Perpustakaan PDF
Lain-lain

Keimamatan Davidian Masehi Advent Hari Ketujuh

D

KATA PENGANTAR

Sementara dalam pendirian dan nama, Persekutuan Davidian Masehi Advent Hari Ketujuh ada semata-mata untuk menyelesaikan

pekerjaan yang ditetapkan secara ilahi di dalam madzab organisasi Masehi Advent Hari Ketujuh, karena itulah dia membatasi dengan ketat kegiatannya. Dan karena pekerjaannya akan segera berakhir, dan "hamba-hamba Allah kami" (Wah. 7:3) dimeteraikan, maka namanya

tujuannya dan pekerjaannya akan mencakup

semuanya kepada Injil (Mat. 17:11; Kisah. 3:21; Yes 61:4-7). Kemudian Undang-Undang Dasar dan Undang-Undang Pelengkapnya yang

disusun disini akan berlaku sepenuhnya.

1

DAFTAR ISI

Halaman

Bab IV Para Pegawai dan Tugas-

Bab VI Undang-Undang Pelengkap ..... 11 UNDANG-UNDANG PELENGKAP ..... 12-16

Bab II Penggantian Biaya Para

Bab III Pengangkatan Pendeta .............. 14 ASAL MULA, NAMA, MISI, POLA

Pemerintahan Musa - Sebuah Contoh .... 22

Pemerintahan Daud - Sebuah Contoh .... 26

Pemerintahan Ezra - Sebuah Contoh ...... 28

Pemerintahan Rasul-Rasul - Sebuah

Sidang Wasiat Lama -- Sebuah Contoh .. 37

2

Sidang Wasiat Baru -- Sebuah Contoh .... 40

Pola Dan Kurikulum Sekolah .................. 73

Persyaratan-Persyaratan Dan Kewajiban-

Kerjasama Dengan Para Orang tua ....... 119

Persyaratan-Persyaratan Bagi

Persyaratan-Persyaratan Bagi

Persyaratan-Persyaratan Bagi

Persyaratan-Persyaratan Bagi

2

3

KEIMAMATAN

DAVIDIAN MASEHI ADVENT
HARI KETUJUH

UNDANG-UNDANG DASAR

BAB I -- NAMA

Bagian 1. Persekutuan ini akan dikenal untuk sementara dengan Davidian Masehi Advent Hari Ketujuh, yaitu keturunan nubuatan yang lahir dari sidang induk Masehi Advent Hari Ketujuh, yaitu sidang Laodikea.

Nama, Davidian, berasal dari nama raja Israel Kuno, yang muncul dengan Persekutuan ini oleh alasan beberapa pendapat sebagai berikut : Pertama, ia membaktikan diri kepada tugas memberitakan dan mengemukakan pemulihan kerajaan Daud itu dalam contoh saingannya (seperti yang diramalkan di dalam Hosea 1 : 11; 3 : 5), 4 yang di atas tahtanya Kristus “Putera Daud itu” akan duduk. Kedua, ia menyatakan dirinya sendiri untuk menjadi yang pertama dari buah-buah pertama orang-orang hidup, yaitu barisan terdepan dari antara orang-orang keturunan Yahudi yang ada sekarang yang telah membentuk Gereja Kristen yang mula-mula. Dengan munculnya barisan terdepan ini berikut bala tentaranya, buah-buah pertama itu, dari mana akan dipilih masing-masing 12.000 orang dari kedua belas suku bangsa Yakub, yaitu “mereka yang 144.000 itu” (Wahyu 14 : 1; 7 : 2 - 8) yang akan berdiri di atas Gunung Sion bersama-sama dengan Anak Domba itu (Wahyu 14 : 1; 7 : 2 - 8), maka dimulailah pemerintahan Daud contoh saingan itu. 3

Nama Masehi Advent Hari Ketujuh yang diwarisi oleh Persekutuan ini dari induk organisasi adalah sementara (Yesaya 62 : 2), dan hanya untuk selama masa tugasnya di dalam induk organisasi.

Bagian 2. Literatur (buku-buku bacaan) kepunyaan Persekutuan ini, rangkaian 5 buku-buku Tongkat Gembala, mengambil judulnya dari Tongkat Musa gembala dari Midian itu. Pada masa eksodus (keluar dari Mesir) di zamannya, Tongkat itulah yang telah membebaskan bani Israel dari tangan orang-orang Mesir dan kemudian telah memalu segala air Laut Merah, sehingga telah memberikan sebuah tempat berlindung bagi orang-orang pelarian itu dan telah memasang sebuah jerat yang mematikan bagi musuh-musuh mereka yang mengejar mereka dari belakang. Karena alasan inilah literatur itu memakai nama “Tongkat Gembala” untuk mengidentifikasi dan memperkenalkan tugasnya yang istimewa yang telah ditulis oleh Yesaya sebagai berikut : “Maka akan jadi kelak pada hari itu, bahwa Tuhan akan membentangkan tangan-Nya kembali pada kedua kalinya untuk menyambut kembali umat-Nya yang sisa, yang akan tertinggal, dari Asyur, dan dari Mesir, dan dari Pathros, dan dari Cush, dan dari Elam, dan dari Shinar, dan dari Hamath, dan dari kepulauan di lautan” (Yesaya 11 : 11); dan 6 untuk mengundang perhatian kepada satu-satunya kegenapan nubuatan Mikha yang berbunyi : “Suara Tuhan berseruseru kepada negeri itu, maka orang yang bijaksana akan menyaksikan namamu : Dengarlah olehmu akan tongkat itu, dan Dia yang telah menetapkannya.” Mikha 6 : 9.

4

BAB II -- TUJUAN

Bagian 1. Tujuan dari Persekutuan ini ialah untuk mengadakan diantara umat Allah reformasi yang dianjurkan di dalam buku Testimonies for the Church, Jilid 9, halaman 126, sebagai prasyarat pergerakan untuk menyampaikan “Panggilan Jam Kesebelas” (Matius 20 : 6, 7) dari “injil yang kekal itu..... kepada setiap bangsa, dan suku-suku bangsa, dan bahasa, dan orang banyak.” Wahyu 14 : 6. Melalui panggilan ini, yakni Seruan Keras dari pekabaran tiga malaikat itu, akan dihimpunkan “orangorang umat kesucian dari Yang Maha 7 Tinggi” (Daniel 7 : 27) ke dalam kerajaan “yang kelak tidak akan lagi dapat dibinasakan... melainkan... akan menghancurkan dan menghabiskan semua... kerajaan.” Daniel 2: 44. Demikianlah ia itu akan menghantarkan datangnya pemerintahan Kristus sebagai Tuhan atas segala tuan dan Raja atas segala raja yang memerintah atas seluruh bumi untuk selama-lamanya.

BAB III -- KEANGGOTAAN

Bagian 1. Keanggotaan dari Persekutuan ini akan terdiri hanya dari orangorang yang berjanji mematuhi seluruh kepercayaan dan yang menghayati dalam kehidupan mereka semua acara dari Persekutuan tersebut di atas.

8

BAB IV -- PARA PEGAWAI DAN
TUGAS-TUGASNYA

Bagian 1.

(a) Pegawai-pegawai tetap dari Persekutuan ini akan berupa seorang presiden, seorang wakil presiden, seorang sekretaris, 5 dan seorang bendahara.

(b) Presiden akan dipanggil dan dipilih sesuai dengan tata cara yang dikemukakan di dalam buku Keluaran pasal tiga ayat sepuluh, lima belas, dan enam belas; pasal empat, ayat tujuh belas; Yehezkiel pasal tiga, ayat tujuh belas; dan Lukas pasal enam, ayat tiga belas.

(c) Semua pegawai lainnya dari Persekutuan ini akan ditunjuk sesuai dengan tata cara yang dikemukakan di dalam Bilangan pasal sebelas, ayat enam belas, tujuh belas, dua puluh empat, dan dua puluh lima dan di dalam Kisah Para Rasul pasal enam, ayat satu sampai tujuh; dan pasal tiga belas, ayat satu sampai tiga.

9

Bagian 2. Presiden, seperti contohnya di dalam Keluaran, pasal empat, dan di dalam Bilangan pasal enam belas, ayat dua belas dan dua puluh lima sampai tiga puluh dua, akan bertindak sebagai pemimpin dari Majelis Pelaksana, sebagai administrator utama dari segala persoalan Persekutuan, dan sebagai seorang pekerja dan pendeta dalam kepentingan umum Persekutuan.

Bagian 3. Wakil presiden, sesuai dengan contoh teladan yang terdapat di dalam buku Keluaran, pasal tujuh, ayat satu dan dua, harus membantu presiden dalam memimpin segala persoalan Persekutuan.

6

Bagian 4. Sekretaris harus memegang hasil-hasil dari semua pertemuan rapat Persekutuan, dan melaksanakan tugastugas lainnya yang sedemikian ini sesuai dengan keperluan kantor.

Bagian 5. Bendahara harus menerima semua dana Persekutuan dan membayarkannya sesuai dengan contoh-contoh yang tercatat di dalam ayat-ayat injil berikut ini : 10 Keluaran pasal tiga puluh enam, ayat tiga; Ezra pasal delapan, ayat dua puluh satu, dua puluh empat sampai tiga puluh; Kisah Rasul-Rasul pasal empat, ayat tiga puluh lima sampai tiga puluh tujuh; dan pasal enam, ayat tiga.

BAB V -- PERSIDANGAN

Bagian 1. Persekutuan ini akan mengadakan sidang-sidang secara tetap pada waktu dan tempat yang akan ditentukan oleh Majelis Pelaksana melalui pemberitahuan di dalam The Symbolic Code, yaitu majalah resmi milik organisasi, di dalam dua terbitannya yang berturut-turut mendahului tanggal pembukaan sidang itu.

Bagian 2.

(a) Sidang-sidang istimewa dapat di undang dengan cara yang sama dalam mana sesuatu sidang yang tetap diadakan.

11

(b) Keputusan-keputusan pada sidangsidang istimewa akan memiliki kekuatan yang sama dengan keputusan-keputusan yang diambil pada sidang-sidang yang tetap.

7

BAB VI -- UNDANG-UNDANG
PELENGKAP

Bagian 1. Undang-undang pelengkap dapat mencakup setiap perkara yang tidak bertentangan dengan Undang-Undang Dasar.

Bagian 2. Persekutuan ini, pada setiap sidangnya, dapat membuat, merubah, atau mencabut kembali undang-undang pelengkap melalui suatu perwakilan dan pungutan suara seperti yang dicontohkan di dalam buku The Acts of the Apostles,

12

UNDANG-UNDANG PELENGKAP

BAB I
MAJELIS PELAKSANA

Bagian 1.

(a) Majelis Pelaksana harus dibentuk sesuai pola majelis yang digambarkan di dalam Kisah Para Rasul pasal enam, ayat dua sampai enam.

(b) Ia harus memiliki kuasa penuh untuk melaksanakan dan mengurus diantara masa sidang-sidang dari Persekutuan.

(c) Ia harus dilengkapi dengan kekuasaan untuk memberikan surat-surat kuasa dan surat-surat ijin, dan untuk mengisi lowongan-lowongan yang mungkin timbul pada sesuatu kantor milik Persekutuan, terkecuali jabatan Presiden.

Bagian 2. Suatu jumlah mayoritas dari keanggotaan Majelis Pelaksana yang lengkap, sesudah diberikan pengumuman yang tepat kepada para anggota yang ada, 13 akan merupakan suatu quorum dari Majelis Pelaksana.

Bagian 3.

(a) Rapat-rapat pertemuan Majelis Pelaksana dapat diundang oleh ketua atau oleh seseorang anggota Majelis yang ditunjuk untuk itu atau yang diberi kuasa olehnya.

(b) Rapat-rapat pertemuan dapat diadakan pada setiap waktu.

(c) Rapat-rapat itu harus diselenggarakan di markas besar, terkecuali sebaliknya ditentukan oleh suatu quorum dari Majelis.

Bagian 4. Rapat-rapat kecil dengan jumlah anggota Majelis yang kurang dari tujuh orang dapat diselenggarakan di Kantor Tata Usaha Umum untuk pelaksanaan soal-soal yang penting ataupun rutin.

9

14

BAB II
PENGGANTIAN BIAYA PARA
PEKERJA

Bagian 1. Biaya penggantian dan belanja dari semua pekerja yang dipekerjakan di dalam Persekutuan akan ditetapkan dan disesuaikan oleh Majelis Pelaksana.

Bagian 2.

(a) Dana-dana Persekutuan bagi pekerjaan yang penting akan terdiri dari perpuluhan-perpuluhan dan persembahanpersembahan tatangan.

(b) Dana-dana yang tak disangkasangka akan terdiri dari sumbangan-sumbangan, warisan-warisan, dan penghasilanpenghasilan intern.

BAB III
PENGANGKATAN PENDETA

Bagian 1.

(a) Davidian Masehi Advent Hari Ketujuh akan mengakui hanya hukum 15 pentahbisan dari Alkitab; yaitu : (1) bahwa panggilan kepada pelayanan injil harus datang dari Allah kepada pribadi, dan bahwa (2) ia harus diikuti dalam kesetiaan yang ketat kepada persyaratan-persyaratan tata tertib injil, sebagaimana diucapkan di dalam kitab Lukas pasal sepuluh, ayat tiga sampai sembilan; Matius pasal sepuluh, ayat lima sampai sebelas; dan satu Timotius pasal tiga, ayat satu sampai tujuh.

(b) Karena dan setelah bukti diperoleh sepenuhnya bahwa pelayanan seseorang memenuhi semua persyaratan ini, maka Majelis Pelaksana kemudian akan memberikan pengakuan terhadap panggilannya

10 untuk bergabung dalam tugas pelayanan yang suci sebagaimana pada dasarnya digariskan di dalam Matius, pasal sepuluh, dan Majelis akan mengangkatnya atau memberi ijin kepadanya sesuai keadaan yang memungkinkan.

Bagian 2. Seorang pendeta yang telah diangkat (diurapi) akan diberikan hak untuk berkhotbah dan mengajarkan segala 16 kebenaran, prinsip-prinsip, dan pelajaranpelajaran, dan untuk melaksanakan tugastugas kependetaan, pelayanan-pelayanan, dan upacara-upacara, yang dikemukakan di dalam Firman Injil.

Bagian 3. Seorang pendeta yang diberi ijin akan diberi kuasa untuk berkhotbah dan mengajarkan segala kebenaran, prinsip-prinsip, dan pelajaran-pelajaran yang dikemukakan di dalam Firman, tetapi tidak untuk melaksanakan tugas-tugas kependetaan, pelayanan-pelayanan dan upacara-upacara yang dikemukakan di dalamnya, terkecuali pada kesempatankesempatan yang sedemikian menjamin Majelis menganugerahkan secara khusus hak-hak tersebut.

11

ASAL MULA, NAMA, MISI, POLA
TELADAN

Orang-orang Davidian adalah tunastunas yang muncul keluar dari Masehi 17 Advent Hari Ketujuh yang sudah merosot jatuh yang secara nubuatan diperlihatkan dalam khayal di dalam buku Yehezkiel pasal sembilan. Anggota-anggotanya adalah terutama orang-orang yang telah dibuang keluar dan dirampas keanggotaannya dari gereja-gereja Masehi Advent Hari Ketujuh. Dengan demikian karena dipisahkan dari gereja mereka dan disangkal namanya karena kepatuhan mereka kepada suara Tongkat, yaitu suara dari Gembala yang baik itu, maka mereka disebut dengan nama yang dikaitkan pada tugas dari Tongkat itu, “Davidian Masehi Advent Hari Ketujuh.” Sampai pada saatnya apabila mereka kelak “disebut dengan suatu nama yang baru, yang akan diucapkan oleh mulut Tuhan sendiri.” Yesaya 62 : 2.

Dengan demikian telah bangkit karena diperlukan, bukan melalui pemilihan, maka Persekutuan ini di dalam organisasi Masehi Advent Hari Ketujuh telah dilantik pada tugas dari suatu tujuan tiga rangkap : yaitu (1) Ia harus pergi kepada isi rumah 18 “Israel dan Yehuda” (Yehezkiel 9 : 9), dan “mengatakan kepada mereka yang telah diundang itu, Marilah; karena segala perkara kini sudah siap.” Lukas 14 : 17. Dan walaupun mereka yang pertama sekali mendengar panggilan itu mungkin memohon maaf akan dirinya karena berhalangan (ayat 8 - 20), namun “orangorang miskin, dan orang-orang buntung, dan orang-orang timpang, dan orangorang buta” dari “jalan-jalan dan loronglorong kota” (ayat 21, 22) akan menyambutnya. (2) Sesuai dengan itu, maka adalah untuk melaksanakan bahwa “pergerakan reformasi yang besar” dan pembersihan adalah diserukan “diantara umat Allah.” -- Testimonies for the Church, Jilid 5, hal. 80; Jilid 9, hal. 126. Dengan menyusul 12 buah-buah dari pekerjaan ini, yaitu yang pertama dari penuaian, maka ia itu akan menghantarkan datangnya Kerajaan itu (Mikha 4 : 1, 2). (3) Kemudian dengan suatu seruan keras ia akan “pergi memasuki jalan-jalan raya dan semak-semak” (Lukas 14 : 23), memberitakan “injil yang kekal itu 19 kepada mereka yang diam di bumi, dan kepada setiap bangsa, dan suku-suku bangsa, dan bahasa, dan orang banyak” (Wahyu 14 : 6), “membaptiskan... dalam nama Bapa, dan nama Anak, dan Roh Kudus : mengajarkan kepada mereka untuk mematuhi segala perkara apapun” yang diperintahkan oleh Kristus (Matius 28 : 19, 20). Dengan buah-buah berikutnya dari hasil pekerjaan ini, yang kedua dari penuaian, maka ia akan memperluas Kerajaan itu sehingga ia itu akan memenuhi seluruh bumi (Daniel 2 : 35).

Dengan demikian dalam mendemonstrasikan “melalui tanda-tanda dan keajaiban-keajaiban yang besar, oleh kuasa Roh Allah” (Roma 15 : 19), kuasa besar dari Kerajaan itu, maka ia akan memberikan kesaksian yang menyeluruh di seluruh dunia bahwa Kristus ada bersama-sama dengan sidang-Nya “senantiasa, bahkan sampai kepada akhir dunia.” Matius 28 :

20

Karena dipanggil secara nubuatan ke dalam kebun anggur Tuhan pada “jam kesebelas,” maka orang-orang Davidian Masehi Advent Hari Ketujuh akan memberitakan Pekabaran pada Waktunya yang terungkap dalam gulungan suratan nubuatan yang sedang terbuka (Testimonies for the Church, Jilid 6, hal. 17). Kebenarankebenarannya yang tepat waktunya itu “membuka ke hadapan orang-orang yang menaruh harap pada jaminan-jaminan Ilahi dari Firman Allah,” “kemungkinankemungkinan yang indah” dan “hak-hak istimewa dan kewajiban-kewajiban yang 13 merekapun tidak meragukan terdapat di dalam Alkitab.” -- Testimonies for the Church, Jilid 8, hal. 322.

Sebagai landasan yang sesuai dengan struktur interpretasi Alkitab mereka, maka orang-orang Davidian berpegang bahwa “pengalaman-pengalaman Israel yang dahulu telah tercatat sebagai petunjuk bagi kita” (Education, hal. 50); bahwa sesungguhnya “segala perkara ini telah jadi ter- 21 hadap mereka untuk menjadi teladanteladan : dan... adalah tertulis sebagai nasehat bagi kita, terhadap siapa akhir dunia ini akan datang” (1 Korintus 10 : 11); bahwa, oleh karena itulah, dimana tidak terdapat suatu contoh dasar, maka tidak mungkin ada dan tidak akan ada suatu kebenaran dasar, suatu contoh saingan; dan bahwa dengan sendirinya, barangsiapa yang tidak mau “mendengar akan.... Musa dan nabi-nabi, merekapun tidak akan dapat dibujuk, walaupun seseorang bangkit dari kematian.” Lukas 16 : 31.

Sesuai dengan itu, maka persekutuan reformasi ini, sebagai usus perut bagi organisasi Masehi Advent Hari Ketujuh, akan merangkul suatu Alkitab dasar yang menyeluruh. Sehingga adalah perlu dibantu dengan Undang-Undang Dasar dan Undang-Undang Pelengkap yang membentuk prinsip-prinsip pemerintahan dan sistem dari empat kali penggantian pergerakan Eksodus yang berturut-turut, kerajaan Daud, Hakim-Hakim, dan Rasul- 22 Rasul, seperti yang dijelaskan oleh Roh Nubuat di dalam bagian-bagian berikut yang mengungkapkan bahwa Allah adalah pusat kekuasaan dan bahwa orang-orang pilihan-Nya adalah para administrator dari hukum-Nya :

14

PEMERINTAHAN

PEMERINTAHAN MUSA --
SEBUAH CONTOH

“Pemerintahan Israel telah dibentuk sesuai sifat dari organisasi yang paling menyeluruh, sama mentakjubkan karena kelengkapannya dan kesederhanaannya. Susunannya adalah demikian mencolok terlihat dalam kesempurnaan dan pengaturan semua pekerjaan ciptaan Allah yang tampak dalam perekonomian orangorang Ibrani itu. Allah adalah pusat dari kekuasaan dan pemerintahan, kedaulatan Israel. Musa berdiri sebagai pimpinan mereka yang dapat dilihat, oleh pilihan 23 Allah, untuk mengelola hukum-hukum atas nama-Nya. Dari para tua-tua sukusuku bangsa itu sebuah majelis yang terdiri dari tujuh puluh orang kemudian telah dipilih untuk membantu Musa dalam urusan-urusan umum bangsa itu. Selanjutnya datang imam-imam, yang meminta petunjuk Tuhan di dalam kaabah. Para panglima, atau para penghulu, memerintah atas suku-suku bangsa itu. Di bawah mereka inilah terdapat ‘para perwira yang berkuasa atas masing-masing seribu orang, dan para perwira atas seratus orang, dan para perwira atas lima puluh orang, dan para perwira atas sepuluh orang; ‘dan yang terakhir sekali, para pegawai yang dapat dipekerjakan bagi tugas-tugas khusus.” -- Patriarchs and Prophets, hal. 374.

“Selaras dengan rencana ini, maka ‘Musa telah memilih orang-orang yang mampu dari antara seluruh Israel, dan menjadikan mereka itu kepala-kepala atas orang banyak itu, yaitu para pemimpin 24 atas seribu orang, para pemimpin atas seratus orang, para pemimpin atas lima puluh orang, dan para pemimpin atas sepuluh orang. Maka mereka menilai orang banyak itu pada segala waktu : persoalanpersoalan yang berat diteruskan oleh mereka kepada Musa, tetapi setiap masalah kecil mereka selesaikan sendiri.

15

“Kemudian, sewaktu memilih tujuh puluh orang tua-tua untuk berbagi dengan dia tanggung-jawab tanggung-jawab kepemimpinan, maka Musa secara hati-hati telah memilih sebagai pembantu-pembantunya, orang-orang yang memiliki martabat, penilaian yang sehat, dan pengalaman. Dalam pesannya kepada para tua-tua ini pada waktu pelantikan mereka, ia telah menggariskan beberapa persyaratan yang cocok bagi seseorang untuk menjadi seorang pemimpin yang bijaksana di dalam sidang. ‘Dengarlah akan berbagai persoalan diantara saudara-saudaramu,’ demikian kata Musa, ‘dan putuskanlah secara adil diantara setiap orang dengan 25 saudaranya, dan dengan orang asing yang bersama dengan dia. Janganlah kamu menaruh hormat pada orang-orang dalam melakukan pengadilan; melainkan hendaklah kamu mendengar baik terhadap orang kecil maupun terhadap orang besar; janganlah kamu takut terhadap rupa orang, karena pengadilan itu adalah kepunyaan Allah.” The Acts of the Apostles, hal. 93, 94.

“Pemerintahan Israel telah dikelola dalam nama dan oleh kuasa Allah. Tugas pekerjaan Musa, tugas pekerjaan dari tujuh puluh tua-tua itu, tugas pekerjaan para pemimpin dan hakim-hakim itu, hanyalah untuk menegakkan undang-undang yang telah dikaruniakan Allah kepada mereka; mereka tidak mempunyai kekuasaan apapun untuk membuat peraturan bagi bangsa itu. Inilah yang telah menjadi dan terus akan menjadi persyaratan bagi adanya Israel sebagai suatu bangsa. Dari abad ke abad, orang-orang yang diilhami Allah telah diutus untuk memberi petunjuk kepada umat, dan untuk mengendalikan 26 mereka menegakkan hukum-hukum.” -- Patriarchs and Prophets, hal. 603.

PEMERINTAHAN DAUD --
SEBUAH CONTOH

“Raja Daud, sampai kepada akhir pemerintahannya, telah menyampaikan suatu pesan penting kepada orang-orang yang memikul beban tugas pekerjaan Allah di masa hidupnya. Dengan mengundang ke Yerusalem ‘semua penghulu Israel, 16 para penghulu dari suku-suku bangsa, dan para perwira pasukan-pasukan yang siap melayani raja, dan para perwira atas seribu, dan para perwira atas seratus, dan para pengurus yang mengawasi semua barang dan harta milik raja, milik puteraputeranya, bersama-sama dengan para pengawai dan dengan orang-orang yang gagah perkasa, dan dengan semua orang yang gagah berani,’ raja yang sudah tua itu dengan penuh kesungguhan memesankan kepada mereka,’ di hadapan mata 27 seluruh Israel perhimpunan Tuhan, dan di hadapan kehadiran Allah kita,’ untuk ‘memeliharakan dan berusaha mencarikan semua perintah Tuhan Allahmu.’

“Kepada Salomo, sebagai seorang yang dipanggil untuk menduduki suatu jabatan tanggung jawab yang besar, Daud telah memberikan sebuah pesan khusus sebagai berikut : ‘Engkau, Salomo puteraku, ketahuilah olehmu akan Allah dari ayahmu, dan berbaktilah kepada-Nya dengan sepenuh hati dan dengan pikiran yang rela : karena Tuhan menyelidiki seluruh hati, dan memahami semua bayangan pikiran manusia : jika engkau mencari Dia, maka Ia akan mau ditemukan olehmu; tetapi jika engkau meninggalkan Dia, maka la akan membuang engkau untuk selama-lamanya. Perhatikanlah sekarang, karena Tuhan telah memilih engkau : ..... jadilah kuat.” The Acts of the Apostles, hal. 94, 95.

28

PEMERINTAHAN EZRA --
SEBUAH CONTOH

Kembali : “Sebagai tindakan berjagajaga khusus dalam mengamankan barangbarang perbendaharaan, maka Ezra ‘telah memisahkan dua belas orang dari antara kepala imam-imam,’ -- yaitu orang-orang yang kesetiaan dan kejujurannya telah terbukti, -- ‘lalu membebankan kepada mereka perak, dan emas, dan bejana-bejana, bahkan juga persembahan rumah Allah 17 kita, yang telah dipersembahkan oleh raja, dan para penasehatnya, dan orang-orang besarnya, dan semua Israel yang hadir di sana.’ Orang-orang ini diberi pesan dengan sungguh-sungguh untuk bertindak sebagai pengawal-pengawal yang selalu waspada atas semua barang perbendaharaan yang dipercayakan kepada pengawasan mereka. ‘Kamu adalah suci bagi Tuhan,’ demikianlah kata Ezra; ‘bejana-bejana itupun adalah suci; dan perak dan emas itu adalah suatu persembahan suka rela dari para nenek moyangmu kepada Tuhan 29 Allah. Awasilah olehmu, dan peliharakanlah sekaliannya, sampai kelak kamu menimang-nimangkannya ke hadapan kepala imam-imam dan orang-orang Lewi itu, dan kepala bapa-bapa Israel, di Yerusalem, di dalam serambi-serambi rumah Tuhan.’

“Pengawasan yang dilakukan oleh Ezra dalam menyediakan pengangkutan dan pengamanan terhadap barang-barang perbendaharaan Tuhan itu mengajarkan sebuah pelajaran yang patut mendapatkan penyelidikan yang penuh perhatian. Hanya orang-orang yang kesetiaannya yang terbukti, yang telah dipilih; dan mereka telah diberi petunjuk dengan jelas mengenai tanggung jawab yang berada dengan mereka. Dalam penunjukan pegawai-pegawai yang setia untuk bertindak sebagai bendahara-bendahara atas barang-barang milik Tuhan, Ezra mengenal akan perlunya dan nilai tata tertib dan organisasi dalam kaitan dengan pekerjaan Allah.” -- Prophets and Kings, hal. 616, 617.

30

PEMERINTAHAN RASUL-RASUL --
SEBUAH CONTOH

“Prinsip-prinsip yang sama mengenai kejujuran dan keadilan yang mengendalikan para pemimpin diantara umat Allah di zaman Musa dan Daud, itu juga diikuti oleh orang-orang yang diberikan kekuasaan mengawasi terhadap sidang Allah 18 yang baru diorganisir di dalam sejarah injil. Dalam pekerjaan menertibkan segala perkara di dalam semua gereja-gereja, dan melantik orang-orang yang pantas untuk bertindak sebagai pegawai-pegawai, para rasul menjunjung tinggi standar-standar kepemimpinan yang digariskan di dalam Injil Wasiat Lama. Mereka tetap mempertahankan bahwa orang yang akan dipanggil untuk berdiri dalam jabatan tanggung jawab kepemimpinan di dalam gereja, ‘harus bebas dari tuduhan bersalah, sebagai penatalayan Allah; bukan yang mementingkan kehendak diri sendiri, tidak cepat marah, bukan peminum anggur, bukan orang pemabuk, tidak cenderung 31 kepada laba yang keji; melainkan orang yang ramah-tamah, pencinta terhadap orang-orang yang baik hati, sederhana, adil, suci, bukan pemarah; yang berpegang teguh kepada perkataan yang setia sesuai yang diajarkan kepadanya, bahwa ia mungkin mampu oleh ajaran yang sehat untuk menasehatkan maupun untuk menginsyafkan orang-orang yang menyangkal.’” The Acts of the Apostles, hal. 95.

“Dengan mengundang suatu rapat pertemuan orang-orang percaya, maka rasul-rasul itu telah dipimpin oleh Roh Suci untuk menggariskan suatu rencana bagi organisasi yang lebih baik daripada semua kekuatan kerja sidang. Saatnya sudah tiba, demikian ditegaskan oleh para rasul itu, apabila para pemimpin kerohanian yang memiliki pengawasan atas sidang harus dilepaskan dari tugas membagi-bagikan kepada orang-orang miskin dan dari beban-beban yang sama, supaya mereka dapat bebas memajukan pekerjaan mem- 32 beritakan injil. ‘Sebab itu, Saudara-Saudara,’ demikian kata mereka, ‘carilah dari antara kamu tujuh orang yang dikenal jujur, yang penuh dengan Roh Suci dan akal budi, yang dapat kita tunjuk atas pekerjaan ini. Namun kita akan menyerahkan diri kita selalu kepada doa, dan kepada pelaya- 19 nan perkataan itu.’ Anjuran ini diikuti, maka oleh doa dan oleh tumpangan tangan, tujuh orang yang terpilih telah dipisahkan secara tersendiri bagi tugas-tugas mereka sebagai diakon-diakon.”

“Penunjukan tujuh orang itu untuk menjabat tugas pengawasan terhadap garis-garis pekerjaan yang khusus, telah membuktikan suatu berkat besar kepada sidang. Para pegawai ini telah menaruh perhatian yang saksama terhadap kebutuhan-kebutuhan pribadi maupun terhadap kepentingan-kepentingan keuangan sidang pada umumnya; maka oleh penataan mereka yang saksama dan teladan peribadatan mereka, mereka telah merupakan suatu bantuan penting bagi rekan-rekan 33 pegawai mereka dalam mengikat bersamasama berbagai kepentingan sidang menjadi suatu kesatuan yang menyeluruh.”

“Bahwa langkah ini adalah sesuai dengan tata tertib Allah, adalah di ungkapkan dalam hasil-hasil yang cepat bagi kebaikan yang terlihat. ‘Firman Allah telah meningkat; dan jumlah murid-murid berlipat ganda dengan cepat di Yerusalem; maka suatu rombongan besar imam-imam telah setia mematuhi iman.’ Pengumpulan jiwa-jiwa ini adalah di sebabkan karena kebebasan yang lebih besar yang diperoleh rasul-rasul itu, dan karena semangat dan kuasa yang ditunjukkan oleh tujuh orang diakon itu. Kenyataan bahwa saudara-saudara ini telah dilantik untuk tugas khusus mengawasi segala kebutuhan orang miskin, sama sekali tidak mengesampingkan mereka dari mengajarkan iman. Sebaliknya, mereka telah sepenuhnya memenuhi syarat untuk mengajar orang lain dalam kebenaran, dan mereka telah melibatkan diri dalam pekerjaan itu dengan kesung- 34 guhan hati yang besar dan berhasil.” -- The Acts of the Apostles, hal. 89, 90.

TATA TERTIB

“Allah adalah suatu Allah yang tertib. Setiap perkara yang berkaitan dengan Sorga adalah dalam ketertiban yang sempurna; kepatuhan dan disiplin yang menyeluruh menandai gerakan-gerakan rombongan besar malaikat. Keberhasilan hanya dapat mendatangi ketertiban dan tindakan yang selaras. Allah menuntut ketertiban dan tata cara di dalam pekerjaan-Nya di waktu ini tidak kurang daripada di zaman Israel dahulu. Semua orang yang sedang bekerja bagi-Nya harus bekerja dengan bijaksana, bukan dengan cara sembrono, yang tidak teratur. Ia ingin mendapat pekerjaan-Nya terlaksana dengan iman dan ketepatan, supaya dapat la menempatkan meterai perkenan-Nya pada hasil pekerjaan itu.” -- Patriarchs and Prophets, hal. 376.

35

“Allah adalah bukan pencipta kekacauan, melainkan pencipta perdamaian, seperti halnya di dalam semua sidang orang-orang suci. Ia menghendaki agar tata tertib dan tata cara dipatuhi di dalam perilaku segala persoalan sidang di waktu ini, tidak kurang daripada di zaman dahulu. Ia ingin pekerjaan-Nya dimajukan dengan lengkap keseluruhannya dan dengan ketepatan, supaya dapat Ia menempatkan di atasnya meterai perkenan-Nya itu. Kristen harus dipersatukan dengan Kristen, sidang dengan sidang, peralatan manusia bekerja sama dengan peralatan Ilahi, setiap perwakilan tunduk kepada Roh Suci, dan semuanya tergabung dalam memberikan kepada dunia kabar-kabar baik mengenai karunia Allah.” -- The Acts of the Apostles, hal. 96.

“Waktu dan kekuatan dari orang-orang yang dalam kehendak Allah telah ditempatkan pada jabatan-jabatan pemimpin yang bertanggung jawab di dalam sidang, harus digunakan untuk menangani perka- 36 ra-perkara yang lebih berat yang memerlukan kepintaran khusus dan kebesaran hati. Bukanlah menurut tata tertib Allah bahwa orang-orang yang sedemikian ini harus dihimbau untuk menetralisasikan masalah-masalah kecil dimana orangorang lainnya cukup mampu untuk menanganinya. “Setiap perkara besar harus mereka bawa kepadamu,’ demikian anjuran Jethro kepada Musa, “tetapi setiap perkara kecil harus mereka putuskan : dengan demikian ia itu akan menjadi lebih ringan bagi dirimu, dan mereka akan memikul beban bersama-sama dengan kamu. Jika engkau harus melakukan perkara ini, dan Allah memerintahkan demikian itu kepadamu, maka engkau akan mampu bertahan, dan semua bangsa ini akan juga kembali ke tempat mereka dengan damai.” The Acts of the Apostles, hal. 93.

37

SIDANG WASIAT LAMA --
SEBUAH CONTOH

“Perkemahan Ibrani itu telah diatur dalam tata tertib yang tepat. Perkemahan itu telah dibagi ke dalam tiga bagian besar, masing-masing memperoleh tempatnya sendiri-sendiri yang ditunjuk di dalam perkemahan itu. Di tengah-tengah terdapat tabernakel, tempat tinggal dari Raja yang tak kelihatan. Sekelilingnya para imamimam dan orang-orang Lewi bertempat tinggal. Di seberang sana dari mereka itu berkemah semua orang dari suku-suku bangsa lainnya.”

“Kepada orang-orang Lewi telah diberikan tugas melayani tabernakel berikut semua yang berhubungan dengan itu, baik di dalam perkemahan maupun sepanjang perjalanan. Apabila perkemahan itu berjalan, maka mereka harus menurunkan tenda yang suci itu; apabila tempat berhenti telah dicapai, maka mereka harus mendirikannya. Tidak seorangpun dari sesuatu suku yang lain diperkenankan 38 datang mendekat, karena ancaman kematian. Orang-orang Lewi itu dipisahpisahkan ke dalam tiga bagian, yaitu keturunan-keturunan dari tiga putera Lewi, dan kepada masing-masingnya ditunjuk kedudukan dan pekerjaannya 22 yang khusus. Di depan tabernakel itu, dan terdekat dengannya terdapat tenda-tenda dari Musa dan Harun. Pada sebelah selatan terdapat orang-orang Kohathite, yaitu mereka yang tugasnya adalah menjaga peti perjanjian dan perabotan lainnya; di sebelah utara terdapat orang-orang Merarite, yaitu mereka yang ditempatkan di sana dalam tugas menjaga tiang-tiang pilar, alat penyambung, papan-papan, dan sebagainya; di belakang terdapat orang-orang Gershonite, kepada siapa dipercayakan pengawasan terhadap kain-kain tirai dan gantungan-gantungan lainnya.

“Kedudukan dari masing-masing suku bangsa juga ditentukan secara terperinci. Masing-masing harus berbaris dan berke- 39 mah di samping panjinya sendiri, sesuai dengan yang diperintahkan Tuhan: ‘Setiap orang dari bani Israel harus mendirikan tendanya di samping panjinya sendiri, dengan tanda alamat rumah bapa mereka. Jauh sekeliling tabernakel perhimpunan itu harus mereka pasang tendanya.’ ‘Sebagaimana mereka berkemah, maka demikian itu pula mereka harus maju, masingmasing orang pada tempatnya dekat dengan panji mereka.’ Rombongan campuran yang telah mengikuti Israel dari Mesir tidak diijinkan untuk menduduki tempat-tempat tinggal yang sama dengan suku-suku bangsa itu, tetapi mereka harus tinggal di pinggiran perkemahan; dan anak-anak mereka harus dikeluarkan dari masyarakat itu sampai kepada keturunan yang ketiga.”

* * *

“Dalam seluruh perjalanan Israel, ‘peti perjanjian Tuhan berjalan di depan mereka, .....untuk mencarikan suatu tempat istirahat bagi mereka.’ Dengan dibawa 40 oleh putera-putera Kohath, maka peti suci yang berisikan hukum Allah yang suci itu memimpin kereta pengangkut itu. Di depannya berjalan Musa dan Harun; dan para imam yang membawa trompettrompet perak berada di dekatnya. Imam- 23 imam ini menerima petunjuk-petunjuk dari Musa, yang oleh mereka dikomunikasikan langsung kepada orang banyak itu melalui trompet-trompet. Itulah tugas para pemimpin dari masing-masing rombongan untuk memberikan pengarahan-pengarahan yang pasti mengenai semua pergerakan yang akan ditempuh sebagaimana ditunjukkan oleh trompet-trompet itu. Siapapun yang lalai menyesuaikan diri dengan petunjuk-petunjuk yang diberikan itu, dihukum dengan hukuman mati.” -- Patriarchs and Prophets, hal. 374, 375, 376.

SIDANG WASIAT BARU --
SEBUAH CONTOH

“Hanya setelah mereka bersatu dengan 41 Kristus, baru dapatlah para rasul itu berharap untuk memperoleh kuasa pendamping dari Roh Suci, dan kerja sama malaikat-malaikat Sorga. Dengan bantuan perwakilan-perwakilan Ilahi ini mereka akan muncul ke hadapan dunia sebagai suatu barisan kesatuan, dan akan menjadi pemenang dalam peperangan yang terpaksa mereka tempuh secara tak habis-habisnya melawan kuasa-kuasa kegelapan. Karena mereka harus terus bekerja secara bersatu, maka utusan-utusan Sorga akan berjalan mendahului mereka, sambil membuka jalan; banyak hati akan dipersiapkan untuk menyambut kebenaran; dan banyak orang akan dimenangkan bagi Kristus. Selama mereka tetap bersatu, maka sidang akan keluar, ‘indah bagaikan bulan, cerah bagaikan matahari, dan hebat bagaikan suatu bala tentara dengan panji-panjinya.’ Tidak ada yang dapat menahan gerak maju mereka. Sidang akan terus maju dari kemenangan kepada kemenangan memenuhi misi Ilahinya secara gilang-gemilang memberitakan injil kepada dunia.

42

“Organisasi sidang di Yerusalem itu akan melayani sebagai sebuah model bagi organisasi sidang-sidang di setiap tempat lainnya dimana utusan-utusan kebenaran harus memenangkan orang-orang bertobat kepada Injil. Mereka yang diberikan tanggung jawab pengawasan sidang secara umum bukanlah untuk menjadikan majikan atas milik pusaka Allah, melainkan, sebagai gembala-gembala yang bijaksana mereka harus ‘memberi makan kawanan domba Allah, ....menjadi teladan-teladan kepada kawanan domba itu;’ dan para diakon harus menjadi ‘orang-orang yang terkenal jujur, penuh Rohulkudus dan akal budi.’ Orang-orang ini harus mengambil tempat mereka secara bersatu di pihak yang benar, dan mempertahankannya dengan teguh dan pasti. Dengan demikian mereka akan memiliki suatu pengaruh pemersatu atas seluruh kawanan domba.”

Terakhir dalam sejarah sidang yang mula-mula sewaktu di berbagai bagian dunia banyak kelompok orang-orang per- 43 caya telah terbentuk menjadi sidang-sidang, maka organisasi sidang selanjutnya disempurnakan, sehingga tata tertib dan keserasian tindakan dapat di pertahankan. Setiap anggota didesak untuk melaksanakan bagiannya dengan sebaik-baiknya. Masing-masing harus memanfaatkan dengan bijaksana talenta-talenta yang dipercayakan kepadanya. Sebagian orang diberkahi oleh Roh Suci dengan karuniakarunia khusus, pertama-tama rasul-rasul, kedua nabi-nabi, ketiga guru-guru, setelah itu keajaiban-keajaiban, kemudian karunia-karunia menyembuhkan, pertolonganpertolongan, pemerintahan-pemerintahan, berbagai-bagai bahasa. Tetapi semua kelas pekerja-pekerja ini harus bekerja dalam keserasian.

“’Ada terdapat berbagai karunia-karunia yang berbeda-beda, namun Rohnya sama. Dan ada terdapat pengelolaanpengelolaan yang berbeda-beda, tetapi Tuhannya sama. Dan ada berbagai-bagai usaha, namun adalah Allah yang sama itu 44 juga yang bekerja dalam segala-galanya. Namun manifestasi Roh itu dikaruniakan kepada setiap orang untuk mengambil manfaat daripadanya. Karena kepada yang satu oleh Roh dikaruniakan perkataan yang bijaksana; kepada yang lainnya dikaruniakan perkataan pengetahuan oleh Roh yang sama; kepada yang lainnya dikaruniakan iman oleh Roh yang sama; kepada yang lainnya di karuniakan bakatbakat menyembuhkan oleh Roh yang sama; kepada yang lainnya dikaruniakan kemampuan membuat keajaiban-keajaiban; kepada yang lainnya dikaruniakan nubuatan; kepada yang lainnya dikaruniakan kemampuan melihat roh-roh; kepada yang lainnya dikaruniakan berbagai jenis bahasa-bahasa; kepada yang lainnya dikaruniakan kemampuan menginterpretasikan bahasa-bahasa; tetapi semuanya ini dikerjakan oleh Roh yang sama yang satu itu juga, yang membagi-bagikan kepada setiap orang seberapa banyak sesuai kehendak-Nya. Karena sebagaimana tubuh adalah satu, tetapi memiliki banyak 45 anggota, maka semua anggota dari tubuh yang satu itu, yang banyak jumlahnya, adalah satu tubuh : demikian juga Kristus.’” -- The Acts of the Apostles, hal. 90 - 92.

“Tata tertib yang dipertahankan di dalam sidang Kristen yang mula-mula, telah memungkinkan mereka untuk bergerak maju dengan gigih, sebagai suatu bala tentara yang berdisiplin baik yang berpakaikan senjata Allah. Rombonganrombongan orang-orang percaya itu, walaupun tercerai-berai di seluruh daerah teritorial yang luas, sekaliannya adalah anggota-anggota dari tubuh yang sama; semuanya bergerak bersama-sama, dan dalam keserasian antara satu dengan yang lainnya. Bilamana timbul perselisihan di dalam sesuatu sidang setempat, seperti yang kemudian terjadi di Antiochi dan lain-lainnya, dan orang-orang percaya tidak dapat cocok diantara mereka, maka persoalan-persoalan sedemikian ini tidak dibiarkan menimbulkan perpecahan di dalam sidang melainkan telah diserahkan 26 46 kepada suatu majelis umum dari seluruh badan orang-orang percaya, yang dibentuk terdiri dari anggota-anggota delegasi yang ditunjuk dari berbagai sidang-sidang setempat, bersama-sama dengan para rasul dan tua-tua dalam jabatan-jabatan kepemimpinan yang bertanggung jawab. Dengan demikian semua usaha Setan untuk menyerang sidang di tempat-tempat yang terpencil, telah dihadapi dengan tindakan bersama dari semua pihak; sehingga segala rencana musuh untuk mengacau dan membinasakan telah dihalangi.” -- The Acts of the Apostles, hal. 95, 96.

“Alkitab secara khusus mengajarkan kepada kita untuk berhati-hati jangan sedikitpun membawakan tuduhan-tuduhan menentang orang-orang yang telah di panggil Allah untuk bertindak sebagai utusan-utusan-Nya. Rasul Petrus, dalam menggambarkan suatu kelas orang-orang yang sengaja menjadi orang-orang berdosa, mengatakan: ‘Mereka adalah sombong, keras kepala, mereka tidak takut membica- 47 rakan jahat melawan martabat-martabat orang. Sedangkan malaikat-malaikat yang jauh lebih berkuasa dan lebih kuat tidak menyerang mereka itu dengan tuduhantuduhan di hadapan Tuhan. Dan Paulus, dalam petunjuknya bagi mereka yang ditempatkan mengawasi sidang, mengatakan : ‘Terhadap seorang tua-tua janganlah menerima sesuatu tuduhan, terkecuali di depan dua atau tiga orang saksi.’ Dia yang telah menempatkan atas orang-orang tanggung jawab berat sebagai pemimpinpemimpin dan guru-guru bagi umat-Nya, akan menuntut orang banyak itu bertanggung jawab atas cara-cara dalam mana mereka melayani hamba-hamba-Nya. Kita harus menghargai orang-orang yang telah dihargai Allah.” -- Patriarchs and Prophets, hal. 386.

27

KETERTIBAN

“Allah telah memilih Musa, dan telah menaruh Roh-Nya di atasnya; maka 48 Miriam dan Harun oleh persungutan-persungutan mereka, mereka telah bersalah karena tidak setia, bukan saja kepada pemimpin mereka yang terpilih itu, melainkan juga kepada Allah sendiri. Para pembisik hasutan itu diundang ke tabernakel, lalu dibawa muka dengan muka menghadap Musa. ‘Maka turunlah Yehovah di dalam tiang awan, lalu berdiri di pintu tabernakel itu, lalu memanggil Harun dan Miriam.’ Tuntutan mereka akan karunia nubuatan tidak ditolak; Allah sudah mungkin dapat berbicara kepada mereka dalam khayal-khayal dan mimpi-mimpi. Namun kepada Musa, yang oleh Tuhan sendiri telah dinyatakan ‘setia di dalam seluruh rumah-Ku’, suatu hubungan yang lebih dekat telah diijinkan. Dengan dia Allah berbicara dari mulut ke mulut. ‘Maka sebab itu tidakkah kamu takut untuk berbicara menentang hamba-Ku Musa? Maka naiklah murka Tuhan terhadap mereka itu, lalu menghilanglah la.’ Awan itu lenyap dari tabernakel menandakan ketidaksenangan Allah, lalu Miriam dipalu. 49 Ia ‘kemudian menjadi penderita kusta, seluruh tubuhnya menjadi putih seperti salju.’ Harun luput, namun ia dimarahi dengan sangat dalam hukuman terhadap Miriam. Kini, kesombongan mereka direndahkan sampai ke tanah, Harun mengakui dosa mereka, lalu ia memohon kiranya adiknya itu tidak dibiarkan binasa oleh pukulan yang najis dan mematikan itu. Sebagai jawaban kepada doa-doa Musa, maka kusta itu kemudian sembuh. Namun Miriam dikucilkan dari perkemahan untuk tujuh hari lamanya. Bukannya setelah Miriam disingkirkan dari perkemahan itu lalu lambang perkenan Allah kembali

28 berada di atas tabernakel. Sebagai penghargaan terhadap kedudukannya yang tinggi, dan sebagai kesedihan karena pukulan yang telah menimpa dirinya, maka seluruh rombongan tetap tinggal di Hazeroth, sambil menantikan dia kembali.” -- Patriarchs and Prophets, hal. 384, 385.

Kemudian “suatu komplotan yang cukup kuat terbentuk yaitu hasil dari suatu 50 tekad dan maksud untuk meruntuhkan otoritas para pemimpin yang telah ditunjuk oleh Allah sendiri.”

“Korah, roh yang memimpin dalam pergerakan ini, adalah seorang Lewi, yang berasal dari keluarga Kohath, dan adalah saudara sepupu dari Musa, ia adalah seseorang yang berkemampuan dan berpengaruh luas. Walaupun telah ditunjuk pada tugas melayani tabernakel, ia ternyata telah menjadi tidak puas dengan kedudukannya itu, lalu mencita-citakan untuk menduduki martabat jabatan keimamatan. Penganugerahan jabatan keimamatan kepada Harun dan isi rumahnya, yang dahulu dipindahkan ke atas anak lelaki yang pertama lahir di dalam setiap keluarga, telah menimbulkan iri hati dan ketidakpuasan, sehingga selama beberapa waktu Korah secara diam-diam telah menentang otoritas Musa dan Harun, walaupun ia belum bergerak dengan sesuatu tindakan pemberontakan secara terbuka. Pada akhirnya timbullah di dalam hatinya rencana 51 yang berani itu untuk meruntuhkan baik kekuasaan sipil maupun kekuasaan agama. Ia tidak henti-hentinya mencari para simpatisan yang bersimpati kepadanya. Dekat dengan tenda-tenda Korah dan orang-orang Kohathite, pada sebelah selatan dari tabernakel, terdapat perkemahan dari suku Ruben, yaitu tenda-tenda dari Dathan dan Abiram, dua penghulu suku ini yang tak jauh letaknya dari tendatenda Korah. Para penghulu ini secepatnya menggabungkan diri kepada rencana-

29 rencana yang ambisius itu. Karena adalah keturunan-keturunan dari putera tertua Yakub, maka mereka menyatakan bahwa kekuasaan sipil itu adalah milik mereka, maka mereka bertekad untuk membagibagi dengan Korah segala kehormatan keimamatan itu.”

“Suasana perasaan diantara orang banyak itu menyetujui semua rencana Korah. Dalam kepahitan kekecewaan mereka, maka keragu-raguan mereka yang dahulu, iri hati, dan kebencian itu kembali 52 lagi, lalu kembali keluhan-keluhan mereka itu diarahkan kepada pemimpin mereka yang sabar itu. Orang-orang Israel itu selalu lalai melihat kepada kenyataan bahwa mereka berada di bawah bimbingan Ilahi. Mereka lupa bahwa Malaikat perjanjian itu adalah pemimpin mereka yang tak kelihatan, bahwa, dengan terselubung oleh tiang awan, kehadiran Kristus berjalan di depan mereka, dan bahwa daripada- Nyalah Musa menerima semua pengarahannya.”

“Mereka tidak rela untuk menyerah kepada kalimat yang mengerikan bahwa mereka semuanya harus mati di padang belantara dan sebab itulah mereka siap untuk berpegang pada setiap dalih untuk percaya bahwa adalah bukan Allah melainkan Musa yang telah memimpin mereka itu, dan yang telah mengucapkan nasib bahaya mereka. Usaha-usaha yang terbaik dari orang yang terlembut hatinya di bumi itu tidak dapat mengalahkan keras hati umat ini; dan walaupun tanda-tanda 53 ketidak-senangan Allah terhadap keras kepala mereka yang terdahulu masih ada di hadapan mereka dalam pecahnya barisan-barisan mereka dan hilangnya sejumlah bilangan mereka, mereka tidak mengambil pelajaran itu ke dalam hati. Kembali mereka dikalahkan oleh cobaan.”

* * *

30

“Mereka telah berhasil menyesatkan dua ratus lima puluh orang penghulu, yaitu orang-orang yang terkenal di dalam perhimpunan itu. Bersama dengan para pendukung yang kuat dan berpengaruh ini mereka merasa yakin dapat mengadakan suatu perubahan yang radikal di dalam pemerintahan, dan akan banyak memperbaiki administrasi Musa dan Harun.”

“Iri hati telah mendatangkan curiga, dan curiga mendatangkan pemberontakan. Mereka telah membicarakan persoalan hak 54 kekuasaan Musa yang sedemikian besarnya dan terhormat sehingga akhirnya mereka sampai kepada menganggap dia menduduki suatu jabatan yang sangat menimbulkan iri hati, yang dapat saja diisi oleh salah seorang dari mereka seperti halnya Musa. Maka mereka telah menipu dirinya sendiri dan saling menipu diantara sesamanya dengan berpikir bahwa Musa dan Harun sendirilah yang telah menduduki jabatan yang dipegangnya itu. Orang-orang yang tidak puas itu mengatakan bahwa para pemimpin ini telah meninggikan dirinya sendiri di atas perhimpunan Tuhan, dengan mengambil bagi dirinya jabatan keimamatan dan pemerintahan, sedangkan isi rumah mereka tidak diistimewakan di atas orang-orang lainnya di Israel; mereka juga tidak lebih suci daripada orang banyak itu, dan seharusnya cukup bagi mereka untuk berada pada tingkat yang sama tinggi dengan saudarasaudaranya, yang sama-sama berkenan kepada kehadiran dan perlindungan Allah yang istimewa.”

55

“Pekerjaan berikutnya dari para pengkhianat itu adalah ditujukan kepada orang banyak itu. Kepada orang-orang yang berada dalam kekeliruan, sehingga patut mendapat teguran, tidak ada lagi yang lebih menyenangkan hatinya daripada menerima simpati dan pujian dari orang lain. Maka demikianlah Korah dan kawankawannya telah berhasil menarik perhatian dan memperoleh dukungan dari perhimpunan orang banyak itu. Tuduhan bahwa persungutan-persungutan orang

31 banyak itu telah mendatangkan atas mereka murka Allah, telah dinyatakan sebagai suatu kekeliruan. Mereka mengatakan bahwa perhimpunan orang banyak itu tidak bersalah, sebab mereka tidak lain hanya menginginkan hak-hak mereka; tetapi Musa adalah seorang pemimpin yang gila kekuasaan; sehingga ia telah menegur orang banyak itu sebagai orangorang berdosa, sedangkan mereka adalah suatu umat yang suci, dan Tuhan berada diantara mereka.”

56

“Dalam pekerjaan ketidakpuasan ini telah terjadi ikatan persatuan dan keharmonisan yang lebih besar diantara unsurunsur pemecah-belah perhimpunan orang banyak itu dari yang pernah ada sebelumnya. Keberhasilan Korah dengan orang banyak itu menaikkan keyakinannya dan mengukuhkan dirinya dalam kepercayaannya bahwa perampasan kekuasaan oleh Musa itu, jika tidak diawasi, akan berbahaya bagi kebebasan Israel; ia juga mengatakan bahwa Allah telah membuka masalah itu kepadanya, dan telah memberi kuasa kepadanya untuk melaksanakan suatu perubahan di dalam pemerintahan sebelum ia itu kelak terlambat. Tetapi banyak orang tidak bersedia untuk menyambut semua tuduhan Korah melawan Musa. Kenangan terhadap kesabaran Musa, dan segala pengorbanan dirinya telah datang di hadapan mereka, sehingga hati mereka menjadi kacau. Oleh sebab itu perlu menunjukkan sesuatu motif yang bersifat mementingkan diri sendiri untuk perhatiannya yang mendalam terhadap 57 Israel, maka tuduhan yang lama kemudian diulangi, bahwa ia telah membawa mereka itu keluar untuk binasa di padang belantara, supaya dapat ia menguasai semua harta milik mereka.”

“Selama sesuatu waktu pekerjaan ini diteruskan secara diam-diam. Namun, segera, setelah pergerakan itu berhasil memperoleh cukup kekuatan untuk men-

32 jamin suatu perpecahan yang terbuka, maka muncullah Korah sebagai pemimpin orang-orang itu, lalu secara resmi menuduh Musa dan Harun merampas kekuasaan yang sama-sama diberikan juga kepada Korah dan kawan-kawannya. Selanjutnya dituduhkan, bahwa orang banyak itu telah dirampas dari kebebasan dan kemerdekaan mereka. ‘Engkau terlalu banyak mengambil kekuasaan bagi dirimu,’ demikian kata para pengkhianat itu, ‘karena seluruh perhimpunan adalah suci masing-masingnya, dan Tuhan berada diantara mereka; maka mengapakah engkau mengangkat dirimu melebihi perhimpunan Tuhan?”

58

“Musa sebelumnya tidak mencurigai komplotan yang terencana ini, sehingga sewaktu akibatnya yang sangat berbahaya itu pecah menimpa dirinya, maka jatuhlah ia tersungkur dalam doa secara diam-diam kepada Allah. Ia kemudian bangkit dengan penuh kesedihan, namun tenang dan kuat. Petunjuk Ilahi telah di karuniakan kepadanya. ‘Maka esok hari’, demikianlah katanya, ‘Tuhan akan menunjukkan siapa sebenarnya milik-Nya, dan siapa sebenarnya yang suci; maka Tuhan akan menyuruh orang itu datang hampir kepada-Nya, yaitu orang yang telah dipilih-Nya itu akan disuruh-Nya datang hampir kepada-Nya.’ Pengujian itu ditunda sampai besok supaya semua orang memiliki cukup waktu untuk berpikir. Kemudian mereka yang bercita-cita menduduki jabatan keimamatan itu akan datang masing-masingnya dengan sebuah pedupaan, lalu mempersembahkan kemenyan pada tabernakel itu di hadapan perhimpunan orang banyak itu. Peraturan hukum adalah sangat jelas bahwa hanya mereka yang telah dilantik 59 bagi jabatan yang suci itulah yang harus melayani di dalam kaabah. Dan bahkan imam-imam, Nadab dan Abihu telah dibinasakan karena mencoba-coba mempersembahkan ‘api yang lain’, dengan me-

33 lalaikan perintah Ilahi. Namun Musa menantang para penuduhnya, jika mereka berani melangkah memasuki suatu seruan yang begitu berbahaya, untuk menunjukkan persoalan itu kepada Allah.”

“Dengan mengkhususkan Korah dan teman-teman sesama orang-orang Lewinya itu, Musa mengatakan : ‘Apakah tampak bagimu hanya sesuatu masalah kecil, bahwa Allah Israel telah memisahkan kamu dari antara perhimpunan orang Israel, untuk menghantarkan kamu hampir kepada-Nya, untuk melaksanakan pelayanan tabernakel Tuhan, dan untuk berdiri di hadapan perhimpunan orang banyak itu melayani mereka? Dan la telah membawa kamu hampir kepada-Nya, berikut semua saudaramu bani Lewi itu bersama-sama dengan dikau; maka di usahakan juga 60 olehmu mendapatkan keimamatan itu? Untuk hal mana baik kamu maupun semua rombonganmu berkumpul bersamasama melawan Tuhan. Dan apakah Harun itu, sehingga kamu bersungut-sungut melawan dia?”

“Dathan dan Abiram tidak menempuh pendirian yang sedemikian tegas seperti halnya Korah; maka Musa, yang berharap bahwa mereka telah mungkin ditarik ke dalam komplotan itu tanpa sepenuhnya menyeleweng, telah mengundang mereka untuk datang ke hadapannya, agar dapat ia mendengarkan tuduhan-tuduhan mereka melawannya. Tetapi mereka tidak mau datang, dan mereka secara angkuh menolak mengakui kekuasaannya. Jawaban mereka, yang diucapkan pada pendengaran perhimpunan orang banyak itu adalah, ‘Apakah itu suatu persoalan kecil bahwa engkau telah menghantarkan kami keluar dari suatu negeri yang berlimpahan susu dan madu, untuk membunuh kami di padang belantara, tetapi engkau membuat 61 dirimu sendiri menjadi penghulu atas kami? Lagi pula engkau tidak membawa kami ke dalam suatu negeri yang berkelimpahan susu dan madu, atau memberi kami mempusakai padang-padang rumput dan kebun-kebun anggur; maukah engkau mencungkil mata orang-orang ini? Kami tidak mau datang.

* * *

“Pada keesokan harinya, dua ratus lima puluh orang penghulu, bersamasama dengan Korah sebagai pemimpin mereka, datang hadir dengan pedupaanpedupaan mereka. Mereka dihantarkan ke dalam sidang tabernakel itu, sementara orang banyak itu berkumpul di luar, untuk menunggu hasilnya. Bukannya Musa yang telah menghimpunkan perhimpunan orang banyak itu untuk menyaksikan kekalahan Korah dan rombongannya, melainkan para pemberontak itu sendiri, yang dalam persangkaan mereka yang 62 buta telah mengundang orang banyak itu bersama-sama untuk menyaksikan kemenangan mereka. Sebagian besar perhimpunan orang banyak itu secara terbuka memihak kepada Korah yang semua harapannya adalah tinggi untuk membawakan tuduhan melawan Harun.”

“Sementara mereka berhimpun sedemikian ini di hadapan Allah, maka ‘kelihatanlah kemuliaan Tuhan bagi semua perhimpunan orang banyak itu.’ Amaran Ilahi disampaikan kepada Musa dan Harun adalah : ‘Berpisahlah kamu dari antara perhimpunan orang banyak ini, supaya dapat Aku menghapuskan mereka dalam sekejap.’ Namun mereka jatuh tersungkur dengan mukanya ke tanah dan berdoa : ‘Ya Allah, Allah dari roh-roh dari semua orang, apakah karena dosa seorang, maka Engkau akan murka terhadap seluruh perhimpunan orang banyak ini?’

“Korah telah menarik diri dari kumpulan orang banyak itu, untuk bergabung dengan Dathan dan Abiram, sewaktu 63 Musa, yang diikuti oleh tujuh puluh tuatua itu, turun dengan sebuah amaran terakhir kepada orang-orang yang menolak datang kepadanya. Orang banyak itu mengikutinya, dan sebelum menyampaikan pesannya, maka Musa dibawah petunjuk Ilahi mengundang orang banyak itu : ‘Saya mohon kepadamu agar jauhilah dirimu dari tenda-tenda perkemahan orang-orang jahat ini, dan janganlah menyentuh apapun milik mereka, supaya jangan kamu dihabiskan dalam semua dosa mereka itu.’ Amaran ini dipatuhi, karena menyadari akan pehukuman yang akan menimpa semua orang. Para pemimpin pemberontakan itu menyaksikan diri mereka ditinggalkan oleh orang-orang yang sudah mereka sesatkan itu, namun kegigihan mereka tetap tidak goyah. Mereka tetap berdiri bersama-sama dengan keluarga mereka pada pintu kemah-kemah mereka, seolah-olah menantang peringatan Ilahi itu.”

“Dalam nama Allah Israel, Musa kini 64 menyatakan, kepada pendengaran perhimpunan orang banyak itu sebagai berikut : ‘Dengan ini kamu akan mengetahui bahwa Tuhan telah mengutus aku untuk berbuat segala perkerjaan ini; karena bukannya aku yang telah melakukan semuanya itu menurut pikiranku sendiri. Jika orangorang ini mati dengan kematian biasa orang-orang pada umumnya, atau jika mereka dibunuh kemudian dari kematian semua orang, maka bukanlah Tuhan yang telah mengutus aku. Tetapi jika Tuhan membuat sesuatu perkara yang baru, dan bumi mengangakan mulutnya, lalu menelan mereka itu, berikut semua yang berhubungan dengan mereka, lalu mereka turun dengan cepatnya ke dalam lubang, maka hendaklah kamu mengerti bahwa orang-orang inilah yang telah menghasut Tuhan.”

“Segala mata seluruh Israel terpaku pada Musa sementara mereka berdiri, dalam ketakutan dan harapan menantikan peristiwa itu. Setelah ia berhenti bicara, 65 maka tanah yang padat itupun terbelah, lalu para pemberontak itu turun hiduphidup ke dalam lubang, bersama-sama dengan semua milik mereka, dan ‘binasalah mereka itu dari perhimpunan orang banyak itu.’ Orang banyak itu melarikan diri, mereka bersalah sendiri karena ikut serta dalam dosa itu.”

“Tetapi pehukuman-pehukuman itu belum berakhir. Api yang sambar menyambar dari awan kemudian menghabiskan dua ratus lima puluh penghulu-penghulu itu yang telah mempersembahkan kemenyan. Orang-orang ini, karena bukan merupakan yang pertama dalam pemberontakan, maka mereka tidak dibinasakan bersama-sama dengan para pemimpin komplotan itu. Mereka telah diijinkan untuk mempertimbangkan nasib mereka, dan memperoleh kesempatan untuk bertobat; namun mereka bersimpati dengan pemberontak-pemberontak itu, sehingga mereka ikut memikul nasib mereka itu.”

“Sewaktu Musa menghimbau Israel 66 supaya melarikan diri dari kebinasaan yang akan datang itu, hukuman Ilahi itupun masih dapat ditahan di saat itu jika sekiranya Korah dan rombongannya telah bertobat dan mencari pengampunan. Namun kegigihan keras kepala mereka itu telah memeteraikan nasib celaka mereka. Keseluruhan perhimpunan orang banyak itu telah ikut dalam kesalahan mereka, karena semua mereka baik sedikit ataupun banyak telah bersimpati dengan mereka itu. Namun Allah dalam kemurahan-Nya yang besar telah membedakan diantara para pemimpin dalam pemberontakan itu dan orang-orang yang dipimpinnya. Orang-orang yang telah membiarkan diri mereka disesatkan masih diberikan kesempatan untuk bertobat. Kenyataan yang berada dimana-mana telah diberikan agar mereka didapati keliru, dan bahwa Musa lah yang benar. Pertanda manifestasi kuasa Allah telah menyikirkan semua ketidakpastian.”

* * *

67

“Semua Israel telah melarikan diri dalam ketakutan karena tangisan orangorang berdosa yang kena bencana itu yang turun ke dalam lubang, karena katanya

37 : ‘Supaya jangan kitapun ditelan oleh bumi.’ ‘Tetapi pada keesokan harinya semua perhimpunan bani Israel itu bersungutsungut menentang Musa dan Harun, katanya, Engkau telah membunuh umat Tuhan itu.’ Dan mereka sedang akan maju melakukan kekerasan melawan para pemimpin mereka yang setia dan yang berkorban itu.”

* * *

“Tetapi pelaksanaan murka telah keluar, celaka itu sedang melakukan pekerjaannya yang mematikan. Oleh petunjuk saudaranya, maka Harun telah mengambil sebuah pedupaan, lalu bergegas-gegas masuk ke tengah-tengah perhimpunan orang banyak itu untuk ‘melaksanakan suatu grafirat bagi mereka.’ ‘Maka berdiri- 68 lah ia diantara orang-orang yang mati dan yang hidup.’ Sementara asap kemenyan itu naik, maka doa-doa dari Musa di dalam tabernakel naik kepada Allah; lalu celaka itu ditahan, tetapi belum sampai nyata kesalahan persungutan dan pemberontakan empat belas ribu orang telah didapati mati.”

“Tetapi kenyataan berikutnya telah diberikan bahwa keimamatan telah ditegakkan di dalam keluarga Harun. Oleh petunjuk Ilahi masing-masing suku mempersiapkan sebuah tongkat, lalu menulis diatasnya nama dari sukunya. Nama Harun terdapat pada tongkat Lewi. Tongkattongkat itu ditaruh di dalam tabernakel, ‘dihadapan kesaksian itu.’ Berbunganya sesuatu tongkat akan menjadi pertanda bahwa Tuhan telah memilih suku itu bagi tugas keimamatan. Pada keesokan harinya, bahwasanya, tongkat Harun bagi isi rumah Lewi itu telah bersemi, lalu mengeluarkan tunas-tunas, lalu berkembang, dan memberikan buah-buah almond.’ Ini 69 diperlihatkan kepada orang banyak itu, dan kemudian diletakkan di dalam tabernakel sebagai suatu saksi bagi generasigenerasi berikutnya. Keajaiban ini secara tepat menyelesaikan persoalan keimamatan itu.”

“Sekaranglah sepenuhnya dikuatkan bahwa Musa dan Harun telah berbicara oleh kuasa Ilahi; maka orang banyak itu dipaksa untuk percaya kepada kebenaran yang tak disukai itu bahwa mereka harus mati di padang belantara. ‘Tengoklah,’ demikian kata mereka, ‘kami mati, kami binasa, kami seluruhnya binasa.’ Mereka mengakui bahwa mereka telah berdosa karena mendurhaka melawan para pemimpin mereka, dan bahwa Korah dan rombongannya telah menderita dari hukuman Allah yang adil.’ -- Patriarchs and Prophets, hal. 395 - 403.

Di zaman Ezra, sejumlah kecil para pemimpin Israel telah mendekati dia dengan suatu keberatan yang serius. “Sebagian ‘umat Israel, dan para imam-imam dan 70 orang-orang Lewi, sedemikian jauh telah meninggalkan perintah-perintah Yehovah yang suci mengenai kawin campur dengan bangsa-bangsa di sekelilingnya. Mereka telah mengawini anak-anak gadis mereka itu, dan mereka mengawinkan putera-puteranya dengan anak-anak gadis mereka itu,’ demikian dilaporkan kepada Ezra, ‘sehingga benih yang suci itu telah bercampur baur dirinya dengan bangsa’ dari negeri-negeri yang bukan Yahudi; ‘sesungguhnya, tangan para penghulu dan pemimpin itu telah menjadi yang terutama dalam pelanggaran ini.’

* * *

“Pada waktu upacara korban malam hari, Ezra telah bangkit, lalu sekali lagi merobek-robek pakaiannya dan jubahnya, ia jatuh tersungkur pada kedua lututnya, lalu melepaskan beban jiwanya dalam permohonan ke Sorga. Sambil membuka kedua lengan tangannya kepada Tuhan ia 71 berseru : ‘Ya Allahku, aku malu dan merah mukaku untuk mengangkat wajahku kepada-Mu, Allahku; karena segala kejahatan kami telah meningkat melebihi kepala kami, dan pelanggaran kami telah bertumbuh sampai kepada segala langit.’

* * *

“Salah seorang dari mereka itu yang ada, bernama Shechaniah, mengakui kebenaran semua kata-kata yang di ucapkan oleh Ezra itu. ‘Kami telah melanggar melawan Allah kami,’ demikian pengakuannya, ‘dan kami telah mengambil isteriisteri asing yang berasal dari bangsa negeri itu : namun sekarang masih ada harapan di dalam Israel mengenai perkara ini.’ Shechaniah mengusulkan agar semua orang yang melanggar hendaknya membuat suatu janji kepada Allah untuk meninggalkan dosa mereka, dan supaya diputuskan ‘sesuai hukum.’ ‘Bangkitlah,’ demikian permintaannya kepada Ezra; ‘karena ini adalah persoalanmu : kami juga 72 akan berdiri bersama-sama denganmu; janganlah takut.’ ‘Kemudian Ezra bangkit lalu menyuruh imam-imam besar, orangorang Lewi, dan semua Israel, supaya bersumpah bahwa mereka akan berbuat sesuai dengan perkataan ini.’”

“Inilah permulaan dari suatu pembaharuan yang indah. Dengan di sertai kesabaran yang tak terbatas dan kebijaksanaan, dan dengan suatu pertimbangan yang saksama bagi hak-hak dan kebahagiaan setiap pribadi yang bersangkutan, maka Ezra dan kawan-kawannya berjuang untuk memimpin Israel yang bertobat ke dalam jalan yang benar. Di atas segala-galanya yang lain, Ezra adalah seorang guru yang mengajarkan hukum; dan karena ia menaruh perhatian pribadi kepada pemeriksaan setiap kasus perkara, maka ia berusaha memberi kesan kepada orang banyak itu akan kesucian hukum ini, dan berkat-berkat yang dapat diperoleh melalui penurutan.” -- Prophets and Kings, hal.

73

PENDIDIKAN

POLA DAN KURIKULUM SEKOLAH

Objek Pendidikan Yang Benar

“Objek pendidikan yang sebenarnya ialah mengembalikan peta Allah di dalam jiwa. Pada mula pertama, Allah menciptakan manusia di dalam kesamaan-Nya sendiri. Ia mengisinya dengan sifat-sifat yang mulia. Pikirannya adalah seimbang dengan sempurna, dan semua kemampuan dirinya adalah selaras. Tetapi kejatuhan dan akibat-akibatnya telah mengacaukan semua karunia ini. Dosa telah menodai dan hampir menghapuskan sama sekali peta Allah di dalam manusia. Adalah untuk mengembalikan peta Allah inilah sehingga rencana penyelamatan itu telah disusun, dan suatu kehidupan yang berasal dari karunia diberikan kepada manusia. Untuk membawanya kembali kepada kesempurnaan dalam mana ia pertama sekali telah diciptakan, adalah tujuan kehidupan yang besar, -- yaitu objek yang menggaris bawahi setiap objek yang lain. Inilah tugas 74 para orang tua dan para guru, dalam pendidikan orang muda untuk bekerja sama dengan maksud Ilahi; dan dengan berbuat demikian ini mereka adalah ‘pekerjapekerja bersama-sama dengan Allah.’

* * *

“ ’Takut akan Tuhan adalah permulaan dari hikmat; dan pengetahuan terhadap Yang Suci Itu ialah pengertian.’ Tugas kehidupan yang besar ialah pembangunan tabiat; maka suatu pengenalan akan Allah adalah landasan dari semua pendidikan yang benar. Untuk memberikan pengetahuan ini, dan untuk mengubah tabiat sesuai dengannya, hendaklah merupakan objek dari tugas guru. Hukum Allah ialah sebuah pantulan dari tabiat-Nya. Oleh 41 sebab itu pemazmur mengatakan, ‘Semua hukum-hukum-Mu adalah benar;’ dan ‘melalui perintah-perintah-Mu aku memperoleh pengertian.’” -- Patriarchs and Prophets, hal. 595, 596.

75

Latihan Bagi Orang Muda Sejak
Semula

“Di dalam undang-undang yang diberikan kepada Israel, petunjuk yang tegas telah diberikan mengenai pendidikan. Kepada Musa di gunung Sinai Allah telah mengungkapkan diri-Nya sebagai ‘Allah yang pemurah dan pengampun, yang panjang sabar, dan yang berkelimpahan dalam kebaikan dan kebenaran.’ Prinsipprinsip ini, yang diwujudkan di dalam hukum-Nya, harus diajarkan oleh para bapa dan para ibu di Israel kepada anakanak mereka. Musa melalui petunjuk Ilahi menyatakan kepada mereka : ‘Kata-kata ini, yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini, harus berada di dalam hatimu; maka kamu harus mengajarkannya dengan rajin kepada anak-anakmu, dan harus membicarakannya sewaktu engkau duduk di dalam rumahmu, dan sewaktu engkau berjalan di jalan, dan sewaktu engkau berbaring, dan sewaktu engkau bangun dari tidurmu.’” -- Education, hal. 40.

76

“Tuhan sendiri mengarahkan pendidikan Israel. Pengawasannya tidak terbatas pada kepentingan-kepentingan agama mereka saja; apapun yang mempengaruhi mental mereka atau kebahagiaan fisik mereka juga merupakan pokok dari pemeliharaan Ilahi yang saksama, dan berada di dalam lingkup hukum Ilahi.”

“Allah telah memerintahkan orangorang Ibrani untuk mengajarkan kepada anak-anak mereka semua tuntutan-Nya, dan supaya membuat mereka itu kenal dengan semua hubungan-Nya dengan para nenek moyang mereka itu. Ini adalah salah 42 satu kewajiban istimewa dari setiap orang tua, -- yaitu kewajiban yang tidak dapat diwakilkan kepada orang lain. Sebagai pengganti bibir-bibir yang asing, maka hati bapa dan ibu yang mengasihi harus memberikan petunjuk kepada anak-anak mereka. Pemikiran-pemikiran Allah harus digabungkan dengan semua peristiwa hidup sehari-hari. Perbuatan-perbuatan Allah yang hebat perkasa dalam melepas- 77 kan umat-Nya, dan janji-janji dari hal Juruselamat yang akan datang, harus sering diceritakan di dalam rumah tanggarumah tangga Israel; dan penggunaan lambang-lambang dan simbol-simbol yang membuat pelajaran-pelajaran yang diberikan lebih kuat tertanam di dalam ingatan. Kebenaran-kebenaran besar mengenai pemeliharaan Allah dan mengenai kehidupan yang akan datang terkesan di dalam pikiran orang muda. Ia itu dilatih untuk melihat Allah yang sama dalam gambarangambaran alam dan kata-kata wahyu. Bintang-bintang di langit, pohon-pohon dan bunga-bunga di padang, gunung-gunung yang tinggi, riak sungai-sungai kecil, -- semuanya berbicara mengenai Khalik Pencipta. Upacara korban yang hikmah dan perbaktian di kaabah, dan ucapanucapan para nabi, adalah suatu wahyu dari Allah.”

“Yang sedemikian inilah yang melatih Musa di bilik rumah yang sederhana di Goshen; yang melatih Samuel oleh Hana 78 yang setia itu; yang melatih Daud di bukit tempat tinggalnya di Bethlehem; yang melatih Daniel sebelum gambaran tentang tawanan yang telah memisahkannya dari rumah para nenek moyangnya. Demikian ini juga, adalah kehidupan Kristus yang mula-mula di Nazareth; latihan yang sedemikian inilah oleh mana Timotius kecil telah belajar dari bibir ‘neneknya Lois, dan ibunya Eunice’, kebenaran-kebenaran dari 43 Kitab Suci.”

Sekolah-Sekolah Nabi-Nabi

“Penyediaan berikutnya dibuat untuk menjadi petunjuk bagi orang muda, oleh mendirikan sekolah-sekolah nabi-nabi. Jika seseorang muda ingin menyelidiki lebih dalam ke dalam kebenaran-kebenaran dari Firman Allah, dan berusaha mendapatkan hikmat dari atas, supaya ia dapat menjadi guru di Israel, maka sekolah-sekolah ini terbuka baginya. Sekolah-sekolah nabinabi ini didirikan oleh Samuel untuk me- 79 layani sebagai pagar yang membatasi penyelewengan yang menyebar luas, untuk menyediakan bagi kebahagiaan orang muda secara moral maupun secara rohani, dan untuk meningkatkan kemakmuran masa depan bangsa oleh melengkapinya dengan orang-orang yang mampu bertindak dalam takut akan Allah sebagai pemimpin-pemimpin dan penasehat-penasehat. Dalam melaksanakan tujuan ini, Samuel telah mengumpulkan kelompokkelompok orang-orang muda yang setia, cerdas, dan rajin. Mereka ini disebut putera-putera dari para nabi. Karena mereka berhubungan erat dengan Allah, dan menyelidiki Firman-Nya dan segala perbuatan-Nya, maka hikmat kepintaran dari atas dipertambahkan kepada berkat-berkat alamiah mereka. Para pelatih adalah orangorang yang bukan hanya paham dan terlatih dalam kebenaran Ilahi, melainkan juga orang-orang yang telah menikmati hubungan erat dengan Allah, dan yang telah menerima berkat istimewa dari Roh- Nya. Mereka menikmati penghargaan dan 80 kepercayaan dari orang banyak itu baik karena terpelajarnya maupun karena kesetiaannya.”

“Di zaman Samuel ada terdapat dua buah sekolah-sekolah ini, -- satu di Rama, rumah tempat tinggal nabi itu, dan yang lainnya di Kiryat-Yearim, dimana peti 44 perjanjian dahulu berada. Yang lain-lainnya didirikan di kemudian.”

* * *

“Pokok-pokok penyelidikan yang terutama di dalam sekolah-sekolah ini adalah hukum Allah, berikut petunjukpetunjuk yang diberikan kepada Musa, sejarah yang suci, musik yang suci, dan sajak-sajak. Cara memberi petunjuk adalah jauh berbeda daripada apa yang terdapat di dalam sekolah-sekolah theologia zaman ini, dari mana banyak mahasiswa tamat dengan pengetahuan akan Allah dan kebenaran agama yang kurang realistis daripada sewaktu mereka masuk. Di dalam 81 sekolah-sekolah zaman dahulu itu objek terbesar dari semua penyelidikan adalah mempelajari kehendak Allah, dan kewajiban manusia kepada-Nya. Di dalam catatan-catatan sejarah yang suci dapat diikuti langkah-langkah dari Yehovah. Kebenaran-kebenaran besar yang dikemukakan oleh contoh-contoh disajikan ke depan, lalu iman memegang objek inti dari keseluruhan sistem itu, -- yaitu Anak Domba Allah yang mengangkut dosa dunia ini.”

“Suatu roh kesetiaan telah dihargai. Bukan saja para siswa diajarkan kewajiban berdoa, tetapi mereka diajarkan juga bagaimana berdoa, bagaimana mendekati Khalik mereka, bagaimana melatih iman dalam Dia, dan bagaimana memahami dan mematuhi ajaran-ajaran dari Roh-Nya. Orang-orang pandai yang disucikan mengeluarkan dari rumah perbendaharaan Allah, perkara-perkara yang baru maupun lama, dan Roh Allah di wujudkan di dalam nubuatan dan nyanyian yang suci.

82

“Para siswa dari sekolah-sekolah ini menunjang dirinya oleh usaha mereka sendiri dalam mengolah tanah atau dalam sesuatu pekerjaan mekanis. Di Israel ini tidak dianggap aneh atau rendah derajat; sesungguhnya, adalah dianggap kejahatan membiarkan anak-anak bertumbuh dengan bodoh terhadap pekerjaan yang berguna. Oleh perintah Allah, setiap anak diajarkan sebagian pengetahuan berdagang, walaupun ia akan dididik bagi jabatan pekerjaan yang suci. Banyak dari guru-guru agama menunjang dirinya oleh usaha tangan. Bahkan demikian itu kemudian di zaman rasul-rasul, Paulus dan Aquila tidak kurang dihormati karena mereka memperoleh hidup dari usaha memperdagangkan tenda-tenda yang dibuatnya.” -- Patriarchs and Prophets,

* * *

“Latihan fisik maupun latihan agama 83 yang dipraktikkan di sekolah-sekolah orang Ibrani itu dapat dipelajari dengan bermanfaat. Nilai dari latihan yang sedemikian ini adalah tidak disukai. Ada suatu hubungan erat diantara pikiran dan tubuh, maka untuk mencapai suatu standar moral dan hasil kepandaian yang tinggi, hukum-hukum yang mengontrol keadaan fisik kita harus dipatuhi. Untuk mendapatkan suatu tabiat yang kuat dan seimbang, maka baik kemampuan-kemampuan mental maupun fisik harus dilatih dan dikembangkan. Penyelidikan apakah yang dapat lebih penting bagi orang muda daripada apa yang menangani organisme yang indah ini yang telah Allah berikan kepada kita, dan mengenai hukum-hukum oleh mana ia itu mungkin dapat dipelihara dalam kesehatan?”

46

“Dan sekarang, seperti halnya di zaman Israel dahulu, setiap orang muda harus diberi petunjuk dalam kewajibankewajiban hidup yang praktis. Masingmasing harus memperoleh pengetahuan 84 dari sesuatu cabang pekerjaan tangan oleh mana, jika diperlukan, ia boleh memperoleh nafkah daripadanya. Ini adalah penting, bukan saja sebagai pengaman menghadapi perubahan-perubahan hidup, melainkan juga dari akibatnya terhadap fisik, mental, dan perkembangan moral. Bahkan sekiranya adalah pasti bahwa seseorang sama sekali tidak akan memerlukan melatih diri pada pekerjaan tangan bagi tunjangan hidupnya, namun ia masih harus diajarkan untuk bekerja. Tanpa latihan fisik, maka tidak seorangpun dapat memiliki suatu susunan tubuh yang sehat dan kesehatan yang kuat; dan disiplin pekerjaan yang teratur adalah tidak kurang pentingnya bagi mendapatkan suatu pikiran yang kuat dan aktif dan suatu tabiat yang mulia.”

“Setiap siswa harus menggunakan sebagian dari setiap hari untuk aktif bekerja. Dengan demikian kebiasaan-kebiasaan rajin dan tekun dapat dibentuk, dan suatu roh percaya diri sendiri dapat ditanamkan, 85 sementara itu pemuda dapat dilindungi dari banyak kejahatan dan perbuatanperbuatan yang rendah yang seringkali merupakan akibat dari pengangguran. Dan ini semuanya adalah sejalan dengan tujuan utama pendidikan; karena dalam mendorong kegiatan, kerajinan, dan kemurnian, kita akan masuk ke dalam keharmonisan dengan Khalik Pencipta kita.” -- Patriarchs and Prophets, hal. 601.

“Mengerjakan tanah adalah salah satu dari jenis-jenis pekerjaan yang terbaik, yang mengundang semua otot untuk aktif dan mengistirahatkan pikiran. Belajar dalam bidang-bidang pertanian merupakan pendidikan dari A, B, dan C, yang harus diberikan di sekolah-sekolah kita. Ini adalah pekerjaan yang pertama sekali yang harus diikuti. Sekolah-sekolah kita tidak boleh bergantung pada hasil-hasil

47 yang diimpor, karena gandum dan sayursayuran dan buah-buahan adalah penting sekali bagi kesehatan. Orang-orang muda kita memerlukan suatu pendidikan dalam 86 menebang kayu dan mengolah tanah sama seperti halnya dalam bidang-bidang bacaan buku-buku. Guru-guru yang berbedabeda harus ditunjuk untuk mengawasi sejumlah siswa pada pekerjaan mereka, dan harus bekerja bersama-sama dengan mereka. Dengan demikian para guru itu sendiri akan belajar memikul tanggung jawab-tanggung jawab sebagai para pelaksana. Para siswa yang pantas pun harus dalam cara ini dididik untuk memikul tanggung jawab-tanggung jawab, dan untuk menjadi pekerja-pekerja bersamasama dengan guru-guru. Semua mereka harus saling memberi nasehat mencarikan metode-metode yang terbaik untuk meneruskan pekerjaan.”

* * *

“Latihan yang mengajarkan kepada tangan untuk menjadi berguna, dan yang melatih orang muda untuk memikul bagian beban-beban hidup mereka, memberikan 87 kekuatan fisik dan mengembangkan setiap kemampuan. Semua orang harus mencarikan sesuatu untuk diperbuat yang dapat bermanfaat bagi dirinya dan membantu bagi orang-orang lain. Allah telah menentukan pekerjaan sebagai suatu berkat, maka hanya pekerja yang rajin akan menemukan kemuliaan yang sejati dan kegembiraan hidup.”

“Otak dan otot harus dibebani dengan seimbang, jika kesehatan dan kekuatan mau terpelihara. Orang muda kemudian dapat membawa kepada penyelidikan Firman Allah daya tangkap yang sehat dan saraf yang seimbang. Mereka akan memiliki pemikiran-pemikiran yang sehat, dan dapat mempertahankan perkaraperkara yang bernilai yang didatangkan dari Firman. Mereka akan mencernakan kebenaran-kebenarannya, dan sebagai hasilnya mereka akan memiliki kemampuan

48 otak untuk melihat apa artinya kebenaran. Kemudian, karena kesempatan menghendaki, maka mereka akan dapat memberikan 88 kepada setiap orang yang bertanya alasan harapan yang ada di dalam diri mereka dengan lemah lembut dan hormat.” -- Testimonies, Jilid 6, hal. 179, 180.

Alkitab dan Alam Sebagai Buku-
Buku Pelajaran

“Sebagai suatu kekuatan mendidik, maka Alkitab tidak dapat ditandingi. Di dalam Firman Allah pikiran menemukan pokok bagi pemikiran yang terdalam, yaitu cita-cita yang tertinggi. Alkitab adalah sejarah yang sangat bersifat petunjuk yang dimiliki manusia. Ia itu secara segar berasal dari sumber kebenaran yang kekal, dan suatu tangan Ilahi telah mempertahankan keaslian kemurniannya sepanjang masa. Ia menerangi masa lampau yang sangat jauh, dimana usaha-usaha penyelidikan manusia gagal menembusinya. Di dalam Firman Allah kita memandang pada kuasa yang telah meletakkan landasan bumi dan yang telah membentangkan segala langit. Hanya 89 di sinilah dapat kita menemukan sebuah sejarah dari hal turunan kita yang tidak tercemar oleh keragu-raguan manusia atau kesombongan manusia. Di sinilah tercatat peperangan-peperangan, kekalahan-kekalahan, dan kemenangan-kemenangan dari orang-orang terbesar yang pernah dikenal di dunia ini. Di sinilah persoalan-persoalan besar mengenai kewajiban dan nasib diungkapkan. Tirai yang memisahkan dunia yang terlihat dan dunia yang tak dapat dilihat diangkat, maka kita memandang pertikaian kekuatan-kekuatan yang saling bertentangan diantara baik dan jahat, semenjak dari pertama dosa masuk, sampai kepada kemenangan kebenaran dan keadilan yang terakhir; dan segala-galanya itu hanyalah suatu ungkapan dari tabiat Allah. Dan renungan hormat terhadap kebenaran-kebenaran yang disajikan di dalam Firman-Nya, pikiran siswa akan dibawa ke dalam hubungan erat dengan

49 pikiran yang tak terbatas itu. Suatu penyelidikan yang sedemikian ini bukan saja akan memperhalus dan memuliakan tabiat, 90 namun ia tidak mungkin gagal untuk mengembangkan dan menguatkan kemampuan-kemampuan mental.”

“Ajaran Alkitab memberikan suatu sikap penting pada kemakmuran manusia dalam semua hubungan hidup ini. Ia mengungkapkan prinsip-prinsip yang merupakan batu penjuru bagi sesuatu kemakmuran bangsa, -- yaitu prinsip-prinsip dengan mana terikat kesejahteraan masyarakat, dan yang merupakan pelindung bagi keluarga, -- yaitu prinsip-prinsip, yang tanpa berlandaskannya, maka tidak seorangpun dapat memperoleh manfaat, kebahagiaan, dan hormat dalam hidup ini, ataupun dapat berharap untuk mendapatkan hidup kekal hari depan. Tidak ada kedudukan dalam hidup, tidak ada tahap pengalaman manusia, untuk mana ajaran Alkitab tidak akan merupakan persiapan yang penting baginya. Dengan dipelajari dan dipatuhi, maka Firman Allah akan memberikan kepada dunia manusiamanusia yang memiliki kecerdasan yang 91 lebih kuat dan lebih aktif daripada yang dapat diberikan oleh penerapan yang ketat pada semua pokok yang dirangkul oleh falsafah manusia. Ia itu akan memberikan manusia-manusia yang bertabiat kuat dan kokoh, yang memiliki penglihatan yang tajam dan penilaian yang sehat -- yaitu orang-orang yang akan menjadi suatu kehormatan bagi Allah dan suatu berkat bagi dunia.”

“Dalam penyelidikan ilmu-ilmu pun, kita akan memperoleh suatu pengetahuan tentang Khalik Pencipta. Semua ilmu pengetahuan yang benar adalah hanya suatu interpretasi tulisan tangan Allah di dalam dunia materi. Ilmu pengetahuan membawakan dari hasil penyelidikannya hanya kenyataan-kenyataan yang segar dari hikmat dan kuasa Allah. Jika dipahami dengan tepat, maka baik buku alam maupun firman tertulis akan membuat

50 kita kenal dengan Allah dengan cara mengajarkan kepada kita sesuatu mengenai hukum-hukum yang bijaksana dan bersifat 92 dermawan melalui mana Ia bekerja.”

“Siswa harus dibimbing untuk melihat Allah di dalam semua perbuatan ciptaan- Nya. Para guru harus meniru teladan Guru Yang Besar itu, dari gambaran-gambaran alamiah yang biasa mereka harus menarik ilustrasi-ilustrasi yang menyederhanakan ajaran-ajaran-Nya, lalu menanamkan kesan ajaran-ajaran itu lebih dalam pada pikiran para pendengar-Nya. Burung-burung yang berkicau di dalam cabang-cabang yang rimbun, bunga-bunga di lembah-lembah, pohon-pohon yang tinggi, tanah-tanah yang subur, biji-bijian yang muncul keluar, tanah-tanah tandus, penempatan matahari yang menyepuh segala langit dengan sorotan cahaya keemasannya, -- semuanya berfungsi sebagai pemberi petunjuk. Ia mengaitkan perbuatan-perbuatan Khalik Pencipta yang terlihat dengan kata-kata kehidupan yang di ucapkan-Nya, bahwa kapan saja objekobjek ini disajikan ke hadapan mata para pendengar-Nya, maka pemikiran-pemiki- 93 ran mereka dapat kembali kepada pelajaran-pelajaran kebenaran yang telah dirangkaikan-Nya dengan objek-objek itu.” -- Patriarchs and Prophets, hal. 596, 599.

“Tuhan mengharapkan dari para guru kita untuk menyingkirkan dari sekolahsekolah kita buku-buku yang mengajarkan perasaan-perasaan yang tidak sesuai dengan Firman-Nya, dan supaya memberikan tempat bagi buku-buku yang bernilai tertinggi.” -- Fundamentals of Christian Education, hal. 517.

PERSYARATAN-PERSYARATAN
DAN KEWAJIBAN-KEWAJIBAN
PARA GURU

“Dalam memilih guru kita harus menggunakan setiap tindakan pencegahan, mengingat bahwa ini adalah sama pentingnya dengan memilih orang-orang bagi jabatan kependetaan. Orang-orang yang bijaksana yang dapat meneliti tabiat 94 harus melaksanakan pemilihan itu; karena talenta yang terbaik yang dapat terjamin adalah diperlukan untuk mendidik dan membentuk pikiran-pikiran orang muda, dan untuk meneruskan dengan berhasil banyak bidang pekerjaan yang akan perlu dilakukan oleh guru di sekolah-sekolah gereja kita. Jangan sekali orang yang berpandangan picik atau sempit ditempatkan mengawasi satupun dari sekolah-sekolah ini. Jangan menempatkan guru-guru yang berusia muda dan tidak berpengalaman yang sama sekali belum memiliki kemampuan memimpin untuk menguasai anak-anak; karena segala usaha mereka itu akan cenderung memecahkan persekutuan anak-anak itu. Tata tertib adalah hukum Sorga yang terutama, maka setiap sekolah dalam hal ini harus menjadi sebuah contoh dari Sorga.” Testimonies, Jilid 6, hal. 200, 201.

“Talenta pelayanan pendeta yang terbaik harus digunakan dalam mengajarkan Alkitab di sekolah-sekolah kita. Mereka 95 yang terpilih bagi tugas ini perlu menjadi siswa-siswa Alkitab yang menyeluruh, dan memiliki pengalaman Kristen yang mendalam; dan gaji mereka harus dibayar dari uang perpuluhan.” Testimonies, Jilid

“Sebelum seseorang dipersiapkan untuk menjadi guru yang mengajarkan kebenaran kepada orang-orang yang berada dalam kegelapan, ia harus menjadi seorang pelajar. Ia harus rela untuk diberi nasehat. Ia tidak dapat menaruh kakinya pada anak tangga kemajuan yang ketiga, keempat, atau kelima sebelum ia memulai pada anak tangga yang pertama. Banyak orang merasa bahwa mereka adalah cocok bagi tugas ini padahal mereka hampir-hampir tidak mengetahui apapun dari halnya. Jika orang-orang yang sedemikian ini diijinkan

52 mulai bekerja dalam keyakinan dirinya sendiri, maka mereka akan gagal menerima pengetahuan itu yang mana adalah kesempatan mereka untuk memperolehnya, maka mereka pada akhirnya akan 96 bergumul dengan banyak kesulitan untuk mana mereka sama sekali belum siap.” -- Fundamentals of Christian Education, hal.

“Kebiasaan-kebiasaan dan prinsipprinsip pokok seorang guru harus dipertimbangkan sebagai yang lebih besar pentingnya daripada kemampuan-kemampuannya yang nyata. Jika ia adalah seorang Kristen yang jujur, maka ia akan merasa perlu menaruh perhatian yang sama pada pendidikan jasmani, mental, moral, dan kerohanian para siswanya. Untuk menggunakan pengaruh yang tepat, ia harus menguasai dirinya sendiri dengan sempurna, dan hatinya sendiri harus dengan limpah dikaruniai dengan kasih sayang terhadap anak-anak didiknya, yang akan terlihat dalam air mukanya, kata-katanya, dan tindakan-tindakannya. Ia harus memiliki keteguhan tabiat, dan kemudian dapatlah ia membentuk pikiran-pikiran dari para siswanya serta mengajarkan mereka kepada ilmu-ilmu pengetahuan. Pendidikan 97 orang muda yang mula-mula sekali pada umumnya akan membentuk tabiat mereka untuk hidup. Barangsiapa yang menangani orang muda hendaknya sangat berhati-hati untuk mengundang keluar kualitas-kualitas pikiran, supaya mereka dapat mengetahui dengan lebih baik bagaimana mengendalikan kemampuankemampuan pikirannya, sehingga mereka dapat dilatih kepada hal-hal yang terbaik.” -- Fundamentals of Christian Education, hal. 19.

“Seseorang mungkin memiliki pendidikan dan pengetahuan yang cukup dalam ilmu untuk mengajar; namun apakah itu sudah tentu bahwa ia memiliki kebijaksanaan dan kepintaran untuk menangani pikiran-pikiran manusia? Jika para pendidik belum memiliki kasih Kristus yang menetap di dalam hatinya, maka mereka

53 belum pantas untuk dibawa berhubungan dengan anak-anak, dan untuk memikul tanggung jawab-tanggung jawab besar yang dilimpahkan ke atas mereka, untuk 98 mendidik anak-anak dan orang-orang muda ini. Mereka masih belum memiliki pendidikan dan latihan yang lebih tinggi di dalam dirinya, dan mereka belum tahu bagaimana untuk menangani pikiranpikiran manusia. Masih ada roh keras hatinya sendiri, yaitu hati alamiah yang sedang berjuang untuk berkuasa, maka menundukkan pikiran-pikiran yang mudah dibentuk dan tabiat-tabiat anak-anak kepada suatu disiplin yang sedemikian ini, adalah sama dengan meninggalkan goresan-goresan dan luka pada pikiran yang tidak akan pernah dapat dihapus.” -- Fundamentals of Christian Education, hal.

“Menempatkan guru-guru yang sombong dan tidak mengasihi memimpin anak-anak muda adalah kejahatan. Seorang guru yang dicap sedemikian ini akan banyak merusak bagi anak-anak yang sedang berkembang tabiat dengan cepatnya. Jika para guru tidak berserah diri kepada Allah, jika mereka tidak memiliki kasih sayang 99 terhadap anak-anak yang mereka pimpin, atau jika mereka menunjukkan pilih kasih bagi anak-anak yang menyenangi kesukaan mereka, dan mengacuhkan mereka yang kurang tertarik kepada kesukaannya, atau kepada anak-anak yang gelisah dan gugup, maka mereka ini tidak boleh dipekerjakan; sebab hasil pekerjaannya akan menjadi kerugian jiwa-jiwa bagi Kristus.”

“Guru-guru adalah diperlukan, terutama bagi anak-anak, diperlukan guru-guru yang tenang dan baik hati, yang menunjukkan sabar dan kasih sayang bagi anakanak yang sangat memerlukannya. Yesus mencintai anak-anak; la memandang mereka sebagai anggota-anggota keluarga Tuhan yang lebih muda. la selalu melayani mereka dengan sopan santun dan penghargaan, maka para guru harus mengikuti teladan-Nya. Mereka harus memiliki roh

54 misionaris yang benar; karena anak-anak akan dilatih untuk menjadi misionaris. Mereka harus merasa bahwa Tuhan telah mempercayakan kepada mereka jiwa-jiwa 100 dari anak-anak dan orang muda sebagai sesuatu yang penting. Sekolah-sekolah gereja kita memerlukan guru-guru yang memiliki kualitas-kualitas moral yang tinggi; yaitu mereka yang dapat dipercaya; mereka yang sehat imannya, dan yang bijaksana dan sabar; yaitu mereka yang berjalan bersama-sama dengan Allah, dan yang menjauhkan diri dari segala sesuatu yang terlihat jahat. Dalam pekerjaan mereka, mereka akan menemukan awanawan. Akan terdapat awan-awan dan kegelapan, angin-angin ribut dan topantopan, syakwasangka yang akan dihadapi dari para orangtua yang memiliki persangkaan-persangkaan yang tidak benar mengenai tabiat-tabiat yang akan dibentuk oleh anak-anak mereka; karena ada banyak orang yang menyatakan percaya Alkitab, tetapi mereka lalai membawakan prinsipprinsipnya ke dalam kehidupan rumah tangga. Tetapi jika para guru adalah pelajarpelajar yang setia di dalam sekolah Kristus, maka keadaan-keadaan yang sedemikian ini tidak akan pernah dapat menang atas 101 mereka.” -- Testimonies, Jilid 6, hal. 200,

“Kewajiban-kewajiban guru adalah berat dan suci, namun tidak satupun bagian pekerjaan itu yang lebih penting daripada mengawasi orang muda dengan lemah lembut, perhatian yang penuh kasih, sehingga dapat mereka merasa bahwa kita berkawan dengan mereka. Sekali berhasil memenangkan kepercayaan mereka, maka engkau akan dapat memimpin mereka, mengontrol mereka, dan melatih mereka dengan mudah. Motif-motif yang suci dari prinsip-prinsip Kristen kita harus dibawa masuk ke dalam kehidupan kita. Penyelamatan siswa-siswa kita adalah kepentingan yang tertinggi yang dipercayakan kepada guru yang takut akan Allah. Ia adalah pekerja milik Kristus, maka usaha-

55 nya yang terutama dan pasti seharusnya menyelamatkan jiwa-jiwa dari kebinasaan dan memenangkan mereka bagi Yesus Kristus. Allah akan menuntut hal ini dari tangan para guru. Masing-masing harus 102 mengendalikan suatu kehidupan yang setia, yang bersih, yang berusaha dengan keras dalam melaksanakan setiap tugas. Jika hati terus bercahaya dengan kasih Allah, maka akan terdapat kasih sayang yang murni, yang adalah penting; doa-doa akan menjadi bersungguh-sungguh, dan amaran-amaran yang setia akan diberikan. Melalaikan ini semuanya, maka jiwa-jiwa yang berada dibawah pengawasanmu akan berbahaya. Lebih baik menghabiskan sedikit saja waktu dalam pembicaraanpembicaraan yang panjang-panjang, atau dalam mendalami penyelidikan, lalu menangani tugas-tugas yang ditinggalkan ini.” -- Fundamentals of Christian Edu-

“Allah menghendaki para guru di dalam sekolah-sekolah kita menjadi tepat guna. Jika mereka maju dalam pengertian kerohanian, maka mereka akan merasakan bahwa adalah penting agar mereka jangan hampa dalam pengetahuan ilmuilmu pengetahuan. Kesetiaan dan pengala- 103 man agama terletak pada landasan yang sesungguhnya dari pendidikan yang benar. Namun jangan seorangpun mengira bahwa dengan memiliki kesungguhan dalam masalah-masalah agama sudah merupakan segala-galanya yang penting untuk menjadi pendidik-pendidik. Sementara mereka memerlukan kesetiaan yang tidak sedikit, mereka juga memerlukan pengenalan yang menyeluruh terhadap ilmu-ilmu pengetahuan. Ini akan membuat mereka bukan saja menjadi baik, menjadi orang-orang Kristen yang praktis, melainkan juga akan memungkinkan mereka untuk mendidik orang-orang muda, dan pada waktu yang sama mereka akan memperoleh kepintaran Sorga untuk memimpin mereka kepada sumber segala air hidup. Ia adalah seorang Kristen yang bercita-cita mencapai pegangan yang tertinggi bagi maksud membuat orangorang lain menjadi baik. Pengetahuan

56 yang bercampur secara selaras dengan tabiat Kristus akan membuat seseorang benar-benar menjadi terang bagi dunia.” -- 104 Fundamentals of Christian Education, hal.

“Semua orang yang mengajar di dalam sekolah-sekolah kita harus memiliki suatu hubungan erat dengan Allah, dan suatu pengertian akan Firman-Nya yang menyeluruh, supaya mereka mampu membawakan kepintaran dan pengetahuan Ilahi ke dalam tugas mendidik orangorang muda bagi kegunaan dalam hidup ini, dan bagi kehidupan kekal yang akan datang. Mereka harus menjadi orangorang laki-laki dan wanita yang bukan saja memiliki pengetahuan kebenaran, melainkan juga yang menjadi pelaksanapelaksana firman Allah itu. ‘Ada tertulis’ harus terungkap dalam kata-kata mereka dan juga dari kehidupan mereka. Oleh praktik perbuatan mereka sendiri harus mengajarkan kesederhanaan dan kebiasaan-kebiasaan yang bersih dalam segala perkara. Tidak seorang pria atau wanitapun boleh dipekerjakan di sekolah-sekolah kita sebagai pendidik sebelum ia memiliki 105 pengalaman dalam mematuhi firman Tuhan.” -- Testimonies, Jilid 6, hal. 153.

“Guru-guru di sekolah-sekolah kita memikul suatu tanggung jawab yang berat. Mereka harus sesuai dengan katakata dan sifat tabiat seperti yang mereka inginkan pada siswa-siswanya, -- yaitu laki-laki dan perempuan yang takut akan Allah dan yang berbuat benar. Jika mereka sendiri sudah bersahabat dengan cara itu, maka mereka akan dapat melatih orangorang muda untuk berjalan di dalamnya. Mereka tidak akan hanya mengajarkan kepada orang-orang muda itu dalam ilmuilmu pengetahuan, melainkan juga melatih mereka itu untuk memiliki kebebasan moral, untuk bekerja bagi Yesus, dan untuk memikul beban-beban maksud-Nya.” -- Fundamentals of Christian Education, hal. 190.

57

“Orang-orang yang secara alamiah adalah suka rewel (cerewet), mudah kena hasutan, dan yang memiliki kebiasaan mengkritik, suka menyangka jahat, hen- 106 daklah mencari jenis pekerjaan lain supaya tidak kembali menghasilkan sesuatu sifatsifat tabiat mereka yang tidak ramah itu di dalam anak-anak dan orang muda, karena sekaliannya itu adalah terlalu mahal harganya. Surga melihat di dalam anak, laki-laki dan perempuan yang belum berkembang, dengan kemampuan-kemampuan dan kuasa-kuasa yang, jika dipimpin dan dikembangkan dengan benar dengan kepintaran samawi, akan menjadi perantara-perantara manusia yang olehnya juga pengaruh-pengaruh Ilahi dapat bekerja sama menjadi pekerja-pekerja bersamasama dengan Allah. Perkataan-perkataan yang tajam, dan celaan yang terus-menerus akan membingungkan anak, tetapi tidak pernah dapat memperbaharuinya. Tinggalkanlah perkataan yang rendah itu : pertahankanlah rohmu sendiri di bawah disiplin kepada Yesus Kristus; kemudian barulah engkau belajar bagaimana menyayangi dan bersimpati kepada orangorang yang telah dihantarkan di bawah pengaruhmu. Jangan memperlihatkan ke- 107 tidaksabaran dan kekasaran, karena jika anak-anak ini tidak memerlukan didikan, maka mereka tidak akan membutuhkan manfaat-manfaat dari sekolah. Mereka harus dibawa naik tangga kemajuan dengan sabar, ramah, dan dalam kasih sayang, mendaki langkah demi langkah untuk mendapatkan pengetahuan.” -- Fundamentals of Christian Education, hal. 263.

“Diperlukan guru-guru yang bijaksana, yang sadar akan kelemahan dan kekurangan dan dosa-dosanya sendiri, dan yang tidak mau bertindak secara menindas dan mengecilkan hati anak-anak dan orang muda. Diperlukan banyak berdoa, banyak iman, banyak tahan sabar dan keberanian, yang mana Tuhan siap untuk menganugerahkan. Karena Allah melihat setiap cobaan, dan suatu pengaruh yang indah dapat digunakan oleh para guru

58 jika mereka mau mempraktikkan ajaranajaran yang telah diberikan Kristus kepada mereka. Tetapi maukah guru-guru ini 108 memikirkan ketidak-patuhannya sendiri, bahwa mereka membuat usaha-usaha yang sangat lemah untuk belajar di dalam sekolah Kristus dan lalai mempraktikkan kelemah-lembutan dan kerendahan hati Kristus? Para guru itu sendiri harus patuh kepada Yesus Kristus, dan senantiasa mempraktikkan semua firman-Nya, supaya mereka dapat membeberkan tabiat Yesus Kristus kepada para siswa. Hendaklah terangmu bercahaya dalam perbuatanperbuatan baik, dalam menjaga dan mengawasi dengan setia kawanan dombadomba itu, dengan sabar, dengan lemah lembut, dan kasih Yesus di dalam hatimu sendiri.” -- Fundamentals of Christian Education, hal. 269.

“Hendaklah setiap guru yang menerima tanggung jawab mendidik anak-anak dan orang muda, memeriksa dirinya sendiri, dan mempelajari dengan saksama dari sebab sampai kepada akibatnya. Apakah kebenaran Allah menguasai jiwaku? Apakah kepintaran yang datang dari Yesus 109 Kristus itu, yang pertama-tama ‘murni, kemudian mendamaikan, ramah, dan penurut, penuh kemurahan dan buah-buah yang baik, tanpa pilih kasih dan tanpa kemunafikan’ telah dimasukkan ke dalam tabiatku? Sementara saya berdiri dalam jabatan yang bertanggung jawab sebagai seorang pendidik, adakah saya memeliharakan prinsip bahwa ‘buah kebenaran itu ditabur dalam damai oleh mereka yang berbuat kedamaian’? Kebenaran itu bukanlah dipegang untuk dipraktikkan bilamana kita merasa kebetulan menyukainya, melainkan pada segala waktu dan di segala tempat.”

59

“Pikiran-pikiran yang seimbang dan tabiat-tabiat yang simetris adalah dipersyaratkan bagi guru-guru pada setiap bidang. Janganlah memberikan tugas ini ke dalam tangan wanita-wanita muda dan pria-pria muda yang belum mengetahui bagaimana menangani pikiran-pikiran manusia.” -- Fundamentals of Christian Education, hal. 266.

110

“Tidak ada satu guru pun dapat melakukan tugas yang benar jika ia tidak ingat akan kekurangan-kekurangannya sendiri dan mengesampingkan dari perhitungannya semua rencana yang dapat melemahkan hidup kerohaniannya. Apabila para guru mau rela mengesampingkan dari pekerjaan mereka setiap perkara yang tidak penting bagi hidup kekal, maka mereka dapat disebut benar-benar sedang mengusahakan penyelamatan dirinya dengan takut dan gentar, dan sedang membangun dengan bijaksana bagi kekekalan.”

“Saya diperintahkan untuk mengatakan bahwa sebagian dari guru-guru kita adalah jauh ketinggalan dalam pengertian mengenai jenis pendidikan yang diperlukan bagi periode sejarah dunia sekarang ini. Ini bukanlah masanya bagi para siswa untuk menghimpunkan suatu kumpulan pengetahuan yang tidak mungkin dapat mereka bawa serta ke sekolah yang di atas. Marilah kita dengan hati-hati membuang 111 yang tidak berguna dari pelajaran kita semua yang dapat dihindari, supaya dapat kita memiliki cukup tempat di dalam pikiran para siswa itu untuk menanamkan benih-benih kebenaran. Petunjuk ini akan membawakan hasil bagi kehidupan yang kekal.”

“Setiap guru harus menjadi pelajar setiap hari di dalam sekolah Kristus, supaya jangan ia kehilangan kesadaran tentang apa yang membentuk kesempurnaan fisik, mental, dan moral yang sesungguhnya. Tidak seorangpun boleh menempatkan dirinya sebagai guru atas orang-orang lain jika ia tidak senantiasa mengusahakan pe-

60 nyelamatannya sendiri dengan cara menerima dan memberikan suatu pendidikan apa saja. Guru yang benar akan mendidik dirinya sendiri dalam keunggulan moral, sehingga oleh ajaran dan teladan dapatlah ia memimpin jiwa-jiwa memahami pelajaran-pelajaran dari Guru Yang Besar itu. Jangan menganjurkan siapapun juga untuk melakukan tugas mengajar jika ia akan 112 puas dengan hanya suatu standar yang rendah. Tidak seorangpun pantas untuk mengajarkan rahasia-rahasia ketuhanan yang luas sebelum Kristus terbentuk di dalam dirinya, yaitu harapan yang mulia itu.”

“Setiap guru perlu menerima kebenaran dalam kasih dari prinsip-prinsipnya yang suci; maka ia tidak mungkin lalai menggunakan suatu pengaruh yang akan menyucikan dan meninggikan. Guru yang jiwanya tertambat pada Kristus akan berbicara dan bertindak sebagai seorang Kristen. Seseorang yang sedemikian ini tidak akan mau puas sebelum kebenaran itu membersihkan kehidupannya dari setiap perkara yang tidak penting. Ia tidak akan mau puas jika pikirannya tidak dibentuk setiap hari oleh pengaruhpengaruh suci dari Roh Allah. Kemudian Kristus dapat berbicara kepada hati, dan suara-Nya, yang mengatakan : ‘Inilah jalan itu; berjalanlah di dalamnya’, akan didengar dan dipatuhi.”

113

“Guru yang memiliki pengertian yang benar tentang tugas pendidikan yang sesungguhnya, tidak mau menganggapnya cukup sekarang lalu kemudian menunjuk begitu saja kepada Kristus. Dengan hatinya sendiri yang hangat dengan kasih Allah ia akan senantiasa menjunjung tinggi Manusia di Golgotha itu. Jiwanya sendiri diberkahi dengan Roh Allah, maka ia akan berusaha menambatkan perhatian para siswanya pada teladan, yaitu Yesus Kristus,

61 yang terutama diantara sepuluh ribu, yaitu Dia yang juga indah itu.”

* * *

“Ingatlah bahwa Tuhan akan menyambut sebagai guru hanya mereka yang akan menjadi guru-guru injil. Suatu tanggung jawab besar berada pada orang-orang yang mencoba mengajarkan pekabaran injil yang terakhir. Mereka harus menjadi pekerjapekerja bersama-sama dengan Allah dalam melatih pikiran manusia. Guru yang lalai mempertahankan standar Alkitab selalu di hadapannya, akan kehilangan suatu ke- 114 sempatan untuk menjadi pekerja bersamasama dengan Allah dalam memberikan kepada pikiran tabiat yang penting bagi suatu tempat di dalam ruangan-ruangan Sorga.” -- Fundamentals of Christian

“Dia yang berdiri pada pimpinan sesuatu sekolah harus menaruh semua perhatiannya yang tak terbagi pada tugas menjadikan sekolah itu sesuai dengan yang direncanakan oleh Tuhan. Jika ia berambisi untuk naik lebih tinggi dan lebih tinggi lagi, jika yang dicapainya melebihi kebaikan-kebaikan nyata dari tugasnya, dan melebihi kesederhanaannya, lalu mengabaikan prinsip-prinsip Sorga yang suci hendaklah ia belajar dari pengalaman Musa bahwa Tuhan pasti akan menunjukkan kemarahan-Nya karena kegagalan mencapai standar-standar yang telah ditetapkan di hadapannya.

“Terutama hendaklah kepala sesuatu sekolah mengikuti dengan teliti semua keuangan lembaga itu. Ia harus mengerti 115 landasan prinsip-prinsip pembukuan. Ia harus melaporkan dengan setia penggunaan semua uang yang lewat melalui tangannya bagi keperluan sekolah. Dana-

62 dana sekolah tidak boleh dipakai habis, tetapi setiap usaha harus dibuat untuk meningkatkan kegunaan dari sekolah. Orang-orang yang dipercayakan menangani manajemen keuangan lembagalembaga pendidikan kita, jangan sekali membiarkan kecerobohan dalam perbelanjaan peralatan. Setiap perkara yang berkaitan dengan keuangan sekolah-sekolah kita harus tetap dengan sempurna. Jalan Tuhan harus diikuti dengan ketat, walaupun ini mungkin tidak selaras dengan jalan-jalan manusia.”

“Bagi mereka yang bertugas mengawasi sekolah-sekolah kita, saya ingin mengatakan, Adakah anda sedang menjadikan Allah dan hukum-Nya sebagai kesenanganmu? Adakah prinsip-prinsip yang anda ikuti itu, sehat dan murni dan tidak tercemar? Adakah anda sedang me- 116 meliharakan dirimu, dalam praktik hidup, di bawah pengawasan Allah? Adakah anda melihat perlunya mematuhi Dia dalam segala hal? Jika anda dicobai untuk mengambil bagi diri sendiri uang yang masuk ke sekolah, dengan cara-cara yang sama sekali tidak mendatangkan manfaat bagi sekolah, maka standar prinsipmu perlu dikritik dengan saksama, agar kiranya saatnya tidak akan datang apabila anda akan harus dikritik dan didapati kurang. Siapakah juru buku anda? Siapakah bendahara anda? Siapakah manajer usaha anda? Adakah mereka itu cukup teliti dan mampu? Perhatikanlah hal ini. Adalah mungkin bagi uang untuk disalahgunakan tanpa pengertian seseorang dengan jelas bagaimana ia itu terjadi; dan adalah mungkin bagi sesuatu sekolah untuk terus-menerus rugi karena pengeluaranpengeluaran yang tidak bijaksana. Mereka yang bertugas mengawasi mungkin mera- 63 sakan kerugian ini secara tajam, namun mereka mengira mereka telah berbuat dengan sebaik-baiknya. Tetapi mengapa- 117 kah mereka membiarkan hutang-hutang menumpuk? Hendaklah orang-orang yang bertugas mengawasi sesuatu sekolah setiap bulan menemukan keadaan keuangan yang sebenarnya dari sekolah itu.” -- Fundamentals of Christian Education, hal.

“Allah telah memberikan kepada kita suatu masa percobaan dalam mana dapat kita mempersiapkan diri bagi sekolah yang lebih tinggi itu. Bagi sekolah ini orang muda akan dididik, di disiplin, dan dilatih dengan cara membentuk tabiat-tabiat, moral dan kecerdasan yang sedemikian rupa sesuai dengan yang dikehendaki Allah. Mereka akan menerima suatu latihan, bukan dalam kebiasaan-kebiasaan dan kepelesiran-kepelesiran dan pertandinganpertandingan masyarakat dunia yang tercemar ini, melainkan dalam garis-garis petunjuk Kristus, suatu latihan yang akan mempersiapkan mereka untuk menjadi orang-orang yang akan bekerja sama dengan mahluk-mahluk cerdas samawi. 118 Tetapi alangkah lucunya pendidikan itu yang diperoleh dalam bidang-bidang kesusasteraan, sekiranya ia itu harus dikosongkan dari pelajarannya sekiranya ia telah diperhitungkan pantas untuk memasuki kehidupan itu yang terukur dengan kehidupan Allah, maka ia sendiri diselamatkan bagaikan melalui api.” -- Fundamentals of Christian Education, hal. 397.

“Sifat pekerjaan yang dilakukan di dalam sekolah-sekolah gereja kita harus sesuai dengan ketertiban yang sangat tinggi. Yesus Kristus, Pemulih segala perkara itu, adalah satu-satunya obat bagi pendidikan yang keliru, dan pelajaranpelajaran yang diajarkan di dalam Firman- Nya harus senantiasa dipertahankan di depan orang-orang muda dalam bentuk yang sangat menarik. Disiplin sekolah harus melengkapi latihan di rumah, dan kedua-duanya baik di rumah maupun di sekolah kesederhanaan dan ketuhanan harus di pertahankan. Laki-laki dan perem- 119 puan akan ditemukan yang memiliki talenta untuk bekerja di dalam sekolahsekolah yang kecil ini, tetapi mereka tidak dapat bekerja mencapai keuntungan di dalam sekolah-sekolah yang lebih besar. Karena mereka mempraktikkan pelajaranpelajaran Alkitab, maka mereka sendiri akan menerima suatu pendidikan yang tertinggi nilainya.” -- Testimonies, Jilid 6,

KERJASAMA DENGAN PARA
ORANGTUA

“Hendaklah para orangtua mencari Tuhan dengan kesungguhan yang mendalam, supaya jangan mereka menjadi balok penghalang merintangi jalan anak-anak mereka. Hendaklah sangka-sangka jahat dan iri hati dihapuskan dari hati, dan hendaklah kedamaian Kristus itu masuk menyatukan anggota-anggota sidang di dalam persekutuan Kristen yang sebenarnya. Hendaklah pintu-pintu jiwa ditutup 120 rapat dari malaria bumi yang sangat beracun, dan hendaklah sekaliannya itu terbuka arah ke Sorga untuk menerima sinar-sinar penyembuhan dari cahaya matahari kebenaran Kristus. Sebelum roh mengkritik dan sangka-sangka jahat lenyap dari dalam hati, maka Tuhan tidak dapat berbuat bagi sidang apa yang la rindu lakukan dalam membuka jalan bagi pendirian sekolah-sekolah, sebelum terdapat persatuan, maka la tidak akan mau menggerakkan orang-orang yang telah la percayakan dengan uang dan kemampuan untuk memajukan pekerjaan ini. Para orangtua harus mencapai suatu standar yang lebih tinggi, memeliharakan jalan Tuhan dan mempraktikkan kebenaran, sehingga mereka dapat menjadi pembawapembawa terang. Harus terdapat suatu perubahan pikiran dan tabiat yang menyeluruh. Suatu roh perpecahan yang disimpan di dalam hati sejumlah kecil orang-orang akan berkomunikasi dengan orang-orang lain, dan akan merusak pengaruh bagi kebaikan yang hendak digu- 65 nakan oleh sekolah. Jika para orangtua tidak siap dan tidak sungguh-sungguh ingin untuk bekerja sama dengan guru bagi penyelamatan anak-anak mereka, maka mereka tidak akan siap untuk memperoleh sebuah sekolah yang didirikan diantara mereka.” -- Testimonies, Jilid 6, hal. 202.

“Pada para bapa dan para ibu terletak suatu tanggung jawab bagi latihan mulamula sekali anak mereka maupun latihan terkemudian anak mereka, maka bagi kedua orang tua tuntutan bagi persiapan yang saksama dan menyeluruh ini adalah sangat mendesak. Sebelum memakaikan pada diri mereka kemungkinan-kemungkinan sebagai bapa dan ibu, maka orang laki-laki dan perempuan harus kenal dengan hukum-hukum mengenai perkembangan fisik tubuh manusia, -- yaitu dengan ilmu faal tubuh dan ilmu kesehatan, dengan sangkut-paut mengenai pengaruh-pengaruh sebelum melahirkan anak, dengan hukum-hukum mengenai keturunan, sanitasi, pakaian, latihan dan 66 olahraga, dan mengobati penyakit; mereka juga harus mengerti akan hukum-hukum mengenai perkembangan mental dan latihan moral.”

“Tugas pendidikan ini oleh Dia Yang Maha Kuasa telah diperhitungkan sangat penting sehingga para utusan dari tahta- Nya telah dikirim kepada seseorang yang pada waktu itu akan menjadi ibu, untuk menjawab pertanyaan, ‘Bagaimana kami akan mengatur anak itu, dan bagaimana akan kami perbuat kepadanya?’ Dan untuk memberi petunjuk kepada seorang bapa mengenai pendidikan seseorang putera yang dijanjikan.”

“Tidak pernah pendidikan akan menyelesaikan semua yang dapat dan harus diselesaikannya sebelum pentingnya tugas para orang tua sepenuhnya diakui, dan mereka menerima suatu latihan bagi tanggung-jawab tanggung-jawabnya yang suci.” -- Education, hal. 276.

123

PERSYARATAN-PERSYARATAN
BAGI PARA DOKTER

“Dokter yang ingin menjadi seorang pekerja bersama dengan Kristus yang dapat diterima akan berjuang untuk menjadi tepat guna dalam setiap segi pekerjaannya. Ia akan menyelidiki dengan rajin, agar ia dapat memenuhi persyaratan bagi tanggung jawab-tanggung jawab profesi pekerjaannya, dan akan senantiasa berusaha untuk mencapai standar yang lebih tinggi, berusaha mencarikan pengetahuan yang meningkat, keahlian yang lebih besar, dan penglihatan yang lebih dalam. Setiap dokter harus menyadari, bahwa barangsiapa melakukan pekerjaan yang lemah dan tidak tepat guna adalah bukan saja memperberat bagi si penderita, tetapi juga sedang melakukan ketidakadilan terhadap rekan-rekan sesama dokternya. Dokter yang merasa puas dengan suatu standar keahlian dan pengetahuan yang rendah bukan saja memperkecil arti profesi kedokteran, tetapi juga mempermalu- 124 kan bagi Kristus, Dokter yang terutama itu.”

“Barangsiapa yang menemukan dirinya tidak cocok bagi tugas kedokteran hendaklah memilih sesuatu pekerjaan yang lain. Mereka yang dapat menyesuaikan diri untuk pekerjaan mengawasi orang sakit, tetapi pendidikan dan kemampuankemampuan medisnya terbatas hendaklah bekerja menyandang bagian-bagian tugas yang lebih sederhana, melayani dengan setia sebagai juru-juru rawat. Oleh bekerja dengan sabar dibawah dokter-dokter yang ahli mereka dapat senantiasa belajar, dan oleh memperbaiki setiap kesempatan untuk mendapatkan pengetahuan, maka mereka pada waktunya akan dapat mampu sepenuhnya bagi tugas seorang dokter. Janganlah para dokter muda, ‘sebagai pekerja-pekerja bersama-sama dengan Dia (Dokter Yang Terutama itu), ....menerima karunia Allah itu dengan sia-sia, ....dalam hal apapun janganlah menyakiti hati supaya pelayanan (terhadap si sakit) tidak 125 dipersalahkan : tetapi dalam segala perkara sesuaikanlah diri kita sebagai pelayanpelayan Allah.’”

“Maksud Allah bagi kita ialah agar kita senantiasa akan bergerak maju. Dokter misionaris medis yang benar akan merupakan seorang dokter praktik yang terus meningkat keahliannya. Dokterdokter Kristen yang berbakat, yang memiliki kemampuan profesional yang lebih unggul, harus dicari dan dianjurkan untuk bergabung dalam pelayanan Allah di tempat-tempat dimana mereka dapat mendidik dan melatih orang-orang lainnya untuk menjadi misionaris-misionaris medis.”

“Dokter harus mengumpulkan bagi jiwanya terang dari firman Allah. Ia harus bertumbuh terus-menerus dalam karunia. Dengan dia, agama bukan hanya akan menjadi suatu pengaruh diantara orangorang lainnya. Ia itu adalah untuk menjadi suatu pengaruh yang menguasai semua orang lainnya. Ia harus bertindak dari 126 motif-motif yang tinggi dan suci, -- yaitu motif-motif yang penuh kuasa karena semuanya itu berasal dari Dia yang telah menyerahkan hidup-Nya untuk melengkapi kita dengan kuasa untuk mengalahkan kejahatan.”

“Jika dokter itu dengan setia dan rajin berjuang membuat dirinya tepat guna dalam profesinya, jika ia mengabdikan dirinya kepada pelayanan Kristus, dan mengambil waktu untuk memeriksa hatinya sendiri, maka ia akan mengerti bagaimana menggenggam rahasia-rahasia panggilannya yang suci. Ia dapat sedemikian mendisiplin dan mendidik dirinya sendiri sehingga semua orang yang berada dalam lingkungan pengaruhnya akan melihat keunggulan pendidikan dan kepintaran yang dicapai oleh Dia yang berhubungan dengan Allah pohon pengetahuan dan kuasa itu.”

127

“Seorang Pembantu Ilahi Di
Dalam Kamar-Sakit”

“Tidak ada satu tempat pun dimana terdapat suatu hubungan yang lebih erat dengan Kristus diperlukan daripada di dalam pekerjaan dokter. Barangsiapa yang hendak melaksanakan kewajibankewajiban dokter dengan tepat harus setiap hari dan bahkan setiap jam menghayati suatu kehidupan Kristus. Nyawa penderita berada di dalam tangan dokter. Satu saja diagnosa yang sembrono, satu saja resep yang keliru, dalam suatu peristiwa yang kritis, atau satu gerakan tangan yang kaku dalam suatu operasi pembedahan, walaupun hanya sebesar sehelai rambut, maka suatu nyawa dapat dikorbankan, suatu jiwa melayang untuk selama-lamanya. Betapa serius perhatiannya! Betapa pentingnya bahwa dokter harus senantiasa berada di bawah pengawasan Dokter Ilahi itu!”

“Juruselamat adalah rela membantu semua orang yang berseru kepada-Nya 128 memohonkan hikmat pengetahuan dan pemikiran yang cerah. Maka siapakah yang memerlukan hikmat pengetahuan dan kecerahan pikiran lebih besar daripada yang diperlukan dokter, pada siapa keputusan-keputusan yang begitu banyak bergantung? Hendaklah orang yang sedang mencoba memperpanjang nyawa itu memandang dalam iman kepada Kristus untuk mengendalikan setiap gerakannya. Juruselamat akan mengaruniakan kepadanya kebijaksanaan dan keahlian untuk menangani masalah-masalah yang sulit.”

“Kesempatan-kesempatan yang indah sedang diberikan kepada para penunggu orang-orang sakit. Dalam segala-galanya yang dilakukan bagi mengembalikan kesehatan si penderita, hendaklah mereka pahami bahwa dokter sedang berusaha untuk membantu mereka bekerja sama dengan Allah dalam memerangi penyakit. Bimbinglah mereka untuk merasa bahwa pada setiap langkah yang diambil sesuai dengan hukum-hukum Allah, maka me- 129 reka boleh mengharapkan pertolongan dari kuasa Ilahi.”

“Para penderita dan si sakit akan lebih banyak menaruh harapan pada dokter yang oleh mereka yakini sebagai dokter yang mencintai dan takut akan Allah. Mereka bergantung pada kata-katanya. Mereka merasa terjamin dalam kehadiran dan pelayanan dokter itu.”

“Karena mengenal Tuhan Yesus, maka adalah hak dan kesempatan istimewa bagi dokter Kristen yang berpraktik melalui doa untuk mengundang kehadiran-Nya di dalam kamar penderita. Sebelum melakukan sesuatu operasi pembedahan yang kritis, hendaklah si dokter memohonkan bantuan dari Dokter yang besar itu. Hendaklah ia memberikan jaminan kepada si penderita bahwa Allah dapat menghantarkannya dengan aman melalui cobaan yang besar itu, bahwa dalam segala saat yang sukar itu la adalah tempat berlindung yang aman bagi orang-orang yang menaruh harap pada-Nya. Dokter yang tidak 130 dapat melakukan ini akan kehilangan satu demi satu kasusnya yang sesungguhnya sudah akan dapat diselamatkan. Sekiranya ia dapat mengucapkan kata-kata yang akan mengilhami iman pada Juruselamat yang penuh simpati itu, yang merasakan setiap denyut penderitaan, lalu ia menyampaikan semua kebutuhan jiwa kepada Dia dalam doa, maka saat-saat genting itu seringkali dapat dilalui dengan aman.”

“Hanya Dia yang membaca hati manusia dapat mengetahui betapa gentar dan ngerinya banyak penderita terpaksa setuju dioperasi di tangan dokter ahli bedah. Mereka sadar akan bahayanya. Sementara mereka mungkin yakin akan keahlian dokter yang bersangkutan, mereka juga tahu bahwa keahlian itu bukan mutlak sempurna. Namun setelah mereka melihat dokter itu tunduk berdoa, memohon bantuan dari Allah, maka mereka akan diilhami dengan keyakinan. Perasaan syukur dan percaya akan membuka hati kepada kuasa penyembuhan dari Allah, semua 131 tenaga dari seluruh tubuh dihidupkan kembali, lalu kehidupan mendesak kepada kemenangan.”

“Bagi si dokter pun kehadiran Juruselamat akan merupakan suatu unsur kekuatan. Seringkali tanggung jawab-tanggung jawab dan kemungkinan-kemungkinan pekerjaannya mendatangkan kengerian bagi jiwa. Demam ketidakpastian dan ketakutan akan membuat tangan menjadi tidak cekatan. Tetapi jaminan bahwa Penasehat Ilahi itu berada di sampingnya, untuk memimpin dan untuk menunjang, memberikan ketenangan dan keberanian. Sentuhan Kristus pada tangan dokter akan membawa kekuatan, ketenangan, keyakinan, dan kuasa.”

“Apabila saat krisis telah dilalui dengan aman, dan keberhasilan sudah tampak, maka hendaklah beberapa saat digunakan bersama-sama dengan penderita untuk mengucapkan doa. Berikanlah pernyataan untuk terima kasihmu bagi nyawa yang telah berhasil diselamatkan. Sementara 132 kata-kata terima kasih mengalir dari mulut si penderita kepada dokter, maka hendaklah puji dan syukur diarahkan kepada Allah. Katakanlah kepada penderita bahwa nyawanya telah tertolong sebab ia berada di bawah perlindungan Dokter samawi.”

“Dokter yang mengikuti cara yang sedemikian ini akan membimbing penderitanya kepada Dia yang pada-Nyalah penderita bergantung bagi nyawanya, yaitu Dia yang dapat menyelamatkan sepenuhnya semua orang yang datang kepada-Nya.”

“Pelayanan Bagi Jiwa”

“Ke dalam pekerjaan misionaris medis kedokteran hendaklah dimasukkan suatu kerinduan yang mendalam untuk mendapatkan jiwa-jiwa. Kepada dokter 71 yang sama sejajar dengan pendeta injil diberikan kepercayaan tertinggi yang pernah diberikan kepada manusia. Apakah disadarinya atau tidak, setiap dokter ada- 133 lah dipercayakan untuk mengobati jiwajiwa.”

“Dalam tugas mereka menangani penyakit dan kematian, para dokter seringkali lalai melihat akan realitas-realitas penting mengenai kehidupan yang akan datang. Dalam usaha mereka yang sungguh-sungguh untuk mencegah bahaya terhadap tubuh, mereka lupa akan bahaya yang mengancam jiwa. Penderita yang sedang mereka layani mungkin akan kehilangan pegangan hidupnya. Kesempatankesempatannya yang terakhir sedang lepas dari genggaman si dokter. Jiwa ini si dokter harus temui kembali pada tahta pengadilan Kristus.”

“Seringkali kita kehilangan berkat-berkat yang sangat bernilai karena lalai membicarakan sepatah kata pada waktunya. Jika kesempatan emas itu tidak diawasi, maka ia itu akan lenyap. Di sisi tempat tidur penderita jangan pernah membicarakan paham kepercayaan atau pertentangan apapun. Tunjukkan kepada si penderita

134

Dia yang selalu rela menyelamatkan semua orang yang datang kepada-Nya dalam iman. Berjuanglah dengan sungguhsungguh dan dengan lemah lembut untuk membantu jiwa yang sedang terayun-ayun diantara hidup dan mati itu.”

“Dokter yang mengetahui bahwa Kristus adalah Juruselamat pribadinya, karena ia sendiri telah dibimbing kepada Perlindungan itu, mengetahui bagaimana menangani jiwa-jiwa yang gentar, yang bersalah, yang sakit dosa, yang datang kepadanya meminta pertolongan. Ia dapat menjawab akan pertanyaan : ‘Apakah yang harus kuperbuat untuk diselamatkan?’ la dapat menceritakan tentang kasih Juruselamat. Ia dapat berbicara dari pengalaman tentang kuasa pertobatan dan iman. Dalam kata-kata yang sederhana dan bersung-72 guh-sungguh ia dapat mempersembahkan kebutuhan jiwa itu kepada Allah dalam doa, dan ia dapat mendorong si sakit juga untuk memohon dan menyambut kemurahan Juruselamat yang penuh kasih sayang 135 itu. Sementara ia melayani sedemikian ini pada sisi tempat tidur si sakit, sambil berjuang untuk membicarakan kata-kata yang akan membawakan pertolongan dan penghiburan, maka Tuhan akan bekerja sama dengannya dan oleh perantaraannya. Sementara pikiran si penderita di arahkan kepada Juruselamat, maka kedamaian Kristus akan memenuhi hatinya, dan kesehatan rohani yang datang kepadanya itu akan digunakan sebagai tangan pertolongan Allah dalam mengembalikan kesehatan tubuh.”

“Dalam mendatangi si sakit, dokter akan seringkali menemukan kesempatan untuk memberikan pelayanan kerohanian kepada teman-teman dari si penderita. Sementara mereka mengawasi di sisi tempat tidur si penderita, yang merasa tak berdaya untuk menghindari suatu perasaan sakit yang tiba-tiba datang, maka hati mereka akan tenang. Seringkali kesedihan yang disembunyikan dari orang-orang lain itu diungkapkan kepada dokter. Pada saat itu- 136 lah kesempatan untuk mengarahkan orang-orang yang susah ini kepada Dia yang telah mengundang orang-orang yang lelah dan yang menanggung berat untuk datang kepada-Nya. Seringkali doa dapat dipersembahkan bagi dan bersama-sama dengan mereka, sambil menyampaikan segala kebutuhan mereka kepada Penyembuh segala penyakit, yaitu Pengringan segala kesusahan.”

“Janji-janji Allah”

“Dokter memiliki kesempatan-kesempatan yang berharga untuk mengarahkan para pasiennya kepada janji-janji dari Firman Allah. Ia harus mengeluarkan dari rumah perbendaharaan perkara-perkara yang baru maupun yang lama, sambil berbicara disini dan disana kata-kata penghiburan dan petunjuk yang sangat dirindukan. Dokter hendaknya membuat pikirannya menjadi suatu tempat simpanan pemikiran-pemikiran yang segar. Hen- 137 daklah ia menyelidiki Firman Allah dengan rajin, supaya ia dapat terbiasa dengan janji-janjinya. Hendaklah ia belajar mengucapkan kembali kata-kata penghiburan yang diucapkan Kristus selama pelayanan-Nya di bumi dahulu, sewaktu memberikan pelajaran-pelajaran-Nya dan menyembuhkan orang-orang sakit. Ia harus berbicara mengenai perbuatanperbuatan penyembuhan yang diperbuat Kristus, mengenai kelemah-lembutan dan kasih sayang-Nya. Jangan sekali ia lalai mengarahkan pikiran para pasiennya kepada Kristus, Dokter yang terutama itu.”

“Kuasa yang sama yang Kristus perlihatkan sewaktu Ia berjalan kelihatan diantara orang-orang ialah Firman-Nya. Adalah oleh firman-Nya maka Yesus telah menyembuhkan penyakit dan mengusir keluar setan-setan; oleh firman-Nya la telah menenangkan lautan, dan membangkitkan orang mati; dan orang banyak itu menyaksikan bahwa dengan firman-Nya itu ada kuasa. Ia membicarakan firman 138 Allah, sama seperti yang telah dibicarakan- Nya kepada semua nabi-nabi dan guruguru Wasiat Lama. Seluruh Alkitab adalah sebuah pernyataan dari hal Kristus.”

“Injil harus diterima sebagai Firman Allah bagi kita, bukan hanya tertulis, tetapi juga yang dibicarakan. Sewaktu orang-orang yang susah itu datang kepada Kristus, la memandang bukan saja kepada orang-orang yang memohon bantuan- Nya, tetapi juga kepada semua orang yang sepanjang zaman datang kepada-Nya dalam kebutuhan yang sama dan dengan iman yang sama. Sewaktu Ia mengatakan kepada pemuda yang lumpuh itu : ‘Hai anak-Ku, bersukacitalah hatimu; segala dosamu sudah diampuni’; sewaktu la mengatakan kepada perempuan Kapernaum itu: ‘Hai anak-Ku, terhiburlah kamu; imanmu telah membuatmu menjadi sempurna; pergilah dengan damai’, la telah berbicara 74 kepada orang-orang susah, orang-orang yang memikul beban dosa lainnya yang mencarikan pertolongan-Nya.”

139

“Demikianlah halnya dengan semua janji-janji dari Firman Allah. Di dalam sekaliannya itu Ia sedang berbicara sekarang kepada kita secara pribadi, berbicara secara langsung seolah-olah kita dapat memperhatikan suara-Nya. Adalah dalam janji-janji inilah maka Kristus mengkomunikasikan kepada kita karunia dan kuasa-Nya. Sekaliannya itu adalah daundaunan dari pohon itu yang berguna ‘bagi penyembuhan segala bangsa.’ Apabila diterima, digabungkan, maka sekaliannya itu akan menjadi kekuatan bagi tabiat, inspirasi dan penunjang bagi kehidupan. Tidak ada yang lain yang dapat memiliki kuasa menyembuhkan sedemikian itu. Tidak ada apapun disamping itu yang dapat memberikan keberanian dan iman, yang memberikan tenaga vital bagi seluruh tubuh.”

“Kepada orang yang berdiri gemetar dengan ketakutan pada tepi kubur, kepada jiwa yang lelah oleh beban penderitaan dan dosa, hendaklah dokter sementara ia 140 memiliki kesempatan supaya mengucapkan kembali kata-kata Juruselamat itu -- karena semua kata-kata dari Kitab Suci adalah milik-Nya.”

“’Janganlah takut; karena Aku sudah menebus kamu, Aku sudah memanggil kamu oleh namamu sendiri; kamu adalah milik-Ku. Apabila kamu berjalan melalui banyak air, Aku akan ada sertamu; dan melalui sungai-sungai, sekaliannya itu tidak akan menghanyutkan kamu; apabila kamu berjalan melalui api, kamu tidak akan terbakar; nyala api itu pun tidak akan menyala atas kamu. Karena Akulah Tuhan Allahmu, Dia Yang Suci dari Israel itu, yaitu Juruselamatmu..... Karena engkau adalah berharga pada pemandangan-Ku, maka engkau telah di hargai, dan Aku telah mencintai kamu.’ ‘Aku, bahkan 75 Akulah Dia yang menghapuskan segala pelanggaranmu karena demi kepentingan- Ku sendiri, maka Aku tidak akan ingat lagi akan dosa-dosamu.’ ‘Janganlah takut; karena Aku menyertaimu.’” -- Ministry of

141

PERSYARATAN-PERSYARATAN
BAGI JURU RAWAT

“Di sanatorium-sanatorium dan rumah sakit-rumah sakit, dimana para juru rawat selalu bergabung dengan sejumlah besar orang-orang sakit, adalah dipersyaratkan suatu usaha yang pasti untuk selalu menarik dan bergembira, dan menunjukkan perhatian yang saksama dalam setiap kata dan tindakan. Di dalam lembagalembaga ini adalah sangat penting agar para juru rawat berjuang melakukan tugas mereka dengan bijaksana dan baik. Mereka perlu senantiasa ingat bahwa dalam melaksanakan kewajiban-kewajiban mereka sehari-hari mereka sedang melayani Tuhan Kristus.”

142

“Pikiran Yang Siap”

“Si penderita perlu mendapatkan katakata yang bijaksana diucapkan kepada mereka. Para juru rawat harus mempelajari Alkitab setiap hari, supaya mereka mampu membicarakan perkataan-perkataan yang dapat menerangi dan menolong segala penderitaan. Malaikat-malaikat Allah berada di dalam ruangan-ruangan dimana para penderita ini sedang dilayani kerohaniannya, maka suasana yang mengelilingi jiwa orang yang memberikan pelayanan harus bersih dan harum. Para dokter dan juru-juru rawat harus menghargai prinsip-prinsip Kristus. Dalam kehidupan mereka segala kebajikan-Nya harus terlihat. Kemudian, melalui apa yang mereka perbuat dan ucapkan mereka akan menarik si sakit kepada Juruselamat.”

“Juru rawat Kristen, sambil melaksanakan pelayanan untuk mengembalikan kesehatan, mereka akan menarik pikiran si penderita dengan berhasil dan menyenangkan kepada Kristus, penyembuh jiwa 143 dan tubuh itu. Pemikiran-pemikiran yang dikemukakan, disini sedikit dan disana sedikit, akan mempunyai pengaruhnya sendiri. Para juru rawat yang lebih tua jangan sekali melepaskan kesempatan yang baik untuk menarik perhatian si sakit kepada Kristus. Mereka harus senantiasa siap untuk menggabungkan penyembuhan rohani dengan penyembuhan badani.”

“Dalam cara yang sangat ramah dan sikap paling lembut para juru rawat harus mengajarkan bahwa barangsiapa yang ingin sembuh harus berhenti dari melanggar hukum Allah. Ia harus berhenti dari memilih kehidupan yang berdosa. Allah tidak dapat memberkahi orang yang terus mendatangkan atas dirinya penyakit dan penderitaan dengan cara sengaja melanggar hukum-hukum Sorga. Namun Kristus, oleh perantaraan Roh Suci, akan datang sebagai suatu kuasa penyembuhan bagi mereka yang berhenti melakukan kejahatan lalu belajar berbuat baik.” -- Ministry of Healing, hal. 222 - 224.

144

“Tepat Guna Bergantung pada
Kekuatan Tenaga”

“Tepat guna juru rawat sebagian besarnya bergantung pada kekuatan fisik. Makin baik kesehatannya, makin lebih mampu ia tahan menghadapi tekanan menunggui si sakit, dan ia akan lebih mampu melaksanakan kewajiban-kewajibannya dengan berhasil. Mereka yang menunggui orang sakit harus menaruh perhatian khusus terhadap makanan, kebersihan, udara segar, dan gerak badan. Perhatian yang sama di pihak keluarga akan juga memungkinkan mereka untuk tahan menghadapi beban-beban tambahan yang datang menimpa mereka, dan akan membantu mencegah mereka dari teridapnya 77 penyakit….

“Juru-juru rawat berikut semua orang yang berurusan dengan ruangan penderita, harus selalu gembira, tenang, dan menguasai diri. Semua yang tergesa-gesa, kegelisahan, atau kebingungan, harus dihindari. Pintu-pintu harus dibuka dan di- 145 tutup dengan hati-hati, dan seluruh isi rumah harus tetap tenang. Dalam hal terjadi demam, maka pengawasan khusus diperlukan sewaktu masa krisis datang sampai demam itu berlalu. Pada waktu itulah pengawasan yang tetap seringkali diperlukan. Kelalaian, kelupaan, dan kecerobohan telah menyebabkan kematian banyak orang yang seharusnya masih hidup sekiranya mereka itu memperoleh pengawasan yang pantas dari para juru rawat yang adil dan penuh perhatian.” -- Counsels on Health, hal. 406, 407.

“Orang-orang muda yang tekun dan bersungguh-sungguh, adalah diperlukan untuk masuk bekerja sebagai juru-juru rawat. Karena pemuda-pemudi ini menggunakan secara sadar pengetahuan yang mereka peroleh, maka mereka akan meningkat kemampuannya, sehingga makin hari makin mampu menjadi tangan pertolongan Tuhan.”

“Tuhan menghendaki orang-orang laki-laki dan perempuan yang bijaksana, 146 yang dapat bertindak dalam kemampuan juru rawat-juru rawat, untuk menghibur dan membantu orang-orang yang sakit dan menderita. Ya, alangkah baiknya jika semua orang yang menderita dapat di layani oleh dokter-dokter dan juru rawatjuru rawat Kristen yang dapat membantu meletakkan tubuh mereka yang lemah dan terkoyak kesakitan itu dalam pengawasan Penyembuh Besar itu, dalam iman memandang kepada-Nya memohon penyembuhan! Jika melalui pelayanan yang adil penderita dibimbing untuk menyerahkan jiwanya kepada Kristus dan membawa semua pemikirannya ke dalam 78 kepatuhan kepada kehendak Allah, maka suatu kemenangan besar akan dicapai...”

“Ada banyak bidang pekerjaan untuk dimajukan oleh juru rawat misionaris. Ada banyak kesempatan bagi juru rawat-juru rawat yang terlatih baik untuk memasuki rumah-rumah lalu disana membangkitkan perhatian orang pada kebenaran. Dalam hampir setiap kelompok masyarakat ter- 147 dapat jumlah-jumlah besar orang-orang yang tidak mau mendengarkan ajaran Firman Allah atau mendatangi sesuatu acara agama. Sekiranya mereka ini akan dicapai oleh Injil, maka ia itu harus dihantarkan ke rumah-rumah mereka. Seringkali bantuan bagi kebutuhan-kebutuhan fisik mereka adalah satu-satunya jalan masuk oleh mana mereka dapat didekati.”

“Para juru rawat misionaris yang melayani orang sakit dan membantu kesulitan orang miskin akan menemukan banyak kesempatan untuk berdoa bersama-sama dengan mereka, untuk membaca bagi mereka dari Firman Allah, dan untuk berbicara dari hal Juruselamat. Mereka dapat berdoa bersama-sama dan bagi orangorang yang tak berdaya yang tidak memiliki kekuatan kemauan untuk mengendalikan selera-selera lidah yang telah direndahkan oleh nafsu. Mereka dapat menghantarkan suatu sinar harapan ke dalam kehidupan orang-orang ini yang telah dikalahkan dan dikecewakan. Ungkapan kasih sayang 148 yang tidak mementingkan diri yang diungkapkan dalam tindakan-tindakan kebaikan yang tidak memihak, akan memudahkan bagi para penderita ini untuk percaya pada kasih Kristus.” -- Counsels

“Allah memiliki suatu pekerjaan bagi setiap orang percaya yang bekerja di Sanatorium. Setiap juru rawat akan menjadi suatu saluran berkat, yang menerima terang dari atas, lalu membiarkannya bercahaya kepada orang-orang lain. Para 79 pekerja tidak boleh menyesuaikan diri kepada pameran mode-mode orangorang yang datang ke Sanatorium untuk mendapatkan pelayanan, melainkan mereka harus menyerahkan dirinya kepada Allah. Suasana yang mengelilingi jiwa-jiwa mereka itu harus merupakan suatu kenikmatan hidup bagi kehidupan. Cobaan akan memerangi mereka pada setiap sisi, namun hendaklah mereka memohon kepada Allah akan kehadiran dan bimbingan-Nya. Tuhan berfirman kepada Musa : 149 ‘Pasti Aku akan berada bersama-sama dengan dikau;’ dan kepada setiap pekerja yang berserah diri dan setia jaminan yang sama itu pun diberikan.” -- Testimonies,

PERSYARATAN-PERSYARATAN
BAGI SEMUA ORANG

“Dalam Firman-Nya Tuhan menyebutkan satu demi satu talenta-talenta dan karunia-karunia yang sangat diperlukan bagi semua orang yang berhubungan dengan pekerjaan-Nya. Ia tidak mengajarkan kita supaya meremehkan belajar atau menganggap enteng pendidikan; karena apabila dikontrol oleh kasih dan takut akan Allah, maka budaya kecerdasan adalah suatu berkat; namun ini bukan dikemukakan sebagai persyaratan yang sangat penting bagi pekerjaan pelayanan Allah. Yesus telah melewati orang-orang pandai di zaman-Nya, yaitu orang-orang yang berkedudukan dan berpendidikan, 150 sebab mereka adalah sangat sombong dan merasa kecukupan sendiri dalam keunggulannya yang membanggakan itu sehingga mereka tidak dapat bersimpati dengan penderitaan manusia dan menjadi rekanrekan kerja sama dengan Orang Nazareth itu. Dalam sikap keras mereka itu mereka telah memandang rendah untuk diajar oleh Kristus. Tuhan Yesus menginginkan orang-orang yang berhubungan dengan pekerjaan-Nya yang menghargai pekerjaan itu sebagai pekerjaan yang suci, maka mereka dapat bekerja sama dengan Allah. Mereka akan menjadi saluran-saluran yang lancar melalui mana karunia-Nya dapat mengalir. Sifat-sifat tabiat Kristus dapat 80 diberikan hanya kepada orang-orang yang tidak menaruh harap pada dirinya sendiri. Pendidikan ilmiah yang tertinggi sekalipun tidak dapat mengembangkan sendiri suatu tabiat yang menyerupai Kristus. Buah-buah kebijaksanaan yang benar hanya berasal dari Kristus.”

“Setiap pekerja harus menguji kemam- 151 puan-kemampuannya sendiri dengan Firman Allah. Adakah orang-orang yang sedang menangani perkara-perkara yang suci itu memiliki pengertian yang jelas, yaitu suatu penglihatan yang benar, mengenai perkara-perkara dari hal kepentingan yang kekal? Maukah mereka setuju untuk menyerahkan diri kepada pekerjaan Roh Suci atau adakah mereka mengijinkan dirinya dikontrol oleh kecenderungankecenderungan sifat keturunan dan yang dibiasakan? Ini menjadikan semua orang untuk memeriksa dirinya sendiri, apakah mereka benar-benar berada dalam iman.

“Kedudukan Dan Tanggung
Jawab”

“Mereka yang menduduki jabatanjabatan terpercaya di dalam pekerjaan Allah, harus senantiasa ingat bahwa jabatan-jabatan ini meliputi juga tanggung jawab besar. Pelaksanaan yang benar pekerjaan yang penting ini bagi zaman ini, 152 dan penyelematan jiwa-jiwa yang berkaitan dengan kita dalam cara apapun, sebagian besarnya bergantung pada kondisi kerohanian kita sendiri. Semua orang harus memeliharakan suatu perasaan tanggung jawab mereka yang nyata; karena kebahagiaan mereka sendiri yang ada sekarang dan nasib kekal mereka akan ditentukan oleh roh yang mereka bina. Jika sifat mementingkan diri dimasukkan ke dalam pekerjaan, maka itu adalah bagaikan mempersembahkan api yang asing menggantikan api yang suci. Pekerja-pekerja yang sedemikian ini mendatangkan kemarahan Tuhan. Saudara, singkirkanlah tanganmu dari pekerjaan itu jika engkau 81 tidak dapat membedakan antara api yang suci dan api yang biasa.”

“Mereka yang berdiri sebagai wakilwakil manusia tidak semuanya adalah orang-orang Kristen yang terhormat. Ada suatu roh yang merajalela yang berusaha mencari keunggulan atas orang-orang lain. Orang-orang yang menganggap dirinya 153 sendiri berkuasa, mereka mengeluarkan pendapat-pendapatnya dan menyetujui keputusan-keputusan mengenai hal-hal yang mana mereka sendiri sama sekali belum memiliki pengalaman pengetahuan. Beberapa orang yang berhubungan dengan kantor penerbitan di____, berjalan melalui kantor itu, berbicara dengan orang-orang yang berbeda-beda, memberikan petunjukpetunjuk yang disangkanya pantas bagi mereka untuk memberikan, sedangkan mereka tidak mengerti apa yang sedang mereka bicarakan.”

Keadilan Dan Kejujuran

“Ketidakadilan yang besar dan bahkan ketidak-jujuran telah melibatkan orangorang di dalam rapat-rapat pertemuan pengurus, dalam membawakan persoalanpersoalan ke hadapan orang-orang yang belum berpengalaman yang akan memungkinkan mereka menjadi hakim-hakim yang mampu. Naskah-naskah tulisan 154 telah diletakkan di dalam tangan orangorang untuk mengkritik, sedangkan mata pengertian mereka adalah sedemikian buta sehingga mereka tidak dapat melihat akan kepentingan rohani dari masalah itu yang sedang mereka tangani. Lebih dari itu, mereka sama sekali tidak menguasai pengetahuan tata buku. Mereka belum pernah belajar maupun berpraktik di bidang penerbitan buku-buku. Orang-orang telah menetapkan keputusan terhadap bukubuku dan naskah-naskah tulisan yang telah di tempatkan secara tidak bijaksana di dalam tangan-tangan mereka, dimana mereka seharusnya menolak untuk bekerja dalam sesuatu kemampuan yang sedemi- 82 kian ini. Sudah seharusnya jujur saja bagi mereka untuk mengatakan : ‘Saya belum berpengalaman sama sekali dalam bidang pekerjaan ini, maka saya tentu akan berbuat ketidakadilan bagi diri saya sendiri maupun kepada orang lain, dalam memberikan pendapat saya. Maafkan saya, saudara-saudara; gantinya memerintahkan orang-orang lain, saya memerlukan 155 seseorang untuk mengajar saya.’ Tetapi ini adalah jauh dari pemikiran-pemikiran mereka. Mereka menyatakan dirinya bebas terhadap pokok-pokok masalah yang sama sekali tidak mereka pahami. Kesimpulankesimpulan telah disambut sebagai pendapat-pendapat orang-orang yang pandai, padahal semuanya itu hanya pendapatpendapat orang-orang yang tidak berpengalaman.”

“Masanya telah tiba apabila, dalam nama dan kekuatan Allah, sidang harus bertindak bagi kebaikan jiwa-jiwa dan bagi kehormatan Allah. Tidak adanya iman yang kuat dan penglihatan terhadap perkara-perkara yang suci yang harus dianggap cukup untuk menghalangi setiap orang berhubungan dengan pekerjaan Allah. Demikian pula pemanjaan sifat cepat marah, suatu roh yang kasar dan suka menguasai, mengungkapkan bahwa pribadi pemiliknya tidak boleh ditempatkan dimana ia akan diundang untuk menentukan masalah-masalah penting yang 156 mempengaruhi warisan Allah. Seseorang yang bernafsu tidak boleh memperoleh bagian apapun untuk bertindak dalam mengurusi pikiran-pikiran manusia. Ia tidak dapat diberi kepercayaan untuk membentuk masalah-masalah yang bertalian dengan orang-orang yang telah dibeli oleh Kristus dengan harga yang tak ternilai. Sekiranya ia berusaha untuk mengatur orang-orang, maka ia akan menyakiti dan melukai jiwa mereka; karena ia tidak memiliki sentuhan yang halus, yaitu kepekaan yang lembut, yang diberikan oleh karunia Kristus. Hatinya sendiri perlu dihaluskan, ditundukkan oleh Roh 83 Allah; hati batu belum menjadi suatu hati daging.”

Mewakili Kristus

“Orang-orang yang salah mewakili Kristus sedemikian ini, sedang meletakkan suatu pembentukan corak yang keliru pada pekerjaan itu; karena mereka mendorong 157 semua orang yang berhubungan dengannya untuk berbuat seperti mereka. Demi bagi kepentingan mereka, bagi kepentingan orang-orang yang sedang dalam bahaya karena pengaruh mereka, maka mereka seharusnya meninggalkan jabatan-jabatan mereka itu; karena catatan akan muncul terlihat di dalam Sorga bahwa pelaksana yang salah itu memikul darah banyak jiwa pada baju-baju mereka. Ia telah membuat sebagian orang menjadi jengkel, sehingga mereka telah melepaskan iman mereka; yang lainnya telah diisi dengan sifat-sifat Iblisnya sendiri, sehingga kejahatan yang diperbuat tidak mungkin untuk diperkirakan. Hanya orang-orang yang memperlihatkan secara nyata bahwa hati mereka sedang disucikan oleh kebenaran, harus dipertahankan pada jabatan-jabatan kepercayaan di dalam pekerjaan Tuhan.”

“Hendaklah semua orang memikirkan bahwa apapun juga pekerjaan mereka, mereka harus mewakili Kristus. Dengan maksud hati yang teguh hendaklah setiap 158 orang berusaha memiliki pikiran Kristus. Terutama sekali orang-orang yang telah menerima jabatan-jabatan direktur atau penasehat harus merasa bahwa mereka dituntut untuk dalam segala hal menjadi orang-orang Kristen yang terhormat. Sementara, dalam menangani orang-orang lain kita harus selalu setia, kita tidak boleh kasar. Jiwa-jiwa yang harus kita layani adalah milik Tuhan yang telah dibeli- Nya, maka jangan sekali kita membiarkan 84 pernyataan yang suka menguasai dan terburu-buru keluar dari bibir kita.”

“Saudara-saudara, layanilah manusia sebagaimana layaknya manusia, jangan bagaikan pelayan-pelayan, untuk diperintah sesuai dengan kesenanganmu. Orang yang memanjakan roh yang kasar, yang suka menguasai, adalah lebih baik menjadi penjaga domba-domba, seperti yang dilakukan oleh Musa, maka dengan demikian ia dapat belajar bagaimana untuk menjadi seorang gembala yang benar. Musa telah memperoleh di Mesir suatu 159 pengalaman sebagai seorang negarawan yang perkasa, dan sebagai seorang pemimpin angkatan perang, tetapi di sana ia tidak mempelajari pelajaran-pelajaran yang penting bagi kebesaran yang sesungguhnya. Ia membutuhkan suatu pengalaman dalam tugas-tugas yang lebih sederhana dan rendah, supaya ia dapat menjadi seorang pengawal, yang ramah terhadap setiap mahluk yang hidup. Dalam memeliharakan kawanan domba milik Jethro, maka perasaan-perasaan simpatinya terpanggil keluar terhadap domba-domba dan anak-anaknya, lalu ia belajar mengawasi mahluk-mahluk ciptaan Allah ini dengan pengawasan yang baik sekali. Walaupun suara binatang-binatang itu tidak pernah bersungut atas sesuatu pelayanan yang kasar, namun sikap mereka dapat menunjukkan banyak hal. Allah mengawasi semua mahluk ciptaan yang telah diciptakan-Nya. Dalam bekerja bagi Allah pada kedudukan yang rendah ini, Musa telah belajar untuk menjadi seorang gembala yang ramah bagi Israel.”

160

“Bergantung pada Allah”

“Tuhan menghendaki agar kita mempelajari juga suatu pelajaran dari pengalaman Daniel. Ada banyak orang yang dapat menjadi orang-orang yang perkasa, jika sekiranya, seperti halnya orang Ibrani yang setia ini, mereka mau bergantung pada Allah bagi karunia untuk menjadi orangorang yang menang, dan bagi kekuatan dan tepat guna dalam usaha-usaha mereka. Daniel telah menunjukkan sikap sopan-santun yang paling sempurna, baik 85 terhadap para tua-tuanya maupun terhadap orang-orang muda. Ia berdiri sebagai saksi bagi Allah dan berusaha menempuh suatu cara yang sedemikian ini supaya ia tidak malu bagi Sorga untuk mendengarkan kata-katanya atau memandang akan perbuatan-perbuatannya. Sewaktu Daniel diminta untuk ikut mengambil bagian pada segala kemewahan makanan raja, ia tidak langsung terbang mengikuti nafsu, ia juga tidak langsung menyatakan keputusannya untuk makan dan minum sesuai 161 kesenangan hatinya. Tanpa mengucapkan sepatah katapun yang menentang, ia lalu membawa persoalan itu kepada Allah. Dia dan teman-temannya memohon hikmat kebijaksanaan dari Tuhan, dan sewaktu mereka keluar dari doa yang bersungguhsungguh itu, keputusan mereka dibuat. Dengan keberanian yang benar dan kesopanan Kristen, Daniel menyampaikan masalah itu kepada perwira yang mengawasi mereka, sambil memohon agar mereka kiranya diberikan saja makanan yang sederhana. Orang-orang muda ini merasa bahwa prinsip-prinsip agamanya sedang terancam, maka mereka bergantung pada Allah, yang mereka cintai dan berbakti. Permohonan mereka dikabulkan, karena mereka telah berkenan kepada Allah dan mereka disenangi manusia.”

“Orang-orang yang menduduki setiap jabatan kepercayaan perlu mengambil tempat mereka di dalam sekolah Kristus, lalu mematuhi anjuran dari Guru Besar itu yang berbunyi : ‘Belajarlah kepada-Ku; 162 karena Aku adalah lemah lembut dan rendah hati : maka kamu akan mendapatkan istirahat bagi jiwamu. Karena beban-Ku ringan, dan pikulan-Ku adalah tidak berat.’ Kita tidak punya alasan apapun untuk mewujudkan sesuatu sifat tabiat yang salah. “Bukan oleh gagah, bukan oleh kuasa, melainkan oleh Roh-Ku saja, demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam.’ Dalam kamu menangani orang-orang lain, maka apapun yang kamu lihat atau dengar yang perlu dikoreksi, pertama-tama 86 berusahalah mencari Tuhan untuk hikmat kebijaksanaan dan kemurahan, supaya dalam usaha untuk menjadi setia, engkau tidak akan berlaku kasar. Mohonkan kepada-Nya untuk mengaruniakan kepadamu kehormatan Kristus; maka engkau akan menjadi benar terhadap tugasmu, benar terhadap jabatan kepercayaanmu, dan benar kepada Allah, sebagai seorang penatalayan yang setia yang menguasai kecenderungan-kecenderungan jahat yang alami dan yang diperoleh.”

163

“Tak ada orang lain terkecuali seorang Kristen yang sepenuh hati yang dapat menjadi seorang terhormat yang sempurna; tetapi jika Kristus tinggal di dalam jiwa, maka Roh-Nya akan terungkap dalam pembawaan hidup, kata-kata, dan tindakan-tindakan. Kehormatan dan kasih yang dipelihara di dalam hati akan terlihat dalam penyangkalan diri, dan dalam sopansantun yang benar. Pekerja-pekerja yang sedemikian ini akan menjadi terang dunia.” -- Testimonies to Ministers, hal. 259-264.

PERSYARATAN-PERSYARATAN
BAGI ANGGOTA-ANGGOTA
SIDANG

“Masuknya anggota-anggota yang be- lum memperbaharui hatinya dan belum mereformasikan hidupnya adalah merupakan sumber kelemahan bagi sidang. Kenyataan ini seringkali dilalaikan. Sebagian pendeta-pendeta dan gereja-gereja adalah demikian bernafsu untuk mendapatkan 164 peningkatan jumlah anggota sehingga mereka tidak memberikan kesaksian yang jujur melawan kebiasaan-kebiasaan dan praktik-praktik yang bukan Kristen. Orang-orang yang menyambut kebenaran tidak diajarkan bahwa mereka tidak mungkin berhasil sebagai orang-orang duniawi dalam sikap sementara mereka adalah Kristen dalam nama saja. Sebelum ini mereka adalah pengikut-pengikut Setan; mulai sekarang mereka harus menjadi pengikut-pengikut Kristus. Kehidupan harus membuktikan kepada penggantian pemimpin. Pendapat umum menyenangi pengakuan sebagai orang Kristen. Sedikit 87 saja penyangkalan diri atau pengorbanan diri yang dipersyaratkan untuk memakaikan bentuk peribadatan, dan untuk mendaftarkan nama seseorang di dalam buku sidang. Sebab itu banyak orang menggabungkan diri dengan sidang tanpa terlebih dulu bersatu dengan Kristus. Dalam hal inilah Setan berhasil menang. Orang-orang bertobat yang sedemikian ini adalah agenagennya yang paling tepat guna. Mereka 165 melayani sebagai pemikat jiwa-jiwa yang lainnya. Mereka adalah terang-terang yang palsu, yang membujuk-bujuk orang yang tidak waspada ke dalam kebinasaan. Adalah sia-sia orang yang berusaha membuat jalan Kristen itu menjadi luas dan menyenangkan bagi orang-orang dunia. Allah tidak melicinkan ataupun melebarkan jalan yang kasar berbatu-batu dan sempit itu. Jika kita mau masuk ke dalam kehidupan, maka kita harus menelusuri jalan yang sama itu juga yang telah dijalani oleh Yesus dan murid-murid-Nya, -- yaitu jalan kesederhanaan, penyangkalan diri, dan pengorbanan.” -- Testimonies, Jilid 5,

“Kristen -- betapa banyak orang yang ada yang tidak mengerti apa artinya itu! Itu bukanlah sesuatu yang dipakaikan di sebelah luar. Itu adalah suatu kehidupan yang ditempa dengan kehidupan Yesus. Itu berarti bahwa kita sedang memakaikan jubah kebenaran Kristus. Mengenai dunia, orang-orang Kristen akan mengatakan : 166 Kami tidak mau mencampuri segala macam politik. Mereka akan mengatakan dengan tegas : Kami adalah musafir-musafir dan orang-orang asing; kewarganegaraan kami ada di atas. Mereka tidak akan terlihat memilih teman-teman bagi kepelesiran. Mereka akan mengatakan : Kami telah berhenti untuk dirangsang dengan perkara-perkara kekanak-kanakan. Kami adalah orang-orang asing dan musafirmusafir, yang sedang mencari sebuah negeri yang berpondasi; yang pendiri dan pembuatnya adalah Allah.” -- Testimonies to Ministers, hal. 131.

88

“Satu saja langkah yang tidak bijaksana, satu saja tindakan yang sembrono akan menjerumuskan sidang ke dalam kesulitan-kesulitan dan cobaan-cobaan yang untuk bertahun-tahun lamanya ia mungkin tidak dapat sehat kembali. Satu saja anggota yang dipenuhi dengan ketidak-percayaan, akan memberikan manfaat kepada musuh yang besar itu sehingga akan mempengaruhi kemakmuran seluruh sidang, 167 dan banyak jiwa akan hilang sebagai akibatnya.” -- Testimonies, Jilid 3, hal. 446.

“Jika gereja-gereja menghendaki kekuatan, maka mereka harus menghidupkan kebenaran yang telah di karuniakan Allah kepada mereka. Jika para anggota gerejagereja kita melalaikan terang atas masalah ini, maka mereka akan menuai hasilnya yang pasti baik dalam kemerosotan kerohanian maupun dalam kemerosotan fisik. Dan pengaruh dari para anggota gereja yang lebih tua ini akan meracuni orangorang yang baru datang kepada iman. Tuhan sekarang tidak bekerja untuk membawa masuk banyak jiwa ke dalam kebenaran, sebab adanya anggota-anggota gereja yang belum pernah bertobat, dan orang-orang yang pernah bertobat, mereka sebaliknya sudah murtad. Pengaruh apakah yang dapat diberikan oleh anggotaanggota yang tidak berserah diri ini kepada orang-orang baru? Tidakkah mereka akan menyia-nyiakan pekabaran karunia Allah itu yang harus dibawa oleh umat- 168 Nya?” -- Testimonies, Jilid 6, hal. 371.

Baptisan -- Suatu Tanda

“Peraturan-peraturan baptisan dan perjamuan Tuhan adalah dua tonggak bangunan utama, yang satu di luar dan yang satunya di dalam sidang. Pada kedua peraturan inilah Kristus telah menuliskan nama Allah yang benar itu.”

89

“Kristus telah menjadikan baptisan itu sebagai tanda masuk kepada kerajaan kerohanian-Nya. Ini telah dibuat-Nya menjadi suatu persyaratan yang pasti dengan mana semua orang harus mengikutinya, yaitu setiap orang yang ingin diakui sebagai berada di bawah kekuasaan Bapa, Anak, dan Rohul Kudus. Sebelum orang dapat memperoleh suatu tempat tinggal di dalam sidang, sebelum melewati ambang pintu kerajaan kerohanian Allah, maka ia wajib terlebih dulu menerima cap nama Ilahi, yaitu ‘Tuhan pembenaran kita.’ Yere-

169

“Baptisan adalah suatu penolakan yang sangat bersungguh-sungguh terhadap dunia. Orang-orang yang dibaptis dalam nama trinitas Bapa, Putera, dan Rohulkudus, pada permulaan masuknya kehidupan Kekristenan mereka itu menyatakan secara resmi bahwa mereka telah meninggalkan pekerjaan pelayanan Setan, dan telah menjadi anggota-anggota keluarga kerajaan, yaitu anak- anak dari Raja Samawi. Mereka telah mematuhi perintah : ‘Keluarlah dari antara mereka itu, dan berpisahlah kamu, ....dan janganlah menjamah barang yang najis.’ Maka kepada mereka genaplah janji, ‘Aku akan menyambut kamu, dan Aku akan menjadi Bapa bagimu, maka kamu akan menjadi anak-anak-Ku laki-laki dan perempuan, demikianlah firman Tuhan Yang Maha

“Persiapan Bagi Baptisan”

“Adalah diperlukan suatu persiapan 170 yang lebih menyeluruh pada pihak caloncalon baptisan. Mereka memerlukan petunjuk-petunjuk yang lebih jujur daripada yang biasanya diberikan kepada mereka. Prinsip-prinsip kehidupan Kristen harus diperjelas kepada mereka yang baru datang kepada kebenaran. Jangan bergantung pada pengakuan iman mereka saja sebagai bukti bahwa mereka telah mem- 90 punyai suatu hubungan keselamatan dengan Kristus. Kita tidak boleh hanya mengatakan, ‘Saya percaya,’ melainkan wajib mempraktikkan kebenaran itu. Adalah oleh menyesuaikan diri kepada kehendak Allah dalam kata-kata kita, tindak tanduk kita, dan tabiat kita, barulah kita membuktikan hubungan kita dengan Dia. Apabila seseorang meninggalkan dosa, yaitu pelanggaran hukum, maka hidupnya akan dibawa ke dalam penyesuaian dengan hukum itu, yaitu ke dalam kepatuhan yang sempurna. Inilah pekerjaan dari Roh Suci. Terang dari Firman itu dipelajari dengan saksama, maka suara hati nurani, yaitu usaha-usaha Roh yang menghasilkan di 171 dalam hati kasih bagi Kristus yang murni, yaitu Dia yang telah menyerahkan diri-Nya sebagai suatu korban yang menyeluruh untuk menebus seluruh pribadi, tubuh, jiwa, dan roh. Dan kasih akan ditunjukkan dalam kepatuhan penurutan. Garis batas pemisah akan menjadi lebih jelas dan nyata diantara orang-orang yang mencintai Allah dan memeliharakan hukum-hukum-Nya, dan orang-orang yang tidak mencintai-Nya dan melalaikan segala ketentuan hukumhukum-Nya.”

“Orang-orang Kristen yang setia lakilaki dan perempuan harus memiliki perhatian yang sungguh-sungguh untuk membimbing jiwa yang bersalah kepada suatu pengetahuan kebenaran yang benar dalam Kristus Yesus. Jika seseorang telah membiarkan keinginan bagi pemanjaan diri menjadi unggul dalam hidup mereka, maka orang-orang percaya yang setia harus mengawasi jiwa-jiwa ini karena merekalah yang harus mempertanggung jawabkannya. Mereka tidak boleh melalai- 172 kan petunjuk yang setia, lemah lembut, dan penuh kasih sayang yang begitu penting bagi orang-orang baru yang muda itu supaya kiranya tidak akan ada pekerjaan yang setengah hati. Pengalaman yang pertama sekali harus benar.”

91

“Setan tidak menghendaki agar setiap orang dapat melihat akan perlunya suatu penyerahan yang menyeluruh kepada Allah. Bilamana jiwa gagal melakukan penyerahan ini, maka dosa tidak dapat ditinggalkan; selera-selera lidah dan nafsunafsu sedang berjuang untuk berkuasa; godaan-godaan mengacaukan pikiran, sehingga pertobatan yang benar tidak dapat terjadi. Jika sekiranya semua orang memiliki kesadaran mengenai pertikaian yang setiap jiwa harus hadapi melawan agen-agen Setan yang sedang berusaha untuk menjerat, membujuk, dan menyesatkan, maka akan ada lebih banyak lagi usaha yang rajin bagi orang-orang yang masih muda dalam iman.”

“Jiwa-jiwa ini, yang dibiarkan sendiri, 173 adalah seringkali digodai, tetapi mereka tidak melihat akan jahatnya godaan itu. Hendaklah mereka merasakan perlu bahwa adalah hak dan kesempatan mereka untuk meminta nasehat. Hendaklah mereka mencarikan perkumpulan orangorang yang dapat membantu mereka. Oleh bergabung dengan orang-orang yang mencintai dan takut akan Allah mereka akan memperoleh kekuatan.” -- Testimonies, Jilid 6, hal. 91 - 93.

“Tidak ada ujian masuk keanggotaan yang dapat diberikan dengan demikian telitinya daripada yang harus diberikan kepada orang-orang yang menyerahkan dirinya kepada baptisan. Harus di mengerti apakah mereka itu sedang hanya mengambil nama sebagai orang-orang Masehi Advent Hari Ketujuh, atau apakah mereka sedang mengambil tempat untuk berdiri di pihak Tuhan, untuk keluar dari dunia dan berpisah, lalu tidak menyentuh barang yang keji. Sebelum baptisan, perlu sekali diberikan pertanyaan-pertanyaan 174 yang menyeluruh mengenai pengalamanpengalaman dari para calon baptisan itu. Hendaklah pertanyaan ini dibuat bukan dalam cara yang dingin dan tidak ramah, melainkan dengan ramah, lemah-lembut, sambil menunjukkan orang-orang baru itu kepada Anak Domba Allah yang mengangkut dosa dunia. Kemukakan per-92 syaratan-persyaratan injil yang berlaku bagi para calon baptisan untuk dibaptis.”

“Salah satu pokok penting pada mana orang-orang yang baru datang kepada iman itu perlu diberi petunjuk ialah masalah pakaian. Hendaklah orang-orang baru itu ditangani dengan jujur. Apakah mereka itu sia-sia dalam berpakaian? Apakah mereka itu memeliharakan kesombongan di dalam hatinya? Berhala pakaian adalah suatu penyakit moral. Hal itu tidak boleh diikut sertakan ke dalam hidup yang baru. Dalam banyak hal, penyerahan kepada persyaratan-persyaratan injil menuntut suatu perubahan yang tegas dalam hal pakaian.”

175

“Semua perkataan Firman yang berhubungan dengan pakaian harus dipikirkan dengan saksama. Kita perlu mengerti akan apa yang disukai Tuhan Sorga itu sampai kepada pakaian yang menutupi tubuh. Semua orang yang sungguh-sungguh berusaha mencari karunia Kristus akan mematuhi perkataan-perkataan petunjuk yang berharga yang diilhami Allah. Bahkan corak mode pakaian akan mencerminkan kebenaran injil.” -- Testimonies,

“Dan sebagaimana para rasul dahulu menyatakan bahwa tidak ada penyelamatan dalam nama lain di bawah langit, yang diberikan diantara manusia, maka demikian itu juga hamba-hamba Allah harus mengamarkan dengan setia dan berani kepada orang-orang yang memeluk hanya sebagian kebenaran-kebenaran yang berkaitan dengan pekabaran yang ketiga, bahwa mereka harus menyambut semua pekabaran sebagaimana yang telah dikaruniakan Allah kepada mereka, atau 176 mereka tidak akan memperoleh bagian dalam masalah itu.” -- Early Writings, hal.

“Di dalam setiap gereja jubah-jubah baptisan harus disediakan bagi calon baptisan. Ini janganlah dianggap sebagai perbelanjaan yang tidak perlu. Ini adalah salah satu dari perkara-perkara yang di tuntut dalam penurutan kepada anjuran yang berbunyi : ‘Hendaklah segala perkara dilakukan dengan sopan dan tertib.’” 1 Korintus 14 : 40.

“Adalah tidak baik bagi sesuatu gereja untuk hanya bergantung pada peminjaman jubah-jubah gereja lainnya. Seringkali apabila jubah-jubah itu diperlukan, sekaliannya itu tidak ditemukan; ada peminjam yang lalai mengembalikannya. Setiap gereja harus menyediakan bagi segala keperluannya sendiri dalam bidang ini. Kumpulkanlah suatu dana bagi maksud ini. Jika seluruh gereja bersatu dalam hal ini, maka ia itu tidak akan menjadi beban yang berat.”

177

“Jubah-jubah itu harus dibuat dari bahan yang kuat, dari beberapa warna yang gelap agar supaya tidak mudah rusak oleh air, dan supaya diperberat pada bagian bawahnya. Jubah-jubah itu supaya bersih, rapi, berupa baju-baju yang baik bentuknya, yang dibuat sesuai pola yang telah disetujui. Tidak boleh ada hiasanhiasan, tidak boleh ada lipatan-lipatan atau dibuat ramping. Semua pameran, apakah itu berupa bentukan ramping atau perhiasan-perhiasan, sekaliannya tidak boleh ada. Bila calon-calon baptisan benar-benar memiliki kesadaran akan arti peraturan upacara itu, maka mereka tidak akan memiliki keinginan untuk menghiasi diri. Namun tidak boleh ada jorok atau ketidak-pantasan, karena ini adalah pelanggaran bagi Allah. Setiap perkara yang berkaitan dengan peraturan upacara yang suci ini harus memperlihatkan suatu persiapan yang sesempurna mungkin.” -- Testimonies, Jilid 6, hal. 97, 98.

“Apabila mungkin, maka hendaklah 178 baptisan dilaksanakan di danau yang jernih atau di dalam sungai yang mengalir. Dan manfaatkanlah kesempatan itu dengan segala kepentingan dan kesungguhan yang dapat dibawa ke dalamnya. Pada pelayanan yang sedemikian ini malaikatmalaikat Allah akan selalu hadir.”

“Orang yang melaksanakan upacara baptisan itu harus berusaha membuatnya menjadi suatu kesempatan yang khidmat, berpengaruh yang suci bagi semua penontonnya. Setiap upacara sidang harus sedemikian rupa diselenggarakan sehingga dijunjung tinggi dalam pengaruhnya. Jangan satupun dibuat menjadi biasa-biasa saja atau tak berharga, atau ditempatkan pada tingkat yang sama dengan hal-hal lainnya yang biasa. Gereja-gereja kita perlu dididik kepada rasa hormat yang lebih besar dan penghargaan bagi pekerjaan pelayanan Allah yang suci. Sambil para pendeta melaksanakan pelayanan-pelayanan yang berkaitan dengan perbaktian kepada Allah, demikian pula mereka mendidik 179 dan melatih orang banyak itu. Tindakantindakan sedikit saja yang mendidik dan melatih dan mendisiplinkan jiwa bagi kehidupan yang kekal mempunyai akibat yang luas dalam meninggikan dan menyucikan sidang.” -- Testimonies, Jilid 6, hal. 97, 98.

Kewajiban-Kewajiban Sesudah
Baptisan.

“Janji-janji yang kita ucapkan pada diri kita sewaktu baptisan merangkul banyak hal. Dalam nama Bapa, Anak, dan Roh Kudus, kita dikuburkan dalam kesamaan dengan kematian Kristus, dan dibangkitkan dalam kesamaan dengan kebangkitan-Nya, dan kita harus menghidupkan suatu kehidupan yang baru. Kehidupan kita akan terikat dengan kehidupan Kristus. Kemudian selanjutnya orang percaya harus ingat bahwa ia membaktikan diri kepada Allah, kepada Kristus, dan kepada Roh Suci. Ia harus membuat semua 95 180 perhatian duniawi menjadi yang kedua dari hubungan yang baru ini. Ia harus menyatakan dengan resmi bahwa ia tidak lagi mau hidup dalam kesombongan dan pemanjaan diri. Ia tidak boleh lagi hidup secara tak teratur, dan secara acuh tak acuh. Ia telah membuat janji dengan Allah. Ia telah mati bagi dunia. Ia akan hidup bagi Tuhan, untuk menggunakan bagi-Nya semua kemampuan yang dipercayakan kepadanya, tidak pernah akan lupa bahwa ia selalu memikul tanda nama Allah, bahwa ia adalah warga kerajaan Kristus, yaitu seorang yang ikut dalam alam keilahian. Ia harus berserah kepada Allah semua dirinya dan semua miliknya, sambil menggunakan semua pemberiannya bagi kemuliaan nama-Nya.”

“Segala kewajiban dalam persepakatan rohani yang diucapkan pada waktu baptisan adalah mengikat kedua belah pihak. Sebagai manusia yang melaksanakan bagian mereka dengan kepatuhan yang sepenuh hati, mereka berhak untuk berdoa, 181 ‘Biarlah dikenal, Tuhan, bahwa Engkaulah Allah di Israel.’ Dari kenyataan bahwa engkau telah dibaptiskan dalam nama Bapa, Anak, dan Roh Suci, adalah merupakan jaminan bahwa jika engkau meminta bantuan mereka, maka penguasapenguasa ini akan membantumu dalam setiap keperluan yang mendesak. Tuhan mau mendengar dan menjawab doa-doa yang datang dari para pengikut-Nya yang jujur yang memikul beban Kristus dan yang belajar di dalam sekolah-Nya kelemah-lembutan-Nya dan kerendahan kesederhanaan-Nya.”

“’Maka jika engkau bangkit bersama dengan Kristus, maka carilah perkaraperkara yang di atas, dimana Kristus duduk di sebelah kanan Allah. Tetapkanlah segala cita-cita hatimu pada perkaraperkara yang di atas, jangan pada perkaraperkara yang di bumi. Karena engkau akan mati, maka nyawamu akan tersimpan dengan Kristus di dalam Allah.’” Kolose 3 : 1 - 3.

182

“Sebab itu, sebagai umat pilihan Allah, yang kudus dan dikasihi-Nya, hendaklah kamu bersalutkan belas kasihan, kemurahan, rendah hati, lemah lembut, sabar menderita, bersabar seorang dengan seorang, dan bermaaf-maafan diantara sesamamu, jikalau barang seorang menaruh sakit hati terhadap yang lain; sebagaimana Kristus sudah mengampuni kamu, maka demikian itu pula hendaklah kamu saling mengampuni. Maka di atas segala perkara ini pakaikanlah kasih yang menjadi pengikat kesempurnaan. Maka hendaklah damai Allah itu memerintah di dalam hatimu, untuk mana kamu juga telah dipanggil ke dalam satu tubuh; maka hendaklah kamu bersyukur... Maka apapun yang kamu perbuat baik dalam kata atau perbuatan, hendaklah sekalian itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur kepada Allah dan kepada Bapa oleh Dia.’” Kolose 3:12 - 17. -- Counsels on Health, hal. 99.

183

Hidup Yang Sehat

“Pendidikan orang-orang Israel dahulu adalah meliputi semua kebiasaan hidup mereka. Setiap perkara yang berkenan dengan kebahagiaan mereka adalah merupakan pokok perhatian Ilahi, dan telah masuk di dalam batas lingkungan hukum Ilahi. Bahkan dalam mengadakan makanan mereka, Allah telah mencarikan bagi mereka yang terbaik. Manna yang diberikan- Nya kepada mereka untuk dimakan di padang belantara itu adalah suatu makanan alamiah yang meningkatkan kekuatan fisik, mental, dan moral. Walaupun sekian banyak dari mereka mendurhaka menentang pembatasan makanan mereka itu, lalu rindu kembali kepada hari-hari sewaktu mereka mengatakan : ‘Kami duduk dekat dengan periuk daging, dan sewaktu kami makan roti sampai kenyang.’ Namun pilihan Allah yang bijaksana bagi mereka itu telah di pertahankan dalam cara yang mereka tidak dapat ramalkan. Meskipun banyak kesulitan hidup mereka 184 di padang belantara, ternyata tidak terdapat seorangpun yang lemah diantara semua suku bangsa itu.” -- Education, hal. 38.

“Banyak yang telah mengharapkan bahwa Allah akan menghindarkan mereka dari penyakit hanya karena mereka telah memohon kepada-Nya untuk berbuat demikian itu. Namun Allah tidak menghiraukan doa-doa mereka, sebab iman mereka tidak disempurnakan oleh perbuatan-perbuatannya. Allah tidak mau mengerjakan mujizat untuk memeliharakan mereka itu dari penyakit, yaitu mereka yang tidak memeliharakan dirinya sendiri, melainkan terus-menerus menginjak-injak hukum-hukum kesehatan, dan sama sekali tidak berusaha untuk mencegah penyakit. Bilamana kita berusaha dengan sekuat tenaga kita untuk mendapatkan kesehatan, maka dapatlah kita berharap bahwa hasilhasilnya yang diberkahi akan menyusul, dan kita dapat memohon kepada Allah dalam iman untuk memberkati segala usaha kita bagi mempertahankan kesehatan. 185 Ia kemudian akan menjawab doa kita, sekiranya nama-Nya dapat dipermuliakan olehnya. Namun hendaklah semua orang mengerti, bahwa mereka mempunyai suatu tugas untuk dilaksanakan. Allah tidak mau bekerja dalam cara yang mengherankan untuk mempertahankan kesehatan orang-orang yang karena kelalaiannya sendiri memperhatikan hukum-hukum kesehatan sehingga mereka sedang menempuh suatu jalan yang pasti akan membuat dirinya sakit.” -- Counsels on Health, hal. 59.

Kebersihan

Di Israel “peraturan-peraturan sanitasi yang berlaku menyeluruh telah ditegakkan. Sekaliannya ini telah di wajibkan kepada orang banyak itu, bukan hanya perlu bagi kesehatan, melainkan juga sebagai persyaratan untuk tetap mempertahankan kehadiran Dia Yang Maha Suci itu di tengah-tengah mereka. Oleh kuasa Ilahi Musa telah memberitakan kepada mereka: 98 ‘Tuhan Allahmu berjalan di tengah-tengah perkemahanmu, untuk melepaskan kamu; ....oleh sebab itu perkemahanmu harus suci.’” -- Education, hal. 38.

“Kebersihan yang saksama maupun ketertiban yang ketat di seluruh perkemahan dan sekitarnya adalah diharuskan. Peraturan-peraturan sanitasi yang menyeluruh ditegakkan. Setiap orang yang cemar karena sesuatu sebab dilarang memasuki perkemahan. Tindakan-tindakan ini adalah perlu untuk memeliharakan kesehatan diantara sedemikian besar rombongan orang banyak itu; dan hal itu pun perlu agar ketertiban yang sempurna dan kemurnian dapat dipertahankan, supaya Israel dapat menikmati kehadiran Allah yang suci. Dengan demikian Ia menyatakan : ‘Tuhan Allahmu berjalan di tengah-tengah perkemahanmu, untuk melepaskan kamu, dan untuk menyerahkan segala musuhmu ke hadapanmu, sebab itu perkemahanmu harus suci.” -- Patriarchs and Prophets,

99

“Apabila penyakit yang berat menimpa sesuatu keluarga, maka perlu sekali setiap anggota keluarga menaruh perhatian yang ketat kepada kebersihan pribadi, dan makanan, untuk mempertahankan dirinya dalam kondisi yang sehat, dengan demikian memperkuat dirinya sendiri melawan penyakit. Juga adalah penting sekali agar kamar si sakit, sejak pertama sekali diberi ventilasi (lubang-lubang udara pada tembok) yang memadai. Ini adalah bermanfaat bagi si penderita, dan sangat perlu untuk memeliharakan dengan baik orang-orang yang terpaksa tinggal di dalam kamar si sakit untuk suatu jangka waktu lama.”

“Sejumlah besar penderita dapat ditolong jika semua orang mau berusaha mencegah penyakit, dengan cara mematuhi dengan ketat hukum-hukum kesehatan. Kebiasaan-kebiasaan kebersihan yang ketat harus dipatuhi. Banyak orang, selagi masih sehat, tidak mau bersusah payah untuk tetap bertahan dalam kondisi yang 188 sehat. Mereka melalaikan kebersihan pribadi; dan mereka tidak berhati-hati memeliharakan pakaian mereka dengan bersih. Kotoran-kotoran adalah selalu dan secara tidak kelihatan lewat dari badan, melalui lubang pori-pori, dan jika sekiranya permukaan kulit tidak terpelihara dalam kondisi yang sehat, maka jaringan tubuh akan dibebani dengan hal-hal yang tidak bersih. Jika pakaian yang dipakai tidak seringkali dicuci, dan berulang kali dijemur di udara, maka ia itu akan menjadi kotor dengan kotoran-kotoran yang terbuang dari tubuh oleh keringat yang sehat maupun yang tidak sehat. Dan jika pakaianpakaian yang dipakai tidak seringkali dicuci dari kotoran-kotoran ini, maka lubang pori-pori dari kulit akan kembali mengisap sisa kotoran yang terbuang itu. Kotorankotoran tubuh itu jika tidak dibuang, maka ia itu akan terambil kembali ke dalam darah, dan terdesak memasuki organorgan tubuh yang di dalam. Untuk menolong dirinya sendiri dari kotoran-kotoran yang beracun, maka Alam melakukan 189 suatu usaha membebaskan jaringan itu. Usaha ini akan menghasilkan demamdemam, dan apa yang disebut penyakit. Tetapi pada waktu itu, jika mereka yang menderita itu mau membantu Alam dalam segala usahanya, dengan menggunakan air yang murni dan lunak, maka banyak penderita akan dapat dicegah. Tetapi banyak orang, gantinya berbuat demikian, dan berusaha menyingkirkan kotoran yang beracun itu dari jaringan tubuh, mereka justru memasukkan suatu racun yang lebih mematikan lagi ke dalam jaringan, untuk menyingkirkan suatu racun yang sudah ada di sana.”

“Jika setiap keluarga dapat menyadari akan hasil-hasil yang bermanfaat dari kebersihan yang menyeluruh, maka mereka akan melakukan usaha-usaha istimewa untuk menyingkirkan setiap kotoran dari pribadi-pribadi mereka, dan dari rumah-rumah mereka, dan mereka akan memperluas usaha-usaha mereka sampai kepada tanah-tanah pekarangan mereka. 190 Banyak orang menderita karena bahan tumbuh-tumbuhan yang membusuk yang tersisa di sekitar tanah pekarangan mereka. Mereka tidak sadar akan pengaruh dari benda-benda ini. Adalah selalu timbul dari bahan-bahan yang membusuk ini suatu bau yang meracuni udara. Oleh menghirup udara yang tidak bersih, maka darah akan terkena racun, paru-paru akan terkena akibatnya, dan seluruh jaringan tubuh terkena penyakit. Penyakit dari hampir setiap bentuk akan disebabkan karena menghirup udara yang diracuni oleh bahan-bahan yang membusuk.”

“Para keluarga telah menderita susah dengan demam-demam, sebagian anggota keluarga mereka telah meninggal, maka bagian lingkungan keluarga yang sisanya sudah hampir bersungut-sungut menentang Pencipta mereka karena kesedihan mereka ditinggal mati, sedangkan satusatunya sebab dari semua penyakit dan kematian mereka itu adalah akibat dari kecerobohan mereka sendiri. Kotoran- 191 kotoran di sekitar tanah pekarangan mereka sendiri telah mendatangkan atas mereka penyakit-penyakit menular, dan penderitaan-penderitaan yang menyedihkan itulah yang mereka tuduhkan kepada Allah. Setiap keluarga yang menghargai kesehatan harus membersihkan rumahrumah mereka dan tanah-tanah pekarangan mereka dari semua bahan-bahan yang membusuk.”

“Allah memerintahkan bahwa bani Israel dilarang membiarkan kotoran-kotoran melekat pada tubuh-tubuh mereka, atau pada pakaian mereka. Mereka yang memiliki sesuatu kecemaran tubuh diasingkan di luar perkemahan sampai malam hari, dan kemudian mereka diharuskan membersihkan diri dan pakaiannya sebelum mereka diperkenankan masuk ke dalam perkemahan. Mereka juga diperin-

101 tahkan Allah supaya tidak memiliki kotoran-kotoran di tanah-tanah pekarangan mereka dalam suatu jarak yang luas dari perkemahan itu, jangan sampai Tuhan 192 berjalan lalu dan melihat akan kecemaran mereka itu.”

“Mengenai kebersihan, apa yang dipersyaratkan Allah bagi umat-Nya di waktu ini tidak kurang daripada yang telah dipersyaratkan-Nya bagi Israel kuno yang lalu. Melalaikan kebersihan akan mendorong penyakit. Sakit dan kematian yang prematur tidak akan datang tanpa sebab. Demam-demam yang sukar disembuhkan dan penyakit-penyakit yang kejam telah merajalela di tetangga-tetangga dan kampung-kampung yang tadinya dianggap sehat, dan beberapa orang telah meninggal, sedangkan yang lainnya telah ditinggalkan dengan keadaan jasmani yang rusak, menjadi pincang dengan penyakit untuk seumur hidup. Dalam banyak contoh ternyata pekarangan-pekarangan mereka sendiri yang mengandung agen pembinasa itu, yang telah mengeluarkan racun yang mematikan ke dalam udara, dihirup oleh keluarga itu dan oleh tetangganya. Kelalaian dan kecerobohan 193 yang seringkali disaksikan adalah seperti binatang, dan kebodohan terhadap akibatakibat dari perkara-perkara yang sedemikian ini bagi kesehatan adalah mengherankan. Tempat-tempat yang sedemikian ini harus dibersihkan kembali, terutama dalam musim panas, dengan kapur atau abu, atau oleh penimbunan setiap hari dengan tanah.” -- Counsels on Health, hal. 61 - 63.

194

“Tuhan mengetahui bagaimana me-lepaskan orang yang beriman itu dari segala godaan, dan menyimpan orang yang tidak benar itu sampai kepada hari pengadilan untuk dihukum; terutama mereka yang berjalan mengikuti ke-inginan daging itu dalam nafsu yang cemar, dan yang meremehkan pemerin-

“Hendaklah segala perkara dilaku-kan dengan sopan dan dalam teratur.” 1 Korintus 14 : 40.

102

195

Surat dialamatkan kepada:

Universal Publishing Association

(Kantor Pusat)

Waco, Texas 76714

U S A

Universal Publishing Association

(Divisi Indonesia)

P. O. Box 6965/JAT-PK

Jakarta 13710

e-mail:

gadsdaid@yahoo.com

dikerjakan oleh:

Penerbitan 2019

Januari 2021

196

UNIVERSAL PUBLISHING ASSOCIATION
P.O. BOX 7613
WACO, TX 76714

Teks dikonversi dari edisi PDF. Nomor halaman sesuai dengan buku cetak.