadap saudara-saudara sendiri, yang berani mengadakan penyelidikan sendiri.
Tidak heran kalau dahulu Sis. White telah mengatakan kepada kita bahwa kita sedang mengulangi sejarah orang Israel kuno itu, bahkan kita telah melakukan perkara “yang lebih buruk daripada mereka.” -- Testimonies for the Church, Jilid 1, hal. 129.
Berbicara mengenai “dosa besar” dari contoh kita itu, Roh Nubuat mengatakan, “Dosa besar orang-orang Yahudi itu adalah karena mengabaikan dan menolak semua kesempatan yang diberikan kepada mereka. Sementara Yesus memandang keadaan orang-orang yang mengaku pengikutnya pada saat ini, maka Ia melihat rasa tidak berterima kasih yang rendah, formalisme yang palsu, kemunafikan yang tidak tulus hati, kesombongan Farisi, dan kemurtadan.” -- Testimonies for the Church, Jilid 5, hal. 72.
Karena kata-kata celaan ini ditujukan kepada dinas kependetaan, maka hal itu jelas menunjukkan bahwa bentuk-bentuk kemurtadan itu timbul di tengah-tengah sidang datangnya bukan dari antara anggota, tetapi melalui kepemimpinan kita.
Maka kita, sebagai suatu umat, telah kehilangan pegangan-pegangan yang diperlihatkan lebih jauh melalui kata-kata ini : “Kita telah jauh tersesat dari penunjuk jalan yang dahulu.” Sekali lagi : “Sidang telah berbalik dari mengikuti Kristus Pemimpinnya, lalu terus menerus mundur menuju 8 Mesir.” -- Testimonies for the Church, Jilid 5, hal. 137, 217.
Adalah cukup jahat sebab didapati bersalah kembali melakukan kejahatan dan kemurtadan, tetapi betapa buruk keadaannya apabila sidang dalam “penipuan yang menyedihkan” berbalik melawan mereka yang menolak untuk menyokong dosa-dosa Israel modern dan yang menocba menentang mereka yang diberi kebebasan dan yang diijinkan oleh Allah melalui bapa-bapa pendiri pemerintahan kita dan yang didukung oleh para perintis “Pergerakan Besar Advent Yang Kedua ini.”
Bukankah saat ini adalah waktu yang mendesak untuk “menyerukan kuat-kuat, dan jangan ditahan-tahan”?
Kiranya Allah menolong kita, yang mengaku sedang menyampaikan satu pekabaran pembaharuan kepada sidang Allah, untuk memelihara dengan sungguh-sungguh prinsip kebebasan beragama yang indah ini di dalam hati kita dan jangan mengulangi kesalahan-kesalahan orang-orang Yahudi, orang-orang Roma, dan kesalahan-kesalahan yang sekarang dilakukan oleh saudara-saudara kita saat ini, lalu menunjukkan melalui aturan dan teladan bahwa kita tidak hanya mengajarkan, tetapi juga melakukan Peraturan Emas.
177PERTANYAAN-PERTANYAAN
Pertanyaan : “Jika pekabaran pemeteraian mereka yang 144.000 itu sudah diberitakan sejak tahun 1929, apakah sekarang mereka sudah termeterai atau apakah pekerjaan itu akan dilakukan kemudian? Selain itu, apakah tidak ada orang yang dapat menerima meterai itu selama ia masih melakukan dosa, dan jika sekarang ada yang sudah termeterai, adakah mereka tidak berdosa lagi?
Jawab : Jika sekarang pemeteraian itu tidak berjalan dalam persiapan, maka pekerjaan yang kita emban sejak tahun 1929 bukan lagi merupakan kebenaran masa kini, dan pemberitaan penghakiman terhadap orang mati sejak tahun 1844 bukan lagi kebenaran masa kini pada waktu itu jika orang mati tidak dihakimi selama periode waktu yang sama. Maka dari itu, jelaslah bahwa pekabaran dan pemeteraian itu berjalan bergandengan sama seperti jarum dengan benang berjalan bersama-sama sampai jahitan itu selesai.
Tuhan memberi perintah kepada malaikat yang memiliki tinta penyurat itu supaya pergi dan “membubuh tanda pada dahi pada orang-orang yang berkeluh kesah dan menangis karena segala kekejian yang dilakukan di tengah-tengahnya” -- yaitu sidang -- sehingga apabila orang-orang yang memiliki senjata pembantai itu mulai membunuh mereka akan melewati orang-orang yang mempunyai tanda itu. Berkeluh kesah dan menangis karena segala kekejian adalah merupakan satu tanda pembaharuan dan karena pembaharuan tidak pernah terjadi tanpa adanya ungkapan beberapa kebenaran baru, maka hal itu jelas, bahwa pekabaran itu harus disampaikan kepada perhatian setiap orang, apabila orang-orang tersebut tidak mengadakan pembaharuan setelah mereka diyakinkan kebenaran itu, atau kemudian ia juga tidak mau melakukannya. Oleh sebab itu, karena pekabaran pemeteraian itu berjalan melalui sidang, maka orang-orang yang bangun dan mengadakan pembaharuan (berkeluh kesah) lalu berusaha keras untuk menerangi orang-orang lain melalui terang yang sedang bercahaya atas mereka (menangis), akan menerima meterai itu.
Tuhan berkata : “Apabila Aku berkata kepada orang jahat itu, Engkau pasti mati; dan kamu tidak memberi peringatan kepadanya, juga tidak memperingatkan orang jahat itu supaya bertobat dari jalannya yang jahat, untuk menyelamatkan hidupnya; maka orang jahat itu akan mati dalam dosanya; tetapi darahnya akan Aku tuntut dari tanganmu.”
Oleh karena itu, jika sekarang ada seseorang yang hidup tanpa berbuat dosa, dan tidak akan berdosa lagi, maka karena ia tidak dapat menipu Allah, ia akan tertinggal tanpa meterai walaupun ia mengakui kebenaran dalam pekabaran. Akan tetapi, seorang Kristen yang benar tidak pernah menyombongkan diri sudah mencapai kesempurnaan, sebaliknya ia akan menyerukan seperti nabi itu : “Celakalah aku! Aku akan binasa! Sebab aku ini seorang yang najis bibir, dan aku tinggal di tengahtengah bangsa yang najis bibir : karena mataku telah melihat Raja, yakni Tuhan semesta alam.”
Jika setiap dosa dilakukan seseorang, dosa yang tidak diketahui atau yang tidak disengaja “bagi dia yang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, dosalah hal itu baginya” (Yakobus 4 : 17), bukan dosa kepada orang lain. Sebab itu, ia yang menolong dirinya sendiri dalam setiap kesempatan untuk mengetahui kebenaran dan dengan tekun melakukan semua ia yang ia ketahui, maka itulah “yang diperhitungkan kepadanya sebagai pembenaran” (Roma 4 : 3) -yaitu hidup tanpa dosa.
178Pertanyaan : “Apakah benar bahwa pemeteraian itu akan diberikan kepada orang-orang suci sementara peribadatan hari Minggu dan penyembahan kepada patung binatang itu sedang dipaksakan kepada kita?
Jawab : Benar, tetapi hendaklah kita ketahui bahwa pemeteraian itu ada dalam dua bagian. Pemeteraian bagi mereka yang 144.000 sebagai buah-buah pertama, dan pemeteraian bagi rombongan besar itu sebagai buah-buah kedua. Mereka yang 144.000 itu dimeteraikan sebelum penyembahan terhadap patung binatang itu dipaksakan kepada kita, lalu meterai Allah menyusul diberikan kepada buah-buah kedua sementara peribadatan hari Minggu dan penyembahan kepada patung binatang itu dipaksakan.
Pertanyaan : “Karena ‘Chirst’s Object Lessons’, hal. 122 mengatakan : “Apabila pekerjaan injil telah selesai, maka Penghakiman itu akan menyelesaikan pekerjaan pemisahan, apakah pemisahan itu terjadi setelah masa kasihan berakhir, dan jika demikian, pekerjaan pemisahan apakah yang akan dilakukan setelah masa kasihan itu berakhir?”
9
Jawab : Karena tidak ada penghakiman yang berlangsung di antara waktu masa kasihan berakhir dengan kedatangan Kristus yang kedua kali atau permulaan dari millennium, maka hal itu berarti bahwa penyelesaian tugas penginjilan dan penyelesaian tugas penghakiman maupun pekerjaan pemisahan itu akan terjadi sebelum masa kasihan berakhir bagi setiap orang. Sebab itu, sebagaimana injil itu disajikan kepada setiap jiwa, dan sebagaimana pada sesuatu waktu yang tertentu masa kasihan baginya sudah terutup, maka nasibnya disusul dengan penghakiman kepada orang hidup yang sekaligus melakukan pekerjaan pemisahan. Hal itu dapat digambarkan oleh gabungan alat-alat pemotong dan pengirik yang pada waktu yang sama, memisahkan sekam, lalang-lalang, dan rumput dari biji gandum. Hendaknya pemotong itu menggambarkan misi penginjilan dan pengirik itu menggambarkan pekerjaan penghakiman. Dengan demikian, sekalipun yang satu mendahului yang lainnya, namun keduanya bekerja secara bergandengan dan apabila yang satu sudah selesai maka yang lainnya juga selesai. Itulah sebabnya dikatakan : “Apabila pekerjaan injil sudah selesai, maka penghakiman akan menyelesaikan pekerjaan pemisahan.” Walaupun satu pekerjaan disusul oleh pekerjaan yang lain, tetapi keduanya terjadi dalam periode waktu yang sama.
Pertanyaan : “Tolong jelaskan Matius 24 : 15, 16. ‘Oleh kaena itu apabila kamu melihat pembinasa keji berdiri di tempat kudus, menurut firman yang disampaikan oleh nabi Daniel, (siapa yang telah membacanya, hendaklah memahaminya) maka orang-orang yang tinggal di Yudea haruslah melarikan diri ke gunung-gunung.’ Bukankah firman ini menunjuk kepada kebinasaan Yerusalem yang dahulu yang terjadi pada zaman Kristen?”
Jawab : Untuk menjelaskan ayat-ayat dari firman yang ditanyakan itu, maka perlu juga dipelajari ayat-ayat yang mendahuluinya dan yang menyusulnya. Biasanya sudah dipahami secara umum bahwa ayat-ayat ini adalah merupakan satu nubuatan tentang kebinasaan Yerusalem pada zaman Kristen. Meskipun demikian, satu penyelidikan yang teliti terhadap ayat-ayat yang sama akan membuktikan bahwa ayat-ayat ini hanya menemukan sebahagian kegenapannya sama seperti Yoel 2 : 28 – 31 pada hari Pentakosta. Baca Kisah Para Rasul 2 : 16 – 21.
Perhatian kami tertuju kepada kenyataan sewaktu Kristus diminta untuk menjelaskan hal-hal yang berhubungan dengan kenyataan di saat ia mengatakan : “Sesungguhnya tidak satu batu pun di sini (di Yerusalem) terletak di atas batu yang lain karena semuanya akan diruntuhkan” (Matius 24 : 2) 179 karena mereka berkata : “Beritahukanlah kepada kami, kapankah hal itu terjadi? Dan apakah tandatanda kedatangan-Mu, dan tanda-tanda kesudahan dunia ini?” Kemudian Yesus menjelaskan bahwa segala peristiwa ini akan didahului oleh beberapa tanda yang pasti supaya dengan demikian para murid itu dapat berjaga-jaga dan luput dari setiap bahaya yang mereka tidak ketahui sepanjang rentang waktu dari kehancuran Yerusalem sampai kepada kedatangan Kristus yang kedua kali -kesudahan dunia.
Dalam jangka waktu yang begitu lama ada banyak perkara yang terjadi untuk menggenapi nubuatan dan tanda-tanda yang sudah terlebih dahulu diamarkan kepada para pengikut-Nya, tetapi peristiwa-peristiwa yang lebih menonjol adalah kehancuran Yerusalem, keruntuhan sidang Kristen di bawah kekuasaan para paus, masa sengsara besar selama 1260 tahun dari pemerintahan kepausan, kedatangan-Nya dan kesudahan dunia.
Sekarang marilah kita memusatkan dan memberikan perhatian yang sepenuhnya kepada kata-kata Guru itu : “Sebab pada waktu itu (pada waktu pembinasa keji berdiri di tempat kudus menurut firman yang disampaikan oleh nabi Daniel, ‘berdiri di tempat kudus’ dan pada waktu mereka ‘melarikan diri ke gunung-gunung’) akan terjadi masa sengsara besar yang sedemikian yang belum pernah terjadi sejak awal dunia sampai pada waktu ini, tidak, dan tidak akan terjadi lagi.” (Matius 24 : 21.)
Hendaknya diperhatikan bahwa “masa sengsara” yang disebutkan Kristus dalam ayat ini akan terjadi kepada para pengikut-Nya, bukan kepada orang-orang Yahudi yang sudah menolak- Nya, sebab Ia mengatakan : “Dan sekiranya waktunya tidak dipersingkat, maka dari segala yang hidup tidak akan ada yang selamat : akan tetapi oleh karena demi orang-orang pilihan itu maka harihari itu dipersingkat.” Artinya, jika “masa sengsara besar” yang dibicarakan di sini dimaksudkan kepada kebinasaan orang-orang Yahudi, kemudian hari-hari kebinasaan mereka dan kebinasaan kota itu telah dipersingkat sehingga sebahagian orang pilihan dari antara orang-orang Yahudi yang jahat yang ada dalam kota itu dapat “selamat”, maka hal itu bertentangan dengan kenyataan-kenyataan sejarah dan juga bertentangan dengan makna kata-kata Guru itu. Maka, karena “masa sengsara” itu bukanlah kehancuran kota atau pembantaian orang-orang Yahudi itu, melainkan penganiayaan yang dilakukan oleh para paus terhadap orang-orang kudus selama jangka waktu 1260 tahun, karena harihari kebinasaan orang-orang Yahudi itu tidak diperpendek, jadi jelaslah bahwa Yesus secara langsung dan secara nubuatan sedang mengamarkan terlebih dahulu para pengikut-Nya yang akan jatuh ke bawah penganiayaan yang terjadi pada waktu para paus mengesampingkan kebenaran Allah (Daniel 8 : 12) lalu menggantikannya dengan kekejian; yakni, menempatkan sistem peribadatan orang kapir di dalam “tempat kudus” -- sidang. Untuk mempelajari lebih jauh tentang pokok masalah ini, bacalah “Tongkat Gembala”, Jilid 2, hal. 126 – 147.
Oleh karena itu, Matius 24 : 15 terutama berisikan peringatan-peringatan yang berharga bagi murid-murid sidang Kristen yang mula-mula, tetapi ia itu menemukan kegenapannya dengan sempurna sewaktu berdirinya kepausan. Tambahan pula, karena organisasi MAHK mengakui bahwa “masa sengsara besar” itu adalah penganiayaan terhadap orang Kristen pada zaman para paus, dan perpendekan “hari-hari” itu adalah berhentinya mati sahid sebelum periode 1260 itu berakhir dalam
10 tahun 1798, maka hal itu berarti bahwa “kekejian yang membuat sunyi” itu sama sekali tidak dapat diterapkan sepenuhnya kepada sesuatu waktu pada masa keruntuhan Yerusalem kuno itu, karena ucapan Yesus membuktikan bahwa “kekejian yang membuat sunyi” itu adalah merupakan penyebab dari sengsara besar dan bukan penyebab kehancuran Yerusalem. Dengan kata lain, jika pelarian ke 180 atas gunung-gunung itu adalah pelarian dari Yerusalem untuk luput dari kebinasaannya, maka “kesengsaraan” yang hebat itu harus merupakan pembantaian terhadap orang-orang Yahudi; dan perpendekan “hari-hari” itu harus merupakan suatu penghancuran cepat kota itu sehingga orangorang Kristen dapat kembali segera, tetapi setiap pelajar Alkitab mengetahui bahwa hal ini bukanlah merupakan jawaban atas masalah tersebut.
Dengan sendirinya, perkataan yang diucapkan oleh firman itu adalah untuk mendirikan suatu amaran kepada murid-murid yang kemudian tinggal di Yerusalem meskipun amaran itu langsung kepada mereka yang melarikan diri ke gunung-gunung untuk menghindari pemerintahan para paus.
Pertanyaan : “Karena kami sudah diterima ke dalam keanggotaan sidang MAHK dengan baptisan kami yang mula-mula di gereja Baptis, kami ingin mengetahui apakah perlu bagi kami untuk dibaptis kembali?”
Jawab : Kitab suci mengajarkan hanya ada satu baptisan. Efesus 4 : 5. Karena saudara telah meninggalkan gereja Baptis dan bergabung dengan sidang MAHK, dengan alasan untuk berjalan dalam terang Firman yang lebih bercahaya, maka saudara tidak perlu dibaptiskan kembali. Untuk dibaptiskan kembali sekarang, adalah sedang mengakui baptisan yang dahulu sebelum saudara bergabung dengan sidang MAHK sedang berjalan bertentangan dengan terang yang sudah saudara miliki dan sekarang berpaling untuk berjalan di dalamnya.
Dengan perkataan lain, misalkan saudara sudah dibaptiskan oleh salah seorang dari rasulrasul itu dan diterima masuk ke dalam keanggotaan mereka lalu hidup terus sampai saat ini, maka saudara sudah akan seharusnya bergabung dalam setiap pergerakan pembaharuan yang ada dari waktu ke waktu jika saudara mau berjalan dalam terang Tuhan. Jika keyakinan agama saudara dan juga Firman Allah telah menuntun saudara berjalan dari satu pergerakan ke pergerakan yang lain dan karena saudara tidak diwajibkan untuk dibaptiskan kembali setiap kali saudara menerima terang baru, maka sekarang juga saudara tidak diwajibkan untuk dibaptiskan kembali.
PENTING UNTUK DIPERHATIKAN
Jika saudara pindah tempat, tolong beritahukan kepada kami alamat saudara yang baru supaya dapat menghindari biaya-biaya tambahan perangko, kehilangan surat, dan keterlambatan pengiriman surat kepada saudara.
Semua saudara yang telah memiliki “Tongkat Gembala” Jilid satu dan Jilid dua, diharap supaya meminta stiker (nama atau alamat yang dapat ditempelkan) yang memuat alamat yang baru dan supaya menempelkannya pada alamat yang lama, sehingga dengan demikian dapat menghindari kemungkinan adanya kebingungan pada masa yang akan datang.
Semua cek dan wesel hendaknya dialamatkan kepada Ny. F. Charboneau. Beritahukan dengan jelas setiap pemberian atau persembahan yang penempatannya yang saudara inginkan kepada kami untuk dibuat sesuai untuk mana jumlah penerimaannya akan menunjukkan pada akhirnya bahwa transaksi telah dibuat dan dimasukkan sesuai pada tempatnya.
Beritahukanlah kepada semua anggota tempat kami yang baru dengan alamat : The Universal 181 Publising Association, Mount Carmel Center, Waco, Texas.
Jangan lupa persekutuan doa yang kita adakan pada hari Jumat petang (jam 5.00 sore waktu Pasifik, jam 6 sore waktu Mountain; jam 7 sore waktu sentral; jam 8 malam waktu bagian timur) demi kepentingan saudara-saudara kita yang berada dalam kegelapan sehubungan dengan kebenaran masa kini.
Setiap anggota MAHK, yang ingin mendapatkan kiriman “Symbolic Code” secara berkala, dan secara cuma-cuma, silahkanlah isi formulir di bawah ini.
Tolong tuliskan nama saya pada daftar pengiriman tetap saudara, untuk majalah bulanan “Symbolic Code”
The Universal Publishing Association
Mount Carmel Center, Waco, Texas
Symbolic Code Departement.
11
182POKOK-POKOK BERITA
Waco, Texas
Untuk Kepentingan Sidang MAHK
KEMAJUAN-KEMAJUAN YANG TERDAPAT PADA GUNUNG KARMEL
“Salam kepada duabelas suku yang tersebar di penjuru dunia” :
Karena mata Pusat Gunung Karmel tertuju kepada seluruh ladang pekerjaan “buah-buah pertama” itu, maka telinga-telinga mereka yang “tanpa tipu” itu akan dipaksa untuk mendengarkan setiap kemungkinan adanya suara yang disampaikannya. Sebab itu, kami terpaksa menyiarkan sedikit berita berkenaan dengan kemajuan yang terdapat pada bukit yang sudah termasyur ini. Kami senang untuk memberitahukan bahwa penghuninya telah bertambah menjadi 37 jiwa, yang mana 29 orang adalah merupakan pendatang dari negara-negara bagian yang lain, dan walaupun sebahagian orang masih tinggal di kota Waco karena kekurangan fasilitas rumah, namun setiap sore puncak gunung Karmel itu tampaknya seolah-olah dipenuhi lebah-lebah yang tak punya sarang. Walaupun demikian, semua mereka kelihatannya merasa senang dan gemar mengerjakan apa yang mereka lakukan, serta lebih banyak memperhatikan orang lain daripada mereka sendiri, karena mengingat bahwa Tuhan menyertai mereka. Pertambahan penghuni yang merupakan pendatang-pendatang itu telah tiba dalam dua rombongan yang nama-namanya sebagai berikut :
Rombongan No. 1 :
Saudara dan Sister J.E. Wilson dengan kedua anak mereka, namanya, John Jr, dan Donald
dari Carolina Utara.
Rombongan No. 2 :
Saudara dan Sister D. Kapuczin dan puteri mereka, Mary
Sister H. Kennedy dan anak-anaknya, Howard, Jack, dan Betty
Sister Ida Lackey
Sister Esther O’Malley
Saudara dan Sister O. Hogan berserta dua putri mereka, Carol dan Kathlen.
Semua rombongan ini datang dari California.
Cuaca yang panas telah menambah beban kami sementara memandang ke depan kepada 183 banyaknya pekerjaan yang menanti untuk dikerjakan, sehingga tampaknya kami akan bekerja lambat seperti siput untuk mengadakan perbaikan-perbaikan yang perlu. Akan tetapi, hal ini telah menambah semangat kami dengan kenyataan bahwa setiap bagian dari pekabaran pemeteraian itu telah mempunyai sesuatu yang sangat kecil dan lambat namun tetap. Sesungguhnya, ia itu adalah seperti benih sesawi, tetapi menurut perkataan Firman itu, apabila segala perbaikan sudah diselesaikan, maka sebagaimana tanaman sesawi itu adalah yang terbesar dari segala jenis tumbuhan sayur di ladang, demikianlah pekerjaan di Gunung Karmel akan menjadi pekerjaan yang terbesar di seluruh dunia.
Sejauh ini kami sudah menyelesaikan sebahagian dari dua buah kerangka bangunan. Yang satu akan digunakan untuk berbagai-bagai tujuan yang berbeda; yakni, untuk gudang, untuk tempat tidur, untuk dapur dan kamar makan. Dan yang satu lagi hanya digunakan untuk tempat tinggal saja. Masih ada lagi sedang dibangun dalam bangunan tahap lain yang kami harap dapat digunakan sebagai sebuah kantor untuk mengurangi padatnya pekerjaan dan memudahkan pekerjaan-pekerjaan dapat dikerjakan secara umum.
Keperluan-keperluan berikut yang mendesak ialah : Fasilitas rumah yang memadai untuk para pengerja yang sudah berada di sini, ruangan kelas untuk menyelenggarakan sebuah sekolah menurut peraturan sekolah nabi-nabi, tempat laundry, dan sebuah tempat untuk perbekalan, juga sebuah rumah lagi bagi orang jompo dan orang-orang yang menderita dari “jalan-jalan dan loronglorong.”
Oleh karena itu kami memohon agar semua saudara terus berdoa demi kepentingan kita sehingga kami dapat menghubungkan diri kami sendiri kepada, Dia Yang dapat melakukan segala perkara dan supaya kami jangan menjadi sebuah rintangan kepada-Nya dalam pekerjaan besar yang Ia sudah mulai ini, dan supaya Ia dapat mengutus sedikit lebih banyak orang-orang yang mau berkorban, pengerja-pengerja yang cakap dan yang percaya kepada Dia yang dapat memelihara jiwa kita dan yang mampu untuk menyediakan segala keperluan kita.
“Oleh sebab itu, janganlah kami memikirkan serta berkata, Apakah yang akan kami makan? Atau, Apakah yang akan kami minum? Atau, Apakah yang akan kami pakai? (Karena semua perkara inilah yang dicari-cari oleh orang Kapir) karena Bapa semawimu telah mengetahui bahwa kamu memerlukan semua ini. Tetapi carilah dahulu kerajaan Allah, dan kebenaran-Nya, maka semua perkara ini akan ditambahkan kepadamu. Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari esok; karena hari esok itu akan memikirkan kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.” (Matius 6 : 31 – 34).
1
TIANG-TIANG GANTUNGAN YANG DIDIRIKAN
UNTUK TONGKAT GEMBALA ITU AKAN MENCABUT NYAWA
ORANG-ORANG YANG MENDIRIKANNYA
Sebagai pembela kebenaran dan pembela orang-orang benar, dan karena kasih kami yang besar bagi saudara-saudara kita, maka, kita akan sama seperti Yohanes Pembaptis, lebih baik dipenggal daripada meninggalkan Dia Yang sudah mati bagi kita dan yang menuntut darah mereka dari tangan kita, maukah kita menghianati kepercayaan kita yang Ia berikan kepada kita. Sebab itu, untuk keselamatan saudara-saudara kita maupun untuk keselamatan kita sendiri, dengan doa terpaksa kami menerbitkan tulisan ini, serta berharap dapat menolong dari tiupan badai sebanyak mungkin 184 orang-orang yang akan diterbangkannya.
Karena gagal membuktikan kesalahan pekabaran Tongkat Gembala itu dengan cara yang jujur, dan fakta yang berkuasa yang tahan uji, maka sekarang saudara-saudara pemimpin sedang menyerang tabiat orang-orang yang datang berhubungan dengan Tongkat Gembala itu seolah-olah dapat membuktikan kesalahan tuntutannya. Sementara mereka terus dalam cara yang jahat, dan berbicara perkara-perkara yang jahat terhadap para pengikut Tongkat Gembala, sebenarnya mereka bukan melemparkan satu celaan terhadap Tongkat Gembala itu, tetapi sebaliknya terhadap diri mereka sendiri dan terhadap Pekabaran Malaikat Yang Ketiga; karena jika sesuatu kejelekan tabiat pada sebahagian pengerja Tongkat Gembala itu dapat menyangkal semua tuntutan Tongkat itu, maka bukankah “kebusukan tabiat” dari antara pendeta-pendeta MAHK dapat juga menyangkal semua tuntutan Pekabaran Malaikat Yang Ketiga? Jika kutukan yang diucapkan oleh Tuhan sendiri terhadap dinas kependetaan MAHK dalam kutipan berikut ini tidak akan membuang setiap pantulan dari Pekabaran Malaikat Yang Ketiga itu, maka bukankah orang-orang jahat tidak akan juga menyangkal kenyataan-kenyataan yang terdapat dalam Tongkat Gembala itu?
Kata “Guru kita” itu, “Tidakkah kamu dapat melihat bagaimana mereka dengan berpurapura telah menutupi kecemaran dan kebusukan tabiat mereka? “Bagaimana kota yang setia itu telah menjadi seorang perempuan sundal”? Rumah Bapa-Ku telah dijadikan menjadi suatu tempat berdagang, satu tempat darimana kehadiran dan kemuliaan Ilahi telah meninggalkannya!” -- Testimonies for the Church, Jilid 8, hal. 250.
Waktu telah membatasi kami untuk mengadakan satu perbincangan secara panjang lebar dengan saudara-saudara kita atas pokok masalah ini tetapi kami akan menyuguhkan kepada perhatian para pembaca Symbolic Code hanya satu contoh mengenai celaan yang tidak jujur dan tidak bijaksana yang ditujukan terhadap penganjur kebenaran pada masa kini, untuk kita perhatikan sebagaimana yang terdapat dalam sebuah surat Sis. Chas. Michael, dari Indiana, yang kami kutip :
“Pendeta B____ telah datang ke gereja Liberty untuk mengadakan suatu pidato yang bersifat menyerang Tongkat Gembala itu dengan mengatakan, ‘Kepada saya telah diminta untuk mengunjungi gereja-gereja yang ada di confrence ini dan berbicara menentang Tongkat Gembala itu.’ Setelah lama berbicara mengenai nabi-nabi palsu dan mengenai cabang-cabang yang terlepas, kemudian ia mengatakan kepada para pendengarnya, ‘Saudara-saudara dapat memastikan bahwa apabila seseorang keluar dari sidang Advent, lalu mencoba menarik anggota-anggota mengikuti dirinya sendiri maka ia bukanlah dari Allah.’
“Karena saya tertarik dan mendengarkan pidatonya itu dengan sungguh-sungguh, maka pada waktu yang tepat saya tidak dapat mengadakan pembelaan selain mengatakan, ‘Saudara Houteff bukan keluar tetapi dipecat’.” Bahkan sekarang juga ia tidak keluar dan tidak ada menarik para anggota untuk mengikuti dia sendiri, karena ia juga menganjurkan supaya semua penganut Tongkat Gembala itu tetap tinggal di gereja mereka masing-masing tanpa memikirkan bagaimana mereka diperlakukan, dan dengan berbuat demikian berarti mereka sudah membuktikan bahwa mereka bukanlah cabang-cabang yang lepas tetapi sebaliknya adalah orang-orang yang berhasil. Kemudian “Ia menjawab”, ‘Ia harus dipecat, beserta semua orang yang mengikuti dia.’ Lalu saya mengutip kata-kata berikut :
“Berbahagialah kamu, jika orang … ‘mengeluarkan namamu sebagai seorang yang jahat 185 demi kepentingan Anak Manusia. Bersukacitalah pada hari itu, dan bergembiralah sebab sesungguhnya, upahmu besar di sorga : karena secara demikian juga nenek moyang mereka telah memperlakukan nabi-nabi.’ ‘Tetapi Ia (Tuhan) akan tampak bagi sukacitamu lalu mereka akan menjadi malu.’ (Lukas 6 : 22, 23; Yesaya 66 : 5). Hal ini disangkalnya …
“Kemudian, terpisah dari apa yang sudah saya katakan, ‘Sis. White telah menuliskan bahwa akan ada suatu reformasi dan reorganisasi, yaitu suatu perubahan atas pendapat-pendapat, teoriteori, dan perbuatan-perbuatan.’ Kemudian ia bertanya, ‘Dapatkah saudari memperlihatkan pernyataan itu?’ Lalu saya jawab, ‘Ya.’ Saya ambil buku yang berjudul ‘Kristus Pembenaran Kita’ lalu menegaskan pernyataan saya dengan membaca halaman 156, dan ia menyahut, ‘Semuanya ini bukan kata-kata Sister White!’ ”
Pendeta A.G. Daniells yang menulis buku (Kristus Pembenaran Kita) itu mengaku bahwa kutipan itu adalah perkataan yang asli dari pena Sis. White, namun Pendeta B____ dalam usahanya yang bersungguh-sungguh untuk menyangkal Tongkat Gembala itu sedang membuat Pendeta D____ sebagai seorang pemalsu dengan mengatakan, “Semuanya itu bukan kata-katanya.” Ia juga sedang membuat suara Roh Allah itu tidak mempunyai pengaruh jika kutipan itu bukan asli, namun kedua orang ini sudah melakukan hal ini karena mereka mendapat bayaran dari perbendaharaan confrence!
TUDUHAN SEORANG PENDETA MAHK PADA PERTEMUAN PERKEMAHAN DI INDIANA .-- Dikatakan oleh surat itu : “Tampaklah bahwa pada pertemuan perkemahan yang diadakan di Indiana itu banyak orang telah berbicara kepada Pendeta G____ mengenai Tongkat Gembala itu dan inilah sebahagian dari pembicaraan-pembicaraan yang saya dengar; bahwa tidak ada perkataan yang jujur dalam ucapan Saudara Houteff; bahwa ia sedang membayar sebidang tanah di Waco, Texas dengan uang perpuluhan; bahwa ia banyak sekali berjanji kepada setiap penganut
2 yang mereka tarik dari sidang MAHK; bahwa ia sedang menerima beribu-ribu dollar dalam bentuk perpuluhan dan segera akan menjadi orang kaya, dan lain-lain.”
Pada Pemeriksaan
Tuduhan-tuduhan di atas benar atau tidak, tetapi ada satu hal yang pasti bahwa, Pendeta G. tidak lebih banyak mengetahui bagaimana Sdr. Houteff membayar sebidang tanah daripada yang ia ketahui bagaimana ia sendiri membayar untuk hal-hal lain. Dan karena Pendeta G berusaha untuk mengatakan apa yang di luar pengetahuannya berkenaan dengan perkara-perkara uang, maka tuduhannya terhadap ucapan Sdr. Houteff, juga tidak beralasan. Oleh sebab itu, kata-kata Pendeta G itu tidak dapat membuat Sdr. Houteff menjadi seorang yang tidak jujur kalau memang ia adalah seorang yang jujur, dan mereka tidak dapat membuat dia menjadi seorang yang jujur, kalau memang ia bukan seorang yang jujur. Maka Sdr. Houteff tidak akan berusaha untuk mempertahankan dirinya sendiri dan juga tidak akan menuduh Pendeta G, tetapi ia akan melakukan segala sesuatu dengan kekuatannya untuk mempertahankan kebenaran bahwa Allah telah mengirimkan kebenaran itu kepada umat-Nya untuk menyelamatkan mereka dari dosa-dosa mereka.
Andaikata hal itu benar bahwa Sdr. Houteff sedang membayarkan tanah tempat pembangunan “perumahan” Waco dengan perpuluhan yang ia terima dari para anggota organisasi gereja MAHK yang tampaknya menjadi obrolan besar, maka apakah hal itu akan membuatnya menjadi seorang yang tidak jujur? Jika tanah itu adalah miliknya, apakah ia akan lebih jujur untuk menabungkan perpuluhan yang melimpah itu di bank, atau menggunakannya untuk hidup mewah sementara para 186 pengikutnya meminta makan meminjamkan satu sen di sini dan satu nekel di sana, mengadakan jamuan makan sekali seminggu, mendermakannya sebahagian di sini dan sebahagian di sana, dengan satu janji untuk memberikan kepada mereka hanya satu buku bekas atau beberapa perhiasan kecil yang tidak berharga untuk pengorbanan mereka; atau apakah ia dan para pembantunya perlu menghemat untuk membayar semuanya dengan perpuluhan? Bukankah anjuran yang mula-mula akan lebih buruk daripada anjuran yang terakhir?
Kami kira hal itu akan merupakan kekejaman jika Sdr. Houteff dan semua orang yang bergabung dengan dia mau menahan perpuluhan itu hanya untuk keperluan pribadi mereka sendiri dan kemudian Sdr. Houteff memaksa segala sesuatu yang ia perbuat kepada para pengikutnya berkenaan dengan kebenaran Allah.
Jika benar Pendeta G. telah salah menggambarkan pekerjaan Sdr. Houteff maka ia sedang membuktikan bahwa Sdr. Houteff lebih bermurah hati dan lebih jujur daripada pendeta-pendeta organisasi MAHK, karena mereka telah mencantelkan lingkaran cahaya yang tidak suci kepada perpuluhan sebagaimana orang-orang Yahudi yang dahulu mencantelkannya kepada hukum Sabat. Mereka kira perpuluhan itu diharuskan untuk digunakan hanya bagi keperluan-keperluan mereka yang mendesak dan segala keperluan mereka yang lain secara pribadi maupun keperluan organisasi harus disokong melalui pemberian-pemberian dan persembahan-persembahan, sebab mereka menghabiskan keduanya -- perpuluhan atas nama pendeta-pendeta dan persembahan-persembahan atas nama para penginjil. Akibatnya pendeta menjadi kaya dan anggota menjadi melarat, sedangkan kegiatan yang harus ditunjang oleh persembahan-persembahan itu hanya disambut dengan sikap acuh tak acuh.
Rencana Allah Mengenai Perpuluhan
Dan Persembahan Telah Disalahgunakan
Pada mulanya Allah telah mengasingkan perpuluhan untuk menyokong hidup suku Lewi karena hanya suku Lewilah yang diijinkan untuk melayani dalam apa saja yang berkenaan dengan keagamaan, hal itu membuktikan bahwa dari imam besar, yang duduk pada jabatan yang paling tinggi, sampai kepada penjaga pintu, semuanya disokong oleh perpuluhan. Bagaimana hal itu bisa terjadi, sampai saudara-saudara kita pemimpin pada zaman ini membuat pendeta-pendeta gereja setempat, diakon-diakon setempat, penyanyi-penyanyi, dan lain-lain, yang sedang melakukan pekerjaan yang termasuk pekerjaan seorang suku Lewi, tidak mendapat apa-apa dan menyokong diri mereka sendiri, sehingga akibatnya pekerjaan Tuhan dilalaikan, sedangkan meja dinas kependetaan berlimpahlimpah dengan makanan. Tambahan pula, pada mulanya Allah telah menyucikan semua pemberian dan persembahan dari umat itu sebagaimana yang Ia lakukan dengan perpuluhan, bukan untuk menyokong bani Lewi pada zaman dahulu atau bukan untuk menyokong dinas kependetaan pada zaman kita sekarang, tetapi hanya untuk memberi makan orang miskin, melayani orang sakit, dan lain-lain, sekalipun demikian, pendeta-pendeta pada zaman kita sekarang telah menghabiskan keduanya -baik perpuluhan-perpuluhan maupun persembahan-persembahan -- maka dengan berbuat demikian mereka bukan saja merampas hak pengerja-pengerja yang lain yang berhubungan dengan pekerjaan Injil tetapi juga telah merampas hak orang miskin dan orang sakit, yatim piatu, dan janda-janda.
Gantinya Untuk Melayani, Mereka Sedang Dilayani
Apalagi yang lebih buruk dalam lembaga-lembaga yang telah mereka dirikan dengan pemberian-pemberian dari anggota yang jarang menerima berkat dari lembaga itu kecuali mereka 187 membayar harga, dan jika tidak mampu mereka terpaksa pergi meminta pertolongan kemurahan hati lembaga yang lain, sedangkan pendeta-pendeta yang terus dibayar setiap hari, barangkali dibayar sepanjang hidup mereka, terus menikmati semua keuntungan dari lembaga-lembaga kita, dan jika mereka sudah terlalu tua untuk bekerja, mereka berhenti dengan dibiayai uang pensiun yang cukup banyak. “Aku datang bukan untuk dilayani”, demikian kata Kristus, “Tetapi untuk melayani.”
Oleh sebab itu, herankah kita mengapa mereka berjalan di luar batas untuk memaksa hati sanubari para anggota, lalu merampas kebebasan yang diberikan oleh Allah kepada mereka untuk menyelidiki kebenaran itu bagi diri mereka sendiri, meragu-ragukan kecerdasan mereka serta memecat
3 semua orang yang berani berpikir untuk mereka sendiri? Namun demikian, orang banyak itu, telah “dirampas” dan “dirampok”, sehingga mereka tergeletak pingsan di atas jalan-jalan dan sementara bunyi peringatan “Tanda Bahaya” diserukan ke telinga mereka, mereka telah menentangnya seperti orang-orang mabuk, yang menunjukkan bahwa mereka lebih baik dirampok daripada mereka diganggu. Pada waktu yang sama para perampok itu telah menjejali telinga korban-korbannya dengan menyebarkan dusta menentang Tongkat itu serta melakukan segala apa yang dapat mereka lakukan untuk mendiamkan peringatan itu dengan menyerukan, “Tidak Suci! Tidak suci!” terhadap utusan-utusan kebenaran pada masa kini, dan dengan demikian apabila para pengikut Tongkat Gembala itu berada dalam gereja maka mereka akan dikumpulkan ke satu pojok ruangan karena takut apabila mereka mengeluarkan satu perkataan lalu membangunkan jiwa-jiwa yang lapar. Apakah hal ini kurang dari perbuatan kepausan?
“Bangkitlah, bangkitlah” hai saudara-saudaraku, dan bersiap-siaplah untuk bertemu dengan Allahmu, agar kamu tidak binasa dalam dosa-dosamu! Jangan biarkan saat-saat yang berharga itu lepas daripadamu. Tongkat Gembala itu akan jatuh atau tegak bergantung pada kemampuannya sendiri. Ia tidak membutuhkan engkau untuk mendorongnya.
Keputusan Dinyatakan Terhadap Penuntut
“Demikianlah firman Tuhan Allah kepada gembala-gembala itu; Celakalah gembala-gembala Israel yang menggembalakan dirinya sendiri! Bukankah gembala harus memberi makan kawanan dombanya? Kamu menikmati susunya, dan menutupi tubuhmu dengan bulunya, kamu menyembelihnya untuk kamu makan : tetapi kamu sendiri tidak memberi makan kawanan domba itu. Yang lemah tidak kamu kuatkan, yang sakit tidak kamu obati, yang terluka tidak kamu balut, yang tersesat tidak kamu bawa pulang, yang hilang tidak kamu cari; melainkan kamu memerintah dengan kekerasan dan kekejaman. Oleh sebab itu, hai gembala-gembala, dengarlah firman Tuhan, demi Aku yang hidup, demikianlah firman Tuhan Allah, sesungguhnya oleh karena domba-domba-Ku telah menjadi mangsa, dan menjadi makanan bagi segala binatang di hutan, sebab yang menggembalakannya tidak ada, dan oleh sebab gembala-gembala-Ku tidak memperhatikan domba-domba-Ku, melainkan mereka itu menggembalakan dirinya sendiri, tetapi domba-domba-Ku tidak digembalakannya, oleh karena itu, hai gembala-gembala, dengarlah firman Tuhan; Beginilah Firman Tuhan Allah; sesungguhnya, Aku sendiri akan menjadi lawan gembala-gembala itu; dan Aku akan menuntut kembali domba-domba- Ku dari tangan mereka, serta akan memberhentikan mereka menggembalakan domba-domba-Ku dari tangan mereka, serta akan memberhentikan mereka menggembalakan domba-domba-Ku; sehingga gembala-gembala itu tidak lagi akan menggembalakan dirinya sendiri; karena Aku akan melepaskan domba-domba-Ku dari mulut mereka, sehingga mereka tidak lagi terus menjadi makanannya.”
188Oleh sebab itu, sekarang “Tuhan telah berdiri untuk membela dan telah berdiri untuk menghakimi bangsa itu. Tuhan akan mengadakan penghakiman bersama tua-tua umat-Nya, serta pangeranpangerannya : karena kamu yang telah memakan habis hasil dari kebun anggur itu; dan barang rampasan dari orang-orang miskin tertumpuk dalam rumahmu. Apa maksudnya kamu menyiksa umat-Ku, dan menganiaya orang-orang yang miskin? Demikianlah firman Tuhan semesta alam.” (Yesaya 3 : 13 – 15.) (The Spirit of Prophecy, Jilid 1, hal. 270, mengatakan bahwa “Nubuatan Yesaya pasal 3 itu telah ditunjukkan kepada saya, akan berlaku pada hari-hari yang terakhir.”) “Aku tampak”, demikian kata Roh Nubuat, “bahwa adalah karena pemeliharaan Allah yang sungguh-sungguh sehingga janda-janda, dan anak-anak yatim piatu, dan orang-orang buta, dan orang-orang tuli, dan orang-orang lumpuh, dan orang-orang yang mengalami berbagai penderitaan, telah ditaruh dalam ke-keluargaan Kristen yang erat di dalam sidang-Nya; hal itu memberi bukti kepada umat-Nya dan pengembangan tabiat yang benar dari umat-Nya. Malaikat-malaikat Allah sedang mengamat-amati bagaimana kita memperlakukan orang-orang yang memerlukan simpati dari kita, memerlukan kasih, dan memerlukan kebaikan hati kita yang tanpa pamrih. Inilah ujian dari Allah untuk menguji tabiat kita.” -- Testimonies for the Church, Jilid 3, hal. 511.
Apa Yang Harus Dilakukan Oleh Pendeta
Mengenai Perpuluhan?
Karena bani Lewi diwajibkan juga untuk menyediakan suatu persembahan bagi orang-orang miskin, dan orang-orang sakit, dan lain-lain, yang tentu saja diambil dari perpuluhan, karena hanya dari situlah penghasilan mereka, maka hal itu membuktikan bahwa setiap usaha yang baik untuk menyokong rencana Allah melalui persembahan-persembahan dapat juga dibiayai dengan perpuluhan. Maka, jika Sdr. Houteff sedang menggunakan sebahagian dari perpuluhan itu untuk membayar sebidang tanah, dimana “orang-orang miskin, orang-orang buntung, orang-orang pincang, dan orang-orang buta”, anak-anak yatim piatu dan orang jompo dapat memperoleh suatu perlindungan, tentu tuduhan Pendeta G. dalam menyinggung perpuluhan itu membuktikan bahwa setiap perkataan yang diucapkan oleh Sdr. Houteff adalah suatu ucapan yang jujur dan bahwa Pendeta G. tidak sanggup membedakan mana ucapan-ucapan yang jujur dan mana yang tidak jujur.
Lebih jauh, jika Sdr. Houteff membayar setiap orang yang berusaha mencari dan membawa pulang setiap “domba yang hilang dari isi rumah Israel”, yang sekarang sedang dikerjakan oleh organisasi, maka hal itu membuktikan bahwa Sdr. Houteff adalah seorang yang benar-benar jujur.
Sebuah Pertanyaan Terjawab
Pertanyaan yang mungkin timbul dalam pikiran Pendeta G. mengenai bagaimana Sdr. Houteff dapat melaksanakan semua ini di samping menjual buku-buku Tongkat Gembala itu yang harganya kurang dari setengah apabila organisasi menjual sebuah buku yang sama jenisnya, serta membagi- 4bagikan traktat dan buku-buku yang lain tanpa sama sekali memungut bayaran, namun pekerjaannya terus mengalami kemajuan tanpa kekurangan biaya, mengguncangkan organisasi dari setiap pondasinya. Maka kami memberi jawaban sebagai berikut :
Sdr. Houteff tidak pernah memaksa siapapun untuk membayar perpuluhan, dan memberikan pemberian-pemberian, atau persembahan-persembahan. Sdr. Houteff memiliki satu pekabaran yang dapat menobatkan jiwa dan memberikan kepuasan kepada mereka yang lapar dan haus akan kebenaran, karena ia itu akan bercahaya seperti sebuah pelita yang bersinar; dan memberikan kemampuan 189 kepada mereka supaya dapat mengetahui perbedaan di antara yang baik dengan yang jahat, lalu mem-perlengkapi seseorang yang memerlukan segala kuasa supaya dapat “memilih yang baik serta menolak hal-hal yang jahat”. Sebab itu, setiap orang yang telah ditobatkan oleh pekabaran itu telah diperintah oleh Roh Kebenaran sehingga Sdr. Houteff tidak perlu membuang-buang waktunya untuk memikirkan peningkatan target-target dan batasan anggaran-anggaran yang seimbang.
Lagi pula, jika banyaknya uang yang sama diperuntukkan untuk menyokong seorang pendeta MAHK selama satu bulan, maka ia itu akan mencukupi segala keperluan Sdr. Houteff selama empat kali lipat, beserta semua orang yang bekerja dengan dia dan yang melakukan prinsip ekonomi yang sama. Tetapi rahasia yang terutama dari semuanya terletak pada “bahwa peperangan itu adalah peperangan Tuhan.”
Kenapa Dia Menjadi Kaya?
Meskipun Sdr. H. tidak memiliki simpanan di bank, namun kami kira Pendeta G. adalah benar dalam apa yang dikatakannya bahwa Sdr. H. “akan segera menjadi seorang hartawan”, karena Sdr. Houteff sedang bertujuan untuk menghimpun sejumlah besar orang banyak yang tidak seorang pun dapat menghitungnya, maka dalam nubuatan dapat kita baca pekabarannya itu :
“Angkatlah mukamu dan lihatlah ke sekeliling, bahwa mereka semua berhimpun bersamasama, dan mereka datang kepadamu : anak-anakmu laki-laki datang dari jauh, dan anak-anakmu perempuan akan digendong pada ribaanmu. Kemudian engkau akan menyaksikan, dan beriring-iringan bersama-sama, dan hatimu akan takut, dan menjadi berbesar hati, sebab kelimpahan dari laut akan beralih kepadamu, dan kekayaan bangsa-bangsa akan datang kepadamu. Sejumlah besar unta akan menutupi daerahmu, yaitu unta-unta dari Midian dan Efa; mereka semua akan datang dari Syeba : dan akan membawa emas dan kemenyan; serta mereka akan memberitakan kebesaran Tuhan. Segala kambing domba Kedar akan berhimpun kepadamu, domba-domba jantan Nebayot akan tersedia utuk ibadahmu; semuanya akan dipersembahkan di atas mezbah-Ku sebagai korban yang berkenan kepada-Ku, lalu Aku akan menyemarakkan rumah kemuliaan-Ku. (Yesaya 60 : 4 – 7.)
Selain itu, pekerjaan Sdr. Houteff telah membuktikan bahwa ia tidak mau duduk sendiri pada sesuatu pojok, tetapi mau membagikannya sama rata kepada sebanyak mungkin orang yang datang kepada pengetahuan kebenaran serta membagikan tugas Karmel untuk keselamatan jiwa-jiwa, karena dengan demikianlah ia sudah diperintahkan oleh Firman Tuhan, yang mengatakan : “Gembalakanlah umatmu dengan tongkatmu, yaitu kawanan domba pusakamu yang tinggal terpencil di hutan-hutan, di tengah-tengah Karmel : Biarlah mereka makan di Bashan dan Gilead, seperti pada zaman dahulu kala.” (Mikha 7 : 14). Karena untuk maksud inilah ia telah membeli tanah itu dan memilihnya di tengah-tengah hutan, di atas puncak (di tengah-tengah) Gn. Karmel, dekat pada pinggir aliran anak sungai.
Permohonan Tertuduh Bagi Korban-Korbannya
Kami sangat menyesal serta menangis tersedu-sedu jika saudara-saudara kita ini terus melakukan pekerjaan jahatnya yang sekarang, dan yang telah diramalkan juga dalam kutipan berikut : “Mereka akan mempertanyakan dan mengeritik apa saja yang muncul dalam kebenaran yang sedang diungkapkan, mencela pekerjaan dan kedudukan orang-orang lain, mencela setiap cabang pekerjaan dalam mana mereka sendiri tidak turut ambil bagian. Mereka akan makan dari kekeliruan, 190 kesalahan, dan kekurangan orang lain, ‘sampai’, kata malaikat itu, ‘Tuhan Yesus akan bangkit dari pekerjaan pengantaraan-Nya dalam bait suci surga, lalu memakaikan pada diri-Nya jubah pembalasan- Nya, dan membuat mereka terkejut pada pesta perayaan mereka yang tidak suci; maka mereka akan mendapatkan diri mereka tidak bersedia untuk pesta perjamuan kawin Anak Domba itu’.” -- “Testimonies for the Church”, Jilid 5, hal. 690. Akuilah kesalahanmu, hai saudara-saudaraku, sebelum waktunya terlambat.
“Hari Ini Jika Kamu Mendengar Suara-Nya,
Janganlah Keraskan Hatimu”
Benar, kami sedang mendirikan markas besar kami di atas gunung ini sebagaimana yang ditunjukkan dalam nubuatan, tetapi di sini kami hanya tinggal sebentar, dengan waktu yang sangat, sangat singkat, karena “Ia akan menyelesaikan pekerjaan itu, dan mempersingkatnya dalam pembenaran : sebab pekerjaan yang singkat akan Tuhan adakan di atas bumi.” (Roma 9 : 28)
Mungkin hal itu menarik untuk diketahui oleh Pendeta G. kenapa nama “tempat kita itu disebut “Pusat Gunung Karmel” yang muncul hampir sama dengan cara pemberian nama terhadap terbitan-terbitan kita yaitu “Tongkat Gembala”, karena kami tidak tahu sebelumnya bahwa nama itu sudah ada dalam nubuatan sampai perhatian kami diarahkan kepada Mikha 7 : 14 dan Amos 1 : 2. Marilah kita baca nubuatan Amos :
“Tuhan akan bergemuruh dari Sion, dan mengeluarkan suara-Nya dari Yerusalem; tempat- 5 tempat kediaman para gembala itu akan berkabung, dan puncak gunung Karmel akan layu.”
Disertai dengan sedikit ulasan pada ayat-ayat firman di atas, maka sepintas lalu setiap pelajar Alkitab akan mengakui bahwa ia itu menunjuk kepada akhir zaman, sebagaimana yang dijelaskan oleh nabi injil itu : “Akan terjadi pada hari-hari yang terakhir, bahwa gunung rumah Tuhan akan didirikan di atas puncak segala gunung, dan akan ditinggikan di atas segala bukit; … karena dari Sion akan keluar hukum, dan firman Tuhan dari Yerusalem.” (Yesaya 2 : 2, 3), yang dalam bahasa Amos adalah, “Mengeluarkan suara-Nya dari Yerusalem.” Memandang kepada waktu yang sama ini Yoel mengatakannya sebagai berikut : “Maka Tuhan akan mengeluarkan suara di hadapan bala tentara-Nya : karena perkemahan bala tentara-Nya itu sungguh besar : karena Ia yang melaksanakan firman-Nya adalah kuat : karena hari Tuhan itu besar dan sangat menakutkan; maka siapakah yang dapat menghadapinya?” (Yoel 2 : 11.)
Karena Amos mengatakan, “Tempat-tempat kediaman para gembala itu akan berkabung”, maka hal itu jelas menunjuk bahwa nubuatan Amos itu masih akan datang, karena perkataan “tempattempat kediaman” (tempat-tempat) adalah dalam bentuk jamak; yang tidak dapat diterapkan kepada satu tempat kediaman gembala (organisasi gereja) melainkan kepada semua yang ada pada waktu ini. Istilah “gembala-gembala” sebagaimana yang kita sudah pahami, berarti, sama seperti “orangorang bangsawan yang ada di depan rumah itu” -- yaitu pendeta-pendeta. “Testimonies for the Church,”, Jilid 5, hal. 211. Perhatikanlah bahwa bukan gembala-gembala itu sendiri yang berkabung tetapi “tempat-tempat kediaman” mereka (rumah-rumah mereka); artinya, anggota-anggota dari gereja-gereja mereka, yang ternyata akan berkabung apabila orang banyak yang sedang tertidur dalam gereja-gereja sadar akan kerohanian mereka serta mengetahui bahwa para gembala yang mutlak telah mereka percayakan untuk keselamatan mereka ternyata telah menipu semua orang yang mengikutinya.
191Nabi Yeremia dalam kata-kata berikut menjelaskan bahwa ratapan orang-orang yang tertipu itu akan terjadi pada waktu masa kasihan berakhir. Karena mereka akan mengatakan, “sudah lewat musim menuai, dalam musim panas pun telah berakhir, namun kita belum selamat.” (Yeremia 8 : 20). Artinya, sesudah penuaian itu, pada waktu mana mereka dapat diselamatkan, mereka akan sadar bahwa masa kasihan telah berakhir. Kemudian “tempat-tempat kediaman para gembala itu akan berkabung, dan puncak gunung Karmel akan layu.” Maka, sebelum waktu itu tentunya puncak gunung Karmel sudah hijau penuh dengan padang-padang rumput, karena jika tidak, tentu tidak ada sesuatu pun yang akan layu; yakni, walaupun sekarang gunung Karmel penuh dengan padang rumput (kebenaran masa kini), namun apabila masa kasihan sudah berakhir ia itu akan berubah menjadi padang pasir (“layu”), karena Roh Nubuat mengatakan : “Pada waktu masa kesusahan itu kita semua akan lari dari kota-kota dan desa-desa.” -- Early Writings, hal. 34.
Demikianlah puncak gunung Karmel itu akan layu, dan mereka yang tidak mengindahkan bunyi perkataan yang mengatakan, “Pada hari ini jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu”, akhirnya akan ketakutan karena kesempatan mereka untuk mendapat kebenaran itu sudah lewat. Kemudian dengan terburu-buru, mereka sendiri akan berusaha seperti orang gila untuk mencari kebenaran pada masa kini yang telah meninggalkan puncak gunung Karmel, namun mereka akan terkejut karena mereka akan mengetahui bahwa gunung Karmel telah selesai melaksanakan pekerjaannya, para penghuninya telah dipindahkan, dan masa kasihan sudah berakhir, pada waktu itu para penghuni “gunung Karmel” tidak lagi dapat berbuat apa-apa selain hanya mengatakan, “sudah lewat musim menuai, dan musim panas pun telah berakhir, dan kami tidak punya apa-apa untuk kamu.”
Maka akan terjadi bahwa “Mereka akan mengembara dari laut ke laut, dari utara sampai ke timur, mereka akan berlari kesana kemari untuk mencari firman Tuhan, namun mereka tidak akan menjumpainya. Pada hari itu anak-anak dara yang cantik dan teruna-teruna akan jatuh pingsan karena kehausan. Sungguh, waktunya akan datang, demikianlah firman Tuhan Allah, bahwa Aku akan menimpakan kelaparan ke atas negeri itu, tetapi bukan kelaparan akan makanan, dan bukan haus akan air, melainkan haus dan lapar mendengar firman-firman Tuhan.” (Amos 8 : 12, 13, 11). Oh, betapa suatu kekecewaan yang akan terjadi!
Sekarang, “mataku” sama dengan mata hamba Allah yang meratap itu, “berlinang air mata, … karena kehancuran puteri bangsaku karena anak-anak kecil dan anak-anak yang baru menyusu jatuh pingsan di atas jalan-jalan kota itu. Nabi-nabimu (guru-guru) telah melihat hal-hal yang sia-sia dan kebodohan untukmu, dan mereka tidak menyatakan kejahatanmu, supaya engkau dapat dikeluarkan dari tawanan; sebaliknya mereka hanya melihat untukmu ajaran palsu yang menyesatkan supaya engkau tetap tertawan.” (Ratapan 2 : 11, 14.)
Karena Tuhan tidak pernah meninggalkan umat-Nya di dalam kegelapan, maka kita dapat menyaksikan bahwa pekerjaan Tongkat Gembala itu sudah diuraikan dengan jelas di dalam seluruh nubuatan Alkitab, dan satu-satunya alasan kenapa saudara-saudara kita pemimpin tidak dapat melihat kebenaran yang dimuat di dalamnya dan juga tidak mengetahui “siapa yang menetapkannya” adalah karena mereka sedang mencoba melihatnya melalui jumlah uang dollar dan sen gantinya melihat melalui Roh Nubuat, yaitu mata dari sidang, melalui mana mereka baru dapat mengetahui kebenaran dan mengetahui keadaan mereka yang sebenarnya yaitu, buta rohani, miskin dan sengsara, sehingga memerlukan “salep mata”, “karena siapa gerangan di antara manusia yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri manusia selain roh yang ada di dalam orang tersebut, maka demikian pula tidak ada orang 192 yang tahu apa yang ada di dalam diri Allah selain Roh Allah itu sendiri.” (1 Korintus 2 : 11).
Tetapi sekarang apabila “Roh Kebenaran itu datang, maka Ia akan memimpin kamu ke 6 dalam semua kebenaran : karena Ia tidak akan berbicara dari Dirinya sendiri; tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya : dan Ia akan memberitahukan kepadamu halhal yang akan datang” (Yohanes 16 : 13), karena tanpa Roh Allah, maka “tidak seorang pun” mengetahui perkara-perkara Allah.
Kepada Utusan-Utusan Kebenaran
Saudara-saudara yang kekasih :
“Hanya, hendaklah percakapanmu berpadanan dengan Injil Kristus : supaya apabila aku datang aku melihat, dan apabila aku tidak datang, aku mendengar bahwa kamu teguh berdiri dalam satu roh, dan sehati sejiwa berjuang untuk iman dari injil; dengan tiada digentarkan sedikitpun oleh lawanmu : bagi mereka, semuanya itu adalah tanda kebinasaan, tetapi bagi kamu adalah tanda keselamatan, dan itu datangnya dari Allah. Sebab kepada kamu dikaruniakan untuk kepentingan Kristus, bukan saja untuk percaya kepada-Nya, melainkan juga menderita bagi Dia; dalam permulaan yang sama seperti yang kamu lihat dahulu padaku, dan yang sekarang kamu dengar tentang aku.”
“Apabila engkau menaruh perhatian kepada orang yang lapar, dan memberi kepuasan kepada jiwa yang tertindas; maka terangmu akan bercahaya di dalam gelap, dan kegelapan yang ada pada dirimu akan seperti rembang tengah hari, maka Tuhan akan selalu menuntun engkau, dan akan memuaskan hatimu di tanah yang kering, dan membuat gemuk tulangmu : engkau akan seperti taman yang diairi dengan baik, dan seperti mata air yang tidak pernah habis. Engkau akan membangun keruntuhan yang sudah berabad-abad : dan akan memperbaiki dasar yang diletakkan oleh banyak keturunan; engkau akan disebut “Orang yang memperbaiki tembok yang tembus, yang memperbaiki jalan-jalan supaya tempat itu dapat dihuni.” (Yesaya 58 : 10 –12).
PERBUATAN-PERBUATAN YANG LEBIH MEMALUKAN
Saudara John Buckheister, dari Charleston, Carolina Selatan, menceritakan suatu perbuatan yang memalukan sebagai berikut : “Pada hari Sabat yang lalu ada sekelompok kecil orang-orang yang dilarang memasuki gereja. Sis. Kennedy masuk ke dalam dan kemudian duduk, namun pendeta mendatanginya serta bertanya apakah ia percaya terhadap Tongkat Gembala itu, lalu kepada pertanyaan ini ia menjawab, ‘Ya, saya bersimpati terhadapnya.’ Kemudian kepada saudari itu diminta supaya ia meninggalkan ruangan gereja. Ini adalah seorang wanita biasa yang bukan anggota sidang MAHK, dan yang telah mengalami perlakuan seperti itu dari tangan seorang pendeta, jika ia mau tentu saja ia dapat membuat kesusahan kepada mereka. Kami semua tetap tinggal di depan gereja sampai setelah kebaktian dimulai dan kemudian kami pergi ke rumah Sis. Livingstone untuk mengadakan kumpulan doa.
“Pada hari Sabat yang lain mereka mengusulkan untuk mempertimbangkan suatu pengaduan dimana kami dituduh telah membuat keributan dalam acara-acara kebaktian! Tentu saja hal ini tidak benar, tetapi mereka hanya ingin mencari-cari alasan supaya kami disingkirkan dari gereja! Cuaca 193 pada sabat itu sangat panas, sampai mencapai 98o F, dan karena mereka menutup pintu depan supaya kami tidak dapat masuk, maka saudara dapat membayangkan bagaimana hebatnya pengalaman mereka di dalam ruangan yang panas itu. Saya tahu bahwa mereka bukanlah suam-suam kuku.
“Sebahagian dari antara kami berpendapat bahwa kami harus pulang dan tidak menghadiri kebaktian. Tolong diberikan penjelasan kepada kami secepat mungkin.”
Jawab : Jika penulis tidak melihat dengan matanya sendiri semua perbuatan yang tidak baik seperti yang dilukiskan di atas dan yang dilakukan oleh seoarang pendeta, maka akan sukar baginya untuk mempercayai bahwa seorang pendeta MAHK, dapat terlibat dalam perbuatan yang memalukan seperti itu, yaitu perlakuan yang tidak bersifat Kristen dan perlakuan yang tidak bersahabat. Kami merasa menyesal karena saudara pemimpin telah terlibat dalam perbuatan kejahatan yang sama seperti yang dilakukan oleh orang Israel yang dahulu. Tetapi yang lebih buruk lagi adalah bahwa mereka telah membiarkan keanggotaan banyak orang yang tidak percaya kepada Roh Nubuat, yang lainnya menginjak-injak hukum Sabat, sementara orang lain mengunyah tembakau dan rokok, serta masih ada kekejian-kekejian yang lain lagi yang bahkan lebih buruk. Namun orang-orang berdosa ini telah dipertahankan sebagai anggota-anggota bahkan ada yang memegang sesuatu jabatan, sedangkan orang-orang yang mempelajari Tongkat Gembala itu, yang berusaha meninggalkan semua kekejian ini dan menjadi seorang MAHK yang benar oleh mematuhi semua kebenaran telah dianiaya dan dikucilkan sebagai pelaku-pelaku kejahatan tetapi orang-orang yang melakukan kekejian-kekejian seperti yang disebutkan di atas terus dibiarkan. Demikianlah orang banyak yang ada sekarang sebagaimana dengan orang banyak pada zaman Kristus sedang berteriak serta berkata, “Jauhkanlah orang ini dan bebaskan Barabas kepada kami.” Namun semuanya itu mereka lakukan supaya para penganut Tongkat Gembala itu diusir dari gereja -- dituduh sebagai cabang-cabang yang terlepas!
Di sini kami telah menanggung celaan dan penganiayaan dari tangan saudara-saudara kita sendiri karena kami tidak berani melanggar kebenaran atau meninggalkan sidang! Maka pertanyaan timbul, Apakah kami harus melakukan pemogokan dan meninggalkan sidang seperti yang dilakukan pembaharu-pembaharu itu demi kemajuan setiap kebenaran, atau apakah kami harus tetap tinggal di tengah-tengah mereka walaupun kami terpaksa tinggal di luar dan dibiarkan menderita kepanasan dan kedinginan yang luar biasa sementara mereka memandang kami seolah-olah bagaikan ular air
7 raksasa yang berkepala banyak?
Tidak menjadi soal apapun yang mereka lakukan kepada kita, namun kita lebih baik mati daripada mengingkari perintah Tuhan. Sidang MAHK, bukanlah Babilon. Oleh sebab itu kita tidak diwajibkan untuk meninggalkan sidang, karena jika kita keluar, tidak ada tempat yang akan kita tuju. Maka dari itu, kita harus tinggal di “Yerusalem” sekalipun ia itu dipenuhi dengan pencuri-pencuri. “Janganlah takut kepada mereka, dan jangan gentar melihat mukanya”, demikian firman Tuhan (Yeheskiel 3 : 9). “Malaikat-malaikat akan datang, untuk memisahkan orang jahat dari antara orang
Angkatan ini sudah hampir berlalu dan tidak ada lagi waktu yang tersisa untuk mendirikan organisasi yang lain, maka walaupun pada waktu-waktu yang lampau Allah telah memanggil umat- Nya supaya keluar dari satu organisasi dan masuk ke organisasi yang lain, namun sekarang Allah tidak melakukan demikian, tetapi sebaliknya melalui pemeteraian Allah, Ia akan mempertahankan organisasi itu bagi orang-orang benar setelah menyingkirkan semua orang jahat yang tidak memperoleh meterai, karena demikianlah firman Tuhan : “Semua orang berdosa yang ada di antara umat-Ku akan 194 mati terbunuh oleh pedang, yakni mereka yang mengatakan, Yang jahat itu tidak akan menimpa dan juga tidak menghalangi kita.” (Amos 9 : 10; -- Testimonies for the Church, Jilid 5, hal. 211).
“Maka kamu akan mengetahui bahwa Aku adalah Tuhan Allahmu yang tinggal di Sion, yaitu gunung-Ku yang kudus : lalu Yerusalem akan menjadi kudus, dan orang-orang asing tidak akan melintasinya lagi.” (Yoel 3 : 17.) (Bacalah Paradoks Besar, hal. 40 – 42.) “Dengarlah firman Tuhan, hai kamu yang gentar kepada firman-Nya; Saudara-saudaramu yang membenci kamu, yang mengucilkan kamu demi meninggikan nama-Ku, telah berkata, Hendaklah Tuhan dimuliakan : tetapi Ia akan tampak bagi kesukaanmu, lalu mereka akan mendapat malu.” (Yesaya 66 : 5.)
Oleh karena itu, kami menasehatkan kepada semua saudara kita agar tetap tenteram jangan membuat gangguan apapun, dan tetaplah berada dalam kumpulan-kumpulan gereja karena kita telah ikut mendirikannya. Mereka telah memungut perpuluhan-perpuluhan dan persembahan-persembahan dari kita untuk menyokong dinas kependetaan, dan lain-lain., maka selama kita masih orang-orang MAHK yang benar oleh mematuhi kebenaran, tentunya mereka tidak ada mempunyai hak yang sah dari Raja surga maupun dari pemerintah-pemerintah di atas bumi untuk mengucilkan kita. Jika mereka berusaha untuk mengeluarkan kamu, janganlah melawan mereka. Jika mereka menempatkan seorang penjaga pada pintu untuk menahan kamu di luar, janganlah berusaha untuk memaksakan dirimu masuk. Jika mereka memukul kamu, janganlah membalasnya, tetapi cobalah dengan segala cara supaya kamu dapat masuk, dan jika kamu tidak dapat, tinggallah di luar dan bersaksilah untuk kebenaran pada masa kini sampai kebaktian selesai kecuali keadaan jasmani tidak mampu untuk melakukan demikian.
Ujian itu sedang berjalan maka dengan tidak memperhatikan segala pencobaan mestinya jangan kita gagal untuk menunjukkan apa yang kita yakini serta membuktikan bahwa kita benarbenar memelihara kebenaran, mengasihi saudara-saudara, dan mau mati bagi mereka jika hal itu dapat membangunkan mereka lalu selamat, karena kita tidak lebih baik dari mereka pada waktu kebenaran itu menemukan kita.
KEPERCAYAAN MENJADI PUDAR -- ADA ALASANNYA
Banyak dari antara umat kita matanya sedang terbuka, dan karena mata mereka sudah terbuka, maka kepercayaan mereka menjadi goyah dalam kelemahan kepada siapa mereka telah lama mempercayakan keselamatan mereka, yang secara jujur mereka lakukan bukan oleh karena kuasa tetapi adalah oleh karena kebiasaan. Mereka telah dipengaruhi agar percaya bahwa organisasi kemanusiaan, yang diberikan oleh Tuhan kepada kita sebagai tuntutan dari pekerjaan itu, adalah suatu jenis lembaga yang suci dimana hati sanubari umat-Nya harus diserahkan pada tangan orang-orang yang berpengetahuan luas sehingga mereka tidak berani menyelidiki ajaran-ajaran Alkitab itu bagi diri mereka sendiri. Sekalipun demikian, domba-domba yang malang itu sudah mulai menyadari keadaan itu. Bersama ini kami menerbitkan sepucuk surat mengenai hal itu :
Ny. F. Charboneau Saudari yang kekasih :
Di sini saya lampirkan uang sebanyak $15,00. Ini adalah perpuluhan yang saya simpan selama beberapa waktu, tidak tahu pasti kemana saya harus mengirimnya ... Saya telah begitu lama bergantung 195 pada organisasi yang mengatakan bahwa adalah merupakan pelanggaran kepada kesucian untuk mendengar pandangan-pandangan yang berbeda dari pandangan para pemimpin …
Sekarang dapat saya saksikan bahwa sesungguhnya dalam hal ini kita sudah sama dengan orang-orang Katholik, dan ini sangat berat bagi saya, karena saya sudah dilahirkan dan dibina sebagai seorang Masehi Advent Hari Ketujuh, dan ayah yang saya cintai telah menanamkan dalam diri saya suatu pemujaan terhadap umat ini. Tetapi tampaknya landasan itu telah runtuh dan segala sesuatu telah berakhir sehingga kita tidak dapat lagi mempercayai seorang pendeta untuk membawa kita menuju kerajaan itu, dan memang sekarang aku tahu bahwa mereka tidak akan dapat. Sebagai suatu organisasi kita telah hilang dan jika sekiranya Tongkat Gembala itu bukan kebenaran maka tidak ada lagi harapan bagi masing-masing kita.
Setelah saya mendengar bagaimana saudara perempuan saya beserta semua penganut Tongkat Gembala itu diperlakukan secara tidak adil, tidak memiliki kasih, dan tidak bersifat Kristen, oleh jemaat Sheridan, Wyoming, maka saya yakin bahwa kita tidak dapat bersandar lagi atas orangorang yang bertindak dengan kejam seperti yang dilakukan oleh tirani kepausan pada masa yang lampau.
Berdoalah untuk saya supaya saya dapat melihat lebih jelas kebenaran itu dan tetap teguh untuk mempertahankannya. Semoga Allah memberkati dan memelihara kita semua sementara kita
8 berada dalam lembah keputusan ini.
Ny. Audrey Helms
Brandon, Colorado
PUJI-PUJIAN KEPADA DIA
Saya sangat berterima kasih kepada Tuhan karena pekabaran “Tongkat Gembala” itu, dan karena kebaikan yang sedang bekerja di dalam diri saya. Saya telah berhenti merokok setelah diperbudak selama tigapuluh tahun, dan walaupun saya telah mencoba berulang kali untuk menghentikan kebiasaan itu, namun saya selalu gagal setiap kali mencobanya.
Pada waktu Sdr. Warden berkunjung ke rumah saya, pada waktu itu saya sudah merupakan seorang MAHK yang murtad, yang tidak ada mempunyai perhatian dalam agama, dan saya tidak mengetahui apa yang membuat saya untuk mengambil keputusan mau belajar. Sekarang saya yakin sepenuhnya, bahwa berkat karunia Allah saya akan menjadi salah seorang dari antara mereka yang
(Tertanda) R.E. Davis
Denver, Colorado
PERTANYAAN DAN JAWABAN
Pertanyaan : “Apakah berdosa kalau tidak membayar perpuluhan, jika benar demikian, apakah saya akan membayarnya kepada pekabaran Tongkat Gembala sedangkan saya masih anggota sidang MAHK?”
196Jawab : Pertanyaan ini telah dijawab sepenuhnya oleh Roh Nubuat dalam kutipan-kutipan berikut :
“Perpuluhan itu adalah milik Tuhan, maka barangsiapa yang menyalah-gunakannya akan dihukum karena hilangnya harta surga terkecuali mereka bertobat. Hendaknya pekerjaan itu jangan lagi dihalangi karena perpuluhan yang dialihkan ke dalam berbagai-bagai saluran yang lain daripada yang Tuhan katakan kemana ia itu harus diberikan. Ketetapan sudah dibuat untuk jalur-jalur lain dari pekerjaan ini. Semua pekerjaan harus disokong, tetapi bukan dari perpuluhan. Allah tidak pernah berubah : perpuluhan itu masih tetap akan digunakan untuk membantu dinas kependetaan.” -- Testimonies for the Church, Jilid 9, hal. 250.
“’Perpuluhan … adalah milik Allah.’ Dalam hal ini bentuk dari pernyataan yang sama telah digunakan sebagaimana halnya dalam hukum hari Sabat. ‘Hari yang ketujuh itu adalah Sabat Tuhan Allahmu’. Allah telah menyisihkan bagi-Nya satu bagian yang telah ditetapkan dari waktu dan harta manusia, maka tidak seorangpun yang dapat, tanpa disebut bersalah, menggunakan salah satu dari padanya untuk kepentingan dirinya sendiri.” -- Patriarchs and Prophets, hal 526 - 527.
Perhatikanlah dengan sungguh-sungguh apa yang diajarkan oleh keterangan-keterangan yang di atas. Pepuluhan itu adalah milik Tuhan, maka ia itu harus digunakan untuk menyokong pekabaran- Nya. Tetapi walaupun ia itu mungkin telah disalah gunakan oleh pendeta-pendeta, namun perpuluhan itu harus diserahkan untuk mereka gunakan sampai Ia mengarahkan perhatian kita kepada kejahatan itu lalu meminta kita supaya mengadakan perubahan. Kemudian jika kita gagal menanggapi suara- Nya dan gagal menggunakan obat yang Ia sediakan untuk mengatasi pemborosan atas harta milik- Nya maka kita bertanggung jawab terhadap hal ini sebagaimana apabila kita tidak membayar apa yang menjadi milik-Nya.
“Biarlah kelalaian atas perpuluhan itu sekarang diperbaiki. Hendaklah tahun yang baru terbuka pada kamu untuk berlaku jujur sebagai janjimu kepada Allah. Biarlah mereka yang menahan perpuluhan mereka menyerahkan semuanya sebelum tahun 1896 berakhir, supaya mereka benar di hadapan Allah, dan tidak pernah, sekali lagi tidak pernah akan menghadapi kutukan dari Allah. Ketua-ketua Conference, lakukanlah kewajibanmu. Bekerjalah dari rumah ke rumah, supaya kawanan domba Allah jangan melalaikan perkara yang penting ini, yakni perkara yang menyangkut suatu berkat atau kutuk.
“Biarlah semua orang yang takut kepada Allah datang mencari pertolongan dari Tuhan, lalu menunjukkan diri mereka sendiri sebagai pelayan-pelayan yang setia. Kebenaran itu harus disebarkan ke seluruh permukaan bumi. Kepadaku telah diperlihatkan bahwa banyak orang dalam Gereja kita yang sedang merampok Allah dalam perpuluhan-perpuluhan dan persembahan-persembahan. Benar, Allah akan melaksanakan kepada mereka apa yang Ia telah tetapkan. Kepada orang yang menurut, Ia akan memberikan berkat yang limpah; dan kepada pelanggar, Ia akan menimpakan kutuk. Setiap orang yang menyampaikan pekabaran kebenaran itu kepada gereja-gereja kita, harus melaksanakan kewajibannya dengan mengamarkan, mendidik, dan menyatakan kesalahan. Setiap orang yang lalai akan kewajiban yang merupakan suatu perampokan terhadap Allah, berarti suatu kutuk atas orang jahat.” -- Testimonies to Ministers, hal. 306 – 307.
“Kebenaran itu harus dipegang dalam hati. Ia itu bukanlah gerakan hati yang tidak menentu, tetapi adalah suatu gerakan hati yang benar dan yang sedang naik berhubungan kepada Tuhan, lalu 197 keinginan manusia yang tidak taat ditaklukkan kepada kehendak Allah. Merampok Allah dalam perpuluhan-perpuluhan dan persembahan-persembahan adalah suatu kejahatan terhadap perintah Yehovah, sehingga membuat luka-luka yang paling parah bagi mereka yang melakukanya; karena perbuatan ini telah menjauhkan mereka dari berkat Allah, yang dijanjikan bagi orang-orang yang berlaku jujur kepada-Nya.” -- Testimonies for The Church, Jilid 5, hal. 644.
9
Sedemikian jauh bagian yang pertama dari pertanyaan itu telah dijawab. Kini kami mulai beralih kepada pertanyaan bagian yang kedua; yakni : “Apakah saya harus membayar perpuluhan kepada pekabaran Tongkat Gembala itu sedangkan saya masih anggota sidang MAHK?”
Biarlah orang yang bertanya menanyakan diri sendiri pertanyaan-pertanyaan berikut, sehingga jawabannya sendiri dapat mengatakan kepadanya apa yang harus ia lakukan.
Apakah saya percaya bahwa Tongkat Gembala itu ada memiliki pekabaran pemeteraian bagi mereka yang 144.000 itu? ____ Adakah ia itu pekabaran pada waktunya dari hal jam? ____ Apakah saya telah menerima sesuatu pertolongan rohani dari pekabaran itu? ____ Apakah pekabaran itu adalah membuat saya bertobat dari dosa-dosa yang pernah saya lakukan sebelumnya? ____ Adakah saya sekarang sudah menjadi seorang MAHK yang lebih baik daripada sebelum saya mempelajari pekabaran Tongkat Gembala itu? ____ Adakah saudara-saudara saya MAHK membutuhkan pekabaran ini? ____ Apakah sekarang saya lebih mencintai Alkitab, Roh Nubuat, dan saudarasaudara dari pada sebelumnya?
Jika jawaban saudara kepada pertanyaan di atas adalah tidak, maka bayarlah perpuluhan saudara kepada sidang dimana sekarang saudara adalah merupakan salah seorang dari anggotanya. Tetapi jika jawaban saudara kepada pertanyaan di atas adalah Ya, maka saudara masih menjawab sendiri pertanyaan-pertanyaan ini :
Apakah saya terus berjalan dalam ajaran Laodikea pada waktu pekabaran Tongkat Gembala itu menemukan saya, dan apakah aku telah dipersiapkan untuk bertemu dengan Tuhan? ____ Dapatkah saudara-saudaraku MAHK diselamatkan dalam keadaan mereka seperti sekarang? ____ Jika jawaban saudara kepada pertanyaan di atas adalah Tidak, maka jawaban saudara kepada pertanyaan-pertanyaan berikut akan mengatakan kepada saudara kemana saudara akan membayar perpuluhan meskipun saudara memegang keanggotaan sidang.
Jika saya bertanggung jawab kepada terang yang sekarang bersinar menerangi jalanku, dan jika saudara-saudara MAHK harus menerimanya, apakah saya harus membayar perpuluhan kepada organisasi gereja sehingga dinas kependetaan dapat memiliki lebih banyak uang untuk memberantas pekabaran itu dan juga memberantas usaha pribadi yang saya lakukan untuk menjangkau umat itu sehingga dengan demikian berarti membantu mereka untuk menipu saudara-saudaraku, atau apakah saya harus membayarnya ke dalam “rumah perbendaharaan” kebenaran pada masa kini dimana ia itu sangat diperlukan untuk mempercepat pembebasan dan penyelamatan saudara-saudaraku dari kehancuran kekal itu? Jika tidak ada saudara-saudara kita MAHK dan juga orang-orang dunia yang diselamatkan dan jika tidak lebih baik bersiap-siap untuk bertemu dengan Tuhan daripada bertemu dengan dinas kependetaan itu sendiri, maka apakah saya harus menyerahkan perpuluhan saya kepada gereja demi kepentingan orang-orang kapir dan pada akhirnya keduanya hilang -- sidang dan orangorang kapir -- atau apakah saya harus memberikannya kepada pekabaran Tongkat Gembala yang pertama sekali menyelamatkan sidang dan kemudian orang-orang kapir? ____ Jika saya sebagai 198 seorang penganut yang percaya akan pekabaran itu, tidak berani menyokongnya melalui perpuluhan saya, lalu siapakah yang melakukannya? ____ Dimanakah perpuluhan saya itu dapat memberikan manfaat yang terbaik? ____ Jika saya memberikan perpuluhan saya itu untuk keuntungan orangorang kapir lalu melalaikan saudara-saudara saya sendiri, bukankah saya sedang mengatakan melalui perbuatan saya sendiri, “apakah saya yang menjaga saudaraku?”____ Haruskah saya menanggapi panggilan itu lalu pergi mencari domba-domba yang hilang dari rumah Israel, atau pergi mencari domba-domba yang hilang dari rumah Baal?____ Yang manakah dari kedua ladang pekerjaan itu yang harus menerima perpuluhan saya agar perpuluhan itu dapat menyebutkan kata-kata ini kepada saya : “Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia : engkau telah setia dalam perkara kecil, maka aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab yang lebih besar. Masuklah ke dalam kesukaan Tuanmu.” (Matius 25 : 21.)
Jika saudara belum dapat memutuskannya, maka bacalah traktat kami No. 4, “Berita-Berita Terakhir Bagi Ibu”, hal. 80 - 84.
“Ingatlah isteri Lot,” dan lakukanlah apa yang Tuhan katakan untuk anda lakukan.
Pertanyaan : “Saya telah membaca beberapa bagian dari buku Tongkat itu dan menemukan bahwa semuanya itu telah menjawab banyak pokok-pokok yang membuktikan buku yang berjudul “A Reply to The Shepherd’s Rod” (‘Jawaban Kepada Tongkat Gembala’) tidak dapat dipercayai dan telah berlaku curang terhadap Tongkat itu, namun sejauh itu saya belum menjumpai penyajian apapun pada ‘Penuaian’ itu yang memperlihatkan bahwa gambar yang terdapat pada halaman 14 dari buku ‘A Reply,’ dalam keterangannya mengenai Penuaian dan sepuluh anak dara, telah menyangkal Tongkat itu. Tolong beri jawaban”.
Jawab : Terhadap dugaan mengenai berbagai sanggahan yang dilakukan oleh buku “A Reply to The Shepherd’s Rod”, kami dapat berbicara secara bebas bahwa sejauh ini organisasi gereja belum mampu untuk menyangkal satu pokok tertentu dari pekabaran yang kami sampaikan, dan semua usaha yang mereka lakukan sedemikian hanya untuk membuktikan bahwa Tongkat Gembala itu adalah suara Allah yang disampaikan kepada umat-Nya dan untuk membuat para pengikut-Nya menjadi lebih teguh pada kebenaran pada masa kini.
Melalui suatu penyelidikan pribadi atas pokok masalah yang terdapat dalam Tongkat Gembala itu dan juga yang menyangkut semua dugaan adanya sangkalan yang ditujukan kepadanya, barangkali para pembaca Symbolic Code akan merasa heran apabila menemukan bahwa pertanyaan di atas adalah 100 % benar. Akan tetapi, perjanjian antara Sdr. Houteff dengan para pemimpin masih tetap berjalan baik; maksudnya, jika mereka dapat membuktikan satu kesalahan dalam ajaran yang kami terbitkan maka untuk selama-lamanya kami tidak akan mengajarkannya lagi. Tetapi kami berharap supaya saudara-saudara kita itu jangan meniru kesalahan yang diperbuat oleh Akhan lalu menunggu dengan waktu yang sangat lama untuk mengakui kebenaran itu setelah ia itu tidak memberi faedah apapun bagi mereka.
Mengenai keterangan pada gambar yang terdapat pada halaman 14, dari buku “A Reply to the Shepherd’s Rod” itu, pembaca hendaknya memperhatikan bahwa sebahagian dari peristiwa yang dimuat di sana telah diatur tanpa pengesahan Ilahi. Marilah kita perhatikan ilustrasi yang digunakan untuk menafsirkan Roh Nubuat itu. “Christ’s Object Lessons” mengatakan : “Lalang dan gandum 10 akan bertumbuh bersama-sama sampai tiba masa penuaian; dan penuaian itu adalah akhir dari masa 199 kasihan.” Jika bahasa Inggris itu digunakan untuk mengartikan sesuatu, tentunya pernyataan yang dikutip di sini bukan menempatkan penuaian itu berlangsung sesudah masa kasihan berakhir melainkan sebelumnya.
Bagaimana mungkin penuaian itu dapat berjalan sesudah masa kasihan berakhir jika “masa kasihan” itu sendiri masih berlangsung sebelum penutupan masa kasihan, melihat bahwa ia itu bukan mengatakan, bahwa “penuaian itu akan terjadi” setelah “berakhirnya masa kaihan.” Oleh sebab itu, jelaslah bahwa penuaian itu harus terjadi mendahului berakhirnya masa kasihan; artinya, penuaian itu adalah akhir dari masa kasihan -- yaitu bagian terakhir dari “masa kasihan” -- dan dengannyalah masa kasihan berakhir. Tambahan pula, nubuatan Yeremia memperlihatkan bahwa setelah penuaian lewat dan musim panas berakhir (waktu pada mana manusia akan diselamatkan) orang-orang jahat akan mengatakan : “Penuaian telah lewat, musim panas pun sudah berakhir, namun kita tidak selamat.”
Jika penuaian itu berlangsung setelah penutupan masa kasihan, maka kenapa mereka harus mengatakan, “Penuaian telah lewat, musim panas telah berakhir”, karena benar-benar mereka tidak dapat mengucapkan perkataan ini sebelum penutupan masa kasihan, dan juga mereka tidak dapat ucapkan sesudah kedatangan Kristus yang kedua kali, karena kemudian mereka akan mati dan tidak dapat lagi berbicara. Oleh sebab itu, satu-satunya waktu pada mana mereka dapat mengungkapkan perkataan-perkataan itu adalah dalam periode waktu di antara berakhirnya masa kasihan dengan kedatangan Kristus yang kedua kali, yang ternyata menempatkan “penuaian” itu sebelum berakhirnya masa kasihan.
Lebih jauh, di dalam buku Matius 13 : 30 Tuhan mengatakan : “Dalam masa penuaian itu Aku akan berkata kepada para penuai, Kumpulkanlah lebih dahulu lalang itu.” Perkataan, “Dalam masa penuaian”, menunjukkan bahwa penuaian itu adalah merupakan suatu jangka waktu. Selain itu, dalam “Early Writings”, hal. 118, Roh Nubuat mengatakan : “Kemudian aku melihat malaikat yang ketiga. Kata malaikat yang menyertai aku itu, … ‘ia itu adalah malaikat yang akan memilih gandum dari antara lalang-lalang, lalu memeteraikan, atau mengikat gandum bagi lumbung surga.’
Jika malaikat yang ketiga itu akan melakukan pekerjaan pemisahan, maka sebagaimana pekabaran malaikat yang ketiga itu akan diberitakan sebelum masa kasihan berakhir, bukan setelahnya, tentu hal ini menunjukkan bahwa penuaian pada waktu mana malaikat-malaikat itu memeteraikan atau mengikat, akan berlangsung sementara pekabaran malaikat yang ketiga itu sedang diberitakan. Maka jelaslah perkataan, “Penuaian itu adalah akhir dunia”, menunjuk kepada periode yang terakhir dari masa kasihan yang menghantar dunia kepada kesudahannya. Roh Allah melalui Paulus menafsirkan istilah, “Akhir dunia”, demikian : “Tetapi sekarang Ia hanya satu kali saja menyatakan diri-Nya pada akhir dunia, untuk menghapuskan dosa dengan pengorbanan diri-Nya sendiri.” (Ibrani 9 : 26.)
Kita semua mengetahui bahwa dunia ini tidak sampai kepada kesudahannya 1900 tahun yang lalu sewaktu Kristus dipersembahkan; walaupun hal itu dikatakan, “Pada akhir dunia.” Akan tetapi, inilah kebenaran dari pernyataan Paulus itu : Karena dosa-dosa manusia telah dihapuskan sejak berlangsungnya penghakiman tahun 1844, maka hal itu membuktikan bahwa Paulus telah memandang ke depan kepada zaman kita sewaktu Kristus “oleh pengorbanan-Nya sendiri” pada waktu penghakiman terhadap orang-orang hidup akan menghapuskan dosa-dosa kita. Kemudian jelaslah, bahwa istilah “Akhir dunia”, berlaku pada waktu Penghakiman bagi orang hidup, dalam 200 masa Seruan Keras, yaitu “pada akhir masa kasihan”, -- pekabaran yang terakhir untuk mengakhiri sejarah dunia ini. Tambahan pula, bertahun-tahun lamanya organisasi MAHK telah mengajarkan bahwa akhir dunia itu sudah dimulai sejak tahun 1798. Baca “Thought on Daniel”, hal. 387; (yang berkaitan dengan Daniel 12 : 4); baca jugalah “Bible Readings for the Home Circle”, hal. 324. Organisasi belum pernah memiliki sesuatu pernyataan resmi mengenai kebenaran tentang penuaian itu, tetapi sekarang dalam usaha mereka menyangkal Tongkat Gembala itu, maka mereka sedang mengubah pendirian mereka tentang apa yang mereka pikirkan mengenai akhir dunia itu.
Dalam hubungan ini bukanlah tidak pada tempatnya jika saya mengkaitkan pengalaman saya tentang apa yang saya dengar baru-baru ini atas pokok masalah ini. Pendeta G. W. Wells, adalah salah seorang sekretaris General Conference pada awal tahun 1935 yang telah mengadakan ceramah setiap malam selama satu minggu penuh disertai usaha yang keras untuk menyangkal Tongkat Gembala itu, setiap malam ia telah mengajarkan bahwa penuaian itu ialah “akhir dunia -- kedatangan Kristus yang kedua kali” -- permulaan dari millenium.
Pada akhir ceramahnya hari Sabat sore, pendeta R. L. Benton, ketua Uni Conference telah melancarkan kata-kata sumbang menentang Tongkat Gembala itu dengan menunjukkan sebuah gambar yang memperlihatkan bahwa penuaian itu akan berlangsung dari sejak masa kasihan berakhir sampai kepada kedatangan Kristus yang kedua kali. Pada hari Rabu berikutnya, pendeta W.H. Clark, Sekretaris Conference Texas memimpin persekutuan doa, pada waktu mana ia memberi jawaban kepada pertanyaan saya dan menempatkan penuaian itu berlangsung sebelum masa kasihan berakhir di sinilah pokoknya dalam waktu sepuluh hari tiga orang pendeta MAHK, yang dibayar oleh bendahara MAHK, dan yang semuanya menempati kedudukan yang bertanggung jawab, telah memberikan tiga tafsiran yang berbeda atas penuaian itu, yang ternyata membuktikan bahwa organisasi gereja sebagai suatu badan, bahkan di antara para pemimpin, tidak ada persesuaian mengenai pokok masalah ini. Maka, dalam kebutaan yang sedemikian, musuh-musuh Tongkat Gembala itu telah mempengaruhi anggota untuk menerima kekeliruan! Ah, betapa suatu penipuan yang menyesatkan!
Untuk memperoleh suatu penjelasan yang lengkap mengenai “penuaian”, bacalah Traktat kami No. 3.
11
201POKOK-POKOK BERITA
Waco, Texas
Untuk Kepentingan Sidang MAHK
BERITA-BERITA TERSIAR DARI GUNUNG KARMEL
“Kembali Pada Jalan Yang Dahulu”
Dalam terbitan Symbolic Code bulan Agustus kami telah melaporkan kemajuan-kemajuan berkenaan dengan pembangunan dan pertambahan penghuni di atas gunung Karmel, dan karena kami telah memulainya dengan tidak memiliki sesuatu yang baru selain menyelesaikan bangunanbangunan itu, maka pada saat ini kami belum dapat berbicara lebih banyak tentang hal itu. Akan tetapi, sebagai gantinya kami merasa senang untuk melaporkan kemajuan yang dicapai dalam segi rohani, yakni, pembaharuan pakaian dan pembaharuan kesehatan, yang membawa kita selangkah lebih dekat kepada Tuhan dan yang kami rasa adalah merupakan berkat yang diberikan-Nya kepada kita, yang tentunya kita sangat berterima kasih.
Kami merasa yakin bahwa semua teman-teman yang menyambut pembaharuan itu akan merasa senang melihat seluruh rombongan ada dalam keadaan yang serasi dengan pekerjaan yang kita emban, sebagaimana yang belum pernah kita saksikan sejak zaman rasul-rasul. Hal ini kami katakan bukanlah oleh karena kesombongan, tetapi adalah karena kami tahu bahwa masih banyak lagi yang harus dilakukan bagi masing-masing kita sebelum tabiat kita diubahkan ke dalam gambar kemuliaan-Nya, dan sebelum kita layak disebut “Bangsa yang kudus, umat tebusan Tuhan” yang akan menyiarkan Pekabaran Malaikat Yang Ketiga sesudah pemeteraian mereka yang 144.000 itu.
Kami yakin bahwa langkah maju ke atas gunung Karmel ini adalah merupakan satu langkah yang lebih penting daripada sebelumnya, dan jika diteruskan, Tuhan berkata : “Terangmu” akan “bersinar seperti matahari pagi, dan kesehatanmu akan meningkat dengan cepat : kebenaran akan berjalan di depanmu; dan kemuliaan Tuhan akan menjadi upahmu sekali lagi. Maka engkau akan berseru, dan Tuhan akan menjawab; engkau akan berteriak minta tolong dan Ia akan berkata, Disini
Walaupun sukar untuk meninggalkan perkara-perkara yang telah kita warisi sejak lahir, dan yang kita lakukan selama bertahun-tahun, dan karena kita telah melatihnya selama kita menjadi 202 anggota sidang MAHK, dan karena banyak dari antara jemaat yang mengira bahwa Allah telah memberikan ijin kepada mereka untuk mengabadikan kebiasaan-kebiasaan dunia, namun orangorang gunung Karmel tidak lagi memakai segala “peniti-peniti”, perhiasan-perhiasan buatan untuk “kerudung-kerudung” (veil) dan “topi-topi yang biasanya diikat di bawah dagu dengan tali atau pita” (bonnet), garis leher yang rendah, rok yang tinggi, lengan yang terbuka, kaos kaki yang digulung ke bawah, tumit yang ditinggikan, dan semua kebiasaan yang sia-sia dan dewa-dewa negeri itu, telah mereka buang ke dalam kesunyian yang kekal. Demikianlah penghuni gunung Karmel, -- laki-laki, perempuan, anak-anak -- sudah bebas dari segala belenggu yang mengikat itu!
Adalah sangat mengherankan, sewaktu kami mendengar bahwa banyak dari antara umat kita yang sedang “berdiri dalam terang kebenaran pada masa kini” dan yang bahkan telah mengambil bagian dalam pekabaran pembaharuan itu, telah gagal untuk memperbarui diri mereka sendiri! Oleh sebab itu, kami mengarahkan perhatian setiap penganut kebenaran pada masa kini untuk mempelajari kembali pekabaran yang terdapat dalam buku Tongkat Gembala dan buku “Nasehat Bagi Sidang”, supaya segera tanpa menunda-nunda, mengadakan semua perubahan yang sedemikian ini. Inilah amaran terakhir bagimu.
Janganlah biarkan anak-anakmu, ataupun dirimu sendiri berjalan di jalan tanpa memakai pakaian yang lengkap, atau tanpa kaos kaki kecuali berjalan dengan tidak bersepatu. Lengan baju haruslah di bawah siku, sedangkan panjang rok harus disesuaikan dengan membagi dua panjangnya dari lipatan lutut sampai ke lantai. Dengan perkataan lain, jika tungkai anda dari lutut sampai ke lantai panjangnya 20 inci, maka rok anda janganlah lebih tinggi dari 10 inci diukur dari lantai. Untuk anak-anak yang berumur 12 tahun ke bawah, ukurannya dari lipatan lutut sampai ke lantai dapat dibagi tiga, dan biarlah rok itu panjangnya 1/3 di bawah lutut atau 2/3 di atas lantai. Jika anda mau menjaga kehormatan dan kesopanan serta menjaga akhlak anak-anakmu dan ini memperoleh meterai Allah pada dahimu, janganlah pertontonkan tubuhmu atau membiarkan tubuh anak-anakmu terbuka di hadapan orang-orang laki-laki dewasa dan anak laki-laki.
Janganlah berpenampilan secara menyolok. Berpakaianlah anda serta dengan anak-anakmu secara wajar untuk mencegah perhatian khusus dan mencegah ketidaksopanan, tetapi bersih dan rapih, dan walaupun pakaian anda tidak mahal, tetapi terbuat dari bahan-bahan yang kualitasnya tahan lama.
“Kepada saya telah diperlihatkan agar umat Allah tidak meniru segala kebiasaan orang dunia. Tetapi sebahagian orang telah melakukan hal ini, sehingga mereka telah kehilangan ciri-ciri khas mereka, kehilangan tabiat yang suci, yang seharusnya membedakan mereka sebagai umat Allah. Sekali lagi diperlihatkan kepadaku keadaan umat Allah yang dahulu, serta mengarahkan mataku untuk membandingkan pakaian mereka dengan mode-mode pakaian yang dipakai oleh orang-orang yang hidup pada zaman akhir ini. Alangkah jauh berbeda! Dan betapa sudah berubah! Pada waktu 1 itu perempuan-perempuan itu tidak seberani perempuan sekarang. Karena apabila mereka berada di tengah-tengah orang banyak, mereka akan menutupi wajah mereka dengan cadar. Tetapi pada akhir zaman ini, pakaian yang mereka pakai itu sangat memalukan dan sangat tidak sopan. Semua itu telah dikatakan dalam Nubuatan. Mula-mula sekaliannya itu telah dibawa masuk oleh segolongan orang yang sepenuhnya telah dikendalikan oleh Setan, yaitu orang-orang yang sedang ‘tertipu dan yang menyerahkan dirinya ke dalam napsu, untuk mengerjakan segala yang najis dengan serakah.’ Jika semua orang yang mengaku umat Allah tidak memisahkan diri dari Dia, maka akan ada perbedaan di antara pakaian-pakaian yang mereka pakai dengan pakaian-pakaian yang dipakai oleh orang-orang 203 dunia. Topi-topi kecil yang biasanya diikat ke dagu dengan tali atau pita yang memperlihatkan wajah dan kepala, menunjukkan kekurangsopanan … para penduduk dunia sudah semakin bobrok, sehingga garis perbedaan di antara mereka dengan orang-orang Israel milik Allah mestinya akan semakin jelas, jika tidak, maka kutuk yang akan menimpa orang-orang dunia akan jatuh kepada orang-orang yang mengaku umat Allah.”
“Hai orang-orang muda dan orang tua, sekarang Allah sedang menguji kamu. Kamu sedang menentukan nasib kekalmu. Kesombonganmu dan kecintaanmu mengikuti perkembangan pakaian dunia, percakapanmu yang kosong dan sia-sia, dan sifat mementingkan diri yang ada padamu, semuanya telah ditaruh di dalam neraca, dan ditimbang dalam neraca dan beratnya kejahatan adalah sangat berat. Dan aku melihat bahwa Tuhan sedang mengasah pedang-Nya di surga untuk membunuh mereka. Ah, kiranya guru-guru yang suam itu dapat menyadari pekerjaan pembersihan yang Allah akan lakukan di tengah-tengah orang yang mengaku umat-Nya! Teman-teman yang kekasih, janganlah menipu dirimu sendiri berkenaan dengan keadaanmu. Kamu tidak dapat menipu Allah.” -- Testimonies for the Church, Jilid 1, hal. 188, 189, 190. Bacalah Yesaya 3 : 16 – 26.
Hindarilah tepung putih dan gula halus hasil pabrik dan jangan makan buah-buahan dan sayur-sayuran secara bersamaan. Rata-rata perut hanya dapat menampung makanan kurang dari 1 quart (kurang dari 1 liter). Maka jangan melakukan bunuh diri oleh mengisi perut dengan makanan berlebihan. Jangan batasi dirimu memakan beberapa jenis makanan saja. Hendaklah mejamu dilengkapi dengan makanan-makanan yang disediakan oleh Allah untuk keperluanmu sepanjang satu musim, dan disediakan secara alami dan sesederhana mungkin. Janganlah memakan makanan yang dimasak saja. Kopi, teh, minuman coklat, dan coklat janganlah dijumpai di dalam rumah seorang Advent.
“Mengapakah kamu harus membelanjakan uangmu kepada bahan-bahan yang bukan makanan? Dan menghabiskan upah jerih payahmu kepada barang-barang yang tidak menyenangkan? Dengarkanlah kepada-Ku, maka kamu akan memakan makanan yang menyehatkan, dan biarlah jiwamu disegarkan dalam kegemukan. Sedengkanlah telingamu dan datanglah kepada-Ku : dengarkanlah, maka jiwamu akan hidup; lalu Aku akan mengikat suatu perjanjian abadi dengan kamu, seperti janji kemurahan yang pasti yang Kujanjikan kepada Daud.”
“Mereka yang menguduskan dirinya, … yang memakan daging babi, dan binatang yang haram, serta tikus, akan dilenyapkan semuanya, demikianlah firman Tuhan.”
“Sebab itu, janganlah di antaramu ada laki-laki, atau perempuan, atau kaum keluarga, atau suku, yang berpaling pada hari ini hatinya meninggalkan Tuhan Allah kita, lalu pergi berbakti kepada dewa-dewa bangsa itu; janganlah ada di antaramu akar yang menghasilkan tanaman racun [margin] dan pohon afsantin; karena akan jadi, apabila seseorang sudah mendengar kata-kata yang merupakan kutuk ini, menyangka dirinya tetap diberkati, serta mengatakan, aku akan selamat, walaupun aku mengikuti napsu hatiku sendiri untuk bermabuk-mabuk; tetapi Tuhan tidak akan sayang kepadanya lalu murka Tuhan akan memukul orang itu, sehingga segenap kutuk yang tertulis dalam kitab ini akan menimpa kepadanya, dan Tuhan akan menghapuskan namanya dari bumi. Tuhan akan memisahkan orang itu dari segala suku Israel, sesuai dengan kegenapan segala kutuk yang telah dituliskan di
“Menjauhlah, menjauhlah, tinggalkanlah semuanya dan janganlah menjamah barang yang najis; keluarlah dari tengah-tengahnya, sucikanlah dirimu, hai orang-orang yang melayani di dalam 204 rumah Tuhan.” (Yesaya 52 : 11.)
Janganlah ada dua orang yang tidur dalam satu tempat tidur kecuali keadaan darurat. Mereka yang melalaikan prinsip kesehatan akan menuai benih penderitaan daripada seharusnya menuai kesehatan dan kebahagiaan.
Apabila kamu pergi untuk menghadiri pertemuan-pertemuan apakah itu di dalam gerejagereja MAHK, atau di tempat dimana kebenaran pada masa kini diajarkan, janganlah kamu tidak menghormati Allah dengan berbicara berbisik-bisik atau ketawa. Berjabat tanganlah dengan orang lain di dalam gereja Allah serta membicarakan perkataan yang umumnya memberi semangat, dan jangan alihkan pikiran orang lain dari tujuan pertemuan itu, dan yang menuntun kepada hal-hal yang jahat. Berilah salam antara satu dengan yang lain di gereja harus dilakukan sesudah perbaktian selesai di luar gedung itu, tetapi jika pertemuan itu diadakan di sebuah pondok hal itu dapat dilakukan di dalam setelah pertemuan itu bubar. “Berdiam dirilah, hai segala mahluk di hadapan Tuhan, sebab Ia telah bangkit dari tempat kediaman-Nya yang kudus.” (Zakharia 2 : 15.)
Marilah kita arahkan perhatian kita kepada satu bagian lain yang sangat dilalaikan oleh umat Allah. Roh Kudus mengatakan, “Tetapi aku mau supaya kamu mengetahui hal ini, yaitu, kepala dari tiap laki-laki ialah Kristus; kepala dari perempuan ialah laki-laki; dan kepala Kristus ialah Allah.” (1 Korintus 11 : 3). Perhatikanlah hubungan mata rantai keilahian dan kemanusiaan -- Allah, Kristus, laki-laki, dan perempuan. “Setiap laki-laki yang sedang berdoa atau sedang bernubuat dengan kepala yang tertutup, berarti menghina kepalanya (Allah). Tetapi setiap perempuan yang berdoa atau bernubuat dengan kepalanya tidak tertutup, berarti menghina kepalanya (laki-laki) : karena ia sama 2 dengan perempuan yang dicukur rambutnya. Karena jika ia tidak memakai tudung, hendaklah ia juga mencukur rambutnya; tetapi karena hal itu memalukan bagi perempuan untuk menggundul kepalanya atau mencukur rambutnya, maka hendaklah ia menudungi kepalanya. Tetapi laki-laki tidak perlu menudungi kepalanya, karena dia adalah gambaran dari kemuliaan Allah : tetapi perempuan adalah gambaran dari kemuliaan laki-laki. Sebab laki-laki tidak berasal dari perempuan; tetapi perempuanlah yang berasal dari laki-laki. Juga laki-laki tidak diciptakan karena perempuan, tetapi perempuan diciptakan karena laki-laki”. (ayat 4 – 9.)
Ayat-ayat firman di atas mengajarkan bahwa seorang laki-laki harus membuka topinya apabila ia sedang berdoa atau bernubuat (mengajarkan Alkitab) sedangkan perempuan harus mengenakannya. Mengapa? Karena kepala dari laki-laki adalah Allah tetapi kepala dari perempuan adalah laki-laki. Jika laki-laki menudungi kepalanya, berarti hal itu tidak menghormati Allah. Sebab itu, jika perempuan tidak menudungi kepalanya apabila ia sedang berdoa, maka hal itu berarti tidak menghormati kepalanya -- laki-laki, dan karena ia tidak menghormati laki-laki berarti ia juga tidak menghormati Allah, karena laki-laki itu adalah “gambaran dan kemuliaan dari Allah.” Selain itu, apabila perempuan datang mendekati Allah dengan memakai tudung, maka hal itu melambangkan bahwa ia sedang menempatkan laki-laki -- (kepalanya) disampingnya, lalu datang menghadap Allah.
Janganlah mengambil kesimpulan dengan membaca ayat 15 yang mengatakan, bahwa rambut perempuan itu adalah tudung yang dimaksudkan, karena jika hal itu benar, maka laki-laki harus menggundulkan kepalanya untuk membuat perbedaan di antara keduanya, tetapi karena kita tahu bahwa laki-laki tidak selalu diharuskan menggundulkan kepalanya, maka hal itu membuktikan bahwa penudung kepala yang dipakai perempuan apabila ia sedang berdoa bukanlah rambutnya melainkan adalah topi atau sesuatu jenis penutup kepala lainnya. Untuk menjelaskannya sekali lagi, jika Roh 205 Allah benar-benar mengajarkan bahwa rambut perempuan itu adalah tudung yang dimaksudkan, kenapa dikatakan, “apabila sedang berdoa atau sedang bernubuat”? Bagaimana ia mungkin dapat membuka rambutnya (tudung) apabila ia sedang tidak berdoa kecuali ia memakai wig? Apakah ia dapat membuka atau memasang rambut aslinya secara serampangan? Lebih jauh lagi. Karena pada zaman Paulus, kaum perempuan tidak pernah memotong pendek rambut mereka, maka tidak perlu diminta supaya mereka membiarkan rambut mereka tetap panjang. Tetapi sekali lagi Paulus berkata, “jika perempuan tidak memakai tudung, hendaklah mereka juga menggundul atau mencukur rambutnya.” Kata-kata ini jelas membuat peraturan, bahwa jika perempuan tidak menggunting atau mencukur rambutnya, maka “hendaklah mereka memakai tudung.” Dalam ayat ini dijelaskan bahwa “perempuan yang memiliki rambut yang panjang, adalah merupakan satu kemuliaan kepadanya.” Oleh sebab itu, penutup rambutnya itu juga menunjukkan kerendahan hati di hadapan Allah atau seolah-olah mengesampingkan kemuliaannya.
Apabila kita menyampaikan doa syukur sebelum atau sesudah makan mungkin tidak perlu untuk mengikuti peraturan ini, tetapi tentu saja hal itu perlu sewaktu sedang mengajarkan atau mengadakan perbaktian apakah itu di rumah ataupun di dalam gereja.
“Allah terus menuntun umat-Nya, selangkah demi selangkah. Ia mendidik mereka untuk membedakan hal-hal penting yang diperhitungkan untuk menunjukkan apa yang terdapat dalam hati. Sebahagian orang sabar menderita terhadap sesuatu hal, tetapi kemudian jatuh. Pada setiap kemajuan, hati diuji dan diuji sedikit lebih ketat. Jika setiap orang yang mengaku umat Allah melihat bahwa hati mereka bertentangan kepada pekerjaan ini, maka ia itu akan memberi keyakinan kepada mereka bahwa mereka mempunyai satu tugas yang harus dilakukan untuk mengatasinya, jika tidak mereka akan diludahkan keluar dari mulut Tuhan. Malaikat itu berkata, ‘Allah akan melaksanakan pekerjaan- Nya semakin ketat untuk menguji dan menyatakan keadaan setiap umat-Nya.’ Sebahagian orang senang menyambut sesuatu hal, tetapi apabila Allah menghadapkan kepada mereka ujian terhadap sesuatu hal yang lain, maka mereka takut dan mundur daripadanya, karena mereka dapati bahwa hal itu menyerang secara langsung dewa-dewa yang mereka hormati. Di sini mereka mempunyai kesempatan untuk menyaksikan apa yang ada di dalam hati mereka yang menutup Yesus tinggal di luar. Mereka menjunjung sesuatu lebih tinggi daripada kebenaran, sehingga hati mereka tidak bersedia menerima Yesus. Setiap orang diuji dan dibuktikan melalui suatu kesempatan kepada mereka supaya melihat jika mereka mau mengorbankan berhala mereka dan menyambut nasehat Saksi Yang Benar itu. Jika setiap orang tidak mau dikuduskan melalui penurutan kepada kebenaran, dan mengatasi sifat mereka yang mementingkan diri, kesombongan mereka, napsu-napsu mereka yang jahat, maka malaikat-malaikat mempunyai perintah, “biarlah mereka sendiri bersatu dengan berhala-berhala mereka”, serta meninggalkan pekerjaan mereka untuk menyerahkan sifat mereka yang bejat, kepada pengendalian malaikat-malaikat jahat. Mereka yang tampil menghadapi setiap ujian, lalu mengatasinya, adalah orang-orang yang mendengarkan nasehat dari Saksi Yang Benar itu, dan mereka akan menerima hujan akhir, sehingga dengan demikian mereka pantas bagi pengubahan.” -- Testimonies for the Church, Jilid 1, hal. 187.
Pusat Gunung Karmel telah menyediakan contoh ini dan menghendaki supaya semua saudara mengikuti dengan seksama segala kehendak Allah jika mereka mau berpisah dari dosa-dosa dunia, lalu menerima meterai Allah agar luput dari kebinasaan itu. Semua orang harus mengadakan penyesuaian diri oleh mematuhi pokok-pokok penting dari terbitan ini, lalu menunjukkan kepada Allah bahwa kamu senang untuk mematuhi segala persyaratan dari kebenaran-Nya, dan oleh pengorbananmu menunjukkan kasihmu untuk keselamatan umat-Nya, sehingga mereka tidak tersandung karena dosa- 206 dosamu melainkan ditarik kepada-Nya melalui teladan baik yang kamu perlihatkan, dan itu juga merupakan bukti kepada pekabaran yang kita emban. Mereka yang lalai untuk mematuhi dengan seksama kesaksian pembaharuan yang dikatakan oleh Saksi Yang Benar ini akan ditinggalkan tanpa maaf, dan apabila mereka ditanya : “Kawan bagaimana engkau datang kemari tanpa memakai pakaian pesta?” Mereka akan membisu. (Matius 22 : 12.)
3
“Hai para suami, kasihilah isterimu, sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat, dan telah menyerahkan diri-Nya untuknya; sehingga Ia dapat menguduskan dan membersihkannya dengan penyucian air melalui Firman, supaya Ia dapat mempersembahkannya kepada diri-Nya Sendiri satu sidang yang mulia, tanpa cacat, tanpa kerut, atau sesuatu yang serupa dengan itu, tetapi adalah sidang yang kudus dan tidak bercela. Maka laki-laki harus mengasihi isterinya sebagaimana ia mengasihi tubuhnya sendiri. Ia yang mengasihi istrinya berarti mengasihi tubuhnya sendiri. Sebab tidak pernah orang membenci tubuhnya sendiri, tetapi memelihara dan merawatnya, sama seperti Tuhan mengasuh jemaat itu : karena kita adalah anggota tubuh-Nya dari daging-Nya dan tulang- Nya. Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ibu dan bapanya, dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging.” (Efesus 5 : 25 – 31.)
“Hai para suami, kasihilah isterimu dan janganlah berlaku kasar kepada mereka. Hai anakanak, taatilah orangtuamu dalam segala hal : karena hal itulah yang berkenan kepada Tuhan. Hai para bapa, janganlah membangkitkan amarah terhadap anak-anakmu supaya hatinya jangan tawar.”
Oleh karena itu janganlah mempertontonkan tubuhmu dengan rantai jam, dan dengan perhiasan-perhiasan yang sia-sia, karena semuanya itu akan merendahkan tabiatmu serta menurunkan harga dirimu -- yaitu gambaran dari Allah.
SIAPAKAH YANG AKAN DIPERSALAHKAN?
BATANG ATAU CABANG?
“Roh Kebenaran” menjelaskan bahwa di dalam peri kehidupan ini, tidak ada yang terlalu berat yang akan membenarkan kita menyimpang dari jalan kewajiban. Paulus mengatakan bahwa apapun tidak akan “menggoyahkan” imannya, dan jika perlu ia mau mati, hanya supaya Tuhannya dapat dimuliakan dalam hidupnya dan bangsanya diselamatkan.
Roh Nubuat mengatakan : “Berdirilah untuk mempertahankan kebenaran dan keadilan sewaktu sebahagian besar saudara meninggalkan kita, berjuanglah dalam peperangan Tuhan ketika pemenangnya adalah sedikit, -- ini akan menjadi ujian kita. Pada zaman ini kita harus menghimpun kehangatan dari kedinginan orang-orang lain, menghimpun keberanian dari kepengecutan mereka, dan menghimpun kesetiaan dari penghianatan mereka.” -- Testimonies for the Church, Jilid 5, hal. 136.
Menyimpang dari petunjuk jalan yang mula-mula adalah bukti yang jelas bahwa hal ini bukan merupakan batasan-batasan bagi cabang-cabang yang lepas itu yang telah bangkit dari waktu ke waktu selama bertahun-tahun. “Kita telah tersesat jauh dari penunjuk jalan yang mula-mula.” Marilah kita kembali. Jika Tuhan itu adalah Allah, berbaktilah kepada-Nya; tetapi jika baal, berbaktilah kepadanya. Dipihak manakah kamu berada?” -- Testimonies for the Church, Jilid 5, hal. 137.
207“Sidang telah berpaling dari mengikuti Kristus pemimpinnya lalu terus menerus mundur menuju Mesir. Namun ada sedikit orang yang merasa takut dan takjub akan kekurangan kuasa rohani mereka.” Idem, hal. 217. “Aku melihat Pemimpin kita itu sedang menunjuk kepada pakaian-pakaian orangorang yang disebut orang yang benar itu. Ia membuka semua serta meletakkan baju yang kotor itu di bawah. Kemudian Ia berkata kepadaku, ‘Tidak dapatkah engkau melihat bagaimana mereka berpurapura telah menutupi kebusukan dan kebobrokan tabiat mereka? Bagaimana kota yang setia itu telah menjadi seorang perempuan sundal? Rumah Bapa-Ku telah dijadikan menjadi suatu tempat berdagang, suatu tempat dimana kehadiran dan kemuliaan Ilahi sudah tiada! Inilah yang menyebabkan kelemahan dan kekurangan kekuatannya.” -- Testimonies for the Church, Jilid 8, hal. 250.
“Sementara Yesus memandang kepada keadaan orang-orang yang mengaku pengikut-Nya pada waktu ini, Ia melihat dasar dari tidak tahu berterima kasih, tata cara yang palsu, ketidaktulusan hati yang munafik, kesombongan farisi dan pendurhakaan.” -- Testimonies for the Church, Jilid 5, hal. 72.
Kutipan yang di atas jelas telah mengamarkan kita terlebih dahulu bahwa sidang sebagai suatu badan telah “berpaling dari mengikuti Kristus Pemimpinnya”, dan “kemurtadan” benar-benar telah merajalela di antara “orang-orang yang mengaku sebagai pengikut-Nya sehingga “kehadiran dan kemuliaan Ilahi telah meninggalkan” sidang. Kenyataan-kenyataan ini seharusnya sudah membuat masing-masing kita, dengan rasa takut dan gemetar, supaya “berkeluh kesah dan menangis karena segala kekejian yang dilakukan di tengah-tengahnya”, kalau tidak kita akan menggertakkan gigi karena pilu di dalam kehancuran yang kekal itu. Tidakkah kita mau mendengarkan nasehat-nasehat seperti orang-orang Niniwe pada zaman dahulu atau haruskah kita membayar dengan mahal?
Berbicara mengenai orang-orang yang memperturutkan hatinya untuk mengeritik orang yang menegur mereka, kita baca : “Mereka akan mempertanyakan dan mengeritik segala sesuatu yang timbul dalam kebenaran yang sedang diungkapkan, mencela kedudukan dan pekerjaan orang-orang lain, mencela setiap cabang pekerjaan dimana mereka sendiri tidak turut ambil bagian. Mereka akan termakan kekeliruan, kesalahan, dan kekurangan-kekurangan orang lain, ‘hingga’ malaikat itu berkata, ‘Tuhan Yesus akan bangkit dari pekerjaan perantara-Nya dalam bait suci Surga, lalu Ia sendiri akan memakai pada Diri-Nya pakaian pembalasan, dan mengejutkan mereka pada pesta jamuan mereka yang tidak suci itu; sehingga mereka akan mengetahui dirinya bahwa mereka tidak layak bagi pesta perkawinan Anak Domba itu.’ Selera mereka sudah terlalu disesatkan sehingga
4 mereka akan cenderung untuk mencela bahkan mengeritik meja perjamuan Tuhan dalam kerajaan- Nya.” -- Testimonies for the Church, Jilid 5, hal. 690.
Kutipan di atas jelas menyatakan bahwa Pemimpin sidang yang benar akan “bangkit dari pekerjaan perantara-Nya dalam bait suci surga” lalu mengakhiri pesta jamuan “yang tidak suci” itu untuk selama-lamanya, bukan setelah masa kasihan berakhir melainkan “pada waktu kebenaran sedang diungkapkan.”
Melihat kepada pendurhakaan yang menakutkan ini, yang disebabkan oleh “keragu-raguan dan bahkan ketidakpercayaan terhadap kesaksian-kesaksian dari Roh Allah” (Testimonies for the Church, Jilid 5, hal. 217), yang dilakukan baik oleh pengkhotbah maupun anggota awam, dan juga oleh karena “orang-orang terkemuka, kepada siapa Allah telah memberikan terang besar … telah menghianati kepercayaan mereka (Testimonies for the Church, Jilid 5, hal. 211), dan yang sekarang sedang mencela “segala sesuatu yang timbul dari kebenaran yang sedang diungkapkan”, sebab ia itu 208 telah menyatakan kesalahan mereka, maka tidakkah seharusnya kita semua akan lebih setia dalam “kepercayaan” kita untuk mengamarkan saudara-saudara dan saudari-saudari kita yang kekasih sebelum semuanya terlambat? Tetapi marilah kita melakukannya dengan Roh yang sama dengan Kristus, memperhatikannya terlebih dahulu untuk diri kita sendiri agar kita sebagai orang yang mengaku “berdiri dalam terang” tidak akan jatuh ke dalam perangkap yang sama yang dipasang oleh musuh lalu mendurhaka dengan mengulangi kesalahan-kesalahan yang dikutip dalam paragraf ini, serta juga menggenapi nubuatan berikut :
“Akan ada di antara kita orang-orang yang selalu ingin mengawasi pekerjaan Allah, bahkan ingin mengatur pergerakan-pergerakan apa-apa yang harus dilakukan pada waktu pekerjaan itu ber-jalan maju di bawah petunjuk malaikat yang bergabung dengan malaikat yang ketiga dalam pekabaran yang akan disampaikan kepada dunia. Allah akan menggunakan cara-cara dan saranasarana dengan mana ia itu akan terlihat bahwa Ia sedang memegang pemerintahan di dalam tangan-Nya sendiri. Para pengerja akan merasa heran melihat alat-alat yang sederhana yang Ia akan gunakan untuk membawakan dan menyempurnakan pekerjaan pembenaran-Nya.” -- Testimonies to Ministers, hal. 300.
DISELAMATKAN GANTINYA “DILUDAHKAN”
Saya merasa sangat senang, benar-benar mengharukan, karena pekabaran Tongkat Gembala itu telah menemukan suatu tempat yang hangat dalam hatiku. Saya mengasihi Juruselamatku dan merasakan bahwa Ia telah menaruh sayang kepadaku dengan memberikan kesempatan yang kedua kali, yaitu kesempatan untuk menunjukkan kasihku menerima saudara-saudaraku yang mencela dan yang banyak membangkitkan kemarahan orang-orang yang bertugas menyampaikan pekabaran dari Wahyu 18 : 1 dari mana mereka telah dipersalahkan sehingga menutup rumah dan hati mereka terhadap terang yang sudah diramalkan oleh Sister White akan datang. (Testimonies to Ministers,
“Buku Testimonies on Sabbath School Work”, hal. 62 – 66, telah memberikan kesan yang sangat kuat kepadaku sehingga memaksa saya membeli buku itu sebuah untuk saya sendiri, dan juga membeli buku “Testimonies to Ministers”, maka apa yang saya telah baca di dalamnya sudah cukup untuk memberi keyakinan kepada saya bahwa musuh itu telah menyusup ke dalam sidang sejak tahun 1844 TM, dan melalui pekerjaannya yang menipu ia telah memintal sebuah jaring kepalsuan oleh mana ia telah “menjerat” semua anak-anak Allah “terkurung di dalam lubang” dan jika mungkin ia akan menipu mereka semua, tetapi kita harus menolong mereka.
Saya merasa bahwa Bapaku yang di sorga telah membuat Firman-Nya itu begitu agung di hadapan saya supaya aku dapat melihat dengan jelas, mengapa Ia harus melakukan “tindakan-Nya yang ganjil” dari Yeheskiel 9 itu. Yang sekarang benar-benar merupakan pekabaran, “Serukanlah dengan kuat dan jangan tahan-tahan, tunjukkanlah pelanggaran umat-Ku, dan segala dosa isi rumah Israel”, dan juga seruan yang menyatakan, “Bersedialah untuk bertemu dengan Allahmu, hai Israel” adalah menjadi kewajiban sidang. Benar-benar Tuhan telah menjadikan sahabatku yang tetap dan saya telah lebih banyak kenal kepada-Nya dalam beberapa bulan yang terakhir ini jika dibandingkan dengan duapuluh tahun lebih, selama saya sudah menjadi orang Advent!
Saya yakin, bahwa pada masa yang lampau, dalam suatu jangka waktu yang singkat, saya 209 adalah seorang Laodikea yang 100 % -- merasa puas dalam kebutaan saya -- tetapi saya telah membeli “emas yang teruji dalam api” yang lebih banyak memberi keyakinan daripada sebelumnya. Maka oleh rahmat dan pertolongan-Nya kepada semua orang yang menyambut saya, saya akan berusaha keras untuk menunjukkan kepada mereka melalui perkataan dan melalui teladan jalan yang benar untuk pulang. Saya ingin untuk memiliki suatu peranan dalam Seruan Tuhan itu, sehingga dengan demikian saya dapat bergabung untuk menyanyikan nyanyian “Musa serta nyanyian Anak Domba itu.”
Bolehkah saya mendapat tempat di dalam daftar acara doa saudara? Saya rindu agar keluarga saya yang terdiri dari tujuh anak dapat tinggal di dalam Kanaan surga. Hanya pekabaran ini yang dapat menggenapi janji itu, “mereka yang mau dan menurut akan menikmati makanan yang baik dari negeri itu.”
Saudaramu yang mengembalikan banyak orang kepada kebenaran
(Tertanda) Ny. Emma Spencer
Denver, Colorado
BAPA AMPUNILAH MEREKA KARENA MEREKA
TIDAK TAHU APA YANG MEREKA PERBUAT
Hampir tidak masuk akal untuk memikirkan bahwa laki-laki dan perempuan yang mengaku percaya kepada Pekabaran Malaikat Yang Ketiga, yaitu pekabaran rahmat yang terakhir kepada
5 sebuah dunia yang sedang binasa, sama sekali telah kehilangan kontrol atas diri mereka sendiri di dalam rumah Allah, karena benar-benar telah mengulurkan tangan kepada salah seorang dari antara ibu-ibu Israel dan mengusirnya dari gedung itu. Hal ini dilakukan karena mereka memandang dia sebagai seorang bidat (penganut aliran sesat) dan seorang yang tidak layak duduk di dalam gereja untuk berbakti kepada Allah. Ini adalah suatu pengaduan yang disampaikan ke kantor ini melalui sebuah surat yang dijelaskan dalam kata-kata sebagai berikut :
“Pada waktu pimpinan sekolah sabat melihat saya sedang duduk di dalam gereja, air mukanya kelihatan berubah kemudian ia kembali bersama sekretaris gereja dan mereka berdua berkata, ‘Sebagian orang bebal lebih susah ditaklukkan daripada orang-orang pintar! ...’ Pendeta dan sekretaris itu datang kepada saya lalu mereka mengangkat saya dari tempat duduk saya dan saya menarik diri saya ke bawah. Kemudian mereka menyentak lengan baju saya sehingga sobek, dan mendorong saya keluar pintu. Betapa suatu roh yang mengerikan! Orang-orang Yahudi mengira bahwa mereka sedang melayani Allah sewaktu mereka menyalibkan Kristus. Sungguh, apabila kita menolak terang, maka kegelapan seluruhnya akan menghinggapi kita.”
Maukah kita berdoa dengan sungguh-sungguh untuk menghidupkan Roh Kristus walaupun saudara-saudara dan saudari-saudari kita yang kekasih itu kehilangan kontrol atas diri mereka sendiri seperti yang sudah diberitahukan di atas?
210“KAMU MENERIMANYA DENGAN CUMA-CUMA,
MAKA BERILAH DENGAN CUMA-CUMA”
Saya sangat berterima kasih karena kebenaran pada masa kini telah menemukan saya. Keputusan saya adalah untuk menghidupkannya sebagaimana yang diperintahkan kepadaku oleh Firman itu, dan adalah menjadi kerinduanku untuk memberitahukan pekabaran ini kepada orangorang lain, supaya mereka dapat melihat keadaan mereka yang sebenarnya lalu menyambut dengan gembira kebenaran yang ajaib ini bersama saya.
(Tertanda) Ny. Millie Freeman
Denver, Colorado
SEORANG “NATHANAEL” ZAMAN SEKARANG
Saudara-saudara yang kekasih dalam iman sekali waktu yang telah disampaikan kepada Para Bapa :
Pertama sekali saya ingin mengucapkan terima kasih kepada saudara karena kedua traktat yang saudara kirimkan kepada saya beberapa hari yang lalu, … dan sekarang saya telah membaca beberapa Symbolic Code yang saudara kirimkan ke alamat saya.
Saya membaca segala sesuatu yang dikirimkan kepada saya. Saya tidak peduli dari organisasi mana bacaan itu datang. Saya tidak pernah menaruh curiga terhadap siapapun. Saudara tentu mengetahui bahwa Paulus telah mengatakan kepada kita supaya, “Selidikilah segala perkara; berpegang teguhlah pada yang baik”, dan “Janganlah memandang rendah akan nubuatan-nubuatan.” (1 Tesalonika 5 : 20, 21). Saya percaya jika kita rajin mempelajari Alkitab dan juga buku-buku Sister White, maka kita tidak akan tertipu apapun yang kita baca.
Sejak tanggal 14 Mei 1921 saya sudah menjadi seorang Advent. Kemudian saya dibaptiskan pada waktu itu tetapi saya telah memelihara hari Sabat dan kebenaran-kebenaran lain sejauh yang saya ketahui sejak tanggal 10 Desember tahun sebelum itu. Saya datang dari gereja Lutheran. Saya telah lama mengetahui bahwa pemimpin-pemimpin kita tidak ada menghidupkan apa yang mereka khotbahkan, namun saya tidak tahu kemana lagi saya akan pergi, karena gereja-gereja lain kelihatannya lebih buruk. Tetapi ketika beberapa orang mengatakan kepada saya bahwa pemimpin-pemimpin sidang MAHK telah mengusir secara paksa beberapa saudara dari gereja bahkan dengan kekuatan dan secara fisik, maka saya sudah menganggap mereka sebagai para pembohong. Maksud saya kalau para anggota itu tidak melakukan kesalahan terkecuali mereka telah menerima kebenaran tambahan dari Alkitab dan Roh Nubuat.
Saya sering merasa heran bagaimana mungkin generasi ini bersedia bagi pengubahan sedangkan waktunya sudah semakin dekat. Karena kita harus didapati tanpa cacat di hadapan Allah. Sidang dalam keadaannya yang sekarang tidak akan dapat mempersiapkan kita bagi peristiwa itu kecuali kita berjalan mendahului para pemimpin kita itu seperti yang telah kita lakukan.
Menurut surat-surat yang diterbitkan dalam Symbolic Code (yang saya tidak ragukan sama sekali), gereja-gereja kita telah berubah menjadi perkumpulan-perkumpulan rahasia karena ditutupnya 211 pintu-pintu gereja bahkan kepada saudara-saudara seiman. Yesus juga sudah mengetahui bahwa Petrus akan menyangkal Dia sebelum matahari terbit. Yesus juga telah mencuci kaki Yudas dan membiarkan dia turut ambil bagian dalam Perjamuan Malam sekalipun Ia mengetahui bahwa hatinya sudah tidak benar dan akan menghianati Dia beberapa jam lagi, namun Ia memperlakukan mereka sebagai saudara-saudara, bahkan kepada Yudas Ia memanggil “Teman” (Matius 26 : 50). Yesus tidak pernah mengusir siapapun dari gereja kecuali mereka yang berjual beli di sana. Jika Yesus melakukan hal itu sekarang maka hanya sedikit orang yang tinggal di dalam sinagog (gereja).
Tolonglah kirimkan Symbolic Code itu setiap bulan kepada saya.
(Tertanda) E.A.P
6
PERTANYAAN DAN JAWABAN
Pertanyaan : “Saudara membuat pernyataan dalam Symbolic Code terbitan bulan Juli bahwa, ‘Jika seseorang tidak mengadakan pembaharuan pada saat ia yakin akan kebenaran itu, maka di kemudian haripun ia tidak akan mengadakan pembaharuan.’ Jika hal ini benar, maka saya adalah orang yang hilang. Saya percaya akan pekabaran yang saudara sampaikan kepada sidang walaupun saya belum dapat memahami sepenuhnya, tetapi saya tahu bahwa saya telah mengerjakan segala apa yang dapat saya lakukan. Jika yang saudara katakan itu benar, maka saya adalah orang yang hilang.”
Jawab : Symbolic Code tidak ada bermaksud melalui perkataan “pembaharuan” itu supaya seseorang harus menjadi sempurna dalam sesaat, karena kesempurnaan itu dicapai dengan berjalan terus dalam kebenaran serta mendaki selangkah demi selangkah. “Testimonies for the Church”, Jilid 1, hal. 187. Seorang Kristen yang benar tidak pernah mundur ke belakang tetapi sebagaimana gandum yang sepenuhnya sempurna dari ladang, maka ia juga sempurna tanpa cela sejak terang yang meneranginya. Sebab itu, jika saudara telah mengadakan satu langkah permulaan dan masih terus berlari dalam perlombaan maka tidak ada alasan saudara akan hilang -- “Sebab orang benar itu jatuh tujuh kali, namun ia akan bangkit kembali (Amsal 24 : 16). “Dan jika seseorang berdosa, kita mempunyai seorang Pembela di hadapan Bapa, yaitu Yesus Kristus yang benar itu.” (1 Yohanes 2 : 1.)
Golongan orang yang tidak mengadakan pembaharuan menurut Symbolic Code, adalah orangorang yang tidak mau memulai perlombaan pada waktu mereka sudah diyakinkan oleh kebenaran, sama seperti Agripa yang mengatakan, “Hampir saja engkau meyakinkan aku menjadi seorang Kristen.” (Kisah 26 : 28), kemudian memaafkan diri mereka sendiri seperti yang dilakukan oleh Felix, serta mengatakan, “Sekarang pergilah dahulu; dan apabila saya mempunyai waktu yang tepat, maka aku akan memanggil engkau” (Kisah Para Rasul 24 : 25). Ternyata saudara sudah mulai berjuang untuk mengalahkan dosa dengan berjalan dalam terang, maka hal ini sudah cukup menjadi bukti bahwa saudara tidak hilang, dan jika saudara meneruskan demikian, saudara akan selamat, kalau tidak kita semua akan hilang.
Musuh akan menipu kita dengan berbagai-bagai cara, ia tidak peduli yang mana, maka janganlah kita memberi kesempatan apapun kepadanya. Paulus berkata : “Oleh sebab itu terlihat bahwa kita juga hanya dibatasi dengan suatu awan saksi yang besar, maka marilah kita menyisihkan setiap beban dan dosa yang begitu mudah menimpa kita, dan marilah kita berlari dengan sabar dalam perlombaan yang telah ditaruh di hadapan kita, Pandanglah pada Yesus Penulis dan Penyelesai iman kita; Dia yang untuk kebahagiaan telah ditetapkan di hadapan-Nya untuk tekun menanggung salib itu, 212 yang dianggap hina dan memalukan, dan yang sekarang duduk di sebelah kanan tahta Allah.” (Ibrani
Pertanyaan : Saya telah membaca traktat-traktat saudara dan membuat hati saya sangat terkesan. Saya ingin mengetahui apakah saudara dapat membantu saya menjelaskan beberapa ayat firman Tuhan yang belum dapat saya pahami. Untuk ini saya sudah dua kali menulis surat kepada saudara W.G. Wirth dari majalah Sign, namun saya belum menerima jawaban baik melalui majalah Sign ataupun melalui surat. Ayat-ayat yang menyusahkan saya adalah ayat yang terdapat dalam Yesaya 65 : 20; Yohanes 3 : 13 (Bagaimana mengenai Henok dan Eliyah?). 1 Timotius 4 : 3, 4 (Lalu kenapa Sis. White mengatakan kepada kita supaya kita meninggalkan makanan daging?). Saya sangat menghargai semua penjelasan saudara jika saudara dapat menjelaskan semua permasalahan saya dan juga menjelaskan Yesaya 66 : 20.”
Jawab : Mengenai Yesaya 66 : 20, orang yang bertanya akan menemukan penjelasannya dalam buku “Tongkat Gembala”, Jilid 1, hal. 164, 165.
Yesaya 66 : 20 dijelaskan melalui ayat 16 dan 19. Dalam ayat 16 disajikan suatu pembantaian yang dilakukan oleh Tuhan, dan dalam ayat 19 kita baca kata-kata ini : “Dan Aku akan mengutus mereka yang luput dari tengah-tengah mereka kepada bangsa-bangsa … ke pulau-pulau yang jauh, yang belum pernah mendengar tentang Aku, dan juga belum pernah menyaksikan kemuliaan-Ku; maka mereka akan memberitakan kemuliaan-Ku di tengah-tengah bangsa-bangsa Kapir.”
Kutipan-kutipan di atas membuat hal itu jelas bahwa walaupun pembantaian itu terjadi, namun ia itu bukan menimpa kepada orang-orang Kapir, karena mereka yang luput dari pembantaian Tuhan sebagaimana yang dilukiskan dalam ayat 16, akan diutus kepada segala bangsa. Dan karena mereka itu akan memberitakan kemuliaan-Nya ke tengah-tengah bangsa-bangsa Kapir yang belum pernah mendengar tentang Dia, maka hal itu berarti bahwa pembantaian itu akan terjadi di tengah-tengah mereka yang mengaku umat Allah, sebab orang-orang yang luput itu akan memberitakan kemuliaan- Nya di tengah-tengah bangsa Kapir. Oleh karena itu, orang-orang yang luput itu tidak mungkin orang-orang Kapir, tetapi sebaliknya adalah orang-orang Kristen yang mengenal kebesaran dan kemuliaan-Nya.
Selain itu, karena di dalam ayat 20 itu dikatakan bahwa orang-orang yang luput dari pembantaian itu “akan membawa semua saudaramu keluar dari segala bangsa untuk persembahan kepada Tuhan … ke atas gunung-Ku yang kudus yaitu Yerusalem, demikian firman Tuhan, sebagaimana bani Israel membawa suatu persembahan di dalam bejana yang kudus ke dalam rumah Tuhan”, maka hal itu menunjukkan bahwa pembantaian itu akan terjadi sebelum berakhirnya masa kasihan dan sebelum pekabaran itu disampaikan kepada segala bangsa dan bahwa pembantaian itu akan me-nyucikan sidang Allah, sebab mereka membawa saudara-saudaranya “di dalam sebuah bejana yang suci.” Sebab itu, pembantaian yang terdapat dalam Yesaya 66 : 16, Yeheskiel 9 : 5 – 7, dan Testimonies for the Church, Jilid 5, hal. 211; Jilid 3, hal. 267 adalah perkara-perkara yang sama -- penyucian sidang (Testimonies for the Church, Jilid 5, hal 80), dan setelah pemeteraian mereka yang 144.000 itu (Testimonies to Ministers, hal. 445), maka pada waktu itulah dapat dikatakan : “Dengan mengenakan senjata kebenaran Kristus, sidang akan masuk ke dalam peperangannya yang terakhir, ‘indah bagaikan bulan, cerah seperti matahari, dan menakutkan seperti bala tentara dengan 7 panji-panjinya’, ‘ia akan pergi ke seluruh dunia, untuk menaklukan dan mengalahkannya.’” -- “Prophets 213 and Kings”, hal. 725.
Yohanes 3 : 13 -- “Tidak ada seorang pun yang telah naik ke surga, selain daripada Dia yang turun dari surga, yaitu Anak Manusia yang ada di dalam surga.”
Karena ayat yang dikutip di atas bukan menjelaskan ayat itu sendiri dan jika kita mau berusaha untuk menafsirkannya lepas dari hubungan kata-katanya, tentu saja kita sudah membuat kesimpulan yang salah. Maka, dengan mempelajari ayat-ayat yang mendahuluinya, kita akan mengetahui bahwa Yesus sedang mengajarkan perkara-perkara rohani kepada Nikodemus dengan menggunakan perkaraperkara yang biasa, dan karena Nikodemus gagal memahami artinya, maka Guru itu berusaha untuk menunjukkan kebodohannya dengan berkata, “Jika Aku telah mengatakan kepadamu perkara-perkara duniawi, tetapi engkau tidak percaya, maka bagaimana engkau dapat percaya, jika Aku akan mengatakan kepadamu perkara-perkara surgawi? Tidak ada seorang pun yang telah naik ke surga, selain daripada Dia yang turun dari surga, yaitu Anak Manusia yang berada dalam surga.” (ayat 12 dan 13). Maksud ayat itu, bukan mengatakan bahwa tidak ada orang yang telah naik ke surga sebab Henok dan Eliyah telah melakukannya, tetapi maksudnya ialah, bahwa tidak ada orang yang telah naik lalu mendengar perkara-perkara sorgawi dan kemudian turun ke atas bumi untuk menceritakan semuanya, selain daripada Dia Yang “turun dari surga, yaitu Anak manusia”, artinya, Kristus adalah satu-satunya orang yang telah berada di surga, dan yang turun serta yang dapat menerangkan segala perkara surga itu.
Mengenai 1 Timotius 4 : 3 - 5 -- “Pelarangan orang kawin, dan melarang orang memakan daging yang diciptakan oleh Allah supaya dengan pengucapan syukur dimakan oleh orang-orang yang percaya dan yang telah mengenal kebenaran. Karena semua yang diciptakan oleh Allah itu baik, dan satupun tidak ada yang haram, jika diterima dengan ucapan syukur : karena semuanya itu akan dikuduskan oleh Firman Allah dan oleh doa.”
Adalah tidak sesuai dengan pernyataan Alkitab untuk memberi kesimpulan kepada ayat ini supaya kita bebas memakan segala sesuatu yang diciptakan oleh Allah, tetapi sebaliknya ia itu cukup disucikan oleh firman Allah. Perhatikanlah baik-baik apa yang dikatakan oleh Roh itu : “Melarang orang makan daging, yang telah diciptakan oleh Allah supaya diterima dengan pengucapan syukur.” Kata-kata ini jelas menunjukkan bahwa sebagian orang berada pada kedudukan yang bertanggung jawab akan melarang orang untuk menjauhkan semua daging yang tidak dikuduskan oleh Allah tetapi telah diciptakan supaya diterima dengan ucapan syukur. Artinya, siapapun tidak berhak untuk melarang orang lain memakan yang diijinkan oleh Allah kepada kita supaya dimakan dengan “pengucapan syukur”, sebab tidak ada orang yang sudah mengetahui kebenaran berani mengucap syukur atas makanan yang Ia larang untuk dimakan.
Sekalipun demikian, Allah Sendiri menyediakan hak untuk menariknya atau untuk memberi satu makanan khusus bagi hamba-hamba-Nya pada sesuatu waktu apabila Ia melihat waktunya sudah tepat. Misalnya, Ia telah melarang penggunaan makanan daging kepada Israel kuno selama empat puluh tahun di padang belantara, -- Simson dilarang memakan hasil dari pohon anggur; dan kepada Yohanes Pembaptis ditentukan untuk memakan lokus dan madu hutan. Walaupun adalah salah bagi Simson dan Yohanes untuk memakan hasil dari pohon anggur, namun hal itu dibenarkan bagi orang-orang lain bahkan Kristus sendiri memakannya. Demikian juga yang berlaku sekarang. Jika Allah memberikan suatu makanan khusus kepada kita, maka janganlah kita menentangnya tetapi 214 sebaliknya harus senang mematuhinya. Hal itu dapat dibuktikan melalui Alkitab bahwa hamba-hamba Allah pada zaman ini, harus menjadi orang-orang vegetarian (berpantang daging) sama seperti contohcontoh yang ditunjukkan di atas.
Sejauh ini, satu-satunya umat yang kita ketahui menggenapi nubuatan 1 Timotius 4 : 3, 4 itu, adalah Katolik Roma dan Katolik Yunani, terutama Katolik Roma telah melarang pendeta-pendeta dan biarawati supaya jangan kawin dan memerintahkan agar jangan memakan daging pada hari Rabu dan hari Jumat, dan hari-hari puasa, yang Allah tidak pernah perintahkan melalui nabi-nabi- Nya.
Benar, Sis. White menganjurkan makanan vegetarian tetapi ia tidak melarang kawin. Oleh sebab itu, ia sendiri tidak ada menggenapi hal-hal yang disebutkan dalam nubuatan itu. Tambahan pula, perintah yang mengatakan supaya “menjauhkan makanan daging” dan melarang orang “kawin” adalah bukan itu yang merupakan dosa tetapi sebaliknya mereka “akan menyimpang dari iman (kebenaran), lalu tergoda untuk mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran-ajaran setan; dan berbicara dusta dalam kemunafikan, suara hatinya dibakar oleh besi panas.” (ayat 1 dan 2). Maka tindakan untuk melarang “memakan daging” dan “melarang kawin” itu seharusnya dapat mengundang perhatian kita agar dapat mengenal umat yang menyimpang dari iman dan supaya jangan menggabungkan diri kita sendiri dengan mereka walaupun mungkin mereka mengaku sebagai orang-orang Kristen.
Pertanyaan : “Jika mereka yang 144.000 itu menyanyikan nyanyian yang tidak dapat dinyanyikan oleh rombongan lain, yang merupakan suatu nyanyian pengalaman, kenapa rombongan orang banyak itu tidak dapat menyanyikan nyanyian pengalaman ini, jika mereka juga telah hidup sepanjang tujuh bela yang kemudian diubahkan?”
Jawab : Perlu diperhatikan bahwa Tongkat Gembala itu sedang menjelaskan perbedaan mereka yang 144.000 itu dengan orang mati, bukan dengan “rombongan orang banyak” itu. Akan tetapi, mereka yang 144.000 memiliki pengalaman tentang Yeheskiel sembilan, yang tidak dialami oleh rombongan orang banyak itu, dan inilah perbedaannya. Tetapi ada dijelaskan bahwa sebagai “pemain-pemain kecapi” itu menyanyi, tidak ada yang dapat mempelajari nyanyian itu kecuali mereka yang 144.000 itu, karena mereka adalah orang-orang “yang ditebus.” (Wahyu 14 : 3). Pernyataan ini menjelaskan bahwa rombongan ini telah ditebus, dan itulah sebabnya mengapa mereka saja yang dapat menyanyikan nyanyian itu; artinya, pada waktu yang khusus ini. Jadi ia itu bukan mengatakan bahwa rombongan orang banyak itu, yaitu orang-orang yang belum ditebus, tidak dapat mempelajari 8 nyanyian itu sesudah mereka ditebus, karena kita membaca di dalam Wahyu 15 : 2, 3 bahwa semua orang “yang telah memperoleh kemenangan atas binatang itu, atas patungnya, atas tandanya, dan atas bilangan angka namanya ... akan menyanyikan nyanyian Musa ... Dan nyanyian Anak Domba itu.”
Pertanyaan : “Adakah pembantaian Yeheskiel Sembilan itu akan digenapi oleh tujuh bela yang terakhir?”
Jawab : Kehancuran yang dinubuatkan seperti yang dilukiskan dalam nubuatan Yeheskiel hanya diterapkan secara langsung hanya kepada sidang Allah -- “isi rumah Israel dan Yehuda” (Yeheskiel 9 : 9). Sebab itu, kehancuran ini hanya dapat diterapkan secara tidak langsung kepada tujuh bela yang terakhir.
215Kehancuran organisasi MAHK -- “Israel dan Yehuda” (dimana mereka yang 144.000 itu adalah dua belas suku) tidak terjadi pada waktu berlangsungnya bela-bela itu, karena melalui “suara dari surga” umat Allah diperintahkan supaya keluar dari segala tempat dimana ada dosa lalu bergabung dengan sidang Allah yang sudah dikuduskan dimana tidak ada lagi dosa, sehingga mereka “tidak turut ambil bagian dari dosa-dosanya, dan supaya “mereka tidak ditimpa bela-belanya.” (Wahyu 18 : 4). Jika ini tidak demikian, maka usaha mereka untuk keluar tidak akan memberi manfaat khusus kepada mereka, karena ternyata bela-bela itu akan menimpa ke tempat-tempat dimana ada dosa. Maka, untuk membuat hal ini mungkin, sidang Allah harus disucikan dan dibuat bebas dari segala dosa dan dari segala orang-orang berdosa, yang ternyata adalah nubuatan yang sudah diberitakan oleh Yeheskiel, dan Roh Nubuat menjelaskannya lebih lanjut sebagai berikut :
“Hanya mereka yang dapat bertahan dan yang dapat mengatasi cobaan dalam kekuatan Dia Yang Maha Kuasa itu yang akan diijinkan untuk mengambil bagian dalam pekabaran ini apabila ia itu berkembang menjadi Seruan Keras.” -- Review and Herald 19 November 1908.
Kutipan di atas dengan jelas menunjukkan bahwa hanya mereka yang terbukti benar kepada Allah akan mengambil bagian dalam pemberitaan Pekabaran Malaikat Yang Ketiga dalam masa Seruan Kerasnya. Tetapi dalam “Testimonies for the Church”, Jilid 5, hal. 211, membicarakan waktu apabila pembantaian Yeheskiel itu akan terjadi dapat kita baca : “Orang-orang bangsawan, kepada siapa Allah telah memberikan terang besar, dan yang telah berdiri sebagai pelindung-pelindung kerohanian untuk kepentingan umat itu, telah menghianati kepercayaan mereka.”
Karena kedua kutipan di atas tentunya harus benar, maka ia itu membuktikan bahwa pembantaian Yeheskiel Sembilan itu akan terjadi sebelum permulaan dari Seruan Keras. Kebenaran ini dapat dibuktikan dari Alkitab melalui beberapa sudut yang berbeda.
Pertanyaan : “Apakah semua orang dari jemaat MAHK benar-benar akan dibantai dalam pemisahan itu, kecuali mereka yang 144.000 itu?”
Jawab : Semua orang terkecuali orang yang tidak memperoleh tanda atau meterai itu, orang tua atau orang muda, laki-laki atau perempuan, semuanya akan jatuh ke bawah senjata-senjata pembantai malaikat itu. (Yeheskiel 9 : 6). Hanya mereka yang berkeluh kesah dan menangis karena segala kekejian yang dilakukan di tengah-tengahnya akan menerima tanda itu (ayat 4). Yohanes melihat ada 144.000 orang yang termeterai (diberi tanda), kalau orang-orang lain yang akan luput dari dalam sidang MAHK, di samping mereka yang 144.000 itu, tidak ada diberitahukan kepada kita.
Kepada saudara-saudara yang berada dalam Terang :
Keluhan-keluhan telah datang kepada kami yang mengatakan bahwa beberapa orang dari saudara-saudara kita, yang bersemangat untuk menyebarkan pekabaran itu, telah memberikan bukubuku yang mengandung kebenaran pada masa kini di dalam gereja-gereja MAHK, berbicara kepada anggota-anggota sewaktu acara khotbah, dan lain-lain, sehingga dengan demikian telah menimbulkan gangguan dan keributan.
Pengalaman masa lampau telah memberikan pelajaran kepada kami agar jangan mempercayai segala apa yang didengar. Namun demikian, terlebih dahulu kamu memperingatkan rekan-rekan 216 kebenaran pada masa kini supaya berhati-hati, karena adanya kemungkinan kita membuat noda kepada Kristus dengan jalan membuat noda kepada pekabaran itu, dan juga membuat orang-orang lain ter-sandung oleh karena pertimbangan saudara yang tidak bijaksana. Oleh karena itu, kami minta kepada semua saudara yang berminat menyebarkan kebenaran pada masa kini agar dapat menahan diri untuk memberikan buku-buku di dalam gereja atau berbicara selama acara khotbah. Pada tepi jalan yang disediakan untuk umum; kamu dapat menjumpai teman-teman kamu di sana.
Tidak seorang pun dapat tinggal di “Gunung Karmel” jika orang tersebut tidak benar-benar mempelajari pekabaran Tongkat Gembala itu; jika orang itu tidak sepenuhnya berjalan dalam setiap pokok pelajaran yang diajarkannya; jika orang itu tidak berkeinginan untuk menuruti segala peraturan dan azas-azas Ilahi yang mengatur para penghuni yang tinggal di atas bukit “padang rumput hijau” ini, kecuali kedatangan mereka hanya untuk berkunjung.
Orang-orang lain selain daripada pengunjung, sebelum mereka datang, terlebih dahulu harus berhubungan dengan Kantor Penerangan Gn. Karmel.
9
“Agar Engkau Bisa Makmur Dan Menjadi Sehat”
Satu langkah pembaharuan yang paling penting pada zaman yang terkutuk oleh dosa adalah “pembaharuan kesehatan”, terutama dalam pusat-pusat perniagaan besar dari apa yang disebut tempat pusat peradaban dunia, karena di sana diperdagangkan produk-produk makanan yang tidak mengandung unsur-unsur vitamin untuk menjaga mesin tubuh manusia dalam kondisi yang baik selama aktifitas hariannya dengan keadaannya yang semula.
Hendaklah semua orang dapat memahami bahwa kehidupan kita kenyataannya tergantung atas empat pokok yang sangat penting yang masing-masingnya dibagi lagi ke dalam tiga bagian yang tidak dapat disangkal.
I. Yang Pertama dari pokok-pokok ini ialah keberadaan Bapa, Anak, dan Roh Kudus, karena “Barangsiapa mengaku, bahwa Yesus adalah Anak Allah, maka Allah akan tinggal di dalam dia, dan ia tinggal di dalam Allah, … karena ada tiga yang memberi kesaksian di dalam surga, yakni, Bapa, Firman, dan Roh Kudus : dan ketiganya adalah satu.” (1 Yohanes 4 : 15; 5 : 7).
II. Maka, pada pokok yang kedua yakni perantara untuk unsur-unsur dari kelompok yang pertama, “ada tiga yang memberi kesaksian di bumi, yakni, Roh, air dan darah; dan ketiganya adalah
III. Pokok yang ketiga ternyata mencakup makanan, udara, dan air.
IV. Pokok yang keempat ternyata terdiri dari sinar matahari, olahraga dan tidur. Karena dua dari pokok yang pertama adalah merupakan rohani, maka dua dari pokok yang terakhir adalah merupakan kebendaan -- terlihat dan tidak terlihat.
Keempat karunia yang tidak ternilai membuat kita sempurna dalam ciptaan Allah sama seperti empat arah mata angin, seperti empat musim dalam satu tahun, seperti empat jangka waktu (sebelum tengah hari, sesudah tengah hari, sebelum tengah malam, sesudah tengah malam) melengkapi 217 mekanisme bumi. Karena mungkin untuk waktu tertentu seseorang dapat hidup oleh material sementara miskin dalam kerohanian (terang), namun ia tidak dapat mengabadikan hidupnya lebih lama daripada yang dapat dibuat oleh bunga-bunga di padang -- bersemi, berkembang, dan kemudian layu. Oleh sebab itu, sebagaimana kehidupan material akan layu apabila miskin rohani, begitu juga dengan ke-hidupan kerohanian akan layu apabila miskin material. Sebab itu, hanya orang yang memiliki semua karunia yang diberikan oleh Allah ini sempurna dalam ciptaan Allah, dan walaupun tubuhnya dapat mati seperti yang dialami Kristus, namun ia akan “dihidupkan oleh Roh” yang berada di dalam
“Dan inilah kehendak Bapa yang mengutus Aku, yakni supaya setiap orang yang melihat Anak dan percaya kepada-Nya, beroleh hidup yang kekal : sehingga Aku membangkitkannya pada akhir zaman.” (Yohanes 6 : 40). Maka dari itu, orang yang berusaha untuk hidup atas makanan yang tidak memberi daya hidup adalah seperti orang yang menyebut dirinya Kristen yang tidak menerima semua kebenaran seperti yang ada pada Kristus dan orang yang berharap untuk mewarisi hidup kekal tetapi sia-sia, maka demikian juga orang yang berusaha keras untuk menjaga mesin tubuh agar dalam keadaan yang baik untuk menjalankan tugasnya sehari-hari atas makanan yang tidak mengandung unsur-unsur penting dan vitamin-vitamin yang dibutuhkan, juga akan menemui kegagalan dalam usahanya.
Tubuh kita dibentuk dari enambelas unsur penting yang hanya dapat dilengkapi oleh makanan yang kita makan setiap hari, dan apabila makanan kita tidak mengandung semua ini, maka sesegera kita kekurangan satu atau lebih kerusakan akan muncul pada bagian yang paling lemah. Sebab itu, janganlah ada orang yang mengira bahwa adalah merupakan keadaan yang lazim apabila kita sakit dan menderita sakit, dan lain-lain., tetapi hendaklah semua kita memahami bahwa apabila kita melanggar hukum-hukum alam yang ditegakkan oleh Pencipta dalam diri kita, maka satu-satunya jalan yang dapat alam mengamarkan kepada kita akan pelanggaran ini adalah melalui beberapa gejala penyakit atau penderitaan, dan janganlah kira kurang memahaminya daripada binatang-binatang bisu, tetapi marilah kita memeriksa diri kita sendiri untuk menemukan penyebabnya, kemudian singkirkan semuanya agar kesusahan itu lenyap. Inilah satu-satunya obat yang meyakinkan dan yang dikehendaki oleh Allah untuk kita gunakan.
(bersambung)
The Universal Publishing Association
Symbolic Code Departement.
Mount Carmel Center, Waco, Texas
10
218POKOK-POKOK BERITA
Waco, Texas
Untuk Kepentingan Sidang MAHK
SEKARANG GUNUNG KARMEL TERKENAL
DENGAN MARKAS BESARNYA
Dengan senang hati kami mengumumkan bahwa kantor markas besar pekabaran pemeteraian itu telah pindah dari Waco ke Pusat Gunung Karmel, ke tempatnya yang baru dan tetap pada tanggal 29 September untuk memberitakan pekabaran “Saksi Yang Benar itu kepada orang-orang Laodikea.” “Testimonies for the Church, Jilid 3, hal. 253. Oleh karena itu, kami memohon kepada semua saudara dalam kebenaran sekarang agar berusaha mendekati tahta kemurahan dengan mengucapkan syukur dan pujian kepada Bapa kita yang di surga sebab keagungan kasih dan berkat-Nya. Semoga kita benar terhadap kepercayaan kita sehingga saudara-saudara kita yang kekasih yang berada di Laodikea dalam “penipuan yang menyedihkan” (Jilid 3, hal. 252, 253) dapat ditarik ke dalam terang kebenaran sekarang sebelum terlambat, karena demikianlah firman Tuhan : Jika penjaga itu “melihat pedang datang menimpa ke negerinya, lalu ia meniup sangkakala, dan mengamarkan bangsanya; maka siapa saja yang mendengar bunyi sangkakala itu, tetapi tidak mengindahkannya; jika sewaktu pedang itu datang, lalu membunuhnya, darahnya akan tertimpa kepada kepalanya sendiri. Ia yang mendengar bunyi sangkakala, tetapi ia tidak mau mengindahkannya, maka darahnya akan tertimpa kepadanya sendiri. Tetapi ia yang mau mendengar amaran itu akan menyelamatkan jiwanya. Tetapi apabila penjaga itu melihat pedang datang, tetapi tidak meniup sangkakala, dan bangsa itu tidak mendapat peringatan sewaktu pedang itu datang, sehingga ada yang terbunuh di antara mereka, maka orang itu terbunuh dalam kejahatannya; tetapi darahnya akan Aku tuntut dari tangan penjaga itu. Maka engkau, Hai anak manusia, Aku telah menetapkan engkau penjaga bagi kaum Israel; oleh karena itu engkau akan mendengar firman dari mulut-Ku, untuk mengamarkan mereka dari pihakku. Apabila Aku ber-firman kepada orang jahat itu, Hai orang jahat, engkau akan mati; jika engkau tidak memperingatkan orang jahat itu supaya bertobat dari kejahatannya, orang jahat itu akan mati karena kesalahannya; tetapi darahnya akan Aku tuntut dari tanganmu.” (Yeheskiel 33 : 3 – 8).
Bangunan-bangunan yang sedang dalam proses pembangunan sedang diselesaikan dan siap untuk ditempati telah membawa pertolongan yang besar kepada kita semua dan pada tanggal 16 bulan ini, meskipun sangat ramai, orang-orang Gunung Karmel yang pindah dari negara-negara 219 bagian yang lain akan tinggal di gunung yang suci ini.
Sekarang kami sedang meletakkan dasar sebuah bangunan sekolah bagi orang yang ingin mempersiapkan diri mereka sebagai penyampaian amaran terakhir kepada sidang Allah yang kekasih ini, dan doa kami adalah supaya bangunan ini dapat diselesaikan tanpa hambatan, sebab masih sangat banyak pekerjaan yang harus dikerjakan untuk memenuhi tuntutan bagi perlengkapan yang diperlukan dalam pemberitaan panggilan jam yang kesebelas itu.
Keperluan-keperluan yang mendesak saat ini ialah : tempat tinggal para pengerja, asrama bagi ‘anak laki-laki dan anak perempuan’, tempat bekerja, tempat laundry, tempat memasak roti, dapur dan kamar makan, rumah bagi anak-anak, dan orang jompo, garasi, dan lain-lain. Sebab itu, kami percaya bahwa teman-teman dalam kebenaran sekarang tidak akan gagal untuk menjalankan peranan mereka agar mereka tidak terkutuk dengan kutukan kota Maros. Malaikat Tuhan berkata : “Sebab itu terkutuklah penduduknya, sebab mereka tidak datang membantu Tuhan, membantu Tuhan sebagai pahlawan.” (Hakim-Hakim 5 : 23.) Marilah kita berusaha untuk memperoleh upah seperti upah Jael. “Orang minta air, tetapi ia memberikan kepadanya susu; dalam cawan yang indah disuguhkannya keju. Tangannya memegang paku, dan tangan kanannya memegang palu tukang.” Diberkatilah dia melebihi segala perempuan yang tinggal di kemah.” (ayat 24 – 26)
Hendaklah semua perkara ini “memenuhi seluruh pikiran, dan memikat seluruh perhatian.” Early Writings, hal. 118. Kita hanya memiliki sedikit waktu yang tersedia untuk bersiap-siap dan kita tidak boleh berlambat-lambat sekarang melainkan maju dengan cepat. Sebahagian dari saudarasaudara kita yang dahulu sangat bersemangat mencapai tujuan demi kemajuan dari Pekabaran Malaikat Yang Ketiga kepada orang-orang kapir sebelum terang dalam kebenaran sekarang mencapai mereka pada waktu ini, dan menyampaikan Pekabaran Malaikat yang Ketiga itu dalam “seruan keras” kepada saudara-saudaranya sendiri, sedang melakukan suatu liburan! Adakah kamu saudarasaudara, adakah kamu saudari-saudari, sungguh-sungguh bekerja untuk “pekerjaan penghabisan bagi sidang” sedangkan kamu masih tertidur dalam “penipuan Laodikeamu yang menyedihkan” itu? Jika tidak, tanyalah dirimu sendiri, kenapa tidak demikian? Adakah kamu termasuk dengan golongan yang sama seperti yang ditunjukkan kepada nabi kepada siapa Tuan berkata, “Dan engkau anak manusia, anak-anak bangsamu masih berbicara melawan engkau dekat dinding dan pintu-pintu rumah, lalu berkata satu sama lain, masing-masing kepada saudaranya; katanya, Datanglah, aku mohon padamu, dan dengarlah apa yang difirmankan oleh Tuhan. Dan mereka datang kepadamu sebagai
1 satu umat lalu duduk di hadapanmu dan sebagai umat-Ku, dan mereka mendengar segala apa yang kau ucapkan, tetapi mereka tidak mau melakukannya : karena mulutnya penuh dengan kata-kata cinta, tetapi hati mereka mengejar keuntungan yang haram. Sungguh, engkau bagi mereka adalah seperti seorang yang menyanyikan syair cinta kasih dengan suara yang merdu, dan dapat memainkan suatu alat musik dengan baik : karena mereka mendengar perkataanmu, tetapi sama sekali mereka tidak melakukannya. Dan apabila hal ini sudah terjadi, (sungguh, hal itu akan terjadi,) maka mereka akan mengetahui bahwa seorang nabi telah ada di tengah-tengah mereka.” (Yeheskiel 33 : 30 – 33)
220TERANG MENEROBOS KE DALAM KEGELAPAN
Dari Afrika Selatan
Saudara yang kekasih :
Saya menuliskan surat ini untuk memberitahukan kepada saudara betapa senang hatiku karena Pokok-Pokok Berita Symbolic Code itu … saya tidak mempunyai cara bagaimana saya dapat menyatakan kegembiraan karena berita-berita Code ini.
Selama lebih sepuluh tahun, saya berbahagia dalam kebenaran, tetapi kemudian, setelah saya melihat bahwa sidang Allah telah menyimpang dari prinsip-prinsip dasar, maka saya merasa Tuhan akan melakukan sesuatu bagi kita. Sejak saya menerima buku Tongkat Gembala itu, penglihatan rohani saya melihat ada satu terang sehingga saya membaca buku yang menakjubkan itu berulangulang … karena saya telah lama ingin memahami tentang mereka yang 144.000 itu …
Saya memohon agar saya dan umat di Afrika Selatan didoakan dalam persekutuan doa yang saudara selenggarakan, dan saya merasa senang karena pada hari ini hati saya dipenuhi dengan kegembiraan dan dipenuhi dengan Roh-Nya yang penuh kasih, dan saya ingin mengabarkan pekabaran yang menakjubkan ini kepada saudara dan saudari-saudariku di dalam setiap gereja kita.
Dari Georgia
Saudara-saudara yang Kekasih :
Pekabaran Tongkat Gembala itu telah membaharui saya secara ajaib sejak akhir bulan ini. Saya telah memperbaiki makanan saya serta memperbaiki percakapan saya dan saya telah mempunyai satu cinta yang lebih besar untuk saudara-saudaraku. Benar, hal itu telah membuat hati saya menjadi sedih karena hanya sedikit orang yang berminat untuk keselamatan mereka dan mau mempelajari kebenaran itu bagi diri mereka sendiri. Terlalu banyak orang yang lupa bahwa Allah itu adalah adil, dan penuh dengan kemurahan.
(Tertanda) P
Dari Washington
Saudara yang Kekasih :
Setelah saya membaca Symbolic Code yang terakhir, maka ia itu memberi kesan kepada saya tentang pentingnya membayar perpuluhan. Kami telah kendur dalam membayar itu… Jadi setelah membaca Symbolic Code, saya akan membayar penuh sekarang.
Karena Tongkat Gembala kepercayaan saya pada tulisan-tulisan Sis. White telah diteguhkan dan sekarang saya memiliki suatu kerinduan yang besar untuk mempelajari ‘Kesaksian-Kesaksian’ itu, dan saya mau membeli satu set lengkap. Sejak membaca beberapa dari buku-bukunya dan membaca banyak kutipan yang terdapat dalam Tongkat Gembala maka saya yakin bahwa ia adalah 221 seorang nabi.
(Tertanda) H.
PERTANYAAN DAN JAWABAN
Pertanyaan : “Tongkat Gembala Jilid 2, hal. 257, mengatakan bahwa hujan awal itu adalah Roh Nubuat, tetapi ‘Desire of Ages’, hal. 827; ‘Testimonies for the Church’, Jilid 8, hal. 21; ‘The Great Controversy’, hal. 611 mengatakan bahwa pencurahan Roh itu adalah pada zaman rasulrasul. Tolong hal ini dicocokkan.”
Jawab : Orang yang bertanya akan menemukan jawaban dari pertanyaan di atas dalam Symbolic Code, No. 5, hal. 5, 6.
Pertanyaan : “Tongkat Gembala, Jilid 2, hal. 47 mengatakan bahwa Nebukadnezar tidak menyerahkan hati kapirnya kepada Allah, sedangkan halaman 49 mengatakan bahwa Allah dalam kemurahan-Nya telah menyelamatkan raja itu. ‘Dia telah menjadi seorang anak Allah yang rendah hati’. Saya tidak dapat melihat adanya kecocokan dalam kedua pernyataan ini.”
Jawab : Allah “dalam kemurahan-Nya telah menyelamatkan raja” dan bukan karena perbuatan-perbuatan baik dari Nebukadnezar.
Pertanyaan : “Tongkat Gembala Jilid 2, hal. 240 menjelaskan bahwa Yudas 14 dan 15 adalah mengenai kedatangan Tuhan ke kaabah-Nya, tetapi ‘Testimonies for the Chuch’, Jilid 6, hal. 392 mengaplikasikannya itu kepada kedatangan Kristus yang kedua kali. Bagaimana anda mencocokkan ini dengan Maleakhi 3 : 1 – 3?”
Jawab : Yudas 14, 15 sudah dijelaskan dalam Tongkat Gembala, Jilid 2, hal 162, 241. Akan tetapi, kami dapat tambahkan : kegenapan yang lengkap tentang ayat ini meliputi satu periode waktu
2 di dalam mana ketiga peristiwa penghakiman itu akan berakhir; yaitu, pertama, pemeriksaan penghakiman bagi orang-orang mati pada waktu Ia datang ke dalam kaabah-Nya dalam surga pada tahun 1844; kedua, pemeriksaan pengadilan bagi orang-orang hidup yang segera akan jadi; ketiga, kedatangan Kristus yang kedua kali dan pengadilan selama milenium, dan akhirnya pelaksanaan hukuman yang terakhir setelah millenium. Semua peristiwa ini akan menggenapi kata-kata berikut : “Untuk menghakimi semua orang lalu menjatuhkan hukum atas orang-orang fasik karena semua perbuatan fasik yang mereka lakukan, dan karena semua kata-kata nista yang diucapkan orangorang berdosa itu terhadap Tuhan.” (Yudas 15)
Maleakhi Tiga, pertama sekali berlaku sebagai contoh penyucian bagi kaabah di bumi pada zaman Kristus (Yohanes 2 : 14, 15), tetapi penerapannya secara langsung menemukan kegenapannya dalam contoh saingan, yakni, penyucian sidang apabila Ia datang ke dalam kaabah-Nya di bumi (gereja) untuk menyucikan bani Lewi (dinas kependetaan -- mereka yang 144.000 itu). Sesudah ini, Ia datang untuk pemeriksaan penghakiman orang-orang hidup dalam kaabah-Nya di surga untuk menghapuskan dosa-dosa mereka. Baca “Tongkat Gembala” Jilid 2, hal. 240 – 246; hal. 214 – 221.
Pertanyaan : “Apakah 144.000, setelah dimeteraikan akan pergi dan membantai semua orang di dalam gereja Masehi Advent Hari Ketujuh yang gagal menerima meterai?
222Jawab : Pembantaian terhadap lalang-lalang dalam sidang dengan jelas sudah diramalkan bahwa pekerjaan ini bukanlah tugas manusia untuk melakukannya. Nabi Yeheskiel dalam khayal, telah ditunjukkan, bahwa malaikat-malaikat yang memegang senjata-senjata pembantai itu adalah orang-orang yang diberi tugas oleh Tuhan untuk “membantai baik orangtua dan orang muda, sekaligus gadis-gadis dan anak-anak kecil, dan wanita-wanita” … tetapi “jangan menghampiri semua orang yang memperoleh tanda itu.” (Yeheskiel 9 : 6.) Tuhan membuat lebih jelas kebinasaan “lalang” ini dalam lukisan perumpamaan yang mengatakan :
“Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai masa penuaian; maka pada masa penuaian itu Aku akan berkata kepada para penuai, Kumpulkanlah dahulu lalang-lalang itu dan ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar : tetapi kumpulkanlah gandum itu ke dalam lumbung-Ku.”
“Demikianlah juga pada akhir dunia : malaikat-malaikat akan datang untuk memisahkan orang jahat dari antara orang benar.” (Matius 13 : 30, 49).
Pertanyaan : “Tolong jelaskan ayat-ayat yang terakhir dari Wahyu pasal 6. Jika meterai yang ketujuh itu adalah penyucian, apa yang terjadi pada meterai yang keenam sehingga menyebabkan raja-raja, para perwira, semua budak serta orang-orang merdeka bersembunyi ke dalam gua-gua dan celah-celah batu karang karena takut terhadap murka Anak Domba itu?
Jawab : Jawaban untuk pertanyaan di atas dapat ditemukan dalam Tongkat Gembala Jilid 2,
Pertanyaan : “Apabila Yeremia 25 : 31 digenapi pada kedatangan Kristus kedua kali, bagaimana Ia dapat beperkara dengan segala makhluk?
Jawab : Pertanyaan ini sudah dijawab melalui Yesaya 66 : 16, karena di sana juga, sudah dijelaskan bahwa Ia akan “menghukum segala makhluk”, dan Symbolic Code terbitan September halaman 7 membuktikan bahwa Tuhan akan mulai menghukum segala makhluk pada pemberitaan pekabaran pemeteraian dan pada kegenapan Yeheskiel Sembilan dalam sidang dan akan berakhir pada akhir dari penutupan masa kasihan, sewaktu Pekabaran Malaikat Yang Ketiga akan dikabarkan ke seluruh dunia untuk menjadi satu kesaksian kepada segala bangsa. Oleh sebab itu, melalui manifestasi dari penghakiman Allah, dan melalui dikhotbahkannya pekabaran itu dalam masa Seruan Keras “di seluruh dunia untuk menjadi suatu kesaksian kepada segala bangsa”, maka Ia akan menghukum “segala bangsa.”
Pertanyaan : “Bagaimana pendapat saudara mengenai pendidikan anak-anak kita, terutama apabila sekolah gereja tertutup bagi mereka?
Jawab : Jika anak-anak tidak diterima dalam sekolah gereja, maka karena tidak ada lagi yang dapat dilakukan, selain mengirimkan mereka ke sekolah umum sampai Tuhan memberikan kepada kita terang yang lebih lanjut mengenai pokok masalah ini. Akan tetapi, mereka yang bertanggung jawab mengusir seorang anak dari sekolah hanya karena anak itu, sesuai dengan keyakinan hatinya, ingin untuk lebih mematuhi Allah daripada adat istiadat manusia, maka Tuhan berkata, “Adalah lebih baik baginya, jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu dilemparkan ke dalam laut, daripada ia menyesatkan salah seorang dari anak-anak yang kecil ini.” (Lukas 17 : 2).
223Pertanyaan : Beberapa kali, pendeta-pendeta MAHK telah mengutip Tongkat yang mengatakan bahwa sesudah pembantaian, penganut ‘Tongkat’ berpendapat mereka memiliki organisasi termasuk gereja-gereja, lembaga-lambaga, dan lain-lain. Saya tidak melihat kepastian tentang hal ini, dan yang selalu berpendapat bahwa mereka yang 144.000 itu hanya akan mewarisi kebenaran dan pekabaran itu. Tampaknya tidak mungkin bahwa hukum akan mengijinkan orang yang tertinggal itu untuk mengambil alih semua harta gereja karena sebahagian besar dari antara mereka telah dipecat, dan apakah kita memerlukannya? Apakah saudara mempunyai sesuatu yang pasti mengenai hal ini?
Jawab : Lembaga-lembaga ini adalah secara sah milik anggota-anggota sidang MAHK, dan oleh karena itu, apabila mereka tidak memperoleh meterai dari Allah pada dahi mereka akan
3 jatuh ke bawah senjata-senjata pembantai dari malaikat-malaikat itu, tentu saja orang-orang yang luput itu akan menjadi pemilik-pemilik yang sah atas semua harta organisasi, dan karena hanya mereka yang memiliki meterai itu yang akan tinggal, tentunya tidak akan ada pertentangan tentang pemilikan yang sah dari semua lembaga itu. Walaupun banyak yang akan dipecat namun hal ini tidak ada sangkut pautnya selama kita masih tinggal dalam organisasi, apakah mereka mau mengakui kita sebagai anggota atau tidak. Keadaan ini akan membuktikan bahwa keanggotaan telah terbagi ke dalam golongan-golongan, dan karena golongan yang satu telah mati maka dengan sendirinya golongan yang tinggal itulah yang merupakan jemaat dan yang menguasai semua lembaga-lembaganya. Selain itu, golongan pendeta tidak mempunyai hak yang sah atau dasar agama untuk memecat masing-masing kita, karena kita tidak ada melakukan apapun untuk memberikan kepada mereka hak me-ngeluarkan kita. Bahkan sekarang, jika kita melihat kepada peraturan hukum kita dapat memenangkan kembali keanggotaan kita, karena kita sudah benar berdiri pada prinsip atas mana lembaga-lembaga dan organisasi itu didirikan, tetapi karena mereka telah menyimpang dari semuanya dan menolak untuk kembali, maka pada satu pihak menurut tingkah laku mereka, mereka akan membuktikan bahwa mereka tidak mempunyai hak yang sah untuk memiliki organisasi, sedangkan pada pihak lain, menurut perbuatan kita yang baik, akan membuktikan kita menjadi pemilik-pemilik yang sah atas semuanya. Sebab itu, menyangkal keanggotaan kita secara tidak sah dan tanpa dasar agama bukan membuat mereka benar lalu membuat kita salah.
Pertanyaan : “Bukankah pernyataan ini, ‘Pekabaran yang lain yang merupakan amaran dan perintah akan diberikan kepada sidang’ (“The Great Controversy”, p. 424) menunjuk kepada Seruan Keras -- Wahyu 18?”
Jawab : Amaran dan perintah ini menurut paragraf berikutnya, berkaitan dengan penyucian sidang dan inilah yang merupakan amaran dan perintah yang membawa Seruan Keras -- Wahyu 18.
Pertanyaan : “Wahyu 8 : 3 mengatakan bahwa malaikat itu mempersembahkan kemenyan ‘bersama doa segala orang kudus’, tetapi Tongkat Gembala mengatakan, ‘Perhatikanlah doa itu telah dipersembahkan untuk semua orang kudus.’ Kenapa ‘untuk’? Bukankah itu doa-doa dari orang kudus?”
Jawab : Tongkat Gembala sedang berusaha untuk menjelaskan bahwa malaikat itu mempersembahkan doa-doa orang kudus dengan kemenyan; artinya, Ia membawa segala doa orang-orang dan demi kepentingan mereka mempersembahkannya dengan kemenyan di hadapan tahta itu. Demikianlah semua doa orang suci itu dipersembahkan oleh malaikat itu di depan tahta “bagi” 224 semua orang kudus dan bukan Malaikat itu Sendiri berdoa bagi orang-orang kudus.
Pertanyaan : “Apakah Saudara Houteff membayar setiap orang yang bertobat menerima Tongkat Gembala itu dari sidang MAHK?”
Jawab : Ya, Saudara Houteff membayar setiap orang yang bertobat tetapi bukan seperti yang dimaksudkan oleh si penanya. Harganya adalah untuk melaksanakan pekerjaan ini dan untuk menjangkau orang-orang dan oleh karena itu Saudara Houteff sedang membayar sesuatu untuk menyelesaikan pekerjaan besar ini. Akan tetapi, jika orang yang bertanya ingin mengetahui apakah Saudara Houteff sedang membayarkan upah yang banyak per kepala kepada setiap orang yang dibawa bertobat, maka kami katakan, Tidak. Mereka yang pergi bekerja dengan menyampaikan pelajaran-pelajaran serta menciptakan minat, ia membantu mereka dengan biaya-biaya yang mereka keluarkan sesuai dengan hasil yang mereka peroleh. Oleh sebab itu, prinsip-prinsip Ilahi ini memberikan kepada setiap orang percaya satu kesempatan untuk pergi bekerja ke dalam kebun anggur Tuhan. Peraturan ini menyerahkan tanpa alasan setiap orang yang mampu bekerja menyediakan “upah” untuk setiap pekerja yang pantas dan menyaring mereka yang mungkin bekerja untuk “roti dan ikan.” Cepatlah kerjakan tugasmu, saudara dan saudariku, karena hari sudah gelap dan “malam pun akan tiba, apabila seorang pun tidak dapat lagi bekerja.”
Pertanyaan : “Dalam pelajaran mengenai ‘Yang Satu Dibawa dan Yang Lainnya ditinggalkan’, Matius 13 : 49 sudah dipahami oleh sebahagian orang, bahwa ia itu berlaku juga kepada kedatangan Kristus secara nyata. Jika benar demikian, maka bagaimanakah kita akan menerapkan pernyataan pada halaman 24 dari Traktat No. 1, ‘Dardanellanya Alkitab’, yang mengatakan : ‘Pemisahan ini, juga berlaku bagi penyucian sidang, karena ikan-ikan yang jelek akan dibuang dari antara ikan-ikan yang baik, bukan ikan-ikan yang baik dikeluarkan dari antara ikan-ikan yang jelek. Ikan jelek yang berada dalam pukat (sidang) akan dibuang, dan ikan-ikan yang baik akan ditinggalkan.
Jawab : Ia itu bukan membuat adanya dua penerapan, tetapi hal itu dijelaskan karena apa yang dikatakan pada halaman 23 dari Traktat No. 1, dan yang semata-mata menunjuk bahwa kedua perumpamaan itu sedang menunjuk kepada peristiwa yang sama, -- penyucian sidang, yang lebih jelas digambarkan pada halaman 25. Orang-orang jahat tidak ada di antara orang benar pada waktu kedatangan Kristus di awan-awan, karena kelompok orang-orang suci kemudian dipisahkan dari semua keduaniawian. Baca “Early Writings”, hal. 282, 283.
Pertanyaan : “Apakah Sdr. Houteff membayar tanah yang di Gn. Karmel itu dari perpuluhan? Dari kata-kata yang diterbitkan dalam Symbolic Code bulan Agustus halaman 2 – 7, dalam menjawab tuduhan terhadapnya, tampaknya ia tidak menyangkal tetapi agak setuju, saya tidak bermaksud untuk mengatakan bahwa ia bersalah tetapi saya ingin mengetahui kebenaran dari masalah itu.” 4
Jawab : Sebidang tanah dimana Pusat Gunung Karmel berdiri dibeli pada akhir bulan April dan akan digunakan dalam pekerjaan menyiarkan pekabaran pemeteraian dengan maksud untuk me-ngumpulkan mereka yang 144.000 itu -- “buah-buah pertama” dan juga mungkin ia itu juga untuk mengumpulkan “rombongan besar orang banyak” itu -- “buah-buah kedua”, serta membawa orang-orang miskin, orang jompo, dan orang-orang cacat yang bukan hanya telah menerima pekabaran dari Saksi Yang Benar kepada orang-orang Laodikea, melainkan orang-orang yang sedang berjalan dalam penembusan dari terang sebagaimana yang diungkapkan oleh Tongkat Gembala.
225Sebahagian besar keuangan untuk keperluan usaha ini dipenuhi oleh menggunakan semua uang yang didapat dari keuntungan penjualan buku-buku Tongkat Gembala itu dan yang menjadi prinsip sejak diterbitkan, juga menggunakan sebahagian dari sisa perpuluhan yang sedang dipinjamkan.
Orang yang bertanya pasti telah mendengar banyak cerita-cerita dongeng tentang Tongkat Gembala dan tentang pekerjaannya yang besar itu, karena kami melihat bahwa sebagian besar dari orang-orang, bahkan mereka yang mengaku percaya bahwa ajaran Tongkat Gembala itu diilhami, telah cenderung meragukan, mencela, mencari-cari kesalahan, gantinya untuk membantu membuat lembaga yang baik ini menjadi satu tempat yang cocok untuk kehadiran Allah dan untuk menjadi satu berkat kepada umat-Nya -- yaitu “orang-orang miskin, orang-orang kudung, orang timpang, orang-orang buta” dari jalan-jalan dan dari lorong-lorong kota -- maka sedih untuk mengatakan bahw mereka yang telah melakukan paling sedikit membantu kita dengan uang mereka adalah yang pertama mencari salah dan yang paling bersemangat agar rencana dan pendapat-pendapat mereka harus diikuti dalam”pekerjaan penghabisan bagi sidang” ini -- peletakan dasar dari pekerjaan besar yang terakhir bagi seluruh dunia.
Dengan perbuatan-perbuatan mereka itu, mereka sedang mengatakan, “Biarkanlah saya mengatakan kepadamu bagaimana mengajarkan pekabaranmu itu” (Testimonies to Ministers, hal. 476), meskipun Roh Allah telah jelas mengamarkan mereka dalam kata-kata berikut : “Akan ada dari antara kita orang yang selalu ingin mengawasi pekerjaan Allah, bahkan untuk mendikte pergerakan-pergerakan apa yang harus dilakukan apabila pekerjaan itu terus maju di bawah pengarahan malaikat yang bergabung dengan malaikat yang ketiga dalam pekabaran yang akan disampaikan kepada dunia. -- Testimonies to Ministers, hal. 300.
Mereka yang jatuh ke dalam pencobaan dan kesombongan pendapat ini sedang menggenapi Lukas 19 : 14. Pada waktu ini apabila Kristus sedang “memegang pemerintahan dalam tangan-Nya sendiri” mereka melalui tindakan mereka, sedang mengirimkan kabar kepada-Nya dengan berkata, “Kami tidak mau orang ini memerintah atas kami.”
Tidak boleh membiarkan teman-teman kita tinggal dalam kegelapan karena perbuatan kita, serta membebaskan mereka dari melemahkan pikiran mereka, kita mengatakan, Inilah yang terbaik yang kita miliki. Hal itu tidak mempunyai faedah apapun untuk mereka dan jika hal itu bukan perkara yang sedang mereka cari, maka tidak perlu melemahkan pikiran mereka tentang bagaimana pekerjaan besar ini diteruskan dan apakah ia itu berhasil atau gagal, karena mereka tidak akan dapat melanjutkannya ataupun meruntuhkannya -- pekerjaan itu akan bertahan atau jatuh atas jasanya sendiri -- maka janganlah kita berkata apapun atau menyakiti hati mereka jika mereka memilih untuk pergi dan tidak sejalan dengan kita lagi.
“AGAR ENGKAU BISA MAKMUR DAN MENJADI SEHAT”
(Sambungan Dari Terbitan Bulan September)
Bagian 2
Salah satu penyebab yang paling umum untuk berbagai-bagai penyakit ialah penyakit sembelit. Mereka yang ingin tetap sehat janganlah membiarkan lewat satu hari tanpa membuang air besar yang baik sekurang-kurangnya dua kali. Adalah lebih baik menggunakan obat pencahar daripada membiarkan sistem pencernaan dipenuhi dengan racun. Akan tetapi, orang tidak perlu menggunakan 226 obat-obat berbahaya apabila ia dapat memperoleh sesuatu obat yang tidak membahayakan. Suatu suntikan pencahar di usus adalah pembersih usus yang baik dalam keadaan darurat.
Karena pembuangan kotoran yang kurang baik dapat diperbaiki melalui pola makan yang tepat dan latihan melenturkan perut, maka tidak ada alasan kalau fungsi buang air besar tidak dapat dipulihkan kembali menjadi normal. Memakan sedikit buah-buahan dari berbagai jenis setiap hari, apakah itu buah-buahan yang dikeringkan atau buah-buahan yang masih segar, akan dapat membantu keadaan ini. Satu jenis buah-buahan mungkin dapat berhasil menolong seseorang sedangkan kepada orang lain tidak dapat. Oleh sebab itu, seseorang harus melatih keputusannya melalui pengalaman pribadi mengenai buah-buahan mana yang ia akan makan.
“Beberapa makanan yang disesuaikan untuk penggunaan pada satu musim atau iklim adalah tidak cocok untuk musim yang lain. Maka ada makanan yang berbeda-beda yang paling cocok untuk orang-orang yang mempunyai pekerjaan yang berbeda-beda.” -- Ministry of Healing, hal. 297.
Apabila buah-buahan tidak ada atau terlalu mahal harganya, maka sayur-sayuran hijau seperti kubis yang dicincang dengan baik, wortel, lobak cina, jagung muda, dan lain-lain yang telah dicincang dapat juga menggantikannya. Dimasak atau dimakan mentah, juga bermanfaat. Beberapa gelas susu segar atau susu kaleng yang diencerkan akan memberi hasil yang dikehendaki bagi 5 sebahagian orang. Semua produk dari tepung putih, kue-kue, dan gula-gula harus benar-benar dihindarkan. Madu akan menggantikan segala macam manisan. Penggunaan dedak sebagai alat pembersih mungkin pada mulanya baik, tetapi ia itu mempunyai kecenderungan untuk membentuk ketagihan, dan akhirnya menjadi tidak berguna dan membuat keadaan seseorang lebih buruk daripada sebelumnya : dan di samping ini, perut yang sangat peka tidak sanggup menerimanya. “Bubur” halus dan kental yang dimakan sebagai sarapan pagi bersama dengan makanan berserat yang lain, dapat digunakan apabila buang kotoran tidak berjalan dengan sempurna.
Walaupun hampir semua kacang-kacangan kurang lebih dapat menyebabkan sembelit, bila pertimbangan yang baik dilatih, sekaliannya itu dapat dengan bijaksana digunakan dengan berhasil dan orang-orang vegetarian akan mendapatkan sekaliannya sangat bermanfaat sehingga hampir tidak mungkin mereka dapat mempertahankan kesehatan tanpa kacang-kacangan. Sekalipun semuanya itu merupakan suatu makanan yang sangat padat, tetapi jika dimakan terlalu banyak, maka hal itu dapat lebih banyak menimbulkan kerugian kepada jaringan daripada memakan melebihi ukuran perbandingan makanan yang banyak dari makanan yang nilainya kurang. Sebagai contoh, jika buah kenari digunakan pada setiap waktu makan, dua biji adalah ukuran yang baik rata-rata buah setiap orang. Apabila menggunakan selai kacang dua sendok teh sudah cukup. Jika kacangkacangan hanya digunakan satu kali satu hari, maka satu setengah daripada jatah yang digunakan setiap kali dapat diterima oleh jaringan tubuh. Ini tentunya bergantung banyak atas mutu dan nilai yang terkandung dalam makanan. Mungkin ukuran ini bagi sebagian orang akan terlalu banyak sehingga menimbulkan sakit kepala atau penyakit-penyakit yang lain, untuk mana hal itu merupakan usaha alam untuk memberikan peringatan terhadap pelanggaran-pelanggaran.
Adalah tidak aman bagi seseorang untuk mempertahankan kesehatan dengan menggunakan jenis-jenis makanan yang disebut tanpa tumbuh-tumbuhan polong seperti buncis, kacang hijau, miju dan sebagainya, kecuali jika perlu diganti dengan bahan penggantinya. Susu hasil perusahan janganlah digunakan sama sekali, terkecuali untuk sementara waktu, susu, krim, dan keju lembut. Telur merugikan kepada anak-anak dan orang muda, tetapi mungkin bagi orang lain dapat digunakan secara 227 menghemat apabila perlu. Tetapi hal ini, bukan bermaksud bahwa telur, bila digunakan sekarang atau nanti dalam makanan-makanan seperti kue serabi (bukan hanya kue dadar) nasi, dan lain-lain, tidak boleh dimakan oleh anak-anak dan orang muda.
Janganlah kita lupa bahwa mesin tubuh manusia memerlukan minyak pelumas untuk menjalankan tugasnya sehari-hari. Pemakan sayur harus mengingat ini terus-menerus dan harus menggunakan sedikit minyak sayur dalam hampir setiap makanan. Minyak zaitun adalah bahan yang paling baik. Akan tetapi, minyak-minyak sayur yang lain dapat juga digunakan. Kami tidak tahu pasti mengenai minyak biji kapas dan lemak mentega tiruan (margarine). Adalah paling aman jika tidak menggunakannya. Adalah tidak perlu untuk mengoles mentega di atas roti, tetapi mereka yang telah biasa menggunakan demikian dan berpikir mereka tidak dapat tanpa itu dapat menggunakan krim kental. Akan tetapi, roti yang sederhana adalah lebih sehat.
Salah satu dari penyakit umum yang kita alami adalah radang lambung, terutama oleh orang MAHK. Penyakit ini, sama seperti penyakit-penyakit yang lain adalah merupakan satu peringatan kepada umat Allah akibat melalaikan menghidupkan prinsip-prinsip reformasi kesehatan, dan sejak terang atas pokok masalah itu sudah disampaikan kepada kita selaku suatu umat, maka kutuk telah menimpa kepada kita.
Penyakit perut ini umumnya terjadi di semua usia, dan pada dasarnya disebabkan oleh karena kesalahan pola makan -- makan terlalu banyak, kombinasi makanan yang salah, masakan yang jelek, perebusan makanan, dan sebagainya. Makanan yang terus menerus terdiri dari buah, seperti apel, anggur, jeruk, semangka, dan sebagainya, tanpa makanan lain yang mengandung sebagian minyak, apabila dilanjutkan untuk beberapa waktu lamanya, akan membawa kondisi seperti ini, juga akar dari sayur-sayuran mentah akan membawa hasil yang sama, tetapi sedikit selai kacang tanah di setiap makan dalam kasus yang paling sering akan menetralkan keburukan ini.
Penyakit ini sering timbul karena lapar dan makan tidak teratur; artinya, karena perut terus menerus berusaha menggiling atau mencerna makanan dengan bekerja melalui dinding perut yang satu dengan dinding yang lainnya, maka apabila perut itu sering kosong atau kadang-kadang kosong, terjadilah pergesekan pada dinding perut dan menyebabkan iritasi pada lapisan yang mengakibatkan peradangan, yang menimbulkan rasa nyeri, sakit, perut gembung, dan lain-lain. Segera sesudah makan, ada perasaan lega, tetapi sementara getah-getah lambung tidak ada dan juga oleh karena radang dalam perut maka pencernaan menjadi terganggu, sehingga rasa sakit muncul kembali. Jika, dan apabila kotoran dan angin sudah keluar dari perut, maka perasaan agak lega, tetapi kemudian pergesekan di antara dinding perut akan menimbulkan rasa nyeri lagi, dan akan lebih sakit jika perut sedang kosong. Kadang-kadang keadaan ini ditimbulkan oleh getah lambung yang mengalir terlalu banyak, yang dihasilkan oleh kelenjar-kelenjar yang terus bekerja pada perut yang kosong.
Sebab itu, satu-satunya obat untuk penyakit ini yang akan menyembuhkan lapisannya, dan satu-satunya tindakan yang harus dilakukan pada satu pihak ialah, supaya jangan membiarkan perut kosong dan di pihak lain, supaya memakan makanan yang mudah dicerna dan bergizi, yang akan
6 bertindak sebagai pelumas untuk mencegah gangguan selanjutnya, dan untuk mengurangi aliran asam karena pengeluaran kelenjar yang terlalu banyak.
Dalam keadaan seperti ini, makanan yang terbaik adalah setengah pint atau kurang (1 pint = 0,568 liter) krim hangat (jangan panas) yang ditambahkan dengan sedikit susu dan kuning telur 228 dari satu butir telur dan garam sedikit jika diinginkan. Ini akan berfungsi sebagai salep penyembuh, dan pada waktu yang sama akan menyediakan mineral yang diperlukan dan unsur-unsur untuk pemeliharaan tubuh.
Jika keadaan perut sangat parah, bahkan makanan yang mudah dicerna ini tidak dapat lagi diterima oleh perut dengan baik. Akan tetapi, karena belum ada makanan yang lebih cocok pada waktu ini, dan karena perut tidak boleh dibiarkan kosong untuk terus kelelahan, maka si pasien dapat diberikan sedikit makanan cair, tetapi untuk tindakan pencegahan harus diperhatikan supaya segera setelah makanan itu meninggalkan perut (bukan sebelum atau sesudahnya), makanan cair ini harus dimakan lagi. Apabila alat-alat pencernaan ini dapat menerima makanan ini, maka satu potong atau dua potong roti yang dipanggang tapi tidak hangus dapat ditambahkan. Zweiback yang di-panggang sampai coklat tidak mengandung makanan yang bermutu. Keju lembut yang terbuat dari sari susu adalah sangat baik. Susu kental, dan susu asam atau yoghurt juga baik. Sesudah makanan ini dapat dicerna dengan baik, maka satu gelas sari buah dapat diminum setengah jam sebelum makan.
Sementara kemajuan sudah dicapai, perlahan-lahan makanan lain dapat ditambah kepada makanan pokok ini, tetapi harus diberikan sedikit-sedikit sampai ada keyakinan bahwa pencernaan sudah dapat mencerna makanan itu dalam ukuran yang normal.
Mereka yang mengalami masalah ini, tolong memberitahukan kepada kami hasil yang diperoleh sesudah pengobatan ini dicoba dengan sebuah bukti yang jujur. Tetapi jangan lupa bahwa seseorang yang memakan kombinasi makanan yang tidak cocok, salah makan, juga akan menimbulkan kembali penyakit lama ini seperti semula baik secara keseluruhan maupun sebagian; oleh sebab itu, harus benar-benar diperhatikan mengenai kapan, apa, bagaimana, dan berapa banyak makanan yang akan dimakan oleh seseorang. Jangan mengambil resiko. Selalu tinggalkan meja makan sementara kamu masih lapar.
Oleh karena penyakit perut ditimbulkan oleh berbagai-bagai penyebab, yang pada umumnya disebabkan pelanggaran, maka tidak mungkin menggambarkan setiap keadaan atau menentukan suatu obat untuk setiap kasus. Oleh sebab itu, biarlah masing-masing memperbaiki kebiasaannya dan memakan makanan yang cocok untuk kesehatannya.
Untuk memperoleh hasil yang baik, maka jangan mulai lagi berjalan di atas jalan lama dari kebiasaan-kebiasaan yang salah. Sedikit selai kacang tanah ditambah dengan madu jika dikehendaki dioleskan ke atas roti gandum murni setiap kali makan, terutama apabila makanan terdiri dari buahbuahan atau sayur-sayuran, akan dapat menolong mencegah gangguan lambung ini kambuh kembali. Jangan pernah menggunakan selai kacang tanah yang dipanggang jika anda dapat memperoleh yang mentah, yang anda akan mendapatkannya lebih nikmat dan sehat.
Selai kacang tanah yang dimasak dengan biji-bijian atau dipanggang membuat makanan itu terlalu banyak mengandung lemak dan terlalu padat. Sebab itu, adalah baik untuk menghindari kombinasi makanan yang sedemikian ini. Makanan yang terbaik adalah makanan dalam keadaannya yang asli, yang dihasilkan dalam setiap musim sepanjang tahun.
Bagi mereka yang menderita oleh karena getah lambung terlalu banyak, satu atau dua gelas penuh air segar yang diminum sebelum makan akan sangat menolong; tetapi dalam kasus-kasus dimana cairan pencernaan kurang sempurna, adalah paling baik tidak minum sampai satu jam setelah 229 makan. Melalui pengalaman kamu akan dapat menentukan permasalahanmu sendiri.
“Adalah tidak mungkin untuk membuat yang tidak berubah peraturan untuk mengatur kebiasaan seseorang, dan janganlah ada orang yang mengira dirinya menjadi ukuran bagi orang lain. Tidak semua orang dapat memakan makanan yang sama. Makanan-makanan yang cocok dan bermanfaat bagi seseorang, mungkin tidak enak, dan bahkan berbahaya kepada orang lain. Sebahagian orang tidak dapat menggunakan susu, sedangkan bagi orang lain tumbuh sehat dengan susu. Sebahagian orang tidak dapat mencerna kacang polong dan buncis; tetapi bagi orang lain sangat berfaedah. Bagi sebahagian orang pengolahan yang halus adalah makanan yang baik, sedangkan orang lain tidak dapat menggunakannya.
Orang-orang yang tinggal di perkampungan-perkampungan baru atau daerah-daerah miskin, dimana buah-buahan dan kacang-kacangan jarang dijumpai, janganlah dilarang menggunakan makanan susu dan telur dalam makanan mereka …
“Sebahagian orang terus menerus merasa cemas kalau-kalau makanan mereka akan merugikan, biarpun makanan itu sederhana dan menyehatkan. Untuk semua ini saya ingin mengatakan, Janganlah kamu menyangka bahwa makanan yang kamu makan itu akan merugikan kepada kamu; janganlah kamu memikirkan hal itu sama sekali. Makanlah sesuai dengan pertimbanganmu yang terbaik; dan apabila kamu meminta kepada Tuhan supaya makan itu diberkati untuk menguatkan tubuhmu, percayalah bahwa Ia akan mendengarkan doamu, lalu kamu akan menjadi tenang.” -- Ministry of Healing”, hal. 319, 320, 321.
Janganlah lupa bahwa gigimu terletak di dalam mulutmu, bukan di dalam perutmu. Janganlah mengira bahwa perutmu dapat menerima makanan sebanyak satu ember; janganlah lupa bahwa perut hanya dapat menampung kurang dari 1 quart (1 quart = lebih kurang 1 liter) dan harus mempunyai sedikit tempat untuk mempertahankan pergerakannya. Jangan berharap bahwa sistem pencernaanmu
7 dapat berjalan tanpa gangguan jika kamu menolak untuk memelihara kebersihannya dan melumasinya. Adalah mustahil untuk berpendapat bahwa mesin tubuh dapat terus bekerja dengan bahan makanan yang tidak mengandung energi. Jangan biarkan perut kering -- minumlah air segar yang cukup setiap hari kalau tidak dengan air yang tergenang engkau mengotori udara. Untuk suatu perhimpunan yang menyenangkan bersama teman-temanmu, minumlah sari yang murni dari dua buah lemon sekali seminggu sewaktu perut masih kosong maka ia itu akan menggosok bagian dalam tubuhmu, dan ambillah seember penuh air hangat dan sabun untuk membersihkan tubuhmu bagian luar setelah dicampur dengan air lemon. Sari lemon pada mulanya akan terasa sakit bila terkena luka yang terbuka; oleh sebab itu hanya dengan dosis yang sedikit pertama-tama dimasukkan ke dalam air sebelum menggunakan dosis yang penuh.
Jika penyakit disebabkan oleh angin, pertolongan mungkin dapat dilakukan dengan berbaring di atas perut selama satu jam.
Gosoklah gigimu setiap kali habis makan dan singkirkan segala sisa makanan dari celahcelah gigi untuk mencegah bau yang tidak enak dan busuk, karena fermentasi makanan; kenyataannya selama kurang dari empat jam akan timbul fermentasi dan asam yang ditimbulkan akan segera menghancurkan email gigi. Gigi yang kotor dan yang kelihatan kuning, serta dilapisi dengan karang gigi, tentu saja tidak menunjukkan gambaran “Raja atas segala raja dan Tuhan atas segala tuan”, Yang pakaian-pakaiannya lebih putih daripada salju. Tepung batu apung yang dicampur dengan 230 sabun dan pasta gigi dapat menggosok gigimu, dan bila perlu pergilah ke dokter gigi untuk membersihkannya. Jika engkau menggosok sendiri gigimu, gunakanlah tepung batu apung itu sewaktu perlu saja, karena ia itu terlalu keras untuk digosokkan ke email gigi. Bersihkanlah sikat gigi sekurangkurangnya sekali seminggu untuk menghindari penyakit gusi. Taburkanlah garam di atas sikat gigi adalah salah satu pencegahan kuman yang terbaik. Biarlah sikat gigimu selalu tergantung diluar supaya kena sinar matahari.
Peliharalah selalu supaya kuku jari-jari tangan tetap bersih.
Saudara, jadilah orang yang bersih! Saudari, jadilah orang yang bersih! Karena kita sedang pulang ke rumah!
Mereka yang mengabaikan untuk menyesuaikan diri dengan prinsip-prinsip kesehatan ini, tidak perlu berpikir apabila mereka sakit, atau jadi sakit, bahwa Tuhan akan mengerjakan keajaiban untuk memulihkan kesehatan mereka, dan tidak harus meminta kami untuk mendoakan mereka. Apabila Ia menyembuhkan mereka, kebanyakan orang akan membuat ini sebagai suatu bukti bahwa Ia setuju dengan pelanggaran mereka terhadap alam.
(bersambung)
PERJUANGAN MELAWAN SELERA
Jika engkau mau beserta Yesus dalam kereta berapi, Engkau harus injakkan kakimu di atas kesombongan manusiamu Barulah engkau dapat duduk sebagai seorang raja di samping-Nya -- Pelajari dan nyanyikanlah nyanyian Musa dan nyanyian Anak Domba itu.
Ketika Yosua mengalahkan semua musuhnya yang keras kepala Sementara ia memasuki tanah Kanaan, begitulah jalan ceritanya, Ia berkata, taruhlah kakimu di atas tengkuk musuh-musuhmu, Karena Allah akan menolong engkau untuk menghancurkan kerajaan mereka.
Maka kita yang percaya akan “Tongkat Gembala” itu Harus mempunyai iman dalam kuasa Allah yang hidup Jika kita mau mengalahkan semua musuh yang kita jumpai Kita harus meluruskan jalan bagi kaki yang pincang
Janganlah kita lupa kesombongan yang menjatuhkan Lucifer;
Ia akan mencari untuk menghalangi mereka yang memperhatikan Panggilan Jam Kesebelas Sebab ia sangat mengetahui siapa yang mengisi tempat yang kosong Itu adalah lelaki dan perempuan yang diselamatkan oleh karunia
Kita akan menemukan sekarang pertarungan kita yang paling keras Untuk mengatasi napsu-napsu jahat.
Maka marilah kita memakai baju zirah dari Allah 231 Jika kita tidak mau tertidur di bawah tumpukan rumput
Jika kita tidak memelihara tubuh kita dengan sepatutnya.
Maka Allah tidak akan mendengar dan menjawab doa kita.
Ia yang melanggar hukum kesehatan tubuh Tidak dapat menjadi suatu saluran wahyu Ilahi
Hanya dengan makan dan minum untuk kemuliaan Allah Kita akan diberi kesempatan untuk menyampaikan injil yang terakhir Dan dengan demikian menunjukkan ketulusan hati orang yang percaya akan Allah Yang kita telah temukan dalam Kebenaran “Tongkat Gembala”.
8
Karena jika dalam setiap perbuatan kita memuliakan Juruselamat kita, Maka Ia juga akan memuliakan kita sebagai utusan Tongkat Gembala.
-- H.W. Jones
“Penyair biasa”
Ditulis untuk dibacakan pada hari Sabat 5 Oktober 1935
Di Pusat Gunung Karmel dimana Kebenaran itu ada.
PERINGATAN-PERINGATAN PENTING
Jika ada orang dari antara saudara-saudara yang ingin melakukan sesuatu untuk Gunung Karmel, tetapi tidak mampu dalam arti yang lain dan berpikir untuk menyumbangkan beberapa hasil pertanian seperti buncis, miju, kacang polong, dan sebagainya, maka kami ingin memberitahukan kepada mereka bahwa kami lebih suka menerima bahan-bahan makanan yang tidak dapat binasa seperti ini.
Karena sebahagian dari antara saudara-saudara kita telah menulis surat untuk meminta Jilid ketiga dari “Tongkat Gembala” itu, maka di sini kami memberitahukan bahwa jilid yang ketiga sedang diterbitkan dalam bentuk traktat dan akan dikirmkan kepada semua anggota MAHK secara cumacuma. Sejauh ini sudah ada lima nomor traktat. Akan tetapi kami berharap agar nomor yang keenam dapat diselesaikan pada akhir tahun ini.
Kami sedang berusaha keras untuk memuat pokok-pokok berita baru dalam Symbolic Code secermat mungkin, tetapi ini tidak dapat dilakukan tanpa kerja sama dengan semua orang yang mengirimkan laporan dalam bentuk berita-berita dan pengalaman-pengalaman, dan lain-lain. Menjelaskan setiap pokok penting yang dapat dibuat dalam bahasa Inggris yang jelas.
232Semua saudara yang sudah menulis surat atau sudah menerima buku dari kami, jika pindah dari tempat mereka sekarang, tolong beritahukan ke kantor ini segera alamat saudara yang baru. Para pengerja pada ladang pekerjaan janganlah lupa memberitahukan hal ini kepada rombongan mereka masing-masing.
Semua surat yang dikirm ke gunung Karmel harus dikirim dengan alamat, (The Universal Publishing Associoation). Semua uang -- perpuluhan-perpuluhan dan persembahan-persembahan -apabila dikirimkan melalui pos, harus dikirim kepada Ny. F. Charboneau, dan jangan lupa bahwa kantor markas besar Tongkat Gembala itu tidak lagi di California, tetapi sudah pindah ke Pusat Gunung Karmel Waco, Texas.
Kiranya semua orang yang baru menyambut Tongkat Gembala itu memberitahukan kepada kami bagaimana pekabaran itu telah menemukan mereka. Walaupun tampaknya kecil, namun kami yang bekerja dengan banyak pekerjaan kantor akan memandangnya sebagai suatu pertolongan besar. Terima kasih.
Persekutuan doa yang kita tetapkan pada hari Jumat petang (jam 5 sore waktu bagian Pasifik; jam 6 sore waktu Mountain; jam 7 sore waktu bagian Central; jam 8 malam waktu bagian Timur) hendaknya dilaksanakan dengan setia demi keselamatan semua saudara kita yang berada dalam kegelapan karena tidak mengetahui kebenaran masa kini.
Setiap MAHK yang ingin memiliki Symbolic Code dan dikirim secara berkala, dan secara cuma-cuma, tolong diisi formulir kosong ini.
Tolong cantumkan nama saya dalam daftar pengiriman tetap majalah bulanan saudara, “Symbolic Code”.
The Universal Publishing Association
Symbolic Code Dept
Mt. Carmel Center, Waco Texas 9
233POKOK-POKOK BERITA
Waco, Texas
Untuk Kepentingan Sidang MAHK
GELOMBANG BARU DARI GN. KARMEL
Dalam terbitan Symbolic Code yang terakhir kami telah melaporkan bahwa dasar dari suatu bangunan sekolah pelatihan sudah diletakkan. Dan sekarang kami senang untuk memberitahukan kepada semua orang yang tertarik pada “wahyu yang mengejutkan ini” bahwa bangunan itu secukupnya akan diselesaikan untuk segera ditempati dalam waktu dua minggu yang akan datang jika Tuhan menghendaki. Oleh sebab itu, pada laporan kami yang terakhir, kami tidak menjelaskan secara lengkap mengenai bentuk, maksud, dan ukuran dari bangunan itu. Maka, sekarang kami senang untuk melengkapi laporan kami yang terakhir.
Ukuran gedung yang disebut di atas adalah 20 x 45 kaki, gedung bertingkat dua. Gedung sekolah kita ini bukan bangunan permanen, melainkan hanya untuk sementara waktu. Lantai bawah akan digunakan untuk tempat semua kendaraan milik Gunung Karmel, dan kami merencanakan bahwa gedung ini kemudian akan dirubah menjadi tempat tinggal.
Meskipun tambahan gedung yang sangat diperlukan ini akan segera diselesaikan, kami menyesal untuk mengatakan bahwa hingga kini kami belum dapat menampung setiap pendatang baru kecuali dua atau tiga orang pengerja yang mau berkorban tanpa membawa keluarga mereka, lalu secara sukarela mau menulis sedikit daftar riwayat hidup mereka yang terakhir yang bekerja dengan setia sepanjang rentetan peristiwa Pekabaran Malaikat Yang Ketiga dalam perjuangannya yang terakhir, karena ternyata kita masih kekurangan fasilitas perumahan dan sarana-sarana penting yang lain, tetapi persekutuan doa yang kami adakan beserta doa semua saudara akan dapat mengatasi dengan cepat keadaan yang membuat hambatan dan rintangan, karena kita mengetahui bahwa Ia yang menuntun kita sedemikian jauh dengan pengarahan yang bijaksana dan dengan kuasa yang besar, sekarang tidak akan meninggalkan kita.
Oleh sebab itu, hendaklah semua saudara yang berada dalam terang itu bangkit “seperti bala tentara dengan panji-panjinya” jika mereka menginginkan berkat Allah dari gunung ini, dan bersama kami menaruh pundaknya ke roda dan mendorong kereta yang penuh dengan muatan “buah-buah pertama” ini ke tempat tujuannya pulang ke rumah.
234Kami berterima kasih kepada semua saudara kita karena pertolongan mereka dalam pekerjaan besar ini dan kami harap dengan pertolongan Allah kita tidak akan mengecewakan mereka dalam hak istimewa yang diberikan Allah kepada kita seperti orang-orang lain yang bukan saja mengecewakan saudara-saudara mereka tetapi juga tidak menghormati Allah dan membuat kebenaran turun dari mimbar dan dari kegagalan menaiki tangga kebenaran yang menghantarkan ke rumah yang kekal.
Tetapi di atas semua itu kami mengucapkan terima kasih kepada Bapa di surga, bukan hanya karena pemeliharaan-Nya yang penuh kasih dan pimpinan tangan-Nya untuk mempersiapkan kita memberitakan pekabaran pemeteraian itu, tetapi juga karena Firman-Nya yang tidak pernah gagal menerangi jalan kita sejauh yang dilalui kaki-kaki kita maju ke depan, sebab Ia meramalkan bahwa pada waktu ini “isi rumah Daud akan menjadi seperti Allah, seperti malaikat Tuhan di hadapan mereka.” (Zakharia 12 : 8)
Oleh karena itu, marilah kita, sebagai suatu kesatuan, menyerukan suara kita serta berkata : “Jagalah, jagalah; kenakanlah, kekuatanmu hai Sion; kenakanlah pakaian-pakaianmu yang indah hai Yerusalem, kota suci : sebab mulai sekarang tidak akan ada lagi orang yang najis dan tidak bersunat masuk ke tengah-tengahmu … Lihat, Tuhan telah memberitakan sampai ke hujung bumi, Katakanlah kepada puteri Sion, Sesungguhnya keselamatanmu ada datang; lihat, upah-Nya bersamasama dengan Dia, dan pekerjaan-Nya mendahului Dia.” Karena demikianlah firman Tuhan : “Oleh karena demi Sion Aku tidak dapat berdiam diri, dan oleh karena demi Yerusalem Aku tidak akan beristirahat, sampai keadilannya memancar seperti cahaya, dan keselamatannya seperti lampu yang menyala. Maka bangsa-bangsa Kapir akan melihat kebenaranmu, dan semua raja-raja akan menyaksikan kemuliaanmu : dan engkau akan dipanggil dengan suatu nama yang baru, yang disebut oleh Tuhan sendiri. Engkau juga akan menjadi mahkota kemuliaan di tangan Tuhan, dan serban kerajaan di tangan Allahmu. Maka orang akan menyebut mereka, Bangsa yang kudus, umat tebusan Tuhan : dan engkau akan disebut juga, Bangsa yang dicari, kota yang tidak ditinggalkan.” (Yesaya
1
Jika kita gagal melaksanakan pekerjaan paling penting ini sejak permulaan dunia, maka terang yang menerangi jalan kita pada waktu ini akan berbalik menjadi suatu api yang menghanguskan gantinya membuat kita bijaksana dan “bercahaya seperti cahaya cakrawala … dan seperti bintangbintang selama-lamanya” (Daniel 12 : 3) ia akan membakar kedua-duanya baik akar maupun batang.
Oleh sebab itu, “Berjalanlah, berjalanlah melalui pintu-pintu gerbang; persiapkanlah jalan bagi umat itu; pandanglah ke jalan raya, dan singkirkan batu-batu; tinggikanlah suatu panji-panji bagi bangsa itu.” (Yesaya 62 : 10)
“Mohonkanlah kepada ibumu, mohonkanlah : bahwa ia bukanlah isteri-Ku dan Aku juga bukan suaminya : oleh sebab itu, hendaklah ia meninggalkan persundalannya dari pemandangan matanya, dan meninggalkan zinahnya dari antara buah dadanya.” (Hosea 2 : 2).
Sepatah kata kepada mereka yang berada di antara dua pendapat dan kepada mereka yang meragukan kemajuan dan keberhasilan “pekerjaan penyucian khusus” ini. “The Great Controversy”, hal. 425. Tuhan sedang mengamarkan mereka mengenai semangat yang akan menggerakkan “hambahamba-Nya”, kepada siapa Ia akan “mengungkapkan maksud” (Testimonies for the Church, Jilid 5, hal. 80) dalam pemberitaan pekabaran ini, dengan mengatakan : “Aku telah menempatkan pengintai- 235 pengintai di atas tembok-tembokmu, hai Yerusalem, yang terus berjaga-jaga siang dan malam : kamu menyebut nama Tuhan, janganlah lengah, dan janganlah biarkan Dia berdiam diri sampai Ia menegakkan dan membuat Yerusalem menjadi suatu pujian di atas bumi.” (Yesaya 62 : 6.)
“Laksana suara riuh kereta-kereta di atas puncak gunung-gunung mereka akan melompatlompat, seperti suara api yang membakar habis jerami, dan seperti bangsa yang kuat mereka berbaris untuk berperang. Di hadapan mereka banyak bangsa akan gementar : semua wajah akan bertambah gelap. Seperti pahlawan-pahlawan mereka akan mengejar, dan seperti prajurit-prajurit perang mereka akan memanjat tembok; masing-masing berjalan pada jalannya, dan tidak menyimpang dari barisannya : juga mereka tidak saling mendorong; masing-masing akan berjalan pada jalannya : dan jika mereka terkena pedang, mereka tidak akan terluka. Mereka akan berlari hilir mudik dalam kota itu; dan mereka akan memanjat ke atas tembok, lalu memanjat ke atas rumah-rumah; dan masuk ke dalamnya melalui jendela-jendela seperti seorang pencuri. Di hadapan mereka bumi bergempa, dan langit akan berguncang : matahari dan bulan akan menjadi gelap, dan segala bintang menjadi redup : dan Tuhan akan berseru kepada bala tentara-Nya : sebab perkemahan tentara itu sangat banyak, sebab dengan kekuatan Ia melaksanakan firman-Nya : karena hari Tuhan itu besar dan sangat menakutkan; dan siapakah yang dapat menghadapinya? Oleh sebab itu, sekarang juga, demikianlah firman Tuhan, kembalilah kepada-Ku dengan segenap hatimu, dan dengan berpuasa, dan dengan menangis; dan dengan berkabung : dan koyakkanlah hatimu, dan bukan pakaianmu, serta berbaliklah kepada Tuhan Allahmu : sebab Ia adalah pengasih dan penyayang, penyabar, dan lambat untuk marah, penuh dengan kemurahan, dan Ia merasa sedih karena kejahatan.” (Yoel 2 : 5 – 13). Oleh sebab itu, “pilih bagimu pada hari ini”, jika Tuhan itu adalah Allah ikutilah Dia, tetapi jika Baal, ikutilah dia.
“KAMU AKAN BERSORAK-SORAK
PADA SEBELAH KANAN DAN KIRI”
Saudara-saudara yang kekasih dalam kebenaran masa kini :
Kita mulai melihat tanda-tanda kegenapan Yesaya pasal 54 yang dikatakan melalui katakata nubuatan yang sudah lama ditunggu-tunggu, dimana sekarang untuk pertama sekali semuanya itu mendengung pada telinga kita dengan mengatakan : “Bersorak-soraklah hai si mandul, engkau yang tidak pernah melahirkan; bernyanyilah dan bersoraklah, hai engkau yang tidak pernah menderita sakit bersalin : sebab yang ditinggalkan suaminya akan mempunyai lebih banyak anak daripada yang bersuami, demikianlah firman Tuhan. Lapangkanlah tempat perkemahanmu, dan bentangkanlah tenda tempat kediamanmu : janganlah menguranginya, panjangkanlah tali-talinya dan pancangkanlah kuatkuat segala patokmu; sebab engkau akan bersorak-sorai pada sebelah kanan dan kiri; dan kaum keturunanmu akan menguasai bangsa Kapir, dan akan mendiami kota-kota yang hancur. Maka semua anak-anakmu akan diajar tentang Tuhan; besarlah kelak kesejahteraan anak-anakmu.” (Yesaya
Kami bergembira dengan kenyataan bahwa pekabaran Tongkat Gembala itu masih terus berjalan di Charleston, dan bahkan walaupun saudara-saudara kita itu telah melakukan segala usaha untuk memadamkan kebenaran masa kini yang diberkati ini, namun kami sangat senang memberitahukan bahwa ada satu rombongan kulit berwarna yang terdiri dari sembilan orang, yang menyambut kebenaran itu, lima orang dari antara mereka telah dipecat, sedangkan empat orang yang tinggal masih memiliki kesempatan untuk bersaksi bagi Tuhan mereka.
236Setelah kami melihat dengan mata kami sendiri kegagalan orang-orang General Conference 2 untuk menyangkal ajaran-ajaran Tongkat Gembala itu, maka hal itu telah memberi semangat besar kepada kami untuk menghadapi pencobaan ini, dan sebagai hasilnya kami telah menambahkan beberapa anggota baru kepada rombongan kita yang berwarna kulit putih juga.
Di sini salah seorang dari General Conferense yang menyerang Tongkat Gembala itu tidak mau duduk bersama kami dan memperlihatkan kesalahan-kesalahan Tongkat Gembala itu. Maka seorang saudari yang jelas melihat sikapnya yang tidak baik itu mengatakan dalam hatinya, bahwa ia akan mempelajari pekabaran itu bagi dirinya sendiri dan akhirnya sekarang ia bersama kita telah menyambut kebenaran pada masa kini dengan bergembira.
Akhir-akhir ini kami telah menyelenggarakan beberapa kali ceramah, dan saya yakin bahwa Tuhan sedang berbicara ke dalam hati kami sehingga kami merasakan bahwa semuanya itu merupakan suatu nyanyian untuk menyerukan pekabaran yang diberkati itu supaya segera berkembang menjadi suatu Seruan Keras Yang Mulia.
Pendeta Wilson telah memberikan kepada kami makanan rohani yang baik, maka untuk itu kami mengucapkan terima kasih.
Kami memohon agar diingatkan dalam doa-doa semua orang yang berkeluh kesah dan menangis karena semua kekejian yang dilakukan di tengah-tengahnya sehingga kita terus dapat melakukan kehendak-Nya, karena kita harus mempersatukan doa-doa kita dengan doa-doa mereka untuk memohon berkat bagi Gunung Karmel, dan bagi pekerjaan itu pada umumnya. Saya tetap memohon.
Saudaramu yang akan berada di antara mereka yang 144.000 itu
(Tertanda) J.G. Buckeister
Charleston, Carolina Selatan
KEMBALI LAGI
Oleh : E.T. Wilson
Saudara-saudara yang kekasih :
Karena hampir tidak mungkin untuk menulis surat secara pribadi kepada saudara semua, maka melalui tulisan singkat ini saya senang memberitahukan bahwa saya telah berada lagi di sebelah timur ladang pekerjaan yang besar dan subur dari “buah-buah pertama” itu, dan bahwa tangan Allah yang berkuasa telah memimpin saya sepanjang jalan.
Kami tidak pernah berhenti merasa kagum atas kasih yang begitu besar dari Bapa kita yang di surga, dan bersama Pemazmur, benar-benar kami dapat mengatakan : “Apalah manusia itu sehingga Engkau memperhatikannya?” Saya merasa berhutang budi kepada Pelindung kita karena saya telah tiba dengan selamat di Bagian Timur setelah berbulan-bulan meninggalkannya, dan saya sadar akan adanya bahaya dalam perjalanan pada waktu seperti ini, tetapi Tuhan telah berkenan menjaga hamba- Nya yang rendah hati selama berbulan-bulan ia mengunjungi mereka yang “berdiri dalam terang”, dan yang “berkeluh kesah dan menangis” karena dosa-dosa mereka sendiri dan karena dosa-dosa saudara-saudara yang kekasih dalam sidang.
237Kami menemukan umat kita dimana saja, yang sedang lapar dan haus akan kebenaran dan banyak dari antara mereka yang sadar bahwa Allah sedang mendatangi sidang-Nya dengan satu cara yang khusus, dengan demikian, apabila kebenaran masa kini disajikan kepada mereka, mereka ingin sekali berpegang kepada kebenaran itu meskipun dalam ketakutan terhadap musuh-musuh kebenaran yang mempengaruhi hati mereka dengan mengatakan supaya jangan mendengar siapa pun yang bersimpati dengan kita dalam “kesaksian yang jujur dari Saksi Yang Benar itu kepada orang-orang Laodikea.”
Sesungguhnya pekabaran yang mulia ini sedang menyebabkan suatu “keguncangan di antara umat Allah” (Early Writings, hal. 270) dan walaupun banyak orang akan menentangnya, namun orang-orang yang berhati jujur akan menyambutnya sehingga mereka akan “meninggikan panjipanji” dalam hidup mereka sendiri, lalu mengangkatnya untuk dilihat oleh orang lain. Sebab itu, keguncangan itu akan berlangsung terus sampai “pekerjaan penghabisan bagi sidang” -- “pemeteraian … dari mereka yang 144.000 itu” -- diselesaikan, pada waktu tangan malaikat-malaikat akan menyingkirkan “segala perkara yang mengganggu”, supaya sidang Allah menjadi murni dan tidak bercela. Kami melihat bahwa banyak orang dalam jajaran kita akan rindu memiliki pengalaman yang mana semua orang yang “tertinggal di negeri” itu akan miliki.
Benar-benar adalah suatu hal yang sangat sukar untuk memperlihatkan kepada sebahagian besar umat kita bahwa banyak sekali ayat-ayat Alkitab yang kita terapkan kepada badan-badan agama lain adalah menunjuk kepada kita selaku suatu umat, dan pengalaman bangsa Yahudi itu sedang diulangi kembali pada zaman kita sekarang. Dan ternyata, hamba Tuhan telah mengatakan kepada kita bahwa kita “telah melakukan hal-hal yang lebih jahat daripada yang mereka lakukan.” — Testimonies for the Church, Jilid 1, hal. 129. Benar-benar Tuhan telah bermurah hati kepada sidang MAHK, dan sekarang kita sepenuhnya menyadari bahwa sesungguhnya hal itu adalah “tujuan dari perhatian-Nya yang paling agung!” Sehingga kita dapat berkata, “apabila Ia akan memperlakukan kita sesuai ganjaran yang adil untuk kita, tidak satu orangpun dari kita akan berada di sini.” Semoga Tuhan menolong kita untuk lebih banyak menghargai kasih dan kemurahan-Nya yang begitu besar.
3
KUASA DALAM PERKATAAN DINYATAKAN
MELALUI KESAKSIAN-KESAKSIAN PRIBADI
Saudara-saudara yang kekasih dalam kebenaran masa kini :
Sudah menjadi keinginan hati saya untuk mempelajari pekabaran Tongkat Gembala itu dengan lebih bersungguh-sungguh. Karena kami akan menyelidiki dan menguji roh-roh yang meyakinkan hati kami sendiri, maka saya tidak akan membiarkan siapapun untuk mengambil kebebasan yang diberikan oleh Allah kepada saya; dan saya akan mempelajari pekabaran itu untuk diri saya sendiri.
Saya telah menjadi anggota sidang MAHK selama lebih dari empat puluh tahun, dan karena saya mencintai kebenaran itu lebih daripada sebelumnya, maka saya melihat keperluan untuk pembaharuan. Sidang semakin serupa dengan dunia tetapi saya tidak akan hanyut lagi dengan orang banyak yang tidak bertobat itu -- dengan teladan saya yang baik saya harus memberi semangat kepada orang-orang lain agar mereka menjadi lebih baik bukan menjadi lebih jahat.
(Tertanda) Ny. S.E.J
238Saya datang ke kota pada hari Rabu lalu pergi ke gereja, tetapi sebagaimana biasanya, saya tidak dapat masuk ke dalam, dan karena penganut-penganut Tongkat Gembala yang lain sudah pergi, maka saya harus tinggal di luar sendirian. Hal itu adalah merupakan suatu perjuangan besar bagi saya untuk tidak menghindari kebaktian di gereja, karena saya tahu bahwa tidak seorang pun dari antara orang-orang yang percaya dalam kebenaran masa kini akan ada di sana. Begitu susah untuk bertahan sendirian, tetapi saya tahu bahwa Allah menyertai saya, sehingga saya tidak sendirian. Berdoalah untuk saya agar saya tetap setia selama-lamanya.
(Tertanda) Ny. N.W.
Kami telah berada dalam Pekabaran Malaikat Yang Ketiga itu selama lima tahun tetapi kami telah mempelajarinya lebih banyak sejak kami membaca buku-buku saudara dan mulai membaca tulisan-tulisan Sis. White, sebagaimana yang saudara anjurkan kepada kami, maka saya berdoa agar saya dapat bersedia untuk berdiri menyambut Juruselamat saat ini, sehingga apabila Ia datang, maka Ia dapat mengatakan kepada saya, “baik sekali perbuatanmu itu.”
(Tertanda) Ny. C.D.
Dari seorang anggota muda MAHK di California yang cerah
Setelah Berpegang Kepada Kebenaran Masa Kini
Ketika saya berpikir kembali ke musim dingin sebelum musim panas yang lalu, saat itu adalah merupakan saat-saat pertandingan tenis, golf, renang, bola basket, croquet [olahraga yang mendorong-dorong bola dengan kayu di lapangan hijau ke dalam gawang], pingpong, baseball, bola volley, dan segala jenis pertandingan; dan juga pesta-pesta -- pesta-pesta lapangan rumput, pesta pantai, pesta salju, pesta sepatu luncur, dan macam-macam pesta sejenisnya termasuk permainan kartu (tetapi tidak termasuk pesta minum dan merokok), juga kegemaran mengendarai mobil, serta pesta-pesta hiburan -- sungguh, itulah suatu saat yang baik sama seperti yang lain. Pertandingan tenis, pingpong, dan berdansa hampir saya lakukan, tetapi saya mengucapkan terima kasih kepada Tuhan karena Tongkat Gembala itu datang pada waktunya yang tepat untuk menyelamatkan saya.”
(Tertanda) Nn. G.P
Saudara-saudara yang kekasih :
Tulisan berikut ini adalah kesaksian saya sehubungan dengan Tongkat Gembala itu.
Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Tuhan karena Pekabaran Tongkat Gembala yang mengaitkan Malaikat Wahyu 18 : 1 dengan pekabaran Malaikat Yang Ketiga. (Early Writings, hal. 277). Saya yakin sepenuhnya bahwa ia itu adalah “pekabaran dari Saksi Yang Benar kepada orang-orang Laodikea (sidang MAHK).
Pekabaran yang luar biasa ini telah menjadikan saya insyaf bahwa jika kita berharap untuk 239 memperoleh bagian di dalam dunia yang dijadikan baru, maka kita harus berhenti untuk meremehkan jalan-jalan Allah yang terdapat dalam Alkitab dan Kesaksian-Kesaksian itu.
Sekali lagi, saya mengucapkan terima kasih kepada Tuhan karena pekabaran mulia ini. Kuasa-Nya yang begitu besar telah membuat saya beserta saudara-saudara seiman saya bertobat dari berbagai-bagai hal yang tidak berguna. Pekabaran itu telah menempatkan kaki saya di atas pondasi yang kokoh sama seperti Juruselamat kita berdiri dan yang memberikan kepada-Nya kemenangan atas segala serangan gencar Setan, yang juga akan saya alami.
Saya menyadari sepenuhnya bahwa ia itu adalah satu pekabaran yang mulia bagi orang yang mematuhi segala tuntutannya, dan yang berjalan dalam terangnnya yang cemerlang, tetapi betapa ia itu satu pekabaran yang menyedihkan dan menakutkan bagi orang-orang yang tidak mematuhinya dan mengasihi kegelapan gantinya mengasihi terang!
Doa saya adalah supaya Tuhan memimpin dan mengarahkan saya sepenuhnya ke dalam terang ini, sehingga saya dapat berjalan di atas jalan-jalan-Nya dan terus mengikuti jalan yang ditunjukkan-Nya lalu belajar untuk “menolak yang jahat dan memilih yang baik”, supaya saya mempunyai bagian dalam pekabaran mereka yang 144.000 itu apabila Pekabaran Malaikat Yang Ketiga itu sudah berkembang menjadi Seruan Keras, dan supaya saya dapat sempurna 100 % dalam segala jalan-Nya.
Saudaramu dalam pekabaran Wahyu 18 : 1 yang mengundang
perhatian saya melalui Tongkat Gembala itu,
(Tertanda) W.A.E
4
PERTANYAAN DAN JAWABAN
Pertanyaan : “Pendirian apakah yang harus diambil oleh pekabaran pemeteraian itu berkenaan dengan perkawinan pada akhir zaman? Bukankah rasul Paulus telah mengajarkan dalam 1 Korintus 7 : 27, 29 bahwa orang-orang Kristen seharusnya tidak kawin dengan alasan bahwa ‘waktu telah singkat’?”
Jawab : Satu Korintus pasal tujuh itu berisikan pelajaran-pelajaran yang sangat baik mengenai perkawinan dan kekeluargaan, maka hal itu jelas hampir tidak memerlukan komentar apapun terhadap keterangan yang diinginkan. Jika orang yang bersangkutan mau mempelajari kembali dengan cermat semua pasal itu dan kemudian menyimpulkan ajaran-ajaran Paulus, maka terlihat bahwa ia tidak ada mendesak supaya para pengikut Kristus tetap tinggal sendirian, dan juga tidak memaksakan supaya mereka kawin, tetapi dengan jelas ia sedang menyatakan kemungkinan dalam dua hal itu; kemudian ia memberikan supaya masalah itu ditentukan sendiri oleh orang yang bersangkutan.
Pada permulaan pasal itu ia menyimpulkan pernyataannya sendiri dari ayat satu dengan mengatakan : “Namun demikian, untuk menghindari percabulan, baiklah setiap laki-laki memiliki isterinya sendiri dan setiap isteri memiliki suaminya sendiri.” (ayat 2). Kemudian ia melanjutkan : “Saudara-saudara, hendaklah tiap-tiap orang tinggal di hadapan Allah dalam keadaan seperti pada waktu ia dipanggil. Adakah engkau terikat dengan seorang isteri? Janganlah meminta cerai. Janganlah kamu bercerai. Adakah kamu tidak mempunyai isteri? Janganlah berusaha untuk mencari isteri. Tetapi, sekiranya kamu kawin, kamu tidak berdosa; dan sekiranya seorang gadis mau kawin, ia pun 240 tidak berdosa.” (ayat 24, 27, 28).
Pada ayat 32 dan 33 ia memberikan alasan supaya lebih baik tidak kawin dengan mengatakan : “Orang yang tidak mempunyai isteri tentunya akan menjaga segala perkara yang berkenan kepada Tuhan, bagaimana ia dapat menyenangkan hati Tuhan : tetapi orang yang sudah kawin memikirkan perkara-perkara dunia, bagaimana ia dapat menyenangkan hati isterinya.” “Oleh sebab itu, aku berpendapat bahwa dalam keadaan darurat yang sekarang adalah baik bagi setiap orang memikirkan hal ini.” (ayat 26)
Artinya, orang-orang yang sudah kawin lebih atau kurang terikat pada masalah-masalah rumah tangga dan keluarga di bawah berbagai keadaan, yaitu “keadaan yang sukar saat ini”, tidak mempunyai kebebasan yang lebih banyak untuk melayani pekerjaan Tuhan secara efektif dalam memberitakan injil seandainya mereka tidak kawin. Yang berikut ini menunjukkan bahwa permohonannya tidaklah wajib melainkan merupakan masalah pilihan. “Jadi, laki-laki yang mengawini seorang perempuan adalah baik, tetapi laki-laki yang tidak kawin adalah melakukan lebih baik.”(ayat 38)
Mereka yang ingin untuk berkenan kepada Allah dan memberkati umat-Nya akan selalu berusaha untuk memperbaiki hidupnya dan memperbaiki masalah-masalah rumah tangganya supaya mereka dapat dengan lebih baik untuk melayani Dia bahkan di bawah keadaan terlarang sekalipun, apakah bagi mereka perlu kawin atau hidup sendiri, dan apapun nasibnya, mereka harus merasa puas, karena Allah Yang telah memberikannya dan Allah yang mengambilnya.
Kecenderungan berpikir manusia tanpa Roh Kebenaran sampai sekarang masih senantiasa berada di tengah-tengah jalan -- artinya, ia kemungkinan besar ditarik kepada sisi jalan yang satu atau ke sisi yang lainnya. Contohnya, jika ajaran membujang yang diajarkan oleh kelompok yang berhaluan keras itu dipatuhi sejak zaman Paulus, maka 1900 tahun kemudian anggota sidang Kristen semuanya sudah berkurang dan tidak ada lagi, -- berakhir -- kecuali anggota-anggotanya terus menerus secara tetap -- melengkapi lagi -- dengan orang-orang Kapir yang baru bertobat; dan jika sekiranya seluruh dunia sudah bertobat dan menganut agama Kristen pada zaman Paulus, maka dunia sudah akan berakhir pada generasi itu -- 1800 tahun yang lampau! Sehingga, tujuan utama dari injil akan dihapuskan dari keluarga manusia di permukaan bumi, lalu meninggalkan hanya Setan dan malaikat-malaikatnya untuk menjadi penghuninya -- sehingga menggenapi maksud pengacauannya!
Sepanjang pengetahuan kami, dimana pun juga Alkitab tidak melarang siapa pun yang ingin kawin jika ia ingin dan jika perbuatan itu untuk memuliakan Allah -- kawin di dalam iman serta untuk melayani Dia dengan lebih baik daripada sebelumnya. “Benarlah perkataan ini”, sahut Paulus kepada Timotius, “jika orang menghendaki jabatan menjadi seorang pemimpin jemaat, maka ia telah memilih pekerjaan yang baik. Tetapi seorang pemimpin haruslah tidak bercacad, dan suami dari seorang isteri.” (1 Timotius 3 : 1, 2.)
Lembaga perkawinan yang dibuat Allah sejak permulaan bumi diciptakan, akan berlangsung terus sampai dunia berakhir karena ada tertulis :
“Tetapi Roh dengan tegas mengatakan, bahwa pada waktu-waktu terakhir sebagian orang yang akan menyimpang dari iman, lalu mengikuti roh-roh penyesat, dan ajaran-ajaran setan; serta berbicara dusta dalam kemunafikan; dan angan-angan hati mereka untuk melarang orang kawin.”
241Ayat firman di atas jelas menunjukkan kenyataan bahwa orang-orang yang berusaha mengesampingkan hubungan perkawinan pada “akhir zaman” -- yaitu zaman kita sekarang -- adalah
5 orang-orang yang tidak melakukan kehendak Allah melainkan sedang melakukan kehendak dari “roh-roh penyesat.” Sebab itu, hendaklah kita berhati-hati terhadap apa yang kita lakukan dan yang akan kita katakan agar jangan kita melakukan pelanggaran kepada Allah sehingga roh-roh jahat masuk ke tengah-tengah pikiran kita dan dengan demikian kita menjadi hamba-hamba Setan gantinya menjadi “hamba-hamba Allah.”
Jika musuh melalui penggodaannya akan menyebabkan kita menunjukkan suatu rencana Setan yang sedemikian, yaitu “melarang orang kawin”, maka ia melalui keinginan kita akan menghancurkan pekabaran yang akan kita bawa ke seluruh dunia; karena, jika kita “melarang orang kawin”, maka melalui perbuatan itu kita sedang membantu Setan dan sebaliknya, dengan semangat dan kepastian, ia akan mengarahkan perhatian kita kepada kutipan firman di atas serta mengumumkan ke seluruh dunia bahwa pekabaran kita itu gantinya datang dari Allah adalah datang dari “roh-roh penyesat!”
Pekabaran pemeteraian yang kita emban saat ini tidak ada melarang orang kawin. Oleh karena itu, jika Allah, Yang telah membentuk ikatan perkawinan itu tidak ada melarang untuk tidak melanjutkannya, maka bagi masing-masing kita yang berusaha melakukan yang demikian, akan melakukan suatu dosa besar sama seperti jika kita mau berusaha untuk menyingkirkan salah satu dari perintah dari hukum-Nya atau peraturan yang telah dilembagakan-Nya. Tak seorang pun mempunyai hak untuk memaksakan pendapat-pendapatnya kepada orang lain sebagai akhir tujuan hidup mereka. Janganlah seorang pun mau berusaha untuk menjadi satu patokan bagi semua orang.
Orang yang melakukan tanggung jawab untuk mengatur apa yang harus diperbuat oleh orang lain, mengatur pikiran dan hati sanubari mereka, adalah orang-orang yang bersalah karena menggeser tempat Allah ke samping lalu menggantikan tempat-Nya -- duduk “dalam bait suci Allah, menunjukkan dirinya sebagai Allah.” (2 Tesalonika 2 : 4). Dengan perkataan lain, siapa saja yang menjalankan suatu tanggung jawab yang tidak diberikan Allah kepadanya, maka melalui perbuatannya itu ia sedang berusaha merebut tempat Allah, dan dengan tidak sadar mengatakan dalam hatinya yang jahat : “Aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan; aku akan menjadi sama seperti Yang Maha Tinggi.” (Yesaya 14 : 14). Perintah yang dikatakan oleh Tuhan ialah : “Oleh sebab itu apa yang telah dipersatukan oleh Allah, janganlah diceraikan oleh manusia.” (Matius 19 : 6.)
Allah tidak ada memberi hak kepada siapa pun untuk mengatur orang-orang lain apakah mereka harus kawin atau hidup tanpa kawin, atau dengan siapa mereka kawin atau siapa yang mereka tidak kawini selain daripada membiarkan pandangan orang laki-laki atau perempuan itu jika demikian hal itu diminta oleh orang yang bersangkutan. Para orangtua dapat memberi nasehat tetapi apabila nasehat mereka tidak dihargai dan ditolak, maka mereka seharusnya berlaku seperti Bapa dari si pemboros itu -- biarlah anak-anak mereka memilih jalan mereka sendiri kalau tidak orangtua akan kehilangan mereka selama-lamanya.
Pertanyaan : “Bagaimanakah orang-orang Laodikea itu (sidang MAHK) termasuk ke dalam ketujuh kepala dari binatang-binatang itu? Tolong hal ini dijelaskan dengan cara yang mudah dipahami.”
242Jawab : Kami telah mencoba untuk menjelaskan pokok masalah ini sederhana sejelas mungkin dimana saja hal ini dapat dijumpai dalam buku kami, dan sepanjang pengetahuan kami, semua orang yang berusaha untuk mempelajari semuanya dengan suatu pikiran yang tidak memihak dan dengan satu kerinduan untuk mengetahui pokok kebenaran yang paling penting pada zaman ini akan merasa puas dengan penjelasan-penjelasan itu. Oleh sebab itu, jelaslah bahwa orang yang bertanya belum membaca semua keterangan yang berkaitan dengan pertanyaan itu. Sebab itu, kami mengarahkan perhatiannya kepada buku Tongkat Gembala, Jilid 1, hal. 209 – 222; Jilid 2, hal. 85 – 107; Symbolic Code No.5, hal. 6.
Karena ternyata pertanyaan itu bukan mengenai satu binatang, melainkan mengenai “binatang-binatang”, maka hal itu sangat jelas bahwa ia belum mempelajari secara cermat pokokpokok masalah ini. Namun demikian, karena diminta, maka di sini kami akan memberi alasan secara ringkas mengapa organisasi sidang MAHK termasuk ke dalam lambang kepala-kepala itu.
Yang terutama sekali, hendaklah dipahami bahwa organisasi sidang MAHK adalah termasuk ke dalam lambang-lambang binatang yang menyerupai macan tutul Wahyu 13 : 10 tetapi tidak termasuk kepada binatang merah kermizi Wahyu pasal 17.
Tongkat Gembala membuktikan bahwa binatang itu terluka oleh pukulan reformasi. Baca buku “The Great Controversy, hal. 142”, par 2; hal. 155, par. 2; hal. 162, par. 1; hal. 190, par.1, baca buku “The Sign of the Times”, April 12, 1932. (Kutipan dari keterangan yang terakhir dapat dijumpai pada halaman 63 dari Traktat kami No. 4, “Berita-Berita Terakhir Bagi Ibu”).
Oleh karena itu, selama Protestan masih terus menghidupkan roh para pembaharu itu, maka “luka yang mematikan itu” tidak akan dapat sembuh malah akan lebih parah. Dengan sendirinya “luka” yang terdapat pada kepala itu melambangkan reformasi di antara umat Kristen sedunia, maka kesembuhan luka itu harus juga melambangkan kemurtadan umat Kristen sedunia yang dibuktikan lebih jauh melalui kenyataan kata “hujat” yang terdapat di atas semua ketujuh kepala itu dan yang menunjukkan bahwa dengan perkataan mereka, mereka mengaku menjadi pengikut-pengikut 6 Kristus -- orang-orang Kristen -- tetapi dalam perbuatan mereka tidak. Demikianlah, mereka melakukan hujat. Baca Wahyu 2 : 9; Yeheskiel 20 : 27. Maka karena luka itu sudah sembuh pada masa periode organisasi sidang MAHK, dan jika sidang ini adalah sidang yang Allah tetapkan untuk mempertahankan Roh reformasi (luka pada kepala itu), dan jika sidang ini tidak mendurhaka maka luka itu tidak akan sembuh.
Lebih jauh, karena gereja-gereja yang populer itu telah menolak pekabaran-pekabaran yang datang dari surga, maka organisasi sidang MAHK telah melakukan hal yang sama dengan mengesampingkan prinsip-prinsip dasar yang sudah ditetapkan oleh Roh Nubuat untuk mengatur perkaraperkara yang menyangkut organisasi, dan karena organisasi sudah menolak pekabaran pada tahun 1888 dan juga menolak pekabaran sekarang ini, maka ia tidak kurang bersalah. Maka, jika gerejagereja yang populer itu dilambangkan oleh kepala-kepala ini, mengapa MAHK tidak?
Selain itu, kebenaran yang ditunjukkan oleh kepala-kepala itu bukanlah satu-satunya terang bagi umat Allah oleh mana mereka dapat menyaksikan keadaan sidang, karena kita baca dalam buku “Testimonies for the Church”, Jilid 8, hal. 250 dengan kata-kata yang jelas, bukan dengan lambang-lambang tetapi diucapkan sendiri oleh Kristus. Kata-Nya : “Tidakkah kamu melihat bagaimana mereka berpura-pura telah menyembunyikan kekotoran dan kebusukan tabiat mereka? 243 ‘Bagaimana kota yang setia itu telah menjadi seorang pelacur?” Rumah Bapa-Ku telah menjadi rumah tempat berjualan, satu tempat dari mana kehadiran dan kemuliaan Allah telah hilang! Karena inilah yang menyebabkan kelemahan, dan kekuatan berkurang.”
Masih lebih jauh lagi, bukankah orang-orang Laodikea (sidang MAHK) telah mendurhaka, sehingga Kristus tidak mungkin mengatakan : “Aku akan meludahkan engkau dari mulut-Ku.” (Wahyu 3 : 16). Untuk memenuhi permintaan orang yang bertanya maka kami telah menjawab pertanyaan ini “sejelas, dengan cara yang sederhana” yang mungkin kami dapat berikan.
“SUPAYA ENGKAU DAPAT MAKMUR DAN MENJADI SEHAT” Bag. 3
(Sambungan Dari Terbitan Bulan Oktober)
Bagaimana Supaya Tetap Sehat
Semua orang harus tahu bahwa tubuh manusia terdiri atas enambelas unsur. Jika orang kekurangan salah satu dari antaranya, maka kesehatannya akan terganggu sehingga menimbulkan kerusakan seperti sebuah mobil yang kehabisan bensin, oli, minyak pelumas, air, oksigen, atau ketidakadaan listrik pada mobil tersebut -- dimana semua bahan ini sangat berguna. Oleh karena itu, biarlah kita selalu lebih berhati-hati untuk merawat tubuh kita daripada merawat sebuah kendaraan supaya tetap baik, karena meskipun kita dapat membeli mobil baru, namun kita tidak dapat mengganti tubuh yang diberikan Allah.
Tidak ada jamu, tidak ada obat, atau sesuatu hasil perbuatan tangan yang dapat memenuhi unsur-unsur yang memberikan kehidupan ini. Pencipta kita telah menaruh semua unsur-unsur yang diperlukan itu ke dalam makanan dan ke dalam udara yang Ia telah ciptakan untuk keperluan kita, dan oleh karena bahan-bahan yang membentuk tubuh itu aus karena menyediakan setiap hari tenaga untuk perawatan kegiatan organisme, maka semuanya harus diisi kembali setiap hari untuk mem-pertahankan hidup dan untuk mempertahankan kesehatan di dalam tubuh dan kegunaan dari ketahanan mekanisme tubuh yang terkait. Maka, untuk pemeliharaan tubuh kita yang ajaib yang tiada berhenti itu, Allah telah berfirman, “lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji, di seluruh bumi, dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu.” (Kejadian 1 : 29)
Sudah tentu, tidak ada orang yang dapat memperoleh semua unsur yang dibutuhkan ini dengan hanya menggunakan satu jenis atau membatasi makanan yang beraneka ragam. Pencipta bumi telah menaruh setiap perkara yang baik dan berguna bagi kehidupan pada setiap tempat atau kawasan di permukaan bumi, keluarga manusia akan membatasi manusia untuk tinggal pada satu tempat seperti orang-orang yang hidup setelah air bah dahulu lakukan, serta mengatakan, “Marilah kita dirikan bagi kita sebuah kota dan sebuah menara, yang puncaknya sampai ke langit; dan marilah kita membuat nama kita, supaya kita jangan terserak ke seluruh permukaan bumi.” (Kejadian 11 : 4)
Kecenderungan dan keinginan alamiah orang yang berpikiran duniawi selalu bertentangan dengan tujuan Allah. Tetapi karena maksud-Nya adalah agar manusia “mengisi dan menaklukkan bumi”, (Kejadian 1 : 28), maka Ia telah membagi-bagikan semua yang perlu untuk hidup dan menyenangkan bagi pandangan seluruh bumi; artinya, kita tidak dapat menjumpai segala jenis makanan pada satu tempat saja. Demikianlah kita terpaksa mencarinya hampir di segala tempat -- 244 sehingga untuk memenuhi maksud-Nya untuk kebaikan kita. Dalam cara yang sama Ia telah menyebarkan unsur-unsur pemberi hidup ini ke dalam berbagai-berbagai jenis makanan -- memaksa kita untuk menggunakan semua ciptaan-Nya!
7
Dengan sendirinya, kita tidak dapat mempertahankan kesehatan yang baik dengan hanya menggunakan satu jenis makanan yang baik -- kita perlu memakan berjenis-jenis makanan. Sebagaimana halnya dengan aliran listrik dan gas -- yang satu dapat diperoleh dari udara dan yang lainnya dari tanah -- keduanya adalah suatu bahan yang penting untuk menjalankan mesin, maka begitu juga dengan mesin tubuh manusia -- tanpa oksigen dan zat besi -- yang satu diperoleh dari udara dan yang lainnya dari tanah -- kehidupan akan berhenti kurang dari lima menit sama seperti ketiadaan bensin dan percikan cahaya dalam setiap pergerakan maka mesin menjadi mogok apabila kehabisan bensin dan percikan cahaya.
Pada mulanya, Allah menghembuskan napas hidup ke dalam hidung manusia, “menghembuskan napas hidup melalui hidung; maka manusia itu pun menjadi makhluk yang hidup.” (Kejadian 2 : 7.) Oleh sebab itu, oksigen adalah unsur yang paling utama dalam kehidupan kita dan walaupun ia itu sama sekali tidak berharga kalau dinilai dengan uang, dan walaupun ia itu dapat diperoleh pada setiap jengkal tanah, namun seluruh bangsa manusia secara keseluruhan sangat membutuhkannya!
Roh Nubuat mengatakan : “Akibat-akibat yang timbul karena tinggal dalam ruangan-ruangan yang tertutup, ruangan-ruangan yang kurang udara segar adalah sebagai berikut : jaringan tubuh menjadi lemah dan tidak sehat, peredaran darah tertekan, darah mengalir dengan lamban ke seluruh jaringan tubuh karena darah itu tidak bersih dan karena tidak diberi hidup oleh udara yang murni dan segar dari surga. Pikiran menjadi tertekan dan murung, sedangkan seluruh jaringan tubuh menjadi lemah; dan mudah terkena penyakit demam dan penyakit-penyakit akut yang lain. Membiarkan dirimu tetap tinggal dalam ruangan tertutup dan enggan menghirup udara segar di luar rumah akan menjadikan pernapasanmu tidak baik, dan udara yang tidak sehat yang keluar dari paru-paru orang tinggal di dalam ruangan-ruangan tertutup dan mengandung racun tidak baik untuk menopang kehidupan. Tubuh menjadi lemah, kulit menjadi pucat, pencernaan menjadi lambat dan sistim menjadi sangat peka terhadap pengaruh dingin. Pencahayaan yang ringan saja dapat mengakibatkan penyakit yang parah, kelalaian akan mengundang berbagai-bagai penyakit serius. Usahakanlah supaya jangan duduk di tempat yang berangin atau dalam ruangan yang dingin sewaktu dalam keadaan lelah, atau dalam keadaan berkeringat. Usahakanlah supaya menjadi kebiasaan anda untuk tinggal dalam tempat yang suhunya cocok [65 oF].” -- Testimonies for the Church, Jilid 1, hal. 702, 703.
“Udara, udara, adalah satu anugerah yang berharga dari Surga, yang semua orang dapat miliki dan yang memberi berkat kepadamu dengan pengaruhnya yang menghidupkan, jika engkau mau menerimanya. Sambutlah dia, cintailah dia, maka ia akan menimbulkan suatu perasaan yang menyenangkan. Udara harus tetap mengalir supaya tetap bersih. Udara yang segar dan bersih akan mengalirkan darah yang sehat ke seluruh jaringan tubuh. Udara akan menyegarkan tubuh, dan merawatnya serta menyumbangkan kekuatan dan kesehatan, sedangkan pada waktu yang sama pengaruhnya atas pikiran memberi satu tingkat ketenangan dan ketenteraman. Membangkitkan napsu makan, dan menjadikan pencernaan bekerja lebih sempurna, dan membuat tidur lebih nyenyak.” -- Testimonies for the Church, Jilid 1, hal. 702.
“Jika bukan alasan utama kenapa banyak orang menjadi sakit adalah karena aliran darah 245 tidak lancar, maka pergantian udara dan air, yang perlu untuk menopang tubuh hidup dan kesehatan tidak perlu diadakan. Dan karena orang tidak menggerakkan tubuh mereka dan memberi makan paru-paru mereka dengan udara yang bersih dan segar, maka tidak mungkin bagi darah untuk memberi daya hidup dan jalannya pun tidaklah akan lancar melalui jaringan tubuh…
“Musim yang paling ditakuti oleh orang-orang yang menderita penyakit, adalah musim dingin. Musim dingin ini tidak hanya terasa di luar rumah, tetapi juga terasa di dalam rumah, bagi mereka yang terpaksa tinggal dalam rumah yang sama dan tidur dalam ruangan yang sama. Korban-korban yang disebabkan oleh penyakit khayalan ini mengurung diri di rumah serta menutup semua pintu dan jendela; sehingga udara mempengaruhi paru-paru dan kepala mereka. Khayalan dapat menjadi kenyataan; apabila mereka mengkhayalkan akan kedinginan, maka mereka akan mengalaminya. Mereka tidak mempunyai banyak pemikiran yang dapat memberi keyakinan bahwa mereka tidak memahami sifat alamiah semua perkara itu.” -- Testimonies for the Church, Jilid 2, hal. 525, par. 2 & 1.
Sebagaimana yang telah disebutkan terlebih dahulu, sekali lagi kami mengundang perhatian para pembaca untuk mengetahui kenyataan bahwa pemikiran-pemikiran dan pendapat-pendapat manusia tentang kehidupan selalu bertentangan dengan pemikiran Allah. Maka kami memohon dengan sangat kepada setiap pengikut Kristus agar mereka meninggalkan segala sesuatu yang tidak berasal dari Firman Allah untuk mengatur hidup mereka! Maka mereka akan menjadi seorang yang benarbenar bertobat kepada Kristus -- mematuhi segala pemikiran-Nya.
“Dengarkanlah, hai putri, lihatlah, dan sedengkanlah telingamu, lupakanlah bangsa dan seisi rumah bapamu; maka raja akan bergairah karena keelokanmu : karena Ia adalah Tuanmu; dan kepada-Nyalah engkau berbakti.” “Bangunlah, bangunlah; tunjukkanlah kekuatanmu, hai Sion; kenakanlah pakaian-pakaianmu yang indah, hai Yerusalem, kota suci : karena mulai dari sekarang tidak ada lagi orang yang tidak bersunat dan yang najis terdapat di antaramu.” “Janganlah kamu mengira, bahwa Aku datang untuk membawa damai ke atas bumi : Aku datang bukan untuk membawa damai melainkan pedang. Sebab Aku datang untuk memisahkan anak laki-laki dari ayahnya, anak
8 perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya. Dan musuh orang adalah seisi rumahnya sendiri. Barangsiapa yang mengasihi bapa atau ibunya lebih daripada-Ku ia tidak layak bagi-Ku: barangsiapa yang mengasihi anak laki-laki atau anak perempuan melebihi Aku tidak berharga
Jelaslah, bahwa sistem kehidupan sekarang sedikit lebih banyaknya, adalah bertentangan dengan kesehatan dan kehidupan kerohanian yang baik; artinya, kuasa jahat yang telah tertanam dalam sifat manusia yang penuh dosa telah memperlengkapi segala cara dan alat, menciptakan dan memoles suatu cara yang berkenan kepada pandangan manusia dalam keadaannya yang penuh dosa dan untuk memberi daya tarik kepada keinginan-keinginan hatinya yang jahat -- menuntun dirinya dengan suatu senyuman wajahnya untuk semakin jauh dari Allah dan berjalan menuju kebinasaan kekal! Ah, betapa suatu yang sangat mengherankan apabila mereka tiba pada nasib mereka!
“Tuhan telah berdiri untuk menuntut, dan telah berdiri untuk menghakimi bangsa itu.” (Yesaya 3 : 13.) “Hendaklah orang fasik meninggalkan kejahatannya, dan orang yang tidak benar meninggalkan segala rancangannya : hendaklah ia kembali kepada Tuhan, maka Ia akan mengasihi dia, dan hendaklah ia kembali kepada Allah kita, karena Ia Maha Pengampun.” (Yesaya 55 : 7.)
246Oleh sebab itu, saudara-saudaraku, rubahlah cara-caramu itu dan belajarlah bagaimana untuk hidup. Jadikanlah itu menjadi ketetapan tujuanmu dengan terus menerus berbuat hidup yang benar -- bernafaslah dengan teratur dan makanlah dengan sederhana, bekerjalah dengan giat, dan istirahatlah apabila lelah, tidurlah dengan cukup -- gunakanlah waktumu secara teratur -- janganlah terlambat untuk memulai, dan janganlah terlambat untuk berhenti, jadilah seperti Allah (Zakharia 12 : 8), maka apapun yang kamu lakukan, lakukanlah itu bagi kemuliaan Allah. Jangan habiskan waktumu di depan cermin atau menghabiskan dalam pekerjaan-pekerjaan rumah yang tidak perlu begitulah kita sebut serta atau kesenangan-kesenangan Setan.
Janganlah mencoba untuk hidup sehat tanpa sinar matahari dan tanpa mengadakan olahraga di luar rumah atau dalam ruangan yang tidak dialiri oleh udara segar, dan janganlah lupa membuka semua jendela kamar tidurmu sebelum engkau pergi tidur pada malam hari.
Jika engkau tidak menghirup udara segar, maka engkau sedang memboroskan uang dan waktumu, juga tenaga hidupmu untuk keelokan, khayalan, dan makanan-makanan yang mahal, karena zat besi yang terdapat pada makananmu hanya sedikit memberi keuntungan tanpa oksigen. Janganlah menunggu sampai kepada “sesuatu musim yang lebih baik” -- mulailah sekarang juga.
Mencari Seorang Pengerja
“Maka Ia berkata kepada murid-murid-Nya, “Tuaian memang banyak, tetapi para pengerja sedikit; sebab itu mintalah kepada Tuhan yang empunya tuaian itu, supaya Ia mengutus pengerjapengerja ke dalam penuaian-Nya.” (Matius 9 : 37, 38).
“Allah tidak pernah memilih orang malas atau orang yang menganggur apabila Ia menghendaki orang-orang untuk pelayanan-Nya. Apabila Allah menghendaki seorang pengerja maka Ia memanggilnya. Apabila Ia memiliki sesuatu untuk dikerjakan maka Ia akan pergi kepada mereka yang siap untuk bekerja. Apabila Allah menghendaki seorang pengerja yang hebat maka Ia mencari orang yang sibuk. Alkitab dan sejarah telah membuktikan kebenaran ini.
Musa adalah yang rajin dan sibuk menggembalakan kawanan dombanya di gunung Horeb.
Gideon adalah orang rajin dan sibuk mengirik gandum dengan alat pemeras buah anggur.
Saul adalah orang yang rajin dan sibuk mencari ternak bapanya yang hilang.
Daud adalah orang yang rajin dan sibuk memelihara domba-domba bapanya.
Elisa adalah orang yang rajin dan sibuk membajak dengan dua belas pasang lembu.
Nehemia adalah orang rajin dan sibuk menyediakan anggur bagi raja.
Amos adalah orang yang rajin dan sibuk menuntun kawanan dombanya.
Petrus dan Andreas adalah orang yang rajin mencampakkan jala ke laut.
Yakobus dan Yohanes adalah orang-orang yang rajin dan sibuk memperbaiki jalanya.
Matius adalah orang yang rajin dan sibuk memungut cukai.
Saulus adalah orang yang rajin dan sibuk menganiaya sahabat-sahabat Yesus.
William Carey adalah orang yang rajin dan sibuk memperbaiki dan membuat sepatu.
-- Tanpa nama 9
247PERINGATAN DAN PEMBERITAHUAN YANG PENTING
Saudara H.G. Warden baru menyelesaikan pekerjaannya di Denver, Colorado, setelah membentuk suatu rombongan yang terdiri dari tigapuluh orang dan ia telah pindah dari Denver Selatan ke tempat lain. Kiranya semua umat Allah mempersatukan doa mereka demi keberhasilannya. Alamatnya sekarang ialah : 1225 -- 10th St., Pueblo, Colorado.
Saudara H.F. Roller masih bekerja di Portland dan sekitarnya, tetapi diharapkan segera dapat pindah ke tempat lain. Ia mengharapkan doa-doa kita. Alamatnya sekarang adalah : 439 S.W Mountgomery St. Portland, Oregon.
Alamat rumah Pendeta E.T. Wilson ialah :
Route No. 5 Hendersonville, North Carolina
Saudara M.J. Bingham dan saudara Eugene Lipsey telah bekerjasama di sekitar Los Angeles. Alamat mereka ialah : 3209 Passadena, Ave, Los Angeles, California.
Diminta supaya setiap rombongan mengirimkan nama dan alamat anggota-anggota dari rombongannya masing-masing yang telah menerima pekabaran kebenaran masa kini. Kami juga meminta supaya pemberitahuan ini disampaikan kepada semua saudara-saudara yang tempatnya terpencil. Terima kasih.
Laporan-laporan yang dibuat oleh sekretaris dari setiap rombongan harus terpisah dari suratsurat yang lain.
Harga gambar-gambar adalah sebagai berikut :
11 gambar yang tercantum dalam “Tongkat Gembala” Jilid 2, $ 6, 75 (dibuat berbingkai)
3 gambar yang tercantum dalam Traktat No. 2 dan 3, $ 2, 50 (tidak berbingkai).
Gambar di atas satu set yang terdiri dari 14 gambar (berbingkai dan tidak berbingkai, $ 8, 75.
Dan gambar yang sama tidak berbingkai, 14 gambar harganya $ 6,50.
“Jika ada orang Tongkat Gembala yang datang ke tempat kami maka mereka akan disambut oleh kami.”
(Tertanda) Mr. dan Mrs R.L. Little
Kirkland, Washington
248PETUNJUK UNTUK DATANG KE GUNUNG KARMEL
Mereka yang ingin berkunjung ke gunung Karmel, dapat tiba di Waco, melalui timur pada jalan Franklin ke Highway No. 67, dan kemudian membelok ke sebelah kanan pada Highway No. 67 selama kurang lebih 1 ½ mil menuju danau Waco. Tepat sebelum menyeberang jembatan maka engkau akan melihat sebuah papan tanda yang terletak pada sebelah kanan jalan yang bertuliskan, “Mount Carmel Center.” Naiklah ke bukit sesuai dengan tanda-tanda penunjuk maka engkau akan menemukan tempat itu. Jika mereka ingin terlebih dulu berhubungan dengan Sister Colvin, mereka dapat menelepon dengan nomor telepon 4830 atau menelpon ke tempat kediamannya di 2301 Homan Ave.
Tolong cantumkan nama saya dalam daftar pengiriman tetap majalah bulanan saudara, “Symbolic Code”.
The Universal Publishing Association
Symbolic Code Dept
Mt. Carmel Center, Waco Texas 10
249POKOK-POKOK BERITA
Untuk Kepentingan Sidang MAHK
JANGAN PERNAH DILUPAKAN
Dengan pokok-pokok berita yang telah disampaikan melalui naskah yang singkat ini keseluruhan ladang pekerjaan, penerbit merasa senang dan berbahagia untuk jauh menyiarkan serta berbahagia untuk berbagi dengan semua umat Allah yang tinggal di tempat yang jauh kegembiraan yang dialami karena setiap langkah maju melawan musuh dan untuk memandang sekarang ke dalam kebun anggur yang luas dalam masa pengumpulan “buah-buah pertama.” Tetapi sebagaimana biasanya satu cuaca disusul dengan cuaca yang lain, maka dengan sedih dan penuh rasa haru kami mengumumkan bahwa Saudari kita yang sangat kita kasihi Sister Charboneau telah meninggal, ia adalah bendahara Persekutuan ini sejak enam tahun yang lalu, dan ia telah berusaha untuk memajukan pekerjaan itu walaupun di luar kekuatannya sampai hari kematiannya.
Sekarang ia sedang menunggu Pemberi hidup itu pada jalan masuk No. 2 bagian sebelah kiri sedikit sementara memasuki Gunung Karmel, dan jalan itu hanyalah sebuah jalan kecil apabila seseorang masuk ke dalamnya, dan walaupun ia sendirian tinggal dalam tempat kuburannya yang baru itu, namun ia dikelilingi banyak cabang hijau dari pohon-pohon aras sedang terkulai merunduk ke arah Danau Waco yang indah yang tampaknya memberi kepuasan, bahkan sinar matahari yang telah menyinari setiap tempat yang indah pada permukaan bumi hampir 6000 tahun, sedang menunjukkan kenyataan bahwa ia senang beristirahat di sana sampai kebangkitan istimewa dari Daniel Duabelas, dimana pada waktu itu, ia beserta semua orang akan “bangkit kepada hidup yang kekal” sehingga kita akan bertemu dalam kegembiraan serta bernyanyi bagi Tuhan yang agung itu! Ah, betapa mulia perhimpunan itu!
Tuhan, bantulah kami untuk menjadi benar bagi-Mu dan mengasihi kebenaran-Mu sebagaimana Engkau telah mengasihi kami, sebab kami ingin bertemu dengan saudari kami yang kekasih ini pada hari kebangkitan nanti.
250UPACARA PENGUBURAN
Doa oleh V.T. Houteff.
Nyanyian : “Pintu Terbuka Untukku”. Dinyanyikan oleh Ny. John Berolinger.
Renungan oleh Saudara Houteff
Kematian saudari kita telah memanggil kita untuk berkumpul di tempat ini, yang tampaknya agak berbeda dengan kematian setiap orang.
Inilah panggilan yang pertama sekali bagi saya untuk memimpin upacara alamiah seperti ini. Maka saya ingin menegaskan dalam ucapan-ucapan perkataan “pertama.” Ibu Israel ini adalah orang pertama yang saya tarik ke dalam pekabaran pemeteraian “buah-buah pertama” itu. Ia adalah orang yang pertama menjadi bendahara Persekutuan. Dia adalah orang yang pertama tiba di Gunung Karmel kira-kira enam bulan yang lalu. Tempat kediaman dimana ia menghembuskan napas yang terakhir dalam perlindungan dari Sang Pemberi hidup adalah tempat kediaman yang pertama didirikan di tempat itu. Dia adalah penganut yang giat bekerja dan yang pertama meninggal dalam pekabaran pemeteraiam mereka yang 144.000 itu sejak pekabaran itu pertama sekali dimulai kira-kira tujuh tahun yang lampau, sehingga hal itu menunjukkan bahwa nilai kematian bagi mereka yang memeluk pekabaran itu sangat kecil, walaupun ternyata bahwa mereka yang 144.000 itu tidak akan pernah mati. Ia baru saja dibaringkan dalam satu kuburan yang paling baru dimana belum ada orang di-baringkan sebelumnya.
Oleh sebab itu, sepanjang pengetahuan saya, pengalamannya adalah satu pengalaman yang luar biasa dan barangkali hanya itulah satu-satunya pengalaman yang luar biasa sejak kematian Habil. Renungan ini mengingatkan saya kepada buku yang pertama dari Alkitab, yakni permulaan dari keluarga manusia. Saya baca dari Kejadian 2 : 7. “Maka Tuhan Allah membentuk manusia dari lebu tanah, dan menghembuskan napas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.”
Demikianlah permulaan umat manusia kira-kira 6000 tahun yang lalu dan Allah mengamarkan kepada mereka bahwa walaupun mereka mempunyai “kuasa atas ikan-ikan di laut, dan burungburung di udara, dan atas ternak, dan berkuasa atas bumi, dan atas segala binatang melata yang merayap di atas bumi.” (Kejadian 1 : 26), namun Allah telah mendirikan satu pohon di tengah-tengah taman itu dan memerintahkan : “Akan buah pohon pengetahuan yang baik dan yang jahat, janganlah 1 kamu memakannya : karena pada hari kamu memakannya maka kamu pasti akan mati.” [margin - - “akan mati;” artinya, mulai mati.]
Rasanya tidak perlu membacakan lebih jauh bagaimana semuanya itu terjadi, karena saya yakin bahwa setiap orang pada zaman ini telah mengetahui betul bahwa pengacau yang licik itu telah menipu nenek moyang kita yang pertama sehingga mereka tidak mematuhi firman Allah lalu memakan buah larangan itu. “Oleh sebab itu, sebagaimana dosa telah masuk ke dalam dunia melalui satu orang, dan kematian karena dosa; maka demikianlah kematian itu akan menimpa semua orang, karena semuanya telah berdosa.” (Roma 5 : 12.)
Banyaknya penyakit, kesusahan, dan air mata yang disebabkan oleh dosa sejak dari dulu sampai sekarang, tak ada bibir manusia yang dapat melukiskan; hanya Yang Tidak Terhingga itu 251 yang mengetahui -- Dia Yang kekal dan Yang dapat melihat semuanya itu dengan sekejap mata -adalah suatu hal menakutkan seandainya salah seorang dari antara kita diijinkan untuk melihat betapa berat beban dosa itu, yang akan menghancurkan kita benar-benar menjadi debu.
Secara ringkas perhatian kamu diarahkan kepada awan yang paling gelap dan menakutkan ini yang sedang membayang-bayangi seluruh umat manusia, maka sekarang saya mengingatkan kamu kembali kepada Dia Yang dapat mengangkat kita dari bawah awan penderitaan yang tidak tertahankan ini lalu menempatkan kita ke atasnya dimana kita dapat memandang sisi terangnya dan melihat matahari tetap bersinar.
Tepat sebelum penyaliban-Nya Yesus menjanjikan, katanya : “Janganlah hatimu gelisah : percayalah kepada Allah, dan percayalah juga kepada-Ku. Di rumah Bapa-Ku ada banyak tempat tinggal. Jika tidak demkian, tentu Aku akan mengatakan kepadamu. Aku pergi untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku pergi dan menyediakan tempat bagimu, maka Aku akan datang kembali dan menerima kamu bagi diri-Ku; supaya di tempat dimana Aku berada, kamupun berada.”
Di sini, kita telah mendengar janji dari Yesus Sendiri yang mengatakan bahwa Ia telah pergi untuk menyediakan tempat bagi kita. Dan apabila tempat itu sudah tersedia, maka Ia akan datang dan menyambut kita sehingga kita dapat bersama-sama dengan Dia di tempat dimana Ia berada sekarang.
Empat puluh hari setelah kebangkitan-Nya, yaitu pada hari kenaikan-Nya, Ia telah membawa murid-murid-Nya ke Gunung Zaitun dan setelah menjawab semua pertanyaan mereka yang berkaitan dengan kerajaan itu, maka “Ia pun terangkat; dan awan menutup Dia dari pandangan mereka. Ketika mereka sedang menatap ke langit sementara Ia terangkat, maka tengoklah, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka; lalu berkata kepada mereka, Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke surga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke surga.” (Kisah Para
Selain janji Kristus itu sendiri kita masih mempunyai kesaksian dari rasul-rasul yang menyaksikan semua yang terjadi dan mengenai berdirinya dua orang malaikat yang membenarkan, bahwa walaupun Yesus sudah terangkat namun Dia akan datang kembali. Oleh sebab itu janganlah kita percaya kepada cerita-cerita bohong.
Setelah tersedia satu tempat bagi semua orang tebusan maka Yesus akan kembali, bukan hanya untuk mereka yang hidup, tetapi juga untuk orang mati, karena dalam 1 Tesalonika 4 : 16 – 18 ada tertulis : “Karena Tuhan Sendiri akan turun dari surga, setelah penghulu malaikat berseru, dan sangkakala Allah berbunyi : maka mereka yang mati dalam Kristus akan bangkit lebih dahulu : sesudah itu kita yang hidup dan yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa : demikianlah kita selama-lamanya akan bersamasama dengan Tuhan.”
Ia akan mengalahkan maut dengan kemenangan; dan Tuhan Allah akan menghapus air mata dari wajah semua orang; sehingga aib daripada umat-Nya akan dijauhkan dari seluruh bumi : karena Tuhan sudah mengatakannya.” (Yesaya 25 : 8.)
252Berkenaan dengan kesucian kita, keadaan yang berbahagia, kita membaca : “Maka Allah akan menghapus air mata dari semua mata mereka; dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis; dan juga tidak ada lagi dukacita : karena segala perkara yang dahulu telah berlalu.” (Wahyu 21 : 4)
Untuk mengakhiri renungan ini saya mengarahkan perhatian saudara-saudara kepada tempat kediaman yang damai yang dimulai di atas bumi ini dan yang menjadi milik kita untuk selamalamanya. Roh Allah berkata : “Serigala akan tinggal bersama domba, dan macan tutul akan berbaring dengan anak kambing. Anak lembu dan anak singa akan makan rumput bersama-sama; dan seorang anak kecil akan menggiringnya. Lembu dan beruang akan makan bersama-sama; dan anaknya akan berbaring bersama-sama, sedang singa akan makan jerami seperti lembu. Dan anak yang menyusui akan bermain-main dekat liang ular tedung, anak yang pisah susu akan mengulurkan tangannya ke 2 sarang ular beludak. Tidak ada yang akan menyakiti atau membinasakan di seluruh gunung-Ku yang kudus, sebab seluruh bumi benar-benar akan mengenal Tuhan, sama seperti segala air yang menutupi laut.” (Yesaya 11 : 6 – 9).
Nyanyian : “Tidur Dalam Yesus” dinyanyikan oleh Tn. Jack Colvin.
Berita Kematian
Nyonya Florence Floretta Charboneau Gowell lahir tanggal 12 Desember 1874 di Colfax Township, Oceana County, Michigan. Pada tanggal 27 Mei 1894, ia menjalin perkawinan dengan Charles Edwin Charboneau di Cadillac, Michigan. Pada tahun 1900 bersama dengan tiga orang anak tiri dan seorang puteri mereka, mereka pindah ke Wisconsin, dan pada tahun 1920 ia dan suaminya beserta dengan puteri mereka, Ny. Shopa Delle Hermanson, membangun rumah mereka di California sampai tanggal 19 Mei tahun itu, pada waktu mana seluruh keluarganya berangkat ke negara bagian Texas, dan setelah tinggal beberapa lama di Waco, kemudian mereka pindah ke Pusat Gunung Karmel, serta bergabung dengan Persekutuan Penerbitan Umum, untuk mana ia telah menjadi bendahara selama hampir tujuh tahun dan selalu giat bekerja sampai hari kematiannya.
Keluarga yang ditinggalkannya ialah : suaminya, seorang puteri, tiga orang anak tiri, tujuh orang saudara laki-laki, enam orang saudara perempuan, dan enam orang cucu, dan seluruh temanteman yang menaruh simpati kepadanya.
Nyanyian : “Suatu Hari Kita Akan Mengerti.” Dinyanyikan oleh Tn. Jack Colvin.
DI PEKUBURAN
“Kematian semua orang yang dikasihi-Nya, berharga dalam pemandangan Tuhan.” Mazmur
Sejak saya bertemu dengan saudari yang kekasih ini kira-kira sepuluh tahun yang lalu, saya melihat bahwa ia adalah satu-satunya yang pernah saya jumpai sebagai hamba Allah yang paling setia. Saya tidak pernah melihat imannya menjadi bimbang. Dia selalu tetap teguh berdiri bagi pekabaran yang kita emban sejak pekabaran itu datang dan selalu berusaha untuk memajukannya walaupun di luar kekuatannya, dan ia tidak pernah jemu untuk membantu orang-orang lain. Oleh karena itu, tidak ada keragu-raguan dalam hati saya bahwa saudari kita yang setia ini telah memiliki 253 mahkota kehidupan yang dirindukan itu. Maka dukacita kita, akan memberi dorongan kepada kita supaya kita lebih berhati-hati, lebih setia, dan lebih benar kepada Allah sehingga kita dapat bertemu dengan beliau pada hari kebangkitan itu.
Nyanyian : “When the Roll is Called Up Yonder.”
Bernyanyi sambil meninggalkan kuburan : “Tuhan kiranya menyertaimu hingga kita bertemu kembali.”
PEKERJAAN DI DENVER
Oleh : H.G. Warden
Sementara saya bekerja di Oregon bagian selatan pada musim panas dan musim gugur tahun 1933, kami telah menerima beberapa surat dari Saudara W.A. Eckerman, yang mendesak kepada kami supaya kami pergi ke Denver untuk membantu mereka bekerja di sana. Kami merasa terkesan bahwa panggilan itu adalah dari Tuhan dan mulai merencanakan untuk memenuhi tujuan itu; dan akhirnya kami pergi ke sana bulan Juni tahun 1934.
Sesudah berminggu-minggu gagal mencari tempat yang terbuka untuk menerima pekabaran itu, maka buat sementara waktu kami meninggalkan Denver lalu mengunjungi kota-kota lain di Colorado. Tuhan kembali membawa kami sekali lagi pada bulan Februari tahun itu dan terbukalah jalan bagi “malaikat pembawa pena penyurat” itu untuk memulai pekerjaannya untuk membubuhkan tanda itu. Sekarang Saudara Eckerman telah bebas dari tugas-tugas lain sehingga ia dapat membuktikan bahwa ia adalah seorang pengerja yang berkemauan keras. Hari berganti hari kami pergi berburu dari “pintu ke pintu untuk mencari domba-domba yang hilang dari rumah Israel.”
Di antara mereka yang pertama kami kunjungi ada sebahagian orang-orang conference. Mereka semua menentang pekabaran itu namun tidak seorang pun dari mereka dapat menyangkalnya, dan yang sebahagian lagi merasa sedikit sukar untuk “menendang duri-duri” sementara anak-anak panah pehukuman masuk ke dalam rumah. Seorang pendeta dengan sungguh-sungguh berjanji untuk mengadakan penyelidikan dengan kami, tetapi ternyata janjinya tidak sesuai dengan pendiriannya, karena sampai sekarang ia belum melakukan penyelidikan.
Tetapi sebagaimana pada zaman Kristus, ketika “Ia disambut gembira oleh orang-orang biasa”, maka dari antara orang-orang biasa pada zaman sekarang telah mulai terbukti oleh kenyataan bahwa pelajaran yang pertama kami berikan di Denver dimulai di dalam rumah-rumah yang memakai lampu minyak tanah sebagai penerangan dan pada waktu jiwa-jiwa yang lapar itu melihat bahwa
3 tempat itu terlalu gelap untuk membuat catatan, kami dapat melihat bahwa hal ini tidak menghalangi perhatian mereka yang sepenuhnya. “Jalan Allah akan membuat kemenangan perkara-perkara kecil menjadi bukti permulaan hasil kemenangan dari kebenaran dan keadilan.” Dengan berusaha “masuk dari rumah ke rumah” maka kami melihat jalan masuk ke rumah-rumah yang lain, dan banyak hati “yang terbuka untuk menyambut Firman Allah.” (Coming Chrisis, hal. 78)
Demikianlah kami mencurahkan waktu berminggu-minggu untuk memberi pelajaran setiap malam, dan kadang-kadang pada waktu sore hari, dan pada hari Sabat petang.
Demikianlah kami melihat bahwa pekabaran itu tidak berkembang dengan sendirinya, tetapi 254 ia itu telah bergerak maju sebagai hasil dari iman yang teguh, usaha yang terus menerus, dan doa yang bersungguh-sungguh. Tetapi upah kegembiraan yang kami terima dari firman-firman Tuhan telah terlihat bahwa domba-domba yang kehausan itu dengan buku dan pensil telah menuliskan dengan cermat semua keterangan itu, sementara wajah-wajah mereka memancarkan setiap sinar dari tambahan terang itu. Sekarang ini adalah beban tanggung jawab yang harus disampaikan kepada “Ibu” karena semua berkat yang telah mereka terima.
Dinas kependetaan telah menentang kami secara sengit sehingga kami sukar mengadakan pertemuan Sabat atau persekutuan doa karena sebahagian pendeta telah mencela kami; dan pada hari-hari Sabat kemudian, mereka semua telah mencela. Apabila ditanya, sehubungan dengan pekabaran kita, mereka selalu mengatakan bahwa pekabaran itu tidak penting dan segera akan padam; tetapi keadaan bertentangan dengan perkataan-perkataan mereka, karena ternyata Tongkat Gembala itu tidak pernah lenyap dari ingatan mereka.
Jelas mereka telah menggenapi nubuatan yang dinyatakan oleh “The Testimonies for the Church”, Jilid 5, hal. 453 yang mengatakan : “Setiap pertentangan, setiap celaan, dan setiap fitnahan, akan menjadi alat-alat bagi Allah untuk merangsang penyelidikan, dan untuk membangunkan pikiran orang-orang yang tidur.” Dua orang saudari, yaitu seorang ibu dengan seorang puterinya, telah mendengar “celaan” dan “fitnahan” itu, sehingga pikiran mereka telah dibangunkan untuk menyelidiki ajaran yang belum pernah mereka dengar, dan tanggapan mereka yang cepat membuktikan bahwa “domba-domba yang benar akan mendengar suara “Gembala” yang baik itu (Testimonies for the Church, Jilid 6, hal. 401); karena setelah mendengar hanya sedikit pelajaran-pelajaran itu, mereka telah berjuang bersama kita “dengan segala kekuatan yang diberikan Allah kepada kita untuk berada di antara mereka yang 144.000 itu.” (Review and Herald, 9 Maret 1905).
Oleh karena itu, walaupun ada pertentangan, namun satu rombongan yang lumayan jumlahnya telah terbentuk di sekitar Denver, dan yang sebahagian di antaranya akan dilatih menjadi guru-guru yang cakap dan akan segera masuk ke dalam ladang pekerjaan karena mereka jelas melihat bimbingan Allah yang dikatakan kepada mereka melalui Firman-Nya. Kami benar-benar dapat menyaksikan bahwa tuaian itu banyak, tetapi para pengerja hanya sedikit.
Kami menyampaikan puji-pujian kepada Allah dan mengucapkan terima kasih kepada Saudara Eckerman karena kebaikan dan semangatnya untuk mendirikan rombongan yang Tuhan akan utus “kepada semua bangsa” (Yesaya 66 : 19), dan semoga Tuhan memberi pahala kepada Saudara Eckerman karena kesetiaannya.
Kita yang memiliki kesempatan untuk mendengarkan panggilan Allah mengetahui bahwa Israel zaman sekarang juga akan binasa jika mereka gagal menyambut panggilan jam itu, maka jika kita tidak menggunakan kesempatan-kesempatan yang diberikan kepada kita dan gagal untuk melakukan kewajiban-kewajiban kita, “apabila bunyi cemeti itu berdesik-desik, maka kita” juga “akan terinjak-injak olehnya.” (Yesaya 28 : 18). Oleh sebab itu, “Saya harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku, sementara hari masih siang : karena malam akan datang, dimana tak seorang pun dapat bekerja.” (Yohanes 9 : 4)
Tolong berdoa untuk pekerjaan yang ada di Pueblo.
(Tertanda) H.G. Warden
Pueblo, Colorado
255DARI MEREKA YANG TAKUT KEPADA FIRMAN-NYA
“Kemudian orang yang takut akan Tuhan sering berbicara satu kepada yang lainnya : maka Tuhan memperhatikan dan mendengarkannya, dan sebuah buku peringatan tertulis di hadapan-Nya bagi mereka yang takut akan Tuhan, dan yang menghormati nama-Nya.” (Maleakhi 3 : 16)
“Dengarlah firman Tuhan, hai kamu yang gentar terhadap firman-Nya; saudara-saudaramu yang membenci kamu, dan yang telah mengucilkan kamu demi untuk menghormati nama-Ku, telah mengatakan, Hendaklah Tuhan dimuliakan : tetapi Ia akan tampak bagi sukacitamu, dan mereka akan mendapat malu.”
4
Saudara-saudara dan saudari-saudari dalam Pekabaran “Tongkat Gembala” yang kekasih :
Dalam beberapa hari ini saya sedang berniat menulis surat untuk memberitahukan kepada saudara bahwa saya masih bergembira menikmati pekabaran dari “Saksi Yang benar itu kepada orang-orang Laodikea” dan sedang berusaha keras untuk mempelajarinya, agar saya dapat mempersiapkan diri untuk memberikan pekabaran itu kepada saudara-saudara kita yang kekasih. Saya telah berbicara kepada beberapa keluarga MAHK tetapi tidak ada membawa hasil, meskipun tampaknya satu atau dua orang mengetahui bahwa ada makanan rohani yang lebih banyak sedang datang kepada kita, dan karena semua telah diamarkan terhadap Tongkat Gembala itu, maka tampaknya mereka menjadi ketakutan. Ah jika mereka mau duduk sambil belajar, maka saya yakin mereka akan dapat menyaksikan terang itu …
Tepat kira-kira satu bulan setelah saya memberikan perpuluhan kepada gereja, saya telah menerima traktat Tongkat Gembala No. 1. Tentunya ada seseorang yang mendaftarkan nama saya. Pada waktu itu saya sangat terkesan akan pekabaran itu lalu membicarakan hal itu kepada beberapa orang MAHK, tetapi selalu mendapat peringatan untuk menentangnya. Pada musim panas berikutnya saya menghadiri kumpulan Perkemahan dan di sana orang-orang berbicara menentang Tongkat Gembala sehingga saya membakar traktat-traktat itu ketika saya pulang, tetapi sekarang hati saya senang untuk mengatakan bahwa Tuhan telah mengingatkan saya sekali lagi dan saya dalam keadaan bergembira menikmati Kebenaran Masa Kini, maka saya tetap tidak akan menghiraukan apapun yang mereka katakan dan yang mereka lakukan …
Setiap bulan saya menunggu kedatangan Symbolic Code itu dan apapun yang sedang saya kerjakan semuanya itu selalu dikesampingkan hingga saya telah membaca setiap halaman dari buku itu. Maka apabila saya mempunyai waktu yang lebih banyak saya akan membaca buku itu berulangulang.
Hormat dari saudarimu dalam Kristus
(Tertanda) Nyonya J.V.
Saudara-saudara yang kekasih :
Sekarang sudah ada kira-kira empat tahun sejak saya menerima “Tongkat Gembala” itu melalui pos. Saya telah mempelajarinya dengan sangat teliti, lalu melihat bahwa kita sedang hidup pada zaman dimana Setan sedang memasang jerat bagi setiap orang yang memelihara hukum- 256 hukum Allah dan yang memiliki kesaksian Yesus.
Pada hari ini saya dapat mengucapkan syukur kepada Allah dari kedalaman jiwa saya karena Roh Kudus yang dijanjikan itu yang Ia ingin karuniakan kepada semua orang yang rindu untuk mengetahui jalan Kebenaran. Maka sementara ia itu datang dengan berbagai-bagai cara dan bagianbagiannya, namun ia juga memberikan kedamaian yang tidak dapat diberikan dan juga tidak dapat diambil oleh dunia, sehingga seseorang dapat mengatakan seperti apa yang dikatakan oleh Paulus, “Mengucapkan syukur dalam segala perkara.”
Saya sangat berterima kasih kepada Allah karena Ia menggerakkan hati saudara untuk mengirimkan pekabaran mengenai kebenaran masa kini kepada saya. Saya berdoa, kiranya Allah terus memberkati saudara.
Hormat dari saudaramu yang berjalan lebih dekat dengan Allah,
(Tertanda) E.E.K.
Saudara-saudara yang kekasih :
Dengan membaca “Symbolic Code” yang telah saya terima dari seorang teman saya, maka saya berpikir bahwa buku ini mengungkapkan kebenaran bagi masa kini. Karena segala perkara yang terkandung di dalamnya menunjukkan kepada saya dengan sangat jelas bahwa sebuah sidang yang modern telah jauh tersesat dari pondasi dan prinsip yang benar. Saya ingin didaftarkan sebagai salah seorang yang membaca Symbolic Code itu dan jika saudara memiliki yang baru dicetak saya ingin memilikinya kalau mungkin.
Hormat dengan penuh kasih,
(Tertanda) P. F.
Saudara-saudara yang kekasih :
Sejak saya telah menerima buku-buku Tongkat Gembala itu, maka saya sangat sibuk membacanya dan saya akan terus membacanya sampai semuanya jelas dalam pikiran saya. Betapa saya mengucapkan terima kasih kepada Allah karena Ia telah mengirimkan begitu banyak pengetahuan melalui Sdr. Houteff. Sekarang tidak ada saya jumpai kegembiraan lain, selain membaca perkaraperkara yang menyangkut kekekalan.
Saya telah menerima sebuah brosur yang berjudul, “Amaran terhadap Kekeliruan”; maka sekarang saya sedang mempelajarinya sehingga saya dapat memberikan jawaban yang bijaksana apabila ada pertanyaan. Setiap orang yang telah membaca Tongkat Gembala itu dan kemudian 4a menjadi buta sama seperti yang dialami oleh sebahagian orang, maka hal itu merupakan sesuatu yang mengherankan bagi saya. Musuh akan berusaha untuk membuat hal-hal yang lebih meyakinkan daripada “Amaran Terhadap Kekeliruan” itu, dengan maksud untuk membodohi orang-orang kudus.
Pada mulanya saya mendengar terang tambahan yang terdapat dalam “Symbolic Code” ini yang saya anggap datang dari musuh, tetapi ketika saya membaca Traktat No. 1, barulah saya yakin 257 sepenuhnya akan kebenarannya. Ternyata beberapa halaman yang baru saya baca, telah membuat kesan yang dalam di hati saya, maka sekarang saya sedang berpesta sambil menghitung hari-hari sampai tiba pengunjung bulanan itu, yaitu “The Symbolic Code.”
Saya sangat berbahagia karena mendengar gedung-gedung yang sedang dibangun di Pusat Gunung Karmel, maka saya akan membantu melalui doa-doa saya.
Saudarimu dalam Yesus Kristus,
(Tertanda) Ny. E.M.
Saudari yang kekasih :
Saya masih sedang bersukacita dalam berkat Kebenaran Masa Kini di tengah-tengah hiruk pikuk duniawi. Saya mempunyai sebuah jangkar yang mengikat saya supaya tetap setia. Hidupku lebih berbahagia sekarang daripada sebelumnya.
Semoga Tuhan memberkati semua pengerja dan semua saudara yang tercerai berai di seluruh jagat raya milik Allah yang sedang mempercepat kedatangan hari yang berbahagia itu adalah yang menjadi doa saya.
Saudarimu dalam Kristus,
(Tertanda) Ny. C.R
Saudari yang kekasih :
Saya senang memberitahukan bahwa saya sedang bergembira dalam pekabaran yang penuh kuasa ini sebagai suatu berkat bahwa Allah telah menuntun saya pergi ke gereja Charleston, dan sekarang saya sudah kembali ke gereja saya yang mula-mula untuk berusaha memperlihatkan kepada kawanan domba itu apa yang telah saya pelajari. Sedikit orang sedang menentang pekabaran itu, sebaliknya kebanyakan dari anggota sedang mempelajarinya. Para pemimpin sedang berdiri mendukung saya. Tolonglah berdoa untuk saya supaya Tuhan memberikan kesanggupan kepada saya mengalahkan musuh …
Saya berdoa setiap hari bagi saudara dan bagi semua masalah penting ini. Saya mohon supaya tetap menjadi saudaramu di dalam kebun anggur Tuan itu.
(Tertanda) W.L.B
“SUATU PERINGATAN TERHADAP KEKELIRUAN”
MEMBUKTIKAN ADANYA KEKELIRUAN YANG PALING BESAR
Oleh : E.T. Wilson
Salah satu anggota tertua dari gereja Charleston, Carolina Selatan, didatangi oleh pendeta dan seorang Sekretaris General Conference karena ia tertarik kepada pekabaran “Tongkat Gembala” 258 itu, lalu Sekretaris itu memberikan kepadanya sebuah brosur yang berjudul “Amaran Terhadap Kekeliruan” dan mengatakan kepadanya supaya jangan memperlihatkan traktat itu kepada seorangpun yang percaya kepada “Tongkat Gembala” itu. Perintah itu dilaksanakannya dengan setia. Tetapi pada waktu itu, ia membaca buku “Testimonies to Ministers” bersama dengan semua jilid dari buku “Testimonies for the Church” dan ia sangat terkejut, karena ia menemukan kebenaran yang terdapat dalam “Tongkat Gembala” ada diajarkan dalam buku-buku itu juga, dan ia lebih terkejut karena brosur “Amaran Terhadap Kekeliruan” itu bukan hanya bertentangan kepada “Tongkat Gembala” tetapi juga bertentangan kepada Roh Nubuat! Oleh karena itu, pada kesempatannya yang pertama, selama limabelas menit dalam acara kebaktian Sabat, Saudari ini berdiri lalu permisi supaya diijinkan berbicara, dan permohonannya dikabulkan oleh Pendeta sidang.
Sambil berjalan ke depan gedung gereja, saudari ini berkata, “Pendeta____, Saya belum pernah berbuat hal yang tidak jujur dalam hidupku, dan sampai sekarang saya tidak akan pernah melakukannya, maka saya memperlihatkan brosur “Amaran Terharap Kekeliruan” ini, saudari itu melanjutkan : “Brosur kecil ini telah membuat banyak penghalang bagi saya untuk berhubungan dengan para penganut Tongkat Gembala itu, karena saya menemukan bahwa brosur itu sangat keterlaluan, yang belum pernah saya saksikan sedemikian ini, dimana saya melihat pemutarbalikan Alkitab, “Testimonies for the Church” dan terbitan-terbitan Saudara Houteff, maka saya yakin jika kamu sekalian benar-benar mempelajari brosur itu maka kamu akan menjadi penganut Tongkat Gembala, karena kamu akan menemukan dalam brosur itu penuh dengan kekeliruan.”
Kepada kesaksian saudari ini mungkin para pembaca mau mengijinkan saya untuk menambahkan kepada tulisan ini bahwa brosur “Amaran Terhadap Kekeliruan” ini juga telah merupakan suatu hal yang sangat tidak jujur yang pernah saya baca untuk menentang setiap terbitan! Namun demikian, sekali lagi kita dapat melihat penjelasan Alkitab yang mengatakan kepada kita bahwa 5 apapun tidak ada yang dapat diperbuat untuk menentang kebenaran selain hanya untuk membenarkannya, dan bahwa “amarah manusia” sesungguhnya akan menjadi “puji-pujian” bagi Dia.
DOSAMU TETAP
Pelajaran Sekolah Sabat Tgl. 2 November 1935
Oleh : J.E. Looney
“Selama Aku tinggal di dalam dunia”, demikian kata Yesus, maka “Akulah terang dunia.” (Yohanes 9 : 5). Sesudah membuka mata orang buta itu, dan sementara ia melihat terang dan mengakui sumber terang itu, maka orang-orang yang membenci terang itu dan membenci dia kemudian mengucilkannya. “Yesus mendengar bahwa mereka telah mengucilkan dia; dan ketika Ia bertemu dengan dia maka Ia berkata, ‘Percayakah engkau kepada Anak Manusia’? … Lalu jawabnya, Tuhan, aku percaya. Dan dia sujud menyembah-Nya.” (Yohanes 9 : 35, 38)
Sementara orangtuanya didatangi dengan rasa kebencian oleh para pemimpin Israel mengenai apa yang mereka percayai berkenaan dengan mujizat itu, maka mereka tidak mau mengakui hal itu dengan terus terang, “karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi : karena orang-orang Yahudi itu sudah sepakat, bahwa setiap orang yang mengakui Dia adalah Kristus, akan dikucilkan dari Sinagog (gereja Yahudi). Oleh sebab itu orangtuanya berkata, ia telah dewasa, tanyakanlah kepadanya sendiri.” (Yohanes 9 : 22, 23)
259Pelajaran mengenai orang buta itu memperlihatkan bahwa selama ia belum dapat melihat maka ia dianggap sebagai seorang anggota “yang baik dan tetap setia”, tetapi ketika kuasa Kristus yang menyelamatkan itu masuk ke dalam jiwanya dan membuka matanya, lalu para pemimpin Israel, imam-imam, guru-guru, para ahli torat dan semua pengajar hampir semuanya mengatakan bahwa ia tidak layak bagi rumah Allah, seorang yang membicarakan bahaya yang dapat mengancam masyarakat; dan karena pengaruh mereka telah menimbulkan prasangka, maka orang banyak telah memandang hal itu sebagai suatu ganjaran yang patut untuk mengucilkan dia yang pernah mengalami buta tetapi sekarang tidak.
Kami merasa heran bagaimana mungkin orang-orang dapat menjadi buta seperti orangorang Yahudi itu, dan bahkan sekarang juga, di dalam sidang yang mengaku umat Allah, terdapat roh-roh penuduh yang lebih hebat sehingga menimbulkan perselisihan terakhir terhadap mereka yang kini matanya telah terbuka! Dan walaupun Roh Nubuat menyatakan bahwa “Pendurhakaan dan kegagalan yang sama yang terdapat dalam sidang Yahudi terlihat lebih besar pada umat yang telah memiliki terang besar dari Sorga dalam pekabaran amaran yang terakhir” (“Testimonies for the Church” Jilid 5, hal. 456), namun mereka masih terus berbuat jahat! Dengan sendirinya, kegenapan nubuatan di atas telah terlihat sekarang kepada sidang Allah dengan hasilnya bahwa ia itu hampir tidak dapat dipercaya bahwa dari sejumlah jiwa-jiwa yang takut akan Allah telah dipecat dan baru saja ada anggota yang diusir dari gereja yang tidak lain hanya karena mengambil keuntungan dari kebebasan yang Allah berikan kepada mereka untuk menyelidiki dan untuk mengetahui kebenaran itu bagi diri mereka sendiri!
Di dalam banyak hal, gereja telah tidak mengijinkan orang-orang yang dituduh walaupun hanya membuat suatu pernyataan atau memberikan sesuatu alasan bagi harapan yang ada dalam diri mereka. Mereka dipaksa untuk menjawab “Ya” atau “Tidak” untuk pertanyaan-pertanyaan mereka yang tidak berguna.
Adakah cara pengusutan yang kasar ini menunjukkan padamu, hai saudara-saudaraku, sama seperti cara Allah berhubungan dengan umat-Nya? Selanjutnya, apakah roh biasa yang terdapat dalam suatu rapat dalam mana segala ketetapan-ketetapan Farisi dibuat untuk menunjukkan kasih orang Nazaret yang rendah hati itu? Atau apakah kamu berpikir seperti orangtua dari orang buta itu dapat membuat pendirian yang tidak berpihak tapi masih berharap jiwamu dapat selamat? Jika engkau melakukannya maka engkau berada dalam kesalahan yang mengerikan dan akhirnya engkau akan kecewa lalu mengertakkan gigimu.
Hanya ada dua sisi dalam pertentangan ini -- engkau akan terbujuk oleh manusia yang dituntun oleh iblis atau mengakui kuasa penyelamatan Allah dalam terang yang sekarang menembus kegelapan. “Oleh karena itu tetaplah berdiri dengan memakai ikat pinggang kebenaran, serta memakai baju zirah kebenaran.” (Efesus 6 : 14). “Sekiranya kamu buta, maka kamu tiada berdosa : tetapi karena kamu mengatakan, kami melihat; maka itulah sebabnya dosamu tetap ada.” (Yohanes 9 : 41).
Roh Allah mengatakan : “Pada setiap kesempatan apabila penganiayaan berlangsung, maka mereka yang menyaksikannya akan mengambil keputusan apakah untuk berdiri pada pihak Kristus atau menentang-Nya. Mereka yang menyatakan simpati terhadap orang-orang yang dipersalahkan, berarti menunjukkan kasih sayang mereka bagi Kristus. Orang-orang lain akan merasa terluka karena prinsip kebenaran menempelak perbuatan-perbuatan mereka.” Sebab itu, “… demi untuk
6 260 menjamin keamanan mereka sendiri, mereka akan bersaksi dusta lalu menghianati saudarasaudaranya.” -- “Desire of Ages, hal. 690.
Pada masa-masa yang silam, saudara-saudara kita telah berbicara keras menentang para penguasa Israel, menentang imam-imam dan para pendeta sejak zaman Luther sampai kepada tahun 1844, namun sekarang mereka bahkan melakukan perkara yang lebih jahat daripada orang yang mereka ketahui dituntun oleh kuasa si jahat itu.
“Kristus telah mengamarkan kepada kita tentang hal ini, agar kita jangan terkejut melihat ketidaklaziman, kekejaman orang-orang yang menolak terang itu.” (Desire of Ages, hal. 630). Dan untuk mendorong semangat kita, Yesus berkata : “Semua ini Aku katakan kepadamu, supaya kamu jangan kecewa dan menolak Aku. Mereka akan mengeluarkan kamu dari gereja; bahkan saatnya akan datang, bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa mereka sedang melayani Allah. (Yohanes 16 : 1, 2).
“Berbahagialah kamu, jika demi Anak Manusia orang akan membenci kamu, dan jika mereka mengucilkan kamu, dan menolak kamu, dan mencoret namamu sebagai sesuatu yang jahat. Bersukacitalah pada waktu itu, dan bergembiralah : sebab sesungguhnya upahmu besar di surga : karena demikian juga nenek moyang mereka telah memperlakukan para nabi. Celakalah kamu, jika semua orang memuji kamu! Karena dengan cara demikian juga nenek moyang mereka telah memperlakukan
PEKABARAN KEPADA MEREKA YANG BERADA DALAM
KEBIMBANGAN
Telah datang kepada kami sejumlah pertanyaan berkenaan dengan mereka yang 144.000 itu, rombongan besar orang banyak, dan pembantaian Yeheskiel Sembilan, yang mana kami akan berusaha untuk menjawabnya di sini untuk diketahui oleh semua orang.
Mereka yang ingin mengetahui kebenaran atas pokok masalah ini, akan menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan mereka jika mereka mempelajari kembali buku-buku Tongkat Gembala dan kelima traktat itu. Akan tetapi, supaya mereka merasa puas maka secara ringkas kami akan menjelaskan beberapa kenyataan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ini.
Sejauh Yeheskiel Sembilan menemukan kegenapannya sebelum masa kasihan berakhir dan selagi rombongan orang banyak itu adalah merupakan bagian dari orang-orang kudus yang hidup, walaupun seandainya “Tongkat Gembala” itu salah dalam menempatkan masa pembantaian itu, namun adalah lebih baik untuk menempatkan pehukuman Allah itu sebelum masa kasihan berakhir lalu sekarang bersiap-siap bertemu dengan Tuhan, gantinya menangguhkannya sampai sesudah masa kasihan berakhir, karena jika sekarang kita sudah bersedia untuk bertemu dengan Tuhan dengan damai maka nanti pun kita akan bersedia juga. Selain itu juga kita tidak akan berdosa di hadapan Allah jika kita mengarahkan tujuan kita untuk mengumpulkan “rombongan besar” orangorang suci itu daripada hanya mengumpulkan mereka yang 144.000 itu saja. Ajaran tentang adanya satu sidang yang suci, juga adalah merupakan rencana Allah, tetapi ajaran yang lain yang mencemarkannya adalah rencana Setan. Penabur benih kejahatan itu adalah satu-satunya yang 261 bekerja melalui wakil-wakilnya baik oleh perbuatan maupun oleh ajaran untuk berusaha mengurangi jumlah orang-orang suci lalu mempertahankan sidang ternoda dengan melipatgandakan “lalang” di antara “gandum.”
Ijinkanlah kami untuk mengundang perhatian saudara kepada suatu tinjauan yang barangkali, sebahagian besar dari antara para penentang “Tongkat Gembala” itu belum pernah memikirkannya. Jika hanya ada 144.000 orang-orang suci yang hidup yang akan diubahkan pada kedatangan Kristus yang kedua kali, sebagaimana yang dibantah, maka sebahagian besar, jika tidak semuanya dari anggota sidang MAHK, tak satupun dari seribu kesempatan yang akan berdiri. Maka untuk itu ijinkanlah kami memberikan keterangan yang menyangkut pertanyaan ini.
Kepada kita sudah dikatakan bahwa sekarang sidang kita sudah berjumlah di atas 400,000 orang dan walaupun Pekabaran Malaikat Yang Ketiga itu telah masuk ke dalam banyak negara, namun jika dibandingkan dengan bagian-bagian dunia yang belum didatangi, maka pekabaran itu baru menyentuh hanya sedikit dari ladang penuaian yang luas itu. Sementara beribu-ribu orang telah mendengar amaran yang menakutkan itu, sebaliknya ada berjuta-juta orang yang belum pernah mendengar bahkan nama “Masehi Advent Hari Ketujuh.”
Jika angka pertumbuhan yang sekarang terus berlanjut hingga Pekabaran Malaikat yang Ketiga itu disampaikan ke seluruh dunia, maka dapatkah pembaca memperkirakan berapa banyak jumlah anggota MAHK pada waktu Kristus datang? Karena tidak mungkin ada pengurangan dari anggota yang sekarang tetapi sebaliknya akan terus bertambah sebagaimana yang dikatakan kepada kita Sabat demi Sabat dari atas mimbar, maka pada waktu kedatangan Kristus yang kedua kali anggota sidang pasti akan mencapai jumlah berjuta-juta orang. Maka di sinilah masalahnya. Jika hanya 144.000 orang yang akan diubahkan tanpa mengalami kematian, maka berjuta-juta orang anggota MAHK pada waktu masa kasihan berakhir, harus mati, apakah itu karena tujuh bela atau apakah itu karena cahaya kedatangan Kristus, jika mereka tidak diubahkan. Sebab itu, tanyalah kepada dirimu sendiri, Kesempatan apakah yang akan saudara peroleh?
7
Lagi pula, apakah gunanya mengumpulkan rombongan besar itu masuk ke dalam sidang, membuat mereka percaya bahwa mereka akan diselamatkan padahal kenyataannya mereka akan hilang? Karena hal itu bertentangan dengan kehendak Allah untuk membawa ke dalam sidang orangorang yang tidak selamat (lalang) maka pendirian saudara-saudara yang mengatakan bahwa hanya ada 144.000 orang-orang suci yang hidup, tidak lain daripada hanya menunjukkan suatu pendapat yang disampaikan, bahwa pertumbuhan keanggotaan sidang yang begitu cepat, sebagaimana yang diucapkan melalui pernyataan-pernyataan yang disebarluaskan dari mimbar, hal ini bukanlah pekerjaan Allah, melainkan adalah pekerjaan penabur benih kejahatan yang pekerjaan utamanya adalah berusaha untuk mendesak gandum dengan memenuhi ladang itu dengan “lalang.” Bukankah ini suatu rencana penipuan yang sangat menakutkan gantinya rencana untuk keselamatan?
Saudara-saudara kita itu merasa yakin dan jujur dalam kesimpulan mereka mengenai pernyataan di dalam “Early Writings”, halaman 15 sebagaimana yang mereka saksikan, karena ia itu menunjukkan pendapat mereka bahwa mereka yang 144.000 itu adalah satu-satunya kelompok orang saleh yang hidup yang akan diubahkan. Kita telah sampai pada kesimpulan yang sama dimana kita belum pergi jauh kepada halaman “Early Writing” yang penting itu. Marilah kita arahkan perhatian kita kepada bagian-bagian wahyu yang diilhami atas pokok masalah ini yang menurut pengertian kami bertentangan kepada pendirian saudara-saudara tentang Yeheskiel Sembilan itu, yaitu mengenai 262 mereka yang 144.000 dan mengenai rombongan besar itu.
Jika mereka dapat membuat pernyataan berikut cocok dengan tafsiran-tafsiran mereka mengenai rombongan besar, mereka yang 144.000 itu, dan mengenai pembantaian itu, maka kami akan merasa senang mereka memperbaiki pernyataan kami, tetapi jika mereka tidak dapat berbuat demikian maka kami harap agar mereka cukup merendahkan hati untuk mengakui bahwa pendapat mereka atas pokok masalah tidak dapat diyakini seperti yang mereka harapkan untuk kami lakukan seandainya kami dalam posisi mereka. Sejauh ini kami mengetahui bahwa segala pertentangan yang dilakukan terhadap “Tongkat Gembala” sejauh itu, telah disajikan hanya untuk memperkuat pekabarannya, karena tidak ada satupun pendapat yang pernah kami jumpai cocok dengan setiap pernyataan Alkitab dan Roh Nubuat berkenaan dengan Pekabaran Malaikat yang Ketiga selain daripada pernyataan yang disajikan oleh “Tongkat Gembala” itu saja.
Ketidakcocokan yang terlihat di antara Tongkat Gembala itu dengan Roh Nubuat, jelas dibuat oleh orang yang pikirannya dipenuhi untuk menonjolkan tafsiran pribadi, pendapat-pendapat manusia yang tidak diilhami, dan oleh orang-orang yang ingin meninggikan diri sendiri, dan lain-lain., maka kepada orang yang sedemikian penglihatannya terhadap Alkitab maupun terhadap tulisantulisan Sis. White akan menjadi sangat kabur (menciut), karena mereka tidak dapat melihat kedua ujung dari satu pokok masalah pada waktu yang sama, dan apabila mereka dibawa berhadapan dengan kebenaran, maka mereka akan lebih suka untuk merubah pendirian mereka yang mula-mula daripada mengakui kebenaran itu! Kami dapat membuktikan pernyataan ini dari apa yang tertulis dalam majalah resmi organisasi, yakni majalah “The Review dan Herald” dan “The Sign of the Times”, dan lain-lain.
Untuk meringkaskannya kami hanya mengarahkan perhatian saudara kepada satu contoh saja. Setiap orang yang dapat memperoleh atau membaca majalah “The Sign of the Times”, terbitan 3 Mei 1927, maka di dalamnya mereka akan dapat membaca tulisan yang berjudul, “Mereka yang 144.000 itu, Kemenangan dan Upah mereka.” Di sana saudara akan menemukan bahwa sebelum “Tongkat Gembala” itu datang ke dalam sidang, maka pada waktu itu sidang sedang mengajarkan pokok masalah tentang kelompok mereka yang 144.000 itu dan tentang rombongan besar persis sama seperti yang diajarkan oleh “Tongkat Gembala”; yakni, mereka yang 144.000 itu akan dimeteraikan terlebih dahulu sebagai buah-buah pertama, dan kemudian oleh dinas kependetaan yang mereka bentuk mereka akan mengumpulkan buah-buah kedua, yaitu “rombongan besar”, dan keduanya akan menjadi kesatuan dari semua orang saleh yang hidup!
Dengan merubah pendirian mereka yang mula-mula untuk maksud menentang pekabaran Jam itu, maka mereka menyatakan bahwa ajaran mereka yang berkenaan dengan kedua buah-buah penuaian yang mereka ajarkan pada tahun 1927 ini, adalah salah, sekarang kita dapat bertanya, Apakah bukti yang dapat mereka berikan kepada kita bahwa tafsiran mereka yang terakhir itu adalah benar?
Berikut ini ada beberapa pertanyaan untuk dipikirkan oleh para penentang “Tongkat Gembala” itu.
Dalam buku Testimonies for the Church, Jilid 9, hal. 267, 268, kami menemukan bahwa Sis. White mengutip Wahyu 6 : 12 – 17 dan Wahyu 7 : 9 – 17 dimana kutipan itu berbicara tentang “rombongan besar” dan bagaimana orang-orang jahat merasa ketakutan apabila Kristus menunjukkan 263 kuasa-Nya pada permulaan seribu tahun itu. Kemudian ia menambahkan : “Dalam ayat-ayat Firman ini terlihat adanya dua kelompok manusia. Satu kelompok membiarkan dirinya tertipu, lalu berdiri pada pihak mereka yang ditentang oleh Tuhan. Mereka menyalahartikan pekabaran yang diberikan kepada mereka, dan memakai jubah-jubah pembenaran mereka sendiri.”
Jika rombongan besar itu adalah orang-orang benar yang mati dan yang muncul dari segala zaman, maka bagaimanakah mereka dapat hidup bersama-sama dengan orang jahat menjelang kedatangan Kristus, dan bagaimana mereka dapat menerima pekabaran itu dalam keadaan mati? Apakah Yohanes tidak melihat mereka itu bangkit jika benar mereka adalah orang-orang yang dibangkitkan? Jika Alkitab tidak ada mengatakan bahwa mereka bukanlah orang mati, apakah hak mereka yang “telah menghianati kepercayaan mereka?” Karena saudara-saudara kita itu mempunyai hak istimewa
8 untuk menuntut supaya “Tongkat Gembala” itu membuktikan ajaran-ajarannya melalui Ilham, maka kami juga bertanya, Tidakkah pokok-pokok ajaran mereka itu juga harus sama diuji? Jika hanya ada satu pintu kasihan tertutup, dan tidak ada penyucian bagi sidang, dan pembantaian Yeheskiel itu menemukan kegenapannya hanya setelah masa kasihan berakhir, maka bagaimanakah mereka menjelaskan pernyataan-pernyataan berikut yang diterapkan pada waktu amaran Yeheskiel Sembilan diumumkan kepada sidang. Kata Roh Nubuat :
“Di sini dapat kita saksikan bahwa sidang -- bait suci Tuhan -- adalah yang pertama sekali merasakan pukulan murka Allah. Orang-orang terkemuka, yaitu mereka yang telah menerima terang besar dari Allah, dan yang berdiri sebagai pengawal-pengawal kerohanian bagi kepentingan umat, telah menghianati kepercayaan mereka. Mereka telah mengambil pendirian bahwa kita tidak perlu lagi mengharapkan keajaiban-keajaiban dan tanda penampilan kuasa Allah seperti pada zaman dahulu. Zaman sudah berubah. Kata-kata ini telah memperkuat ketidak percayaan mereka, lalu mereka berkata, Tuhan tidak akan berbuat baik, tetapi juga tidak akan berbuat jahat. Ia sangat pemurah sehingga Ia tidak mungkin mengunjungi umat-Nya dalam pehukuman. Demikianlah kedamaian dan kesentosaan adalah menjadi seruan orang-orang yang tidak pernah lagi mengangkat suaranya bagaikan trompet untuk menunjukkan kepada umat Allah pelanggaran mereka dan isi rumah Yakub dosa-dosa mereka. Anjing-anjing bisu ini, yang tidak mau menggonggong, adalah orangorang yang benar-benar akan merasakan pembalasan dari Allah yang disakiti. Laki-laki, anak dara, dan anak-anak kecil, semuanya akan binasa bersama-sama.” (Testimonies for the Church, Jilid 5,
Perhatikanlah bahwa pembantaian itu akan terjadi di dalam sidang, karena dinas kependetaan telah menghianati kepercayaan mereka. Mereka telah menolak amaran dan menyangkal kegenapan Yeheskiel Sembilan sebagai satu mujizat. Mereka mengatakan bahwa, “Tuhan tidak akan menunjukkan kuasa-Nya seperti pada masa-masa yang lampau” sehingga Ilham mempersalahkan mereka karena dosa-dosa di antara umat Allah.
Jika pembantaian itu terjadi sesudah masa kasihan berakhir, maka bagaimanakah Allah dapat melaksanakan pekerjaan-Nya dengan pendeta-pendeta jahat yang telah menghianati kepercayaan mereka? Jika pembantaian itu jatuh sesudah masa kasihan berakhir, dan jika mereka percaya akan kegenapannya, maka bagaimanakah mereka dapat mengatakan, “Tuhan tidak akan menunjukkan kuasa-Nya seperti hari-hari yang lampau … Ia sangat pemurah untuk mengunjungi umat-Nya dalam pehukuman? Karena dinas kependetaaan dengan suara bulat telah sepakat mengatakan bahwa Allah akan menampilkan kuasa-Nya sesudah masa kasihan berakhir. Oleh sebab itu, maka nubuatan firman Allah yang disebutkan di atas mengungkapkan kenyataan bahwa para 264 pendeta akan menyangkal amaran yang mengerikan itu sebagaimana yang dinubuatkan oleh nabi Yeheskiel.
Mereka telah membuat arti dari sebutan “kebinasaan umum” dari “Testimonies for the Church, Jilid 3, hal. 267 menjadi kebinasaan orang jahat dalam sidang dan dalam dunia, semuanya pada waktu yang sama. Tetapi hendaklah kita membiarkan Sister White menafsirkan sendiri arti daripada perkataan “kebinasaan umum” itu. Sebutan itu dapat dijumpai dalam buku “The Great Controversy”, hal. 26, ketika kita sedang membaca kebinasaan kota Yerusalem yang dahulu, dimana dikatakan bahwa mereka yang tidak meninggalkan kota itu akan “terlibat dalam kebinasaan umum orang jahat.” Oleh karena itu, jika perkataan “kebinasaan umum” orang jahat, pada waktu kota Yerusalem dibinasakan bukan berarti kebinasaan semua orang jahat baik yang ada di dalam sidang maupun yang ada di dalam dunia, maka mengapa perkataan yang serupa sekarang diartikan kepada kebinasaan orang jahat yang ada di dalam sidang dan di dalam dunia?
Jika dinas kependetaan sidang yang jahat ini yang sekarang hidup sampai berakhirnya masa kasihan, maka kira-kira apakah yang dimaksud oleh kutipan berikut yang keluar dari pena yang diilhami dan yang sudah dicetak dalam majalah “The Review and Herald”, 19 Novembar 1908 itu? “Hanya mereka yang telah bertahan dan yang telah dapat mengatasi pencobaan dalam kekuatan Yang Maha Kuasa akan diijinkan mengambil bagian dalam pemberitaan pekabaran ini apabila ia itu akan berkembang menjadi seruan keras.”
Kutipan di atas jelas menerangkan bahwa tidak akan ada pendeta-pendeta yang tercela akan memiliki bagian dalam pekerjaan seruan keras Pekabaran Malaikat yang Ketiga itu! Jika sidang tetap sedang dalam keadaannya yang sekarang sampai berakhirnya masa kasihan, maka bagaimanakah kutipan di atas dapat dibenarkan tepat seperti yang dikatakan dalam “Early Writings”, hal. 15, dan bagaimanakah dapat dikatakan kepada sidang :
“Dengan mengenakan senjata kebenaran Kristus, sidang akan memasuki peperangannya yang terakhir. “Indah bagaikan bulan, cerah seperti matahari, dan hebat seperti bala tentara dengan panji-panjinya, maka ia akan pergi ke seluruh dunia untuk mengalahkan dan menaklukkannya” (Prophets and Kings, hal. 725), apakah sidang akan tercemar dan kacau sampai pekerjaannya selesai lalu masa kasihan berakhir?
Jika penyucian sidang itu akan terjadi sesudah masa kasihan berakhir dan jika kepemimpinan sidang yang ada sekarang yang akan menyelesaikan pekerjaan itu, maka bagaimanakah saudara- 9 saudara dapat menjelaskan kutipan berikut terdapat dalam “Testimonies for the Church, Jilid 5, hal. 80 yang kami kutip sebagai berikut?
“Tetapi hari-hari penyucian sidang itu akan datang dengan segera. Allah akan memiliki suatu rombongan umat yang suci dan benar … Mereka akan berharap kepada cendekiawan, orangorang pintar, atau orang-orang berbakat, kelak tidak akan berdiri pada barisan depan … Karena mereka adalah orang-orang yang merasa berkecukupan sendiri, dan tidak bergantung kepada Allah, sehingga Ia tidak dapat menggunakan mereka … Tuhan mempunyai hamba-hamba yang setia, yang dalam masa pengguncangan, dan pencobaan akan terlihat … Tetapi, mungkin di bawah rupa yang kasar dan tidak menarik akan menampilkan cahaya yang murni dari tabiat seorang Kristen yang sejati.”
265Jika penyucian itu akan berlangsung sesudah pekerjaan injil berakhir, maka kenapa Ia akan menampilkan sekelompok hamba-hamba yang lain, dan kenapa mengatakan, Setelah penyucian itu maka Ia tidak dapat menggunakan mereka yang merasa berkecukupan sendiri dan lepas dari Allah?
Jika orang-orang suci yang hidup hanya 144.000, kenapa mereka disebut “buah-buah pertama”? Dan jika tidak ada buah-buah kedua (rombongan besar) bagaimanakah mereka yang 144.000 itu dapat disebut “buah-buah pertama.” Karena melihat bahwa, dimana tidak ada buahbuah kedua maka di sana tidak mungkin ada buah-buah pertama? Diakui bahwa tafsiran mereka terhadap “buah-buah pertama” itu adalah benar dan “buah-buah pertama” itu berarti yang terbaik bukan hanya berarti yang pertama ditinjau dari segi waktu, tetapi juga berarti membutuhkan buahbuah kedua; artinya, walaupun mereka yang 144.000 itu adalah yang terbaik sebagai gantinya yang pertama, namun dari segi mutu masih harus ada buah-buah kedua jika tidak dilihat dari segi waktu, yang bukan hanya berarti rombongan lain orang-orang suci yang hidup, tetapi juga lebih banyak daripada mereka yang 144.000 itu kalau dilihat dari jumlahnya, sebagaimana biasanya yang dibuktikan oleh kenyataan bahwa yang kedua banyaknya selalu melebihi yang pertama.
Jika tidak ada pembantaian pada waktu sebelum masa kasihan berakhir, maka bagaimanakah saudara-saudara kita itu dapat menjelaskan Yesaya 66 : 16, 19, 20, dimana ia itu mengatakan bahwa orang-orang yang luput dari pembantaian umat Tuhan itu akan diutus kepada “bangsa-bangsa” untuk menyatakan “kemuliaan Allah di tengah-tengah bangsa Kapir” dan bahwa orang-orang yang luput dari pembantaian itu “akan membawa semua saudaramu … kepada Tuhan keluar dari segala bangsa?”
Jika orang-orang yang luput dari pembantaian yang akan diutus kepada segala bangsa dan yang membawa semua saudara itu bukanlah mereka yang 144.000 itu pada waktu pekabaran itu menyebar ke seluruh dunia, jadi siapakah mereka? Jika mereka luput dari pembantaian pada waktu masa kasihan berakhir, kenapa mereka harus menyatakan “kemuliaan Allah di tengah-tengah bangsa Kapir” kalau Ia tidak menyelamatkan mereka pada waktu itu? Lagi pula, jika “kebinasaan umum” itu menimpa semua orang Kapir (orang-orang jahat) maka tidak ada seorangpun yang tertinggal kepada siapa orang-orang yang luput itu dapat menyatakan kemuliaan Allah.
Jika saudara-saudara itu dapat mencocokkan kutipan-kutipan di atas dengan tafsiran mereka mengenai 144.000 itu dan mengenai rombongan besar itu, maka kami akan merasa senang mengetahuinya, tetapi jika tidak, kami harap supaya mereka mau mengambil pendirian mereka pada pihak kebenaran masa kini.
Kami merasa menyesal karena sebahagian dari antara saudara kita telah menapis seekor agas tetapi menelan seekor unta oleh memusatkan perhatian kepada pernyataan dalam “Early Writing” hal. 15 itu, namun melalaikan beratus-ratus halaman buku dari penulis yang sama. Pertanyaan mereka tentang, mengapa buku “Early Writings”, hal. 15 itu hanya membicarakan mereka yang 144.000 itu, tetapi sama sekali tidak membicarakan tentang rombongan besar, dapat juga ditanya kepada Daniel, karena dengan cara yang sama, ia hanya menubuatkan kebangkitan Kepausan namun sama sekali tidak ada mengatakan lukanya yang mematikan itu. Sebab itu, karena mereka sudah menentang “Tongkat Gembala” itu dengan mengambil suatu pendirian yang memaksa mereka tidak mau menyelidiki lebih jauh khayal dan terbitan Sister White yang pertama, maka boleh juga mereka tidak setuju dengan Yohanes Pewahyu yang menambahkan luka yang mematikan itu kepada khayal Daniel!
266PERINGATAN-PERINGATAN PENTING
Sehubungan dengan kematian Sis. Charboneau, maka kami menganjurkan supaya segala
perkara yang menyangkut keuangan dapat berhubungan kepada Persekutuan Penerbitan Umum,
dan dialamatkan kepada Ny. S. Hermanson. Terimakasih atas kerja sama dari saudara.
Cetakan ulang buku “A Word to the Little Flock” dapat diperoleh dari Dr. W.S. Butterbaugh,
alamat, 1070 Acoma St. Denver, Colorado.
Mereka yang mempunyai pakaian, sepatu, atau tempat tidur yang masih dalam keadaan
baik bilamana mereka ingin menyumbangkannya, kami akan menerimanya dengan gembira. Tolonglah
kirimkan ke Gunung Karmel. Terima kasih.
______________________
The Universal Publishing Association
Mount Carmel Center,
Waco, Texas
10