Perpustakaan PDF
Traktat - No. 8

Gunung Sion pada “Jam Kesebelas”

8TK

Judul asli:

Mount Sion At "The Eleventh Hour"

Copyright 1937, 1941

Telah Memiliki Hak Cipta

V. T. HOUTEFF

Untuk mencapai setiap pikiran pencari

kebenaran yang ingin meluputkan diri dari jalan yang menuju kepada kebinasaan tubuh dan jiwa, maka traktat ini disebarkan dengan cuma-cuma selama persediaannya.

TRAKTAT NO. 8

Dicetak di Jakarta

INDEKS

Hal GUNUNG SION PADA “JAM

Berdiri Bersama-sama dengan Anak

Orang-Orang Israel Yang Sesungguhnya –

Tidak Perlu Berasal Dari Bangsa Yahudi Yang Dikenal Yang Ada Sekarang .......... 11 Sebutan-Sebutan Israel, Ephraim,

Dua Potongan Kayu Yang Tergabung ... 21

Keadaan Sidang Pada Menjelang

Akan Menjadi Sebuah Pemerintahan

Gambar Kerajaan itu Dilukiskan ............ 76 Mengapa Daud Merupakan Contoh? .... 80 Allah akan Membuatnya Menjadi

Sebuah Kerajaan Perdamaian ............... 112 Menyerahkan Kepada Allah

Dalam Keadaannya Yang Suci .............. 127 Perjanjian Dalam Contoh Saingan ....... 134 Anak Domba Menuju Ke Penguasa

Mereka Yang Setia Bertindak Segera ... 173

1

GUNUNG SION PADA
“JAM KESEBELAS”

“Karena sebab Sion tiada Aku hendak berdiam diri-Ku, dan karena sebab Ye-rusalem tiada Aku hendak berhenti ber-istirahat, sampai kebenarannya terbit se-perti cahaya terang, dan keselamatannya seperti lampu yang bernyala. Maka segala orang Kafir akan menyaksikan kebena-ranmu, dan segala raja akan kemuliaan-mu; maka kamu akan dipanggil dengan sebuah nama yang baru, yang akan di-tentukan oleh mulut Tuhan. Engkau juga akan menjadi sebuah mahkota kemuliaan di dalam tangan Tuhan, dan sebuah teng-kuluk kerajaan di dalam tangan Allah-

Ajaibnya kasih Ilahi! Hasil dari “perjanjian yang termahal” bahwa Allah akan terus berbicara kepadanya sampai kelak ia menjadi sebuah terang yang besar, kuat, dan gilang-gemilang cahayanya di seluruh 2 dunia dan “sebuah mahkota kemuliaan di dalam tangan Tuhan” — yaitu sidang yang terlihat

Berdiri Bersama-sama Dengan Anak

Domba Di Atas Gunung Sion.

“Wahyu dari Yesus Kristus, yang di-anugerahkan Allah kepada-Nya, untuk ditunjukkan kepada hamba-hamba-Nya perkara-perkara yang harus jadi dengan segeranya; maka diutus-Nya malaikat-Nya memberitahukan kepada hamba-Nya Yohanes.” Wahyu 1 : 1.

Penegasan ini bahwa peristiwa-peristiwa nubuatan yang Yohanes telah dikuasakan untuk mencatat, “akan jadi”, bukan sebelumnya, melainkan “segera” setelah ia memperoleh Wahyu dari hal mereka itu, menunjukkan bahwa nubuatan-nubuatan dari buku Wahyu akan digenapi dalam masa periode sejarah Wasiat Baru.

3

“Dan aku melihat, dan lihatlah, Anak Domba itu berdiri di atas Gunung Sion, dan bersama-sama dengan Dia ada seratus 3 empat puluh empat ribu orang yang me-miliki nama Bapa-Nya tertulis pada dahi mereka. Maka aku dengar suatu suara dari langit seperti bunyi banyak air men-deru dan seperti bunyi guruh yang besar; dan aku mendengar bunyi para pemetik kecapi yang memetik kecapinya; dan me-reka itu menyanyikan sebuah nyanyian yang baru bunyinya di hadapan tahta itu, dan di hadapan keempat binatang itu dan para tua-tua itu; dan tiada seorang pun dapat mempelajari nyanyian itu, ter-kecuali mereka yang seratus empat puluh empat ribu yang telah ditebus dari bumi.”

Mendahului peristiwa nubuatan ini (berdirinya mereka yang 144.000 itu di atas Gunung Sion) “sebuah pintu telah terbuka di dalam sorga; dan suara yang pertama sekali ku dengar”, demikian kata Yohanes, “ialah bagaikan sebuah trompet yang berbicara kepadaku yang mengatakan : Naiklah kemari, maka aku akan menun-jukkan kepadamu perkara-perkara yang harus terjadi kemudian. Dan segeralah aku berada dalam Roh : maka tengoklah, 4 sebuah tahta diletakkan di sorga, dan se-seorang duduk di atas tahta itu. Dan Ia yang duduk itu rupanya seperti permata yaspis dan permata sardis; dan adalah sebuah pelangi mengelilingi tahta itu, se-perti zamrud rupanya. Maka sekeliling tahta itu terdapat dua puluh empat tempat duduk, dan pada tempat duduk-tempat duduk itu aku melihat dua puluh empat tua-tua sedang duduk, yang berpakaian putih-putih, dan di atas kepala mereka itu terdapat mahkota emas. Dan di hadapan tahta itu terdapat suatu laut kaca yang bagaikan kristal dan di tengah-tengah 4 tahta itu; dan sekeliling tahta, terdapat empat binatang yang penuh dengan mata di hadapan dan di belakang.” Wahyu 4 :

“Maka setelah diambilnya kitab itu bersujudlah keempat binatang itu dan dua puluh empat tua-tua itu di hadapan Anak Domba, masing-masingnya memi-liki kecapi dan botol emas yang penuh dengan bau-bauan, yaitu segala doa dari semua orang suci. Dan aku memandang, maka aku dengar suara dari banyak ma-5 laikat yang mengelilingi tahta itu dan binatang-binatang itu dan para tua-tua itu; maka jumlah mereka itu adalah sepuluh ribu kali sepuluh ribu, dan beribu-ribu; yang mengatakan dengan suara keras : ‘Berlayaklah Anak Domba yang sudah tersembelih itu menerima kuasa dan se-mua kekayaan, dan hikmat, dan kekuatan, dan hormat, dan kemuliaan, dan berkat.”

Anak Domba itu, pada mulanya berdiri di hadapan tahta di dalam sorga, Ia kemudian berdiri bersama-sama dengan mereka yang 144.000 itu di atas Gunung Sion, di bumi, walaupun para Tua-Tua dan Binatang-Binatang yang berada mengelilingi tahta itu tetap berada di dalam sorga. Dengan demikian, maka untuk memahami peristiwa nubuatan ini secara keseluruhan dengan tepat, kita harus membedakan dengan teliti bagian mana yang terjadi di dalam sorga dari bagian mana yang terjadi di bumi.

Tujuh pelita itu (ayat 5) yang merupakan bagian dari perlengkapan-perlengka- 6 pan tempat kesucian, memberikan bukti nyata, bahwa pemandangan tahta sorgawi itu memang terjadi di dalam tempat kesucian, sebaliknya pemandangan Sion yang berikutnya itu berlangsung di atas Gunung Sion, yaitu tanah pekarangan istana Raja di bumi, bukan di atas Gunung Moriah, tanah-tanah pekarangan tempat kesucian itu, dimana ia itu mungkin perlu harus 5 mengambil tempat kalau saja sekiranya ia itu menunjukkan bahwa peristiwa itu terjadi di dalam tempat kesucian. Sebab itu kedua pemandangan ini adalah mengenai dua peristiwa yang berbeda, di dua lokasi yang berbeda — yaitu berdirinya tahta itu di dalam sorga, dan berdirinya orangorang tebusan bersama-sama dengan Anak Domba itu di bumi sementara kegiatankegiatan di dalam pemandangan tahta itu masih berlangsung.

Lagi pula, perkataan yang berbunyi : “Aku hendak menunjukkan kepadamu perkara-perkara yang harus jadi kemudian kelak”, menempatkan peristiwa-peristiwa ini dalam sejarah Kristen. Dan perkataan yang berbunyi : ‘berdiri seekor Anak Dom- 7 ba yang bagaikan telah tersembelih” (bermandikan darah sebagai pengganti manusia yang berdosa), menempatkan mereka itu dalam masa kasihan.

Kemudian oleh memperbandingkan

dan Wahyu 5 : 1, 11 (sudah dikutip), maka nyatalah jelas bahwa kedua khayal itu adalah mengenai peristiwa yang sama — yaitu pehukuman. Yang satunya mengungkapkan peristiwa itu yang jadi dalam masa periode tahap kedua dari binatang tak tergambarkan, yaitu setelah tanduknya yang memiliki mata manusia dan sebuah mulut yang berbicara perkara-perkara besar yang telah menghojat itu (sesudah Romawi Kristen memerintah), dan sebelum binatang itu dibunuh dan tubuhnya dibuang di dalam api yang bernyala-nyala (Daniel 7 : 11) sebelum kebinasaan Romawi. Dan khayal yang lainnya mengungkapkan peristiwa itu yang jadi dalam sesuatu masa sejarah Kristen, dan selama dalam masa kasihan.

Daniel menyaksikan tahta-tahta itu tu- 8 run, dan “Yang Tiada Berkesudahan Hari- Nya itu”, yaitu Hakim itu duduk, menunjukkan bahwa baik Dia maupun tahtatahta-Nya itu sebelumnya tidak ada di situ. Jelaslah pada tahta-tahta yang sisanya itu, “tempat duduk-tempat duduk”, telah 6 duduk dua puluh empat tua-tua itu. Dan akhirnya ia melihat “Anak Manusia”, yaitu Kristus, Pembela itu, yang dibawa ke hadapan “Yang Tiada Berkesudahan Hari-Nya itu”. Baik Daniel maupun Yohanes sama-sama menyaksikan “sidang pehukuman ….. duduk, dan buku-buku itu …… dibuka”.

Maka karena Yohanes menyaksikan mereka yang 144.000 itu berdiri di Gunung Sion bersama-sama dengan Anak Domba itu setelah sidang pehukuman dimulai dan sebelum ia itu berakhir, maka peristiwa itu dengan sendirinya akan datang bukan sebelumnya ataupun sesudah pehukuman itu, melainkan selama sidang pehukuman itu berlangsung.

Dan sekarang ingatlah bahwa khayal Yohanes mengenai “Anak Domba itu ber-9 diri di atas Gunung Sion” (Wahyu 14 : 1) mengungkapkan Kristus sebagai Juruselamat, sebaliknya khayalnya mengenai “Singa dari suku bangsa Yehuda” yang berdiri di hadapan sidang pehukuman itu mengungkapkan Dia sebagai Raja. Secara berkaitan, keduanya itu menunjukkan bahwa sementara Ia pada waktu itu adalah Juruselamat, Ia pun pada waktu yang sama adalah Raja atas segala raja.

Sekarang jelaslah dari hal kapan mereka yang 144.000 itu muncul, maka menyusul perhatian yang lebih meningkat lagi terhadap siapa sebenarnya mereka itu. Melihat bahwa mereka itu adalah pengikut-pengikut Anak Domba itu (orangorang Kristen), dan juga adalah “anak-anak Yakub”, maka sebab itu mereka adalah

Orang-Orang Israel Yang
Sesungguhnya — Bukan Orang-

Orang Kafir.

Siapa sajapun yang sudah bertobat menjadi Kristen, menerima Kristus sebagai 10 Juruselamat pribadinya, ia telah memiliki suatu pengalaman yang selengkapnya telah meruntuhkan dan telah merobah semua rencana dan harapannya yang semula, yaitu keseluruhan jalan kehidupannya. Ia telah menyangkal dunia berikut semua “kesenangan dosanya yang hanya sementara waktu itu” (Ibrani 11 : 25), dan ia telah menjadi suatu makhluk kejadian ba- 7 ru di dalam Kristus, dilahirkan kembali, menjadi pewaris kerajaan yang sesuai dengan perjanjian itu! Inilah yang Yesus maksudkan pada waktu Ia mengatakan kepada Nikodemus : “Engkau harus dilahirkan kembali.” Dan Paulus, karena ingat akan pengalaman ini, ia mengatakan: “Jika kamu adalah milik Kristus, maka kamu adalah benih Abraham, dan pewaris-pe-waris yang sesuai dengan perjanjian itu.” Galatia 3 : 29.

Oleh sebab itu, tanpa memandang apakah seseorang adalah Yahudi atau Kafir, ia tidak mungkin memperoleh bagian di dalam kerajaan Kristus, terkecuali melalui kelahiran yang kedua, oleh mana ia akan menjadi salah satu dari benih Abraham. 11 Namun demikian, perobahan kerohanian ini tidak akan menentukan identitas bangsa dan garis keturunan suku bangsa seseorang. Dengan kata lain, perobahan kerohanian itu tidak mungkin membuat seseorang menjadi orang Yehuda jika ia bukanlah keturunan dari Yehuda, ataupun membuatnya menjadi seorang Ephraim jika ia bukan keturunan dari Ephraim. Akibatnya, karena mereka yang 144.000 itu adalah anak-anak Yakub, mereka tidak mungkin berasal dari bangsa-bangsa Kafir. Oleh sebab itu, maka mereka terutama adalah dari garis keturunan Yakub, walaupun

Tidak Perlu Berasal Dari Bangsa
Yahudi Yang Dikenal Yang Ada

Sekarang.

Sepuluh suku bangsa itu (kerajaan Israel) telah dibawa pergi, tercerai-berai di seluruh kota-kota orang-orang Medi (2 Raja-Raja 17 : 6), dan dengan demikian mereka telah tenggelam di dalam lautan kehidupan dari bangsa-bangsa sekitarnya 12 dan telah berassimilasi dengan mereka itu, sehingga sebagai bangsa mereka tidak lagi dikenal dalam perhitungan manusia.

Demikian pula halnya, karena dua suku bangsa itu (kerajaan Yehuda) telah dibawa pergi masuk ke Babil, dengan hanya sebagian kecil yang kembali ke Yerusalem 8 sesudah tujuh puluh tahun perhambaan mereka selesai, maka sejumlah besar mereka itu pun telah kehilangan identitasnya.

Kemudian juga, sidang Kristen yang mula-mula telah dibentuk terdiri dari hanya orang-orang Yahudi, yaitu para rasul, mereka yang 120 orang itu yang berada di dalam ruangan atas (Kisah 1 : 15), dan 3000 orang yang telah bertobat pada hari Pantekosta (Kisah 2 : 41) sekaliannya adalah orang-orang Yahudi, karena sesungguhnya adalah hampir semua mereka yang “telah bertambah setiap hari” selama tiga setengah tahun pertama sesudah penyaliban itu

sesudah masa periode ini berlalu, dan para rasul itu ditugaskan untuk membawa Injil kepada orang-orang Kafir (Kisah 13 : 46), 13 maka lebih banyak lagi orang-orang Yahudi yang telah menjadi Kristen, dan selanjutnya sebagai orang-orang Kristen, bukan sebagai orang-orang Yahudi, mereka telah tercerai-berai di antara bangsa-bangsa di dunia.

Oleh sebab itu, jelaslah bahwa dalam masing-masing contoh peristiwa kebanyakan anak-anak Yakub itu telah kehilangan ciri-ciri kebangsaannya. Tetapi, karena Tuhan senantiasa tetap memeliharakan silsilah keturunan dari segala bangsa, khususnya dari anak-anak Yakub itu, maka sebagaimana telah dijanjikan-Nya, Ia akan “menyebut Rahab dan Babil bagi mereka yang mengenal akan Daku; lihatlah, orang Philistine, dan Tsur, dengan orang Ethiopia; orang ini lahir di sana. Dan dari hal Sion akan dikatakan, bahwa orang ini dan orang itu telah lahir di dalam-nya, maka Allah Yang Maha Tinggi juga yang akan meneguhkan dia. Tuhan akan menghitung, apabila didaftarkan-Nya umat itu, bahwa orang ini telah lahir di sana. Selah.” Mazmur 87 : 4 - 6.

14

Dengan demikian adalah jelas dan aneh tetapi itulah kenyataan, bahwa tidak seorang pun yang ada sekarang dapat membuktikan asal keturunannya terkecuali orang Yahudi yang dikenal, dengan hasil bahwa mereka yang 144.000 itu akan da- 9 pat dihimpun dari hampir setiap bangsa, suku bangsa, bahasa, dan umat, dan merekapun adalah anak-anak Yakub.

“Maka akan jadi kelak pada hari itu“, demikianlah firman nubuatan dalam hubungan ini, “bahwa Tuhan akan kem-bali mengangkat tangan-Nya pada kedua kalinya untuk mendapatkan kembali umat-Nya yang lagi tinggal itu, yang lagi tinggal dari Assiria, dan dari Mesir, dan dari Patros, dan dari Kush, dan dari Elam, dan dari Shinar, dan dari Hamath, dan dari pulau-pulau yang di lautan. Maka Ia akan menegakkan suatu tanda alamat bagi segala bangsa, dan akan dihimpun-kan-Nya segala orang Israel yang sudah terhalau itu, dan mengumpulkan bersama semua orang Yehuda yang tercerai-berai itu dari seluruh empat penjuru bumi. Dan akan jadi kelak pada hari itu, bahwa Tu-15 han akan mengirik mulai dari saluran su-ngai itu sampai ke aliran di Mesir, maka kamu akan dihimpunkan satu demi satu,

Oleh sebab itu, karena sejarah, logika, dan Injil mengkombinasikan kenyataankenyataan sekaliannya untuk membuktikan secara bersyarat, bahwa Allah telah memeliharakan silsilah keturunan dari cabang yang terpilih dari bangsa manusia ke depan sejak dari Adam sampai kepada Nuh (Matius 1 : 1 - 17), dan ke belakang sejak dari Yesus sampai kepada Adam (Lukas 3 : 23 - 38), maka Ia harus juga, demi untuk suatu alasan yang sama, dapat memeliharakan identitas dari umat pilihan yang ada sekarang. Dan ini, kita saksikan, adalah tepat sama dengan yang diperbuat- Nya dalam menentukan garis keturunan dari mereka yang 144.000 itu, yaitu “ber-asal dari semua suku bangsa bani Israel”. Wahyu 7 : 4. Dan sungguhpun kita belum

10 mengetahui siapakah kita ini, maka Dia Yang Maha Mengetahui semua dari hal kita, bahkan sampai kepada helai rambut yang terakhir dari masing-masing kepala 16 kita, Ia mengetahui dengan tepat asal usul keturunan kita, walaupun mereka yang dari antara kita itu yang akan kelak dihimpun dari benih Yakub, oleh nabi itu dikatakan, adalah “seperti pasir di laut”, sebaliknya secara perbandingan, bangsa Yahudi yang dapat dikenal pada waktu ini hanya berupa segelintir manusia di antara bangsa-bangsa, sehingga oleh karenanya mereka tidak mungkin pada waktu ini tergolong orang-orang yang diaplikasikan dengan

Sebutan-Sebutan Israel, Ephraim,

Yusuf Itu.

Kembali sejenak kepada pendekatan sejarah terhadap pokok masalah kita, kita ingat bahwa setelah kematian Solaiman, maka bangsa Israel (dua belas suku itu) telah terbagi menjadi dua kerajaan yang

Kerajaan sepuluh suku yang menempati bagian utara dari tanah perjanjian adalah disebut “Israel”, juga Ephraim, dan kadang-kadang juga disebut rumah Yusuf : 17 disebut “Israel”, karena sebab mayoritas dari suku bangsa itu; Ephraim (Yesaya 11 : 13), karena raja-rajanya berasal dari Ephraim; dan Yusuf (Yehezkiel 37 : 16), karena ia adalah ayah dari Ephraim. Tetapi kerajaan dari dua suku itu yang menempati bagian selatan, telah disebut “Yehuda”, karena raja-rajanya berasal dari suku Yehuda, dan oleh sebab itu semua keturunannya disebut “orang-orang Yahudi”. Sesuai dengan itu, maka sebutan “Israel” seringkali hanya berlaku terhadap sepuluh suku itu saja. Dengan demikian apabila sesudah ini selanjutnya di dalam halaman-halaman buku ini pembaca menjumpai sebutan-sebutan “Yehuda”, “Israel”, “Ephraim”, dan “Yusuf”, ia akan dapat memahami dengan tepat siapa yang di-

11 maksudkan oleh mereka itu, lalu dengan demikian sementara kita terus maju, mereka akan lebih memahami rencana Allah bagi pengumpulan dua belas suku bangsa Israel itu, dan untuk menghimpunkan mereka kembali di dalam

18

Sebuah Kerajaan Besar.

“Kerajaan sorga itu”, demikian kata Kristus, “adalah diumpamakan dengan sebiji sesawi yang diambil orang lalu di-taburkannya di ladangnya. Sungguhpun itu adalah yang terkecil daripada segala benih, namun apabila ia tumbuh, maka ia adalah yang terbesar di antara segala pokok sayur-sayuran, dan ia akan menja-di sebuah pohon sehingga burung-bu-rung di udara datang dan hinggap pada segala dahannya.” Matius 13 : 31, 32. “Na-mun demikian bilangan bani Israel akan kelak bagaikan pasir di pantai laut, yang tidak dapat diukur ataupun dihitung banyaknya; maka akan jadi kelak, bahwa di tempat dimana pernah dikatakan ke-pada mereka, ‘kamu bukanlah umat-Ku’, di sanalah akan dikatakan kepada me-reka, ‘kamulah anak-anak laki-laki dari Allah yang hidup.” Hosea 1 : 10.

Setelah mendengarkan ajaran-ajaran Kristus, kemudian menolak-Nya dan menyalibkan Dia, maka bangsa Yahudi telah mendatangkan atas kepala mereka malapetaka yang telah diucapkan Allah atas 19 mereka itu sewaktu oleh perantaraan nabi- Nya Ia mengatakan : “Kamu bukanlah umat-Ku, dan Aku tidak mau menjadi Allahmu”, walaupun pada waktu yang sama dengan kemurahan-Nya yang besar, Ia telah meninggalkan janji yang tertulis sebagai berikut: “Di tempat dimana pernah dikatakan kepada mereka (Israel kuno), ‘Kamu bukanlah umat-Ku’, disanalah akan dikatakan kepada mereka (Israel kuno), ‘Kamulah anak-anak laki-laki dari Allah yang hidup.” (Lihat Roma 9 : 24 - 26).

12

Demikianlah dengan gembira, maka umat yang sama itu, yaitu Israel dan Yehuda, yang pernah telah disingkirkan dan di cerai-beraikan, mereka kelak “pada hari” itu (sejarah kita sekarang) disambut kembali lalu “berhimpun bersama-sama, lalu diangkat oleh mereka sendiri seorang kepala, lalu mereka akan keluar dari tanah itu.” Hosea 1 : 11.

Setelah tinggal “berhari-hari lamanya tanpa raja” (nasib mereka semenjak dari zaman perhambaan mereka di Babil sampai kepada hari ini), “maka bani Israel itu 20 akan ..... pada akhirnya” (pada sesuatu masa yang akan datang), demikianlah kata Injil, “..... kembali, lalu mencari Tuhan Allah mereka, dan Daud raja mereka; maka mereka akan takut akan Tuhan dan akan kebaikan-Nya di akhir zaman.”

Tetapi karena Daud, raja dari Israel kuno itu, telah mati bertahun-tahun lamanya pada waktu nubuatan ini dibuat, dan karena ini pun belum pernah digenapi, maka ia itu adalah contoh dari Daud yang akan datang.

Sesuai dengan itu, maka itu adalah mereka yang “takut akan Tuhan dan akan kebaikan-Nya (orang-orang Kristen) di akhir zaman” (sejarah kita sekarang), yang akan mengangkat seorang “kepala” atau “raja” — Daud contoh saingan itu.

(Bagi penyelidikan yang lengkap terhadap Hosea 1 dan 2, bacalah buku kami yang berjudul, Berita-Berita Terakhir Bagi Ibu, Traktat No. 4).

Dari fakta-fakta yang jelas di dalam 21 paragraf-paragraf terdahulu kita saksikan, bahwa bani Israel yang telah tercerai-berai dan tanpa raja selama “banyak hari” ini, mereka akan “kembali”, bukan sebagai orang-orang Yahudi, melainkan sebagai orang-orang Kristen. Penggabungan kembali kedua kerajaan kuno itu, yaitu Yehuda dan Israel, adalah dikemukakan dalam

13 simbol

Dua Potongan Kayu Yang

Tergabung.

“Adapun engkau, hai anak Adam,” demikianlah firman Tuhan, “ambillah akan dirimu sepotong kayu, dan tuliskan-lah di atasnya, bagi Yehuda, dan bagi se-gala bani Israel kawan-kawannya; kemu-dian ambillah sepotong kayu yang lain, dan tulislah di atasnya, bagi Yusuf, kayu Ephraim, dan bagi seluruh isi rumah Israel kawan-kawannya; lalu gabungkan-lah keduanya satu dengan yang lainnya menjadi satu potong kayu, maka kedua-nya akan menjadi satu jua di dalam ta-nganmu.”

22

“Maka bilamana bani bangsamu kelak berkata kepadamu bunyinya : Tidakkah engkau mau memberitahukan kami apa yang kamu maksudkan dengan semua ini? Katakanlah

Ilustrasi
23

kepada mereka, demikianlah firman Tu-han Hua, tengoklah, Aku akan mengam-bil kayu Yusuf yang di tangan Ephraim itu dan segala suku bangsa Israel kawan-kawannya, dan Aku akan memperhu-bungkan mereka dengan dia, yaitu deng-an kayu Yehuda, dan Ku jadikan mereka itu sepotong kayu jua, maka mereka akan kelak menjadi satu di dalam tangan-Ku”.

“Maka kayu-kayu yang padanya telah engkau tulisi itu hendaklah berada di dalam tanganmu di hadapan mata me-reka itu. Lalu katakanlah kepada mereka itu, demikianlah firman Tuhan Hua, bah-

15 wasanya Aku akan mengambil kelak bani Israel dari antara segala orang Kafir ke mana mereka itu telah pergi, dan Aku akan menghimpunkan mereka itu dari mana-mana, lalu membawa kembali me-reka ke dalam negeri mereka sendiri. Dan Aku akan menjadikan mereka satu bangsa jua di tanah di atas segala pe-gunungan Israel; dan seorang raja akan menjadi raja atas mereka sekaliannya, dan tiada lagi mereka itu dua bangsa, dan tiada lagi mereka itu dibagi menjadi dua 24 kerajaan. Dan tiada lagi mereka itu akan mencemarkan dirinya dengan segala ber-halanya, atau dengan segala barang yang keji ataupun dengan apapun juga pe-langgarannya, melainkan Aku akan me-lepaskan mereka itu dari segala tempat dimana mereka itu telah berbuat dosa, dan Aku akan menyucikan mereka itu. De-mikianlah mereka akan menjadi umat-Ku, dan Aku akan menjadi Allahnya. Dan hamba-Ku Daud akan menjadi raja atas mereka itu, maka mereka semuanya akan memiliki seorang gembala, mereka juga akan berjalan menurut hukum-hukum-Ku serta mematuhi semua syariat-Ku dan melaksanakannya. Dan mereka akan tinggal di dalam negeri yang telah Ku karuniakan kepada Yakub hamba-Ku di tempat mana telah diam segala nenek moyangmu; maka mereka akan diam di sana, baik mereka baik segala anak cucu-nya sampai selama-lamanya; dan Daud hamba-Ku akan menjadi raja mereka itu sampai selama-lamanya.” Yehezkiel 37 :

Gambaran nubuatan ini hampir-ham- 25 pir tidak perlu lagi diinterpretasikan, karena ia itu sudah cukup jelas; menunjukkan bahwa kedua kerajaan kuno itu, yaitu Yehuda dan Israel, masih akan dihimpunkan lagi dari antara “orang-orang Kafir”, di antara siapa mereka itu sudah lama tercerai-berai, dan bahwa mereka akan kembali menjadi suatu bangsa yang besar — “suatu

16 kerajaan, yang kelak tidak pernah lagi dapat dibinasakan.” Daniel 2 : 44.

“Lagi pula”, demikianlah firman Tuhan, “Aku hendak membuat suatu perjan-jian damai dengan mereka itu, yaitu sua-tu perjanjian yang kekal dengan mereka itu; maka Aku akan menempatkan me-reka serta memperbanyak mereka itu, dan Aku akan menempatkan tempat suci-Ku di tengah-tengah mereka itu untuk selama-lamanya. Tempat kedudukan-Ku (tabernakel) akan juga berada dengan me-reka itu, sesungguhnya Aku akan men-jadi Allahnya, dan mereka akan menjadi umat-Ku. Maka segala orang Kafir kelak akan mengetahui, bahwa Akulah Tuhan yang menyucikan Israel, bilamana tempat suci-Ku kelak berada di tengah-tengah 26 mereka itu untuk selama-lamanya.” Ye-

Oleh karena Allah mengatakan, bahwa Ia akan “memperbanyak mereka itu” apabila mereka kembali menjadi sebuah kerajaan, dan bahwa “segala orang Kafir akan mengetahui, bahwa Akulah Tuhan yang menyucikan Israel”, dan karena Ia tidak mungkin dapat “memperbanyak” ataupun “menyucikan” setelah masa kasihan berakhir, maka kedua kerajaan kuno itu harus didirikan kembali dan digabungkan selama masa kasihan, yaitu

“Masa-Masa Pengembalian”.

Karena mereka yang 144.000 itu adalah “buah-buah pertama” maka harus ada buah-buah kedua, karena dimana terdapat yang pertama, harus ada yang kedua. Dan karena buah-buah pertama itu adalah “hamba-hamba Allah”, maka mereka selanjutnya harus diutus kepada segala bangsa untuk mengumpulkan buah-buah kedua itu (Yesaya 66 : 19, 20) — yaitu rombongan 27 besar orang banyak itu (Wahyu 7 : 9) yang Yohanes telah saksikan setelah ia melihat pemeteraian yang 144.000 itu. (Untuk penyelidikan yang mendetail terhadap masalah ini, yaitu mereka yang 144.000 itu dan rombongan besar orang banyak itu, — lihat Traktat kami No. 1 yang berjudul

17 : Hampir Jam Kesebelas Extra; buku Tongkat Gembala, jilid 1).

Dari kenyataan bahwa “di dalam mulut mereka itu tidak terdapat tipu” (Wahyu 14 : 5), menunjukkan dengan jelas bahwa mereka tidak akan memberitakan apapun yang lain, terkecuali kebenaran Injil yang murni, dan membuat semua perkataan mereka itu penuh kuasa dan berbobot seperti halnya semua kata-kata tertulis dari para nabi dan rasul-rasul. Sesungguhnya buahbuah pertama ini dilengkapi dengan kemampuan dan kuasa yang lebih besar : “Pada hari itu Tuhan kelak akan melin-dungi semua penduduk Yerusalem; ma-ka orang yang lemah di antara mereka pada hari itu kelak akan jadi seperti Daud; dan rumah Daud akan jadi seperti Allah, seperti malaikat Tuhan di hadapan 28 mereka itu.” Zakharia 12 : 8.

Juga “pada hari itu”, demikian kata Zakharia selanjutnya, “kelak akan ada ma-ta air yang terbuka bagi isi rumah Daud dan bagi semua penduduk Yerusalem bagi penyucian dosa dan kecemaran.” Zakharia 13 : 1.

Apabila mata air ini “bagi penyucian dosa dan kecemaran” pada akhirnya terbuka “bagi isi rumah Daud”, maka puncak kenyataannya akan terlihat, bahwa penggabungan kedua kerajaan itu adalah suatu bukti kenyataan yang dicapai, dan bahwa masanya telah tiba bagi pemberitaan Injil ke seluruh dunia.

Dan “akan jadi kelak pada hari itu, demikianlah firman Tuhan serwa sekali-an alam, bahwa Aku akan menghapuskan nama-nama dewa-dewa dari tanah itu, dan semuanya itu tidak akan lagi diingat; dan juga Aku akan melalukan keluar dari tanah itu segala nabi dan roh yang najis.” Zakharia 13 : 2. Artinya, pada masa pemberitaan injil kerajaan ini didirikan, ia itu akan merupakan sebuah sidang yang 29 tidak terdapat tipu di dalamnya — bebas dari orang-orang penyembah berhala dan guru-guru yang palsu. Dan ia itu akan diberi makan oleh “seorang gembala ..... yaitu hamba-Ku Daud; ia akan memberi makan mereka, dan ia akan menjadi gem-bala mereka itu. Dan Aku Tuhan akan menjadi Allah mereka, dan hamba-Ku Daud akan menjadi seorang penghulu di antara mereka itu.” Yehezkiel 34 : 23, 24.

Bilamana sedemikian ini Tuhan “me- megang pemerintahan di dalam tangan- Nya sendiri” (Testimonies to Ministers, p. 300), lalu kembali memerintah sebagai sebuah kerajaan theokrasi (di akhir zaman), maka “akan jadi kelak”, seperti yang dikatakan Yesaya, ”... bahwa gunung rumah Tuhan kelak akan diperdirikan di atas puncak segala gunung, dan ia itu akan ditinggikan di atas segala bukit; maka segala bangsa akan mengalir masuk ke dalamnya. Dan banyak orang akan pergi lalu mengatakan, Datanglah, dan marilah kita naik ke gunung Tuhan, ke rumah Allah Yakub; maka Ia akan mengajarkan kepada kita segala jalan-Nya, dan kita 30 akan berjalan didalam segala lorong-Nya; karena dari dalam Sion akan terbit hu-kum, dan firman Tuhan dari Yerusalem. Maka Ia akan mengadili di antara sega-la bangsa, dan Ia akan mempersalahkan banyak orang; maka mereka akan me-nempa segala pedangnya menjadi alat pembajak, dan tombak-tombaknya men-jadi sabit; bangsa tidak akan lagi meng-angkat pedang melawan bangsa, mereka juga tidak lagi belajar perang.” Yesaya 2 : 2 - 4.

Demikianlah dengan datangnya kerajaan yang kekal ini, dan menyusul kembalinya segala perkara, maka kelak akan ada pada satu pihak suatu kebangunan 19 besar di antara segala bangsa; mereka akan menghapuskan segala penyimpanan-penyimpanan peralatan perang yang luas yang telah ditimbunnya bertahun-tahun lamanya, mereka akan berusaha untuk naik dan menjadi warga dari kerajaan itu, lalu menggabungkan diri dengan bala tentara Tuhan, sehingga membiarkan Tuhan sendiri berperang bagi mereka; sebaliknya pada pihak yang lain kelak akan terdapat 31 demam persiapan-persiapan perang di antara orang-orang yang menolak untuk sadar; sehingga menyeret semua orang ke dalam semua rencana persenjataan yang hebat, mereka merobah bahkan segala peralatan pertaniannya menjadi senjata-senjata perang melawan kerajaan Kristus – yaitu sidang-Nya. (Yoel 3 : 9 - 12; Zakharia 12 : 3).

“Sebab itu segala pintu gerbangmu akan terbuka selalu, baik siang baik ma-lam tiada itu tertutup, supaya dibawa ma-suk orang kepadamu bala tentara orang Kafir, dan supaya raja-raja merekapun dapat dibawa. Pada masa itu akan datang kepadamu sambil menunduk-nunduk dirinya segala anak orang yang sudah menganiayakan dikau, dan segala orang yang sudah meremehkan dikau akan ber-sujud pada kakimu; maka mereka akan memanggilmu, Negeri Tuhan, Sion dari Yang Maha Suci orang Israel.” Yesaya 60 : 11, 14. (Untuk penyelidikan selanjutnya terhadap langkah dari masalah ini, lihatlah buku Tongkat Gembala, jilid 1, hal. 261 - 274, yang menjelaskan Mikha pasal 4. Dan 32 untuk sebagai contoh gambaran mengenai peperangan itu menjadi peperangan Tuhan sendiri, bacalah 2 Tawarikh 20 : 15, 19, 24 - 30). Tetapi karena jauh, masih sangat jauh dari keadaan terhormat dan suci yang sedemikian ini, maka

Sidang Harus Disucikan.

Tidak seorang Kristen pun dari iman manapun juga yang dapat dengan jujur menolak perlunya penyucian sidang. Dan karena Tuhan tidak pernah berbuat sesua- 20 tu tanpa terlebih dahulu mengamarkan sidang-Nya, maka Ia kini sedang mengirimkan kepadanya pekabaran tentang penyucian itu, untuk memberikan kepadanya suatu selera pendahuluan terhadap kemuliaan yang akan datang itu, supaya sementara panggilan sorga yang nyaring bagi reformasi terus menggema di antara umat-Nya, mereka boleh memperoleh rangsangan terhadap kebenaran-Nya, dan mereka dapat menyerahkan diri mereka sepenuh hatinya bagi tugas reformasi, sekarang juga selagi Ia masih menyajikan 33 dengan jelas ke hadapan mereka rencana- Nya bagi pendirian kerajaan-Nya berikut akibat-akibat bagi orang-orang berdosa. Orang-orang yang mematuhi panggilan itu sepenuhnya kelak akan memperoleh suatu kerinduan yang tak terelakkan untuk masuk sepenuhnya ke dalam barisan dan supaya Tuhan kelak memisahkan mereka dari dosa dan orang-orang berdosa. Hanya merekalah yang kelak memperoleh meterai Allah sebagai buah-buah pertama dari kerajaan itu, yang berkekuatan 144.000 orang, yang berdiri bersama-sama dengan Anak Domba itu di atas “Gunung Sion”!

Keadaan kesucian sedemikian ini kelak pada waktu ini seperti halnya di masa lalu akan menaikkan amarah naga itu melawan perempuan itu, juga kini untuk berperang melawan mereka yang lagi tinggal daripadanya (Wahyu 12 : 17), yaitu suatu pertikaian yang selanjutnya dilukiskan dalam kata-kata berikut ini :

”Aku tampak empat malaikat berdiri pada empat penjuru bumi (pada masa pemeteraian mereka yang 144.000 itu), me-34 megang empat mata angin di bumi supaya angin tidak akan bertiup di bumi atau di laut, atau pada sesuatu pohon kayu. Maka aku tampak seorang malaikat yang lain naik dari sebelah timur, memegang meterai Allah yang hidup itu; maka ber-serulah ia dengan suara besar kepada keempat malaikat itu, kepada siapa telah diberikan kuasa untuk merusakkan bumi dan laut itu, katanya, Janganlah meru-sakkan bumi, atau laut, atau pohon-po-21 hon kayu, sebelum kami memeteraikan hamba-hamba Allah kami pada dahi

Di sini dikemukakan dua pengrusakan yang akan terjadi, yang satu oleh perantaraan angin dan yang lainnya oleh perantaraan malaikat-malaikat. Dan kedua perintah yang disampaikan kepada malaikat-malaikat itu yang satu supaya mereka menahan angin-angin itu agar tidak bertiup ”ke atas bumi, atau pada lautan, atau pada sesuatu pohon kayu” (ayat 1); yang lainnya supaya malaikat-malaikat itu sendiri menahan diri dari merusakkan “bumi, ... laut, dan pohon-pohon kayu”, sampai 35 semua hamba Allah selesai dimeteraikan (ayat 2, 3). Oleh sebab itu, karena segera setelah hamba-hamba Allah dimeteraikan, baik angin-angin itu maupun malaikatmalaikat itu akan mulai melakukan pengrusakan, maka timbul pertanyaan apakah yang dilambangkan oleh pekerjaan anginangin itu maupun malaikat-malaikat itu — pertikaian politikkah atau sesuatu yang lain? Karena bangsa-bangsa seringkali berperang, maka pekerjaan pengrusakan rangkap ini tidak mungkin melambangkan pertikaian politik. Dan sebagaimana Yesus mengatakan, bahwa pada akhir zaman “bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan” (Matius 24 : 7), maka jelaslah bahwa pengrusakan oleh angin-angin itu maupun pengrusakan oleh malaikat-malaikat itu, yang keduanya akan ditahan sampai mereka yang 144.000 dimeteraikan, maka harus melambangkan ditahannya ”masa kesusahan besar yang sedemikian itu belum pernah ada semen-jak berdirinya sesuatu bangsa.” Daniel 12 : 1. Dengan begitu, maka dengan ditahan Allah akan keempat mata angin itu berarti ditahan-Nya kegiatan dari patung 36 binatang itu (Wahyu 13 : 15 - 17) melawan orang-orang suci, sebaliknya ditahan-Nya akan keempat malaikat itu supaya mereka tidak merusak berarti Ia menunda pelaksanaan pembalasan-Nya (Yesaya 63 : 1 - 4; Yeremia 51 : 18) terhadap orang-orang 22 berdosa yang mengacau sidang, sampai selesai pemeteraian mereka yang 144.000 itu. Karena dirangkaikan, maka kedua pengrusakan ini akan mendatangkan masa kesusahan besar yang sedemikian itu belum pernah ada.

Oleh sebab itu, maka Wahyu 7 : 1 - 3 mengungkapkan suatu pertikaian rangkap; yaitu orang-orang jahat melawan Allah (tiupan angin-angin itu) dan Allah melawan mereka (malaikat-malaikat merusakkan mereka). Tetapi walaupun hembusan angin-angin itu dan pengrusakan dari malaikat-malaikat itu setelah hambahamba Allah dimeteraikan, akan mendatangkan “masa kesusahan besar”, namun “setiap orang yang kelak didapati namanya tertulis di dalam kitab” “akan diselamatkan”. Daniel 12 : 1.

37

Dari kenyataan-kenyataan ini kita saksikan, bahwa masa kesukaran ini ditahan untuk pengamanan pemeteraian hambahamba Allah yang 144.000 itu, supaya mereka, sebagai “orang-orang yang terpilih”, tidak akan dibawa turun menyembah patung binatang itu, ataupun dibunuh karena menolak.

Oleh karena “di dalam buku Wahyu semua buku Alkitab bertemu dan berakhir” (The Acts of the Apostles, p. 585) maka pemeteraian hamba-hamba Allah (Wahyu 7) harus ditemukan juga di dalam nubuatannubuatan yang lain. Di dalam Yehezkiel pasal 9 ada digambarkan mengenai pembubuhan tanda terhadap orang-orang yang berkeluh-kesah dan menangis “karena semua kekejian yang dilakukan di tengahtengahnya” (di dalam Yehuda dan Israel), dan pembantaian terhadap orang-orang yang tidak berkeluh-kesah dan menangis sedemikian ini. Dan dari kenyataan, bahwa Allah belum pernah mengeluarkan orangorang berdosa dari antara orang-orang yang benar di dalam Yehuda dan Israel, maka jelaslah bahwa nubuatan mengenai 23 penyucian dengan jalan pembantaian ini sesungguhnya belum pernah digenapi. Oleh karena itu, maka karena pembubuhan tanda itu adalah sama dengan pemeteraian, maka jelaslah pembantaian oleh malaikat-malaikat itu adalah sama saja dengan pengrusakan yang dilakukan oleh malaikat-malaikat itu.

Pengrusakan dan pemeteraian yang disaksikan oleh Yohanes ini, dan pembantaian dan pembubuhan tanda yang disaksikan oleh Yehezkiel, adalah kembali diketahui sebagai peristiwa yang sama sebagai berikut : “Pemeteraian hamba- hamba Allah ini adalah sama dengan yang diperlihatkan oleh Yehezkiel dalam khayal.” -- Testimonies to Ministers, p.

267.

Walaupun pembubuhan tanda dan pemeteraian itu (Yehezkiel 9) meliputi hanya sidang, — Yehuda dan Israel, — pengrusakan oleh angin-angin itu dan pengrusakan oleh malaikat-malaikat itu (Wahyu 7) adalah meliputi seluruh dunia — baik 24 “bumi” maupun “lautan”, masing-masingnya menunjukkan lokasi yang berbeda : lautan, dalam alam ialah gudang tempat penyimpanan (rumah) dari segala air, maka sebab itu dalam dunia merupakan simbol-simbol tempat kelahiran bangsabangsa — Negeri Tua; bumi, kebalikan dari lautan, secara cocok adalah suatu tempat yang terpisah dari Negeri Tua itu. Bagi Yohanes ia itu berlokasi di tempat dari mana simbol binatang bertanduk dua itu keluar, bukan dari laut, melainkan “keluar dari bumi” (Wahyu 13 : 11), satusatunya tempat dimana pohon-pohon biasanya bertumbuh. Dan karena menurut Daniel 4 : 20 - 22, pohon-pohon adalah melambangkan para pemimpin, oleh sebab itu pohon-pohon dalam contoh peristiwa ini melambangkan “tua-tua ..... yang di depan rumah itu” (Yehezkiel 9 : 6) — suatu kenyataan yang mengungkapkan, bahwa dalam periode ini, markas besar sidang terdapat di tempat pemerintahan binatang yang bertanduk dua itu – Dunia Baru, “bumi.”

Dalam terang dari kenyataan-kenyata- 40 an yang jelas di hadapan kita, dapatlah kita saksikan, bahwa objek yang utama dalam pemeteraian atau pembubuhan tanda hamba-hamba Allah ialah untuk membersihkan sidang dari dosa dan orang-orang berdosa, supaya ia mampu berdiri dengan kuat melawan patung binatang itu dalam masa kesusahan; dan supaya bilamana pekerjaan pembersihan ini berakhir, “akan jadi kelak, bahwa barangsiapa yang ter-tinggal di Sion, dan barangsiapa yang diam di Yerusalem akan kelak disebut suci, yaitu setiap orang yang tertulis na-manya di antara orang-orang yang hidup yang di Yerusalem; apabila Tuhan kelak selesai membasuh kekotoran segala pu-teri Sion, dan kelak selesai membersih-kan darah dari Yerusalem dari tengah-te-ngahnya oleh roh pehukuman, dan oleh roh pembakaran.” Yesaya 4 : 3, 4.

Bilamana “pekerjaan penyucian khu- sus, yaitu pekerjaan pembuangan dosa di antara umat Allah”, selesai, maka “sidang akan memasuki perjuangannya yang ter- akhir. ‘Indah seperti bulan, cerah seperti matahari, dan hebat bagaikan suatu bala 41 tentara dengan panji-panjinya’, ia akan keluar ke seluruh dunia dengan kemena- ngan dan untuk memenangkan lagi.” -- The Great Controversy, p. 425; Prophets and

“Pada masa itu akan dijadikan Tuhan sebuah awan dan asap pada siang hari dan suatu cahaya api yang bernyala-nyala pada malam hari di atas tiap-tiap tempat tinggal di Gunung Sion, dan di atas semua perhimpunannya, karena atas segala sesuatu kemuliaan akan menjadi sebuah tudungan. Maka pada masa itu akan ada sebuah pondok naungan dari panas siang hari dan akan perlindungan dari angin ribut dan hujan.” “Pada masa

25 itu akan dipanggil orang akan mereka itu, Umat yang suci, Umat tebusan Tuhan; dan engkau pun akan disebut, Yang kekasih, negeri yang tidak ditinggalkan.” Yesaya 4

“Seluruh sidang, karena bertindak se- bagai kesatuan, bercampur dalam suatu persekutuan yang kokoh, akan menjadi suatu agen penginjilan yang hidup dan 42 aktif, yang digerakkan dan diawasi oleh Roh Suci.” “Semua yang diperbuat para rasul di masa lalu, setiap anggota sidang pada waktu ini akan melakukannya.” “Pada waktu itu para pekerja-Nya akan kelak sepakat, dan lengan Tuhan yaitu kuasa yang telah terlihat dalam kehidup- an Kristus, akan kelak dinyatakan.” — Testimonies, jilid 8, p. 47; jilid 7, p. 33;

Kemudian akan jadi kelak, demikianlah firman Tuhan, bahwa “Aku akan mengu-duskan nama-Ku yang besar itu, yang telah dicemarkan di antara segala bangsa Kafir, yaitu yang telah kamu cemarkan di tengah-tengah mereka itu; maka segala bangsa Kafir itu kelak akan mengetahui, bahwa Akulah Tuhan, demikianlah fir-man Tuhan Hua, apabila Aku kelak diku-duskan di antara kamu di hadapan mata mereka itu. Karena Aku akan mengambil kamu dari antara segala orang Kafir dan menghimpunkan kamu dari segala negeri lalu membawa kamu ke dalam negerimu sendiri.”

43

“Pada waktu itu akan Ku percikkan air bersih kepadamu, maka kamu akan menjadi suci dari segala kecemaranmu dan dari segala berhalamu Aku akan menyucikan kamu. Suatu hati yang baru juga akan Ku berikan kepadamu, dan suatu Roh yang baru akan Ku masukkan ke dalam dirimu, maka hati batu akan Ku lalukan dari dalam tubuhmu, dan hati daging akan Ku karuniakan kepadamu. Dan Aku akan mengaruniakan Roh-Ku ke dalam batinmu, dan Ku adakan supaya kamu menurut segala syariat-Ku, dan memelihara dan melakukan segala hukum-Ku. Maka kamu akan

26 duduk di dalam negeri yang sudah Ku karuniakan kepada nenek moyangmu; maka kamu akan menjadi umat-Ku, dan Aku akan menjadi Allahmu. Dan Aku juga akan melepaskan kamu dari segala kecemaranmu, dan Aku akan berseru mendatangkan gandum, dan akan melim-pahkannya, dan tiada Aku membiarkan bela kelaparan di antara kamu. Dan Aku akan melimpahkan buah-buah segala po-hon dan hasil segala ladang, sehingga ti-ada lagi kamu dicela oleh kelaparan di 44 antara segala bangsa Kafir”.

“Pada masa itu kamu kelak ingat akan segala jalanmu yang jahat itu serta se-mua perbuatanmu yang tidak baik, maka kamu akan muak terhadap dirimu sen-diri di hadapan pemandangan matamu karena semua kejahatanmu dan karena segala kekejianmu. Bukan karena kamu Aku berbuat ini, demikianlah firman Tu-han Hua, baiklah kamu tahu! Hendak-lah kamu malu dan dipermalukan akan segala kelakuanmu, hai bangsa Israel. Demikianlah firman Tuhan Hua; pada hari Aku menyucikan kamu kelak dari segala kejahatanmu Aku akan juga mem-buat kamu berdiam di segala kota, maka segala kerobohan batu akan dibangun kembali. Pada masa itu akan diketahui oleh segala bangsa Kafir yang lagi tinggal sekelilingmu, bahwa Akulah Tuhan yang telah membangun kembali segala tempat yang binasa, dan menanam kembali apa yang telah tandus; bahwa Aku ini Tuhan sudah berfirman begitu, maka Aku akan melakukannya”. Yehezkiel 36 : 23 - 33, 36.

45

Sekali lagi, “dalam membersihkan kaabah dari orang-orang yang berjual-beli dunia ini, Yesus telah mengumumkan misi-Nya”, yaitu pertama, “membersihkan hati dari kekotoran dosa — dari keinginankeinginan dunia, segala macam ketamakan yang bersifat mementingkan diri sendiri, kebiasaan-kebiasaan jahat yang mengacaukan jiwa”(Desire of Ages, p. 161); dan kedua, untuk membersihkan seluruh sidang

27 dari dosa dan orang-orang berdosa. Karena dua kali (sekali pada pemberitaan dari Yohanes Pembaptis mengenai kerajaan itu, dan pada pembukaan dari periode sejarah Injil pada permulaan dari pelayanan Kristus, dan sekali pada penutupan pekerjaan- Nya dan pada pembukaan dari pekerjaan para rasul — Special Testimonies to Mi-nisters, No. 7, p. 54) Ia telah membersihkan kaabah dari perbuatan-perbuatan yang tidak suci oleh mana orang-orang Yahudi telah mencemarkannya (Yohanes 2 : 15, 16; Matius 21: 12, 13), maka sebab itu Ia dua kali telah memberikan amaran dalam contoh agar juga pada penutupan periode sejarah Kristen Ia akan dua kali membersihkan sidang-Nya; yaitu sekali pada pemeteraian 46 buah-buah pertama mereka yang 144.000 itu, dan kemudian pada pemeteraian buahbuah kedua, “rombongan besar orang banyak itu.” Wahyu 7 : 1 - 9.

Lagi pula, karena kedua pembersihan ini terjadi pada pesta perayaan Paskah, dan juga karena semua orang “tidak menyucikan dirinya dengan sempurna” (2 Tawarikh 30 : 3; Keluaran 12 : 3 - 6) dilarang mengambil bagian dalam Paskah dalam bulan pertama, tetapi diijinkan untuk bersiap-siap untuk itu dan untuk merayakannya dalam bulan yang kedua (Bilangan 9 : 11; 2 Tawarikh 30 : 13) maka sebab itu, telah dilambangkan dengan contoh pembersihan sidang dalam dua bagian, sehingga dengan demikian sekali lagi menunjukkan, bahwa ada terdapat dua pengumpulan, dua pemeteraian, dua pemisahan, dua rombongan — yaitu buah-buah pertama dan buah-buah kedua. (Bagi pelayanan berikutnya dari hal kedua pemeteraian itu, lihatlah buku kami Traktat No. 1, Hampir Jam Kesebelas Extra!, dan untuk contoh saingan dari Paskah, lihat buku Tongkat Gembala, jilid 2, hal. 366, 367).

47

Roh Nubuatan mengatakan : “Tentu akan ada suatu penyucian lembaga-lem- baga yang sama dengan penyucian Kristus terhadap kaabah di masa lalu. ‘Ada ter- tulis’, demikian firman Tuhan, bahwa Ru- mah-Ku kelak akan disebut rumah sem- bahyang, tetapi kamu telah membuatnya sebuah sarang maling-maling. Pada waktu ini terdapat transaksi-transaksi jual beli di dalam lembaga-lembaga kita yang sama dengan transaksi-transaksi yang terjadi di dalam serambi-serambi kaabah di zaman Kristus; maka seluruh isi sorga sedang me- mandang atasnya. .... Tuhan akan bekerja untuk menyucikan sidang-Nya. Aku me- ngatakan kepadamu dalam kebenaran, bahwa Tuhan sedang akan membolak- balik di dalam lembaga-lembaga yang disebut dengan nama-Nya. Tetapi berapa cepatnya proses pembersihan ini akan di- mulai, belum dapat ku katakan, namun ia itu tidak akan lama tertunda. Dia yang kipas-Nya terdapat di dalam tangan-Nya itu akan menyucikan kaabah-Nya dari kekotoran moralnya. Ia akan membersih- kan seluruh lantai-Nya.” — Brethren in Responsible Positions, September 1895.

48

Dalam gambaran persamaan mengenai penyucian sidang, Kristus mengatakan : “…. malaikat-malaikat akan keluar, lalu memisahkan orang-orang jahat dari antara orang-orang benar” (Matius 13 : 49) — membuang yang jahat dan meninggalkan yang baik; sebaliknya di dalam buku Wahyu, dalam memberi amanat kepada orang-orang milik-Nya yang di dalam Babil, Ia berfirman : “keluarlah daripadanya hai umat-Ku” (Wahyu 18 : 4) — memanggil orang-orang benar keluar dan membiarkan orang-orang jahat di tempat. Yang pertama itu disucikan dengan cara orangorang jahat dibuang keluar dari antara mereka; yang terakhir itu disucikan dengan cara mereka itu sendiri diambil keluar dari antara orang-orang jahat.

Juga terdapat dua perumpamaan yang menyolok dari hal talenta-talenta (Matius

keduanya masuk dalam gambar secara 29 jelas dalam gambarannya yang sekarang. Dalam perumpamaan yang satu ada tiga orang hamba; dalam perumpamaan yang lainnya, sepuluh orang hamba. Perbedaan 49 yang berarti ini menunjukkan, bahwa yang pertama itu hanya berlaku setempat, sebaliknya yang kedua itu berlaku meliputi seluruh dunia (sepintas lalu menunjukkan, seperti yang dilakukan oleh Tongkat Gembala, jilid 2, hal. 83-86, bahwa di dalam Injil angka bilangan “sepuluh” menunjukkan universal dan angka bilangan “tiga” menunjukkan Trinitas di dalam sidang).

Kebenaran-kebenaran yang tidak dapat berobah ini mengenai contoh dan perumpamaan dan “perkataan kesaksian-Nya”, menghadapkan kita muka dengan muka kepada kenyataan yang sungguh, bahwa kita telah sampai kepada sejarah dari Paskah contoh saingan dan pembersihan kaabah itu, dan kepada penuaian dunia, — yaitu “hari Tuhan yang besar dan mengerikan itu.” Roh Allah mengundang kita “dengan kesungguhan yang betul-betul menakutkan, ‘Bersedialah, bersedialah, bersedialah, karena kehangatan murka Tu- han itu akan segera datang. Murka-Nya akan dituangkan tanpa dicampuri dengan kemurahan, dan kamu tidak bersedia. 50 Koyakkanlah hati dan bukan pakaian.” — Early Writings, p. 119.

Oh janganlah seorangpun keliru berpikir, bahwa setelah masa kasihan berakhir, atau sesudah kedatangan Kristus yang kedua kali (setelah orang-orang berdosa di bumi dibinasakan), sidang Allah akan mencapai standar tabiat yang mulia, dan akan mencapai jabatan yang tinggi yang ditentukan sorga, dan disucikan dari dosa dan dari orang-orang berdosa. Bahkan sebaliknya, “pada hari itu” (sebelum orang-orang berdosa di bumi dibinasakan), 30 demikianlah firman Tuhan, “Aku akan membuat Yerusalem menjadi sebuah batu tanggungan bagi segala bangsa; semua orang yang membebani dirinya dengan batu itu akan dihancurkan, se-kalipun berhimpun segala bangsa di bumi melawannya. Pada hari itu Tuhan kelak akan mempertahankan semua pen-duduk Yerusalem; maka yang lemah di antara mereka itu pada hari itu akan jadi seperti Daud; dan rumah Daud akan jadi seperti Allah, seperti malaikat Tuhan di hadapan mereka itu. Dan akan jadi kelak 51 pada hari itu, bahwa Aku akan berusa-ha membinasakan segala bangsa yang datang melawan Yerusalem.” “Pada hari itu akan terdapat pada lonceng-lonceng yang tergantung pada kuda-kuda, KE-SUCIAN BAGI TUHAN; dan semua pot di dalam rumah Tuhan akan jadi seperti bejana-bejana yang di depan medzbah. Bahkan setiap pot di Yerusalem dan di Yehuda akan menjadi suci bagi Tuhan serwa sekalian alam; maka semua me-reka yang mempersembahkan korban akan mengambilnya dan menanak di dalamnya, dan pada hari itu tidak akan ada lagi orang Kanani di dalam rumah Tuhan serwa sekalian alam.” Zakharia 12

Ayat-ayat ini secara jelas menyatakan bahwa sidang kelak akan jadi “seperti Al- lah, seperti malaikat Tuhan di hadapan mereka itu”, selama masa kesusahan, apabila segala bangsa akan kelak berhimpun melawannya, dan Tuhan sebagai pembalasnya akan kemudian memalu mereka. Masa kasihan masih berlangsung sementara rangkaian peristiwa-peristiwa ini terjadi, 52 “semua mereka yang berkorban” (suatu tindakan yang dilakukan sebelum masa kasihan berakhir) kelak oleh karenanya akan menjadi suci, dan “kelak tidak akan ada lagi orang Kanani di dalam rumah 31 Tuhan.”

Setiap siswa Alkitab yang benar mengetahui, bahwa sidang harus mencapai kesucian hati dan tabiat dan kedudukan ini, bukan sesudah, melainkan sebelum tugas pembelaan Kristus berakhir dan sebelum “korban” itu berhenti. Semua siswa yang sedemikian ini juga tahu, bahwa Allah belum dapat menyatakan kuasa-Nya yang besar itu untuk mempertahankan mereka dalam masa dimana “semua orang di bumi berhimpun bersama-sama melawan” mereka, juga belum dapat mengaruniakan Roh-Nya ke atas mereka seperti yang dilakukan-Nya ke atas orang-orang Kristen yang mula-mula pada hari Pantekosta, jika terdapat orang-orang berdosa di antara umat-Nya, dan jika seluruh sidang belum berada “sehati dan sepaham” (Kisah 2 : 1), “berpakaikan kelengkapan senjata kebenaran Kristus ... indah bagaikan bulan, 53 cerah seperti matahari, dan hebat seperti bala tentara dengan panji-panjinya” — seperti halnya sidang rasul-rasul yang lalu, kepada siapa Roh telah turun bagaikan sebuah “hembusan angin yang keras.”

Roh Nubuatan mengatakan : “Hanya mereka yang telah melawan dan me- ngalahkan pencobaan oleh kekuatan dari Dia Yang Maha Kuasa akan diijinkan mengambil bagian dalam memberitakan pekabaran ini, apabila ia kelak berkem- bang menjadi Seruan Keras.” -- Review and Herald, 19 November, 1908.

Maka karena seruan keras itu tidak akan gagal membunyikan suaranya pada waktunya, maka mereka yang tidak menang mereka yang “mengkhianati kepercayaan yang telah diberikan kepadanya”, — yaitu “para tua-tua, yaitu mereka yang kepadanya Allah telah berikan terang besar, dan mereka yang telah berdiri sebagai pengawal-pengawal dari semua kepentingan kerohanian umat”, — mereka harus disingkirkan. “Ini dikemukakan 54 dengan tegas sekali oleh gambaran nabi itu mengenai pekerjaan penghabisan da- lam bentuk orang-orang yang masing- masingnya memegang senjata yang membinasakan di dalam tangannya.” — Testimonies, vol. 3, p. 266. “Laki-laki, perem-puan-perempuan, dan anak-anak kecil, sekaliannya binasa bersama-sama.” — Testimonies, vol. 5, p. 211.

Dihadapkan dengan kepastian yang tinggi akan penyucian sidang, pemeteraian, dan kemuliaan yang akan segera datang, maka kita segera menghadapi

Keadaan Sidang Pada Menjelang

Penyuciannya Itu.

“Betapa besarnya kesesatan yang da- pat menimpa pikiran manusia daripada suatu keyakinan, bahwa mereka adalah benar, padahal mereka sekaliannya ada- lah salah! Pekabaran dari Saksi Yang Se- tia itu menemukan umat Allah dalam su- atu kesesatan yang menyedihkan, namun mereka jujur dalam kesesatan itu. Mereka 55 tidak mengetahui, bahwa mereka adalah menyedihkan dalam pemandangan Allah. Sementara mereka yang ditegor ini me- nyombongkan dirinya, bahwa mereka se- dang berada di dalam kondisi kerohanian yang tinggi, maka Pekabaran dari Saksi Yang Setia itu memecahkan ketenangan mereka dengan tuduhan yang mengejutkan dari hal kondisi kerohanian mereka yang sebenarnya, yaitu buta rohani, melarat, dan sengsara. Kesaksian yang sedemikian tajam dan keras ini, tidak mungkin salah, karena adalah Saksi Yang Setia itu sendi- ri yang berbicara, maka kesaksian-Nya harus benar.” — Testimonies, vol. 3, pp.

“Siapakah yang dapat mengatakan dengan jujur, bahwa ‘Emas kita adalah emas yang sudah teruji di dalam api, pa- kaian-pakaian kita adalah tidak ternoda oleh dunia’? Aku tampak bahwa Penunjuk jalan kita itu menunjuk kepada pakaian- pakaian dari apa yang disebut orang- orang benar itu. Ia menelanjangi mereka, Ia membuka semua kekotoran mereka itu di bawah. Kemudian Ia mengatakan ke- 56 padaku : ‘Tidakkah kamu melihat bagai- mana mereka itu dengan berpura-pura me- nutupi kekotoran dan kebusukan tabiat mereka, ‘Bagaimana negeri yang setia itu telah menjadi seorang pelacur? Rumah Bapa-Ku telah dibuat menjadi sebuah rumah dagang, yaitu sebuah tempat dari mana kehadiran dan kemuliaan Ilahi te- lah lenyap berlalu. Karena sebab inilah terdapat kelemahan, dan kuasa telah gagal’.” — Testimonies, vol. 8, p. 250.

“Para tua-tua, yaitu mereka yang kepadanya Allah telah mengaruniakan terang besar, dan mereka telah berdiri se- bagai pengawal-pengawal dari segala ke- pentingan kerohanian umat, mereka telah mengkhianati kepercayaan yang diberikan kepada mereka ...... Anjing-anjing yang bisu ini, yang tidak mau menyalak, adalah orang-orang yang akan merasakan pem- balasan yang adil dari suatu Allah yang murka. Laki-laki, perempuan-perempuan, dan anak-anak kecil, sekaliannya binasa bersama-sama.” – Testimonies, vol. 5, p.

57

“Adalah sulit bagi mereka yang merasa aman dengan pegangan-pegangannya, dan meyakini dirinya kaya dalam pengetahu- an rohani, untuk menyambut pekabaran yang menyatakan bahwa mereka adalah sesat dan memerlukan setiap karunia rohani. Hati yang tidak suci itu adalah penipu di atas segala-galanya, dan tidak berketentuan jahatnya.” – Testimonies,

“Ada banyak orang yang tidak memi- liki kebijaksanaan Josua, dan mereka ti- dak memiliki tugas khusus untuk menye- lidiki kesalahan-kesalahan, dan untuk menangani dengan cepat dosa-dosa yang ada di antara mereka. Janganlah mereka itu menghalangi orang-orang lain yang dibebani tugas ini. Janganlah mereka ber-

34 diri menghalangi orang-orang yang mem- punyai tugas ini untuk dilaksanakan. Sebagian orang membuatnya menjadi suatu masalah yang dipertanyakan, dan yang meragukan, lalu mencari-cari salah, sebab orang-orang lain melakukan per- buatan yang Allah tidak bebankan ke atas mereka. Mereka ini menghalangi langsung 58 orang-orang yang Allah telah tugaskan untuk menegor dan memperbaiki dosa- dosa, supaya kiranya murka-Nya dapat dialihkan dari umat-Nya. Jika sekiranya suatu perkara seperti halnya perkara Akhan itu terdapat di antara kita, maka akan ada banyak orang yang akan me- nuduh mereka yang bertindak sebagai Josua dalam menyelidiki kesalahan, ka- rena mereka itu memiliki suatu roh jahat yang suka mencari-cari salah. Allah tidak dapat dipermainkan, maka semua ama- ran-Nya yang dilalaikan oleh suatu umat yang mendurhaka tidak akan berlalu tanpa hukuman”.

“Kekecewaan Allah adalah terhadap umat-Nya, maka Ia tidak mau menyata- kan kuasa-Nya di tengah-tengah mereka itu selama dosa-dosa masih terdapat di antara mereka, dan dibantu perkemba- ngannya oleh orang-orang yang mendudu- ki jabatan-jabatan bertanggung jawab.”

“Orang-orang yang bekerja dalam takut akan Allah untuk melepaskan si- dang daripada halangan-halangannya, dan untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan 59 yang menyedihkan, supaya umat Allah dapat melihat perlunya membenci dosa itu, dan supaya ia dapat maju dalam ke- sucian, dan supaya nama Allah dapat dipermuliakan, mereka akan senantiasa menghadapi pengaruh-pengaruh yang me- nentang dari pihak orang-orang yang tidak bertobat. Demikianlah Zefanya melukis- kan keadaan yang sebenarnya dari kelas orang-orang ini, dan hukuman-hukuman yang mengerikan yang akan datang me- nimpa mereka sebagai berikut :

“’Maka akan jadi kelak pada masa itu, bahwa Aku hendak memeriksa Yerusa- lem dengan menggunakan lilin, dan meng- hukum orang-orang yang duduk dengan

35 sentosanya; yang mengatakan dalam ha- tinya, bahwa Tuhan tidak akan berbuat baik, Ia juga tidak akan berbuat jahat.’ ‘Hari Tuhan yang besar itu adalah dekat, ia itu sudah dekat, dan cepat sekali da- tangnya, yaitu suara dari hari Tuhan itu; bahwa orang-orang perkasa akan mena- ngis di sana tersedu-sedu.’ .........”

“Apabila suatu krisis pada akhirnya datang, seperti yang sesungguhnya ia itu 60 akan datang, dan Allah akan berbicara menggantikan umat-Nya, maka orang- orang yang telah berdosa, mereka yang telah menjadi awan kegelapan, dan yang telah berdiri menghalangi pekerjaan Allah bagi umat-Nya, mereka akan menjadi gempar sepanjang mereka telah pergi dengan bersungut-sungut dan mendatang- kan kekecewaan terhadap pekerjaan itu; maka seperti halnya Akhan, mereka akan menjadi takut, mereka akan mengetahui bahwa mereka telah berdosa. Tetapi se- mua pengakuan mereka itu sudah terlam- bat, dan sekaliannya itu bukanlah cara yang tepat untuk membawa manfaat bagi mereka, walaupun mereka mungkin mem- bantu pekerjaan Allah itu .......”

“Orang-orang yang hampir selama hidupnya dikontrol oleh suatu roh yang lain daripada Roh Allah seperti halnya Akhan, mereka akan sangat lamban apa- bila masa itu datang bagi semua orang untuk bertindak secara menentukan. Me- reka tidak akan menyatakan berdiri pada pihak manapun juga.” – Testimonies, vol.

61

“Kita telah cenderung berpikir, bahwa dimana tidak terdapat pendeta-pendeta yang setia, maka tidak mungkin terdapat orang-orang Kristen yang benar; tetapi ini bukanlah jawabannya. Allah telah berjanji, bahwa dimana para gembala adalah tidak benar, Ia akan mengawasi kawanan domba itu sendiri. Allah tidak pernah membiarkan kawanan domba itu sepenuhnya bergantung pada alat-alat

36 manusia. Tetapi hari-hari penyucian si- dang itu sedang datang dengan segeranya. Allah hendak memiliki suatu umat yang suci dan benar. Dalam penyaringan yang besar yang segera akan jadi, kita akan le- bih mampu untuk mengukur kekuatan Is- rael. Tanda-tanda mengungkapkan, bahwa masa itu sudah dekat apabila Tuhan akan menyatakan bahwa kipas-Nya ada di da- lam tangan-Nya, maka Ia akan member- sihkan selengkapnya seluruh lantai-Nya.”

“..... Orang-orang yang menaruh harap pada kemampuan berpikir, kecerdasan, atau talenta, tidak akan berdiri pada wak- tu itu pada barisan terdepan. Mereka tidak menyesuaikan langkahnya dengan terang. 62 Orang-orang yang telah membuktikan di- rinya tidak setia tidak akan dipercayakan kepada mereka kawanan domba pada waktu itu. Dalam pekerjaan penghabisan yang serius itu hanya sedikit saja orang- orang besar yang akan terlibat. Mereka adalah orang-orang yang merasa kecuku- pan sendiri, terlepas dari Allah, maka Ia tidak dapat menggunakan mereka. Tuhan memiliki hamba-hamba yang setia, yang dalam masa kegoncangan dan ujian mere- ka itu akan muncul keluar. Ada orang- orang yang berharga yang kini masih ter- sembunyi yang tidak menyembah sujud kepada Baal. Mereka belum memiliki terang itu yang telah bercahaya dalam suatu pemusatan sinar ke atasmu. Namun, mungkin sekali di bawah selubung lahiriah yang kasar dan tak menarik kecerahan yang bersih dari suatu tabiat Kristen yang murni akan dinyatakan.”—Testimonies,

Barisan pernyataan-pernyataan yang dikemukakan di atas menunjukkan, bahwa sidang harus disucikan sebelum umat Allah yang sisa dihimpunkan “keluar dari 63 segala” negeri. Kemudian “pada hari-hari itu, dan pada masa itu, apabila Aku ke-lak membawa kembali para tawanan Ye-huda dan Yerusalem”, demikianlah firman Tuhan, “Aku pun akan menghimpunkan

37 segala bangsa, dan akan menghantarkan mereka itu turun ke dalam lembah Ye-hoshafat, dan Aku akan berbicara dengan mereka di sana demi karena umat-Ku dan karena bagian pusaka-Ku Israel yang telah mereka cerai-beraikan di an-tara segala bangsa, dan telah membagi-bagikan tanah-Ku.” Yoel 3 : 1, 2.

Tetapi untuk dibebaskan dari tawanan, dan untuk mendengarkan Tuhan “berbicara ….. di sana” demi karena umat-Nya, maka orang tak akan berani sekarang menolak akan

Himbauan-Nya.

“Mereka mengatakan : Jikalau sese-orang lelaki sudah membuang istrinya, lalu ia pergi meninggalkan lelaki itu, dan menjadi istri seseorang lelaki lain, maka 64 haruskah ia kembali lagi kepada wanita itu? Bukankah negeri itu sangat dicemar-kan? Tetapi engkau sudah berbuat zinah dengan banyak kekasih; tetapi pun kem-bali lagi kepada-Ku, demikianlah firman Tuhan. Angkatlah matamu ke atas ke tempat-tempat yang tinggi, dan lihatlah di mana engkau tidak pernah ditiduri. Pada sisi jalan-jalan engkau telah duduk menunggui mereka itu, seperti orang Arab di padang belantara; maka engkau telah mencemarkan negeri itu dengan segala zinahmu dan dengan segala keja-hatanmu. Sebab itu curahan hujan telah ditahan, dan hujan akhir pun tidak datang; tetapi engkau memiliki suatu dahi perempuan sundal, engkau tidak mengenal malu. Tidakkah engkau mau semenjak waktu ini berseru kepada-Ku, Hai Bapaku, Engkaulah Pemimpinku se-menjak masa mudaku?”

“Pergilah dan beritakanlah segala per-kataan ini ke arah utara dan katakanlah : Kembalilah kamu, hai Israel yang murtad, demikianlah firman Tuhan; maka Aku tidak akan menumpahkan murka-Ku ke 65 atas kamu. Karena Aku Pemurah adanya, demikianlah firman Tuhan, maka tiada Aku menaruh murka untuk selama-lama-nya. Hanya akuilah olehmu akan kesala-hanmu, bahwa kamu telah mendurhaka

38 melawan Tuhan Allahmu, dan kamu telah tercerai berai segala jalanmu mengikuti orang-orang asing di bawah setiap pohon kayu yang hijau, dan tiada kamu dengar akan suara-Ku, demikianlah firman Tu-han. Kembalilah engkau, hai anak-anak yang murtad, demikianlah firman Tuhan; karena Aku mengawinimu : maka Aku akan mengambil kamu seseorang dari se-buah negeri, dan dua orang dari sesuatu keluarga, dan Aku akan menghantarkan kamu ke Sion; maka Aku akan membe-rikan bagimu gembala-gembala yang se-suai dengan hati-Ku, yang akan memberi makan kamu dengan pengetahuan dan pengertian. Maka akan jadi kelak, apabila kamu kelak diperlipat-gandakan dan di-pertambahkan di tanah itu, pada hari-hari itu, demikianlah firman Tuhan, maka me-reka tidak akan lagi mengatakan, Tabut Perjanjian Tuhan, itu pun tidak lagi akan timbul di dalam hati, mereka pun tidak 66 lagi ingat akan dia, mereka pun tidak akan lagi mencarinya, atau membuatnya kembali. Pada masa itu mereka akan menyebut Yerusalem tahta Tuhan; dan segala bangsa akan datang berhimpun kepadanya, kepada nama Tuhan, ke Yerusalem; mereka tidak lagi berjalan mengikuti persangkaan hati mereka yang jahat itu. Pada hari-hari itu isi rumah Yehuda akan berjalan bersama-sama de-ngan isi rumah Israrel, dan mereka akan bersama-sama datang keluar dari tahta utara menuju ke tanah yang telah Ku kuraniakan kepada nenek moyangmu sebagai milik pusaka.” Yeremia 3 : 1 - 4, 12 - 18.

Karena demikianlah firman Tuhan : “Tengoklah, Aku akan mengutus kepada-mu Eliyah nabi itu sebelum datang hari Tuhan yang besar dan mengerikan itu; maka ia akan membalikkan hati segala bapa kepada anak-anak, dan hati anak-anak kepada bapa-bapa mereka, supaya 39 jangan Aku datang lalu memalu bumi dengan kutuk.” Maleakhi 4 : 5, 6.

“Tengoklah, Aku akan mengirim utu-67 san-Ku, maka ia akan menyediakan jalan di hadapan-Ku; maka Tuhan, yang kamu cari itu akan kelak datang dengan tiba-tiba ke kaabah-Nya ….. Tetapi siapakah yang dapat tahan akan hari kedatangan-Nya itu, dan siapakah akan tahan ber-diri apabila Ia kelihatan? Karena Ia adalah bagaikan suatu api pembersih, dan seperti sabun binara; maka Ia akan duduk seperti seorang pembersih dan pemurni perak, dan Ia akan menyucikan bani Lewi, dan membersihkan mereka itu bagaikan emas dan perak, supaya mereka dapat mempersembahkan kepada Tuhan suatu persembahan dalam kebenaran. Pa-da masa itulah kelak persembahan dari Yehuda dan Yerusalem akan berkenan kepada Tuhan, seperti halnya di hari-hari yang dahulu, dan seperti pada tahun-tahun yang terdahulu. Maka Aku akan menghampiri kamu hendak berhukum; dan Aku akan menjadi seorang saksi yang cepat melawan segala tukang sihir, dan melawan segala orang yang berbuat zinah, dan melawan segala orang yang bersumpah palsu, dan melawan segala orang yang menindas hamba-hamba upa-68 han terhadap upah-upah mereka, yang menindas perempuan janda dan anak-anak piatu, dan yang menolak orang-orang asing dari haknya, dan yang tidak takut akan Daku, demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam. Karena Aku-lah Tuhan, Aku tidak berobah; maka sebab itulah kamu bani Yakub belum ditumpas.”

“Bahkan semenjak dari zaman nenek moyangmu pun kamu telah menyeleweng dari segala syariat-Ku, dan tiada kamu memeliharakannya. Kembalilah kepada-Ku, maka Aku akan kembali kepadamu, demikianlah firman Tuhan serwa sekali-an alam. Tetapi katamu, Dalam hal yang mana harus kami kembali?”

“Hendakkah seseorang merampok Allah? Namun kamu sudah merampok Aku. Tetapi katamu, dalam hal apakah ka-mi telah merampok akan Dikau? Dalam 40 perpuluhan-perpuluhan dan persemba-han-persembahan. Kamu adalah dikutuk dengan suatu kutuk, karena kamu sudah merampok Aku, bahkan seluruh bangsa ini sudah merampok Aku. Bawalah oleh-69 mu segala perpuluhan itu ke dalam ru-mah perbendaharaan, supaya kiranya ada tersedia makanan di dalam rumah-Ku, dan cobailah akan Daku sekarang juga di sini dengannya, demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam, jikalau tiada Aku akan membukakan bagimu pintu-pintu langit, lalu mencurahkan kepada-mu suatu berkat, yang kelak tidak akan cukup ruangan untuk menampungnya. Dan oleh karenamu juga Aku akan meng-hukum si pembinasa, sehingga ia tidak akan merusak hasil-hasil dari tanahmu; pokok anggurmupun tidak akan menge-luarkan buahnya sebelum masanya di padang, demikianlah firman Tuhan ser-wa sekalian alam. Maka segala bangsa akan menyebut kamu berbahagia; karena kamu kelak menjadi suatu tanah yang permai, demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam.”

“Segala perkataanmu sudah terlalu keras melawan Aku, demikianlah firman Tuhan. Tetapi kamu mengatakan, Apakah yang telah kami bicarakan sedemikian banyak melawan Dikau? Kamu telah me-70 ngatakan, Adalah sia-sia berbakti kepada Allah dan apakah untungnya bahwa kita telah memeliharakan segala perintah-Nya, dan bahwa kita telah berjalan de-ngan berkabung di hadapan Tuhan serwa sekalian alam? Maka kini kita menyebut orang yang sombong itu berbahagia; bah-wasanya mereka yang berbuat kejahatan itu akan ditegakkan; bahwasanya mere-ka yang mencobai Allah itu akan dile-paskan.”

“Pada masa itu mereka yang takut akan Tuhan akan sering berbicara satu kepada yang lainnya, maka Tuhan mem-perhatikannya dan mendengarkannya, maka sebuah buku peringatan adalah ter-tulis di hadapan-Nya bagi mereka yang takut akan Tuhan, dan yang ingat akan nama-Nya. Maka mereka akan menjadi milik-Ku, demikianlah firman Tuhan ser-wa sekalian alam, pada hari itu apabila Aku akan mengumpulkan mutiara-mu-tiara-Ku; dan Aku akan melindungi me-reka seperti halnya seseorang melindu-ngi anak lelakinya sendiri yang berbakti kepadanya. Pada masa itu kamu akan 71 kembali, dan kamu akan melihat bedanya antara kebenaran dan kejahatan, di antara dia yang berbakti kepada Allah dan dia yang tidak berbakti kepada-Nya.”

“Sebab itu, demikianlah firman Tu-han Hua, Tengoklah, Aku meletakkan se-buah batu di Sion bagi suatu pondasi, se-buah batu yang telah teruji, sebuah batu penjuru yang berharga, suatu pondasi yang teguh; barangsiapa yang percaya tidak akan gelisah. Keadilan juga akan Ku letakkan menurut tali pengukur, dan kebenaran menurut bandulan pengukur tegak lurus; maka hujan es akan menyapu bersih perlindungan segala kebohongan, dan air-air akan menghanyutkan tempat persembunyian.”

“Maka perjanjianmu dengan maut akan dihapuskan, dan persetujuanmu dengan neraka tidak akan tetap berlaku; apabila cemeti yang menghancurkan itu akan berjalan lalu, maka kamupun akan dipijak-pijak olehnya. Semenjak dari sa-at ia itu keluar ia akan menyeret kamu; karena pagi demi pagi ia itu akan lewat, 72 baik pada siang hari baik pada malam hari; maka akan jadi suatu kegentaran hanya untuk memahami berita itu. Ka-rena tempat tidur adalah lebih pendek daripada ukuran seseorang yang dapat membaringkan dirinya di atas, dan seli-mut adalah lebih kecil daripada yang da-pat ia pakai untuk menyelimuti dirinya. Karena Tuhan akan bangkit seperti diatas gunung Perazim, Ia akan naik murka-Nya seperti di lembah Gibeon, supaya Ia dapat melakukan pekerjaan-Nya, pekerjaan-Nya yang aneh itu; dan melaksanakan tindakan-Nya, tindakan-Nya yang aneh itu. Sebab itu sekarang janganlah kamu menjadi orang pengolok-olok, supaya jangan belenggumu dibuat makin keras ikatannya, karena telah Ku dengar dari Tuhan Hua serwa sekalian alam dari hal kebinasaan yang telah ditentukan atas seluruh bumi.”

42

“Berilah telingamu, dan dengarlah akan suara-Ku; camkanlah, dan dengarlah akan perkataan-Ku.” Yesaya 28 : 16 - 23.

Karena “Allah telah berjanji bahwa dimana para gembala didapati tidak benar 73 Ia akan mengawasi sendiri kawanan dom- ba itu” (Testimonies, vol. 5, p. 80; Testi-monies to Ministers, p. 300; Yeremia 3 : 17), dan karena para keturunan dari Yakub itu akan kembali menjadi sebuah kerajaan, mereka akan mengangkat baginya seorang kepala (Hosea 1 : 11), “Daud raja mereka” (Hosea 3 : 5), “lalu mencari Tuhan Allah mereka”, maka jelaslah bahwa sidang dalam masa Seruan Keras dari Pekabaran Malaikat Yang Ketiga,

Akan Menjadi Sebuah Pemerintahan

Theokrasi.

“Tongkat kerajaan itu tidak akan ber-lalu dari Yehuda, pemberi hukumpun tidak akan berlalu dari antara kedua ka-kinya, sehingga datang Silo; maka kepa-danyalah kelak berhimpun orang banyak itu.” Kejadian 49 : 10.

“Bahwasanya, seorang raja akan me-merintah dalam kebenaran, dan para penghulu akan memimpin dalam keadi-lan. Dan seorang laki-laki akan jadi bagai-kan suatu tempat berlindung dari angin, 74 dan suatu tempat persembunyian dari angin ribut; seperti sungai-sungai yang berair di suatu tempat yang kering, seperti bayangan dari sebuah batu besar di tanah yang tandus.” Yesaya 32 : 1, 2.

“Karena bagi kita seorang anak telah lahir, bagi kita seorang putera telah dikaruniakan; maka pemerintahan akan berada di atas pundak-Nya; dan nama-Nya akan disebut Ajaib, Penasehat, Allah yang perkasa, Bapa yang kekal, Raja Damai. Dari hal peningkatan pemerin-tahan dan perdamaian-Nya kelak tidak akan ada akhirnya, pada tahta Daud dan pada kerajaan-Nya, ia itu diatur dan di-43 dirikan dengan hukum dan keadilan semenjak dari sekarang sampai selama-lamanya. Semangat dari Tuhan serwa sekalian alam akan melaksanakan ini. Tuhan telah mengirimkan suatu firman kepada Yakub, maka ia itu telah mene-rangi ke atas Israel.” Yesaya 9 : 6 - 8.

“Bahwasanya, Tuhan Hua akan da-tang dengan tangan yang kuat, maka lengan-Nya akan memerintah bagi-Nya; bahwasanya pahala-Nya ada bersama-sa-75 ma dengan-Nya (Ia akan mengaruniakan kepada mereka pada masa kerajaan itu) dan pekerjaan-Nya di hadapan-Nya (Ia akan menghimpunkan umat-Nya pada masa itu).” Yesaya 40 : 10.

“Maka kelak akan terbit keluar dari batang Isai sebuah pucuk”, nubuatannubuatan Yesaya dalam gambaran simbolis mengenai kemenangan maksud Allah yang gilang-gemilang ini, ”dan sebuah Ca-bang akan bertumbuh keluar dari akar-akarnya; maka Roh Tuhan akan tinggal di atasnya, yaitu Roh kebijaksanaan dan pengertian, Roh berbicara dan kuat, Roh pengetahuan dan takut akan Tuhan; maka ia itu akan membuatnya menjadi seseorang yang cepat mengerti dalam takut akan Tuhan; maka ia tidak akan mengadili menurut pemandangan mata-nya sendiri, ia juga tidak akan menegor menurut pendengarannya sendiri, mela-inkan dengan kebenaran ia akan meng-adili orang-orang miskin, dan ia akan menegor secara adil bagi segala orang yang lemah di bumi; maka ia akan mema-lu bumi dengan Tongkat yang ada di mu-76 lutnya, dan dengan nafas mulutnya ia akan membunuh segala orang jahat. Ma-ka kebenaran akan menjadi pengikat pinggangnya, dan kesetiaan menjadi pe-ngikat segala pemerintahannya.” Yesaya

44

Ilustrasi
77

Di dalam gambaran ini terdapat tiga orang yang dikemukakan, yaitu Isai (ayah dari Daud), pucuk (Daud), dan Cabang (Kristus). Ikatan hubungan ini menunjukkan, bahwa Daud (pucuk itu) adalah bukan Kristus (Cabang), karena “pucuk” itu keluar dari batang Isai, dan Cabang itu

45 keluar dari pucuk — suatu kenyataan yang telah terbit dalam seruan orang banyak sewaktu Kristus memasuki Yerusalem. Mereka itu berseru : “Hosanah bagi putera Daud.” Matius 21 : 15. Sebab itu jelaslah, bahwa “pucuk” itu yang datang dari batang Isai adalah melambangkan Daud; dan Cabang itu yang datang keluar dari pucuk melambangkan putera Daud — Kristus.

Pada “lambang” inilah (Cabang dan pucuk) “Roh Tuhan itu akan tinggal ....., yaitu Roh kepandaian dan pengertian, Roh nasehat dan kuasa, Roh pengetahuan dan takut akan Tuhan; maka ia itu akan membuatnya menjadi seseorang yang cepat mengerti dan takut akan Tuhan; maka ia tidak akan mengadili menurut pandangan matanya sendiri, ia juga tidak 78 akan menegor menurut pendengarannya sendiri, melainkan dengan kebenaran ia akan mengadili orang-orang miskin, dan ia akan menegor secara adil bagi se-gala orang yang lemah di bumi; maka ia akan memalu bumi dengan tongkat dari mulutnya, dan dengan nafas mulutnya ia akan membunuh segala orang jahat. Maka kebenaran akan menjadi pengikat pinggangnya, dan kesetiaan menjadi pe-ngikat segala pemerintahan.” Yesaya 11 : 2 - 5.

Sebab itu walaupun “lambang” itu melambangkan hubungan antara tiga orang (Isai, akar; Daud, pucuk; dan Kristus, Cabang), namun kuasa dan kepintaran dari Kristus adalah merupakan kekuatan penopang dan pengawasnya. Sebab itulah Kristus mengatakan : ”Aku adalah akar dan benih dari Daud, dan Bintang Fajar yang gilang-gemilang itu” (Wahyu 22 : 16), membuktikan, bahwa Ia adalah segala-galanya dan Ia berada di dalam segalagalanya.

Sebab itu karena dari “batang” Isai telah keluar “pucuk” (Daud), dan dari pucuk itu 79 telah muncul keluar Cabang (Kristus), maka Daud raja yang kelihatan itu dan Kristus Raja yang tak kelihatan atas segala raja itu kelak “pada hari itu” — dalam sejarah kita — membentuk “lambang” itu, lalu “kepadanyalah kelak segala orang Kafir akan datang mencari-cari; maka peristirahatan-Nya (atau tempat istirahat- Nya — yaitu lokasi dimana “pucuk” atau “lambang” itu berdiri — kerajaan itu) kelak akan menjadi mulia.” Sesungguhnya “Aku hendak membuat tempat berdiri-Ku menjadi mulia.” (Yesaya 60 : 13), demikianlah firman Tuhan.

“Dan Ku angkat atasnya kelak seorang gembala yang akan menggembalakan mereka itu, yaitu Daud hamba-Ku; maka ia pun akan memberi makan mereka itu, dan ia akan menjadi gembalanya. Dan Aku ini Tuhan dan Allah bagi mereka itu, dan hamba-Ku Daud akan menjadi seorang raja di tengah-tengahnya; bahwa Aku ini Tuhan sudah berfirman begitu. Dan Aku akan membuat suatu perjanji-an selamat dengan mereka itu, dan Ku hapuskan kelak segala binatang buas 80 dari tanah itu, sehingga mereka itu boleh duduk di padang belantara dengan sen-tosa dan boleh tidur di tengah-tengah hutan.” Yehezkiel 34 : 23 - 25.

Demikianlah sidang-Nya, atau kerajaan-Nya itu akan kembali terlihat tanpa “cacad, atau kerut, ataupun sesuatu perkara yang sedemikian ini” (Efesus 5 : 27), sebuah pemerintahan agama yang damai, aman, dan tak terkalahkan, di bawah pemerintahan seorang gembala dan seorang raja — Daud, hamba-Nya. Tetapi dari kenyataannya bahwa banyak raja telah memerintah atas Israel maka mungkin timbul di dalam pikiran sebagian orang pertanyaan :

Mengapa Daud Merupakan Contoh?

Memang tak dapat dielakkan karena ia adalah satu-satunya orang yang tepat secara sempurna untuk cocok dengan contoh saingannya — yaitu kepemimpinan dalam masa Seruan Keras dari Pekabaran Malaikat Yang Ketiga. Karena demikian inilah halnya, maka adalah perlu untuk 81 diikuti, bahwa Saul, raja yang pertama memerintah atas Israel dan yang banyak bertanggungjawab bagi pengalaman hidup Daud yang mula-mula, adalah merupakan sebuah contoh dari kepemimpinan sidang dalam masa periode mendahului Seruan Keras itu — yaitu kepemimpinan yang bangkit dalam tahun 1844 dengan satusatunya maksud untuk menghimpunkan mereka yang 144.000 itu, yaitu buah-buah pertama dari kerajaan itu. Dalam setiap hal, contoh menyaingi dengan sempurna contoh saingannya.

Melihat kepada keadaan lahiriahnya yang pantas sebagai raja, maka Saul telah dipilih oleh orang banyak itu untuk menjadi raja mereka, walaupun Allah tidak memperkenankannya (1 Samuel 8 : 7). Maka pada akhirnya setelah Allah menolaknya dan setelah mengurapi Daud untuk menjadi raja menggantikannya, maka Saul memutuskan untuk mempertahankan tahta dengan cara berusaha membunuh Daud. Namun usahanya berakhir karena ia dengan sengaja membunuh dirinya sendiri

82

Sejarah telah mendemonstrasikan, bahwa organisasi Masehi Advent Hari Ketujuh sedang menggenapi contoh itu. Karena lebih suka untuk membentuk badan organisasi, dan memilih para pemimpin melalui pungutan suara orang banyak, maka dengan begitu mereka telah memperlihatkan, bahwa mereka tidak banyak berusaha untuk dapat berkenan kepada Allah dengan berlaku sebagai “suatu umat yang istimewa”, seperti yang diinginkan-Nya bagi mereka, karena mereka sebanyak mungkin lebih memuaskan dirinya sendiri mengikuti organisasi-organisasi gereja lain — sama seperti halnya di zaman Saul dahulu orang banyak itu ingin supaya mereka sama dengan bangsa-bangsa yang ada di sekitarnya (1 Samuel 8 : 5, 7). Dan 48 walaupun telah dipilih oleh orang banyak, namun para pejabat General Conference itu bagaimanapun juga telah diterima Allah untuk menjadi pemimpin-pemimpin atas umat sekarang, sama seperti halnya Saul dahulu. Tetapi karena ia mengkhianati kepercayaan yang telah diberikan kepadanya dengan cara tidak mematuhi firman Allah yang disampaikan kepadanya 83 oleh nabi Samuel, maka demikian itu pula organisasi sidang yang ada sekarang, “para tua-tua ... di hadapan rumah itu telah mengkhianati kepercayaan yang telah di- berikan kepada mereka.” — Testimonies, vol. 5, p. 211, demikianlah kata nabi kepada sidang di waktu ini. (Bagi pelayanan yang lebih lengkap terhadap pokok masalah organisasi, bacalah Organization Manual (Pedoman Organisasi) kita).

Berbicara kepada kepemimpinan Masehi Advent Hari Ketujuh, maka hamba Tuhan mengatakan : “Kamu tidak berhak untuk mengatur, jika tidak kamu menga- tur sesuai tata pengaturan Allah. Adakah kamu berada di bawah pengawasan Allah? Adakah kamu melihat akan tanggung jawabmu kepada-Nya? ..... Bahwa orang- orang ini akan berdiri pada tempat yang suci untuk jadi sebagai suara Allah kepada umat, seperti yang pernah kita percaya yaitu General Conference, — itu sudah berlalu. Apa yang kita perlukan sekarang ialah reorganisasi.” -- General Conference Bulletin, Session ke-34, vol. 4, Extra No. 1,

84

Ungkapan pernyataan ini membuktikan secara khusus, bahwa sesudah pertemuan Minneapolis yang bersejarah itu dalam tahun 1888, setelah para pemimpin menolak pekabaran maupun nasehat yang telah diberikan kepada mereka (Testimo- nies to Ministers, p. 468), maka Tuhan tidak lagi menganggap General Conference sebagai hamba-hamba-Nya, sama seperti 49 halnya Ia tidak lagi memandang Saul sebagai raja atas Israel setelah ia memalingkan dirinya dari perintah-perintah Tuhan yang disampaikan kepadanya. Dan sekarang, setelah sekian lama semenjak memenuhi keinginan umum untuk mengorganisir General Conference itu, dalam menggenapi contohnya, maka Allah memperingatkan bahwa kini kesabaran-Nya telah sampai pada akhirnya sama seperti halnya di zaman dahulu. Dengan tegas Roh Nubuatan memberitakan :

“Allah menyerukan supaya dilaksa- nakan suatu pembangunan rohani dan suatu reformasi rohani. Jika ini tidak di- laksanakan, maka mereka yang suam itu akan terus bertumbuh dengan makin men- 85 jijikkan di hadapan Tuhan, sampai kelak Ia akan menolak untuk mengakui mereka sebagai anak-anak-Nya.”

“Suatu pembangunan dan suatu re- formasi harus dilaksanakan di bawah pengendalian Roh Suci. Pembangunan dan reformasi adalah dua perkara yang ber- beda. Pembangunan berarti suatu pem- baharuan kembali terhadap kehidupan rohani, suatu kebangkitan dari segala kuasa pikiran dan hati, suatu kebangkitan kembali dari mati rohani. Reformasi ber- arti suatu reorganisasi, suatu pengobahan dalam pendapat-pendapat dan teori-teori, kebiasaan-kebiasaan dan perbuatan-per- buatan. Reformasi tidak akan mengeluar- kan buah kebenaran yang baik jika ia tidak dikaitkan dengan pembangunan dari Roh. Pembangunan dan reformasi akan melaksanakan tugas mereka yang telah di- tentukan, dan dalam melakukan tugas ini keduanya harus bergabung.” — Christ Our Righteousness, p. 154, dicetak kembali dari Review and Herald, 25 Februari 1902.

Sebagaimana kejatuhan Saul itu datang dari kelalaiannya mematuhi firman Allah 50 sampai kepada huruf, dan karena kemudian ia memaafkan pendurhakaannya dengan dalih, bahwa ia telah mempersiapkan domba-domba yang terbaik untuk korban dalam perbaktian kepada Allah, maka demikian pula halnya dengan kepemimpinan sekarang. Walaupun telah diperintahkan kepada mereka supaya meninggalkan semua hubungan dan jalanjalan yang bersifat keduniawian, dan supaya menjauhkan semua bentuk usaha pada hari Sabat, seperti misalnya menjual buku-buku, mengemukakan tujuan-tujuan target untuk dicapai (goals) dan sebagainya, namun demikian mereka secara mendurhaka telah bergabung dengan dunia dan mengikuti dalam jalan-jalan yang terlarang, bahkan mengembalikan rumah Allah menjadi sebuah rumah dagang (Testi- monies, vol. 8, p. 250). Kemudian dengan terus mengikuti mode ala Saul mereka menyatakan perbuatan cemar dan durhaka ini sebagai ringan saja dengan alasan, bahwa perbuatan yang sedemikian adalah tugas pekabar injil yang baik. Tetapi Roh Nubuatan mengatakan :

51

“Suatu kesalahan besar telah dilaku- kan oleh sebagian orang yang mengakui kebenaran sekarang, oleh menawarkan barang-barang dagangan selama berlang- sung pertemuan-pertemuan, sehingga oleh perdagangan mereka, mereka mengalihkan banyak perhatian dari tujuan pertemuan- pertemuan itu. Jika sekiranya Kristus sekarang berada di bumi, Ia akan meng- halau keluar para penjaja barang-barang dan para pedagang ini dengan sebuah cambuk dari benang-benang halus, apakah mereka itu pendeta ataupun umat, sama seperti pada waktu Ia memasuki kaabah dahulu, ‘lalu mencampakkan keluar se- mua mereka yang berjual beli di dalam kaabah, dan membalikkan meja-meja pe- nukaran uang dan tempat-tempat duduk mereka yang menjual burung-burung da- ra. Sambil mengatakan kepada mereka : Adalah tertulis, bahwa rumah-Ku kelak akan disebut rumah sembahyang, tetapi kamu telah membuatnya menjadi sebuah sarang pencuri-pencuri.’ Para pedagang ini mungkin saja membela dirinya dengan alasan bahwa barang-barang yang dita- warkan itu adalah bagi persembahan- 51 88 persembahan korban. Namun tujuan me- reka adalah untuk memperoleh laba, un- tuk memperoleh uang, untuk menimbun keuntungan.”

“Kepada saya ditunjukkan, bahwa jika kemampuan-kemampuan moral dan kecer- dasan tidak digelapkan oleh kebiasaan- kebiasaan hidup yang salah, maka para pendeta dan umat sudah akan bangkit melihat akan akibat-akibat jahat dari pencampuran perkara-perkara yang suci dengan perkara-perkara yang biasa. Para pendeta telah berdiri di mimbar dan meng- khotbahkan suatu khotbah yang sangat menarik, dan kemudian oleh menawarkan barang dagangan, dan bertindak sebagian sebagai seorang pedagang, bahkan di da- lam rumah Allah, mereka telah mengalih- kan perhatian para pendengarnya dari kesan-kesan yang diterima, dan menghan- curkan buah dari usaha mereka sendiri.”

Walaupun mengakui Samuel sebagai nabi Allah, namun Saul pada waktu yang sama dengan sengaja menolak mematuhi 89 kata-katanya; demikian pula, walaupun mengakui Ny. White sebagai hamba Allah, General Conference pada waktu ini, dengan sedih harus dikatakan, bahwa oleh jalan yang ditempuhnya, mereka sesungguhnya sedang menyangkal kekuasaannya. Kenyataan yang tak dapat disangkal ini telah dikemukakan berkali-kali di dalam Roh Nubuat, salah satu pernyataan yang mewakili adalah sebagai berikut :

“Orang-orang yang menaruh harap kepada kecerdasan berpikir, kepandaian istimewa, atau talenta, tidak akan berdiri pada waktu itu (sesudah penyucian sidang) pada barisan depan orang banyak. Mereka tidak mengatur langkahnya seja- lan dengan terang itu. ..... Mereka adalah orang-orang yang merasa kecukupan sen- diri, lepas dari Allah, maka Ia tidak dapat menggunakan mereka. Tuhan memiliki hamba-hamba yang setia, yang dalam masa kegoncangan, yaitu masa ujian akan kelak muncul kelihatan.” — Testimonies,

“Jika mereka terus saja dalam keadaan 90 ini, maka Allah akan menolak mereka.” — Testimonies, vol. 6, p. 427.

Akibatnya, sebagaimana yang dihasilkan oleh perbuatan Saul yang kelihatan, yaitu hanya dirinya sendiri yang diturunkan dari tahta oleh seorang raja yang lain, maka demikian itu pula kelak orangorang besar yang ada sekarang, yaitu mereka yang berada pada kepemimpinan pekerjaan, dan yang menaruh harap kepada “kecerdasan berpikir, kepandaian istimewa, atau talenta”, mereka akan kelak diganti oleh orang-orang yang walaupun tidak memiliki lahiriah yang tergosok rapi, akan kelak “muncul keluar” pada masa ini, sambil mengungkapkan suatu tabiat Kristen asli yang cerah dan murni.” (Untuk penyelidikan selanjutnya terhadap penggantian kepemimpinan ini, lihatlah buku Traktat kami No. 2 yang berjudul “Paradoks Besar Sepanjang Zaman”).

Selanjutnya, sebagaimana Saul telah menentang Allah oleh menolak meninggalkan tahtanya, dan oleh berusaha menghilangkan nyawa orang yang telah diurapi- 91 Nya, yaitu raja Daud, maka demikian pula sekarang pada bunyi trompet yang ada sekarang kita menemui General Conference sedang menolak untuk membiarkan Allah memegang pemerintahan di dalam tangan- Nya sendiri (Testimonies to Ministers, p. 300), mereka berusaha merebut tahta-Nya dengan cara berketetapan hati, bahwa mereka akan memerintah gereja sampai kepada akhir sejarah dunia ini, dan mereka menggunakan segala kesempatan yang ada untuk membuang kita keluar dari tengah-tengahnya dengan tujuan untuk mengamankan pengawasannya atas gereja. Orang-orang yang sedang melakukan segala perkara ini adalah mereka yang oleh nabi Yehezkiel didengar secara nubuatan mengatakan : “Kota ini adalah kuali, dan kami menjadi dagingnya.” Yehezkiel 11 : 3. Mereka sekarang sedang berbuat apa saja yang mungkin untuk

53 meninggikan dan untuk mempertahankan mereka secara abadi pada kekuasaan, dan untuk melepaskan diri mereka dari orang-orang yang dalam nama Tuhan telah “memberitakan damai”, dan menghantarkan kepada mereka “kabar-kabar 92 baik” bahwa “orang jahat” kelak tidak lagi berjalan lalu melewati kamu; ia telah ditumpas selengkapnya.” Nahum 1 : 15. Tetapi “kota ini tidak akan menjadi kua-limu, demikianlah firman Tuhan, juga kamu tidak akan menjadi daging di te-ngah-tengahnya; tetapi Aku akan meng-adili kamu pada perbatasan Israel.” Ye-

Mereka yang ingin mengetahui kebenaran bagi dirinya sendiri tentang jenis penanganan apa yang telah kami terima di tangan penguasa-penguasa gereja (seperti yang diperoleh Daud di tangan Saul), dapatlah membaca buku kecil kami Traktat No. 7, Menghitung Semua Bukti Kenyata- an Pada Kedua Belah Pihak Sebelum Me- nentang Ataupun Membela.

Oleh menolak pekabaran yang telah datang kepada mereka dengan amaranamaran dan tegoran-tegoran, dan karena terus saja mengikuti jalan-jalan mereka yang jahat, maka saudara-saudara kita itu sedang mendesak Tuhan untuk memalu mereka dengan senjata-senjata pembantai 93 dari Yehezkiel pasal 9, kalau saja tidak cepat mereka bertobat. Walaupun mereka sedang dalam perjalanan hendak membunuh diri bersama-sama dengan Saul, namun mereka masih saja mengatakan di dalam hatinya : “Tuhan tidak mau berbuat yang baik, juga Ia tidak mau berbuat yang jahat. Ia adalah terlalu panjang sabar untuk men- datangkan pehukuman atas umat-Nya. Demikianlah damai dan sejahtera adalah merupakan teriakan dari orang-orang yang tidak pernah lagi mengangkat suaranya bagaikan trompet untuk menunjukkan kepada umat Allah segala pendurhakaan mereka dan isi rumah Yakub segala dosa mereka. Anjing-anjing bisu ini, yang tidak mau menyalak, ialah orang-orang yang akan merasakan pembalasan yang adil dari suatu Allah yang murka. Laki-laki,

54 wanita-wanita dan anak-anak kecil, se- kaliannya akan binasa bersama-sama.” — Testimonies, vol. 5, p. 211.

Dan selanjutnya, sebagaimana Saul adalah bertanggung jawab atas kematian bukan saja anak-anaknya, melainkan juga rakyatnya, (1 Samuel 31 : 6), maka demi- 94 kian pula pihak kependetaan akan bertanggung jawab atas “orang-orang lakilaki, perempuan-perempuan, dan anakanak kecil” yang gagal memperoleh meterai, dan yang akibatnya binasa di dalam pembantaian itu.

Sungguhpun demikian, walaupun dosa mereka besar serta nasib hukuman mereka sudah pasti, Daud contoh itu, mengungkapkan kenyataan bahwa walaupun mungkin kita memotong rok dari jubah mereka selagi mereka benci dan murka terhadap kita, dan sementara mereka mengejar kita mengelilingi “kandangkandang domba di tepi jalan” (1 Samuel 24 : 3, 4), atau mungkin kita mengambil “tombak dan tempat air” dari “bantalan kepala” mereka selagi mereka berada dalam “tidur lelap dari Tuhan”, atau bahwa kita mungkin mengasihani mereka, sementara kita mungkin menemukan mereka tertidur di dalam “parit”, atau sedang menutupi kaki mereka di tempat-tempat persembunyian kita (1 Samuel 26 : 7 - 12) dan kita berkesempatan dan mampu untuk menyusahkan mereka, namun tidak kita 95 melukai mereka sedikitpun, tetapi justru kita menemani mereka.

Dan sementara mereka terus menganiaya kita, seperti halnya Saul menganiaya Daud, maka setiap orang yang berada dalam kesusahan, dan setiap orang yang berhutang, dan setiap orang yang berada dalam ketidakpuasan, seperti yang ditunjukkan oleh contoh, akan menggabungkan diri dengan kita (1 Samuel 22 : 2); sebaliknya semua orang “yang panas tidak dingin pun tidak, … suam” (merasa puas) bersama-sama dengan malaikat sidang Laodikea berada dalam bahaya yang kritis karena tetap tinggal “dengan tidak dika-

55 sihani dan sengsara, dan miskin, dan buta, dan telanjang”, sebagai akibatnya “akan diludahkan”, yaitu ditolak — “dibunuh.”

Dalam ungkapan yang terdahulu kita saksikan, bahwa mereka yang mematuhi suara dari Gembala yang baik itu adalah dilambangkan dengan pengikut-pengikut Daud, dan bahwa mereka yang tidak me- 96 matuhinya dilambangkan dengan Saul dan pengikut-pengikutnya.

Dalam perumpamaan dari Lukas mengenai perjamuan besar Kristus kembali mengemukakan kedua kelas orang-orang itu. Pada satu pihak orang-orang yang bersimpati kepada Saul dalam perumpamaan ini melambangkan orang-orang yang memaafkan diri mereka dengan alasan, bahwa mereka adalah sangat sibuk dalam urusan pekerjaan, sehingga akhirnya “dengan persetujuan bersama mereka mulai berdalihdalih.” Yang pertama mengatakan kepada- Nya, “saya telah membeli sepotong tanah, maka saya harus perlu melihatnya; saya mohon kiranya saya dimaafkan. Dan yang lainnya mengatakan, saya telah membeli lembu lima pasang, maka saya akan pergi mencobanya; saya mohon kiranya saya dimaafkan. Dan yang lainnya mengatakan, saya baru kawin, maka sebab itu saya tak dapat datang.” Sebaliknya, para pengikut Daud melambangkan orang-orang yang ditemui di “jalan-jalan dan lorong-lorong” dari negeri itu — yaitu “orang-orang miskin, dan orang-orang buntung, dan orang- 97 orang timpang, dan orang-orang buta.”

Tak lama kemudian setelah diberitahukan kepada Saul oleh Samuel, bahwa karena ketidaksetiaannya, Allah telah menolaknya sebagai pemimpin atas umat- Nya, maka secara diam-diam Samuel telah diutus untuk mengurapi Daud untuk memerintah menggantikan Saul. Dan

56 walaupun Saul telah diberitahu, bahwa Tuhan telah menolaknya, namun ia menolak untuk melepaskan tahtanya, dengan akibat bahwa orang-orang Philistin sedang mengepung tentaranya, dan sedang akan merebut kerajaan itu. Raksasa Goliat itu telah “berdiri dan berseru kepada bala tentara Israel, sambil mengatakan kepada mereka, mengapa kamu keluar hendak mengikat perang? Bukankah aku ini se-orang Philistin dan kamu sekalian hamba dari Saul? Pilihlah bagimu akan seorang, dan biarlah ia datang kepadaku. Jikalau dapat ia berperang dengan aku dan me-ngalahkan daku, maka kami sekalian akan menjadi hambamu, tetapi jikalau aku mengalahkan dia dan membunuh-98 nya, maka kamu kelak akan menjadi hamba-hamba kami dan takluk kepada kami. Dan lagi kata orang Philistin itu : Pada hari ini aku menantang segala bala tentara Israel; berikanlah kepadaku seorang laki-laki supaya kita berperang bersama-sama. Setelah segala perkataan orang Philistin itu didengar oleh Saul dan seluruh Israel, maka tercenganglah mereka dengan ketakutan yang amat

Walaupun tak berarti bahkan seorang remaja yang diremehkan oleh saudarasaudaranya, dan bahkan dianggap rendah oleh orang-orang lainnya, maka kata Daud kepada Saul : “Jangan seorang pun kecil hati karena orang itu; hambamu akan pergi dan memerangi orang Philistin itu. Lalu diambilnya tongkatnya di dalam tangannya, dan dipilihnya lima buah batu yang licin dari sungai, lalu dima-sukkannya ke dalam kantong gembala yang ada padanya, yaitu di dalam tempat batunya; dan ali-alinya berada dalam tangannya; lalu datanglah ia mengham-piri orang Philistin itu. Maka Daud me-99 masukkan tangannya ke dalam kantong-nya, lalu mengeluarkan sebuah batu, lalu diayunkannya batu itu, dan ia itu kena pada dahi orang Philistin itu, sehingga batu itu terbenam dalam dahinya, lalu re-bahlah ia tersungkur dengan mukanya ke

57 bumi. Demikianlah Daud telah menang atas orang Philistin itu dengan sebuah ali-ali dan sebuah batu dan ia berhasil mema-lu orang Philistin itu dan membunuh-nya; tetapi tiada sebuah pedang pun di dalam tangan Daud. Sebab itu berlarilah Daud datang dan berdirilah ia di atas tubuh orang Philistin itu, diambilnya akan pedangnya, dihunuskannya pedang itu dari sarungnya, lalu dibunuhnya akan dia dan dipancungkannya kepalanya de-ngan pedang itu. Maka setelah orang-orang Philistin itu melihat pahlawan mereka telah mati, maka larilah mereka itu sekaliannya.” – 1 Samuel 17 : 32, 40, 49 - 51.

Kemenangan Daud atas raksasa itu terhadap siapa tak seorangpun mampu memeranginya, adalah melambangkan kemenangan sidang (isi rumah Daud— 100 Zakharia 12 : 8), dalam “masa kesusahan besar yang sedemikian itu belum pernah ada”, atas binatang itu dan patungnya (Goliat contoh saingan), yang karena kehebatannya Pewahyu bertanya : “Siapakah yang sama dengan binatang itu? Siapakah yang mampu memerangi dia?” Dengan begitu, maka raksasa itu, Goliat, melambangkan orang-orang yang kini menantang hamba-hamba Allah, dan yang kelak membentuk patung dari binatang itu, yaitu gabungan agama-politik yang kelak menantang bala tentara Tuhan, lalu mengeluarkan keputusan “supaya tak seorang pun boleh membeli atau menju-al, terkecuali orang yang memiliki tanda itu, atau nama binatang itu, atau angka bilangan dari namanya ….. dan membuat agar sebanyak orang yang tidak mau menyembah patung binatang itu supaya

Tetapi “pada hari itu”, demikianlah firman Tuhan, “Aku akan membuat Ye-rusalem menjadi sebuah batu penumbuk bagi segala bangsa; segala orang yang membebani dirinya dengan batu itu akan 101 dihancurkan berkeping-keping, sekali-pun segala bangsa di bumi akan dihim-punkan melawannya. Pada hari itu Tuhan akan kelak melindungi semua penduduk Yerusalem; maka orang yang lemah di antara mereka pada hari itu akan jadi seperti Daud; dan isi rumah Daud akan jadi seperti Allah, seperti malaikat Tuhan di hadapan mereka itu.” Zakharia 12 : 3, 8.

Lima batu yang licin di dalam kantong Daud itu, yang dengan salah satunya ia membunuh Goliat, adalah melambangkan lima rangkap kuasa di dalam kantong gembala contoh saingan (Alkitab), yang dengan salah satu bagiannya Allah akan memalu binatang itu dan patungnya di waktu ini, yaitu bangsa-bangsa — yaitu Goliat contoh saingan. Dan sebagaimana kita ketahui, bahwa adalah oleh firman- Nya, dalam bentuk sebuah pekabaran, Ia akan memalu bangsa-bangsa, maka jelaslah bahwa lima buah batu yang licin itu adalah melambangkan lima pekabaran, dan pekabaran yang terakhir itulah yang akan melukai binatang itu, membinasakan patungnya, dan membebaskan umat Allah 102 dari ketakutan terhadap orang-orang Kafir.

Dengan demikian sebagaimana lima buah batu di dalam kantong gembala itu adalah lambang dari lima pekabaran, maka sebab itu pekabaran-pekabaran itu perlu diatur jadwalnya di sesuatu tempat di dalam Alkitab. Sekaliannya itu terdapat dalam perumpamaan Kristus mengenai kebun anggur : pertama, pada jam “pagipagi sekali” (upacara bayangan); kedua : pada “jam tiga” (penyaliban dan kebangkitan Kristus); ketiga : pada “jam enam” (dua ribu tiga ratus hari dari Daniel 8 : 14); keempat : pada “jam sembilan” (pehukuman orang mati); kelima, dan yang terakhir : pada “jam kesebelas” (pehukuman orang hidup, masa dari Seruan Keras), yang akan melukai binatang itu, dan 59 dengan pedangnya sendiri (sepuluh tan-duk dari Wahyu 17 : 16), memotong putus kepalanya, dan kemudian dengan api membinasakannya, sehingga luka itu tidak akan pernah sembuh kembali. Oleh sebab itu, dalam pekabaran mengenai jam terletak jaminan keselamatan bagi umat Allah. (Untuk suatu penyelidikan lengkap 103 terhadap perumpamaan dari Matius 20 : 1 - 16, dan dari hal binatang Wahyu pasal 17, bacalah buku Tongkat Gembala, jilid

Memberitakan “hari Tuhan yang besar dan mengerikan itu” (Maleakhi 4 : 5), yaitu “suatu hari pembantaian” (Yesaya 30 : 25), dan “suatu hari kegelapan” (Yoel 2 : 2), maka pekabaran yang terakhir ini akan didengungkan pada jam kesebelas — yaitu sebelum masa di mana seperti yang diramalkan oleh Yohanes, bahwa “segala raja di bumi, dan orang-orang besar, dan orang-orang kaya, dan para penghulu, dan orang-orang gagah perkasa, dan setiap hamba sahaya, dan setiap orang yang merdeka, akan menyembunyikan diri mereka di dalam lubang-lubang dan di dalam batu-batu karang dari gunung-gunung; dan mengatakan kepada gu-nung-gunung dan batu-batu karang itu : ‘timpalah kami, dan sembunyikanlah kami dari wajah Dia yang duduk pada tahta itu, dan dari murka Anak Domba itu, karena hari besar murka-Nya itu telah sampai; maka siapakah yang dapat ber-104 orang pun terkecuali orang-orang benar, yaitu para pemimpin sidang yang akan datang, seperti yang dilambangkan oleh pemerintahan dari Daud.

“Siapakah yang telah membangkit-kan orang benar itu dari timur, yang te-lah memanggilnya berdiri, menyerahkan segala bangsa ke hadapannya, dan men-jadikan dia raja atas segala raja? Ia me-nyerahkan mereka itu bagaikan debu kepada pedangnya, dan bagaikan jerami 60 yang tertiup kepada panahnya. Ia me-ngejar mereka itu, dan berlalu dengan selamat, walaupun melalui jalan yang belum pernah dilaluinya dengan kaki-nya. Aku telah membangkitkan sese-orang dari utara, maka ia akan datang kelak; dari sebelah matahari naik ia akan kelak menyebut nama-Ku; maka ia akan datang ke atas segala penghulu bagaikan atas mortir dan bagaikan tukang periuk yang menginjak-injak tanah liat.” Yesaya

“Tengoklah, Aku telah memberikan 105 dia bagi suatu saksi bagi bangsa itu, seorang pemimpin dan pemerintah bagi bangsa itu. Tengoklah engkau akan me-manggil suatu bangsa yang tidak kamu kenal, dan bangsa-bangsa yang tidak mengenalmu akan berlarian datang ke-padamu karena sebab Tuhan Allahmu, dan karena Dia Yang Suci dari Israel itu; karena Ia telah memuliakan kamu.”

“Carilah Tuhan selagi Ia masih dapat ditemui, berserulah kepada-Nya selagi Ia masih dekat.” Yesaya 55 : 4 - 6.

Karena, demi kehormatan Allah dan demi kebahagiaan umat-Nya, maka baik pekabaran Eliyah maupun pemerintahan Daud keduanya telah menghabiskan banyak nyawa orang (pekabaran Eliyah menghabiskan nyawa para guru yang murtad di Israel -- 1 Raja-raja 18 : 40); dan pemerintahan Daud menghabiskan nyawa orang-orang Kafir yang menentang Allah dan bala tentara-Nya — 1 Tawarikh 22 : 6 - 8), oleh sebab itu pekabaran Eliyah khususnya merupakan contoh dari hari pembantaian di dalam sidang, dan peme- 106 rintahan Daud merupakan contoh dari pembinasaan orang-orang Kafir dan penguasaan bumi (Zakharia 12 : 8, 9; Yeremia 30 : 3, 9). Atas mana Kristus (putera Daud itu) akan kelak muncul terlihat, mengambil bagi diri-Nya kerajaan-Nya (Lukas 19 : 15), lalu memuliakannya dengan perdamaian abadi (seperti yang dilambangkan oleh 61 pemerintahan yang damai dari putera Daud, yaitu Salomo). Maka pada masa peristiwa-peristiwa contoh saingan ini akan kelak menjadi kenyataan sepenuhnya perjanjian berikut ini :

“Akan jadi kelak apabila sudah ge-nap bilangan hari hidupmu sehingga engkau (Daud) harus pulang kepada se-gala nenek moyangmu, bahwa Aku akan membangkitkan benihmu kemudian da-ripadamu, yaitu salah seorang daripada segala anakmu laki-laki, maka Aku akan menetapkan kerajaannya. Ia akan mem-bangun bagi-Ku sebuah rumah, dan Aku akan menetapkan tahtanya untuk sela-ma-lamanya. Aku akan menjadi Bapa baginya, dan ia akan menjadi anak-Ku laki-laki; maka tiada Aku akan melalu-107 kan kemurahan-Ku daripadanya, seperti yang sudah Ku lalukan daripada orang yang dahulu daripadamu itu.” 1 Tawarikh 17 : 11 - 13. “Apabila orang benar meme-gang kuasa, maka bersukacitalah orang banyak itu; tetapi apabila orang jahat itu memegang perintah, maka orang banyak itu merataplah.” Amsal 29 : 2.

Sementara bagi orang benar, Ia akan membuat kerajaan itu menjadi tempat dan perlindungan-Nya, sebaliknya bagi orang Kafir,

Allah Akan Membuatnya Menjadi

Senjata Perang-Nya.

“Bahwa engkaulah bagi-Ku akan kapak, dan akan senjata-senjata perang,” demikianlah pernyataan Tuhan dalam menunjukkan kepada keturunan Yakub nasib mereka yang terakhir, ”karena de-ngan dikau akan Ku hancurkan segala bangsa, dan dengan dikau akan Ku bina-sakan segala kerajaan; dan dengan dikau 108 akan Ku hancurkan kuda berikut pe-ngendaranya; dan dengan dikau akan Ku hancurkan kereta dan penumpangnya; dengan dikau akan Ku hancurkan laki-laki dan perempuan, dan dengan dikau akan Ku hancurkan baik tua maupun muda; dan dengan dikau akan Ku han-curkan baik teruna maupun anak dara; 62 Aku juga akan membinasakan bersama-sama dengan dikau gembala berikut kawanan dombanya; dan dengan dikau akan Ku hancurkan petani dan pasangan lembunya; dan dengan dikau akan Ku hancurkan orang-orang besar dan peme-rintah-pemerintah.” Yeremia 51 : 20 - 23.

“Batu itu” (Daniel 2 : 45; Zakharia 3 : 9), yaitu mereka yang 144.000 itu (Wahyu 14 : 1), “terpotong keluar dari gunung (sidang Laodikea) tanpa pertolongan tangan” (tanpa bantuan manusia), akan menghancurkan segala bangsa yang dilambangkan oleh “besi, tembaga, tanah liat, perak, dan emas” dari patung yang besar itu. Maka “semua yang membebani diri mereka dengannya akan kelak dihancurkan, walaupun semua orang di 109 bumi berhimpun bersama-sama melawannya.” Demikianlah “pada zaman raja-raja ini Allah dari sorga akan kelak mendiri-kan sebuah kerajaan yang tidak pernah akan dapat dibinasakan; dan kerajaan itu tidak akan diserahkan kepada bangsa lain, tetapi ia itu akan menghancurkan dan menghabiskan sekalian kerajaan ini, dan ia sendiri akan berdiri selama-lamanya.” Daniel 2 : 44.

“Tetapi di atas Gunung Sion akan terdapat kelepasan, dan akan terdapat di sana kesucian; maka isi rumah Yakub akan mewarisi harta milik mereka. Dan isi rumah Yakub akan jadi bagaikan api, dan isi rumah Yusuf seperti nyala api, dan isi rumah Esau seperti jerami, dan mereka akan menyalakan api dalam mereka itu, lalu memakan habis mereka itu; maka satupun tiada yang tertinggal dari isi rumah Esau; karena Tuhan telah berbicara begitu. Maka mereka yang dari selatan akan mewarisi gunung Esau; dan mereka yang dari tanah dataran akan mewarisi negeri Philistin; dan mereka akan mewarisi padang-padang Ephraim, 110 dan padang-padang Samaria; dan Ben-jamin akan mewarisi Gilead. Dan para tawanan rombongan besar bani Israel ini akan mewarisi tanah orang-orang Kanani, bahkan sampai ke Zarfat; dan para tawanan Yerusalem yang di Sefarat akan mewarisi kota-kota dari selatan. Maka beberapa orang penolong akan datang naik ke atas Gunung Sion untuk mengadili gunung Esau; maka kerajaan itu akan menjadi milik Tuhan.”

“Maka akan jadi kelak, bahwa ba-rangsiapa yang kelak menyebut nama Tuhan ia akan terpelihara; karena di Gu-nung Sion dan di Yerusalem akan ter-dapat kelepasan, sesuai dengan firman Tuhan, demikian pula di dalam mereka yang sisa itu yang akan dipanggil oleh

“Karena bangsa dan kerajaan yang tidak mau berbakti kepada-Mu akan bi-nasa; bahkan, bangsa-bangsa itu akan di-habiskan sama sekali.” Yesaya 60 : 12.

Dari kata-kata firman di atas kita saksikan, bahwa sebagai akibat dari menolak 111 kebenaran yang diberitakan oleh sidang- Nya, maka orang-orang jahat akan masuk ke dalam kebinasaan. Dan dalam mendengungkan pemberitaan nubuatan ini mengenai hukuman mereka, Kristus mengatakan : “Maka orang yang menang, dan yang memelihara segala pekerjaan-Ku sampai kepada kesudahan, maka Aku akan memberikan kepadanya kuasa atas segala bangsa; maka ia akan memerintah mereka itu dengan sebuah tongkat besi; seperti periuk-periuk belanga dari tanah liat mereka itu akan hancur remuk; yaitu seperti yang Ku terima dari Bapa-Ku.”

“Orang yang menang” adalah orang yang akan “memerintah” “bangsa-bangsa” dengan sebuah “tongkat besi”, maka keperluan dan pekerjaan memenangkan itu

64 bukanlah milik-Nya, melainkan milik para pengikut-Nya, maka kebenaran itu cukup jelas, bahwa Tuhan hendak memiliki suatu bangsa yang menang — yaitu suatu kerajaan yang oleh siapa Ia hendak memanifestasikan kuasa-Nya yang besar, dan yang kelak merupakan

112

Sebuah Kerajaan Perdamaian.

Bahwa suatu keamanan dan perdamaian yang menyerupai sorga akan memasuki kerajaan itu pada masa itu, bahwa Allah akan menggunakannya sebagai “senjata perang-Nya” dengan mana Ia akan memalu bangsa-bangsa; ini terbukti dari katakata firman berikut ini yang berbunyi :

“Serigala pun akan tinggal bersama-sama dengan anak domba, dan harimau kumbang akan berbaring bersama-sama dengan anak kambing; dan anak lembu dan singa muda dan lembu jantan akan bermain bersama-sama; dan seorang anak kecil akan menggembalakan mereka itu. Dan kerbau dan beruang akan makan bersama-sama; dan anak-anak mereka-pun akan berbaring bersama-sama; maka singa akan makan jerami seperti lembu. Maka anak penyusu akan berman-main pada lubang ular beludak, dan anak-anak yang baru lepas susu itu akan me-masukkan tangannya ke dalam lobang ular tedung. Mereka tidak akan lagi me-lukai atau merusak di dalam seluruh bu-kit kesucian-Ku; karena bumi akan kelak 113 penuh dengan pengetahuan akan Tuhan, sama seperti halnya segala air menutupi laut.” Yesaya 11 : 6 - 9. Bilamana keadaan ini mengenai pengetahuan dan perdamaian menguasai sepenuhnya di dalam kerajaan itu, maka “pada hari itulah kelak akan ada sebuah akar dari Isai, yang akan berdiri bagi suatu tanda alamat dari orang-orang itu; kepadanyalah segala orang Kafir akan bertanya-tanya : (dengan sendirinya ini akan terjadi dalam masa kasihan) dan ….. pada hari itu, ….. Tuhan akan meren-tangkan tangan-Nya kembali pada kedua kalinya untuk menyambut umat-Nya

65 yang sisa.” Yesaya 11 : 10, 11.

“Maka pada hari itu,” demikianlah firman Tuhan melalui nabi-Nya Hosea, dalam mengulangi kembali janji perdamaian-Nya, “Aku akan membuat sebuah janji bagi mereka dengan segala binatang di padang, dan dengan segala unggas di la-ngit, dan dengan segala binatang melata di tanah; dan Aku akan mematahkan panah dan pedang dan peperangan dari bumi, dan Aku akan membuat mereka itu berbaring dengan sentausa.” Hosea 2 : 18. 114 (Untuk pelayanan yang lebih terperinci terhadap Hosea pasal satu dan dua bacalah buku kami Traktat No. 4, Berita-Berita Terakhir Bagi Ibu).

Seperti halnya di dalam bahtera Nuh, contoh itu, maka demikian pula di dalam bahtera contoh saingannya, kerajaan itu, tak ada sesuatupun yang akan menyakiti atau merusak; singa, serigala, anak domba, harimau kumbang, kambing jantan, dan anak lembu akan hidup damai bersamasama, lalu seperti lembu sekalian mereka itu akan makan “jerami”. Demikianlah sekarang, seperti halnya di zaman Nuh, Allah akan mempertahankan sesuatu yang tertinggal dari manusia dan binatang dari seluruh ciptaan-Nya, dan bukan membasmi setiap mahluk yang hidup lalu kemudian menciptakan mereka kembali.

Oleh mengenali akan kenyataan ini, maka rasul Paulus mengatakan : “Sebab dengan sangat rindu seluruh mahluk me-nantikan saat anak-anak Allah dinyata-kan. Karena seluruh mahluk telah ditak-lukkan ke bawah kesia-siaan, bukan oleh 115 kehendaknya sendiri, melainkan oleh kehendak dia yang menaklukkannya dalam harapan, karena mahluk itu sendi-ri pun akan dimerdekakan dari perbu-dakan kebinasaan dan masuk ke dalam kemerdekaan kemuliaan anak-anak Al-lah. Sebab kita tahu bahwa sampai se-karang segala mahluk sama-sama menge-

66 luh dan sama-sama merasa sakit bersalin. Dan bukan hanya mereka saja, tetapi kita yang telah menerima karunia sulung Roh, kita juga mengeluh dalam hati sambil menantikan pengangkatan sebagai anak, yaitu pembebasan tubuh kita.” Roma 8 : 19 - 23.

“Maka Ia akan membinasakan di atas Gunung ini (kerajaan perdamaian ini)”, demikian kata Yesaya, “tudung muka yang menudungi segala bangsa, dan kain selubung yang terhampar menutupi segala bangsa. Maka maut akan ditelan-Nya dengan kemenangan, dan air mata akan dihapus Tuhan Hua dari muka se-gala orang, dan dijauhkan-Nya kecelaan dari umat-Nya di atas seluruh muka bu-mi, karena demikianlah firman Tuhan.”

116

“Maka pada hari itu orang akan ber-kata demikian (pada hari Tuhan menghapuskan air mata dari wajah segala umat- Nya), ‘Lihat, inilah Allah kita, kita sudah menantikan Dia, maka Ia akan menye-lamatkan kita. Inilah Tuhan, kita telah menantikan Dia, kita akan bersukaria dan bergembira dalam keselamatan-Nya. Karena tangan Tuhan akan diam di atas Gunung ini, dan Moab akan dipijak-pijak di bawahnya, bahkan bagaikan jerami dipijak-pijak menjadi timbunan sampah.” Yesaya 25 : 7 - 10. “Maka pen-duduk di situ tidak akan mengatakan, “Aku sakit”, semua orang yang diam di sana akan diampuni segala kesalahan mereka.” Yesaya 33 : 24.

“Pujilah Tuhan, hai jiwaku”, demikian kegembiraan Daud, “dan akan nama-Nya yang suci, hai segala sesuatu yang di dalam aku! Pujilah akan Tuhan, hai ji-waku dan janganlah engkau melupakan segala kebajikan-Nya; Yang mengampu-ni semua kesalahanmu; Yang mengobati segala penyakitmu; Yang menebus hidup-mu dari kebinasaan; Yang memahkotai 117 dikau dengan kasih sayang dan kemu-rahan-kemurahan yang lemah lembut; Yang mengenyangkan mulutmu dengan kabar-kabar baik; sehingga masa muda-mu diperbarui kembali bagaikan burung elang.” Mazmur 103 : 1 - 5. (Bagi penyelidikan selanjutnya terhadap masalah hidup yang berkelanjutan, lihatlah buku kami Traktat No. 5, Amaran Terakhir).

“Maka Aku akan memperkuat isi ru-mah Yehuda, dan Aku akan menyelamat-kan isi rumah Yusuf, dan Aku akan membawa kembali mereka itu ke tempat mereka; karena Aku mengasihani mere-ka, maka mereka akan jadi kelak seolah-olah Aku belum pernah membuang me-reka itu; karena Akulah Tuhan Allah mereka, dan akan mendengarkan mereka itu. Dan mereka yang dari Ephraim akan jadi kelak bagaikan seorang perkasa, dan hati mereka akan bersuka ria se-perti orang yang mabuk air anggur; bahwasanya anak-anak mereka akan menyaksikannya, dan bergembira; hati mereka akan bersuka cita dalam Tuhan. Maka Aku akan mengisyaratkan bagi 118 mereka itu, lalu mengumpulkan mereka itu, karena Aku sudah menebus mereka itu; maka mereka akan bertambah-tam-bah banyaknya seperti halnya mereka telah meningkat jumlahnya. Maka Aku akan menabur mereka itu di tengah-tengah segala bangsa; dan mereka akan mengenang akan Daku di negeri-negeri yang jauh; dan mereka akan hidup ber-sama-sama dengan anak-anaknya, lalu kembali lagi. Aku akan menghantarkan mereka kembali juga dari negeri Mesir, dan menghimpunkan mereka dari Assyi-ria; maka Aku akan membawa mereka itu masuk ke tanah Gilead dan Libanon; te-tapi tempat tidak akan cukup ditemukan bagi mereka. Dan ia akan melewati laut dengan kepicikan, dan ia akan memalu segala ombak di laut, dan segala kedala-man sungai akan kering; maka kesombo-ngan Assyiria akan ditumbangkan, dan 68 tongkat kerajaan Mesir akan menyingkir. Maka Aku akan menguatkan mereka itu dalam Tuhan; dan mereka akan berjalan ke sana kemari dalam nama-Nya, demiki-anlah firman Tuhan” (Zakharia 10 : 6 - 12) — jaminan yang tak mungkin gagal bahwa 119 hak istimewa itu adalah milik kita untuk

Menyerahkan Kepada Allah

Memerintah Atas Kita.

Berabad-abad lamanya para pengikut Kristus telah berdoa, “Datanglah kerajaan- Mu, jadilah kehendak-Mu.” Kini karena masa itu telah sampai bagi doa itu untuk digenapi, maka marilah kita menghidupkan doa-doa kita, supaya jangan seseorang dari kita kelak didapati di antara kelas orang-orang yang tidak setia itu dengan siapa Kristus menyimpulkan perumpamaan berikut ini :

“Sebab itu kata Yesus : ‘Ada seseorang bangsawan hendak berangkat ke negeri yang jauh hendak menerima kerajaan bagi dirinya, lalu kembali. Maka dipang-gilnya sepuluh orang hambanya, lalu di-berinya kepada mereka itu sepuluh kati perak, dan mengatakan kepada mereka : Pakailah ini untuk dagang sampai aku kembali. Tetapi warga negeri itu mem-benci dia, lalu mengirim berita mengikuti 120 dia, mengatakan : Kami tidak mau orang ini menjadi raja atas kami. Tatkala ia kembali daripada menerima kerajaan itu, maka disuruhnya memanggil segala hamba yang telah diberinya uang perak itu datang kepadanya, supaya dapat ia ketahui berapa banyak masing-masing mereka telah memperoleh untung dari perdagangan mereka itu.”

“Kemudian datanglah yang pertama itu menghadap sambil mengatakan, Ya Tuan, perak Tuan yang sekati itu telah menghasilkan sepuluh kati lebihnya. Maka kata Tuan itu kepadanya : Berbaha-gialah, hai hamba yang baik, karena kamu telah setia dalam sesuatu yang sangat sedikit, maka engkau diberikan kuasa memerintah atas sepuluh kota.”

69

“Maka datanglah yang kedua itu sambil mengatakan, Ya Tuan, perak Tuan yang sekati itu sudah menjadi lima kati lebihnya. Maka kata Tuan itu juga ke-padanya, Engkau pun ditetapkan meme-rintah atas lima buah kota.”

“Maka datanglah yang lainnya meng-121 hadap, katanya : Ya Tuan, tengoklah, ini-lah perak Tuan yang sekati itu yang telah hamba simpan di dalam sebuah sapu tangan; karena hamba takut akan Tuan, sebab Tuan adalah seorang yang keras ha-ti; Tuan mengambil apa yang Tuan tidak taruh, dan menuai apa yang tidak Tuan tabur. Maka kata Tuan itu kepadanya, hai hamba yang jahat, oleh perkataanmu itu juga Aku akan mengadilimu. Sudahkah engkau ketahui, bahwa Aku ini seorang yang keras hati yang mengambil barang yang tiada Ku taruh, dan menuai barang yang tiada Ku tabur? Apa sebabnya tiada engkau taruhkan uang perak-Ku itu di dalam bank, supaya pada kedatangan-Ku kembali dapat Ku ambil uang itu berikut bunganya? Lalu katanya kepada mereka yang berdiri di situ : Ambillah daripada-nya perak yang sekati dan serahkanlah kepada dia yang memiliki sepuluh kati. (Maka kata mereka itu kepadanya, Tuan, ia telah memiliki sepuluh kati).”

“Karena Aku mengatakan kepadamu, bahwa kepada setiap orang yang memili-ki, kepadanya akan diberikan; dan dari 122 dia yang tidak memiliki, bahkan apa yang dipunyainyapun akan diambil dari-padanya. Tetapi segala musuh-Ku itu yang tidak suka Aku memerintah atas mereka itu, bawalah kemari, bunuhlah mereka itu di hadapan-Ku.”— Lukas 19 : 12 - 27.

“Seseorang bangsawan itu” dalam perumpamaan ini ialah Kristus, Dia sendiri, Yang segera sesudah kebangkitan-Nya telah bertolak ke surga dari segala langit itu, yaitu “negeri yang jauh itu”, untuk dimahkotai sebagai Raja atas segala raja dan Tuhan atas segala tuan. Hambahamba-Nya yang sepuluh orang itu, yang akan berdagang sampai Ia datang melam- 70 bangkan pihak kependetaan pada penutupan sejarah Injil. Dan warga-warga-Nya itu sesuai dengan itu melambangkan para anggota biasa —warga dari kerajaan-Nya. Maka hamba-hamba-Nya dan para warga-Nya itu bersama-sama membentuk keseluruhan kerajaan-Nya itu – sidang.

Sebagaimana halnya mereka “mengirim kabar mengikuti Dia, yang mengatakan, 123 Kami tidak mau orang ini memerintah atas kami”, satu-satunya kesimpulan yang dapat diterima ialah bahwa tak lama sebelum Ia kembali, Kristus akan memberitahukan kepada “warga-Nya” bahwa Ia sedang memegang “tampuk pemerintahan di dalam tangan-Nya sendiri” untuk mendirikan kerajaan-Nya, dan bahwa mereka, setelah mendengar pemberitahuan ini, mereka akan menolak untuk menyerahkan dirinya kepada seseorang itu oleh siapa Ia akan memerintah.

Perhatikanlah, bahwa di dalam pesan yang mereka “kirim menyusul Dia itu”, hamba-hamba-Nya itu tidak mengatakan : “Kami tidak mau Engkau memerintah atas kami”, melainkan “kami tidak mau orang ini memerintah atas kami.” Apa yang menjadi keberatan mereka ialah pemerintahan Kristus atas mereka itu oleh perantaraan seseorang yang lain. Maka jelaslah, bahwa sebelum Ia dinobatkan sebagai Raja, dan mendahului kembali- Nya untuk membuat perhitungan dengan hamba-hamba-Nya itu, Ia akan menunjuk “seseorang” untuk memerintah atas mere- 124 ka itu menggantikan-Nya. Sesudah mana mereka mengatakan kepada-Nya, oleh sikap dan pendirian mereka terhadap pekabaran-Nya, “Kami tidak mau orang ini memerintah atas kami”, walaupun “orang ini” sebagaimana kita ketahui sekarang adalah Daud contoh saingan (“alat sederhana” itu), yaitu raja yang kelihatan.

71

Dengan demikian apabila Kristus kembali dan membuat perhitungan dengan hamba-hamba-Nya, maka Ia akan memberi pahala kepada orang-orang yang setia seimbang sebagaimana mereka telah meningkatkan modal itu dengan mana mereka telah memulaikannya sejak mulanya. Tetapi Ia akan menghukum orang-orang yang tidak memikul beban tanggung jawab untuk bekerja bagi jiwa-jiwa dan untuk memajukan kerajaan-Nya, dan merasa puas membiarkan Dia sendiri bekerja tanpa bantuan pelayanan mereka. Karena ketidaksetiaan ini, maka Ia mengambil kembali dari mereka “uang perak itu”, yaitu terang kebenaran, dengan mana Ia telah mempercayakan kepada mereka, sambil menunjukkan, bahwa oleh karenanya se- 125 mua orang akan diminta bertanggung jawab “bagi setiap sinar terang”, bagi setiap saat yang lenyap sia-sia, bagi setiap kesempatan yang dilalaikan. Maka mereka yang tidak mau Dia memerintah atas mereka itu, akan kelak, pada kedatangan- Nya kembali, dibunuh di hadapan-Nya sama seperti halnya orang-orang yang mendurhaka melawan pemerintahan Allah di zaman dahulu.

Orang-orang Yahudi pada kedatangan Kristus yang pertama salah mengartikan tugas misi-Nya, sebab mereka adalah buta terhadap apa yang diajarkan dari pekabaran mereka (upacara bayangan), dan terhadap apa yang telah ditulis oleh para nabi dari hal Dia, mereka telah salah mengartikan ajaran-Nya dari hal kerajaan itu. Karena terlalu mengharapkan hasil dari harapan mereka dari hal kerajaan itu yang sudah lama dianutnya, maka mereka telah menjadi bingung oleh ajaran-ajaran Kristus yang aneh, sehingga gantinya mereka menerima kesalahan-kesalahan mereka ditelanjangi di depan orang banyak yang mereka pelihara dalam kegelapan, mereka 126 siap melempari-Nya dengan batu sampai mati. Demikianlah halnya dengan sidang pada waktu ini. Ia pun buta terhadap pekabaran dari hal jam, dan terhadap kebenaran dari hal kerajaan Kristus, sama seperti halnya dengan orang-orang Yahudi dalam sejarah mereka yang lalu. Maka sebagaimana pekabaran ini mengetok pada pintunya dengan amaran-amaran, maka jawabannya adalah, Pergilah daripadaku, aku “kaya dan telah melimpah kekayaan- 72 ku, sehingga tidak memerlukan apa-apa lagi”, walaupun ia sesungguhnya adalah “tidak terkasihan, dan sengsara, dan miskin, dan buta, dan telanjang.”

Sidang di zaman Kristus telah bertekad untuk mendirikan kerajaan pada masa itu sewaktu belum semua orang bersedia baginya; sidang di waktu ini bertekad bukan untuk mendirikannya sekarang, sewaktu “akhir dari segala perkara telah dekat” (1 Petrus 4 : 7), — sewaktu masanya sepenuhnya sudah sampai. Orang-orang Yahudi ingin mendapatkan kembali kerajaan itu yang telah lepas dari mereka — yaitu suatu kerajaan yang penuh dosa dan 127 orang-orang berdosa. Mereka hanya ingin dibebaskan dari perhambaan Romawi saja, bukannya dari dosa dan dari orangorang berdosa. Akibatnya, setelah Kristus mengatakan : “Kerajaan-Ku bukanlah dari dunia ini” (Yohanes 18 : 36), maka mereka tidak mau menyetujuinya begitu; sebaliknya sidang pada waktu ini, sambil dengan buta mengabaikan Injil yang dengan jelas menyatakan, bahwa Allah kini sedang mendirikan kerajaan-Nya yang tidak bercacat cela, dan Ia akan membebaskan umat-Nya bukan hanya dari perhambaan Babil, melainkan juga dari dosa dan orangorang berdosa, mereka bertekad untuk menyingkirkannya sampai sesudah masa seribu tahun milenium. Demikianlah adanya pertentangan dari hati manusia yang kacau — justru dalam menghadapi kenyataan, bahwa dalam setiap perjalanan ia terlihat sudah sampai pada perbatasan dari kekekalan itu,

Dalam Keadaannya Yang Suci.

Dalam salah satu dari nubuatan-nu- 128 buatan yang luas, Yesaya memproyeksikan dalam bentuk-bentuk yang sama dengan tepat contoh saingannya yang besar mengenai pergerakan Eksodus itu sebagai berikut : “Maka akan ada sebuah jalan raya bagi umat-Nya yang sisa, yang tertinggal dari Assyiria; sama seperti halnya dengan 73 Israel pada hari ia itu keluar dari negeri Mesir.” Yesaya 11 : 16. Seperti halnya “paskah” dan “pembantaian anak-anak sulung” (buah-buah pertama) yang tidak memiliki darah pada “ambang pintu”, telah melepaskan umat Allah yang dahulu dari perhambaan Mesir, maka demikian pula kelak paskah contoh saingan (Yehezkiel 9 : 4; Yesaya 66 : 16) akan melepaskan buah-buah pertama, mereka yang 144.000 itu, anak sulung-Nya yang sekarang, dari perhambaan dosa dan dari orang-orang berdosa di waktu ini.

“Maka akan jadi kelak, bahwa orang yang tertinggal di Sion, dan dia yang masih tinggal di Yerusalem akan kelak disebut suci, yaitu setiap orang yang tertulis namanya di antara orang-orang hidup yang di Yerusalem; apabila Tuhan 129 kelak selesai membasuh kekotoran sega-la puteri Sion, dan kelak selesai mem-bersihkan darah dari Yerusalem dari tengah-tengahnya oleh roh hukum dan oleh roh pembakaran. Maka Tuhan akan menciptakan di atas setiap tempat tinggal dari Gunung Sion, dan di atas seluruh perhimpunannya, sebuah awan dan asap pada siang hari, dan sebuah nyala api yang terang pada malam hari; karena di atas semuanya kemuliaan akan menjadi satu pertahanan. Maka akan terdapat sebuah tabernakel bagi tempat berteduh pada siang hari daripada panas, dan bagi sebuah tempat berlindung, dan bagi se-buah tempat sembunyi dari angin ribut dan dari hujan.” Yesaya 4 : 3 - 6. (Bagi suatu penyajian yang lebih terperinci dari hal pergerakan eksodus itu dalam contoh dan contoh saingannya, bacalah Tongkat Gembala, jilid 1, hal. 93 - 167).

Dalam terang dari kebenaran sekarang yang berkenan dengan kerajaan itu, maka nubuatan berikut ini (bersama-sama dengan nubuatan-nubuatan lainnya yang banyak itu) adalah terbuka dengan 130 sendirinya :

“Bangunlah, bangunlah, kenakanlah kuatmu, hai Sion, kenakanlah semua pa-kaian perhiasanmu hai Yerusalem, kota suci, karena mulai dari sekarang tidak akan lagi masuk ke dalammu orang-orang yang tidak bersunat maupun yang keji. Kebaskanlah abu daripadamu, ba-ngunlah dan duduklah (pada tahtamu), hai Yerusalem; lepaskanlah pengikat-pengikat leher —(buatan manusia) mu, hai puteri Sion yang tertawan. Karena de-mikianlah Firman Tuhan, bahwa kamu sudah menjual dirimu sendiri dengan sia-sia, maka kamu pun akan ditebus dengan tiada harga. Karena demikianlah firman Tuhan Hua : Pada zaman dahulu kala umat-Ku telah turun ke Mesir hendak menumpang di sana sebagai orang asing, dan orang-orang Assyiria telah meng-aniaya mereka tanpa sebab. Sebab itu, sekarang, apalagi urusan-Ku di sini, de-mikianlah firman Tuhan, bahwa umat-Ku telah dibawa pergi dengan sia-sia? Mereka yang berkuasa atas mereka itu telah membuat mereka meratap, demiki-131 anlah firman Tuhan; dan nama-Ku setiap hari tak henti-hentinya dihojat. Sebab itu umat-Ku akan kelak mengetahui nama-Ku; sebab itu mereka akan mengetahui pada hari itu, bahwa Akulah Dia yang berbicara, bahwasanya itulah Aku.”

“Betapa indahnya di atas gunung-gunung kaki orang yang membawakan kabar-kabar baik, yang memberitakan damai; yang membawakan kabar-kabar baik dari hal yang baik, yang memberi-takan keselamatan; yang mengatakan kepada Sion, bahwa Allahmu memerin-tah! Para pengawalmu akan mengangkat suara; dengan suara itu bersama-sama akan mereka menyanyi; karena mereka akan sepakat apabila Tuhan akan mem-bawa kembali Sion.”

75

“Bertempiklah, bersoraklah bersama-sama, hai segala jajahan Yerusalem yang sudah rusak, karena Tuhan sudah meng-hiburkan umat-Nya, Ia sudah menebus Yerusalem. Bahwa Tuhan sudah menying-singkan lengan kesucian-Nya di hadapan mata segala bangsa; dan segala hujung 132 bumi akan menyaksikan selamat dari Allah kita.”

“Pergilah kamu, pergilah kamu, ke-luarlah kamu dari sana, janganlah kamu menjamah barang yang keji; keluarlah kamu dari tengah-tengahnya, jadilah kamu suci, kamu yang membawa bejana-bejana Tuhan. Karena kamu tidak akan keluar dengan tergopoh-gopoh, ataupun pergi dengan berlari; karena Tuhan akan pergi mendahului kamu, dan Allah orang Israel akan menjadi penutup barisanmu.”

“Lihatlah, hamba-Ku akan berlaku dengan akal budi, ia akan ditinggikan, di-sanjung dan dimuliakan. Seperti banyak orang tertegun melihat engkau; rupanya begitu buruk, lebih buruk daripada manusia, dan bentuknya lebih buruk da-ripada anak-anak Adam; demikianlah ia akan memercik air atas banyak bangsa, raja-raja akan mengatupkan mulut me-reka melihat Dia, karena apa yang belum pernah diceritakan kepada mereka itu akan mereka saksikan, dan apa yang be-lum pernah mereka dengar itu akan me-133 reka pikirkan.” Yesaya 52 : 1 - 15.

Karena diri kita sendiri berada pada tepi jurang kekekalan itu, maka kita adalah di paksa untuk ikut bergabung dengan Pendeta James White dalam seruannya yang menggembirakan yang berbunyi : “Oh, Gloria! Haleluyah! Hatiku yang miskin ini adalah dibakar bagi kerajaan itu, selagi aku berpegang pada penghara- pan yang manis ini, di hadapan orang percaya yang sebenarnya. Jika kita “ber- pegang teguh” hanya beberapa hari lagi, maka bayang-bayang kegelapan malam akan menghilang di hadapan kemuliaan dari pandangan-pandangan persiapan ke-

76 datangan Anak Manusia itu.” A Word to the Little Flock, p. 8.

Hanya mereka yang memperoleh bagian dalam pergerakan eksodus contoh saingan ini yang akan berkesempatan untuk menyanyikan “nyanyian Musa dan Anak Domba itu”, dan untuk memperoleh bagian dalam janji-janji dari 134 Perjanjian Dalam Contoh Saingan.

“Tengoklah, hari-hari itu datang, demikianlah firman Tuhan, bahwa Aku akan membuat suatu perjanjian yang baru dengan isi rumah Israel, dan dengan isi rumah Yehuda; bukan me-nurut seperti perjanjian yang sudah Ku perbuat dengan nenek moyang mereka tatkala Aku memegang tangan mereka dan menghantarkan mereka itu keluar dari negeri Mesir, yang mana perjanjian-Ku itu sudah dirombaknya, walaupun Aku adalah suami bagi mereka itu, demi-kianlah firman Tuhan; tetapi ini akan menjadi perjanjian yang akan Ku buat dengan isi rumah Israel. Sesudah hari itu, demikianlah firman Tuhan, maka Aku akan memasukkan hukum-Ku ke dalam batin mereka, dan menuliskannya dalam hati mereka; dan Aku akan menjadi Allah mereka, dan mereka akan menjadi umat-Ku. Dan tiada lagi mereka itu akan mengajarkan seorang akan seorang dan saudara akan saudaranya dengan menga-takan, Hendaklah kamu mengenal akan Tuhan; karena mereka semuanya akan 135 mengenal Aku, dari yang terkecilnya sampai kepada yang terbesarnya, demi-kianlah firman Tuhan; karena Aku akan mengampuni segala kejahatan mereka dan dosa mereka tidak akan Ku ingat

“Perjanjian” yang lama atau kesepakatan di antara Allah dan umat-Nya adalah berlandaskan pada janji-janji dari kedua belah pihak; yaitu : “Dan akan jadi kelak, bahwa jikalau kamu hendak mematuhi dengan rajin akan suara Tuhan Allahmu,

77 menurut dan melaksanakan semua pe-rintah-Nya yang ku pesankan kepadamu pada hari ini, maka kamu akan diangkat tinggi oleh Tuhan Allahmu melebihi se-gala bangsa yang di bumi; maka segala berkat ini akan kelak datang ke atasmu, dan ia itu akan sampai kepadamu, jikalau kamu hendak mematuhi suara Tuhan Allahmu. Berkatlah kelak kamu di dalam negeri, dan berkatlah kelak kamu di la-dang. Berkatlah kelak buah kandungan-mu, dan hasil dari tanahmu, dan hasil dari ternakmu, kandungan lembumu, dan kawanan dombamu. Berkatlah kelak 136 keranjangmu dan gudangmu. Berkatlah kamu kelak apabila kamu masuk, dan berkatlah kamu kelak apabila kamu ke-luar. Tuhan akan membuat segala musuh-mu yang bangkit melawan dikau dipalu di hadapan mukamu; mereka akan keluar melawan dikau dari satu jalan, dan ber-larian di hadapanmu melalui tujuh jalan. Bahwa Tuhan akan menyuruhkan ber-kat menyertai kamu dalam segala per-bendaharaanmu dan dalam semua yang kamu letakkan tanganmu. Maka Ia akan memberkati kamu di dalam negeri yang dikaruniakan Tuhan Allahmu kepadamu. Tuhan akan menetapkan kamu sebagai suatu umat yang suci bagi diri-Nya sendi-ri, seperti yang telah dijanjikan-Nya ke-padamu pakai sumpah, jikalau kamu hendak memeliharakan perintah-perin-tah Tuhan Allahmu, dan berjalan dalam segala jalan-Nya.” “Maka sekalian orang banyak itu menjawab bersama-sama, dan mengatakan : Semua yang Tuhan telah bi-carakan akan kami lakukan. Lalu Musa meneruskan semua perkataan orang ba-nyak itu kepada Tuhan.” Ulangan 28 : 1-9;

137

Janji yang pertama ini mencapai semenjak dari saat ia itu dikukuhkan sampai kepada sebentar lagi dan pengumpulan terakhir dua belas suku bangsa itu sebagai sebuah kerajaan. Tetapi, walapun belum pernah dibatalkan oleh Allah, janji ini tegas-tegas telah ditiadakan oleh sidang Wasiat Baru, dan kesuciannya dicemarkan baik oleh sidang Wasiat Lama maupun oleh sidang Wasiat Baru, sampai kepada hari ini. Demikianlah sebagai umat, karena melalaikan janji mereka, mereka telah merusak perintah-perintah Allah, sehingga karenanya mereka juga telah membatalkan “perjanjian yang telah dibuat Allah dengan nenek moyang mereka.”

Tetapi dalam perjanjian yang baru, yang pada waktu ini Tuhan sedang akan penuhi, adalah tidak sama seperti dalam perjanjian yang lama, perintah-perintah Allah itu (Keluaran 20 : 1 - 17) tidak akan ditulis pada log-log batu (Keluaran 31 : 18), melainkan log-log hati daging, maka pada masa itu semua orang akan “mengenal Tuhan ….. sejak dari yang terkecil di antara mereka itu sampai kepada yang terbesarnya; (Yeremia 138 31 : 34) — memperlihatkan sebuah sidang yang tidak berisikan lalang-lalang di dalamnya.

Persetujuan ini yang sedang akan terjadi ialah perjanjian yang kedua, maka hukum-Nya yang tertulis pada hati itu akan dianut dengan sempurna. Kemudian, dan bukan sebelumnya, maka berbagai berkat yang gagal diperoleh umat-Nya yang dahulu itu akan menjadi kenyataan sepenuhnya.

Yeremia juga memberikan kesaksian, bahwa janji yang diucapkan ini masih belum digenapi, namun ia itu akan dipenuhi sekarang dalam masa pengumpulan sekarang ini. Ia mengatakan :

“Demikianlah firman Tuhan Allah Israel, bunyinya : Suratkanlah olehmu semua firman yang telah Ku katakan kepadamu itu di dalam sebuah kitab. Karena sesungguhnya hari-hari itu akan datang kelak, demikianlah firman Tuhan, bahwa Aku akan menghantarkan kem-bali tawanan umat-Ku Israel dan Yehu-da, demikianlah firman Tuhan; dan Aku 139 akan membuat mereka itu kembali ke ne-geri yang sudah Ku karuniakan kepada nenek moyang mereka itu, maka mereka akan memilikinya.” Yeremia 30 : 2, 3.

Ayat-ayat ini menunjukkan dengan jelas, bahwa Allah akan mengukuhkan janji yang kedua itu apabila Ia membawa kembali umat-Nya dari perhambaan mereka, sementara ayat-ayat berikut ini menentukan saat dari pelepasan atau pengumpulan ini sebagai berikut : “Karena akan jadi kelak pada hari itu, demikian-lah firman Tuhan serwa sekalian alam, bahwa Aku akan mematahkan kuknya dari lehermu, dan Aku akan memutuskan semua tali pengikatmu, maka orang-orang asing tidak akan lagi memperhambakan dia; melainkan mereka akan melayani Tuhan Allah mereka dan Daud raja me-reka, yang akan Ku angkat bagi mereka

Jika kita perhatikan dengan seksama, nubuatan ini belum menemui kegenapannya pada waktu orang-orang Yahudi kembali dari tawanan mereka di Babilon 140 kuno yang lalu, sebab pada waktu itu Allah belum “mengangkat” Daud raja mereka itu. Sesungguhnya mereka sama sekali belum memiliki seorang raja pun dari mereka sendiri, melainkan mereka berada di bawah pemerintahan Medo-Persia. Oleh sebab itu, maka nubuatan ini tak mungkin dapat diaplikasikan kepada yang lain selain daripada sekarang ini, apabila keduanya “Israel dan Yehuda” akan bergabung bersama-sama menjadi sebuah kerajaan besar, yang diteguhkan dalam kebenaran yang kekal. Kemudian “sekalian mereka akan mengenal Aku, sejak dari yang terkecil dari mereka itu sampai kepada yang terbesar dari padanya“, demikianlah firman Tuhan. Dengan sendirinya, karena dari kenyataan bahwa belum pernah ada sesuatu masa semenjak dari hari kata-kata Injil ini ditulis 80 sampai kepada hari ini, bahwa setiap umat Allah sebagai sebuah sidang atau suatu bangsa, pernah mengenal Allah dan memeliharakan perintah-perintah-Nya, maka kembali lagi terbukti bahwa kegenapan dari janji yang kedua ini (yang mana pergerakan eksodus adalah contohnya) masih lagi di depan.

141

Demikianlah firman Tuhan, “Berapa la-ma lagi engkau hendak berlambatan, hai anak perempuan yang tiada taat? Karena Tuhan sudah menciptakan sesuatu yang baru di bumi, yaitu seorang perempuan akan mengurung seorang laki-laki.” Yeremia 31 : 22. “Perempuan” ini adalah simbol, karena tak ada seorang manusia pun yang mungkin dapat mengurung seorang yang lain. Untuk hal ini ia merupakan simbol dari sidang, dan “orang laki-laki” itu tentu adalah Kristus, yang kelak pada masa itu “telah membasuh segala kekotoran dari puteri-puteri Sion” — yaitu menyucikan sidang (Yesaya 4 : 4; Testimonies, vol. 5, p. 80). Kemudian Ia akan “jadi baginya sebuah tembok api sekelilingnya, dan ….. ia akan tinggal di tengah-tengahnya.” Zakharia 2 : 5, 11.

Walaupun banyak orang mengangkat suara mereka dengan bermacam-macam melawan pengukuhan Allah akan “benih Israel itu” sebagai suatu bangsa yang benar dan suci yang bebas dari orang-orang berdosa, mereka kelak akan gagal untuk menjatuhkan rencana-rencana dari Dia 142 Yang “mengaruniakan matahari bagi sua-tu terang pada siang hari, dan peraturan-peraturan dari bulan dan bintang-bintang bagi sebuah terang pada malam hari, yang memisahkan laut apabila ombak-om-baknya bergelora; Tuhan serwa sekalian alam ialah nama-Nya; jika sekiranya se-mua peraturan itu lenyap dari hadapan-Ku, demikianlah firman Tuhan, maka benih Israelpun akan berhenti daripada 81 menjadi suatu bangsa di hadapan-Ku untuk selama-lamanya. Demikianlah fir-man Tuhan, jika kiranya langit di atas dapat diukur, dan segala alas bumi di bawah dapat diduga, maka Aku akan juga membuang segala benih Israel karena sebab segala perbuatannya, demikianlah firman Tuhan.” Yeremia 31 : 35 - 37.

Karena semua janji-janji itu dibuat hanya kepada Israel (benih dari Ibrahim), pokok anggur yang asli, yang telah diinjakinjak, maka sebab itu pokok anggur ini harus ditegakkan; kemudian orang-orang Kafir yang bertobat oleh pengangkatan dalam Kristus akan dicangkokkan ke dalam, sehingga hanya oleh demikian inilah 143 akan menjadi sebagian dari tanaman Tuhan.

“Maka kataku : Sudahkah Allah membuang umat-Nya? Dijauhkan Allah kiranya ini. Karena Aku pun adalah se-orang Israel, dari benih Ibrahim, dari suku bangsa Benjamin. Allah tidak mem-buang umat-Nya yang sudah diketahui-Nya lebih dahulu. Atau tidakkah kamu ketahui apa yang dikatakan Injil dari hal Eliyah, bagaimana ia telah mengadukan bani Israel kepada Allah, katanya, ya Tuhan mereka telah membunuh nabi-nabi-Mu, dan segala tempat korbannya telah dibongkarnya; maka aku tinggal se-orang diri saja, dan mereka itu berusaha mencari nyawaku. Tetapi apakah yang di-katakan dari jawaban Allah kepadanya? Aku telah mencadangkan bagi diri-Ku tujuh ribu orang yang tidak bertekuk lutut kepada patung dari Baal. Maka bahkan juga pada masa ini ada terdapat sejumlah sisa yang sesuai dengan pilihan anugerah. Dan jika oleh anugerah, maka ia itu bukan lagi oleh perbuatan, sebab ji-kalau dari perbuatan, maka anugerah itu 144 bukan lagi anugerah namanya. Tetapi jika itu dari perbuatan, maka itu bukan lagi anugerah, sebab jikalau dari anugerah, maka perbuatan itu bukan lagi perbuatan namanya.”

82

“Jadi bagaimanakah? Israel tidak memperoleh apa yang dikejarnya; tetapi orang-orang yang terpilih itu telah mem-perolehnya, dan mereka yang selebihnya telah dibutakan hatinya (seperti yang ada tersurat, bahwa Allah telah memberikan kepada mereka itu roh tidur, supaya mata mereka tidak dapat melihat, dan supaya telinga mereka tidak dapat mendengar) sampai kepada hari ini. Maka Daud berkata : Biarlah hidangan meja mereka itu menjadi suatu jerat, dan suatu perang-kap, dan suatu penghalang, dan suatu pembalasan bagi mereka itu; biarlah ma-ta mereka itu digelapkan, supaya tidak mereka tampak, dan supaya punggung mereka senantiasa dibungkukkan.”

“Maka kataku : Sudahkah mereka itu terantuk sehingga mereka harus jatuh? Dijauhkan Allah; tetapi karena kejatuhan 145 mereka itu datanglah keselamatan bagi orang-orang Kafir; supaya membuat mereka cemburu. Kini jika kejatuhan mereka itu merupakan kekayaan bagi dunia, dan berkurangnya mereka itu menjadi kekayaan bagi orang-orang Kafir; betapa pula jika genap bilangan mereka itu? Karena sesungguhnya aku mengatakan kepadamu, hai bangsa-bangsa Kafir, karena sebagaimana aku adalah rasul bagi orang-orang Kafir, aku memuliakan jawatanku, jika sekiranya oleh sesuatu cara aku dapat membuat mereka itu cemburu, yaitu kaum sedarah dagingku itu, sehingga aku dapat me-nyelamatkan beberapa dari mereka itu. Sebab jika pembuangan mereka itu ber-arti perdamaian bagi dunia, apakah ke-lak jadi dengan penerimaan mereka itu, terkecuali hidup daripada mati? Karena jika buah-buah pertama itu (orang-orang Yahudi) suci, maka gumpalan itu (orangorang Yahudi dan orang-orang Kafir) juga suci; dan jika akar itu (orang-orang Yahudi) suci, maka demikian pula ca-bang-cabangnya (apakah itu asli ataupun yang dicangkokkan). Maka jika beberapa 146 cabang itu patah, maka kamu, yang ada-lah sebuah pokok zait liar (pohon Kafir), dicangkokkan di antara sekaliannya itu, lalu memperoleh bersama-sama bagian dari akar dan lemak dari pokok zait (yang 83 benar) itu; janganlah kamu bermegah-megah karena cabang itu. Jikalau kamu bermegah ingatlah, bahwa bukan kamu (Kafir) yang menopang akar itu, melain-kan akar (Yahudi) itulah yang menopang kamu. Mungkin kamu akan mengatakan : Cabang-cabang itu telah dipatahkan supaya aku dapat dicangkokkan pada-nya. Baiklah; karena ketidakpercayaan mereka telah dipatahkan, tetapi engkau berdiri tetap karena iman.”

“Janganlah kamu sombong, melain-kan takutlah; karena jika Allah tidak memelihara cabang-cabang yang asli (orang-orang Yahudi yang tidak percaya), perhatikanlah supaya jangan Ia juga tidak akan memelihara kamu. Sebab itu perhatikanlah kebaikan dan kekerasan Allah; kekerasan terhadap mereka yang jatuh, tetapi kebaikan terhadap kamu, jikalau kamu tetap dalam kebaikan-Nya; 147 jika tidak, kamu pun akan ditumpas. Tetapi merekapun akan dicangkokkan kembali, jika mereka tidak menetap dalam ketidak-percayaan mereka, karena Allah mampu untuk mencangkokkan mereka itu kembali. Sebab jika kamu telah dipotong dari pokok zait liar dan secara tidak alamiah dicangkokkan ke dalam sebatang pokok zait yang baik, betapa pula kelak dengan mereka ini yang berasal dari cabang-cabang asli di-cangkokkan kembali ke dalam pokok zaitnya sendiri? Karena tiada aku suka hai Saudara-saudaraku, bahwa kamu ti-dak mengetahui akan rahasia ini, supaya jangan kamu merasa dirimu pandai da-lam kesombonganmu sendiri; bahwa ke-gelapan dalam sebagian telah menimpa Israel, sampai genap orang-orang Kafir itu masuk iman. Dan demikianlah semua Israel akan selamat, seperti yang tertulis : “Dari Sion akan datang Penebus, maka Ia akan menyingkirkan segala kefasikan dari Yakub; karena inilah perjanjian-Ku bagi mereka, apabila kelak Aku akan menyingkirkan dosa-dosa mereka.”

148

“Mengenai Injil mereka adalah mu-suh-musuh karena kamu; tetapi menying-gung pilihan itu mereka adalah yang di-kasihi karena demi para nenek moyang. Karena Allah tiada menyesal akan segala karunia-Nya dan akan panggilan-Nya itu. Karena seperti kamu dahulu durhaka kepada Allah, tetapi sekarang kamu memperoleh anugerah oleh karena keti-dakpercayaan mereka itu; demikian juga orang-orang ini sekarang telah mendur-haka, supaya oleh anugerahmu mereka juga dapat memperoleh anugerah. Kare-na Allah telah menutup sekalian mereka itu dalam ketidak-percayaan supaya dapat Ia memberikan anugerah atas semua.”

“Oh alangkah dalamnya kekayaan dari hikmat dan pengetahuan akan Allah! Betapa dalamnya keputusan-keputusan-Nya untuk diselidiki, betapa luasnya jalan-jalan-Nya untuk diselami! Karena siapakah yang dapat menyelami pikiran Tuhan, atau siapakah yang pernah men-jadi penasehat-Nya? Atau siapakah yang pernah memberikan kepada-Nya, sehing-ga Ia harus digantikan kembali kepada-149 nya? Karena segala sesuatu adalah dari Dia, dan melalui Dia, dan untuk Dia; ke-pada-Nyalah kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.” Roma 11.

“Dengarlah olehmu akan Daku, hai segala pulau; berilah telinga, hai segala bangsa yang jauh-jauh! Bahwa Tuhan sudah memanggil aku (Israel) sejak dari kandungan ibuku dan dari rahim ibu-ku sudah disebut-Nya namaku. Ia te-lah membuat mulutku bagaikan pedang yang tajam, dan membuat aku berlin-dung dalam naungan tangan-Nya, dan membuat aku menjadi sebuah anak pa-nah yang runcing, dan menyembunyikan aku dalam tabung panah-Nya; dan fir-man-Nya kepadaku, ‘engkau adalah ham-ba-Ku hai Israel, maka olehmu juga Aku akan dipermuliakan.’ Maka kataku : ‘Aku sudah berlelah-lelah dengan percuma, dan sudah menghabiskan kekuatanku dengan sia-sia dan tak berguna; tetapi keputusanku berada dengan Tuhan, dan hasil pekerjaanku adalah dengan Allah-ku’.”

150

“Maka sekarang, firman Tuhan yang telah membentuk aku semenjak dari rahim untuk menjadi hamba-Nya, untuk membawa kembali Yakub (keturunannya) kepada-Nya. Walaupun Israel tidak terhimpun, namun aku akan menjadi mulia dalam pemandangan Tuhan, dan Allahku akan menjadi kuatku. (Kita juga dapat mengatakan, bahwa walaupun seluruh dunia akan menolak Allah dan pekabaran-Nya, “namun kita akan menaruh harap kepada Tuhan.”) Maka firman-Nya : Adalah suatu hal yang gampang bahwa kamu akan menjadi hamba-Ku untuk membangkitkan semua suku bangsa Yakub itu dan untuk mengembalikan (hanya) Israel yang terpelihara itu; Aku akan juga membuatmu menjadi terang bagi bangsa-bangsa Kafir, supaya kamu boleh menjadi selamat-Ku kepada selu-ruh ujung bumi.” Yesaya 49 : 1 - 6. Dengan perkataan lain, mereka (yang berasal dari Israel) yang memberitakan pekabaran pemeteraian mereka yang 144.000 itu kepada sidang, akan juga kelak memberitakan kemuliaan Allah di antara segala bangsa Kafir, sehingga demikianlah keselamatan- 151 Nya akan sampai ke seluruh ujung bumi, lalu “menghantarkan semua saudara (me-reka) bagi suatu persembahan kepada Tuhan keluar dari segala bangsa.” Yesaya

“Demikianlah firman Tuhan, Penebus Israel itu, dan Dia Yang Maha Suci-Nya, kepada Dia yang dicela segala orang [dia yang oleh mereka disebut, ”orang ini”

Dia yang dijijikkan oleh bangsa itu, kepada seorang hamba dari penguasa-penguasa, Raja-raja akan melihat dan bangkit berdiri, penghulu-penghulu juga akan menyembah sujud, oleh karena Tuhan yang setia, dan Yang Maha Suci Israel, maka Ia akan memilih kamu. Demikianlah firman Tuhan, pada suatu masa yang Aku berkenan sudah Aku

86 dengar akan dikau, dan pada suatu hari keselamatan sudah Aku menolong akan dikau; maka Aku akan memelihara akan dikau, dan memberikan engkau bagi suatu perjanjian bagi umat, untuk mene-gakkan bumi, untuk membuat semua harta pusaka yang ditinggalkan untuk di-152 kuasai; supaya kamu dapat mengatakan kepada semua orang tawanan: ‘keluarlah’; kepada mereka yang dalam kegelapan : ‘tampillah!’. Mereka akan makan sepan-jang jalan, dan padang-padang rumput mereka akan terdapat di tempat-tempat yang tinggi. Tiada mereka itu akan lapar atau dahaga dan panas terik atau panas matahari juga tidak akan menyengat mereka; karena Dia yang Pemurah terha-dap mereka itu akan memimpin mereka, bahkan dekat dengan pancaran-pancaran air akan dibawa-Nya mereka itu. Maka Aku akan menjadikan semua gunung-Ku sebuah jalan rata, dan semua jalan-jalan-Ku akan ditinggikan. Tengoklah, mereka ini akan datang dari jauh; dan lihatlah, mereka ini dari sebelah utara dan dari sebelah barat; dan mereka ini dari tanah Sinim.”

“Menyanyilah, hai segala langit, dan bersukarialah, hai bumi dan bergembira-lah dan menyanyi, hai segala gunung, ka-rena Tuhan sudah menghiburkan umat-Nya, dan Ia akan menyayangi orang-orang susah milik-Nya. Tetapi Sion mengata-153 kan : Tuhan sudah meninggalkan daku, dan Tuhanku sudah melupakan daku.”

Sion seperti yang kita saksikan di sini, adalah berupa sidang dalam mana mereka yang 144.000 itu berada pada waktu pekabaran pemeteraian ini terdengar, dan adalah bagaikan biji mata-Nya, maka Tuhan bertanya kepadanya : “Dapatkah seorang wanita melupakan anak penyusunya, sehingga tiada ia mengasihani akan pu-teranya dari rahimnya itu? Walaupun mereka mungkin lupa, namun Aku ti-dak akan melupakan dikau. Bahwasa-nya, Aku sudah mengukir kamu pada telapak-telapak tangan-Ku; semua pagar tembokmu adalah senantiasa di depan-Ku. Bahwa anak-anakmu akan bergegas-gegas, semua pembinasamu dan mereka

87 yang merampok kamu itu akan lari meninggalkan kamu.” Yesaya 49 : 15 - 17. Artinya, orang-orang berdosa akan diambil keluar daripadanya, yaitu dibuang keluar “dari antara orang-orang yang benar.”

154

“Angkatlah matamu berkeliling, dan tengoklah; mereka ini semuanya berkum-pul bersama-sama, dan datang kepada-mu. Demi Aku yang hidup, demikianlah firman Tuhan, sesungguhnya mereka semuanya itu akan kamu pakai sebagai perhiasan, dan mereka akan kamu lilit-kan padamu, seperti yang dilakukan oleh pengantin perempuan. (Lihat Zakharia 8 : 23; Tongkat Gembala, jilid 2, hal. 407). Karena semua kerusakanmu dan semua tempatmu yang ditinggalkan, dan negeri kerusakanmu itu, sekarang bahkan akan terlalu sempit karena terlalu banyak pen-duduknya, dan mereka yang menelan engkau itu akan dihalau jauh-jauh. (Artinya, suatu rombongan besar orangorang akan menggabungkan diri dengan sidang, tetapi orang-orang berdosa akan ditahan jauh-jauh daripadanya). Anak-anak yang akan kamu miliki (mereka yang akan dihimpunkan masuk), setelah kamu kehilangan yang lainnya (mereka yang jatuh di bawah pembantaian dari Yehezkiel 9), akan kembali mengatakan pada pendengaranmu, ‘tempat ini terlalu sempit, berilah aku tempat supaya aku 155 boleh duduk.’ Maka akan kamu katakan dalam hatimu, Siapa gerangan yang sudah melahirkan semuanya ini bagiku? Karena aku sudah kehilangan anak-anakku, dan aku adalah sunyi, seorang tawanan, yang terbuang ke sana ke mari, maka siapakah yang telah membesarkan mereka ini? Tengoklah, aku tertinggal seorang diri; mereka ini, di manakah mereka berada tadinya? (Pertanyaan ini menunjukkan, bahwa sidang tidak mengetahui dari hal rombongan besar Wahyu 7 : 9 — buah-buah kedua itu). Demikianlah firman Tuhan Hua, Tengoklah, Aku akan mengangkat tangan-Ku kepada segala bangsa Kafir, dan menegakkan standar-Ku kepada orang banyak itu; maka mereka akan

88 menghantarkan anak-anakmu laki-laki dalam gendongannya, dan anak-anakmu perempuan akan dibawanya pada bahu-bahu mereka. Maka raja-raja akan men-jadi bapa-bapa asuhmu, dan permaisuri-permaisuri mereka akan menjadi ibu asuhmu; mereka akan menyembah sujud ke hadapanmu dengan muka sampai ke tanah, dan menjilat debu kakimu; maka akan diketahui olehmu, bahwa Akulah 156 Tuhan; karena mereka yang menunggui Aku tidak akan malu.”

“Dapatkah jarahan dirampas dari ta-ngan orang-orang yang kuat, atau dapat-kah tawanan dilepaskan? Tetapi demi-kianlah firman Tuhan, bahwa bahkan tawanan-tawanan milik orang gagah perkasa sekalipun akan dirampas dari-padanya, dan jarahan milik orang yang menakutkan sekalipun akan dilepaskan; karena Aku akan melawan orang yang menentang kamu dan Aku akan menye-lamatkan anak-anakmu. Maka Aku akan memberi makan segala orang yang menganiaya akan dikau itu dengan dagingnya sendiri, dan mereka akan di-beri minum dengan darahnya sendiri sampai mabuk bagaikan dengan air ang-gur yang manis; maka segala manusia akan mengetahui, bahwa Akulah Tuhan, Juruselamatmu dan Penebusmu, yaitu Yang Maha Kuasa dari Yakub itu.” Yesaya

“Tetapi apabila ia melihat anak-anaknya, yaitu perbuatan tangan-Ku, di 157 tengah-tengahnya, mereka akan mengu-duskan nama-Ku, dan menguduskan Yang Maha Suci dari Yakub itu, dan me-reka akan takut kepada Allah Israel.” “Te-ngoklah, nama Tuhan datang dari jauh, murka-Nya bernyala-nyala dan sangatlah kehangatannya. Bibir-Nya penuh dengan geram dan lidah-Nya seperti api yang memakan habis; maka nafas-Nya seperti aliran sungai yang meluap akan naik sampai ke tengah leher, untuk menyaring segala bangsa dengan penyaringan ke-sia-siaan, maka akan dibubuhkan suatu kekang di mulut orang banyak itu yang

89 membuat mereka itu keliru.” Yesaya 29 :

“Tetapi orang dermawan itu meran-cang perkara-perkara kebajikan; dan oleh perkara-perkara kebajikan ia akan berdi-ri. Sebab segala istana akan ditinggal-kan; orang banyak dari negeri itu akan dibiarkan; semua benteng dan menara-menara akan menjadi lubang-lubang gua untuk selama-lamanya, akan menjadi ke-sukaan bagi keledai-keledai liar, dan tem-pat rerumputan bagi kawanan hewan; 158 sampai dicurahkan kepada kita Roh dari atas, dan padang belantara menjadi ladang buah yang subur, dan ladang buah yang subur itu akan dianggap sebagai hutan. Kemudian keadilan akan tinggal di padang belantara, dan kebenaran akan menetap di ladang buah yang subur. Maka perbuatan dari kebenaran akan menjadi damai, dan pengaruh dari kebe-naran ialah ketenteraman dan jaminan untuk selama-lamanya. Maka umat-Ku akan tinggal di tempat yang damai, dan di tempat-tempat tinggal yang tenteram, dan di tempat-tempat peristirahatan yang aman; apabila hujan air beku kelak akan turun atas hutan; dan negeri itu akan direndahkan di tempat yang rendah. Ber-bahagialah kamu yang menabur di tepi segala air, yang mengirim ke sana lembu

“Dengarlah olehmu, hai kamu yang jauh, tentang apa yang telah Ku lakukan, dan kamu yang dekat, akuilah olehmu akan kuasa-Ku! Orang-orang berdosa di Sion dalam ketakutan; kegentaran ber-laku atas segala orang munafik. Siapakah 159 di antara kita yang akan tinggal bersama-sama dengan api yang memakan habis? Siapakah di antara kita yang akan ting-gal bersama-sama dengan nyala-nyala api yang kekal? Orang yang berjalan benar, dan yang berbicara benar; orang yang menolak laba dari penindasan, yang mengebaskan tangannya dari menerima suap, yang menutup telinganya daripada mendengarkan darah, dan yang menutup matanya daripada memandang akan ke-

90 jahatan; ia akan duduk di tempat yang tinggi; kubu pertahanannya adalah bukit batu, roti akan diberikan kepadanya, airnya terjamin.”

“Bahwasanya matamu akan meman-dang Raja itu dalam keindahan-Nya : mereka akan memandang suatu tanah yang jauh. Hatimu akan memikirkan suatu ketakutan. Dimanakah juru tulis itu (sekretaris)? Di manakah orang yang menerima bea itu (bendahara)? Di mana-kah dia yang menghitung (sekretaris stastistik) segala bangunan (presiden-presiden dari conference)? Tidak lagi engkau akan melihat bangsa yang bengis, suatu 160 bangsa yang amat dalam bahasanya sehingga hampir-hampir tak dapat kamu mengerti; dan yang berlidah gagap se-hingga kamu tak dapat memahami dia (kamu akan berbicara dan memahami se-

“Kuatkanlah tangan yang lemah le-su, dan perteguhkanlah lutut-lutut yang goyah. Katakanlah kepada mereka yang tawar hati, “pertetapkanlah hatimu, ja-ngan takut : Lihatlah, Allahmu akan da-tang dengan pembalasan, bahkan dengan ganjaran Allah, Ia akan datang dan me-nyelamatkan kamu. Kemudian semua mata orang-orang buta akan dicelekkan, dan semua telinga orang-orang yang tuli akan dibukakan. Kemudian orang-orang timpang akan meloncat seperti anak rusa, dan lidah orang-orang yang bisu akan menyanyi; karena di padang belantara akan keluar air yang banyak, dan aliran-aliran air di tanah yang kekeringan. Dan tanah pasir yang kekeringan akan berubah menjadi sebuah kolam air, dan dari tanah gersang akan menjadi sumber air; di tempat kediaman ular-ular naga 161 dimana masing-masingnya berbaring akan tumbuh tebu dan pandan. Maka di sana akan ada satu jalan raya, dan se-buah jalan, maka ia itu akan disebut Jalan Kesucian; seorang najispun tak bo-

91 leh lalu daripadanya; tetapi ia itu akan tersedia bagi mereka; orang-orang peja-lan kaki walaupun orang-orang bodoh sekalipun mereka tidak akan kesasar di dalamnya. Di sana tidak akan ada singa, dan sesuatu binatang yang ganas pun tiada akan sampai ke sana, ia itu tiada akan ditemukan di sana; tetapi orang-orang tebusan akan berjalan di sana. Maka segala orang tebusan Tuhan akan kembali, dan akan datang ke Sion dengan nyanyian-nyanyian dan kegembiraan ke-kal pada kepala mereka; mereka akan memperoleh kesukaan dan kegembira-an, maka kesusahan dan keluhan akan

Karena sebagaimana halnya “ladang” yang berisikan gandum dan lalang (Matius 13 : 30) dan “pukat” yang berisikan “ikan” yang baik dan ikan yang jelek (Matius 13 : 47, 48), keduanya melambangkan sidang 162 Injil selama masa periode dimana orangorang benar dan orang-orang munafik bergabung bersama-sama, maka “bejanabejana” yang ke dalamnya dimasukkan “ikan yang baik” setelah ”ikan yang jelek” “dibuang” “dari antaranya”, dan “lumbung” yang ke dalamnya dimasukkan “gandum” setelah “lalang-lalang” dipisahkan daripadanya, harus melambangkan sidang yang beralih dari keadaannya yang cemar (ladang atau pukat) ke keadaannya yang lain, yaitu keadaan suci yang dilambangkan bukan oleh “ladang” atau oleh “pukat”, melainkan oleh “lumbung” dan oleh “bejana-bejana” — yaitu suatu tempat yang baru yang aman dan bersih — dimana “semenjak dari itu tidak akan lagi masuk ........ orang-orang yang tidak bersunat dan mereka yang keji.” Yesaya 52 : 1.

Dengan demikian sebutan apapun juga yang akan kita berikan bagi tempat yang baru ini ke dalam mana orang-orang benar akan dihimpunkan, tempat itu sendiri akan mutlak bebas dari dosa karena semua orang berdosa yang ada di antara orang- 163 orang benar pada waktu itu sudah dibinasakan.

Karena setelah pemisahan orang-orang yang tidak bertobat dari antara umat Allah yang benar, maka sidang (kemudian terdiri dari 144.000 orang, yaitu buah-buah pertama dari dua belas suku bangsa bani Israel) akan muncul menjadi sebuah pemerintahan theokrasi; maka pastilah “bejanabejana” itu melambangkan unit-unit bagian — yaitu suku-suku bangsa ke dalam mana orang-orang tebusan akan berhimpun berbondong-bondong, sementara sebaliknya “lumbung” melambangkan kesatuan unit, yaitu kerajaan ke dalam mana mereka itu berhimpun secara kolektif. Dan perhimpunan yang besar ini secara selektif, mutlak dan terakhir, seperti layaknya, berlangsung hanya untuk menunjukkan kembali, bahwa lahirnya kerajaan itu adalah mutlak bergantung pada pembersihan sidang.

“Aku Yesus telah mengutus malaikat-Ku untuk membuktikan kepadamu sega-la perkara ini di dalam sidang-sidang je-maat. Akulah akar dan benih Daud itu, 164 Bintang Fajar yang gilang-gemilang itu.” Wahyu 22 : 16. “Bangkitlah kamu, su-paya dapat kita naik ke sana melawan mereka itu; karena kami telah melihat tanah itu, dan, bahwasanya, ia itu baik sekali adanya; masakan kamu diam saja di sini?” (Hakim-Hakim 18 : 9). Janganlah berlambatan, bertindaklah cepat, bersiaplah, ikutilah

Anak Domba Menuju Ke Penguasa

Negeri Itu.

“Kirimkanlah olehmu anak domba itu kepada penguasa negeri itu dari Sela ke padang belantara, sampai ke gunung puteri Sion. Karena akan jadi kelak, bah-wa sebagaimana seekor burung yang melarat dibuang keluar dari sarangnya, demikian pula segala puteri Moab akan 93 berada di tempat-tempat penyeberangan sungai Arnon. Berembuklah, laksanakan-lah keadilan; jadikanlah bayanganmu bagaikan malam di tengah-tengah siang tengah hari; sembunyikanlah orang-orang yang terbuang; janganlah mengkhianati 165 dia yang mengembara itu. Biarlah segala orang-Ku yang terbuang itu tinggal ber-samamu, hai Moab; jadilah engkau se-buah perlindungan bagi mereka dari wajah si pembinasa itu; karena tak lama lagi akan berakhir si penganiaya itu, pembinasa itu berakhir, para penindas akan habis lenyap dari tanah itu. Maka dalam kemurahan tahta itu akan diper-dirikan; dan ia akan duduk di atasnya dalam kebenaran dalam tabernakel Daud, sambil mengadili dan mencari keadilan, dan mempercepat pembenaran.” Yesaya

Walaupun ayat-ayat di atas mungkin tampaknya tidak mengandung apa-apa selain daripada bahasa irama mistik dari komplotan rahasia, namun ada juga pelajaran-pelajaran daripadanya yang telah dibuat untuk mentobatkan bahkan orang Kafir yang keras hati sekalipun kepada kebenaran tertentu dari Alkitab. Sesungguhnya, kalau saja umat Allah dapat maju tanpa ayat-ayat Injil ini, maka pasti Ia tidak akan merepotkan nabi itu untuk menuliskannya ataupun mengambil tempat 166 di dalam Alkitab untuk mencatatkannya. Kalau saja ia itu singkatnya hanya merupakan suatu kegembiraan mistik dari gema nubuatan tanpa alasan, maka itu adalah tak lebih daripada sesuatu yang diulangi dengan sia-sia saja, yaitu sesuatu yang tidak sempurna — suatu perkara yang tidak mungkin bagi Allah. Dengan demikian, maka barangsiapa yang menambahkan kepada ayat-ayat itu sesuatu yang tidak penting ataupun tidak berarti, kelak akan dihukum secara menakutkan menurut kata-kata Injil berikut ini :

“Jika seseorang mengurangkan se-suatu dari kata-kata kitab nubuatan ini, maka Allah akan mengeluarkan bagian-nya dari kitab alhayat, dan dari kota suci, dan dari segala perkara yang tersurat di 94 dalam kitab ini.” Wahyu 22 : 19.

Oleh sebab itu, karena kata-kata Yesaya harus mengandung terang, maka ketidak-adanya terang itu akan membiarkan kegelapan menguasai jalan kita, menghadapkan kita kepada resiko kejatuhan bersama-sama dengan orang-orang buta 167 yang langsung masuk ke dalam lubang, tetapi penyelidik kebenaran yang rajin akan menemukan, bahwa walaupun ayatayat itu tampaknya gelap dan mengandung rahasia, ia itu adalah jelas dan sederhana apabila dilihat dalam terang yang bercahaya dari atas.

“Kirimlah olehmu anak domba itu kepada penguasa negeri itu dari Sela ke padang belantara sampai ke gunung puteri Sion.”

Kata sandang yang tertentu, “the”, memberikan arti mutlak kepada kata benda, “lamb” (anak domba), menunjukkan bahwa satu-satunya jenis yaitu seekor anak domba, ialah objek dari perintah itu untuk mengirimkan “anak domba itu” dari Moab “ke gunung puteri Sion” — Gunung Sion di Yerusalem.

“Karena akan jadi kelak, bahwa sebagaimana seekor burung yang melarat dibuang keluar dari sarangnya, demikian pula segala puteri Moab akan berada di tempat-tempat penyeberangan sungai Arnon.” Artinya, anak domba itu harus di- 168 ambil dari Moab, karena orang-orang Moab itu akan “dibuang keluar” sebagai seekor burung yang merana”, di penyeberanganpenyeberangan sungai Arnon.” Yesaya 16 : 2.

Sejarah Alkitab mencatat bahwa anak domba yang satu itu yang diambil dari Moab sebelum orang-orang Moab itu ”dibuang keluar dari sarang (mereka)”, ialah Dia yang oleh Yohanes Pembaptis dikatakan: “Tengoklah Anak Domba Allah itu” — yaitu Kristus. Nubuatan itu menunjukkan 95 bahwa anak domba itu dilarikan ke Moab ke Gunung Sion (istana Daud di Yerusalem) —yaitu suatu peristiwa yang terjadi pada waktu Naomi dengan anak-anak lelakinya pergi ke Moab (“padang belantara” itu — yaitu suatu bangsa yang tidak berada di bawah pengawasan Tuhan yang langsung, dan karena itulah bukan sebuah kebun anggur) dan membawa serta Ruth, wanita Moab itu, dari Moab ke Yerusalem; karena Boaz mengambil Ruth, dan ia menjadi istrinya ….., dan ia melahirkan seorang putera, ….. dan mereka menamakannya Obed; ia adalah ayah dari Isai, yaitu ayah 169 dari Daud ..... dan Isai melahirkan Daud.”

Demikianlah Kristus, Putera Daud itu, telah “dikirim” dari Moab ke Gunung Sion — istana Daud; dan dengan demikian menunjukkan keilahian Kristus sebagai Putera Allah, dan kemanusiaan-Nya sebagai Putera yang bukan saja dari Daud melainkan juga dari Lot — Moab.

Oh betapa tepatnya secara menakjubkan Allah kita; nama-nama itu, yaitu Obed, Isai, dan Daud dalam bahasa Ibrani berarti Kristus — seorang hamba (Obed), yang akan menjadi kehadiran-Ku (Isai), yang dikasihi itu (Daud).

Kristus di dalam daging adalah seorang Moabi seperti juga halnya seorang Israel, Allah berfirman : “Biarlah segala orang-Ku yang terbuang itu tinggal bersama-mu, hai Moab (Kristus); jadilah engkau sebuah perlindungan bagi mereka dari wajah si pembinasa itu.” “Dan seseorang laki-laki (kembali menunjuk kepada Kristus) akan jadi bagaikan suatu tempat berlindung dari angin, dan suatu tempat 170 persembunyian dari angin ribut; seperti sungai-sungai yang berair di tempat-tem-pat yang kering, seperti bayangan dari sebuah batu besar di tanah yang tandus.”

96

Dikirim untuk “berembuk, melaksa-nakan keadilan; menjadikan bayangan-Nya bagaikan malam di siang tengah hari; menyembunyikan orang-orang yang terbuang; jangan mengkhianati dia yang mengembara itu” (Yesaya 16 : 3), maka Kristus, “tempat persembunyian kita dari angin, dan sebuah tempat berlindung dari angin ribut” “di suatu tanah yang kering”, adalah sebuah bayangan yang sempurna dan besar, bahkan seperti tengah malam pada siang tengah hari. Demikian pula seperti yang ditegaskan oleh Pemazmur yang berbunyi : “Betapa sempurna kasih sayang-Mu, ya Allah! Oleh karenanya segala anak Adam menaruh harap di bawah bayangan sayap-sayap-Mu. Kare-na Engkau telah menjadi Penolongku, maka di bawah bayangan sayap-sayap-Mu aku akan bersukaria.” Mazmur 36 : 7; 63 : 7.

171

Maka “sebab itu”, demikianlah nabi Injil mengatakan, “bangsa yang kuat akan kelak memuliakan dikau, negeri dari bangsa-bangsa yang hebat besar akan takut kepadamu. Karena engkau telah menjadi suatu kekuatan bagi orang yang miskin, suatu kekuatan bagi orang yang kekurangan dalam kepicikannya, suatu perlindungan dari angin ribut, suatu bayangan dari panas matahari, apabila amarah dari orang-orang yang hebat menakutkan itu datang bagaikan suatu angin ribut mengantam tembok.” Yesaya

“Maka dalam kemurahan tahta itu kelak akan diperdirikan; maka Ia akan duduk di atasnya dalam kebenaran di dalam kemah tabernakel Daud, sambil mengadili, dan mencarikan keadilan, dan mempercepatkan pembenaran.” Yesaya 16 : 5.

Oleh karena sesuai dengan kata-kata Injil ini pendirian tahta Kristus itu masih akan datang, dan karena selanjutnya ia itu akan diperdirikan di dalam kemah taber- 172 nakel Daud (yaitu yang belum pernah terlaksana pada kedatangan-Nya yang pertama), maka sebab itu, Kristus, apabila Ia datang memerintah di dalam kerajaan-Nya yang akan datang, Ia akan duduk di atas tahta Daud. Dan karena Ia kemudian akan mengadili, mencari keadilan, dan mempercepat pembenaran, maka semua tindakan ini akan jadi sebelum masa kasihan berakhir — yaitu masa dimana Ia dapat mempercepat pembenaran itu. Dengan demikian, secara membesarkan hati, maka nubuatan dari hal silsilah keturunan Kristus ini berikut “pengambilan kekuasaan oleh-Nya dalam tangan-Nya sendiri”, telah diberikan bagi “nasehat dan pelajaran” bagi orang-orang yang akan hidup di akhir zaman, apabila “semua perkara ini akan jadi”. Sebab itu adalah sangat penting diperlukan untuk mengenangkan semua pelajaran penting yang terkandung di dalamnya, lalu bersama-sama dengan

173

Mereka Yang Setia Bertindak

Segera.

Karena Lot maupun Ibrahim terlihat dalam silsilah keturunan Kristus, maka pertanyaan dengan sendirinya timbul : “Mengapa kedua orang ini begitu besar dihormati?” maka jawabannya yang menunggui kita adalah : Ibrahim memperoleh hormat yang besar ini karena ia setia kepada firman Allah dan ia tidak pernah mempermasalahkannya, walaupun segala perkara tampaknya tertuju untuk memenuhi perkara-perkara itu sendiri bertentangan dengan kepentingan-kepentingannya dan janji-janji Allah. Walaupun Allah telah menjanjikan untuk memberikan tanah itu kepadanya dan keturunannya bagi suatu harta pusaka yang kekal, Ibrahim secara pribadi tidak pernah menerima apa yang dijanjikan itu. Di samping menjalani ujian-ujian iman yang sangat berat ini, ia telah menunggu dua puluh lima tahun lamanya terhadap anak yang dijanjikan itu, hanya untuk diperintahkan supaya apabila putera satu-satunya itu telah menjadi seorang pemuda, supaya mempersembah- 98 kannya sebagai suatu korban bakaran. Selanjutnya, melewati setiap cobaan ia tidak pernah lepas imannya dari Allah, melainkan sepenuhnya ia menaruh harap kepada- Nya dan mematuhi semua perintah-Nya. Karena alasan inilah Allah menghormati dia.

Namun ajaran istimewa itu di sini untuk dipelajari bukan hanya lebih banyak dari pengalaman Ibrahim daripada pengalamannya Lot, karena walaupun Lot kurang bermurah hati seperti halnya Ibrahim, dan tidak begitu rela untuk tinggal jauh terpisah dari dunia, namun imannya pada janji-janji Allah yang kepada Ibrahim itu adalah sama kuatnya seperti halnya iman Ibrahim sendiri, bahkan dalam beberapa hal imannya malahan lebih besar; karena Allah berbicara kepada Ibrahim secara pribadi, sedangkan kepada Lot Ia berbicara melalui perantaraan Ibrahim. Oleh sebab itu, maka Lot sudah harus memiliki keyakinan yang penuh, bahwa Allah telah berbicara kepadanya melalui Ibrahim.

99

Apalagi, karena di zaman Ibrahim itu belum terdapat satupun Alkitab oleh mana dapat dibuktikan apakah perginya dia keluar dari rumah orang tuanya itu benarbenar menggenapi nubuatan, dan apakah Allah benar-benar sedang memimpin dia untuk pergi meninggalkan Ur Kasdim itu untuk menuju ke suatu tanah yang letaknyapun ia sendiri tidak mengetahui (Ibrani 11 : 8, 9), maka kita saksikan bahwa Lot adalah tidak sama dengan kebanyakan orang yang ada sekarang, yang mempermasalahkan dan mengeritik apa saja kebenaran yang dibukakan. Tanpa sedikitpun pertanyaan dan keragu-raguan ia menaruh harap sepenuhnya kepada Allahnya Ibrahim, dan dengan keyakinan penuh ia ikut dalam pencarian terhadap tanah perjanjian itu.

Alangkah bedanya antara tabiat dari Lot dan tabiat dari orang-orang Yahudi yang menolak nabi-nabi dan bahkan membunuh mereka itu sampai mati. Karena alasan inilah Allah telah menghargai Lot dengan karunia terbesar yang sorga dapat berikan kepada umat manusia — yaitu 176 memperoleh bagian sebagai leluhur di bumi dari Tuhan Kemuliaan itu, yaitu Raja yang kekal.

Selanjutnya, walaupun orang-orang keturunan dari Lot, yaitu orang-orang Moab dan orang-orang Amon itu tidak lebih baik daripada orang-orang Kafir lainnya, namun demi karena Lot, maka Allah tidak menangani mereka itu sama seperti yang dilakukan-Nya terhadap orang-orang Kafir lainnya, melainkan diperintahkan-Nya kepada Musa supaya “jangan menyusahkan orang-orang Mo-ab itu dan jangan memerangi mereka, karena tidak akan Ku berikan kepadamu tanah mereka itu untuk milikmu; karena Aku telah mengaruniakan Ar kepada bani Lot sebagai miliknya.” “Dan apabila kamu sampai dekat menghadapi bani Ammon, janganlah kamu menyusahkan mereka itu, karena tiada Aku akan mem-berikan apapun dari tanah bani Ammon itu menjadi milikmu; karena sudah Ku karuniakan kepada bani Lot untuk milik mereka.” Ulangan 2 : 9, 19.

177

Maka kata Yesus, “Jika seseorang melayani Aku, hendaklah ia mengikut Aku; dan dimana Aku berada di sanapun hendaklah hamba-Ku berada; jika sese-orang melayani Aku, dia akan dihargai oleh Bapa-Ku.” Yohanes 12 : 26. Juga kata Pemazmur, “Ia akan berseru kepada-Ku, dan Aku akan menjawabnya : Aku akan berada bersamanya dalam kesusahan; Aku akan melepaskan dia, dan Aku akan menghargai dia.” Mazmur 91 : 15.

Terlepas dari perbuatan yang menggembirakan oleh menunjukkan penyambutan yang ramah kepada malaikat-malaikat yang mengunjungi Sodom (Kejadian 19 : 1), tindakan termulia dalam catatan kehidupan Lot yang bernoda ialah bahwa ia telah mengikuti Ibrahim dalam agama asing yang baru ditemukannya itu dan,

100 bahwa untuk berbuat begitu ia telah berpisah meninggalkan rumah bapanya maupun tanah airnya, tanpa mengetahui ke mana ia sedang pergi. Sebagai akibatnya, maka disamping memperoleh berkat kekal oleh menjadi salah seorang leluhur Kristus di bumi ini (suatu berkat yang akan 178 disadarinya melalui Kristus pada hari kebangkitan yang menggembirakan, dan bersuka ria untuk selama-lamanya), ia juga tidak berjalan dengan hampa tanpa berkatberkat kebutuhannya yang ada, karena sementara dikelilingi oleh bahaya dunia ini, malaikat-malaikat utusan dari sorga juga telah melepaskannya dari bencana kota Sodom itu sebelum kota itu hangus menjadi abu. (Kejadian 19 : 16, 24, 25).

Walalupun demikian, kalau saja ia telah menunggu untuk melihat kenyataan yang lebih besar lagi apakah Allah benar sedang memimpinnya dalam detik-detik yang sangat menentukan bagi hidupnya itu; kalau saja ia mengatakan dalam hatinya : ‘Aku belum akan bertindak, tetapi aku akan menunggu sampai perjuangan ini terbukti berhasil. Aku akan pertama-tama menyelidiki sampai mengetahui dengan pasti bahwa tanah itu subur, dan alam cuacanya cocok bagi keluargaku, kawanan lembuku dan sebagainya, maka ia tidak pernah akan memperoleh bagian dalam pergerakan itu sendiri, ataupun dalam garis keturunan dari Tuhan Kemuliaan, 179 atau dalam kerajaan kekal-Nya.

Saudara, saudariku, adakah anda memiliki iman dari Lot itu? “Semua perkara ini telah jadi terhadap mereka sebagai contoh-contoh; dan ..... tertulis sebagai nasehat bagi kita, kepada siapa akhir dunia ini akan datang.” 1 Korintus 10 : 11. Maka marilah kita mengikuti jejak dari orang-orang besar miliki Allah ini, menaruh harap pada firman-Nya yang tak berubah, dan bertindak sesuai dengan itu tanpa sedikitpun ragu-ragu. Janganlah

101 mengikuti jalan orang-orang yang raguragu, yang mempermasalahkan ini dan itu, dan yang mengeritik ini dan itu, dan yang berada dalam akibat-akibat berbahaya, yang tidak pernah sampai kepada pengetahuan kebenaran. Dari hal orang yang sedemikian ini yang pernah hidup dalam pergerakan Advent yang lalu, sejarah gereja menegaskannya sebagai berikut : “Orang banyak, karena menaruh harap sepenuhnya kepada pendeta-pende- ta mereka, maka mereka telah menolak mendengarkan amaran; dan orang-orang lainnya, walaupun telah yakin akan ke- 180 benaran itu, mereka tidak berani meng- akuinya, supaya tidak mereka ‘dibuang keluar dari kaabah’.”

“Halangan besar baik terhadap pe- nyambutan maupun terhadap pemberita- an kebenaran ini, ialah karena kenyataan bahwa ini mengandung penghinaan dan hal-hal yang tidak menyenangkan. Inilah satu-satunya argumen yang menentang kebenaran yang oleh para penganjurnya tidak pernah dapat dibantah. Namun ini tidak sedikitpun menggoyahkan pengikut- pengikut Kristus yang sejati. Mereka ini tidak menunggu akan kebenaran itu sam- pai menjadi populer disukai. Karena yakin akan kewajiban mereka, maka mereka dengan rela menerima salib, lalu bersama- sama dengan rasul Paulus membuat perhitungan, bahwa ‘penderitaan kita yang ringan, yang hanya sementara saja lamanya, mengerjakan bagi kita suatu kemuliaan kekal berbobot yang jauh lebih besar;’ dengan salib tua yang dulu itu, ‘menjunjung tinggi akan celaan Kristus sebagai kekayaan yang lebih besar dari- pada harta kekayaan di Mesir’.” -- The 181 Great Controversy, pp. 380, 460.

Baik orang-orang Moabi maupun orang-orang Ammon yang adalah keturunan dari Lot, dan Lot yang merupakan satu dengan Ibrahim, juga orang-orang Edom yang adalah keturunan dari Esau, saudara kembar dari Yakub, dari hal sekalian mereka itu Allah menyatakan, “tetapi dalam generasi yang keempat mereka kelak akan kembali ke sini” (Ke-

102 jadian 15 : 13 - 16), maka sebab itu mereka seharusnya sudah tahu bahwa masa itu sudah sampai bagi kegenapan dari peristiwa yang sudah lama dinantikan itu, dan seharusnya mereka sudah bersiap-siap sesuai dengan itu, atau, kalau saja mereka tidak melihat akan kebenaran itu, maka mereka seharusnya sudah mengenangnya kembali apabila mereka melihat akan pergerakan itu yang kini telah sampai pada perbatasan-perbatasan tanah mereka. Kalau saja mereka itu percaya kepada Allahnya Ibrahim seperti Lot percaya, maka mereka tentunya tidak akan menolak untuk mengijinkan bani Israel, keluarga sedarahnya itu, untuk berjalan melewati 182 negeri mereka menuju ke tanah perjanjian, melainkan sebaliknya mereka sudah akan menggabungkan diri dengan bani Israel itu, seperti halnya Lot telah menggabungkan diri dengan Ibrahim, untuk membantu mereka itu menguasai tanah itu.

Ternyata benar, orang-orang Moabi itu telah melangkah sedemikian jauh dalam permusuhan mereka melawan saudara-saudara mereka sendiri sehingga mereka bahkan mengupah Bileam untuk mengucapkan kutuk atas mereka itu, walaupun pada kenyataannya bahwa Allah dalam mengingatkan orang-orang Israel itu akan janji-Nya kepada Lot, Ia telah memerintahkan kepada mereka itu supaya tidak mengganggu akan saudarasaudaranya. (Hakim-Hakim 11 : 16 - 18).

Dengan demikian karena menolak menyambut mereka itu dan karena menolak memberikan kepada mereka itu jalan aman melewati negerinya, maka orang-orang Moabi itu bukan saja menolak mengakui takdir Allah yang ajaib, melainkan juga mereka telah menolak Dia 183 dalam pribadi umat-Nya yang sudah mereka kenal sebagai orang-orang yang telah dipimpin-Nya dengan tanda-tanda alamat dan keajaiban-keajaiban keluar dari tanah Mesir.

Kiranya pelajaran yang mengerikan ini dapat menerobos masuk ke dalam batin semua orang pada hari ini, sehingga membuat mereka mengakui kuasa Allah Yang Maha besar dalam menggenapi nubuatan. Maukah orang-orang Kristen

103 menjauhi kesalahan-kesalahan dan segala kekeliruan masa lalu, lalu tanpa ragu-ragu menggabungkan diri dengan umat Allah dalam barisan langkah maju mereka ke depan menuju ke tanah perjanjian contoh saingan itu? Atau maukah seseorang dalam zaman yang diterangi sekarang ini tetap bersikeras melalaikan firman Allah, dan menentang umat-Nya, seperti yang diperbuat orang-orang Moabi dan orangorang Ammon dahulu, yang akibatnya mereka telah kehilangan kerajaan mereka maupun hidup kekalnya? Oh, betapa celakanya sesudah diterangi oleh firman kebenaran sedemikian ini, mendengarkan 184 hukuman yang sama mengerikan yang diucapkan terhadap diri sendiri, yaitu hukuman yang telah mengeluarkan orangorang Moab dan orang-orang Ammon itu dari persekutuan umat Tuhan.

“Seorang Ammon atau pun seorang Moabi tidak diperbolehkan masuk ke dalam sidang jemaat Tuhan; bahkan sampai ke generasi mereka yang ke-sepuluh pun mereka dilarang masuk ke dalam sidang jemaat Tuhan sampai sela-ma-lamanya; sebab tiada mereka itu me-nyambut kamu dengan roti dan dengan air sepanjang perjalanan, tatkala kamu keluar dari Mesir; dan untuk melawan kamu mereka telah mengupah Bileam bin Beor dari Pethor di Mesopotamia, untuk mengucapkan kutuk atas kamu.” Ulangan

Pengupahan Bileam oleh orang-orang Moabi itu menarik perhatian kepada kenyataan, bahwa dalam contoh saingannya nanti, orang-orang yang sedang menyambut dan memberkati umat Allah, sebaliknya akan diupahi dengan janji-janji 185 uang dan nama baik oleh hamba-hamba yang tidak jujur untuk mengucapkan kutuk terhadap mereka. Tetapi kita dihiburkan oleh kebenaran (dalam contohnya), bahwa apa yang Allah telah berkati, tak seorangpun dapat mengutuknya.

104

“Saya tercengang“, demikian kata hamba Tuhan, “bahwa oleh teladan-te- ladan yang ada di depan kita mengenai bagaimana seseorang mungkin keadaan- nya, dan apa yang dapat ia perbuat, kita sama sekali tidak terdorong terhadap usaha yang lebih besar untuk menandingi perbuatan-perbuatan baik dari orang- orang benar. Mungkin tidak semua dapat menduduki suatu jabatan tertinggi, namun semua orang dapat saja mengisi jabatan- jabatan yang berguna dan terpercaya, bahkan mungkin sekali oleh kesetiaan mereka yang bersungguh-sungguh, mereka dapat berbuat jauh lebih baik daripada yang mereka pikirkan. Mereka yang memeluk kebenaran hendaklah berusaha mencarikan suatu pengertian yang cerah terhadap Injil, dan suatu pengetahuan pengalaman dari hal suatu Penebus yang 186 hidup. Inteligensia harus dipelihara inga- tan harus diisi. Segala kemalasan inteli- gensia adalah dosa, dan tidur rohani ialah kematian.” — Testimonies, vol. 4, p. 399.

“Kami ingin supaya masing-masing kamu menunjukkan kesungguhan yang sama menuju kepada jaminan penghara-pan yang penuh sampai terakhir, supaya kamu tidak menjadi lalai, melainkan menjadi pengikut-pengikut orang-orang yang oleh iman dan kesabaran mewarisi segala janji itu.” Ibrani 6 : 11, 12.

Mereka yang menunggu agar pendeta lebih dahulu menyambut pekabaran ini sebelum mereka sendiri bertindak oleh keyakinannya, mereka tidak akan pernah sampai pada pengetahuan akan kebenaran itu. Roh Nubuatan mengatakan :

“Sebagaimana terang dan kehidupan orang-orang itu telah ditolak oleh pe- nguasa-penguasa agama di zaman Kristus yang lalu, maka demikian itu pula telah ditolak dalam setiap generasi berikutnya. Berulang kali sejarah pengunduran diri Kristus dari Yudea itu telah diulangi. Pada 187 waktu para pelopor reformasi mengkhot- bahkan firman Allah, mereka sama sekali tidak memikirkan untuk memisahkan di- rinya dari sidang yang ada; tetapi para penguasa agama tidak mau membiarkan terang itu bercahaya, maka mereka yang membawakannya itu dipaksa untuk men- carikan kelas orang-orang yang lain, yaitu mereka yang rindu akan kebenaran itu. Dalam sejarah kita yang sekarang hanya sedikit dari para pengikut pelopor-pelopor reformasi itu yang digerakkan oleh roh mereka. Hanya sedikit yang sedang men- dengar akan suara Allah, dan siap untuk menyambut kebenaran dalam cara apapun juga ia itu disampaikan. Seringkali orang- orang yang mengikuti jejak-jejak para pelopor Reformasi itu terpaksa berbalik meninggalkan gereja-gereja yang mereka cintai, demi untuk memberitakan ajaran Firman Allah yang jelas. Dan banyak sekali orang-orang yang sedang berusaha mencari terang oleh ajaran yang sama mereka terpaksa meninggalkan sidang dari para orangtuanya, supaya mereka da- pat melaksanakan kepatuhannya.” — The Desire of Ages, p. 232, par. 2.

188

“Pada waktu itu dan pada masa itu, demikianlah firman Tuhan, akan datang segala bani Israel serta dengan segala bani Yehuda pun bersama-sama, sambil berjalan, sambil menangis; mereka akan pergi hendak mencari Tuhan Allah mere-ka. Mereka akan menanyakan jalan yang menuju ke Sion dan muka mereka sambil mengarah ke sana, sambil mengatakan, ‘Datanglah dan marilah kita bergabung dengan Tuhan dengan suatu perjanjian yang kekal yang tiada akan dilupakan.’ Bahwa umat-Ku telah menjadi laksana domba-domba yang sesat; gembala-gem-balanya telah membuat mereka itu ter-cerai-berai; mereka telah mengusir dom-ba-domba itu di atas gunung-gunung; mereka telah mengembara dari gunung ke bukit, mereka telah lupa akan tempat perhentiannya. Mereka telah ditelan oleh semua orang yang menemui mereka itu; dan kata segala musuhnya, ‘Kami tidak bersalah, sebab mereka itu telah berdosa 106 melawan Tuhan, tempat keadilan mereka itu, yaitu Tuhan, harapan dari segala nenek moyangnya. Larilah kamu keluar dari tengah-tengah Babil, dan keluarlah 189 kamu dari negeri orang Kasdim, dan jadilah kamu seperti kambing-kambing jantan (pemimpin-pemimpin) di hadapan kawanan kambing-kambing.” Yeremia 50 : 4 - 8.

“Masanya sudah sampai bagi suatu reformasi yang menyeluruh untuk dilaksa- nakan. Bilamana reformasi ini dimulai, maka roh berdoa akan menggerakkan se- tiap orang percaya, sehingga akan meng- hapuskan dari sidang roh perpecahan dan suka menang sendiri. Orang-orang yang belum hidup dalam ikatan persaudaraan Kristus akan saling mendekati satu dengan yang lainnya. Anggota yang satu yang bekerja dalam garis-garis yang be- nar akan memimpin anggota-anggota la- innya untuk bergabung bersama-sama de- ngannya mengajukan permohonan untuk mendapatkan wahyu dari Roh Suci. Tidak akan ada lagi kekacauan, karena semua mereka akan berada dalam persatuan yang harmonis dengan pikiran yang berisi- kan Roh. Jurang-jurang yang memisahkan orang-orang percaya yang satu dengan yang lainnya akan hancur, maka hamba- 190 hamba Allah akan berbicara perkara- perkara yang sama. Tuhan akan bekerja sama dengan hamba-hamba-Nya. Sekalian mereka akan mengucapkan doa yang di- ajarkan Kristus kepada hamba-hamba- Nya itu dengan penuh pengertian sebagai berikut : ‘Datanglah kerajaan-Mu. Jadilah kiranya kehendak-Mu di bumi seperti halnya di dalam sorga.’ Matius 6 : 10.” — Testimonies, vol. 8, p. 251.

“Tuhan berfirman kepada Tuhanku : Duduklah Engkau pada sebelah kanan-Ku, sampai kelak Ku jadikan semua mu-suh-Mu menjadi alas kaki-Mu. Tuhan akan mengirim tongkat kekuasaan-Mu dari dalam Sion; peganglah oleh-Mu pe-rintah di tengah-tengah segala musuh-Mu. Umat-Mu akan merelakan diri pada hari kekuasaan-Mu, dalam segala kein-dahan kesucian semenjak dari kandung-107 an fajar, tampil bagimu embun dari masa mudamu. Tuhan telah bersumpah, dan Ia tidak akan menyesal, bahwa Engkau adalah imam untuk selama-lamanya se-martabat dengan Melkhizhedek. Tuhan pada sebelah kananmu itu akan memalu 191 segala raja pada hari murka-Nya. Ia akan mengadili di antara orang-orang Kafir, Ia akan memenuhi tempat-tempat dengan bangkai-bangkai orang mati; Ia akan melukai orang-orang yang menjadi kepala atas banyak negeri-negeri. Ia akan minum dari anak sungai selama per-jalanan; sebab itu Ia akan mengangkat kepala.” Mazmur 110.

“Ingatlah akan istri Lot.”

“Larilah demi hidupmu.”

Dengan demikian tinggikanlah struktur kebenaran, sampaikanlah pekabaran, bahwa kerajaan itu akan diperdirikan kembali oleh nabi Eliyah contoh saingan itu, sebelum berakhir masa kasihan, namun karena bumi adalah tidak siap bagi orang-orang suci tinggal selama-lamanya di atasnya, maka sebab itu Yesus akan “datang kembali” dan menyambut semua umat tebusan (baik mereka yang bangkit dari kubur-kuburnya maupun mereka yang akan ditemukan hidup pada saat kedatangan-Nya — 1 Tesalonika 4 : 16, 17), lalu akan dibawa-Nya mereka itu ke 192 rumah-rumah tinggal yang di atas, yang sudah Ia pergi menyediakannya (Yohanes 14 : 3). Kemudian karena orang-orang suci itu naik dan orang-orang jahat mati, maka bumi akan ditinggalkan kosong dan gelap (Yeremia 4 : 23 - 29) selama seribu tahun (Wahyu 20 : 3), setelah mana Tuhan akan turun bersama-sama dengan orangorang suci (Wahyu 21 : 1 - 3) menyucikan bumi dengan api (2 Petrus 3 : 10 - 13) lalu mempersiapkannya kembali bagi tempat tinggal kekal bagi orang-orang suci (Yesa-

108

Sebab itu sekarang hendaklah imanmu kepada firman memperbaharui kembali kasihmu kepada kebenaran dan kepada janji kemuliaan yang akan datang itu sebagai berikut :

“Nyanyikanlah bagi Tuhan suatu nyanyian yang baru, karena telah di-perbuat-Nya perkara-perkara yang me-nakjubkan, tangan kanan-Nya dan le-ngan kesucian-Nya telah membawakan kemenangan bagi-Nya. Tuhan telah memberitahukan selamat-Nya : Ia telah 193 menyatakan kebenaran-Nya di hadapan segala mata orang Kafir. Maka telah ter-ingatlah Ia akan kemurahan-Nya dan ke-benaran-Nya terhadap isi rumah Israel; segala ujung bumi telah melihat sela-mat yang dari Allah kita. Bergembiralah secara ramai-ramai bagi Tuhan, hai se-luruh bumi; nyaringkanlah suaramu, dan bersuka-citalah, dan nyanyikanlah puji-pujian. Nyanyikanlah bagi Tuhan de-ngan kecapi; dengan kecapi dan dengan suara mazmur. Dengan serunai dan bunyi trompet-trompet bersoraklah di hadapan hadirat Tuhan, Raja itu. Hendaklah laut dan segala isinya menderu-deru bunyi-nya, dan juga bumi serta dengan segala yang mendudukinya. Hendaklah segala banjir bertepuk tangan; hendaklah sega-la bukit bersukaria bersama-sama di ha-dapan Tuhan; karena Ia datang hendak mengadili bumi : dengan kebenaran akan diadili-Nya dunia dan segala bangsa de-ngan adil.” Mazmur 98.

Oh betapa mulianya gambaran-gambaran masa depan itu! Siapakah yang hendak melalaikannya? Saudara-saudariku, 194 Anda harus berada di sana. Apapun juga kerugian yang Anda alami di sini, pertetapkanlah hatimu untuk memperoleh sebuah rumah di sana. ”..... Itu kelak merupakan suatu keberkatan yang kekal, suatu kebahagiaan kekal, yang mengung- kapkan kemuliaan-kemuliaan baru sepan- jang jalan segala zaman yang tak ter- hingga.” — Testimonies, vol. 8, p. 131. 109

Tengoklah “..... sungai yang jernih dan padang-padang yang hijau, pohon-pohon yang melambai-lambai dan mata-mata air yang hidup, kota yang bercahaya-cahaya dan para penyanyi yang berjubah-jubah putih, dari rumah samawi kita, — dunia yang cantik itu yang tak seorangpun artis dapat melukiskannya, tidak satupun ba- hasa manusia berdosa dapat mencerita- kannya. ‘Yang mata tiada tampak, dan telingapun belum pernah mendengar, ataupun pernah timbul di dalam hati ma- nusia, yaitu perkara-perkara yang telah Allah sediakan bagi mereka yang men- cintai-Nya’. 1 Korintus 2 : 9.”

“Untuk tinggal selama-lamanya di da- 195 lam rumah yang berbahagia ini, untuk dikandung di dalam jiwa, tubuh, dan roh, bukan bekas-bekas dosa dan kutuk yang gelap itu, melainkan kesamaan yang sempurna dengan Khalik kita, dan se- panjang zaman yang tak terhingga terus maju dalam hikmat pengetahuan, dan da- lam kesucian, yang senantiasa menggali ladang-ladang ilmu yang baru, senantia- sa menemukan keajaiban-keajaiban baru dan kemuliaan-kemuliaan baru, senantisa bertambah-tambah dalam kemampuan untuk mengetahui dan untuk menikmati dan untuk mencintai, sambil mengetahui bahwa masih ada lagi di seberang kita kegembiraan dan kasih dan hikmat pengetahuan yang tak terhingga, — yang sedemikian inilah objek yang dituju oleh harapan orang-orang Kristen .....” — Counsels to Teachers, p. 55.

* * *

196

INDEKS ALKITAB

KEJADIAN :

KELUARAN :

BILANGAN :

ULANGAN :

HAKIM-HAKIM :

RUTH :

1 SAMUEL :

1 RAJA-RAJA :

2 RAJA-RAJA :

1 TAWARIKH :

2 TAWARIKH :

MAZMUR :

AMSAL :

YESAYA : 197 YEREMIA : 198 YEHEZKIEL :

DANIEL :

HOSEA :

YOEL :

OBAJA :

NAHUM :

ZAKHARIA : 199 MALEAKHI :

MATIUS :

LUKAS :

YOHANES :

KISAH :

ROMA :

1 KORINTUS :

GALATIA :

EFESUS :

1 TESALONIKA :

IBRANI :

1 PETRUS : 200 2 PETRUS :

WAHYU :

201

Surat dialamatkan kepada:

Universal Publishing Association

(Kantor Pusat)

Waco, Texas 76714

U S A
Universal Publishing Association

(Divisi Indonesia)

P. O. Box 6965/JAT-PK

Jakarta 13710

e-mail:

gadsdaid@yahoo.com

202

Teks dikonversi dari edisi PDF. Nomor halaman sesuai dengan buku cetak.